You are on page 1of 10

ARTIKEL

MANFAAT MENGKUDU UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI

Disusun oleh:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Made Ayu Widiani


Maesyaroh
Mardiyanti Ani Windari
Niken Kusumaningrum
Umu Marhamah
Tri Ayu Rosiana
Yeyen Gunanti Oktavia
Yusti Fitya Lutfana

( P27240013 039 )
( P27240013 040 )
( P27240013 042 )
( P27240013 044 )
( P27240013 063 )
( P27240013 061 )
( P27240013 065 )
( P27240013 066 )

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUPUNKTUR


JURUSAN AKUPUNKTUR POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA
TAHUN 2015
Artikel Kesehatan
1. Ide : Pemanfaatan tanaman herbal
2. Topik : Mengkudu adalah herbal yang efektif untuk menangani hipertensi

3. Tesis : Masyarakat harus mencoba khasiat mengkudu untuk mengatasi hipertensi


dengan memahami kandungan alami di dalam mengkudu
4. Judul : Manfaat mengkudu untuk penyakit hipertensi
5. Kerangka Karangan
a. Pendahuluan
1. Tujuan pemanfaatan mengkudu
2. Efektivitas mengkudu untuk menangani hipertensi
b. Pembahasan
1. Hipertensi
2. Asal usul mengkudu
3. Manfaat dan komposisi mengkudu
c. Penutup
1. Dengan mengkonsumsi mengkudu, masyarakat dapat mencegah dan
menanggulangi hipertensi
2. Masyarakat harus menyadari bahwa mengkudu dapat lebih aman
dikonsumsi dibandingkan dengan obat-obat kimia
6. Referensi

MANFAAT MENGKUDU UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI


A. Pendahuluan
1. Tujuan Pemanfaatan Mengkudu
Mengkudu atau pace (Morinda citrifolia) merupakan salah satu
tanaman obat yang dalam beberapa tahun terakhir banyak
diminati baik dalam kalangan pengusaha agribisnis, maupun dari
kalangan

pengusaha

industri

obat

tradisional,

bahkan

dari

kalangan ilmuwan di berbagai negara. Hal ini disebabkan karena


baik secara empiris maupun hasil penelitian medis membuktikan
bahwa dalam semua bagian tanaman mengkudu terkandung
berbagai macam senyawa kimia yang berguna bagi kesehatan

manusia.

Peran

mengkudu

dalam

pengobatan

tradisional

mendorong peneliti diberbagai negara melakukan penelitian


mengenai

khasiat

mengkudu.

Popularitas

mengkudu

terus

menyebar ke negr-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris,


Perancis, Australia, Jepang, dan Singapura [1].
2. Efektivitas mengkudu untuk menangani hipertensi
Efektivitas mengkudu untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi telah
terbukti dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Hartin Suidah, S.Kep.Ns
dalam Jurnal Keperawatan Volume 01 tahun 2011. Adapun penelitian tersebut
tercantum pada tabel di bawah ini:
Analisa pengaruh terapi mengkudu terhadap perubahan tekanan darah pada
penderita hipertensi

Dilihat dari tabel hasil uji Paired t Test dengan menggunakan SPSS 16.0
diperoleh hasil sig. (2-tailed) atau p value = 0.000 (<0,05) maka H0 ditolak dan
H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh mengkudu terhadap penurunan
tekanan darah pada penderita hipertensi di desa Wedoroklurak Kec. Candi Kab.
Sidoarjo.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah responden
sebelum dilakukan minum mengkudu dan tekanan darah setelah dilakukan
minum mengkudu mengalami penurunan hal ini di tandai dengan didapatkan
rerata MAP sebelum diberikan terapi minum mengkudu sebesar 116.2672 mmHg,
sedangkan MAP setelah diberikan terapi minum mengkudu sebesar 110.3332
mmHg, dan didapatkan rerata penurunan tekanan darah sebesar 5.934 mmHg.
Salah satu faktor yang mempengaruhi hipertensi adalah jenis kelamin.
Pada tabel diatas menunjukkan sebagian besar responden jenis kelamin laki- laki
14 orang (56%). Hal ini sesuai dengan teori menurut Gunawan 2001 yang
berpendapat bahwa laki-laki lebih tinggi mengalami hipertensi daripada
perempuan. Karena laki-laki sebagai kepala keluarga yang menopang keluaganya
dapat memberikan curahan hatinya pada istrinya kemungkinan beban yang
ditanggung suaminya dapat berkurang. Faktor yang juga mempengaruhi
hipertensi adalah usia. Pada tabel diatas bahwa sebagian besar penderita
hipertensi adalah berumur 31-40 tahun (36%). Menurut Lany S.syamsir A.iwan H
bahwa usia masih produktif untuk bekerja maka semakin menjadi beban terutama
pada usia 31-40 tahun demikian pula sebaliknya. Sehingga semakin orang bekerja
maka orang tersebut akan lebih memikirkan pekerjaannya.
Faktor yang mempengaruhi hipertensi adalah pendidikan. Dari tabel diatas
responden pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka

