You are on page 1of 20

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Maha Esa.Yang
telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya,sehingga kami dapat menyelesaikan karya tulis
ilmiah ini.
Karya tulis ilmiah ini berjudul peluang dan kendala ekspor produk hasil pertanian di desa
serang dan kutabawa kecamatan karangreja kabupaten purbalingga.Karya tulis ilmiah ini
kami tetap menerapkan kedalaman dan keluasan materi yang termuat dalam sumber.selain itu
karya tulis ilmiah ini dilengkapi dengan penjelasan secara mendalam apa yang dibahas
tersebut di atas.
Dengan desain seperti tersebut diatas,diharapkan pembaca setelah mempelajari hal
tersebut mampu memproduksikan apa yang telah dipelajari.
Proses penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penulis banyak mendapatkan bantuan tenaga,
materi, informasi, waktu, maupun dorongan yang tidak terhingga dari berbagai pihak.
Karena itu dengan ketulusan dan kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tak
terhingga kepada:
Kami berupaya semaksimal mungkin dalam menyusun karya tulis ilmiah ini.Dengan
harapan dapat membantu meningkatkan dan menciptakan sumberdaya manusia yang
bekualitas di negara kita.
Penulis sadar bahwa karya tulis ilmiah ini jauh dari sempurna dan mungkin masih
banyak kekurangan.Oleh karena itu,kritik dan saran dari berbagai pihak yang bersifat
membangun akan kami terima dengan tangan terbuka demi kesempurnaan dimasa yang akan
datang.
Akhirnya kami berharap,sekecil apapun,karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi
ilmu pengrtahuan dan teknologi di Negara kita untuk menuju masadepan yang sejahtera.

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

... i

Daftar Isi

. ii

BAB I Pendahuluan

. 1

1.1

latar belakang

1.2

rumusan masalah

. 2

1.3

tujuan

1.4

manfaat penulisan

. 2

1.5

kerangka berfikir

. 3

BAB II Tinjauan Pustaka

. 4

2.1

pengertian ekspor

.. 4

2.2

jenis ekspor

. 4

2.3

tahap ekspor

.. 5

2.4

komoditi ekspor

2.5

kesalahan umum dalam melakukan ekspor

2.6

Produk ekspor dari negara Indonesia

5
.. 5
5

2.7

Sistem pengiriman barang

2.8

Sistem Pembayaran

BAB III Metode Penelitian

.. 10

3.1 Lokasi dan objek penelitian

3.2 Populasi
.
3.3 Sampel
..
3.4 Variabel penelitian
..
3.5 Metode Pengumpulan Data ..
3.6
Metode analisis data
BAB IV Hasil Penelitian dan Analisa
4.1

Hasil Penelitian

4.2

pembahasan

BAB V Penutup

10
10
10
10
11
11

. 12

. 12
. 13
... 15

5.1

Kesimpulan

5.2

Saran

.. 15

.. 15

Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Sayuran dan buah-buahan merupakan komoditas penting yang dibudidayakan
oleh petani di berbagai daerah di Indonesia. Komoditas sayuran dan buah-buahan
merupakan cash crop yang dapat secara nyata mendatangkan keuntungan bagi petani
di Indonesia. Dengan demikian, keberhasilan dalam usaha tani sayuran dapat
memberikan sumbangan yang besar bagi kesejahteraan petani
Konsumsi sayuran dan buaha-buahan di Dunia diprediksikan akan mengalami
peningkatan sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian dan meningkatnya
taraf pendidikan masyarakat. Peluang meningkatnya permintaan tersebut perlu
diantisipasi dengan peningkatan kuantitas dan kualitas produk sayuran yang
dihasilkan petani di Indonesia.
Penyediaan beberapa produk sayuran tertentu untuk keperluan ekspor juga
mulai terbuka. Komoditas tomat dari Indonesia merupakan contoh sayuran yang telah
mulai dapat diekspor ke Malaysia, Singapura dan Hongkong (Deptan, 2002). Namun
demikian, pangsa
Ekspor sayuran dan buah-buahan dari Indonesia ke pasar global masih sangat
kecil yaitu sekitar 0,22% (Tridjaja dan Kusharyono, 2003). Permintaan komoditas
sayuran olahan oleh pasar global dunia dilaporkan mencapai sekitar 10 juta ton per
tahun. Dengan demikian kemungkinan untuk meningkatkan pangsa pasar ekspor
sayuran dan buah-buahan dari Indonesia di masa yang akan datang masih sangat
besar.Keberhasilan Indonesia dalam meraih pangsa pasar yang lebih besar akan sangat
tergantung pada kemampuan memproduksi jenis-jenis sayuran dan manajemen yang
di gunakan oleh para pelaku agribisnis.Sayuran dan buah-buahan yang diinginkan dan
mempunyai kualitas yang sesuai dengan standar mutu internasional. Masalah
memasuki pasar global harus di dukung oleh kualitas produk dan praktik bsinis
internasional sayuran yang diinginkan membawa konsekuensi pada perlunya
perhatian yang serius tentang pengelolaan secara modern dan manajemen usaha yang
ada .
Keberhasilan budidaya sayuran dan buah-buahan utama di Indonesia dalam
menembus pasar global sangat ditentukan oleh SDM para pelaku agrubisnis,tentang
bagaimana mereka memproduksi dan bagaimana mereka memasarak hasil produk
1

