Вы находитесь на странице: 1из 12

Nama : Nadya Dwi Astanti 1400790

Decyana Wahyudin 1401721


Mutmaina Bauw 1404471
Pinka Alisa Diena Shafa 1404352
Kelas : Biologi C 2014
BAB VII SISTEM ENDOKRIN
Aktivitas berbagai sel dan organ didalam tubuh diatur oleh system pengontrol yaitu
sistem endokrin dan sistem syaraf. Sistem endokrin mengontrol dengan cara mengekresikan
hormon yaitu suatu zat kimia dalam jumlah kecil di dalam darah. Melalui sirkulasi darah
hormon dapat mencapai ke sel-sel target. Pada sel target memiliki reseptor yang dapat
mengikat jenis hormon khusus yang sesuai. Sistem syaraf sangat mempengaruhi kerja sel dan
organ melalui implus syaraf yang menjalar sepanjang serabut syaraf Kerja hormon lebih
lambat dibandingkan kerja syaraf. Fungsi hormon yaitu, mengontrol posisi cairan tubuh ],
reproduksi, pertumbuhan, perkembangan, dan metabolisme. Selain itu hormon berperan
sebagai pertahanan tubuh misalnya kelaparan, kehausan , stress, infeksi, dan peradangan.
7.1 KELENJAR ENDOKRIN
Kelenjar endokrin merupakan suatu kelenjar yang tidak memiliki saluran, mengekresikan
suatu zat kimia (hormon) ke dalam cairan interestrial di sekeliling sel kelenjar , nantinya
hormon masuk ke dalam pembuluh darah untuk mencapai tujuan sel target yang jauh.
Nama kelenjar
Hypophyse
Thyroid
Adrenal

Jumlah
1
1
2

Asal lapisan germ


Endoderm
Endoderm

-Cortex

Mesoderm

-Medulla
Pankreas (pulau-pulau Langerhans)
Parathyroid
Gonad (Pria testis, Wanita ovarium)
Glandulla pineal
Plasenta

Ectoderm
Endoderm
Endoderm
Mesoderm
Ectoderm
Chorn

1
4
2
1

Endokrin endodermal mensekresikan hormon secara kimiawi termasuk ke polipeptida

atau protein.
Endokrin ectodermal mensekresikan hormon amine
Endokrin mesodermal mensekersikan stredoid hormon.

Hormon amie berasal dari asam amino tyrosin, contohnya Catecholamine dan tyroxin.
Sedangkan hoormon Melatonin berasal dari asam amino trytophan. Kemudian
hormon polipeptida dan protein terdiri dri protein rantai pendek yaitu paratyroid,
calcitonin, hormon hypophyse anterior, horon hypotalamus, hormon regulator dan
hormon insulin dan glukagon. Hormon berasal dari lemak terdapat hormon steroid
(cholesterol) dan eicosanoid (hormon lokal).
Organ
Lambung
Duodenum
Ginjal
Thymus
Hypothalamus
Placenta

Hormon
Gastrin
Cholecystokinin, sekretin
Erytropoetin, renin, vitamin D
Tymosin
Regulating hormon
Chrionic
gonadotropin,
esterogen,

progestron, relaxin, dsb.


Atrium jantung
Atrial natriuretic factor (ANF)
Selain itu testis, ovarium, dan placenta termasuk dalam kategori tabel diatas
7.2 KELENJAR PARAKRIN & LOKAL HORMON
Kelenjar parakrin ialah kelenjar atas suatu rangsangan (implus) mensekresikan zat
kimawi ke cairan interstrial. Zat kimia yang disekresikan cepat dinonaktifkan oleh enzim
tertentu sehingga tidak masuk ke pembuluh darah. Neurotaransmiter dikategorikan
parakrin (hormon lokal). Sedangkan hormon lokal yang mempengaruhi sel kelenjar
sendiri disebut autokarin, hormon lokal terkenal yaitu prostaglandin.
Neuhormon merupakan hormon yang diproduksi dan disekesikan oleh neuron untuk
mempengaruhi sel target. Contoh neuhormon yaitu:
-

ADH diproduksi oleh neuron di hypotalamus dan disekresikan oleh axon di

hypophyse posterior.
Regulating factor disekresikan

oleh

neuron

di

hypotalamus

untuk

mempengaruhi hypophyse anterior.


