You are on page 1of 52

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kemajuan dibidang teknologi ilmu pengetahuan dewasa ini yang semakin
berkembang salah satunya adalah dibidang komputer. Dengan kecanggihan
teknologi komputer ini mampu mengolah dan mengerjakan suatu pekerjaan yang
selama ini dilakukan secara manual oleh manusia menjadi lebih mudah, cepat dan
akurat baik dari segi penghematan ruang, waktu dan tenaga. Kehadiran komputer
ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia diantaranya ekonomi, bisnis dan
pendidikan. Dengan kebutuhan informasi yang semakin lama semakin cepat,
komputer juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam memberikan
informasi dengan cepat, akurat dan juga di dalam penanganan pengolahan data di
suatu perusahaan.
Sistem informasi sangat dibutuhkan karena sangat bermanfaat untuk
mengambil keputusan pada suatu instansi/perusahaan. Perkembangan ilmu dan
teknologi saat ini sangat pesat terutama dalam bidang teknologi komputer.
Kemajuan tersebut membuat komputer yang memiliki kapasitas memori kecil
kurang termanfaatkan dengan baik karena banyak pengguna memilih komputer
yang mempunyai kapasitas memori besar dan memilih harddisk yang besar pula
untuk menampung data yang diperlukan. Hal inilah yang mendorong manusia
untuk menciptakan teknik-teknik baru dalam pengolahan data agar pengolahan
terhadap data dapat dilakukan dengan baik. Dengan demikian pengembangan
suatu sistem informasi sangat diperlukan agar penanganan data dan informasi

dapat dijalankan sesuai dengan prinsip tepat waktu, tepat guna dan mendapatkan
hasil yang akurat.
UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leihitu Barat
merupakan salah satu lembaga pendidikan yang tidak lepas dari data dan
informasi. UPT Dinas Pendidikan sampai dengan saat ini belum mempunyai
Website resmi seperti halnya di tempat lai. UPT memang berada di daerah yang
cukup jauh dari kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupatem
Maluku Tengah, Sehinggah membutuhkan system informasi agar mempermudah
dalam proses kegiatan pendidikan. Selain itu system pendataan pegawai sebagian
besar masi sederhana. Maka penulis tertarik untuk membuat suatu sistem
informasi berbasis web yang dimaksudkan untuk mempermudah sistem
pengelolaan data sehingga lebih efektif dan efisien. Dari uraian di atas, maka
penulis tertarik untuk membuat penelitian dengan judul Sistem Informasi
Berbasis Web Pada UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Kecamatan Leihitu Barat. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja
sistem informasi pada UPT yang bersangkutan dan dapat menghasilkan output
sesuai dengan yang diinginkan.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas maka
permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimana merancang sistem informasi UPT yang baik berbasis web pada
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leihitu Barat?

b. Bagaimana mengaplikasikan sistem informasi UPT pada Dinas Pendidikan


Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leihitu Barat dalam sebuah aplikasi
berbasis web?
1.3. Batasan Penelitian
Supaya penelitian ini terfokus pada permasalahan maka diberi batasan
variable antara lain:
a. Pemodelan Proses yang digunakan dalam merancang aplikasi ini yaitu
pemodelan alur data, Data Flow Diagram (DFD).
b. Sistem penilaian kinerja ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan
database MySQL.
c. Aplikasi sistem informasi UPT dikhususkan pada informasi data pegawai
tahun 2016 pada UPT Dinas Pendidikan Pemudah dan Olahraga

1.4. Tujuan Penelitian


Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah
a. Untuk merancang sistem informasi UPT yang baik berbasis web pada Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leihitu Barat
b. Untuk mengaplikasikan sistem informasi UPT pada Dinas Pendidikan
Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leihitu Barat dalam sebuah aplikasi
berbasis web

1.5. Manfaat Penelitian


Adapun manfaat penelitian ini bagi pihak kecamatan kalibawang
Yogyakarta antara lain:
a. Penelitian ini bermanfaat untuk Mempermudah bagian administrasi dalam
proses pendataan pegawai Untuk terciptanya sebuah sistem informas UPT
yang lebih kurat, efesien dan efektif
b. Penilaian ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya
dibidang yang sama sehingga dapat menjadi pembentukan pemikiran
konseptual.

BAB II
DASAR TEORI

2.1. Pengertian Informasi


Informasi didefenisikan sebagai sesuatu yang nyata atau setengah nyata
yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian
(Analisis, Design, dan Implementasi Sistem Informasi, Henry C.Lucas Jr,
Erlangga). Jogiyanto H.M (Analisis Dan Desain Sistem Informasi Pendekatan
Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis, 1989, hal 8), Informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadiankejadian dan
kesatuan yang nyata, representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll,
yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau
kombinasinya. Metode pengumpulan data/informasi yaitu:
Siklus informasi:
Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan
informasi melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data
tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan
data (siklus informasi). Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh
manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan. Kualitas
informasi tergantung pada tiga hal yaitu:

1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak


menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga
berarti

informasi

harus

jelas

mencerminkan

maksudnya.

Dalam

praktiknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi


gangguan yang dapat mengubah atau merusak isi dari informasi tersebut.
Komponen akurat meliputi:
a. Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kelengkapan yang baik karena bila informasi yang dihasilkan
sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
b. Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kebenaran.
c. Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki
keamanan.
2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya sebab
informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai nilai yang baik
sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan
dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus
cepatnya informasi tersebut didapat sehingga diperlukan teknologiteknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya
3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi
informasi untuk satu orang dengan yang lainnya berbeda. Misalnya
informasi mengenai sebab kerusakan mesin produksi kepada akuntan
perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan
kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih
besar dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar
informasi tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai
uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

2.2. Landasan Teori


Berikut ini adalah beberapa landasan teori dari penelitian ini adalah sebagai
berikut antata lain:

2.2.1. Konsep Kinerja (Performance)


2.2.1.1. Defenisi Kinerja
Kinerja merupakan sistem yang memuat pengelolaan kinerja, satuan kinerja
hingga ke individu dalam suatu organisasi atau instansi. Kinerja merupakan
hal penting yang harus dicapai oleh setiap instansi dimanapun, karena kinerja
merupakan cerminan dari kemampuan instansi dalam mengelola dan
mengalokasikan sumber dayanya.
Kinerja menurut kamus besar Bahasa Indonesia berarti suatu yang dicapai
atau prestasi yang dicapai atau diperlihatkan sehingga kinerja dapat diartikan
sebagai prestasi kinerja oleh individu perusahaan.
Menurut Mahsun (2009) Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai
tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam
mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam
strategic planning suatu organisasi.
Sementara Helfert (1996) mendefinisikan kinerja adalah suatu tampilan
keadaan secara utuh atas perusahaan selama periode waktu tertentu,
merupakan hasil atau prestasi yang dipengaruhi oleh kegiatan operasional
perusahaan dalam memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki.
Menurut Mangkunegara (2004) definisi dari kinerja adalah hasil kerja yang
secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh sesorang pegawai dalam
melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya. Sedangkan menurut Marihot Tua Efendi Hariandja (2002) Kinerja
adalah unjuk kerja yang merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai
atau prilaku nyata yang ditampilkan sesuai dengan perannya dalam
organisasi. Dari beberapa pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok
dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggungjawab
masing-masing.
Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat
keberhasilan individu maupun kelompok individu.Kinerja bisa diketahui hanya
jika individu atau kelompok individu tersebut mempunyai kriteria keberhasilan
yang telah ditetapkan.kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau
target-target tertentu yang hendak dicapai. Tanpa ada tujuan dan target,
kinerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak
ada tolak ukurnya.
Kinerja pegawai yang baik adalah salah satu faktor yang sangat penting
dalam upaya instansi untuk meningkatkan produktivitas. Kinerja merupakan
indikator dalam menentukan bagaimana usaha untuk mencapai tingkat
produktivitas yang tinggi dalam suatu organisasi atau instansi.
Istilah kinerja merupakan terjemahan dari performance yang sering diartikan
sebagai prestasi kerja, pelaksanaan kerja, atau hasil kerja/unjuk
kerja/penampilan kerja. Lembaga Administrasi Negara (Sedarmayanti,
2001:50), sependapat mangkunegara (2005:67), bahwa kinerja berasal dari
kata job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi
sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). Mangkunegara menjelaskan
bahwa penilaian kinerja pada prinsipnya merupakan cara pengukuran
kontribusi-kontribusi dari individu dalam instansi yang dilakukan terhadap
organisasi. Hal ini diperkuat menurut pendapat Sulistiyani dan Rosidah (2003:
223), bahwa nilai penting dari penilaian kinerja adalah menyangkut penentuan
tingkat kontribusi individu dan kinerja yang diekpresikan dalam penyelesaian
tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Kinerja merupakan prestasi kerja atau hasil kerja yang dicapai oleh seorang
karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya. Sudut pandang berbeda menurut Sulistiyani dan
Rosidah (2003; 223), bahwa kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan
atau tidak dilakukan karyawan sehingga mereka mempengaruhi seberapa
banyak mereka memberi kontribusi kepada instansi atau organisasi termasuk
kualitas pelayanan yang disajikan. Dalam situsi administrasi publik, kinerja
mulai dituntut untuk diukur sejak Woodrow Wilson menekankan efisiensi
dalam desain administrasi, dan sejak FW Taylor mendorong pegawai bekerja
efisien. Kinerja diartikan pemanfaatan sumber daya secara efisien dan efektif
untuk mencapai hasil, Berman (2006:5) dalam (keban, 2008:209). Dalam
defensi ini, aspek yang ditekankan adalah catatan tentang outcome atau hasil
akhir yang diperoleh setelah suatu pekerjaan atau aktivitas dijalankan selama
kurun waktu tertentu.
Kinerja hanya mengacu pada serangkaian hasil yang diperoleh seseorang
pegawai selama periode tertentu dan tidak termasuk karakteristik yang dinilai
walaupun pendapat diatas menekankan outcome yang dihasilkan dalam
waktu tertentu, namun secara umum suatu kinerja sering diartikan sebagai
tingkat pencapaian hasil (degree of accomplishment), (keban, 2008:209),
selanjutnya menurut Smith (sedarmayanti, 2001:50), bahwa kinerja adalah
output driver from processes human otherwise maksudnya bahwa kinerja
merupakan hasil atau keluaran suatu proses.
Penilaian kinerja merupakan salah satu kegiatan penting bagi kepegawaian,
karena dengan kegiatan ini, pemimpin organisasi dapat mengontrol faktor
manusia dalam menunjang tujuan yang telah ditetapkan, selain itu penilaian
kinerja juga digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam organisasi.
Merujuk pendapat simamora (2004:338), bahwa penilaian kinerja
(performance appraisal) adalah proses yang digunakan organisasi untuk
mengevaluasi pelaksanaan kerja individu karyawan.
Dalam organisasi modern, penilaian kinerja merupakan mekanisme penting
untuk digunakan dalam menjelaskan tujuan, standar kinerja dan memotivasi
kinerja individu di waktu berikutnya. Hal ini merujuk pendapat Mathis &
Jackson (2002:82) yang mengatakan bahwa penilaian kinerja (performance
appraisal) karyawan memiliki dua penggunaan yang umum di dalam
organisasi yaitu mengukur kinerja untuk tujuan memberikan penghargaan
atau dengan kata lain untuk membuat keputusan administratif berupa
promosi dan pemecatan karyawan dan tujuan untuk pengembangan potensi
individu.
Dari beberapa pendapat tersebut bahwa, penilaian kinerja adalah suatu
proses penilaian prestasi pegawai yang dilakukan pemimpin organisasi secara
sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepada seseorang pegawai
sedangkan yang dimaksud dengan system penilaian prestasi kerja adalah
suatu pendekatan dalam melakukan penilaian prestasi kerja para pegawai
tersebut. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa walaupun penekanan yang
sedikit berbeda.
Penilaian kinerja pegawai negeri sipil adalah penilaian secara periodik
pelaksanaan pekerjaan seorang pegawai negeri sipil. Tujuan penilaian kinerja
adalah untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dan kelebihan-kelebihan
yang dimiliki oleh pegawai negeri sipil yang bersangkutan dalam
melaksanakan tugasnya. Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam pembinaan pegawai negeri sipil, antara lain
pengangkatan dalam jabatan, pendidikan dan pelatihan, serta pemberian
penghargaan. Penilaian kinerja pegawai negeri sipil dilaksanakan berdasarkan
peraturan pemerintah no 10 tahun 1979 tentang negeri sipil

