You are on page 1of 22

Laporan Praktikum - Pengaruh Cahaya

terhadap Pertumbuhan
Posted on: Minggu, April 20, 2014
54

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGARUH CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN
KACANG TANAH DAN PADI

Ardian, Andre, Asni, Arifah, Athik, Arinda

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuh dan berkembang merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Adapun
pengertian dari pertumbuhan adalah proses pertambahan volume, dan tinggi batang karena
adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel. Sedangkan perkembangan adalah proses
menuju kedewasaan atau terspesialisasinya sel sel menjadi struktur dan fungsi tertentu.

Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran, tetapi dapat dinyatakan dengan
perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan.
Proses pertumbuhan dan perkembangan ditentukan oleh faktor internal (Gen dan
hormon) dan faktor eksternal (makanan, air, suhu, kelebaban, oksigen, cahaya).
Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan perkecambahan biji.
Kemudian, kecambah berkembang menjadi tumbuhan kecil yang sempurna yang kemudian
tumbuh membesar. Setelah mencapai masa tertentu, tumbuhan akan berbunga dan
menghasilkan biji.
Berbicara tentang cahaya, tumbuhan juga memerlukan cahaya. Banyak cahaya yang
dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan. Cahaya juga merangsang pembungaan
tumbuhan tertentu.
Cahaya matahari dan air adalah sumber energi utama bagi kehidupan seluruh
makhluk hidup di dunia. Baik bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Dalam hal ini, bagi
tumbuhan khususnya yang berklorofil cahaya matahari dan air sangat menentukan proses
fotosintesis. Fotosintesis adalah proses dasar pada tumbuhan untuk menghasilkan makanan.
Makanan yang dihasilkan akan menentukan ketersediaan energi untuk pertumbuhan dan
perkembangan tumbuhan.
Kekurangan cahaya matahari dan air sangat mengganggu proses fotosintesis dan
pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung tergantung pada jenis tumbuhan.
Klorofil dibuat dari hasil hasil fotosintesis. Tumbuhan yang tidak terkena cahaya tidak
dapat membentuk klorofil sehingga daun menjadi pucat. Akan tetapi, jika intensitas cahaya
terlalu tinggi, klorofil akan rusak.
Intensitas cahaya dan lama penyinaran dalam fotosintesis berpengaruh pada
tumbuhan, terutama pada pertumbuhan vegetatif dan kegiatan reproduksi tumbuhan. Di
daerah tropis, lamanya siang dan malam kira kira sama, yaitu 12 jam. Di daerah yang
memiliki empat musim, lamanya siang hari dapat mencapai 16 20 jam. Respons tumbuhan
terhadap lamanya penyinaran yang bervariasi disebut fotoperiodisme. Respon tumbuhan
terhadap

fotoperiodik

dapat

berupa

pembungaan,

dormansi,

perkecambahan,

dan

perkembangan. Sehingga kami mengambil judul laporan penelitian Pengaruh Intensitas


Cahaya terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau
B.

Rumusan Masalah
Dengan menggunakan perumusan masalah, dapat mengidentifikasikan persoalan yang
diteliti sebagai suatu sasaran yang hendak dicapai. Maka masalah yang dirumuskan dalam
percobaan ini adalah :

1.
2.

Apakah cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji kacang tanah dan padi?
Bagaimana perbedaan pertumbuhan perkecambahan kacang tanah dan padi di tempat yang

3.

gelap dan terang?


Bagaimana pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah dan
padi?

C. Tujuan Penelitian
Kami melakukan penelitian tentang Minat Siswa SMA N 1 Boyolali untuk beribadah
1.
2.

ke Masjid Sekolah tentu memiliki tujuan, diantaranya:


Mengetahui apakah cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan biji kacang tanah dan padi.
Mengamati perbedaan pertumbuhan perkecambahan kacang tanah dan padi di tempat yang

3.

gelap dan terang.


Mengamati pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah dan
padi.

D. Manfaat Penelitian
1.

Bagi siswa siswi


Sebagai bahan referensi serta menambah wawasan dan pengetahuan tentang pengaruh cahaya
terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang tanah dan padi dan perbedaan pertumbuhan
dan perkembangan biji kacang tanah dan padi yang diletakan di lingkungan yang berbeda
intensitas cahayanya, sehingga menanam kacang tanah dan padi dengan intensitas cahaya

2.

yang tepat
Bagi Peneliti
Sebagai salah satu media untuk meningkatkan wawasan serta dapat memberikan pengalaman
bagi peneliti tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang
tanah dan padi dan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan biji kacang tanah dan padi

3.
a.

yang diletakan di lingkungan yang berbeda intensitas cahayanya.


Bagi Akademik
Sebagai pelengkap wacana untuk perpustakaan dan bahan tambahan untuk pengembangan

b.

mata pelajaran terkait di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Boyolali.


Sebagai bahan perbandingan dan referensi bagi siswa yang akan mengadakan percobaan

4.

pada masalah yang sama.


