You are on page 1of 4

Review Biofarma

Nama : Larasati Harryndra Utami


NPM : 1306454082
Review Kimia Farma
Seperti yang kita ketahui bahwa Kimia Farma merupakan perusahaan industri farmasi
pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda sejak tahun 1817 dengan
nama awal NV Chemicalien Handle Rathkamp & Co. Di Indonesia perusahaan yang menjadi
pesaing perusahaan PT Kimia Farma Tbk adalah Kalbe Farma Tbk dan PT IndoFarma Tbk,
karena ketiganya bergerak dalam bidang yang sama yaitu dalam bidang Industri Farmasi .
Jika melihat dari sisi total asset dan laba bersih, PT Kimia Farma Tbk masih kalah
bersaing jika dibandingkan dengan PT Kalbe Farma Tbk. Total aset PT. Kalbe Farma Tbk pada
tahun 2015 jauh lebih besar dari total aset perusahaan Kimia Farma Tbk pada tahun yang sama,
total aset PT. Kalbe Farma Tbk sebesar Rp 113.696.417.381.439. Sedangkan total aset
Perusahaan Kimia Farma Tbk adalah sebesar Rp 3.236.224.076.311. Sementara PT IndoFarma
Tbk memiliki total asset yang jauh lebih kecil dari perusahaan lainnya, yaitu sebesar Rp
1.294.510.669.195.
Sedangkan dari sisi Laba bersih, hal yang sama juga masih terlihat dimana PT Kalbe Farma
Tbk masih menjadi market leader dengan laba bersih sebesar 2.057.694.281.873 sedangkan PT
Kimia Farma Tbk menempati posisi kedua dengan laba bersih sebesar 252.972.506.074
walaupun masih kalah bersaing, namun PT Kimia Farma masih memiliki opportunity yang dapat
dikembangkan antara lain dengan adanya PT Kimia Farma Apotek (KFA) yang mendekatkan dan
memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dimana sampai tahun 2012 telah dibangun
sebanyak 30 apotek dan 100 klinik baru di berbagai kota di Indonesia dan hingga saat ini masih
terus dilakukan pembangunan, PT Kimia Farma Tbk pun juga memberikan layanan Konsep One
Stop Healthcare Solution (OSHS) yang merupakan salah satu layanan dengan konsep modern.
Selain itu di tahun 2015 PT Kimia Farma Tbk telah membangun pabrik bahan baku garam
farmasi didaerah Jombang yang sudah selesai 100% pembangunannya dan masih menunggu izin
sertifikasi BPOM. Di tahun 2016 ini PT Kimia Farma bekerja sama dengan investor Korea,
Sungwun Pharmacopia Co Ltd untuk membangun pabrik bahan baku obat di wilayah Lippo
Cikarang yang diharapkan dapat menekan biaya hingga 10% dan membidik pasar internasional.

Berbicara sedikit tentang kondisi performa PT Kalbe Farma Tbk, Total aset PT. Kimia Farma
Tbk pada tahun 2015 jauh lebih besar dibandingkan total aset pada tahun sebelumnya, dengan
pertumbuhan sebesar 7,42% yaitu dari 3.012.778.637.568 menjadi 3.236.224.076.311. Total
penjualan juga mengalami peningkatan sebesar 7,51% dari 4.521.024.379.360 pada tahun 2014
menjadi 4.860.371.483.524 di tahun 2015. Namun hal yang paling disorot oleh masyarakat
umum dari sebuah perusahaan yaitu jumlah Laba Bersih, PT Kimia Farma Tbk mengalami
penurunan sebesar 1,89% yaitu dari 257.836.015.297 di tahun 2014 menjadi 252.972.506.074 di
tahun 2015. Jika membandingkan Laba Bersih yang dihasilkan PT Kimia Farma pada Semester I
Tahun 2015 dengan Semester I Tahun 2014, laba bersih justru mengalami peningkatan sebesar
9,72% yaitu menjadi Rp77,44 miliar atau Rp13,94 per saham di tahun 2015 dari Rp70,58 miliar
atau Rp12,71 per saham di tahun 2014.
Pencapaian kinerja oleh KAEF pada semester I 2015 didukung oleh pertumbuhan
Pendapatan pokok Perseroan sebesar 11,05% menjadi Rp2,11 triliun dibandingkan Rp1,90 triliun
pendapatan pokok pada Semester I 2014. Berikut merupakan rincian pendapatan Utama KAEF
pada Semester I 2015 dan Semester I 2014 : Penjualan Produksi Entitas berupa Obat Generic
sebesar Rp204,82 miliar di tahun 2015 dan Rp161,81 miliar pada tahun 2014, Obat Ethical,
Lisensi dan Narkotika sebesar Rp256,13 miliar pada tahun 2015 dan Rp194,88 miliar pada tahun
2014, Obat Over The Counter (OTC) sebesar Rp97,49 miliar pada tahun 2015 dan Rp95,62
miliar pada tahun 2014, Bahan Baku (Minyak Nabati, Yodium dan Kina) sebesar Rp93,62 miliar
pada tahun 2015 dan Rp67,36 miliar di tahun 2014, serta Alat Kesehatan, Pil KB, dan lain-lain
sebesar Rp4,21 miliar pada tahun 2015 dan Rp4,26 miliar di tahun 2014. Sedangkan untuk
Penjualan Produksi Pihak Ketiga yaitu Obat Ethical sebesar Rp914,40 miliar pada tahun 2015
dan Rp894,97 miliar pada tahun 2014, Obat Generic sebesar Rp86,47 miliar pada tahun 2015
dan Rp63,61 miliar di tahun 2014, Obat Over The Counter (OTC) sebesar Rp339,57 miliarpada
tahun 2015 dan Rp324,44 miliar di tahun 2014, serta Alat Kesehatan, Pil KB, dan lain-lain
sebesar Rp112,08 miliar pada tahun 2015 dan Rp92,43 miliar di tahun 2014.
Selanjutnya Terkait dengan Laporan Audit dan Opini, PT Kalbe Farma Tbk menggunakan
Kreston sebagai Perusahaan Audit Independen dengan Hendrawinata dan Eddy Siddharta dan
Tanzil sebagai Auditor. Dalam Laporan Audit tersebut dijelaskan bahwa tanggung jawab
manajemen adalah sebagai penyusun dan pembuat laporan keuangan yang disertai control

internal berdasarkan Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia, sedangkan tanggung jawab
Auditor adalah menyatakan sebuah opini berdasarkan audit yang telah dilakukan sesuai dengan
Standar Audit yang telah ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Hasil opini yang
diberikan adalah Laporan Keuangan PT Kimia Farma Tbk disajikan secara wajar dalam semua
hal yang material dan telah melaksanakan sesuai dengan Standar Akuntansi Kauangan yang
berlaku.