You are on page 1of 10

DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK

PENYUSUNAN INDIKATOR DAN JENIS TES DALAM


PENILAIAN HASIL BELAJAR
Disusun guna melengkapi tugas matakuliah Penilaian Pencapaian Hasil Belajar

Dosen Pengampu : Sutrisna Wibawa, M. Pd

Disusun oleh :
Septi Wahyu Sejati
06205241007
A

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAERAH


FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2009

I. DAFTAR KATA KERJA OPERASIONAL UNTUK MENYUSUN


INDIKATOR.
1.

Ranah Kognitif,

Kognitif menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah kepada


kemampuan-kemampuan

intelektual,

kemampuan

berpikir

maupun kecerdasan yang akan dicapai. Ranah kognitif memiliki


enam aspek yaitu: ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan
evaluasi.
a) Ingatan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah: menyebutkan, menggambarkan, mendefinisikan, memberi ciri,
menyusun daftar, mengingat kembali, dan memproduksi.
b) Pemahaman, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam
indikator adalah: mengubah, menjelaskan, mengikhtisarkan, menyusun
kembali,

menafsirkan,

membedakan,

memperkirakan,

memperluas,

menyimpulkan, dan menganulir.


c) Penerapan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah:

memperhitungkan,

mendemonstrasikan,

mengubah

struktur,

mengembangkan, menerapkan, menggunakan, menemukan, menyiapkan,


memproduksi, menghubungkan, meramalkan, dan menangani.
d) Analisis, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah: membedakan dan mendiskriminasikan, mendiagramkan, memilih,
memisahkan, membagi-bagikan, mengilustrasikan, dan mengklasifikasikan.
e) Sintesis, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah:

mengatagorikan,

menciptakan,
merencanakan,

mendesain,
menyusun

mengombinasikan,
menjelaskan,
kembali,

menyusun,

mengubah,

mengorganisasi,

menghubungkan,

menyimpulkan, menceritakan, menuliskan, dan mengatur.

mengarang,
merevisi,

f) Evaluasi, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator


adalah:

menyimpulkan,

mengikhtisarkan,

mengkritik,

membandingkan,

mendukung,

menerangkan,

mempertentangkan,

membenarkan,

mendiskriminasikan, menghubungkan, dan meringkaskan.


2.

Ranah Afektif,

Ranah Afektif menunjukkan tujuan pendidikan yang terarah


kepada kemampuan-kemampuan bersikap dalam menghadapi
realitas atau masalah-masalah yang muncul disekitarnya. Ranah
afektif memiliki lima aspek yaitu: penerimaan, memberi respon, penilaian,
pengorganisasian, dan karakteristik.
a) Penerimaan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah: bertanya, menggambarkan, mengikuti, memberi, menyelenggarakan,
mengidentifikasi, menempatkan, menanamkan, memilih, menggunakan.
b) Memberi Respon, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam
indikator adalah: menjawab, menaati, menyetujui, membantu, menceritakan,
melaksanakan, mempersembahkan, menuliskan, menunjukkan.
c) Penilaian, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah: menggambarkan, menerangkan, mengikuti, mengajak, bergabung,
memohon, melapor, bekerja.
d) Pengorganisasian, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam
indikator adalah: mematuhi, mengatur, menggabungkan, mempertahankan,
menggeneralisasikan, menggembangkan.
e) Karakteristik, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam
indikator

adalah:

mengorganisasi,

menyintesiskan,

mempergunakan,

mendengarkan, melaksanakan, mempraktekan, memohon, menanyakan,


merevisi, memecahkan masalah, menelaah kembali kebenaran sesuatu.
3.

Ranah Psikomotor,

Ranah Psikomotor menunjukkan tujuan pendidikan yang


terarah

kepada

ketrampilan-ketrampilan.

Ranah

psikomotor

memiliki lima aspek yaitu: peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, dan


pengalamiahan.
a) Peniruan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah: merakit, membersihkan, mengubah, membetulkan, mengencangkan,
mengikuti, memegang, memanipulasi, menempatkan, memukul.
b) Manipulasi, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
adalah: merakit, membangun, melapisi, mengebor, menguatkan, menggurinda,
memalu, memperbaiki, mengampelas, menggergaji.
c) Ketetapan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
RPP adalah: sama dengan manipulasi, tetapi dengan kontrol yang lebih dari
kesalahan lebih sedikit.
d) Artikulasi, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam indikator
RPP adalah: memeriksa skala, mengalami, mengidentifikasi, menempatlan,
memanipulasi, menjahit, menajamkan, membungkus, menulis.
e) Pengalamiahan, kata kerja operasional yang dapat digunakan dalam
indikator

RPP

adalah:

merakit,

mendemonstrasikan,

menampilkan,

menjalankan, membangun, mengarang.


