You are on page 1of 16

KARYA TULIS ILMIAH

Pengaruh Penyalagunaan Alat Kontrasepsi bagi Remaja

Disusun oleh : Arya


UNIVERSITAS AIRLANGGA
TAHUN PELAJARAN 2015/ 2016

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Penduduk Indonesia sangat padat, diperkirakan berjumlah sekitar 266 juta jiwa dan
merupakan Negara keempat dengan penduduk terbanyak di dunia. Kalau dalam jumlahnya,
Indonesia sangat tidak kekurangan orang namun dalam hal sumber daya manusianya,
Indonesia sangat jauh ketinggalan dari sekian banyak Negara. Misalnya saja Negara ASEAN.
Dari sekian banyak penduduk yang ada di Indonesia, penduduk usia produktif menduduki
urutan pertama, namun kenyataannyatetap saja Indonesia masih terpuruk dalam segala bidang
khususnya IPTEK sehingga sangat sulit melakukan pembangunan di segala bidang yang dari
dulu dicanangkan pemerintah.
Hal tersebut dapat dilihat dalam bidang kesehatan misalnya. Dari tahun 1970 KB diigemagemakan tapi masih saja banyak warga beranggapan kalau banyak anak akan mendatangkan
banyak rejeki. Hanya sedikit orang yang menyadari manfaat dari program pemerintah ini
yaitu untuk menekan laju pertumbuhan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan taraf
hidup serta kesehatan masyarakat. Penggunaan KB ini mempunyai beberapa tujuan dari
setiap pemakaiannya, yaitu bertujuan untuk menunda kehamilan, mengatur jarak antar
kehamilan, dan mengakhiri kehamilan.
Dalam program ini ada banyak jenis kontrasepsi yang tersedia. Dari sekian banyak jenis dan
pilihan yang tersedia, pemerintah telah mengelompokkannya ke dalam beberapa kelompok
menurut jangka waktu dari penggunaannya yaitu : pertama adalah kelompok yang dapat
digunakan sementara atau sering disebut dengan jangka pendek, dimana yang termasuk
diantaranya yaitu jenis pil, kondom dan spermatisid. Kedua adalah kelompok yang dapat
digunakan sementara dengan jangka waktu yang lebih lama dimana termasuk didalamnya
yaitu jenis implant, suntik, dan IUD atau AKDR dan yang terakhir kelompok pengakhiran
kesuburan bagi yang sudah tidak menginginkan anak lagi yaitu vasektomi yang
diperuntukkan bagi pria dan tubektomi bagi wanita. Sehingga apabila akseptor menginginkan
untuk menunda kehamilan sebaiknya memilih kelompok kontrasepsi pertama yaitu KB
jangka pendek, bila menginginkan untuk mengatur jarak kehamilan akseptor dapat

menggunakan KB jangka panjang dan kontrasepsi mantap merupakan pilihan yang ideal bagi
pasangan yang menginginkan untuk mengakhiri kehamilan.
Namun belakangan ini, alat kontrasepsi tidak hanya dipakai oleh pasutri saja tetapi banyak
juga remaja yang menggunakan alat kontrasepsi tersebut untuk melakukan seks di luar nikah.
Perkembangan teknologi membuat remaja semakin mudah mengakses informasi tentang halhal yang terkadang negative. Selain itu persebaran informasi dari lingkungan social membuat
mereka mencoba hal-hal baru yang belum pernah mereka coba yaitu melakukan seks
pranikah. Dengan informasi dari teknologi itu pula dan dari informasi di lingkungannya juga
membuat mereka tahu bahwa ada suatu alat yang dapat membuat mereka merasa aman pada
saat melakukan hubungan seksual pranikah. Hal ini dapat dilihat dari Survei yang dilakukan
kepada 33.943 di 24 negara dan dikerjakan oleh sebuah LSM Perancis tersebut, menunjukkan
13,2 % remaja berperilaku seks aktif semenjak usia 15 tahun dan tidak menggunakan alat
kontrasepsi. Sementara 82% lainnya, menggunakan alat kontrasepsi.
Dari uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa yang melatarbelakangi penulisan ini
dikarenakan semakin tingginya penyalahgunaan alat kontrasepsi remaja yang dapat
menimbulkan dampak negative bagi diri remaja itu sendiri.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang tersebut dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut :
1.2.1 apa saja factor penyebab remaja penyalahguunaan alat kontrasepsi oleh remaja?
1.2.2 Apa saja dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan alat kontrasepsi?
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah ini adalah:
1.3.1 untuk mengetahui factor penyebab penyalahgunaan alat kontrasepsi oleh remaja.
1.3.2 Untuk mengetahui dampak yang dapat ditimbulkan oleh penyalahgunaan kontrasepsi.
1.4 METODE PENELITIAN
Adapun metode penilitian yang penulis gunakan dalam penyusunan karya ilmiah ini
adalah metode deskriptif dimana penulis menggambarkan dan memaparkan mengenai
penyalahgunaan kontrasepsi pada remaja dan menyajikannya dari berbagai sumber terkait
sesuai dengan rumusan masalah yang penulis paparkan untuk selanjutkan dirangkum
sistematis ke dalam suatu karya ilmiah. Selanjutnya, diharapkan dapat memenuhi
fungsinya dalam proses pembelajaran ataupun sebagai referensi dalam mata kuliah
Keluarga Berencana.
1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Karya ilmiah ini terdiri atas 4 bab, dimana bab pertama merupakan pendahuluan yang
didalamnya terdapat latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian dan
sistematika penulisan. Adapun bab 2 merupakan landasan teori mengenai alat kontrasepsi
kemudian bab 3 merupakan pembahasan dari rumusan masalah yang telah dipaparkan
pada bab 1 dan yang terakhir adalah bab 4 yang merupakan penutup yang terdiri dari
kesimpulan dan saran.

