You are on page 1of 7

Artikel Kebudayaan Daerah

Mengenal dan Mencintai Kearifan Lokal Daerah Asal

Oleh :
Betari Nurrachmah Kusuma Putri
1610511009

Ilmu dan Teknologi Pangan


Fakulas Teknologi Peranian
Universitas Udayana
2016

Mengenal dan Mencintai Kearifan Lokal Daerah Asal

Nama saya Betari Nurrahmah Kusuma Putri. Saya lahir di Jakarta, 25 Februari 1998. Meskipun
saya lahir dan besar di Jakarta, kedua orang tua saya bukanlah orang asli Jakarta. Ibu saya
berasal dari Solo, Jawa Tengah sedangkan Ayah saya berasal dari Blitar, Jawa Timur. Kedua
orang tua saya bertemu di Jakarta saat masih bekerja dan memustuskan untuk menikah dan hidup
di Jakarta. Oleh sebab itu anak dari orang tuaku tidak ada yang lahir di daerah asal Ayah maupun
Ibu . Saya mempunyai 5 saudara kandung, saya adalah anak ketiga dari enam.
Lahir dan besar di Ibukota tidak membuat saya meninggalkan dan melupakan kearifan
lokal dari daerah orang tua saya. Saya mencintai kearifan lokal dari daerah Blitar, Solo,
maupun Jakarta. Untuk itu saya akan berbagi sedikit tentang kearifan local yang dimiliki oleh
ketiga daerah yang saat ini masih mengalir di darah saya.
A.

Kearifan Lokal Solo

1. Kebudayaan
1.1 Musik
Gamelan Jawa merupakan kebudayaan orang Hindu yang diubah oleh Sunan Bonang guna
mendorong

kecintaan

masyarakat

terhadap

kehidupan

transedental (alam malakut). Sampai saat ini gaemlanasih


digunakan dalam pementasan wayang, hajat pernikahan dan
acara ritual budaya keratin.

1.2 Wayang Kulit


Wayang Kulit berkembang pada masa Hindu Jawa. Wayang kulit digunakan sebagai
pertunjukkan kesenian dan sebagai alat upacara keagamaan orang jawa,
yaitu untuk aliran dinamisme dan animisme.

1.3 Rumah Adat


Joglo merupakan rumah adat Jawa Tengah yang terbuat dari kayu. Rumah bentuk ini
mempunyai nilai seni yg cukup tinggi dan hanya dimiliki orang yang mampu. Pada masa
lampau masyarakat jawa yang mempunyai rumah joglo hanya kaum bangsawan seperti sang
pangeran dan kaum orang yang terpandang, karena rumah ini butuh bahan bngunan yang lebih
banyak dan mahal dari pada rumah bentuk lain. Di zaman yang semakin maju ini rumah joglo
digunakan oleh segenap lapisan masyarakat dan juga untuk berbagai fungsi lain, seperti
gedung pertemuan dan kantor-kantor.
1.4 Seni Tari
Salah satu intangible heritage kota Solo yang masih lestari
hingga saat ini adalah Bedhaya Ketawang, tarian klasik
dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Bedhaya Ketawang

terdiri dari kata Bedhaya dan

Ketawang. Bedhaya artinya

penari

wanita

di

Istana.Ketawang berasal dari kata tawang yang berarti


bintang di langit. Tarian ini sangat kental dengan budaya
Jawa dan dianggap sakral. Tari yang digelar satu tahun sekali ini diperagakan oleh sembilan
perempuan dengan tata rias seperti pengantin Jawa. Sembilan pernari tersebut memiliki
sebutan masing-masing, yaitu: Batak, Endhel Ajeg, Endhel Weton, Apit Ngarep, Apit Mburi,
Apit Meneg, Gulu, Dhada, Dan Boncit. Nomor sembilan juga dapat direpresentasikan sebagai
konstelasi bintang-bintang dari arti Ketawang.
Tari Bedhaya Ketawang mencerminkan hubungan yang sangat khusus antara penguasa pertama
Mataram, Panembahan Senopati, dengan Dewi Laut Selatan, bernama Ratu Kencanasari atau
biasa disebut Kanjeng Ratu Kidul sebutan di kalangan masayrakat Jawa. Fokus dari tarian
ini adalah pada adegan cinta antara Ratu Kencanasari dengan Panembahan Senopati. Musik
yang mengiringi tarian ini terdiri dari lima instrumen, yaitu kemanak, kethuk, kenong,
kendhang, dan gong serta diiringi suara dari sinden

2.

