You are on page 1of 2

Padi Anti Kemarau Siap Penuhi Kebutuhan Dunia

Padi merupakan sumber pangan yang penting di dunia dan merupakan sumber
karbohidrat utama kebanyakan negara di Asia. Misalnya di Indonesia, Konsumsi beras ratarata di wilayah perdesaan dan di wilayah perkotaan, yaitu masing-masing 95,97 kg dan 78,68
kg atau rata-rata 95,37 kg per kapita per tahun, kebutuhan beras cenderung meningkat setiap
tahun. Pada tahun 2025 penduduk Indonesia diprediksi mencapai lebih kurang 300 juta jiwa
yang akan mem-butuhkan beras dalam jumlah sangat besar. Pada tahun 2017, pemerintah
Indonesia telah mentargetkan produksi beras sebanyak 121,7 juta ton.
Salah satu program yang dapat mengatasi tuntutan produksi tersebut adalah pemuliaan
tanaman dengan cara meningkatkan kuantitas dan kualitas padi melalui keanekaragaman
genetik misalnya padi berumur pendek dan berkualiitas bagus serta yang tahan terhadap
iklim.
Pemuliaan tanaman dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya introduksi, kawin
silang, transformasi gen, dan mutasi. Mutasi adalah perubahan bahan genetik pada organisme
sehingga memungkinkan terjadinya perubahan karakter dari tanaman. Mutasi dapat terjadi
secara spontan (spontaneous mutation) dan dapat juga terjadi melalui induksi (induced
mutation). Induksi mutasi dapat dilakukan dengan beberapa agen mutasi (mutagen)
diantaranya adalah radiasi sinar-X, sinar gamma, sinar beta, dan neutron.
Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata iradiasi ?
Mungkin kematian, sel kanker, kelainan, gagal panen dan hal-hal buruk lainnya,
padahal saat ini, perkembangan penggunaan teknologi iradiasi gamma untuk meningkatkan
produktivitas tanaman pertanian di Indonesia semakin berkembang pesat mulai pada tahun
1967 setelah berdirinya instalasi sinarr Co-60 di Pasar Jumat Jakarta yang bekerja sama
dengan international atimic energy agency (IAEA)
Masalah pertanian di indonesia mengenai bibit tanaman terutama padi telah banyak
diselesaikan dengan iradiasi sinar gamma, mulai dari ditemukannya bibit padi unggul
atomita, muria, dan lain-lain Namun teknologi iradiasi gamma tersebut hanya difokuskan
pada lahan sawah atau lahan yang digenangi air, sedangkan pada lahan kering belum
mendapatkan perhatian, padahal jika potensi lahan kering dapat dimanfaatkan secara optimal
untuk budidaya tanaman padi maka luas areal tanaman padi akan bertambah yang berarti
bahwa produksi padi secara nasional akan meningkat
Pengembangan padi yang tumbuh pada ladang kering selama ini sulit dilakukan
karena selain kendala berupa kurangnya varietas padi yang dapat beradaptasi pada lahan
kering, masalah lainnya ialah kondisi lahan produktif masih rendah. Selain itu, keadaan iklim
yang kering juga menyebabkan produksipadi oleh pertanian lokal berjalan lambat.
Seperti diketahui padi bukanlah tanaman yang dapat dapat bertahan pada saat musim
hujan atau musim kemarau yang berkepanjangan, salah satu tumbuhan yang dapat bertahan di
musim kemarau adalah kaktus, Daun kaktus yang berubah menjadi duri - duri untuk dapat
mengurangi adanya penguapan batangnya yang cukup tebal mempunyai fungsi untuk
menyimpan cadangan air, sehingga tanaman kaktus bisa hidup di lingkungan sekitarnya yang
kering dan panas. Tanaman Kaktus mempunyai jenis akar yang panjang yang berfungsi
sebagai pencari air di tengah padang pasir. Bagian akar pada kaktus inilah yang dapat di

