You are on page 1of 6

JAMUR PENYEBAB MIKOSIS

MAKALAH
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Mikologi
Yang diampu oleh Ibu Prof. Dr. Dra. Utami Sri Hastuti M.Pd
dan Ibu Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si, M.Si

Oleh kelompok 4:
1. Della Azizatul Faroidah
2. Yunita Nur Agustiningsih

( 140342600578 )
( 140342601774 )

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Dalam kehidupan sehari-hari sering kita menjumpai jamur. Jamur adalah nama regnum
dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar
tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Jamur memiliki bermacam-macam
bentuk. Umumnya jamur berukuran mikroskopis, oleh karena itu studi tentang jamur ini baru
dimulai setelah penemuan mikroskop oleh Van Leeuwnhoek pada abab ke 17.
Banyak jamur yang menimbulkan penyakit pada makhluk hidup lainnya. Seperti gatalgatal pada kulit, kerusakan dermis pada manusia serta penyakit yang dapat menimbulkan
kematian pada hewan maupun tanaman. Selain itu jamur juga menyebabkan pembusukan bahan
pangan dengan cara merusak jaringan dan akhirnya merusak makanan tersebut. Selain
menghancurkan jaringan tanaman secara langsung, beberapa patogen tanaman merusak tanaman
dengan menghasilkan racun kuat. Jamur juga bertanggung jawab untuk pembusukan makanan
dan membusuk tanaman disimpan. Walaupun terdapat jamur yang menguntungkan.
Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang jamur-jamur yang menyebabkan
penyakit baik pada manusia, hewan, tumbuhan, dan kerusakan bahan pangan. Disekitar kita
sering ditemukan penyakit yang disebabkan oleh jamur, termasuk tanah, tanaman, pohon, dan
bahkan pada kulit kita dan bagian lain dari tubuh. Gejala infeksi jamur tergantung pada jenis dan
lokasi di dalam tubuh. Infeksi jamur mungkin ringan, dalam bentuk ruam atau masalah
pernapasan ringan. Namun, beberapa penyakit yang disebabkan oleh jamur bisa berat dan dapat
menyebabkan komplikasi serius dan kematian.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan mikosis?
2. Bagaimana klasifikasi dari mikosis?
3. Apasaja jenis jamur yang menyebabkan mikosis pada tumbuhan, hewan dan manusia?
4. Bagaimana gejala klinis, diagnose dan pengobatannya?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Mampu memahami pengertian dari mikosis
2. Mengetahui klasifikasi dari mikosis
3. Mengetahui macam jenis spesies jamur yang menyebabkan mikosis pada tumbuhan,
hewan dan manusia
4. Mengetahui gejala klinis, diagnose, dan pengobatannya

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Mikosis

2.2 Klasifikasi dari Mikosis


Mikosis terbagi menjadi 2 jenis:
1. Mikosis Superfisial ( mikosis di lapisan permukaan kulit), dan
2. Mikosis Profundal / M. Sistemik (mikosis yang terjadi pada alat dalam).
Mikosis Superfisial
Mikosis Superfisial adalah penyakit jamur yang meginfeksi lapisan permukaan kulit, yaitu
stratum korneum, rambut dan kuku. Mikosis superfisial terbagi menjadi 2 kelompok : (1) jamur
bukan golongan dermatofita, yaitu pitiaris versikolor, otomikosis, piedra hitam, piedra putih,
onikomikosis dan tinea nigra palmaris, dan (2) jamur golongan dermatofita.
Panu adalah salah satu contoh dari mikosis profundal. Penyakit yang disebut juga Pitiriasis
versikolor ini merupakan mikosis yang disebabkan oleh infeksi jamur bukan dermatofita genus
Malassezia sp.. Penyakit ini ditemukan di seluruh dunia (kosmopolit), terutama di dareh beriklim
panas termasuk Indonesia.
Otomikosis adalah penyakit jamur yang terjadi pada liang telinga yang disebabkan oleh jamur
bukan dermatofita genus Aspergillus, Penicillium, Mucor, Rhizophus dan Candida. Tersebar di
seluruh dunia, terutama di daerah panas dan lembab.
Piedra adalah infeksi jamur pada rambut, benjolan berwarna hitam atau putih kekuningan. Piedra
ada 2 macam, yaitu Piedra hitam dan Piedra putih. Piedra hitam disebabkan oleh infeksi jamur
Piedraia hortae. Banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia. Sedangkan
Piedra putih disebabkan oleh jamur Trichosporon beigelii. Banyak ditemukan di daerah beriklim
dingin, belum pernah ditemukan di Indonesia.

