Вы находитесь на странице: 1из 9

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA


ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial klien

: Tn. Yatmoko

Nama Mahasiswa

: Ike Ismi Z.

Status interaksi perawat klien : Fase kerja

Tanggal

: 11 Maret 2014

Lingkungan

Jam

: 10.30 WIB

Ruang

: Desa Srigonco

: Tempat Interaksi berada di ruang tamu pasien, pearawat dan


Pasien sama-sama duduk kursi. Suasana rumah sepi karena keluarga
Pasien sedang pergi bekerja

Deskripsi klien

: Pasien terlihat malu, tidak ada kontak mata karena pasien menoleh
Ke arah yang berlawanan dengan perawat

Tujuan (berorientasi pada klien) : Mengevaluasi kegiatan yang telah dipilih untuk dikerjakan pasien di minggu sebelumnya (menanam bibit terong)
Tujuan Khusus :

1- Mengevaluasi kegiatan sebelumnya yang sudah dipilih oleh pasien


2- Membantu pasien untuk memilih kegiatan lain yang akan dikerjakan
3- Melatih pasien untuk melakukan kegiatan lain
4- Memasukkan pada jadual kegiatan untuk latihan

Komunikasi Verbal
P: Assalamualaikum,
selamat siang Mas?

K:
Iya siang mbak.

Komunikasi Non
Verbal
P: Tersenyum dan
pandangan pada
klien.
K: Tersenyum sambil
membuka pintu,
kontak mata
kurang dan hanya
sebentar
memandang
perawat.

Analisa Berpusat
pada Perawat
Membangun kepercayaan
dan rasa akrab dengan klien.
Berusaha membuat klien
merasa nyaman.

saya Ike, nama


Bapak siapa? Boleh

tersenyum, dan
kontak mata

kita ngobrol-ngobrol

dengan klien

sebentar?

Rasional
Membina kepercayaan untuk
mendapatkan penerimaan pasien
terhadap intervensi yang akan
dilakukan.

K: Menunduk sambil
melirik ke arah
perawat.
P: Tersenyum dan
tetap bersikap
terbuka.
P: Menghadap klien,

P: Perkenalkan nama

Analisa Berpusat
pada Klien
Kontak mata tidak adekuat.
Pasien kurang terbuka dan
terlihat kurang trust pada
perawat.

sambil
mengulurkan
tangan untuk
berjabat tangan.
K: Menghadap ke
perawat.

Berusaha bersikap
terbuka.
Membangun kepercayaan
dan keramahan dengan
klien.

Ekspresi klien
menunjukkan
mulai masih sedikit
ragu dan
takut.

Memperkenalkan d
untuk
memfasilitasi intera
yang lebih
dalam.
Meminta persetujua
klien untuk
memunculkan kerja
klien.

K: Yatmoko, Iya
mbak silahkan.

P : Sekarang kita
ngobrol-ngobrol
tentang aktivitas mas
sehari-hari dirumah
ya, kira-kira mau
berapa lama?
Bagaimana kalau 30
menit? Tempatnya
mau di mana?

K: Menjawab dengan
pandangan sedikit
ragu sambil
mengulurkan
tangan untuk
berjabat tangan.
P: Tersenyum, melihat
ke arah klien.
P: Tersenyum, kontak Membuat kontrak topik
dengan klien.
mata.
Menunjukkan sikap care
K: Menghadap
pada klien agar klien merasa
perawat sebentar
nyaman.
kemudian
menunduk.

K: Iya mbak. Di sini


saja.

K: Kontak mata
kurang, pandangan
menoleh
kesamping arah
berlawanan
dengan perawat,
sambil
mengangguk.
P: Tersenyum sambil
menatap kepada
klien.

P: Mas Yatmoko

P: bertanya sambil

Berusaha memberikan sikap

Klien terlihat mulai nyaman.


Kurang tertarik dengan topic
pembicaraan.

Kontrak awal memperjelas arah


interaksi dan tempat serta lama
interaksi akan berlangsung.

Klien terlihat ragu-ragu

Dengan mengetahui kegiatan harian

biasanya kalau di
rumah ngapain aja?

menatap ke arah
klien.
K: menunduk dan
hanya melirik kea
rah perawat.

K:ya gak ngapangapain mbak.

P: Kemarin sebelum
saya kesini ada
teman saya yang
kesini tidak mas?
sudah diajarin apa
saja?

