You are on page 1of 3

Buku merupakan perwujudan segala macam ilmu pengetahuan yang

tampak dan bisa dipelajari oleh siapapun. Dengan pernyataan itu, sudah
dapat disimpulkan bahwa sangatlah penting bagi kita semua untuk
membacanya. Karena dengan membaca kita dapat mengetahui ilmu yang
ada di buku tersebut. Bahkan, wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada
nabi Muhammad adalah kata Iqra, yang artinya Bacalah!.
Jika ditanya, Apa sih, manfaat kita membaca? Tentunya sangat
banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dari membaca sebuah tulisan.
Dalam pemahaman yang sangat simple, seperti kita membaca sebuah
famlet yang biasa disebar di jalanan. Dengan membaca famlet tersebut, kita
dapat mengetahui apa isi dari famlet tersebut. Berarti dapat disimpulkan
bahwa kita tak akan pernah tahu apa isi famlet tersebut tanpa membacanya.
Begitupun dengan buku, kita tak akan pernah tahu apa isi dari buku tersebut
tanpa kita membacanya.
Dengan pemahaman yang lebih luas, membaca punya manfaatmanfaat yang lebih luas pula, antara lain mulai dari memperluas wawasan,
meningkatkan konsentrasi, memperbanyak sumber inspirasi, dan lain-lain.
Dan semua itu sangat penting bagi kita agar kita bisa mengikuti zaman
globalisasi ini tanpa harus hanyut didalamnya. Bahkan kita bisa menjadi
sopir dari zaman globalisasi ini dengan membaca dengan menciptakan
sesuatu yang sang sangat dibutuhkan semua orang yang ada di dunia ini.
Memang tak bisa dipungkiri lagi, sangat sulit bagi kita untuk
membiasakan diri untuk membaca dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi
di zaman yang modern ini. Orang-orang lebih suka bermain dengan
smartphone-nya dari pada dengan buku. Lebih suka meng-update apa yang
sedang dia alami di jejaring sosial daripada meng-upgrade pengetahuan
yang ia miliki.
Sebenarnya ada faktor yang membuat seseorang malas untuk
membaca, yaitu kita sebagai manusia tak cukup punya rasa penasaran

dengan apa yang ada pada sebuah buku tersebut, tak punya rasa ingin tahu
yang lebih tentang hal-hal baru yang ada pada buku tersebut. Coba saja
ketika kita ingin tahu apa sebenarnya yang ada didalam sebuah buku, kita
pasti akan membacanya. Kita ambil contoh pada sebuah famlet yang telah
saya paparkan sebelumnya. Jika kita tak punya rasa penasaran dengan isi
yang ada di famlet tersebut, kita tak akan pernah menghampiri dan
membacanya. Begitupun juga dengan buku, kita tak akan pernah punya rasa
ingin membacanya jika kita tak punya rasa penasaran dengan apa yang ada
didalam buku tersebut.
Tapi perlu kita ketahui juga, tak semudah itu kita bisa menciptakan
rasa penasaran didalam diri kita. Kita harus membuat suatu umpan yang
bisa kita gunakan untuk memancing rasa penasaran yang ada pada diri kita.
Kita harus memikirkan hal-hal baru yang belum kita ketahui. Mungkin kita
bisa memanfaatkan kekurangan yang kita miliki sebagai umpan. Sebagai
contoh, seumpama kita mempunyai rambut yang sering rontok. Dengan kita
memikirkan

sering

rontoknya

rambut

kita,

kita

akan

tertarik

untuk

mengetahui bagaimana caranya agar rambut kita tidak rontok lagi. Dan
akhirnya kita punya rasa penasaran dan membaca tentang bagaimana
caranya agar rambut kita tidak rontok lagi. Kita juga bisa menjadikan bendabenda di sekitar kita sebagai umpan rasa penasaran kita. Sebagai contoh,
buah mangga. Apa sih, manfaat dari buah mangga itu? Apa kebaikan buah
mangga bagi tubuh kita? Dengan pertanyaan-pertanyaan itu, kita bisa
membuat rasa penasaran itu muncul dan membuat kita tertarik untuk
membaca tentang apa manfaat dari buah mangga.
Dengan hal-hal kecil tersebut kita bisa mulai bisa membiasakan diri
untuk menciptakan rasa penasaran yang menuntun kita untuk mengetahui
suatu hal yang baru. Hingga lambat laun kita akan mengetahui seberapa
pentingnya kegiatan membaca bagi diri kita. Kita akan tahu banyaknya
manfaat membaca bagi diri kita sehingga kita bisa membentuk kepribadian

yang imaginatif dan siap untuk menciptakan hal-hal yang baru yang akan
diingat oleh siapapun dimasa mendatang.
Untuk itu mulailah pagimu nanti dengan kegiatan membaca. Dengan
begitu kita akan menjadi manusia yang akan mengubah bangsa ini menjadi
bangsa yang kebih kritis dan siap berjalan di zaman yang serba teknologi ini.
Tapi bukan sebagai penumpang yang selalu mengikuti pergerakan zaman ini,
tetapi sebagai sopir yang akan menentukan arah dari zaman ini.