You are on page 1of 4

Belajar di Kedokteran Tidak Semudah

Menjentikkan Jari
oleh Ahmad Hayesega Widiawan kelas XII-4
Fakultas Kedokteran merupakan fakultas favorit bagi seluruh calon
mahasiswa jurusan IPA. Terbukti pada tahun 2010 tes penerimaan
mahasiswa baru di UGM sebanyak 12 ribu orang mencalonkan diri untuk
masuk di fakultas kedokteran. Padahal fakultas kedokteran di UGM hanya
mampu menampung 110 sampe 120 mahasiswa baru. Di UI, fakultas
kedokteran juga paling diminati. 1 kursi di Kedokteran UI diperebutkan 11
ribu pendaftar. Dan sekarang juga banyak universitas swasta terkenal
yang menyedikan fakultas Kedokteran, juga menjadi pilihan favorit calon
mahasiswa. Seperti Universitas Trisakti, Universitas Pelita Harapan (UPH),
Universitas YARSI, Universitas Kristen Indonesia (UKI), dan banyak lagi.
Alasan mereka masuk kedokteran bermacam-macam. Ada yang
karena bisa cepat kaya, ada yang berpikiran kerjanya hanya berbicara
dengan orang lalu memberikannya obat, ada juga yang karena dipaksa
orang tua. Banyak yang menganggap maenjadi dokter itu enak, mudah,
dan tidak menguras tenaga yang besar tapi dengan cepat uang kita
bertambah. Tapi apakah mereka tahu bahwa banyak hal-hal yang tidak
bisa kita lakukan seperti biasanya saat proses untuk menjadi dokter.
Apakah mereka tahu banyak kesulitan-kesulitan yang akan kita hadapi
saat belajar di kedokteran. Saat telah menjadi dokter pun banyak hal yang
harus kita pertaruhkan, karena kita akan bermain dengan nyawa
seseorang. Apabila kita melakukan kesalahan sedikit saja, bisa fatal
akibatnya, salah satunya dapat menyebabkan kematian.
Di fakultas Kedokteran, keseriusan kita dalam belajar sangat diuji,
dan apabila kita ingin menjadi dokter bukan karena kita benar-benar ingin
menjadi dokter. Kemungkinan akan berhasil sangat kecil. Bukan tidak
mungkin kita akan dikeluarkan dari fakultas tersebut dan diharuskan
pindah ke fakultas lain. Maka dari itu kita harus memiliki alasan yang

betul-betul kuat mengapa kita ingin menjadi dokter. Hal itu akan sangat
berguna dalam memacu semangat kita dan mempertahankannya. Apabila
kita menjadi dokter karena ingin cepat kaya, masih banyak profesi yang
dapat membuat kita kaya. Apabila kita menjadi dokter karena disuruh
orang tua kalian padahal kalian tahu bahwa kedokteran tidak cocok
dengan kalian, yakinkan orang tua kalian, bahwa kedokteran tidak pantas
dengan kalian. Jangan memaksakan masuk kedokteran, apabila kalian
tidak yakin dengan fakultas tersebut.
Materi di fakultas Kedokteran sangat banyak. Sehingga tidak sedikit
mahasiswa yang tidak bisa menyelesaikan kuliah tepat pada waktunya,
karena tidak bisa mengejar materi kuliah. Bahkan ada tidak sedikit yang
memutuskan untuk pindah fakultas. Berikut adalah kurikulum KBK Tahun 1
dari fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya.
Yang pertama adalah blok keterampilan belajar. Blok ini memberikan
bekal kepada mahasiswa mengenai keterampilan dasar untuk belajar
sepanjang hayat, kompetensi yang diharapkan setelah mereka lulus
menjadi dokter, memperkenalkan berbagai metode pembelajaran di
FKUAJ,

