You are on page 1of 9

ARTIKEL

KIMIA ORGANIK LINGKUNGAN 1

NAMA

: WIDYA SULISTIAWATI

NIM

: 1610815220025

DOSEN : Dr. NOPI STIYATI PRIHATIN S.Si, M.T.

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK LINGKUNGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

KIMIA ORGANIK LINGKUNGAN

1. Sejarah
Kimia organik adalah cabang ilmu kimia terbesar yang ada. Hal ini
disebabkan keunikan cabang ilmu ini. Senyawa organik adalah senyawa yang
berbasis kimia karbon. Karbon adalah unsur kimia yang unik dalam
keanekaragaman maupun strukturnya yang dapat dihasilkan dari koneksi tiga
dimensi atom-atomnya.
Senyawa karbon mudah kita jumpai, baik yang bersumber dari hewan,
tumbuhan, maupun minyak bumi dan batu bara. Tumbuhan dan hewan adalah
mesin pembuat senyawa karbon. Mengapa ? Senyawa karbon juga disebut
dengan senyawa organik, karena semula dianggap hanya dapat disintesa oleh
tubuh organisme hidup. misalnya karbohidrat, lemak,protein, urea. Pendapat ini
sudah tidak tepat karena sudah banyak senyawa karbon organik yang dapat
disintesa di laboratorium dan industri.
Dalam ilmu kimia dikenal dengan senyawa Organik dan Anorganik,
selain itu dalam pemisahan sampah pun sering kali kita menemukan label
senyawa organik dan anorganik di tong sampah nya, namun apa sebenarnya
definisi dari kedua senyawa tersebut?. Senyawa Organik adalah senyawa yang
berasal dari mahluk hidup. mengapa demikian? karena hal ini berawal dari
asumsi orang-orang zaman dahulu yang beranggapan bahwa golongan zat-zat
seperti Alkohol, urea dan lain sebagainya itu hanya ditemui dalam mahluk
hidup. sehingga namanya pun digolongkan sebagai senyawa Organik. Namun
seiring berkembangnya zaman, pemahaman demikian juga ternyata bisa
diruntuhkan oleh penemuan Spektakuler dari Wohler yang berhasil mensintesa
urea dari ammonium sianat (senyawa Anorganik) yang awalnya mereka berfikir
bahwa urea hanya dapat diproduksi dari ginjal. sehingga runtuhlah paham
Vitalisme ini., yang kemudian para ilmuwan berbondong-bondong mulai
melakukan percobaan-percobaan untuk mensistesis senyawa-senyawa yang

dapat bermanfaat bagi manusia. seperti Alkohol, asam cuka, dan lain
sebagainya.
Sedangkan Senyawa anorganik dapat didefinisikan sebagai senyawa
yang berasal dari material alam seperti Karbon dioksida, FeCl3, kalsium
karbonat, natrium karbonat dll. Senyawa organik terlibat dalam tiap segi
kehidupan, dan banyak manfaatnya dalam kehidupan manusia sehari-hari. Ada
diantaranya yang berwujud bahan makanan, bahan sandang, obat-obatan,
kosmetik, dan berbagai jenis plastik. Bahkan dalam tubuhpun banyak terdapat
sejumlah senyawa organik dengan fungsi yang beragam pula. Senyawa organik
hanya mewakili satu jenis senyawa kimia, yaitu yang mengandung satu atom
karbon atau lebih. Kimia organik barangkali lebih baik didefinisikan sebagai
kimia senyawa yang mengandung karbon. Saat ini jutaan senyawa organik telah
ditentukan cirinya, dan setiap tahun puluhan ribu zat baru ditambahkan ke dalam
daftar ini, baik sebagai hasil penemuan di alam, ataupun sebagai hasil pembuatan
di laboratorium (Estevanus, 2007).
2. Unsur unsur
Dalam senyawa organik unsur sering terjadi bersama dengan karbon dan
hidrogen adalah oksigen, nitrogen, sulfur, klor, brom, dan iodin. Deteksi unsur
ini tergantung pada mereka untuk mengkonversi larut dalam air senyawa ionik
dam penerapan tes khusus. Deteksi berbagai unsur hadir dalam senyawa organik
yang disebut analisis kualitatif. Karbon dan hidrogen yang hadir di hampir
semua senyawa organik. Unsur lainnya biasanya hadir dalam senyawa organik
adalah oksigen, nitrogen, halogen, silfur, dan kadang-kadang fosfor.
Unsur-unsur senyawa organik juga meliputi senyawa senyawa mayor
diantaranya :
1. Karbon
2. Hidrogen
3. Oksigen
Selain unsur-unsur mayor, didalam senyawa organic juga terdapat unsurunsur minor diantaranya.
1. Nitrogen
2. Fosfor
3. Sulfur
(Syafila, 2012)

3.

