You are on page 1of 1399

Aku masih setia di Yogya

Part I
Elizabeth Marisa S

1. Yogya oh yogya..

Yogyakarta, Juli 2015

Pagi ini, alarm di HP dengan cover belakang berwarna orange itu kembali mengoceh
seperti pagi2 sebelumnya. Suaranya lumayan mengganggu. Sengaja aku pilih ringtone
yang paling menyebalkan, sehingga mau tidak mau mata ini harus melek untuk men-silentnya.

Posisinya lumayan jauh dari tempatku berbaring, kasur tua yang masih setia dengan
empuknya. Iya, kasur ini merupakan "Warisan" dari pemilik kamar ini sebelumnya. Kamar
kost ini juga lumayan besar tetapi dengan harga yang lumayan (eh bukan lumayan tapi
sangat murah) dengan harga 1juta pertahunnya.

Semakin lama itu alarm semakin nyaring terdengar, dengan mata masih sekitar 3watt aku
pun menghampiri hape yang terletak di meja dekat dengan keyboard komputer di sudut
kamar.

Setelah aku buat diam hp orange itu, tangan seperti sudah terbiasa dengan sendirinya
menekan tombol power di CPU warna hitam kebanggaanku. Tidak butuh waktu lama,
komputer tua itu kembali membuka mata menyapa ku dengan monitor LED-nya.

Winamp, ya, winamp adalah aplikasi wajib ku buka ketika menyalakan pc/laptop. Entahlah,
aku seakan tidak terlalu suka dengan suara kipas pendingin pc, aku lebih memilih musik2
gak jelas, musik2 aneh yang bisa membuat mood sedikit lebih baik. Dan untuk playlist pagi
ini, ane pilih si-imut Cleopatra Stratan asal Moldova itu. Dan mulailah musik khasnya
dengan sedikit gaya Rap mengalunkan lagu De Ce-nya.

Belum habis itu lagu De Ce-nya, tiba2 terbayang itu tumpukan berkas para calon
kontraktor muda yang belum selesai di konversi ke dalam bentuk data di PC kantor.

Dengan segera diri ini beranjak mandi. Tidak butuh waktu lama, akupun sudah kembali
kekamar memakai kemeja warna hitam dan jeans biru dongker. Cleopatra masih dengan
suara imutnya mengiringi ane yang sedikit tergesa. Dengan satu tomboll "Power" di
keyboard yang lumayan berdebu itu, ane berpisah dengan si imut yang dengan ceria
melantunkan Zunea Zunea-nya.

Mulailah langkah ini berayun ke arah kantor yang tidak terlalu jauh. Tawaran dari kernet
angkot yang dengan lantangnya berteriak menyebutkan tujuan busnya seakan tidak
mengganggu perjalanan ku yang masih bisa mendengar kicauan imut si Cleopatra di
telinga. Sekarang si imut itu sudah berpindah ke Hape dikantong dan lantunan Zunea
Zuneanya kembali terdengar di handsfree ditelingaku.

Tidak sampai 10menit, tibalah di kantor kecil tempatku biasa menghabiskan waktu dengan
memandang layar LED. Dari LED itu juga, aku mulai terbiasa membaca SFTH di Kaskus.
Lumayan banyak kisah yang sudah kubaca, terkadang ada kata2 dari tulisan di salah satu

story yang bisa membuatku tersenyum karena aku seakan melihat diriku sendiri.

Banyak juga kata2 yang sengaja aku plagiat untuk jadi status di FB atau status BBMku.
Dan janganlah heran jika nantinya tulisan yang aku buat ini akan sedikit sama gaya
penulisannya dengan salah sepuluh (bukan salah satu, karena ada sepuluh story yang
saat ini masih sangat suka aku baca ulang dari awal, hehehe)

Sepertinya sangat asik melihat story di SFTH ini, aku seperti bisa melihat langsung apa
yang sang tokoh utama ingin sampaikan dengan penyajian kata2 yang dirangkai
sedemikian rupa sehingga enak untuk dibaca.

Butuh waktu lumayan lama untuk pc itu mulai booting awalnya. Mulailah logo khas
windows itu terpampang di LED 17inch. Mulailah kubuka berkas calon kontraktor itu satu
persatu,dan mengkonversinya ke bentuk data di dalam hardisk 80gb.
Seperti orang2 pada umumnya, pagi merupakan waktu yang tepat untuk menyelesaikan

pekerjaan yang sedikit menumpuk. Pagi hari ke-efisiensi kerja otak manusia rata2 di atas
92% (ah...plagiat yang aku sendiri lupa sumbernya, sudah lumayan lama kubaca kata
tentang kinerja tubuh dipagi hari itu).

Sedang asik2nya meng-input data.


"Ckiiiiit creeeeek..." suara pintu kaca di kantor ini sudah seperti alarm ke-2, suaranya
cukup membuat kaget menandakan ada orang yang masuk.

Aji : Wuih, pegawainya pagi2 sudah berkutat dengan berkas aja.


Ane : Biasalah, mw ta kelarin pagi2 biar ntr bisa santai
Aji : Masih banyak po mas berkas e, ta bantuin po piye?
Ane : halah sisa dikit gini, plg bntr lagi kelar.
Aji : owh, nek butuh bantuan ngomong wae mas.
Ane : siap.

Oiya, kenalin Aji ini adalah teman sekantor, dia sebenarnya lebih "Tua" dikantor ini. Tapi di
luar kantor, aku lebih tua umurnya dari dia. Perawakan Aji ini dengan tinggi 165-an, kulit
tidak terlalu hitam,tidak terlalu putih. Hobinya (dari yang sering aku lihat) sering naik
Gunung, gunung dalam artian sebenarnya loh ya, bukan "gunung" yang enggak2. IYKWIM

Wah maaf, kebiasaan yang sulit hilang, main nyerocos aja tanpa memperkenalkan diri.
Namaku Eri, perawakan standar,gak ada yang istimewa, jadi tidak usah terlalu dibahas.
Hehehe. Asal dari pulau nun jauh disana,sebuah pulau yang sangat panas karena
mataharinya 7biji. Pulau yang terkenal dengan Susu Kuda liar dan Madunya.

Yap, aku berasal dari Pulau Sumbawa, NTB. Aku sudah terdampar di pulau jawa tepatnya
di Yogya. Sudah lumayan lama aku tedampar disini dari tahun 2003 dulu. 2015 - 2003 =
12tahun, bukan waktu yang sebentar menurutku.

Yogya seakan sudah menduduki tempat yang special dalam kehidupan dan beberapa

kebodohan ku dimasa lalu. Namanya manusia, kebodohan itu tak akan pernah lepas dalam
kehidupanya sehari2. Dan entah sekarang aku seakan bisa tersenyum getir sekedar
mengingat2 kebodohan yang pernah kulakukan.

Bersyukurlah...karena kau masih hidup untuk melihat dan menertawakan kebodohanmu


dimasa lalu

2. Pamitku ke Yogya

Juli 2003 (sekitar pukul 5 sore)


Bus Malam Titian Mas berhenti di salah satu pull-nya di kota ku, semua penumpang pun
sibuk menaikan barang bawaan dan menuju ke nomor kursi masing2.

Ane : Emak Bapak, aku pamit dulu, minta doanya


Emak : (sambil meluk) iya nak..kamu disana ntr hati2..belajar yang rajin.
Bapak : (wajah santai) ya udah sana siap2, ingat semua yang bapak omongin kmrn2, jgn
nakal selama idup di tempat orang
Ane : iya.. (sambil nyium tangan mereka berdua)

Aku pun ikut penumpang lain naik ke bus malam tersebut dan menuju kursi yang tertera di
tiket, nomor 16, gk begitu jauh dari pintu bus, kulangkahkan kaki dan menyenderkan
badanku dikursi,dan mulailah kepala ini terasa pusing dengan aroma bus malam yang
khas. Setelah kondektur mengecek semua penumpang..bus malam pun melaju ke arah
pelabuhan.

Datar banget ya perpisahan ku dengan orang tua. Ya begitulah, sejak kecil aku memang
lebih dekat dengan nenek. Soalnya waktu kecil, emak sama bapak lebih sering ke sawah
dan menitipkan ane sama nenek di kampung.

Sawah sama kampung sebenarnya gk terlalu jauh, kl dtempuh dengan jalan kaki ada
stengah hari perjalanan. Maklum di kampung ku kalo sudah musim panen raya, orang2
rata2 tinggal disawahnya masing2 dan kampung menjadi sepi.

Sejak SMP, aku sudah tinggal di rumah sodara, di rumah paman dan bibi di kota yang agk
dekat dengan smp ku,jadi gak menghabiskan biaya buat bolak balik selama SMP. Beranjak
SMA juga, aku memilih ngekost di kota karena gk mw merepotkan paman dan bibi lagi, ya
itung2 blajar mandirilah..hehehe

Semalaman aku cuman tiduran di bus, sbnrnya bukan tidur si..tapi mabok kendaraan,
maklum orang kampung biasa naek kuda kemana2, ini tiba2 naik bus malam langsung
perjalanan jauh.

Nah ini pertama kali aku ngerasa kayak org mw mati, kepala kyk di cekokin miras oplosan
yg gak jelas. Badan basah dengan keringat yang sudah sejak 20menit lalu mulai mengucur
deras.

Disamping ku duduk bapak2 yang kyknya udah biasa bepergian jauh,dia dengan santainya
membaca buku entah buku apa,aku tidak memperhatikan,jangankan baca buku,buka mata
dikit aja langsung mutar2 burung 4 ekor dikepala (saking pusingnya seperti di film2 kartun
hehehe).

Sekitar jam 11an malam, bapak tadi membangunkan ku,dan mengajak naek ke
kapal..soalnya sudah sampai penyebrangan Sumbawa(Pototano) - Lombok (Kayangan).

Akupun cuman ngikut di belakang bapak tadi naek ke kapal penyebrangan (kapal Feri).
Lumayan seger kena angin malam+angin laut..wah,ini pertama kali juga aku naek kapal
laut. Rasanya senang banget. Maklum anak kampung tepatnya anak gunung. Hehehe.

Diatas kapal aku ngobrol2 sama bapak tadi..lupa2 ingat yang kami bicarain. kira kyk gini
garis besarnya.

Bapak2 : Mw sekolah kemana dek?


Ane : Ke Yogya pak..nyari2 pengalaman..hehehe
Bapak2 : Memang di yogya nanti mw masuk SMA mana?
Ane : mw kuliah pak, pengen nerusin ke jurusan informatika
Bapak2 : owh kuliah..saya kirain mw masuk SMA.

Ngbrol panjang lebar, lebih tepatnya dia nyeritain gimana dia kuliah dulu di surabaya dan
aku cuman ngangguk2 gak jelas..Batin ku "Surabaya" kota mana lagi itu..??

Sebenarnya modal nekatlah yang membawaku ke Yogya waktu itu, dan yang jadi patokan
ku cuman brosur dari LPK (lembaga pendidikan keterampilan) yang bakal jadi tempat ku
kuliah nantinya.

Dan di belakang brosurnya ada peta kampus yang menurut ane sangat "Wah". Saat itu di
brosur, LPK itu berdampingan dengan lambang kota Yogya yaitu Tugu Yogya.

Sekitar 1 jam kemudian, kapal pun sudah merapat ke dermaga Kayangan di lombok.
Kami pun kembali ke bus, dan mulai lagi penderitaan tahap ke-2 ku di bus menuju terminal
Mandalika di Kota Mataram.

Ketika aku mw mulai tidur karena sudah agak pusing, bapak2 di kursi samping
menawarkan opsi buat ke Yogya. Kebetulannya lagi, bapak tadi memang lagi ada urusan
di yogya baru nantinya ke surabaya.

Bapak2 : Dek,nanti kita turun di terminal Mandalika aja, trus besok paginya baru naik Bus
Safari Dharma Raya buat ke Yogyanya.
Ane : Pak Bur bukannya mw ke Surabaya?
(nama beliau Pak Burhanuddin, beliau guru salah satu SMK di pulau ane, itu beberapa info
yang bisa kudapat dari obrolan kami di atas kapal penyebrangan tadi)
Pak Bur : Kebetulan ini tadi dapat telepon, katanya disuruh ke Yogya dulu. Nah kebetulan
ada adek jadi bapak ada temannya selama di bus ke yogyanya.
Ane : Oke pak, saya juga belum ngerti mw kemana selanjutnya. Soalnya baru pertama ini
saya ke yogya.

Yang aku bayangin waktu itu simple, naek bus malam, besok2nya turun sudah di Yogya,
sesimple itu..wkwkwkwkk..ini aku inget2 sekarang kok bodoh bgt ya.. ternyata bus dari

pulauku itu pling jauh cuman sampe surabaya.

Pak Bur : Wah adek ini ternyata BoNek juga


Ane : BoNek apaan pak? (bukan Bonek suporter bola dr kota sebelah lho gan)
Pak Bur : Bocah Nekat (dia tertawa lmyn kenceng)
Ane : ada2 aja pak. (Aku pun lanjutin meremin mata, kepala udah ancur2an rasanya)

Sekitar jam 4 subuh, bus sudah masuk terminal mandalika Mataram. Pak Bur mengajak
cari masjid buat sholat subuh dan numpang mandi biar agk segaran. Berhubung badan
kgk beres rasanya, aku cuman numpang tidur di emperan masjid terminal pagi itu. Dan
aku masih ngerasa seperti masih di atas bus. Gerak2 gimana gitu lantai emperan masjid.

Paginya sektar jam stengah 7. Pak Bur membangunkan dan nyuruh numpang mandi di
kamar mandi masjid. Aku pun mengambil bungkusan alat2 mandi dr tas ransel dan
numpang mandi di toilet masjid.

Namanya masih udik, mandi seadanya biar segar buat lanjutin perjalanan. Dan yang buat
lucu sampe skrg kalo di inget2, waktu itu ternyata aku blm terlalu sering memakai yang
namanya cologne ato parfum. Bisa kebayang kan gimana aromanya.

Dan parahnya lagi, aku gk ada ngerasa canggung2nya sama sekali, biasanya juga di
kampung mandi di sungai sambil jagain kuda ama kerbau. Ya, itulah aku yang dulu adalah
seorang gembala. Hahahahah

Pas abis mandi, aku balik ke tempat tas yang di ttpin sama marbot masjid. Aku kasih duit
5rebuan sama marbot masjid, dan aku berniat pamit ke ruangan tunggu bus jurusan
Yogya. Tapi koq tas ku jadi nambah 1 biji ya, wa bingung prasaan dari kampung aku
cuman bawa 1 tas slempang kecil sama 1 tas ransel..ini koq jadi tmbh 1 tas ranselnya ya.

Muter otak inget2 ni tas punya sapa? Pas aku balikin ke marbot masjid, baru sedikit inget,
semalam kan ada teman di bus. iya, ini tasnya pak bur, teman seperjalanan. Aku pun balik
ke masjid, cari kesana kemari, tapi semua pintu kamar mandi di toilet pada kebuka dan
gak ada orang.

Marbot masjid yang dari tadi melihatku kyk orang bingung nyamperin.

Marbot : dek, tadi bapaknya ke jalan sandubaya buat nyari tiket katanya. (logat2
lomboknya kental banget, logat lombok kl di perhatikan mirip2 dengan logat bali)
Ane : oh gitu pak, makasih pak, biar saya tunggu di terminal aja.
Marbot : Ngopi dulu sini dek, biar seger.

Ternyata bapak marbotnya udah dari tadi buat 3 gelas kecil kopi, dan ternyata Pak Bur
yang minta tolong buatin kopi ke marbotnya sebelum dia beli tiket.

Marbotnya duduk dengan santai sambil milin2 kertas rokok+tembakaunya. Ciri khas kalo
di daerah lombok ni, kebanyakan kalo bapak2nya memakai sarung, gk cuman d lombok
ding, di tempat ku juga kebanyakan bapak2nya make sarung kalo di rumah.

Kopi gratis, niat baik orang gk enak di tolak gan hahahah. Aku pun tanpa pikir panjang
langsung nimbrung sama pak marbotnya, ngobrol ngalur ngidul cuman ku iya2in aja
karena kebanyakan katanya ane kagak ngerti, pak marbot ngobrol itu kadang make
bahasa indonesia di campur bahasa lombok. dan bahasa lombok sama bahasa daerah ku
jauh banget logat sama kata2nya.

Lagi asik2nya dengerin curhatan pak marbot, pak bur datang sambil agak sedikit
terburu2. Dia ngambil tasnya dan mengeluarkan dompet dan ngasih duit 20rebuan ke pak
marbotnya sebagai ucapan terima kasih karna dah bolehin kami tidur dan mandi di masjid
yang dia jaga.

Aku pun ngikut pak bur ke terminal, dan ku liat disana banyak banget bus2 gede panjang.
Aku disitu ter-kagum2, pertama kalinya melihat terminal yang segitu ramenya dengan
bus2 yang luar biasa "Wah"nya.

Clingak clinguk kesana kemari, nyari pak bur. Ternyata pas bengong sebentar tadi, aku
hilang arah. Dan yang jadi tur guide (pak Bur) sudah gk ada di depan ku. Hancur sudah,
aku bakalan jadi orang ilang di tempat antah berantah.

Panik dan cemas cuman itu yang terasa, baru sekarang aku ngerasa seperti ini. (Dulu2 sih
sering panik pas abis maling tela pohon di kebun tetangga. tapi ini rasanya jauh lebih
panik.)

Akupun bergegas naik ke bus terdekat, clingak clinguk nyari pak guide. Turun trus naek
ke bus yang laen, tapi kgk ada yg aku kenal.. Hadeh masa aku harus ngecek semua bus di
terminal yang segitu banyaknya.

Sedikit capek karena naik turun bus, aku pun duduk di samping penjual makanan minuman
ringan. Sekitar 5mnitan nenangin diri, aku baru inget,,semalam pak guide pernah
ngomong "Bus Safari Dharma Raya".

Dengan sedikit clue itu, akupun mencoba bertanya sama penjual disitu.

Ane : Buk, bus safari dharma raya sebelah mana ya?


Ibu jualan : Sebelah sana Dek. (sambil nunjuk ke arah belakang sktar 10meteran dr tempat
aku duduk sekarang)

Aku noleh keblkg, terlihat ada tuh plang khas bus safari dharma raya yang sangat khas
dengan warna biru dan gambar beberapa gajah.

Ane : makasih ya buk, (aku pun ambil 1 bungkus kecil tissu di jualannya ibu tadi, kluarin

duit 10rebu dan langsung tinggalin ibu itu, tanpa mikirin kembaliannya)

Aku pun sedikit bergegas ke arah yang di tunjuk ibu2 tadi, dan terlihatlah pak guide ku lagi
ngobrol sama agen bus.

Pak Bur : nah ini pak teman sebangku saya.


Agen : (melihat ke arahku, trus ngambil tasku buat di masukin ke bagasi) Tasnya masukin
bagasi aja biar gk ribet
Ane : gak usah pak, biar saya bawa aja ke atas, soalnya ada barang pecah belahnya (aku
berkilah, secara ni tas satu2nya harta berharga, baju2 jelekku pas masih di SMA hehehe)
Agen : owh ya udah bawa aja, toh nanti bisa jadi buat bantal.
Ibu Jualan : (tiba2 dari belakang) Dek ini kembaliannya tadi, saya lagi ngambil kembalian
adeknya lgsng kabur aja (agk sedikit tertawa)
Ane : gpp buk, itung2 ibu dah bantu saya tadi nyari busnya
Agen : sini buk, biar jadi ongkos bagasi aja (sambil njulurin tangannya ke ibu jualan)
Ibu Jualan : ()%#&%#$()@#&% (bukan omongan kasar gan, cuman bahasa lombok, dan aku
gak ngarti)

Ibu jualan pun pergi ke tempat jualannya.

Gak berapa lama, agennya mulai triak2

Yang ke yogya ayo naek semua, bus mau berangkat"

Aku pun sama pak bur naek, dan aku inget banget kami jalan ke arah paling belakang bus.
Kami dapat kursi plg belakang dekat toilet. Ternyata kami dpt tiket plg terakhir hari itu,
dan sisa 2 kursi plg belakang yg dekat toilet.Karena utk beberapa hari kedepan, semua
tiket sudah terjual. Dan harus menunggu beberapa hari kemudian baru bisa dpt tiket ke
yogya.

Bus mulai meninggalkan Terminal Mandalika lombok, menuju pelabuhan Lembar.


Seperti biasa, aku langsung lemas di atas bus, bau2an bus itu punya ciri khas di idung ini.

Ngebayangin baunya aja, sampe sekarang ini kadang buat mual. Sekitar 1jam-an bus kami
sampai di pelabuhan Lembar dan siap2 naek kapal Feri buat nyebrang ke pulau bali.

Nah, aku agk demen ni naek kapal, bisa kena angin jadi gak terlalu pusing seperti di bus.
Dan lagi2 perkiraan meleset jauh gan, aku kira bakalan kyk penyebrangan di Pototano Kayangan. ternyata penyebrangan Lembar (Lombok) - Padangbai (Bali) lebih kejam dari
siksaan sebelumnya.

Karena ini penyebrangan paling lama dan ombaknya "Nauzubilllllllllllehhh" guedenya.


Waktu tempuh standar nya sekitar 4-5jam, itupun kalo ombak lagi bersahabat dan dpt
kapal Feri bagus.

Parahnya, waktu itu kami dpt kapal feri butut yang udah2 agak karatan dan ngeri sendiri
liat ke bawah, kyk mau tenggelam gitu. Dan "beruntungnya" lagi, pas pertama naek tu
kapal penyebrangan, ombak pas masa "On-Fire"nya...itu ombak kyknya lebih tinggi dari
kapal. Soalnya bulan2 musim kemarau, jadi anginnya gede, otomatis ombaknya menggila.

Aku critain garis besarnya aje ye gan..malu2in kalo diceritain gimana aku kyk mayat idup
selama perjalanan itu, kgk bisa jauh2 dari toilet di kapal, kyk tentara lagi masa pendidikan,
merangkak keluar masuk kamar mandi.

Begitu pun saat di bus, soalnya dari bali masih sehari lagi buat sampai keyogyanya.

Kl diceritain mendetail bakalan menjatuhkan martabat ku sebagai laki2 (emang masih


punya martabat ya??...wkwkwkwk)

3. Yogya oh yogya..
Yogya Juli 2015..
pukul 4 sore.
2015..Sekitar
..

Beginilah kantorku, tidak terlalu rame kalo pas gk ada pelatihan para calon kontraktor muda.
Malahan bisa untuk tidur, sambil denger lagu2 Bossanova Jawa yang kuputar di PC kantor
dan mengalun lembut dari speaker kecil. Hari ini tinggal aku sendiri dikantor karena si Aji
sudah dari jam stengah 4 tadi pulang duluan karena ada keperluan.

Ah, seperti malas rasanya pulang kkostan yang panas, enaknya tiduran dikantor yang ber-AC
ini. Jadilah ane mundurin sedikit kursi, selonjoran kaki kebawah meja. Lumayan enak
posisinya buat leren. Makin lama alunan musik jawa yang diracik dengan sentuhan jazz itu
seakan meninabobo, dan perlahan mata ini mulai terpejam.

Terdengar nyaring suara telepon di meja, sontak aku terkaget dan segera mengangkat
telepon itu meski dengan rasa sedikit pusing dikepala.

Ane : Halo selamat sore dengan kantor ***** ada yang isa dibantu?
....: Eri, itu berkas yang dimeja tolong titipin ke Loundry ya, soalnya besok pagi harus segera
diproses.
Ane : iya mbak, tapi ini si Aji tadi pulang duluan, berkasnya lumayan banyak soalnya.
....: oalah, ya kamu naek becak apa taksi aja, besok duitnya ta ganti.
Ane : ya udah mbak, ntr ta bawa pake becak aja.
....: ok.
Tut tut tut

Dan telepon terputus. Itulah perintah dari boss yang cewek. Maklum kantor ini merupakan
lembaga sertifikasi bentukan masyrakat. Jadi ada 2 boss yang membuat kantor ini tetap
bergerak dalam menyelenggarakan sertifikasi para calon kontraktor muda.

Akupun merapikan tas slempang warna coklatku, kulihat itu berkas kontraktor yang akan
kubawa ke loundry si boss cewek. Ada sekitar 50an berkas yang sudah menumpuk dengan
beberapa lampiran yang diperlukan untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi.

Naek becak ajalah dari pada taksi pikir ku. Becak jalannya pelan bisa sambil nikmati cuaca
yogya sore2 gini. Sore ini cuacanya cukup bersahabat, tidak terlalu panas. Ah, kenapa jadi
manja gini tubuhku, apakah karena sudah mulai terbiasa dengan ruangan yang ber-AC??
Prasaan awal2 nyampe yogya dulu, aku sempat mengejek hawa panas yogya yang belum ada
apa2nya dibanding dengan kampungku yang mataharinya ada 7biji. Aku pun sempat
tersenyum ketika di atas becak yang membawa berkas ke arah loundry.

Sebenarnya pake taksi lebih cepat dengan harga yang sama, tapi entah kenapa terbayang
dulu pas awal2 aku menginjakkan kaki dikota gudeg ini. sempat menjadi korban penipuan
oknum supir taksi.

