You are on page 1of 4

Artikel Entrepreneurship

Artikel tentang Pak Ci ( Ciputra )


Ir. Ciputra, atau biasa dipanggil Pak Ci, adalah seorang entrepreneur yang sangat sukses. Ia
adalah tokoh di belakang pendirian tiga group bisnis bidang properti terkemuka di Indonesia;
group Jaya, group Metropolitan dan group Ciputra. Bersama ketiga kelompok bisnis di atas,
Pak Ci terlibat dalam pembangunan lebih dari 20 pengembangan skala kota, 10 pusat belanja,
10 hotel berbintang, 5 padang golf dan pusat rekreasi terbesar di Indonesia (Ancol). Pak Ci
adalah seorang yang sangat inovatif. Ia mampu mengubah sebuah padang ilalang menjadi
kota baru, mengubah tempat pembuangan sampah menjadi resor yang indah dan kawasan
kumuh menjadi wilayah pencakar langit tempat ribuan orang bekerja dan beraktifitas. Pak Ci
pun aktif mengembangkan bisnisnya di manca negara di antaranya di Singapura, Vietnam dan
India dan sedang mempersiapkan untuk masuk ke China dan Timur Tengah.
Sebagian buah keberhasilan bisnisnya ia bagikan pada masyarakat dalam bentuk sumbangan
dan dukungan untuk kegiatan pendidikan, seni dan olah raga. Pak Ci terlibat di lebih 10
lembaga pendidikan, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Dalam bidang olah raga Ia
memimpin yayasan Jaya Raya yang menghasilkan juara-juara dunia di bidang bulu tangkis
termasuk peraih medali emas dalam Olimpiade.
Melalui profesinya ribuan orang mendapat kesempatan kerja dan ratusan ribu anggota
keluarga mendapatkan nafkah dan masa depannya. Di usia 75 tahun ia masih aktif
mengembangkan bisnisnya dan dengan penuh semangat mendorong tumbuhnya entrepreneurentrepreneur tangguh Indonesia, baik melalui Universtias Ciputra, The School of
Entrepreneurs maupun melalui pendekatan-pendekatan ke berbagai pihak agar dibentuk
Entrepreneurship Center di kampus-kampus terkemuka, dan pengintegrasian pembelajaran
entrepreneurship dalam kurikulum nasional mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi.
Meskipun prestasinya sungguh luar biasa, Pak Ci tetap tampil sederhana dan rendah hati. Ia
sangat menghargai orang-orang yang ditemuinya, suka memberikan pujian dan memberikan
semangat. Bertemu dengannya saya jadi ingat ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.
Indonesia Butuh 4 juta Entrepreneur Baru
Menurut David McClelland, untuk menjadi makmur suatu negara butuh entrepreneur paling
tidak 2 % dari warganya. Pada tahun 2007 di Indonesia diperkirakan ada 400.000
entrepreneur atau 0.18 % , seharusnya kita punya 4.4 juta entrepreneur. Sebagai bahan
perbandingan, Singapura di tahun 2005 punya 7.2 % entrepreneur dan Amerika Serikat di
tahun 2007 punya 11.5 %.
Mengapa entrepreneurship sangat dibutuhkan di Indonesia? Tanpa entrepreneurship
penganguran terdidik akan semakin banyak jumlahnya. Berdasarkan data Februari 2007 ada
740.206 penganggur lulusan perguruan tinggi. Dalam waktu enam bulan ( Agustus 2006

Februari 2007) jumlah penganggur lulusan perguruan tinggi naik sebesar 66.578 atau 9.88 %.
Tanpa entrepreneurship sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah di Indonesia
tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat, negarapun tidak akan
mendapatkan kutipan pajak, retribusi dan fasilitas publik swadaya.
Orientasi pendidikan kita saat ini umumnya memang membangun manusia pencari kerja dan
bukan membangun manusia pencipta kerja, itu sebabnya generasi muda kita umumnya tidak
memiliki kecakapan untuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri. Pertanyaan yang
mungkin timbul adalah apakah entrepreneur-entrepreneur baru bisa dibentuk melalui
pendidikan? Untuk menjawab pertanyaan ini, Peter Drucker berkata :The entrepreneurial
mystique? It's not magic, it's not mysterious, and it has nothing to do with the genes. It's a
discipline. And, like any discipline, it can be learned.
Untuk

