You are on page 1of 3

Kejang Demam (Febrile Convulsion)

DEFINISI

Kejang Demam (Febrile Convulsion) adalah kejang pada bayi atau anak-anak yang terjadi
akibat demam, tanpa adanya infeksi pada susunan saraf pusat maupun kelainan saraf lainnya.
Seorang anak yang mengalami kejang demam, tidak berarti dia menderita epilepsi karena
epilepsi ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh adanya demam.
Hampir sebanyak 1 dari setiap 25 anak pernah mengalami kejang demam dan lebih dari
sepertiga dari anak-anak tersebut mengalaminya lebih dari 1 kali.
Kejang demam biasanya terjadi pada anak-anak yang berusia antara 6 bulan-5 tahun dan
jarang terjadi sebelum usia 6 bulan maupun sesudah 3 tahun.
Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kejang demam berulang:
Usia ketika pertama kali terserang kejang demam (kurang dari 15 bulan)
Sering mengalami demam
Riwayat keluarga yang juga menderita kejang demam.
Jika kejang terjadi segera setelah demam atau jika suhu tubuh relatif rendah, maka besar
kemungkinannya akan terjadi kembali kejang demam.
Kejang demam bisa membuat orang tua cemas, tetapi sebetulnya tidak berbahaya. Selama
kejang berlangsung, ada kemungkinan bahwa anak akan mengalami cedera karena terjatuh
atau tersedak makanan maupun ludahnya sendiri.
Belum bisa dibuktikan bahwa kejang demam bisa menyebabkan kerusakan otak. Penelitian
menunjukkan, anak-anak yang pernah mengalami kejang demam memiliki prestasi dan
kecerdasan yang normal di sekolahnya.
95-98% dari anak-anak yang pernah mengalami kejang demam, tidak berlanjut menjadi
epilepsi. Tetapi beberapa anak memiliki resiko tinggi menderita epilepsi, jika:
- kejang demam berlangsung lama
- kejang hanya mengenai bagian tubuh tertentu
- kejang demam yang berulang dalam waktu 24 jam
- anak menderita cerebral palsy, gangguan pertumbuhan atau kelainan saraf lainnya.
PENYEBAB

Penyebab yang pasti dari terjadinya kejang demam tidak diketahui.


Kejang demam biasanya berhubungan dengan demam yang tiba-tiba tinggi dan kebanyakan
terjadi pada hari pertama anak mengalami demam.
Kejang berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa menit.
Kejang demam cenderung ditemukan dalam satu keluarga, sehingga diduga melibatkan faktor
keturunan (faktor genetik).
Kadang kejang yang berhubungan dengan demam disebabkan oleh penyakit lain, seperti
keracunan, meningitis atau ensefalitis.
Roseola atau infeksi oleh virus herpes manusia 6 juga sering menyebabkan kejang demam
pada anak-anak. Disentri karena Shigella juga sering menyebakan demam tinggi dan kejang
demam pada anak-anak.

GEJALA

Gejalanya berupa:
- Demam (terutama demam tinggi atau kenaikan suhu tubuh yang tejradi secara tiba-tiba)
- Kejang tonik-klonik atau grand mal
- Pingsan yang berlangsung selama 30 detik-5 menit (hampir selalu terjadi pada anak-anak
yang mengalami kejang demam)
- Postur tonik (kontraksi dan kekakuan otot menyeluruh yang biasanya berlangsung selama
10-20 detik)
- Gerakan klonik (kontraksi dan relaksasi otot yang kuat dan berirama, biasanya berlangsung
selama 1-2 menit)
- Lidah atau pipinya tergigit
- Gigi atau rahangnya terkatup rapat
- Inkontinensia (mengeluarkan air kemih atau tinja diluar kesadarannya)
- Gangguan pernafasan
- Apneu (henti nafas)
- Kulitnya kebiruan.
Setelah mengalami kejang, biasanya:
- akan kembali sadar dalam waktu beberapa menit atau tertidur selama 1 jam atau lebih
- terjadi amnesia (tidak ingat apa yang telah terjadi) - sakit kepala
- mengantuk
- linglung (sementara dan sifatnya ringan).
Jika kejang tunggal berlangsung kurang dari 5 menit, maka kemungkinan terjadinya cedera
otak atau kejang menahun adalah kecil.
DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kejang pada seorang anak yang mengalami demam
dan sebelumnya tidak ada riwayat epilepsi. Suhu tubuh yang diukur dengan cara memasukkan
termometer ke dalam lubang dubur, menunjukkan angka lebih besar dari 38,9? Celsius.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
EEG (perekaman aktivitas listrik di otak)
CT scan kepala
Pungsi lumbal
Pemeriksaan neurologis.
PENGOBATAN

Orang tua sebaiknya tetap tenang dan mengawasi anaknya. Untuk mencegah terjadinya
cedera, sebaiknya anak dibaringkan di lantai atau tanah, singkirkan benda-benda yang bisa
melukai anak. Jangan menahan atau menggendong anak selama kejang berlangsung.
Supaya tidak tersedak, baringkan anak dalam posisi miring atau telungkup. Jangan
memasukkan apapun ke dalam mulut anak karena bisa melukai dan menyumbat saluran
pernafasan.
Jika kejang berlangsung selama lebih dari 10 menit, anak harus segera dibawa ke rumah sakit
terdekat.
Untuk mengatasi demam bisa diberikan asetaminofen atau ibuprofen.
Aspirin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati demam pada anak-anak karena resiko
terjadinya sindroma Reye.

Penyebab demam harus diobati.


PENCEGAHAN

Kejang bisa terjadi jika suhu tubuh naik atau turun dengan cepat. Pada sebagian besar kasus,
kejang terjadi tanpa terduga atau tidak dapat dicegah.
Dulu digunakan obat anti kejang sebagai tindakan pencegahan pada anak-anak yang sering
mengalami kejang demam. Tetapi hal ini sekarang sudah jarang dilakukan.
Kepada anak-anak yang cenderung mengalami kejang demam, pada saat mereka menderita
demam, bisa diberikan diazepam (baik yang melalui mulut maupun melalui rektal).