Вы находитесь на странице: 1из 17

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam mempelajari fisika umumnya orang hanya mempelajari konsep-konsep
yang sudah ada dan telah dikembangkan. Orang yang mempelajarinya hanya
berfokus bahwa harus memahami apa yang dipelajarinya. Kecenderungan untuk
mengetahui orang-orang yang merumuskan konsep konsep yang dipelajarinya pun
hampir tidak pernah dipelajari. Dalam fisika sangat banyak penemu-penemu
maupun orang yang merumuskan konsep konsep yang sekarang kita pelajari. Salh
satu contohnya adalah Newton dengan onsep-konsepnya pada benda yang
bergerak dan diam, Kepler dengan hokum gravitasinya, dan yang paling
fenomenal adalah Einstein dengan teori relativitasnya.
Dalam fisika juga apa yang kita pelajari pun dibagi-bagi menjadi beberapa
cabang fisika. Yang akan kita bahas disini mengenai fisika klasik dan fisika
modern, dalam hal penemu-penemunya dan apa yang dirumuskan. Untuk bagian
fisika klasik yang akan dibahas adalah Nicolas Leonard Sadi Carnot dan untuk
bagian fisika modern yaitu Erwin Schrdinger. Mengapa kita harus mempelajari
mereka berdua? Itu karena biasanya kita seharusnya tahu pula siapa orang orang
yang menemukan dan merumuskan konsep yang telah kita pelajari selama ini di
fisika.
B. RUMUSAN MASALAH
Sesuai dengan latar belakang diatas yang menjadi rumusan masalah adalah
bagimana sejarah penemuan-penemuan konsep fisika (fisika klasik dan fisika
modern) yang dirumuskan oleh Nicolas Leonard Sadi Carnot dan Erwin
Schrdinger?

C. TUJUAN
Sesuai dengan rumusan masalah di atas maka yang menjadi tujuan
pembahasan makalah ini adalah untuk mengetahui sejarah penemuan-penemuan
konsep fisika (fisika klasik dan fisika modern) yang dirumuskan oleh Nicolas
Leonard Sadi Carnot dan Erwin Schrdinger.

BAB II
PEMBAHASAN

A. NICOLAS LEONARD SADI CARNOT (FISIKA KLASIK)


1. Sejarah Hidup
Nicolas Leonard Sadi Carnot lahir di Paris Perancis pada tanggal 1 Juni
tahun 1796. Ia adalah seoran fisikawan perancis. Ayahnya adalah Lazare
Carnot. Seorang ilmuwan, perwira dan politikus. Nicolas Leonard Sadi Carnot
dinamai seorang penyair asal Persia Sadi. Dibawah bimbingan sang ayah,
Sadi Carnot mulai menunjukan bakat
besarnya

ia

Charlemagne

dikirim
di

ke

Lycee

Paris

guna

mempersiapkan diri menghadapi ujian


masuk Ecole Polytechnique, yang juga
terletak di Paris. Umur 16 tahun usia
yang minimum masuk Ecole, Carnot
mulai belajar di Ecole. Nama nama
terkenal seperti poisson, Ampere dan
Arago adalah beberapa gurunya. Disini
Carnot menjadi satu kelas dengan chasles yang akan menjadi teman akrab
sepanjang hidupnya. Carnot lulus pada tahun 1814, tetapi sebelum lulus ia
menggalang gerakan mahasiswa menentang kebijakan Napoleon. Setelah
lulus, Carnot melanjutkan studi di Ecole du genie di Metz dan selama dua
tahun mempelajari rekayasa militer.
Tahun 1815 Napoleon pulang dari tempat penahanannya dan membentuk
pemerintahan yang lazim disebut dengan peraturan seratus hari. Napoleon
kembali mengangkat Lazare (ayah Nicolas Carnot) menjadi menteri dalam
negeri dan menempatkan Sadi Carnot pada posisi yang sulit dalam akademi
militer karena posisi ayahnya relative tinggi. Oktober 1815, Napoleon
3

menderita kekalahan, dan Lazare melarikan diri ke Jerman dan tidak pernah
lagi menginjakan kakinya ke bumi Perancis lagi.
Nicolas Carnot hidup terlunta lunta, karir dalam bidang militer untuk
sadi seiring dengan mengungsinya sang ayahanda ke Jerman. Nasib sadi
makin tak jelas. Pindah dari satu kota ke kota lain, mencari pekerjaan sesuai
dengan bidangnya , memereiksa persiapan dan peralatan di benteng benteng,
membuat

