Вы находитесь на странице: 1из 25

UJIAN AKHIR SEMESTER

PL 4008 SEMINAR STUDI FUTURISTIK

ANALISIS KERTAJATI AEROCITY

Oleh :
Dini Karunia Alfaerdanta

(15412007)

Euis Ratne Dewi Hidayat

(15412021)

Dian Nur Elvandari

(15412059)

Dosen:
Hastu Prabatmodjo, Ir., MS, Ph.D.

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


SEKOLAH ARSITEKTUR, PERENCANAAN, DAN PENGEMBANGAN
KEBIJAKAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2016

DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR................................................................................ 2
I.

PROLOG DAN ISU STRATEGIS......................................................3

II. GAMBARAN UMUM........................................................................5


III. INTERAKSI AEROCITY MAJALENGKA DENGAN LINGKUNGAN
YANG LEBIH MAKRO............................................................................7
IV. PERUBAHAN-PERUBAHAN EKSTERNAL YANG MUNGKIN
TERJADI............................................................................................... 12
1. Preferensi Masyarakat/Pelanggan.......................................12
2. Perkembangan Bisnis Berbasis Udara.................................12
3. Investasi di Bidang Industri, Bisnis atau Komersil............13
4. Rencana Pembangunan Bandar Udara Internasional
Karawang........................................................................................ 13
V. PROSPEK PENGEMBANGAN.......................................................14
1. Skenario Positif.......................................................................14
2. Skenario Moderat....................................................................16
3. Skenario Negatif......................................................................19
VI. KESIMPULAN................................................................................ 20
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 21
TUGAS INDIVIDU............................................................................... 22
Dini Karunia Alfaerdanta (15412007)........................................22
Euis Ratna Dewi Hidayat (15412021).........................................23
Dian Nur Elvandari (15412059)...................................................24

DAFTAR GAMBAR
Gambar II-1 Rencana Tata Ruang Kertajati Aerocity...............................6
Gambar III-1 Lokasi Kertajati Aerocity....................................................7

I. PROLOG DAN ISU STRATEGIS

Berdasarkan RTRW Kabupaten Majalengka, Kertajati Aerocity merupakan


kawasan yang di dalamnya terdapat berbagai aktivitas perkotaan yang
mendukung kegiatan

bandar udara yang terletak di Kecamatan Kertajati.

Pembangunan Kertajati Aeoricity ini diharapkan mampu mendorong aktivitas


aktivitas sebagai Bandar Udara internasional di Jawa Barat. Kertajati Aerocity
dibangun di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka dengan perencanaan
seluas 3200 Ha dan 1800 Ha sebagai Bandar Udara Internasional di Jawa
Barat. Kegiatan Kertajati Aerocity diharapkan dapat mendukung aktivitas di
bandar udara, menjadi daya tarik, serta memudahkan pergerakan dari dan
menuju

bandar udara. Kertajati Aerocity direncanakan terbagi ke dalam

beberapa kawasan. Kawasan di dalam Kertajati Aeorcity terbagi dalam area


komersial lingkar utara, area pendidikan, kawasan pergudangan, area
pemukiman, stadion olahraga, Majalengka spectacular, kawasan industri,
hiburan, dan hotel.
Proses pembangunan Kertajati Aerocity sudah direncanakan dari tahun 2003
hingga sekarang. Proses awal dalam pembangunan, seperti uji kelayakan, uji
AMDAL, uji lingkungan, dan uji teknis sudah dilakukan pada tahap pertama.
Proses pembangunan terus berlangsung hingga sekarang dan sempat berhenti,
hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan yang dialami dalam proses
pembangunan. Isu strategis dalam perencanaan Kertajati Aerocity di
Kabupaten Majalengka ini adalah Belum Siapnya Kelembagaan Dalam
Hal Perencanaan dan Terhambatnya Proses Pembebasan Lahan Akibat
Spekulan Lahan Sehingga Harga Lahan Tinggi.
Isu ini muncul dari berbagai kajian permasalahan dan potensi di Kabupaten
Majalengka serta

pengamatan terhadap proses pembangunan Kertajati

Aeorocity. Permasalahan dalam proses pembangunan Kertajati Aerocity


disebabkan banyaknya perubahan dari sisi perencanaan sebagai akibat dari
perbedaan sudut pandang stakeholder, sulitnya pembebasan lahan, kurangnya
persiapan pembangunan sisi darat, perbedaan pendapat antara Pemerintah
Kabupaten Majalengka dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat tentang

pembebasan lahan (lahan yang baru terbebaskan baru sekitar 700 Ha dari total
lahan yang dibutuhkan yaitu 5000 Ha), tingkat pendidikan penduduk rendah,
banyak munculnya spekulan tanah, harga lahan tinggi, investor rendah minat,
dan alih fungsi lahan pertanian. Pembangunan Kertajati Aerocity ini akan
menggusur 5 desa dengan jumlah masyarakat yang tergusur sebesar 48.113
jiwa.
Sementara itu, potensi yang terdapat di kabupaten Majalengka khususnya
Kecamatan Kertajati adalah memberikan peluang investasi tinggi, yaitu
mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten
Majalengka serta membuka lapangan kerja. Penduduk mayoritas mata
pencahariannya adalah

petani sehingga dengan pertumbuhan ekonomi

tersebut dapat mendukung aktivitas pertanian.


Berdasarkan masalah dan potensi, terdapat gap diantara keduanya, yaitu
rencana untuk menumbuhkan perekonomian Jawa Barat dan Kabupaten
Majalengka melalui investasi yang tinggi terhambat dengan harga lahan yang
meningkat di kawasan yang akan dibangun Kertajati Aerocity. Hal ini terjadi
karena banyaknya spekulan lahan yang menaikkan harga dan lemahnya
kontrol dari pemerintah dalam hal penanganan masalah lahan. Harga lahan
yang tinggi menyebabkan rendahnya minat para investor untuk berinvestasi di
dalam proyek ini. Selain itu, alih fungsi lahan yang terjadi disebabkan oleh
kebutuhan lahan yang sangat tinggi dalam pembangunan Kertajati Aerocity
dan menyebabkan penggusuran lahan milik masyarakat untuk dibebaskan
termasuk lahan-lahan sawah milik masyarakat, hal ini menyebabkan
masyarakat akan kehilangan mata pencaharian dengan mayoritas mata
pencaharian sebagai petani. Banyaknya perubahan sisi perencanaan,
kurangnya persiapan pembangunan sisi darat, serta kurang terperhatikannya
dampak-dampak yang mungkin terjadi pada penduduk, ekonomi dan
lingkungan merupakan salah satu bukti bahwa proyek ini kurang disiapkan
dengan matang dan kurang siapnya kelembagaan yang bertanggung jawab
terhadap proyek ini.