BAB II
LANDASAN TEORI

Pengertian kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi) atau
pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim. Terdapat beberapa
metode yang digunakan dalam kontrasepsi. Metode dalam kontrasepsi tidak ada satupun yang
efektif secara menyeluruh. Meskipun begitu, beberapa metode dapat lebih efektif
dibandingkan metode lainnya. Efektivitas metode kontrasepsi yang digunakan bergantung
pada kesesuaian pengguna dengan instruksi. Perbedaan keberhasilan metode juga tergantung
pada tipikal penggunaan (yang terkadang tidak konsisten) dan penggunaan sempurna
(mengikuti semua instruksi dengan benar dan tepat).
MACAM-MACAM KONTRASEPSI
A. KONTRASEPSI STERILISASI
Yaitu pencegahan kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita (tubektomi) atau
testis pada pria (vasektomi). Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog (dokter
kandungan). Efektif bila Anda memang ingin melakukan pencegahan kehamilan secara
permanen, misalnya karena faktor usia.
B. KONTRASEPSI TEKNIK
1. Coitus Interruptus (senggama terputus): ejakulasi dilakukan di luar vagina.
Efektivitasnya 75-80%. Faktor kegagalan biasanya terjadi karena ada sperma yang
sudah keluar sebelum ejakulasi, orgasme berulang atau terlambat menarik penis
keluar.
2. Sistem kalender (pantang berkala): tidak melakukan senggama pada masa subur,
perlu kedisiplinan dan pengertian antara suami istri karena sperma maupun sel telur
(ovum) mampu bertahan hidup s/d 48 jam setelah ejakulasi. Efektivitasnya 75-80%.
Faktor kegagalan karena salah menghitung masa subur (saat ovulasi) atau siklus haid
tidak teratur sehingga perhitungan tidak akurat.
3. Prolonged lactation atau menyusui, selama 3 bulan setelah melahirkan saat bayi
hanya minum ASI dan menstruasi belum terjadi, otomatis Anda tidak akan hamil. Tapi
begitu Ibu hanya menyusui < 6 jam / hari, kemungkinan terjadi kehamilan cukup
besar.

