You are on page 1of 19

Infeksi Bakteri (hal.

2121)
1. IMPETIGO
PATOFISIOLOGI umumnya, S.
Aureus menyebardari hidung
kekulit normal(sekitar 11 hari
kemudian) berkembang
menjadilesikulit(setelah lain
11hari)
Bulosa
- Etiologi : S. aureus
- Staph.memproduksitoksineks
foliatif bertindak
sebagaiproteaseserindarides
moglein1,cadherindesmosom
aljuga
merupakantargetautoantibod
ipada pemfigusfoliaseus
- Terjadi pada : newborn &
infant
- SS :
Vesikel berkembang cepat
menjadi bula kendor
(flaccid bullae)
Awalnya bula berisi cairan
kuning jernih kuning
keruh & gelap, tepi
berbatas tegas, tidak ada
halo eritematosus
Bula dangkal pecah &
kolaps dalam 1/2 hari
krusta coklat tua kuning
keemasan (varicela bulosa
: superinfeksi S. aureus
pada lesi varicela)
Nikolsky sign (-)
- Diagnosis :
Pewarnaan gram : bahan
eksudat, gram (+) cocci S.
aureus

- DD

Non-bulosa (krustosa)
- Mengganggu integritas
epidermis
- Etiologi : Streptococcus
- Terjadi pada : anak & dewasa
- Produksibakteriosin, yang
dihasilkan olehjenisS.
aureustertentu&tinggibakteri
sidapada
kelompokstreptokokus
hanyauntuk mengisolasiS.
aureusdari beberapalesi
yangawalnyadisebabkan
olehstreptokokus
- Predileksi : wajah (sekitar
hidung), mulut, ekstremitas
setelah trauma
- SS :
Vesikel/pustule
Krusta berwarna kuning
seperti madu
Tidak ada gejala konstitusi
Tidak diobati :
limfadenopati, lesi
membesar, melibatkan
lokasi baru

- Portal of entry :
insect bites
epidermal dermatophytosis
herpes simpleks
varicela
abrasi
laserasi
thermal burns
- DD

- Tatalaksana impetigo :

2. EKTIMA
Etiologi : S. aureus,
streptokokus
Terjadi pada : anak-anak,
pasien tua yang terlantar,
penderita DM
Impetigo
streptokokus/stafilokokus
tidak diobati meluas >
dalam, menembus epidermis,
memproduksi ulkus krusta
dangkal
Ektima gangrenosum :
ulkus yang disebabkan
P.aeruginosa
SS :
- Ulkus punched-out
- Krusta berwarna kuningkeabu2an & debridement
purulen
- Tepi ulkus indurasi, raised,
granulasi meluas ke
dermis
Tatalaksana :
- Resolusi antibiotik
- Penyebaran autoinokulasi,
vektor serangga, poststreptococcal sequel
sama dengan impetigo

3. FOLIKULITIS SUPERFISIALIS
DEFINISI pioderma dari folikel
rambut
Disebut juga
follicular/bockhart impetigo
Etiologi : S. aureus
Predileksi :
- Kepala pada anak-anak
- Jenggot
- Aksila
- Ekstremitas
- Bokong
SS :
- Kecil
- Mudah pecah
- Pustule di infundibulum
folikel rambut

Infeksi sekunder S. aureus


pada neonates yang malaria
periporitis
staphylogenes
Stafilokokus blefaritis :
- Infeksi pada kelopak mata
- SS :
Batas kelopak mata
berkrusta
Sering berhubungan
dengan konjungtivitis
- DD :
Dermatitis seboroik
Rosasea kelopak mata

4. FURUNKEL& KARBUNKEL
FURUNKEL nodulinflamasi
yangmendalam, berkembang di
sekitarfolikelrambut,folikulitissu
perfisial&seringberkembangmen
jadi abses
Predileksi :
- Leher
- Wajah
- Aksila
- Bokong
SS :
- Lunak, nodul
folikulosentrik merah di
kulit yang di tumbuhi
rambut membesar,
nyeri& berfluktuasi
setelah beberapa hari
- Ruptur keluar nanah &
inti bahan nekrosis, nyeri
disekitar lesi, kemerahan,
edema berkurang dalam
beberapa hari-minggu
DD furunkulosis