Berdasarkan hal tersebut isu yang muncul adalah Belum Siapnya


Kelembagaan Dalam Hal Perencanaan dan Terhambatnya Proses
Pembebasan Lahan Akibat Spekulan Lahan Sehingga Harga Lahan
Tinggi.

II.

GAMBARAN UMUM
Majalengka merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang saat ini mulai
banyak diperbincangkan karena adanya rencana pembangunan bandar udara
bertaraf internasional. Rencananya bandar udara ini akan dibangun di
Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka. Latar belakang direncanakannya
bandar udara ini adalah adanya persoalan yang terjadi pada Bandar Udara
Husein Sastranegara dan Soekarno-Hatta Jakarta yang telah mengalami
overload. Hal ini mengakibatkan perlu adanya pengembangan bandar udara
bertaraf internasional untuk dapat mengefisienkan kinerja penerbangan di
Indonesia.

Arahan pengembangan bandar udara internasional dan Aerocity di Kertajati ini


tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 22 Tahun 2010 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Barat Tahun 2009-2029. Kemudian dari
arahan tersebut, rencana pengembangan bandar udara internasional dan
Aerocity masuk dalam Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 11
Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Majalengka
tahun 2011-2031. Dalam RTRW tersebut dijelaskan mengenai adanya
pengembangan Kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) sebagai
kawasan yang penataan ruangnya diperuntukan sebagai Bandara Internasional
Jawa Barat dan pendukungnya yang akan dikembangkan seluas kurang lebih
1800 Ha. Selain bandara, akan dibangun pula kawasan pendukungnya seperti
yang telah disebutkan dalam kalimat tersebut. kawasan pendukungnya itu
adalah Kertajati Aerocity, yakni suatu kawasan yang didalamnya terdapat
berbagai aktivitas perkotaan yang saling mendukung dengan kegiatan bandar

udara yang terletak di Kecamatan Kertajati dan akan dikembangkan seluas


3200 Ha.

Gambar II-1 Rencana Tata Ruang Kertajati Aerocity

Sumber: http://www.westjavainvest.com/in/index.php?
option=com_content&task=view&id=299

Dalam RTRW Kabupaten Majalengka dijelaskan bahwa kawasan BIJB dan


Aerocity Kertajati ini ditetapkan menjadi kawasan strategis provinsi (KSP)
yang ditujukan untuk pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan arahan dari provinsi,
dalam kawasan Aerocity Kertajati tersebut nantinya akan dibangun kawasan
permukiman dan industri. Bandar udara yang ditargerkan selesai pada tahun
2017 itu berdasarkan keterangan Kemenhub bahwa pada pada tahap 1 ini,
bandar udara internasional sudah memiliki satu dari dua landas pacu/runway
dengan kapasitas 5,6 juta penumpang per tahun. Berdasarkan penuturan
Gubernur Jawa Barat bahwasannya dengan dua runway tersebut, BIJB akan
mampu mengakomodasi lebih dari 24-30 juta penumpang per tahun.
Pembangunan bandar udara tersebut direncanakan untuk dibangun melalui 3
(tiga) tahap, yaitu tahap I pada tahun 2013, tahap II pada tahun 2014, dan tahap
III pada tahun 2015.

III. INTERAKSI AEROCITY MAJALENGKA DENGAN


LINGKUNGAN YANG LEBIH MAKRO
Kertajati Aerocity dibangun di atas lahan hasil pembebasan lahan-lahan
masyarakat. Lokasi pembangunan yaitu berada di Kecamatan Kertajati,
Kabupaten Majalengka. Tujuan dibangunnya Kertajati Aerocity menurut Perda
Provinsi Jawa Barat No.13 Tahun 2010 yaitu :
a. Mendorong pengembangan wilayah pembangunan Ciayumajakuning.
b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi regional berbasis potensi daerah.
c. Meningkatkan daya saing global Jawa Barat dalam rangka mendorong
percepatan pertumbuhan investasi.
d. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang trasnportasi udara.
e. Meningkatkan investasi, industri, perdagangan, pariwisata, permukiman
dan perluasan lapangan kerja.
Untuk dapat mewujudkan tujuan yang diharapkan, pembangunan Kertajati
Aerocity tidak terlepas dari interaksi dengan lingkungan internalnya ataupun
lingkungan yang lebih makro. Serta terdapat kajian dari berbagai aspek yaitu
aspek penduduk, ekonomi dan lingkungan. Secara konstelasi regional Kertajati
Aerocity dibangun dengan berbatasan Kabupaten Cirebon, dengan harapan
dapat mendukung pertumbuhan dan berintegrasi dengan wilayah lainnya.

