You are on page 1of 7

ARTIKEL FARMAKOLOGI

MACAM GOLONGAN OBAT

ANIEQ ZUHROTUL JANNAH


0152008

AKADEMI KEPERAWATAN NGUDI WALUYO


UNGARAN
2016

PENGERTIAN
Obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang dimaksudkan untuk digunakan
dalam menentukkan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan
penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau
hewan termasuk memperoleh tubuh atau bagian tubuh manusia (Anief, 1991)
Asam mefenamat merupakan salah satu jenis obat anti inflamasi non-steroid. Anti
inflamasi non-steroid atau biasa disebut dengan NSAID (Non Steroidal Anti Inflamatory
Drugs) golongan obat yang memiliki khasiat analgetik (anti nyeri), antipiretik (penurun
panas) dan anti inflamasi (anti radang). Obat ini berfungsi meredakan rasa sakit tingkat
ringan hingga menengah Yang termasuk dalam golongan asam mefenamat adalah ponstan,
protistan, asimat, dll.
Antasida adalah obat yang mengandung basa lemah yang digunakan untuk
menetralkan asam lambung yang berlebihan.Antasida merupakan golongan obat saluran
cerna untuk menyembuhkan gangguan saluran pencernaan yaitu maag. Maag bisa disebakan
jika makan terlalu banyak atau jika makan terlalu cepat atau makan yang tidak teratur.
Seseorang yang menderita maag, cairan dalam lambungnya akan menjadi lebih asam. Yang
termasuk golongan antasida adalah mylanta, Antasida DOEN, Promag, dll.
.

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI


a. antasida
Antasida adalah sebutan untuk golongan obat yang diindikasikan mengobati sakit
maag. Pada penderita sakit maag, terjadi peningkatan asam lambung dan luka pada lambung.
Hal tersebut yang sering kali menyebabkan rasa nyeri ulu hati, rasa terbakan di dada, perut
terasa penuh, mual, banyak bersendawa ataupun buang gas.
Di dalam lambung, antasida akan bereaksi dengan asam lambung dan menetralisasi asam
tersebut. Antasida sebaiknya diminum sebelum makan sehingga saat makan, keluhan mual
penderita telah berkurang. Antasida termasuk ke dalam obat maag yang paling dasar dan
cocok untuk maag yang tidak berat. Obat maag bebas yang dapat dibeli di apotek ataupun
warung sebagian besar merupakan antasida.

Pada beberapa kondisi berikut antasida sebaiknya tidak diberikan, yakni:


1.
2.
3.
4.
5.

Gagal ginjal
Ketidakseimbangan elektrolit/ion tubuh
Adanya gejala radang usus buntu
Pada pasien pascaoperasi perut
Nyeri perut tanpa sebab yang jelas.

b. Asam mefenamat
Indikasi Asam Mefenamat adalah untuk menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan
sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri
karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, dan nyeri pada persalinan.
kontraindikasi

Pada penderita tukak lambung, radang usus, gangguan ginjal, asma dan hipersensitif
terhadap asam mefenamat.

Pemakaian secara hati-hati pada penderita penyakit ginjal atau hati dan peradangan
saluran cerna.

PEMBERIAN OBAT
a. Antasida
Penggunaan pada antasida ada beberapa macam, yaitu :
1. Untuk tukak Lambung.
2. Repluk oesophagitis ringan, terjadi ketika asam lambung naik kembali ke
kerongkongan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan. Kondisi ini disebabkan
karena makan makanan pedas, gorengan, makan berat dimalam hari segera berbaring
atau membungkuk setelah makan selain itu juga merokok, konsumsi alkohol serta
3.
4.
5.
6.
7.

obesitas juga sebagai penyebab utama kondisi ini.


