You are on page 1of 9

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA

DENGAN PENDEKATAN Contextual Teaching And Learning (CTL)


PADA MATERI PENGARUH AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP PERUBAHAN
DAN PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK SISWA SMA KELAS X
Oleh : Anis Varida, Herlina Fitrihidajati, Fida Rachmadiarti.
Jurusan Biologi FMIPA Unesa (avda_cuby@yahoo.com)
ABSTRACT
Development of Student Activity Sheet using Contextual Teaching and Learning
(CTL) approach on the material entitled effects of human activities on the change and
environmental pollution for X-class high school students was aimed to describe the
feasibility of students the Student Activity Sheet on the material entitled effects of human
activity to changes and environmental pollution. The type of study refers to the
development of instructional development cycle Fenrich (1977) which includes the
phases: analysis, planning, design, development, implementation, evaluation and
revision. The parameters measured include the feasibility of the worksheets. The results
of the development of worksheets were assessed using the validation sheet. Based on the
survey results, it is revealed that the assessment given by the validator to the worksheets
is at 95.83%, so that it considered very feasible. Based on these results, we can conclude
that the worksheets developed highly feasible for use in learning.
Key words: Development of student worksheet, CTL, environmental pollution.
ABSTRAK
Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa dengan pendekatan Contextual Teaching
and Learning (CTL)pada materi pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan dan
pencemaran lingkungan untuk siswa SMA kelas X ini bertujuan untuk mendeskripsikan
kelayakan Lembar Kegiatan Siswa pada materi pengaruh aktivitas manusia terhadap
perubahan dan pencemaran lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian
pengembangan yang mengacu pada siklus pengembangan instruksional Fenrich (1977)
yang meliputi fase : analysis, planning, design, development, implementation, evaluation
and revision. Parameter yang diukur meliputi kelayakan LKS. Hasil pengembangan LKS
dinilai dengan menggunakan Lembar validasi. Dari hasil penelitian diketahui bahwa
penilaian yang diberikan oleh para validator terhadap LKS adalah sebesar 95,83%
sehingga dapat dikategorikan sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan
bahwa LKS yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
Kata kunci : pengembangan LKS, CTL, pembelajaran, respon siswa.

PENDAHULUAN
Tujuan pembelajaran Biologi ialah agar siswa mampu melakukan pengamatan dan
diskusi untuk memahami konsep, mampu melakukan percobaan sederhana untuk memahami
konsep dan mengkomunikasikan hasil percobaan, mampu menginterpretasikan data yang
dikumpulkan dan melaporkannya. Dari hasil observasi peneliti di SMA Negeri 1 Ngunut
1

Tulungagung pada Januari 2012 di kelas X dapat diketahui bahwa proses pembelajaran yang
dilakukan masih berpusat pada Guru (teacher centered). Siswa kurang aktif dalam
pembelajaran dan jarang melakukan kegiatan praktikum. Hal ini diperkuat dari jawaban
terhadap angket yang diisi oleh siswa. Hasil angket menunjukkan bahwa sebanyak 20 siswa
dari 30 siswa atau sebesar 67% dari seluruh siswa dalam satu kelas menyatakan jarang
melakukan kegiatan praktikum. Hal ini disebabkan oleh belum adanya Lembar Kegiatan
Siswa (LKS) yang relevan untuk melakukan kegiatan praktikum yang secara tidak langsung
juga dapat mengaktifkan siswa. Oleh karena itu peneliti mencoba mengembangkan Lembar
Kegiatan Siswa (LKS) yang menarik bagi siswa agar dapat memotivasi siswa untuk aktif
dalam kegiatan pembelajaran.
Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan suatu konsep belajar yang
membantu guru dalam mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan
memotivasi siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya dalam
kehidupan. Contextual Teaching and Learning (CTL) mempunyai 7 pilar yaitu (1)
Konstruktivisme (constructivism), (2) Bertanya (questioning), (3) Penemuan (Inquiry), (4)
Masyarakat Belajar (learning community), (5) Penilaian Sebenarnya (authentic assessment),
(6) Refleksi (reflection), (7) Pemodelan (modeling) (Johnson, 2010).
Berdasarkan penelitian Susilowati (2008) dapat diketahui bahwa ketuntasan hasil
belajar siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran biologi dengan pendekatan
Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi klasifikasi makhluk hidup adalah
sebesar 86,7% dan respon siswa sebesar 75,6%. Demikian juga hasil penelitian Fatimah
(2010) dapat diketahui bahwa respon siswa dengan menggunakan perangkat pembelajaran
biologi dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi ekosistem
adalah sebesar 94,95%. Untuk itu dalam penelitian ini peneliti melakukan penelitian