Sumber : Bappeda Kabupaten Majalengka

Gambar III-2 Lokasi Kertajati Aerocity

Secara lebih makro, Kertajati Aerocity diharapkan dapat mendukung proses


pergerakan dan memudahkan pergerakan di Jawa Barat melalui udara serta
mampu mendukung proses pertumbuhan ekonomi Jawa Barat melalui
peningkatan investasi di Kertajati Aerocity. Dalam proses perencanaan
Kertajati Aerocity tidak terlepas dari interaksi dengan lingkungan dalam
wilayah dan lingkungan yang lebih makro. Interaksi yang terjadi dengan
lingkungan yang lebih makro yaitu meliputi aspek kelembagaan pembiayaan,
investor, penduduk,dan bahan konstruksi yang berasal dari lingkungan yang
lebih makro. Yang dimaksud dengan lingkungan yang lebih makro adalah
aspek-aspek yang berasal dari lingkungan wilayah proyek.
Proses interaksi yang terjadi dalam hal aspek kelembagaan proyek ini tidak
hanya melibatkan Pemerintah Kabupaten Majalengka saja, melainkan juga
melibatkan pemerintah dari luar wilayah proyek yaitu Pemerintah Jawa Barat,
Dinas perhubungan Provinsi Jawa Barat, Angkasa Pura dan Kementerian
Pekerjaan Umum. Lembaga-lembaga tersebut bekerja sama serta berinteraksi
dalam hal merumuskan konsep pembangunan serta perencanaan pembangunan.
Proyek ini juga membutuhkan dana yang sangat besar, jika dibebankan pada
pemerintah Kabupaten Majalengka saja ini akan sangat membebankan APBD
Kabupaten Majalengka.
Jika dilihat dari posisi proyek, proyek ini adalah proyek atas arahan provinsi
Jawa Barat, Kabupaten Majalengka hanyalah sebagai daerah yang bertugas
menyediakan lahan dan menjadi tempat berdirinya pembangunan Kertajati
Aerocity dikarenakan berdasarkan hasil uji kelayakan, Kabupaten Majalengka
layak untuk dilaksanakan proyek pembangunan ini. Dengan demikian anggaran
untuk proses pembangunan Kertajati Aerocity adalah berasal dari APBD
Provinsi, APBN serta investor dan sumber pembiayaan lainnya. Dalam hal segi
pembiayaan, proyek ini membutuhkan interaksi dan bentuk kerjasama untuk
membiayai terlaksananya proyek pembangunan Kertajati Aerocity.

Bentuk interaksi lainnya yaitu investor, dikarenakan pembiayaan tidak akan


cukup jika hanya berasal dari sumber pembiayaan pemerintah, maka proyek ini
membutuhkan sumber pembiayaan lainnya yaitu dengan cara membuka
kerjasama untuk memberikan kesempatan investasi. Investasi yang sudah
terjadi dalam proyek ini adalah investasi dari China. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa ada hubungan interaksi antara pelaksana proyek dan investor
China untuk mengkomunukasikan bentuk investasi dan perhitungan lainnya.
Interaksi lainnya yaitu dalam hal penduduk, maksudnya penduduk disini adalah
penduduk dari luar wilayah. Penduduk dari luar wilayah dapat dijadikan
sebagai tenaga kerja untuk melakukan pembangunan proyek dan juga tenaga
ahli dalam merumuskan perencanaan pembangunan proyek. Hal ini
dikarenakan proses pembangunan proyek harus berdasarkan perhitungan yang
rinci dan teliti serta membutuhkan tenaga kerja pembangun yang banyak. Tidak
mungkin jika hanya mengandalkan tenaga kerja dari dalam wilayah Kabupaten
Majalengka saja. Selain itu tenaga kerja pembangun juga harus memiliki
keahlian khusus yang sudah terbiasa bekerja di dalam proses pembangunan
proyek yang mungkin tidak dimiliki oleh penduduk Kabupaten Majalengka.
Tidak hanya itu tenaga ahli, harus memiliki kualifikasi tertentu yang sesuai
dengan proyek pembangunan dan belum tentu Kabupaten Majalengka memiliki
tim ahli dalam proyek pembangunan Aerocity. Dengan demikian, dalam
pembangunan proyek ada interaksi antara Pemerintah Daerah, Dinas
Perhubungan Jawa Barat, Angkasa Pura, Pemerintah Pusat dan juga tenaga ahli
serta adanya tambahan tenaga kerja yang berasal dari luar daerah.
Bentuk interaksi lainnya yang dapat dilakukan dengan wilayah luar adalah
dalam pengadaan bahan-bahan konstruksi. Bahan-bahan konstruksi tidak hanya
didapatkan di dalam wilayah Kabupaten Majalengka saja. Dikarenakan secara
kapasitas tidak mencukupi untuk proses pembangunan keseluruhan proyek,
serta tidak seluruh bahan konstruksi dapat tersedia di Kabupaten Majalengka.
Berdasarkan hal tersebut diperlukan bentuk interaksi dengan penyedia bahan
konstruksi di luar wilayah yang memiliki potensi bahan konstruksi seperti

10

misalnya bahan konstruksi dapat diperoleh dari Kabupaten Cirebon, Kabupaten


Tasikmalaya, dan Kabupaten Bandung serta Kota Bandung. Jika dilihat dalam
hal dampak yang ditimbulkan terhadap wilayah sekitarnya, yaitu tumbuhnya
ekonomi

wilayah-wilayah

yang

menyediakan

bahan-bahan

konstruksi

dikarenakan akan menambah nilai PDRB dalam sektor jasa konstruksi, selain
itu, jalur-jalur yang dilewati oleh proses pengangkutan konstruksi akan menjadi
lebih ramai dan dampak negatifnya akan tumbuh pedagang informal serta jalan
menjadi rusak.
Untuk terwujudnya tujuan yang diharapkan, maka diperlukan bentuk interaksi
lainnya, yaitu interaksi dengan lingkungan di dalam wilayah pembangunan
proyek. Interaksi proyek dan lingkungan di dalam yaitu dalam aspek penduduk,
lingkungan, kondisi fisik, dan pemerintah daerah. Interaksi yang terjadi antara
proyek dan penduduk yaitu dalam hal lahan dan tenaga kerja. Proyek
pembangunan Kertajati Aerocity membutuhkan lahan yang sangat luas yaitu
seluas 5000 Ha. Dengan demikian dibutuhkan interaksi antara pembebas lahan
dengan masyarakat untuk membebaskan lahannya dengan cara pembelian lahan
milik masyarakat.
Bentuk interaksi lainnya yaitu dalam hal tenaga kerja, dengan adanya proyek
pembangunan membuka peluang lapangan pekerjaan untuk masyarakat
Majalengka. Selain interaksi dengan penduduk interaksi lainnya yaitu dengan
lingkungan, diperlukan suatu kajian lingkungan terkait dengan proses
pembangunan proyek, supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan dengan
dibangunnya proyek Kertajati Aerocity. Selain kajian lingkungan diperlukan
pula kajian secara fisik, hal ini dikarenakan untuk membangun suatu kawasan
perkotaan yang akan terhubung dengan aktivitas bandar udara diperlukan suatu
kondisi geologi, tofografi dan kondisi tanah yang baik serta bukan berada di
daerah rawan bencana. Dengan demikian kondisi fisik sangat perlu
diperhatikan dalam proses pembangunan proyek ini.

