Вы находитесь на странице: 1из 4

1

IAI
IFAC
INTEGRITAS
INTEGRITAS.
Seorang
Integritas
merupakan akuntan profesiona harus
kualitas yang mendasari bertindak tegas dan jujur
kepercayaan publik dan dalam semua hubungan
merupakan patokan bagi bisnis dan profesionalnya.
anggota dalam menguji
semua keputusan yang
diambilnya
untuk
memelihara
dan
meningkatkan
kepercayaan
publik,
setiap anggota harus
memenuhi tanggungjawab
profesionalnya
dengan
integritas
setinggi
mungkin
OBJEKTIVITAS
OBJEKTIVITAS. Seorag
Mengharuskan
anggota
akuntan
profesional
bersikap
adil,
tidak
seharusnya tidak boleh
memihak, jujur, secara
membiarkan
terjadinya
intelektual,
tidak
bias, konflik kepentingan,
berprasangka atau bias,
atau dibawah penguruh
serta bebas dari benturan
orang
lain
sehingga
kepentingan atau berada
mengesampingkan
dibawah pengaruh pihak
pertimbangan bisnis dan
lain.
profesional.

JURNAL
Ketulusan
adalah
kebajikan
internal
yang penting dari
seorang
individu
untuk
memberikan
tindakan untuk semua
jenis manusia, alam
semesta, dan Tuhan
didasarkan pada niat
yang sangat murni
(Garnet, 1986: 1060).
Ini
di
luar
keterlibatan
keinginan,
kecerdasan, dan hati.
Sebuah
tindakan
tidak diberikan sesuai
dengan
keinginan
manusia,
atau
berdasarkan analisis
rasional,
atau
berdasarkan perasaan
positif,
namun
berdasarkan
diri
nyata manusia

KETERANGAN
Dari IAI dan IFAC
sama sama memiliki
kode etik tentang
integritas
dimana
anggota di tuntut
untuk bertindak jujur
dan
menjaga
kepercayaan
dari
masyarakat

Dari kedua aturan


kode etik ini dilihat
bahwa sama sama
mengacu pada tidak
adanya
konflik
benturan kepentingan
dan
berada
pada
pengaruh dari pihak
lain

KOMPETENSI
DAN
KEHATI HATIAN
PROFESIONAL
Kompetensi
diperoleh
melalui pendidikan dan
pengalaman.
Anggota
seharusnya
tidak
menggambarkan dirinya
memiliki keandalan atau
pengalaman yang tidak
mereka
miliki.
Kompetensi profesional
dapat dibagi menjadi 2
fase yang terpisah:
1.
Pencapaian
Kompetensi Profesional.
.
2. Pemeliharaan
Kompetensi
Profesional.

KOMPETENSI
PROFESIONAL
DAN
KEHATI-HATIAN.
Seorang
akuntan
profesional mempunyai
kewajiban
untuk
memelihara pengetahuan
dan
keterampilan
profesional
secara
berkelanjutan pada tingkat
yang dipelukan untuk
menjamin seorang klien
atau atasan menerima jasa
profesional
yang
kompeten
yang
didasarkan
atas
perkembangan
praktik,
legislasi,
dan
teknik
terkini. Seorang akntan
profesional harus bekerja
secara
tekun
serta
mengikuti standar-standar
profesional haus bekerja
secara
tekun
serta
mengikuti standar-standar
profesional dan teknik
yang
berlaku
dalam
memberikan
jasa
profesional.

Pada
kode
etik
kompetensi dan kehati
hatian ini sama
sama didasarkan pada
bagaimana
akuntan
profesional
dapat
mempertahankan
kompetensi
yang
dimilikinya
melalui
pendidikan,
pengalaman,
keterlampilan
dan
harus
mampu
memelihara
kemampuan
yang
dimilikinya.

KERAHASIAAN

Setiap anggota harus


menghormati kerahasiaan
informasi yang diperoleh
selama melakukan jasa
profesional dan tidak
boleh
memakai
atau
mengungkapkan
informasi tersebut tanpa
persetujuan.
Anggota
mempunyai
kewajiban
untuk memastikan bahwa
staff
di
bawah
pengawasannya
dan
orangorang
yang
diminta
nasihat
dan
bantuannya menghormati
prinsip kerahasiaan.
PERILAKU

PROFESIONAL
Kewajiban
untuk
menjauhi tingkah laku
yang
dapat

KERAHASIAAN.Seorang
akuntan profesional harus
menghormati kerhasiaan
informasi
yang
diperolehnya sebagai hasil
dari hubungan profesional
dan bisnis serta tidak
boleh
mengungapkan
informasi apa pun kepada
pihak ketiga tanpa izin
yang benar dan spesifik,
kecuali terdapat kewajiban
hukum atau terdapat hak
profesional
untuk
mengungkapkannya.