K: Kontak minimal,
klien tetap
menunduk.
P: Serius
mendengarkan
dengan penuh
perhatian.
P: Serius, menatap
klien.
K: Memandang ke
arah perawat,
kemudian
menunduk.

K:iya, diajarin nanam


terong sama
mbaknya yang dulu

K: Menjawab,
menunduk nada
tegas.
P: Menatap klien.

P : tanaman teronya
masih ada gak
mas?dirawat apa
gak?

P: Kontak mata,
bertanya,
tersenyum.
K: Mendengarkan,
pandangan melirik
kea rah pearawat.

K: Masih mbak,disina
mbak saya tunjukkan.
Sudah saya siram

K: Menjawab dengan
antusias sambil
berjalan ke samping

care.
Berusaha untuk menggali
aktivitas yang dilakukan di
rumah oleh klien.

menjawab saat ditanya.

klien diharapkan perawat dapat


memasukkan aktivitas lain yang lebih
berguna dan tidak membosankan.

Berusaha bersikap care.


Menjadi pendengar aktif.

Klien menunjukkan sikap ragu


untuk membicarakan riwayat
bertengkar dengan Bapaknya.

Menggali masalah yang dihadapi oleh


klien sehingga dapat dilakukan
intervensi yang tepat.

Berusaha menggali aktivitas


yang sudah dilakukan klien.
Berusaha bersikap care.

Klien terlihat antusias untuk


menunjukkan bibit terong yang
sudah ditanam pada
kunjungan sebelumnya.

Melakukan evaluasi aktivitas yang


sudah dipilih klien pada SP 1
pertemuan sebelumnya.

setiap hari.

P : Wah bibit teronya


sudah mulai tumbuh
dan terlihat segar
berarti mas Yatmoko
sudah bisa menanam
dan merawat bibit
terongnya sendiri ya?
bagus!

rumah dan
menunjukkan jari
pada bibit terong .
P: Tersenyum, dan
berjalan mengikuti
pasien.
Berusaha memberikan pujian Terlihat senang dan malu.
P: Menatap ke arah
Terlihat tidak nyaman berada
pada perkembangan
klien dan
aktivitas yang sudah
tersenyum dan
di luar rumah terlalu lama dan
ingin segara masuk ke rumah.
dikerjakan.
memberikan jempol
(OK).
K: menatap perawat
dan tersenyum.

K: hehe.

K: Tersenyum dan
terlihat senang
sambil berjalan
masuk lagi ke
dalam rumah.
P: mengikuti pasien
masuk ke dalam
rumah.

P: Lho kok buru-buru


masuk ke rumah lagi
kenapa mas?takut
ta?

P: Kontak mata, serius Berusaha bersikap care


dan bertanya.
K: menatap perawat.

K: hehe..enggak
mbak, lebih suka di
dalam rumah saja

K: Tertawa dan
menundukkan
kepala .
P: memandang pasien
dan tersenyum.

Hanya tertawa dan menunduk

Memberikan pujian agar pasien


merasa dihargai dengan hasil kerjanya
sehingga dapat meningkatkan harga
diri pasien.

Mengetahui masalah klien tidak mau


berhubungan dengan orang lain.

P: Ow begitu ya. oh
iya mas kok tanaman
terongnya Cuma ada
3 biji. Mas Yatmoko
gak pengen nanem
bibit lagi ta?

P: Tersenyum,
menatap pasien.
K: Memandang ke
arah perawat.

K: bibitnya habis
mbak, masih males
nanam lagi juga.

K: menjawab
pertanyaan
perawat sambil
menunduk.
P: Menatap ke arah
klien.

P: Trus enaknya mas


pengen mengerjakan
aktivitas apa? Masa
kita Cuma dudukduduk gini, nanti
bosen lho

P: Kontak mata,
serius.
K: pasien
memperhatikan
perawat .

K: hehe..ga pengen
ngapa-ngapain mbak

K: Tertawa sambil
menunduk.
P: Kontak mata,
serius.

P:baiklah kalau
begitu, ini saya punya
kertas dan pulpen
coba mas pikirkan
apa saja aktivitas
yang ingin mas
kerjakan trus coba
ditulis di kertas ini.
Saya tunggu selama

P: Kontak mata,
tersenyum sambil
memberikan kertas
dan pena.
K: Pandangan pada
perawat,
tersenyum dan
menerima kertas
dan pena.