Sifat sifat
Adapun sifat senyawa organik yaitu, biasanya bersifat dapat dibakar, secara
umum mempunyai titik leleh dan titik didih yang lebih rendah, kurang bisa
terlarut dalam air, beberapa senyawanya dapat mempunyai satu bentuk formula
yaitu isomer, biasanya senyawa organic biasanya merupakan reaksi molecular
bukan reaksi ion atau reaksinya berjalan lambat, berat molekunya bisa sangat
tinggi, kebanyakan senyawa organic merupakan sumber makanan bagi bakteri

4.

(Syafila, 2012).
Sumber sumber
Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik
kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa
humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi
dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada
didalamnya (Madjid, 2008).
Semua bahan organik mengandung karbon (C) berkombinasi dengan
satu atau lebih elemen lainnya. Bahan organik berasal dari tiga sumber utama
yaitu (Effendi, 2007)
a. Alam, misalnya minyak nabati dan hewani, lemak hewani, alkaloid,
selulosa, kanji, gula dan sebagainya.
b. Sintesis, yang meliputi semua bahan organik yang diproses oleh manusia.
c. Fermentasi, misalnya alkohol, aseton, gliserol, antibiotika, dan asam; yang
semuanya diperoleh melalui aktivitas mikroorganisme.
5. Atom karbon
Banyaknya jenis dan jumlah senyawa karbon tidak terlepas dari sifat
khas atom karbon yang dapat membentuk senyawa dengan berbagai unsur
dengan struktur yang bervariasi. Beberapa kekhasan atom karbon tersebut
antara lain:
a. .Kekhasan atom karbon yang pertama adalah atom karbon mempunyai
nomor atom 6, dengan empat elektron valensi. Keempat elektron

valensi membentuk pasangan elektron bersama dengan atom lain


membentuk ikatan kovalen.
b. Kekhasan atom karbon yang kedua adalah dengan keempat tangan
ikatan tangan itu, atom karbon dapat membentuk rantai atom karbon
dengan berbagai bentuk dan kemungkinan. Setiap kemungkinan
menghasilkan satu jenis senyawa. Semakin banyak kemungkinan,
semakin banyak jenis senyawa yang bisa dibentuk oleh atom karbon.
(Sudarmo, 2013).
6.

Isomer
Isomer adalah molekul yang mempunyai rumus kimia yang sama,
namun mempunyai struktur yang berbeda. Isomer mempunyai jumlah atom
yang sama untuk masing masing unsur, tetapi mempunyai perbedaan susunan
penempatan atom-atomnya. Isomer belum tentu mempunyai sifatsifat yang
sama, kecuali mempunyai gugus fungsi yang sama.(Riswayanto, 2006)
7. Senyawa alifatik
Senyawa alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka
dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya,
senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak
jenuh
Senyawa alfatik terdiri dari senyawa alifatik jenuh dan senyawa
alifatik tak jenuh. Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C
nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana.
Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat
ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan
alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. .(Riswayanto, 2006)
8. Senyawa aromatik
Senyawa aromatik terdiri dari kelas hidrokarbon yang mencakup
enam anggota dan memiliki cincin karbon tak jenuh di mana elektron valensi
ikatan pi terdelokalisasi atau terkonjugasi. Senyawa ini bersifat stabil dan
melimpah baik dalam bentuk alami maupun sintetisnya. Nama aromatik diambil
berdasarkan pada aroma kuat yang dihasilkannya. Senyawa aromatik paling
sederhana adalah benzena (C6H6), senyawa bersifat karsinogen yang mudah
terbakar, namun merupakan bahan kimia industri penting. .(Riswayanto, 2006)