teknik

pencarian

informasi

melalui

internet,

keterampilan

menggunakan komputer yang diperlukan untuk membuat tugas, analisis


data sederhana dan laporan presentasi.
Lalu Blok Ilmu Biomedik I. Berisi tentang ilmu-ilmu dasar (Biologi,
Kimia, Fisika dan Mikrobiologi) melandasi ilmu terapan bidang kedokteran.
Blok ini membahas mengenai konsep dasar struktur dan fungsi sel,
dinamik molekuler, dan memperkenalkan konsep dasar genetik molekuler
dan bagaimana aplikasinya dalam praktek kedokteran, metabolisme air
dan mineral, serta sistem endokrin.
Blok Ilmu Biomedik II. Berisi

materi tentang struktur dan fungsi

normal sistem saraf, sistem muskuloskeletal dan sistem genitourinaria,


sintesis protein, serta biosintesis purin dan pirimidin.
Blok Ilmu Biomedik III. Berisi materi tentang struktur dan fungsi
normal sistem pernafasan, sistem kardiovaskuler, sistem pencernaan,

vitamin, metabolisme, serta pengantar kelainan genetik, teknik biosel dan


biomolekuler.
Blok Siklus Kehidupan. Berisi materi tentang fase-fase normal
kehidupan manusia mulai dari bentuk sel sampai lanjut usia (baik segi
fisik, mental dan perilaku).
Blok

Humaniora.

Meliputi

materi

Pancasila,

Agama,

Multikulturalisme, Filsafat, Etika Umum, Etika Kedokteran, Psikologi


Kesehatan, Kewarganegaraan serta Sosio-antropologi Kedokteran.
Blok Kesehatan Masyarakat. Berisi materi tentang struktur sistem
kesehatan RI, kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan
masyarakat,

promosi

kesehatan

dan

pencegahan

dan

manajemen

penyakit pada individu, keluarga dan masyarakat, pendidikan kesehatan,


gizi masyarakat, prinsip-prinsip kedokteran keluarga, serta epidemiologi
dan biostatistik.
Keterampilan

Medik

Dasar

I.

Merupakan

kegiatan

latihan

keterampilan medik yang diadakan dalam blok-blok tahun I semester I, di


antaranya:

keterampilan

komunikasi

interpersonal,

cuci

tangan,

kewaspadaan universal, penggunaan mikroskop, pemeriksaan tanda vital,


antropometri, bandage dan bidai.
Keterampilan

Medik

Dasar

II.

Merupakan

kegiatan

latihan

keterampilan medik yang diadakan dalam blok-blok tahun I semester II,


yaitu : komunikasi dokter-pasien, anamnesis umum, pemeriksaan fisik
umum, refleks normal ekstremitas atas dan bawah, alloanamnesis tumbuh
kembang anak, penyuluhan kesehatan, dan konseling.
Dari KBK Universitas Atma Jaya dapat disimpulkan, di fakultas
Kedokteran tidak hanya mempelajari mengenai ilmu IPA Biologi. Cara kita
bersosial untuk menjadi dokter. Karena, rata-rata saat pasien bertemu
dengan dokter, dan menjelaskan penyakitnya. Biasanya dokter akan
memberikan motivasi pada pasien, dan hal itu akan member sugesti pada
pasien bahwa, dia telah sembuh. Dan itu berengaruh pada kesembuhan

pasien tersebut. selain itu, kita juga akan mempelajari ilmu alam dasar.
Setelah itu kita baru akan mempelajari ilmu kedokteran secara lebih
spesifik.
Jadi, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa menjadi dokter itu
sepenuhnya enak, banyak faktor-faktor lain yang membuat dokter itu
tidak enak. Tapi apabila kita bisa serius menekuninya, hal yang tidak enak
itu pasti akan menjadi enak, sebaliknya apabila kita tidak bisa serius
menjalaninya, dapat dipastikan kita tidak bisa sukses menjalaninya.
Sebenarnya, apabila kita dapat memilih masa depan kita sesuai dengan
minat dan hobi kita, hal yang dianggap sulit bagi orang lain pasti akan kita
anggap mudah.