Dalam daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan unsur-unsur yang dinilai


adalah: a) kesetiaan, b) prestasi kerja, c) tanggung jawab, d) ketaatan, e)
kejujuran, f) kerja sama, g) prakarsa, h) kepemimpinan.
Suatu penilaian kinerja akan membutuhkan jawaban dari pihak penilaian
sesuai dengan hasil pengamatan dari kinerja yang ditampilkan oleh pihak
yang dinilai. Jawaban dari pihak penilai dalam suatu penilaian akan dilakukan
suatu pengelolaan sehingga menghasilkan suatu nilai akhir. Setiap jawaban
dalam proses penilaian ini dijabarkan dalam bentuk suatu kriteria penilaian.
Dimana nilai tertinggi merupakan kriteria yang diharapkan oleh pihak instansi
dan nilai terendah merupakan kriteria yang paling tidak diharapkan oleh pihak
instansi masing - masing variable dan indikator penilaian memiliki kriteria
seperti yang terlampir pada sub bab lampiran indikator dan kriteria penilaian.
Contoh kriteria penilaian dari variabel prestasi kerja dengan indikator pertama
nya yaitu mempunyai keterampilan dalam melaksanakan tugasnya seperti
tertera pada tabel dibawah ini
Tabel 2.1. Kriteria Penilaian dari Indikator
Indikator
Keterampilan
dalam
melaksanakan
tugas
Keterampilan
dalam
melaksanakan
tugas
Keterampilan
dalam
melaksanakan
tugas
Keterampilan
dalam
melaksanakan
tugas
Keterampilan
dalam
melaksanakan
tugas

Nilai
91-100

Kriteria penilaian
Mempunyai keterampilan yang
sangat baik dalam melaksanakan
tugasnya

76-90

Mempunyai keterampilan yang baik


dalam melaksanakan tugasnya

61-75

Mempunyai keterampilan yang baik


dalam melaksanakan tugasnya

51-60

Mempunyai keterampilan yang baik


dalam melaksanakan tugasnya

0-50

Mempunyai keterampilan yang baik


dalam melaksanakan tugasnya

2.2.2. Peniilaian Kinerja


2.2.2.1. Defenisi Penilaian kinerja
Penilaian kinerja merupakan suatu proses organisasi dalam menilai kinerja
pegawainya, dari hasil penilaian dapat dilihat kinerja perusahaan yang
dicerminkan oleh kinerja karyawan karena kinerja merupakan perilaku nyata
yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh
karyawan sesuai dengan perannya dalam perusahaan, dengan demikian,
penilaian kinerja merupakan hasil kerja karyawan dalam lingkup tanggung
jawabnya dan kinerja karyawan merupakan suatu hal yang sangat penting
dalam upaya perusahaan untuk mencapai tujuannya.
Menurut A. A. Anwar Prabu Mangkunegara (2001:67) mengemukakan kinerja
(prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai
oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya. Untuk jelasnya mengenai pengertian
penilaian kinerja, kita lihat beberapa pengertian menurut para ahli:

10

Pengertian penilaian kinerja menurut A. A. Anwar Prabu Mangkunegara


(2001:69) bahwa Penilaian kinerja (prestasi pegawai) adalah suatu proses
penilaian prestasi kerja pegawai yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan
secara sistematik berdasarkan pekerjaan yang ditugaskan kepadanya.
Pengertian penilaian kinerja menurut Mathis dan Jackson (2001:81) bahwa,
Penilaian kinerja (performance Appraisal) adalah proses evaluasi seberapa
baik pegawai mengerjakan pekerjaan mereka ketika dibandingkan dengan
satu set standar, dan kemudian mengkomunikasikannya dengan para
pegawai. Pengertian penilaian kinerja menurut Henry Simamora (2004:338)
bahwa, Penilaian kinerja (performance appraisal) adalah proses yang dipakai
oleh organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja individu karyawan.
Pengertian penilaian kinerja menurut Malayu S. P Hasibuan (2001:87) bahwa,
Penilaian kinerja (prestasi kerja) adalah menilai rasio hasil kerja nyata dengan
standar kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan.
Pengertian penilaian kinerja menurut Bambang Wahyudi (2002:101) bahwa,
Penilaian prestasi kerja (Performance appraisal) adalah suatu evaluasi yang
dilakukan secara periodik dan sistematis tentang prestasi kerja atau jabatan
(job performance) seorang tenaga kerja, termasuk potensi
pengembangannya.
2.2.2.2. Tujuan Penilaian Kinerja
Suatu perusahaan melakukan penilaian kinerja didasarkan pada 2 (dua)
alasan pokok, yaitu:
1. Manajer memerlukan evaluasi yang objektif terhadap kinerja karyawan
pada masa lalu yang digunakan untuk membuat keputusan di bidang
sumber daya manusia di masa yang akan datang.
2. Manajer memerlukan alat yang memungkinkan untuk membantu
karyawannya

memperbaiki

kinerja,

merencanakan

pekerjaan,

mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk perkembangan


karier dan memperkuat kualitas hubungan antar manajer yang
bersangkutan dengan karyawannya.
Selain itu penilaian kinerja dapat digunakan untuk:
1. Mengetahuai pengembangan, yang meliputi : (a) identifikasi kebutuhan
pelatihan, (b) umpan balik kinerja, (c) menentukan transfer dan
penugasan, dan (d) identifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan.
2. Pengambilan keputusan administratif, yang meliputi : (a) keputusan
untuk

menentukan

gaji,

promosi,

mempertahankan

atau

memberhentikan karyawan, (b) pengakuan kinerja karyawan, (c)


pemutusan hubungan kerja dan (d) mengidentifikasi yang buruk.
3. Keperluan perusahaan, yang meliputi : (a) perencanaan sumber daya
manusia,

(b)

menentukan

kebutuhan

pelatihan,

(c)

evaluasi

11

pencapaian tujuan perusahaan, (d) informasi untuk identifikasi tujuan,


(e) evaluasi terhadap system sumber daya manusia, dan (f) penguatan
terhadap kebutuhan pengembangan perusahaan.
4. Dokumentasi, yang meliputi: (a) criteria untuk validasi penelitian, (b)
dokumentasi keputusan-keputusan sumber daya manusia, dan (c)
membantu untuk memenuhi persyaratan hukum.
Berdasarkan uraian di atas, tujuan penilaian kinerja karyawan pada dasarnya
meliputi:
1. Untuk mengetahui tingkat prestasi karyawan selama ini.
2. Pemberian imbalan yang serasi, misalnya untuk pemberian kenaikan
gaji berkala, gaji pokok, kenaikan gaji istimewa, insentif uang.
3. Mendorong pertanggung jawaban dari karyawan.
4. Untuk pembeda antar karyawan yang satu dengan yang lain.
5. Pengembangan sumber daya manusia yang masih dapat dibedakan
lagi ke dalam :
a. Penugasan kembali, seperti diadakannya mutasi dan transfer,
rotasi pekerjaan.
b. Promosi, kenaikan jabatan.
c. Training atau latihan.
6. Meningkatkan motivasi kerja.
7. Meningkatkan etos kerja.
8. Memperkuat hubungan antar karyawan dengan supervisor melalui
diskusi tentang kemajuan kerja mereka
9. Sebagai alat untuk memperoleh umpan balik dari karyawan untuk
memperbaiki desain pekerjaan, lingkungan kerja, dan rencana karier
selanjutnya.
10. Riset seleksi sebagai criteria keberhasilan atau efektivitas.
11. Sebagai salah satu sumber informasi untuk perencanaan sumber daya
manusia, karier dan keputusan perencanaan suksesi.
12. Membantu menempatkan karyawan dengan pekerjaan yang sesuai
untuk mencapai hasil yang baik secara menyeluruh.
13. Sebagai sumber informasi untuk pengambilan

keputusan

yang

berkaitan dengan gaji, upah, insentif, kompensasi dan berbagai


imbalan lainnya.
14. Sebagai penyaluran keluhan yang berkaitan dengan masalah pribadi
maupun pekerjaan.
15. Sebagai alat untuk menjaga tingkat kinerja.