11

Selanjutnya bentuk interaksi lainnya adalah interaksi antar pemerintah daerah


hal ini dilakukan untuk proses pembebasan lahan, perizinan, kajian dengan
rencana tata ruang, serta bentuk administrasi lainnya yang mengatur proyek ini
dapat berjalan sesuai prosedur dan tidak menyalahi aturan.
Dampak yang ditimbulkan dari proses pembangunan proyek Kertajati Aerocity
terhadap kondisi penduduk, ekonomi, dan lingkungan yaitu :
Dampak Terhadap Penduduk
a. Penduduk kehilangan mata pencaharian dikarenakan lahan pertanian
tergusur
b. Penduduk kehilangan tempat tinggal di daerah asal
c. Penduduk hanya menjadi pekerja
d. Penduduk kehilangan lahan pertanian
e. Penduduk tidak mendapatkan pendapatan.
Dampak Terhadap Lingkungan
a. Alih Fungsi lahan
b. Turunnya kualitas lingkungan
c. Hilangnya lahan-lahan pertanian
Dampak Terhadap Ekonomi
a. Mendorong tumbuhnya sektor perdagangan
b. Menaikkan harga lahan
c. Manambah nilai PDRB pada sektor jasa konstruksi
Berdasarkan hal yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan bahwa proyek
pembangunan Kertajati Aerocity memberikan dampak terhadap lingkungan di
dalam dan lingkungan di luar wilayahnya serta untuk mewujudkan tujuan
pembangunan diperlukan interaksi dengan berbagai aspek baik di lingkungan
secara internal dan lingkungan yang lebih makro.

IV. PERUBAHAN-PERUBAHAN EKSTERNAL YANG


MUNGKIN TERJADI
Dalam pembangunan dan pengembangan BIJB dan Aerocity Kertajati ini ada
beberapa aspek eksternal yang perlu diperhatikan. Aspek-aspek eksternal

12

tersebut tentunya merupakan aspek-aspek yang setelah dianalisis dapat


mempengaruhi kemajuan operasioal BIJB maupun Aerocity Kertajati. Berikut
ini penjelasan lebih rinci mengenai aspek-aspek eksternal tersebut.

1. Preferensi Masyarakat/Pelanggan
Latar belakang dari rencana pembangunan BIJB ini adalah untuk
menaggulangi persoalan overload di Bandara Soekarno-Hatta dan Husein
Sastranegara. Dengan demikian berarti tugas BIJB ini salah satunya adalah
untuk melayani kebutuhan penerbangan yang berlebihan dari kedua bandara
yang ada saat ini. Mayoritas pelanggan atau penumpang yang menggunakan
jasa di bandar udara tersebut memliki kepentingan di daerah Jakarta dan
sekitarnya. Hal ini mengingat bahwa Kota Jakarta sebagai pusat ekonomi
dan pemerintahan di Indonesia. Untuk itu, banyak headquarters dan pabrik
dari industri atau perusahaan multinasional atau asing yang berlokasi di
Jakarta dan sekitarnya. Tamu atau kunjungan asing seperti kunjungan kerja
pemerintah, mayoritas memiliki tujuan ke Jakarta. Sementara letak BIJB ada
di Majalengka yang berjarak cukup jauh dari Jakarta sehinga menambah
biaya dan waktu perjalanan. Hal-hal tersebut pasti akan menjadi
pertimbangan masyarakat yang akan menggunakan jasa bandar udara
Majalengka. Maka dari itu, pembangunan BIJB ini harus didukung oleh
pengembangan sistem intermoda yang efektif dan efisien sehingga
masyarakat atau pelanggan tidak perlu takut untuk berganti atau beralih ke
bandar udara Majalengka.

2. Perkembangan Bisnis Berbasis Udara


Saat ini keadaan ekonomi Indonesia sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat
bahwa Indonesia sudah masuk dalam negara-negara G-20, yakni negara
dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Hal ini mengakibatkan Indonesia
termasuk yang disegani di dunia. Tingkat daya beli masyakat juga terus
membaik dan jumlah wirausaha (entreprenuer) di Indonesia terus
meningkat yakni dari 1,08% tahun 2015 menjadi 1,65%. Hal-hal tersebut

13

yang banyak membuat negara-negara di dunia mengekspansikan pasarnya


ke Indonesia maupun dari pengusaha Indonesia yang mengekspansi kan
pasarnya ke luar negeri. Arus barang ekspor impor menjadi tinggi. Selain
itu, kebijakan pemerintah untuk mengikuti MEA pun akan mendorong
banyaknya arus manusia yang mencari peluang pekerjaan baik dari ataupun
ke luar Indonesia. Perkembangan jumlah jemaah haji di Indonesia pun
meningkat cukup signifikan. Dengan keadaan seperti ini, arus barang dan
manusia yang terus meningkat akan mendorong perkembangan transportasi
udara di Indonesia.

3. Investasi di Bidang Industri, Bisnis atau


Komersil
Dalam rencana pengembangan BIJB dan Aerocity Kertajati nantinya akan
ada peruntukan lahan untuk industri, bisinis, komersil, real estate dan
pariwisata

sebagai

pendorong

adanya

lapangan

pekerjaan

dan

pengembangan wilayah. Namun, perlu diperhatikan mengenai ketersediaan


investor untuk berinvestasi di Kertajati, Majalengka. Mengingat aksesnya ke
Jakarta sebagai lokasi headquarters dan jauh juga dari pelabuhan sebagai
tempat masuknya barang-barang kebutuhan pabrik. Tentunya persoalan ini
akan memakan biaya dan waktu yang lebih banyak apabila lokasi pabrik
atau industri berada di sekitaran Jakarta seperti Bekasi dan Tanggerang.
Untuk itu, aspek ini perlu untuk dipertimbangkan sekali guna mencapai
tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana.