Bagi Pembimbing Materi
Sebagai sarana untuk dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa tentang materi
pertumbuhan biji kacang tanah dan padi.

E.

Sistematika Laporan

JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

B.
C.
D.
E.
A.
B.
C.
D.
E.
A.
B.
C.
A.
B.
A.
B.

Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Sistematika Laporan
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan
Pertumbuhan dan Perkembangan Awal
Perkembangan Embrio
Perkecambahan
Faktor Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
BAB III
METODE PENELITIAN
Alat dan Bahan
Cara Kerja
Waktu Percobaan
BAB IV
ANALISIS DATA
Hasil Percobaan
Pembahasan
BAB V
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan


Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjadi pada
setiap makhluk hidup. Kedua istilah tersebut sering diucapkan untuk pengertian yang sama.
Padahal pertumbuhan dan perkembangan memiliki pengertian yang berbeda satu sama lain.
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai peningkatan ukuran yang bersifat permanent (tetap) dan
tidak dapat balik (Irrevisible), sedangkan perkembangan adalah proses perubahan dalam
bentuk.
Pada proses pertumbuhan selau terjadi peningkatan volume dan bobot tubuh
peningkatan jumlah sel dan protoplasma. Untuk mengukur pertumbuhan tanaman digunakan
alat yang.disebut busur tumbuh atau auksanometer. Berbeda dengan pertumbuhan,
perkembangan bukan merupakan besaran sehingga tidak dapat diukur. Perkembangan pada
tumbuhan diawalai sejak terjadi fertilisasi. Calon tumbuhan akan berubah bentuk dari sebuah
telur yang dibuahi menjadi zigot, embrio, dan akhirnya menjadi sebatang pohon yang kokoh
atau rumput yang mudah digoyangkan oleh angina. Nama lain proses perkembangan adalah
morfogenesis.

Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan diawali dengan aktivitas


sintetis bahan mentah (bahan baku) berupa molekul sederhana dan molekul kompleks.
Tahapan yang dilalui selama melangsungkan proses tersebut adalah sebagai berikut :

Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak.

Tahap Pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Pada sel
tumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyerapan air kedalam vakuola.

Tahap diferensiasi sel, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentu
menjadi bentuk khusus (terspesialisasi) melalui proses diferensiasi. Pada akhirnya terbentuk
jaringan, organ, dan individu.

B.

Pertumbuhan dan Perkembagan Awal


Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi yang
dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu yang baru, misalnya embrio, cadangan makanan,
dan calon daun (calon akar).
Sebutir biji mengandung satu embrio. Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh
menjadi akar) dan planula (yang akan tumbuh menjadi kecambah). Cadangan makanan bagi
embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein, dan beberapa
jenis enzim. Kotiledon dikelilingi oleh bahan yang kuat, yang disebut testa. Testa berfungsi
sebagai pelindung kotiledon untuk mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri atau
jamur kedalam biji. Testa memiliki sebuah lubang kecil, disebut mikropil. Didekat mikropil
terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon.
Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, air di
dalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibat ketiadaan air, biji tidak
dapat melangsungkan proses metabolisme sehingga menjadi tidak aktif (dorman). Dormansi
biji sangat bermanfaat pada kondisi tidak nyaman (suasana ekstrem, sangat dingin atau
kering) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.

C. Perkembangan Embrio
Embrio berkembang didalam biji. Setelah fertilisasi, zigot mengalami rangakian
pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang berasal dari mitosis zigot akan berkembang
menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awal dari jaringan suspensor.
Embrio didalam bakal biji (ovulum) berkembang menjadi massa bulat yang
mengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer dan
akhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledon.
Kotiledon berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan dan perkecambahan (germinasi).

Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitu
meristem apical ujung (terminal) dan meristem apical aka. Sel-sel tersebut berada dalam
kondisi dorman ketika biji pada masa dorminasi. Setelah biji berkecambah, kedua massa sel
tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar.
Perkembangan embrio terhenti stelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saat bakal biji
telah menjadi biji matang. Biji tersebut tetap, yaitu sesuai untuk perkecambahan. Di dalam
biji yang matang, endosperma makanan telah terdiferensiasi menjadi lapisan terluar sel
(aleuron) dan massa sel terdalam bertepung. Sel sel aleuron menyintesis enzim amilase.
Enzim tersebut dapat mengubah cadangan zat pati didalam endosperma menjadi gula yang
dapat digunakan oleh embrio.
D. Perkecambahan
Perkecambahan adalah proses pertumbuhan embrio dan komponen-komponen biji
yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen
biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat didalam biji, misalnya radikula dan
plumula.
Tahapan perkecambahan
Perkembangan bij berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebut meliputi
beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisis cadangan
makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormone ke daerah titik tumbuh atau
daerah lainnya, serta asimilasi (fotosintetis).
Proses penyerapan cairan pada biji (imbibisi) terjadi melalui mikropil. Air yang masuk
kedalam kotiledon membengkak. Pembengkakan tersebut pada akhirnya menyebabkan
pecahnya testa.
Awal perkembangan disahului aktifnya enzim hidrolase (protease, lipase, dan
karbohidrase) dan hormone pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease
segera bekerja mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asalm amino digunakan
untuk membuat molekul protein baru bagi membrane sel dan sitoplasma. Timbunan pati di
uraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa. Sebagian glukosa akan diubah menjadi
selulosa, yaitu bahan untuk membuat dinding sel bagi sel sel yang baru. Bahan makanan
terlarut berupa maltosa dan asam amino akan berdifusi ke embrio.
Semua proses tersebut memerlukan energi. Biji memperoleh energi melalui
pemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal dari timbunan pati
menyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumula tumbuh di atas
permukaan tanah. Daun pertama membuka dan mulai melakukan fotosintesis.