Onikomikosis adalah mikosis yang terjadi pada kuku. Penyakit ini disebabkan oleh berbagai
macam jamur, terutama Candida sp. dan dermatofita lain. Penyakit ini tersebar di seluruh dunia
termasuk di Indonesia.
Plantaris adalah mikosis yang terjadi pada stratum korneum telapak tangan dan kaki dengan
bercak-bercak berwarna tengguli hitam, kadang bersisik. Penyakit dengan nama lain Tinea Nigra
Palmaris ini, disebabkan oleh jamur Cladosporium wernecki atau Cladosporium mansoni.
Penyakit ini banyak ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah, di Eropa dan Asia sangat jarang
ditemukan.
Kurap adalah mikosis yang terjadi pada permukaan kulit. Penyakit yang termasuk kelompok
dermatofitosis (mitosis superfisial oleh jamur dermatofita) ini disebabkan oleh infeksi jamur
golongan dermatofita, seperti Trychophyton, Microsporum dan Epidermophyton. Penyakit ini
banyak ditemukan di Indonesia.
Tinea kapitis adalah dermatofitosis yang terjadi pada kulit kepala. Penyakit ini disebabkan oleh
jamur golongan dermatofita terutama Trichophyton rubrum, T. mentagrophytes dan
Microsporum gypseum. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak yang dapat ditularkan dari
binatang peliharaan misalnya kucing dan anjing. Tapi juga dapat menginfeksi orang dewasa.
Tinea korporis adalah dermatofitosis yang terjadi pada kulit wajah berminyak, tubuh dan
tungkai. Penyakit ini disebabkan oleh Trichophyton, Microsporum, dan E. floccosum. Penyakit
ini banyak terdapat di daerah beriklim tropis terutama di Indonesia.
Tinea Imbrikata adalah dermatofitosis yang terjadi pada kulit badan kecuali kepala, telapak
tangan dan kaki, berupa sisik kasar konsentris. Disebabkan oleh jamur Trichophyton
concentricum. Penyakit ini ditemukan di daerah tropis dan endemis di beberapa daerah di
Indonesia (Jawa, Kalimantan, Irian Jaya dan lain-lain).
Tinea favosa adalah dermatofitosis yang terjadi di kulit kepala namun juga dapat menyebar ke
rambut dan kuku menimbulkan bau yang khas yang disebut mousy odor. Disebabkan oleh jamur
T. schoenleini, kadang-kadang T. violaceum dan M. gypseum. Penyakit ini ditemukan di
Polandia, Rusia, Mesir, Balkan dan negeri-negeri sekitar Laut Tengah.
Tinea kruris adalah dermatofitosis yang mengenai paha atas bagian tengah, daerah
inguinal(daerah lipat paha), pubis, perineum (antara anus dan kemaluan) dan daerah perianal
(dekat lubang anus). Disebabkan oleh jamur dari spesies Trichophyton, Microsporum dan E.
Floccosum. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah tropis dan dingin, banyak pula di temukan
di Indonesia.
Tinea pedis adalah dermatofitosis yang menginfeksi telapak kaki dan sela jari kaki. Penyakit ini
biasa disebut dengan kutu air. Penyakit ini disebabkan oleh jamur T. rubrum dan T.
mentagrophytes. Tersebar luas di daerah tropis dan lainnya, terutama Indonesia.
Tinea barbae adalah dermatofitosis yang menyebabkan terjadinya peradangan pada rambut.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur zoofilik, seperti T. verrucosum. Penyakit ini belum pernah
ditemukan di Indonesia.

Tinea unguium adalah dermatofitosis yang membuat kuku menjadi rapuh dan terkikis.
Disebabkan oleh jamur genus Trichophyton dan Microsporum. Penyakit ini terdapat di seluruh
dunia.
2.3 Macam Jenis Jamur Mikosis
2.4 Gejala Klinis, Diagnosa dan Pengobatan Mikosis