gambar

gambar

dan

menulis

laporan

tidak

pernah

diperolehnya.Nasibnya tidak membaik karena semua surat rekomendasinya


dianggap sebagai angin lalu belaka. Tidak puas dengan situasi ini, Sadi
memutuskan untuk memanfaatkan ilmu yang didapat dari pelatihan dengan
mendaftar, sebelum akhirnya diterima untuk bergabung dalam Korps Staf
Umum yang berkedudukan di Paris. Menerima gaji hanya setengah, tinggal
dibekas apartemen orang tuanya di Paris, dan sewaktu waktu siap menerima
panggilan militer. Dalam banyak waktu luang ini, Sadi mengikuti berbagai
kursus yang diselenggarakan di Paris, termasuk di Sorbonne dan Perancis
College. Nicolas Sadi Carnot meninggal dunia dalam usia yang relative muda,
pada

usia

36

tahun

karena

menderita

penyakit

kolera.

2. Sejarah Penemuan Konsep


Nicolas

Carnot

menemukan

dan

merumuskan

hukum

kedua

termodinamika dan memberikan model universal atas mesin panas, sebuah


mesin yang mengubah energi panas kedalam bentuk energi lain. Misalnya
energi kinetik (sekarang bernama siklus Carnot) atau biasa disebut mesin
Carnot. Mesin Carnot adalah sebuah mesin kalor dengan cara memindahkan
energi dari daerah yang lebih panas ke daerah yang lebih dingin, dan dalam
prosesnya mengubah sebagian energi menjadi usaha mekanis. Penemuan ini
berawal dari ketertarikan dari Nicolas Carnot dengan mesin uap, pada saat
Sadi Carnot menengok ayahnya pada tahun 1821 di Magdeburg. Adiknya,
Hippolyte Carnot, tinggal bersama sang ayah. Pertemuan ayah dengan
anaknya ini, selain melepas rindu juga banyak berdiskusi tentang mesin uap.

Mesin uap dari revolusi industri Inggris mulai menjamur.Sepulang dari reuni
ini, Sadi dengan penuh antusias berusaha mengembangkan teori tentang mesin
uap. Sesampainya di Paris, Sadi sudah fokus dengan cita-citanya yaitu
memulai mengerjakan teori tentang kalor (panas) dan membantu menjabarkan
teori termodinamika modern. Apa yang ada di otak Sadi adalah bagaimana
merancang mesin uap dengan baik? Tenaga Uap mempunyai banyak manfaat :
mengeringkan air dalam pertambangan, mengangkat air dari sungai untuk
irigasi, menggiling biji-bijian, memintal benang tapi saat itu belum efisien.
Jaman ini mesin-mesin uap masih diimpor dari Inggris karena belum ada
insinyur dan designer mesin perancis yang memahaminya. Mesin-mesin
buatan Inggris sudah dilengkapi dengan spesifiksi : jenis/tipe mesin, mesin
tekana tinggi/rendah.

3. Pengembangan Konsep
Mesin Carnot adalah mesin kalor hipotesis yang beroperasi dalam suatu
siklus reversibel yang disebut siklus Carnot. Model dasar mesin ini dirancang
oleh Nicolas Leonard Sadi Carnot, seorang insinyur militer perancis pada
tahun 1824. Model mesin Carnot kemudia dikembangkan secara grafis oleh
Emile Clapeyron, dan diuraikan secara matematis oleh Rudolf Clausiusdan
Clapeyron. Setiap system termodinamika berada dalam keadaan tertentu.
Sebuah siklus termodinamika terjadi ketika suatu system mengalami
rangkaian keadaan keadaan yang berbeda, dan akhirnya kembali ke keadaan
semula. Dalam melalui proses siklus ini, system tersebut dapat melakukan
usaha terhadap lingkungannya, sehingga disebut mesin kalor.
Sebuah mesin kalor bekerja dengan memindahkan energi dari daerah yang
lebih panas kedaerah yang lebih dingin, dan dalam prosesnya mengubah
sebagian energi menjadi usaha mekanis.Sistem yang bekerja sebaliknya,
dimana gaya eksternal yang dikerjakan pada suatu mesin kalor dapat