mereka.Karya tulis ini berusaha berusaha mengulas Potensi dan kendala ekspor
sayuran dan buah-buahan.
Dari gambaran di atas penulis memilih judul dalam penelitian ini adalah
peluang dan kendala ekspor produk hasil pertanian di desa serang dan kutabawa
kecamatan karangreja kabupaten purbalingga.
1.2 Permasalahan
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka identifikasi masalah pada penelitian
ini adalah:
1. Adakah peluang dan kendala ekspor produk hasil pertanian di desa Serang dan
Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga ?
2. Seberapakah besarnya peluang dan kendala ekspor produk hasil pertanian di desa
Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga ?
1.3 Tujuan penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui adakah peluang dan kendala ekspor produk hasil pertanian di
desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga ?
2. Untuk mengetahui seberapakah besarnya peluang dan kendala ekspor produk hasil
pertanian di desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten
Purbalingga ?
1.4 Manfaat Penulisan
Dengan penulisan karya tulis ilmiah ini penulis mengharapkan bahwa penulisan karya
tulis ini bermanfaat bagi:
1. Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga, penelitian ini diharapkan dapat
bermanfaat sebagai tambahan informasi dan masukan bagi lembaga-lembaga yang
terkait dengan pembuatan kebijakan yang berhubungan dengan perkembangan
agribisnis pertanian di Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja
Kabupaten Kabupaten Purbalingga.
2. Bagi para pengusaha agribisnis, penelitian ini diharapkan dapat menambah
informasi dan masukan untuk meningkatkan secara kuantitas dan kualitas Hasil
produk pertanian di Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja
Kabupaten Purbalingga.
3. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat untuk menambah wawasan pengetahuan
peneliti tentang pengetahuan perkembangan sektor Pertanian di Kabupaten
Purbalingga.

4. Untuk menambah koleksi dan pengetahuan mahasiswa lain serta sebagai salah
satu acuan untuk melakukan penelitian berikutnya.
5. Sebagai penerapan ilmu dan teori-teori yang didapatkan dalam bangkukuliah dan
membandingkannya dengan kenyataan yang ada dilapangan.
1.5 Kerangka Berfikir dan Hipotesis
Penulis mempunyai Hipotesis sebagai berikut:
Ada peluang dan kendala ekspor produk hasil pertanian di desa Serang dan Kutabawa
Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pengertian Ekspor
Ekspor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke
negara lain.Proses ini seringkali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil
sampai

menengah

sebagai

trategi

utama

untuk

bersaing

di

tingkat

internasional.Strategi ekspor digunakan karena risiko lebih rendah, modal lebih kecil
dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya. Strategi lainnya
misalnya franchise dan akuisisi.
2.2

Jenis Ekspor
Kegiatan ekspor terbagi menjadi 2, yaitu:
a. Ekspor langsung
Ekspor langsung adalah cara menjual barang atau jasa melalui perantara atau
eksportir yang bertempat di negara lain atau negara tujuan ekspor. Penjualan dilakukan
melalui distributor dan perwakilan penjualan perusahaan.Keuntungannya, produksi
terpusat di negara asal dan kontrol terhadap distribusi lebih baik. Kelemahannya, biaya
transportasi lebih tinggi untuk produk dalam skala besar dan adanya hambatan
perdagangan serta proteksionisme.
b. Ekspor tidak langsung
Ekspor

tidak

langsung

adalah

teknik

dimana

barang

dijual

melalui

perantara/eksportir negara asal kemudian dijual oleh perantara tersebut. Melalui,


perusahaan manajemen ekspor ( export management companies ) dan perusahaan
pengekspor ( export trading companies ). Kelebihannya, sumber daya produksi
terkonsentrasi dan tidak perlu menangani ekspor secara langsung. Kelemahannya, kontrol
terhadap distribusi kurang dan pengetahuan terhadap operasi di negara lain kurang.
Umumnya, industri jasa menggunakan ekspor langsung sedangkan industri manufaktur
menggunakan keduanya.

