You are on page 1of 10

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Lingkungan tempat kerja merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi fisik,
mental dan sosial dalam kehidupan pekerja. Tempat kerja yang sehat didefinisikan
sebagai salah satu faktor yang memaksimalkan integrasi tujuan pekerja untuk
kesejahteraan, profitabilitas dan produktivitas perusahaan (Sauter et al, 2015). Kesehatan
suatu lingkungan tempat kerja dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap
kesehatan pekerja, seperti peningkatan moral pekerja, penurunan absensi dan peningkatan
produktivitas. Sebaliknya, gaya hidup yang tidak sehat telah terbukti mengurangi
produktivitas dan meningkatkan ketidakhadiran tenaga kerja (Pescud, et al, 2015).
Perilaku atau gaya hidup tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan yang tidak sehat,
kurangnya aktivitas fisik, penggunaan alkohol, dan merokok dapat berkontribusi pada
beban penyakit kronis dan berdampak signifikan terhadap kesehatan tenaga kerja dan
masyarakat pada umumnya.
Program promosi kesehatan tempat kerja saat ini banyak diabaikan sehingga
mempengaruhi kondisi kerja pada perilaku kesehatan yang buruk (Miranda, et al, 2015).
Program promosi kesehatan tempat kerja bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik
para pekerja, mencegah penyakit kronis, dan mengurangi gangguan musculoskeletal.
Fenomena yang terjadi pada tenaga kerja adalah sebagian besar menghabiskan waktu di
tempat kerja dibandingkan dengan keluarga atau diri sendiri (Chen, et al, 2015). Beberapa
alasan sehingga promosi kesehatan di tempat kerja tidak dilakukan Karena kurangnya
partisipasi dari tenaga kerja terutama yang berpendapatan rendah, permasalahan waktu
dan finansial serta tidak adanya pendekatan dalam bentuk program promosi kesehatan.
Program-program kesehatan, terutama yang terkait dengan pekerja perlu selalu
disosialisasikan secara terus menerus, hal ini dikarenakan perubahan tingkah laku kadang
hanya dapat terjadi dalam kurun waktu yang relatif lama (Sary, 2010).
Upaya promosi kesehatan biasanya diarahkan untuk meningkatkan kesehatan tenaga
kerja melalui inisiatif seperti penilaian risiko kesehatan, vaksinasi, dan kegiatan
kesehatan yang ditargetkan untuk meningkatkan perilaku mengkonsumsi makanan sehat,

aktivitas fisik, penggunaan rokok, konsumsi alkohol, dan kesehatan mental. Bidang lain
yang mempengaruhi kesehatan karyawan, tetapi sering dianggap terpisah dari promosi
kesehatan, adalah kesehatan dan keselamatan kerja atau perlindungan kesehatan.
Tenaga kesehatan khususnya perawat yang memberikan pelayanan kepada pasien juga
tidak terhindar dari masalah yang timbul akibat kondisi pekerjaan dan tempt kerja. Jam
kerja terutama kerja malam hari sangat berkaitan dengan masalah yang berhubungan
dengan kesehatan seperti penyakit jantung iskemik, gangguan pencernaan, dan gangguan
metabolisme (Nielsen, et al 2015). Perilaku kesehatan yang buruk yang diakibatkan oleh
kondisi pekerjaan seperti obesitas dikaitkan dengan kerja dimalam hari, lamaanya waktu
kerja, dan lingkungan kerja yang kurang aman.
Kegiatan seperti pemeriksaan kesehatan berkala dapat berfungsi sebagai langkah pertama
untuk mengidentifikasi karyawan yang berisiko sementara promosi kesehatan dan
intervensi program dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong
adopsi dari gaya hidup sehat di kalangan karyawan. Perawat dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam lingkup keluarga sangat penting untuk
memahami tentang kesehatan tempat kerja dan terhindar dari masalah yang timbul akabat
situasi pekerjaan sehingga dapat memberikan asuhan keperawatan yang maksimal kepada
klien. Peningkatan promosi kesehatan tempoat kerja sangat penting dalam mencegah
penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, mengurangi kecelakaan kerja, dan
meningkatkan kondisi kesehatan pekerja. Melihat permasalahan ini maka keompok
tertarik untuk melakukan analisis jurnal yang berjudul Health Behaviors and Overweight
in Nursing Home Employees: Contribution of Workplace Stressors and Implications for
Worksite Health Promotion.