menyebabkan proses yang memindahkan energi panas dari daerah yang lebih
dingin kenergi panas.
4. Siklus Carnot
Siklus Carnot adalah proses termodinamik yang dialami oleh zat kerja
(working substance) pada mesin Carnot. Siklus ini terdiri atas dua proses
isotermal dan dua proses adiabatik. Pada proses isotermal pertama, yang
terjadi pada temperatur lebih tinggi, zat mengalami ekspansi dan menyerap
kalor. Proses isotermal kedua, yang terjadi pada temperatur rendah, zat
mengalami kompresi dan melepas kalor. Garis isotermal pertama dan kedua
dihubungkan oleh dua proses adibatik. adiabatik pertama zat mengalami
ekspansi, sedangkan adibatik kedua zat mengalami kompresi
Siklus carnot terdiri dari 4 tahapan proses, sebagai berikut.
a) Proses 1. Ekspansi isothermal reversible, dimana material ( working
substance) menyerap kalor Q1 dari reservoir kalor pada temperature T1
dan sistem melakukan kerja.
b) Ptoses 2. Ekspansi adiabatic reversible, dimana working substance
berkurang temperaturnya dari T1 menjadi T2 dan sistem melakukan
kerja.
c) Prosses 3. Kompresi isothermal reversible, dimana working substance
melepaskan kalor Q2 ke reservoir dingin dengan tempertaur T2 dan
kerja dikenakan terhadap sistem.
d) Proses 4. Kompresi adiabatic reversible, dimana working substance
dikembalikan ke keadaan awal (semula), temperature sistem berubah
dari T2 menjadi T1 dan kerja dikenakan terhadap sistem.

Keempat proses di atas dapat dilukiskan dalam bentuk diagram P versus V,


seperti di bawah ini:

Gambar 1. Grafik Siklus Carnot


Karena sistem dikembalikan ke keadaan semula, maka perubahan besaran
keadaan (besaran termodinamika) seperti energi dalam maupun entalpi sistem
proses adalah nol. Dengan menggunakan hukum I termodinamika dapat dihitung
kalor dan kerja pada masing-masing tahap proses diatas.
Misalnya substansi melakukan kerja adalah suatu gas ideal.
Proses Ekspansi Isotermal Reversible
dU = dQrev PdV atau dU = dQrev + dW
Proses Isotermal dU = 0, sehingga
- dW = dQrev = PdV
W1 = -Q1 = -nRT ln V2/V1
Proses Ekspansi Adiabatik Reversibel
Pada proses adiabatic Q = 0, sehingga;
dU = dW = -PdV
dW = Cv(T2-T1), dimana T1>T2
7

Cv = kapasitas panas pada volume tetap

Proses Kompresi Isotermal Reversibel


Dengan menggunakan penjelasan yang mirip dengan proses ekspansi
isotermal reversibel, maka diperoleh kerja pada proses ini adalah:
W3 = -Q2 = -nRT ln V4/V3, dimana V3>V4
Proses Kompresi Adiabatik Reversibel
Dengan menggunakan penjelasan yang mirip dengan proses ekspansi
adiabatik reversibel. Maka diperoleh kerja untuk proses ini adalah :
W4 = Cv (T1-T2), dimana T1>T2
Total kerja, W yang dilakukan oleh mesin carnot dalam satu siklus adalah
W = W1 + W2 + W3 + W4
W = -nRT ln V2/V1 + Cv (T2-T1) nRT ln V4/V3 + Cv (T1-T2)
W = -nRT ln V2/V1 nRT ln V4/V3
W = -Q1 Q2
Q2 berharga negatif karena V4<V3. Sesuai dengan fakta bahwa kalor
ini dilepaskan oleh sistem. Dengan demikian,
W = - Q1 + Q2 atau W = Q1 - Q2
Kerja yang dilakukan oleh mesin adalah selisih antara kalor yang
diserap, Q1 dengan kalor yang dilepaskan Q2.
Efisiensi mesin carnot, adalah perbandingan antara kerja yang
dilakukan mesin dengan kalor yang diserap, Q1.
= -W/Q1
= (Q1-Q2)/Q1 = 1-Q2/Q1