7.3 KONTROL DARI SEKRESI HORMON.
Terdapat mekanisme pengontol produksi dan sekresi hormon tertentu yaitu:
1. Mekanisme Feed Back Negatif
Ialah mekanisme jumlah out put berperan mengurangi jumlah input, untuk mencapai
homoestatis. Contoh:
o Hormon insulin
o Hormon Parathyroid
o Hormon Hypotalamus
2. Mekanisme Feedback Positif
Ialah jumlah output akan merangsang input dan menyebabkan ketidak seimbangan.
Contoh:

o Oxitocn disekresikan hormon hypophyse (merangsang otot rahim) dan hormon


hypotalamus
3. Serabut Syaraf
Hypophyse posterior dan adrenal medula melepaskan hormon-hormon atas simulasi
sistem syaraf.
4. Kontrol Otak Terhadap Endokrin
Melalui Hypotalamus bagian

otak

yang

berfungsi

dalam

pengontrolan/

mengintegrasikan alat visceral, emosi, fungsi sexsual temperatur dan berhubungan


dengan tingkat kesadaran. Kemudian kedalam sistem endokrin sehingga terjadi
kerjasama antara kedua sistem.
7.4 MEKANISME KERJA DARI HORMON
Hormon yang telah disekresikan oleh kelenjar endokrin akan di masuk ke dalam
peredaran darah dan kemudian akan menuju ke sel target. Bila hormon sudah terikat
dengan dengan reseptor (terdapat protein integral & intraseluler) akan tejadi reaksi
dalam sel target dan muncul efek fisiologis hormon.
Hormon jenis amine dan peptide (larut air) contohnya: ADH, TSH, FSH Noradnelain,
Calcitonin, Parathyroid. Hormon ini disebut Messenger 1, ikatan reseptor akan
mengaktifkan suatu enzim adenilcylase kemudian akan mengkatalis reaksi:
ATP

adenyl-cylase

Cyclis AMP (Messenger II)

Kemudian mengaktifkan enzim lain dalam sitoplasma (protein kinase), dan


mengkatalis reaksi pembentuk protein phosphat. Sehingga protein phosphat dapat
mengaktifkan fungsi-fungsi sel.
Cyclis AMP yang ternemtuk akan segera dihancurkan oleh phosphodiesterase sebagai
messenger II dapat pula membentuk:
a. Cyclic GMP
b. Ca++
Hormon steroid yaitu hormon yang larut dalam lemak (esterogen, testoteron). Hormon
berdifusi masuk ke sitoplasma sel target dan mengikat reseptor protein pada sitoplasma.
Kompleks ikatan hormon-reseptor kemudian masuk ke inti sel melalui nuklear pore,
bereaksi dengan gen dan mengaktifkan dalam pembentukan ARN dalam proses sintesis
protein. Sedangkan hormon thyroid langsung masuk ke inti sel target, mengikat reseptor
pada chromatin dan mengaktifkan gen tertentu.
7.5 KELENJAR HIPOPHIESE (PITUITARI)

Hipophise berdiameter 1,2 cm . berat stengah gram terletak pada dasar tengkorak.
Kelenjar ini bergantng pada hypothalamus melalui tangkai niphophise yang di sebut
infundibulum.
1. Hiphophyse lobus posterior ( neurohyphophyse)
Secara embrional berasal dari pertumbuhan ke bawah hypothalamus neurohiphophyse
terdiri dari akson yang badan selnya berasal dari sel-sel neuro di hypothalamus di
antaranyaaxon-axon ini terdapat sel-sel penyokong di sebut potuisit
2. Hypophise lobus anterior (adhenohyphophyse)
Secara embrional berasal dari tumbuhan ke epitel pharink. Di dalam
adhenohiphophyse mengandung banyak sel-sel kelenjar.
3. Lobus inter mediate
Terletak di antara adeno dan neurophiphophyse . pada manusia lobus ini sangat
sempit atau hanya tinggal sisah-sisahnya saja dengan fungsi yang tidak jelas.
1. Neurohiphophise
Badan sel-sel di neuron hipothalamusdisebut nukleous supraoptikmemproduksi
hormon ADH dan nukleus paraventrikuler memprpothalamus, maka produksi hormon
axitochin. Bila terdapat impuls berasal dari neuron-neuron di hypothalamus, maka
impuls-impuls ini akan mencapai ujung-ujung axon dan akan terjadi sekresi ADH atau
axitocindengan proses oxitosis. Kemudian ADH dan oxitocin akan masuk ke
peredaran darah untuk mempengaruhi sel-sel target.
a. ADH (vesepresin)
ADH akan bekerja pada sel-sel saluran menggumpal ginjal mengingkatkan
permeabilitas sel-sel tersebutterhadap air, sehingga air akan di serap dari lumen
saluran menggumpal menuju darah, dengan demikian akan meningkatkan kadar
air dalam darah.
b. Oxitocin
Oxitocin di sekresikan bila puting ayudara dan cerviks terangsang. Sewaktu
persalinan, cervix raim terbuka, , timbul impuls menuju hipothalamus yang pada
gilirannya menyebabkan sekresi oxitocinoleh neuorophiphise.
2. Adenophophise
Menghasilkan hormon-hormon yang mengatur berbagai aktivtas dari bebagai
organ tubuh dari tumbuhan , perkembangan sampai reproduksi. Berikut adalah daftar
hormon-hormon yang di hasilkan oleh adenophophise dengan fungsi-fungsi utamanya
1. Growth hormon (samatatropin, GH)
Merangsang pertumbuhan sel-sel tulang . otot dengan menambah anabolisme
protein dan katabolisme lemak.
2. TSH
Merangsang produksi dan sekresi hormon dari kelenjar thiroid