4. Rencana Pembangunan Bandar Udara


Internasional Karawang
Rencana pembanguan bandar udara internasional di Jawa Barat saat ini tidak
hanya BIJB, melainkan ada pembangunan Bandar Udara Internasional
Karawang. Meskipun pembasahan mengenai pembangunan Bandar Udara
Internasional

Karawang

ditunda

karena

pemerintah

provinsi

lebih

memfokuskan diri pada pembangunan BIJB, namun hal tersebut perlu


diperhatikan. Apabila jadi diwujudkan, Bandar Udara Internasional
14

Karawang ini nantinya bisa menjadi saingan dalam bisnis transportasi udara
di Jawa Barat. Adanya saingan dalam operasionalisasi BIJB tentunya akan
mempengaruhi kemajuan pengembangan BIJB lebih lanjut.

V. PROSPEK PENGEMBANGAN
Dalam bagian ini akan dijelaskan mengenai prospek pengembangan BIJB dan
Aerocity Kertajati. Prospek pengembangan ini akan dijelaskan dengan
menggunakan analisis skenario. Skenario ini terdiri dari 3 (tiga) skenario,
yakni positif, moderat, dan pesimis. Driving force yang digunakan dalam
skenario ini adalah hasil metode environmental scanning yang telah dilakukan
sebelumnya terhadap faktor lingkungan dan eksteral. Berikut ini

rincian

penjelasnnya.

1. Skenario Positif
Dalam skenario ini, asumsi yang digunakan adalah dimana seluruh faktor
yang mempengaruhi, yakni baik dari faktor lingkungan maupun faktor
eksternal mendukung pengembangan rencana tersebut. Diawali dari
lingkungan Kecamatan Kertajati dan sekitarnya yang stabil, tidak terjadi
bencana yang menimbulkan dampak signifikan hal ini disebabkan setelah
dilakukan studi kelayakan lingkungan, lokasi Kecamatan Kertajati ini
sesuai dengan kegiatan bandar udara. Dengan demikian, kegiatan ini
mendapatkan dukungan juga dari aktifis lingkungan. Dari sisi penduduk,
mau diajak kerjasama dengan tidak makin mempersulit pembebasan lahan
bahkan bersedia untuk menjadi tenaga kerja dalam pembangunan ini.
Meskipun pembebasan lahan hingga saat ini baru mencapai sekitar 700
Ha, tidak menutup kemungkinan bisa hal ini bisa rampung untuk
diselesaikan apabila ada kucuran dana yang banyak dan stabil. Dukungan
pendanaan ini terjadi karena adanya kerjasama kelembagaan yang baik
antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Seperti yang diketahui,
bahwa saat ini pemerintah pusat telah mendukung pengembangan proyek

15

ini dan mau menganggarkan pendanaan proyek ini dalam APBN. Selain
itu, dukungan pendanaan juga terjadi dari investor yang mau berinvestasi
dalam proyek ini. seperti halnya Cina yang sudah mau untuk berinvestasi
di bidang penerbangan. Dengan dukungan investor serta skema kerjasama
pemerintah dan swasta yang diterapkan dalam penmbangunan ini
diharapkan pendanaan tidak menghambat pembangunan.
Pendanaan yang memadai tentunya akan memunculkan dampak yang
positif bagi pembangunan BIJB dan Aerocity Kertajati. Selain pembebesan
lahan persoalan bahan baku juga tidak akan menjadi penghambat
pembangunan. Bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku
berkualitas dan tahan lama serta tidak pernah mengalami keterlambatan
dan penyediaannya. Tenaga kerja yang digunakan juga bisa banyak dan
berkualitas sehingga dapat menghasilkan pembangunan yang baik dalam
jangka panjang.
Dukungan juga datang dari faktor-faktor eksternal yang terkait dengan
pembangunan BIJB dan Aerocity

Kertajati. Dengan jaminan sistem

intermoda yang efektif dan efisien, masyarakat/pelanggan mau untuk


beralih dari Soekarno-Hatta ataupun Husen Sastranegara. Melalui sistem
intermoda yang efektif dan efisien masalah waktu dan biaya tidak akan
menjadi masalah yang signifikan. Jasa transportasi udara juga makin
berkembang dan sibuk karena keadaan ekonomi Indonesia yang membaik
sehingga semakin banyak negara yang memperluas pasarnya ke Indonesia
dan jumlah pelaku usaha di Indonesia juga terus bertambah dan
mengalami perkemabangan pasar yang baik. Pada keadaan ini, kegiatan
arus barang dan manusia semakin sibuk sehingga meningkatkan pelayanan
penerbangan di bandara ini. Hal ini juga didukung oleh ditundanya
pembangunan Bandar Udara Karawang karena meskipun telah menjadai
bandara dengan penerbangan yang cukup sibuk, BIJB masih mampu
menampung kegiatan tersebut sehingga tidak diperlukan bandara baru
untuk menyokongnya. Melihat penngkatan kegiatan tersebut, banyak
masyarakat yang menagkap peluang dengan membuka lapangan usaha

16

seperti usaha komersil, rumah makan,penginapan, jasa transportasi, hingga


pariwisata.
Dengan kondisi tersebut

maka seperti yang dikatakan oleh John D.