Gambar 2. Mekanisme Kerja Siklus Carnot pada Gas Ideal


Sejumlah kalor Q1 diserap dari reservoir kalor yang temperaturenya T1,
sejumlah kalor Q2 dilepaskan ke reservoir kalor yang temperaturnya T 2 dan kerja
dilakukan oleh sistem, demikian seterusnya. Kalor yang ditransfer tergantung
pada beda temperatur antara dua reservoir tersebut. Temperatur reservoir ini
disebut temperatur termodinamika T. karena Q 2/Q1 sebanding dengan temperatur
termodinamika dari reservoir, maka efisiensi mesin Carnot dapat dinyatakan
sebagai berikut:
= 1-T2/T1
Dari hasil yang diperolehnya, Carnot menyampaikan hasil teoremanya
bahwa tidak ada mesin kalor yang bekerja antara dua reservoir kalor mempunyai
efisiensi lebih besar dari mesin Carnot (ideal) yang bekerja pada dua reservoir
kalor yang sama. Teorema diatas menunjukkan bahwa mesin kalor yang
irreversibel mempunyai efisiensi lebih rendah dari mesin reversibel.

Simpulan dari rumusan efisiensi mesin carnot:

Semua mesin carnot yang bekerja pada dua reservoir kalor yang sama
mempunyai efisiensi yang sama
Efisiensi mesin kalor tidak tergantung pada jenis material (working
substance) yang digunakan
Temperatur termodinamika tidak tergantung pada jenis material (working
substance)

5. Aplikasi Konsep
Temuan dari hasil pemikiran carnot diaplikasikan dalam berbagai bidang
yang kemudian digunakan secara luas sampai saat ini diantaranya :

Pesawat pendingin misalnya : kulkas, air conditioner (AC) yang

menggunakan daur kalor yang Menghasilkan kerja terhadap zat.


Motor bakar misalnya : mesin mobil, generator listrik.

6. Pengembangan konsep kedepan


Mesin carnot mempunyai beberapa kelemahan diantaranya :

Terjadinya tekanan yang sangat tinggi dan volume yang sangat


besar karena kenaikan tekanan terjadi pada saat proses pelepasan

panas.
Proses pindah panas dengan menggunakan gas yaitu sebuah media
yang mempunyai kapasitas Panas tertentu dan terbatas.
Dari kelemahan mesin carnot tersebut diharapkan ada ilmuwan

fisika yang menyempurnakan Kekurangan pada mesin carnot menjadi


lebih baik lagi.

B. ERWIN SCHRDINGER (FISIKA MODERN)


1) Sejarah Hidup

10

Erwin Rudolf Josef Alexander Schrdinger (lahir di Wina, AustriaHongaria, 12 Agustus 1887 meninggal di Wina, Austria, 4 Januari 1961 pada
umur 73 tahun) ialah fisikawan Austria. Ibunya
berasal dari Inggris dan ayahnya berasal dari
Austria. Ia memperoleh gelar doktor di kota itu
di bawah bimbingan mantan murid Ludwig
Boltzmann.
Dia adalah anak satu-satunya dari Rudolf
Schrodinger, yang menikah dari Alexander
Bauer, seorang professor kimia Institut Teknik di Wina. Ayah Schrodinger
berasal dari keluarga Bavaria dengan generasi sebelumnya yang telah menetap
di Wina. Schrodinger memiliki bakat kuat dengan wawasan pendidikan yang
luas. Setelah menyelesaikan pendidikan kimianya, dia mengakrabkan dirinya
dengan seni lukis Italia. Setelah itu, dia mengambil jurusan botani dan
menghasilkan

beberapa

seri

buku

tentang

bagian-bagian

tanaman.

Ketertarikannya pada ilmu fisika, diawali sejak ia bersekolah. Saat itu, dia
tidak hanya menyukai displin ilmu-ilmu pasti, tetapi juga tertarik dengan ilmu
tata bahasa kuno, di samping juga menyukai keindahan puisi-puisi Jerman.
Schrodinger ini tergolong orang yang tidak menyukai belajar dengan cara
menghafal data dan belajar dari buku-buku. Pada tahun 1906-1910, dia adalah
mahasiswa di Universitas Wina. Di tempat belajarnya ini, dia banyak
dipengaruhi oleh ilmuwan Fritz Hasenohri. Pengaruh itu terjadi saat
Schrodinger sedang mahir-mahirnya dan menguasai masalah fisika, yang
dilakukan secara berkesinambungan. Ini menjadi dasar baginya untuk karya
besarnya kelak. Pada tahun 1920, dia mengambil posisi akademis sebagai
asisten ilmuwan Max Wien. Kemudian, gelar-gelar akademisnya diperolehnya
di berbagai tempat, antara lain di Stutrgart (sebagai profesor luar biasa),
Breslau (gelar profesor). Di Universitas Zurich, Schrodinger sempat aktif
selama enam tahun. Saat itu juga menjadi masa yang paling beragam dalam

