You are on page 1of 15

Makanan dan Minuman

-Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan, jasa boga dan
makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai
makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah
makan/restoran, dan hotel).
-Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi : 6

Persyaratan lokasi dan bangunan

Persyaratan fasilitas sanitasi

Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan

Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi

Persyaratan pengolahan makanan

Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi

Persyaratan peralatan yang digunakan

Pencemaran Lingkungan

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan memerlukan pengelolaan
yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah :
Food include all substances, whether in a natural state or in a manufactured or preparedform, wich are
part of human diet. Batasan makanan tersebut tidak termasuk air, obat-obatan dan substansi-substansi
yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.

Makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa makanan tersebut layak untuk
dimakan dan tidak menimbulkan penyakit, diantaranya :

1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki

2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.

3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari pengaruh enzym,
aktifitas mikroba, hewan pengerat, serangga, parasit dan kerusakan-kerusakan karena tekanan,
pemasakan dan pengeringan.

4. Bebas dari mikroorganisme dan parasit yang menimbulkan penyakit yang dihantarkan oleh makanan

(food borne illness).


Higiene dan Sanitasi

Pengertian higiene menurut Depkes adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan
melindungi kebersihan individu subyeknya. Misalnya mencuci tangan untuk melindungi
kebersihan tangan, cuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan
yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.

Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan
tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat
menganggu atau memasak kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam
proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan
minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. Sanitasi makanan ini
bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit,

mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli. mengurangi kerusakan / pemborosan
makanan. Dalam pengelolaan makanan ada 6 prinsip yang harus di perhatikan yaitu:

Keadaan bahan makanan

Semua jeis bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjamin,
terutama bahan-bahan makanan yang mudah membusuk atau rusak seperti daging, ikan, susu, telor,
makanan dalam kaleng, buah, dsb. Baham makanan yang baik kadang kala tidak mudah kita temui,
karena jaringan perjalanan makanan yang begirtu panjangdan melalui jarngan perdagangan yang
begitu luas. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baika dalah menghindari
penggunaan bahan makanan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat
dipertanggung jawabkan secara kualitasnya.

Cara penyimpanan bahan makanan

Tidak semua bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan makanan
yang tidak segera diolah terutama untuk katering dan penyelenggaraan makanan RS perlu
penyimpanan yang baik, mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk,
sehingga kualitasnya dapat terjaga. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat hgiene sanitasi
makanan adalah sebagai berikut:

- Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang bersih dan memenuhi syarat

- Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak memberi kesempatan
serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat/tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau
rusak agar disimpan pada suhu yang dingin. (lebih lengkap, klik disini)

Proses pengolahan

Pada proses / cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian Yaitu:
1. Tempat pengolahan makanan

Tempat pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah, tempat pengolahan ini
sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam proses pengolahan makanan,
karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur

yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi.


2. Tenaga pengolah makanan / Penjamah Makanan

Penjamah makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara langsung berhubungan
dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan pengangkutan

sampai penyajian.Dalam proses pengolahan makanan, peran dari penjamah makanan sangatlah besar
peranannya. Penjamah makanan ini mempunyai peluang untuk menularkan penyakit. Banyak
infeksi yang ditularkan melalui penjamah makanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan
melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonella dapat
ditularkan melalui kulit. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu dalam keadan sehat

dan terampil.
3. Cara pengolahan makanan

Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan sebagai akibat cara
pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau
disebut GMP (good manufacturing practice).

Cara pengangkutan makanan yang telah masak

Pengangkutan makan dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau penyimpanan perlu mendapat
perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga, debu maupun bakteri. Wadah yang
dipergunakan harus utuh, kuat dan tidak berkarat atau bocor. Pengangkutan untuk waktu yang lama
harus diatur shunya dalam keadaan panas 60 C atau tetap dingi 4 C. (lebih lengkap, klik disini)

Cara penyimpanan makanan masak

Penyimpanan makanan masak dapat digolongkan menjadi dua, yaitu tempat penyimpanan makanan
pada suhu biasa dan tempat penyimpanan pada suhu dingin. Makanan yang mudah membusuk
sebaiknya disimpan pada suhu dingin yaitu < 4 0C. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam,
disimpan dalam suhu -5 s/d -10C. (lebih lengkap, klik disini)

Cara penyajian makanan masak

Saat penyajian makanan yang perlu diperhatikan adalah agar makanan tersebut terhindar dari
pencemaran, peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan bersih, petugas yang menyajikan harus
sopan serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya.

