You are on page 1of 22

MAKALAH UJIAN SUB SUMATIF PERSYARATAN BARANG DAN JASA (KEMASAN)

Mata Kuliah

: Pendidikan Konsumen

Oleh : Ummi Nadhiroh 14050394019
Oleh :
Ummi Nadhiroh
14050394019

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAHAN KELUARGA PRODI S1 PENDIDIKAN TATA BOGA

2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Alloh SWT. bahwa penulis telah menyelesaikan tugas makalah mata kuliah ‘Pendidikan Konsumen ” Persyaratan Barang Dan Jasa :Kemasan.

Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penyusun hadapi. Namun penyusun menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang tua dan teman - teman , sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :

  • 1. Tuhan Yang Maha Esa

  • 2. Drs.Mein Kharnolis, MSM selaku dosen Mata Kuliah “Pendidikan Konsumen” yang telah memberikan tugas, petunjuk, kepada penulis sehingga penulis termotivasi dan menyelesaikan tugas ini.

  • 3. Orang tua yang telah turut membantu, membimbing, dan mengatasi berbagai kesulitan sehingga tugas ini selesai.

Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.

Surabaya, 30 Maret 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………

……….

ii

..

..

iii

  • 1. BAB I PENDAHULUAN

  • A. Latar Belakang…………………………………………………………

 

1

  • B. Rumusan Masalah………………………………………………………

1

  • C. Tujuan…………………………………………………………………

..

1

  • 2. BAB II PEMBAHASAN

  • A. macam-macam persyaratan barang dan jasa:kemasan …………………

 

2

  • B. pengertian kemasan …………………………………….……………….

6

  • C. fungsi kemasan ………………

...

………………………………………

 

7

  • D. jenis-jenis kemasan………………

……………………………………

 

8

  • E. syarat –syarat kemasan …………………. ……………………………….

9

  • F. analisis kemasan sebuah produk………………………………………….

10

  • 3. BAB III PENUTUP

  • 3.1 KESIMPULAN…………………………………………………………

 

11

  • 3.2 SARAN………………………………………………………………….

11

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………

..

12

  • 1.1 Latar Belakang

BAB 1

Pendahuluan

Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan aktivitas yang sangat penting dalam mewujudkan pembangunan. Dilihat dari berbagai perspektif, kemajuan Indonesia tidak dapat dilepaskandari aktivitas tersebut. Di bidang perekonomian, pembangunan sarana dan prasarana penunjang pertumbuhan perekonomian terwujud melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah, di antaranya penyediaan fasilitas jalan, jembatan, infrastruktur telekomunikasi, dan lain-lain. Di samping itu, jumlah dana yang disediakan oleh pemerintah dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa merupakan jumlah yang tidak dapat diabaikan dalam perhitungan- perhitungan angka pembangunan.

Pada dunia pemasaran persaingan merupakan hal yang lumrah dan wajar. Maka dari itu berbagai usaha dilakukan dalam upaya memenangkan persaingan ini. Salah satu diantaranya adalah membuat desain kemasan produk yang menarik sehingga dapat mengundang konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan. Menurut Christine Suharto Cenadi, daya tarik suatu produk tidak dapat terlepas dari kemasannya. Kemasan merupakan “pemicu” karena ia langsung berhadapan dengan konsumen. Karena itu kemasan harus dapat mempengaruhi konsumen untuk

memberikan respon positif

  • 1.2 Rumusan Masalah

    • 1.2.1 bagaiimana persyaratan barang dan jasa ?

    • 1.2.2 bagaimana pengertian kemasan ?

    • 1.2.3 bagaimana fungsi kemasan ?

    • 1.2.4 sebutkan jenis-jenis kemasan ?

    • 1.2.5 bagimana syarat-syarat kemasan ?

    • 1.2.6 bagaimana contoh analisis kemasan suatu produk ?

  • 1.3 Tujuan

    • 1.3.1 untuk mengetahui persyaratan barang dan jasa .

  • 1.3.2

    untuk mengetahui pengertian kemasan.

    • 1.3.3 untuk mengetahui fungsi kemasan.

    • 1.3.4 untuk mengetahui jenis-jenis kemasan.

    • 1.3.5 untuk mengetahui syarat-syarat kemasan.

    • 1.3.6 untuk mengetahui contoh analisis kemasan suatu produk.