Adat Istiadat

2.1

Tedhak Siten

Tedhak Siten merupaan bagian dari adat dan tradisi


masyarakat Jawa Tengah. Upacara ini dilakukan untuk
anak yang baru pertama kali belajar berjalan.upacara ini
dilakukan ketika bayi berumur tujuh bulan dan mulai
belajar duduk dan berjlaan di tanah. Secara keseluruhan upacara ini dimaksudkan agar ia
menjadi mandiri di masa depan. Keluarga inti pun ikut serta hadir dalam acara ini yang
dimaksudkan mendoakan sang anak agar terhindar dari gangguan setan.
2.2
Sekaten
Perayaan yang dirayakan untuk memperingati Maulid Nabi
Muhammad SAW setiap bulan muwud.tanggal 12 muwud
diseenggarakan Grebeg Mulud. Kemudian diadakan pesta
rakyat selama dua minggu berturut turut.selama dua minggu
pesta dirayakan di Alun-alun Utara. Pada hari terakhir
diadakan kembali acara Grebeg di Alu-alun Utara.

2.3
Solo Batik Carnival
Solo Batik Carnival adalah acara tahunan yang diadakan pemerintah Solo dengan
menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum. Setiap tahun peserta akan
berkreasi dengan batik solo sesuai tema yang ditentukan.peserta akan megggunakan kostum
untuk berjalan catwalk diatas panggung di jalan Slamet Riyadi. Karnaval ini diadakan setiap
bulan juni sejak ttahun 2008.
B.
1.
1.1

Kearifan Lokal DKI Jakarta


Kebudayaan
Rumah

Adat

Rumah tradisional khas Jakarta dinamakan Rumah


Kebaya. Atapnya berbentuk joglo suatu pertanda ada
pengaruh bentuk rumah tradisonal Jawa. Begitu pula
pembagian ruangannya. Ada serambi depan yang disebut
paseban. Tepi paseban dipagari dengan pintu masuk di

tengahnya. Pintu itu diberi ukiran dan tingginya sekitar 80 cm. Sedangkan tepi atapnya diberi
renda
seperti
kebaya.
Paseban
berfungsi
pula
sebagai
tempat
ibadah.
Dinding-dinding rumah tradisional Jakarta (Betawi), terbuat dari panil-panil yang dapat
dibuka-buka
dan
digeser-geser
ke
tepi.
Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan ruangan yang lebih luas, bila suatu waktu diadakan
acara selamatan atau hajatan. Serambi depan dan serambi belakang yang lepas terbuka,
merupakan ciri khas pula dari rumah tradisional Jakarta (Betawi).
1.2

Pakaian

Adat

Pakaian adat pria Betawi (Jakarta) berupa tutup kepala (destar) dengan baju jas yang menutup
leher (jas tutup). Ia juga memakai celana panjang, kain batik yang melingkar pada pinggang
dan
sebilah
belati
terselip
di
depan
perut.
Sedangkan wanitanya memakai baju kebaya, selendang panjang serta kain yang dibatik.

1.3Seni Tari
Tari Cokek Betawi. Tarian betawi yang satu ini dibawa oleh
para cukong atau tuan tanah peranakan tionghoa yang kaya
rayaTarian cokek ini diiringi oleh musik Gambang
Kromong. Pakaian tari Cokek Betawi agak mirip dengan
tarian-tarian di Cina. Ciri khasnya dari tari ini yaitu goyang
pinggul yang geal-geol.

1.4 Musik
Gambang Kromong. Kesenian musik ini merupakan
perpaduan dari kesenian musik setempat dengan Cina.
Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang
digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang
bernama Kongahyan, Tehyan dan Sukong. Sementara
alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong,
kemor, kecrek, gendang kempul dan gong. Kesenian
Gambang Kromong berkembang pada abad 18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang
2.

Adat Istiadat

2.1 Sunatan
Tahap pertama yang dilakukan sebelum sebelum acara
sunatan anak laki-laki adalah rembuk sunat. Hal ini untuk
membicarakan kepada sang anak (yang akan di sunat)
apakah dia bersedia atau tidak untuk di sunat. Setelah dia
setuju dan mempunyai keinginan untuk sunat, maka di
tentukan tanggal dan hari pelaksanaannya. Kemudian
memanggil dukun sunat atau disebut Bengkong. Yang
terakhir adalah anak yang di sunat di arak mengelilingi
kampung dengan diiringi musik rebana untuk memberikan
hiburan dan semangat kegembiraan untuk anak.
2.2 Pesta Pernikahan
Dalam pesta pernikahan adat Betawi, tahap pertama
yang dilakukan adalah seserahan pihak laki-laki
dengan membawa sepasang roti buaya. Lalu
menyalakan petasan untuk menyambut calon besan.
Terakhir adalah palang pintu yang pantun secara
bersambut antara kedua rombongan pihak laki-laki
dan perempuan. Biasanya terdapat ondel-ondel yang
di arak dan adanya music tanjidor untuk mengiringi
resepsi
pernikahan.