3. ACTH
Merangsang produksi dan sekresi hormon kelenjar adrenal cortekx
4. MSH
Merangsang melanotis untuk memproduksi melanin
5. Gnodaptropin
Mengatur acitivitas gonad
Kontrol hypothalamus terhadap adenophophyse
Sel-sel hiphoalamus mensekresikan zat kimia tertentu yang di sebut regulating faktor.
Zat-zat ini masuk ke dalam bagian kap[iler bagian bawah hypotalamus lalu ke dalam
vena porta kemudian mengalir dalam kapiler pada adenohiphophyse.
Growth hormon
Merupakan suatu hormon protein
Kontrol dari sekresi growoth hormon ialah kadar glukosa dan sam lemak yang menggi
kadar GH yang timbul akan mengakitabkan feed back negatif terhadap hipothalamus.
Untuk mengurangi GH dan RF
7.6 KELENJAR THIROID
Suatu kelenjar yang berbentuk kupu-kupu terletak di daerah leher di depan tulang
rawan cricroid. Kelenja ini mendapat darah dari suplai darah sebanyak 100 cc permenit.
Di bawah mikroskop terletak di bawah kelenjar ini terlihat terdiri dari rongga-rongga
yang mengandung cairan folikel yang di sebut kholoid thiroid. Selapis sel-sel yang
mengililingi folikel yang di sebut sel-sel folikelsedangkan sel-sel yang berada di sekitar
sel folikel di sebut sel parafolukel.
Sel sel folikel mensintesa suatu protein yaitu thyroglobulin, kemudian
disekresikan ke dalam cairan di rongga folikel. Sel sel folikel juga melakukan
transport aktif ion diodida, dimana ditransportkan dari darah menuju cairan folikel. Di
dalam sel ini, ion diodidadioksidasi oleh peroxidase menjadi iodium. Iodium diikatkan
dengan residu tyrosin di dalam thyroglobulin. Kemudian terbentuklah T4 atau Thyroxin
dan T3 atau Triodothyronin. T3 dan T4 disimpan di kelenjar thyroid dalam bentuk
throglobulin.
Bila kadar T4/T3 darah menurun maka sekresi TSH-RF dan TSH meningkat.
Dibawah pengaruh TSH, sel sel folikel melakukan pinositosis terhadap thyroglobulin.
Vesikel pinositosis kemudian berfusi dengan lysosom. Enzim protease lysosom
membebaskan T4 dan T3 yang berdifusi masuk ke dalam peredaran darah, dan berikatan
dengan protein plasma membentuk Protein Bound Iodine (PBI), dalam bentuk inilah
hormon thyroid diedarkan ke seluruh tubuh.
Rumus Kimia T3 dan T4

Fungsi T4 dan T3
Jumlah T4 yang diproduksi jauh melebihi T3, tetapi efek kerja T3 jauh lebih kuat
daripada T4. Di dalam sel sel tubuh T4 dan T3 berfungsi sebagai berikut:
1.
2.
3.

Merangsang katabolisme lemak dan karbohidrat.


Meningkatkan reaktivitas sel sel terhadap catecholamin.
Meningkatkan sintesa protein sel sel terutama pada anak anak.