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK)


SEBELAS APRIL SUMEDANG
TAHUN 2010/2011
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,
Penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang atas
berkat rahmat serta karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada nabi besar
Muhammad saw.
Makalah ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Budaya
Dasar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, Perguruan Tinggi Sebelas April Sumedang.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak pihak yang
telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1.
2.

. Selaku dosen mata kuliah Kesehtan Lingkungan.


Kepada orangtua, kakak, dan adik tercinta yang telah memberikan bantuan dan
motivasi hingga makalah ini dapat diselesaikan.
Besar harapan penulis, semoga makalah ini dapat menambah wawasan keilmuan
dan bermanfaat untuk membantu mahasiswa dan mahasiswi dalam kegiatan
akademis, serta kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna
menyempurnakan makalah berikutnya.

Sumedang, November 2011

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Pengertian higiene menurut Depkes adalah upaya kesehatan dengan cara


memelihara dan melindungi kebersihan individu subyeknya. Misalnya
mencuci tangan untuk melindungi kebersihan tangan, cuci piring untuk
melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk
melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan.
Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik
beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan
minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau memasak kesehatan,
mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan,
penyimpanan, pengangkutan, sampai pada saat dimana makanan dan minuman
tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. Sanitasi
makanan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan,
mencegah konsumen dari penyakit, mencegah penjualan makanan yang akan
merugikan pembeli. mengurangi kerusakan / pemborosan makanan..
Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat
dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh.
Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah : Food include all substances,
whether in a natural state or in a manufactured or preparedform, wich are part
of human diet. Batasan makanan tersebut tidak termasuk air, obat-obatan dan
substansi-substansi yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.

Makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa makanan


tersebut layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan penyakit, diantaranya :
1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki
2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.
3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari
pengaruh enzym, aktifitas mikroba, hewan pengerat, serangga, parasit dan
kerusakan-kerusakan karena tekanan, pemasakan dan pengeringan.
4. Bebas dari mikroorganisme dan parasit yang menimbulkan penyakit yang
dihantarkan oleh makanan (food borne illness).
Hygiene sanitasi makanan dan minuman adalah upaya kesehatan dan kebersihan
unutuk mengendalikan faktor makanan dan minuman, orang, tempat, dan perlengkapannya yang
dapat menimbulkan penyakit / gangguan kesehatan atau keracunan makanan.

1.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dan tujuan dari pembuatan makalah ini :

1.

Mengetahui Keadaan bahan makanan.

2.

Dapat Mengetahui Cara penyimpanan bahan makanan.

3.

Dapat Menetahui Proses pengolahan makanan.

4.

Dapat Menetahui Cara pengangkutan makanan yang telah masak

5.

Dapat Mengetahui Cara penyajian Dan Penyimpanan makanan masak

6.

Dapat Mengetahui Bahaya Dan Tanda-Tanda Keracunan Makanan.

1.3 Perumusan Masalah


Adapun perumusan masalah dari makalah ini :

1.
2.

3.

Dapat Menetahui Bagaimana Bahan Makanan dan minuman Yang Baik.


Dapat Mengetahui
minuman Yang Baik.

Bagaimana

Cara

Penyimpanan

Bahan

Makanan

Dapat Mengetahui Proses Pengolahan Makanan dan minuman Yang Baik.

dan

4.
5.

6.

Dapat Mengetahui Pengangkutan makanan dan minuman yang telah Masak.


Dapat Mengetahui Cara Penyajian dan Penyimpanan Makanan dan minuman
Yang Masak.
Dapat Mengetahui Bahaya Dan Tanda-Tanda Keracunan Makanan.

1.4 Pembatasan Masalah


Dalam pembahasan makalah ini saya membatasi masalah dengan hanya
membahas tentang sanitasi makanan dan segala penjelasan nya saja karna
untuk sanitasi minuman secara umum cara-cara nya tidak jauh berbeda dengan
sanitasi makanan.

