You are on page 1of 19

No

Diagnosa
Gangguan
ventilasi
spontan
berhubung
an dengan
keletihan
otot
pernapasa
n
dibuktikan
dengan
peningkat
an PCO2,
penurunan
SaO2

Tujuan dan kriteria hasil


Intervensi
Setelah dilakukan asuhan NIC label
Acid Base Monitoring
keperawatan selama
x24
1. Catat tingkat pH arteri di sisi
jam, diharapkan pasien mampu
asidosis jika nilai mean (7.4)
mengalami perubahan status
2. Catat jika tingkat PaCO2
pernafasan dengan criteria
menunjukkan
asidosis
hasil:
metabolik,
alkalosis
NOC label
metabolik, atau normal
Mechanical
Ventilation
3. Perhatikan PaO2, SaO2, dan
Response: Adult
kadar hemoglobin
untuk
1. Kapasitas inspirasi
menentukan
kecukupan
2. Tidal volume (5-8 mL/kg)
oksigenasi arteri
3. Kapasitas vital (10-15
NIC Label
mL/kg)
Mechanical Ventilation
4. PaO2 dalam rentang (901. Mengatur setting ventilator
100 mmHg)
secara rutin
5. PaCO2 dalam rentang (352. Memantau penurunan volume
45mmHg)
pernafasan dan peningkatan
6. SaO2 dalam rentang (90tekanan pernapasan

Rasional

Evaluasi
S:-

Acid Base Monitoring

O:

1. Untuk mengetahui tingkat

- Nilai AGD pasien

pH arteri pasien

normal

2. Untuk mengetahui tingkat

- Pasien

PaCO2 pasien

mampu bernapas

3. Untuk mengetahui tingkat


Pa)2,

SaO2

dan

sebagian dengan

kadar

bantuan

hemoglobin pasien

ventilator
- RR

Mechanical Ventilation
dari ventilator
volume

mengetahu
pernafasan

dan

pasien

1. Untuk mengetahui kondisi


2. Untuk

sudah

dan

tekanan pernafasan pasien


3. Untuk mengetahui kondisi
dari ventilator
4. Untuk memudahkan pasien

dalam

rentang normal
-

status

TTV

100%)

3. Memastikan

7. End tidal CO2 (0,2-0,3)

bahwa

ventilator telah hidup

8. Kesulitan bernafas dengan 4. Memberikan


ventilator

bantu

9. Adanya atelektasis

pasien

untuk

5. Untuk
alat

seperti pensil dan kertas

NOC Label

mengetahui

status

ventilator
7. Untuk memaksimalkan kerja

perubahan

ventilator

ventilator setiap 24 jam sesuai

Respiratory

Status:

gas

exchange

kebutuhan

Vital Sign Monitoring

6. Menggunakan teknik asseptic

1. Tekanan

PaO2

dalam

rentang (80-100mmHg)
2. Tekanan

PaCO2

3. pH arteri dalam rentang


(7,35-7,45)
oksigen

mengetahui

perubahan dari status TTV

kebutuhan

pasien
obat

melumpuhkan
penenang,

yang

2. Untuk mengetahui tekanan

obat

darah saat pasien berbaring,

analgesik

duduk, dan berdiri serta

otot,

dan

narkotika yang sesuai


dalam

rentang (90-100mmHg)

1. Untuk

sesuai

dalam 7. Memberikan

rentang (35-45mmHg)

selama perubahan posisi


3. Untuk

NIC Label
Vital Sign Monitoring

NOC Label

dalam berkomunikasi

komunikasi 6. Mencegah terjadinya infeksi

5. Memastikan

4. Saturasi

alarm

1. Pantau status tekanan darah,

mengetahu

status

suhu tubuh pasien


4. Untuk

mengetahui

perbedaan nadi apical dan

Respiratory

status:

ventilation

temperatur

x/menit)

pasien berbaring, duduk, dan


pernafasan

nafas

berdiri sebelum dan sesudah


perubahan

hiperkapneu

diperlukan

3. Kedalaman

pernafasan

inspirasi : ekspirasi = 1:2


NOC Label
Vital Sign

posisi,

jika

(36.5-37.5OC)
apical

3. Pantau dan laporkan tanda

rentang (< 120mmHg)