    BAB II PEMBAHASAN

    • 2.1 Persyaratan Barang Dan Jasa

    Pengadaan barang dan jasa identik dengan adanya berbagai fasilitas baru, berbagai bangunan, jalan, rumah sakit, gedung perkantoran, alat tulis, sampai dengan kursus bahasa inggris yang dilaksanakan di sebuah instansi pemerintah. Pengadaan barang dan jasayang biasa disebut tender ini sebenarnya bukan hanya terjadi di instansi pemerintah. Pengadaan barang dan jasa bisa terjadidi BUMN dan perusahaan swasta nasional maupun internasional. Intinya, pengadaan barang dan jasa dibuat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau instansi pemerintah akan barang dan/ataujasa yang dapat menunjang kinerja dan performance mereka. Dalam Burgerlijk Wetboek (BW) yang kemudian diterjemahkan oleh Prof. R. Subekti, SH dan R. Tjitrosudibio menjadi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bahwa mengenai hukum perjanjian diatur dalam Buku III tentang Perikatan, dimana hal tersebut mengatur dan memuat tentang hukum kekayaan yang mengenai hak-hak dan kewajiban yang berlaku terhadap orang-orang atau pihak-pihak tertentu. Sedangkan menurut teori ilmu hukum, hukum perjanjian digolongkan kedalam Hukum tentang Diri Seseorang dan Hukum Kekayaan karena hal ini merupakan perpaduan antara kecakapan seseorang untuk bertindak serta berhubungan dengan hal-hal yang diatur dalam suatu perjanjian yang dapat berupa sesuatu yang dinilai dengan uang. Keberadaan suatu perjanjian atau yang saat ini lazim dikenal sebagai kontrak, tidak terlepas dari terpenuhinya syarat-syarat mengenai sahnya suatu perjanjian/kontrak seperti yang tercantum dalam Pasal 1320 KUHPerdata, antara lain sebagai berikut:

    Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya;

    Kecakapan untuk membuat suatu perikatan;

    Suatu hal tertentu;

    Suatu sebab yang halal.

    Berikut penjelasannya, yaitu:

    • 1. Berdasarkan kesepakatan para pihak

    Kesepakatan merupakan faktor esensial yang menjiwai perjanjian, kesepakatan biasanya diekspresikan dengan kata “setuju” disertai pembubuhan tanda tangan sebagai bukti persetujuan atas segala hal yang tercantum dalam perjanjian. Dalam perjanjian

    suatu kesepakatan dinyatakan tidak sah, apabila kesepakatan yang dicapai tersebut terjadi karena kekhilafan atau dibuat dengan suatu tindakan pemaksaan atau penipuan.

    • 2. Pihak-pihak dalam perjanjian harus cakap untuk membuat perjanjian Setiap orang dan badan hukum (legal entity) adalah subjek hukum, namun

    KUHPerdata membatasi subjek hukum yang dapat menjadi pihak dalam perjanjian. Untuk itu kita perlu mengetahui siapa saja yang menurut hukum tidak cakap atau tidak mempunyai kedudukan hukum untuk membuat perjanjian. Berikut adalah pihak-pihak yang tidak cakap secara hukum untuk membuat perjanjian:

    • 1. Orang yang belum dewasa, yaitu orang yang belum berumur 21 tahun.

    • 2. Orang-orang yang ditaruh dibawah pengampuan, misalnya: anak-anak, orang

    yang pikirannya kurang sehat atau mengalami gangguan mental.

    • 3. Semua pihak yang menurut undang-undang yang berlaku tidak cakap atau

    dibatasi kecakapannya untuk membuat perjanjian, misalnya; istri dalam melakukan perjanjian untuk transaksi-transaksi tertentu harus mendapatkan persetujuan suami.

    • 3. Perjanjian menyepakati suatu hal

    Hukum mewajibkan setiap perjanjian harus mengenai sesuatu hal sebagai objek dari perjanjian, misalnya tanah sebagai objek perjanjian jual beli.

    • 4. Dibuat berdasarkan suatu sebab yang halal

    Perjanjian menuntut adanya itikad baik dari para pihak dalam perjanjian, oleh karena itu perjanjian yang disebabkan oleh sesuatu yang tidak halal, misalnya karena paksaaan atau tipu muslihat tidak memenuhi syarat sebagai suatu perjanjian. Dengan dipenuhinya empat syarat sahnya perjanjian tersebut, maka suatu perjanjian menjadi sah dan mengikat secara hukum bagi para pihak yang membuatnya.