- InfeksiBerat:
ABparenteraldosismaksimal

- SuspekInfeksipurulenSerius:
CA-MRSA(vankomisin)

- Lesi besar, nyeri,


fluktuasi :insisi&drainase

KARBUNKEL besar, lesi


inflamasi > berat, dasar >
dalam

Predileksi :
- Tengkuk leher
- Punggung
- Paha
SS :
- Merah, indurasi
- Pustule
- Lesi dengan lubang yang
ireguler berwarna kuningabu2 di tegahnya
sembuh dengan granulasi
Pemeriksaan lab :
- Leukositosis
- Frunkel : proses inflamasi
polimorfonuklear padat di
dermis & lemak subkutan
- Karbunkel : abses
multiple, dipisahkan oleh
jar. Ikat trabekula, infiltrasi
dermis & melewati folikel
rambut, mencapai
permukaan di epidermis
yang rusak
- Kultur : gram (+) (S.
aureus)
Tatalaksana :
- Simple furunkel : moist
heat
- Furunkel/karbunkel
dengan selulitis di
sekitarnya/demam : AB
sistemik

5. ERITRASMA
Etiologi : Corynebacterium
minutissimum
Predileksi :
- Intertriginosa
- Badan
- Inguinal
SS :
- Patch coklat kemerahan
- Maserasi plak
hyperkeratosis putih
- Berbatas tegas
- Halus berkerut, bersisik

Diagnosis :
- Pewarnaan gram : bahan
stratum korneum, batang
gram (+)
- Lampu wood : fluoresensi
coral-red
DD :
- Tinea versikolor
- Tinea cruris : tepi krusta
aktif dengan bagian
tengahnya bersih
- Psoriasis : plak berbatas
tegas, berwarna merah
terang, di celah
intergluteal, lipatan paha,
& aksila
Tatalaksana :
- Intertriginosa : cuci
dengan benzoyl peroxide&
5% gel
- Topikal :
klindamisin/eritromisin
(2% solution)/krim azole
- Lesi luas : 1 g dosis
tunggal klaritromisin

Infeksi Jamur (hal.


2277)
1. TINEA KAPITIS
DEFINISI infeksi dermatofita di
rambut &kepala (stratum
korneum perifolikular)
Etiologi : Trichophyton &
Microsporum sp.
Pathogenesis :
- Ektotriks
Arthroconidia & hifa
pada permukaan
batang rambut
Kutikula rusak
Lampu wood :
fluoresensi kuning-hijau
- Endotriks
Arthroconidia & hifa
tetap pada batang
rambut
Kutikula tidak utuh
(black dots)
- Favus
Hifa tersusun
longitudinal
Air space dalam batang
rambut

SS :
- Non-inflammatory type
Bentuk seboroik tinea
kapitis
Etiologi : M. audouinii,
microsporum
ferrugineum
Gray patch
Alopesia tidak terlihat
Lampu wood :
fluoresensi hijau
- Black dot tinea kapitis
Etiologi : T. tonsurans,
T. violaceum
Black dot patch
Alopesia
Difus bersisik
- Inflammatory type

Etiologi : M. canis, M.
gypseum, T.
verrucosum
Pustule folikular,
furunkel, kerion
Kepala gatal & lunak
Sering berhubungan
dengan limfadenopati
servikal posterior

DD

2.TINEA BARBE
Etiologi : T. interdigitale, T.
verrucosum, M. canis
SS :
- Tipe superficial
Etiologi : T. violaceum
Mirip tinea
korporis/folikulitis
bakteri
Papul folikular dengan
tepi aktif
Pustule disertai eritema
ringan
- Inflammatory type

Etiologi : T.
interdigitale, T.
verrucosum
Seperti bentuk kerion
tinea kapitis dengan
krusta-boggy& cairan
seropurulen
Rambut kusam, rapuh
&easily epilated
massa purulen di
sekitar akar
Pustule perifolikular
menyatu berakibat
abses, saluran sinus &
jaringan parut alopesia

DD :

3.TINEA KORPORIS
Etiologi : T. rubrum
SS :
- Ring-worm
- Plak annular/serpiginous
bersisik, tepi aktif
DD