Hormon thyroid bekerja pada sel sel tubuh dengan memasuki inti sel target,
mengikat reseptor yang ada di chromatin, dan mengaktifkan gen gen tertentu.
KELAINAN KELAINAN KLINIK
1. Hyperthyroidea
Suatu keadaan dimana hormon thyroid disekresikan melebihi kadar normal.
Hyperthroidea paling sering terdapat pada penyakit Graves, suatu penyakit autoimmun
dimana terbentuk antibodi terhadap reseptor TSH pada sel sel thyroid.
2. Hypothyroidea
Suatu keadaan dimana terjadi kekurangan hormon thyroid. Bila terjadi pada bayi dan
anak maka akan menimbulkan creatinism yaitu tubuh menjadi pendek (dwarfism). Bila
terjadi pada orang dewasa maka akan menimbulkan myxedema.
3. Strauma
Pembengkakan dari kelenjar thyroid yang menimbulkan pembenjolan pada leher
bagian depan. Penyebabnya adalah peradangan, tumor ataupun defisiensi Iodin.
Calcitonin
Suatu hormon peptida yang diproduksi oleh sel sel parafolikel kelenjar thyroid.
Fungsinya adalah mengurangi keaktivan sel sel osteoclast dan merangsang aktivitas
osteoblast. Calsitonin dapat dipakai sebagai alternatif mengobati osteoporosis.
7.7 KELENJAR PARATHYROID
Kelenjar parathyroid ada 4 masing masing sebesar biji kecil yang terletak di
belakang kelenjar thyroid pada 2 pojok atas dan bawah. Secara mikroskopis, parathyroid
terdiri dari 2 jenis sel yaitu
1. Sel utama (chief cell) yang memproduksi parathromon
2. Sel oxyphil terdapat hanya sedikit saja, dengan fungsi yang belum jelas.

Parathromon (Parathyroid Hormon)


Suatu polipeptida dengan 84 asam amino. Bila kadar Ca++ plasma darah menurun,
maka reseptor pada sel sel kelenjar parathyroid akan mendeteksinya dan sel sel utama
akan terangsang untuk mensekresi parathromon.
Parathromon bekerja pada :
1. Sel target yaitu osteoclast. Sel sel ini mensekresi enzim enzim lysosom yang
mencernakan matriks tulang, matriks melepaskan Ca++ masuk ke dalam plasma.
2. Sel sel tubuli ginjal untuk meningkatkan reabsorpsi Ca++, Mg++ ke dalam darah,
juga meningkatkan ekskresi HPO4- ke dalam urine.
3. Mengaktifkan vitamin D3 di ginjal.
7.8 KELENJAR PANKREAS
Pankreas adalah suatu organ agak pipih yang terletak dibawag dan dibelakang
lambung. Merupakan kelenjar campuran eksokrin dan endokrin.
a. Bagian eksokrin. Terdiri dari acinous acinous yang mencakup 99% dari seluruh sel
sel kelenjar pankreas.
b. Bagian endokrin. Merupakan sisa 1% dari sel sel kelenjar pankreas. Yang terdiri dari
kumpulan sel sel terletak di tengah tengah lautan acinous acinous, sehingga di
bawah mikroskop seperti pulau pulau dan disebut pulau Langerhans. Sel sel
pulanu Langerhans terdiri dari 3 jenis sel yaitu
- Sel alpha: mensekresikan hormon glukagon
- Sel beta : sel sel dengan jumlah terbanyak yang mensekresikan hormon insulin.
- Sel delta : mensekresikan hormon hormon somastostatin yang disebut Growth
hormon inhibiting Factor.
Hormon glukagon
Terdiri dari polipeptida satu rantai. Bila kadar glukosa darah menurun, maka suatu
detektor pada sel sel alpha akan terangsang dan glukagon disekresikan. Glukagon
mengaktifkaan enzim enzim glukoneogenesis.
Hormon Insulin
Merupakan suatu protein yang terdiri dari 2 rantai polipeptida. Kedua polipeptida
dihubungkan 2 ikatan disulfida. Insulin diproduksi sebagai protein proinsulin di dalam
retikulum endoplasma bergaranula sel sel beta, dikemas dalam apparatus golgi menjadi
molekul insulin, kemudian disekresikan melalui proses eksositosis.
KELAINAN KELAINAN KLINIK
1. Diabetes Melitus (DM)
Suatu penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor baik keturunan maupun
lingkungan yang menimbulkan kurangnya sekresi insulin atau kurang efektifnya

