You are on page 1of 4

Laporan : Penyusunan Rencana Ditail Minapolitan Kabupaten Kaur

BAB 5
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian 4 Bab sebelumnya beberapa hal pokok disimpulkan dalam
Bab penutup ini antara lain :
a. konsep Minapolitan ini adalah pengelolaan manajemen perkotaan
dengan mengembangkan sekor Sumbedaya Peairan sebagai andalannya.
Jadi lebih banyak pada sektor keunggulan perikanan (darat dan laut)
dan disokong oleh potensi kelautan. Untuk mewujudkan Kawasan
Minapolitan, terlebihdahulu memetakan potensi kawasan perencanaan
dan keunggulannya, seperti beberapa kawasan budidaya dan pesisir
yang dikembangkan sebagai sektor perikanan yang handal.
b. Kabupaten Kaur mempunyai luas perairan tawar yang tidak kalah
dengan potensi pesisir/laut, tidak kurang dari 10 buah sungai besar
yang bermuara dilaut dan mengalir sepanjang tahun, lahan sawah
irigasi dengan luas 6,099 Ha, dan 94,955 Ha lahan kolam air tenang
yang sudah ada. Selain itu sebagai sokongan Kabupaten Kaur
mempunyai garis pantai sepanjang 106,6 Km, dengan luas kawasan laut
sejauh 4 mil dari garis pantai meliputi wilayah seluas lebih kurang
6.605.900 Ha atau 789,69 km 2 (Bappeda, 2005). Kabupaten Kaur
memiliki 15 kecamatan dengan 157 desa. Selain itu

c. Gurita adalah hewan dari filum moluska yang termasuk dalam kelas
cephalopoda memilikiba . Pengelolaan sumberdaya laut gurita bias
dijadikan produk unggulan sebagai syarat kawasan minapolitan. Selain

I . PENUTUP
V- 1

Laporan : Penyusunan Rencana Ditail Minapolitan Kabupaten Kaur


Gurita, Kabupaten kaur juga mempunyai potensi budiday rumput laut
sebagi produk unggulan kawasan Minapolitan

d. Pemanfaatan lahan di Kabupaten Kaur didominasi oleh hutan negara


(TNBBS, hutan lindung Raja Mendara, HPT/HP), kemudian perkebunan
rakyat. Luas hutan pada data pertama mencapai 35% dengan luas
Kabupaten Kaur 236300 hektar, pada data kedua luas hutan mencapai
57% dengan luas kabupaten Kaur 255.600 hektar. Kawasan hutan
tersebut tersebar di Kecamatan Nasal, Maje, Kaur Selatan, Tetap,
Muara Sahung, Kinal, dan Padang Guci Hulu. Kecamatan yang memiliki
luas hutan terluas yaitu Nasal, Padang Guci Hulu, Maje dan Kinal.

e. Kondisi sosial Pada Tahun 2000 jumlah penduduk Kabupaten Kaur


berdasarkan mata pencaharian didominasi oleh masyarakat dengan
mata pencaharian sebagai petani 86,38%, buruh 2,23%, jasa 2,51 %,
pedagang 2,06%, pengrajin 0,5%, angkutan 0,28% dan lain-lain 6,04%.
Sedangkan berdasarkan sekktoral didominasi oleh sektor pertanian,
86,84%, jasa 4,26%, perdagangan 3,25%, industri 0,78% dan lain-lain
4,37%.

f. Dengan memanfaatkan Skala lincker diatas maka ditemukan kawasan


yang nilai tertinggi sebagai daerah potensi pengembangan wilayah
untuk program Budidaya perikanan dan pengelolaan Sumberdaya
kelautan. Dari 15 (lima belas) kecamatan yang di observasi terdapat 5
(lima) kecamatan utama yang memiliki hampir semua indikator dan
parameter pengelolaan sumberdaya kelautan. Kecamatan tersebut
adalah kecamatan Maje, Nasal, Kaur Tengah, Kaur Selatan, Semidang

I . PENUTUP
V- 2

Laporan : Penyusunan Rencana Ditail Minapolitan Kabupaten Kaur


Gumai dan Tanjung Kemuning. Kalau di talaah lebih lanjut, bahwa 5
kecamatan ini merupakan kecamatan yang memiliki daerah pesisir
yang relatif besar. Skala lincker sebagai parameter pengelolaan
sumberdaya kelautan menunjukan kecamatan tertinggi adalah Nasal
dan Maje dengan skor masing-masing 36 dan 32.

g. Dengan melihat hasil olahan data secara kualitatif dan juga


menggunakan

indek

LQ

maka

daerah

yang

memungkinkan

dilaksanakannya perencanaan wilayah Untuk budidaya perikanan dan


pengelolaan sumberdaya laut adalah 5 Kecamatan yaitu, Kaur Selatan,
Maje, Nasal, Semidang Gumai dan Tanjung Kemuning. Namun apabila
dilihat dari total skor dan besaran indek LQ maka daerah yang paling
tepat dari 5 kecamatan berpotensi adalah Kecamatan Nasal.

h.

Dari seluruh desa yang di petakan pada kecamatan sasaran terdapat


pada desa Merpas dan suku 3

yang bersentuhan langsung dengan

sumberdaya kelautan masing-masing. Indikator dengan kelembagaan


pengelola dan kelompok tertinggi adalah desa Merpas, disusul dengan
Suku Tiga dan Pasar Baru. Hasil perencanaan ini Untuk memperkuat
penetapan kelurahan di Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur sebagai
kawasan Prioritas Perencanan Detail Minapolitan Kabupaten Kaur.

i. Dengan menggunakan Swot analisis, maka diperoleh 3 Program


unggulan dan 19 kegaiatn prioritas untuk mundukung kawasan
minapolitan di Kacamatan Nasal.

I . PENUTUP
V- 3

Laporan : Penyusunan Rencana Ditail Minapolitan Kabupaten Kaur


j. Terdapat 3 Zona utama yang ditemukan dalam rencana detail
Minapolitan dan merupaka syarat minmum teknis untuk mewujudkan
kawasan Minapolitan. Zona itu adalah zona explorasi yaitu zona
pelabuhan , zona pergudang dan Zona pemasaran. Untuk masingmasing zona dibutuhkan sarana jalan, air bersih, kelistrikan dan
pranata lainnya.

B. Rekomendasi
Dari Rencana Detail MInapolitan ini maka dapat dinuat rekomendasi
sebagai beriut, yaitu :
1. Pada masing-masing zona harus di buat rencana tatabangunan dan
Lingkungan (RTBL) sehingga realisasi rencana kawasan Minapolitan
dapat terwujudkan dalam masa perencanaan 5 Tahun.
2. Perlu dilakukan pada masing kegiatan unggulan yang bersifat non
teknis seperti pelatihan dan sosilisai dilakukan di tahun 2010,
sehingga mampu menjadi pendukung dalam mengaplikasikan kawasan
Minapolitan.

I . PENUTUP
V- 4