4.TINEA KRURIS
Predileksi :
- Pangkal paha
- Genital
- Pubis
- Perineal & perianal
Etiologi : T. rubrum, E.
floccosum
SS :
- Plak annular berbatas
jelas dengan batas
bersisik, meluas dari lipat
inguinalis ke paha bagian
dalam
- Bilateral
- Bercak eritemabersisik
dengan papul & vesikel
- Pruritus
- Nyeri maserasi plak &
infeksi sekunder

DD :

Vesikel, vesikulopustul,
bula pada telapak kaki
& periplantar
- Acute ulcerative type
Etiologi : T. interdigitale
Vesikel, pustule, ulkus
purulen pada
permukaan plantar
Vesikulobulosa & tipe
ulkus akut produksi
reaksi dermatofid (Id)
vesikular
Tinea manus : difus
bersisik kering&
menonjol di lipatan

5. TINEA PEDIS & MANUM


Pedis : di kaki
Manum : di palmar &
interdigitalis tangan
Etiologi : T. rubrum, T.
interdigitale, E. floccosum

SS :
- Interdigital type
Bersisik, eritema,
maserasi pada kulit
interdigitalis &
subdigital (di antara
jari kaki ke-3 & ke-4,
ke-4 & ke-5)
Ko-infeksi
pseudomonas, proteus,
S. aureus erosi
dengan pruritus & bau
yang tidak enak
(athletes foot)
- Chronic hyperkeratotic
(moccasin) type
Etiologi : T. rubrum
Difus bersisikpada
telapak kaki, medial, &
lateral kaki
Eritema
- Vesiculobullous type
Etiologi : T. interdigitale

DD :

Tatalaksana dermatofit :

Troches klotrimazol : 10
mg 5x/hari
- DD :

6. KANDIDOSIS MUKOKUTAN
Kandidiasis oral
- Presdisposisi (acute
pseudomonas
candidiasis/thrush) :
DM
Penggunaan AB &
steroid sistemik
Anemia
Keganasan
Radiasi ke kepala &
leher
Cell-mediated
immunodeficiency
- SS :
Bercak putih di mukosa
buccal, lidah, palatum,
gusi
- Tatalaksana :
Suspensi nistatin :
400.000-600.000 unit
4x/hari

Kandidiasis vulvovagina
- Etiologi : C. albicans
- FR :
Penggunaan AB/steroid
sistemik
DM
Menggunakan alat
kontrasepsi
Menggunakan pakaian
ketat & sintesis
Imunosupresi
- SS :
Vaginal discharge
Vulva pruritus, rasa
terbakar, kadang
diuria/dispareuria
Thick curd-like whitish
plaques pada dinding
vagina dengan dasar
eritema & sekeliling
edema
- Tatalaksana :

Imidazol topical (3-7


hari)
Profilaksis rekuren :
klotrimazol 500 mg
intravagina; flukonazol
150 mg/minggu oral
Balanitis &
balanoposthitis
- Etiologi : Candida
- FR :
DM
Daerah yang tidak
disirkumsisi
Infeksi dari pasangan
seksual
- SS :
Eritema
Rasa terbakar setelah
berhubungan
Pruritus pada penis
Bercak putih pada
glands/prepusium

Papul
kecil/vesikulopustul
yang mudah pecah
pada glands/sulkus
korona pecah erosi
eritema dengan krusta
putih
- Tatalaksana :
Krim klotrimazol
Dosis tunggal
flukonazol oral 150 mg

lanolin) mengubah
saprofit bentuk
miselium yang di dominasi
parasit penyakit klinis
- Melalui lipase, Malassezia
memetabolisme as.
Lemak (as.
Arachidonic/vaccenic)
melepaskan as. Azelaic
menghambat kerja
tirosinase pada jalur
produksi melanin
hipopigmentasi
Predileksi :
- Badan bagian atas
- Leher
- Lengan atas
SS :
- Makula berwarna putih
merah muda coklat
kemerahan/coklat
kekuningan, bersisik
- Lesi halus, seperti debu

7. TINEA (PITYRIASIS)
VERSIKOLOR
Etiologi : M. furfur
Patogenesis :
- kelembaban , suhu &
tekanan CO inokulasi
eksperimental
- M. furfur (dismorfik,
lipofilik, tumbuh invitro
dengan penambahan
asam lemak C12-C14
seperti minyak zaitun &