insulin dengan akibat yang khas yaitu terjadi hyperglycaemia dan gangguan pada
organ tubuh lainnya. Gejala gejala Diabetes Melitus adalah:
a. Polyuria. Bila kadar glukosa >170 mg % maka ini akan melampaui batas
tubuli ginjal untuk mengabsorpsi glukosa dari fltrat glomerulus.
b. Polydysia. Menyebabkan penurunan volume plasma dan pengentalan plasma
darah. Hasilnya pusat haus di hypothalamus terangsang sehingga akan terjadi
rasa haus dan minum banyak.
c. Polyphagia. Sebagai kompensasi kehilangan glukosa dan lemak maka
penderita akan banyak makan.
d. Ketosis dan Acidosis. Sel sel tidak mampu menggunakan glukosa sebagai
bahan bakar, maka sel sel menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
e. Atherosklerosis. Lemak ditransportkan dari jaringan lemak ke dalam darah
untuk memenuhi kebutuhan energi sel sel tubuh lainnya, akibatnya kadar
lemak darah meninggi.
f. Kelainan berupa penebalan pada membran basalis kapiler yang menimbulkan
retinopathi dengan gangguan penglihatan dan nephropathi dengan gangguan
ginjal.
g. Neuropathi berupa degenerasi sel schwann dan demyelinasi dengan gejala
gejala penyakit pada sistem syaraf.
h. Cataract karena protein lensa dirusak oleh kadar glukosa yang tinggi,
timbulan gangguan penglihatan.
Diabetes melitus dibagi menjadi 2 jenis :
a. Type I. Terjadi karena jumlah sel sel beta pankreas berkurang, mungkin karena
penyakit autoimmun dimana sel sel beta dihancurkan oleh antibodi sendiri, juga
dapat dihubungkan dengan infeksi virus, atau malnutrisi. Maka kadar insulin darah
berkurang, akibat hyperglicaemia.
b. Type II. Sering terjadi pada penderita gemuk, berumur lebih 40 tahun, bersifat
turunan. Kadar insulin darah tidak berkurang malah dapat ebrlebih. Jumlah reseptor
insulin berkurang pada sel sel target, sehingga glukosa sulit masuk ke dalam sel.
3. Alpha glucosidase inhibit (contoh: acarbose) yang berfungsi menghambat pencernaan
(hidrolisa) dan absorpsi sakarida.
4. Thiazolidinediones (contoh: troglitazone) yang meningkatkan sensitifitas insulin pada
otot skelet dan mengurangi pengeluaran glukosa hati
7.9 KELENJAR ADRENAL (SUPRAENAL)
Terdapat sepasang yang terletak di atas ginjal kiri dan kanan :

1. Bagian dalam disebut juga adrenal medulla yang secara embriologis berasal dari
ectoderm
2. Bagian luar disebut juga adrenal cortex yang secara embriologis berasal dari
mesoderm
Adrenal medulla terdiri dari sel-sel neuron postaganglonik simphatis, dan disebut juga
sel-sel chromaffin yang telah kehilangan axon-axon nya. Sel chromaffin memproduksi
dan mensekresi adrenal dan nonadrenalin. Adrenal dan non adrenalin diperlukan pada
situasi darurat misalnya olahraga berat dan emosi.
Adrenal dan noadrenal akan masuk kedalam darah beredar menuju sel target di
seluruh tubuh dan akan menghasilkan sejumlah besar ATP. Otot-otot lurik tubuh, otot
jantung dan otot pernafasan berkontraksi kuat, bronchus berditalasi.
Pada situasi di atas, pusat-pusat simpatis di hypotalamus terangsang dan menjalar ke
axon preganglionic thoracolumbar kemudia menjalar ke axon preganglionic yang terbagi
menjadi 2 jalur :
1. ganglion smphatis dilepaskan asetilkolin impuls menjalar ke serabut
postganglionic menuju ke alat-alat, pembuluh darah dll.
2. Pada adrenal medulla dilepaskan adrenalin 80% dan nonadrenalin 20% ke dalam
darah yang akan berikatan dengan reseptor alpha dan beta di sel-sel target. Terutama
terdapat di jantung, pembuluh darah, otot lurik dan saluran pernafasan.
KELAINAN-KELAINAN KLINIK
Pheochromocytoma
Tumor adrenal medulla yang menyebabkan hypersekresi adrenalin dan noadrenalin dengan
akibat:

basal metabolisme meningkat,


glukosa darah meningkat
jantung berdebar
tekanan darah tinggi
berkurang fungsi saluran pencernaan
keringat pada telapak tangan