11

hidup Schrodinger, dia menjadi aktif berhubungan dengan beragam subyek


teori-teori fisika.
Penemuan besarnya, yakni Teori Persamaan Gelombang, tercipta pada
pertengahan tahun 1925. Karya besarnya itu tercipta, hasil ketidakpuasannya
dengan kondisi kuantum dalam Teori Orbit Bohr. Untuk hasil kerjanya ini, ia
mendapat hadiah Nobel Fisika pada tahun 1933. Schrodinger meninggal pada
4 Januari 1961, setelah menderita sakit yang cukup lama. Dia sempat bertahan
dengan penyakitnya itu, didampingi oleh pendamping setianya yang ia nikahi
pada tahun 1920, Annemarie Bertel.
Selama Perang Dunia I, ia menjadi perwira artileri. Setelah perang ia
mengajar di Zrich, Swiss. Di sana, ia menangkap pengertian Louis-Victor
Pierre Raymond de Broglie yang menyatakan bahwa partikel yang bergerak
memiliki sifat gelombang dan mengembangkan pengertian itu menjadi suatu
teori yang terperinci dengan baik. Setelah ia menemukan persamaannya yang
terkenal, ia dan ilmuwan lainnya memecahkan persamaan itu untuk berbagai
masalah; di sini kuantisasi muncul secara alamiah, misalnya dalam masalah
tali yang bergetar. Setahun sebelumnya Werner Karl Heisenberg telah
mengemukakan formulasi mekanika kuantum, namun perumusannya agak
sulit dipahami ilmuwan masa itu. Schrdinger memperlihatkan bahwa kedua
formulasi itu setara secara matematis.
Schrdinger menggantikan Max Planck di Berlin pada 1927, namun pada
1933, ketika Nazi berkuasa, ia meninggalkan Jerman. Dalam tahun itu ia
menerima Hadiah Nobel Fisika bersama dengan Dirac. Pada 1939 sampai
1956 ia bekerja di Institute for Advanced Study di Dublin, lalu kembali ke
Austria.
Pada 6 April 1920, Schrdinger menikah dengan Annemarie (Anny)
Bertel. Schrdinger menderita TBC dan beberapa kali pada tahun 1920 tinggal
di sebuah sanatorium di Arosa. Di sanalah ia merumuskan persamaan
gelombang-nya.

12

Schrdinger meninggal di Wina pada tanggal 4 Januari 1961, pada usia 73


akibat tuberkulosis. Dan dimakamkan di Alpbach, Austria, di pemakaman
Katolik. Sedangkan Istrinya, Anny (lahir 3 Desember 1896) meninggal pada 3
Oktober 1965.

2) Konsep Penemuan
Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari Jerman Werner Heisenberg
mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal dengan prinsip
ketidakpastian, yaitu tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan
momentum suatu benda secara saksama pada saat bersamaan, yang dapat
ditentukan adalah kebolehjadian menemukan electron pada jarak tertentu dari
inti atom. Daerah ruang di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk
mendapatkan electron disebut orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital
dirumuskan oleh Erwin Schrodinger . Erwin schrodinger memecahkan suatu
persamaan untuk mendapatkan fungsi gelombang untuk menggambarkan
batas kemungkinan ditemukannya electron dalam tiga dimensi.
Persamaan Schrdinger adalah persamaan diferensial dengan adalah
fungsi gelombang, dengan pengertian bahwa
dx dy dz
Adalah probabilitas keberadaan electron pada waktu tertentu dengan
volume dx, dy, dz di sekitar titik (x,y,z),

adalah konjugat dari

Jadi persamaan scrodinger tidak ,enentukan posisi electron melainkan


memberikan probabilitas bahwa ia akan ditemukan di sekitar posisi tertentu.
Kita juga tidak mengatakan secara pasti bagaimana electron bergerak sebagai
fungsi waktu karena posisi dan momentum electron ibatasi oleh prinsip
ketidakpastian.