KATA KERJA OPRASIONAL SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK
MATAPELAJARAN (BAHASA JAWA) adalah sebagai berikut.
Berhubungan dengan Kompetensi Berpikir tingkat Tinggi (complex, logical,
judgmental behaviors) :
Menganalisis

(analyze),

menghargai

(appraise),

menilai

(assess),

mengkombinasikan (combine), membandingkan (compare), menyimpulkan


(conclude),

mengkontraskan

(contrast),

mengkritik

(critize),

menarik

kesimpulan (deduce), membela/mempertahankan (defend), menunjukkan /

menandakan (designate), menentukan (determine), mencari /menjelajah


(discover),

mengevaluasi

(evaluate),

merumuskan

(formulate),

membangkitkan/menghasilkan/menyebabkan(generate),membujuk/menyebab
kan (induce), menduga/Mengemukan pendapat/mengambil kesimpulan (infer),
merencanakan (plan), menyusun (structure), menggantikan (substitute),
menyarankan

(suggest),

memilih

(choose),

mengumpulkan

(collect),

mendefinisikan (define), menjelaskan sesuatu (describe), mendeteksi (detect),


membedakan antara 2 macam (differentiate), membedakan/Memilih-milih
(discriminate),

membedakan

sesuatu

(distinguish),

mengidentifikasi

(identify),mengindikasi (indicate), mengisolasi (isolate), mendaftarkan (list),


memadukan (match), meniadakan (omit), mengurutkan (order), mengambil
(pick),

menempatkan

(place),

menunjuk

(point),

memilih

(select),

memisahkan (separate)
Berhubungan dengan Kompetensi Musik (seni) :
Menyanyi

kecil/bersenandung

(hum),

mempraktikkan

(practice),

menyanyikan (sing)
Berhubungan dengan Kompetensi Berbahasa :
Mengartikulasikan/ mengucapkan kata-kata dengan jelas (articulate),
memanggil (call), menulis, menyunting/mengedit (edit), membaca (read),
mendeklamasikan/membawakan/mencerita-kan (recite), mengatakan (say),
menandai (sign), berbicara (speak), mengeja (spell), menyatakan (state),
menyimpulkan (summarize), membagi atas suku-suku kata (syllabicate),
menceritakan (tell), menerjemahkan (translate), mengungkapkan dengan katakata

(verbalize),

mengucapkan/melafalkan/menyatakan

membisikkan
(pronounce),

membubuhkan tanda baca (punctuate) , menulis (write).


Berhubungan dengan Kompetensi Drama :

(whisper),
memberi

atau

Berakting/berperilaku (act), mengekspresikan (express), meniru (imitate),


menyampaikan/menyuguhkan/
memainkan/melakukan

mengulurkan/melewati

(perform),

menanggapi/menjawab/

(pass),
menyahut

(respond), memperlihatkan/Menunjukkan (show)


Selain

menunjukkan

tingkat

kompetensi,

penggunaan

kata kerja

menunjukan penekanan aspek yang diinginkan, yaitu mencakup sikap,


pengetahuan, serta keterampilan. Pengembangan indikator harus mengakomodasi
kompetensi sesuai tendensi yang digunakan pada SK dan KD. Jika aspek
keterampilan lebih menonjol, maka indikator yang dirumuskan harus mencapai
kemampuan keterampilan yang diinginkan.
II.

URAIAN SINGKAT JENIS TES YANG DAPAT DIGUNAKAN

DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR BAHASA JAWA.


Tes dilihat dari bentuk soal dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: tes hasil
belajar dalam bentuk uraian (non obyektif) dan tes hasil belajar bentuk
obyektif. Disebut tes obyektif karena siapapun yang memeriksa hasil tes akan
menghasilkan skor yang sama, sedangkan tes uraian hasilnya dipengaruhi oleh
pemberi skor.
Jenis-jenis tes dalam penilain bahasa Jawa:

Tes tertulis

Bentuk tes lisan

Hasil Presentasi

Bentuk tes tertulis:


a. Tes bentuk Pilihan Ganda
Bentuk tes pilihan ganda bisa mencakup banyak materi pelajaran,
penskorannya objektif, dan bisa dikoreksi dengan komputer. Namun