    Syarat-syarat kontrak dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah merupkan ketentuan yang umum harus ada pada kontrak pekerjaan dengan tujuan untuk memberikan pengertian, pedoman dan batasan-batasan bagi pengguna dan penyedia jasa dalam pelaksanaan kontrak. Syarat-syarat umum dalam suatu kontrak biasanya berisikan tentang peristilahan yang digunakan; hak, kewajiban dan tanggung jawab, sanksi-sanksi penyelesaian perselisihan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain syarat umum tersebut juga ditetapkan syarat khusus kontrak pengadaan barang dan jasa.Syarat khusus kontrak merupakan atau tambahan data-data dari syarat umum kontrak yang disebabkan oleh karena keadaan atau ada hal-hal yang perlu disesuaikan. Syarat khusus berisikan hal-hal berikut :

    • 1. Nama pengguna jasa pemborong/barang/jasa lainnya dan direksi pekerjaan

    • 2. Nomor kontrak

    • 3. Besarnya pekerjaan utama

    4.

    Daftar tenaga kerja utama

    • 5. Laporan penyelidikan dan kondisi lapangan (apabila ada)

    • 6. Hal-hal yang berkaitan dengan asuransi (apabila ada)

    • 7. Rencana penyelesaian pekerjaan

    • 8. Waktu pemeliharaan (apabila ada)

    • 9. Penyelesaian harga (ekalasi)

      • 10. Index mata uang rupiah

      • 11. Denda

      • 12. Bonus

      • 13. Uang muka

      • 14. Bentuk standar jaminan pelaksanaan

      • 15. Manual pemeliharaan (apabila ada)

      • 16. Presentase untuk nilai pekerjaan yang belum selesai.

    • 2.2 Pengertian Kemasan

    Kemasan/packaging berasal dari kata package yang artinya sepadan dengan kata kerja ‘membungkus’ atau ‘mengemas’ dalam bahasa Indonesia, sehingga secara harfiah pengertian packaging dapat diartikan sebagai pembungkus atau kemasan. Maka secara sederhana kemasan dapat diartikan sebagai suatu benda yang berfungsi untuk melindungi, mengamankan produk tertentu yang berada di dalamnya serta dapat memberikan citra tertentu pula untuk membujuk penggunanya. Secara fungsi wujudnya harus merupakan kemasan yang mudah dimengerti sebagai sesuatu yang dapat dibawa, melindungi dan mudah dibuka untuk benda atau produk apapun. Terpenting ia harus berhasil dalam uji kelayakan sebagai fungsi pengemas, dapatkah ia menjaga produknya secara keseluruhan, dapatkah ia menjaga untuk mengkondisikan produk tersebut dalam jangka waktu tertentu dan karena perpindahan tempat.

    Menurut Kotler (1995 : 200) pengemasan adalah kegiatan merancangdan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuahproduk.Swatha mengartikan (1980 : 139) pembungkusan (packaging) adalahkegiatan-kegiatan umum dan perencanaan barang yang melibatkan penentuan desain pembuatan bungkus atau kemasan suatu barang.Menurut Saladin (1996 : 28) kemasan

    adalah wadah atau bungkus. Jadi beberapa pendapat para ahli tersebut dapat di simpulkankemasanadalah suatu kegiatan merancang dan memproduksi bungkus suatu barang yang meliputi desain bungkus dan pembuatan bungkus produk tersebut.Menurut Saladin (1996 :

    25) wadah atau bungkus terdiri dari :

    • a. Kemasan Dasar (Primer Package) yaitu bungkus langsung dari suatu produk.

    • b. Kemasan Tambahan (Secondary Package) yaitu bahan yang melindungikemasan dasar dan dibuang bila produk tersebut di gunakan.

    • c. Kemasan pengiriman (shipping package) yaitu setiap kemasan yangdiperlukan waktu penyimpanan dan pengangkutan.

    Kemasan dapat didefinisikan sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus atau kemasan suatu produk. Kemasan meliputi tiga hal, yaitu merek, kemasan itu sendiri dan label. Ada tiga alasan utama untuk melakukan pembungkusan, yaitu:

    • 1. Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan. Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen. Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.

    • 2. Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing. Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya.

    • 3. Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan.Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin. Dengan kemasan yang sangat menarik diharapkan dapat memikat dan menarik perhatian konsumen. Selain itu, kemasan juga dapat mangurangi kemungkinan kerusakan barang dan kemudahan dalam pengiriman.

    • 2.3 Fungsi Kemasan

    Menurut Winardi (1993 : 203) fungsi kemasan adalah :

    • a. Untuk melindungi benda perniagan yang bersangkutan terhadap kerusakan-kerusakan dari saat di produksinya sampai saat benda tersebutdi konsumsi.