Yogya yogya...benar sebutan orang2, kalo yogya itu berhati nyaman.

4. Hari Pertama dan Langkah Pertamaku


Pertamaku di Yogya
Juli 2003
Yogyakarta, Jembatan Layang Janti ke arah selatan, Pull Safari Dharma Raya (Sekitar jam 11
siang)

Muka pucat,rambut acak2an, mata merah orang mabok (yap aku mabok kendaraan gan).
Dengan lemah gemulai (gaya2 putri keraton jalan abis mendaki gunung melewati lembah trus
merangkak keluar masuk kamar mandi kapal sambil nenteng tas ransel wkwkwkw)
melangkahkan kaki di Yogya, kota yang jadi impian ku selama ini.

Pertama aku melempar mata, gedung2 tinggi, mobil+motor lalu lalang (ruame ne, mata ku
berkaca-kaca, udah agk ilang merah2 maboknya, soalnya tadi basuh muka pake air mineral
yang botol gede, sempat beli pas brenti di pull bis di solo sblmnya).

Dan yang buat lebih kagum lagi, itu jembatan layang...kuereennya minta ampun (biasa gan
orang kampung, di kampung mah adanya cuman jembatan dari bambu buat nyebrang sungai
hehehe)

Saat masih kagum2nya dengan apa yang terlihat di mata, pak bur menarik tangan buat
masuk taksi. Aku pun langsung ngikut aja, soalnya dah ngerasa ni pak burhan dah kyk bapak
ane selama perjalanan. di dalam taksi, pak bur minta brosur LPK yang bakal jadi tempat
kuliahku, kubuka tas ransel dan menyerahkan ke pak supir taksi. Dan terjadilah
perbincangan yang sangat khas dengan logat jawanya.

Supir taksi : niki alamate lmyn adoh e mas? rep go argo pora?
Pak Bur + Ane : (saling liat)
Pak Bur : (ngeliat ane dan ngomong pake bahasa daerah ane gan) "Apa ling nyenan ita?" (sfx
: "Dia ngomong apa tadi?")
Ane : (Ngangkat kdua bahu) Gk tau pak. (Di sini aku pk bhsa indonesia ya, kan dah nyampe
kota, masa mau tetap jadi orang kampungan..wkwkwk)

Supir taksi : (ngeliat lewat kaca spion tengah) (makanan empuk ini, orang baru di yogya ini ::
ini yang aku pikirin sekarang loh ya, bukan yg ada di pikirin pas baru nyampe yogya ya)
Supir taksi : Gini aja mas, ini kan jauh jadi gk usah make argo aja, nanti bapak sama mase liat
jauh tempuhnya berapa lama, baru ngasih saya berapa aja biayanya, itung2 saya bantu
orang baru di yogya. gimana?
Ane : (wah bapaknya baek banget sama orang baru dkenal aja baek kyk gini, pikirku waktu
itu)
Pak Bur : Ya udah pak, yang penting sekarang nyampe tempat di brosurnya aja.
Supir taksi : Ok pak, kita jalan sekarang. (Kena kalian, kena jebakan betmen wkwkwkw)
Ane : (sambil duduk tegak, baru kali ini aku naek taksi. adem ada angin cipasnya Sfx : AC,
mentok2 pas sma cuman naek angkot buat kemana2)
Ane : kira2 berapa lama pak nyampe ke tujuan?
Supir taksi : paling sktr 20menitan mas, soalnya siang ki rada2 macet
Ane : tapi bapak tau kan tempatnya?
Supir taksi : tau mas, kmrn sama kyk njenengan (sfx : kamu/kalian), ada org juga dari bali
yang sama alamatnya kyk yang njenengan bawa. Dia kmrn bilang kalo make argo aja, ya
udah saya nyalain argo, pasnya juga kan kena macet mas. Kl gk salah kmrn pas nyampe
sekitar 150ribu mas.
Ane : (wah,bakalan gk mw naek taksi lagi ini besok2, gila aja bayarnya sampe sgitu pikirku)
Ane : mahal juga ya pak.
Supir taksi : Ya gitu mas, nek pas macet. Tapi sante mas, ntr gk usah segitu, njenengan bayar
50ribu aja. Kan tadi saya udah ngomong, ngitung2 bantu orang baru di yogya.
Ane : (mata ini berkaca lagi gan, ternyata benar juga yang sering ane liat di tipi2, orang
yogya itu emang baik2)
Ane : makasih ya pak. (kembali aku liat keluar jendela taksi, liat2 bangunan yg bagus2
soalnya gk ada kyk gitu di kampung ane gan, di luar juga motor banyak banget yang nyalip2,
di tempat ane SMA memang bnyk motor, tapi kebanyakan tukang ojeknya..wkwkkw)

Sekitar 20menitan sesuai yang pak supir baik bilang (Baik matane, die udah nipu ane sekitar
30rebuan, 30 rebuan itu bisa makan mewah di warung2 gan..2003 kyknya nasi ayam di

warung2 msh sekitar 6-7rebuan dan dpt minum es teh ::ini yang ane rasain kl sekarang
gan..ehhehe) sampelah kami didepan LPK yang ada di brosur yang jadi patokan ku keyogya
dr kampung.

Kubangunin tu si pak guide (pak burhan) karena selama didalam taksi dia sangat nyenyak
tidurnya, kecapean kali dianya, soalnya selama perjalanan ke yogya dia jagain kyk bapak ane
sendiri.

Kami pun membayar taksi tadi seperti omonganya pak supir, ane kasih duit 50rebu. Diapun
membuka bagasi belakang dan membantu menurunkan tas ransel kami. Setelah itu, pak
supir taksi yang sangat "baik" meninggalkan kami didepan sebuah bangunan bertingkat 2
dan d depan bangunan itu plang nama (itu loh yg kyk papan nama tapi gede gitu loh..apa ya
namanya, pokok e itulah ngerti kan ya...wkwkkw) LPK ******** (sensor aje yah biar gk terlalu

vulgar penipu2nya..wkwkwk)

Tiba2 perasaan ku koq jadi gk enk gini yah, prasaan di brosur koq mewah banget tempatnya,
tapi ini kenyataannya koq berbeda 180% eh 180 derajat. Kucoba masuk kedalam, sapa tau
salah alamat.. (tapi papan nama sama nama lpk di brosur koq sama plak ya, tambah gk enak
perasaan ini)

Ane : Salam lekom (biasa kl di kampung tiap masuk rumah orang ato tempat baru pasti pake
salam dulu)
Mbak 1 : Iya silahkan masuk mas, ada yang bisa di bantu?
Ane : Ini benra LPK ******** buk? (sambil nunjukin bukti pembayaran yang sudah aku terima
pas baru2 lulus SMA dulu. Soalnya pas terakhir di surat yg dikirim ke SMA, kl datang ke
yogya suruh nunjukin itu bukti transfer ke rekening mereka)
Mbak 1 : aduh jgn panggil ibuk dung, masih muda gini juga? (senyum genit, sambil melihat
bukti pembayaran yang ku kasih)
Mbak 1 : Mbak Wi (sambil agak teriak manggil kedalam).
Mbak 2 : (Keluar dari ruangan sambil agak merapikan bajunya, dan mengambil bukti

pembayaran yang diserahkan oleh mbak 1-nya tadi)


Mbak Wi : (duduk di kursi satunya) Iya benar mas. ini dengan mas Eri ya. (Menjulurkan
tangannya)
Ane : (menjabat tangan mbak Wi) Iya mbak, kenalkan saya Eri dari SMAN * ******* (sensor lagi
aja biar lebih dramatisir, heheheh)
Mbak Wi : (nama Aslinya Dewi ******* tapi biasa di panggil mbak Wi) Bentar ya saya catet dulu
bukti daftar ulangnya, nanti biaya lain2nya di selesaikan sama mbak Erma. (sambil menunjuk
mbak satunya disamping dia)
Ane : (mbak wi ma mbak erma namanya...hmm udah agk berumur si tp masih genit pikirku)
Mbak erma ini ane kurang tau nama aslinya soalnya gk terlalu penting dicrita ini gan ( sorry
mbak erma ya, sambil melambai mbak erma)

Sekitar 30menit, bayar kiri kanan sebagai bukti admnistrasi, dan semua kelar. Aku pun pamit
keluar dari tempat tersebut. Pas diluar baru inget, kan tadi aku sama pak guide (pak burhan)
pas kesininya.

Nah, kebayang kyk di Terminal Mandalika Mataram Lombok, wah bakalan ilang lagi di tempat
antah berantah ini pikir ku. Ternyata enggak, pak guide masih duduk di luar ruangan
tersebut di depan teras di kursi dari kayu dengan meja bundar didepannya. Dia lagi telpon
sambil udud ternyata.

Ntah aku lupa itu hapenya noki* jadul yang seri berapa. Tapi aku hapal ringtonenya pas ada
panggilan masuk yang bunyi "tulit tulit tulit " gitu. Maklum gan, aku masih jarang liat barang
begituan, di kampung biasa make bekas kaleng susu trus make benang panjang buat jadi
kabelnya. Tau kan ya...hehehhe

Udah berasa mau pingsan pas ikut nimbrung di kursi sama pak guide, ntah kenapa. Apa
pengaruh mbak2 genit didalam tadi ato pengaruh suasana kota yogya yang berbeda sekali
dengan kampung.Ntahlah.

Oiya, sedikit tentang kampungku.. ada teman yang orang lombok ngomong gini mengenai
kampungku

Kampungmu itu gk butuh lama buat hitamhitam-in diri, mataharinya 7biji gitu.."

Wkwkwk...iya gan, kampungku sumpeh puanas banget, baru sekarang berasa gimana

panasnya kampung halamanku setelah menginjakkan kaki di kota yogya.

Pak Bur : yuk cari makan dulu.


Ane : (pantesan mau pingsan gini, 2 hari sejak ninggalin kampung, belum makan, di bus ama
kapal, tiap mau makan, itu makanan mental gk jelas, jadinya cuman minum doang, pantesan
kembung2 gk jelas gini jadinya)
Ane : ayuk dah pak, laper juga sekarang baru terasa.
Pak Bur : bilangin sama orang dalam, kita nitip tas dulu sambil nyari makan trus nyari kostan
ntr.
Ane : loh pak, bapak bukannya mw ketempat urusan bapak dulu, saya pikir bisa numpang
sehari ato 2hari dulu sambil saya cari kost.
Pak Bur : saya gak punya sodara disini, saya cuma nemenin dek Eri aja, kasian sendiri di kota
yogya.
Ane : (astaga, ni pak bur baek banget, dia ternyata cuman nemenin dan nganterin ke yogya)
Ane : katanya kmrn ada urusan di yogya pak?
Pak Bur : gak, kmrn karena ada teman aja, jadi sekalian ke yogya aja. Itung2 jalan2. (dia
ketawa2 kecil)
Pak Bur : dari dulu sebenarnya pengen ke yogya, soalnya pas kuliah di surabaya dulu gk
pernah kesampaian mw ke yogya padahal dekat.
(dia melihat keatas sambil tetap ngebulin asap rokoknya, kayaknya dia sempat bernostalgia
sebentar dengan masa2 dia kuliah dulu)
Ane : ya udah pak ayo kita cari makan dulu, biar agak seger

5. Warung Makan Murah


Sekitar 50meter dari tempat LPK ada warung nasi pinggir jalan yang buka tapi sepi gk ada
penjual atopun pembeli lainnya,cuma kami bedua. Kamipun masuk ke dalam warung buat
mesen makan.

Ane : Permisi, pak buk beli makan.


Ibu2 : (agk teriak dari dalam) Iya mas bentar, itu langsung aja nasinya ada di rice cooker
sebelah kiri.
Ane : Iya buk (masih melihat kedalam menunggu yang jualan keluar)

Pak guide ane masih dluar waktu itu, dia masih mau menghabiskan rokoknya. Ane pun ambil
posisi duduk menghadap keluar sambil melihat motor+mobil lalu lalang. Gak berapa lama
ibu2 jualannya keluar dari dalam, kayaknya sih habis nyuci piring sama gelas dianya

Ibu2 : mau minum apa mas?


Ane : Teh panas aja buk. (aku agak jalan keluar nanya pak guide) Pak, minum apa pak?
Pak Bur : Es Jeruk aja
Ane : (masuk kedalam warung lagi) sama es jeruk buk.
Ibu2 : bentar ya

Sambil masuk kedalam lagi dan membuat minum yang kami pesan. Gk berapa lama ibunya
keluar lagi membawa minuman kami.

Ibu2 : koq gak makan mas?


Ane : Nyengir (bingung gan, ini koq ibunya gk nyiapain kami makan, kan tadi ane dah bilang
kalo mw beli makan)
Pak bur : (baru masuk dan menyeruput es jeruknya, lalu dia mengambil piring dan mengambil
nasi serta lauknya dan di bawa ke meja)
Pak bur : gak makan?
Ane : lah, ibunya gk nyiapin pak, gimana mau makan?

Ibu2 : (ketawa) mas mas, iki piringe (menyerahkan piring), jipuk dewe mas.
Ane : oh gitu buk (nyengir)

Setelah ambil nasi+lauk akupun makan kyk orang kesetanan. Bayangin, 2hari gk ada yang
masuk dalam perut, ini langsung ketemu makanan, gk peduli rasanya enk pa kagak...yang
penting ada isi perut..wwkwkwk

Udah kelar kami makan, dan pak guide nanya ke yg punya warung, daerah kostan sekitar sini
mana aja, si ibu2 jualan pun ngasih ancer2 daerah situ yang ada kostannya. Setelah dpt info
kamipun membayar yg kami makan.

Ane :berapa buk?


Ibu2 : tadi makan pake apa?
Ane : ini sama ini (sambil nunjukin yang ada di pajangan makanan)
Ibu2 : 5500 mas sama bapaknya tadi 6000 jadinya 11.500 mas
Ane : (melongo) makan berdua cuman 11.500??
Ibu2 : lah salah itung ya mas? (ngeluarin kalkulator) Nasi telor : 4500 + teh anget : 1000 + nasi
telor : 4500 + es jeruk : 1000 +kerupuk 1 : 500 = 11.500 mas (nunjukin kalkulator ke ane)
Ane : oh ya udah buk. (ngasih duit 15rebu)
Ibu2 : kemahalan ya mas? (sambil ngasih kembalian)
Ane : baru ini saya makan ber-2 bayarnya cuman 11.500 buk. biasanya juga di tempat saya kl
gk 15-20rebu buk.
Ibu2 : itulah yogya mas, orangnya ramah2 + makanannya masih murah2 (tersenyum)
Ane : oh gitu buk. Makasih ya buk. masakan ibu enak2 (sambil pamit akupun menyalamin ibu2
jualan, wah bisa hemat ini, makan sepuasnya cuman 7rebuan...teriakku dalam hati)

Pak guide gk banyak ngobrol sejak turun dari taksi tadi, kyknya dia kecapean, secara dia
sudah tua, trus gk ada istirahatnya dari kmrn pas dari kampung.Yang ada di pikirin saat itu,
cuman dapetin kost, mandi trus tidur..masalah lain gk ada sama skali...bablas plong abis
makan..wkwkkwkw

Ngeliat pak guide kyknya kurang sehat, akupun ber-inisiatif buat nyari masjid biar beliau dpt
istirhat dulu. jadi ntr bisa agk enakan badannya abis tidur. Ini orang dah baek banget ma ane
gan, masa ane kgk ngasih dia waktu buat istirhat.

Ane : pak, kita cari masjid aja pak, biar bisa istirahat sambil sholat dulu.
Pak Bur : wah, kyknya gak bisa, tadi pas di luar saya dpt telepon, dan dah ditunggu di
surabaya. Jadi kyknya saya harus cepat2 ke terminal, jadi nanti malam bisa sampe surabaya.
Ane : gk istirahat dulu pak, dari kemarin kyknya bapak belum tidur
Pak Bur : gk usah, nanti di bus saja saya tidurnya.

Kami pun kembali ke LPK trus ambil tas dan pamit ke mbak Erma, mbak Wi ntah kemana, doi
ngilang pas aku ambil tas ransel tadi.

Pak Bur : ya udah saya langsung cari taksi aja buat ke terminal. (sambil nyalamin ane)
Ane : iya pak terima kasih sudah mengantar saya sampai keyogya. (akupun menyalaminya,
tapi koq ngerasa tangan ini ada ganjelan pas megang tangannya)

Kuliat ke arah tangannya dia, ternyata ada duit merah di tangannya, entah berap lembar. Aku
pun segera menolak dengan halus, secara dia sudah berbaik hati menganterkanku sampai
tujuan.

Pak Bur : Udah gpp, ini di terima aja buat jajan. (sambil megang tanganku dan ngasih tu duit)
Ane : gk usah pak, saya masih ada duit koq dari rumah (mencoba menolak pemberiannya)
Pak bur : gpp, nanti kan harus beli peralatan kost juga, udah di pake aja ini.

Ya udah deh, karena di paksa terus (awkwkwkkwkw,padahal ngarep bgt tu duit jgn
dimasukin kantong lagi karena bergaya nolak tadi...buaya oh dasar buaya.. bahahaahahah)
Gk berapa lama taksi lewat dan di stopin sama beliau, dan pamit serta ngasih wejangan.

Pak Bur : Kamu ati2 disini, ingat jgn nakal, taat ibadah, ingat dah sejauh ini jgn di sia2kan.
Ane : iya pak terima kasih banyak (aku nyium tangan beliau, sambil ngeliat sapa tau ada
duitnya lagi tu di salaman-nya..awkwkkw..kgk kgk, aku nyium tangan beliau sebagai rasa
hormat dan terima kasih yang sebesar2nya ke beliau.

Akupun benar2 sendiri sekarang. Sendiri di kota yogya, kota yang baru beberapa jam yang
lalu ku tapakan kaki untuk pertama kali. Kota yang membuat ku terkagum2 saat pertama
turun dari bis.

Kota Pelajar yang terkenal ramah. Dengan senyum kan ku tapaki setiap sudutnya. Masih
sedikit tidak percaya bahwa sudah sampe sejauh ini.

Kubuka kedua tangan sambil melihat ke langit yang cerah, memejamkan mata mengucap
sukur. Menghirup udara berhembus. Iya..inilah kota yang akan ku singgahi entah untuk
berapa tahun kedepan.

Rindu akan rumah pun tetap memnuhi dada ini, tapi entah kenapa aku sangat puas dengan
semua ini. Aku akan bertahan diatas semua itu demi mengejar apa yang terbentang didepan
yang aku juga belum tau dan belum mengerti bagaimana selanjutnya.. biarlah waktu yang
mnjawab semua tanya. Tetap yakin, semua akan indah jika kita benar2 berusaha.

6. Kostan Pertama
Aku pun bergegas menuju masjid terdekat, ambil wudhu utk beribadah. Entah, aku bukan
orang yang benar2 taat atas apa yang aku yakinin yaitu agama. Tapi disaat seperti ini,
Tuhanlah yang sangat dekat menurut ku.
Abis sholat asyar..aku ke sudut masjid dimana naruh tas ransel tadi. Saat mengecek tas, aku
didatengi sama mas2 yang jaga masjid.

Mas2 : baru di yogya ya mas?


Ane : iya mas, baru nyampe tadi jam 11an
Mas2 : owh, kost dimana mas?
Ane : (baru sadar, kan belum nyari kost2an tempat neduh yak) belum dapat kost2an mas
Mas2 : emang mw kost dimana?
Ane : pengennya daerah sini mas, biar gk terlalu jauh sama LPK *****
Mas2 : owh, kuliah distu ya?
Ane : iya mas
Mas2 : dpt brosur apa di bawa orang?
Ane : dpt brosur mas pas SMA dulu.
Mas2 : (senyum kurang enk) Masnya korban brosur kyk yang lain ternyata..
Ane : (senyum gk enk juga) koq gitu mas?
Mas2 : (narik brosur yang aku letakin dilantai) Sesuai gk sama perkiraan masnya pas awal2?
Ane : (raut kecewa ku mulai keliatan) ya gitu lah mas, namanya juga orang gk tau..heheheh
Mas2 : mulai sekarang jgn terlalu gampang percaya mas, hidup gak semudah dan seindah
yang kita pikirkan.

Deg...ini katanya dalam banget saat itu..aku kaget orang yang baru beberapa menit lalu aku
kenal bisa ngomong kyk gitu. Apa dia juga sama kayak diri ini, korban brosur juga?? Tapi
kyknya gak, soalnya ku liat dari modelnya, dia orang asli jawa, nth dari jawa daerah mana,
tapi kliatan model muka jawanya.

Mas2 : udah gk usah bengong, nanti saya bantu cari kostnya.


Ane : wah makasih mas, ntr ngerepotin, saya udah dpt ancer2 dari ibu jualan tadi daerah kost
dket2 sini.
Mas2 : owh, gpp mas, kan saya lmyn kenal orang2 deket2 sini, jadi ntr sp tw dpt lbh murah
karena masnya dtg sama saya.
Ane : wah bisa gitu mas?
Mas2 : hehehe, sapa tau aja mas, nasib baek bisa datang saat kita gk menyadarinya. (sambil
senyum)
Ane : wah makasih mas.

Satu lagi orang baik yang ku temui dalam beberapa jam tiba diyogya. Rencana Tuhan emang
gk bisa kita tebak, selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya, bahkan disaat kita lupa
untuk bersukur atas nikmatnya.

Mas2 : Ayo mas, saya bantu ketempat kost2an deket2 sini


Ane : Ayo mas. (sambil bergegas membawa tas ransel)

Setelah sekitar 20menitan, aku dibawa masuk kedalam rumah yang bakal jadi tempat aku
neduh. Aku sebenarnya gk terlalu mikirin kamarnya kyk gmana, yang penting ada tempat
buat tidur aja udah cukup. hehehhe

Tanpa pikir panjang, aku pun membayar kamar untuk sewa setahun kedepan. Soalnya rumah
yang kami datengin menyewakan lgsng setahun. Dan mas2nya yang nemenin td langsung
pamit pulang karena mw ada acara katanya. Aku cuman sempat mengucapkan terima kasih
sama dia, dan lagi-lagi lupa nanyain namanya. Buat mas2nya terima kasih ya (sfx :
melambaikan tangan tanda terima kasih sama masnya).
Oiya, kostan ini kamarnya lumayan besar, sudah lengkap semua isinya, ada tempat tidur,
lemari buat pakean sama meja untuk tempat buku. Aku bongkar ransel yang berisi pakean,
pindahin baju semuanya di lemari. Ambil handuk, ambil perlengkapan mandi, akupun
langsung ngacir kekamar mandi.

Sudah segar abis mandi, pikirku saatnya ke pulau kapuk, melepas penat. Lagi baring2
mencoba memjamkan mata, tiba2 pintu kamar diketuk sama mbak2 nganterin Teh Panas
segelas gede.

Mbak P : mas ini tehnya biar enakan badannya.


Ane : makasih mbak (sambil ngambil gelas yang berisi teh panas)
Mbak P : nanti kalo butuh apa2 ngomong aja sama saya kalo gk sama mas M.
Ane : Iya mbak (aku sempat ngeliat ada ank kecil di belakang mbak P tadi)
Ane : Adek cantik ini namanya sapa? (senyum ke arah adek kecil tadi)
Adek D : (sambil sembunyi dibelakang ibunya,malu2 menjawab) saya D*** mas.

Mbak P dan adek D pun pamit kembali ke ruangan tengah tempat mereka lanjutin aktifitas
mereka membuat kue. Mbak P ini istri dari Mas M dan Adek D anak mereka, dirumah itu
mereka tinggal dengan eyang kakung sama mbah uti. Eyang Kakung kerjaanya di lantai atas
ngurusin tanaman sama ternak, mbah uti kerjaanya di ruang tipi karena stroke jadi jalanya
cuman dari kamar dia - ruang tipi - keteras depan sambil membawa kerekan utk menopang
jalannya.

Aku pun balik menutup pintu kamar, melanjutkan kepulau kapuk melepas penat, 1menit
10menit mulai ilang dari peredaran. Aku tertidur pulas. Tiba2 kamar digedor.

Mas Y, Mas F : halo halo...bangun bangun...halo halo


Ane : (sambil buka pintu kamar, ngucek mata yang masih pedih) Iya mas...ada apa ya?
Mas Y : wah kirain mati koe..
Mas F : gak capek koe tidur trus?
Ane : capek mas pegal saya, baru tidur tadi
Mas F mas Y : apane? koe ki wes rong dino ra tangi2 (apanya, kamu itu dah 2 hari gk
bangung2)
Mas F : tenan ta kirain modar koe (beneran ta kira mati kamu)
Mas Y : (ketawa ngakak)

Ane : (sedikit gk percaya) emang sekarang hari apa mas?


Mas Y : sekarang hari selasa? gak ngampus koe?
Ane : yang benar mas? masa aku tidur 2 hari,prasaan baru bentar doang tidurnya.

