You are on page 1of 2

Padi merupakan sumber pangan yang penting di dunia dan merupakan sumber

karbohidrat utama kebanyakan negara di Asia. Misalnya di Indonesia, kebutuhan


beras cenderung meningkat setiap tahun. Pada tahun 2025 penduduk Indonesia
diprediksi mencapai lebih kurang 300 juta jiwa yang akan mem-butuhkan beras
dalam jumlah sangat besar. Pada tahun 2014, pemerintah Indonesia telah
mentargetkan produksi beras sebanyak 75,7 juta ton gabah kering giling (GKG).

Salah satu program yang dapat mengatasi tuntutan produksi tersebut adalah
pemuliaan tanaman dengan cara meningkatkan keanekaragaman genetik
misalnya padi berumur pendek dan berkualiitas bagus serta yang tahan
terhadap iklim di indonesia yang dapat dilakukan melaui hibridisasi,
mutagenesis dan induksi variasi somaklonal dalam kultur in vitro.
Mutagenesis adalah terjadinya mutasi jika terjadi perubahan satu atau lebih
nukleotida dalam gen yang akan memunculkan sifat yang berbeda dari varietas
lain, mutasi dapat terjadi secara alami maupun dengan cara induksi,
salahsatunya dengan cara iradiasi sinar gamma.
Apa yang ada di pikiran anda ketika mendengar kata radiasi ?
Mungkin kematian, sel kanker, kelainan, gagal panen dan hal-hal buruk lainnya,
padahal saat ini, perkembangan penggunaan teknologi iradiasi gamma untuk
meningkatkanproduktivitas tanaman pertanian semakin berkembang pesat mulai
pada tahun 1967 setelah berdirinya instalasi sinarr Co-60 di Pasar Jumat Jakarta
yang bekerja sama dengan international atimic energy agency (IAEA)
Namun teknologi iradiasi gamma tersebut hanya difokuskan hanya pada lahan
sawah atau lahan yang digenangi air, sedangkan pada lahan kering belum
mendapatkan perhatian, padahal jika potensi lahan kering dapat dimanfaatkan
secara optimal untuk budidaya tanaman padi maka luas areal tanaman padi
akan bertambah yang berarti bahwa produksi padi secara nasional akan
meningkat
Pengembangan padi terutama padi yang tumbuh pada ladang kering selama ini
sulit dilakukan karena selain kendala berupa kurangnya varietas padi yang dapat
beradaptasi pada lahan kering, masalah lainnya ialah kondisi lahan produktif
masih rendah. Selain itu, keadaan iklim yang kering juga menyebabkan
produksipadi oleh pertanian lokal berjalan lambat.
Padi anti kemarau istilah inilah yang didapatkan ketika penggunaan teknologi
iradiasi yang tepat dan memberikan hasil yang optimal yang diharapkan dapat
berguna bagi kesejahteraan manusia. Padi anti keMenurut Siwi (1966), istilah
radiasi sinar Gamma adalah radiasi elektromagnetik energi-tinggi yang
diproduksioleh transisi energi karena percepatan elektron. Efek radiasi Sinar
gamma dapat menyebabkan perubahan genetik di dalam sel somatik (sel tubuh
seperti sel kulit) atau yang sering disebut mutasi somatik yang dapat diturunkan
dan dapat menyebabkan terjadinya perubahan fenotip.

Pada umumnya tampak bahwa iradiasi sinar gamma dengan dosis 10.000 rad
(100Gy), 20.000 rad (200 Gy), dan 30.000 (300Gy) menimbulkan banyak mutasi
sifat sifat pada tanaman padi (Siwi, 1966). Efek iradiasi sinar gamma
bergantung pada dosis iradiasi, waktu paparan serta jumlah substansi yang
diberi paparan iradiasi sinar gamma. Dengan mengkombinasikan faktor -faktor
tersebut, dapat diketahui kombinasi tepat guna yang dapat diaplikasikan untuk
meningkatkan kualitas suatu produk tertentu.