12

16. Sebagai alat untuk membantu dan mendorong karyawan untuk


mengambil inisiatif dalam rangka memperbaiki kinerja.
17. Untuk mengetahui efektivitas kebijakan sumber daya manusia, seperti
seleksi,

rekrutmen,

pelatihan,

dan

analisis

pekerjaan

sebagai

komponen yang saling ketergantungan di antara fungsi-fungsi sumber


daya manusia.
18. Mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan-hambatan agar kinerja
menjadi baik.
19. Mengembangkan dan menetapkan kompensasi pekerjaan.
20. Pemutusan hubungan kerja, pemberian sangsi ataupun hadiah.
2.2.2.3. Kegunaan Penilaian Kinerja
Kegunaan penilaian kinerja ditinjau dari berbagai perspektif pengembangan
perusahaan, khususnya manajemen sumber daya manusia, yaitu:
1. Posisi Tawar. Untuk memungkinkan manajemen melakukan negosiasi
yang objektif dan rasional dengan serikat buruh atau langsung dengan
karyawan.
2. Perbaikan kinerja.

Umpan balik pelaksanaan kerja yang bermanfaat

bagi karyawan, manajer, dan spesialis personil dalam bentuk kegiatan


untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerja karyawan.
3. Penyesuaian kompensasi. Penilaian kinerja membantu pengambilan
keputusan dalam penyesuaian ganti-rugi, menentukan siapa yang
perlu dinaikan upahnya-bonus atau kompensasi lainnya. Banyak
perusahaan mengabulkan sebagian atau semua dari bonus dan
peningkatan upah mereka atas dasar penilaian kinerja.
4. Keputusan penempatan. Membantu dalam promosi,

keputusan

penempatan, perpindahan, dan penurunan pangkat pada umumnya


didasarkan pada masa lampau atau mengantisipasi kinerja. Sering
promosi adalah penghargaan untuk kinerja yang lalu.
5. Pelatihan dan pengembangan. Kinerja buruk mengindikasikan adanya
suatu kebutuhan untuk latihan. Demikian juga, kinerja baik dapat
mencerminkan adanya potensi yang belum digunakan dan harus
dikembangkan.
6. Perencanaan dan pengembangan karier. Umpan balik penilaian kinerja
dapat

digunakan

sebagai

panduan

dalam

perencanaan

dan

13

pengembangan karier karyawan, penyusunan program pengembangan


karier yang tepat, dapat menyelaraskan antara kebutuhan karyawan
dengan kepentingan perusahaan.
7. Evaluasi proses staffing. Prestasi
mencerminkan

kekuatan

atau

kerja

yang

kelemahan

baik

atau

prosedur

buruk
staffing

departemen sumber daya manusia.


8. Defisiensi proses penempatan karyawan. Kinerja yang baik atau jelek
mengisyaratkan

kekuatan

atau

kelemahan

dalam

prosedur

penempatan karyawan di departemen sumber daya manusia.


9. Ketidakakuratan informasi. Kinerja lemah menandakan

adanya

kesalahan didalam informasi analisis pekerjaan, perencanaan sumber


daya manusia atau system informasi manajemen sumber daya
manusia. Pemakaian informasi yang tidak akurat dapat mengakibatkan
proses rekrutmen, pelatihan, atau pengambilan keputusan tidak
sesuai.
10. Kesalahan dalam merancang pekerjaan. Kinerja yang lemah mungkin
merupakan suatu gejala dari rancangan pekerjaan yang kurang tepat.
Melalui penilaian kinerja dapat membantu mendiagnosis kesalahan ini.
Artinya, jika uraian pekerjaan tidak tepat, apalagi tidak lengkap,
wewenang

dan

tanggung

jawab

tidak

seimbang,

jalur

pertanggungjawaban kabur dan berbagai kelemahan lainnya akan


berakibat pada prestasi kerja yang kurang memuaskan.
11. Kesempatan kerja yang adil. Penilaian kinerja yang akurat terkait
dengan pekerjaan dapat memastikan bahwa keputusan penempatan
internal tidak besifat diskriminatif.
12. Mengatasi tantangan-tantangan eksternal.

Kadang-kadang

kinerja

dipengaruhi oleh faktor diluar lingkungan pekerjaan, seperti keluarga,


keuangan, kesehatan, atau hal lain seperti hal pribadi. Jika faktor ini
tidak dapat diatasi karyawan bersangkutan, departemen sumber daya
manusia mungkin mampu menyediakan bantuan.

14

13. Elemen-elemen pokok sistem penilaian kinerja. Departemen sumber


daya manusia biasanya mengembangkan penilaian kinerja bagi
karyawan

di

semua

departemen.

penilaian

ini

mencakup

kriteria

Elemen-elemen
yang

ada

pokok

hubungan

sistem
dengan

pelaksanaan kerja dan ukuran-ukuran kriteria.


14. Umpan balik ke sumber daya manusia. Kinerja baik atau jelek di
seluruh perusahaan, mengindikasikan seberapa baik departemen
sumber daya manusia berfungsi.
Perusahaan tidak cukup hanya mempunyai sistem penilaian tetapi sistem
tersebut harus efektif, diterima, dan dapat digunakan dengan baik. Dengan
kondisi seperti itu, penilaian kinerja dapat mengidentifikasikan apa yang
diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang
berhubungan dengan analisis pekerjaan dan desain, perencanaan sumber
daya manusia, struktur karyawan, pelatihan dan pengembangan, dan
perencanaan karier.
Kinerja Karyawan

Penilaian Kinerja

Umpan Balik Karyawan

Kinerja Ukuran
Standar Kinerja

Gambar 2.1. Mekanisme Penilaian Kinerja Karyawan


Keputusan SDM

Dokumen Karyawan

2.2.2.4. Aspek-aspek Yang Dinilai


Dari hasil studi Lazer dan Wikstrom yang dikutif oleh Veithzal Rivai (2004 :
324) bahwa aspek-aspek yang dinilai dari penilaian kinerja adalah :
1. Kemampuan teknis
Kemampuan menggunakan pengetahuan, metode, teknik, dan peralatan
yang dipergunakan untuk melaksanakan tugas serta pengalaman dan
pelatihan yang diperolehnya.
2. Kemampuan konseptual
Kemampuan untuk memahami kompleksitas perusahaan dan penyesuaian
bidang gerak dari unit masing-masing ke dalam bidang operasional
perusahaan secara menyeluruh, yang pada intinya individual tersebut
memahami tugas, fungsi serta tanggung jawabnya sebagai seorang
karyawan.
3. Kemampuan hubungan interpersonal
Kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain, memotivasi
karyawan, melakukan negosiasi, dan lain-lain.

15

2.2.3. Penilaian Kinerja PNS


2.2.3.1 Pengertian Penilaian Kinerja PNS
Penilaian kinerja adalah kesempatan periodik untuk melakukan komunikasi
antara orang yang menugaskan pekerjaan dengan orang yang
mengerjakannya untuk mendiskusikan apa yang saling mereka harapkan dan
seberapa jauh harapan ini dipenuhi. Penilaian kinerja memungkinkan
terjadinya komunikasi antara atasan dengan bawahan untuk meningkatkan
produktivitas serta untuk mengevaluasi pengembangan apa saja yang
dibutuhkan agar kinerja semakin meningkat. Penilaian pelaksanaan pekerjaan
pegawai adalah merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk
mengevaluasi tingkat pelaksanaan pekerjaan atau unjuk kerja (performance
appraisal) seorang pegawai. dilingkungan pegawai negeri sipil dikenal dengan
DP3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP10 Tahun
1979.
1.2.3.2 Penilaian Pelaksanan Pekerjaan PNS
Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan atau DP3 adalah penilaian yang
diberikan atasan bertujuan untuk memperoleh bahan-bahan pertimbangan
yang objektif dalam pembinaan PNS, dan dilaksanakan dalam kurun waktu
sekali setahun oleh pejabat penilai, yang dituangkan dalam daftar
penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP3). Menurut (Moekijat,1991:99) penilaian
pelaknsanaan pekerjaan adalah penilaian individu mengenai pelaksanaan
pekerjaan di tempat kerja dan kesanggupan untuk memperoleh kemajuan
secara sistematis.
Sedangkan menurut (Mohhamad Syuhadak, 1996:72) penilaian pelaksanaan
pekerjaan merupakan penilaian hasil kerja yang dicapai oleh pegawai, artinya
meliputi jumlah dan mutu yang dihasilkan sesuai standar yang ditetapkan.
DP3 bertujuan sebagai petunjuk bagi setiap pegawai negeri sipil dan pejabat
penilai dalam menyusun sasaran kerja pegawai sasaran kerja pegawai sesuai
dengan bidang tugas jabatannya. Selain itu DP3 juga berfungsi agar setiap
pegawai negeri sipil dan pejabat penilai dapat menyusun sasaran kerja
pegawai sesuai dengan bidang tugas jabatan masing-masing, serta dapat
mengetahui capaian sasaran kerja pegawainya.
Dasar hukum DP3 adalah undang-undang nomor 8 tahun 1974 tentang pokok
pokok kepegawaian.undang-undang nomor 43 tahun 1999 tentang perubahan
undang-undang nomor 8 tahun 1974. Serta peraturan pemerintah nomor 10
tahun 1979 tentang penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai negeri sipil.
Manfaat dari pada penilaian pelaksanaan pekerjaan, yaitu antara lain: Untuk
menetapkan pengembangan karier atau promosi, untuk menentukan training,
untuk menentukan standar penggajian, untuk menentukan mutasiatau
perpindahan pegawai, meningkatkan produktivitas & tanggungjawab
karyawan, meningkatkan motivasipegawa imenghindari pilih kasih, mengukur
keberhasilan kepemimpinan seseorang.
2.2.3.3 Unsur-Unsur Penilaian
1. Kesetiaan
Kesetiaan adalah ketaatan dan pengabdian kepada pancasila UUD45, NEGARA
dan pemerintah. Kesetiaan juga dapat diartikan sebagai tekad dan
kesanggupan mentaati, melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati
dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab. Selain kesetiaan hal lain dalam

16

unsur kesetiaan yang akan dinilai adalah pengabdian. Pengabdian itu sendiri
adalah penyumbangan pikiran dan tenaga secara ikhlas dengan
mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan golongan atau pribadi.
2. Prestasi Kerja
Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang PNS dalam
melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Prestasi kerja dapat
dipengaruhi oleh: kecakapan, keterampilan, pengalaman dan kesungguhan
PNS yang bersangkutan.
3. Tanggungjawab
Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang PNS dalam menyelesaikan
pekerjaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat pada
waktunya serta berani memikul atas keputusan yang diambilnya atau
tindakan yang dilakukannya.
4. Ketaatan
Ketaatan adalah kesanggupan ketulusan hati seorang PNS untuk mentaati
segala peraturan perundangan dan peraturan kedinasan yang berlaku.
Ketaatan juga termasuk mentaati perintah kedinasan yang diberikan oleh
atasan yang berwenang, serta kesanggupan untuk tidak melanggar larangan
yang ditentukan.
5. Kejujuran
Kejujuran adalah ketulusan hati seorang PNS dalam melaksanakan tugas dan
kemampuan untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang diberikan
kepadanya.
6. Kerja sama
Kerja Sama adalah kemampuan seorang PNS untuk bekerja bersama-sama
dengan orang lain dalam menyelesaikan sesuatu tugas yang ditentukan
sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya.
7. Prakarsa
Prakarsa adalah kemampuan seorang PNS untuk mengambil keputusan,
langkah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam
melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dari atasan.
8. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan seorang PNS untuk meyakinkan orang lain
sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas
pokok. (Khusus untuk PNS yang berpangkat Pengatur Muda golongan ruang
II/a ke atas yang memangku suatu jabatan).

