You are on page 1of 10

MAKALAH

GANGGUAN KEBUTUHAN AKTIVITAS AKIBAT


PATOLOGI SISTEM MUSKULOSKELETAL
PERSARAFAN DAN INDERA : ENCEPHALITIS
disusun sebagai tugas mata kuliah keperawatan medikal bedah

disusun oleh :

Latif walyasin
Dwi kurniawati
Diana rahmawati
Hartini

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN
WONOSOBO
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang masalah
Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit
penyakit kedalam tubuh seseorang. Penyakit infeksi masih menempati urutan
teratas penyebab kesakitan dan kematian di negara berkembang, termasuk
indonesia. Bagi penderita, selain menyebabkan penderitaan fisik, infeksi juga
menyebabkan penurunan kinerja dan produktifitas, yang pada gilirannya akan
mengakibatkan kerugian materil yang berlipat-lipat. Bagi negara, tingginya
kejadian infeksi di masyarakat akan menyebabkan penurunan produktifitas
nasional secara umum, sedangkan dilain pihak juga menyebabkan peningkatan
pengeluaran yang berhubungan dengan upaya pengobatannya.
Infeksi dapat disebabkan oleh bakteri,virus, maupun jamur, dan dapat terjadi di
masyarakat maupun dirumah sakit. Pasien yang sedang dalam perawatan di
rumah sakit memiliki resiko tertular infeksi lebih besar dari pada diluar rumah
sakit. Lingkaran infeksi dapat terjadi antara pasien, lingkungan vektor dan
mikroba.
Sebagaimana uraian diatas , maka dalam makalah ini kami akan menbahas
tentang infeksi terhadap jaringan oleh virus, bakteri, cacing, protozoa,jamur,atau
ricketsia, yang biasa disebut dengan ensefalitis.
Ensefalitis adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh bakteri,
cacing,protozoa,jamur, ricketsia atau virus . ( Arif Mansur: 2000)
Ada banyak tipe-tipe dari ensefalitis,kebanyakan darinya disebabkan oleh virusvirus. Dengan gejala-gejala seperti panas dalam meningkat, sakit kepala, muntahmuntah lethargi, kaku kuduk, gelisah, gangguan penglihatan,pendengaran, bicara
dan kejang. Virus atau bakteri memasuki tubuh melalui kulit, saluran nafas dan
saluran cerna, setelah masuk ke dalam tubuh, virus dan bakteri akan menyebar ke
seluruh tubuh dengan beberapa cara. Salah satunya adalah pada jaringan otak
yang nantinya akan menyebabkan ensefalitis.
Berdasarkan faktor penyebab yang sering terjadi maka ensefalitis diklasifikasikan
menjadi enam tipe,yaitu : ensefalitis supurativa,ensefalitis siphlis,ensefalitis
virus,ensefalitis

karena

fungus,ensefalitis

karena

parasit,dan

riketsiosa

serebri.adapun pelaksanaan yang bisa dilakukan untuk menangani masalah


ensefalitis adalah dengan pemberian antibiotik,isolasi untuk mengurangi stimuli
dari luar,terapi anti mikroba,mengontrol terjadinya kejang dan lain-lain.

Ensefalitis herpes simplek merupakan komplikasi dari infeksi HSV( herpes


simplek virus) yang mempunyai mortalitas dan morbiditas yang tinggi terutama
pada neonattes. EHS( ensefalitis herpes simplek) yang tidak diobati sangat buruk
dengan kematian 70-80% setelah 30 hari dan meningkat menjadi 90% dalam 6
bulan. Pengobatan dini dengan asiklovir akan menurunkan mortalitas menjadi
28%. Gejala sisa lebih sering ditemukan dan lebih berat pada kasus yang tidak
diobati. Keterlambatan pengobatan yang lebih dari 4 hari memberikan prognosis
buruk,demikian juga koma,pasien yang mengalami koma seringkali meninggal
atau sembuh senggan gejala sisa yang berat.
2. Rumusan masalah
a. Apa yang dimaksud dengan ensefalitis ?
b. Sebutkan Etiologi ensefalitis ?
c. Apa saja patofisiologi dari ensefalitis ?
d. Manifestasi klinis ?
e. Anatomi dan fisiologi dri ensefalitis ?
3. Tujuan
a. Tujuan umum
Menambah pengetahuan mahasiswa mengenai ensefalitis serta mampu
menerapkan asuhan keperawatan yang dilakukan pada masalah ensefalitis
b. Tujuan khusus
1) M ampu mengetahui definisi dari ensefalitis
2) Mampu mengetahui etiologi,patofisiologi,manifestasi klinis ensefalitis
3) Mampu mengetahui asuhan keperawatan yang bisa dilakukan terhadap
pasien dengan masalah ensefalitis

