You are on page 1of 2

ETIKA PERGAULAN DAN BUDAYA BULLYING

A.PENDAHULUAN
Masyarakat sekarangkan ini sudah jarang di ajarkan etika pergaulan padalah seperti
yang kita semua ketahui bahwa ketika seseorang salah pergaulan maka akan
menjerumuskannya ke hal-hal yang negative seperti bullying. Budaya bullying di masyarakat
seakan-akan tak bias lepas karna semua orang dalam bergaul ingin di kenal di posisi yang
lebih tinggi padahal dampak negative bullying sangar miris dan bias berakhir pada kematian.
B.DASAR TEORI
Kata etika pergaulan yaitu berasal dari bahasa Perancis yang artinya pedoman/aturanaturan tentang sopan santun/tatakrama, yang sesuai dengan situasi dan keadaan serta tidak
melanggar norma-norma yang berlaku baik norma agama, kesopanan, adat, hukum dan lainlain.
Etika juga dapat dipergunakan sebagai tolok ukur kepribadian seseorang. Etika dapat
dibentuk melalui berbagai cara, antara lain dengan pergaulan, pendidikan, lingkungan dan
kebiasaan.
Budaya bullying atas nama senioritas masih terus terjadi di kalangan peserta didik.
Karena meresahkan, pemerintah didesak segera menangani masalah ini secara
serius. Bullying adalah suatu bentuk kekerasan anak yang dilakukan teman sebaya kepada
seseorang (anak) yang lebih rendah atau lebih lemah untuk mendapatkan keuntungan atau
kepuasan tertentu. Biasanya bullying terjadi berulang kali. Bahkan ada yang dilakukan secara
sistematis.
C. PEMBAHASAN
Etika pergaulan adalah sopan santun atau tata krama dalam pergaulan yang sesuai
dengan situasi dan keadaan serta tidak melanggar norma-norma yang berlaku baik norma
agama, kesopanan, adat, hukum dan lain-lain.
Dunia bergaul identic dengan dunia remaja pada umumnya. Sering kita dengar istilah kuper
atau kurang pergaulan. Remaja dianggap kuper apabila remaja tersebut kurang bahkan
kemungkinan sekali tidak pernah bergaul setidaknya dengan teman-teman sebaya, di sekolah
maupun dei luar sekolah sehingga menjadi bahan tertawaan karena ketinggalan berita.
Etika pergaulan harus di perhatikan karena itu karena manusia harus dituntut untuk saling
berhubungan, mengenal dan membantu agar tingkah laku kita diterima dan disenangi oleh

siapa saja yang bergaul dengan kita.tata krama dan tingkah laku sehari-hari merupakan
cermin pribadi kita sendiri dan agar tidak melenceng ke bullying

Bullying adalah pengalaman yang biasa dialami oleh banyak anak-anak dan remaja di
sekolah. Perilaku bullying dapat berupa ancaman fisik atau verbal. Bullying terdiri dari
perilaku langsung seperti mengejek, mengancam, mencela, memukul, dan merampas yang
dilakukan oleh satu atau lebih siswa kepada korban atau anak yang lain.
Bullying memiliki berbagai dampak negatif yang dapat dirasakan oleh semua pihak yang
terlibat di dalamnya, baik pelaku, korban, ataupun orang-orang yang menyaksikan tindakan
bullying.
Hasil studi yang dilakukan National Youth Violence Prevention Resource Center Sanders
(2003; dalam Anesty, 2009) menunjukkan bahwa bullying dapat membuat remaja merasa
cemas dan ketakutan, mempengaruhi konsentrasi belajar di sekolah dan menuntun mereka
untuk menghindari sekolah. Bila bullying berlanjut dalam jangka waktu yang lama, dapat
mempengaruhi self-esteem siswa, meningkatkan isolasi sosial, memunculkan perilaku
menarik diri, menjadikan remaja rentan terhadap stress dan depreasi, serta rasa tidak aman.
Dalam kasus yang lebih ekstrim, bullying dapat mengakibatkan remaja berbuat nekat, bahkan
bisa membunuh atau melakukan bunuh diri (commited suicide).
D. KESIMPULAN
Etika dan pergaulan harus di perhatikan sebisa mungkin karena dampaknya akan
meuju ke perbuatan-perbuatan yang tidak wajar seperti bullying. Dampak negative dari
bullying sendiri besar sekali maka dari itu kita harus lebih memperhatikan etika pergaulan
agar budaya bullying tidak terjerumus ke hal-hal yang membahayakan diri.