C. KONTRASEPSI MEKANIK
1. Kondom: Efektif 75-80%. Terbuat dari latex, ada kondom untuk pria maupun wanita
serta berfungsi sebagai pemblokir / barrier sperma. Kegagalan pada umumnya karena
kondom tidak dipasang sejak permulaan senggama atau terlambat menarik penis
setelah ejakulasi sehingga kondom terlepas dan cairan sperma tumpah di dalam
vagina. Kekurangan metode ini:
o Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
o Membutuhkan waktu untuk pemasangan
o Mengurangi sensasi seksual
2. Spermatisida: bahan kimia aktif untuk 'membunuh' sperma, berbentuk cairan, krim
atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke dalam vagina 5 menit sebelum senggama.
Efektivitasnya 70%. Sayangnya bisa menyebabkan reaksi alergi. Kegagalan sering
terjadi karena waktu larut yang belum cukup, jumlah spermatisida yang digunakan
terlalu sedikit atau vagina sudah dibilas dalam waktu < 6 jam setelah senggama.
3. Vaginal diafragma: lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut
rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum senggama. Efektivitasnya
sangat kecil, karena itu harus digunakan bersama spermatisida untuk mencapai
efektivitas 80%. Cara ini bisa gagal bila ukuran diafragma tidak pas, tergeser saat
senggama, atau terlalu cepat dilepas (< 8 jam ) setelah senggama.
4. IUD (Intra Uterine Device) atau spiral: terbuat dari bahan polyethylene yang diberi
lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan dipasang di mulut rahim. Efektivitasnya
92-94%. Kelemahan alat ini yaitu bisa menimbulkan rasa nyeri di perut, infeksi
panggul, pendarahan di luar masa menstruasi atau darah menstruasi lebih banyak dari
biasanya.
IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon
progesteron sebagai ganti logam. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan
beberapa nilai plus:

Lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil


Menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat.
D. KONTRASEPSI HORMONAL
Dengan fungsi utama untuk mencegah kehamilan (karena menghambat ovulasi), kontrasepsi
ini juga biasa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon estrogen dan
progesteron dalam tubuh.
Harus diperhatikan beberapa faktor dalam pemakaian semua jenis obat yang bersifat
hormonal, yaitu:

Kontraindikasi mutlak: (sama sekali tidak boleh diberikan):kehamilan, gejala

thromboemboli, kelainan pembuluh darah otak, gangguan fungsi hati atau tumor dalam
rahim.

Kontraindikasi relatif (boleh diberikan dengan pengawasan intensif oleh dokter):

penyakit kencing manis (DM), hipertensi, pendarahan vagina berat, penyakit ginjal dan
jantung.
Kontrasepsi hormonal bisa berupa pil KB yang diminum sesuai petunjuk hitungan hari yang
ada pada setiap blisternya, suntikan, susuk yang ditanam untuk periode tertentu, koyo KB
atau spiral berhormon.
1. Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception)
Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling
efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:
Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)
Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma
Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan
Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%.
Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil
bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.

MANFAAT TAMBAHAN OC
Selain berfungsi sebagai alat kontrasepsi, OC ternyata juga memberikan manfaat yang tidak
langsung berhubungan dengan efek kontrasepsi (non-contraceptive benefits) yaitu
menyembuhkan atau mengurangi resiko terjadinya beberapa kelainan atau keluhan tertentu
seperti:
Manfaat penyembuhan OC:
Menyembuhkan kelainan menstruasi
Pil kontrasepsi dapat menyembuhkan beberapa kelainan menstruasi umum antara lain:
Siklus menstruasi yang tidak teratur (irregular cycle)
Darah yang keluar pada saat menstruasi terlalu banyak (hiper-menore)
Sindroma sebelum haid (premenstrual syndrome / PMS)
Haid dengan rasa nyeri hebat di perut (dismenore).
Dengan mengkonsumsi OC, siklus haid menjadi teratur dan lebih ringan sehingga resiko
terkena anemia dan defisiensi besi berkurang s/d 50%.
Mengatasi masalah hiper-androgenisme
Dalam tubuh wanita diproduksi hormon reproduksi estrogen, progesteron, dan androgen.
Hormon androgen (testosteron) yang umum disebut hormon reproduksi pria dibutuhkan
oleh wanita dalam jumlah sangat sedikit ( 0,5 mg / liter darah) untuk daya tahan tubuh dan
gairah seksual (libido).
Wanita usia reproduktif ( 15 - 40 tahun) sering mengalami ketidakseimbangan hormonal
dimana produksi hormon androgennya akan meningkat sehingga terjadi hiper-androgen yang
bisa menyebabkan:

Masalah pada kulit dan rambut: kulit berminyak, komedo, jerawat, ketombe (yang
bisa menyebabkan kebotakan) atau hirsutisme (pola tumbuh rambut pada yang wanita
yang menyerupai pria / male hair pattern)

Masalah ginekologis: gangguan siklus haid, PCOS (poly-cystic-ovarian-syndrome)


yang bisa menyebabkan sulit punya anak, kegemukan (obesitas) dan abnormalitas
metabolisme tubuh.