2.3

Tahap-tahap Ekspor
Dalam perencanaan ekspor perlu dilakukan berbagai persiapan, berikut ini 4
langkah persiapannya:
4

1.
2.
3.
4.
2.4

Identifikasi pasar yang potensial


Penyesuaian antara kebutuhan pasar dengan kemampuan, SWOT analisis
Melakukan Pertemuan, dengan eksportir, agen, dll
Alokasi sumber daya.
Komoditi ekspor Indonesia
Sepuluh komoditi ekspor utama Indonesia adalah Tekstil dan Produk Tekstil
(TPT), produk hasil hutan, elektronik, karet dan produk karet, sawit dan produk
sawit, otomotif, alas kaki,udang, kakao dan kopi. Namun, pasar internasional semakin
kompetitif sehingga sepuluh komoditas ekpor utama Indonesia
terdiversifikasi. Komoditas lainnya, yaitu makanan olahan, perhiasan, ikan dan
produk ikan, kerajinan dan rempah-rempah, kulit dan produk kulit,
peralatan medis, minyak atsiri, peralatan kantor dan tanaman obat.

2.5

Kesalahan umum dalam melakukan ekspor


Ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan oleh perusahaan yang baru
melakukan ekspor, yaitu :
1. Tidak melakukan penyelidikan yang lengkap sebelum melakukan ekspor.
2. Tidak melakukan konsultasi terlebih dahulu.

2.6

Produk ekspor dari negara Indonesia


Secara umum produk ekspor dan impor dapat dibedakan menjadi dua
yaitu barang migas dan barang non migas. Barang migas atau minyak bumi dan gas
adalah barang tambang yang berupa minyak bumi dan gas. Barang non migas adalah
barang-barang yangukan berupa minyak bumi dan gas,seperti hasil
perkebunan,pertanian,peternakan,perikanan dan hasil pertambangan yang bukan
berupa minyak bumi dan gas.Produk ekspor Indonesia meliputi hasil produk
pertanian, hasil hutan, hasil perikanan, hasil pertambangan, hasil industri dan
begitupun juga jasa.
a. Hasil Pertanian
Contoh karet, kopi kelapa sawit, cengkeh,teh,lada,kina,tembakau dan cokelat.
b. Hasil Hutan
Contoh kayu dan rotan. Ekspor kayu atau rotan tidak boleh dalam bentuk kayu
gelondongan atau bahan mentah, namun dalam bentuk barang setengah jadi
maupun barang jadi, seperti mebel.
5

c. Hasil Perikanan
Hasil perikanan yang banyak di ekspor merupakan hasil dari laut. produk ekspor
hasil perikanan, antara lain ikan tuna, cakalang, udang dan bandeng.
d. Hasil Pertambangan
Contoh barang tambang yang di ekspor timah, alumunium, batu bara tembaga dan
emas.
e. Hasil Industri
Contoh semen, pupuk, tekstil, dan pakaian jadi.
f. Jasa
Dalam bidang jasa, Indonesia mengirim tenaga kerja keluar negeri antara lain ke
malaysia dan negara-negara timur tengah..
2.7

Sistem pengiriman barang


Adapun sisitem pengiriman yang lazim biasanya dengan mengggunakan peti
kemas (kontainer), kargo pesawat dan dalam bentuk curah (bulk) dengan
menggunakan mother vessel.Pengiriman dalam bentuk peti kemas untuk komoditas
agrobisnis biasanya antara lain, cengkeh, pala, pinang, cokelat, kopra, gambir, dll.
Ukuran peti kemas yang digunakan antara lain 20 feet FCL dan 40 feet FCL
( arti dari FCL adalah Full Container Loading artinya bahwa barang yang dikirimkan
berisi penuh 1 kontainer). Sedang pengiriman tidak penuh satu kontainer atau LCL
(Less Container Loading) biasanya minyak nilam, minyak daun cengkeh ataupun
essential oil lainnya yang disatukan dengan komoditas lainnya dari berbagai supplier
atau komoditasnya bisa pula komoditas yang biasanya dikirim satu kontainer penuh
yang didalamnya dicampur (mix/consolidation) dengan berbagai komoditas dari
supplier yang sama ataupun supplier yang berbeda atau dengan kata lain tergantung
dari permintaan dan kesepakatan antara pihak supplier (eksportir) dengan pihak
pembeli (importir). Adapula beberapa komoditas yang harus dikirmkan dalam
kontainer

