You are on page 1of 9

Kelompok 3:

1)
2)
3)
4)
7.7

Adib Masruhan (40313001)


Eka Diah Ayuningsih (40313009)
Muh. Amrissalam (40313023)
Widi Lestari (40313033)
Penjumlahan dan perkalian dua fungsi

Misalkan f dan g adalah dua buah fungsi Boolean dengan n peubah, maka penjumlahan f + g
didefinisikan sebagai berikut:

( f + g ) ( x 1 + x 2+ + x n )=f ( x1 + x 2+ + x n ) + g ( x 1+ x 2 ++ x n )
Sedangkan perkalian f . g didefinisikan sebagai berikut:

( f . g ) ( x1 + x 2 ++ x n )=f ( x 1+ x 2 ++ x n ) . g ( x1 + x 2+ + x n )
Contoh 7.6
'

'

Misalkan f ( x , y ) =xy + y + x + y

'

maka

h ( x , y )=f + g= xy ' + y + x ' + y '


f +g

bila disederhanakan lebih lanjut menjadi

h ( x , y )=f + g= xy ' + x ' + ( y + y ' )=xy ' + x' +1=xy ' + x '
i ( x , y ) =fg= ( xy ' + y ) ( x ' + y ' )
7.8

Komplemen Fungsi

Bila sebuah fungsi dikomplemenkan, kita memperoleh fungsi komplemen. Fungsi


komplemen berguna pada saat kita melakukan penyederhanaan fungsi Boolean. Fungsi
komplemen dari suatu fungsi f, yaitu f dapat dicari dua cara berikut:
1. Cara pertama : menggunakan hukum De Morgan
Hukum de morgan untuk dua buah peubah, x1 dan x2 adalah
(i)
( x1+x2) = x1x2 dan dualnya : (ii) (x1 . x2) = x1 + x2
hukum de morgan untuk tiga buah peubah, x1, x2, dan x3 adalah
(i)

(x1+ x2+ x3)

= (x1 + y)

misal x2+x3 = y

= x1 y
= x1 (x2 + x3)
= x1 x2 x3
dan dualnya adalah
(ii)

(x1 . x2 . x3)

= x1+ x2+ x3

Hukum De Morgan untuk n buah peubah, = x1, x2, . . . , xn adalah


(i)

(x1+ x2+ . . . + xn) = x1, x2, . . . , xn


dan dualnya : (ii) (x1 . x2 . . xn) = x1+ x2+ . . . + xn

Contoh 7.7
Misal f(x, y, z) = x ( yz + yz), maka
f (x, y, z) = (x (yz + yz))
= x + (y z) (yz)
= x + (y + z) (y + z)
2. Cara Kedua: menggunakan prinsip dualitas.
Tentukan dual dari ekspresi Boolean yang meepresentasikan f, lalu komplemenkan setiap
literal di dalam dual tersebut. Bentuk akhir yang diperoleh menyatakan fungsi komplemen
Contoh 7.8
' '
Misalkan f ( x , y , z )=x ( y z + yz ) , maka dual dari ekspresi Booleannya adalah

x+ ( y ' + z ' ) ( y+ z )
Komplemenkan tiap literalnya menjadi
x ' + ( y +z ) ( y ' +z ' )=f '
'
'
'
'
Jadi, f ( x , y , z ) =x + ( y + z ) ( y + z )

Contoh 7.9

'
'
'
Cari komplemen dari fungsi f ( x , y , z )=x ( y z + y z )

Penyelesaian:
'
'
'
Cara 1: f ( x , y , z )=x ( y z + y z )

'

f ' ( x , y , z ) =( x ( y z ' + y ' z ) )


'

x+ ( y z ' + y ' z )
' '

'

'

x+ ( yz ) ( y z )

x+ ( y ' + z ) ( y + z ' )
Cara 2:

f ( x , y , z )=x ' ( y z ' + y ' z )


Dual dari ekspresi Booleaannya :

x+ ( y ' + z ) ( y + z ' )

'
'
'
Komplemenkan tiap literal dari dual : f ( x , y , z ) =x+ ( y + z ) ( y + z )

7.9

Bentuk kanonik

Ekspresi Boolean yang menspesifikasikan suatu fungsi dapat disajikan dalam dua bentuk
berbeda. Pertama sebagai penjumlahan dari hasil kali dan kedua sebagai perkalian dari hasil
jumlah, misalnya:
'

'

'

'

f ( x , y , z )=x y z + x y z + xyz
Dan
g ( x , y , z )=( x + y + z ) ( x+ y ' + z ) ( x+ y' + z ' )( x' + y + z ' ) ( x ' + y ' + z )
Adalah dua buah fungsi yang sama (dapat dilihat dari table kebenarannya). Fungsi yang
pertama f , muncul dalam bentuk penjumlahan dari hasil kali, sedangkan fungsi yang
kedua g muncul dalam bentuk perkalian dari hasil jumlah. Perhatikan juga bahwa setiap suku
(term) didalam ekspresi mengandung literal yang lengkap dalam peubah x, y, dan z, baik
peubahnya tanpa komplemen maupun dengan komplemen. Ada dua macam bentuk term,
yaitu minterm (hasil kali) dan maxterm (hasil jumlah)