Gastritis
Rasa terbakar pada ulu hati
Sakit perut
Asam lambung yang berlebih
Untuk saluran cerna.

b. Asam mefenamat

Contoh rasa sakit akibat inflamasi yang umumnya dapat diatasi dengan asam
mefenamat adalah artritis, nyeri menstruasi, serta nyeri setelah operasi. Selain mengatasi
nyeri menstruasi, obat ini juga dapat digunakan untuk mengurangi volume pendarahan yang
parah saat menstruasi

CARA PEMBERIAN
a. Asam mefenamat
Penggunaan Asam Mefenamat sebaiknya digunakan secara bertahap dimulai dari 500
mg, kemudian pada penggunaan berikutnya 4 X 250 mg, yang harus diperhatikan obat ini
tidak boleh diminum melebihi 2500mg per hari, rentan waktu penggunaannya-pun jangan
melebihi 7 hari. Efektifitas obat ini tergolong cukup cepat, dalam beberapa jam biasanya
sudah dirasakan pengaruhnya didalam tubuh, khususnya untuk meredakan rasa nyeri.
Sementara itu efektifitasnya terhadap peradangan biasanya akan dirasakan setelah beberapa
dosis dikonsumsi.Karena mempunyai efek samping dapat menyebabkan iritasi pada lambung
maka sebelum meminum obat ini seseorang harus makan terlebih dahulu. Jangan digunakan
bersamaan dengan minuman beralkohol karena akan berakibat pada pendarahan yang terjadi
pada lambung dan saluran pencernaan.Asam mefenamat diberikan melalui mulut (per oral),
sebaiknya sewaktu makan. Dewasa dan anak di atas 14 tahun : Dosis awal yang dianjurkan
500 mg kemudian dilanjutkan 250 mg tiap 6 jam. Obat ini umumnya dikonsumsi sebanyak
500 mg sebanyak tiga kali sehari. Dosis asam mefenamat tergantung kepada tingkat
keparahan rasa sakit serta respons tubuh terhadap obat.
Gangguan saluran cerna, antara lain iritasi lambung, kolik usus, mual, muntah dan diare, rasa
mengantuk, pusing, sakit kepala, penglihatan kabur, vertigo, dyspepsia.
Pada penggunaan terus-menerus dengan dosis 2000 mg atau lebih sehari, asam mefenamat
dapat mengakibatkan agranulositosis dan anemia hemolitik.

b. Antasida
Antasida diberikan melalui mulut (peroral) oral 600 1200 mg antara waktu makan
dan sebelum tidur malam. Untuk mengurangi rasa perih akibat lambung yang terlalu asam,

dengan cara menetralkan asam lambung. Obat dalam bentuk tablet harus dikunyah sebelum
ditelan agar lebih cepat berekasi dengan asam lambung. Asam lambung dilepas untuk
membantu memecah protein. Lambung, usus, dan esophagus dilindungi dari asam dengan
berbagai mekanisme. Ketika kondisi lambung semakin asam ataupun mekanisme
perlindungan kurang memadai, lambung, usus dan esophagus rusak oleh asam memberikan
gejala bervariasi seperti nyeri lambung, rasa terbakar, dan berbagai keluhan saluran cerna
lainnya. Umumnya antasida merupakan basa lemah.
Efek samping Diare, sakit kepala, konstipasi, mual, muntah, nyeri perut, batuk, rasa letih,
nyeri punggung, gejala flu, ruam kulit.

CARA KERJA
a. Antasida
Antasida secara langsung akan menetralisir keasaman, peningkatan pH, atau secara
reversibel mengurangi atau menghalangi sekresi asam lambung oleh sel untuk mengurangi
keasaman di perut.
Rasa pedih terasa ketika asam klorida lambung mencapai saraf di mukosa saluran cerna. Lalu
saraf tersebut mengirim sinyal rasa sakit ke sistem saraf pusat. Hal ini terjadi pada bagian
saraf yang terkena asam.
Mekanisme kerja:
1.
2.