yang

diberi

pendingin

(reffer)

seperti

buah

dan

sayuran.

Sedangkan pengiriman dengan menggunakan kargo dalam pesawat adalah


komoditas yang benar-benar mendesak (urgent) atau komoditas yang segar seperti
6

sayur dan buah-buahan, biasanya dalam jumlah yang tidak terlalu besar.
Pengiriman dengan menggunakan mother vessel dalam bentuk curah (bulk)
biasanya adalah kopra dengan kapasitas 500 MT s/d 3000 MT sekali angkut, arang
tempurung kelapa (shell coconut charcoal) ataupun yang belum menjadi arang (masih
dalam bentuk tempurung), minyak kelapa sawit.
2.8

Sistem Pembayaran
Sedangkan sistem pembayaran yang lazim dilakukan dalam transaksi ekspor
komoditas agrobisnis adalah sbb:
a.

L/C (Letter of Credit)


dimana jenis L/C yang umum digunakan adalah :

1. Irrevocable L/C at sight, dimana Bank Pembuka L/C menyatakan janji yang tidak
dapat ditarik kembali untuk membayar atau mengaksep wesel yang diajukan
dengan dokumen-dokumen yang sesuai dengan syarat yang tercantum dalam L/C.
L/C ini hanya dapat diubah atau dibatalkan hanya dengan persetujuan pihak-pihak
yang berkepentingan. L/C ini memberikan jaminan bagi eksportir akan
diterimanya pembayaran tapi tetap tergantung kepada perjanjian dengan Bank
Eksportir yang bersangkutan.
2. Transferable L/C, disebut Transferable karena L/C ini dapat dipindahtangankan
dari beneficiary asal ke beneficiay lain.L/C ini hanya dapat dipindahtangankan
satu kali, dimana beneficiary yang kedua tidak dapat memindahkan kepada
benficiary lainnya. Biasanya L/C seperti ini kita dapatkan melalui agent diluar
negeri seperti dari Singapore dimana Pihak Singapore mendapatkan L/C dari salah
satu pembeli (importir) dan pihak Singapore mengalihkan L/C tersebut kepada
eksportir lainnya. Syarat-syarat pengalihan L/C ini haruslah dilakukan sesuai
dengan L/C yang pertama, dengan beberapa point yang dapat dirubah antara lain:
Nama dan alamat beneficiary pertama dapat menggantikan nama applicant dari
L/C (importir) tersebut. Nilai L/C dan harga satuan dapat dikurangi dalam L/C
untuk yang dialihkan agar mendapatkan keuntungan bagi beneficiary pertama.
Masa berlaku L/C dan jangka waktu pengapalan dapat diperpendek.
Setelah itu beneficiary kedua dapat menyerahkan semua dokumen pengapalan dan
dokumen lainnya yang disyaratkan dalam L/C kepada advising bank untuk
menerima pembayaran, negosiasi atau akseptasi.
Yang menjadi perhatian adalah sebelum pihak pembeli menerbitkan L/C
harap pihak penjual menanyakan terlebih dahulu kepada pembeli nama bank yang
akan menerbitkan L/C tersebut dan pihak penjual melakukan kordinasi dengan
7

baank eksportir apakah bank importir tersebut qualified atau tidak, hal ini
dilakukan

semata-mata

untuk

memberikan

rasa

aman

kepada

pihak

penjual/eksportir terutama untuk tujuan beberapa negara Asia Selatan dan Afrika.
b.