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa, sekaligus silabus dan RPP dengan Pendekatan
Contextual Teaching And Learning (CTL).
Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu : Bagaimana kelayakan Lembar Kegiatan
Siswa dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi pengaruh
aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan? Adapun tujuan dari
penelitian ini yaitu : untuk mendeskripsikan kelayakan Lembar Kegiatan Siswa.

METODE PENELITIAN
Penelitian

ini

merupakan

penelitian

pengembangan

yang

bertujuan

untuk

mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dengan pendekatan kontekstual pada materi
pengaruh aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini
dilaksanakan di dua tempat, yaitu tahap pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
dilakukan di Jurusan Biologi UNESA, telaah dan validasi Lembar Kegiatan Siswa (LKS) di
Jurusan Biologi UNESA dan di SMAN 1 Ngunut Tulungagung. Sasaran dalam penelitian ini
adalah Lembar Kegiatan Siswa (LKS) pada materi pengaruh aktivitas manusia terhadap
perubahan dan pencemaran lingkungan.
Penelitian ini mengacu pada siklus pengembangan instruksional Fenrich (1997) yang
meliputi fase analysis (analisis), planning (perencanaan), design (perancangan), development
(pengembangan), implementation (implementasi), evaluation and revision (evaluasi dan
Analysis

revisi).

Implementat
ion

Development

Evaluation and
revision

Planning

Design

Gambar 1. Model of the instructional development Cycle (Fenrich, 1997)


3

Instrumen penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lembar validasi Lembar
Kegiatan Siswa (LKS). Lembar validasi ini berisi indikator telaah tentang isi dan penyajian
perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan pendekatan CTL.
Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pengisisan lembar penilaian
(validasi). Validasi dilakukan dengan menggunakan lembar validasi oleh dua dosen biologi
dan satu guru biologi.
Metode Analisis Data
Data hasil penelitian yang diperoleh berupa hasil validasi Lembar Kegiatan Siswa
(LKS) yang akan dianalisis secara deskriptif dan kualitatif.
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini meliputi data tentang hasil validasi Lembar Kegiatan Siswa
dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Pengembangan Lembar Kegiatan
Siswa dalam penelitian ini mengacu pada siklus pengembangan Fenrich (1977) yang meliputi
fase analysis, planning, design, development, implementation, dan evaluation and revision.
Pada fase evaluasi dan revisi dilakukan pada setiap fase di sepanjang siklus pengembangan
untuk

memperbaiki

lembar

kegiatan

siswa

yang

dikembangkan.

Perbaikan

dan

penyempurnaan Lembar Kegiatan Siswa dilakukan dengan bimbingan dari dua dosen
pembimbing serta arahan dari dosen penyanggah seminar. Pada penelitian ini yang bertindak
sebagai validator adalah dua dosen pembimbing.
Adapun rekapitulasi hasil validasi LKS seperti pada Tabel berikut :
Tabel 1 Rekapitulasi Hasil Validasi Lembar kegiatan Siswa

Aspek yang divalidasi

A. Topik
1. LKS tersebut mencantumkan
topik.
2. Topik yang ada sudah sesuai
dengan materi.
B. Tujuan Pembelajaran
1. Mencantumkan
tujuan
pembelajaran.
2. Tujuan
pembelajaran
yang
dicantumkan sesuai dengan
indikator.
C. Materi
1. Materi sesuai dengan indikator.
2. Materi sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
D. Alat dan bahan
1. LKS tersebut mencantumkan
alat dan bahan untuk kegiatan
praktikum.
2. Alat dan bahan yang ada di
dalam LKS mudah didapat di
lingkungan sekitar sekolah.
E. Prosedur kegiatan
1. LKS tersebut mencantumkan
prosedur kegiatan.
2. Kalimat dalam prosedur kegiatan
yang ada dalam LKS mudah
dimengerti siswa.
3. Prosedur dan kegiatan yang ada
dalam LKS sudah sistematis.
4. Kegiatan yang ada dalam LKS
sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
F. Penyajian
1. Penyajian gambar dan warna
pada LKS menarik siswa
2. Huruf yang digunakan dapat
terbaca dengan jelas.
3. Bahasa yang digunakan mudah
dimengerti siswa.
4. Materi yang disampaikan sesuai
dengan konsep.
3. Kegiatan pembelajaran bersifat
eksploratif, mengajarkan siswa
untuk membuat prosedur /
lamgkah-langkah
kegiatan
praktikum sesuai dengan metode
ilmiah (inkuiri).