Adrenal Cortex

Menghasilkan sejumlah hormone disebut adrenal corticosteroid yang berasal dari molekul
cholesterol. Secara mikroskopis adrenal cortex dibagi menjadi 3 zona yaitu :
1. lapisan terluar, zona glomerulosa, menghasilkan hormone mineralocorticoid,
mengatur volume darah, tekanan darah
2. bagian tengah, zona fasiculata, menghasilkan hormone glucocorticoid, mengatur
metabolisme glukosa
3. bagian tedalam, zona reticularis, menghasilkan hormone gonadocorticoid,
perkembangan seks.
Mineralcorticoid
Hormone utama yang bertindak sebagai mineralcorticoid adalah aldosterone yang
merangsang sistesa protein carrier atau enzim-enzim pada tubuli ginjal. Sehingga dapat
meningkatkan Na+ dan mengurangi K+ dalam tubuh.
Na+ ion yang terpenting dalam cairan ekstraseluler yang dapat mempertahankan tekanan
darah dll. K+ ion yang terpenting dalam cairan intraseluler. Ada 2 rangsang yang dapat
menigkatkan sekresi aldosterone:
1. kadar K+ plasma yang meningkat
2. kadar Na+ yang menurun.
Glucocorticoid
Hormone utama yang bertindak sebagai glucocorticoid adalah hidrocortisan (95%) sisanya
cortison dan corticosterone. Hormone ini penting dalam hal :
1.
2.
3.
4.
5.

pertahanan tubuh menghadapi stress


sebagai zat anti alergi dan anti radang
menurunkan kadar Ca++
mengurangi produksi interleukin -2 sehingga mengurangi produksi lymposit
Pada otak menambah keaktivan sel-sel antara lain berupa naiknya nafsu makan, terasa
segar dan sulit tidur.

KELAINAN-KELAINAN KLINIK
1. Syndrom Syndrom Cushing
Karena sekresi berlebih glucocorticoid dan pemberian obat corticosteroid yang berlebih
Gejalanya :
a. Otot-otot mengecil dan menjadi lemah
b. Osteoporosis

c.
d.
e.
f.
g.

Luka yang sulit sembuh


Hyperglycaemia
Lemak berkumpul di perut, muka, dan pendek
Gangguan mental (euphoria)
NA+ dan air ditimbun tubuh, K+ berkurang e Cushing

2. Penyakit Adisson
Penyakit dimana terjadi sekresi yang berkurang dari glucocorticoid. Gejala-gelanya :
a. Berkurangnya volume dan tekanan darah Karena turunnya kadar Na+ dan volume
air dari cairan tubuh
b. Hypoglichaema dan turunnya daya tahan tubuh
c. Kadar MSH dan ACTH meningkat menimbulkan hyperpigmentasi
d. Lesu mental dan fisik
Gonadocorticoid
Gonadocorticoid, hormon sex yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal yaitu Androgen
yang merangsang pertumbuhan seks sekunder pada pria dan Estradiol yang merangsang
pertumbuhan seks sekunder pada wanita.
3. Syndrome Adrenogenital
Karena kekurangan anzim pembentuk glucocorticoid pada kelenjar adrenal, sehingga
ACTH meningkat dan zona articularis dirangsang untuk mensekresi endrogen yang
menyebabkan :
a. Vilirism
b. Pada pria di bawah umur timbul pubertas percox
c. Pada pria dewasa muncul tanda-tanda kelamin sekunder wanita
7.10 TESTIS DAN OVARIUM
Dibicarakan pada bab system reproduksi
7. 11 EPIPHYSIS CEREBRI (PINEAL)
Suatu kelenjar endokrin yang terletak pada atap ventrikel III. Sel-sel kelenjarnya
disebut pinealocyt dikelilingi oleh serabut syaraf simphatis postaganglionik.
7.12 THYMUS
Memproduksi thymopoetin, thymosin, thymic factor yang merangsang pematangan
T lymphosit
7.13 PLACENTA
Dibicarakan pada bab system reproduksi
Pertanyaan :
1. Bagaimana mekanisme kerja hormon dalam mengatur / mengontrol reproduksi
wanita dan reproduksi pria?
2. Bagaimana hubungan kelainan hypothyroidea yang bisa menimbulkan creatinism?
3. Bagaimana kontrol hypothalamus terhadap adenohypophyse, jelaskan!

4. Menurut Anda penyakit apakah yang paling berbahaya pada sistem endokrin?
Berikan penjelasan!