Mereka berdua tertawa, merekapun mengajak nongkrong ke lantai atas didepan kamar
mereka. Mas Yanto ma mas Febry ini dah duluan kost di kostan ini, mereka kuliah di IST
APRIND (agan yang pernah d yogya pasti ngerti ni, kampusnya di daerah jalan solo, daerah
Galeria Mall ke timur). Mas Y dan F ini orang kebumen, ngapak2 mereka kalo ngomong, aku
cuman bisa ngakak2 nek mereka berdua ngomong.

Mas Y ini jago elektro, dia pandai ngerakit2 radio, tape dll. Nah kalo mas F ini sedkit kocak,
sering mlongo sendiri, kamarnya ada aquarium gede isi arwana. Cantik arwananya merah2
emas gimana gtu. Itu orang kerjaannya tiap pulang kampus langsung pacaran sama
arwananya..wkwkkw

Begitulah aku kenal dengn mas2 kostan yang bentar lagi lulus dari IST Akprind, mereka
ternyata dah duluan kuliah, jadi mereka tinggl nunggu skripsi, kurang beberapa bulan lagi
kelar.

Dan hari itu juga aku di ajak cari makan ketempat mereka sering nongkrong, warung makan
"Bu Murah" daerah Pengok. Daerah deket Rel kereta, baratnya UIN Sunan Kalijaga (ni juga
pasti agan yg pernah di yogya tau ni, tau UINnya lo ya bkn tempat nongkrongnya, soalnya
tempat nongkrongnya anak kost jaman itu warung makan, murah meriah sesuai kantong
anak kost, makan ambil sendiri sepuasnya, cuman 4500..wkwkwkkw)

Pas sudah kebahagiaan ini, dpt kost murah 1jtaan dan dpt tempat makan deket kost pulak
yang murah meriah. Apalagi kebahagiaan anak kost selain tempat makan murah
meriah..awkkwkwk

Aku memutuskan datang kyogya sebulan lbh cepat dari jadwal kuliah, karena pengen
merasakan atmosfir yogya dulu, jadi nanti saat mulai ospek, ane kgk sakit karena perubahan
atmosfir dari kampungku yang mataharinya 7 biji itu..dan tentunya setelah di yogya sebulan
kan, kulit ini dah mulai agak putih2 gitu, kan gak malu2in ntr kl kenal cewek2 yang sama2
maba di LPK ane...hahay..buaya oh buaya...

7. Yogya oh yogya..
Yogya Juli 2015,
2015, Malam hari pukul 7an.

Lumayan keju mata ini dari tadi memandang Captcha di LED 21' dikamar. Setelah berkutat
selama 2jam lebih sejak aku pulang dari kantor, akhirnya selesai juga aku mengirim
beberapa data Kontraktor muda yang sudah melakukan uji kompetensi beberapa hari yang
lalu.

Aku pun dengan berhati2 memasukkan alamat email PU Jakarta yang mengurus bagian
Perumahan Rakyat. Beberapa hari yang lalu, kebetulan kantor tempatku melakukan kerja
sama dengan PU PERA untuk melakukan 3hari pelatihan untuk para kontraktor muda
diyogya.

Sudah lelah mata ini sebenarnya untuk melihat sengatan cahaya redup dari LED, tapi sejak
siang tadi sehabis makan siang, aku sempat iseng membuka SFTH di hape. Dan ada sebuah
Thread yang bisa menggugah rasa penasaranku.

Rasa penasaran seperti ini lah yang nanti akan mengganggu dan menggoda mata ini ketika
akan dipejamkan. Akhirnya kuputuskan untuk menahan sedikit perihnya sengatan LED,
kucoba buka SFTH dan mulai melanjutkan membaca cerita td siang.

Hobi baru, yap, hobi baruku adalah membaca paparan story yang kebanyakan dari story
hidup penulisnya. Entahlah, seakan rangkaian kata serta cara beberapa TS dalam
menyampaikan kisahnya, seakan terus membayang diotak, seakan2 terus berteriak untuk
memaksa perhatian ane membacanya.

Baru beberapa halaman aku baca cerita di SFTH itu, tiba2 hape bercover orangeku berbunyi
semakin lama semakin nyaring, terdengar bunyi musik dubstepnya Xilent ~ Choose Me
seakan membuyarkan perhatianku yang tersita oleh thread SFTH.

Sekilas aku lihat layar hape ku, tertera disitu cuma beberapa deret nomor baru. Takutnya
ada berita yang penting, dengan segera kukecilkan lantunan indah musik instrumen gitar
spanyol dari winamp di PCku.

"Halo.." Suara dari seberang sudah duluan ketika aku menekan tombol biru dilayar hapeku
"Iya halo, ini dengan siapa??" aku berusaha segera mengetahui siapa gerangan di seberang
"Wah, piye kabare mas bro?" bukannya jawaban, malah pertanyaan yg kudapat
"Apik mas bro, btw ini sapa ya, sorry nomornya gk terdaftar di hapeku" masih rasa
penasaran
"Wah, ni aku Arif, piye masih di yogya?" dia memberitau siapa namanya
"Eh telek, ta kirain sapa woy...piye piye, masih diyogya aku" seakan percakapan kami seperti
dulu mulai terulang.
"hahahahha,gimana mas bro, wes lulus? wes nduwe bojo? wes nduwe anak?" pertanyaan
mirip gerbong kereta
"ah kampret, arep ta jawab sing ndi sek" tanya ku kebingungan
"halah, sok2an rep jawab koe cok, wong kae pertanyaane mung siji" dia seperti mengerjaiku
"Belum" kami bersama-sama menjawabnya. Hahahahaha

Panjang lebar kami bercengkrama, ketawa kesana kemari menceritakan gimana ketika dia
masih diyogya. Ternyata ada keperluan yang ingin dia sampaikan kepada sahabatnya ini. Dia
di PLG sana sedang mencari kereta mini (komidi putar), siapa tau di yogya lebih murah dan
mudah dicari. Begitulah keperluan yang bisa aku tangkap dari penjelasannya saat teleponan
tadi.

Sahabatku itu juga ternyata akan keyogya katanya disela2 telponan tadi, dia katanya ingin
main keyogya bersama anak dan istrinya. Ah, akupun senyum2 sendiri selesai menutup
Google Chrome yang aku pakai untuk membaca SFTH tadi.Kumatikan juga komputer tua
dikamar.

Seperti baru beberapa hari kemarin kami kyk orang ilang di yogya ini. Masih kuingat
bagaimana dia pertama kali datang kkostan dulu.

8. Sahabat Baru
Yogya, Agustus 2003

Seminggu sebelum hari masuk kuliah, kostan kedatangan orang baru lagi. Orang asing yang
nantinya banyak membantuku, entah aku lebih suka memanggilnya sahabat.

Pas lagi duduk di atas sendirian sambil liat ikan2 kecil di aquarium mas F yang d taro ddepan
kamarnya, aku liat ada bapak2 sama anaknya sedang ngobrol sama mbah uti selaku pemilik
kost. Beberapa lama mereka ngobrol, akhirnya mereka masuk utk melihat2 kamar. dan
mereka menaruh barang distu. Artinya ni anak bakalan ngekost disitu. Nah ane bakalan ada
teman pikir ku.

Mas Y dan mas F sudah jarang kliatan, mereka sangat sibuk dengan skripsi mereka, jadi
selama sebulan ini aku cuman jalan2 gk jelas, kadang ngikutin rel kereta didekat kost.
Menandai lokasi, semacam itulah. Jadi kaki ini melangkah kemana aja, jalan sejauh2nya trus
pas nyesat, jadilah rel kereta sebagai patokan buat balik ke kostan. Heheheh.

Pernah satu hari otak ini lagi rada2, ntah lagi mikirin apa waktu itu..kaki ini jalan aja ngikutin
angin. Sadar2 udah di daerah JEC. Aku inget bener itu bangunan tertulis "Jogja Expo Centre
/ JEC" . Baru pertama ini aku sampai sejauh ini. Bingung di antah berantah (saat itu ane msh
blm apal daerah yogya gan) Aku cari itu rel kereta hingga dibawah jembatan layang janti, pas
ketemu kuikutin itu rel (sperti tukang benerin rel) sekitar 30menitan, lingkungan itu seperti
aku kenal. Yap, lingkungan itu sudah dekat dengan lingkungan kostku.

Pokoknya sejauh apapun melangkah, rel kereta api yogya jadi patokan waktu itu, jadi gk
bakalan ilang dan tersesat, wkwkwkkw

Balik ke crita..
crita..

Tu anak pas ngecek kamar, dia melihatku nongkrong di atas. Dan ternyata, dia milih ngekost
distu karena ngeliat ada ane gan, yang bakal jadi teman. Kan gk enk kl ngekost sendirian.
lebih enk kalo ada teman baru. Jadi, pilihlah kost yang ada orangnya pas saat anda memilih
kostan (koq jadi gini..wkwkwk)

Abis dia letakin barang, dan ngantarin bapaknya (dia nyebutnya bokap sih, tp kan ane biasa
manggil bokap di kampung make bapak jadi make bapak ajalah). Dia naek ke atas dan nyapa,
kita kenalan dsitu.

Arif : Woy, anak mana?


Ane : anak ilang saya mas
Arif : (agak sedikit bingung) maksudnya?
Ane : ya ane dari Sumbawa dan ilang nyasar sampe sini, jadinya anak ilang dah
Arif & Ane : (saling liatin trus ketawa terbahak-bahak)
Ane : (julurin tangan) Eri
Arif : (julurin tangan juga) Arif (nawarin rokok)
Ane : makasih mas, saya gk ngerokok
Arif : baguus (ngacungin jempol kanan), gak usah ngerokok biar sehat.

Ini anak pekok ato apaan sih, bisa nasehatin gitu tapi dianya sendiri ngerokok...tambah
bingung dah

Arif : jam makan biasa jam berapa aja?


Ane : Ntr jam 1an
Arif : lama bner

Kami berdua ngakak. Dan ngobrol ngalor ngidul disitu sampe jam 1an, jamnya makan siang
lah.

Arif : gak nyesel jadi korban brosur? (dia nyeletuk)


Ane : (sedikit duduk tegak)
"Gak masalah dimana belajarnya, tergantung orangnya, kita bisa belajar dimana aja bahkan
dari semut aja kita bisa mempelajari bagaimana
bagaimana kerjasama"

yang aku ksih tanda petik itu, benar2 keluar gitu aja dari mulut ku, gk tau asalnya dari mana
tiba2 aja keluar gitu aja.
Arif : (naro rokok dimulutnya, berdiri trus tepuk tangan) bagus bagus (sambil tetap gigit
rokok yang asapnya menutup mata)

Beberapa hari kemudian, kuliah perdana pun dimulai. Eh bukan kuliah si, lebih tepatnya
kepada pembekalan dan ujian formalitas gitu2lah. Soalnya inikan bukan universitas ato
sekolah tinggi jadi ya otomatis yang daftar dsitu pasti ketrima semua. Ini cuma lembaga
seperti tepat kursus gitu, jadi uji2an ato apa itu cuman sebatas formalitas doang.

Hari pertama pembekalan, kami dibagiin tu jas almamater (katanya) dan list barang2 yang
akan disiapin buat ospek. Hari pertama aku gk ketemu si Arif, soalnya dia ambil jurusan
Manajemen Export Import dan aku ambil jurusan profesi komputer. jadilah kami pisah
kampus. Padahal kampusnya itu gk jauh-jauh2 amat, soalnya kalo digabung semua gak muat
di kampus pertama, jadilah di buat kampus dua.

Dan menurut masyarakat sekitar (ini koq kyk lagi nonton acara hantu2an ya, dengar kata
masyarakat sekitar wkwkkw) itu LPK awal buka ramenya minta ampun, dan angkatan ane
masih kebagian ramenya.

Hari pembekalan ke-2 juga gk jauh beda, cuma uji2an gk jelas gitulah tapi dibuat tegang2
gimana gitu. Wuih seniornya juga gualake minta ampun. Sedikit bocoran ya, tiap masuk
ruangan itu ngetuk pintu 7x trus bilang "ijin masuk Senior" kyk di angkatan2 gitu2lah.
hehehhe

Kami dikasih waktu 2hari buat lengkapin seluruh list bahan ospek, jadilah kami kalangkabut
nyari tu perlengkapan ospek yang gak jelas, bahkan ada beberapa nama benda yang ane
sampe sekarang gk tau itu apa. Apa ya bahasa jawanya..lupa.. ya adalah pokoknya.

9. Yogya oh yogya..
Yogya, Juli 2015,
2015, Pagi pukul 7.45

Pagi itu, aku sudah bersiap hendak memulai langkah menuju kantor. Tas slempang warna
coklat ini masih dengan setia membawa pena serta catetan kecil yang sering jadi orek2an.
Kupasang handsfree dan mulai kuputar musik instrument gitar spanyol itu.

Kali ini aku sengaja memasang satu judul saja diplaylist hapeku. Armik ~ Alone With You
mulai mengalun pelan. Ah, ini alunan melodi khas spanyolnya sungguh merdu, wajarlah
belakangan ini aku seperti tidak memiliki mp3 lain di pc, laptop ato hapeku. Semua playlist di
ketiganya cuma ada Armik dan Armik.

Mungkin cuma aku dsini yang ngerasa. Ketika berbagai macam story yang sudah mulai
kubaca dari beberapa bulan lalu di SFTH, seperti kurang ngena jika tidak di barengin dengan
musik.

Dan musik yang aku pilih yaitu alunan instrumen gitar spanyol. Dan sepertinya berhasil,
sekarang aku seakan bisa lebih memahami rangkaian tulisan yang di tulis oleh beberapa TS
yang ilmu menulisnya sudah sangat Pro. Tapi tetap saja, kadang aku sering mengulang
beberapa part yang bahasa dan gaya penulisannya tingkat tinggi.

Sekitar 5menit berjalan, terlihat beberapa anak maba dengan Stelan Putih Hitam. Mereka
seperti sedang terburu-buru menuju ke kampus Stikes Karya Hu**** dekat jalan yang sering
aku lalui. Terlihat sekali muka-muka mereka baru tiba di Yogya, dan bisa menjadi makanan
empuk para oknum supir taksi.

Ah, Oknum supir taksi lagi, entahlah aku sepertinya mempunyai dendam kesumat dengan
namanya Oknum Supir Taksi.

Kini para mahasiswa baru itu sejenak pandangan beralih kearahku, tatapan mereka terlihat
sangat jijik kearahku. Mereka seperti melihat orang gila yang sedari tadi mengumbar
senyum. Tak jarang sekilas mereka berbisik dengan teman sebelahnya. Aku tahu persis apa
yang dibicarakan mereka. "Liat tu orang gila senyum2 sendiri dari tadi"

Ah sudahlah, aku tidak terlalu perduli dengan mereka, mereka masih terlalu baru diyogya,
sama sepertiku beberapa tahun yang lalu. Perihal senyum2 ketika melihat mahasiswa baru
tadi? Tidak, aku tidak menggoda mereka, tidak ada maksudku sedikitpun, aku cuma merasa
sedikit geli seketika kenangan itu terlintas di otak-ku.

10. Hari Penjajahan a.k.a OSPEK


Yogya, Agustus 2003,
2003 Pukul stengah 5 subuh.

Tibalah hari penjajahan, hari ospek..


Kami disruh kumpul di "Kampus" jam stengah 5 subuh, edyan itu orang belom selesai
subuhan loh. mereka2 udah ngumpul aja di kampus 1. Semua peserta make kemeja lengan
panjang putih dan celana/rok item. Berhubung aku sama Arif gk terlalu perhatiin gimana
jadwalnya, jadilah kami be-2 telat setengah jam.

Kami kirain jam 5..ternyata stengah 5. Hmmmm siap2 jadi bulan2an senior2 galak. Dan benar
aja, telat 30menit = 30x push up, 30x sit up, 30x bolak balik jalan bebek.

Tp seger juga sih, subuh2 jadi olah raga. Itu menurutku yang gk ngerokok. Nah si Arif,
rokoknya kenceng, kuliatin aja tu dia kyk orang mw mati abis sit up 30x..wkwkkwkw. Dah
selesai hukuman kami disuruh masuk barisan. ane sindir tu si arif.

Ane : Baguus, rokoknya kencengin bro,biar tambah semaput.


Arif : Telek (taik)
Ane+Arif : (ngakak lmyn kenceng)

Jadilah kami bulan2an senior galak lagi, push up lagi..wkwkkwkw

Sekitar jam 6an, kami disuruh naek ke bus masing2 buat ke Kaliurang (kyknya ni jadi tempat
wajib ospek/makrab kampus2 di yogya..iya gak gan yang kuliah di yogya..ehehhe). Aku sama
Arif beda bus, ane di bus 2 dia di bus 1.

Bah gk ada lagi lawan ceng2an ane. Setelah naek bus, kukirain dah selesai tugas trus tinggl
nikmatin pemandangan selama perjalanan, gk taunya senior galak mulai beraksi lagi.

Senior Galak : sekarang kluarin pena sama kertas. kalian catet nama gedung2 besar
sepanjang perjalanan sampai tempat ospek nanti.
Ane : (nyeletuk) Ah bote. (bahasa daerah ku gan, keceplosan aja sih sebenarnya)
Senior galak : Eh itu ngomong apa tadi??
Ane : gk kak, itu tadi baca nama gedungnya.
Senior Cowok : (galak juga ini orangnya, berhubung bnyk cwek2 maba doi jaim ternyata) Sil,
sini bentar. (Manggil senior cewek yang galak tadi)

Senior Cowok mbisikin ke senior cwek galak, ntah mereka ngomongin apa.

Senior cewek (nama doi Silfana ******** gan, orangnya gk jelek gk cantik biasa aja, kulitnya
itam manis gitulah) : kamu bangun, ketengah berdiri (nunjuk ane)
Ane : (ngikut ajalah daripada jadi bulan2an lagi, secara hari ini dah kena hukum 2x yang
ketiga kali bakal kena seret bis sampe kaliurang pikir ane) siap senior.
Senior Sil : Owh..jadi kamu nyebutin aku monyet ya.

Ane kaget, koq doi ngerti bahasa daerah ane ya? Ane ngelak aja dah.

Ane : gk senior, saya gk nyebut senior monyet.


Anak2 laen ternyata ketawa juga denger kata monyet tadi, jadilah tambah marah itu senior.
Senior Sil : Mulai sekarang sampe Kaliurang, kamu (nunjuk ane) duduk di tengah dan jgn
pindah ke kursi.
Ane : gk salah?
Senior Sil : Kurang jelas?? Anak2 gimana peraturan ospek? (sambil melihat ke seluruh isi bis)
Anak2 maba : Satu : Senior tidak pernah salah, Dua : Jika salah, kembali ke pasal 1.
Senior Sil : gimana? denger kan.
Ane : (ngalah aja deh) siap laksanakan senior (mulai duduk di lantai bis)

Bayangin gan, aku mulai duduk di lantai bis itu sejak dari jalan Monumen Jogja Kembali
(Monjali) sampe ke Kaliurang sono, kebayang lah gimana kaku dan keram nya ini bokong.

Tapi yang buat aku bingung, koq ini senior cwek bisa ngerti bahasa daerah ku? Apa kami
satu daerah, kyknya gak deh, sejelek2nya orang di daerahku gk ada yang segalak it deh,
apalagi cewek gumam ane dalam hati.

Aku liat lagi tu senior cwek, kulitnya agak item, bisa jadi karena kepanasan pas di sumbawa
yang mataharinya ada 7 biji. Aku bisa nyimpulin waktu itu, kl itu senior cwek satu daerah
denganku. Fix, doi sekampung denganku.

Aku udah gk ingat berapa lama perjalanan, udah gk mikirin lagi rasa keram dipantat, ane
sibuk mencari bagaimana koq ini senior cwek bisa ngerti tadi kalo ane ngatain doi monyet.

Gk berapa lama, bis pun brenti, ane pikir masih di lampu merah karena macet, gk taunya
sudah nyampe tempat yang bakal jadi lokasi kami ospek.

Begitu pintu bis dibuka, ku coba bangun biar lurus semua tulang belakang sama bokong,
butuh beberapa menit baru bisa jalan tanpa merasa kesakitan. Oiya selama di bus tadi,
dihukum duduk disuruh meluk lutut kyk orang lagi nangis gitulah posisinya, kebayang kan
gimana rasa pantat di lantai bus kampret itu.

Aku jadi orang terakhir turun dari bis, di bawah dah pada masuk barisan semua tu anak2
laen. Pas ane turun dari pintu bis, senior cowok yang galak deketin ane.

Ane : hukuman apa lagi senior?


Senior Cowok (yg selanjutnya ane panggil senior memed/M) : (ketawa) na sangila kenang
bahasa daerah (ini make bahasa daerah ane gan) artinya (jgn malu2in pake bahasa daerah)

Pantesan tadi abis ane ngomongin monyet pake bahasa ku, tu senior M mbisikin senior Sil
Ah taiklah, kukira cuman aku disni yang berasal dari daerahku , ternyata senior M juga,
cuman jauh kotanya dia dengan kotaku. Dan dengan teganya dia menjatuhkan sesama
daerahnya. Wkwkkwkw (sfx : melambaikan tangan ke senior M : piss Med)

Aku pun dsruh msuk barisan sama senior M, berdiri deket sahabat ane si Arif.

Arif : (sedikit berbisik) ngopo koe?


Ane : kena bulan2an lagi aku, remuk boyokku lek (ancur bokong ku bro)
Arif : (ngekek pelan) modyar o.
Ane : ah telek.

Kami pun dipisah dalam beberapa kelompok kecil..dan digiring ke sebuah villa, cwek2
digiring ke kamar sebelah timur dan cowok2 digiring ke kamar sebelah barat.

Kamipun di beri waktu 10menit buat nyimpen barang bawaan selain pena dan buku catatan
yang diberikan pas pembekalan hari pertama. Pena biru sama buku catatan ibarat nyawa
kami. Kalo ilang salah satu, siap2 jadi bulan2an senior.

Oiya Ospek kami saat itu gk lama, cuman 2hari 1 malam, artinya nginap semalam tok di
kaliurang. Jadi gk ada waktu santainya buat cuci mata liat pemandangan yang di kelilingin
oleh cwek2 maba..heuheu

10menit berlalu, semua peserta berkumpul depan villa untuk olahraga. Eh buset, itu jam
stengah 12 siang bolong disuruh olah raga, gila aja ni senior. Eh, tapi kan aku juga pernah
gila ya pas jalan dari kostan ke arah Jembatan Layang Janti. Ah, seharusnya ini bukan hal
yang berat (gumamku dalam hati)

Mungkin dah banyak yang tau, daerah kaliurang ini dingin maklum dekat dengan gunung
merapi, jadi siang itu gk terlalu berasa panasnya. Itu menurut ku sih, secara ane dari orok
tinggal di kampung yang mataharinya 7 biji. Au dah kalo buat maba yang laen.

Di kelompok yang satunya kuliat, nah ada bocah cinmi (Sfx : cina miskin, dia sendiri yang
bilang gitu ke ane gan :: maaf gan ini bukan rasis, cuman buat gambarin gimana model
sahabat ane:: Piss ), rambut panjang, mata sipit, kulit putih, perawakan tinggi.

Pokoknya ganteng lah (wuts, jgn salah maksud dulu, aku masih normal masih suka
cwek. Nanti ada aku critain doi dengan kegantenganya membuat 2 cwek klepek2). Aku
ngakak sejadinya aja liat Arif dah kyk disuruh keliling Ringroad. Ya itulah kalo ngerokok kyk
sepur, asep e gk ada brenti. Yoi, yang ane maksud itu si Arif, aku belum sempat jabarin
gimana modelnya dia. Doi orang sumatra gan, yang ada jembatan ternama itu, lupa nama
kotanya (maksudnya disamarin gitu wkwkkw).

Kami di jemur kyk ikan asin itu sampe jam 2, kebayang kan gimana muka kami semua, merah
padam gimana gitu..hehehhe

Senior Sil : (make toa kecil/speaker kecil itu, ah gk tau namanya) Kalian haus??
Maba : Iya haus senior
Senior Sil : (masih make toa kecilnya) Kalian kan bawa dot. sekarang isep dot kalian.

Oiya, selain pena biru+buku catatan, kami juga ada aksesories pelengkap, yaitu dot (tau kan
dot, itu tu yang buat gantiin mimi cucu). Nah dot di kasih tali rapia buat di jadiin kalung, jadi
tiap kami ngeluh kehausan/kelaperan, dot lah jadi pelarian kami.

Senior Silfana : masih haus??


Maba : (diem semua)
Senior Sil : masih haus??
Maba : (diem masih ngedot semua)
Senior sil: Masih haus?? (langsung maju ketengah lapangan) Kalian berani gk jawab
pertanyaan saya??
Senior sil : Sekarang Cowok Push Up 50x
Senior sil : Cwek sit up 30x, Lakukan sekarang.
Maba : (masih ngedot langsg pada push up sama sit up)
Ane : (lepasin dot) Siap Laksanakn Senior (sambil teriak jengkel, tp tetap lanjut push up,
junior mah apa atuh, tetap salah dimata senior :: ngalay dikit kyk lagu2 heuheuheu )

Sekitar stengah 3 sore, kami dibubarkan dan disruh duduk di bawah pohon di tepi lapangan.
kelompok 1 di pegang sama senior M, kelompok 2 d pegang sama senior S waktu itu. dan
senior laen dah pada minggat nyari pewe masing2 dengan pasangannya.