mempunyai latar belakang tidak sekolah 21 orang (84%). Menurut A Wawan dan
Dewi M bahwa pendidikan semakin tinggi maka akan semakin banyak
pengetahuan yang dimiliki tentang penurunan tekanan darah pada usia 31-40
tahun demikian pula sebaliknya. Responden pada penelitian ini menunjukkan
sebagian besar tidak sekolah karena itulah masih banyak responden yang belum
mengetahui penanganan penurunan tekanan darah menggunakan pengobatan
alternative non farmakologis (mengkudu) akan tetapi responden yang sudah
minum mengkudu dapat memperoleh informasi dari lingkungan ataupun
masyarakat.
Hasil uji Paired t Test dengan menggunakan SPSS 16.0 diperoleh hasil
Sig. (2-tailed) atau p value = 0,000 (karena nilai p value < 0,05) maka H0 ditolak
dan H1 diterima, yang artinya Ada pengaruh terapi minum mengkudu terhadap
tingkat penurunan tekanan darah pada klien dengan penyakit hipertensi di desa
Wedoroklurak Kec. Candi Kab. Sidoarjo.
Pesona dari scopeletin ini ternyata bisa terlihat dari efeknya yang tidak
saja dapat menurunkan tekanan darah dari keadaan hipertensi (tekanan darah
tinggi) (Dripa sjabana, 2002). Dr. Neil Solomon terhadap 8.000 pemakai sari
buah

mengkudu,

termasuk

40

dokter

dan

praktisi

medis.

Hasilnya

memperlihatkan, jus mengkudu membantu menyembuhkan sejumlah penyakit.


Sedikitnya ada 22 jenis penyakit, antara lain darah tinggi, kolesterol, stroke,
kanker, asam urat, diabetes, kelemahan seksual, rasa nyeri, depresi, gangguan
ginjal, dan stres.
Penderita hipertensi di desa Wedoroklurak Kec. Candi Kab. Sidoarjo
melakukan minum mengkudu. Kandungan scopeletin di dalam mengkudu ini
ternyata bisa terlihat dari efeknya yang tidak saja dapat menurunkan tekanan
darah dari keadaan hipertensi (tekanan darah tinggi), namun juga akan menaikkan
tekanan darah menuju normal dari keadaan hipotensi (tekanan darah rendah).
Inilah contoh praktis dari efek adaptogenik,dalam hal ini berarti scopoletin
memilki efek menormalkan tekanan darah. Dilihat dari hasil penelitian non
farmakologis yang dapat mengurangi hipertensi adalah teknik- teknik mengurangi
stress, penurunan berat badan, mengurangi konsumsi garam. Dari hasil data
pembahasan di atas, penanganan hipertensi selain dengan terapi pengobatan juga
harus dengan terapi non farmakologis (minum mengkudu) atau dengan
belimbing, terapi music sehingga penanganan hipertensi lebih efektif [2].

B. Pembahasan
1. Hipertensi
Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi.
Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di
dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirnya
darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena, sehingga terbentuklah
suatu aliran darah yang menetap (Ibnu M, 1996).
Terdapat dua macam kelainan tekanan darah darah, antara lain yang
dikenal sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan
darah rendah. Hipertensi telah menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak
Negara di dunia, karena hipertensi seringkali menjadi penyakit tidak menular
nomor satu di banyak negara.
Hipertensi diartikan sebagai peningkatan tekanan darah
tinggi secara terus menerus hingga melebihi batas normal.
Tekanan

darah

normal

adalah

140/90

mmhg.