    • b. Untuk memudahkan pengerjaan dan penyimpanan benda-benda perniagaan tersebut. Oleh para perantara dan para konsumen.

    • c. Guna menjual produk yang bersangkutan.

    • 2.4 Jenis –Jenis Kemasan

    Plastik adalah suatu produk polimer sintetik, yaitu hasil polimerasi (polycondensation) dari bermacam-macam monomer tergantung dari jenis plastiknya. Monomer sendiri adalah suatu senyawa hidrokarbon tidak jenuh (unsaturated chemical compound), mempunyai ikatan rangkap antar 2 atom carbonnya (double bond chain), umunnya disebut senyawa Alkene atau olefine. Contoh monomer misalnya : ethylene, propylene.

    Pemberian kode nomor dari 1 sampai 7 serta lambang daur ulang pada kemasan plastik tujuan utama sebenarnya adalah untuk memudahkan proses daur ulang (recycle) plastik bekas kemasan tersebut, karena dalam proses daur ulang, plastik bekas kemasan harus di kelompokkan dahulu berdasarkan jenis dan warnanya, atau berdasarkan kode nomornya. Berikut adalah jenis-jenis kemasan yang ada.

    • 1. Kemasan Kertas

    Untuk jangka waktu yang lama kertas masih banyak digunakan sebagai bahan kemasan karena mudah diperoleh dan murah harganya. Sifat kemasan kertas tergantung dari proses pembuatannya dan perlakuan tambahan yang diberikan. Sifat fisika dan kimia seperti permeabilitas (mudah dilalui) terhadap cairan, uap dan gas. Sehingga dapat dimodifikasikan dengan cara pelapisan atau laminating (dengan malam, plastik, resin, gum dan adhesif). Sifat mekanik (kekuatan) kertas tergantung dari perlakuan pengisi dan pengikat pada waktu proses pembuatan kertas.

    Kelebihan :

    Kemasan kertas mudah didapat dan harganya lebih murah dibandingkan harga kemasan yang lain.

    Kekurangan :

    Kemasan kertas tidak mampu menahan produk yang berat dan kasar karena kertas sifatnya mudah koyak dan mudah menyerap air.

    Pemberian kode nomor dari 1 sampai 7 serta lambang daur ulang pada kemasan plastik tujuan utama

    Gambar 1. Kemasan Kertas

    • 2. Kemasan Karton

    Kemasan karton sebenarnya termasuk ke dalam kemasan kertas (kemasan fleksibel) yang dibentuk sebagai wadah-wadah yang kaku seperti kertas kraft, kertas tahan lemak (grease paper), kertas glassin dan kertas lilin (waxed paper). Wadah-wadah tersebut termasuk karton, kotak karton, kaleng fiber/kaleng karton.

    Kelebihan :

    Kemasan karton mudah didapat dan harganya lebih murah dan lebih kuat daripada kemasan kertas.

    Kekurangan :

    Kemasan karton juga tidak dapat memuat produk yang berat sama seperti kemasan kertas.

     Kekurangan : Kemasan karton juga tidak dapat memuat produk yang berat sama seperti kemasan kertas.

    Gambar 2. Kemasan Karton

    • 3. Kemasan Aluminium Foil

    Bahan kemasan aluminium foil termasuk bahan logam yang mempunyai sifat-sifat ringan (lebih ringan daripada besi/baja), mudah dilekuk-lekuk, sehingga mudah kembali ke bentuk asalanya. Aluminium murni sulit disolder (diseal) sehingga sambungan-sambungan tidak rapat, dan mudah bereaksi dengan udara (O 2 ) dan membentuk aluminium oksida sehingga kurang baik digunakan digunakan sebagai kemasan.

    Kelebihan :

    Kemasan aluminium foil merupakan bahan kemasan yang paling sedikit permeabilitas (dapat dilalui) terhadap sinar UV, uap air, oksigen dan mikorba sehingga memberikan perlindungan terhadap produk dari luar (fisik, uap air, oksigen dan sinar) dan dapat menjadi kemasan multi lapis. Kekurangan :

    Semakin besar kemampuan bahan kemasan dalam melindungi produk maka semakin mahal pula harga kemasan aluminium foil ini.

     Kekurangan : Kemasan karton juga tidak dapat memuat produk yang berat sama seperti kemasan kertas.