Ah, cuman numpang pacaran mereka dsni (pikirku ). Kami di berikan tugas sama senior
masing2. Banyak banget tugasnya waktu itu, intinya memberatkan maba lah pokoknya.

Tapi yang paling ane ingat banget tu 1, buat surat Cinta sama buat surat Kebencian, dan
disudutnya di kasih kepada senior siapa dan dari siapa (nama kami sendiri). Setelah kami
mencatat semua tugas kami, kami disuruh balik ke kamar masing2. 1 kamar di isi 4 orang,
nah ane lupa dah nama teman2 sekamar ane ni. Soalnya kami di kasih waktu sekitar 30menit
buat mandi dan siap2 buat ngikutin materi dari salah satu pembicara waktu itu, mirip2 kyk
psikolog gitulah.

Materi itu gk terlalu berkesan si menurut ane waktu itu, kl gk salah topiknya itu masalah
cinta2an "Atas Nama CInta, Kekerasan Jadi tak Nyata"
Ya, kurang lebih seperti itu topiknya.

30 menit berlalu, si senior galak mulai koar2 lagi pake toa kecilnya, manggil semua maba.

Senior Sil : Dalam hitungan ke-5 kalian harus sudah berada di lapangan dan berbaris di
hadapan saya.

Eh buset, ini aku baru selesai mandi, baru make kemeja ma celana doang, dasi belum ini.
ah, ini dasi juga gimana ngikatnya. Seumur2 belom pernah make dasi dah, prasaan pas dulu
acara 17an di SMA aku sempat make dasi tp dasi jadi, yang belakangnya bisa dilepas pasang
gitu. Nah ini, dasi masih lurus2 aja gak jelas gini. Ternyata gk cuman aku, tapi 3 orang yg
sekamar sama juga pada gk tau.

11. Senior Cantik dan Dasiku


Gk mikir lama, aku ngiket seadanya pokoknya agk bebentuk kyk dasi ditipi2 gitulah. Tinggal
aku tutupin pake almamater, selesai dah. Sekamar, cuman aku doang yang jadi dasinya, jadi
ancur..wkwkwkwk.. tapi selamat, aku gk kena hukuman soalnya berpakaian lengkap.

Phantofel, celana item dasaran, almamater, kemeja didalam almamater sama dasinya
bebentuk gitulah. Nah teman yang laen2 kena hukum itu, aku bangga dong, biasa juga aku
doang yang kena hukum, sekarang aku doang yang selamat. (Senyum bangga, melipatkan
tangan didada kyk bos2 sombong gitulah)

Tapi takdir berkata lain, ternyata dasi kami di cek satu persatu. Mulai dah agak minder agak
mundur2 kebalakang barisan. Dan, salah satu senior cewek nyeletuk dari belakang.

Senior Y (selanjutnya ku sebut Senior Yessi) : itu tu satu kenapa mundur2 dari barisan.
Senior Sil : (deket ke arahku masang muka sangar) hmm, ada yang gk beres kyknya dsini.
Ane : Permisi Senior, saya kebelet pipis. (dari pada dihukum kan ya, mending cari alasan aja
:: pinter )
Senior SIl : pantesan mundur2 ada yang kebelet.
Senior Sil : yaudah sana, saya kasih waktu 10 detik, kalo terlambat saya hukum kamu.
Ane : astaga 10detik baru lari ke toilet doang, blom buka pintu kamar mandinya. (adegan kyk
orang kebelet beneran, dan teryata berhasil meluluhkan hati senior galak itu)
Senior sil : ya udah, 30 detik mulai dari sekarang.

Ane langsung pura2 lari ke toilet di kamar. di dalam kamar mandi aku bukan pipis tapi mutar
kepala ini dasi gimana ngikatnya. Hadeh, aku ulang2 lagi kyk awal tadi gk mw berbentuk lagi.
Dasinya dah lusuh gk mw keiket kyk tadi. Lagi bingung, aku denger tu si senior galak make
toa kecilnya.

Suara senior galak : yg di kamar mandi, 15 detik lagi, kl gk segera kesini, kamu dihukum

Hadeh, dah lah kena hukum kena hukum lah, anggap aja olah raga biar sehat pikirku. Pas
baru keluar dari kamar, kuliat tu senior Yessi lagi ngecek di depan kamar plg ujung. takutnya
masih ada yang sembunyi.

Nah, aku keinget film kartun2, yang ada bohlam nyala di samping kepala itu pertanda ketemu
ide di saat genting. Aku datangin tu senior Yessi yang lagi ngcek2 kamar.

Ane : Permisi senior (suara tinggi biasa kyk laporan ke senior galak2 disono)
Senior Yessi : (doi loncat karena kaget trus balik badan gan, badanya kyk getar2 gitu, trus
doi ngelus2 dada nenangin diri)
Ane : kenapa senior (dah kyk orang nanya biasa) ada hantu ya? (sedikit genit sih nanyanya,
soalnya aku tau kl doi kaget pas ane triak belakng doi..wkwkwk)
Senior Yessi : kamu itu hantunya.. (doi nunjuk muka ane dengan telunjuknya, kuku jari
tangannya agak panjang rapi, putih mengkilat gimana gitu)
Ane : senior kukunya panjang, kuman bisa masuk lewat kuku pas makan loh.
Senior Yessi : masa?? Pantesan aku sering sakit batuk ato pilek belakangan ini. (doi kyk
mikir2 gitu gan)

Senior Yessi kyknya sadar akan posisinya sebagai senior yang bisa memarahi juniornya.

Senior Yessi : Heh, bukannya balik ke barisan malah ngegombalin gue dsni (doi kyk emak2
disinetron itu, yang tangan kanan di pinggul kanan dan tangan kiri di pinggul kiri gitulah)
Ane : maaf senior, saya cuma mau minta tolong ikatkan dasi saya. tadi saat kekamar mandi
dasinya kena gagang pintu jadi lepas gini ikatannya
(alesan yang pas, juos gandos :: tapi kalo dpikir mateng2, koq bisa dasi didada bisa kena ke
pegangan pintu?? sependek2nya ane, saat masuk ke kamar mandi juga agk sedikit nunduk,
nah ini gimana critanya koq bisa kena gagang pintu)
Senior Yessi : kenapa gk dipasang lagi dasinya, tadi kan bisa
Ane : tadi sebelumnya kan butuh waktu lama buat ngikat dasinya, sekarang saya juga sudah
di panggil sama senior gal... eh, senior sil.. saya kan gk bisa kerja sambil dikejar2 senior.

mak..
Emak, anakmu dah pandai berbohong sekarang mak
..

Senior Yessi : (doi luluh juga, melihat muka ku yang memelas *pura2 memelas)
Senior Yessi : sini gue iketin (sambil narik dasi ku, otomatis lah aku maju dari pada kecekik di
leher :: alesan mu cah, bilang wae pengen deket2 Yessi)

Pas dah deket gitu ternyata ni senior gk terlalu tinggi, ane lihat dari jauh dia kyk keliatan
tinggi banget, apa karena doi kurus ya, tapi pas deket ane, doi ternyata cuman se-telinga ku
gan, mana badanya ramping pula.

Enak kyknya dipeluk trus digendong bawa masuk kekamar..soalnya cuaca mendukung nie,
dah agak sorean jadi agak dingin..anget2an dalam kamar pas banget ini. Tuhan, godaanmu
sungguh besar.

Senior Yessi : sudah tu, sana cepetan balik ke barisan.


Ane : terima kasih senior (posisi hormat tegap kyk tentara)
Senior Yessi : (tersungging senyum kecil dibibirnya) pelan2 aja ngomongnya, gue masih
denger, blm budek.
Ane : (ngikut senyum girang gk jelas) terima kasih senior (ngibrit lari ke barisan lagi)

Oh, indahnya hari ini..


Aku masih kebayang yang tadi, pas senior yessi mengikat hatiku, eh dasiku. ngerasa seperti
seorang suami yang akan berangkat kerja dan sang istri dengan senyum indahnya
mengikatkan dasi untuk si suami. Gk bisa brenti senyum..indahnya perasaan ini Tuhan..
jadikan ini nyata..

Senior sil : heh, ngapain senyum2 sendiri (msh seperti tadi, make toa kecilnya, cuma
sekarang dia ngomong di samping telinga ane gan)
Ane : (garuk2 lobang telinga make telunjuk, lama2 budek juga diriku dginiin)
Senior sil : kenapa kamu senyum2 sendiri?

Ane : kelamaan dijemur senior, otak saya dah agak gila.

Sontak para senior ngakak, ngeliat muka tanpa dosa ku ngomong gitu. Anak maba lainnya
juga ikut ketawa tapi ditahan2 karena takut kena hukum.

Gk berapa lama, kami digiring (kayak kambing ya pake kata digiring) masuk ke dalam
ruangan untuk materi sore itu. ada 2 pemateri, entah dari mana. materi pertama membahas
mengenai ke almamateran dan materi ke-2 mengenai yang tadi itu "Atas Nama Cinta,
Kekerasan Jadi Tak Nyata"

Tapi, bukan ospek namanya kalo gk ada kakak senior kampret depan pintu masuk. jadilah
kami harus ngetuk pintu 7x trus bilang "Ijin masuk senior" setengah teriak. Terlalu pelan, dia
pura2 gk denger. terlalu kenceng triaknya, dia marah2 dikira dia budek. Hadeh, bener2
junior serba salah.

Ritual masuknya saja dah memakan waktu sekitar setengh jam, kuliat jam di aula sekitar jam
7.13 malam.

"ini makannya kapan, bisa mati ini seharian blm dikasih makan" gumamku pelan.
eh, ada aja suara nyaut dibelakang
"mati be ko pak, ko hantuin tu senior ntr"
"telek doain jelek" jawabku asal.
kutengok kebelakng, sapa lagi kalo bukan sohib ku si Arif..kami pun tertawa kecil di ruangan.

Stengah 8 baru deh tu senior masuk bawa kardus isi makanan kotak. masing2 maba dikasih 1
kotak, beuh senangnya minta ampun. Senior galak berdiri depan ruangan make toanya, sapa
lagi kalo bukan senior silfana.

Senior sil : dah dapat semua makanannya?


Maba : sudah senior

Senior sil : sekarang di buka, ambil sendoknya. sekarang mulai makan, tapi ingat, sendok
cari mulut, bukan mulut cari sendok.
Maba : mulai makan mengikuti instruksi sang senior galak.

"Astaga ini makan aja sampe diginiin, dosa apa hambamu ini Tuhan?"
trus liat keatas, liat plafon putih.(biar kyk menjiwai gitu gayanya sambil agak mw nangis2)
pas kuliat teman disamping, eh ngikut juga dia clingak clinguk ngeliat plafon. kesempatan gk
datang dua kali pikirku, ku comotlah itu telor ceplok dari kotak nasi, cepat2 ku belah dua.

Saat makan setengahnya, yang punya kotak gk ada telornya sadar, doi ngeliat kearahku.
Kubalas senyum tanpa dosa. Eh dia ketawa ternyata, kukirain bakal marah. Nah mulai dari
situ ane kenal manusia yang bernama Eko. Manusia yang tingkat kampretnya lvl 9,2 kurang
dikit ke angka 9,5. (sfx : Eko piye kabarmu siki bro :: piss)

Ternyata Eko ini lebih parah dari anak kampung kyk aku ini..ternyata tadi selama perjalanan
ke Kaliurang doi sempat muntah di bus, tapi aku gk tau waktu itu soalnya dia berbeda bus
denganku.

Pas materi aku skip ye, gk jelas juga materinya (sebenarnya rada lupa hehehe). Sekitar jam
11 malam, hawa dingin di kaliurang sangat terasa dalam ruangan aula itu. Di tambah
dinginnya Angin Cipas (sfx : AC) makin membuat menggigil dan kantuk. Setelah pembicara
menyudahi materinya, seluruh Maba pun digiring (kyk kambing lagi pake digiring) utk
kembali kekamar masing2.

Ah, selesai juga malam yang memberatkah itu (gumamku dalam hati)
Dan kenyataan berkata lain lagi. Setelah tiba di kamar, salah satu senior mendatangi kamar
kami.

Senior Deri : Sekarang selesaikan tugas kalian yang tadi sore diberikan oleh Senior Sil.

Tugas yang mana lagi pikir ku.

Ipunk (teman sekamar) : Tugas yang mana Senior? (dia berdiri tegap)
Senior D : Tugas buat surat Cinta kepada senior yang kalian suka selama Ospek ini, dan
surat Kebencian kepada Senior yang paling kalian benci selama Ospek. (Jelasnya)
Senior D: (sambil keluar meninggalkan kamar kami) Nanti jam 12 saya kembali dan 2 buah
surat kalian sudah harus dikumpul ke saya. (dengan suara khas senior2 galak)

Tanpa pikir panjang, aku dan teman sekamar langsung menulis surat tersebut. Aku bingung,
secara blm pernah aku nulis surat yang terkesan gombal seumur2. Ah sudahlah, tulis aja
sejadinya pikirku yang penting kelar aja. ben cepat tidur.

Surat Cintaku waktu itu kurang lebih :

"Hai, kamu yang sangat mempesona..


Kenapa kamu sungguh menggoda dengan sikap kasarmu?
Apakah sikap itu adalah yang sesungguhnya
Ataukah semata-mata karena tuntutan ke-senior-anmu?
Ah..semakin engkau meninggikan suaramu
semakin lebar senyumku memperhatikanmu
semakin indah pula khayalanku melambung tinggi denganmu

Sudahlah..
aku tidak perduli dengan semua itu
aku tidak melihat sikap kasarmu sebagai kekuranganmu
aku semakin tertarik untuk mengenalmu lebih dalam

Siapalah aku ini..


Aku hanyalah orang tengil yang sengaja melanggar semua aturan itu
semata hanya untuk mencari hukumanmu

semua itu agar aku bisa sedikit dekat denganmu


Agar sedikit namaku terkesan dihatimu

Aku akan terus melakukannya


melanggar semua aturan itu
biarlah dengan banyaknya hukuman darimu
tertumpuk pula kesanku dihatimu

Iya..
kamu yang baru beberapa hari ini hadir
Awal kata aku menyapamu
akhir kata aku mencintaimu"

Surat Kebencian kurang lebih :

"
.
.
Tidak ada kebencian
Jika ada kebencian
maka lihatlah surat Cintaku
.
.
"

Surat bencinya sebenernya agak klise, pengennya membalik kata senior gak pernah salah,
jika salah balik ke pasal satu, tapi ntr malah kena hukum lagi, jadilah aku tulis kyk di atas...
heheheh

Akupun keluar ngumpulin tu surat ke senior D yang ternyata lagi udud di luar kamar di kursi
depan.

Senior D : cepet men koe ngumpulin


Ane : udah selesai senior (sambil tegap dengan sikap hormat)
Ane : udah bisa tidur kan senior?
Senior D : yoi, wes kono ndang turu (sfx : yoi, sana cepat tidur)

Akupun bergegas kekamar dan narik selimut. Udah mengigil badan ditambah mata udah
stengah watt.

12. Hari Penjajahan KeKe-2


Besok paginya sekitar jam 4 subuh.

Senior Sil : (seperti biasa teriak dengan toa kecilnya)


Senior S : BANGUN WOY, KAYAK KEBO AJA JAM SEGINI MASIH PADA TIDUR!!

Sekamar pada kaget sambil kucek2 mata, aku yakin maba yang lain juga sama.

"Astaga, baru tidur bentaran dah mw dijajah lagi" gumamku dalam hati.

Senior S : Dalam hitungan ke-5 semua harus sudah bangun dan siap utk olah raga. (msh
dengan toa kecilnya di tengah2 villa triak2nya)

Mulai dah itu ngitung2 si senior galak pikirku. Dan benar saja.

Senior S : 5....4.....3....2.....1

Mati, kena hukum lagi ini. Waktu aku turun, itu kamar ane udah gk ada lagi teman2 sekamar.
Telek, dah pada ninggalin kgk bangun2in dah gumamku. Teranglah aku plg telat di antara
yang lain. Pas mw masuk barisan.

Senior S : Eh..kamu yang telat baris. Maju kedepan sini


Ane : (yaelah kena hukum lagi, masih separuh nyawa balik juga kata batinku)
Ane : Siap laksanakan hukuman senior (berdiri depan barisan sendiri)
Senior Sil : Kamu push up 30x biar melek.
Ane : Siap senior (masih ngucek2 mata)
Push up dah pagi2 buta 30x. Setelah selesai akupun lapor ke senior galak
Ane : push up 30x selesai senior. (balik badan rencana masuk ke barisan)
Senior S : Eh..eh...kamu balik kekamar.

Asek pikirku, ni pasti nyuruh tidur lagi. Ternyata kenyataan lebih kejam. Aku disuruh ganti
sama kostum training, dan ternyata cuman aku yang tidur make Stelan hitam putih lengkap.

Yang lain sudah ganti stelan training semua ternyata pas mereka ngumpulin surat semalam.
Terang aja gk ngerti karena plg duluan ngumpulin surat trus ngibrit tidur saking capeknya.

Akupun balik kebarisan setelah ganti stelan training. Dan kamipun digiring ke sebuah sungai
yang gk terlalu jauh dari villa tempat kami menginap. Sampai di sungai tersebut, semua maba
di suruh cuci muka biar pada melek.

"Beuh, ini sungai apa kulkas, airnya dingin gak karu2an" gumamku.

Tapi efek laennya, mata kami semua jadi melek. Jadilah kami semua digiring disuruh lari2
mengelilingi sekitaran villa tempat kami ospek. sekitar setengah 5 kami disuruh balik ke
kamar masing2 dan disuruh mandi.

Seperti biasa, mandi cuman dikasih waktu 30menit, secara tiap kamar ada 4 orang, jadi
butuh agak lama buat mandi satu persatu. Yap..satu persatu mandinya, kan sesama cowok
malu kalo mandi bareng2, kecuali sama maba cewek, semangat lah diri ini kalo disuruh
mandi bareng..hehehhe

Skip part mandinya. karena gk ada yg istimewa, iyalah wong cowok semua jadi kgk ada yang
istimewa.

Jam 5 pagi, kamipun kembali disuruh berbaris di halaman depan villa. Dan mulai digiring ke
wilayah yang lebih mirip kyk bekas lapangan bola, soalnya kuliat disitu ada gawang di
sebelah barat dan timur lapangan itu.

Dan, sepagi itu, ternyata itu lapangan sudah mulai rame sama turis2 lokal yang berwisata
disitu. Ada yang cuman duduk2 sambil ngopi, ada juga yang sambil lari2 kecil mengitari

lapangan.

Tugas pertama kami pagi itu simple, disuruh muterin lapangan sambil memungut sampah2
yang kami temuin di sepanjang lapangan. Yah itung2 membantu bersih2 tempat wisata
tersebut.

Aktivitas itu kami lakukan sekitar 2jam dan gk terasa sudah jam 7. Sinar matahari sudah
mulai kelihatan diantara kabut dari bagian timur lapangan itu. Wuih segarnya pagi itu. gak
ada asap kendaraan yang ada cuman udara segar pegunungan.

Kamipun disuruh berbaris ditengah lapangan dan dibagi dalam 4 kelompok besar. Aku ingat
saat itu masuk kelompok 3 dan si Arif masuk kelompok 1. Tiap2 kelompok dibawa oleh
2orang senior ke 4 penjuru lapangan dan entah apa tugas mereka, sering ku liat banyak yang
joged gitu di kelompok sebelah dan kebetulan tu pas liat kelompok satu, si arif kena jatah
joged..ngakak liatnya waktu itu.

Dan ternyata, 2 senior yang ditugasin di kelompokku adalah senior M sama senior Yessi.
"Yess" teriakku dalam hati, dapat senior Yessi yang lumayan cantik. tapi sayangnya senior
1nya itu. Yap, senior cowoknya itu senior M..yang gk kalah galaknya sama senior Silfana.

Coba cuman senior Yessi aja yang bimbing ni group pasti bakalan indah dan romantis
(ngelamun lah diri ini sejadinya)

Snior M : ayo semua berdiri (eh,jaimnya keluar..tumben pikirku, biasanya galak dia)

Kamipun berdiri semua. Tetap ku perhatiin senior M, masih penasaran kenapa jadi jaim gini
pikirku. Ternyata dia ngelirik cewek dikelompok ini. Cwek lmyn cantik kl dilihat2. Dan kuliat2
tu cwek juga senyum2 sama si senior M. Owh...ini ternyata penyebabnya dia jadi mlempem
(pikir ane).

Ternyata ni senior M lagi ngegebet si Ria (kuliat tag namenya waktu itu). Aku gk ambil pusing
dengan senior yang jadi lembek itu, aku alihin mata ke senior Yessi yang pagi itu kelihatan
lebih cantik dari semalam pas doi ngikat dasi suaminya sebelum berangkat kekantor.

Eh, bukan suami ding, itu dasiku semalam yang dengan alesan lepas gara2 pegangan pintu
kamar mandi..hahay..senyum2 sendirilah diri ini mengingatnya.

Doi senyum manis banget pagi itu, aku pun gk ngeliat yang laen, mata ini cuma mampu
menatap 1 orang yang dari tadi gk lepas senyum manisnya. Yap, aku natap si senior
berambut panjang bergelombang itu.

Pas banget kyknya ku gandeng doi. Jalan dari kostan kekampus. Dapat kubayangkan akan
banyaknya mata2 lelaki kesepian dan kehausan kasih sayang yang bakal iri melihat
kemesraan ku sama yessi

Senior Yessi : Woy..kenalin diri kamu. (doi nunjuk kearahku sambil bersuara agk keras)

Ah, ternyata aku terbawa lamunan tingkat tinggi bersama doi.

Ane : Saya Eri dari planet mars, status single dan tinggal di yogya ngekost di daerah Pengok
(kataku tegap setelah tersadar dari lamunan)
Senior Yessi : Nama sama asal aja, kost gak usah, kyk kita mau maen kekostan mu aja.

Anak maba kelompokku pada ketawa2.

Ya begitulah utk beberapa jam kedepan, ternyata pagi itu kgk ada yang keras aktivitasnya,
cuman kenal2an aja sesama maba dan senior. Sebenarnya sih lebih kepada acara
keakraban, yang gk lain jadi ajang para senior menebar pesona dan merebut hati para junior
yang masih lugu tanpa dosa.

Dan acara itu sudah makan dua korban, Ria yang disamber senior M dan hati luguku ini yang
sudah tertawan oleh senyum manis senior Yessi. Ah sudahlah..

Acara kenal2an dan permainan itu berakhir sekitar jam 10 pagi. dan kamipun dikumpulkan
kembali di sudut lapangan untuk kembali ke aula di villa kami. Sesampainya di villa kembali
lagi kami diharuskan mengetuk pintu 7x dan mengucap salam "Ijin Masuk Senior" seperti
sebelumnya.

Didalam ruangan aula, ternyata cuman permainan yang menambah keakraban yang sudah
terjalin di lapangan tadi.

Jeng jeng jeng...event


jeng
baca2 surat cinta pun dimulai.

Yap, didepan sudah berdiri 3 senior cowok dan 3 senior cwek, dari 3 senior cwok aku cuman
inget 1 yaitu senior Memed, dan senior cwek aku cuman inget 2 yaitu senior silfana dan
senior yessi. Mereka dipilih diantara para senior karena nama mereka plg banyak disebut
dalam surat cinta dan surat kebencian dari maba.

Senior M dpt surat cinta dari si Ria, dan di depan ruangan itu, si Ria membaca suratnya
dengan mikrofon kepada senior M. Selesai suratnya dibaca gantian di tanggepin sama senior
yang dituju.

Cieelah senior M dengan gaya playboy kampungnya membalas godaan si Ria, lagaknya kyk
orang plg cakep waktu itu..wkwkkwkw

Selanjutnya giliran surat cinta ke 2 dibacakan, entah itu sapa nama cowok maba itu, lupa aku
soalnya kgk sejurusan. Aku sangat cemburu waktu itu, gimana enggak, doi merayu senior
yessi, sang pujaan hatiku.

Mata ku mengeluarkan cairan yang kalo anak2 jaman sekarang bilang air mata kesedihan.
Tapi karena aku cowok tegar waktu itu, aku pura2 kelilipan buat ngapus air mata kesedihan
itu. (alesane cok...wkwkwk)

Skip skip.. aku gk kuat ceritain perasaan ini melihat 4 cowok brengsek merayu sambil
membaca surat cintanya buat senior yessi. Duniaku serasa runtuh beberapa menit itu,
secara senior kesayanganku yang sudah ku anggap istri yang setia mengikat dasi suaminya
sebelum berangkat kerja (wkwkkw..ini dramatisir gan biar kyk sinetron2 gitu...piss)

Dan selanjutnya giliran senior silfana didepan sendiri, dan ternyata oh ternyata, dari semua
surat kebencian maba itu tertuju sama doi. dan parahnya lagi, itu surat kebencian harus
benar2 dihayati. kyk orang emosi beneran bacanya. dan yang buat diri ini puas liat waktu itu,
senior yang kena surat kebencian tidak boleh balik marah...puas banget kulihat doi kena
amuk maba2 laennya.