Suku-suku didalam ekspresi Boolean dengan n peubah

x1 , x2 , , , , xn

dikatakan minterm

jika ia muncul dalam bentuk


~
x 1~
x2 . ~
xn
Dan dikatakan maxterm jika ia muncul dalam bentuk:
~
x 1~
+ x 2+ +~
xn
~
x1

Yang dalam hal ini

menyatakan literal

x 1 atau x 1' . Perhatikan bahwa sebuah

minterm atau maxter harus mengandung literal yang lengkap. Sebagai contoh,
x ' y ' z , x y ' z , dan xyz
'

'

'

'

pada fungsi f diatas adalah tiga buah minterm, dan x + y+ z,


'

'

'

'

x + y + z , x + y + z , x + y+ z , dan x + y + z

pada fungsi g diatas adalah empat buah

maxterm, dimana setiap term mengandung literal lengkap dalam peubah x, y, z


Ekspresi Boolean yang dinyatakan sebagai penjumlahan dari satu atau lebih minterm atau
perkalian dari satu ata lebih maxterm disebut dalam bentuk kanonik.
Jadi, ada dua macam bentuk kanonik.
1. Penjumlahan dari hasil kali (sum-of-product atau SOP)
2. Perkalian dari hasil jumlah (product-of-sum atau POS)
Fungsi
f ( x , y , z )=x ' y ' z + x y ' z' + xyz
Dikatakan dalam bentuk SOP dan fungsi
'
'
'
'
'
'
'
g ( x , y , z )=( x + y + z ) ( x+ y + z ) ( x+ y + z )( x + y + z ) ( x + y + z )
Dikatakan dalam bentuk POS. nama lain untuk SOP adalah bentuk normal isjungtif
(disjunctive normal form) dan nama lain POS adalah bentuk normal onjungtif (conjunctive
normal form).
Cara membentuk minterm dan maxterm dari table kebenaran ditunjukkan pada table 7.8
(dua peubah) dan 7.9 (tiga peubah). Untuk minterm, setiap peubah yang bernilai 0 dinyatakan
dalam bentuk komplemen, sedangkan peubah yang bernilai 1 dinyatakan tanpa komplemen.
Sebaliknya, untuk maxterm, setiap peubah yang bernilai 0 dinyatakan tanpa komplemen,
sedangkan peubah yang bernilai 1dinyatakan dalam bentuk komplemen.
Kadang-kadang minterm dilambangkan sebagai huruf m kecil berindeks. Indeks
menyatakan nilai decimal dari string biner yang mempresentasikan term misalnya pada term
dengan 2 peubah x dan y, indeks 0 pada

m0

menyatakan nilai decimal dari 00(x=0 dan

y=0), indeks 1 pada

m1

menyatakan nilai decimal dari 01 (x=0 dan y=1), dan seterusnya.


m6

Jadi, untuk minterm dari 3 peubah (x , y dan z), jika ditulis


xyz '

maka ini berarti minterm

karena 6 (decimal) = 110 (biner), disini x = 1, y = 1 dan z = 0. Peubah x dan y

dinyatakan tanpa komplemen sedangkan peubah z dinyatakan dengan komplemen karena


xyz '

bernilai 0, sehingga ditulis

Maxterm dilambangkan sebagai huruf M besar berindeks. Indeks menyatakan nilai


decimal dari string biner yang mempresentasikan x + y. misalnya pada term dengan 2 peubah
M0

x dan y, indeks 0 pada


M1

pada

menyatakan nilai decimal dari 00 (x = 0 dan y = 0), indeks 1

menyatakan nilai decimal dari 01 (x = 0 dan y = 1) dan seterusnya. Jadi, untuk

maxterm dari 3 peubah (x, y dan z), jika ditulis


x'+ y' + z

M6

, maka ini berarti maxterm

karena 6 desimal = 110 (biner), disini x = 1, y =1 dan z = 0. Peubah x dan y

dinyatakan dengan komplemen sedangakan peubah z dinyatakan tanpa komplemen karena


bernilai 0, sehingga ditulis

x'+ y' + z
Table 7.8

x
0
0
1
1

y
0
1
0
1

Suku
' '
x y

Minterm
Lambang
m0

'

x y
xy

'

xy

Maxterm
Suku
x+ y

lambang
M0

m1

x+ y

'

M1

m2

x +y

M2

m3

x +y

'
'

'

M3

Table 7.9
Minterm
x

Suku

Lambang

Maxterm
Suku

Lambang

0
0
0
0
1
1
1
1

0
0
1
1
0
0
1
1

0
1
0
1
0
1
0
1

x' y' z'

m0

x' y' z

m1

x' y z'

m2

x' y z

m3

x y' z'

m4

x y' z

m5

x y z'

m6

x y z

x+ y + z
x+ y+ z'
'

x+ y +z
'

x+ y + z

M3

x + y+z
x + y+z
'