Menetralkan HCl dalam lambung dengan membentuk garam Al(Cl)3 dan H2O.
Magnesium hidroksida per oral bereaksi relatif cepat dengan HCl dalam lambung
menbentuk magnesium klorida dan air. Magnesium hidroksida juga mengosongkan
usus dengan menyebabkan retensi osmotik cairan yang mengembangkan kolon

3.

dengan aktivitas peristaltik yang meningkat.


Bila diberikan secara oral bereaksi lebih lambat dengan HCl di lambung daripada

4.

magnesium hiodroksida.
Pada pemberian per oral bereaksi dengan asam lambung membentuk magnesium
klorida yang larut dan karbondioksida.

b. Asam mefenamat
Cara Kerja Asam mefenamat adalah seperti OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid
atau NSAID) lain yaitu menghambat sintesa prostaglandin dengan menghambat kerja enzim
cyclooxygenase (COX-1 & COX-2). Asam mefenamat mempunyai efek antiinflamasi,
analgetik (antinyeri) dan antipiretik.

ALASAN DIBERIKAN PADA PASIEN TERSEBUT


a. Asam mefenamat
Asam mefenamat digunakan untuk mengatasi berbagai jenis nyeri, namun lebih sering
direspkan pada pasien sakit gigi, nyeri otot, nyeri sendi sakit ketika menjelang haid. Asam
Mefenamat harus diberikan secara hati-hati terhadap pasien, khususnya terhadap seseorang
yang mempunyai riwayat NSAID karena Asam Mefenamat mempunyai sifat dapat
menyebabkan iritasi lambung, akan lebih baik jika obat ini tidak diberikan kepada Pasien
yang mempunyai riwayat penyakit lambung atau usus. Orang dengan riwayat penyakit yang
berhubungan dengan ginjal dan hati sebaiknya juga tidak menggunakan Asam Mefenamat,
alasannya adalah karena hati dan ginjal merupakan tempat dilaluinya proses pembuangan dari
obat ini,penggunaannya akan memperparah gangguan fungsi hati dan ginjal. Obat ini juga
sangat tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan menyusui, karena Asam Mefenamat
merupakan kontraindikasi bagi wanita hamil. Penggunaan Asam Mefenamat untuk wanita
hamil pada trisemester ketiga akan meningkatkan resiko terjadinya cacat pada bayi yang
dikandungnya, sementara itu untuk wanita menyusui maka akan menyebabkan air susu
tercampur oleh bahan aktif yang terkandung di dalam Asam Mefenamat yang akan
membahayakan bagi bayi yang tengah disusui. Serta anak dibawah usia 14 tahun juga tidak
diperbolehkan mengkonsumsi obat ini.
Seperti obat kimia lainnya, penggunaan Asam Mefenamat bukan tanpa resiko atau
efek samping. Efek samping yang ditimbulkan dari obat ini bervariasi tergantung dari reaksi
masing-masing penggunanya bisa ringan bisa juga berat. Efek samping yang biasanya
ditimbulkan adalah berupa telinga berdenging, pusing, diare, mual, sulit tidur, penurunan
nafsu makan, dan kelelahan nyeri perut, nyeri telinga, dan nyeri saat buang air kecil, .
Tidak hanya itu kadang Asam Mefenamat juga menimbulkan efek samping yang lebih berat

seperti penurunan kesadaran, depresi, gangguan fungsi ginjal, gangguan napas, gangguan
penglihatan, gangguan darah, kejang. Asam mefenamat tidak menimbulkan efek
ketergantungan namun dalam kasus-kasus tertentu Asam Mefenamat dapat menyebakan
alergi pada beberapa orang. Reaksi alergi berupa gatal, bintik bintik kulit, dll.

b. Antasida
Antasida lebih diberikan pada pasien yang mengalami gangguan saluran pencernaan
seperti maag, karena jika seseorang mengalami gangguan saluran pencernaan dalam
lambung, asam lambung meningkat dan antasida digunakan sebagai menetralisirnya karena
antasida memiliki sifat basa lemah.