Diagnosis :
- KOH : bahan kerokan kulit,
spora jamur &hifa short
cigar-butt (spaghetti &
meatballs)
- Lampu wood : fluoresensi
orange-kekuningan
Tatalaksana :
- Lotion selenium sulfide
2,5% 3-4x/minggu,
tapering 1/2 bulan
mencegah rekuren
- Alternatif:
shampoo ketokonazol
2%, 3 hari berturut2
terbinafine solution 1%
2x sehari selama 7 hari
- sistemik :
jika dengan topikal
gagal, frekuensi

rekuren, extensive
disease
ketokonazol oral 200
mg/hari selama 7/10
hari
itrakonazol oral 200400 mg/hari selama 3-7
hari
flukonazol dosis
tunggal 400 mg

penebalan & distrofi kuku


kaki & kuku jari
Diagnosis :
- Mengusap black felt-tip
marker pada area yang
terkena burrow terlihat
lebih gelap dari kulit
sekitarnya
DD :

Gigitan Serangga &


Infestasi Parasit
1.Skabies
Etiologi : Sarcoptes scabiei
var. homini
Pathogenesis :
- : kombinasi mengunyah
& gerakan tubuh
menggali burrow di
stratum korneum sampai
batas stratum granulosum
- : hidup dipermukaan
kulit & memasuki burrow
untuk berkembang biak

Predileksi :
- Interdigitalis
- Samping jari
- Volar pergelangan tangan
& telapak tangan lateral
- Siku
- Aksila
- Skrotum
- Penis
- Labia
- Areola mammae
SS :
- 4 tanda kardinal
- Pruritus 4-6 minggu
setelah infestasi awal
- Indurasi
- Nodul krusta
- Hyperkeratosis
berkembang difus pada
palmar & plantar dengan

Komplikasi : pemfigoid bulosa


Tatalaksana :
- Krim permethrin 5% &
lotion lindane 1% : selama
8 jam, untuk 7 hari
- Krim crotamiton 10% :
selama 8 jam, pada hari
1,2,3,8
- Precipitated sulfur 5%10% : selama 8 jam pada
hari 1,2,3
- Lotion benzil benzoate
10% : selama 24 jam
- Ivermectin 200 g/kg :
berikan oral pada hari 1 &
8

2. Pedikulosis kapitis
Etiologi : Pediculus humanus
capitis

Kutu dapat bertahan < 2 hari


di kulit kepala
SS :
- Pruritus (inkubasi sebelum
gejala 4-6 minggu)
- Makula eritema/papul
- Ekskoriasi, bersisik
- Demam ringan,
limfadenopati, iritabel
Diagnosis :
- Ditemukannya telur kutu
(kecoklatan) & kutu
DD :

Tatalaksana :
- Ivermectin : 2x dalam 7
hari
- Lotion malathion

3. Pedikulosis pubis
Etiologi : Phthirus pubis
Kutu dapat hidup < 3 minggu
SS :
- Ditemukannya telur kutu
(di dekat dasar rambut) &
kutu
- Makula cerules
- Slate gray to bluish
- Makula ireguler
DD :

Tatalaksana : sama dengan


pedikulosis kapitis

4. Cutaneus larva migrant


Etiologi : Ancylostoma
braziliense, Ancylostoma
caninum
Predileksi : kaki, bokong
SS :
- Lesi serpiginosa & linear
- Bula, vesikel
- Interval eksposur &
timbulnya gejala : 1-5 hari
- Durasi gejala : 2-14
minggu
Tatalaksana :
- Albendazol 400mg/hari,
selama 3 hari
- Ivermectin 200g/kg
sehari, selama 1-2 hari
DD :
- Selulitis
- Reaksi selulitis setelah
gigitan & sengatan
artropoda
- Folikulitis

Lesi Eritro-Skuamosa
1. Dermatitis seboroik(hal 259)
Ditemukan di bagian tubuh
dengan konsentrasi folikel
sebasea & kelenjar
sebasea yang aktif
Etiologi : Malessezia
Pathogenesis : Malassezia sp.
&Propionobacterium acnes
sp. memiliki aktivitas lipase

transformasi trigliserida
terbentuk as. Lemak bebas &
radikal reaktif oksigen
aktivitas antibakteri
mengubah flora normal kulit
- Imunologi :
- respon imun abnormal
respon sel T helper
, produksi
phytohemagglutinin
<<
- respon imun sel
limfosit terganggu IL10 , IL-2 & interferon

