You are on page 1of 3

Ketika poros dikenai torsi atau putaran, maka tegangan

geser dihasilkan di poros. Tegangan geser bervariasi


dari nol pada sumbu sampai maksimum pada
permukaan luar poros.
Tegangan geser dalam poros melingkar solid pada
posisi tertentu dapat dinyatakan sebagai:
= T r / Ip

(1)

dimana
= tegangan geser (MPa, psi)
T = Momen putar (Nmm, pon)
r = jarak dari pusat ke permukaan yang bertegangan dalam posisi yang diberikan (mm, inc)
Ip = momen inersia polar penampang lintang (mm4, in4)
Momen inersia polar adalah ukuran kemampuan suatu benda untuk melawan torsi.

Poros Melingkar dan Momen Maksimum


Momen maksimum dalam poros melingkar dapat dinyatakan sebagai:
Tmax = max Ip / R

(2)

dimana:
Tmax = momen putar maksimum (Nmm atau pon)
max = tegangan geser maksimum (MPa atau psi)
R = jari-jari poros (mm atau inc)
Menggabungkan (2) dan (3) untuk poros padat
Tmax = ( / 16) max D3
Menggabungkan (2) dan (3b) untuk poros berongga

(2b)

Tmax = ( / 16) max (D4 d4) / D

(2c)

Poros melingkar dan Momen Inersia Polar


Momen inersia polar dari poros padat melingkar dapat dinyatakan sebagai:
Ip = R4 / 2 = D4 / 32

(3)

dimana:
D = diameter luar poros (mm, in)
Momen inersia polar dari poros berongga melingkar dapat dinyatakan sebagai:
Ip = (D4 d4) / 32

(3b)

dimana
d = poros diameter (mm, in)

Diameter Poros Solid


Diameter poros padat dapat dihitung dengan rumus:
D = 1,72 (Tmax / max) 1/3

(4)

Lendutan torsi poros


Sudut defleksi poros torsi dapat dinyatakan sebagai:
= L T / (Ip G)
dimana
= sudut defleksi poros (radian)
L = panjang poros (mm, in)
G = modulus kekakuan (MPa, psi)

(5)

Sudut defleksi poros torsi padat dapat dinyatakan sebagai


= 32 L T / (G D4)

(5a)

Sudut defleksi dari torsi poros berongga dapat dinyatakan sebagai


= 32 L T / (G (D4-d4))

(5b)

Sudut dalam derajat dapat dicapai dengan mengalikan sudut dalam radian dengan 180 /
Poros solid ( diganti)
degrees 584 L T / (G D4)
Poros berongga ( diganti)
degrees 584 L T / (G (D4-d4)

(6a)