Hampir 2jam acara menyatakan surat cinta sama benci itu. Tapi ini koq namaku kgk
dipanggil2 ya buat maju kedepan? Apa mungkin surat ku dibuang sama senior D?? Apa doi
lupa ngasih surat ku ke senior pujaanku Yessi?? Pertanyaan itu trus berkecamuk di kepala.

Sampai acara selesai pun, nama ku kgk dipanggil. Ah, sudahlah mungkin belum nasib buat
ngungkapin perasaan ke senior yessi. sabar sabar sambil mengelus dada.

Beberapa senior masuk keruangan membawa kardus yang berisi sarapan sekaligus makan
siang kami. Dan senior D yang membawa salah satu kardus makanan itu. Kulihat trus doi,
niat ku ingin nanyain kenapa surat ku kgk dikasih ke senior yessi??

Tiba2 sedikit tersadar diri ini dengan yang terjadi. Tunggu dulu..kan semalam aku gk nulis itu
surat buat siapa..Iya, aku lupa kasih To: / Kepada: -nya. Ah sial, aku lupa...pantesan aku kgk
dipanggil.

Sirna sudah harapan ini buat merayu senior yessi..akupun menunduk sedih sesedihnya
waktu itu. Aku makan tu nasi kotak dengan berlinangan aer mata. Kesedihan ku masuk
tingkat lvl 10,1 waktu itu. melewati batas 10. wkwkwkkw (dramatisir lagi gan, biar keliatan
gimana gitu)

Setelah abis makan acara rayu merayu pun dilanjutkan kembali. Memang kalo aku inget2
sekarang itu momen lucu juga, banyak banget kami ketawa dengan sikap2 maba
mengekspresikan surat yang mereka tulis.

13. Surat Nyasar


Sampai jam stengah 2 siang, kamipun dibolehkan kembali kekamar bersiap2 untuk
kembali ke yogya. Barang2 pun sudah kami kemas ke ransel masing2. Dan segeralah
kami menuju ke tempat parkir bus kami. Di parkiran bus ketemulah diri ini sama
sahabatku si Arif.

Arif : woy, koe gk maju tadi pas baca surat (dia nyolek dari samping)
Ane : yoi gk level aku kyk gitu (sok2 cool gimana gitu)
Arif : guayamu cok (logat PLGnya tp make bahasa jawa dikit)
Ane : semalam lupa aku ngasih tu surat buat siapa? namanya gk ta taro Rif? (kata ku
sambil agak nunduk menyesal gitu..wkwkw)
Arif : pantesan gk nyampe surat mu, mesake gk kesampean hasratmu cok.
kamipun tertawa lepas.

Sahabt ku si Arif ini orangnya lucu, doi kl ngobrol kagak ada abis2nya, enk ngobrol sama
doi dari topik sekitar kampus sampai negara masuk bahasan kami. Kan pemuda penerus
bangsa, jadi harus memperhatikan negara juga..wkwkkwwk

Cewek imut : Rif. (sambil narik2 lengan si arif)


Arif : eh, Lin...kenalin ni Eri sahabat ku satu kostan (noleh ke cwek imut dibelakangya)
Lina : (julurin tangannya) Lina (senyum manis nan imut)
Ane : (julurin kaki eh tangan ding) Eri
Aku agak bisikin ke si Arif
Ane : tu dapat darimana Rif?
Arif : tadi nemu di semak2. (berbisik juga)
Ane : asyu dah dapet aja cwek imut (bisik ku juga)
Arif : daripada sama si ipunk, mending sama si lina (bisik dia) koe karo ipunk wae cok,
kan dah sekamar kan (arif ngakak)

Ane : wasyu koe


Arif + Ane : (ngakak)
Lina : kenapa sih pada ketawa?
Ane : kgk koq Lin, ni kata arif kamu cantik?
Lina : masa si? ada2 aja (sedikit merah mukanya malu)
Arif : biasa aja koe cok.

Kami bertigapun ketawa saat itu. Gak berapa lama, bus kami datang dari tempat
parkiran. Kami pun naek ke bus masing2, siap2 menuju Jogja lagi.

Kulepas tas dan taro di kursi paling belakang, Ambil PeWe siap2 tidur, soalnya masih
agak capek saat itu. Setelah beberapa lama bus mulai meninggalkan villa, mata mulai
merem.

Tapi kyk ada yang nyolek2 tangan kiri ku waktu itu. Aku cuekin dah karena ngantuk.
Makin lama makin kenceng tu colekan, kubuka dah mata nyari tau sapa yang genit
nyolek2.

Dan, aku sedikit kaget..dikepala masih kebawa suasana ospek kemarin, sontak ane
berdiri dengan sikap ala polisi ketemu komandannya langsung hormat.

Ane : Maaf senior saya ketiduran (sedikit teriak dengan tetap posisi hormat)

Semua penumpang memandang ane di kursi belakang, beberapa detik kemudian semua
pada ketawa.

Senior Sil : udah selesai ospek kali (dia ambil posisi duduk dikursi samping ane)
Ane : (kembali duduk tapi udah gk ngantuk sama sekali karena kaget tadi)
Ane : kenapa senior?

Senior Silfana : hadeh, dah diluar ospek panggil nama aja (kata dia malu2 monyet...eh
malu2 kucing)
Ane : hehehhe (cengesan) maaf kebawa suasana ospek aku (garuk kepala)
Silfana : itu surat beneran gk?
Ane : surat? surat yang mana ya? (aku masih blm ngeh sama yg doi maksud)
Silfana : iya surat yang ini (dia nunjukin surat yg gk ada penerimanya)
Ane : owh, itu surat siapa ya? (pura2 gk kenal dengan tulisan sendiri)
Silfana : wes... iki suratmu toh, surat buat aku. (doi mulai agak merah2 gimana gitu
mukanya)
Ane : itu sebenarnya surat buat... (itu bus ngerem mendadak, tas ransel ku jatuh, Sontak
aku ngambil tu tas ransel, rapiin lagi di samping kanan tempat dudukku.
Silfana : ini beneran kan?
Ane : beneran lah (waton njawab)
Silfana : romantis juga koe.
Ane : ah biasa aja, asal nulis itu apa yang ada difikiran waktu itu (padahal kl gk salah itu
aku sempat baca di surat kabar yg ada surat pembaca gitu, lupa nama
korannya..wkwkwk)
Silfana : pantesan sering langgar perintah biar kena hukum trus bisa dekat sama aku
(doi sudah ge er aja)
Ane : emang tau surat itu buat koe dari mana? (ane test lagi tu senior galak)
Silfana : lah ini kan yang kata2 awal yang sifat kasar. kan di antara senior cuman aku
yang kasar yang cweknya (tambah geer doi)
Ane : (senyum sedikit ngeh maksudnya dia) owh itu..

Dan, silfana yang galak pas ospek mulai nyerocos ngobrol kiri kanan ngalor ngidul
selama perjalanan. Aku cuman mengiyakan pura2 ngerti biar dikira pintar...hehehhe

*Itu surat yang aku tulis sebenarnya buat senior idaman, iya siapa lagi kalo bukan senior
Yessi yang sudah mencuri hati ini saat dia membantu memasangkan dasi malam itu.

Tapi karena kesalahan teknis a.k.a gk di cantumin penerimanya, jadilah surat salah
alamat nyasar ke pangkuan silfana. Ah, sudahlah itu kan cuman maen2 pikir ku.

Tapi, bagaimana dengan silfana disamping ku sekarang, doi sudah kemakan gombalan
buaya darat yang nulis surat itu. Dasar buaya darat mempermainkan hati seorang silfana
seenaknya pikirku.

::itu suratmu cok.. (batin ane ngekek) jadilah sepanjang perjalanan balik ke jogja bibir ini
senyum2 sendiri dan ternyata senyum itu di artikan laen oleh cwek samping, senior yang
galak pas ospek kmrin.

14. Yogya oh yogya..


Yogya, Juli 2015,
2015, Sabtu pagi sekitar jam 7:30

Kembali kaki menapaki jalan yang hampir 10bulan ini selalu kulewati. Dengan handsfree
dikedua telinga yang mengalunkan musik yang sedikit cadas tetapi tetap dengan embelembel melownya. SOAD - Soldier Side, terasa lumayan menggambarkan rasa jengkel yang
tiba2 merasuk hati.

Jum'at kemarin sesaat sebelum pulang kantor, sang boss cewek mengatakan kalo sabtu ini
kami harus lembur karena kerjaan yang cukup menumpuk. Yah, sebenarnya kantorku
lumayan enak sistem kerjanya. Jika saat sedang lenggang dengan blm terkumpulnya data2
para calon kontraktor muda, maka kerjaanku cuma duduk didepan PC kantor sambil
membaca Story2 indah di SFTH.

Tapi, jika semua data sudah terkumpul dan mulai akan melakukan pelatihan dan sertifikasi,
maka tidak ayal kami masuk lembur. Bahkan hari minggu juga tetap masuk demi selesainya
semua data calon peserta sertifikasi.

Lagi2 aku melihat sekumpulan mahasiswa calon bidan itu. Yap mereka yang beberapa hari
lalu dengan mata sinis melihat ku seperti orang gila. Entahlah, aku seakan tidak ingin harga
diri yang beberapa hari kemarin sudah hancur akan hancur lagi dimata para mahasiswa itu.

Mereka sekarang adalah mahasiswa kebidanan, terlihat dari seragamnya. Ah, sukurlah
mereka sudah terlepas dari beban ospek dan gombalan para senior yang blangsatan serta
haus akan belaian mahasiswa baru yang tak berdosa.

Mungkin pernyataan di atas sedikit berlebihan, tidak semua mahasiswa baru seperti yang
aku sebutkan dan tidak semua juga senior seperti pernyataanku tadi. Ah, sudahlah, aku
mungkin cemburu dengan mereka yang masih mencicipi bangku kuliah dalam arti yang
sebenarnya.

Sungguh munafik diri ini, belakangan aku sangat cemburu dengan mahasiswa yang terlihat.
Bukankah aku dulu sempat berkata "Gak masalah dimana belajarnya, tergantung orangnya,
orangnya,

kita bisa belajar dimana aja bahkan dari semut aja kita bisa mempelajari bagaimana
kerjasama". Entah pergi kemana kata2 yang dulu kurasa sangat kuat tersemat dihati.

Aku kini sangat ingin merasakan keceriaan itu lagi. Keceriaan dibangku kuliah. Keceriaan
diatas ke-egoanku yang hanya memikirkan diri sendiri. Dan tak melihat berapa sudah
siapnya dunia akan merebut keceriaan itu.

Kulanjutkan perjalanan menuju kantor pagi itu, dengan sedikit ingatan tentang bagaimana
awal aku mulai masuk kuliah dulu.

15. Kuliah Perdana


Yogya, Agustus 2003,
2003, Esok paginya, adalah kuliah perdana.

Pagi2 stengah 7 aku sudah siap menuju ke "kampus" LPK yang jaraknya gk terlalu jauh dari
kostan. Yap, hari pertama sebagai mahasiswa. Aku gk mau terlambat dong, apa kata dunia
kalo pemuda harapan negara dan bangsa telat pada hari pertama kuliah. mau jadi apa kamu
nak, pulang kampung aja ngangon kuda sama kerbau di ladang (kata emak bapak ane).

Aku jalan sendiri ke kampus, karena sahabatku si Arif dah duluan, doi dah janji ternyata mw
bareng sama cwek imut pas ospek kemaren. Iya si Lina yg sempat juga kenalan denganku
pas nunggu bus di dekat parkiran di villa kaliurang itu.

Sebelumnya kan aku pernah bilang kalo doi ganteng kan, terbukti hari pertama aja dia udah
dapat gebetan. Entah gimana nantinya, mungkin bisa bawa gebetan 4-5 orang dlm sehari.
Cwek semua lho gan, bukan hombreng...wkwkkwkw

Dan, setibanya di kampus, aku liat tu si Arif dah nangkring aja sama si lina ddpan kampus.
Iseng diri ini gangguin ah, sapa tau lina ada teman cakep jg buatku, kan bisa ngapel bareng
ntr sama si arif. Iseng2 berhadiah..Hahay, ke-buaya darat-an seorang cowok yang ada didiri
ini mulai nongol pelan2 dari dalam air keruh (kyk mancing di aer keruh)

Ane : khem khem, wah kgk nunggu2 lagi..tega koe cok


Arif : sorry bro, tadi jemput lina dulu kkostannya
(oiya, selepas pulang dari kaliurang kmrn, aku sama arif kgk lgsng blik kost, tapi sempat
nganterin gebetannya dia sampai kostnya deket mandala krida sebelah barat stadiun among
rogo, pasti agan yang pernah di yogya ngerti ni )
Lina : eh, eri sama sapa?
Ane : biasalah, cowok pemberani sendiri jalannya. Di kampung juga mendaki gunung lewati
lembah sendirian jadi gk takut kalo cuman dr kostan ke kampus (jawabku ngasal)
Arif : gak usah bawa2 kampung cok, malu sama kita orang kota

Kamipun ketawa pagi itu.

Lina : eh, masuk dulu ya, temanku dah manggil tu (sambil nunjuk kedalam bangunan kampus)
Arif : ya udah, ta kekampus jugalah, sapa tau dah masuk juga dosennya
Ane : seeplah.

Akupun ditinggal sendiri kyk kambing conge disitu. Sedih gan, sakit ati ane.Wkwkwkwkw
Oiya, si arif ini di kampus sebelah tp msh satu lembaga sama kampus ane beda jurusan,
jaraknya juga gk terlalu jauh 200-300meter gitulah.

Hari pertama biasa aja si menurutku, gk ada yg spesial. Seperti biasa dosen menjelaskan
model penilaian mereka dan juga di ikuti perkenalan.

*koq kgk bahas masalah cwek yang jadi gebetan ya?? belum ada yg berkesan aja sih,
soalnya pas ospek aku sibuk berfantasi dengan senior cantik, Yessi. Sehingga perhatianku
tersita buat dia semua hingga hari ini. Ngomong2 koq doi gk keliatan ya hari ini. apa dia
cuma hayalanku belaka dan tidak benar2 ada. Ah, ntr kalo jodoh juga bakal ketemu
gumamku dalam hati.

Gak kerasa, beberapa dosen keluar masuk untuk perkenalan hari itu. Materi juga belum ada,
jadi kami pulang sekitar jam 2siang. Perutku pun udah mulai keroncongan. Secara selama 2
bulan lebih di yogya, dah terjadwal kalo jam 1 itu waktunya makan siang.

Aku liat seberang jalan, ada warung makan, gak terlalu gede, bangunannya juga biasa dari
bambu. Aku mikirnya gini, itu warung gk terlalu mewah bangunannya, artinya harga
makanannya juga gk terlalu mahal. Ah gpp daripada pingsan kelaperan, mampir aja lah
pikirku.

Masuklah diri ini kedalam warung tersebut.


Jeng jeng jeng... (kenapa sih ini musik sering banget aku temuin dimana-mana..wkwkwkkw)

Aku ketemu lagi eh bkn ketemu tapi ngeliat tu si senior dambaan dan pujaan hati, ya si yessi
lagi makan siang disitu juga. Hati ini berbunga2, seluruh tubuh penuh dengan mawar merah
rasanya, (lebay, sakit kalo beneran ini, secara mawar itu durinya banyak tajem2 lagi)

Aku ambil piring,nasi,lauk yang ada dsitu, pun melangkahlah diri ini ambil posisi ngadep ke
depan pujaan hati, si yessi. Sementara doi serius makan dengan posisi membelakangi ane.
Seolah gk peduli dengan keadaan sekitar, doi asek menikmati nasi ramesnya, sesekali dia
meminum es jeruk di samping kirinya.

Ku beranikan diri deketin yessi, julurin tangan ini otomatis.

Ane : hai, aku Eri


Yessi : weeekk (julurin lidah) udah tau, kamu kan yang gombalin aku malam pas di kamar villa
Ane : (waaaah,mata ini mulai berkaca) eh masih inget ya (malu2 monyet lah diri ini...eh malu2
kucing)
Yessi : iyalah masih inget kan baru kemarin (dia meminum kembali es jeruknya)
Yessi : udah jgn bediri aja sini duduk (memindahkan tasnya keseblah kiri, dan menepuk
bangku sebelah kanan dia nyruh ane duduk)
Ane : eh iya gpp makan dsini (piring berisi makananku pun mendarat dimeja sampingnya)
Yessi : gpp koq,ini kan warung bersama (doi jawab santai)
Ane : hehehe (iseng lah tangan ini nyubit tangan kanannya)
Yessi : eh eh, genit main cubit (doi nepis tangan ku)
Ane : tangannya lembut ya? pake lotion apa (hahay jurus buaya darat guling2 keluar)
Yessi : (cuman senyum2 malu gitu doinya, sambil julurin tangan kananya ke dahi ku)

Halus banget tanganya, terasa gimana gitu.

Cwek : Woy...woy...
cwek : WOY (sambil dorong dahi ane make telunjuknya)

Kaget dan sadarlah aku dari lamunan indah itu, ah sial lagi seru2nya juga.

Silfana : woy, siang itu belajar bukan ngelamun gk jelas (doi ngelewatin ane ke arah yessi)
Ane : (senyum2 muka merah kemaluan eh karena malu)

Akupun melanjutkan makan sambil nunduk malu.

Silfana : (ngeliat ane) Eri sini gabung aja, dari pada ngelamun gk jelas
Yessi : (berbalik juga melihatku) ada orang to, iya sini aja ngobrol2 (senyumnya manis
banget, tambah manis ini es teh yang ku pesan tadi, Emak diabetes anakmu ini mak kl
terus2an sama yessi)

Disinilah nerveous mengambil alih (wuih bahasane ngaggo inggris barang), hati sih rasanya
pengen ikut gabung makan siang dengan pujaan hati, apa daya badan gk bisa gerak karena
gemeteran.

Ane : gk mbak, ini makanku juga dah mw kelar koq, mw langsung balik kostan aja.

Kulanjutkan makan dengan cpet2, keselek2 dah gk peduli, daripada makin konyol depan
pujaan hati, tambah ancur reputasi yang tersisa sejak hayalan terakhirku tadi...

Selesai makan, langsung kekasir bayar makanan, dan hendak langsung pulang. Pas aku dah
berbalik dan baru mw keluar dari pintu warung, sayup kudenger itu suara lembut, ya suara
lembut pujaan hati.. Doi manggil. pikirku..tanpa panjang lebar ane balik badan ngeliat doi

Yessi : (nunjuk gelas es teh) itu gk diminum es tehnya? mubasir dah dipesen
Ane : oh iya, lupa kak (ini muka rasanya kena aspal siang bolong, panas nahan malu)
mereka berdua ketawa sejadinya di warung tersebut. Aku pun langsung meneguk habis
segelas es teh pesenan tadi.

"Eri eri..gmn mw ngegebet, ngobrol aja gk berani. Udahlah, lain kali berdoa dulu sebelum
ajakin ngobrol tu pujaan hati biar gk ancur2an depan dia."

Begitulah kata aneh dikepala yang sok2an bijaksana dan berani saat pujaan hati gk ada
didepan.

"Heh, tadi kemana aja koe pas ada yessi??"Wes edyan aku, ngomong sendiri..

Dan sepanjang perjalanan pulang pun diriku tersenyum2 sendiri (bahasanya rada2 yah,
maklum orang kasmaran kyk gitu kata nenek ane). Begitulah hari pertama kuliah, gk ada
yang spesial selain saat mempermalukan diri di warung makan itu.

Malam abis magriban, cuman leyeh2 di kamar sambil muter2 channel radio nyari lagu2 yang
enak. oiya, saat itu gk ada hape ato barang elektronik lainnya dikamar, cuman ada radio
2band pinjeman dari Mas Y kamar atas, karena doi pulang ke kebumen utk beberapa hari
kedepan.

Jadilah itu hiburan saat itu. Dan entah kenapa sejak saat itu aku jadi suka dengan lagu didi
kempot campur sari, mungkin karena sering di putar di radio waktu itu. Lagi asik2nya nyari2
lagu campur sari pintu kamar dketuk.

Aku buka, ternyata depan kamar dah nyengir aja si Arif.

Ane : bah, keren bener lo cok, mw kemana?


Arif : ayok temenin ke kostanya Lina
Ane : ngapain? males aku jadi obat nyamuk
Arif : tenang, lina ada teman koq, tadi pas ta anter katanya doi mw ngenalin ke koe
Ane : wah boleh itu. Bentar ta ganti sarung dulu (biasa kl abis mandi make sarung buat
ibadah)
Arif : yo wes ta tunggu nang ngarep. (arif nutup kamar pergi kedepan kost)

Denger mw dkenalin cwek otomatis mw dong, masih normal gitu, masih tertarik sama mahluk
yang namanya cwek, apalagi kyk pujaan hati ane si Yessi..gk nolak, redo lahir bathin...
heheheh

Aih, yessi mneh toh. Entah kenapa diri ini jadi terobsesi dengan yang namanya yessi senior
yang bantu masangin dasi pas di villa kaliurang kmrn. Yessi yessi seandainya koe jadi
pasanganku, sempurnalah hidup.

Kamipun jalan ke kostannya Lina malam itu, kostanya agak jauh sktr 10menit nyikil (jalan
kaki). Oke, waktu itu kami kere (bukannya masih kere sampe sekarang ya?? wkwkkw) jadi
kemana-mana jalan kaki. Betis juga udah kyk betis pemain bola.

Gk lama kami sampai di kostannya lina. Disitu ada bel depan pintu dan ada nama penghuni
kost dan ada tanda berapa kali kami harus memencet bel sesuai dengan nama penghuni kost
yg ingin kami temui.

Selang beberapa menit dari pencetan bel, keluarlah penghuni kost tersebut.

Cwek berjilbab : cari sapa yah?


Arif : Linanya ada?
Cwek berjilbab : owh lina ya, bentar. (doi msk lagi kedalam kostan)
Arif : salah mencet aku cok, kurang sekali belnya (ngeliat kearahku)
Ane : ais, grogi koe cok. (ngakak kami berdua)

Kuliat lagi tu tanda bel : 4x = Ima 5x = lina, owh cwek berjilbab tadi namanya Ima, ngangguk
dalam hati memahami keadaan.

Lina : (membuka pintu kostan eh gerbang depan kostan ding) eh dah lama yah?
Arif : (cengesan) baru nyampe koq (malu2 monyet eh malu2 kucing)
Ane : tadi salah mencet tu, grogi dia sama koe Lin (ngeledek Arif)

Arif : Telek koe cok (garuk2 kepala di ikutin ketawa kecil Lina)
Lina : ya udah yuk masuk ke ruang tamu
Ane : ke kamar boleh gk Lin? kyknya aku ngantuk deh (canda2 gk jelas, sok akrab gitu)
Arif : hussss, maen masuk kamar aja coook. (kami tertawa)

Kami pun masuk ke ruang tamu dan dipersilahkan duduk. Ruangan tamunya lmyn besar,
hampir tiap sudut ada kursi. Menrutku sih, pas ada yang ngapelin mereka pada misah di
sudut2 ruang tamu biar gk saling mengganggu, tiap pasangan ngambil posisi masing2
gitulah. Nah, trus yang kyk aku gini,yang jadi obat nyamuk ambil posisi dimana ya?? jadi
tanda tanya besar waktu itu.

Cwek Berjilbab keluar dari arah lorong kostan itu, membawa nampan berisi minuman dan
aku lihat ada 4 gelas, artinya aku gk bakalan jadi obat nyamuk alias sendiri nih, jadilah kalo
begitu pikir ku.

Cwek berjilbab : maaf ya adanya cuman sirup jeruk.


Arif : wah gk usah repot2.

Aku langsung ngambil gelas yang udah ditaro ddpan, kuteguk dah, sueger gar, rasa jeruknya
berasa banget, mana dingin lagi..pokok e maknyos lah.

Arif : eh, blm di persilahkan sama yang punya rumah, maen nyosor aja koe cok.
Ane : aus bro, jauh jalan tadi dr kostan kesini (asal jawab)
Lina +cwek jilbab : ketawa sambil nutup mulut pake tangan
Lina : udah gpp, oiya Ri, kenalin teman kostan aku. Ma, kenalin Eri.
Ima : (julurin tangan) Ima
Ane : (menyambut hangat tangannya) Eri (ane keluarin dah senyum termanis , senyum
cengiran kuda wkwkkw)

Lina sama si Arif kyknya udah mulai asik ngobrol mereka, nth ngobrolin apa.

Ima : bentar ya, aku masuk kedalam dulu.


Ane : ok, jgn lama2 ya, udah gk ada nyamuk disni yang mw aku hajar.
Ima : banyak nyamuk ya? (gk jadi masuk kedalam kostannya)
Ane : udah gk ada, aku kan obat nyamuk handal (ngeledek arif ma lina)

Arif +lina ngeliatin ane trus ketawa mereka bedua, wes sak karepmulah pikirku, susah kalo
org lagi kasmaran, dunia serasa milik berdua, yang lain jadi obat nyamuk dan cuman
numpang...gumamku dalam hati.