Kasarda (2000) dalam Wardhono et.all (2013), kawasan bandara akan


mampu meningkatkan lowongan pekerjaan seperti yang terjadai di
Amerika Serikat. Kawasan ini juga akan mampu memicu pertumbuhan
investasi untuk kluster industri, usaha bisnis komersial, serta bisnis
berbasis udara, untuk itu tidak heran apabila terjadi peningkatan lapangan
pekerjaan yang siginifikan. Dengan keadaan masyarakat yang terbuka
akan perubahan dan mampu menangkap peluang maka yang maju dan
sejahtera dalam proyek ini tidak hanya para pengembang atau investor
yang berasal dari Jakarta, Bandung atau kota-kota besar lainnya,
melainkan masyarakat bisa menjadi pelaku pertumbuhan wilayahnya
sendiri. Untuk, itu masyarakat sekitar perlu disiapkan sejak dini agar
tujuan ini dapat terwujud. Kegiatan yang semakin berkembang ini
tentunya akan berdampak pada wilayah sekitarnya, seperti aliran tenaga
kerja maupun aliran barang. Dengan demikian, 5 (lima) tujuan yang
diamanatkan dalam Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2010 tentang
Bandar Udara Internasional Jawa Barat dan Kertajati Aerocity akan
tercapai pada tahun 2031.

2. Skenario Moderat
Berdasarkan hasil analisis sebelumnya dan topik dalam tugas seminar
studi futuristik yang menjadi focal concern atau yang menjadi perhatian
utama, penting, perlu dibahas, dan mencemaskan adalah bagaimana
prospek Aerocity Majalengka?
Aerocity Majalengka pada tahun 2031 diharapkan mampu mendorong
perekonomian global terutama Provinsi Jawa Barat dalam rangka
mendorong

percepatan

pertumbuhan

investasi,

meningkatkan

pertumbuhan ekonomi regional berbasis potensi daerah, sehingga mampu


menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,
17

selanjutnya dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang


trasnportasi udara. Pada uraian sebelumnya telah diuraikan faktor-faktor
pemicu perubahan yaitu investor, lahan, ekonomi, penduduk, dan
lingkungan, kelembagaan, dan fisik. Berdasarkan tersebut dipilih hal yang
paling berpengaruh terhadap perubahan yaitu investor, lahan, dan
ekonomi. Hal ini dipilih karena tingkat keterkaitannya

dengan

pembangunan proyek sangat tinggi, dan menjadi aspek paling strategis dan
memiliki interaksi yang kuat terhadap pembangunan proyek. Oleh karena
itu dalam skenario kedua disusunlah skenario moderat yaitu : Investasi
tidak ada, pembebasan lahan lambat, dan APBN serta APBD
mencukupi untuk pembangunan
Berdasarkan skenario tersebut dengan melihat kecnderungan berdasarkan
hasil analisis bahwa sangat mungkin terjadi investasi tidak ada di Kertajati
Aerocity dan juga pembebasan lahan yang lambat. Hal ini dikarenakan
lahan-lahan di Majalengka pada kawasan pembangunan dikuasai oleh
spekulan-spekulan lahan dengan membeli harga yang murah kepada
masyarakat namun ternyata dijual kembali kepada investor dan
pengembang dengan harga yang tinggi. Hal ini menyebabkan investor
yang datang untuk berinvestasi mengurungkan niatnya untuk berinvestasi
di dalam Kertajati Aerocity. Selain itu dikarenakan tidak ada yang
berinvestasi tidak ada dana yang masuk dalam perhitungan pembiayaan
sehingga tidak ada biaya untuk melakukan pembebasan lahan sementara
APBN dan APBD yang ada walaupun mencukupi tidak dapat dipakai
sepenuhnya untuk pembebasan lahan karena harus dialokasikan pula untuk
biaya pembangunan.
Berdasarkan skenario tersebut yang akan terjadi terhadap pembangunan
proyek Kertajati Aerocity adalah proyek pembangunan akan cenderung
berjalan lambat atau bahkan terhenti dan berjalan kembali. Proses
pembangunan akan sangat lambat dikarenakan pemerintah harus berupaya
lebih untuk mengatur masalah spekulasi lahan, mendorong investasi dan
mempromosikan mengenai proyek untuk para investor. Dengan demikian
akan sangat membutuhkan waktu yang sangat panjang. Proyek
18

pembangunan akan dibangun secara setengah-setengah hingga investor


tumbuh tinggi di kawasan ini. Proyek pembangunan dapat berjalan lebih
dari 15 tahun dari waktu yang direncanakan.
Prospek Aerocity Majalengka akan berjalan namun sangat lambat, investor
yang sedikit tidak mampu mengembangkan konsep aerocity Kertajati
dengan

sesuai

rencana

dikarenakan

kawasa-kawasan

komersil,

permukiman, dan fasilitas penunjang lainnya tidak sepenuhnya terpenuhi.


Dengan demikian hal ini akan berpengaruh terhadap kemajuan dari
aerocity Kertajati. Aerocity Kertajati akan dapat terlaksana namun tidak
berjalan dengan baik, dikarenakan kawasan terbangun tidak sepenuhnya
terpenuhi dan sesuai rencana sehingga menjadi tidak memiliki daya tarik
untuk penduduk dan orang dari luar melakukan pergerakan ke kawasan ini.
Jika dikaitkan dengan tujuan maka perekeonomian global Jawa Barat
melalui mendorong investasi akan berjalan sangat lambat, meningkatkan
pertumbuhan ekonomi regional berbasis potensi daerah sehingga mampu
menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia
hal ini akan tercapai dikarenakan untuk menutupi investasi luar wilayah
dan luar negeri pemrintah mengupayakan melalui pengembangan potensi
daerah dengan menciptakan industri kreatif dan wirausaha lokal di dalam
kawasan sehingga dapat menumbuhkan ekonomi regional , selanjutnya
dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang trasnportasi
udara hal ini juga akan tercapai dikarenakan tranportasi udara merupakan
suatu kebutuhan umum yang memiliki potensi peminat yang tinggi.

3. Skenario Negatif
Skenario yang terakhir mengasumsikan keadaan ketika semua pihak tidak
setuju dalam pembangunan Kertajati Aerocity ini. Yaitu APBN yang tidak
mencukupi, tidak adanya investor yang berinvestasi dalam proyek ini,
lahan yang tidak memadai, dan masyarakat sekitar yang menolak
pembangunan proyek Kertajati Aerocity.

