You are on page 1of 2

1.

1 Latar Belakang
Di era globalisai saat ini, kondisi perekonomian dan persaingan pasar yang semakin ketat
menuntut masyrakat ataupun pemilik usaha untuk mampu memanfaatkan segala sumber daya
yang dimiliki secara optimal, termasuk berusaha menciptakan suatu produk baru dimana pemilik
usaha harus mampu untuk mempengaruhi konsumen agar konsumen tertarik dengan adanya
suatu produk baru dan konsumen akan loyal terhadap produk tersebut.ggal dalam persaingan.
Suatu persaingan yang kompetitif akan memacu pemilik usaha untuk senantiasa berfikir
kreatif dan inovatif agar usahanya unggul dan menjadi berbeda, agar dapat bertahan dalam
kondisi persaingan yang semakin kompetitif, pemilik usaha harus dapat menerapkan strategi
yang tepat untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen,
hal ini perlu dilakukan agar produk pemilik usaha tidak tertingal dari pesaing
Desain produk baru sangat penting bagi kelangsunan hidup perusahaan. Keputusan
tentang prduk mempengharuhi keempat bidang pengambilan keputusan operasi, sehingga
keputusan produk harus dikoordinasikan secara teliti dengan operasi untuk memastikan bahwa
operasi diintegrasikan dengan desain produk. Oleh karena itu desain produk sangat penting
dalam sebuah perusahaan

1.2 Kajian Teori


1.2.1 desain Produk
Produk adalah kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada
pasar sasaran dan pelanggan ( Kotler& Amstrong : 2008 ). Pengembangan dan Desain
(rancangan) produk-produk yang baik mutunya merupakan kunci kesuksesan di dunia
bisnis.
Desain produk adalah fungsi produk yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan,
dan harapan konsumen ( Jenu Widjaya : 2004 76 ). Selain itu pengertian yang lain dari
Kotler, desain produk adalah totalitas fitur yang mempengaruhi penampilan dan fungsi
produk tertentu menurut yang disyaratkan oleh para pelanggan.
1.2.2 Daur Hidup Produk
Daur hidup produk adalah perjalanan penjualan dari suatu produk dalam masa
hidupnya. Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) merupakan suatu grafik yang
menggambarkan riwayat produk sejak diperkenalkan ke pasar sampai ditarik dari pasar.
Siklus hidup produk merupakan suatu konsep penting yang memberikan pemahaman
tentang dinamika kompetitif suatu produk. Konsep ini dipopulerkan oleh Levitt (1978).
Ada berbagai pendapatan mengenai tahap tahap yang ada dalam Siklus Hidup Produk
(Product Life Cycle) suatu produk. Ada yang menggolongkannya menjadi introduction,
growth, maturity, decline dan termination. Sementara itu ada pula yang menyatakan bahwa
keseluruhan tahap tahap Siklus Hidup Produk (Product Life Cycle) terdiri dari introduction

(pioneering), rapid growth (market acceptance), slow growth (turbulance), maturity


(saturation), dan decline (obsolescence).
Selain itu
ada juga pendapat yang mengkategorikannya
ke dalam
tahap introduction, growth, maturity, saturation, dan decline. Meskipun demikian pada
umumnya yang digunakan adalah penggolongan ke dalam empat tahap, yaitu introduction,
growth, maturity dan decline.