2.2.4. Konsep Paired Comparison


2.2.4.1 Metode Paired Comparison
Metode ini merupakan salah satu metode penentuan sikap atau pemilihan
terbaik.Kegunaan metode ini semacam pembobotan untuk menggambarkan
relative importance atau kepentingan relatif beberapa objek, yaitu semacam
pembobotan yang menggambarkan kepentingan relative beberapa objek.
Paired Comparison Analysis membantu kita memecahkan masalah yang relatif
lebih penting daripada yang lainnya. Teknik ini berguna, ketika kita tidak
mempunyai data-data yang objektif mengenai masalah yang sedang kita
hadapi. Analisis ini memudahkan kita untuk memilih masalah yang paling
penting untuk diselesaikan atau memilih solusi yang memberikan keuntungan
paling besar.
Dalam menggunakan teknik ini, bandingkan tiap pilihan yang ada dengan
pilihan lain, satu per satu. Untuk setiap perbandingan tentukan dua pilihan
yang paling penting.Lalu berikan skor yang menunjukkan seberapa penting
pilihan tersebut.Setelah itu, kita bisa menggabungkan semua perbandingan
diatas sehingga tiap pilihan memiliki derajat kepentingan.

17

Langkah-langkah dalam melakukan Paired Comparison Analysis:


1. Buatlah daftar mengenai hal apa yang akan dibandingkan. Berikan
huruf untuk tiap pilihan.
2. Buat tabel dengan model baris dan kolom.
3. Hitamkan bagian tabel dimana kita akan membandingkan dua hal
yang sama. Biasanya terdapat di diagonal dari tabel tersebut.
4. Hitamkan juga bagian tabel dimana kita akan menemui
perbandingan mengenai hal yang sama pada bagian yang lain.
Biasanya bagian ini berada di bawah garis diagonal.
5. Pada bagian yang tersisa, bandingkan pilihan yang ada pada baris
dengan pilihan yang ada pada kolom. Untuk tiap sel putuskan hal
mana yang lebih penting. Tandai dengan huruf untuk pilihan yang
lebih

penting

dalam

tiap

sel-nya.

Serta

berikan

nilai

pada

perbedaan tingkatan kepentingannya yang berkisar antara 0 (tidak


ada perbedaan) sampai 3 (sangat berbeda).
6. Terakhir, gabungkan hasilnya dengan menjumlahkan nilai total
untuk setiap pilihan. Kita dapat juga merubah nilai tersebut ke
dalam bentuk persentase.
Teknik analisis paired comparison merupakan metode yang baik untuk
mengukur kepentingan relatif (relative importance) dari sejumlah alternatif
solusi dan tindakan. Analisis ini memeudahkan kita dalam menentukan
keputusan kala skala prioritas dari masalah dan solusi tidak jelas, atau ketika
seluruh solusi terhadap masalah memiliki kemungkinan menarik untuk dipilih.
Teknik ini menyediakan kerangka untuk membandingkan setiap solusi atau
tindakan terhadap alternatif solusi atau tindakan lain, dan memperlihatkan
pada kita perbedaan kepentingan antara alternatif solusi.
Metode paired comparison merupakan salah satu metode pengambilan
keputusan terhadap dua tau lebih kriteria seorang engineer bernama Dr Roy
Woodhead. Contoh metode paired comparison yang dicontohkan oleh beliau
yaitu
Tabel 2.2. Metode Paired Comparison Indeks

C
C2

Sko
r
2

Persenta
se
33

Deskrip
si
A

A2
B

C2

67

100

TOTAL
1.
2.
3.

Slight benefit
Moderate benefit
Major benefit

18

Dalam contoh ini terdapat tiga kriteria A,B,C yang akan dibandingkan

mana yang terbaik


Dari contoh di atas A lebih penting dibanding B dengan tingkat

kepentingan moderate oleh karena itu tertulis A2


C lebih penting dari A dengan tingkat kepentingan moderate sehingga

tertulis C2 begitupun C terhadap B sehingga tertulis C2


Shor 1 untuk sloght
Skor 2 untuk moderate
Skor 3 untuk major
Skor kemudian dijumlahkan. Pada tabel tertulis A memilih skor A2

sehinnga skornya 2. C memiliki skor C2 dan C2 sehingga skornya 4


Skor tersebut kemudian dipresentasikan sehinnga di dapatlah C = 67

%, A= 33% dan B=0


Skor tersebut nantinya akan dibawa ke matriks analisis fungsi sebagai
indeks ataupun bobot
Tabel 2.3. Metode Paired Comparison Indeks

Skor

A3
B

A3
B3
C

A3
B3
C2
D

A3
B3
C2
D1
E

A3
B3
C2
F1
E1

15
9
6
2
1
1
34

TOTAL

Persentas
e
44
26
18
6
3
3
100

Deskripsi
A
B
C
D
E
F

Paired comparison atau perbandingan berpasangan merupakan salah satu


teknik penilaian butir yang bertujuan untuk mengukur sikap kelompok
terhadap beberapa butir yang kemungkinan menjadi pilihan. Metode paired
comparison dapat juga digunakan untuk menentukan bobot relevansi
berdasarkan pendapat sekelompok orang.
Caranya adalah semua butir dipasangkan dua-dua, kemudian sekelompok
orang diminta menentukan manakah butir-butir yang lebih baik. Jumlah
pasangan yang dapat disusun bisa dirumuskan,

n( n1)/2 . Di mana n =

banyaknya butir (objek/pilihan)


2.2.4.2. Teknik Penilaian KinerjaPaired Comparison
Secara umum, penilaian kinerja merupakan suatu proses membandingkan
kinerja karyawan dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi. (Fisher,
Robert, 2005) mengemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan proses
dimana kontribusi karyawan terhadap organisasi selama periode tertentu

19

dinilai. Penilaian kinerja didefinisikan sebagai usaha mengevaluasi kinerja


karyawan pada saat ini dan masa lalu dikaitkan dengan standar kinerjanya
(Byars, Lloyd L, rule, Lislie W., 1997). Sejumlah pendekatan untuk mengukur
kinerja antara lain pendekatan komparatif, pendekatan atribut dan
pendekatan keprilakuan. Teknik penilaian kinerja Paired Comparison
merupakan salah satu teknik dengan pendekatan komparatif (Noe, Raymond
A., 2000).
Sebagai contoh, seorang penilai akan menilai enam orang. Nama-nama
individu yang dinilai didaftar pada sisi sebelah kiri lembar penilaian. Penilai,
kemudian membandingkan karyawan pertama dengan karyawan kedua pada
kriteria kinerja yang telah dipilih, seperti kuantitas kerja. Jika penilai percaya
bahwa karyawan pertama telah menghasilkan kerja lebih baik daripada
karyawan kedua, maka ada skor nilai

(1)

di tempatkan pada nama

karyawan pertama.
Proses diulang hingga setiap karyawan telah dibandingkan dengan setiap
karyawan lain pada semua kriteria kinerja yang dipilih. Karyawan dengan
angka 1 terbanyak dinyatakan sebagai berkinerja terjelek. Teknik ini akan
menghadapi masalah, jika karyawan dan kriteria yang dibandingkan lebih
banyak, maka akan memerlukan waktu yang relative lama

2.2.5. Algoritma
Menurut Knuth, Donald E. (1973, P4), algoritma dalam pengertian modern
mempunyai kemiripan dengan istilah resep, proses, metode, teknik, prosedur,
rutin. Algoritma adalah sekumpulan aturan-aturan sehingga yang memberikan
sederetan operasi-operasi untuk menyelesaikan suatu jenis masalah yang khusus.
Menurut RinaldiMunir, algoritma adalah urutan langkah-langkah logis
penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Berdasarkan dua pengertian
algoritma di atas, dapat disimpulkan bahwa algoritma merupakan suatu istilah
yang luas, yang tidak hanya berkaitan dengan dunia komputer.
Menurut Donald E. Knuth dalam bukunya yang berjudul The Art of
Computer Programming, algoritma memiliki 5 ciri-ciri penting yakni :

20

1) Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan langkah terbatas. Dalam


hal ini, jika langkah-langkah yang ada telah dipenuhi dan telah
dieksekusi, algortima haruslah berhenti.
2) Setiap langkah harus didefinisikan agar tidak memiliki arti dua
(ambiguous).
3) Algoritma mempunyai nol atau lebih masukan (input).
4) Algoritma mempunyai nol atau lebih keluaran (output).
5) Algoritma haruslah efektif, yakni mempunyai langkah yang sederhana
agar dapat dikerjakan dengan waktu yang efektif.
2.2.6. Algoritma Clustering
Secara umum pembagian algoritme clustering dapat digambarkan sebagai
berikut:

Clustering

Gambar 2.2. Kategori Algoritme Clustering

Hierarchical

Partitional

Clustering large date

Hierarchical clustering menentukan sendiri jumlah cluster yang dihasilkan.


