You are on page 1of 2

ARTIKEL KESEHATAN

Malaria Pada Anak


dr. Christin Natalia Kalembang
Email : c_natalia_k@yahoo.com

alaria merupakan salah satu penyakit yang sudah sering dialami oleh masyarakat papua yang
merupakan salah satu daerah endemis di indonesia. Penyakit malaria dapat sampai
mengancam jiwa terutama pada kelompok resiko tinggi yaitu bayi, anak dan remaja yang
disebabkan oleh parasit protozoa genus plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk
anopheles betina.
Tingginya insiden malaria di Papua merupakan beban ganda bagi pemerintah daerah .
Karena masih harus mengatasi masalah malaria yang angka kasusnya semakin meningkat tiap
tahunnya. Tenaga medis sedang berjuang untuk mengatasi masalah malaria. Salah satunya
cara yang digunakan adalah pembagian kelambu bagi balita dan ibu hamil. Namun
pembagian kelambu ini ternyata belum dapat menurunkan kasus malaria secara signifikan.
Hal ini mungkin disebabkan oleh fakor kondisi lingkungan tempat tinggal balita dan ibu
hamil yang kurang memadai. Dari 484 kabupaten/kota yang ada di Indonesia, 383
kabupaten/kota merupakan wilayah endemis malaria.
Dari hasil kegiatan Program Percepatan Pembangunan Kesehatan anak di Tanah
Papua, di dapatkan tingginya kasus malaria di daerah padat penduduk dan pesisir pantai.
Akan tetapi, angka kejadian malaria didaerah pegunungan juga tidak rendah.
Tingkat penularan malaria dapat berbeda tergantung pada faktor setempat, seperti pola
curah air hujan (nyamuk berkembang biak pada lokasi basah), kedekatan antara lokasi
perkembangbiakan nyamuk dengan manusia, dan jenis nyamuk di wilayah tersebut. Beberapa
daerah memililki angka kasus yang cenderung tetap sepanjang tahun, daerah tersebut
digolongkan sebagai "endemis malaria ". Di daerah lain, ada musim malaria yang biasanya
berhubungan dengan musim hujan.
Epidemik yang luas dan berbahaya dapat terjadi ketika parasit yang bersumber dari
nyamuk masuk ke wilayah di mana masyarakat yang beresiko tinggi seperti bayi atau anak
memiliki kontak dengan parasit namun memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak
memiliki kekebalan terhadap malaria atau ketika seorang balita/anak dengan tingkat

kekebalan rendah pindah ke wilayah yang memiliki kasus malaria tetap. Epidemik ini dapat
dipicu dengan kondisi iklim basah dan banjir, atau perpindahan masyarakat akibat konflik.
Dikenal 5 macam spesies malaria yaitu Plasmodium falciparum yang dikenal sebagai
malaria tropika, jenis malaria ini sering menyebabkan malaria berat yang sering
menyebabkan kematian pada anak, Plasmodium vivax yang dikenal juga sebagai malaria
tersiana dan sudah ditemukan beberapa kasus malaria berat yang terjadi pada anak atau
remaja pada jenis ini, Plasmodium ovale biasanya bersifat ringan, Plasmodium malariae
bersifat ringan dan Plasmodium knowlesi yang masih jarang kasusnya ditemukan di
Indonesia. Paling banyak terdapat di daerah Jayapura Papua adalah Plasmodium falciparum
dan Plasmodium vivax.
Gejala klinis dari malaria yaitu berupa demam yang didahului oleh stadium dingin
(menggigil) yang kemudian diikuti demam tinggi, nyeri kepala, mual, muntah, diare, dan
nyeri otot. Pada keadaan yang lebih berat anak dapat mengalami penurunan kesadaran
(koma), kencing berwarna hitam, anemia berat, kejang berulang dan bahkan bisa
menyebabkan kematian pada anak.
Hal yang perlu di pahami bahwa penyakit malaria dapat kita cegah agar bayi dan
anak-anak kita terhindar dari penyakit tersebut seperti menggunakan kelambu berinsektisida
untuk menghindari gigitan nyamuk saat tidur, menjaga kebersihan lingkungan dan badan
sehingga bebas dari nyamuk malaria, selain itu pemberantasan nyamuk dengan menggunakan
insektisida secara teratur untuk menekan populasi nyamuk malaria, penatalaksanaan malaria
pada anak terdiri dari :
1. Pemberian OAM (Obat Anti Malaria)
2. Kebersihan lingkungan
3. Edukasi orang tua
Penatalaksaan seperti diatas sangat penting bertujuan agar anak atau penderita dapat
bebas dari gejala penyakit, sehingga dapat memiliki tumbuh kembang yang optimal layaknya
anak-anak sehat lainnya. Apabila anak anda menunjukan gejala-gejala seperti yang telah
dijelaskan diatas, anda dapat segera berkonsultasi dengan dokter atau memeriksakan darah
terlebih dahulu di puskesmas atau rumah sakit terdekat agar dapat mendapatkan penanganan
yang cepat dan tepat serta dapat menurunkan angka kematian pada bayi dan anak akibat
malaria.