Hipertensi

merupakan produk dari resistansi pembuluh darah perifer dan


riwayat keluarga (Hartin Suidah, 2011).
Banyak faktor yang dapat memperbesar risiko atau kecenderungan
seseorang menderita hipertensi, diantaranya ciri-ciri individu seperti umur, jenis
kelamin dan suku, faktor genetik serta faktor lingkungan yang meliputi obesitas,
stres,

konsumsi

garam,

merokok,

konsumsi

alkohol,

dan

sebagainya

(Kaplan,1985). Beberapa faktor yang mungkin berpengaruh terhadap timbulnya


hipertensi biasanya tidak berdiri sendiri, tetapi secara bersama-sama sesuai dengan
teori mozaik pada hipertensi esensial (Susalit dkk,2001). Teori tersebut
menjelaskan bahwa terjadinya hipertensi disebabkan oleh beberapa faktor yang
saling mempengaruhi, dimana faktor utama yang berperan dalam patofisiologi
adalah faktor genetik dan paling sedikit tiga faktor lingkungan yaitu asupan garam, stres,
dan obesitas[3].

2. Asal usul mengkudu


Filum : Angiospermae
Sub filum : Dicotyledoneae
Family : Rubiaceae
Genus :Morinda
Spesies :M. citrifolia, L.
(Djauhariya, 2003)

Mengkudu (Morinda citrifolia L.) termasuk tumbuhan keluarga


kopi-kopian (Rubiaceae) yang berasal dari wilayah daratan Asia
Tenggara

dan

kemudian

menyebar

hingga

ke

Indonesia.

Mengkudu banyak terdapat di Indonesia dan dikenal dengan


berbagai nama yaitu mengkudu, pace, kemudu, kudu (Jawa),
cangkudu (Sunda), kodhuk (Madura),dan wengkudu (Bali)[4].
Mengkudu termasuk tumbuhan keluarga kopi-kopian (Rubiaceae),
yang mulanya berasal dari daratan Asia Tenggara dan kemudian
menyebar sampai ke Cina, India, Filipina, Hawaii, Tahiti, Afrika,
Australia, Karibia, Haiti, Fiji, Florida dan Kuba[5].
3. Manfaat dan komposisi mengkudu
Secara tradisionil di berbagai negara, buah mengkudu banyak dimanfaatkan untuk
mengatasi berbagai penyakit dan masalah kesehatan lainnya, antara lain : gangguan
mata, bisul, diabetes, demam, infeksi mulut dan gigi, gangguan rahim, hipertensi,
TBC, disentri, anti-helmintik, ekspektoran, laksatif. Setelah riset tentang mengkudu
berkembang dan difokuskan pada komponen kimia yang dikandung mengkudu
serta efek terapeutiknya terhadap berbagai macam penyakit, maka didapatkan
berbagai khasiat meng-kudu yang telah terbukti secara ilmiah (Solomon N, 1999 ;
Sjabana D, Bahalwan RD, 2000 ; Waha MG, 1999), yaitu :
Meningkatkan daya tahan tubuh
Merangsang produksi sel T, meningkatkan fungsi timus dan kelenjar tiroid,

memiliki efek anti bakteri dan efek analgesik.


Menormalkan tekanan darah
Melalui kandungan scopoletin yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh
darah dan adanya arginin yang berfungsi dalam sintesis nitrik oksida (NO) yang

merupakan suatu vasodilator.


Aktivitas anti tumor
Melalui kandungan zat Khasiat Antioksidan dan Antihipertensi Buah Mengkudu
(Morinda Citrifolia Fructus) dalam Penanganan Preeklamsi Slamet Santosa 63

damnacanthal yang mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.


Menghilangkan rasa sakit
Melalui zat xeronine yang diduga dapat menormalkan protein pada sel yang
abnormal / rusak, termasuk sel-sel jaringan otak tempat pusat rasa sakit.
Anti radang dan anti alergi

Pada pengobatan arthritis, bursitis, carpal tunnel syndrome dan berbagai bentuk

alergi melalui zat scopoletin.