Macam perkecambahan

Perkecambahan Epigeal
Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun
lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat keatas
tanah, misalnya pada kacang hijau. Perkecambahan ini umumnya terjadi pada biji tanaman

Dicotyledoneae (kecuali kacang kapri), contoh: kacang hijau, kacang kedelai, kapas.
Perkecambahan Hipogeal
Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil)
sehinga daun lembaga ikut tertarik keatas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah.
Umumnya terjadi pada biji monocotyleddoneae, contoh: Jagung, padi. dan Dicotyledoneae
yaitu hanya kacang kapri.
Pada akhir perkecambahan terbentuk akar, batang dan daun. Selanjutnya, tumbuhan
mengalami pertumbuhan, Macamnya yaitu:
1)

Pertumbuhan primer
Adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung
batang (meristem primer). Berlangsung pada embrio, embrio dibedakan menjadi 3 bagian

penting yaitu:
a. Tunas embrionik, yaitu calon batang dan daun
b. Akar embrionik, yaitu calon akar
c. Kotiledon, yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah
yaitu:
Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel sel di daerah ini aktif membelah
(bersifat meristematik)
Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel sel di daerah
inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel selnya berdiferensiasi menjadi sel sel
yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
2) Pertumbuhan sekunder
Pertumbuhan sekunder terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosis pada jaringan meristem
sekunder (lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar.
Meristem lateral terbagi atas: Kambium vaskuler (terletak diantara xylem dan floem
menyebabkan pembelahan sel kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk
floem. dan Kambium gabus (jaringan pelindung yang menggantikan fungsi jaringan
epidermis yang rusak/ mati). Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil.
E. Faktor faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan
A. Faktor Eksternal

1.

Makanan (Zat Hara)


Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk menyintesis berbagai
komponen sel. Nutrien yang dibutuhkan tumbuhan bukan hanya karbon dioksida dan air,
tetapi juga unsur unsur lainnya. Karbon dioksida diabsorpsi oleh daun, sedangkan air dan
mineral diserap oleh akar.
Makanan yang dibutuhkan oleh tumbuhan terdiri dari unsur makro dan mikro yang
masing masing terdiri atas 9 unsur makro dan 8 unsur mikro. Makronukrien (unsure
makro/butuh dalam jumlah banyak). Misalnya: C, H, O [defisiensi: Pertumbuhan dan
metabolisme

terhambat,

akhirnya

mati],

(Nitrogen)

[defisiensi:

Daun

pucat,

klorosis/menguning dan gugur), P (Fosfor), K (Kalium), Ca (Kalsium), S (Sulfur), Mg


(Magnesium).
1. Nitrogen (N), peranannya:
Merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman hingga tumbuhnya anakan.
Membuat tanaman lebih hijau karena banyak mengandung butir hijau daun.
Merupakan bahan penyusun klorofil, lemak, dan protein.
2. Fisfor (P), peranannya:
Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang lebih baik
Mempercepat pembungaan dan pemasakan buah iji, atau gabah.
Memperbesar persentase pembentukan bunga menjadi buah.
Sebagai bahan penyusun inti sel lemak dan protein.
3. Kalium (K), perananya:
Memperlancar fotosintesis.
Membantu pembentukan protein dan hidrat arang.
Sebagai katalisator dalam transformasi tepung, gula, dan lemak tanaman.
Mengeraskan jerami dan bagian kayu dari tanaman.
Meninggikan kualitas rasa dan warna dari buah dan bunga.
Meninggikan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringan.
Mempercepat pertumbuhan jaringan merismatik.
4. Magnesium (Mg), perananya:
Merupakan bahan penyusun klorofil.
Mengaktifkan enzim yang berperan pada metabolisme karbohidrat.
Menaikkan kadar minyak pada berbagai tanaman penghasil minyak.
5. Kalsium (Ca), perananya:
Merangsang pembentukan bulu-bulu akar dan biji bijian.
Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman.
6. Belerang (S), peranannya:
sebagai penyusun utama ion fosfat.
Menambah kandungan protein dan vitamin.
Membentuk bintil akar tanaman kacang kacangan dan butir hijau daun.
Mikronutrien (unsure mikro/butuh dalam jumlah sedikit). Misalnya : Fe (Besi)
[Klorosis], Cl (Klor) [layu], B (Boron), Mn (Mangan), Mo (Molibdenum), Zn (Seng), Cu
(Tembaga).