Hasil dari metode ini adalah suatu struktur data berbentuk pohon yang
disebut dendogram dimana data dikelompokkan secara bertingkat dari yang
paling bawah dimana tiap instance data merupakan satu cluster sendiri,
Agglomerative
Divisive
hingga tingkat paling atas dimana keseluruhan data membentuk satu cluster
besar berisi cluster-cluster seperti gambar

21

Gambar 2.3.

Dendogram

Divisive
hierarchical
clustering
mengelompokkan
data dari
kelompok
yang terbesar hingga ke kelompok yang terkecil, yaitu masing-masing
instance dari kelompok data tersebut.Sebaliknya, agglomerative hierarchical
clustering mulai mengelompokkan data dari kelompok yang terkecil hingga
kelompok yang terbesar (Kantardzic, Mehmed 2003). Beberapa algoritme
yang menggunakan metode ini adalah: Robust Clustering Using Links (ROCK),
Chameleon, Cobweb, Shared Nearest Neighbor (SNN). Partitional clustering
yang mengelompokkan data ke dalam k cluster dimana k adalah banyaknya
cluster dari input user. Kategori ini biasanya memerlukan pengetahuan yang
cukup mendalam tentang data dan proses bisnis yang memanfaatkannya
untuk mendapatkan kisaran nilai input yang sesuai. Beberapa algoritme yang
masuk dalam kategori ini antara lain: K-Means, Fuzzy C-Means,Clustering
Large Aplications (CLARA), Expectation Maximation (EM), BondEnergy
Algorithm (BEA), algoritme Genetika, Jaringan Saraf Tiruan.
Clustering Large Data, dibutuhkan untuk melakukan clustering pada data yang
volumenya sangat besar sehingga tidak cukup ditampung dalam memori
komputer pada suatu waktu. Biasanya untuk mengatasi masalah besarnya
volume data, dicari teknik-teknik untuk meminimalkan berapa kali algoritme
harus membaca seluruh data. Beberapa algoritme yang masuk dalam kategori
ini antara lain: Balanced Iteratif Reducing and clustering using hierarchies
(BIRCH), DensityBased Spatial Clustering of Application with Noise (DCSCAN),
ClusteringCategorical Data Using Summaries (CACTUS).
Clustering data merupakan salah satu metode data mining yang bersifat
tanpa arahan (unsuoersvised). Ada dua jenis data clustering yang sering
dipergunakan dalam proses pengelompokan data yaitu hierarchical data
clustering dan non hierarchical data clustering (agusta.2007). Fuzzy C-means
merupakan salah satu metode data clustering non hierarki yang berusaha
mempartisi data yang ada ke dalam bentuk satu atau lebih cluster. Metode ini
mempartisi data ke dalam cluster sehingga data yang memiliki karakteristik
yang sama dikelompokkan ke dalam satu cluster yang sama dan data yang
mempunyai karakteristik yang berbeda dikelompokkan ke dalam kelompok
yang lain. Adapun tujuan dari data clustering ini adalah untuk
meminimalisasikan objective function yang diset dalam proses clustering,
yang pada umumnya berusaha meminimalisasikan variasi di dalam satu
cluster dan memaksimalisasikan variasi antar cluster.
Suber shihab, 2000 shihab A.1.2000, "fuzzyclustering algoritms and their
applicarion to medical image analysis, a dissertation of doctor of philosopy of
the university of London.
An effective software process applied in a manner that creates a usefull
product that provides measurable value for those who produce it and those
who use it .
Definisi tersebut memberikan penekanan pada 3 titik yang penting berikut
ini:
1. Suatu proses perangkat lunak yang efektif menetapkan
infrastruktur yang mendukung usaha untuk mengembangkan
produk perangkat lunak yang berkualitas tinggi.

22

2. Suatu produk yang bermanfaat di dalamnya memiliki isi, fungsifungsi serta fitur-fitur yang diingikan oleh pengguna akhir, namun
yang lebih penting, produk tersebut di dalamnya memiliki asetaset yang andal serta bebas dari kesalahan-kesalahan.
3. Melakukan penambahan nilai pada produsen maupun pengguna
produk perangkat lunak, perangkat lunak yang berkualitas tinggi
selalu memberikan keuntungan pada organisasi perangkat lunak
dan para pengguna akhir (Pressman, 2010).

2.2.7. AlgoritmaFuzzyClustering C-Means (FCM)


Pada proses pengklusterteran (clustering) secara klasik (misalnya pada
algoritme Clustering K-Means), pembentukan partisi dilakukan sedemikian
rupa sehingga setiap objek berada tepat pada satu partisi. Namun,
adakalanya tidak dapat menempatkan suatu objek tepat pada suatu partisi,
karena sebenarnya objek tersebut terletak di antara 2 atau lebih partisi yang
lain. Pada logika fuzzy, metode yang dapat digunakan untuk melakukan
pengelompokan sejumlah data dikenal dengan nama fuzzy clustering. Fuzzy
Clustering lebih alami jika dibandingkan dengan pengklusteran secara klasik.
Suatu algoritma clustering dikatakan sebagai fuzzy clustering jika algoritme
tersebut menggunakan parameter strategi adaptasi secara soft competitive.
Sebagian besar algoritme fuzzy clustering didasarkan atas optimize fungsi
objektif atau modifikasi dari fungsi objektif tersebut (Kusumadewi, S., Hartati,
S., 2006).
Salah satu teknik fuzzy clustering adalah Fuzzy C-Means (FCM). FCM adalah
suatu teknik pengklusteran data yang keberadaan tiap-tiap data dalam suatu
cluster ditentukan oleh nilai/derajat keanggotaan tertentu. Teknik ini pertama
kali diperkenalkan oleh Jim Bezdek pada tahun 1981 (Kusumadewi, S., Hartati,
S., 2006). Berbeda dengan teknik pengklusteran secara klasik (dimana suatu
objek hanya akan menjadi anggota suatu kluster tertentu), dalam FCM setiap
data bisa menjadi anggota dari beberapa cluster. Batas-batas cluster dalam
FCM adalah lunak (soft).
Konsep dasar FCM, pertama kali adalah menentukan pusat cluster yang akan
menandai lokasi rata-rata untuk tiap-tiap cluster. Pada kondisi awal, pusat
clusterini masih belum akurat.Tiap-tiap data memiliki derajat keanggotaan
untuk tiap-tiap cluster, dengan cara memperbaiki pusat clusterdan nilai
keanggotaan tiap-tiap data secara berulang, maka akan terlihat bahwa pusat
clusterakan bergerak menuju lokasi yang tepat. Perulangan ini didasarkan
pada minimasi fungsi objektif. Fungsi Objektif yang digunakan pada FCM
adalah (Kusumadewi, S., Hartati, S., 2006).

j w ( U ,V ; X )=nk=1 ci=1 ( ik ) w ( dik )2 (1)


Dengan w

[1,
1

d ik =d ( x k v i ) =[ mj ( x kj v ij ) ] 2 (2)
X adalah data yang akan di kluster:

23

x11

x1m
xn 1

x=[ x nm ] (3)
Dan v adalah matriks pusat cluster:

v11

v1 m
vm1

v =[ v mm ] (4)

Nilai jw terkecil adalah yang terbaik, sehingga

j w ( U , V ; X ) =minj (U , V , X ) (5)
Jika

d ik > 0, i ,k ; w>1 dan X setidaknya memiliki m elemen, maka

( U ,V ) M fm x R mp dapat meminimasi

ik =

j=1

x ij v kj

k=1

j=1

hanya jika:

1
2 w1

[ ( ) ]
)]
[ (
m

jw

x ij v kj

1
2 w1

; 1 i m; 1 k n (6)

Dan
n

(( ik )wxij )

v kj = i=1

; 1 i m; 1 k n (7)

ik

i=1

Algoritme Fuzzy C-Means (FCM) diberikan sebagai berikut (kusumadewi, S.,


Purnomo, H., 2010).
1. Menentukan data yang akan di cluster X, berupa matriks berukuran
n x m (n=jumlah sampel data, m = atribut setiap data). Xij = data
sampel ke-I (i=1,2,...,n), atribut ke-j (j=1,2,...,m).
2. Menentukan
o Jumlah cluster
=c
o Pangkat
=w
o Maksimum interasi
= MaxIter
o

Error terkecil yang diharapkan

Fungsi objektir awal

= Po = 0

24

o Iterasi awal
=t=1
1. Membangkitkan bilangan random ik, i=1, 2, 3 ..., n; k=1, 2, 3 ...c;
sebagai elemen-elemen matriks partisi awal U.
2. Menghitung pusat cluster ke-k: Vkj, dengan k= 1,2,.c; dan j=1,2,
.m
n

(( ik )wxij )

v kj = i=1

(8)

ik

i=1

Dan v adalah matriks pusat cluster:


3. Menghitung fungsi objektif pada iterasi ke-t

Pt =ni=1 ck=1 ( [ mj=1 ( X ij V kj ) ] ( ik )


2

(9)

4. Menghitung perubahan matriks partisi:

ik =

1
2 w1

[ ( ) ]
)]
[ (
m

j=1

x ij v kj

k=1

j=1

x ij v kj

1
2 w1

(10)

Dengan i = 1, 2, n; dan k=1, 2 c.


