You are on page 1of 4

NAMA

: MIJUN

NIM

: 1605019006

KELAS

: KONVERSI 2016

ANALISIS JURNAL

PENAMBANGAN TIMAH DIPULAU BANGKA ANTARA


PEMASUKAN PENDAPATAN DAERAH DAN RUSAKNYA
LINGKUNGAN HIDUP.

Timah merupakan salah satu jenis bahan tambang dimana aktifitas


tambang timah di indonesia telah berlangsung lebih dari 200 tahun
dengan jumlah cadangan yang cukup besar .Pulau Bangka dan
Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah terbesar di indonesia
dan merupakan Mineralisasi Logam di Indonesia bagian
barat.Kegiatan penambangan di Pulau Bangka sudah dimulai pada
tahun 1711 sedangkan di kepulauan Belitung dimulai sejak tahun
1852 dan berlangsung sejak zaman Belanda sampai sekarang.
Daerah bangka belitung khususnya bangka induk ,bangka tengah,
bangka barat dan bangka selatan merupakan daerah dengan
penghasilan timah yang banyak, Bangka Barat dan luas wilayah
keseluruhannya adalah 11.534.231.4 Kilometer persegi, terkenal tidak
hanya dari catatan sejarahnya saja akan tetapi pulau Bangka itu
terkenal akan hasil alam yaitu Timah Pulau Bangka yang merupakan
salah satu penghasil Timah terbesar di Indonesia yang merupakan
salah satu andalan bagi pemasukan devisa dalam negeri.
Selain hasil tambang lainnya dan penghasilan timah dapat menjadi
pemasukan dan untuk bertumpu hidup bagi masyarakat bangka induk
,bangka tengah,bangka barat dan bangka selatan.Sebagian besar
pertambangan di Pulau Bangka dilakukan dengan cara terbuka yang
meninggalkan lubang-lubang raksasa di bekas area pertambangannya
dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jangka panjang,
terutama berkaitan dengan kualitas dan kuantitas air.

Dengan adanya PT Timah Tbk ini merupakan badan hukum milik


pemerintah indonesia yang mempunyai hak penuh untuk menampung
dan melembur hasil tambang timah dipulau bangka belitung ini dan
PT timah tbk telah menjadi sebagai tumpuan bagi masyarakat bangka
dan belitung dari dulu sampai dengan saat ini.Namun, diluar fungsi
PT Timah Tbk yang telah terlaksanakn,PT Timah Tbk telah
melupakan fungsi lingkungan di pulau bangka baik fungsi fisik dan
fungsi lingkungan , sehingga membuat pulau bangka menjadi rusak
unk pencemaran lingkungannya, dimana-mana terdapat banyak
lubang-lubang.
PT Timah Tbk dan PT KOBATIN memiliki mitra kerja yang sama
dimana melakukan penambangan timah di wiayah asal mereka
masing-masing dengan catatan asalkan timah yang yang didapat dari
hasil penambanganya harus dijual kepada PT KOBATIN sesuai
perjanjian mereka diawal.dengan perjanjian yang mereka buat PT
Timah Tbk dan PT KOBATIN tidak ada pertanggung jawaban yang
utuh dari hak kuasa penambangn atas akibat yang telah ditimbulkan
penambangn yang dilakuan oleh badan usaha penambangan timah dan
mengenai perjanjian yang mereka buat.
Selain PT Timah Tbk dan PT KOBATIN ternyata ada satu kelompok
lagi yang ikut melakukan penambang timah dipulau bangka yaitu
masyarakat dalam sendiri atau Tambang Rakyat(TR). 3 kelompok ini
lah yang mempunyai hak dan kuasa dalam melakukan penambangan
timah diwilayah pulau bangka dan berdasarkan UU No.27 tahun
1980, Maka untuk ketiga golongan ini maka diberlakukanlah
ketentuan-ketentuan tersebut. Untuk Pt Timah TBK, PT KOBATIN
dan Tambang Rakyat(TR) diamna telah ditetapkan wilayah mereka
masing-masing dalam penambangan timah yang mana telah
ditetapkan sesuai dengan aturan yang terdapat dalam pasal 19 s/d
pasal 21 PP No.27 tahun 1980 yang mereupakan peraturan
pelaksana UU No. 11 Tahun 1967.
Dengan pertamabangan timah yang dialukan oleh 3 kelompok,PT
Timah Tbk, PT KOBTIN dan Tambang Rakyat(TR) walaupun sudah
ditentukan dalam UU ,hal ini dapat menimbulkan kerusakan alam

dipulau bangka belitungan salah satunya terdapat banyak kulong atau


lubang-lubang besar hampir merata di kepuluan bangka belitung
akibat penggalian timah yangb tidak mau mereklamasikan lahan
bekas penggalian yang telah dilakukan.

Dampak dari penambangn timah yang dilakukan:


Terjadinya kerusakan alam dipulau bangka belitung
Terdapatnya lubang-lubang raksasa besar yang tidak dapat
dilakukan Reklamasi
Tanah menjadi tidak subur lagi
Sungai menjadi keruh
Pantai menjadi berubah warna cokelat
Cuaca menjadi tambah panas karena pohon-pohonan sudah
ditebangi untuk dijadikan tempat penambangn timah liar
Pemerintah dikepuluan bangka belitung bekerja sama dengan PT
Timah yang di koordinasikan oleh beberapa aparat keamanan terkait
seperti pihak Kepolisian ,Koramil dan Lanal Bangka Belitung untuk
melakukan pementukan posko-posko tetap dan posko-posko berjalan.
Posko-posko ini bertugas mengawasi penambangn timah dipuau
bangka dan memberikan tidakan tegas berupa penutupan tambang
tambang ilegal maupun tambang-tambang yang sekiranyan
memabahayakan baik itu membahayakan bagi pekerja,penduduk dan
lingkungn alam.
Jika hal ini dibiarkan terus-menerus sampai ke generasi cucu-cucu
kita,maka pulau bangka belitung akan tenggelam karena
penambangan timah.hal ini harus diperhatikan lebih dan ditegaskan
dan untuk UU mengenai peraturan penambangn timah bagi rakyat
setempat atau badan usaha penambangn harap ditegaskan lagi,agar
masyarakat dan badan usha penambangnmengikuti peratutan
pemerintah yang telah ditetapkan dalm UU No. 27 Tahun
1980 dan harus sesuai porsi nya masing-masing sesuai dalam pasal 19
s/d Pasal 21 PP No. 27 Tahun 1980 yang merupakan peraturan
pelaksana UU No. 11 Tahun 1967. Dengan ketentuan agar dapat
melakukan reklamasi setelah melakukan penambangan timah .tidak

hanya rakyat dan badan usaha penambang ,seluruh lapisan masyarakat


dan pemerinta harus ikut menjaga,melestarikan lingkungan alam
sekitar karena tanah milik kita dan harus kita jaga.