7. Klor (Cl) peranannya:


Meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman.
8. Besi (Fe), peranannya:
Membentuk klorofil.
9. Mangan (Mn), peranannya:
Menyusun klorofil dan proses fotosintesis.
Mearngsang perkecambahan biji dan pemasakan buah.
10. Tembaga dan Seng (Cu dan Zn), peranannya:
Mengatur sistem enzim tanaman dan membentuk klorofil.
Diperlukan pada tanah alkalis dan organik.
11. Boron (B), peranannya:
Meningkatkan kualitas dan kuantitas sayur dan membentuk klorofil.
Meningkatkan produksi biji bijian pada tanaman dan kacang kacangan.
12. Molibdenum (Mo), peranannya:
Membantu proses Fiksasi N untuk tanaman kacang kacangan, jeruk, dan sayur mayur.
2. Suhu atau Temperatur
Untuk proses tumbuh dan perkembangan, tumbuhan memerlukan suhu yang sesuai.
Suhu tersebut disebut suhu optimum. Suhu paling rendah

yang masih memungkinkan

pertumbuhan disebut suhu minimum. Sedangkan suhu paling tinggi yang masih
memungkinkan pertumbuhan disebut suhu maksimum.
Jenis tumbuhan satu dengan yang lain memiliki suhu minimum, suhu optimum, dan
suhu maksimum yang berbeda beda. Bagi tumbuhan suhu lingkungan

berpengaruh

terhadap aktivitas kerja enzim. Umumnya tumbuhan tidak tumbuh di bawah suhu 0C dan di
atas 40C . Kisaran suhu masih memungkinkan tumbuh dengan baik adalah 22C 37C.
3.

Air
Tanpa air, tumbuhan tidak akan tumbuh. Air merupakan senyawa utama yang sangat
dibutuhkan oleh tanaman yang berfungsi sebagai komponen pembantu proses fotosintesis.
Fungsi lain dari air yaitu, mengaktifkan reaksi enzimatik, menjaga kelembapan dan
membantu perkecambahan biji tanaman baik pada biji tanaman monokotil maupun dikotil.

4.

Cahaya
Banyaknya cahaya yang dibutuhkan tidak selalu sama pada setiap tumbuhan,
umumnya cahaya menghambat pertumbuhan meninggi, karena cahaya dapat menguraikan
auksin (hormon pertumbuhan). Pada tempat yang gelap tumbuhan akan lebih cepat tinggi
daripada tempat yang terang. Pertumbuhan yang cepat di tempat gelap disebut etiolasi.
Fotoperiodisme adalah Respon tumbuhan terhadap lama penyinaran (panjang hari).
Berdasarkan panjang hari, tumbuhan dapat dibedakan menjadi empat macam, hal ini ada
hubungannya dengan hormon fitokrom dalam tumbuhan (protein dalam kromatofora yang
mirip fikosianin), macamnya yaitu:

a. Tumbuhan hari pendek, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran kurang dari 12 jam
sehari. Tumbuhan hari pendek contohnya aster, krisan,dahlia, ubi jalar, kedelai, dan anggrek.
b. Tumbuhan hari panjang, tumbuhan yang berbunga jika terkena penyinaran lebih dari 12 jam
(14 16 jam) sehari. Tumbuhan hari panjang, contohnya bayam, kentang, gandum, kol, bit
gula, selada, dan tembakau.
c. Tumbuhan hari netral, tumbuhan yang tidak responsive terhadap panjang hari untuk
pembungaannya. Tumbuhan hari netral contohnya bunga matahari. mawar, kapas, mentimun
5.

dan tomat.
Kelembaban
Pengaruh kelembaban udara berbeda beda terhadap berbagai tumbuhan, tanah dan
udara yang lembap berpengaruh baik bagi tumbuhan. Kondisi lembap menyebabkan banyak
air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang dikeluarkan.

6.

Oksigen
Oksigen mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Dalam respirasi aerob pada
tumbuhan, terjadi penggunaan oksigen untuk menghasilkan energi. Energi ini digunakan,
antara lain untuk pemecahan kulit biji dalam perkecambahan, dan aktivitas tumbuhan.
Apabila tumbuhan kekurangan Oksigen dapat mengalami kematian.

7.

pH medium (Tingkat keasaman)


Derajat keasaman tanah (pH tanah) sangat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur
hara yang diperlukan oleh tumbuhan. Pada kondisi pH tanah netral unsur-unsur yang
diperlukan, seperti Ca, Mg, P, K cukup tersedia. Adapun pada pH asam, unsur yang tersedia
adalah Al, Mo, Zn, yang dapat meracuni tubuh tumbuhan.