5. Cek kondisi berhenti
a. Jika

( [ Pt Pt 1 ] < )

atau (t > MaxIter) maka berhenti, dan

hasil cluster adalah nil


b. Jika t = t+1, mengulang langkah ke-4
6. Desain bagian alur algoritme Fuzzy C-Means

25

Gambar 2.4. Diagram Alur Algoritme Fuzzy C-Means

2.2.8. PHP
PHP merupakan singkatan Hypertext Preprocessor adalah sebuah bahasa
scripting yang terpasang pada HTML. Sebagian besar sintaks mirip dengan
bahasa C, Java, ASP dan Perl, ditambah beberapa fungsi PHP yang

26

spesifik.Tujuan utama bahasa ini adalah untuk memungkinkan perancang web


untuk menulis halaman web dinamik dengan cepat (Suprianto, 2008). PHP
merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara
bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Dapat
diintegrasikan (embedded) ke dalam web server, atau dapat berperan sebagai
program CGI yang terpisah. Karakteristik yang paling unggul dan paling kuat
dalam PHP adalah lapisan integrasi database (database integration layer).
Script PHP juga memilki keunggulan sebagai berikut:
1. Source program atau script tidak dapat dilihat dengan
menggunakan fasilitas view HTML source, yang ada pada web
browser seperti Mozilla atau semacamnya.
2. Script tersebut dapat memanfaatkan sumber-sumber aplikasi yang
dimiliki oleh server, seperti misalnya untuk keperluan database
connection. Saatini, PHP sudah mampu melakukan koneksi dengan
berbagai database seperti, MySQL, Direct MS-SQL, Velocis, IBM
DB2, Interbase, PostgreSQL, dBase, FrontBase, Solid, Empress,
mSQL, Sybase, FilePro (readonly-Personix, Inc.), Unix dbm, Informix
bahkan semua database yang mempunyai provider ODBC seperti
misalnya Microsoft Access dan lain-lain.
3. Pada aplikasi yang dibuat dengan PHP, pada saat server akan
mengerjakan script dan hasilnya yang dikirimkan ke web browser.
Hal

itu

akan

menyebabkan

aplikasi

tidak

memerlukan

kompatibilitas web browser atau harus menggunakan web browser


tertentu dan pasti dikenal oleh web browser apapun.
PHP dapat melakukan semua aplikasi program CGI, seperti mengambil nilai
form, menghasilkan halaman web yang dinamis, mengirimkan dan menerima
cookie.

BAB II
LANDASAN TEORI

27

2.1. Pengertian Informasi


Informasi didefenisikan sebagai sesuatu yang nyata atau setengah nyata
yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian
(Analisis, Design, dan Implementasi Sistem Informasi, Henry C.Lucas Jr,
Erlangga). Jogiyanto H.M (Analisis Dan Desain Sistem Informasi Pendekatan
Terstruktur Teori Dan Praktik Aplikasi Bisnis, 1989, hal 8), Informasi adalah data
yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadiankejadian dan
kesatuan yang nyata, representasi dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, mahasiswa, pelanggan), hewan, peristiwa, konsep, keadaan dll,
yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi atau
kombinasinya. Metode pengumpulan data/informasi yaitu:
Siklus informasi:
Data yang masih merupakan bahan mentah yang harus diolah untuk menghasilkan
informasi melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data
tersebut disebut model pengolahan data atau dikenal dengan siklus pengolahan
data (siklus informasi). Output komputer berupa informasi dapat digunakan oleh
manager, non manager ataupun perorangan dalam suatu perusahaan. Kualitas
informasi tergantung pada tiga hal yaitu:
1. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak
menyesatkan bagi orang yang menerima informasi tersebut. Akurat juga
berarti

informasi

harus

jelas

mencerminkan

maksudnya.

Dalam

praktiknya, mungkin dalam penyampaian suatu informasi banyak terjadi


gangguan yang dapat mengubah atau merusak isi dari informasi tersebut.
Komponen akurat meliputi:

28

a. Completeness, berarti informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan


harus memiliki kelengkapan yang baik karena bila informasi yang
dihasilkan

sebagian-sebagian

akan

mempengaruhi

dalam

pengambilan keputusan.
b. Correctness, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki kebenaran.
c. Security, berati informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan harus
memiliki keamanan.
2. Tepat waktu, informasi yang diterima harus tepat pada waktunya sebab
informasi yang usang (terlambat) tidak mempunyai nilai yang baik
sehingga bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan
dapat berakibat fatal. Saat ini mahalnya nilai informasi disebabkan harus
cepatnya informasi tersebut didapat sehingga diperlukan teknologiteknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya
3. Relevan, informasi harus mempunyai manfaat bagi si penerima. Relevansi
informasi untuk satu orang dengan yang lainnya berbeda. Misalnya
informasi mengenai sebab kerusakan mesin produksi kepada akuntan
perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan
kepada ahli teknik perusahaan.
4. Ekonomis, informasi yang dihasilkan mempunyai manfaat yang lebih besar
dibandingkan dengan biaya mendapatkannya dan sebagian besar informasi
tidak dapat tepat ditaksir keuntungannya dengan satuan nilai uang tetapi
dapat ditaksir nilai efektivitasnya.

2.3 Pengertian Sistem Informasi

29

Menurut John F. Nash (1995:8) yang diterjemahkan oleh La Midjan dan Azhar
Susanto, menyatakan bahwa sistem informasi adalah kombinasi dari manusia,
fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud
menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu
dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan
menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Menurut Henry Lucas (1988:35) yang diterjemahkan oleh Jugianto H.M,
menyatakan bahwa sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur
yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk
mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.
Menurut John F.Nash dan Martil B.Robert (1988:35) yang diterjemahkan oleh
Jugianto H.M, menyatakan bahwa system informasi adalah kombinasi dari orangorang, fasilitas, teknologi media, prosedur-prosedur dan pengendalian yang
ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi
rutin tertentu, member sinyal kepada manajemen yang lainnya terhadap kejadiankejadian internal.
Dari ketiga pengertian sistem informasi diatas maka dapat disimpulkan
bahwa sistem informasi menyediakan informasi untuk membantu pengambilan
keputusan manajemen, operasi perusahaan dari hari ke hari dan informasi yang
layak untuk pihak luar instansi. Tujuan sistem informasi yaitu:
1. Menyediakan informasi untuk membantu pengambilan keputusan
manajemen.
Membantu petugas didalam melaksanakan operasi perusahaan dari hari ke
hari.
3. Menyediakan informasi yang layak untuk pemakai pihak luar perusahaan.

2.4 Syarat-Syarat Merancang Sistem Informasi Berbasis Web

30

Adapun syarat- syarat agar terbentuknya sebuah website adalah:


1. Tersedianya Web Server
Baik web statis ataupun dinamis, jika ingin bisa online di internet
maka syarat pertama haruslah memiliki server, baik berupa hardware
maupun software. Untuk hardware yaitu seperangkat komputer yang
selalu terhubung online dengan internet. Untuk software selain operating
system, harus disediakan juga software untuk web server itu sendiri. Untuk
saat ini web server yang menjadi favorit adalah Apache.
2. Tersedianya Software Pemrograman Web Berbasis Server.
Jika ingin membuat web, berarti harus tersedia sebuah bahasa
pemrograman web selain HTML, baik itu client side maupun server side.
Untuk yang client side, memiliki kekurangan yaitu instruksi program bisa
terlihat oleh pengguna internet. Sedangkan server side lebih aman karena
instruksi programnya tidak terlihat oleh user. Yang terlihat adalah seperti
HTML biasa. Contoh bahasa pemrograman web yang favorit adalah PHP.

3. Tersedianya Database.
Database digunakan untuk menyimpan dan memanajemen data.
Jika memiliki data yang sedikit, mungkin masih bisa memakai file biasa
sebagai media penyimpanannya. Jika datanya sudah sangat banyak, tanpa
database akan sangat rumit. Database dapat menyimpan berjuta-juta data
dan dapat diakses dengan sangat cepat. Contoh database yang bisa dipakai
untuk membuat web adalah Oracle, MsSQLServer, MySQL dan masih
banyak lagi. Saat ini database yang menjadi favorit adalah MySQL.
2.5 Sejarah Internet
Internet adalah metode untuk menghubungkan berbagai komputer
ke dalam satu jaringan komputer global melalui protocol yang disebut
Transmission Control Protocol/Internet Protokol (TCP/IP). Protokol
adalah suatu petunjuk yang menunjukkan pekerjaan yang akan dilakukan

31

pengguna dengan internet, apakah akan mengakses situs web melakukan


transfer file, mengirim e-mail dan lain sebagainya.
Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan
Amerika memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya
menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan
organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970
sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain
sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah
jaringan.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program email yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail
ini begitu mudah sehingga langsung menjadi popular. Pada tahun yang
sama, icon@ juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang
menunjukan "at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET
mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer
pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan
ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton
Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar
yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk
pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah
tanggal 26 Maret 1976 ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail
dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern.
2.6 Pengertian Web Server
Web server adalah perangkat lunak server yang berfungsi menerima
permintaan HTTP atau HTTPS dari client yang dikenal dengan nama web
browser dan akan mengirim kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman
web yang umumnya berbentuk dokomen HTML. Salah satu web server yang

32

banyak dipakai adalah Apache. Apache merupakan web server antara platform
yang dapat berjalan dibeberapa flatform seperti Linux dan Windows.
2.7 HTML (HyperText Markup Language)
HyperText Markup Language (HTML) dikenal sebagai bahasa kode
berbasis teks untuk membuat sebuah halaman web, keberadaannya dikenal dengan
adanya ekstensi *.htm atau *.html (Madcoms, 2008). HTML merupakan suatu
bahasa dari website (www) yang dipergunakan untuk menyusun dan membentuk
dokumen agar dapat ditampilkan pada program browser (Supriyanto, 2007).
Ketika pengguna mengakses web maka ia mengakses dokumen seseorang yang
ditulis dengan menggunakan format HTML. Dapat disimpulkan bahwa HTML
merupakan protokol yang digunakan untuk mentransfer data atau dokumen dari
web server ke browser. Dalam penggunaan HTML, HTML menentukan dua
fungsi (Supriyanto, 2007), yaitu:
1. Membentuk tata letak dokumen, baik jenis huruf, gambar, dan komponenkomponen lainnya
2. Menentukan hubungan ke dokumen lainnya, HTML merupakan suatu
bahasa komputer yang termasuk dalam katagori Standard Generalized
Markup Language (SGML) di mana bentuknya merupakan file standar
ASCII yang berisi kode-kode untuk mengatur dokumen. HTML bersifat
fleksibel, artinya HTML dapat disisipi kode-kode script seperti JavaScript,
VBScript, dan juga bahasa pemrograman berbasis web seperti PHP dan
ASP. Animasi seperti Flash serta beberapa jenis file grafis dan multimedia
juga dapat disisipkan dan ditampilkan melalui HTML. Fleksibilitas HTML
dan daya dukung ini meningkatkan daya guna dan menjadikannya sebagai
bahasa kode yang dinamis (Madcoms, 2008).
2.8 Pengertian PHP (Personal Home Page)

