You are on page 1of 1

PEMILIHAN ATAU SELEKSI OBAT OLEH

PANITIA FARMASI DAN TERAPI


RSUD
KABUPATEN
KEDIRI

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

No. Dokumen
FAR/ADM/2015/001

No. Revisi
B

Halaman
1/1

Ditetapkan
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Kabupaten Kediri
Tanggal terbit
20 Januari 2015
dr. HERMAWAN CHRISDIONO, SpP
Pembina Tk 1
NIP. 19600412 198801 1 003

PENGERTIAN

Merupakan proses kegiatan sejak dari meninjau masalah


kesehatan yang terjadi di Rumah Sakit, identifikasi pemilihan
terapi, bentuk dan dosis, menentukan kriteria pemilihan dengan
memprioritaskan obat esensial, standarisasi hingga menjaga dan
memperbaharui standar obat.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menjamin


penggunaan obat yang rasional serta pengelolaan perbekalan
farmasi yang efektif dan berkualitas.

KEBIJAKAN

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58


tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah
Sakit.
2. Surat Keputusan Direktur RSUD Kabupaten Kediri No
188.4/334/418.67/2015 tentang Kebijakan Pengelolaan
Perbekalan Farmasi dan Pelayanan Kefarmasian dalam
Penggunaan Obat dan Alat Kesehatan.
3. Surat Keputusan Direktur RSUD Kabupaten Kediri No.
188.4/436/418.67/2015 tentang Pedoman Pelayanan Instalasi
Farmasi

1. Pilih seminimal mungkin dengan menghindari kesamaan jenis.


2. Hindari penggunaan obat dari kombinasi, kecuali jika obat
kombinasi tersebut mempunyai efek lebih baik dibanding obat
tunggal.
3. Apabila jenis obat banyak, pilih berdasar obat pilihan (drug of
choice) dari penyakit yang frekuensinya tinggi.
1. PFT (Panitia Farmasi dan Terapi)