B. Faktor Internal
1. Gen
Gen berperan dalam pengendalian metabolisme zat di dalam sel, misalnya proses
sintesis protein. Protein merupakan komponen dasar penyusun tubuh makhluk hidup
termasuk tumbuhan. Dengan demikian gen dapat mengatur pola pertumbuhan dengan cara
menurunkan sifat-sifatnya dan sintesis-sintesis yang dikendalikannya, Sehingga genetis
tanaman satu dengan yang lainnya akan memiliki pola pertumbuhan yang berbeda akibat
susunan gen yang berbeda beda.
2. Hormon
Hormon ialah regulator pertumbuhan yang sangat esensial, yang dibuat pada satu
bagian tumbuhan sedangkan respon pertumbuhan terjadi terhadap hormon di bagian
tumbuhan lainnya, misalnya di akar, batang dan daun. Hormon pertumbuhan (fitohormon)
yang telah dikenal antara lain auksin, sitokinin, dan giberilin.

a. Auksin
Istilah auksin berasal dari bahasa Yunani auxein yang artinya meningkatkan. Istilah ini
pertama kali digunakan oleh Fritts Went, seorang mahasiswa pascasarjana dari Belanda tahun
1926. Beberapa pengaruh auksin terhadap pertumbuhan antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
b.

Merangsang perpanjangan sel.


Merangsang pembentukan bunga dan buah.
Merangsang pemanjangan titik tumbuh.
Mempengaruhi pembengkokan batang.
Merangsang pembentukan akar lateral.
Merangsang terjadinya proses diferensiasi.
Giberelin
Hormon Giberelin pertama kali ditemukan di Jepang tahun 1930. Penemuan itu
merupakan hasil penelitian tentang penyebab tanaman padi tumbuh sangat tinggi. Tanaman
padi tersebut tidak mampu tumbuh tegak dan akhirnya mati.
Hal ini dikarenakan lemahnya batang dan rusak oleh parasit. Ternyata penyebab
penyakit tersebut adalah cendawan Gibberella fujikuroi. Beberapa pengaruh hormon
Giberelin adalah:

1.
2.
3.
4.
5.
c.

Memacu pertumbuhan batang.


Merangsang perkecambahan biji dan tunas.
Merangsang pembungaan lebih awal sebelum waktunya.
Merangsang perkembangan buah tanpa biji (partenokarpi).
Merangsang tanaman tumbuh sangat cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa.
Sitokinin
Hormon sitokinin pada dasarnya suatu senyawa yang merangsang proses sitokinesis
(pembelahan sel). bersama auksin yang mempengaruhi pembelahan sel atau sitokinesis.
Sitokin diperoleh dari ragi santan kelapa, ekstrak buah apel, dan dari jaringan tumbuhan yang
aktif membelah. Sitokinin yang pertama kali ditemukan ialah kinetin. Beberapa fungsi
sitokinin adalah:

1.
2.
3.
4.

Merangsang proses pembelahan sel.


Menunda pengguguran daun, bunga, dan buah.
Mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar.
Meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan seperti suhu rendah,

5.

infeksi virus, pembunuh gulma, dan radiasi.


Menghambat (menahan) menguningnya daun dengan jalan membuat kandungan protein dan

klorofil yang seimbang dalam daun (senescens).


d. Asam Absisat
Zat ini merupakan zat penghambat tumbuh yang umum dijumpai pada tumbuhan. Zat
dijumpai pada semua tumbuhan tingkat tinggi, beberapa jenis jamur, beberapa jenis lumut,
ganggang hijau, namun tidak ditemukan pada bakteri. Beberapa fungsi lainnya yaitu:

1.
2.
3.
4.
e.

Menghambat perkecambahan biji.


Mempengaruhi pembungaan tanaman.
Memperpanjang masa dormansi umbi umbian.
Mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi.
Gas Etilen
Gas etilen adalah gas atau uap yang dihasilkan oleh buah yang sudah tua. Pada tahun
1934, R. Gane berhasil membuktikan bahwa etilen disintesis oleh tanaman dan berperan
mempercepat pematangan buah, merangsang pembungaan, merangsang penuaan dan
pengguguran daun serta menghambat pemanjangan batang. Beberapa fungsi lainnya yaitu:

1.
2.
3.
4.
5.

Membantu memecahkan dormansi pada tanaman, misalnya pada ubi dan kentang.
Mendukung pematangan buah.
Mendukung terjadinya abscission (pelapukan) pada daun.
Mendukung proses pembungaan.
Menghambat pemanjangan akar pada beberapa spesies tanaman dan dapat menstimulasi

pemanjangan batang.
6. Menstimulasi perkecambahan.
7. Mendukung terbentuknya bulu-bulu akar.
f. Asam traumalin (hormon luka)
Tanaman mampu memperbaiki kerusakan atau luka yang terjadi pada tubuhnya.
Kemampuan tersebut dinamakan regenerasi yang dipengaruhi oleh hormon luka.
g. Kalin
Kalin merupakan hormon yang mempengaruhi pembentukan organ.
1.
2.
3.
4.