2.3 Akekah
Akekah atau akeke merupakan prosesi pemberian nama
dan mencukur rambut bayi dengan memotong kambing.
Jika bayi laki-laki dengan memotong satu ekor kambing
dan jika bayi perempuan memotong dua ekor kambing.
Hasil timbangan seluruh rambut bayi yang dipotong
disumbangkan kepada anak yatim piatu dan fakir
miskin.

3. Makanan khas
3.1 Kue Rangi
Terbuat dari tepung beras (beras putih yang ditumbuk halus. Konon, jika
memakai tepung beras yang sudah jadi hasilnya malah kurang enak) lalu
adonan tepung beras tersebut dipanggang di atas cetakan berbentuk
setengah lingkaran di atas api kecil. Setelah matang, kue diangkat dan
dimakan dengan lelehan air gula merah yang berwarna coklat dan
pekat. Rasanya gurih dan manis

3.2 Soto Betawi


Soto Betawi ini sejarahnya adalah makanan yang disuguhkan untuk
menyenangkan hati para Meneer Belanda di jaman penjajahan

belanda dulu. Mereka ingin memakan kuliner sejenis gulai tapi tidak mau sesuatu yang pedas dan
terlalu berbumbu (too spicy). Akhirnya, dibuatlah soto Betawi ini, bumbunya tidak pedas tapi gurih.
Personil makanan ini hanya terdiri dari daging (bisa ayam, bisa sapi), kentang, dan daun bawang.
Keistimewaannya adalah: kuahnya aslinya bukan dari santan seperti yang sekarang beredar, tapi
dari susu sapi murni. Hanya saja dalam perkembangannya, susu sapi ini (mungkin karena mahal)
diganti dengan santan dari kelapa.
Info gak penting dariku: saya sendiri mengganti santan dengan susu kedelai; atas pertimbangan
untuk mencegah kolesterol.

3.3 Es Selendang Mayang


Warna merah yang dihasilkan oleh pewarna makanan di adonan
tepung beras yag dicampur dengan air santan ini memang jika
diperhatikan mirip dengan selendang yang melayang di atas awan.
Mirip selendang para bidadari yang turun dari kahyangan dan
selendangnya melayang-layang di atas awan. Itu sebabnya diberi
nama
selendang
mayang.
Jadi, es itu penampakannya adalah: kue talam beras dengan bagian
warna merah di atasnya dan bagian putih di bawahnya, dipotong
tipis-tipis dengan pisau bambu (kenapa pisau bambu: karena biar bekas kue yang menempel di
badan pisau tidak lengket dan mengeras. Kalo di pisau bambu lebih mudah membersihkannya,
cukup direndam dengan air saja pisaunya, bersih deh. Tapi kalo pisau stenlis direndam di air, bisabisa jadi tumpul pisaunya). Setelah diiris tipis maka irisannya dimasukkan ke dalam santan cair yang
sudah diberi sirup dan es batu.

Daftar Pustaka
1. 2011-05., kebudayaankesenianindonesia.blogspot.co.id. Diakses pada tanggal 26 September
2016
2. Isa Faqihuddin., 2011-06., tugas-ibd-kelompok-1-kota-solosurakarta.co.id. Diakses pada 26
September 2016
3. Arif., 2013-05., macam-macam-kebudayaan-yang-ada-di-jakarta.co.id. Diakses pada tanggal
26 September 2016
4. 2013., tari-tradisional.www.disolo.com. Diakses pada tanggal 26 September 2016
5. Khanty Dwi., 2013-05., kesenian-dan-kebudayaan-jakarta. khantydwi.blogspot.co.id.
Diakses pada tanggal 26 September 2016
6. 2013-06., dki Jakarta. www.kebudayaanindonesia.com. Diakses pada tanggal 26 September
2016
7. Adat istiadat betawi. www.satujam.com. Diakses pada tanggal 26 September 2016