    Gambar 3. Kemasan Aluminium Foil

    • 4. Kemasan Gelas/Botol

    Kemasan gelas terdiri dari dua bagian yang terpisah, yaitu wadah gelas dan tutup logam. Keduanya sangat penting untuk memperoleh kondisi hermetis. Kemasan gelas digunakan untuk

    makan bayi, juice buah, saus pasta, ikan dan daging yang mana tergantung pada produk keasamannya, apakah disterilisasi atau dipasteurisasi. Prinsip-prinsip pada pengolahan dengan kemasan gelas secara umum sama dengan kaleng, tetapi terdapat beberapa modifikasi.

    Kelebihan :

    Kemasan gelas tidak bereaksi dengan produk yang dikemasnya. Kekurangan :

    Kemasan gelas harus ditutup secara rapat untuk mencegah kontaminasi setelah pengolahan. Penutup untuk wadah gelas terbuat dari pelat timah lacquer atau alumunium. Selain itu, kemasan gelas juga harus dilakukan dengan hati-hati karena kemasan ini mudah pecah jika dikenai beberapa guncangan besar terhadapnya.

    makan bayi, juice buah, saus pasta, ikan dan daging yang mana tergantung pada produk keasamannya, apakah
    makan bayi, juice buah, saus pasta, ikan dan daging yang mana tergantung pada produk keasamannya, apakah

    Gambar 4. Kemasan Gelas/Botol

    • 5. Kemasan Kaleng (pelat timah/tin plate)

    Jenis kemasan kaleng paling sering digunakan untuk mengemas makanan kaleng. Kemasan kaleng umumnya terbuat dari tin plate, yaitu baja yang dilapisi dengan timah untuk mengurangi korosi. Namun, sekarang banyak digunakan tin-free steel, yaitu baja yang dilapisi dengan chromium untuk mencegah korosi.

    Kelebihan :

    Kemasan kaleng dapat mengurangi konsentrasi oksigen, sehingga mampu mengurangi kemungkinan perubahan-perubahan karena reaksi oksidasi, seperti oksidasi lemak, vitamin, perubahan warna dan proses pengkaratan. Produk kemasan kaleng lebih tahan lama dibandingkan dengan kemasan yang lain. Kekurangan :

    Kecerobohan

    serta kesalahan dalam penanganan kaleng selama pengolahan atau

    penyimpanan akan menyebabkan kebocoran baik yang terjadi selama pemanasan atau sesudahnya. Bila dalam proses pendinginan digunakan air yang kotor, mikroorganisme pembusuk atau patogen dapat masuk ke dalam kaleng melalui bagian yang bocor tersebut. Bila kondisi penyimpanan memung-kinkan mikroba tumbuh, maka mikroba akan berkembang biak dan merusak makanan di dalam kaleng.Ukuran kaleng menurut sistem

    Inggris dapat dilihat pada tabel berikut :

    Tabel 1. Petunjuk untuk Ukuran Kaleng menurut sistim Inggris (UK can sizes)

    Tabel 1. Petunjuk untuk Ukuran Kaleng menurut sistim Inggris ( UK can sizes ) 13

    Tabel 1. Petunjuk untuk Ukuran Kaleng menurut sistim Inggris (UK can sizes)

    Tabel 1. Petunjuk untuk Ukuran Kaleng menurut sistim Inggris ( UK can sizes ) 13
    Gambar 5. Kemasan Kaleng 6. Plastik Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer, yakni rantai

    Gambar 5. Kemasan Kaleng

    6.

    Plastik

    Komponen utama plastik sebelum membentuk polimer adalah monomer, yakni rantai yang paling pendek. Polimer merupakan gabungan dari beberapa monomer yang akan membentuk rantai yang sangat panjang. Bila rantai tersebut dikelompokkan bersama-sama dalam suatu pola acak, menyerupai tumpukan jerami maka disebut amorp, jika teratur hampir sejajar disebut kristalin dengan sifat yang lebih keras dan tegar. Menurut Eden dalam Davidson (1970), klasifikasi plastik menurut struktur kimianya terbagi atas dua macam yaitu:

    a. Linear, bila monomer membentuk rantai polimer yang lurus (linear) maka akan terbentuk plastik thermoplastik yang mempunyai sifat meleleh pada suhu tertentu,

    melekat mengikuti perubahan suhu dan sifatnya dapat balik (reversible) kepada

    b.