Ima pun sudah masuk kedalam kostan, tingglah aku sendiri di kursi tamu itu, lho arif lina ilang
kemana? Mboh, di gondol nyamuk nakal kayaknya..wkwkwkkw.. Mereka dah PeWe di sudut
sebelah sana ruang tamu, mereka tampak asek ngobrol kdang ketawa2 kecil.

10menit, blm ada tanda2 bakal selesai jadi obat nyamuk, ini gelas juga udah ilang separuh
sirup jeruknya, entahlah, mungkin bocor gelasnya. Obat nyamuk itu sakit, asepnya gila, jadi
cpet haus. wkwkkwkw

Dari lorong kostan ane liat bayangan yang kyknya pernah liat. Iya, aku kenal gaya jalannya.
Ah, itu yessi, aku yakin itu yessi. Assek bisa ngajak ngobrol yessi malam ini.

Ayo Eri, semangat!! kuatkan hatimu, ajak yessi bicara. ::Ini sapa yang ngomong kyk berapiapi banget suaranya. Oh ternyata cuman suara dikepalaku yg rada2.

Aku bangun menyambut, sambil ngeliat bayangan itu semakin deket kearahku. Yessi pujaan
hatiku kemarilah, ngobrol sini saying (wuzzz wes sayang2an siki, sadar cok, lagi2 suara

dikepala begitu keras terdengar mengejek)

Ima : maaf ya, agk lama soalnya tadi dari kamar mandi (sambil duduk di kursi depanku)

Ah, ternyata bayangannya ima,bukan pujaan hatiku. Eh bentar2, ni koq yessi sama ima
tingginya sama ya? pikirku dalam hati. Ah, sudahlah belum jodoh sama yessi, sama ima aja
yang ada depan mata. Namanya buaya, sikat yang terpampang depan mata..heuheuheu

Ane : hehehe (duduk lesu)


Ima : koq kyk gitu?
Ane : gitu gimana? (tanyaku heran)
Ima : ya kyk ngeliat apa gitu (dia nengok kebelakang kearah lorong kost)
Ane : (ngerjain orang enk kali yah) gk tadi aku kyk liat bayangan disebelah sana (ku tunjuk ke
lorong kostan)
Ima : ih serem ah (doi geser kursi agak deket2 kearahku)

Eits...sorry ye, blm kenal dah mau deket2, emg aku cowok apaan?? kataku dalam hati.

(goblok, tadi kan dah kenalan, koe kan cowok edyan to..) ah sial ini suara dikepala gk bisa di
ajak kerja sama gumamku dalam hati. Lah, suara hati sama gumam kan sama2 dalam hati..ah
sudahlah gk penting.

Ane : beneran lho, tadi aku liat bayangan pas kamu kesni, pas setinggi kamu.
Ima : (makin deket tu kursi digeret) jgn gitu ah, Ima kan jadi takut (raut mukanya kelihatan
ketakutan)

Kasian ah, anak orang koe takutin, cowok macam apa dirimu!! Nah kan, suara gk jelas lagi.

Ane : (ketawa lepas, arif lina sempat ngeliat sbentar trus lanjut lagi mereka PeWe) mukamu
lucu kalo ketakutan.
Ima : takut ah, serem (dia masih keliatan ketakutan)
Ane : tadi itu ya bayanganmu sendiri, masa sama bayangan sendiri takut.
Ima : jahat ah, nakut2in. Dah ah, mw masuk aja mending tidur dkmr (waduh doi ngambek)
Ane : kgk, cuman becanda sensi amat sih?
Ima : (mukanya msh ngambek)

Ane : iya iya sorry. (ku minum lagi itu sirup, tapi koq abis yak) wah, gelasnya bocor ya (pura2
ngangkat liat gelas sambil sedikit diputar2)
Ima : (akhirnya doi senyum lagi) itu bukan bocor tapi haus.
Ane : (garuk2 kepala)
Ima : (nyodorin gelasnya yg msih penuh) ni punya Ima aja, ima tadi didalam udah minum koq.
Ane : gk koq cuman canda, dah gk aus lagi ini (megang2 leher tanda gk haus, padahal tetap
ngelirik sirup jeruk dimeja, dasar buaya kadal eh buaya darat)
Ima : gpp koq, nanti ima buatin lagi.
Ane : (akhirnya ane luluh karena rayuan dan godaannya yang mendera segitu
derasnya..wkwkkw) makasih ya, Ima baik deh (lgsng ambil tu gelas sirup, tau2 dah sisa
setengah aja...dasar maruk)

Eits, kampung ku itu mataharinya 7bji gan, kbayang panasnya kyk apa, jadi pas ketemu yang
seger2 langsung sumringah,jgnkan segelas, 1 baskom bakalan aku abisin..hehhehe

Ya begitulah malam pertama ane ngapel.

"eh itu Arif yang ngapelin, koe cuman jadi obat nyamuk!"
"Obat nyamuk? Kan ada Ima yang nemenin tadi? Jadi bukan obat nyamuk kan?"
"Emang ima gebetan lo? kenal aja barusan!"
"Ya gpp to, yang penting ada temannya."

Loh koq diem? Ah sudahlah, itu cuman suara gk jelas dikepala ane sendiri, entah itu suara
hati ato cuman suara dikepala yang mulai rada2 gila.

16. Jebakan berujung


berujung Nelangsa
Beberapa hari berikutnya, kuliah mulai agak sibuk dengan materi dari dosen, Entah kenapa
juga di kampus belakangan sering banget ada wajah yang mengukir senyum manis. Apakah
aku terlalu pede, ato cuman hayalan dalam otak yang mulai rada2? Biarinlah yang penting
aku senang ajalah, mau kenyataan sebenarnya ato khayalan, bodo amatlah.

Pagi itu dosen mulai membuka perkuliahan tentang Bahasa Pemrograman tingkat Rendah
Orang2 dikelas pun mulai sibuk mencatat serta membalikan halaman buku materi kuliah itu.
Aku juga gk mw ketinggalan, dah jauh2 juga dari kampung masa mw kalah sama yang lain.
Kuliat tuh tas ransel, gk ada buku materi apapun, lupa kalo aku cuman punya buku binder
yang bertuliskan "Campus". Ah, gpplah materi bisa sambil ngikutin yang ditulis dosen di
papan whiteboard pikirku semangat.

Cwek berkacamata : Eri, ini paham gk maksudnya (doi nunjukin buku materi)
Ane : owh itu gampang koq, ntr juga bisa karena terbiasa make bahasa pascal (jawab ku sok
tau)
Cwek berkacamata : Eh, emang ini bahasa pascal? Bukannya ini buku Visual Basic? Tadi aku
pinjem sama senior. (kata dia sambil melihat judul buku itu)

Dan jelas2 tertulis disitu "Pemrograman VIsual Basic utk Pemula" judul buku itu.

Ane : lah itu kan dosennya njelasin tentang bahasa pascal. (berkilahlah bibir buaya ini
dengan mulus sambil nunjukin yg dibahas di whiteboard ddpn kelas)
Cwek berkacamata : owh iya ya, salah pinjem buku aku. (dia sedikit malu)

Eh, dia agak maju kedekat telinga ane. Posisi doi di belakang ane duduknya.

Cwek berkacamata : ntar aku pinjem catetan mu aja ya.


Ane : lah ini mana ada aku nyatet (ngangkat buku catetan yg isinya cuma coretan benang
kusut ke arahnya)

Cwek berkacamata : bukannya nyatet malah gambar2 gk jelas (dia sedikit mendorong
pundakku dengan telunjuknya)
Ane : ini seni, tapi karena lagi gila aja lukisan yg tadinya bagus tiba2 jadi benang kusut gini.
Cwek berkacamata : ih pandai ngelak kyk bajaj. (senyumnya lmyn manis ternyata)

Dan itulah awal ane kenalan sama Marisa, cwek yang memakai kacamata di kelas ane.

Ada sekitar 1,5jam dosen tadi pun menyudahi kuliahnya. Kamipun keluar kelas utk melihat
jadwal yg dipajang di tempat pengumuman didepan. Dan "YESS" teriak ane dalam hati,
dosen selanjutnya gk masuk artinya aku bisa pulang trus tidur. Aku pun mulai bergegas
meninggalkan kampus, tp ada kedengeran suara manggil2.

"Eri...Eri...tungguin bentar"

Ah, suara dikepala yang gak jelas lagi, apakah anak mu ini mulai gila Mak?? Baru sebulan di
yogya, anak mu sudah gila Mak, maafkan aku Mak yg jadi seperti ini. Dramatisir banget.

Marisa : Eri, dipanggil dari tadi gak nyaut2 ih.


Ane : owh, ada apa Marisa? (ternyata suara tadi suara Marisa, bukan kepala yg bersuara
aneh2..senanglah diri ini kgk jadi gila sambil mengelus dada)
Marisa : kaget ya? sampe ngelus2 dada gitu
Ane : gk gk biasa aja koq (garuk2 kepala)
Marisa : ini kamu pinjem aja, tapi besok balikin ya (doi nyerahin catetannya)
Ane : loh koq, itu bukan buku ku koq, ini buku masih di ranselku
Marisa : tadi kan kamu gk nyatet kan, ya udah ini pinjem catetan ku.
Ane : gk usah ah, UTS msh lama, blm mw sks (sistem kebut semalam) aku. (tolakku pelan)
Marisa : udah bawa aja, ntr malam balikin jg gpp koq, aku ada dikostan
(ooooo dia mulai menjalankan akal bulusnya, tapi aku tidak tergoda, sorry ya Marisa..aku
harus menolaknya gumam ku dalam hati)
Ane : emang kostan mu dimana?

Apa2an ini??? mulut ma hati gk singkron, apakah tanda2 mulai rada2 ya. Ah gpplah sekalian
nambah teman. Marisa pun mulai menjelaskan lokasi kostnya sambil mengajak jalan. Saking
asiknya dengerin dia menjelaskan, aku gk sadar kalo sudah kena jebakan wanita ini.

Marisa : nah ini kostan ku. (sambil menunjukan bangunan bertingkat 2 itu)
Ane : lah koq bisa nyampe sini?
Marisa : makanya kl orang ngomong itu didengerin biasa aja, gk usah kagum2 kyk tadi
ngeliatin aku ngomong, jadinya kan gk sadar kalo udah nyampe kostanku (dia tertawa licik
penuh kemenangan)
Ane : eh, tadi itu cuman ngelamun dikit koq. (garuk2 kepala lagi)

Tiba2 doi narik tanganku, tidaaaaak aku blm mau ternoda teriakku dalam hati.

Ane : ini aku mau di apain? (pura2 nolak dibawa masuk ke ruang tamu kostan doi)
Marisa : masuk dulu ayuk, aku buatin minum, jauh lo dari sini kkostan kamu.
Ane : emang tau kostku dimana? (sambil ngangkat alis sebelah, kyk yang di smackdown itu,
sapa namanya lupa aku, pokoknya make nama batu gitulah tp dlm bahasa inggris heheheh)
Marisa : taulah, kostmu daerah pengok kan, deket warung bakso di belokan sana kan (doi
nunjuk ke arah utara ,tepat ke arah kostanku)
Ane : iya, tau darimana? jgn2 kamu ngikutin aku trus mw nyulik yah?
Marisa : Ge Er. (sambil menjulurkan lidahnya)

Itu lidah aku tarik bisa kyknya, trus taro sambel pedes, kebayang itu bakalan hebohnya si
Marisa.

Marisa : malah ngelamun (doi ngagetin)


Ane : hehhehe (cuman bisa garuk2 kepala lagi)
Marisa : kemarin sore, aku kebetulan makan bakso dsitu sama kak Yessi, nah gk sengaja aku
liat kamu sama temanmu yang tinggi itu. (doi menjlaskan)
Ane : Yessi? Yessi yang senior waktu ospek itu kan?

Marisa : biasa aja kali mukanya gk usah kaget dibuat2 gitu. (mukanya sedikit sebel ngeliat
ekspresi ku waktu itu)
Ane : Emang kenal Yessi ya? (masih pengen ngorek2 info tentang si senior pujaan hati)
Marisa : Kenal lah, orang 1 kost (suara wanita ini mulai berubah menjadi ketus dan sedikit
menakutkan)

Aku menyadari itu, doi kyknya cemburu dengan sikap ku yang terlalu berlebihan kepada
yessi, dan aku harus segera menyudahi ini dengan secepatnya.

Ane : ya udah deh, aku pamit pulang ya, ntr minumnya d kostan aku aja deh.
Marisa : eh, lupa aku, tunggu bentar ya aku masuk buatin minum dulu.

Marisa pun masuk kedalam kostan, entah ngapain yang jelas pasti buat minum buatku secara
kan udah menggendongnya dari kampus ke kostan dia yang lumayan jauh eh salah ding,
cuman nemenin jalan tanpa gendong2. Biasa gan, otak rada2 itu sering gak sesuai dengan
kenyataan.

Dari arah depan pintu gerbang kostan kedengeran suara motor Satria jaman dulu yang
masih 2tak itu. Dan alangkah senangnya diri ini ngeliat ke arah gerbang kostan itu, ternyata
pujaan hati senior silfana, nah kan salah lagi maksud ku senior Yessi membuka gerbang agak
lebar supaya motor satria bongsor itu bisa masuk.

Melihat pujaan hati datang, otomatis khayalan ini mulai mau melayang tinggi...tapiiiii...

Lamunan itu tiba2 sayapnya patah dan nyungsep lagi kebumi, lamunan dan khayalan ku
menghantam bumi dengan sangat keras..mereka hancur berkeping menjadi pecahan kecil2
tak berarti lagi. (ini sedikit lebay gpp ya..wkwkkw)

Itu pujaan hati dengan mesranya menggandeng cowok yang habis memarkir satrianya
disudut kostan. Ah, sirna sudah...pujaan hatiku sudah memiliki penjaga hatinya saat itu. Yoi
gan, dia ternyata sudah pacaran dengan teman seangkatan nya.

Kemesraan mereka terhenti tepat didepanku. Mereka berhenti sejenak melihatku disitu. Tapi
itu gandengan tangannya gk dilepas. Yap, mereka nyaman2 aja dengan gandengan itu,tidak
peduli dengan diri ini yang lagi terduduk diam disana melihat pemandangan gk enk itu.

Yessi : eh, nunggu sapa dek? (Suaranya menyadarkan dari penderitaan dan siksaaan mata
saat itu)
Ane : ini kak, lagi nungguin Marisa.
Yessi : owh temannya Marisa toh, ya udah di tunggu ya. (mereka pun berjalan menuju
kamarnya yessi, gandengan tangannya seakan semakin erat ditangan cowok itu. Seakan
memanaskan suasana hati yang cemburu waktu itu.

::Sadar woy, lo itu bukan sapa2nya dia. Lo itu cuman orang gk penting yang gk pernah
kelihatan dan tertutup diantara sekian banyak maba lainnya::
Eh, bentar2 ini suara dikepala koq tiba2 jadi kyk orang jakarte ye? dah make kata "Lo guwe".
Ah sudah mulai kumat otak ini oleh kejadian tadi.

Dari pada makin terbakar cemburu disitu, akupun melangkahkan kaki berniat pulang. Aku
pun sudah sampai digerbang sambil melihat dengki kearah Satria bongsor yang terparkir
disudut.

Marisa : Eri mau kemana? (doi berlari kearahku dan menarik tangan kembali kedalam ruang
tamu)
Ane : kamu kelamaan, kirain tadi lupa kalo aku ada dsini (kata ku berusaha sedikit melupakan
kejadian yang membuat cemburu tadi)
Marisa : maaf ya, tadi keabisan es di kulkas, air dinginnya juga abis, jadi aku minta ke kak
yessi. (jelasnya)
Ane : owh, ya udah deh, dah gak aus lagi aku. Aku pulang aja ya? (sambil berdiri pamit)
Marisa : aduh maaf ya maaf (mukanya merah dengan raut kecewa terlihat jelas)

Aku gk peduliin Marisa dengan ekspresinya waktu itu, tetap pulang dengan segala
kecemburuan yang sudah mencapai level 10 gara lihat pujaan hati menggandeng cowoknya
tadi. Gontai2 gak jelas diperjalanan pulang menuju kostan. Dunia serasa runtuh, masa
depanku sudah hancur, aku telah ternoda dengan perasaan cemburu ini. Wkwkwkwk...lebay

cok.

Tapi memang sih, gk tau kenapa saat itu aku benar2 cemburu sejadinya. Gk ada kesadaran
sedikitpun atas tindakan konyol itu. Yessi bukan sapa2 dan aku juga bukan sapa2nya dia.
Aku juga sepertinya kgk pernah kelihatan di matanya.

Jam menujukkan pukul 2 siang ketika selesai mandi, iya aku mandi pas nyampe kostan. Gila
aja, siang bolong jalan dari kostan Marisa yang dekat Among rogo ke arah Pengok. Puanas
mataharinya ditambah panas dihati. itu yang membuat lebih keringetan sebenarnya.
wkwkwkkw

Arif : cok, PS yuk? (suara arif dari kamarnya ketika aku mw masuk kamar buat ganti baju)
Ane : PS dimana? Ayuk dah biar gk suntuk.
Arif : eiiiits dah suntuk aja koe, emang tadi di apain karo Marisa? gak di ajak masuk
kkamarnya ya? (doi ngeledek)
Ane : oooo tidak bisa..emang aku cowok apaan? (jawabku sedkit melucu, Kamipun ngakak.)

Sore itu kami maen PS sampe jam stengah 9 malam. Dan, perasaan mengganggu tadi siang
dkostan yessi hilang entah kemana, dan sudah tidak ada sedikitpun perasaan cemburu itu,
hilang bersama ketawa2 ketika di tempat PS tadi.

Dan sejak saat itu, PS jadi pelampiasan ketika kami suntuk entah itu karena masalah
kuliah,tugas atopun masalah cwek. Dan PS sangat ampuh menurutku, walaupun kantong ini
harus dibuat kosong melompong. Wkwkwkwkw

17. Koq Ngambek?


Pagi berikutnya seperti biasa aku sudah siap dengan stelan celana dasaran hitam, kemeja
putih lengan panjang dan dasi hitam, kyk pegawai2 gitulah. Yap, kami tiap kuliah make stelan
kayak gitu. Kami kuliah berdasi (kyk semboyan AMIKOM ya, "Tempat Kuliah Orang Berdasi")
Berdasi dalam arti yang sebenarnya, orang yang ada dikampus itu memakai dasi.
wwkwkwkwk

Aku pun bergegas menuju kampus. Takut ketinggalan mata kuliah pagi itu. Oiya, sejak
beberapa minggu yang lalu aku udah biasa dengan bau2an harum, aku udah sering make
parfum sekarang. Dan yang jadi pilihan parfum Gatsby waktu itu. Jadi sekarang udah gak
ada bau kambing lagi, tapi udah ganti jadi bau parfum gatsby.hehhehe

Gak berapa lama jalan dan sampelah di depan kampus, dan saat hendak masuk melewati
gerbang. Tangan ini di tarik orang gak dikenal dari arah belakang. Sontak ane teriak dalam
hati.

Emak...anakmu akan diculik mak, ikhlaskan anakmu ilang diculik orang Mak."

Tapi ini koq rasa tangannya lembut ya, bukan kyk tangan penculik yang sering kuliat ditipi2.
Pas kutengok kebelakang, tangan itu ternyata milik cwek berkacamata kemaren.

Ane : Eh, Marisa, aku kirain orang mau nyulik tadi. (nyengir ga jelas)
Marisa : (nunduk sedih) Maaf ya soal kemaren.
Ane : soal kemaren yang mana ya? (kugoda aja biar doi ketawa, gk enk liatin doi sedih,
gimana seandainya ekspresi sedihnya diliat orang laen, ntar aku di kira cowok gak
bertanggung jawab karena menghamili anak orang)
Marisa masih nunduk sedih, dan gak ngefek ledekan tadi.
Ane : iya iya, kemaren aku cuman canda koq minta minum, ternyata kamu buatin beneran,
malah jadi merepotkan.

Marisa ngeliat dengan muka sedih, kelihatan sekali dibalik kacamatanya, kalo disitu dah
mulai agak basah dengan air mata. (agak serius disini). Astaga, aku sudah gak sengaja buat
1orang cwek menangis hari ini, sesal ane dalam hati.

Ane genggam tu tangannya yang lembut, kuajak dia duduk di kursi dekat papan
pengumuman. Dia nurut tapi tetap dengan sedikit air mata kesedihannya. Setelah kami
duduk di kursi yang berjejer posisinya, kutarik tu 1 kursi biar berhadapan dengan kursi
dimana Marisa menunduk sambil menangis.

Aku skrg duduk didepannya sambil masang muka konyol gak berdosa. Mungkin doi akan
tersenyum ngeliat muka konyolku, tapi tetap gk mempan. Ok fine...cara konyol gk mempan,
saatnya beralih kecara serius sedikit romantis. Kugenggam tu tangannya, trus bilang giini
didekat telinganya.

Ane : (agak berbisik ditelinganya) iya, bayi itu tetap kita pertahankan, maaf kemarin aku udah
berkata kasar menyuruhmu menggugurkannya.
Marisa : (agak lama baru doi memandang ku dengan muka merah menyala, kelihatan kalo dia
sedikit marah)
Marisa : ih amit2 jabang bayi (sambil berdiri menjauh dengan ekspresi jijik)
Ane : masih jabang bayi to, belum jadi bayi (kucandain lagi, sedikit gk kuat lagi ngeliat
ekspresinya, lepaslah tawa ku disitu)

Gak aku hirauin lagi itu orang2 sekitar, aku rangkul doi, dengan masih tertawa, entah kenapa
aku sendiri masih geli sendiri dengan kata2 tadi, kata2 Gugurkan yang kupake buat candain
doi.

Marisa : (berusaha melepaskan rangkulanku) ih apaan make peluk2. sana juah2 (muka
juteknya kelihatan)
Ane : cie cie yang lagi marah (tetap cengin doi)
Marisa : ih jahat, aku marah.. (doi ninggalin diri ini setelah berhasil melepas rangkulan dan

mengarah ke kelas)

Ya gitulah pagi itu, gk peduli dia mw sedih,marah atau benci, tapi diri ini puas cengin doi.

Yesss 1: 0 sorak ku dalam hati.

Ternyata di situ dah lumayan rame orang, mereka melihat kearahku yang senyum2 sendiri,
ada yang berbisik dengan orang disampingnya, aku tau yang mereka bisikin, plg gk jauh dari
kata2 Gila.

Bodo amat, ora urusan. Aku pun jalan tanpa dosa menuju kelas. Sampe dikelas, sengaja
duduk dekat Marisa, niat mw cengin lagi, eh baru aja naro tas dimeja samping, doi langsung
pindah ke arah depan ke arah cwek2 lain duduk.

Owh jadi gitu, ngambek beneran...ok deh.. Dan gk berapa lama dosen pun masuk, dan
memulai mata kuliah pagi itu. Entah kenapa, awal2 kuliah dulu plg malas yang namanya
nyatet materi. Padahal kgk mampu buat beli buku materi, sesuai yang dosen anjurin. Ini
benar2 Mahasiswa Madesu (masa depan suram)..catetan gk ada, buku materi juga gak ada.
Tapi gak tau, waktu itu happy2 aja.

Sektar 1,5jam dosen ngoceh2 didepan, dia pun mengakhiri perkuliahan dan meninggalkan
ruangan. Mahasiswa laen bnyk yang keluar dari ruangan, banyak yang ngilang ke ruangan
sebelah, yoi mereka pada mencari pasanganya masing2 sekedar saling menyapa.

Oiya, kampus kami ini gk terlalu besar, ruangan juga gak terlalu banyak. Jadi bukan
mahasiswa yang keluar ke ruangan laen utk mencari dosen. gak kyk kampus2 gede laennya,
maklum ini hanyalah Lembaga kecil.

Kami sudah mendapat ruangan tertentu selama seminggu, jadi hari senin full di ruangan 1B
(misalnya) dan selasanya kami full di 2B. Begitulah jadwal dan ruangan yang terpampang di
papan pengumuman.

Karena sahabatku si Arif berbeda kampus, doi dikampus 2 yang gak begitu jauh lokasinya
dari kampus 1 tempat ku sekarang. Jadi malaslah diri ini keluar2 saat menunggu dosen
selanjutnya. Mau kekantin juga sekedar buat ngopi, duit pas2an. Mau keluar udud, kan gak
ngerokok. Jadilah males2an di ruangan sambil nunggu dosen selanjutnya.

Posisi favorit ku di kursi 2 baris dr belakang, dan ngambil bagian tengah, menurutku enak aja
di kursi tengah, mau liat kiri kanan agak lega gk langsung mentok ngeliat tembok. Ane pun
nunduk sambil nutup kepala make tas ransel hendak merem, eh ada tangan nyubit2. Siapa
sih maen nyubit2, genit bgt deh, emang ane cowok apaan sih?? Ane pun tengok tu sapa yang
nyubit.

Yani : itu pacarnya lagi ngambek ya??