19

Dana yang dibutuhkan dalam pembangunan proyek Kertajati Aerocity ini


sangat besar, yaitu sekitar 12 Triliun Rupiah. APBD Kabupaten
Majalengka tidak akan mencukupi untuk menanggung dana tersebut,
sehingga perlu bantuan dari APBN. APBN juga belum tentu akan sanggup
untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut karena masih banyak kebutuhan
dana lain yang lebih penting yang harus dipenuhi.
Karena APBN yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dana proyek
Kertajati Aerocity, maka diperlukan kerjasama dengan investor asing. Jika
proyek tersebut kurang meyakinkan maka tidak akan ada investor asing
yang tertarik untuk membiayai proyek Kertajati Aerocity ini, dan
pembiayaan proyek ini akan gagal.
Luas lahan yang diperlukan adalah sekitar 5000 Ha, dan sangat sulit untuk
menyediakan lahan dengan luas tersebut, salah satu caranya adalah dengan
melakukan pembebasan lahan. Untuk melakukan pembebasan lahan, maka
diperlukan persetujuan masyarakat setempat untuk mengosongkan lahan
tersebut. Selain itu, perlu disediakan permukiman baru sebagai pengganti
dari permukiman masyarakat sebelumnya yang dijadikan sebagai proyek
Kertajati Aerocity.
Dengan tidak adanya pihak yang mendukung pembangunan proyek
Kertajati Aerocity, maka proyek tersebut tidak akan berjalan dan tujuan
pembangunan tidak akan tercapai. Jika dikaitkan dengan tujuan awal,
maka proyek ini tidak dapat mendorong percepatan pertumbuhan
investasi, tidak meningkatkan pertumbuhan regional, tidak membuka
lapangan kerja baru, dan tidak meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat di bidang transportasi udara.

VI. KESIMPULAN
Dari hasil analisis, dihasilkan tiga skenario.

Hasil dari skenario pertama

(skenario positif) yaitu , 5 (lima) tujuan yang diamanatkan dalam Peraturan


Daerah Nomor 13 Tahun 2010 tentang Bandar Udara Internasional Jawa Barat
dan Kertajati Aerocity akan tercapai pada tahun 2031. Hasil dari skenario

20

kedua (skenario moderat) yaitu prospek Kertajati Aerocity akan berjalan


namun sangat lambat, jumlah investor yang sedikit tidak mampu
mengembangkan konsep Kertajati aerocity dengan sesuai rencana karena
kawasan komersil, permukiman, dan fasilitas penunjang lainnya tidak dapat
terpenuhi. Sedangkan hasil dari skenario ketiga (skenario negatif) yaitu proyek
Kertajati Aerocity tidak akan berjalan dan tujuan pembangunan tidak akan
tercapai karena tidak adanya pihak yang mendukung pembangunan proyek
tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Peraturan Daerah kabupaten Majalengka Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana
Tata Ruang Wilayah Kabupaten Majalengka tahun 2011-2031
Kertajati Aerocity. 2013. Gambaran Lokasi Kertajati Aerocity.html. Diakses pada
Mei 2016
Wardhono, Fitri Indra dkk. 2013. Aerocity. Aero City _ Cakrawala.html. diakses
pada Mei 2016
Fajriah, Lily Rusna. 2016. Bandara Kertajati Majalengka Ditarget Rampung
2017. Sindonews.com

21

2016. Masyarakat Majalengka Miliki Peluang Besar Berbisnis Usai BIJB


Beroperasi. Majalengkatrust.com
Kusmayadi, Dedie. 2012. Seputar Pembangunan Bandar udara kertajati
Majalengka. Sumedang Post Online.html
http://hubud.dephub.go.id/?id/news/detail/2374
https://www.linkedin.com/pulse/pertumbuhan-jumlah-wirausaha-entrepreneurindonesia-paling-hariyanto
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/30/192821726/Menggenjot.Juml
ah.Ideal.Pelaku.Wirausaha.Indonesia
http://www.bcf.or.id/indonesian-digest/others/231-menyorot-masa-depanindonesia-di-kumpulan-negara-maju-g20.html?start=1

TUGAS INDIVIDU
Dini Karunia Alfaerdanta (15412007)
Setelah mengikuti mata kuliah Seminar Studi Futuristik, saya banyak
mendapatkan ilmu baru terkait perencanaan di masa depan. Seorang perencana
tidak hanya harus bisa membuat rencana, tetapi juga harus bisa memprediksikan
dampak rencana tersebut di masa depan. Selama ini, perencana hanya
mempertimbangkan beberapa aspek dalam rencana, speerti ekonomi, sosial
kependudukan, fisik lingkungan, dan aspek penting lainnya. Namun, salah satu
aspek yang belum dipertimbangkan dalam membuat rencana adalah aspek

22

teknologi. Teknologi merupakan aspek yang penting, karena teknologi sangat


membantu manusia dalam berkegiatan sehari-hari. Teknologi berkembang sangat
pesat dan sulit diprediksikan, tetapi harus dipertimbangkan dalam sebuah rencana.
Oleh karena itu seorang perencana harus bisa memandang jauh ke depan dan
mempertimbangkan perkembangan teknologi dalam membuat rencana. Selain itu,
untuk memperkirakan masa depan dapat menggunakan beberapa metode, seperti
historical, visioning, scenario, trend, dan metode lainnya. Metode-metode tersebut
dapat digunakan untuk membantu perencana memprediksikan masa depan.
Selain mendapatkan ilmu tersebut, saya juga merasakan beberapa
kekurangan dalam perkuliahan ini. Awalnya, saya berharap bahwa cara
penyampaian kuliah ini akan lebih menarik dan berbeda dengan kuliah-kuliah
lainnya, namun saya merasakan bahwa penyampaian kuliah ini masih sama
dengan kuliah lainnya. Saya mengira akan banyak pembicara yang akan
menyampaikan kuliah tamu, tetapi pada kenyataannya kuliah ini berjalan seperti
kelas biasa. Selain itu, aplikasi langsung dalam kuliah ini saya rasa masih kurang
karena saya banyak mendapatkan ilmu tapi belum tahu contoh langsung
prakteknya.
Saran saya untuk mata kuliah Seminar Studi Futuristik ini adalah diadakan
beberapa kali kuliah tamu mengenai perencanaan di masa depan dengan
pembicara yang sudah berpengalaman. Sehingga, mahasiswa akan lebih tertarik
dan merasa bahwa mata kuliah ini berbeda dengan mata kuliah lainnya. Selain itu,
disediakan metode perkuliahan lain seperti bermain games, agar mahasiswa bisa
merasakan secara langsung bagaimana merencanakan masa depan.

