Вы находитесь на странице: 1из 2

PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO

LABORATORIUM, BUKTI
PELAKSANAAN, MANAJEMEN
RESIKO, IDENTIFIKASI RESIKO,
ANALISIS, DAN TINDAK LANJUT
RISIKO
SPO

No. Dokumen : SPO/VIII/ADM/28/2016


No. Revisi
:0
Tanggal Terbit : 4 April 2016
Halaman

: 1/2

UPTD
Puskesmas II

dr. Metta Saraswati

Baturraden

NIP.197311212006042013

1. Pengertian

Penerapan mengenai tata cara penanganan resiko kerja yang bisa

2. Tujuan

terjadi di laboratorium.
Berguna untuk keamanan kerja di laboratorium dan mengetahui cara

3. Kebijakan

mengatasi bahaya kerja di laboratorium.


SK kepala puskesmas nomor 440/VIII/SK.01/1/2016

tentang

pelayanan penunjang klinis,pengelolaan obat, manajemen informasi,


manajemen
4. Referensi

lingkungan

dan

prasarana,manajemen

peralatan,

manajemen sumber daya manusia ( SDM ) klinis


1. Pedoman Praktek Laboratorium Yang Benar ( Good Laboratory
Practice ), Depkes 2008
2. Peraturan pemerintah nomor 18 tahun 1999 tentang pengelolaan

5. Prosedur

limbah bahan berbahaya dan beracun.


1. Petugas menggunakan jarum semprit dengan sistem pengunci
untuk mencegah tusukan dari terlepasnya jarum semprit,
2. Petugas menggunakan alat suntik sekali pakai.
3. Petugas mematikan sentrifuse dan jangan dibuka selama 30
menit, jika diduga ada tabung yang pecah saat sentrifugasi.
4. Petugas menggunakan hand scoun dan sarung tangan yang
tebal untuk mengambil forsep/ pecahan untuk mencegah

penularan specimen yang infeksius.


5. Petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak menggunakan
pemipetan mulut karena dapat menyebabkan tertelannya
organisme pathogen.
6. Petugas

menggunakan

alat

masker

guna

melindungi

terhirupnya partikel mikroorganisme patogen


7. Petugas menggunakan jas laborat yang telah terstandar.
8. Petugas menggunakan sterilisator pada alat laborat untuk
menghindari kontaminasi mikroorganisme yang patogen
9. Petugas menggunakan insenerator untuk penanganan limbah
hasil pemeriksaan laborat Petugas melakukan desinfektan
disebelum dan sesudah pemeriksaan laboratorium
6. Diagram Alir
(bila perlu)
7. Unit terkait
8.Rekaman
Historis
Perubahan

Ruang Laboratorium
No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai
diberlakukan