    sifatnya yakni kembali mengeras bila didinginkan. Jaringan tiga dimensi, bila monomer berbentuk tiga dimensi akibat polimerisasi

    berantai, akan terbentuk plastik thermosetting dengan sifat tidak dapat mengikuti perubahan suhu (irreversible). Bila sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan kembali. Bahan kemasan plastik dibuat dan disusun melalui proses yang disebabkan polimerisasi dengan menggunakan bahan mentah monomer, yang tersusun sambung-menyambung menjadi satu dalam bentuk polimer. Kemasan plastik memiliki beberapa keunggulan yaitu sifatnya kuat tapi ringan, inert, tidak karatan dan bersifat termoplastis (heat seal) serta dapat diberi warna. Berbagai jenis bahan kemasan lemas seperti misalnya polietilen, polipropilen, nilon poliester dan film vinil dapat digunakan secara tunggal untuk membungkus makanan atau dalam bentuk lapisan dengan bahan lain yang direkatkan bersama.Adapun beberapa jenis kemasan plastik yang sering digunakan antar lain :

    Polyethylen Polietilen merupakan film yang lunak, transparan dan fleksibel, mempunyai kekuatan benturan serta kekuatan sobek yang baik. Dengan pemanasan akan menjadi lunak dan mencair pada suhu 110 O C. Berdasarkan sifat permeabilitasnya yang rendah serta sifat-sifat mekaniknya yang baik, polietilen mempunyai ketebalan 0.001 sampai 0.01 inchi, yang banyak digunakan sebagai pengemas makanan, karena sifatnya yang thermoplastik, polietilen mudah dibuat kantung dengan derajat kerapatan yang baik (Sacharow dan Griffin, 1970). Konversi etilen

    a.

    menjadi polietilen (PE) secara komersial semula dilakukan dengan tekanan tinggi, namun ditemukan cara tanpa tekanan tinggi.

    Polietilen dibuat dengan proses polimerisasi adisi dari gas etilen yang diperoleh dari hasil samping dari industri minyak dan batubara. Proses polimerisasi yang dilakukan ada dua macam, yakni pertama dengan polimerisasi yang dijalankan dalam bejana bertekanan tinggi (1000-3000 atm) menghasilkan molekul makro dengan banyak percabangan yakni campuran dari rantai lurus dan bercabang. Cara kedua, polimerisasi dalam bejana bertekanan rendah (10-40 atm) menghasilkan molekul makro berantai lurus dan tersusun paralel.

    • b. Low Density Polyethylen (LDPE)

    Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 O C sangat resisten terhadap senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen, sedangkan jenis plastik HDPE mempunyai sifat lebih kaku, lebih keras, kurang tembus cahaya dan kurang terasa berlemak.

    • c. High Density Polyethylen (HDPE).

    Pada polietilen jenis low density terdapat sedikit cabang pada rantai antara molekulnya yang menyebabkan plastik ini memiliki densitas yang rendah, sedangkan high density mempunyai jumlah rantai cabang yang lebih sedikit dibanding jenis low density. Dengan demikian, high density memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. Ikatan hidrogen antar molekul juga berperan dalam menentukan titik leleh plastik (Harper,

    1975).

    • d. Polypropilena

    Polipropilen sangat mirip dengan polietilen dan sifat-sifat penggunaannya juga serupa (Brody, 1972). Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap (Winarno dan Jenie, 1983). Monomer polypropilen diperoleh dengan pemecahan secara thermal naphtha (distalasi minyak kasar) etilen, propylene dan homologues yang lebih tinggi dipisahkan dengan

    distilasi pada temperatur rendah. Dengan menggunakan katalis Natta-Ziegler polypropilen dapat diperoleh dari propilen (Birley, et al., 1988).

    • e. Polivinil Klorida (PVC)

    Polivinil Klorida dibuat dari monomer yang mngandung gugus vinil. PVC mempunyai sifat kaku, keras, namun jernih dan lengkap, sangat sukar ditembus air dan permeabilitas gasnya rendah. Pemberian plasticizers (biasanya ester aromatik) dapat melunakkan film yang membuatnya lebih fleksibel tetapi regang putusnya rendah, tergantung jumlah plasticizers yang ditambahkan.

    • f. Vinilidin Khlorida (VC)

    Mengandung dua atom klorin, merupakan bahan padat yang keras, bersifat tidak larut dalam sebagian besar pelarut dan daya serap airnya sangat rendah. Dapat menghasilkan film yang kuat, jernih dengan permeabilitas terhadap gas cukup rendah.

    • g. Politetrafluoroetilen (PTFE)

    Bersifat sangat “inert” terhadap reaksi-reaksi kimia. Polimer ini bersifat halus, berlemak dan umumnya berwarna abu-abu. Koefisien gesekannya sangat rendah sehingga menghasilkan permukaan yang tidak mudah lengket serta bertahan pada daerah suhu kerja yang luas.