1.5 Sistematiaka Penulisan


Adapun penulisan makalah ini penulis menggunakan sistematika penulisan
sebagai berikut :
BAB I Pendahuluan, Latar Belakang Permasalahan, Maksud dan Tujuan
Penulisan, Perumusan Masalah, Pembatasan Masalah, Sistematika Penulisan.
BAB II Tinjauan Pustaka, Keadaan bahan makanan dan minuman,
penyimpanan bahan makanan dan minuman, Proses pengolahan makanan dan
minuman, pengangkutan makanan dan minuman yang telah masak, penyajian
makanan masak, Bahaya Dan Tanda-Tanda Keracunan Makanan.
BAB III Simpulan dan Saran, memberi Kesimpulan dan Saran

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Bahan Makanan Yang Baik

Semua jenis bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta
kesegarannya terjamin, terutama bahan-bahan makanan yang mudah
membusuk atau rusak seperti daging, ikan, susu, telor, makanan dalam kaleng,
buah, dsb. Baham makanan yang baik kadang kala tidak mudah kita temui,
karena jaringan perjalanan makanan yang begirtu panjangdan melalui jarngan
perdagangan yang begitu luas. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan
yang baika dalah menghindari penggunaan bahan makanan yang berasal dari
sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat dipertanggung jawabkan secara
kualitasnya.
cara penyimpanan bahan makanan yang baik menurut higiene dan
sanitasi makanan adalah sebagai berikut:
a)

Suhu penimpanan yang baik


Setiap bahan makanan mempunyai spesifikasi dalam penyimpanan
tergantung
kepada
besar
dan
banyaknya
makanan
dan
tempat
penyimpanannya. Sebagian besar dapat dikelompokkan menjadi:

a.

Makanan jenis daging, ikan, udang dan olahannya

Menyimpan sampai 3 hari : -50 sampai 00 C

Penyimpanan untuk 1 minggu : -190 sampai -50 C

b.

Penyimpanan lebih dari 1minggu : dibawah -10 0 C

Makanan jenis telor, susu dan olahannya

Penyimpanan sampai 3 hari : -50 sampai 70 C

Penyimpanan untuk 1 minggu : dibawah -5 0 C

Penyimpanan paling lama untuk 1 minggu : dibawah -5 0 C

c.

Makanan jenis sayuran dan minuman dengan waktu penyimpanan paling lama
1 minggu yaitu 70 sampai 100 C
d. Tepung, biji-bijian dan umbi kering pada suhu kamar (25 0C).
b)

Tata cara Penyimpanan


a.

Peralatan penyimpanan Penyimpanan suhu rendah dapat berupa:

- Lemari pendingin yang mampu mencapai suhu 10 0 150 C untu penyimpanan


sayuran, minuman dan buah serta untuk display penjualan makanan da
minuman dingin.
- Lemari es (kulkas) yang mampu mencapai suhu 1 0 - 40 C dalam keadaanisi bisa
digunakan untuk minuma, makanan siap santap dan telor.
- Lemari es (Freezer) yang dapat mencapai suhu -50 C, dapat digunakan untuk
penyimpanan daging, unggas, ikan, dengan waktu tidak lebih dari 3 hari.
- Kamar beku yang merupakan ruangan khusus untuk menyimpan makanan beku
(frozen food) dengan suhu mencapai -200 C untuk menyimpan daging dan
makanan beku dalam jangka waktu lama.
b.

Penyimpanan suhu kamar


Untuk makanan kering dan makanan terolahan yang disimpan dalam suhu
kamar, maka rang penyimpanan harus diatur sebagai berikut:
- Makanan diletakkan dalam rak-rak yang tidak menempel pada dinding, lantai
dan langit-langit, maksudnya adalah:

untuk sirkulasi udara agar udara segar dapatsegera masuk keseluruh ruangan
mencegah kemungkinan jamahan dan tempat persembunyian tikus
untuk memudahkan pembersihan lantai
untuk mempermudah dilakukan stok opname
- Setiap makanan ditempatkan dalam kelompoknya dan tidak bercampur baur
- Untuk bahan yang mudah tercecer seperti gula pasir, tepung, ditempatkan
dalam wadah penampungan sehigga tidak mengotori lantai.

c.