Bab ii pembahasan
A. Pengertian

1. Ensefalitis adalah radang jaringan otak yang dapat disebabkan oleh


bakteri,cacing,protozoa,jamur,ricketsia atau virus ( Arif Mansur:2000)
2. Encephalitis adalah suatu peradangan dari otak. Ada banyak tipe-tipe
enchepalitis,kebanyakan darinya disebabkan oleh infeksi-infeksi. Paling
sering infeksi-infeksi ini disebabkan oleh virus-virus. Enchephalitis dapat
juga disebabkan oleh penyakit-penyakit yang menyebabkan peradangan dari
otak.
3. Enchepalitis adalah peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus.
Terkadang ensefalitis dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti
meningitis,atau komplikasi dari penyakit lain seperti rabies( disebabkan oleh
virus) atau sifilis ( disebabkan oleh bakteri).
4. Ensefalitis adalah infeksi yang mengenai CNS yang disebabkan oleh virus
atau mikro organisme lain yang non purulent.

B. Etiologi
Berbagai macam mikroorganisme dapat

menimbulkan ensefalitis, misalnya

bakteria,protozoa,cacing,jamur,spirochaeta,dan

virus.

Bakteri

penyebab

ensefalitis adalah staphylococcus aureus,streptokokok, E.coli. ensefalitis bakterial


akut sering disebut encephalitis supuratif akut (mansjoer,2000). Penyebab lain
dari ensephalitis adalah keracunan arsenik dan reaksi toksin dari typoid fever,
campak dan chicken pox/cacar air. Penyebab encephalitis yang terpenting dan
tersering ialah virus. Infeksi dapat terjadi karena virus langsung menyerang
otak,atau reaksi radang akut infeksi sistemik atau vaksinasi terdahulu.
Klasifikasi encephalitis berdasar jenis virus serta epidemiologinya ialah :
1. Infeksi virus yang bersifat endemik
- Golongan enterovirus: poliomyelitis, virus coxsackie, virus ECHO
- Golongan virus Arbo : western equine encephalitis, st louis encephalitis,
eastern equine encephalitis, japanese B encephalitis, russian spring
summer encephalitis, murray valley encephalitis.
2. Infeksi virus yang bersifat sporadik : rabies, herpes simplek,herpes
zoster,limfogranuloma,mumps,lymphoctic choriomeningitis, dan jenis lain
yang dianggap disebabkan oleh virus tetapi belum jelas
3. Enchephalitis pasca-infeksi : pasca-morbili,pasca-varisela,pasca-rubela dan
jenis-jenis lain yang mengikuti infeksi traktus respiratorius yang tidak
spesifik ( Robin cit.Hassan,1997).
C. Patofisiologi
Infeksi virus pada sistem sarafpusat dapat melalui beberapa cara :

1. Invasi langsung melalui barier anatomi


Scaln, tengkorak, dan dura mmbentuk barier yang efektif terhadap infeksi
yang langsung dari lingkungan sekitar. Infeksi dengan jalan langsung dari
lingkungan sekitar.
2. Transport asonal oleh neuron perifer
Neuron dapat menjadi jalan lalu lintas dari dan ke cell body dan sistem
transport,antegade dan retrograde,misalnya transpor retrograde yang cepat
rata-rata 200-3000 mm/hari.
3. Jalan masuk dari traktus respiratorius melewati epitel olfaktorius
Cara masuk organism pada mukosa olfaktorius melalui proses apical dari sel
reseptor saraf tang menonjol keluar di tepi epitelsebagai olfactori
rads,sehingga partikel diletakkan pada mukosa olfaktoius dapat diambil oleh
vesikes pinositi dan ditransportasikan ke bulbus olfaktorius
Infeksi yang disebabkan oleh virus menyebabkan respon sel meninuklear.
Komponen dasar dari reaksi imunologis terdiri dari sel T sel B dan
antigenpresenting cells yang berada di jaringan limfoed perifer.fase awal
aktifasi sel T terjadi di perifer, mungkin di limfe nodi di dekat tempat masuknya
virus dan replikasi virus. Di dalam SSP,sel T dapat menstimulasi untuk
menghasilkan sitokin. Sitokin akan merangsang proliferasi sel dan diferensiasi
dan melepaskan ke SSP selama terjadinya keradungan.
Antibodi yang terdapat pada SSP normal berasal dari serum dan kadar
IgA dan IgG yang berada di cairan serebrosipinal berkisar 0,2-0,4% dari kadar
dalam plasma. Pada ensephalitis terdapat kerusakan neuron dan elia dimana
terjadi intraseluler inclusion bodies,peradangan otak dan medula spinalis serta
edema otak. Juga terdapat peradangan pada pembuluh-pembuluh darah
kecil,trombosiiit dan proliferasi astrosit dan microglia. Neuron-neuron yang
rusak dimakan

