You are on page 1of 3

Apakah Indonesia Layak Anak?

Alfan Thoriq
SMAN 1 Pemali
Indonesia kembali digemparkan dengan sebuah kasus yang menyayat hati. Kasus yang terjadi ini
bukanlah hal baru, mungkin ini adalah kasus yang kesekian kalinya terjadi. Ya, tentunya kasus kekerasan
seksual yang telah menimpa teman kita. Beritanya pun merembak ke seantero penjuru negeri. Ini
bukanlah suatu dongeng yang dimainkan namun inilah realita yang terjadi di negeri ini. Anak yang
seharusnya dipersiapkan menjadi tulang punggung bangsa Indonesia,malah telah mencoreng kedikdayaan
negeri ini. Apa yang terjadi sungguh menyayat hati. Lalu dimanakah suatu perlindungan terhadap anak?
Yang seharusnya wajib dirasakan oleh setiap anak. Perlindungan anak yang sekiranya adalah segala
kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan pemenuhan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh,
berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta
mendapat perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Seharusnya perlindungan terhadap anak
ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak. Namun kita tidak bisa menutup mata, mungkin akan
berdatangan lebih banyak lagi korban-korban yang bakal terjadi.
Upaya perlindungan tentunya sudah dilakukan bagi setiap komponen, terlebih dari
pemerintah.Pemerintah sedianya telah menerbitkan UU. No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak
yang sekiranya bisa menjadi tameng bagi anak untuk terhindar dari para predator-predator anak. Hingga
hari ini UU Perlindungan Anak dirasakan hanya sebagai sebuah formalitas semata. Para pelaku kekerasan
terhadap anak tidaklah takut dengan peraturan yang ada. Tentunya ini mengindikasikan terjadinya suatu
penyimpangan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Penyelenggaraan perlindungan anak
berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak meliputi :
a. Non diskriminasi;
b. Kepentingan yang terbaik bagi anak;
c. Hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan
d. Penghargaan terhadap pendapat anak.
Nah secara teori tentunya kita sudah mengetahui peraturan yang ada, namun proses
pelaksanaannya masihlah minim, masih banyak kita dengar dan lihat anak-anak menjadi korban
kekerasan entah itu dilakukan oleh orang dewasa ataupun antara anak dengan anak. Mengapa kita perlu
melakukan perlindungan terhadap anak? Karena Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh,
berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta
mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Negara dan pemerintah juga harus menjamin
perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak dan kewajiban orang tua,
wali, atau orang lain yang secara hokum bertanggung jawab terhadap anak.
Semua sudah jelas diatur dalam sistem perundang-undangan. Apakah kita akan membiarkan lebih
banyak lagi terjadi kasus kekerasan terhadap anak? Itu menjadi sebuah pertanyaan besar bagi kita. Kita
sebagai anak merasa miris melihat teman-teman kita menjadi korban ataupun pelaku kekerasan. Mereka
sekiranya juga merupakan aset penting bagi Negara karena mereka juga adalah calon generasi penerus

bangsa. Namun jika ini terus dibiarkan mau dibawa kemana bangsa kita ini, jika kasus-kasus seperti ini
terus terjadi. Maka dari itu harus adanya komitmen bersama antar elemen yang terkait, seperti
pemerintah, masyarakat serta anak itu sendiri.Pemahaman dan penanaman nilai karakter dirasa menjadi
salah satu cara yang ampuh untuk membekali diri. Masyarakat juga harus menerapkan fungsinya sebagai
bagian yang bisa menuntun atau memberikan pengawasan terhadap kehidupan anak itu sendiri. Dan
pemerintah harus lebih tegas perihal menjalankan konsep perlindungan anak. Pemerintah harus
menjadikan perlindungan terhadap anak sebagai suatu keharusan yang harus diutamakan. Kita tidak boleh
hanya berdiam diri, sudah saatnya kita perduli dengan negeri ini, jangan sampai negeri ini takut dengan
musuh yang nyata ada didepan kita yaitu predator anak. Jika ini terus dibiarkan terjadi, suatu pertanyaan
besar menanti, Apakah Indonesia Layak Anak? Tentunya ini menjadi PR kita bersama untuk menuntaskan
masalah-masalah yang terjadi. Karena anak adalah pemegang kunci bangsa ini dimasa depan.

Data Pribadi
Nama : Alfan Thoriq
TTL : Pangkal Pinang., 07 Desember 1998.
Jenis Kelamin : Laki-Laki..
Agama : Islam.
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Pelajar, Kelas XI MIA 1, SMA Negeri 1 Pemali.
Cita-Cita : Chemical Engineer, Ahli KIMIA
Alamat : Asrama Pusdiklat Kelas Unggulan PT.TIMAH Tbk, Pemali, Kab.Bangka, Prov.Bangka Belitung.
Telepon : 081995200164
Email : alfant7@gmail.com