Cara penyimpanan

Setiap bahan makanan yan disimpan diatur ketebalannya, maksudnya agar


suhu dapat merata keselutuh bagian

Setiap bahan makanan ditempatkan secara terpisah menurut jenisnya, dalam


wadah (container) masing-masing. Wadah dapat berupa bak, kantong plastik
atau lemari yang berbeda.

Makanan disimpan didalam ruangan penyimpanan sedemikian hingga terjadi


sirkulasi udara dengan baik agar suhu merata keseluruh bagian. Pengisian lemari
yang terlalu padat akan mengurangi manfaat penyimpanan karena suhunya
tidak sesuai dengan kebutuhan.

d.

Penyimpanan didalam lemari es:

Bahan mentah harus terpisah dari makanan siap santap

Makanan yang berbau tajam harus ditutup dalam kantong plastik yang rapat
dan dipisahkan dari makanan lain, kalau mungin dalam lemari yang berbeda,
kalau tidak letaknya harus berjauhan.

Makanan yang disimpan tidak lebih dari 2 atau 3 hari harus sudah
dipergunakan.

Lemari tidak boleh terlalu sering dibuka, maka dianjurkn lemari untuk keperluan
sehari-hari dipisahkan dengan lemari untuk keperluan penyimpanan makanan

e.

Penyimpanan makanan kering:

Suhu cukup sejuk, udara kering dengan ventilasi yang baik

Ruangan bersih, kering, lantai dan dinding tidak lembab

Rak-rak berjarak minimal 15 cmdari dinding lantai dan 60cm dari langit-langit

Rak mudah dibersihkan dan dipindahkan

f.

Penempanan dan pengambilan barang diatur dengan sistem FIFO (firsin first
out) artinya makanan yang masuk terlebih dahulu harus dikeluarkan lebih dulu
Administrasi penyimpanan
Setiap barang yang dibeli harus dicatat dan diterima oleh bagian gudang
untuk ketertiban adminisrasinya. Setiap jenis makanan mempunyai kartu stock,
sehingga bila terjadi kekurangan barang dapat segera diketahui.

2.2

Cara Penyimpanan Bahan makanan

Tidak semua bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh


masyarakat. Bahan makanan yang tidak segera diolah terutama untuk katering
dan penyelenggaraan makanan RS perlu penyimpanan yang baik, mengingat
sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk, sehingga
kualitasnya dapat terjaga. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat hgiene
sanitasi makanan adalah sebagai berikut:
-

Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang bersih dan


memenuhi syarat.

Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil, tidak


memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari
lalat/tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau rusak.

suhu penyimpanan sesuai dengan keperluannya.


Waktu penyimpanan sesingkat mungkin untuk mencegah kerusakan dan
penurunan mutu.

Hindari suhu danger zone yaitu antara 10 o C 60o C.

Sirkulasi penyimpanan sisten FiFo (first in first out).

2.3

Proses Pengolahan Makanan dan minuman

Pada proses / cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat
perhatian Yaitu:
1. Tempat pengolahan
Tempat pengolahan adalah suatu tempat dimana makanan dan minuman
diolah, tempat pengolahan ini sering disebut dapur. Dapur mempunyai peranan
yang penting dalam proses pengolahan makanan, karena itu kebersihan dapur
dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang
baik harus memenuhi persyaratan sanitasi.
2. Tenaga pengolah / Penjamah
Penjamah makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara
langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap
persiapan, pembersihan, pengolahan pengangkutan sampai penyajian.Dalam
proses pengolahan makanan, peran dari penjamah makanan sangatlah besar
peranannya. Penjamah makanan ini mempunyai peluang untuk menularkan
penyakit.
Banyak
infeksi yang
ditularkan
melalui
penjamah
makanan,
antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidung dan tenggorokan,

kuman Clostridium perfringens, Streptococcus,


Salmonella dapat
ditularkan
melalui kulit. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu dalam
keadan sehat dan terampil.
3.

Cara pengolahan

Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan


makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau
prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good
manufacturing practice).
2.4

Cara Pengangkutan Makanan dan Minuman.