oleh makrofag atau mikroglia,disebut sebagai neurofogia

yaitusesuatu yang khas bagi ensephalitis primer. Didalam medula spinalis , yang
menyebar melalui endometrium dalam yang intersial pada sarap-sarap seperti
yang terjadi pada rabies dan herpes simplek.
Kerusakan neurologis pada ensefalitis disebabkan oleh :
a. Invasi langsung dan destruksi jaringan saraf oleh virus yang
berproliferasi aktif.
b. Reaksi jaringan saraf terhadap antigen-antigen virus

Biasanya ensephalitis virus dibagi dalam 3 kelompok :


a. Ensephalitis primer yang bisa disebabkan oleh infeksi virus kelompok
herpes simple, virus influenza, ECHO
b. Ensephalitis primer yang belum diketahui penyebabnya
c. Ensepalitis para-infeksiosa, yaitu ensephalitis yang timbul sebagai
komplikasi penyakit virus yang sudah dikenal seperti rubeola,varisela,
herpes zoster

D. Manifestasi klinis
1. ENSEFALITIS SUPURATIVA
Bakteri penyebab ensefalitis supurativa adalah : staphylococcus aureus,
streptococcus, E.coli dan M.tuberculosa.
Patogenesis: Peradangan dapat menjalar ke jaringan otak dari
otitismedia,mastoiditis,sinusitis,atau dari piema yang berasl dari radang,
abses di dalam paru, bronchiektasi, empiema, osteomeylitis cranium,
fraktur terbuka, trauma yang menembus ke dalam otak dan
tromboflebitis.Reaksi dini jaringan otak terhadap kuman yang
bersarang adalah edema,kongesti yang disusul dengan pelunakan dan
pembentukan abses. Disekeliling daerah yang meradang berproliferasi
jaringan ikat dan astrosit yang membentuk kapsula. Bila kapsula pecah
terbentuklah abses yang masuk ventrikel.
Manifestasi klinis
Secara umum gejala berupa trias ensefalitis ;
1.Demam
2.Kejang
3.Kesadaran menurun
Bila berkembang menjadi abses serebri akan timbul gejala-gejala infeksi
umum, tanda-tanda meningkatnya tekanan intracranial yaitu : nyeri kepala
yang kronik dan progresif,muntah, penglihatan kabur, kejang, kesadaran
menurun, pada pemeriksaan mungkin terdapat edema papil.Tanda-tanda
deficit neurologist tergantung pada lokasi dan luas abses.(2,3,4,5)
b. ENSEFALITIS SIPHYLIS

- Patogenesis
Disebabkan oleh Treponema pallidum. Infeksi terjadi melalui permukaan
tubuh umumnya sewaktu kontak seksual. Setelah penetrasi melalui
epithelium yang terluka, kuman tiba di sistim limfatik, melalui kelenjar
limfe kuman diserap darah sehingga terjadi spiroketemia. Hal ini
berlangsung beberapa waktu hingga menginvasi susunansaraf pusat.
Treponema pallidum akan tersebar diseluruh korteks serebri dan bagianbagian
lain susunan saraf pusat.
- Manifestasi klinis
Gejala ensefalitis sifilis terdiri dari dua bagian :
1. Gejala-gejala neurologist
Kejang-kejang yang datang dalam serangan-serangan, afasia, apraksia,
hemianopsia, kesadaran mungkin menurun,sering dijumpai pupil AgryllRobertson,nervus opticus dapat mengalami atrofi. Pada stadium akhir
timbul gangguanan-gangguan motorik yang progresif.
2. Gejala-gejala mental
Timbulnya proses dimensia yang progresif, intelgensia yang mundur
perlahan-lahan yang mula-mula tampak pada kurang efektifnya kerja,
daya konsentrasi mundur, daya ingat berkurang, daya pengkajian
terganggu.(2,4,5)
2. ENSEFALITIS VIRUS
Virus yang dapat menyebabkan radang otak pada manusia :
1. Virus RNA
Paramikso virus : virus parotitis, irus morbili
4
Rabdovirus : virus rabies
Togavirus : virus rubella flavivirus (virus ensefalitis Jepang B, virus
dengue)
Picornavirus : enterovirus (virus polio, coxsackie A,B,echovirus)
Arenavirus : virus koriomeningitis limfositoria
2. Virus DNA