menghasilkan

entrepreneur-entrepreneur

baru,

mengatasi

kemiskinan

dan

pengangguran, sekaligus membangun kesejahteraan dalam satu generasi, Ciputra mengajukan


strategi jangka pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek Ciputra mengusulkan
dibangunnya entrepreneurship center di kampus-kampus terkemuka. Center ini berfungsi
melakukan

pendidikan

dan

pelatihan

entrepreneurship,

pengkajian

kurikulum

entrepreneurship, inkubator, konsultasi dan dukungan jaringan finansial dan mentoring bagi
para entrepreneur baru. Dalam jangka panjang Ciputra mengusulkan pengintegrasian
pembelajaran entrepreneurship dalam kurikulum nasional mulai dari TK sampai dengan
Perguruan Tinggi. Ia pun mengusulkan Kerja Sama Gerakan Nasional Budaya Wirausaha
antara pihak pemerintah, akademisi, kalangan bisnis dan tokoh sosial, agar budaya
entrepreneurship bisa terbangun di Indonesia.
Bakat Entrepreneur Bisa Dikembangkan oleh Siapa Saja
Bagi Ciputra, ada tiga ciri utama seorang entrepreneur. Pertama seorang entrepreneur mampu
melihat peluang bisnis yang tidak dilihat atau diperhitungkan orang lain. Ia melihat
kemungkinan dan memiliki visi untuk menciptakan sesuatu yang baru yang memicu
semangatnya untuk bertindak. Kedua seorang entrepreneur adalah orang yang bertindak
untuk melakukan inovasi, mengubah keadaan yang tidak/kurang menyenangkan menjadi
keadaan seperti yang ia inginkan. Tindakannya lah yang membuat seorang entrepreneur
menjadi inovator. Ketiga, seorang entrepreneur adalah seorang pengambil risiko, baik risiko
yang bersifat financial (baca : rugi), maupun risiko yang bersifat mental (baca : dianggap
gagal). Dengan 3 ciri tersebut, seorang entrepreneur sejati seperti seorang perintis kawasan
baru atau pendaki gunung yang selalu mencari puncak-puncak baru untuk ditaklukan.
Dalam pandangan Ciputra, orang yang memiliki atau mengelola sebuah bisnis, belum tentu
seorang entrepreneur. Orang bisa memiliki sebuah bisnis dengan meniru bisnis yang sudah
berhasil, seperti banyak dilakukan dalam sistem waralaba. Pebisnis model ini tidak memulai

dengan visi , tidak melakukan tindakan-tindakan yang inovatif dan juga tidak mengambil
risiko yang besar. Mereka itu bisa disebut pebisnis atau pengusaha, tapi bukan entrepreneur
seperti yang dimaksud oleh Ciputra.
Berikut ini adalah nasihat dari Ciputra bagi para entrepreneur muda :

Jangan tinggalkan pendidikan formal, tetapi justru gunakan pendidikan formal untuk
mempelajari lebih banyak hal demi mewujudkan impian sebagai entrepreneur.

Tidak ada kata terlalu cepat atau terlalu lambat untuk menjadi entrepreneur. Yang
penting pelajari segala hal untuk mewujudkan impian itu.

Pilih bidang usaha yang sesuai dengan minat, pendidikan dan bakat-bakat terbaik kita.
Bidang usaha yang menumbuhkan mimpi-mimpi yang memasok energi dan membuat
kita tetap bersemangat untuk berusaha, terutama jika sejumlah tangtangan
menghambat langkah ke depan.

Mimpikanlah apa yang Anda inginkan dan inginkanlah apa yang Anda impikan.
Bangunlah keyakinan bahwa itu bisa diperoleh melalui kerja keras yang terfokus.
Ceritakan pada diri sendiri dan teman-teman dekat apa yang Anda impikan dan
kerjakan. Bertindaklah mulai saat ini untuk mewujudkannya.

Ide bisnis dapat datang dengan berbagai cara pada waktu dan tempat yang tidak
terduga. Supaya tidak mudah hilang, biasakanlah untuk mencatat ide-ide tersebut.