OC istimewa mengandung CPA (Siproteron Asetat), zat anti-androgen paling efektif saat ini
yang bekerja khusus mengatasi masalah hiper-androgen dengan menekan produksi androgen
(dalam tubuh) dan minyak (di bawah permukaan kulit) sehingga mencegah timbulnya
komedo dan ketombe bahkan jerawat.
Berbeda dengan obat-obatan topikal dan antibiotik yang membunuh bakteri dan mengobati
infeksi di permukaan kulit, CPA langsung bekerja pada akar masalah yaitu dengan mencegah
produksi minyak yang berlebihan. Tetapi karena obat ini bekerja step-by-step dari dalam
tubuh untuk menormalkan kadar hormon androgen, perbaikan pada kulit wajah baru bisa
dilihat setelah 1-3 bulan pemakaian.
Manfaat pencegahan, yaitu OC mengurangi resiko terkena:
Infeksi pada organ reproduksi internal, s/d 50%
Kanker ovarium dan endometrium, s/d 40%
Benjolan jinak payudara, s/d 40%
Kista ovarium, s/d 80%
Infertilitas primer, s/d 40%
Kehamilan ektopik (di luar kandungan), s/d 90%
CARA MINUM OC
OC harus diminum tiap hari dengan cara mengikuti petunjuk nama hari yang tertera di
blisternya. Untuk memulai blister pertama Anda, mulailah minum pil pada hari pertama haid,
misalnya: Anda mendapat haid pada hari Rabu maka ambil pil yang dibawahnya ada tanda
Rabu. Lanjutkan minum pil setiap hari sampai habis (21 hari) yang pasti jatuh pada hari
Selasa. Kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (akan terjadi menstruasi). Setelah 7 hari
bebas pil ini, lanjutkan minum pil dari kemasan yang baru pada hari Rabu lagi, jadi untuk
blister ke-2 dst, selalu ikuti siklus 21 hari minum pil +7 hari bebas tablet.
2. Suntik

Tersedia suntik 1 bulan (estrogen + progesteron) dan 3 bulan (depot progesteron, tidak terjadi
haid). Cukup praktis tetapi karena memasukkan hormon sekaligus untuk 1 atau 3 bulan,
orang yang sensitif sering mengalami efek samping yang agak berat.
3. Susuk KB (Implan)
Depot progesteron, pemasangan dan pencabutan harus dengan operasi kecil.
4. Koyo KB (Patch)
Ditempelkan di kulit setiap minggu, sayangnya bagi yang berkulit sensitif sering
menimbulkan reaksi alergi.

10

BAB III
PEMBAHASAN
1. Faktor Penyebab Penyalahgunaan Kontrasepsi oleh Remaja
Keingintahuan remaja
Masa remaja adalah masa yang dipenuhi dengan rasa ingin tahu yang sangat besar.
Segala hal ingin dicoba, tanpa mempedulikan resiko yang akan dihadapi. Salah satu
diantarnya adalah keingintahuan akan fungsi tubuhnya. Maka banyak remaja tertarik
untuk melakukan hubungan seksual di luar nikah walaupun mereka sudah mengetahui
dampak yang harus dihadapi. Sehingga untuk menghindari trjadinya hal-hal yang
tidak diinginkan, seperti kehamilan di luar nikah, maka mereka menggunakan alat

kontrasepsi.
Alat kontrasepsi yang dijual bebas dengan harga terjangkau
Dengan semakin bebasnya dan semakin terjangkaunya alat kontrespsi yang dijual di
pasaran, memudahkan remaja untuk mendapatkan alat kontresepsi tersebut sehingga
terjadi perilaku seks bebas yang semakin meningkat pula. Hal itu dapat dilihat pada
alat kontrasepsi seperti kondom yang harganya dapat dijangkau oleh anak sekolahan.
Walau Alkon telah dijual bebas, namun tujuannya untuk hal yang baik. Bukan sengaja
memicu perilaku amoral dimasyarkat atau merusak masa depan generasi muda.
Namun hal itulah yang disalahgunakan oleh remaja.