33

Personal Home Page (PHP) adalah skrip yang berjalan pada server side
yang ditambahkan dalam HTML. PHP itu sendiri merupakan singkatan dari
Personal Home Page Tools. Skrip ini akan membuat suatu aplikasi yang dapat
diintegrasikan kedalam HTML sehingga suatu halaman HTML tidak lagi bersifat
statis namun menjadi bersifat dinamis. Sifat server side membuat pengerjaan skrip
tersebut dikerjakan di server sedangkan yang dikirimkan kepada browser adalah
hasil proses dari skrip tersebut yang sudah berbentuk HTML . PHP dibuat pada
tahun 1994 oleh Rasmus Lerdof, tetapi dikembangkan oleh orang lain dan setelah
melalui tiga kali karya penulisan, akhirnya PHP menjadi bahasa pemograman
web. PHP adalah sebuah produk yang berbentuk open source sehingga source
code dari PHP dapat digunakan, diganti, di-edit tanpa harus membayar atau
dikenakan biaya. Kelebihan PHP sebagai bahasa server-side adalah :

1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak


melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
2. Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dengan apache dengan
configurasi yang relatif mudah.
3. Dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat
dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan
perintah-perintah sistem. Adapun Kelemahan PHP adalah :
a. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar.
b. Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan logik dengan baik
(walau penggunaan template dapat memperbaikinya).
2.9 Pengenalan dan Pemakaian Dasar MySQL
MySQL adalah sebuah aplikasi Relational Database Managemen Server
(RDBMS). Dengan menggunakan MySQL server maka data dapat diakses oleh
banyak pemakai secara bersamaan. MySQL menggunakan bahasa Structure
Query Language (SQL) yaitu bahasa pemrograman standar yang digunakan untuk
mengakses server database. Tiap database memiliki beberapa tabel. Tiap tabel

34

memiliki field-field. Umumnya informasi tersimpan dalam tabel yang secara logis
merupakan struktur-struktur dimensi terdiri atas baris dan kolom. Field-field
tersebut dapat berupa data seperti int, varchar, char, datetime, dan lainnya.
MySQL memiliki keunggulan, diantaranya:
a. Bekerja pada berbagai plat form (tersedia berbagai versi untuk berbagai
sistem operasi).
b. Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah.
c. Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan
konfigurasi system database.
d. Mendukung record yang memiliki kolom dengan panjang tetap atau
panjang bervariasi, dan masih banyak keunggulan lainnya.
e. MySQL dan PHP saling terintegrasi, maksudnya adalah pembuatan
database dengan menggunakan sintak PHP dapat dibuat. Sedangkan input
yang dimasukkan melalui aplikasi web yang menggunakan skrip server
side seperti PHP dapat langsung dimasukkan ke database MySQL yang
ada di server dan tentunya web tersebut berada di sebuah web server.

2.10 Pengertian dan keunggulan Dreamweaver


1. Pengertian
Adobe Dreamweaver merupakan program penyunting halaman web dari
Adobe Systems yang dulu dikenal sebagai Macromedia Dreamweaver dari
Macromedia. Program ini banyak digunakan oleh pengembang web karena
fitur-fiturnya yang lengkap serta kemudahan dalam penggunaannya. Versi
terakhir Macromedia Dreamweaver sebelum Macromedia dibeli oleh
Adobe Systems yaitu versi 8. Kemudian setelah dibeli oleh Adobe
Systems berkembang ke Versi selanjutnya yakni versi 9 (CS3) versi 10
yang ada dalam Adobe Creative Suite 4 (CS4) dan versi terbarunya yaitu
CS5.
2. Keunggulan

35

Keunggulan Menggunakan Adobe Dreamweaver Adobe merupakan


prosusen software ternama di dunia. Mulai dari pembuat Flash,
pengelolaan gambar dan PDF reader, Adobe memiliki program lain yang
telah mendapatkan popularitas di kalangan profesional di bidang desain
web dan pengembangan.
a. Dengan Adobe Dreamweaver, manajemen website dapat dilakukan dengan
lebih mudah. Anda dapat beralih dengan bebas dalam banyak situs sedang
dikerjakan. Fitur ini adalah suatu keharusan bagi mereka yang biasa
menangani beberapa proyek sekaligus.
b. Perangkat lunak ini dilengkapi dengan fitur yang memungkinkan Anda
meng-upload situs melalui built-in FTP. Dikombinasikan dengan shortcut
keyboard, memperbarui situs bisa dilakukan dalam sekejap. Built-in FTP
juga memungkinkan perubahan otomatis hak akses file.
c. Adobe Dreamweaver dikenal dengan fitur CSS yang sangat baik. Ini
hanyalah salah satu dari banyak keuntungan program ini, karena dapat
menyederhanakan proses pengkodean. Dengan titik intuitif dan klik
jendela CSS, Anda dapat menambahkan gaya CSS ke situs dengan mudah.
d. Keunggulan Menggunakan Adobe Dreamweaver selanjutnya adalah
Program ini dilengkapi dengan berbagai tombol rollover. Anda tidak harus
secara manual menulis kode tombol rollover, karena program ini akan
melakukan semuanya untuk Anda di latar belakang. Hal ini dapat
membuat tombol rollover super sederhana. Anda bahkan dapat memilih
dari selusin atau lebih tombol flash dengan efek rollover. Cukup klik dan
memilih Anda akan melihat langsung di website Anda.
e. Built-in penciptaan menu pop-up di Adobe Dreamweaver membuatnya
super mudah untuk membuat halaman web yang tampak profesional
dengan link navigasi. Anda hanya perlu klik untuk melihat hasilnya. Selain
menu pop-up built-in, Anda juga dapat membuat bentuk web yang sangat

36

fungsional dengan Dreamweaver. Bentuk-bentuk dapat dengan mudah


diatur.
f. Salah satu fitur yang paling penting di Adobe Dreamweaver adalah
dimasukkannya tombol Server Side Include. Tidak seperti software
pembangun website lainnya, fitur ini sudah tersedia untuk penggunaan.
g. Yang terakhir di daftar ini keunggulan menggunakan Adobe Dreamweaver
adalah banyaknya file template yang dapat Anda pilih. Hal ini
memudahkan Anda dalam merancang website terutama bagi pemula,
namun program ini juga dapat menangani desain yang lebih canggih
karena fleksibilitasnya.

37

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian


Jenis penelitian yang digunakan pada UPT Dinas Pendidikan Pemudah dan
Olahraga adalah Deskriptif Kualitatif yaitu suatu prosedur penelitian yang
menggunakan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang
dan pelaku yang dapat diamati.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
3.2.1. Tempat Penelitian
Penelitian ini di laksanakan di Kantor UPT Dinas Pendidikan Pemudah Dan
Olahraga Kecamatan Leihitu Barat
1.2.2. Waktu Penelitian
Adapun peneleitian dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut :
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian
N
o.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kegiatan

Juli
Agustus
September
Oktober
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Literatur
Wawancara
Analisis Kebutuhan
Observasi
Perumusan
Permasalahan
Pemilihan Metode
Perancangan Aplikasi

3.3. Teknik Pengumpulan Data.

38

1. Wawancara
Tujuan Wawancara ini untuk mendapatkan data dan informasi
dengan mengadakan dialog langsung terhadap pihak yang berkompeten di
UPT Leihitu Barat yang relevan dengan pembahasan dalam penulisan
Tugas Akhir ini.
2. Observasi
Merupakan cara untuk mendapatkan data dan informasi dengan
melakukan peninjauan atau pengamatan secara langsung ke tempat yang
berkaitan dengan penulisan Tugas Akhir dan pembuatan sistem
informasinya.
3. Studi Pustaka
Studi pustaka yang dilakukan dengan mencari informasi dan
referensi dalam bentuk text book, literatur, informasi dari internet maupun
sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

3.4. Kebutuhan Sistem


Kebutuhan sistem merupakan fakto-faktor yang di butuhkan oleh Sistem
untuk merancang perangkat lunak sehingga perangkat lunak dapat sesuai dengan
maksud dan tujuan pembuatannya.
Adapun perancangan dibutuhkan beberapa perangkat keras dan perangkat
lunak untuk menyajikan sistem ini, antara lain :
3.4.1. Perangkat Keras
1 unit laptop dengan spesifikasi sebagai berikut :
a. Merk Acer
b. Processor Intel(R) Core(TM) i5-2410M CPU @ 2.30GHz
c. Memory 2 GB DDR3 RAM
d. Hard disk 640 GB HDD
3.4.2. Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang duganakan adalah sebagai berikut :
a. Sistem Operasi Microsoft Windows 7
b. PHP dan MySQL
c. XAMPP
d. Mozilla Firefox
e. Adobe Dreamweaver

39

3.5.

Perancangan Sistem

Tahap perencanaan dan perancangan sistem ini merupakan tahap awal dalam
membangun sebuah situs seperti membuat perencanaan, perancangan, diagram
alur, tujuan dan isi dari sebuah situs. Situs ini dirancang dengan menggunakan
PHP sebagai bahasa pemrogramannya dan MySQL sebagai database-nya
sedangkan Dreamweaver 8 digunakan sebagai aplikasi untuk membuat layout dari
situs yang di rancang.
Tahap selanjutnya yaitu tahap pembuatan flowchart (bagan alir) atau aliran
informasi dari situs tersebut. Flowchart atau diagram alir adalah gambaran yang
menampilkan struktur hirarki dan isi perhalaman. Dengan adanya flowchart, akan
sangat membantu untuk memvisualisasikan isi dari setiap halaman situs dan dapat
membantu mempermudah dalam pemeliharan dan pembaharuan isi situs. Hal ini
sangat penting dilakukan karena isi situs harus selalu diperbaharui sehingga
pengunjung tidak bosan. Adapun algoritma dari situs yang penulis buat, yaitu:
3.6. Tugas Pokok dan Fungsi Organisai Dinas Pendidikan Pemudah dan
Olahraga Kecamatan Leihitu Barat
Dinas Pendidikan mempunyai tugas pokok membantu bupati dalam
merumuskan kebijakan, melaksanakan koordinasi,perencanaan , pelaksanaan dan
pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan Pendidikan Untuk Semua
(PUS) yang bermutu sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) dant ugas lain
yang diberikan oleh Bupati. Dinas Pendidikan mempunyai fungsi meliputi :
a. Penyiapan perumusan kebijakan pemerintah Kabupaten
kelembagaan,pemberdayaan dan sarana prasarana pendidikan