2. Posisi

semi

fowler

yang

optimal

sehingga

memaksimalkan potensial

bersamaan

dan

catat

dapat

ventilasi
3. Untuk

membantu

pengeluaran secret
4. Untuk melancarkan jalan

NIC Label
1. Kaji TTV klien, catat jika

dalam

rentang normal.

hipertermi

3. RR dalam rentang (12-24 Airway management


systolic

dalam

pasien

dalam

x/menit)

vital

dan gejala hipotermi dan

perbedaannya, jika diperlukan

rentang (60-100 x/menit)

1. Tanda-tanda

memberikan ekspansi paru

4. Ambil nadi apikal dan radial

1. Suhu tubuh dalam rentang

4. Tekanan

radial

2. Pantau tekanan darah saat Airway management

normal diselingi dengan

2. Denyut

dan

pernapasan, jika diperlukan.

1. RR dalam rentang (12-24


2. Ritme

nadi,

ada perubahan.
2. Posisikan klien pada posisi

nafas dari secret


5. Mengetahui perkembangan
status

respirasi

dan

oksigenasi
6. Membantu

pernafasan

5. Tekanan diastolic dalam


rentang (< 80mmHg)

yang
potensi

NOC Label

memaksimalkan
pertukaran

udara

(posisi semi fowler)

Respiratory Status: Airway


patency

3. Lakukan terapi fisik dada


4. Bersihkan

sekresi

dengan

normal (12-20 x/menit)

dorongan

batuk

atau

(skala 4)
2. Tidak terdapat suara nafas
tambahan (skala 4)

dengan
nafas

pernapasan

suctioning
5. Monitor status respirasi dan

dan

mencegah

terjadinya hipoksia
7. Derajat

sesuai kebutuhan.

1. Frekuensi

klien

spasme

bronkus

obstruksi
dapat

dimanifestasikan
buinyi nafas
misalnya

jalan
tidak
adanya

adventisius

tidak

adanya

bunyi nafas oleh mengi

oxigenasi klien
6. Identifikasi pasien perlunya
pemasangan alat jalan napas
buatan
7. Auskultasi suara napas, catat

dilakukan

adanya suara tambahan


tindakan NIC Label : Exercise Therapy: a.Untuk dapat melakukan latihan S:

Hambatan

Setelah

mobilitas

keperawatan selama 3x 24 Muscle Control

fisik

jam,

nyeri

klien

berhubung berkurang, dengan:

dapat a. Menentukan kesiapan pasien


untuk meminta beraktivitas

sesuai kesiapan pasien.

Pasien
mengatakan
sudah

mampu

menggunakan

an dengan NOC Label : Mobility


Dengan kriteria hasil:
gangguan
neuromus

a. Klien

atau latihan.

ototnya dengan

b. Mengkonsultasikan
mampu

therapy

baik.
O: klien mampu

fisik untuk menentukan posisi

kular

menyeimbangkan

optimal untuk klien selama b. Untuk

dibuktikan

tubuhnya.

latihan.

dengan
keterbatas
an rentang
gerak,
penurunan
kemampu
an
melakuka
n
keterampil
an
motorik
halus,
penurunan

dapat

memberikan

therapy fisik yang tepat untuk

mampu c. Membantu klien untuk duduk


dan berdiri dalam latihan.
menggunakan ototnya
Label>>
Exercise
dengan baik ketika NIC

b. Klien

Body Positioning
Initiated

Self

Dengan kriteria hasil:

ototnya dengan

a. Pasien dapat berpindah


dari posisi tidur ke posisi
duduk.
b. Pasiem dapat berpindah

cedera

latihan rentang gerak pasif

latihan.

yang mengalami kelemahan


otot
c. Kolaborasi
phisical
memberikan

dengan
terapi
latihan

ahli
dalam
yang

tubuhnya,

menggunakan

keluarga tentang pentingnya


atau aktif pada bagian tubuh

mampu

klien.