Menurut penilitian yang

dilakukan di Perancis, remaja perancis sudah mulai melakukan hubungan seksual dari
umur 15 tahun dan Kondom merupakan alat kontrasepsi favorit oleh remaja Perancis.
Sedangkan pil kontrasepsi, lanjutnya, merupakan alat kontrasepsi kedua yang paling
banyak digunakan oleh remaja yang disurvei tersebut. Sama dengan halnya kondom,
penggunaan pil pun beragam dari berbagai negara, mulai 3% di Kroasia hingga 48%
di Belgia dan Belanda.
Penggunaan keduanya yakni kondom dan pil, juga relatif sering dilakukan oleh
remaja AS dan Eropa. Yakni mulai 2,6% di Kroasia dan 28,8% di Kanada. Sedangkan
di Eropa Utara dan Barat, penggunaan pil kontrasepsi adalah sesuatu yang tidak

11

umum.
Mudahnya cara pemakaian

Selain mudah didapat alat kontrasepsi juga mudah digunakan sehingga semakin
mendukung meningkatkannya prilaku sek bebas pada remaja.seperti alat kontrasepsi
kondom yang cukup dipasang pada alat kelamin pria dan kondar cukup hanya

diminum langsung.
Pergaulan bebas
Semakin luas dan bebasnya pergaulan remaja saat ini membuat remaja terjerumus
pada pergaulan bebas seperti hubungan seks diluar nikah.dimana para remaja
mendapat informasi-informasi dari teman sebayanya sehingga banyak remaja yang
mencoba untuk melakukan seks bebas itu,apalagi ditunjang dengan fasilitas yang ada

dan mudah di jangkau.


Kurangnya pengawasan orang tua
Kebebasan dalam pergaulan di kalangan remaja berkembang seiring dengan majunya
teknologi dan informasi. Kebebasan dalam pergaulan ini dapat membawa dampak
negative yaitu bergesernya nilai-nilai moral dan etika di kalangan remaja dimana
salah satunya adalah semakin bergesernya pandangan para remaja mengenai seks
bebas. Oleh karena hal tersebut, maka pengawasan saat ini sangat penting untuk
mencegah remaja dari pergaulan bebas. Pengawasan utamanya dimulai dari keluarga,
dimana orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam pengawasan
tersebut. Pengawasan yang dilakukan oleh orang tua sebaiknya tidak dilakukan secara
otoriter sehingga remaja tidak merasa malu untuk menceritakan hal-hal terkait
kehidupan seksualnya. Orang tua tidak hanya berperan sebagai sekedar ayah atau ibu,
namun sebaiknya bisa menjadi teman yang memahami kehidupan anak remajanya
yang memang harus dipahami dan diawasi dengan baik.
Semakin luasnya perkembangan teknologi juga harus menjadi perhatian utama bagi
orang tua untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Teknologi
terkadang membawa dampak negative bagi perkembangan remaja sehingga
penggunaannya harus diawasi oleh orang tua remaja. Bila pengawasan yang
dilakukan orang tua tidak sesuai dengan kondisi remaja tersebut, maka hal tersebut
makin meningkatkan terjadinya seks bebas di kalangan remaja.

2. Dampak Penyalahgunaan Kontrasepsi oleh remaja


Bebasnya penggunaan alat kontrasepsi oleh remaja saat ini tentunya menimbulkan
dampak bagi remaja itu sendiri. Bebasnya peredaran kontrasepsi itu sendiri semakin
membuka peluang bagi remaja untuk menjalankan perilaku seks bebasnya dan akan
semakin meningkat lagi karena tidak tertanganinya fenomena ini. Pada satu sisi, alat
kontarsepsi merupakan alat yang sangat efektif dan memberikan keuntungan bagi pemakai
12