Ane : (dengan sedikit kaget ngeliat ke doi) pacar yang mana?
Yani : tadikan kalian tengkar didepan.
Ane : owh, yoi lagi marahan, biasa lagi dapet dia. (ketawa lmyn kenceng)

Eh, itu mata2 pada memandang ku dengan ekspresi "wong edyan kie kumat meneh". Aku
cuekin aja tu mata2 gak aturan, lanjutin PeWe meremin mata ditutupin tas.

Yani : eh, malah tidur lagi (smbil menggoyang2 bahu ku)


Ane : (ngeliat doi) iya iya, ni dah bangun koq (senyum buaya tersungging dibibir)
Ane : kenapa Ni? tanya ku sdikit memperhatikan

Ya, aku tau semua koq nama2 orang dikelas ini, secara kelas gk terlalu besar cuman ada
35an orang diruangan itu,dan itupun kami tiap hari masuk di ruangan yang sama. Ingatan ku
masih agak bagus koq, walaupun otak dah rada2. Hehehe

Yani : eh nanti malam ada dkostan gk? (doi megang tangan kiri ku waktu itu)
Ane : ada koq, kebetulan malam ini gak ada acara
(::gayamu Cok, kyk orang penting aja :: kan mulai lagi suara sensi dari kepala ane sendiri :

cuekin aja)
Yani : ntr malam aku maen ya.
Ane : kostanku gk bebas lho, cwek gk bs masuk kamar, plg cuman di teras depan.

Kostan ku memang kostan cowok, tapi cwek dilarang keras masuk kamar, semua tamu cwek
cuman boleh sampe teras depan, utk menghindari hal2 yang di inginkan anak muda.

Yani : eh, sapa yang mau masuk kamar, aku cuman mau maen aja koq.
Ane : owh kirain mau maen kuda2an dikamar (goda ku waton jebret)
Yani : eh belum apa2 udah mesum aja (dia senyum jahat)
Ane : dkit2 kan gpp, (garuk2 kepala ngarep)
Yani : ingat ntar malam ya, jam 7an (doi menuju ke tempat teman2nya di kursi depan)

Ini suara berisik, suara kaki orang lari ke arah kelas tanda2nya kalo dosen udah mau masuk
lagi, tapi aku masih seperti posisi tadi, kepala ditutupi ransel. Tiba2 ada tas di taro disamping
kanan tempatku, tas cwek kyknya ini. Dan jeng...jeng..jeng,
jeng...jeng..jeng pas ku liat kyknya itu tasnya
yessi, yang dia pake pas makan dikantin pas hari pertama kuliah dulu.

Iya, aku kenal tas itu. Masa yessi sekelas sama ane, apa dia ngulang di mata kuliah ini buat
bareng sama ane, semata2 buat jelasin kesalahpahaman waktu itu pikir ku??

Ah masa segitunya sih yessi cinta sama ane. Makin gak jelas aja yang ane bayangin. Ini
akibat gk sarapan kyknya. Tapi, ane masih ngarep bayangan ane tadi benar. tapi kenyataan
itu sangat kejam. pas kuliat orang yang bawa tas itu.

Hadeh dia lagi, mana sekarang tambah jutek, itu muka ditekuk2 macam kertas minyak
pembungkus makanan gumam ku.

Marisa : ih bukannya baek2in orang lagi ngambek malah genit sama cwek lain. (doi duduk
dikursi sebelah kanan sambil tanganya di silangin didadanya)

Aku gk abis pikir deh, ini tadi awal2 masuk ane duduk dekat dia tapi dianya pergi, ini datang2
omongannya kyk gitu. Ah, itulah sifat cwek, butuh keahlian diatas rata2 utk menghadapinya.
Nah, ane ini gk punya keahlian itu, aku dibawah standar malahan.

Ane : gak tadi dia ngasih tau katanya mau maen ntr malam kkostan.
Marisa : trus kamu bolehin?
Ane : iya kebetulan juga gk ada acara ntr malam.
Marisa : kamu jahat banget Ri. (kata terakhirnya agak gimana gitu ditelinga, aku
ngedengernya kyk ada rasa marah campur kecewa gimana gitu)

Dosen pun masuk dan tanpa basa basi memulai perkuliahan, gk butuh waktu lama, itu
whiteboard sudah penuh dengan gambar cara kerja sistem informasi,bagaimana data diolah
menjadi informasi..bla bla..

Aakupun masih gak ngeh sama cwek berkacamata disamping ku ini, spanjang kuliah itu tiap
ku tanya kgk ada jawaban sama sekali. Dan yang buat gk enak lagi, itu jutek gak ilang2 dari
mukanya sejak tadi. Jadilah males ngajak ngobrol. 1jam kemudian dosen pun menyudahi
kuliahnya.

Oiya hari ini cuman 2 mata kuliah, tinggal pulang deh. Pulang, mandi trus siap2 buat malam
mingguan. Iya benar, hari itu hari sabtu, kampus ku waktu itu tetap masuk walaupun hari
sabtu, tapi cuman 2 mata kuliah, sedangkan hari lain bisa 3-4 mata kuliah.

Sek sek mas bro, alon2, coba ulang lagi rencanamu.

Kuliah selesai, pulang kkostan, mandi trus siap2 buat malam minggon"
Ulang mneh mas bro nek rung paham. (suara aneh dikepala mucul lagi)
"Kuliah selesai, pulang kkostan,mandi trus siap2 buat...."

18. Ngapel Pertama

Ulang mneh mas bro nek rung paham. (suara aneh dikepala mucul lagi)
"Kuliah selesai, pulang kkostan,mandi trus siap2 buat...."

Ah, malam mingguan sama sapa ya?? cewek juga belum ada yang kenal...masa mau
maho2an lagi sama si Arif?? Bhuahahahah.. Lah Arif juga palingan ke tempat e Lina.

Tadi juga si cewek berkacamata kyknya jutek banget, mana mungkinlah mau ngapelin dia. Di
kelas aja dia juteknya kyk gitu, pake nekuk muka segala. Kalo tiba2 aku nongol depan
kostanya juga yang ada diri inilah yang kena tekuk.

Tapi tadi koq dia jutek banget ya, masa iya gara2 aku ngobrol sama yani tadi sih?? Apa dia
cemburu?? Tapi kita belum ngapa2in juga?? Baru juga tadi pagi aku suruh gugurin
kandunganya...eh, itu cuman ngerjain doi yang lagi sedih aja woy...hahahha

Hmmm...aku hapal ini logat2nya, logat jahat wanita itu. Loh, koq jadi jahat?? Lah buktinya
hari kmrn juga dia berhasil ngejebak. Dia dengan sok polosnya cerita kiri kanan untuk
menghilangkan konsentrasi dikepala yang rada2 ini. Ujungnya aku jugakan yang kena
capeknya, aku sampe ngegendong dia nyampe kostan...lebay lagi dah, kmrn juga cuman

nemenin jalan juga..hadeh

Tapi kyknya Marisa pengennya aku ngajak doi buat malam mingguan deh, trus tadi juga aku
ngasih tau dia kalo udah bilang ok sama Yani buat maen kkostanku. Pantesan itu muka
ditekuk2..baru sedikit ngeh. (ini otak mutere kyk gasing , mungkin kalo bisa berasap,

berasap ini kepala...agak lemot memang pahami hal kyk gini2)

Seperti itulah kira2 otak ini dengan lancangnya menyimpulkan segala kejadian dari pagi tadi.
Oiya dong, mahasiswa ecek2 harus cepat dalam menyimpulkan sesuatu, masa iya udah
masa depan suram, lemot, trus susah narik kesimpulan. Mau jadi apa aku ini...wkwkkwkw

Akupun lari kedepan, ngarep masih ada Yani disitu. Aku cari kesemua kelas mungkin dia
kkelas sebelah nemuin teman2nya, gk ada juga, kelas2 juga dah pada sepi. Ya udahlah,
pulang ajalah, ntr aja aku sampeinnya. Tapi selang beberapa langkah, aku kyk ngeliat
didalam Warung seberang jalan kyk ada rame2 suara cwek ya. Warung yg kmrn2 aku ketemu
sama Yessi trus menghayal kesana kemari trus silfana noyor2 jidat ku, masih inget
kan...anggap wae inget.. Ya udah, coba kuliat warung dan kebetulan ada Yani disitu.

Ane : Ni bisa ngobrol bentar gk (berdiri depan meja mereka yg lagi ngerumpi)
Yani : iya mw ngomong apa?
Ane : gk enklah ngomong rame2 gini, dluar yuk bentar (bujukku)

Doi pun nurut ketika kutarik tangannya buat ngobrol diluar.

"Cie cie yang lagi pacaran" suara ejekan itulah yang dpt ku denger ketika jalan keluar arah
pohon depan warung tsb. Gk jarang juga aku ngeliat mata2 genit dari dalam warung saat
ngambil posisi mw ngobrol sama Yani.

Yani : iya iya gimana? (tanya doi semangat)


Ane : gimana ya ngomongnya (garuk2 kepala)
Yani : udah ngomong aja, aku siap dengerin koq (tatapn mata yang damai)
Ane : gini Ni, tadi kan aku candain Marisa, eh gk taunya dia ngambek beneran,
Yani : owh (wajahnya mulai berubah, lebih ke raut kecewa)
Ane : hehehhe bisa gk kl kamu maenya di tunda, malam besok2 gimana?
(asli ini kurang ajar tenan, dah OK tadi malah ngingkarin janji sendiri.. ah sudahlah :ngumpat
diri sendiri dalam hati)
Yani : ya udah gpp, besok2 malam aja aku mainya. (makin nampak itu muka kecewanya)
Ane : maaf ya, maaf banget (sambil megang tangannya, biar rasa bersalah berkurang
dikit..buaya buaya, kelaut sana cari ikan asin..wkwkwkwk)
Yani : iya gpp, sana kamu minta maaf sama Marisa. dia masih ngambek kan (doi ngalihin
pembicaraan)
Ane : iya blm ada omongan sama sekali dari td.

Yani : ya udah sana, aku msk dulu lanjutin ngerumpi..hehehhe (senyum paksaan dimukanya,
tapi dia tetap manis)

Yanipun masuk ke warung itu dan seperti awal tadi sudah kedengeran suara mereka asik
ngerumpi lagi, entah terpaksa ato gak suara ketawanya, kurang tau. Aku tinggalin dah tu
balik kekostan.

Jam 7 kurang 10 menit, aku udah kelihatan rapi didepan cermin dikmar (menurut aku sendiri
loh ya, ntah kalo orang laen liat, kyk pengamen jalanan mungkin...hehehhe). Kukunci tu
kamar, kuliat si Arif udah gk ada dikamarnya, yak kemana lagi kalo gk kkostan Lina pikir ku.

Aku pun mulai Nyikil ke arah kostan Marisa. berapa menit kemudian sudah tiba di gerbang
kostan tersebut. Bedanya disni dengan kostan gebetanya si Arif, disni gk ada Bel, jadi tinggal
masuk ke ruang tamu.

Gimana ya biar aku bisa ngasih kejutan ke Marisa, secara kalo minta tolong teman2nya buat
manggil doi, pasti doi tau duluan sapa yang nyariin. Kalo mw nungguin di ruang tamu, iya
kalo doi keluar kamar.

Kalo tunggu di luar gerbang, sama aja kyk nunggu di ruang tamu malah lebih parah,
walaupun doi turun dan lewat ruang tamu gk bkalan doi clingak clinguk depan gerbang.
Kenapa aku gk bisa terbang ya?? Kan bisa pas kyk gini, kasih kejutan ke doi, aku tiba2
berada di depan kamarnya dilantai atas. Ah, lagi2 khayalan tingkat tinggi yang gak jelas
akibat otak yang rada2.

Ada sekitar 30menitan mondar mandir depan gerbang kostan itu, tapi gk ada satupun
penghuni yang keluar, ::ya iyalah salah sendiri gk ngetok2 mana mungkin mereka tau ada

orang depang gerbang::


Kan kan, saat kyk gini pasti ada suara dari kepala yang kadang brilian juga. jangan2 salah
minum obat otak ini, tumben2 dia ngasih ide briliant.hehhehe

Tanpa pikir panjang, kugedor2 dah tu gerbang yang tertutup. Kugedor2 lagi lebih keras.
2menit kemudian ada suara cwek sdikit teriak dari lantai atas. Mungkin dia agk terganggu
karena gk brenti2 tu gedor2 gerbangnya.

"iyaaa tungguu bentar!"

Ah..suara ini aku kenal pemiliknya sapa. Gk lama ku dengar suara kunci pintu digeser. Dan
berdirilah dia didepan gerbang dengan rambut acak2 memakai piyama tidur bermotif boneka
teddy bear kecil2 diseluruh piyamanya.

Ane : (senyum paling manisss waktu itu) yeeee, jam sgini malah tidur
Yessi : Eh, ngapain dek kesini? dia ngucek2 matanya
Ane : ngapel kak (dengan pede lvl 10)
Yessi : owh, bentar ya, aku panggil Marisa dulu. (kata dia sambil beranjak masuk)
Ane : Kak, (ane nahan tanganya)
Yessi : (berbalik melihat ane) iya?
Ane : gak di ajak masuk ke ruang tamu kak? (nyengir muka tanpa dosa)
Yessi : (dia nempelin tangan kanan didahinya) oiya, ayuk2 masuk.

Aku pun masuk menuju keruang tamu. Sementara yessi menuju keatas kekamarnya Marisa.
Aku agk berlari kearah yessi sambil berbisik pelan.

Ane : kak, jgn kasih tau kalau aku yang nungguin dibawah ya. (pinta ku dengan muka
memelas mirip puss in the boot)
Yessi : ok sip (doi mengankat jari telunjuk dan tengahnya dan mengedipkan mata kirinya)

Ah, yessi yessi, indahnya dirimu bahkan saat baru bangun tidurpun tetap manis.::Sadar woy,

kesini buat ngapelin Marisa, bukan Yessi :: wah otak ane lagi beres ini, tumben malam ini
bisikannya baek2..awkwkwk

19. Arif Menggila


Malam sebelumnya pas abis maen PS, diperjalanan pulang kkostan.

Ane : Rif, kecewa aku tadi pas dkostan Marisa liat yessi gandengan sama pacarnya.
Arif : owh
Ane : doi cuek aja gandengan, bahkan gandengannya semakin mesra saat lewat depanku RIf
Arif : owh
Ane : owh
Arif : owh
(kami saling liat, ketawa pecah sampe depan kost)

Arif : duduk sek mas bro, udud sek ben ra edyan (dia duduk dikursi diteras sambil nawarin
rokok LA bungkus 12 andelannya)
Ane : gk ngerokok aku cok.
Arif : wkwkwk sorry sorry, mabok PS gw bro (gaya2 orang teler)
Ane : guayamu cok. wkwkwkkw

Arif tiba2 jadi agak serius dan melihat ku. Dia melihat dengan tatapan yang entah gk bisa ku
jelasin waktu itu, doi berdiri dan memelukku, trus nangis2. Apa2an ini gumamku dalam hati.
Doi nangis sejadi2nya, tapi pelukannya mulai agak renggang dan posisinya agak mejauh
sekarang. Sekarang doi diem, doi cuman melihat ku dari atas sampe bawah, tatapan keji
menghakimi.

Tiba2... Doi ngakak...sampe megang perutnya doi ketawa lepas. Tambah bingunglah diri ini
liat polanya. Ada 5menitan dia baru brenti ketawa, sambil ngelap air mata buaya kepurapuraannya tadi.

Arif : mukamu cok, asli lucu pas bingung.. (masih ketawa)


Ane : bah kampret, ngopo koe cok? (masih bingung dengan yang terjadi)
Arif : gk tau tadi iseng pengen liat gimana koe ngatasin rasa panik+bingung.
Arif : dan ternyata koe itu cuman bisa diam sambil nunjukin muka polos mesum.

Arif : yakin aku, nek cwek yang ngeliat mukamu, pasti reda semua emosinya.
(Eh bukannya kalo cewek ngeliat muka mesum makin tambah jijik ya?? Ah sudahlah, aku gak
paham. Itu cuman pilosofi si arif aja...Buatjingan dia berhasil ngerjain.)

Aku kaget campur bingung dengan yang doi omongin waktu itu. Masih belum ngeh, otak ane
masih muter2 ngumpulin data utuk dijadiin informasi.

Arif : ok menurutku, masalah Yessi. (mulai serius)


Arif : koe itu cuman terobsesi aja. bukan cinta itu. koe liat yessi baek,murah senyum
ditambah dia ngikat dasimu pas ospek kan.
Ane : tau darimana koe cok?
Arif : aku bukan skali dua ini ngerasa hal yang sama, udah puluhan kali entah mungkin
ratusan.(sok-sokan benar yak)
Arif : koe itu melihat sosok ibu di yessi. makanya koe terobsesi banget sama dia.

Asyuu ini omongan kyknya lumayan ngena..apa benar aku kyk ngeliat sesuatu didiri yessi
yang mengingatkan aku akan seorang ibu, eh emak ding, kan kmrn2 ngomongnya emak kan
ya...ah sudahlah...gagal mau sok cool.

Arif : udah biasa aja, koe gk ada rasa sama yessi, cuman murni obsesi itu.
Arif : udah2 koe pikir pas arep turu wae, wes ngantuk aku.

Kamipun masuk kedalam kost dan kekamar masing2.

Ya, sering banget aku dikagetin kyk gitu sama si Arif. Tiba2 jadi kyk tadi, nangis2 kyk orang
yang paling terzolimi trus tiba2 ketawa gk jelas..wah pantesan cocok kami bedua, kepalanya
rada2 juga tu anak ternyata..wkwkwkwk...

Malam itu semua yang di katain arif barusan didepan teras, mulai pelan2 bisa dipahami oleh
otak yang rada2 ini. Dan lagi2 malam itu ada pikiran yang mengganjel.

Ah, mana ini bantal tiba2 jadi kerasa keras gini. Jadilah diri ini gk bisa tidur karena bantal
yang keras ditambah omongan arif yang belum selesai ku cerna.

20. Ngapel Pertama (2)


Back to kostan marisa.

Ane nyari2 posisi agak ditempat gelap biar Marisa gk ngenalin, rencana sih mw ngasi kejutan
dengan kedatanganku kkostannya buat ngapelin.

::Cie cie yang bisa romantis :: hus, sekali2 ngikut senang kenapa sih, sama otak sendiri
juga...hehehhe ::biasa ceng2an sama suara dikepala::

Gk berapa lama, kudenger suara kaki menuruni tangga. Doi ngucek2 mata nyari kesana
kemari. Karena doi gk ngeliat siapa2 doi langsung mau balik kekamarnya lagi..

Jeng jeng jeng...(biar


jeng...(
dramatisir dikit)

Ane : ish jam sgini blom siap2, batal deh mw ngajak jalan (muncul dgn gaya dramitisir dr
sudut tangga yang agk gelap)
Marisa : mmmm.. (nutup mulut pake dua tangan sambil kegirangan gimana gitu)
Ane : malah bengong, ya udah aku plg aja ya. (sok cool gimana gitu)
Marisa : ih koq gitu (mukanya agak manyun tapi tangannya menarik tangan ane)
Ane : (senyum polos mesum :: ini kata arif lho ya) ya udah buruan sana, kita cari makan ntr.
Marisa : bentar ya, bentar aja, tungguin ya (doi berlari kekamarnya diatas)

Akupun nunggu di ruang tamu.10menit,20menit,30menit.

Ok fix,
fix, besok2 kalo ada cwek suruh nunggu mereka selesai dandan yang katanya cuman
bentar, percayalah kalo itu adalah kebohongan yang akan tetap berlanjut dan berulang terus
menerus, sese-bentarbentar-nya cewek itu sama dengan ngabisin segelas kopi+3batang djarum
super.
super. wkwkwkwk..koq jadi skeptic gini yak....

Sktar 45menit kemudian cewek berkacamata itu tampak kelihatan sangat manis dengan baju
kaos warna putih dengan rok selutut dan sepatu kets. kaget diri ini dan gk percaya kalo gadis
depan ku sekarang adalah Marisa yang baru beberapa hari ini ku kenal.

Aku pun bangkit dari tempat duduk, masih dengan terkagum2 mendekati cwek berkacamata
itu. Doipun kelihatan rileks pas ku deketin dan saat kubisikin sesuatu dekat telinganya.

Ane : dandannya lama amat, cuman mw makan kedepan situ juga (ane candain lagi),

Mukanya yang berseri2 sedikit demi sedikit mulai berubah kecewa. Dengan jelas aku ngeliat
perubahan ekspresinya. Kasian juga udah dari siang tadi ku kerjain trus, ndak malah illfil doi.
Ane gandeng tangannya, ane bisikin lagi

"Kamu cantik malam ini"

Dan berhasil, doi tersenyum manis lagi. Akupun ngajak doi jalan2 malam itu. Iya gan, jalan2
dalam arti yang sebenarnya. Dari kostnya di daerah Among Rogo, kuajak jalan sampe
didepan APMD dijln timoho. wkwkwkw.

Tapi yang buat ku salut, sepanjang jalan, gk pernah kuliat raut mukanya berubah. Senyuman
gk pernah padam dari bibirnya, gandengan tangannya gk pernah lepas dari tanganku sejak
keluar dari gerbang kostnya.

Sebegitu besarnya kah kebhagiaan yang ku berikan malam ini ke gadis berkacamata ini?
Entahlah, aku cuman bisa senyum puas melihat keceriaanya malam ini.

Kami memutuskan makan di lesehan pecel lele malam itu, kalo gak salah nama lesehan itu
"Lesehan Tenda Biru", mungkin karena seluruh bagian lesehan menggunakan terpal biru
makanya dinamakan Tenda Biru.

::Ah, bukan tempat makanya yang jadi pembahasannya Woy, tapi momen
romantisnya...hadeh:: Ah,ngiri aja lo cok :: mulai rese lagi ni suara dikepala ane::cuekin aja.

Aku milih posis duduk didepannya, tapi dia merengek pengen duduk sampingan, duduk
sampingan katanya lebih mesra. Aku kan gak bisa mesra2an, itu elakanku. Alesan
sebenarnya sih, aku pengen melihatnya, iya aku cuman ingin melihat senyum manis
dibibirnya yang dari tadi gk pernah padam. aku ingin menikmati pandangan mata indah
dibalik kacamatanya. Sesimple itu kebahagian menurut ku.

Gk beberapa lama pesanan kami datang, iya kami pesen ayam goreng. Ayam goreng gan,
sikkkkkaaat dah laper juga dari tadi nungguin si cantik ku waktu dandan. Mana jalan kesini
tadi lmyn jauh, jadilah abis energy.

Marisa : Kak, kenapa gk dimakan? malah ngeliatin mulu?


Ane : hah? (sambil mengangkat alis sebelah kyk pemain smackdown tu gan)
Marisa : iya kenapa gk dimakan?
Ane : coba ulang yang kata awal2 tadi?
(yakin aku, ni cwek tadi kceplosan manggil "Kak", jadilah bahan cengan, ini pikiran usil
nongol lagi hadeh)
Marisa : Kenapa gak dimakan? malah ngeliatin mulu? (gk mau ngaku)
Ane : dah ah, aku pulang ya, tadi bukan kyk gitu katan2nya. (sok ngambek sambil bgaya
bangun dr duduk)
Marisa : ih jahat koq gitu sih?
(Oiya, pernah suatu hari Marisa membahas mengenai pacar, waktu itu aku cuman sebagai
pendengar setia. Katanya jika suatu hari nanti dia sayang sama seseorang dia akan
manggilnya dengan "Kak". Kmrn2 juga doi jarang ku dengar manggil orang yang lebih tua
dengan sebutan kak, paling mentok manggil nama...tapi gak tau juga ding pas ospek, secara
aku blm tau dia pas ospek)

Aku pengen liat sampe mana kuatnya dia dengan pendiriannya yang gk mau ngaku. Aku
tetap lanjut berdiri dan saat mw keluar dr lesehan itu.

"Iya Kakak sayang, kenapa gak dimakan? Malah ngeliatin aku terus" kata doi setengah
teriak.

Aku pun lumayan kaget dengan kejadian barusan, entah kenapa pengakuan tadi sangat
terasa dihati.

Emak...anakmu kyknya bakalan punya pacar mak..doain ya Mak, nanti aku kenalin ke Mak
cewek cantik ini. Emak pasti bangga punya mantu cewek berkacamata ini... sperti biasa gan,
itu gumam ane dalam hati.

Kamipun menghabiskan ayam goreng yang kami pesan, selama kami makan, sering ku curi2
pandang ngelihat mata cantiknya. Gak jarang dia juga mencuri pandang kearah ku, saat
berpapasan mata, Senyum manis dibibirnya semakin menjadi, lebih manis dari sebelumnya.

Ah,kenapa tadi aku pesan teh manis ya..kenapa gak teh tawar aja. Kalo kyk gini, pulang dari
sini bisa diabetes aku, mana senyumnya gak abis2 lagi. Udahlah woy, nikmati ciptaan

terindah Tuhanmu.

"Kak, pulang yuk dah malam, dah mulai dingin juga" dia memecah keheningan.
Ane : ya udah yuk.