Seorang calon entrepreneur harus membiasakan diri untuk tertarik pada pada praktikpraktik bisnis terbaik, dilingkungan terdekatnya ataupun dimana saja. Praktik-praktik
terbaik itu bukan saja untuk dipelajari tapi lebih dari itu untuk ditiru dan dijalankan
sesuai dengan konteks bisnis yang ada.

Meniru adalah proses inovatif jika yang kita lakukan adalah meniru praktik-praktif
bisnis terbaik, mengambil puncak-puncak pencapaian itu dan meramunya menjadi
sesuatu yang lebih baik dan lebih bernilai sesuai dengan konteks usaha kita sendiri.

Sepuluh Prinsip Bisnis Ciputra dalam Memulai Bisnis Baru


Banyak orang sadar akan pentingnya entrepreneurship dan ingin mulai menjadi entrepreneur,
akan tetapi mereka masih bingung mulai nya dari mana. Di dalam memulai bisnis baru
Ciputra memiliki sepuluh prinsip bisnis, yaitu :
1. Mulailah dari apa yang ada pada diri kita, mulailah dari apa yang bisa kita lakukan.
Coba sadari pengetahuan apa yang kita miliki, atau keahlian apa yang bisa dijadikan
pijakan awal, dan adakah kawan-kawan yang bisa diajak ikut berbisnis? Mulailah dari
langkah-langkah kecil, sampil merajut visi dan mimpi besar berikutnya.

2. Carilah mitra bisnis yang melengkapi keunggulan Anda. Pola kemitraan akan
memperkecil

risiko

masing-masing

pihak

dan

memperbesar

kemungkinan

berhasilnya, karena dapat mempermudah dan mempercepat proses bisnis itu sendiri.
3. Mencari mitra bisnis seperti mencari istri. Tak perlu tergesa-gesa, namun gunakan
semua jalur yang mungkin untuk memperoleh informasi seluas-luasnya. Jika masih
ragu bersabarlah, jika Anda yang perlu rendah hatilah. Tetaplah memperjelas kriteria
dari mitra bisnis yang kita cari.
4. Yakinkanlah mitra bisnis Anda dengan memberikan manfaat nyata, bukan janji-janji.
Dan selalulah menjaga komitmen untuk memberikan manfaat bagi kedua belah pihak
agar reputasi terjaga dan hubungan bisa terjaga langgeng.
5. Cermatlah membaca pasar. Jadilah yang terdepan dalam mengantisipasi siklus.
Masukilah pasar yang belum matang.
6. Ketepatan mengatakan no sama pentingnya dengan ketepatan mengatakan yes.
Jangan takut menunda menggarap sebuah bisnis baru jika Anda yakin keputusan itu
mendatangkan hasil yang lebih baik di masa depan.
7. Ada kalanya seorang entrepreneur harus menggunakan intuisinya dalam mengambil
keputusan. Intuisi dapat dilatih dan dipelajari berdasarkan pengalaman. Semakin
sering seorang entrepreneur dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan pada
saat sulit, semakin tajam intuisinya.
8. Seorang entrepreneur adalah juga seorang pemasar yang tangguh. Ia tak kenal lelah
menceritakan dan meyakinkan sebanyak mungkin orang pada saat kapanpun tentang
betapa bernilainya bisnis baru yang ia garap.
9. Seorang entrepreneur yang sukses, membangun dan bekerja lewat organisasinya.
Dalam tahap apapun bisnis Anda, usahakan membangun organisasi.
10. Jangan memikirkan kemungkinan gagal. Pusatkan perhatian pada upaya mencapai
hasil terbaik. Dan bila belum juga berhasil, upayakan lagi sampai berhasil.
Prestasi, nasihat dan prinsip-prinsip Ciputra telah menjadi inspirasi dan membangun motivasi
yang lebih besar lagi bagi saya untuk merealisasikan mimpi-mimpi saya membangun bisnis
yang inovatif, menciptakan lapangan kerja baru dan turut mensejahterakan bangsa. Semoga
Anda pun merasakan hal yang sama. Mari kita kobarkan semangat entrepreneurship yang
benihnya mungkin saja sudah tertanam namun terpendam dan belum tumbuh, tersembunyi
terlalu lama di dalam hidup kita.
Selamat membangun bisnis.