You are on page 1of 3

MANAJEMEN ULKUS KAKI DIABETIK

Amelia Yunita, Dono Antono


Divisi Kardiologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
RS Cipto Mangunkusumo Jakarta

Penatalaksanaan ulkus diabetik dilakukan secara komprehensif melalui upaya mengatasi


penyakit komorbid, menghilangkan/mengurangi tekanan beban (offloading), menjaga luka agar
selalu lembab (moist), penanganan infeksi, debridemen, revaskularisasi dan tindakan bedah
elektif, profilaktik, kuratif atau emergensi.
Penyakit diabetes melitus dapat melibatkan sistem multi organ yang akan mempengaruhi
penyembuhan luka. Hipertensi, hiperglikemia, hiperkolesterolemia, gangguan kardiovaskular
(stroke, penyakit jantung koroner), gangguan fungsi ginjal, dan sebagainya maka harus
dikendalikan. Perawatan yang dilakukan sedini mungkin akan memungkinkan penyembuhan
lebih cepat.
Apa saja yang penting dari penatalaksanaan ulkus diabetik?
1.
2.
3.
4.

Mengobati proses penyakit yang mendasarinya


Menjaga aliran darah tetap lancar dan stabil
Melakukan perawatan luka secara teratur sehingga mencegah timbulnya infeksi
Mengurangi beban tekanan (off loading)

Apa yang dimaksud dengan debridemen?


Debridemen dapat didefinisikan sebagai upaya membersihkan benda asing dan jaringan nekrotik
pada luka. Tindakan debridemen merupakan salah satu terapi penting pada kasus ulkus diabetik.
Luka tidak akan sembuh apabila masih didapatkan jaringan nekrotik, debris, calus, fistula/rongga
yang memungkinkan kuman berkembang. Setelah dilakukan debridemen, luka harus diirigasi
dengan larutan garam fisiologis atau pembersih lain dan dilakukan dressing (kompres).
Apakah tujuan dari debridemen?
1

Mengevakuasi bakteri kontaminasi

2
3
4

Mengangkat jaringan nekrotik (mati) sehingga dapat mempercepat penyembuhan


Menghilangkan jaringan kalus
Mengurangi risiko infeksi lokal

Apakah yang dimaksud dengan mengurangi beban tekanan (off loading)?


Pada saat seseorang berjalan maka kaki mendapatkan beban yang besar. Pada penderita diabetes
melitus yang mengalami neuropati pada permukaan telapak kaki mudah mengalami luka atau
luka menjadi sulit sembuh akibat tekanan beban tubuh maupun iritasi kronis sepatu yang
digunakan.
Upaya off loading berdasarkan penelitian terbukti dapat mempercepat kesembuhan ulkus.
Metode off loading yang sering digunakan adalah: mengurangi kecepatan saat berjalan kaki,
istirahat (bed rest), kursi roda, alas kaki, removable cast walker, total contact cast, walker, sepatu
boot ambulatory.
Bagaimana pengendalian infeksi dilakukan?
Pengendalian infeksi secara umum diberikan dengan antibiotik yang didasarkan pada hasil kultur
kuman. Namun sebelum hasil kultur dan sensitifitas kuman tersedia, antibiotik harus segera
diberikan secara empiris pada kaki diabetik yang terinfeksi. Pada ulkus diabetik ringan/sedang
antibiotik yang diberikan di fokuskan pada patogen gram positif. Pada ulkus terinfeksi yang berat
(limb or life threatening infection) kuman lebih bersifat polimikrobial (mencakup bakteri gram
positif berbentuk coccus, gram negatif berbentuk batang, dan bakteri anaerob) antibiotika harus
bersifat broadspectrum dan diberikan secara injeksi. Pada infeksi berat pemberian antibitoika
diberikan selama 2 minggu atau lebih.
Penatalaksanaan endovascular terdiri dari :
1. Upaya pencegahan
2. Perawatan luka
3. Terapi farmakologis:
a. Tatalaksana primer: Prostanoids, Pentoxifylline, Cilostazol, Naftidrofuryl, Angiogenic
Growth Factor, terapi stem cell, Hyperbaric Oxygen
b. Tatalaksana adjuvant: Terapi antiplatelet, antikoagulasi, drug-eluting stents
4. Trombolisis
5. Revaskularisasi
6. Terapi neovaskularisasi

Referensi :
1. Becker F, Robert-Ebadi H, et al. 2011. Chapter 1: Definitions, epidemiology, clinical
presentation and prognosis. Eur J Vasc Endovasc Surg. 42(S2); S4-12.
2. Wounds International. 2013. International Best Practice Guidelines: Wound Management in
Diabetic Foot Ulcers. London. Available from: www.woundsinternational.com
3. Dormandy JA, Charbonnel B, et al. 2005. Secondary prevention of macrovascular events in
patients with type 2 diabetes in the PROactive Study (PROspective pioglitAzone Clinical
Trial In macroVascular Events): a randomised controlled trial. Lancet; 366(9493): 1279-89.
4. Nehler M, Peyton B. 2004. Is revascularization and limb salvage always the treatment for
critical limb ischemia? J Cardiovasc Surg (Torino); 45(3):177-84.
5. Varu V, Hogg M, Kibbe M. 2010. Critical limb ischemia; J Vasc Surg. 51:230-41.
6. Norgren L, Hiatt WR, et al on behalf of the TASC II Working Group. 2007. Inter-Society
Consensus for the Management of Peripheral Arterial Disease (TASC II). Eur J Vasc
Endovasc Surg; 33 Suppl 1:S1-75.