1.2 Tujuan
1.2.1

Tujuan Umum

Mahasiswa mampu melakukan analisis jurnal tentang Health Behaviors and


Overweight in Nursing Home Employees: Contribution of Workplace Stressors and
Implications for Worksite Health Promotion.
1.2.2

Tujuan Khusus

a. Mahasiswa mampu melakukan critical appraisal tentang jurnal Health Behaviors and
Overweight in Nursing Home Employees: Contribution of Workplace Stressors and
Implications for Worksite Health Promotion.
b. Mahasiswa mampu melakukan analisa jurnal dengan metode SWOT untuk penerapan
hasil jurnal di bidang keperawatan di Indonesia/Bali.
c. Mahasiswa mampu menentukan implikasi keperawatan dari jurnal Health Behaviors
and Overweight in Nursing Home Employees: Contribution of Workplace Stressors
and Implications for Worksite Health Promotion.

BAB 2
CRITICAL APPRAISAL
Jurnal penelitian berjudul Health Behaviors and Overweight in Nursing Home Employees:
Contribution of Workplace Stressors and Implications for Worksite Health Promotion, ditulis
oleh Helena Miranda, dkk yang bekerja di Department of Work Environment & Center for the
Promotion of Health in the New England Workplace (CPH-NEW), University of Massachusetts
Lowell,Lowell, MA01854, USA. Jurnal ini dipublikasikan 13 maret 2015.

Program promosi kesehatan tempat kerja seringkali diabaikan sehingga sangat mempengaruhi
kondisi kerja dan perilaku tidak sehat pada tenaga kerja termasuk tenaga kesehatan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh tempat pekerjaan pada nursing home
workers terhadap kesehatan fisik dan masalah yang pekerjaan, dan apakah masalah di tempat
kerja berhubungan dengan risiko kesehatan pekerja dan apakah ada hubungan dengan usia
pekerja. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner standar kepada karyawan di 18
nursing homes di negara negara bagian Amerika Serikat. Tenaga kesehatan yang dilibatkan
dalam penelitian terdiri dari Nursing aids (NA), licensed practical nurses (LPN) dan registered
nurse (RN) dan juga tenaga kesehatan lain yang berhubungan langsug dengan pasien. Analisis
penelitian menggunakan uji hubungan cross-sectional antara masalah di tempat pekerjaan
dengan obesitas, perilaku merokok, dan kurangnya aktifitas fisik. Masalah yang ditemukan di
tempat kerja akan dibandingkan dengan jabatan pekerjaan responden, wilayah geografis dan
kelompok usia responden (40 tahun dan >40 tahun). Analisis data menggunakan SAS, versi .1
SAS Institute, NC, USA).
Hasil penelitian pada 1506 responden terdiri dari 56% nursing aids, dan 44% tenaga kesehatan
lain. Hasil penelitian ditemukan 34% responden mengalami obesitas, 24% responden merokok,
dan 23% responden tidak ada aktifitas aktif di luar jam kerja. Responden yang berusia dibawah
40 tahun melaporkan lebih banyak mengalami masalah akibat pekerjaan daripada responden
yang berusia >40 tahun, khususnya yang berkaitan dengan beban kerja dan keselamatan fisik.
Tidak ditemukan perbedaan yang berarti antara perilaku merokok dan keterbatasan aktifitatas
fisik kelompok usia. Terdapat hubungan yang kuat pada usia yang lebih muda dengan perbedaan
yang besar pada beban pekerjaan dengan perilaku merokok dan bekerja malam hari dengan
obesitas. Sebaliknya ada hubungan yang kuat pada usia yang lebih tua antara kekerasan di
tempat kerja dengan kurangnya aktifitas fisik.
Resiko obesitas sangat berhubungan dengan kurangnya dukungan rekan kerja, keterbatasan
ruang gerak, bekerja di malam hari, menjalani tugas yang berat, aktifiats yang berat. Perilaku
merokok hampir dua kali lebih tinggi di antara pekerja yang terpapar setidaknya 3 dari 5 masalah
pekerjaan. Kurangnya Aktifitas fisik menunjukkan dampak yang sangat kuat dari ketiga variable
(perilaku merokok, obesitas dan kurangnya aktifitas fisik). Hal ini dihubungkan dengan

kurangnya dukungan rekan kerja yang rendah, keterbatasan ruang gerak, diskriminasi di tempat
kerja, ketidakseimbnagan waktu antara keliuarga dan di tempat kerja, serta kerja dimalam hari.
Peneliti menyimpulkan program promosi kesehatan di tempat kerja bermnafaat untuk mengenali
dan mengatasi masaah di lingkungna kerja baik secara langsung maupun tidak langsung untuk
kesehatan dan perubahan perilaku kesehtan karyawan.