T/T (Telegraphic Transfer)


Sistem pembayaran ini biasanya dilakukan oleh pembeli (importir)

untuk mempercepat pengiriman barang dan menghindari pajak bank dimana


dilakukan dengan cara ,Advance by T/T 30% before shipment and balance 70% by
T/T after received copy of documents by faxed. Artinya pihak pembeli akan
memberikan uang muka sebesar 30% dengan cara transfer dan sisanya sebesar
70% dibayarkan dengan transfer setelah pihak pembeli menerima copian dokumen
yang diminta melalui fax. Hal ini biasanya dilakukan oleh pembeli kepada
supplier (eksportir) yang sudah dipercaya.
Sebagi perhatian dalam sistem ini adalah untuk sistem pembayaran
seperti ini diharapkan pihak eksportir tidak mengirimkan dokumen asli ke alamat
pembeli sebelum menerima instruksi atatu bukti pelunasan dari pihak pembeli
(importir), karena dengan sistem ini dokumen tidak dikirimkan melalui bank
(bank to bank), tetapi langsung ke alamat pembeli. Perlu diingat bahwa fungsi dari
dokumen asli ini adalah sebagai alat untuk merelease atau menebus barang
dipelabuhan negara pembeli.
Gabungan antara T/T dan L/C, misalnya payment made by T/T 30% and
70% by L/C artinya bahwa pihak pembeli akan membayar uang muka sebesar
30% dan 70% dengan L/C.D/P (Documents against Payment) yang berarti
penyerahan dokumen melalui bank eksportir kepada bank importir (bank to bank
sama seperti halnya dalam L/C). Eksportir akan menerima pembayaran setelah
dokumen ditebus oleh importir. Tetapi sebaiknya eksportir menerima sistem
pembayaran ini bila eksportir telah yakin benar akan kredibilitas importir. Untuk
mencegah kerugian akibat ingkar pembayaran oleh importir sebaiknya eksportir
dapat masuk menjadi anggota ASEI (www.asei.co.id) dimana ASEI ini akan
memberikan fasilitas asuransi ekspor apabila Pertama , Importir bangkrut kedua,
Importir cidera janji untuk membayar keempat, Importir menolak menerima
barang.

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1

Lokasi dan objek penelitian


Lokasi penelitian ini adalah Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja
Kabupaten Purbalingga, alasan dalam pemilihan lokasi ini karena Wilyah tersebut
merupakan kawaasan prima tani yang mempunyai produktivitas tinggi dan
mempunyai produk yang berkualitas serta keanekaragaman jenis hasil pertanian
9

sehingga akan lebih cepat dan akurat dalam pengambilan data di lapangan.The
reason,this location is agribusiness area which have high in productivity and high in
quality and also variety product,so it will be efficient and effective in observation
proccess.
3.2

Populasi
Dalam pnelitian ini yang menjadi populasi adalah Petani atau pengusaha agribisnis di
Desa Serang dan Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga.In this
observation the population are Agribusinessman location at Serang and kutabawa in
Karangreja's district Purbalingga's Regency,

3.3

Sampel
Prosedur pencarian responden dilakukan berdasar accidental sampling,Yaitu siapa
saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti yang dijumpai ditempat tertentu,
bila dipandang konsumen yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Responden hunting procedure basedon accidental sampling, That everyone who
accidentally and suitable as a responden

3.4 Variabel penelitian


Untuk mencapai tujuan penelitian maka digunakan variable-variabel penelitian. Dari
permasalahan yang ada maka dapat ditentukan variable-variabel yang dapat
digunakan untuk mencari jawaban dari pernasalahan yang akan diteliti.
a. Variabel Bebas (X)
Adalah suatu variabel yang akan mempengaruhi variabel terikat. Dalam
penelitian ini, variabel bebasnya adalah Peluang dan Kendala Ekspor.
b. Variabel Terikat (Y)
Adalah suatu variabel yang dipengaruhi variabel bebas. Dalam penelitian ini
sebagai variabel terikatnya adalah Produk Hasil Pertanian.
3.5

Metode Pengumpulan Data


Adapun metode yang dipergunakan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
a. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi merupakan suatu cara untuk memperoleh data atau informasi
mengenai berbagai hal yang ada kaitannya dengan penelitian dengan jalan melihat
kembali laporanlaporan tertulis, baik berupa angka maupun keterangan (tulisan atau
papan, tempat kertas atau orang).
b. Metode wawancara
10

Metode ini dipergunakan untuk memperoleh data dari konsumen secara langsung
dengan cara bertatap muka untuk memperoleh data yang diinginkan dan untuk
patokan dalam perhitungan hasil penelitian
c. Metode angket atau kuesioner
Angket adalah pengumpulan data yang berupa daftar pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh keterangan dari sejumlah responden.Angket yang
digunakan dalam penelitian ini adalah angket terbuka dan tertutup.
3.6