promotion
bergerak.
c. Klien mampu berjalan a. Kaji kekuatan otot klien
dengan baik.
b. Jelaskan pada klien dan c. Agar klien tidak mengalami
NOC label:

menyeimbangka

saat

baik, dan bisa


berjalan dengan

baik.
A: Tujuan tercapai
dilakukan P:
Intervensi
dilanjutkan

kemampu
an
melakuka
n
keterampil

dari posisi duduk ke posisi


tepat pada klien untuk
berdiri..
perkembangan dan kemajuan
c. Pasien dapat membolakkondisi klien
balikkan posisi saat tidur.
Pasien dapat mengontrol NIC Label:
perpindahan
Exercise
Therapy:
Join

an

Body positioning :

motorik

Mobility

kasar

mobility
Kaji keterbatasan sendi dalam

a. Klien dapat berpindah dari


satu sisi ke sisi yang lain
ketika sedang berbaring
b. Klien dapat berpindah dari
keadaan berbaring menjadi

bergerak

dan

efek

dari

fungsinya.
Kolaborasi dengan fisioterapi
untuk

memberikan

program

pelatihan.

duduk ataupun sebaliknya Jelaskan kepada klien dan


c. Klien Dapat menggerakan
keluarga, tujuan dan rencana
otot
dari latihan fisik.
NOC Label >> Ambulation
Hindari klien dari trauma
Klien

mampu

berat badan

menyangga

selama melakukan terapi.


Lakukan terapi ROM pasif.

Mampu berjalan dengan benar Bantu

klien

untuk

Berjalan dengan langkah pelan

mengembangkan jadwal terapi

Berjalan

ROM aktif

dengan

langkah

Hindari

sedang

saat

Instruksikan klien bagaimana

Mempertahankan
tubuh

cara mengatur posisi tubuh

saat

pada saat melakukan aktivitas.

berdiri

Exercise Therapy: balance

Mempertahankan
keseimbangan
duduk

tanpa

tubuh

penyangga

tubuh

saat

klien

untuk

melakukan

aktivitas

yang

Mengevaluasi
fungsi sensori klien

berjalan
label

kemampuan

memerlukan keseimbangan

Mempertahankan
keseimbangan

Menentukan

saat

punggung

NOC

pada

membantu memposisikan klien.

NOC Label >> Balance


keseimbangan

gesekan

>>

Body

Menginstruksikan
klien pada saat terapi untuk

Mechanics Performance

mengatur dan meningkatkan

Menggunakan postur berdiri

keseimbangan

dengan benar

Monitor

respon

Menggunakan postur duduk yg

klien

otot
NOC LABEL

kekuatan NIC Label >> Exercise therapy :


ambulation
>> Body

berjalan dan mecegah injury

Mampu berpindah dari posisi


tidur ke duduk

menyediakan

tempat

tidur

rendah, jika sesuai

Mampu berpindah dari posisi


duduk ke tidur

Bantu klien untuk memakai


alas kaki dalam memfasilitasi

Positioning : Self Initiated

Bantu pasien untuk berpindah,


jika diperlukan

Mampu berpindah dari posisi


duduk ke berdiri

latihan

keseimbangan

benar
Mempertahankan

saat

Instruksikan

pasien

tentang

pergantian yang aman dan


teknik ambulasi

Bantu pasien untuk berdiri dan


menetapkan jarak ambulasi

Bantu
menetapkan

pasien
kenaikan

untuk
jarak

untuk ambulasi

Menganjurkan
mandiri

ambulasi

dengan

bantuan

terbatas
5

Resiko

Setelah

ketidakefe

keperawatan selama x 24 Promotion

ktifan

jam diharapkan pasien :

perfusi

NOC : Neurological Status

paramedis

mengenai

jaringan

1. Kesadaran

parameter

hemodinamik

otak
dibuktikan
dengan
gangguan
serebrovas

diberikan

asuhan NIC Label: Cerebral Perfusion

(skala 3)
2. Tidak

untuk

ada

peningkatan

TIK (skala 5)
3. Tidak

ada

1. Kolaborasi dengan tenaga

1. Konsultasikan

meningkat

dengan

menjaga

kestabilan

hemodinamik

medis lain untuk menjaga


status hemodinamik pasien
2. Pemantauan CPP
3. Memantau hasil CVP tetap

2. Menghitung dan memantau


perubahan

Cerebral Perfusion Promotion

CPP

stabil
4. Pemantauan

ukuran pupil (skala 5)

3. Memonitor CVP

MAP

kular,

4. Pola nafas teratur (skala 3)

4. Memonitor MAP

5. Mencegah

trauma

5. Tekanan

5. Memonitor ICP pasien dan

darah

(skala 4)
6. RR normal (skala 5)

stabil

respon
berhubungan

neurologikal
dengan

kestabilam

peningkatan
berhubungan
tindakan perawatan

adanya
ICP
dengan

NOC

Tissue

Perfusion

aktivitas perawatan

Cerebral

NIC Label: Circulatory Care:

1. MAP stabil (skala 4)

Mechanical Assist Device

2. Tidak ada agitasi (skala 5)


3. Tidak

ada

hipertermi

(skala 5)

untuk mematikan alat bekerja


dengan baik

NOC : Circulation Status


1. Nilai CVP stabil (skala 5)
2. Nilai PaO2 normal (skala
3)
3. Nilai

1. Mematau alat secara rutin

2. Memonitor output urin setiap


jam
3. Memonitor intake dan output
4. Berikan

PaCO2

normal

(skala 3)
4. Saturasi oksigen normal
(skala 5)
5. Output urin normal (skala
4)
6. CRT normal (skala 5)

nutrisi

secara

parenteral
5. Gunakan teknik aseptik saat
mengganti setingan alat
NIC

Label:

Neurologic

Monitoring
1. Memonitor
bentuk,

ukuran

kesimetrisan

pupil,
dan

reaksinya
2. Memonitor tingkat kesadaran

1. Menjaga alat agar tetap


stabil

3. Memonitor tanda tanda


vital
4. Memonitor status pernafasan
5. Memonitor
6

terhadap pengobatan
NIC
label:
Circulatory

NIC

label:

Care : Arterial Insufficiency

Care

Setelah

ektifan

keperawatan selama x 24

perfusi

jam, diharapkan nyeri yang 1. Melakukan

penilaian

jaringan

dialami

sirkulasi 1. Untuk mengetahui tingkat pada

perifer

dengan kriteria hasil :

berhubung

a. NOC

imobilitas
dibuktikan
dengan
edema,
parestesia,
penurunan

pasien
label

tindakan

paien

Ketidakef

an dengan

dilakukan

respon

terkontrol
:

komperehensif
perifer

Dengan kriteria hasil:


a. Tekanan Darah sistol

klien normal

Arterial mengatakan

Insufficiency

jika

tidak ada rasa baal


ujung-ujung

klien
2. Mempertahankan hidrasi yang 2. Agar sirkulasi klien lebih O:
memadai untuk menurunkan
viskositas darah

lancer
3. Anjurkan

klien normal
b. Tekanan Darah diastole
klien normal
c. Pengisian kapiler kaki

pasien

kelancaran aliran sirkulasi jaringan perifer

Tissue

Perfusion : Peripheral

Circulatory S:

Waktu

pengisian kapiler <


pasien

untuk 3 detik, elektrolit,

melakukan latihan, sesuai BUN dan Kreatinin


a. NIC

label:

Circulatory

kemampuan

Care : Mechanical Assist 4. Monitor


Device

normal
tingkat

ketidaknyamanan atau nyeri A: tujuan tercapai

nadi

1. Memantau output urine setiap

perifer

hari

akibat latihan pada malam sebagian


hari atau ketika beristirahat

2. Memantau elektrolit, BUN,


dan kreatinin sehari-hari

NIC label: Circulatory Care : P:


Mechanical Assist Device

intervensi

Circulatory care :

1. Untuk mengetahui cairan yang Arterial


dikeluarkan klien

insufsiciency

2. Untuk mengetahui kadar cairan Dan

Circulatory

dan elektrolit dalam tubuh care : Mechanical

Nyeri akut Setelah

dilakukan

tindakan Pain Management

berhubung keperawatan selama 2 x 24 a. Lakukan


an dengan jam,

Assist

Device

Pain Management

dilanjutkan
S
:
Pasien

nyeri a. Untuk mengetahui lokasi, mengatakan bahwa

terjadi

yang komprehensif, meliputi :

karakteristik,

agen

penurunan skala nyeri dari 4

lokasi, karakteristik, awitan

durasi, frekuensi, kualitas, berkurang terutama

cedera

menjadi 2 (1-10).

dan durasi, frekuensi, kualitas,

intensitas

fisik

NOC label: Pain Level

intensitas

nyeri,

dibuktikan a. Skala

diharapkan

pengkajian

klien

nyeri

pasien

atau

keparahan

nyeri, faktor presipitasi nyeri.

nyeri.