yang memang benar-benar membutuhkannya, terutama pada pasangan yang ingin


mencegah kehamilan ataupun menunda dan memberikan jarak pada kehamilan. Namun, di
sisi lain, alat kontrasepsi seolah menjadi boomerang bagi para remaja yang mencoba-coba
melakukan hubungan seksual di luar nikah. Dampak terbesar adalah terjadinya degradasi
moral pada remaja itu sendiri. Semakin mereka tahu manfaat kontrasepsi, maka semakin
kuat pula keinginan mereka untuk melakukan hubungan seksual. Mereka akan berfikir
bahwa aman melakukan hubungan seksual kapan saja selama masih ada dewa penyelamat
mereka yaitu alat kontrasepsi itu sendiri yang dapat dengan mudah mereka dapatkan.
Dengan semakin berkembangnya pola pikir remaja yang demikian, maka degradasi moral
pada remaja akan semakin meningkat. Landasan hukum dan agama sudah tidak dapat
menyangga lagi pemikiran mereka yang demikian. Sehingga akhirnya, jika terlalu lama
pemikiran seperti itu berkembang maka hal itu akan menimbulkan perubahan yang besar
terhadap bangsa ini, terutama terjadi perubahan budaya pada bangsa ini.
Belum lagi bagi remaja yang belum sepenuhnya memiliki pengetahuan tentang alat
kontrasepsi, mereka hanya akan terjebak di dalamnya. Kasus-kasus kegagalan kontrasepsi
masih sering saja terjadi, sehingga tidak menutup kemungkinan akan terjadi kehamilan
walaupun sudah menggunakan alat kontrasepsi. Hal ini akan menimbulkan dampak lagi
bagi para remaja, terutamanya remaja putri.
Alat kontrasepsi memang sangat baik digunakan pada pasangan-pasangan yang sudah
menikah. Namun penggunaannya bagi para remaja hendaknya lebih ditekan lagi untuk
mengurangi degradasi moral yang sudah kronis di negeri ini. Selain itu juga untuk
mempertahankan nilai-nilai budaya dan agama yang seharusnya menjadi fondasi bagi
remaja dalam bersikap dan berperilaku.

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN

13

Dari uraian di atas dapat dipaparkan beberapa kesimpulan yaitu:


1. kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi) atau
pencegahan menempelnya sel telur yang telah dibuahi ke dinding rahim. Terdapat
beberapa metode yang digunakan dalam kontrasepsi yaitu kontrasepsi sterilisasi yang
terdiri dari vasektomi, tubektomi. Kontrasepsi teknik terdiri dari coitus interuptus,
system kalender dan prolonged lactation. Kontrasepsi mekanik terdiri dari kondom,
spermatisid, vaginal diafragma dan IUD. Konttrasepsi hormonal terdiri dari pil dan
suntik dan implant.
2. Adapun factor penyebab penyalahgunaan kontrasepsi oleh remaja diantaranya
adalah : Keingintahuan remaja, Alat kontrasepsi yang dijual bebas dengan harga
terjangkau, Mudahnya cara pemakaian, Pergaulan bebas, Kurangnya pengawasan
orang tua. Dampak dari penyalahgunaan kontrasepsi yang terbesar adalah terjadi
degradasi moral pada remaja yang menyebabkan rusaknya sendi-sendi kehidupan di
masyarakat dan berubahnya nilai nilai agama dan budaya bangsa.
4.2 SARAN
1. Bagi remaja
Bagi para remaja dapat disarankan untuk menghindari perilaku seks pranikah dimana
mereka dapat menggunakan masa remaja mereka dengan hal-hal yang lebih positif
seperti mengikuti lomba karya tulis ilmiah atau menekuni kegiatan yang mereka

gemari.
Meningkatkan pengetahuan tentang fungsi reproduksinya dimana remaja dapat
mengetahui lebih dalam tentang fungsi reproduksinya seperti dampak apa yang akan
ditimbulkan jika mereka melakukan seks bebas diluarnikah.

2. Bagi keluarga
Disini peran keluarga sangat besar terhadap remaja tersebut dimana para orang tua
diharapkan untuk lebih mengawasi pergaulan serta informasi yang diperoleh oleh para
remaja agar mereka tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
3. Bagi pemerintah
Diharapkan pemerintah lebih memperketat peredaran serta penjualan alat kontrasepsi
sehingga tidak jatuh ke tangan orang yang salah.
4. Bagi tenaga kesehatan

14

Petugas kesehatan diharapkan ikut serta bersama pemerintah dalam usaha


pengawasan terhadap peredaran alat kontrasepsi dan ikut serta memberikan
penyuluhan pada para remaja terkait tentang penggunaan serta dampak atau risiko
penggunaan alat kontrasepsi.

15

DAFTAR PUSTAKA

Prawirohardjao, Sarwono. Ilmu Kebidanan. YBP. SP. Jakarta: 2005

Prawirohardjao, Sarwono. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan


Neonatal. YBP. SP. Jakarta: 2001

Prawirohardjao, Sarwono. Ilmu Kandungan. YBP. SP. Jakarta: 2005

http://prov.bkkbn.go.id/sulteng/old/news_detail.php?nid=253

http://medicastore.com/penyakit/3356/Kontrasepsi.html

http://www.kikil.org/forum/archive/index.php/thread-17678.html

16