Rhizokalin, mempengaruhi pembentukan akar.


Kaulokalin, mempengaruhi pembentukan batang.
Filokalin, mempengaruhi pembentukan daun.
Antokalin, mempengaruhi pembentukan bunga.

BAB III
METODE PENELITIAN
A.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
B.
1.
2.
3.

Alat dan Bahan


Biji Padi secukupnya
Biji Kacang tanah secukupnya
Tanah yang sudah diberi pupuk
Label (Plester Label)
Air Secukupnya
Kardus
Gelas aqua secukupnya
Cara Kerja
Merendam sebagian kacang tanah satu hari satu malam dengan menggunakan air.
Menuangkan tanah yang sudah diberi pupuk ke dalam gelas aqua sebanyak setengah bagian.
Menempatkan masing masing 3 biji padi pada 3 gelas aqua.

4.

Menempatkan masing masing 2 biji kacang tanah yang sudah direndam satu hari satu

malam pada 3 gelas aqua.


5. Menempatkan masing masing 3 biji kacang tanah kering pada 3 gelas aqua.
6. Menutupi biji biji yang sudah ditempatkan di gelas aqua tersebut dengan menggunakan
tanah sedikit demi sedikit.
7. Menyiram biji biji yang sudah ditempatkan di gelas aqua tersebut dengan menggunakan air
secukupnya.
8. Memberi label pada setiap gelas aqua agar mudah dibedakan.
9. Menempatkan gelas gelas aqua tadi ke tempat yang terkena sinar matahari tidak secara
langsung.
10. Mengamati perkecambahan pada biji biji tersebut.
11. Menyiram tanaman tersebut secara rutin setiap hari.
12. Setelah tanaman tersebut muncul daunnya, memindahkan 1 gelas yang berisi tanaman padi, 1
gelas yang berisi kacang tanah kering, 1 gelas yang berisi kacang tanah rendam ke dalam
kardus tertutup. Dan memindahkan 1 gelas yang berisi tanaman padi, 1 gelas yang berisi
kacang tanah kering, 1 gelas yang berisi kacang tanah rendam ke dalam kardus yang
disebelah kanannya dilubangi dengan diameter 5 cm.
13. Mengamati pertumbuhan dari kesembilan tanaman tersebut.
14. Menuliskan data pertumbuhan dari kesembilan tanaman tersebut pada tabel pengamatan.
C. Waktu Percobaan
Diawali pada hari Rabu, 28 Agustus 2013 dan diakhiri pada hari Selasa, 17 September 2013.

BAB IV
ANALISIS DATA
Hasil Percobaan

Tanaman
Nama
Padi (ditutup,
dilubangi)
Padi (tidak
ditutup)
Kacang rendam

NO.
1a.
1b.
2a.
2b.

NO.
1a.
1b.
2a.
2b.

0
0
0
0
0
0

8
10,2
4
8
1,7
0

1
0
0
0
0
0

9
12,5
5,5
10,5
2
0

2
0,8
0
0,3
0
0

Hari ke
3
4
1,6
0,7
1
0,1
0

5
3
1,8
2,4
0,7
0

6
3,5
2
3
1
0

7
7
3,1
5,7
1,3
0

10
13
7
10,7
2,8
0

Hari ke
11
12
13,1
8,3
11
3,5
0

13
13,2
8,5
11,1
4
0,2

14
13,2
8,5
11,1
5,2
0,5

15
13,2
8,5
11,1
6,1
1

MINGGU

Tanaman
Nama
Padi (ditutup,
dilubangi)
Padi (tidak
ditutup)
Kacang rendam

MINGGU

A.

NO.
1a.
1b.
2a.
2b.

16
13,2
8,5
11,9
7
2,3

17
13,2
8,5
12,1
8,7
3,7

Hari ke
18
MINGGU

Tanaman
Nama
Padi (ditutup,
dilubangi)
Padi (tidak
ditutup)
Kacang rendam
Keterangan:

19
13,2
8,5
13
10
5,8

20
13,2
8,5
13,5
10,7
7,3

1. Panjang (tinggi tanaman) dalam cm.


B.