    • h. Polistiren (PS)

    Bersifat sangat amorphous dan tembus cahaya, mempunyai indeks refraksi tinggi, sukar ditembus oleh gas kecuali uap air. Dapat larut dalam alcohol rantai panjang, kitin, ester hidrokarbon yang mengikat khlorin. Polimer ini mudah rapuh, sehingga banyak dikopolimerisasikan dengan batu diena atau akrilonitril.

    Tabel 2. Kode dan Bahan Pembuat Plastik

    Mengandung dua atom klorin, merupakan bahan padat yang keras, bersifat tidak larut dalam sebagian besar pelarut
     

    Keterangan :

    Angka 1- PET

    Artinya plastik tersebut tersusun dad polyethylene terephthalate. Kemasan dengan angka ini berarti mengandung 30% PET. Biasanya kemasan dengan bahan ini jernih atau transparan. Umumnya dipakai untuk botol air mineral, botol jus, atau gelas plastik. Kemasan plastik dengan kode 1-PET hanya untuk sekali pakai.

    2-HDPE

    Bahan kemasan plastik ini tersusun oleh high sensity polyethylene (HDPE). Bahan baku plastik ini aman karena tidak bereaksi terhadap makanan atau minuman. Bahan ini lebih kuat, keras, buram, dan lebih tahan terhadap suhu tinggi sehingga biasa dipakai pada botol susu berwama putih susu, tupperware, galon air minum, dan kursi lipat. Meski begitu, kemasan ini juga tidak untuk dipakai berulangkali. Sebab senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu dan itu berbahaya bagi kesehatan manusia.

    3-V.

    Ini adalah singkatan dari polyvinyl chloride (PVC) yang mengandung di-2-etil-heksiladipat (DEHA) yang dapat bereaksi dengan makanan. Kandungan DEHA mudah bermigrasi pada suhu 15 derajat celcius. Bahan ini berbahaya dan sulit mengalami daur ulang. Biasanya jenis ini dipakai untuk plastik pembungkus (cling wrap).

    4-LDPE

    Jika mendapati tanda ini dalam plastik, artinya bahan ini terbuat dari low density polyethylene. Bahan ini terbuat dari minyak bumi. Sifatnya kuat, agak tembus cahaya, fleksibel, dan permukaannya agak berlemak. Pada suhu di bawah 60 derajat celcius, sangat resisten terhadap senyawa kimia. Walaupun mempunyai daya proteksi terhadap uap, air baik, akan tetapi kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

    5-PP

    Kemasan ini terbuat dari polypropylene. Biasa ditemukan pada botol transparan tapi tidak terlalu jernih atau berawan. Plastik jenis ini berkarakter lebih kuat, ringan, dengan daya tembus uap yang rendah. Makanya plastik jenis ini aman untuk kemasan makanan dan minuman.

    6-PS

    Ini adalah menandakan kemasan ini terbuat dari polystyrene (PS) atau biasa disebut polimer aromatik. Saat bertemu dengan makanan atau minuman, bahan ini dapat mengeluarkan bahan styrene. Bahan ini harus dihindari karena berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu

    hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem saraf. Ada baiknya kita langsung membakar bila menemukannya.

    7-other

    Artinya bahan ini tersusun selain dari enam bahan plastik yang disebutkan di atas. Kandungannya antara lain styrene acrylonitrile (SAN), acrylonitrile butadiene styrene (ABS), polycarbonate (PC) dan nylon. Kandungan SAN biasa terdapat pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. Kandungan ABS biasa untuk bahan mainan lego dan pipa.

     

    Kelebihan :

    Sifat permeabilitas gas dan uap air bahan kemasan plastik rendah sehingga menyebabkan masa simpan produk lebih lama. Kekurangan :

    Kelemahan bahan kemasan ini adalah adanya zat-zat monomer dan molekul kecil lain yang terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas. Migrasi monomer terjadi karena dipengaruhi oleh suhu makanan atau penyimpanan dan proses pengolahannya. Semakin tinggi suhu tersebut, semakin banyak monomer yang dapat bermigrasi ke dalam makanan. Semakin lama kontak antara makanan tersebut dengan kemasan plastik, jumlah monomer yang bermigrasi dapat makin tinggi. Selain itu, plastik juga tidak tahan panas sehingga tidak sesuai digunakan sebagai kemasan untuk produk yang menghantarkan panas.

    hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem saraf. Ada baiknya kita

    Gambar 6. Kemasan Plastik

    • 2.5 Syarat-syarat kemasan

    hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, pertumbuhan dan sistem saraf. Ada baiknya kita

    Menurut Winardi (1993:204) pertanyaan yang perludipertimbangkan dalam hubungannya dengan pengemasan antaranyaadalah :

    • a. Dari sejumlah besar bahan kemasan yang tersedia bahan manakah yang paling baik digunakan untuk menonjolkan wajah produk yangdihasilkan.