Pengangkutan makan dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau


penyimpanan perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari
serangga, debu maupun bakteri. Wadah yang dipergunakan harus utuh, kuat dan
tidak berkarat atau bocor. Pengangkutan untuk waktu yang lama harus diatur
shunya dalam keadaan panas 60 0C atau tetap dingi 4 0C.
-

lindungi dari cemaran kimia, serangga, atau percikan ludah sewaktu menata dan membawa
makanan dan minuman.

Gunakan kendaraan pengangkut makanan khusus.

Peralatan wadah makanan tidak melarutkan zat beracun ke dalam makanan.

2.5

Cara Penyampaian dan Penyajian Makanan dan minuman

A. Cara Penyimpanan
Penyimpanan makanan masak dapat digolongkan menjadi dua, yaitu
tempat penyimpanan makanan pada suhu biasa dan tempat penyimpanan pada
suhu dingin. Makanan yang mudah membusuk sebaiknya disimpan pada suhu
dingin yaitu < 40C. Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam, disimpan
dalam suhu -5 s/d -10C.

B.

Cara Penyajian
Saat penyajian makanan yang perlu diperhatikan adalah agar makanan
tersebut terhindar dari pencemaran, peralatan yang digunakan dalam kondisi
baik dan bersih, petugas yang menyajikan harus sopan serta senantiasa
menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya.
2.6

Dapat Mengetahui Bahaya Dan Tanda-Tanda Keracunan Makanan.


1

Bahaya keracunan makanan adalah :

a. Sumber,dapat menularkan kepada orang lain dengan berperan sebagai cairan (pembawa
kuman), dimana yang bersangkutan tidak sakit tetapi dapat menyebarkan penyakit kepada orang
lain.
b. Kehilangan produktifitas karena tubuh menjadi lemah, kesadaran menurun, dan gangguan
kesehatan lainnya sehingga tidak dapat bekerja secara optimal dan menyebabkan kehilangan
pendapatan atau penerimaan keluarga.
c. Pemborosan ekonomi karena akibat dari keracunan yang bersangkutan harus mengeluarkan
biaya pengobatan dan rehabilitasi.
2.

tanda-tanda umum keracunan

a. Keracunan infeksi bakteri biasanya ditandai dengan demam, sakit kepala, mual, sakit perut,
dan diare.
b. Keracunan karena toksi bakteri biasanya ditandai dengan demam, sakit kepala, mual, sakit
perut, disertai dengan lemah badan. Diare kadang tercampur dengan darah.
c. Keracunan kimia akibat pestisida atau logam berat, ditandai dengan badan lemah, kesadaran
menurun, tubuh dingin, mual muntah, kadang mulut berbusa, biasanya menimbulkan kematian.
d. Keracunan karena racun alam ditandai dengan demam, sakit kepala, mual, sakit perut,
kejang, sakit otot, dan kadang diare.
3.

tindakan darurat yang harus dilakukan adalah :

1.pemberian cairan basa


2. pemberian zat penawar
3. pemberian cairan asam
4. segera dibawa ke dokter / puskesmas / RS
5. mengamankan sisa makanan untuk diperiksa di laboratorium
6. melaporkan kejadian keracunan kepada sarana pelayanan kesehatan.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan


setiap saat dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat
bagi tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah : Food include all
substances, whether in a natural state or in a manufactured or preparedform,
wich are part of human diet. Batasan makanan tersebut tidak termasuk air,
obat-obatan dan substansi-substansi yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.
Hygiene

sanitasi

makanan

adalah

upaya

kesehatan

dan

kebersihan

unutuk

mengendalikan faktor makanan, orang, tempat, dan perlengkapannya yang dapat menimbulkan
penyakit / gangguan kesehatan atau keracunan makanan.

3.2

Saran

Makanan dan minuman yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa


makanan dan minuman tersebut layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan
penyakit, diantaranya :
1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki
2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.
3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari
pengaruh enzym, aktifitas mikroba, hewan pengerat, serangga, parasit dan
kerusakan-kerusakan

DAFTAR PUSTAKA

http://putraprabu.wordpress.com/2008/12/27/higiene-dan-sanitasi-makanan/
http://sakabaktihusada.wordprehttp://putraprabu.wordpress.com/2009/01/05/pen
yimpanan-bahan-makanan-prinsip-food-hygiene/
ss.com/2008/05/05/skk-penyehatan-makanan-dan-minuman/