Pembahasan
Tipe perkecambahan biji kacang tanah adalah perkecambahan epigeal, karena terjadi
pertumbuhan memanjang dari hipokotil yang menyebabkan plumula dan kotiledon terdorong
ke permukaan tanah, serta kotiledon berada di atas tanah. Tipe perkecambahan biji padi
adalah perkecambahan hipogeal, karena terjadi pertumbuhan memanjang dari epikotil yang
menyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul di atas tanah, serta kotiledon
berada di dalam tanah. Tanaman yang ditempatkan di tempat terang arah tumbuhnya ke arah
matahari (tegak lurus) sedangkan tanaman yang ditempatkan di tempat gelap batangnya
menjadi bengkok karena menuju sinar matahari.
Pertumbuhan Kacang Tanah dan Padi di Tempat Gelap
Pada tempat yang gelap, kacang tanah dan padi tidak mendapatkan cahaya matahari
sama sekali, akibatnya hormon auksin yang terdapat pada biji kacang tanah dan padi menjadi
sangat aktif dan bekerja secara optimal. Hal itu menyebabkan pertumbuhan kacang tanah dan
padi menjadi sangat cepat namun kurang merata. Sehingga batangnya lemah dan warnaya
kekuning kuningan Akibatnya, batang tanaman akan lebih panjang jika ditanam di tempat
yang gelap, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang kurang sehat, akar yang banyak dan
lebat, batang terlihat kurus tidak sehat (lemah), warna batang dan daun pucat serta
kekurangan klorofil sehingga daun berwarna kekuningan. Peristiwa ini disebut etiolasi.
Pertumbuhan Kacang Tanah dan Padi di Tempat Terang
Pada tempat yang terang, kacang kacang tanah dan padi mendapat cahaya dengan
intensitas yang sangat besar, akibatnya pertumbuhan kacang tanah dan padi akan lambat,
karena sebagian besar hormon auksin terurai oleh sinar matahari. Akibatnya, pertumbuhan
kacang tanah dan padi ditempat gelap cenderung bengkok, batang tanaman akan lebih
pendek, tetapi dengan kondisi fisik tanaman yang sehat, subur, batang terlihat gemuk dan
kuat, daun terlihat segar dan berwarna hijau karena mendapatkan cahaya yang cukup untuk
fotosintesis serta memiliki cukup klorofil.
Dalam percobaan yang kami lakukan, kami tidak mengamati tanaman padi yang
ditutup kardus, tanaman kacang tanah rendam yang ditutup kardus, tanaman kacang tanah

rendam yang ditutup kardus dan dilubangi karena pada percobaan kami, tanaman tersebut
dicabut oleh seseorang pada hari ke 7.
Dalam percobaan yang kami lakukan, kami tidak mengamati tanaman kacang kering
baik tanaman kacang kering yang ditutup kardus, ataupun tanaman kacang kering yang
ditutup kardus dan dilubangi, maupun tanaman kacang kering yang tidak ditutup, karena pada
percobaan kami, tanaman tersebut telah membusuk dan mati. Menurut kelompok kami, hal
ini disebabkan karena kurang rutinnya dalam menyiram tanaman tersebut serta disebabkan
karena kelebihan pupuk.
Dalam percobaan yang kami lakukan, salah satu kacang tanah yang direndam satu
hari satu malam, baru tumbuh pada hari ke 13. Menurut kelompok kami, hal ini disebabkan
karena pada hari hari sebelumnya, hormon perkecambahan belum aktif, dan pada hari ke 13
hormon perkecambahan baru aktif.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil,
1.

diantaranya:
Tipe perkecambahan biji kacang tanah adalah perkecambahan epigeal, dan tipe

perkecambahan biji padi adalah perkecambahan hipogeal.


2. Tanaman yang ditempatkan di tempat terang arah tumbuhnya ke arah matahari (tegak lurus)
sedangkan tanaman yang ditempatkan di tempat gelap batangnya menjadi bengkok karena
menuju sinar matahari.
3. Cahaya merupakan factor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman yang berada
di tempat gelap, akan tumbuh lebih cepat daripada tanaman yang berada di tempat yang
terang. Karena di tempat gelap, tanaman tidak mendapatkan cahaya matahari sehingga
hormon auksin (hormon pertumbuhan) yang terdapat pada biji bekerja secara optimal.
Sedangkan di tempat terang, tanaman mendapatkan cahaya matahari sehingga hormon auksin
B.

(hormon pertumbuhan) terurai.


Saran
Saran peneliti mengenai penelitian ini, yang ditujukan kepada beberapa pihak, antara
lain:

1.

Semua warga sekolah maupun bukan warga sekolah, sebaiknya tidak mencampuri
kepentingan individu maupun kelompok, karena dapat mengakibatkan dampak negatif bagi
individu maupun kelompok tersebut. Sebagai contoh, seseorang tidak boleh mencabut