    • b. Warna, desain, bentuk serta ukuran-ukuran kemasan yang harusdigunakan.

    • c. Rancangan sebuah kemasan yang dapat mempermudah penggunaan produk oleh konsumen.

    • d. Apakah dapat di rancang sebuah kemasan di lihat dari fungsi sehinggakemasan itu dapat dipakai untuk tujuan lain setelah barang yangadadalam kemasan itu habis dikonsumsi

    • e. Pertimbangan perancangan kemasan untuk momen tertentu misalnyauntuk hadiah ulang tahun dan momen tertentu lainnya.

    BAB III

    ANALISA KEMASAN PRODUK

    • A. Kemasan Kaleng Manisan jeruk

    ANALISA KEMASAN PRODUK A. Kemasan Kaleng Manisan jeruk Jenis kemasan kaleng paling sering digunakan untuk mengemas

    Jenis kemasan kaleng paling sering digunakan untuk mengemas makanan kaleng. Kemasan kaleng umumnya terbuat dari tin plate, yaitu baja yang dilapisi dengan timah untuk mengurangi korosi. Namun, sekarang banyak digunakan tin-free steel, yaitu baja yang dilapisi dengan chromium untuk mencegah korosi.

    Kelebihan :

    Kemasan kaleng dapat mengurangi konsentrasi oksigen, sehingga mampu mengurangi kemungkinan perubahan-perubahan karena reaksi oksidasi, seperti oksidasi lemak, vitamin, perubahan warna dan proses pengkaratan. Produk kemasan kaleng lebih tahan lama dibandingkan dengan kemasan yang lain. Kekurangan :

    Kecerobohan

    serta kesalahan dalam penanganan kaleng selama pengolahan atau

    penyimpanan akan menyebabkan kebocoran baik yang terjadi selama pemanasan atau sesudahnya. Bila dalam proses pendinginan digunakan air yang kotor, mikroorganisme pembusuk atau patogen dapat masuk ke dalam kaleng melalui bagian yang bocor tersebut.

    Bila kondisi penyimpanan memung-kinkan mikroba tumbuh, maka mikroba akan berkembang biak dan merusak makanan di dalam kaleng.

    BAB 3

    PENUTUP

    3.1 Kesimpulan Pengadaan barang dan jasa identik dengan adanya berbagai fasilitas baru, berbagai bangunan, jalan, rumah sakit, gedung perkantoran, alat tulis, sampai dengan kursus bahasa inggris yang dilaksanakan di sebuah instansi pemerintah. Pengadaan barang dan jasayang biasa disebut tender ini sebenarnya bukan hanya terjadi di instansi pemerintah. Pengadaan barang dan jasa bisa terjadidi BUMN dan perusahaan swasta nasional maupun internasional. Intinya, pengadaan barang dan jasa dibuat untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau instansi pemerintah akan barang dan/ataujasa yang dapat menunjang kinerja dan performance mereka. Kemasan/packaging berasal dari kata package yang artinya sepadan dengan kata kerja ‘membungkus’ atau ‘mengemas’ dalam bahasa Indonesia, sehingga secara harfiah pengertian packaging dapat diartikan sebagai pembungkus atau kemasan.

    3.2

    Saran

    Setelah pembaca membaca makalah ini, diharpkan berhati-hati dalam memilih kemasan yang akan digunakan untuk sebuah produk.

    DAFTAR PUSTAKA

    Buckle, K.A., dkk. 1987.Ilmu PanganUI-Press . Jakarta Herudiyanto, Marleen,Ir.,M.S. 2003.Pengemasan.Program Studi Teknologi PanganJurusan Teknologi Industri Pertanian Faperta UNPAD. Nurminah, Mimi. 2002.Penelitian Sifat Berbagai Bahan Kemasan Plastik dan Kertas Serta Pengaruhnya Terhadap Bahan yang Dikemas.Jurusan Tek nologi Pertanian. Faperta USU.