Validator
1
2
3

Jumlah
skor

Skor
maks

Kelayakan
(%)

12

12

100

12

12

100

12

12

100

12

12

100

4
4

3
3

4
4

11
11

12
12

91,67
91,67

12

12

100

12

12

100

12

12

100

10

12

83,33

11

12

91,67

12

12

100

11

12

91,67

11

12

91,67

11

12

91,67

11

12

91,67

12

12

100

12

12

100

Aspek yang divalidasi

H. Pertanyaan
1. Pertanyaan
dalam
LKS
dirumuskan dengan jelas
2. Pertanyaan dirumuskan dengan
kalimat sederhana dan mudah
dipahami siswa.
3. Pertanyaan sesuai dengan tujuan
pembelajaran.
Rata- rata skor penilaian
Kriteria

Validator
1
2
3

Jumlah
skor

Skor
maks

Kelayakan
(%)

12

12

100

11

12

91,67

11

12

91,67

12

12

100
95,83
Sangat
layak

Hasil validasi LKS yang dilakukan oleh validator menunjukkan bahwa LKS yang
dikembangkan menunjukkan prosentase penilaian sebesar 95,83%, hal ini berarti LKS sudah
sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Hasil pengembangan LKS tersebut sangat
layak karena pada tahap pengembangannya telah dilakukan telaah selama beberapa kali untuk
memperbaiki LKS. Pengembangan LKS ini juga disesuaikan dengan silabus dan RPP yang
telah dibuat. LKS yang dikembangkan pada penelitian ini ada 3 yaitu : LKS 1 berisi artikel
tentang fakta pencemaran lingkungan oleh limbah pabrik tahu, LKS 2 berisi tentang
pembuatan pupuk cair dengan bahan dasar limbah cair tahu, LKS 3 berisi tentang pemupukan
tanaman kangkung dengan menggunakan pupuk cair yang telah dibuat. LKS yang
dikembangkan akan digunakan dalam pembelajaran berbasis CTL ini telah mengandung pilar
inkuiri, masyarakat belajar, dan konstruktivisme.
Sesuai dengan Rahayu (2009), Lembar kegiatan siswa merupakan panduan siswa yang
digunakan untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah, maka kegiatan
pada LKS 1 yaitu siswa diminta untuk mendiskusikan artikel mengenai fakta pencemaran

lingkungan oleh limbah pabrik tahu, pada kegiatan ini pilar CTL yang muncul yaitu
masyarakat belajar dan bertanya. Kegiatan pada LKS 2 yaitu siswa secara berkelompok
mengamati karakteristik pupuk cair yang sudah jadi serta merancang cara kerja pembuatan
pupuk dan kemudian melaksanakan rancangan percobaan yang telah dibuat tersebut. Pada
LKS kedua ini pilar CTL yang muncul antara lain yaitu : masyarakat belajar, inkuiri, bertanya,
penilaian autentik. Kegiatan pada LKS 3 yaitu siswa secara berkelompok melakukan
penanaman kangkung serta memupuk tanaman kangkung yang telah ditanam tersebut dengan
pupuk yang telah dibuat. Pada LKS ketiga ini pilar CTL yang muncul antara lain yaitu :
masyarakat belajar, inkuiri, dan bertanya.
Sesuai dengan pernyataan Sanjaya (2008), bahwa dengan dapat menghubungkan antara
materi yang diterima dengan kehidupan nyata, maka materi yang diterima akan dapat
tertanam erat dalam memori siswa, sehingga tidak akan mudah untuk dilupakan. LKS ini
dapat digunakan sebagai penunjang untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran
dengan menggunakan LKS dengan pendekatan CTL. Hal ini dikarenakan kegiatan yang ada
pada LKS melibatkan aktivitas siswa secara langsung untuk memecahkan masalah secara
berkelompok.
Menurut Johnson (2010) Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep
belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya
dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari hari. CTL memiliki pilar, yaitu :
konstruktivis, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian autentik.
Dengan demikian, LKS yang dikembangkan sudah mengandung pilar-pilar CTL.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa
pengembangan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) dengan pendekatan CTL pada materi pengaruh