'

'

'

M4

'

M5

x + y +z
x + y +z

m7

M1
M2

'

'
'

M0

'

M6
M7

Diberikan sebuah table kebenaran, kita dapat membentuk fungsi Boolean dalam bentuk
kanonik (SOP dan POS) dari tersebut dengan cara mengambil minterm dan maxterm dari
setiap nilai fungsi yang bernilai 1 (untuk SOP) atau 0 (untuk POS).
Untuk membentuk fungsi dalam bentuk SOP, tinjau kombinasi nilai-nilai peubah yang
memberikan nilai fungsi sama dengan 1, misalkan kombinasi nilai-nilai peubah yang
memberikan nilai fungsi sama dengan 1 adalah 001, 100, dan 111, maka bentuk SOP fungsi
tersebut adalah
f ( x , y , z )=x ' y ' z + x y ' z' + xyz
Untuk membentuk fungsi dalam bentuk POS, tinjau kombinasi nilai-nilai peubah yang
memberikan nilai fungsi sama dengan 0, misalkan kombinasi nilai-nilai peubah yang
memberikan nilai fungsi sama dengan 0 adalah 000, 010, 101, dan 111, maka POS fungsi
tersebut adalah
f ( x , y , z )=( x+ y+ z ) ( x + y ' + z ) ( x + y ' + z' ) ( x ' + y+ z' ) ( x ' + y ' + z )
Contoh 7.10
Tinjau fungsi Boolean yang dinyatakan oleh Tabel 7.10 di bawah ini. Nyatakan fungsi
tersebut dalam bentuk kanonik SOP dan POS.
Tabel 7.10
x
0
0
0
0
1

y
0
0
1
1
0

z
0
1
0
1
0

f (x, y, z)
0
1
0
0
1

1
1
1

0
1
1

1
0
1

0
0
1

Penyelesaian :
(a) SOP
Kombinasi nilai-nilai peubah yang menghasilkan nilai fungsi sama dengan I adalah
001, 100, dan 111, maka fungsi Booleannya dalam bentuk kanonik SOP adalah
f ( x, y, z) = xyz + xyz
atau (dengan menggunakan lambang minterm),
f ( x, y, z) = m + m + m = (1, 4,7)
1

(b) POS
Kombinasi nilai-nilai peubah yang menghasilkan nilai fungsi sama dengan 0 adalah
000, 010, 011, 101, dan 110, maka fungsi Booleannya dalam bentuk kanonik POS
adalah
f (x, y, z) = ( x + y + z) (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z)
atau dalam bentuk lain,
0, 2,3, 5,6
()
f (x, y, z) = M0 M2 M3 M5 M6 =

Catatan:
notasi dan bergunauntuk mempersingkat penulisan ekspresidalam
bentuk SOP dan POS
fungsi Boolean yang tidak dalam bentuk kanonik dapat dinyatakan dalam bentuk kanonik
dengan cara melengkapi literal yang belum terdapat didalam setiap sukunya. Hal ini
ditunjukkan pada Contoh 7.11 dan 7.12 berikut ini.
Contoh 7.11
Nyatakan fungsi Boolean f ( x, y, z) = x + yz dalam bentuk kanonik SOP dan POS
Penyelesaian :
(a) SOP
kita harus melengkapi terlebih dahulu literal untuk setiap suku agar jumlahnya sama.
x = x ( y + y)
= xy + xy
= xy ( z + z) + xy (z + z)
= xyz + xyz + xyz + xyz

yz = yz (x + x)
= xyz + xyz
Jadi f (x, y, z) = x + yz
= xyz + xyz + xyz + xyz + xyz + x y z
atau f (x, y, z) = m1 + m4 + m5 + m6 + m7 =

(1, 4,5,6,7)

(b) POS
f (x, y, z) = x + yz
= (x + y) (x + z)
Kita harus melengkapi terlebih dahulu literal untuk setiap suku agar jumlahnya sama.
x + y = x + y + zz
= (x + y + z) (x + y + z)
x + z = x + z + yy
= (x + y + z) (x + y + z)
Jadi, f (x, y, z) = (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z)
= (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z)
atau f (x, y, z) = M0 M2 M3 =

(0, 2,3)

Contoh 7.12
Nyatakan fungsi Boolean f (x, y, z) = xy + xz dalam bentuk kanonik POS
Penyelesaian:
f (x, y, z) = xy + xz
= (xy + x) ( xy + z)
= (x + x) ( y + x) ( x + z) ( y + z)
= (x + y) (x + z) (y + z)

Lengkapi literal untuk setiap suku agar jumlahnya sama :


x + y = x + y + zz = (x + y + z) (x + y + z)
x + z = x + z + yy = (x + y + z) (x + y + z)
y + z = y + z + xx = (x + y + z) (x + y + z)
Jadi, f (x, y, z) = (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z) (x + y + z)
atau f (x, y, z) = M0 M2 M4 M5 =

(0, 2,4,5)