Predileksi :
- Infant : wajah, leher,
tubuh, ekstremitas
dengan plak menkilap di
aksila & lipat paha
- Dewasa : alis, dahi,
kelopak mata atas, lipatan
nasolabial, hidung lateral,
regio retroaurikular, scalp,
oksiput, leher, regio
presternal
SS :
- Infant : terjadi beberapa
minggu pertama 3 bulan
kehidupan, cradle cap,
krusta kuning-coklat,
berminyak, eritema
- Dewasa : pruritus,
eritema, rasa
terbakar/kesemutan
- Pityrosporum folliculitis
dapat terlihat dengan
difus monomorfik pustule
kecil & pspul dengan
eritema peripheral di
tubuh
Diagnosis :
- KOH
Tatalaksana :
- Infant : inflamasi jangka
panjang di scalp &
intertriginosa

- kortikosteroid topical
potensi rendah :
krim/lotion hidrokortison
1%
- imidazol topical : krim,
lotion ketokonazole 2%,
atau shampoo 1%
- dewasa :
- scalp : shampoo
mengandung zinc
pyrithion, selenium sulfide
(1-2,5%), imidazol (1-2%
ketokonazol shampoo,
krim, lotion, foam), coal
tar (krim, shampoo),
salicylic acid (shampoo,
krim), ciclopirox (krim, gel,
shampoo), detergent
ringan
DD

2. Ptiriasis rosea(hal 458)


Istilah PR pertama kali
digunakan oleh Gibert
Etiologi : virus (HHV-7 &
HHV-6), bakteri, jamur
Predileksi : batang tubuh
(area yang tertutup baju),
leher/ekstremitas proksimal

SS :
- Plak bersisik oval/bulat di
batang tubuh (herald
patch)
- Beberapa hari-beberapa
minggu kemudian timbul

lesi kecil yang serupa di


sepanjang batang tubuh
(Christmas tree pattern
- Warna seperti salmon,
eritema, atau
hiperpigmentasi
- Plak teriritasi
eczematous
papulovesicular
- Asimptomatik, terkadang
pruritus dengan gejala
seperti flu ringan (malaise,
headache, nausea, nafsu
makan , demam,
artralgia)
- Rentang timbulnya plak
primer & erupsi sekunder
2 hari-2 bulan, tapi erupsi
sekunder khas terjadi
dalam 2 minggu
- Plak dapat timbul dengan
vesikel, papul folikular, &
purpura yang tidak khas
- 2 tipe terjadinya lesi
sekunder :
Christmas tree pattern
Kecil, merah, papul
biasanya tidak bersisik
jumlahnya me &
menyebar ke perifer
Diagnosis :
- Histopatologi :
parakeratosis fokal, tidak
ada/ lapisan sel
granular, akantosis ringan,
spongiosis ringan, edema
papillary dermal,
perivaskular &infiltrasi
limfosit & histiosit
permukaan kulit
interstitial, ekstravasasi
fokal eritrosit
- Lesi lama : infiltrate
perivaskular dapat
superficial & dalam,
spongiosis <<, akantosis
> jelas

DD :
- Sifilis sekunder :
Riwayat luka primer
Lesi melibatkan telapak
tangan & kaki
Sedikit bersisik
Mirip popular pityriasis
rosea, tanpa plak
primer
Tes serologi (+)
- Tinea corporis :
Sisik di bagian perifer
plak
Plak tidak oval
Distribusi di sepanjang
dada
Pemeriksaan KOH (+)
- Dermatitis nummular :
Plak sirkuler, tidak oval
No collarettes of scale
Papul pinpoint
Vesikel lebih menonjol
- Guttate psoriasis :
Plak lebih kecil dari
plak PR
Tidak di garis belahan
dada
Sisik tebal
- Pitiriasis lichenoides
chronic :
Lesi kecil, bersisik
tebal, Christmas tree
pattern
Terutama di
ekstremitas
- PR like drug eruption :
Riwayat pemakaian
obat
Tatalaksana :
- Self-limited
- Kortikosteroid topical
potensi sedang : untuk
pruritus