Euis Ratna Dewi Hidayat (15412021)


Yang didapatkan dari seminar studi futuristik adalah bahwa seorang perencana
harus mampu melakukan pertimbangan teknologi dengan cara melihat berdasarkan trend
base, untuk menghasilkan skenario, analisis berbagai aspek seperti misalnya aspek
kependudukan, ekonomi, infrastruktur, dan fisik lingkungan untuk menjadi bahan
pertimbangan dalam menentukan keputusan ataupun analisis. Hal ini merupakan hal yang
paling standar dilakukan oleh perencana dalam membuat suatu keputusan berdasarkan

23

perkiraan fenomena di masa mendatang. Dengan adanya seminar studi futuristik


membantu saya sebagai seorang calon perencana memahami bahwa sebenarnya
diperlukan faktor perkiraan di masa mendatang untuk membuat suatu perencanaan yang
lebih komprehensif dan sesuai dengan kejadian atau keadaan masa mendatang. Sehingga
bentuk perencanaan masih sangat compatible digunakan di masa mendatang. Untuk dapat
memperkirakan masa datang banyak metode yang dapat digunakan misalkan teori
visioning, scenarion analysis, environmental scanning, modelling dan masih banyak
metode lainnya. Metode-metode ini dapat membantu seorang perencana untuk
menentukan perkiraan masa mendatang yang dapat digunakan bahan pertimbangan
analisis dalam menentukan keputusan.
Aspirasi untuk kuliah seminar studi futuristik adalah dilakukan dengan template
sesuai judulnya seminar. Menurut saya metode belajar yang saya rasakan di kelas masih
seperti kelas dengan biasa pada umumnya. Pelajaran yang didapat berdasarkan teori dan
substansi pada umumnya. Yang saya harapkan sebaiknya metode pembelajaran di kelas
dilakukan dalam suasan seminar, bentuk mendatangkan pembicara, memperlihatkan
fenomena nyata sejauh mana futurist berperan dalam dunia perencanaan, seberapa besar
pertimbangan futuristik dalam perencanaan sehingga dapat tergambarkan mengani
metode-metode yang digunakan pada dunia nyata. Suasana pemebelajaran lebih baik
dalam suasana seminar.
Sebaiknya pembelajaran mengenai seminar studi futuristik lebih banyak
seminar dengan pembicara-pembicara futurist, perencana yang telah mengaplikasikan
futuristik dalam perencanaannya, metode pembelajaran tidak berlangsung seperti pada
kelas umumnya, suasana kelas tidak terlalu dalam suasana serius, dan diharpkan mampu
menggambarkan fenomena nyata mengenai futuristik dalam perencanaan.

Dian Nur Elvandari (15412059)


Setalah menjalani perkuliahan Seminar Studi Futuristik, yang sudah saya
pahami adalah yang pertama, mengenai arti futuristik dalam perencanaan beserta
pola pikirnya. Dalam studi futuristik, seorang futurist yang ingin meramal masa
depan bukan dengan tanpa bukti yang ilmiah atau penelitian yang empiris. Justru
hal tersebut yang menjadi syarat seorang futurist dapat berkomentar tentang masa
depan. Seorang futurist juga harus berpandangan terbuka terhadap hal-hal yang

24

mungkin mempengaruhi masa depan dan dengan tidak melupakan sejarah yang
ada pada masa lalu. Yang kedua, karena selama kuliah sering diperlihatkan
beberapa video tentang orang-orang yang telah mengimplementasikan pikiran
futristiknya untuk menyelesaikan masalah kehidupan, saya menganggap bahwa
mata kuliah ini memberikan pemahaman akan pentingnya teknologi pada era saat
ini, terlebih untuk perencanaan wilayah kota. Mulai dari proses perencanaan,
pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan

teknologi sangat membantu

secara efisien dan efektif. Untuk itu, seorang planner tidak boleh buta akan
teknologi, justru harus bekerjasama dengan teknologi guna menghasilkan rencana
yang efetif dan efisien dan tentunya canggih. Yang ketiga, saya memahami
mengenai beberapa metode-metode yang digunakan para futurist untuk
meramal masa depan. Menurut saya metode-metode ini sangat berguna bagi
banyak orang, baik di bidang perencanaan maupun bisnis, karena bersifat
universal. Metode-metode ini menurut saya menjadikan orang lebih unggul karena
mampu melihat dan mengetahui cara menghadapi masa depan.
Selama mengikuti mata kuliah ini, banyak pengetahuan yang saya dapat,
namun ada hal yang menurut saya, kurang saya dapatkan. Hal tersebut adalah
bagaimana saya sebagai seorang calon planner sekaligus futurist bisa
merencanakan masa depan itu sendiri. Hal ini karena saya merasa selama kuliah,
tugas yang diberikan lebih kepada penilaian akan kemungkinan apa yang terjadi di
masa depan, sedangkan saya merasa tertarik untuk bisa merencanakan kejadian
tersebut dari awal. Meskipun hanya dengan melalui gagasan atau konsep.
Mungkin hal ini bisa menjadi masukan untuk perkuliahan selanjutnya. Atau
mungkin selama mata kuliah ini bisa bekerja sama dengan anaka IT untuk lebih
terasa praktek sebagai futurist yang konkrit atau dengan mendatangi secara
langsung produk futurustik yang pernah diciptakan. Dan satu hal lagi, yang
menurut saya penting adalah, mata kuliah ini sangta penting untuk dijadikan mata
kuliah wajib bagi calon perencana, melihat dari segi pola pikir, keterbukaan
pikiran, dan pengenalan teknologi terhadap bidang perencanaan.

25