Metode analisis data


Informasi yang diperoleh diolah dengan metode analisis deskriptif .Analisis ini
digunakan untuk mengkaji variabel-variabel dan ditafsirkan dengan menggunakan
metode telaah pustaka.The Information

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1

Hasil Penelitian
Data penelitian ini merupakan hasil studi lapangan tentang pekuang dan
kendala ekspor produk hasil pertanian di desa Serang dan Kutabawa Kecamatan
Karangreja Kabupaten Purbalingga dengan teknik kuisioner dan wawancara.
a. Profil Desa Serang dan Kutabawa.
11

Desa Serang dan Kutabawa merupakan desa yang terletak di kecamatan


Karangreja Kabupaten Purbalingga,15 KM dari purbalingga arah Pemalang,kedua
desa tersebut terletak di bawah kaki gunung Slamet berbatasan langsung dengan
kabupaten Pemalang.Suhu yang sejuk dan mendukung sangat cocok untuk budidaya
sayur-sayuran dan buah-buahan yang cocok dengan suhu tersebut seperti buah
Strawbery.
Desa Serang oleh pemerintah Kabupaten purbalingga di cantumkan sebagai
kawasan prima tani dan kawasan wisata agribisnis terutama wisata petik buah
strawbery.Sedankan desa kutabawa terkenal dengan hamaparan tanaman sayuran yang
amat luas di desa ini sudah ada pengsaha yang sudah serius dengan mengelola usaha
sayuran yang sudah ada tawaran kerjama dari negara Taiwan dan Jepang.Di desa ini
juga ada Pasar pusat kulakan sayuran hasil panen mereka.
Masyarakat kedua desa ini sangat giat bekerja dan mereka menggantungkan hidup
dari bercokok tanam atau bekerja mengelola tanaman.Lokasi yang unutk menjangaku
kedua desa ini sangat baik terutama jalur menuju lokasi sudah ada papan petunjuk
jalan dan keadaan jalan yang sudah di aspal hot mix. Toko-toko yang menjual alat-alat
pertanian pun sudah banyak yang menjualnya dan Tersedianya lembaga keauangan
berupa koperasi dan kelompok tani menunjang kesuksesan mereka.
b. Jumlah Responden Menurut Jenis Tanaman yang Di Budidayakan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, data yang didapat dari
kuisioner adalah :
a.
b.
c.
d.
e.

Budidaya Cabai
Budidaya Strawbery
Budidaya Daun Bawang
Budidaya Tomat
Budidaya Sawi dan Bayam

:
:
:
:
:

4 Responden
6 Responden
3 Responden
3 Responden
2 Responden

Kebayakan para petani menanam lebih dari satu jenis tanaman dengan cara
tumpangsari,namun mereka tetap dengan pilihan fokus pada satu jenis sayuran.

Berdasarkan Umur Usaha


a. Kurang dari 20 tahun
: 13 Responden
b. 21-35 tahun
: 3 Responden
c. 36-50 tahun
: 0 Responden
d. Lebih dari 50 tahun
: 0 Responden
Berdasarkan Umur Usaha
a.
Kurang dari Rp. 10.000.000,00
b.
Rp.10.000.000,00 Rp.50.000.000,00
c.
Rp.50.000.000,00 Rp.100.000.000,00
d.
Lebih dari Rp.100.000.000,00