- Asiklovir oral 800 mg


5x/minggu : berhubungan
dengan flu-like symptoms
&/penyakit kulit ekstensif
3. Psoriasis vulgaris (hal 197)
Predileksi : ekstensor
ekstremitas (siku & lutut),
kepala, lumbosakral bag.
bawah, bokong, melibatkan
genital

SS :
- Plak berwarna merah,
permukaannya bersisik
- Dasar lesi eritema
homogen mengkilap & bila
lesi diangkat trauma
dilatasi kapiler berdarah
(auspitz sign)
- Koebner phenomenon
(respon isomorfik) :
induksi trauma
psoriasis pada kulit non
lesi
terjadi selama flares of
disease & all-or-none
phenomenon
terjadi 7-14 hari
setelah injury
- Distribusi plak simetris

Kelainan Kelenjar
Sebasea & Ekrin
1. Akne vulgaris(hal. 897)
Pathogenesis :
- Hiperproliferasi folikular
epidermal
Membentuk mikro
komedo
Kohesi keratinosit
epitel folikel rambut
atas, ifundibulum
menjadi hiperkeratotik
Sel >>& lengket dalam
sumbatan (keratin,
sebum, bakteri)

menumpuk di folikel
folikel rambut bag. atas
melebar komedo
mikro
Produksi sebum >>
Inflamasi
Adanya aktivitas
Propionibacterium
acnes
Predileksi : punggung, dada,
bahu

SS :
- Neonates acne : timbul
saat usia 2 minggu
- Infant : timbul saat usia 36 bulan
- Non-inflamasi
Tertutup (whiteheads) :
pucat, sedikit elevasi,
papul kecil, tidak memiliki
orifisium
Terbuka (blackheads) :
datar/sedikit mengangkat
lesi, bag. tengah berwarna
gelap, impaksi folikular
keratin & lipid
- Inflamasi :
Papul kecil, batasnya
berwarna merah
Pustule, besar, lunak
Fluktuasi nodul
Nodulocystic akne
inflamasi berat
Diagnosis :
- Serum androgen : pada
cystic akne berat & akne
yang berhubungan
dengan berbagai kondisi
endokrin
DD :

Komplikasi :
- Scar
Ice pick : sempit,
dalam, bekas luka
terluas di permukaan
kulit & meruncing di
dermis
Rolling : dangkal, bekas
luka luas,
bergelombang
Boxcar : luas luka di
permukaan & dasar
kulit, berbatas tegas
Hipertrofik
Tatalaksana :
- Memperbaiki pola
keratinisasi folikel
- me aktivitas kelenjar
sebasea
- mengurangi populasi
P.acnes
- menggunakan antiinflamasi
- Topical :
Sulfur
Sodium sulfacetamide
Resorcinol 2%
Asam salisilik 0,5-2%
Asam azelaic krim
20% / gel 15% :

mengurangi
hiperpigmentasi postinflamasi
Benzoil peroksida
Antibiotic : eritromisin,
klindamisin, dapson
2x/hari
Retinoid :
Tretionin
Adapalene 0,1% gel
& krim, 0,3% gel
Tazarotene 0,1%
krim & gel :
diaplikasikan selama
5 menit, kemudian
dibersihkan dengan
cleanser

- Sistemik :
Antibiotic
Tetrasiklin 500-1.000
mg/hari
Minosiklin 100-200
mg/hari
Doksisiklin 50-100
mg 2x/hari
Azitromisin 250-500
mg PO 3x/minggu
Trimetoprimsulfametoksazol
Cefaleksin
Dapson 50-100
mg/hari selama 3
bulan
Klindamisin

2. Dermatitis perioral (hal. 925)


Etiologi : penggunaan yang
salah kortikosteroid topical
Predileksi : sekitar mulut
SS :

- papul eritema, vesikel,


pustule terpisah &
berkelompok
- dermatitis perioral
granulomatosa : kecil,
berwarna seperti daging

