You are on page 1of 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan

: SMA NEGERI 3 PALANGKA RAYA

Mata Pelajaran

: Kimia

Pokok Bahasan

: Laju Reaksi

Sub Pokok Bahasan

: Kemolaran

Kelas/Semester

: XI IPA/1

Pertemuan ke-

Alokasi Waktu

: 2 JP (2 x 45 menit)

A Standar Kompetensi
3. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang
mempengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.
B. Kompetensi Dasar
3.1 Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
C. Indikator
1. Menghitung konsentrasi larutan (molaritas larutan).
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menghitung menghitung konsentrasi larutan (molaritas larutan).

E. Materi Pembelajaran
Konsep Laju Reaksi
Setiap reaksi yang berlangsung selalu melibatkan komponen-komponen berupa reaksi,
hasil reaksi, dan laju reaksi. Pada saat reaksi berlangsung, konsentrasi zat pereaksi dan zat
hasil reaksi akan mengalami perubahan. Reaksi ada yang berlangsung cepat da nada juga
yang berlangsung lambat. Cepat lambatnya reaksi dipengaruhi oleh banyak factor,
diantaranya konsentrasi zat-zat yang bereaksi. Konsentrasi zat yang terlibat dalam reaksi ini
menggunakan satuan molaritas (M). oleh karena itu, sebelum belajar lebih jauh tentang laju

reaksi, kita harus terlebih dahulu menghitung molaritas larutan. Dikelas X, anda sudah
mempelajari mol sebagai berikut.

Kemolaran
Kemolaran atau molaritas yaitu banyaknya mol zat terlarut dalam 1 liter larutan.

Perumusan molaritas sebagai berikut :


M=

n
v

atau M =

g
Mr

Keterangan: M = Molaritas (mol/L)


n = mol (mol)
V = Volume (L)
g = massa zat terlarut (gram)
V =volume larutan (mL)
Larutan dengan molaritas tertentu dapat dibuat dari padatan murni atau larutan
pekatnya. Membuat larutan dari padatan murni dengan jumlah tertentu kedalam satu liter
pelarut. Misal membuat 1 liter larutan NaOH 0,1 M dari Kristal NaOH. Langkah-langkah
yang harus dilakukan sebagai berikut.
a. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan yaitu kristal NaOH, labu takar 1 liteer,
akuades, neraca, pipet volume, dan sendok stainless steel.
b. Menghitung massa NaOH yang diperlukan dari konsetrasi yang diinginkan.

M=
mol = M x volume
= 0,1 M x 1 L
= 0,1 mol
massa NaOH = mol x Mr NaOH
= 0,1 mol x 40 gram/mol
= 4 gram.
c. Menimbang 4 gram kristal NaOH.
d. Memasukkan kristal NaOH ke dalam labu ukur.

mol
volume

e.

Menambahkan sedikit akuades kedalam labu takar dan menggoyang labu ukur agar
NaOH larutan sempurna.

f. Menambahkan air hingga batas tanda 1 L.


Sementara itu, untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dari larutan pekatnya
dapat dilakukan dengan cara pengenceran. Pada proses pengenceran, volume dan molaritas
berubah, sedangkan jumlah molnya tetap. Oleh karena itu, berlaku rumus berikut.

n1 = n2
V1 x M1 = V2 x M2
Keterangan:
V1 = volume larutan pekat
M1 = molaritas larutan pekat,
V2 = volume larutan encer
M2 = molaritas larutan encer.
Contoh.
Berapa mL air harus dicampurkan dengan 100 mL larutan NaOH 0,5 M sehingga menjadi 0,2
M?
Jawab:
Diketahui:
V1 = 100 mL
M1 = 0,5 M
M2 = 0,2 M
Misalkan volum air yang harus ditambahkan = x mL, maka volum akhir larutan V2 = (100 +
x) mL. dengan menggunakan rumus pengenceran, V2 dapat ditentukan sebagai berikut.
V1 x M1 = V2 x M2
100 x 0,5 = (100 + x) x 0,2
50 = 20 x 0,2x
0,2x = 50 20
x=

30
0,2

= 150

jadi, volum air yang haruss ditambahkan sebanyak 150 mL.