adopsi untuk dilakukan pada padi, yaitu dengan cara membentuk benih padi yang memiliki
akar yang panjang .
Padi anti kemarau istilah inilah yang diharapkan ketika penggunaan teknologi
iradiasi yang tepat dan memberikan hasil yang optimal dan berguna bagi kesejahteraan
manusia khususnya para petani. Sebuah penelitian menyatakan Menurut Siwi (1966), istilah
iradiasi sinar Gamma adalah radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda melalui gelombang
listrik atau magnet yang dapat bergerak melalui ruang berenergi tinggi yang diproduksi oleh
perubahan energi karena adanya percepatan elektron. Efek radiasi Sinar gamma dapat
menyebabkan perubahan genetik di dalam sel somatik (sel tubuh seperti sel kulit) atau yang
sering disebut mutasi somatik yang dapat diturunkan dan dapat menyebabkan terjadinya
perubahan karakteristik pada organisme tertentu.
Salah satu aplikasi dari irradiasi sinar gamma adalah Padi anti kemarau Varitas ini
dapat diperoleh dengan menggunakan radioiotop Cobalt-60 dengan karakteristik padi yang
memiliki akar yang panjang akan dapat bertahan pada saat musim kemarau karena akar pada
padi tersebeut dapat berfungsi sebgai pencari air..
Apa itu radioisotop? Mengapa menggunakan radioiotop Cobalt-60?
Radioisotop adalah sebuah isotop tidak stabil atau radioaktif dari sebuah unsur yang
dapat berubah menjadi unsur lain dengan memberikan radiasi, yang akan mendeteksi
isotopnya, penggunaan radioisop karena radioisotop tidak akan mengubah ikatan kimia tetapi
langsung ke inti, jadi tidak ada kandungan gizi yang akan hilang pada padi, sedangkan
penggunaan radioiotop Cobalt-60 karena pada tanaman sereal seperti kacang-kacanngan,
gandum dan padi terdapat juga terdapat kandungan cobalt sekitar 2-5% yang sangat berguna
saat proses iradiasi gamma.
Efek iradiasi sinar gamma bergantung pada dosis iradiasi, waktu paparan serta jumlah
substansi yang diberi paparan iradiasi sinar gamma. Untuk menghasilkan padi dengan
perkecambahan yang tinggi proses irradiasi dilakukan pada biji sebelum digunakan untuk
perkecambahan, hal ini dilakukan karena pada saat inilah susunan-susunan kromosom dan
gen mulai di bentuk.
Dosis radiasi juga sangat berpengaruh , banyaknya dosis radiaasi yang diserap
ditetapkan dengan satuan Gy (Gray) , Untuk menghasilkan varietas padi yang memilik akar
yang panjang dilakukkan pengujian pada 0.100.200. dan 300 Gy dan tidak dilakukan
penyiraman selama 4 hari, pada dosis 100 gy akan terjadi perkecambahan yang lebih cepat di
bandingkan dengan yang lain, tetapi untuk padi yang memilik akar yang panjang diperoleh
dari tanaman biji yang diradiasi pada dosis 200 smpai 300 gy. Hal ini disebabkan karena pada
awal perkecambahan, iradiasi gamma dengan 200Gy dan 300Gy dapat mengubah struktur
sel yang menjadi adaptif terhadap cekaman kekeringan sehingga dengan tanpa disiram
selama beberapa hari saat pengujian akar tumbuh menjadi lebih panjang dibandingkan
dengan yang tidak diberikan radiasi.
Dengan mengkombinasikan faktor -faktor tersebut, dapat diketahui kombinasi tepat
guna radioisotop Cobalt-60 yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas yang di
inginkan serta kuantitas produksi padi di indonesia bahkan dunia tanpa khawatir terhadap
perubahan iklim yang ekstrim terutama pada sat musim kemarau panjang dengan adanya
varietas padi anti kemarau.