kelemahan bentuk tes ini adalah: cukup sulit untuk membuat butir soal
pilihan ganda yang berkualitas baik, dan adanya peluang kerja sama yang
besar antar peserta tes. Oleh karena itu bentuk tes ini baiknya dipakai untuk
ujian yang melibatkan banyak siswa. Waktu untuk koreksi tes pilihan ganda
relatif singkat. Penggunaan bentuk ini menuntut agar pengawas ujian teliti
dalam melakukan pengawasan saat ujian berlangsung. Tingkat berpikir yang
diukur bisa tinggi tergantung pada kemampuan pembuat soal (Ebel-1979).
Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda
adalah:
1) Pokok soal harus jelas
2) Pilihan jawaban homogen (isi)
3) Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama
4) Tidak ada petunjuk jawaban benar
5) Hindari menggunakan pilihan jawaban: semua benar atau semua salah
6) Pilihan jawaban angka diurutkan
7) Semua pilihan jawaban logis
8) Jangan menggunakan negatif ganda
9) Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes
10) Bahasa Indonesia yang digunakan baku
11) Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak.
b. Tes Benar-Salah
Tes Benar-Salah yaitu tes di mana terdapat sebuah pernyataan dan muridmurid menunjukkan dengan memberi tanda bahwa pernyataan tersebut
benar atau salah.
c. Tes Melengkapi
Tes Melengkapi yaitu tes yang berbentuk pernyataan, namun tanpa
menyertakan bagian yang penting, dan mengganti bagian tersebut dengan

titik-titik atau spasi kosong. Tugas murid adalah mengisi kalimat atau kata
yang tidak ada
d. Tes Menjodohkan
Tes Menjodohkanyaitu memberikan materi tes secara lengkap. Tugas
murid adalah menjodohkan/ mencocokkan/ memasangkan kata-kata atau
pernyataan-pernyataan yang ada dengan kata-kata atau pernyataanpernyataan yang berhubungan
e. Tes essay/ uraian
Tes essay/ uraian yaitu murid-murid memberikan respons atas
pertanyaan dengan menuliskan jawaban yang menggunakan kata-kata
mereka sendiri. Tes ini memberi kebebasan bagi murid untuk menunjukkan
pengetahuan pribadi mereka tentang subjek pertanyaan. Proses penilaian
subjektif membutuhkan waktu yang lebih banyak daripada waktu rata-rata
pada tes objektif.

Uraian objektif, yaitu digunakan untuk mengetahui perolehan


kesimpulan tafsiran dari peserta didik. Untuk itu pendekatan
pembelajaran harus bermakana

Bentuk Uraian non-objektif/uraian bebas


Bentuk uraian bebas cocok untuk bidang studi ilmu-ilmu sosial dan
umum. Walau hasil penskoran cenderung subjektif, namun bila
disediakan pedoman penskoran yang jelas, hasilnya diharapkan
dapat lebih objektif. Tingkat berfikir yang diukur bisa lebih tinggi.

f. Tes Isian
Tes bentuk isian dapat digunakan dalam bentuk paragraf-paragraf yang
merupakan rangkaian cerita atau karangan atau berupa satu pernyataan.
Beberapa bagian kalimatnya yang merupakan kata-kata penting telah

dikosongkan terlebih dahulu. Tugas peserta tes adalah mengisi bagianbagian yang kosong dengan jawaban yang sesuai.
g. Bentuk Jawaban singkat atau isian singkat
Bentuk ini cocok digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan
pemahaman siswa. Jumlah materi yang diuji bisa banyak, namun tingkat
berpikir yang diukur cenderung rendah.

h. Portofolio
Bentuk ini cocok untuk mengetahui perkembangan unjuk kerja siswa,
dengan menilai kumpulan-kumpulan karya-karya, atau tugas-tugas yang
dikerjakan siswa. Portofoli berarti kumpulan karya atau tugas-tugas yang
dikerjakan siswa (Popham; 1985).
Tes Lisan (oral test)
Tes Lisan (oral test) yaitu tes yang mengajukan pertanyan-pertanyaan dengan
menghendaki jawaban secara lisan. Test ini juga dilakukan untuk aspek kognitif
peserta didik.
Tes Perbuatan
Performance (unjuk kerja), digunakan untuk mengetahui tingkat kompetensi
peserta didik dalam praktik. Penilaian ini berhubungan erat dengan sikap
perilaku, etika sebagai dampak proses dan hasil pembelajaran bahasa, sastra dan
budaya Jawa, pendekatan penilaian dapat dilakukan melalui metode observasi
(pengamatan), tatap muka dan metode bermain peran (role playing), dsb.
Non Tes
Kuesioner merupakan bentuk lain dari teknik nontes. Secara umum, ada dua
jenis kuesioner yaitu kuesioner tertutup dan terbuka. Kuesioner tertutup adalah

kuesioner yang telah disediakan alternatif jawabannya sehingga responden


tinggal memilih yang sesuai dengan keadaan dirinya. Sedangkan kuesioner
terbuka adalah kuesioner yang jawabannya belum disediakan sehingga
responden bebas menuliskan apa yang dia rasakan.