Вы находитесь на странице: 1из 3

Jurusan Teknik Mesin, Politeknik SAKTI Surabaya

PELOKASIAN ( LOCATING )
Salah 1 tuntutan JF adalah u/. dapat mengerjakan BK secara tepat dan berulang-ulang

Semudah mungkin
Menjamin posisi kedudukan
Secara umum
Pelokasian adl. Aspek dimensi & peletakan BK
yang berkaitan
alat potong pada mesin & BK
Ada kerancuan antara

Pelokasian

dan

Hasil riset di USA


80% dari semua aspek
pekerjaan perancangan JF
Penumpu (supporting)
Satu komponen u/. mendukung /
menumpu BK

Kesatuan fungsi peletakan BK

Ada faktor-faktor yang mempengaruhi pelokasian adalah :


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Bentuk geometri BK
Hubungan antar dimensi BK
Dimensi dan toleransi BK
Kekasaran permukaan BK
Bahan dan Sifat BK
Jenis pekerjaan
Jumlah BK yang diproses sekali cekam

Contoh kasus : bagaimana pembuatan lubang naf pada BK bakal RG


Tuntutannya adalah sumbu lubang naf tegak lurus terhadap sirkularnya.

ATURAN DASAR PELOKASIAN

Peletakan Locator

bk

Panduan Kuliah Jig and Fixture

Peletakan BK pd daerah yang sudah dimachining


Peletakan locator sejauh mungkin

bk

bk

24

Jurusan Teknik Mesin, Politeknik SAKTI Surabaya

Toleransi BK
o Sebuah lubang dengan toleransi 0,1 akan digunakan sebagai pelokasian BK
maka ukuran lokatornya harus memiliki toleransi antara 0,2 s/d 0,5.
o Pertimbangan lain adalah perbedaan deviasiukuran umum BK
Ukuran minimum
31, 496 mm
Ukuran lokator
32, 246 mm

Ukuran maksimum
32, 246 mm

Ukuran desain
32 0,1 mm

Ukuran lokator menyesuaikan


ukuran maksimum BK

Pencegahan terbalik ( fool proofing)


Lokator

BK

Lokator

BK
Pena penjamin

Pemasangan benar

Pena penjamin
Pemasangan salah

part

Duplikasi locator

Duplikasi permukaan Lokator

Panduan Kuliah Jig and Fixture

Permukaan Referensi

25

Jurusan Teknik Mesin, Politeknik SAKTI Surabaya

TUNTUTAN PADA PELOKASIAN


1. Pemilihan bentuk & jenis lokator harus menjamin peletakan BK yang mudah, cepat
& jelas baik relativ terhadap alat potong maupun mesin / elemen BK
2. Pencapaian posisi BK harus dapat dengan mudah dilakukan meskipun secara
berulang-ulang
3. Posisi tidak berubah akibat pencekaman & / saat proses berlangsung
4. Lokator u/. BK yang besar & memiliki sifat mudah berubah (coran) harus dapat
disetel
5. Lkator yang dapat diatur harus ringan & mudah.
JENIS LOKATOR

1. Lokator sangkar (locator nest)


Ideal bentuknya = BK

muncul ide

Bid. Kontak harus dimachining

nesting
Toleransi yang kecil

Kesulitan pengerjaan l o k a t o r
Lokator kantung ( pocket nest)
Lokator sangkar sebagian ( partial cavity nest)
Lokator kantung sebagian (partial pocket nest)

2. Lokator pena (Locating Pin)


o Paling sederhana & banyak digunakan
o Memanfaatkan bentuk lubang, alur / bentukan dalam lain yang
kecil namun cukup presisi
o Salah satu penggunaan u/. BK tabung
3. Lokator Prisma ( Ve Block )
o BK silindris
o Keuntungan
: murah, solid & kuat
0
0
0
o 60 , 90 , 120
Pemilihan ukuran sudut memperhatikan ukuran
4. Centralizer & Lokator Konus
Centralizer atau pemusat adalah metoda lanjut pelokasian.

Pelokasian menempatkan 1 permukaan pada suatu posisi


Centralizer menempatkan 2 permukaan pada suatu posisi yang

o
o
tepat

Menempatkan pusat sumbu benda tepat pada sumbu lokator . Penggunaan


centralizer sangat penting pada BK yang memiliki sumbu putar (misalnya
pembubutan) untuk menghindari ketidak seimbangan.
Dari bentuknya centralizer dibagi 3 kategori :
a. Angular block
b. Linkage controlled multiple centralizer
c. Kolet.

Panduan Kuliah Jig and Fixture

26