aktivitas manusia terhadap perubahan dan pencemaran lingkungan yang telah dikembangkan
sangat layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dari hasil
penelitian yang menunjukkan bahwa kelayakan LKS sebesar 95,83%.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati dan Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Dwidjoseputro. 1990. Ekologi Manusia dengan Lingkungannya. Jakarta:Erlangga.
Fatimatus. 2010. Pengembangan Perangkat pembelajaran berbasis CTL pada materi
ekosistem untuk SMA kelas X. Skripsi tidak dipublikasikan. Surabaya:UNESA.
Gita, I Nyoman. 2007. Implementasi Pendekatan Kontekstual Untuk meningkatkan Prestasi
Belajar Matematika Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Penelitiandan Pengembangan
Pendidikan.
Johnson, Elaine. 2010. Contextual Teaching and Learning. Bandung : Kaifa Learning.
Kemendiknas. 2006. Standard Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/MA. Jakarta: BSNP.
Kimball, John W.1983. Biologi jilid 3 Edisi Kelima. Terjemahan oleh Siti Soetarmi dan
Nawangsari sugiri. Jakarta:Erlangga.
Mara, Sandy C.1994. Pemanfaatan Air Limbah dan ekskreta.Bandung : ITB Bandung.
Marlina. 2011. Model Contextual Teaching And Learning (CTL) Pada Perkuliahan Dasar
Rias Untuk Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 12
No. 1 13
Mulyasa. 2011. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ngurah Agung,Gusti. 2007. Manajemen Penulisan Skripsi, Tesis, dan Desertasi. Jakarta :
RajaGrafindo Persada.
Nur,Mohamad. 2008. Pengajaran Berpusat Kepada Siswa dan Pendekatan Konstruktivis
Dalam Pengajaran. Surabaya : PSMS Unesa.
Odum, E HLM.1993.Dasar-dasar Ekologi. Terjemahan oleh Tjahjono Samingan dari buku
Fundamentals of Ecology. Yogyakarta: Gadjah Mada University press.
Prawiradilaga, Dewi Salam.2008. Prinsip Disain Pembelajaran.Jakarta:Prenada Media
Group.
Rahayu,Yuni Sri. 2009. Modul Pengembangan Perangkat Pembelajaran. Universitas Negeri
Surabaya.
Reksohadiprodjo,Andreas Rudi P. Ekonomi Lingkungan. Yogyakarta : UGM
Riduwan. 2010. Skala pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta.
Sanjaya, wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi. 2011. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasionalnya. Jakarta: Bumi Aksara.
Sukadi, 2000. Pencemaran Sungai Akibat Buangan Limbah dan Pengaruhnya Terhadap BOD
dan DO.Bandung : Diseminar kan di Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan IKIP
Bandung.
Suparno, Suhaenah. 2001. Membangun Kompetensi belajar. Jakarta: Dirjen Pendidikan
Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.
Supriyono, Agus. 2010. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Syah, Muhibbin. 2008. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Triawati. 2010. Kualitas Lingkungan Sekitar Pabrik Tahu dan Pemanfaatan Limbah Tahu
Sebagai Pupuk Cair Organik dengan Penambahan EM4 (Effective Microoganism).
8

Wardhana, Wisnu Arya.2004. Dampak Pencemaran Lingkungan. Yogyakarta:Andi.


Warpala, I Wayan Sukra. 2003. Implementasi Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Dalam
Pengajaran IPA di Sekolah Dasar Dengan Menggunakan LKS Berbasis Masalah. Jurnal
Pendidikan Dan Pengajaran IKIP Negeri Singaraja No.3 Tahun XXXVI.
Wasis. 2006. Contextual Teaching And Learning (CTL) Dalam Pembelajaran Sains Fisika
SMP. Jurnal Penelitia, FMIPA Universitas Negeri Surabaya.
http://www.gerbangpertanian.com/2011/02/memanfaatkan-limbah-tahu-menjadi.html jumat
25 nopember 2011 20.2