You are on page 1of 3

1.

Pengertian Antioksidan
Antioksidan adalah senyawa yang mampu menetralisir, atau mencegah
pembentukan radikal bebas atau Reactive Oxygen Species (ROS) yang terbentuk
sebagai hasil dari metabolisme oksidatif yaitu hasil dari reaksi-reaksi kimia dan
proses metabolik yang terjadi didalam tubuh. Senyawa antioksidan menetralisir
radikal bebas dengan cara menyumbangkan elektronnya pada senyawa radikal
bebas (Halliwell dan Guterridge, 1991). Menurut Winarsi (2007), menyatakan
bahwa secara biologis antioksidan dapat diartikan sebagai senyawa yang mampu
meredam dampak negatif oksidan dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan
mendonorkan satu elektronnya pada senyawa yang bersifat oksidan sehingga
aktivitas senyawa oksidan dapat dihambat (Meydani et al.,1995).
Reaksi oksidasi terjadi setiap saat di dalam tubuh dan memicu
terbentuknya radikal bebas yang sangat aktif merusak struktur dan fungsi sel.
Namun, reaktivitas radikal bebas dapat dihambat oleh sistem antioksidan yang
melengkapi sistem kekebalan tubuh (Halliwel dan Guteridge, 1991). Berdasarkan
hal tersebut, dapat diketahui bahwa antioksidan memiliki peran peting dalam
tubuh manusia untuk mencegah timbulnya berbagai macam penyakit.
2. Pengujian Aktivitas Antioksidan Metode DPPH
Penentuan aktivitas antioksidan secara in vitro dapat dilakukan dengan
metode DPPH. Metode DPPH merupakan metode yang mudah, cepat, dan sensitif
untuk pengujian aktivitas antioksidan senyawa tertentu atau ekstrak tanaman
(Koleva, van Beek, Linssen, de Groot, dan Evstatieva, 2002; Prakash, Rigelhof,
dan Miller, 2010).
Pengukuran kapasitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan
spektrofotometer dengan panjang gelombang 515 nm. Larutan DPPH berwarna
ungu gelap, ketika ditambahan senyawa antioksidan maka warna larutan akan
berubah menjadi kuning cerah. Penurunan intensitas warna yang terjadi
disebabkan oleh berkurangnya ikatan rangkap terkonjugasi pada DPPH. Hal ini
dapat terjadi apabila adanya penangkapan satu eletron oleh zat antioksidan,
menyebabkan tidak adanya kesempatan elektron tersebut beresonansi. Menurut
Molyneux (2004) reaksi antara DPPH dengan radikal bebas adalah sebagai
berikut, dapat dilihat pada Gambar 1.

Difenil Pikrihidrazil
(Ungu)

Difenil Pikrihidrazin
(Kuning)

Metode akivitas kemampuan mereduksi digunakan untuk menentukan


antioksidan total pada sampel. Aktivitas antioksidan diukur sebagai kemampuan
mereduksi suatu zat tertentu. Absorbansi yang tinggi menunjukkan kemampuan
mereduksi yang tinggi (Molyneux,2004).
DPPH merupakan senyawa radikal bebas yang bersifat labil pada suhu
kamar. Senyawa ini mengandung nitrogen tidak stabil sehingga bereaksi dengan
atom hidrogen yang berasal dari suatu antioksidan. Radikal bebas DPPH akan
ditangkap oeh senyawa antioksidan melalui penangkapan atom hydrogen dari
senyawa antioksidan untuk mendapatkan pasangan electron dan mengubahnya
menjadi difenil pikril hidrazin (DPPH-H). DPPH menerima electron atau radikal
hydrogen akan membentuk molekul diagmanetik yang tsabil. Interaksi
antioksidan dengan DPPH baik secara transfer electron atau radikal hidroge ada
DPPH, akan menetralkan karakter radikal bebas dari DPPH (Molynex, 2004).
Hasil reaksi tersebut beupa DPPH tereduksi (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) yang
tidak reaktif lagi karena telah mendapat donor hidrogen (Molynex, 2004). Struktur
DPPH dan DPPH tereduksi hasil rekasi dengan antioksidan dapat dilihat pada
Gambar 2.

DPPH radikal
Sumber: (Molyneux,
2004).

DPPH non radikal

DAFTAR PUSTAKA

Halliwell B & Guteridge JMC. 1991. Free Radical in Biology and Medicine.
Oxford (USA): Clarendon Press.
Koleva, I.I., van Beek, T.A., Linssen, J.P.H., de Groot, A., dan Evstatieva, L.N.,
2002, Screening of Plant Extracts For Antioxidant Activity: A Comparative Study
on Three Testing Methods, Phytochemical Analysis, 13, 8-17.
Meydani et al. 1995. Antioxidants and immune response in aged person:
Overview of present evidence. American Journal of Clinical Nutrition, 62:
14625-14765.
Molyneux, P. 2004. The Use of The Stable Free Radical Diphenyl Picrylhidrazil
(DPPH) For E stimating Antioksidan Activity. Songklanakarin J. Science
Technology. 26 (2):2211-219.
Winarsih H. 2007. Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta (ID) :
Kanisius.