9. Senyawa heterosiklik
Senyawa heterosiklik atau heterolingkar adalah sejenis senyawa
kimia yang mempunyai struktur cincin yang mengandung atom selain karbon,
seperti belerang, oksigen, ataupun nitrogen yang merupakan bagian dari cincin
tersebut. Senyawa-senyawa heterosiklik dapat berupa cincin aromatik sederhana
ataupun cincin nonaromatik. Beberapa contohnya adalah piridina (C5H5N),
pirimidina (C4H4N2) dan dioksana (C4H8O2).
Ada dua macam heterosiklik yaitu,cincin dengan 6 atom dan cincin 5 atom..
a. Cincin dengan 6 atom contohnya piridin yaitu mengandung N, termasuk
dalam basa lemah, jika ditambahkan
Cincin dengan 5 atom contohnya pirrole dan pirolidin yang mengandung N.
Pirole terkandung di dalam nikotn, hemoglobin. .(Riswayanto, 2006)
10. Zat pewarna
Zat pewarna secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu
benda berwarna yang memiliki afinitas kimia terhadap benda yang diwarnainya.
Bahan pewarna pada umumnya memiliki bentuk cair dan larut di air. Pada
berbagai situasi, proses pewarnaan menggunakan mordant untuk meningkatkan
kemampuan menempel bahan pewarna. (Syah et al, 2005)
11. Bahan Makanan
Bahan merupakan sumber energ bagi makhluk hidup, meliputi :
a. Karbohidrat
Secara biokimia, karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau
polihidroksil-keton, atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa
ini bila dihidrolisis. Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil
(sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. Karbohidrat
memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama sebagai
bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada
tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya
selulosa pada tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Pada proses
fotosintesis, tetumbuhan hijau mengubah karbon dioksida menjadi
karbohidrat. (Saparinto, 2006)
b.

Lemak, minyak, dan lilin

Lemak, minyak dan lilin merupakan ester ester gliserol yang


terdapat alamiah di muka bumi ini. Dalam hewan mamalia, lemak
diperuntukkan sebagai cadangan sumber energi kimia. Jika lemak
mengalami oksidasi menjadi karbon dioksida dan air akan dibebaskan
energi lebih dari dua kali yang dibebaskan oleh karbohidrat atau protein
per gramnya. Lilin digunakan sebagai lapisan pelindung pada kulit dan
bulu bagi binatang dan pada daun bagi tumbuh tumbuhan. (Saparinto,
2006)
c.

Protein
Protein

merupakan salah satu dari biomolekul raksasa, selain

polisakarida, lipid, dan polinukleotida, yang merupakan penyusun utama


makhluk hidup. Selain itu, protein merupakan salah satu molekul yang
paling banyak diteliti dalam biokimia. Molekul protein mengandung
karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor.
Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk
hidup dan virus. (Saparinto, 2006)
d.

Asam asam amino


Asam-asam amino dapat disintesa oleh tumbuhan dan bakteri
menghasilkan protein, bersifat basa dan asam, mempunyai 1 amin dan 1
karboksil. Ada 27 asam amino. (Syafila, 2012)

12.

Deterjen
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk
membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi.
Dibanding dengan sabun, detergen mempunyai keunggulan antara lain
mempunyai daya cuci yang lebih baik serta tidak terpengaruh
oleh kesadahan air. Surfaktan (surface active agent) merupakan bahan utama
deterjen. .(Riswayanto, 2006)

13.

Pestisida

Pestisida adalah substansi (zat) kimia yang digunakan


untuk

membunuh

atau

mengendalikan

berbagai

hama.

Pestisida mempunyai sifat-sifat fisik, kimia dan daya kerja


yang

berbeda-beda,

karena

itu

dikenal

banyak

macam

pestisida. Pestisida dapat digolongkan menurut berbagai cara


tergantung pada kepentingannya, antara lain: berdasarkan
jasad sasaran yang akan dikendalikan, berdasarkan cara kerja,
berdasarkan

struktur

kimianya,

berdasarkan

bentuknya

dan

asal

dan

pengaruh

sifat

kimia,

fisiologisnya.

(Riswayanto, 2006)

DAFTAR PUSTAKA

Estevanus K. H. dan Satria Bijaksana. 2007. Identifikasi Mineral Magnetik pada Lindi
(Leachate). Jurnal Geofisika Vol.2 No.1
Syafila, Mindriany. 2012. TL 2015 Kimia Lingkungan I. Penerbit ITB, Bandung
Madjid, Abdul, 2008, Bahan Organik Tanah (online), (www.unsri.ac.id), diakses 30
Desember 2016 , Pukul 11.28 WITA, Banjarbaru.

Effendi, Hefni, 2007, Telaah Kualitas Air, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.


Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika
dan Ilmu Alam. Penerbit Erlangga, Jakarta
Syah et al. 2005. Manfaat dan Bahaya Bahan Tambahan Pangan. Bogor: Himpunan
Alumni Fakultas Teknologi Pertanian IPB
Saparinto, Cahya dan Hidayati, Diana.2006. Bahan Tambahan Pangan. Penerbit Kanisius,
Yogyakarta
S, Riswayanto. 2006.Kimia Organik. Penerbit Erlangga Jakarta.