BAB 3
PEMBAHASAN DAN ANALISA SWOT
Sejak tahun 1980-an, promosi kesehatan di tempat kerja menjadi fokus program kesehatan.
Program dan kegiatan ini diadakan untuk meningkatkan kondisi fisik para pekerja, mencegah
penyakit kronis, dan mengurangi gangguan musculoskeletal (Chen, et al, 2015). Sebagian besar
pekerja menghabiskan sebagian besar waktunya dalam sehari di tempat kerja, sehingga tempat
kerja merupakan tempat terbaik untuk melaksanakan kegiatan promosi kesehatan. Kegiatan-

kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik dan mengurangi tingkat
ketidakhadiran tenaga kerja karena sakit, tetapi juga dapat meningkatkan produktifitas
perusahaan tempat karyawan bekerja. Sebagai akibatnya, memperkuat promosi kesehatan tempat
kerja sangat penting dalam mencegah penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan, mengurangi
kecelakaan kerja, dan meningkatkan kondisi kesehatan pekerja.
Kesehatan pekerja sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi dan pembangunan nasional.
Semakin meningkatnya perkembangan industri dan perubahan di bidang pembangunan secara
umum di dunia, Indonesia juga melakukan perubahan-perubahan. Perubahan tersebut membawa
konsekuensi terjadinya perubahan pola penyakit karena hubungan dengan pekerjaan. Seperti
faktor mekanik (proses kerja, peralatan), faktor fisik (panas, bising, radiasi) dan faktor kimia.
Masalah gizi pekerja juga merupakan hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan, stress,
penyakit Jantung, tekanan darah tinggi dan lain-lainnya. Perubahan ini banyak tidak disadari oleh
pengelola tempat kerja atau diremehkan. Atau walaupun mengetahui pendekatan pemecahan
masalahnya hanya dari segi kuratif dan rehabilitatif saja tanpa memperhatikan akan pentingnya
promosi dan pencegahan.
Kesehatan tempat kerja adalah kondisi dimana pekerja dan manajer bekerja sama untuk
menggunakan proses perbaikan terus-menerus untuk melindungi dan mempromosikan kesehatan,
keselamatan dan kesejahteraan dari semua pekerja dan keberlangsngan tempat kerja dengan
mempertimbangkan berikut ini,
1. Kesehatan dan keselamatan yang berkaitan dengan lingkungan kerja fisik;
2. Kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan psikososial lingkungan kerja termasuk orgnaisasi
dan budaya kerja.
3. Kesehatan personal karyawan di tempat kerja (dukungan dan dorongan sehat gaya hidup
sehat oleh pimpinan).
4. Cara berpartisipasi dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan pekerja, keluarga
mereka dan anggota komunitas.
Kapasitas, beban dan lingkungan kerja merupakan tiga komponen utama dalam kesehatan kerja,
dimana hubungan interaktif dan serasi antara ketiga komponen tersebut akan menghasilkan
kesehatan kerja yang baik dan optimal. Gangguan kesehatan pada pekerja dapat disebabkan oleh
factor yang berhubungan dengan pekerjaan maupun yang tidak berhubungan dengan factor
pekerjaan. Status kesehatan tenaga kerja tidak hanya dipengaruhi oleh bahaya kesehatan di

tempat dan lingkungan kerja tetapi juga oleh factor pelayana kesehatan kerja, perilaku kerja yang
buruk. Salah satu bahaya yang berpotensi menimbulkan kerugauan bagi tempat kerja adalah
bahaya yang berkaitan dnegan pola hidup tidak sehat. Hal ini meliputi kurangnya aktifitas fisik
dan mengkonsumsi makanan yang rendah serat namun tinggi lemak. Dampak kesehatan yang
muncul akibat periaku kesehan yang buruk adalah timbulnya masalah penyakit kronis (noncommunicable deseases) seeprti penyakit jantung, obesitas. Penyakit yang timbul akibat erilaku
yang buruk ini seharusnya dapat dicegah dengan meningkatkan promosi kesehatan terutama di
tempat kerja.

ANALISA SWOT
STRENGTH

WEAKNESS

1. Masalah penelitian sesuai dengan 1.

Penelitian

ini

hanya

menyimpulkan

trend kesehatan komunitas global saat

hubungan stressor dengan kebiasaan

ini (Tobacco related-deseases and

merokok, kurang aktifitas

Chronic

kelebihan berat badan pada pekerja panti

Deseases)

yang

jompo.

untuk

penyakit-penyakit

menyimpulkan pengaruh stressor dengan

akibat gaya hidup dan perilaku yang

perilaku pekerja atau kebiasaan itu sudah

buruk.
2. Jurnal ini menggambarkan masalahmasalah yang dialami pekerja dan
hambatan

yang

dialami

dalam

penerapan promosi kesehatan pada


pekerja (Tenaga kesehatan di panti
jompo)
3. Meneliti

berbagai

stressor

yang

dialami pekerja panti jompo: stressor


fisik,

psikososial,hubungan

dengan

teman kerja dan atasan.