Dari
prinsip
kerahasian
ini
menurut IAI dan IFAC
bahwa setiap akuntan
profesional
harus
mampu
menjaga
kerahasiaan
dari
informasi
yang
diperolehnya sebagai
hasil dari hubungan
profesionalnya
dan
tidak
boleh
mengungkapkan tanpa
persetujuan dari pihak
yang bersangkutan

PERILAKU
PROFESIONAL.
Seorang
akuntan
profesional harus patuh
pada
hukum
dan

Dari IAI dan IFAC ini


sama sama mengatur
tentang
perilaku
profesional
dimana
disini
akuntan

mendiskreditkan profesi
harus
dipenuhi
oleh
amggota
sebgai
perwujudan
tanggung
jawabnya
kepada
penerima jasa, pihak
ketiga, anggota yang lain,
staff, pemberi kerja dan
masyarakat umum.
6 TANGGUNG
JAWAB
PROFESI
Dalam
melaksanakan
tanggungjawabnya
sebagai profesional setiap
anggota harus senantiasa
menggunakan
pertimbangan moral dan
profesional dalam setiap
kegiatan
yang
dilakukannya.
Sebagai
profesional
anggota
memiliki peran penting
dalam
masyarakat.
Anggota
mempunyai
tanggung jawab kepada
semua
pemakai
jasa
profesional mereka dan
bertanggung jawab untuk
bekerja sama dengan
sesama anggota serta
untuk
mengembangkan
profesi
akuntansi,
memelihara kepercayaan
masyarakat,dan
menjalankan
tanggungjawab
profesi
dalam mengatur dirinya
sendiri
7

KEPENTINGAN
PUBLIK
Setiap
anggota
berkewajiban
untuk
senantiasa
bertindak
dalam
kerangka
pelayanan kepada publik,
menghormati kepercayaan
publik, dan menunjukan
komitmen
atas
profesionalisme.
Kepentingan
publik
didefinisikan
sebagai
kepentingan masyarakat

perundang-undangan yang
relevan
dan
harus
menghindari
tindakan
yang
dapat
mendiskreditkan profesi

profesiona;
harus
patuh pada hukum dan
undang undang yang
berlaku dan harus
menghindari tindakan
yang mendiskreditkan
profesi sebagai wujud
dari tanggung jawab
kepada penerima jasa
Dari aturan kode etik
ini
menjelaskan
bahwa setiap akuntan
profesi
harus
bertanggung
jawab
atas profesi dan tugas
atas pemakai jasa
profesional
mereka
dan kode etik ini
hampir sama dengan
kode etik perilaku
profesional

Kepentingan publik
ini mengatur bahwa
setiap anggota harus
mampu
untuk
menjaga kepercayaan
publik terhadap jasa
yang diberikan oleh
akuntan profesional
dan
menunjukan
komitemen
atas
profesionalismenya
kode etik ini hampir
sama dengan kode etik
integritas

dan
institusi
yang
dilayanan anggota secara
keseluruhan.
STANDAR TEKNIS
Setiap anggota harus
melaksanakan
jasa
profesionalnya
sesuai
dengan standar teknis dan
standar professional yang
relevan.
Standar teknis dan standar
professional yang harus
ditaati anggota adalah
standar yang dikeluarkan
oleh IAI, International
Federation
of
Accountants,
badan
pengatur, dan peraturan
perundangundangan
yang relevan.

Standar teknis adalah


kode
etik
yang
kedelapan
dimana
mengatur
tentang
bagaimana
akuntan
profesional bertindak
sesuai dengan standar,
aturan dan undang
undang yang berlaku
dan kode etik ini sama
dengan kode etik
perilaku profesional
Kesimpulan
diatas
bahwa dari ketiga
aturan kode etik ini
bahwa setiap akuntan
profesional
harus
mampu
bertindak
jujur, tidak berpihak,
adil, dan mengikuti
semua aturan yang
berlaku serta harus
bekerja sesuai dengan
ahti nurani agar tidak
ada
pihak
yang
dirugikan