You are on page 1of 1

Nama : Ronald

NIM
: 15/382419/GE/08189

KEBIJAKAN TAX AMNESTY

Kebijakan
Tax amnesty

Efisiensi

Efektivitas

Equity

Equality

+++

++

++

Public
Participatio
n
++

Freedom

Predictabilit
y

Procedural
Fairness

--

Tax amnesty adalah pengampunan pajak, yaitu adanya penghapusan pajak bagi Wajib Pajak (WP) yang
menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak dengan imbalan
menyetor pajak dengan tarif lebih rendah. Dengan dilakukannya tax amnesty ini, diharapkan para pengusaha yang
menyimpan dananya di luar negeri akan memindahkan dananya di Indonesia dan menjadi WP baru yang patuh
sehingga dapat meningkatkan pendapatan pajak negara.jenis pengampunan ini adalah 1.pengampunan pajak
terutang 2.penghapusan sanksi administrasi pajak 3.penghapusan sanksi pidana pajak.Tax amnesty berlaku pada
tanggal 1 juli 2016 hingga 31 Maret 2016.Subyek pengampunan pajak ialah setiap wajib pajak kecuali yang disidik
oleh kejaksaan,menjalani sidang di pengadilan dan mengalami hukum pidana tekait pajak.Cara mendapatkan tax
amnesty ialah desklerasikan seluruh harta baik didalam atau diluar negri yang belum dilaporkan di SPT
2015.Tedapat 3 periode pengumpulan tax amnestyyang pertama pada tanggal 1 juli hingga 30 september,tahap dua
pada tanggal 1 oktober hingga 31 desember dan tahap terakhir dari tanggal 1 januari hingga 31 maret 2017.
Kebijakan tax amnesty mampu berdasarkan situs resmi Direktorat Jenderal Pajak, sejak digulirkan pada Juli
lalu hingga kini, penerimaan tax amnesty telah menembus Rp 97,51 triliun. Penerimaan dari uang tebusan
berdasarkan SSP mencapai Rp 94,06 triliun, dari tunggakan pajak mencapai Rp 3,06 triliun, dan dari penghentian
pemeriksaan bukti permulaan mencapai Rp 385,35 miliar membuktikn efesiensi yang tingg idari tax amnesty
disertai dengan efektitas serta equity,public participation dan procedural fairness yang baik.Namun dana repatrisai
yang terkumpul masih belum jelas pemanfaatnya oleh pemerintah