4. Jurnal ini dapat menjadi acuan dalam

ini

tidak

dan

mengedepankan promosi kesehatan


mencegah

Penelitian

fisik

dapat

mendahului adanya stressor.


2.

Penelitian
sectional
untuk

menggunakan
yang

tidak

divalidasi

pekerjaan

yang

studi

cross

memungkinkan

dengan

kondisi

sesungguhnya

(Observasi)
3. Data yang didapat mungkin bias karena
responden memberikan data yang tidak
akurat

pengambilan kebijakan dalam promosi


kesehatan

untuk tenaga kerja di

panti jompo
5. Hasil
penelitian

ini

dapat

digeneralisasi karena jumlah sampel


yang besar dengan

karakteristik

beragam dapat mewakili pekerja di


AS.
OPPORTUNITY
1. Metode promosi kesehatan terutama pada

TREATHS
1. Kurangnya

kesadaran

dan

tenaga kesehatan sangat efektif karena

kemauan tenaga kerja terhadap

tenaga

perilaku

kesehatan

merupakan

role

model dalam perubahan perilku klien.


produktivitas

sehingga

meminimilakan cost untuk pemeliharaan


kesehatan bagi pekerja.
3. Para pekerja merupakan penopang hidup
keluarga sehingga kesehatan pekerja hal
utama

yang

dapat

seperti

menghindari perilaku merokok,

2. Promosi kesehatan pada tenaga kerja akan


meningkatkan

kesehatan

mempengaruhi

kehidupan keluarga pekerja.

meningkatkan aktifitas fisik, dna


mengkonsumsi
sehat.
2. Tidak

makanan

adanya

yang

dukungan

dari

pemimpin perusahaan atau leader


untuk memfasilitasi lingkungan
kerja yang
3. Regulasi
pemerintah

tentang

pengaturan ketenagakerjaan dan


regulasi jam kerja.
BAB 4
PENUTUP

A. Kesimpulan
Program promosi kesehatan tempat kerja bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik
para pekerja, mencegah penyakit kronis, dan mengurangi gangguan musculoskeletal.
Fenomena yang terjadi pada tenaga kerja adalah sebagian besar menghabiskan waktu di
tempat kerja dibandingkan dengan keluarga atau diri sendiri. Tenaga kesehatan
khususnya perawat yang memberikan pelayanan kepada pasien juga tidak terhindar dari

masalah yang timbul akibat kondisi pekerjaan dan tempt kerja. Jam kerja terutama kerja
malam hari sangat berkaitan dengan masalah yang berhubungan dengan kesehatan seperti
penyakit jantung iskemik, gangguan pencernaan, dan gangguan metabolism. Programprogram kesehatan, terutama yang terkait dengan pekerja perlu selalu disosialisasikan
secara terus menerus, hal ini dikarenakan perubahan tingkah laku kadang hanya dapat
terjadi dalam kurun waktu yang relatif lama.
B. Saran
1. Perlu adanya sebuah regulasi dari pemerintah atau pimpinan untuk membuat sebuah
regulasi tentang keselamatan kerja perawat dan harus di evaluasi pelaksaaannnya.
2. Observasi langsung terhadap tenaga kerja dan kondisi lingkungan tempat kerja untuk
menilai perubahan perilaku yang baik.

Daftar Pustaka
Campbell, Karen,B.S.N., R.N., & Burns, Candace,PhD., A.R.N.P. (2015). Total worker health:
Implications for the occupational health nurse. Workplace Health & Safety, 63(7), 316320. doi:http://dx.doi.org/10.1177/2165079915576921
Chen, T., Huang, J., Chang, F., Chang, Y., & Chuang, H. (2016). Effect of workplace counseling
interventions launched by workplace health promotion and tobacco control centers in
taiwan: An evaluation based on the ottawa charter. PLoS One,11(3)
doi:http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0150710
Eng, J. Y., Moy, F. M., & Bulgiba, A. (2016). Impact of a workplace health promotion program
on employees' blood pressure in a public university. PLoS One, 11(2)
doi:http://dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0148307
Zhang, Y., Flum, M., Kotejoshyer, R., Fleishman, J., Henning, R., & Punnett, L. (2016).
Workplace participatory occupational Health/Health promotion program: Facilitators

and barriers observed in three nursing homes. Journal of Gerontological Nursing, 42(6),
34-42. doi:http://dx.doi.org/10.3928/00989134-20160308-03