You are on page 1of 4

Luthfi Afif Alhilmy

J410130028
KESMAS 7A

ARTIKEL MENGENAI KEPEMIMPINAN

1. Pengertian kepemimpinan
Kepemimpinan adalah suatu proses kegiatan seseorang untuk menggerakkan
orang lain dengan memimpin, membimbing dan mempengaruhi orang lain untuk
melakukan sesuatu agar dicapai hasil yang diharapkan. Mengingat bahwa apa yang
digerakkan oleh seorang pemimpin bukan benda mati melainkan manusia yang
mempunyai perasaan dan akal serta beraneka ragam jenis dari sifatnya. Maka masalah
kepemimpinan tidak dapat dipandang mudah (Edy S,2009).
Berbagai pendapat para ahli mendefinisikan pengertian kepemimpinan dengan
analisa dari sudut pandang yang berbeda, antara lain :
A. Ordway Tead (1935)
Leadership is the activity of influencing people of coorporate toward
some goal which come to find desirable
( Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhi orang-orang agar mau
bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan bersama ),
B. Paul Harsey dan Kenned H. Blanchard (1982)
Leadership is the process of influencing the activities of an individual or
in group effort toward goal achievement in a given situation
( Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau
kelompok dalam usaha untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu).
C. Rowitz (2009)
Kepemimpinan adalah kreativitas dalam tindakan atau kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru (creativity in action).
2. Prinsip-prinsip kepemimpinan
Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (stephen
R.Coney) sebagai berikut:
a. Seorang yang belajar seumur hidup
Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga di luar sekolah.
Contohnya, belajar melalui membaca, menulis, observasi dan mendengar.
Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber
belajar.
b. Berorientasi pada pelayanan
Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpin
dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam
memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan
yang baik.

c. Membawa energi yang positif


Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang
positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan
orang lain.untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan
yang baik. Seorang pemimpin harus dapat dan mau bekerja untuk jangka
waktu yang lama dan kondisi yang tidak ditentukan. Oleh karena itu
seorang pemimoin harus dapat menunjukkan energi positif , seperti :
1) Percaya pada orang lain
Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf
bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan
mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu kepercayaan
harus diikuti dengan kepedulian.
2) Keseimbangan dalam kehisupan
Seorang pemimpin harus bisa menyeimbangkan tugasnya.
Berorientasi pada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri
antara kerja dan olahraga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan
juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.
3) Melihat kehidupan sebagai tantangan
Kata tantangan sering diintrepretasikan negatif. Dalam hal ini
tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala
konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang
dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri
sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif,ketrampilan,
kreatifitas, keberanian , dinamisasi dan kebebasan.
4) Sinergi
Orang yang berprinsip senantiasa tetap dalam sinergi dan satu
katalis perubahan. Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri
dan lainnya. Sinergi adalah kerja kelompok dan memberi
keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Broiler Webster
International Dictionary, sinergi adalah satu kerja kelompok yang
mana memberi hasil yang lebih efektif daripada bekerja secara
perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergi dengan
setiap orang, atasan, staf dan teman kerja.
5) Latihan mengembangkan diri sendiri
Seorang pemimpin harus bisa memperbaharui diri sendiri untuk
mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya
berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri
dari beberapa komponen yang berhubungan dengan :
a) Pemahaman materi,
b) Memperluas materi dengan belajar dan pengalaman,
c) Mengajar materi kepada orang lain,
d) Mengaplikasikan prinsip-prinsip,
e) Memonitoring hasil,
f) Merefleksikan kepada hasil,
g) Menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi,
h) Pemahaman baru,

i) Kembali menjadi diri sendiri lagi.


3. Gaya kepemimpinan
Menurut Sukri P (2013) dalam buku Public Health Leadership, ada beberapa
gaya kepemimpinan , antara lain:
a. Kepemimpinan otokratis
Gaya kepemimpinan ini berasumsi bahwa individu-individu dimotivasi
oleh kekuatan eksternal seperti kekuasaan , kewenangan, dan kebutuhan
persetujuan. Semua keputusan dibuat oleh pemimpin dan cenderung
menggunakan paksaan, sanksi, dan arahan untuk mengubah perilaku
pengikut untuk mencpai hasil. Pemimpin otokratis cenderung
mensterilisasi otoritas dan mengendalikan kekuatan legitimasi dan
penghargaan untuk mengatur bawahan.
Kepemimpinan gaya otoriter adalah suatu kepemimpinan
mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan dan kegiatan yang akan dilakukan.,
diputuskan oleh pemimpin. Dengan ciri tersebut berarti memberikan
instruksi secara pasti, menuntut kerelaan, menekankan pelaksanaan
tugas,melaksanakan pengawasan,tertutup, bawahan tidak mempengaruhi
keputusan,memakai paksaan , ancaman dan kekuasaan untuk melakukan
disiplin serta menjamin pelaksanaanya (Ahmad B,2012)
b. Kepemimpinan demokratis
Gaya kepemimpinan ini berpendapat bahwa individu-individu
dimotivasi oleh kekuatan internal bukan kekuatan eksternal. Dengan
demikian, individu-individu aktif berpartisipasi dalam pengambilan
keputusan dan individu-individu tersebut ingin melakukan tugas.
Pemimpin menggunakan peranan partisipasi dan majority rule melakukan
pekerjaan dalam mancapai tujuan. Gaya kepempinan demokratis
berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan kepada
bawahannya. Gaya kepemimpinan ini menekankan pada tanggung jawab
dan kerjasama yang baik. Gaya kepemimpinan demokratis mendelegasikan
otoritas atau kewenangan yang dimiliki oleh pemimpin kepada orang lain
dan mendorong lahirnya partisipasi dari karyawan.
Kepemimpinan gaya demokratis adalah suatu gaya kepemimpinan
dimana guru dilibatkan dalam penentuan sasaran strategi dalam pembagian
tugas. Dengan ciri tersebut seperti memperhatikan pandangan bawahan ,
memberikan bimbingan pada masa-masa yang timbul dan melibatkan
perasaan sendiri dalam membantu bawahan dalam mencapai tujuan
organisasi (Ahmad B, 2012).
c. Kepemimpinan Laizzes-faire.
Gaya kepemimpinan ini berpandangan bahwa individu-individu tetap
harus dimotivasi oleh kekuatan dan dorongan internal dan individuindividu cenderung untuk diberi kesempatan mengambil keputusan sendiri
tentang bagaimana melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya. Gaya

kepemimpinan ini menekankan bahwa pemimpin tidak memfasilitasi dan


tidak menyiapkan bimbingan atau arahan (the leader provide no direction
or facilitation), hanya sedikit kekuasaan dan memberi banyak kebebasan
dan kewenangan kepada para bawahannya untuk mengambil keputusan
dan menjalankan program yang ada. Pemimpin hanya merupakan simbol
dan biasanya tidak memiliki keterampilan teknis. Semua pekerjaan dan
tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri.
Kepemimpinan gaya liberal adalah kemampuan mempengaruhi orang
lain agar bisa bekerjasama untuk tujuan yang telah ditetapkan dengan cara
berbagai kegiatan yang dilakukan lebih banyak diserahkan pada bawahan,
ciri kepemimpinan ini yaitu bawahan menentukan tujuan dan mengambil
keputusan sendiri, pemimpin hanya memberikan nasehat atau pengarahan
sejauh yang dimintai saja (Ahmad B,2012).