13

Dalam kasus satu dimensi dengan bentuk gelombang,

Apa yang berada dalam tanda kurung adalah selubung paket gelombang
yang merupakan funsi x sedangkan Ao memiliki nilai konstan. Jadi selubung
paket gelombang itulah yang menentukan probabilitas keberadaan partikel.

3) Pengembangan Konsep
Pada tahun 1925, Erwin Schrodinger setelah memberi kuliah mengenai
pekerjaan de Broglie di Zurich merumuskan persamaan gelombang bagi gejala
kuantum di atas. Persamaan tersebut menjadi kunci utama fisika modern.
Perumusan ekivalen dalam bentuk matriks diperoleh oleh Werner Heisenberg
pada saat hampir bersamaan. Dengan landasan matematis yang kokoh ini teori
kuantum membuat kemajuan yang mencengangkan. Dalam waktu singkat para
ilmuwan berhasil menjelaskan sejumlah pengukuran termasuk spectrum dari
atom kompleks dan sifat-sifat reaksi kimia. Erwin schrodinger merupakan
ilmuwan yang menyumbang berkembangnya model atom modern atau yang
disebut sebagai model atom mekanika kuantum. Penerapan persamaan
schrodinger pada system fisika memungkinkan kita mempelajari system
tersebut dengan ketelitian yang tinggi. Penerapan ini telah memungkinkan
perkembangan teknologi saat ini yang telah mencapai tingkat nano. Penerapan
14

ini juga sering melahirkan ramalan-ramalan baru yang selanjutnya di uji


dengan eksperimen. Penemuan positron yang merupakan anti materi dari
electron adalah salah satu ramalan yang kemudian terbukti. Perkembangan
teknologi dengan kecenderungan alat yang semakin kecil ukurannya pada
gilirannya akan menempatkan persamaan schrodinger sebagai persamaan
sentral seperti halnya yang terjadi pada persamaan Newton selama ini.
4) Aplikasi Konsep
Aplikasi dari konsep yang ditemukan oleh Schrodinger adalah sebagai
berikut;

Menjelaskan sejumlah pengukuran termasuk spectrum dari atom

kompleks dan sifat-sifat reaksi kimia.


Untuk mendapatkan fungsi gelombang serta menggambarkan batas

kemungkinan ditemukannya electron dalam tiga dimensi.


Pembuatan televisi dan radio.

5) Kemungkinan Pengembangan Konsep Ke Depan


Dapat dilakukan pengiriman materi yang dibawa dalam bentuk
gelombangnya dari satu tempat ke tempat dalam sekejap.

BAB III
15

KESIMPULAN
Dari pembahasan makalah di atas dapat disimpulkan bahwa Nicolas
Carnot menemukan dan merumuskan hukum kedua termodinamika dan
memberikan model universal atas mesin panas, sebuah mesin yang mengubah
energi panas kedalam bentuk energi lain. Misalnya energi kinetik (sekarang
bernama siklus Carnot) atau biasa disebut mesin Carnot. Siklus Carnot
digambarkan seperti berikut

Sedangkan Erwin Schrodinger adalah seorang ahli dari Jerman Werner


Heisenberg yang mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal
dengan prinsip ketidakpastian, yaitu tidak mungkin dapat ditentukan
kedudukan dan momentum suatu benda secara saksama pada saat bersamaan,
yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan electron pada jarak
tertentu dari inti atom. Erwin schrodinger memecahkan suatu persamaan
untuk

mendapatkan

fungsi

gelombang

untuk

menggambarkan

batas

kemungkinan ditemukannya electron dalam tiga dimensi. Persamaannya


adalah

DAFTAR PUSTAKA

16

Anonym. Siklus Carnot. Dari http://fisikazone.com/siklus-carnot/.


Diakses pada 6 September 2015
Anonim. 2014. Biografi Erwin Scrodinger, Mengembangkan Teori Kuantum. Dari
http://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/07/Biografi-Erwin-SchrodingerMengembangkan-Teori-kuantum.html. Diakses pada 6 September 2015
Anonim. 2010. Erwin Scrodinger. Dari
http://komikfisika.blogspot.co.id/2010/11/erwin-scrodinger.html. Diakses
pada 6 September 2015
Anonym. 2015. Siklus Carnot. Dari
http://mtdp.blogspot.co.id/2015/01/siklus-carnot.html. Diakses pada 6
September 2015

17