meliputi

40

b. Pelaksanaan peningkatan pemerataan dan perluasan akses memperoleh


Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, pendidikan menengah,
pendidikan luarbiasa, melalui pendidikan formal atau nonformal
c. Pelaksanaan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan bermutu berbasis
kompetensi dan teknologi pada pendidikan anak usia dini, pendidikan
dasar,pendidikan menengah, dan pendidikan nonformal
d. pelaksanaan pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) meliputi standar
isi, proses,kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan
prasarana, pengelolaan,pembiayaan, dan penilaian pendidikan
b. Pelaksanaan pembinaan, implemenasi dan pengawasan pelaksanaan kurikulum
tingkat satuan pendidikan
c. Pelaksanaan penilaian kinerja sekolah, akreditasi, pendidikan formal dan
nonformal
d. Pelaksanaan pembinaan, peningkatan kualifikasi dan kompetensi tenaga
kependidikan untuk melaksanakan layanan pendidikan yang bermutu
e. Pelaksanaan peningkatan kesejahteraan, penghargaan dan perlindungan
pendidik dan tenaga kependidikan
f. Pelaksanaan pemberdayaan pengawas sekolah dalam pembinaan, pengawasan
dansebagai konsultan sekolah
g. Pelaksanaan pemberian ijin pendirian serta pencabutan ijin satuan pendidikan
dasar, satuan pendidikan menengah, dan satuan/ penyelenggara pendidikan
non formal
h. Pelaksanaan bimbingan/ asistensi, advokasi dan konsultasi terhadap kinerja
pelaksanaan program dan kegiatan pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan
satuan pendidikan
i. Pelaksanaan Memorandum of Understanding (MoU) pada nota persetujuan
pelaksanaan program dan kegiatan bidang pendidikan atas nama Pemerintah
Kabupaten
j. Pelaksanaan kerjasama, menjalin kemitraan dengan lembaga lain yang relevan
baiklembaga pemerintah maupun swasta, dunia usaha dan dunia industri dan
organisasi kemasyarakatan bidang pendidikan
k. Pelaksanaan evaluasi pencapaian standar nasional pendidikan

41

3.7. Susunan Organisasi UPT


Susunan organisasi UPT terdiri dari :
KEPALA
SALEM SIA,S.Pd
NIP:196211091984031008

SUB.BAGIAN TU

FUNGSIONAL

Belum Terisi

FUNGSIONAL PENDIDIKAN DASAR


FUNGSIONAL PENDIDIKAN MENENGAH
PEGAWAI
PEGAWAI
M.LATUPUTTY,S.Pd
NIP:19551216 197702 1 001

NASRYL TUTUPOHO,S.Pd
NIP:19680512 200011 1 001

A.MANUPUTTY,S.Pd
NIP:19580410 198302 1 006

A.S.SOETRISNO,S.Pi
NIP:19670831 199703 1 004

NY.R.LELEURY,S.T.Th
NIP:19710620 200604 2 027

NY.J.SAIMIMA,S.Th
NIP:19600307 200003 2 002

S.LOLIALANG,S.Ag
NIP:19620805 198304 1 012

S.LOLIALANG,S.Ag
NIP:19620805 198304 1 012

PENDIDIKAN

KEUANGAN

KEPEGAWAIAN

Belum Terisi

NY.H.SAMPALAWA
NIP:19651010 199003 2 019

Belum Terisi

Gambar 1 Susunan organisasi UPT

3.8. Sub Bagian Tata Usaha


Sub bagian tata usaha mempunyai tugas melaksanakan pelayanan teknis
dan administratif di lingkup UPT dan tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPT.
Sub bagian tata usaha mempunyai fungsi meliputi :
a. Pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan Dinas

42

b. Pelaksanaan pelayanan pengumpulan, pengolahan dan penyajian data, dan


informasi
c. Pelaksanaan perijinan, pendirian, penutupan, dan regrouping
d. Pelaksanaan pengelolaan administrasi ketenagaan
e.

Pelaksanaan pengusulan kenaikan pangkat, promosi, mutasi, dan penghargaan

f. Pelaksanaan pengusulan cuti, pemensiunan dan pemberhentian pegawai, dan


ijin belajar
g. Pelaksanaan identifikasi dan pengusulan kebutuhan sarana sekolah,
perkantoran, dan sarana pendukung lain pendidikan
h. Pelaksanaan identifikasi dan pengusulan rehabilitasi dan pembangunan
gedung sekolah dan perkantoran
i. Pelaksanaan pemberian subsidi, penyelesaian proses pencairan Bantuan
Operasional Sekolah (BOS)
j. Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan nonformal dan informal
k. Pelaksanaan inventarisasi, pendistribusian, dan penghapusan
prasarana,pemeliharaan dan perawatan sarana kantor UPT dan
l. Penyusunan laporan sub bagian .

3.9. Activity Diagram

sarana

43

Sistem yang berjalan pada UPT Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga
Activity Diagram sebagai berikut :

Pegawai

serahkan data
Pegawai

Bagian TU

terima data
pegawai

simpan dan arsip


data pegawai

Gambar 2. Proses Pendataan Pegawai

Pegawai

serah absensi

Bagian TU

terima absensi

isi absensi

terima absensi dan buat


rekapan setiap akhir bulan

serah absensi

Gambar 3. Proses Absensi Pegawai

44

3.10. Sequence Diagram

: Administrator

:
Pegawai

: From Data Pegawai


NIP( )

Nama( )
Alamat( )

Tempat Lahir( ) Tanggal Lahir( )


Jenis Kelamin( ) Status Nikah( ) No Telepon( ) Status Pegawai( )
Tanggal Masuk( )

Simpan( )
Update( )

Gambar 4. Sequence Diagram Input Data Pegawai

45

3.11. Diagram Class


Himpunan dari objek-objek yang berbagai attribute serta operasi yang
sama,

Gambar 5. Diagram Class

46

3.12. Konteks Diagram


Konteks diagram Sistem Pengolahan Data Pegawai di

Gambar 7. Data Flow Diagram level 0

47

3.13. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entitas tersebut ialah entitas pegawai dengan semua attributnya

Nama_Pegawai
Alamat_Pegawai

Id_Pegawai

Pegawai

Umur

Tgl_Lahir

No_Telepon

Email

Bekerja_Sejak

Jabatan

Gambar 7. ERD (Entity Relationship Diagram)

48

Tabel .3.1 Tabel Login Administrator


Field

Type

Description

User

Varchar (5)

Nama admin

Password (primary key)

Varchar (4)

Password login admin

Tabel .3.2 Tabel Absensi Pegawai


Field
Nama
Nip (primary key)
Tanggal_1
Tanggal_2
Tanggal_3
Tanggal_4
Tanggal_5
Tanggal_6
Tanggal_7
Tanggal_8
Tanggal_9
Tanggal_10
Tanggal_11
Tanggal_12
Tanggal_13
Tanggal_14
Tanggal_15
Tanggal_16
Tanggal_17
Tanggal_18
Tanggal_19
Tanggal_20
Tanggal_21
Tanggal_22
Tanggal_23
Tanggal_24
Tanggal_25
Tanggal_26
Tanggal_27

Type
Varchar (30)
Int (4)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)

Description
Nama siswa
Nomor induk Pegawai
Absensi tanggal 1
Absensi tanggal 2
Absensi tanggal 3
Absensi tanggal 4
Absensi tanggal 5
Absensi tanggal 6
Absensi tanggal 7
Absensi tanggal 8
Absensi tanggal 9
Absensi tanggal 10
Absensi tanggal 11
Absensi tanggal 12
Absensi tanggal 13
Absensi tanggal 14
Absensi tanggal 15
Absensi tanggal 16
Absensi tanggal 17
Absensi tanggal 18
Absensi tanggal 19
Absensi tanggal 20
Absensi tanggal 21
Absensi tanggal 22
Absensi tanggal 23
Absensi tanggal 24
Absensi tanggal 25
Absensi tanggal 26
Absensi tanggal 27

49

Tanggal_28
Tanggal_29
Tanggal_30

Varchar (5)
Varchar (5)
Varchar (5)

Tabel 3.3.

Absensi tanggal 28
Absensi tanggal 29
Absensi tanggal 30

Pegawai
50

2
3

Nama
Tmpt_lahir

Varchar
Varchar

Tgl_lahir

Date

Alamat

Varchar

100

Alamat

Jenis_kelamin

Varchar

10

Jenis kelamin

7.

Agama

Varchar

10

Agama

8.

Status_nikah

Varchar

15

Status nikah

Pendidikan

Varchar

50

Pendidikan

10. No_telp

Integer

25

Nomor telepon

11. Unit_kerja

Varchar

50

Unit kerja

12. TMT_CPNS

Date

13. No_SK_CPNS

Varchar

14. TMT_PNS

Date

15. No_SK_PNS

Varchar

20

Nomor SK PNS

16

Tinyint

Keterangan pegawai yang aktif

Aktif

50

Nama Pegawai
Tempat lahir
Tanggal lahir

Tanggal mulai terhitung CPNS


20

Nomor SK CPNS
Tanggal mulai terhitung PNS

50

3.14. Design Tampilan Halaman

Tabel 3.4. Tampilan Login

LOGO
Menu Admin

Struktur

Akademik

Arsip

Selamat datang

Tabel.3.5. Halaman Tampilan Administrator

Logout

51

LOGO

Edit Data Pegawai


NAMA

NIP

TEMPAT LAHIR ALAMAT


PANGKAT GOLONGAN

ACTION

Tabel 3.6. Halaman Tampilan Edit Data Pegawai

ACTION

52

DAFTAR PUSTAKA

Henry C. Lucas Jr. 1989. Analisis, Desain dan Implementasi Sistem Informasi.
Diterjemahkann oleh: Jogiyanto. Jakarta: Erlangga.
Jogiyanto

HM.

1989.

Analisis

dan

Desain

Sistem

Informasi.

Yogyakarta: Andi.
Nash, John F, diterjemahkan oleh La Midjan. 1995. Sistem Informasi Akuntansi
I Pendekatan Manual Pratika Penyusunan Metode dan Prosedur. Bandung
:

Lembaga Informatika Akuntansi.

Nash, John F. & Martil B. Robert. 1988. Accounting Information Systems.


Macmillaan Publisher. New York.
Roy, Tomlinson. 1972. System surat elektronik untuk system ARPANET
Jogiyanto HM, 1989, Analisis Desain dan Sistim Informasi ;Suatu pendekatan
terstruktur, Andi Offset Yogyakarta