Tatalaksana :
- PO tetrasiklin 250-500 mg,
doksisiklin 50-100 mg,
minosiklin 50-100 mg selama
8-10 minggu, tapering 2-4
minggu terakhir
- Eritromisin 400 mg PO :
untuk anak < 8 tahun, ibu
menyusui, alergi tetrasiklin

(flesh-colored), eritema,
papul kuning-coklat
DD :

Penyakit
Vesikobulosa
1. Toxic epidermal necrolysis
(TEN) (hal. 439)
Etiologi :
- Penggunaan obat2an 8
minggu pertama
(sulfonamide,
antikonvulsan aromatic,

alopurinol, oxicam,
lamotrigine, nevirapin)
resiko
- Aminopenisilin, kuinolon,
sefalosporin, tetrasiklin
resiko , tapi sering
dilaporkan
- Infeksi Mycoplasma
pneumonia, penyakit
virus, imunisasi, LES
Pathogenesis :
- Tanda imunologi (lesi
awal) reaksi sel
sitotoksik (NKT, drugspesific CD8+ T
lymphocytes) terhadap
keratinosit apoptosis
massif
Predileksi : distribusi simetris
di wajah, tubuh bag. atas,
bagian proksimal tungkai

SS :
- Klinis dimulai dalam 8
minggu (khususnya 4-30
hari) setelah onset
eksposur obat pertama
kali
- Nonspesifik : demam,
sakit kepala, rinitis, batuk,
malaise dalam 1-3 hari
- Membrane mukosa
terlibat nyeri saat
menelan, rasa
terbakar/menyengat pada
mata
- Lesi eritema, merah
kehitaman, macula

purpura, bentuk ireguler,


secara progresif menyatu
Nikolskys sign
(terlepasnya epidermis)
akibat tekanan lateral (+)
- Lesi menjadi flaccid
blisters, menyebar
dengan penekanan &
mudah pecah
Nekrosis epidermis mudah
terlepas dengan
penekanan/gesekan
terlihat merah, kadang
dermis berdarah
Membrane mukosa
terlibat :
Eritema, diikuti nyeri
erosi mulut, mata,
mukosa genital
Gangguan makan,
fotofobia,
konjungtivitis, nyeri
saat BAK
Gejala ekstrakutan
Demam , nyeri,
lemah
Melibatkan visceral,
dengan komplikasi paru
& sal. Pencernaan

Diagnosis :
- Evaluasi RR & oksigenasi
darah
- Cek gas darah arteri
- Serum bikarbonat < 20
mM prognosis buruk
- Alkalosis respiratori
paru terlibat
- Kehilangan cairan
transdermal massif
ketidakseimbangan

elektrolit, hipoalbumin,
hipoprotein, insufisiensi
ginjal ringan & transien,
prerenal azotemia
- Nitrogen urea , glukosa
darah > 14 mM tanda
keparahan
- Anemia, leukositosis
ringan, trombositopenia
- Fungsi sel T
- Imunofluoresensi
- Apoptosis keratinosit tipis
pada lapisan suprabasal
nekrosis menebal &
subepidermal lepas
DD :
- Stevens-johnson
syndrome : Erythema
multiforme minor,
varicella
- TEN : acute generalized
exanthematous pustulosis,
generalized bullous fixed
drug eruption
Komplikasi :
- Sepsis
- Multisystem organ failure
- Pulmonal
- Mata
- Hipo/hiperpigmentasi
- Vulva & vagina

Tatalaksana :

- Simptomatik :
Pemberian cairan
Nutrisi melalui NGT
Infeksi antibiotic
Fase akut : emolien,
tetes mata
AB/antiseptic, vit. A
digunakan tiap 2 jam
Membilas mulut selama
beberapa menit/hari
dengan
antiseptic/antifungal
solution
- Spesifik :
Ig IV
Siklosporin A

Gangguan
Keratinisasi
1. Ichthyosis vulgaris(hal. 515)
Pada infant pada tahun
pertama
Predileksi : ekstensor
ekstremitas, menghindari
tulang fleksural
SS :
- Sisik putih dengan
cracking di tepi
- Keratosis pilaris,
melibatkan lengan bag.
luar, paha ekstensor,
bokong
- Telapak tangan hiperlinear
- Penebalan palmar/plantar,
seperti keratoma
- Atopi : hay fever, eksema,
asma