Di antara zat yang tersedia dalam bentuk larutan pekat adalah berbagai jenis asam dan
ammonia. Misalnya, asam sulfa biasanya diperdagangkan berupa larutan dengan kadar 98%
dan massa jenis 1,8 kg/L.
Jika diketahui kadar dan massa jenisnya, penentuan molaritas menggunakan rumus berikut.
Keterangan

M=

x 10 x massa
Mr

M = molaritas
= massa jenis

mol L-

% massa = kadar

Mr = massa molekul relatif


Contoh:
Membuat 200 mL H2SO4 4 M dari asam sulfat 98%, masssa jenis 1,8 kg/L
Cara kerja pembuatan larutan sebagai berikut.
1. Menyiapkan alat dan bahan, yaitu labu ukur 200 mL, gelas kimia 200 mL, pipet ukur,
asam sulfat pekat, dan akuades.
2. Menghitung volum asam sulfat pekat yang diperlukan.
Kemolaran asam sulfat pekat:
M=

M=

x 10 x massa
Mr
1,8 x 10 x 98
98

= 18 mol/L

Volum asam sulfat pekat yang diperlukan dapat dihitung dengan


menggunakan rumus pengenceran:

V1 x M1 = V2 x M2
V1 x 18 = 200 x 4
V1 = 44,44 mL
3. Mengambil 44,44 mL asam sulfat pekat menggunakan pipet ukur
Sementara itu, untuk molaritas campuran larutan dapat dihitung menggunakan rumus berikut.
M campuran =
Keterangan:

V 1 M 1+V 2 M 2+V 3 M 3
V 1+ V 2+V 3

V1 = volume larutan 1 (L atau mL)


V2 = volume larutan 2 (L atau mL)
V3 = volume larutan 3 (L atau mL)
M1 = molaritas larutan 1
M2 = molaritas larutan 2

F. Metode Pembelajaran
Model pembelajaran : Kooperatif
Metode pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Pemberian LKS dan tanya jawab.
G. Langkah Pembelajaran
No. Tahap kegiatan
1
Pendahuluan (10 menit)
-

Kegiatan Guru
Salam pembuka
Memeriksa kehadiran siswa
Menyampaikan tujuan pembelajaran
Mengapersepsikan siswa dengan :
Menanyakan materi sebelumnya
-

Kegiatan Siswa
Siswa menjawab
pertanyaan guru

Menjawab pertanyaan yang


diberikan guru.

Motivasi:
-

Sate merupakan makanan


popular di Indonesia. Sate
terbuat dari potongan daging
kecil-kecil yang ditusuk dan
dibakar. Tusuk yang digunakan
terbuat dari lidi, bambu. Daging
yang telah ditusuk dibakar
menggunakan bara arang kayu.
Potongan daging yang kecilkecil membuat sate lebih cepat
matang dibandingkan jika
daging dibakar dalam potongan
besar. Proses pembakaran sate
merupakan salah satu contoh
reaksi kimia dengan laju reaksi

Menyimak apa yang


dijelaskan guru

yang berjalan cukup cepat. Dari


peristiwa ini, anda dapat
mengetahui bahwa ukuran luas
permukaan menentukan waktu
reaksi. Lantas, apakah yang
dimaksud dengan laju reaksi?
Factor apa saja yang
memengaruhi laju reaksi selain
luas permukaan? Simaklah bab
ini untuk memperoleh
jawabannya.
2

Kegiatan inti
(70 menit)
(35 menit)

Eksplorasi

Mendeskripsikan materi tentang:


-

Menyimak apa yang


dijelaskan guru

Konsep laju reaksi


Kemolaran (M)

Memberikan contoh soal tentang


Kemolaran (M), Pengertian laju
reaksi (v), Hubungan laju reaksi
dengan koefisien reaksi.
Elaborasi
-

Memberikan soal untuk

dikerjakan.
Membahas soal bersamasama siswa

diberikan guru
-

(25 menit)

Menyuruh siswa

jawaban
Membahas bersama-sama

hasil jawaban
Memberikan pendapat serta

menampilkan hasil
perhitungan dipapan tulis

Maju dan
mempresentasikan hasil

Konfirmasi
-

Membentuk kelompok
Menjawab soal yang

Memberikan umpan balik.

mendengarkan

Menanyakan apa yang belum

guru

penjelasan

(10 menit)

diketahui, apabila ada yang


belum diketahui
-

Kegiatan
penutup
(10 menit)

Menyimpulkan tujuan

pembelajaran
- Memberikan tugas secara terstruktur
- Menutup pelajaran dan
mengucapkan salam.

Mencatat tugas yang


diberikan guru
dan.mengerjakan tugas
dirumah dengan sungguhsungguh

H. Media Pembelajaran
Alat

: Papan tulis, spidol, dan lain-lain

Bahan : Buku paket kimia SMA kelas XI , Lembar kerja siswa (LKS)

Palangka Raya,

Oktober 2016

Mahasiswa,

INMAS EKA PARTIWI


NIM. ACC 113 038
Mengetahui,
Dosen Pembimbing,

Guru Pamong,

Dr. ABDUL HADJRANUL FATAH, M.Si


NIP. 19670307 199203 1 004

HELEN LUSIANA, S.Pd, M.Si


NIP. 19711020 19902 2 003

Mengetahui,
Kepala SMAN 3 Palangka Raya

NAMPUNG, S.Pd
NIP. 19610404 198601 1 002