Anti bakteri
Terhadap Staphylococcus, Shigella, Salmonella, E. coli, P. aeruginosa antara

lain melalui zat anthraquinon.


Mengatur siklus suasana hati ( mood )
Melalui pengikatan serotonin yang berperan sebagai neurotransmiter dan

prekursor melatonin oleh zat scopoletin.


Mengatur siklus energi tubuh
Menstabilkan kadar gula darah melalui kerja dari xeronine sebagai prekursor

hormon yang mengaktifkan berbagai protein reseptor.


Antioksidan
Melalui kandungan vitamin C, selenium, berbagai macam bioflavonoid dan
asam lemak tak jenuh[5].

Komposisi kimia buah mengkudu dalam 100 g bagian yang dapat dimakan.
Komponen Kadar
Air
Protein
Lemak
Karbohidrat
Serat
Abu
Lain-lain

(%)
89,10
2,90
0,60
2,20
3
1,20
1

Kandungan nutrisi dalam100 g buah mengkudu.


Jenis nutrisi
Kalori (kal)
Vitamin A
Vitamin C
Niasin
Tiamin
Riboflavin
Besi
Kalsium
Natrium
Kalium
Protein
Lemak
Karbohidrat

Jumlah
167
(IU) 395,83
(mg) 175
(mg) 2,50
(mg) 0,70
(mg) 0,33
(mg) 9,17
(mg) 325
(mg) 335
(mg) 1,12
(g) 0,75
(g) 1,50
(g) 51,67

Buah mengkudu mengandung berbagai senyawa yang penting bagi kesehatan.


Hasil penelitian membuktikan bahwa buah mengkudu mengandung senyawa
metabolit sekunder yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, selain kandungan

nutrisinya yang juga beragam seperti vitamin A, C, niasin, tiamin dan riboflavin,
serta mineral seperti zat besi, kalsium, natrium, dan kalium. Beberapa jenis
senyawa fitokimia dalam buah mengkudu adalah terpen, acubin, lasperuloside,
alizarin, zat-zat antrakuinon, asam askorbat, asam kaproat, asam kaprilat, zat-zat
skopoletin, damnakantal, dan alkaloid (Anon 1997 dalam Pohan dan Antara 2001).
Senyawa turunan antrakuinon dalam mengkudu antara lain adalah morindin,
morindon dan alizarin, sedangkan alkaloidnya antara lain xeronin dan proxeronin
(precursor xeronin). Xeronin merupakan alkaloid yang dibutuhkan tubuh manusia
untuk mengaktifkan enzim serta mengatur dan membentuk struktur protein
(Solomon1998)[6].
C. Penutup
1. Dengan

mengkonsumsi

mengkudu,

masyarakat

dapat

mencegah

dan

menanggulangi hipertensi
2. Masyarakat harus menyadari bahwa mengkudu dapat lebih aman dikonsumsi
dibandingkan dengan obat-obat kimia
Referensi
1) Djauhariya, Enjo. 2003. Status Perkembangan Teknologi Tanaman
Mengkudu.

Balai

Penelitian

Tanaman

http://balittro.litbang.pertanian.go.id/

Obat

diunduh

dan

pada

Aromatik

10

Oktober

2015.
2) Suidah, Hartin. 2011. Pengaruh Mengkudu Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Desa Wedoroklurak
Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo http://www.dianhusada.ac.id/
diunduh pada 09 Oktober 2015.
3) Prayitno, Nanang. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan
Tekanan Darah Di Puskesmas Telaga Murni, Cikarang Barat Tahun
2012. Jakarta Timur : STIKes MH. Thamrin.
4) Adrian, dkk. 2015. Eksplorasi Buah Mengkudu untuk Produksi Enzim
Protease Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No 3 p.1136-1144.
Malang

Jurusan

Teknologi

Hasil

Pertanian,

FTP

Universitas

Brawijaya Malang.
5) Santosa, Slamet. 2005. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4, No. 2 Khasiat
Antioksidan dan Antihipertensi Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia
Fructus)

dalam

Penanganan

Preeklamsi.

Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.

Bandung

Fakultas

6) Winarti, Christina. 2005. Jurnal Litbang Pertanian Peluang Pengembangan

Minuman Fungsional Dari Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.).


Bogor : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.