Herpes virus : herpes zoster-varisella, herpes simpleks, sitomegalivirus,


virus Epstein-barr
Poxvirus : variola, vaksinia
Retrovirus : AIDS
- Manifestasi klinis
Dimulai dengan demam, nyeri kepala, vertigo, nyeri badan, nausea,
kesadaran menurun, timbul serangan kejang-kejang, kaku kuduk,
hemiparesis dan paralysis bulbaris.(1,2,3,4,5)
3. ENSEFALITIS KARENA PARASIT
a. Malaria serebral
Plasmodium falsifarum penyebab terjadinya malaria serebral.
Gangguan utama terdapat didalam pembuluh darah mengenai parasit. Sel
darah merah yang terinfeksi plasmodium falsifarum akan melekat satu sama
lainnya sehingga menimbulkan penyumbatan-penyumbatan. Hemorrhagic
petechia dan nekrosis fokal yang tersebar secara difus ditemukan pada
selaput otak dan jaringan otak.
Gejala-gejala yang timbul : demam tinggi.kesadaran menurun hingga koma.
Kelainan neurologik tergantung pada lokasi kerusakan-kerusakan.
b. Toxoplasmosis
Toxoplasma gondii pada orang dewasa biasanya tidak menimbulkan gejalagejala
kecuali dalam keadaan dengan daya imunitas menurun. Didalam
tubuh manusia parasit ini dapat bertahan dalam bentuk kista terutama di otot
dan jaringan otak.
c. Amebiasis
5
Amuba genus Naegleria dapat masuk ke tubuh melalui hidung ketika
berenang di air yang terinfeksi dan kemudian menimbulkan meningoencefalitis
akut. Gejala-gejalanya adalah demam akut, nausea, muntah, nyeri
kepala, kaku kuduk dan kesadaran menurun.
d. Sistiserkosis
Cysticercus cellulosae ialah stadium larva taenia. Larva menembus mukosa

dan masuk kedalam pembuluh darah, menyebar ke seluruh badan. Larva


dapat tumbuh menjadi sistiserkus, berbentuk kista di dalam ventrikel dan
parenkim otak. Bentuk rasemosanya tumbuh didalam meninges atau tersebar
didalam sisterna. Jaringan akan bereaksi dan membentuk kapsula
disekitarnya.
Gejaja-gejala neurologik yang timbul tergantung pada lokasi kerusakan.(2,4)
4. ENSEFALITIS KARENA FUNGUS
Fungus yang dapat menyebabkan radang antara lain : candida albicans,
Cryptococcus neoformans,Coccidiodis, Aspergillus, Fumagatus dan Mucor
mycosis. Gambaran yang ditimbulkan infeksi fungus pada sistim saraf pusat
ialah meningo-ensefalitis purulenta. Faktor yang memudahkan timbulnya
infeksi adalah daya imunitas yang menurun.(2,4)
5. RIKETSIOSIS SEREBRI
Riketsia dapat masuk ke dalam tubuh melalui gigitan kutu dan dapat
menyebabkan Ensefalitis. Di dalam dinding pembuluh darah timbul noduli yang
terdiri atas sebukan sel-sel mononuclear, yang terdapat pula disekitar pembuluh
darah di dalam jaringan otak. Didalam pembuluh darah yang terkena akan
terjadi trombosis.
Gejala-gejalanya ialah nyeri kepala, demam, mula-mula sukar tidur, kemudian
mungkin kesadaran dapat menurun. Gejala-gejala neurologik menunjukan lesi
A. yang tersebar.(2,4)

Bab i pendahuluan
Infeksi-infeksi pada sistem saraf pusat menimbulkan masalah media yang serius dan
membutuhkan pengenalan dan penanganan segera untuk memperkecil gejala sisa
neurologis yang serius dan memastikan hidup pasien. Ensefalitis adalah radang jaringan
otak yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungus
dan riketsia. Secara umum gejala ensefalitis adalah berupa demam,kejang dan kesadaran
menurun. Penyakit ini dapat dijumpai pada semua umur mulai dari anak-anak sampai
orang dewasa