.Berusaha bersikap care

Klien tetap menunduk dengan


kontak mata minimal
Mulai merasa nyaman dan
percaya dengan perawat

Mencoba menggali minat pasien


terhadap aktivitas menanam yang
sudah dilakuakan sebelumnya.

Berusaha membantu
mencari aktivitas baru yang
dapat dilakukan oleh pasien.

Klien merasa bingungketika


dintanya ingin apa..

Memberikan pilihan aktivitas yang akan


dikerjakan klien sesuai minat klien

Berusaha bersifat care.


Berusaha memberikan
pilihan dan kebabasan.

Klien tampak bersemangat.

Aktivitas yang akan ditulis adalah yang


ingin dikerjakan klien sehingga
diharapkan klien dapat konsisten
dalam mengerjakannya.

5 menit ya
K: iya saya tulis
sekarang saja

K: Ekspresi wajah
semangat.
P:Tersenyum.

K : Ini mbak sudah


selesai

P: Kontak mata, sikap


terbuka.
K: Mendengarkan,
menunduk.

P iya sini coba saya


lihat, wah ada 4 ya?
oke kita mulai dari
yang paling mas
pengen kerjakan
yang mana?

Berusaha memberikan
pilihan kepada pasien.

Klien terlihat antusias.

Membantu memilih aktivitas yang bisa


dikerjakan oleh klien.

Berusaha untuk memberikan


kebebasan kepada klien
kapan waktu yang tepat
untuk melakukan aktivitas 2.

Klien terlihat bersemangat


untuk melakukan terapi
aktivitas 2
Klien mulai terlihat nyaman
dengan perawat

Menambah aktivitas ke-2 dalam upaya


meningkatkan harga diri klien dan
mengembalikan kepercayaan dirinya
dengan menunjukkan kemampuan
yang dimiliki.

K: pandangan mata
pada perawat
sambil tersenyum.
P: tersenyum sambil
melihat pasien

K : saya sudah
mandi, mencuci dan
nyapu tinggal saya
pengen memasak
terong mbak

P: oh baiklah kalau
begitu bagaimana
kalau masak
terongnya kita
lanjutkan besok saja
pas pertemuan
selanjutnya. Mas
maunya hari
apa?nanti tak bawain
bahan-bahannya
gimana?

P: Tersenyum, kontak
mata .
K: Kontak mata
menatap perawat.

K: iya mbak, terserah


mbak hari ap

K : menatap perawat
sambil tersenyum
P: memandang pasien
dan mendengarkan
dengan serius.

P: gimana kalau hari


jumat saja?maunya
jam berapa?

P : menatap pasien
sambil tersenyum
K : menatap perawat
dan mengangguk

K : iya mbak, sore aja


juga gak apa2 mbak
P : Kalau begitu
ngobrol-ngobrolnya
hari ini disudahi dulu
ya?nanti saya kesini
lagi hari jumat sore.
Bagaimana?

P: Kontak mata,
empati, tersenyum.
K: mendengarkan.

K : Iya mbak

K: Memandang pada
perawat,

Berusaha menekankan
tentang kontrak selanjutnya
Fase terminasi.

Klien terlihat memperhatikan


perawat dan setuju dengan
kontrak pertemuan selanjutnya

Melakukan kontrak waktu dan aktivitas


yang akan dilakukan pada pertemuan
selanjutnya

mengangguk
dan tersenyum.
16: Kontak
mata,
tersenyum.

P: saya pulang dulu


ya mas, terimaksih
sudah mau ngobrolngobrol sama saya.
Selamat siang!.

P: Tersenyum, kontak
mata dan
kemudian berjalan
menuju ke luar
rumah.
K: Mendengarkan
perawat, kontak
mata dan
kemudian berjalan
mengikuti perawat.

K: iya mbak

K: tersenyum dan
menatap perawat
sambil memegang
pintu
P: Tersenyum,
pandangan ke arah
klien.

Berusaha tetap bersikap


care.

Mengantarkan perawat sampai


di pintu dan kemudian
menutup pintu kembali

Sikap care terhadap keputusan klien


diharapkan dapat membangun
hubungan saling percaya antara
perawat dengan klien sampai pada
pertemuan berikutnya.

Kesan Perawat
1Perawat perlu meningkatkan tehnik komunikasi pada klien khususnya teknik persuasi dan cara memfokuskan perhatian pada klien.

2Perawat perlu mencari alternatif untuk membuat klien tertarik pada topik diskusi pada pertemuan selanjutnya.