awitan

atau

faktor

dan rasa

keparahan saat menarik nafas


presipitasi dan

merasakan

lebih

dengan

berkurang dari 4 menjadi 2 b. Observasi isyarat nonverbal b. Untuk mengetahui isyarat setelah

bukti

dari rentangan (1-10).

ketidaknyamanan pasien

nyeri

nonverbal ketidaknyamanan berkurang.

nyaman
nyeri

nyeri

b. Pasien melaporkan bahwa c. Berikan

dengan

nyeri

mengguna

menarik

kan

melakukan

standar

nyeri

daftar
periksa
nyeri

berkurang
napas

ketika
setelah

manajemen

informasi

tentang

nyeri, penyebab nyeri, berapa c. Agar

menangani

(mampu
tehnik

mengetahui pasien

penyebab nyeri, berapa lama dari rentangan 1-

ketidaknyamanan

akan

tindakan kenyamanan yang


efektif di masa lalu.

tentang

nyeri, dari 4 menjadi 2

berlangsung,

dan 10.

Nadi

antisipasi ketidaknyamanan dalam


akibat prosedur.
d. Untuk

membantu

mengidentifikasi

tindakan A

kenyamanan yang efektif di tercapai.

menggunakan

(relaksasi progresif, distraksi,

masa lalu.

untuk mengurangi nyeri,

imagery,

panas, back massage)

kompres e. Agar

pasien

(60-

pasien 70x/menit)

teknik terapi nonfarmakologis


guided

pasien
rentang

normal

nyeri

nonfarmakologi

berkurang

antisipasi

a. Pasien mampu mengontrol e. Ajarkan pasien penggunaan


dan

pasien

informasi

c. Menyatakan rasa nyaman d. Bantu pasien mengidentifikasi


NOC label : Pain Control

O : Skala nyeri

lama akan berlangsung, dan


akibat prosedur.

setelah nyeri berkurang

pasien

Intervensi
Intervensi

mampu dilanjutkan

melakukan teknik terapi non

mencari bantuan)
f. Bantu klien untuk lebih
farmakologis
untuk
b. Mampu mengenali nyeri
berfokus pada aktivitas, bukan
mengatasi
nyeri
secara
(skala, intensitas, frekuensi
pada nyeri dan rasa tidak
mandiri.
dan tanda nyeri)
nyaman dengan melakukan f. Agar pasien lebih berfokus
NOC label: Vital Signs
pengalihan melaui televise,
pada aktivitas, bukan pada
a. Tanda vital dalam rentang
radio, tape, dan interaksi
nyeri dan rasa tidak nyaman

normal ( T = 36,5o C

dengan pengunjung

37,5o C , TD = 120/80 g. Gunakan


mmHg,

RR

16-20

x/menit, N = 60-75x/menit)

dengan

pendekatan

melakukan

yang

pengalihan melaui televise,

positif untuk mengoptimalkan

radio, tape, dan interaksi

respon

dengan pengunjung.

pasien

terhadap

analgesic.

g. Untuk

mengoptimalkan

h. Kolaborasi dengan dokter .

respon

Analgesic Administration

analgesic

a. Tentukan lokasi, karakteristik,

menggunakan

kualitas, dan derajat nyeri


sebelum pemberian obat.

pasien

terhadap
dengan
pendekatan

positif
h. Untuk dapat berkolaborasi

b. Cek instruksi dokter tentang

dengan dokter .

jenis obat, dosis, dan frekuensi Analgesic Administration


pemberian obat.

a. Untuk mengetahui lokasi,

c. Cek riwayat alergi.


d. Pilih

analgesic

diperlukan
dari

karakteristik, kualitas, dan

atau

analgesic

yang
kombinasi

pilihan

analgesic

nyeri

sebelum

pemberian obat.

ketika b. Untuk

pemberian lebih dari satu.


e. Tentukan

derajat

mengecek

intruksi

dokter tentang jenis obat,


dosis,

dan

frekuensi

tergantung tipe dan beratnya


nyeri.

pemberian obat pasien.


c. Untuk mengetahui riwayat

f. Tentukan analgesic pilihan,

alergi pasien.

rute pemberian, dan dosis d. Untuk menentukan analgesic


optimal.

yang

g. Monitor vital signs sebelum


dan

sesudah

pemberian

analgesic pertama kali.

diperlukan

atau

kombinasi ketika pemberian


lebih dari satu.
e. Untuk menentukan piilihan

h. Berikan analgesic tepat waktu


terutama saat nyeri hebat.