tanaman yang ditanam oleh sisiwa dalam rangka memenuhi Tugas Praktikum Biologi
meskipun dengan niat yang baik karena dapat merugikan siswa tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Chaerani, Nur. 2013. Laporan Penelitian Pengaruh Cahaya terhadap Pertumbuhan
Tanaman, Dalam http://nurchaeranib.blogspot.com/2013/08/laporan-penelitian-pengaruhcahaya.html. Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:37 WIB.
Bazlinah, Zia. 2012. Laporan Praktikum Pertumbuhan Biji Kacang Hijau, Dalam
http://ziabazlinah.blogspot.com/2012/08/laporan-praktikum-pertumuhan-biji.html. Diunduh
pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:22 WIB.
Lestari, Sri. 2012. Tugas Biologi Sma, Dalam http://yanggaulyangrajin.blogspot.com/p/tugaskimia-sma_7767.html. Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:28 WIB.
Naufal, Muhammad Faris. 2013. Laporan Pengamatan Pengaruh Cahaya Terhadap
Pertumbuhan Dan Perkembangan Kacang Hijau, Dalam
http://farischarming.wordpress.com/2013/08/31/laporan-pengamatan-pengaruh-cahayaterhadap-pertumbuhan-dan-perkembangan-kacang-hijau/. Diunduh pada tanggal 28
September 2013 pukul 16:29 WIB.
______. 2011. Laporan Praktikum Pengamatan Perkecambahan ( Jagung & Kacang Hijau ),
Dalam http://eimitcle.wordpress.com/2011/12/12/laporan-praktikum-pengamatanperkecambahan-jagung-kacang-hijau/. Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:30
WIB.
Yasih, Fitri. 2012. Laporan Perkecambahan Kacang Hijau, Dalam
http://kecambahkacanghijau.blogspot.com/2012/09/laporan-perkecambahan-kacanghijau.html. Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:35 WIB.
Nurcholis, M. 2013. Praktikum Biologi, Dalam
http://mnurcholisnabylateman.blogspot.com/2013/04/praktikum-biologi.html. Diunduh pada
tanggal 28 September 2013 pukul 16:31 WIB.
Nurfarida, Tika. 2012. Contoh Laporan Biologi "Pertumbuhan Biji Kacang Hijau", Dalam
http://tika-nurfarida.blogspot.com/2012/09/contoh-laporan-biologi-pertumbuhanbiji.htmlhttp://tika-nurfarida.blogspot.com/. Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul
16:20 WIB.

Yayan, Vice. 2013. Contoh laporan praktikum Biologi (Pengaruh cahaya terhadap
tumbuhan), Dalam http://dedrosa13.blogspot.com/2013/04/contoh-laporan-praktikumbiologi.html. Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:37 WIB.
Irfan, Muhammad. 2011. Pengamatan Perkecabahan Tumbuhan, Dalam http://bluestarvia.blogspot.com/2011/12/pengamatan-perkecambahan-tumbuhan.html. Diunduh pada
tanggal 28 September 2013 pukul 16:29 WIB.
Arda, Khaeriani Kurnia. 2012. Pertumbuhan Kacang Hijau by Khaeriani, Dalam
http://khaerianikurnia.blogspot.com/2012/11/pertumbuhan-kacang-hijau-by-khaeriani.html.
Diunduh pada tanggal 28 September 2013 pukul 16:17 WIB.

LAMPIRAN
I.

GAMBAR ALAT DAN BAHAN

Biji Padi secukupnya

Tanah yang sudah diberi pupuk

Biji Kacang tanah secukupnya

Label (Plester Label)

Air Secukupnya

Kardus

Gelas aqua secukupnya


II. FOTO KEGIATAN PRAKTIKUM

Gelas aqua yang sudah diisi dengan


tanah
Memasukkan tanah ke dalam gelas
aqua sebanyak setengah bagian

Memasukkan biji kacang tanah yang


sudah direndam satu hari satu malam
ke dalam gelas aqua

Memasukkan biji tanaman ke dalam


gelas aqua

Memasukkan biji tanaman ke dalam


gelas aqua

Memasukkan biji tanaman ke dalam


gelas aqua

Menambahkan tanah ke dalam gelas


aqua sedikit demi sedikit hingga biji
tertutup oleh tanah

Menambahkan tanah ke dalam gelas


aqua sedikit demi sedikit hingga biji
tertutup oleh tanah

Tanah yang sudah diberi biji tanaman


dan sudah diberi label

Tanah yang sudah diberi biji tanaman


dan sudah diberi label

Menyiram biji dengan menggunakan


air sedikit demi sedikit

Kegiatan penyiraman tanaman yang


dilakukan setiap hari

Kegiatan penyiraman tanaman yang


dilakukan setiap hari
Tanaman padi pada hari ke 5

Tanaman Padi pada hari ke 5

Tanaman kacang tanah (rendam) pada


hari ke 5

Tanaman Kacang Tanah rendam pada


hari ke 5

Tanaman kacang tanah pada hari ke 6

Tanaman padi pada hari ke 6


Tanaman padi pada hari ke 6

Tanaman padi pada hari ke 6

Tanaman padi pada hari ke 6

Tanaman kacang tanah (rendam) pada


hari ke 6
Tanaman kacang tanah (rendam) pada
hari ke 6

Tanaman kacang tanah (rendam) pada


hari ke 6

Tanaman padi (ditutup kardus dan


dilubangi) pada hari ke 8

Tanaman padi (ditutup kardus dan


dilubangi) pada hari ke 10

Tanaman kacang tanah (rendam) pada


hari ke 16

http://asniaskariawati.blogspot.com/2014/04/normal-0-false-false-false-en-usx-none.html#.VcFiO1I0nMw