: 15 Responden
: 1 Responden
:
:
12

Berdasarkan niat untuk ekspor


a.
Ya
: 5 Responden
b. Tidak : 10 Responden
Berdasarkan tawaran ekspor
a.
Ada : 4 Responden
b. Tidak : 12 Responden
Kendala Ekspor
a.
Secara informasional : 13 Responden
b.
Secara fungsional
: 14 Responden
c.
Secara pemasaran
: 8 Responden
d.
Secara prosedural
: 16 Responden
e.
Peran pemerintah
: 16 Responden
f.
Perbedaan tugas
: 16 Responden
Perbedaan Lingkungan: 7 Responden
4.2 Pembahasan
Berdasarkan hasil pengujian hipotesa diketahui bahwa terdapat Ada peluang
dan kendala ekspor produk hasil pertanian di desa Serang dan Kutabawa Kecamatan
Karangreja Kabupaten Purbalingga.Peluang unutk ekspor sendiri sudah ada dan ada
perusahaan dari negara yang berkunjung untuk meneliti kuliatas produk dan
perusahaan yang ingin ikut mengembangkan usaha di desa tersebut dengan
demikian secara lokasi kedua tersebut sudah memenuhi standar dari suatu
perusahaan dari luar negeri tersebut,tak hanya itu sudah ada penembangan usaha
agribisnis secara serius dengan standar yang ada.
Jalur ekspor pun terbuka dengan adanya perusahaan luar negeri yang survei
tentang kelayakan produk dari kedua desa tersebut dengan demikian mereka sudah
tahu akan desa tersebut sebagai penghasil sayuran dan kawasan yang cocok untuk
mengembangakn usaha tani.Dari pemerintah sendiri sudah ada penangan terhadap
kedua daerah ini dengan menyertakan desa agribisnis dalam peta wisata dan
menyediaka fasilitas berupa akses jalan dan menyediakan saranana pemasaran.
Kendala-kendala yang di hadapi untuk ekspor keluar negeri salah satunya
adalah masalah SDM para petani di kedua desa tersebut baik dalam teknis budidaya
dan kemampuan manajerial,serta teknis pemasaran yang masih sederhana walau pun
sudah ada yang mengembangakan dan mengelola secara serius dengan manajerial
yang baik.
Pengetahuan tantang tata cara ekspor yang belum banyak yang tahu tentang
ilmu tersebut.Mereka beralasan mereka masih kekurangan untuk suplai permintaan
dalam negeri adn karena mereka belum bisa menggunakan teknis bercocok tanam
yang baik agar menghasilakan produk yang sangat baik dan berkualiatas.
13

Masalah perbedaan lingkungan negara yang akan di tuju untuk ekspor menurut
mereka tak menjadi masalah dengan hasil kuisioner yang hanya beberapa menjadi
maslah.Faktor keadaan politik,sosial,ekonomi,budaya,serta bahasa taka menjadi
masalah yang berarti.
Peran pemerintah dalam mendukung ekspor produk dari desa tersebut asih
kurang mereka menjawab belum ada peran pemerintah yang berarti bagi mereka
dalam mendukung ekspor.Padahal peran dari pemerintah sendiri sangat penting
mulai dari bantuan modal,pemasaran,dan akses ekspor.

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan
Sektor pertanian di indonesia sangat berepeluang untuk di kembangkan dan
unutk menjadi komoditas ekspor,denagn ketentuan kita harus mengatur standarstandar yang ada,yang sesuai dengan aturan internasional.
Peluang untuk ekspor ada bagi produk kedua desa tersebut,namun hendaknya
para petani di desa tersebut lebih mengelola usaha tersebut dengan lebih baik
lagi.Mulai dari sistem produksi,keuangan,dan pemasaran.Peran semua pihak sangat
penting termsuk pemerintah dan pihak swasta yang ingin mengembangkan usaha
tersebut.
Kendala-kendala yang ada harus di pecahkan mulai dari manajemen SDM dan
SDA mereka harus pintar dalam mengatur segala kendala yang ada dan tahu akan
solusi apa yang harus di lakuakan.

5.2

Saran

14

Semua pihak dapat memanfaatkan apa yang ada dalam potensi kedua desa
tersebut.Hasil pertanian yang ada harus di kembangkan baik oleh pemerintah agara
menyediakan sarana dan fasilitas yang ada dan peran dari pihak investor atau swasta
unutk terjun dalam usaha agribisnis ini sangatlah cerah karena hasil pertanian adalah
suatu kebutuhan hajat hidup manusia.Untuk para petani di desa tersebut alangkah
baiknya jika mereka mengembangkan secara teknik yang baik di dukung dengan
pengetahuan manajerial serta teknik pemasaran yang baik maka akan mendukung
ekspor produk tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
http://wikipedia.co.id/ekspor.html
http ://tempoonline.com/peluangeksporsayuran/.html
http ://trobos.com//hambatanekspor/.html

15

Tugas : Bahasa indonesia

PELUANG dan KENDALA EKSPOR PRODUK HASIL PERTANIAN DI DESA


SERANG dan KUTABAWA KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN
PURBALINGGA

16

INDRAWANSYAH PRASETYO
XI MIA 4

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 UNAAHA


(SMA N 1 UNAAHA)

Agustus ,

2014

17