analgesic

tergantung

tipe

dan beratnya nyeri pasien.

i. Evaluasi efektivitas analgesic, f. Untuk menentukan pilihan,


tanda

dan

gejala

(efek

samping).

rute pemberian, dan dosis


optimal pada pasien.

a.

g. Untuk memantau vital signs

b. NIC

label:

relaxation

therapy
1. Menjelaskan
keuntungan

sebelum

dan

pemberian
rasional
dari

dan

analgesic

pertama kali.

relaksasi, h. Agar

batasan dan tipe dari relaksasi

sesudah

diberikan

analgesic

dapat

tepat

waktu

yang

ada,

seperti:

musik,

terutama saat nyeri hebat.

meditasi, bernafas ritmis, dan i. Untuk dapat mengevaluasi


relaksasi otot progresif.
2. Menggunakan
relaksasi

efektivitas analgesic, tanda

intervensi

yang

dan gejala (efek samping).

mungkin

berhasil diwaktu yang lampau


3. Ajak pasien untuk relaksasi
dan merasakan sensasi yang
terjadi.

a. Untuk

Distraction

memantau

kondisi

klien atau mengindentifikasi

1. Mengarahkan
memilih

klien

teknik

untuk

distraksi

yang akan dilaksanakan


2. Menjelaskan

pada

keuntungan

klien

melakukan

aktivitas yang disukai


3. Mempertimbangkan
distraksi

Vital Signs Monitoring

seperti

teknik
bermain,

masalah dan mengevaluasi


respons

klien

terhadap

intervensi.
b. Untuk
tanda

mengetahui
dan

mengidap

gejala

ada

pasien
penyakit

hipertermi
c. Untuk mengetahui adanya
pernafasan abnormal yang

membaca

cerita

dan

menyanyi.
4. Sarankan teknik yang sesuai
dengan kondisi klien
5. Melibatkan keluarga dalam
tindakan
6. Evaluasi dan doku-mentasi
respon klien terhadap teknik
dis-traksi

dialami pasien.
d. Untuk mengetahui apabila
pasien ada gangguan nafas
Distraction
1. mengalihkan perhatian klien
agar tidak fokus pada cemas
yang dirasakan
2. pemberian informasi dapat
mengurangi

tingkat

kecemasan klien
3. Memberikan kebebasan klien
untuk memilih aktivitas yang
akan dilakukan
4. Menyesuaikan
distraksi

agar

teknik
tidak

memperburuk kondisi klien


5. Dukungan keluarga dapat
meningkatkan rasa nyaman

klien
8

Resiko

Setelah

dilakukan

kerusakan

keperawatan

integritas

jam, diharapakan klien tetap 1. Pastikan

kulit

mampu

dibuktikan keutuhan

asuhan NIC Label:

selamax

24 Presure management

mepertahankan
kulitnya

Presure management

pakaian

yang 1. Mencegah

digunakan klien tidak ketat

gesekan

dan

mencegah lembab berlebih

dengan 2. Gunakan lotion pada bagian 2. Memastikan kulit klien tidak

dengan

kriteria hasil :

tubuh klien (punggung, leher),

kering, dan tetap menjaga

gangguan

NOC Label:

jika diperlukan

kelembaban kulit

sensasi

Risk control
1. Memantau

3. Ubah posisi klien setiap 2 jam 3. Untuk


faktor

risiko

lingkungan (skala 4)
2. Mampu
perubahan

kemerahan,

sekali atau tergantung dengan

penekanan lama pada area

jadwal yang telah ditentukan

tubuh yang sama

mengenali 4. Monitor kulit terhadap tanda- 4. memastikan tidak terjadinya


dalam

status

kesehatan klien (skala 4)


Immobility
Consequences
Physiological
1. Tidak

mengurangi

terjadinya
lecet

penekanan (skala 4)

akibat

tanda terjadinya kemerahan


dan kerusakan

Exercise

Exercise therapy: Joint mobility


1. Lakukan
(PROM)

latihan
atau

lecet dan pressue ulcer


therapy:

Joint

mobility

pasif 1. Mencegah kekakuan pada


asisten

(AROM), sesuai indikasi

sendi karena lamanya tirah


baring

2. Lindungi klien dari trauma 2. Memastikan klien aman dan

selama latihan dilakukan

mencegah tauma