Akupun membayar makanan tadi, agak kaget (eh sebenernya kaget bgt) baru ini skali makan
perorang sampe abis 14rebu jadi totalnya 28rebu..wah, bangkrut nek tiap malam kyk gini.

::Wkakkaka, pelit cok, sama diri sendiri itung2an kyk gitu..kelaut aja sono:
: Kalo w kelaut, lo juga ngikut bego :
:Oiya, gk jadi gak jadi, sana hampiri pujaanmu, dia dah kedinginan itu :
:biasa , omongan sama suara2 gk jelas dikepala sendiri::

Ngelihat doi sudah mulai menggosokkan telapak tangannya ke lengannya menandakan doi
dah kedinginan, naluri lelaki ku (lagu bams samson kl gk salah ya) keluar, ku lepas kemeja
lengan panjang, ku lingkarin ke bahunya. Doi pun memakai kemeja itu.
...
Biasanya sih kyk gitu di pilem2/sinetron2 yang pernah kuliat. Pasti deh nantinya akan turun
hujan trus mereka pulang dalam keadaan basah ke kostan si cewek. Si cewek ngajak masuk
kedalam kamar, buat ganti baju, tapi mereka bukannya ganti baju malah.... Ah ini otak
ngelamun kemana sih.. udahlah.

21. Ngapel Pertama (3)


Melihatnya sudah mulai kedinginan dan kelelahan, sementara lesehan dengan kostanya
masih jauh, kupanggil becak yang kebetulan lewat dari arah balai kota ke arah UIN SuKa,

Jadilah kami naek becak balik kkostanya. Di atas becak akupun sedikit kedinginan, ku coba
rangkul cewek cantik berkacamata itu, gk ada penolakan dsitu. ini murni karena dingin lho,
gk ada maksud laen. Hahahah..para buaya mulai bersorak gembira.

"khem khem..khem khem" Suara dehem pak becak makin menjadi.

Ah, tenggoran gk ada aturan, kenapa juga mesti gatal pas saat2 seperti ini gumam ku. ya
udahlah daripada tenggorokan pak becak gatal trus, kulepasin rangkulanku.

Sekitar 5menitan kami sampe didepan gerbang kostannya. Setelah ku bayar pak becak yang
tenggorokannya gatal2 tadi, pak becak yang TENGGOROKANYA GATAL2 tadi langsung
pergi. Heran, aku mendadak sensi gini denger kata TENGGOROKANNYA GATAL2...ah
sudahlah bukan rejeki...wkwkkwkw

Oiya, ini kami jadi mesra loh ya, manggilnya kakak adek gitulah, ah orang kasmaran emang
gitu. Biarin aja, kyk gk pernah muda aja...wwkkwkw

Marisa : Kak, makasih ya, ini malam minggu paling indah.


Ane : iya sama dek. (mulai menggigil)
Marisa : kakak mw masuk dulu apa langsung pulang?
Ane : nginap dkamar boleh?
Marisa : ih mesum, dah sana pulang ah (mukanya sedikit tersipu malu)
Ane : iya, tapi..
Marisa : sana pulang ih, dah malem ntr kena ronda lho ma orang kampung.
Ane : iya dek, tapi..

Marisa : iya, tau koq kan besok ketemu lagi (katanya dengan manja)
Ane : iya itu kemejanya balikin dong, bisa beku sampe kostan.
Marisa : hehehe, kirain kaka mw bilang sayang ma kangen, taunya minta kemeja.
Marisa : gak mau ah, aku mw simpen buat pelepas rindu kalo ntr sebelum tidur aku kangen
lagi.

"Astaga, benarkah segitu dalam kesan malam ini dihatimu marisa?"

::Ya udah, berkorban gpp, kamu cowok juga masa gara2 kedinginan dikit mlempem trus
rebutan kemeja ama cwek..letoy lo? :
:kan kan mulai besar kepala ini suara2 aneh dikepala ane:
: eh..koq jadi rancu gitu ya kata2nya..wkkwkw sudahlah

Ane : ya udah, kaka pulang dulu ya, sana kamu masuk dah kemaleman pulangnya ini.
(akupun hendak balik badan bersiap pulang)

Tiba2 kecupan secepat kilat mendarat dipipi kiri ini, ane liat marisa udah lari masuk ke dalam
dan meninggalkan ku yang setengah tidak sadar dengan kejadian beberapa detik yang lalu.
Mendadak, rasa dingin hilang entah kemana, yang ada semangat menggebu2 gara2 kecupan
secepat kilat barusan. Akupun berlari kecil ke arah kostan di daerah pengok.

Itulah malam yang sangat berkesan, malam yang kami lewati dengan segala kesederhanaan
pada diri kami berdua. Tak ada paksaan disana, semua ikhlas dari hati hanya untuk melihat
mata indah dan senyum manisnya.

Tak ada pengakuan apapun saat itu dariku, tapi kami sangat saling memahami betapa kami
saling mengerti.

Manusia paling beruntung, iya ane merasa manusia paling beruntung saat itu. Kehadiran
senyum manis marisa, membuat ku mendekati Diabetes stadium 4, sudah sangat parah.

Tapi bukannya sakit yang terasa, kebahagiaan lah yang menyertai. Mata cantik dan senyum
manis wanita berkacamata itu seakan menghantui di setiap detik nafas hidupku kini.

::Ngalay trus aja..mumpung lagi kasmaran:: kata suara yang cuman diri ini yg bisa denger.
Iya, itu suara di kepala ku sendiri. Tapi belakangan ini, aku mulai akur dengan suara2 aneh
itu. Tiada lagi kata2 skeptic, tapi lebih kepada menyemangati dengan keadaan ku yang
berbahagia.Kebahagiaan kecil bersama Marisa.

Gak kerasa sudah hampir 2 bulan aku dengan marisa, tiada sedikitpun kata menyesal
mengenalnya. Kepalaku sudah sangat kecanduan dengan segala yang ada di Marisa.

22.
22. Satu malam bersama Yani
Time stop!!

Kembali ke malam senin, sehari setelah malam minggu pertamaku dengan marisa yang
sangat berkesan. Iya, malam senin yang sudah aku sanggupi ketika Yani mengatakan akan
maen kkostan. Sekitar jam stengah 7 malam, pintu kamar di ketuk oleh Mas M bpk kostku.

Mas M : mas Eri, itu ada temannya nunggu di teras depan.


(suara Mas M sedikit mengagetkan lamunanku yg lagi mendengarkan lagu didi kempot di
radio malam itu)
Ane : owh, iya mas bntr lagi ta kedepan. (berdiriku mematikan radio dan bergegas kedepan)

Selang beberapa menit, aku sudah bisa liat Yani lagi duduk menunggu di sdut teras. aku pun
mendekati doi pengen tau maksud kedatangannya.

Ane : Eh Ani, dah lama ya? (menyapanya dengan senyum polos mesum kebanggaan ane)
Yani : eh baru aja koq baru nyampe (doi senyum kearahku, gak ngerti ekspresi dari senyum
itu,pokoknya senyum aja gitu)
Ane : sama sapa tadi kesini?
Yani : sendiri, tadi pinjam sepeda teman kostan. (sambil nunjuk ke sepeda cewek warna pink
dengan tempat buku di depan stangnya)
Ane : wah sepedanya bagus, yuk boncengin muter2 keliling daerah sini (ajak ku tanpa
maksud yg jelas)
Yani : emang mw kemana?
Ane : udah muter2 aja cari angin.
Yani : ya udah ayuk, kamu yang boncengin ya?
Ane : mana bisa naek sepeda aku. (sedikit becanda)
Yani : lah emang dirumah biasa naek apa (tanyanya penasaran)
Ane : biasa naek kuda sama kerbau, kan anak kampung (membanggakan diri)
Yani : bisa aja kamu Ri (dia tertawa kecil melihatku)

Yani : ini beneran aku yang boncengin??


Ane : kgk, becanda aku (sambil mengeluarkan sepeda warna pink itu kejalan depan kostan)
Ane : ayuk dah jalan2 kita. (ajak ku ke doi yang baru merapikan bajunya yang kusut karena
menunggu tadi.)

Kamipun meninggalkan kostan dengan diri ini didepan mengayuh sepeda, dan dia duduk
diboncengan belakang. Aku pun mengayuh sepeda menuju kearah galeria mall, tapi cuman
sekedar lewat, kubelok kan sepeda pink itu kearah kiri ketika di perempatan galeria mall.

Kukayuh trus sepeda sampai lewat di bawah jembatan layang Stasiun Lempunyangan. Kuliat
dibawah jembatan layang itu, lumayan rame dengan orang2 menyaksikan kereta lewat. Disitu
memang sering rame, kyk wisata kereta gitu dah, wisata ngeliat kereta yang keluar masuk
stasiun Lempuyangan.

Kebetulan ada seorang penjual sate keliling yang udah nangkring di bawah jembatan layang,
akupun memesan 2 porsi utk ku dan Yani. Akupun kembali ke arah sepeda yang ku parkir
tadi, dan yani masih disitu duduk diam memandang kereta di arah stasiun lempuyangan.

Ane : bagus juga ya dsini, bisa liat2 kereta lewat, baru tau kalo disni jadi tempat nongkrong.
Yani : (sedikit kaget dari lamunannya) eh...iya bagus tempatnya, lmyn romantis.

Eits..tunggu dulu, romantis dari mananya pikirku. Ini cuman duduk dbawah jembatan layang
pinggir jalan, gk ada romantis2nya, yang ada berisik oleh suara kendaraan lewat dan
sesekali palang penanda kereta lewat berbunyi

"Kepada pengguna jalan raya, menurut peraturan pemerintah...bla bla bla.." kyk gitu lah
kata2 rekaman operator wanita dr palang kereta itu. Tapi karena kulihat si yani seakan
terbawa suasana malam itu, akupun cuman mengiyakan.

Ane : iya romantis kl sama pasangan. (aku ambil posisi duduk di trotoar sampingnya dia
menghadap ke arah stasiun)

Yani : (sedikit menggeser posisinya menjauhi) iya kalo ada pasangan. (ketawa kecil
menggoda)
Ane : hahahha... carilah pacar makanya, biar ada pasangan kemana2.
Yani : belom pengen aja sih (dia menunduk)
Yani : belom ada yang pas juga. (melanjutkan omongannya)

Ibu2 penjual sate telah selesai membakar sate pesananku tadi, dan dia mengantar ke tempat
kami duduk.

Ibu2 : ini mas satenya (sambil memberikan pesanan kami)


Ane : (rogoh kantong celana, untung masih ada duit 20an ribu waktu itu, kalo gak bisa ancur
imej ku didepan yani) berapa buk?
Ibu2 : sebenarnya 12ribu, tp berhubung sama pacarnya jadi 10ribu aja mas. (sial ni ibu2
ngecengin, kyk dia gk pernah muda aja pikirku)

Setelah memberikan kembalian, ibu itupun kembali ktempat dia mengipasi satenya tadi.

Yani : kamu dah jadian ya sama Risa? (dia bersuara tanpa melihatku)
Ane : Marisa bukan Risa, kl Risa jadi kyk buat nyuci2 baju (pengen ngelucu ke arah Rinso, tp
doi seolah enggan menanggapi)
Ane : belum ada status, tapi gk tau kenapa, enak dan nyaman aja dekat dia (jawab ane sambil
mulai menggigit tusuk sate)
Yani : wah enak ya, kamu dah ketemu orang yang buat kamu nyaman.
Ane : ya baru semalam aku ngerasain nyaman, pas jalan semalam.
Yani : owh, jadi semalam ngapelin Risa ya?
Ane : ya gitu deh, ternyata malam minggon enk juga sama dia (aku tetap asik menggigit tusuk
sate di tangan)

Gak ada lagi kata2 Yani, dia diam beberapa menit.. aku sudah ngabisin sate sebungkus
ditanganku, tapi satenya gak dimakan setusuk pun, dia cuma memutar2 dan memainkan

tusuk sate itu.

Wah mubazir ini, itu pasti gk bakalan dimakan ntr, plg doi lagi gk selera makan ato doi gk
suka sate pikirku. Masa duit 6000 mw d buang gitu aja..eh, 5000 ding karena tadi dpt diskon
dari ibu2 jualan. (gimanapun, diri ini tetap dengan segala perhitungan terhadap
recehan...wkwkkw)

Ane : gak dimakan tu satenya Ni? (aku melihat kearah sate di tangannya)
Yani : gk nafsu aku. (dia trus menyerahkan satenya)

Assseeek, sate lagi, mayanlah kan tadi blm makan juga, mana tadi boncengin doi dari kostan
kesini. Jauh lho ngayuh sepedanya. Jadi energi sempat abis tadi, nah sate inikan itung2
nambah energy buat boncengin yani balik kkostan ntr.

Tanpa pikir panjang lagi, kuterima aja sate yang dkasih doi, tentunya dengan sedikit paksaan
lho doi ngasihnya...wkwkwkwk.. Bentar bentar...tumben gk ada suara2 bijak dengan gaya
konyolnya dari kepala ya??

Wah, aku masih waras ternyata. Belom gila seperti yang kubayangin selama ini. Akupun
ngabisin sate itu, gk banyak sih sekitar 10tusuk kl gak salah waktu itu.

Ane : Ni... (kupegang tu tangan kirinya)

Doi tidak menoleh, tapi aku rasain tu tangan kanannya tiba2 memegang tangan ku tadi.

Ane : Ni...tolong (suara ku sudah gk enk banget disini)

Yani menoleh melihatku, Yoi gan, aku kyk keselek tusuk sate gitu eh, keselek sate...serakus
itukah aku sampe tusuk satenya juga ku makan...hehehhe.. Aku lupa tadi gk pesen minum,
iya tadi cuman pesen sate tok gk pake minum.

Jadilah tenggorokan seret ngabisin 2 pucuk bungkusan sate dari daun pisang itu. Melihatku
mau mati karena tenggorokan kering, yani sedikit bergegas ke arah sepeda pinknya.

Bah, bukannya mesenin minum malah mw ninggalin naek sepeda pikirku. Ternyata dia gk
sejahat itu, doi ngambil botol air mineral dari dalam tas kresek item didepan stang sepeda
itu.

Yoi, kyk dimobil2 kan ada bagasi. nah ini kan sepeda jadi bagasinya kyk tas dari plastik yg
ditaro disepeda. gimana jelasinnya, ane juga gk ngerti namanya, ngertilah ya,,,ngertiin
aja..wkwkwk

Yani sedikit berlari kearah ku dengan sebotol air mineral ditangannya. Dia menyuruh minum,
biar gak mati keselek tusuk sate. Kan jauh, kalo harus nganter mayat ku dari yogya ke
kampung nun jauh disana.

Aku selamat gara2 sebotol air mineral dari Yani. Aku minum ada setengah botol. Dan dah gk
ngerasa seret lagi, tandanya udah sehat walafiat kembali.

Ane : makasih ya, (menyerahkan botol air mineral yang sisa setengah itu)
Yani : kamu sih makanya gk usah cepet, jadinya keselek gitu. (dengan ekspresi kyk emak2
marahin anaknya)
Ane : iya iya, tadi lupa aku gk skalian pesan minum. (garuk2 kepala tanda malu, bukan kepala
kemaluan lho ya..wkwkwkkw)
Yani : ya udah yuk pulang, udah malam (doi berdiri sambil menarik tanganku)

Aku pun mengikuti kearah sepeda. Dan mulailah kerja keras mengayuh sepeda pink kearah
kostan Yani di deket SMK Piri baratnya Mandala Krida. Sekitar 15menitan sampai juga di
kostan yani, yoi dia yang dr tadi jadi navigator dr boncengan sepeda pink itu.

Setelah turun ddepan gerbang kostan, akupun pamit pulang karena kuliat di arah ruang
tamu, jam dinding dsitu menunjukkan jam 10malam, wah ternyata tadi kami ngobrol2 sekitar
2,5 jam.

Ane : ya udah deh, aku pulang dulu ya, makasih air minumnya tadi.
Yani : (berdiri memegang sepeda pinknya, dengan ekspresi muka seakan gk mw berpisah)
Yani : makasih jg yah buat malam ini dah nemenin.
Ane : yoi, besok2 kita jalan2 lagi (ngangkat 2jari telunjuk tengah ane kekapala, sambil
membalikkan badan pulang)

Yani sempat tadi menyuruhku membawa sepeda pinknya utk perjalanan pulang, aku juga dah
biasa nyikil sejak tiba diyogya, jadi bukan masalah buatku kalo nyikil lagi dri daerah SMK piri
ke kostan di Pengok.

Sekitar 20meteran dari kostanya Yani, kutengok kebelakang ngeliat doi, doi masih berdiri
didepan gerbang sambil sesekali melambaikan tangannya ke arahku.

Ya malam itupun aku ngerasa bahagia ketika pulang kkostan, tapi rasanya berbeda jauh
dengan rasa bahagia ketika jalan bersama marisa. Apa mungkin karena beda antara malam
minggon ma malam senin kali yah. Ah sudahlah.

23. Buka puasa bersama Marisa


Time forward ke 2bulan selanjutnya.

Aku sama marisa makin sering menghabiskan malam sekedar saling ngobrol gak jelas. Ya
kebahagian tersendiri buatku ketika melihat senyum manisnya. Aku sama marisa tidak
pernah membahas hubungan kami, gk ada status tertentu diantara kami berdua. Kami sudah
sangat nyaman dengan sikap masing2. Dan akupun gk terlalu mementingkan sbuah status
Pacaran kyk orang2 lain saat itu.

"Kamu udah jadian ya sama Marisa?" sering banget kudapat pertnyaan itu dari teman2
sekelas. Aku pun gk bereaksi lebih jauh untk menanggapinya. Dan sejak 2bulan ini aku punya
kebiasaan baru yaitu berangkat pagi2 dari kostan buat jemput pujaan hatiku Marisa
kekostannya. Jadi kami selalu bareng tiap kekampus.

Gak jarang juga Marisa membuatkanku sarapan pagi ketika menjemputnya. Kami kadang
sarapan bersama di ruang tamu kostan marisa, kadang di teras kampus. Semua begitu
indah.

Bulan Ramadhan pun tiba, sering kami buka puasa bersama, walaupun marisa tidak seiman
denganku tapi itu tidak jadi masalah. Dia sering menyiapkan sirup cocopandan kesukaannya
ketika waktu magrib menjelang.

Oiya, kostan Marisa memang agk bebas, cowok boleh masuk kedalam kamar tapi dengan
syarat pintu kamar tidak boleh tertutup. Dan tentunya cowok gk bisa nginap dkostan itu.

Ada satu magrib yang lumayan berkesan waktu itu. Sore itu aku dah nunggu di ruang tamu
kostnya Marisa dengan beberapa jajanan utk berbuka puasa di dalam kresek putih kecil.

Tiba2 dari atas tangga kelihatan mantan pujaan hatiku Yessi dengan Cowoknya sedang
bersiap pergi keluar. Pas ngelewatin di ruang tamu.

Yessi : eh Eri tu dah di tunggu diatas sama Marisa


Ane : hehehe..iya kak ntr aku langsung keatas.

Mereka berduapun berlalu dengan Satria Bongsor milik cowoknya. Akupun langsung naek
keatas kekamar marisa. Tumben ni anak belum buka pintu pikirku. Ku ketuk pintu kamarnya,
gk berapa lama pintu kamarpun terbuka. Kaget lah diri ini dibuatnya. Marisa yang biasanya
memakai kaos dan rok selutut nampak berbeda sore ini.

Doi make kemeja lengan panjang dengan corak kotak2, serta memakai celana jeans warna
biru dongker. Dan tambah cantik dengan selembar kain motif bunga melingkar di leher
menutupi sebagian kepalanya.

Speechless lah bibir ini, sore ini dia berubah total. Mataku pun berkaca2 kagum melihat
gayanya. Edyan, ni cewek koq tambah cantik bgt ya. Dia memang cantik seperti biasanya,
tapi sore ini berbeda banget.

::Cok, itu mulut gak usah ngangga gitu dong, biasa aja gk usah sampai ngences2 gitu :
:mulai lagi suara gk jelas kluar dari kepala ane:: Ah cuekin ajalah.

Marisa : kak, koq ngeliatinnya begitu, aku jelek ya? (tanyanya sambil memutar badannya
melihat keanehan di stelan yang dia gunakan sore itu)

Blm bisa mengeluarkan suara kekaguman ini, Tiba2 Marisa menarik tangan ku masuk
kekamar, aku cuman bisa ngikutin tanpa ada kata2 keluar dari mulut ini. Masih sangat kagum
dengannya sore itu.

Marisa : bentar ya kak, aku ganti baju dulu. (suaranya memecah kekaguman lamunan)
Ane : eh jangan dek, kamu dah cantik bangetz (masih belum puas melihat tingkahnya sore
itu)
Marisa : gk ah, aku jelek make ginian, tu kakak ngeliatnya aneh gitu.

Ane : gk gk, kamu itu cantik banget dek.


Marisa : beneran kak? (doi sedikit melirik kearah cermin dikamarnya)
Ane : iya.

Kata2 candaan ku yang biasa hilang entah kemana..ini suara aneh dikepala juga seakan
meninggalkan begitu saja dengan kekagumanku. Kekaguman atas cewek yang terlihat
menawan didepan ku kini.

Belum hilang kekagumanku, Marisa pun menarik tangan ane mengajak utk cari makanan
berbuka puasa disekitaran mandala krida.

Marisa : yuk kak, kita buka puasa di luar aja ya.


Ane : ayuk dek (beranjak dari kasurnya dan menggandeng tangannya)
Marisa : kakak kita cari es kelapa yuk, aku lagi pengen kelapa muda.

Aku cuman bisa mengikuti langkahnya meninggalkan kostan. Sekitar 10menitan kami jalan
bergandengan kearah mandala krida, masih belum lepas mata ini dari kekaguman terhadap
marisa.

Ternyata dari tadi aku cuman senyum polos mesum sepanjang perjalanan. Akupun
mengikutinya duduk di sebuah lesehan tempat penjual kelapa muda.

Dan lagi2 cuman bisa kagum memandang kearahnya. Tapi tidak ada perubahan sama sekali
dr sikap marisa. Dia masih seperti marisa yang kukenal kemaren2, sikap anggunnya sudah
sangat membekas dihati ini.

Dia seakan tidak peduli dengan tatapan takjub dari kedua mata ini. Sampai kedua tangan
lembutnya memegang pipi ku.

Marisa : kakak kenapa sih, dari tadi dkostan aneh deh (senyum manisnya mengembang

indah)
Ane : gk dek, kamu cantik banget (cuman kata pujian itu yang bisa ane keluarin)
Marisa : ih kaka mulai gombal ya, ingat masih puasa lho, ntr batal.

Tersadarlah diri ini mendengar kata2nya barusan. Oiya, ini kan masih puasa, blm ada suara
azan magrib pikir ku mulai sadar. Beberapa menit menunggu, 2 gelas es kelapa muda sudah
terhidang di depan kami, dan selang beberapa menit suara azan magrib pun terdengar dari
masjid2 disekitar.

Kamipun berbuka dengan es kelapa sore itu. Eh, cuman aku ding yang puasa, doi cuman
nemenin buka puasa. hehehehe

Ane : dek kamu koq gak kyk biasanya, make stelan biasanya (sambil meletakan gelas es di
depan)
Marisa : iya kak, tadi aku liat kak yessi make kyk gini, jadi aku coba2 ikutin.
Ane : cantik kamu dek (memuji dia lagi)
Marisa : kalo aku make gini trus, kakak gk bosen kan ngeliat aku (tanyanya dengan muka
penasaran)
Ane : gak dek, kamu make apa aja tetap indah dimataku.

Dan mukanya untuk pertama kali sejak ku mengenalnya mulai berubah merah, mukanya
mulai terlihat malu atas pujian ku barusan. Belum ada candaan ku kedoi sejak pertemuan
sore ini. Dengan kondisi mukanya yang sedang merah, muncul keisengan ku utk ngerjainnya.

Ane : kamu gak pake baju juga pasti lebih cantik dek (melihat kearahnya yang sedang
memainkan sedotan merah digelas es kelapa didepannya)
Marisa : (langsung sadar dengan cengan barusan) ih kumat mesumnya ih..
Marisa : dah yuk, aku temenin kemasjid, kakak solat magrib dulu sana (dia mulai bangkit dari
duduknya)

Kamipun mulai bangkit dari tempat kami duduk lesehan tadi dan membayar es kelapa tadi.

Begitulah Marisa beberapa hari ini sejak puasa, doi selalu menemani ku solat magrib dmasjid
dekat kostannya. Dia dengan setia menunggu ku selesai sholat di teras masjid. Dia tetap
setia dengan senyum manisnya menyambut ku selesai sholat.

Aku bukan orang yang sangat alim dengan apa yang menjadi kewajiban dalam beragama,
bahkan sering kali ane terlupa untuk sekedar sujud menghadap sang pencipta. Tapi
beberapa bulan mengenal Marisa, dia sering mengingatkanku untk beribadah. Disaat2 ane
sedang berada dikostanya, saat suara azan terdengar di masjid, dia sering kali menyuruhku
kemasjid utk sholat.

Itu juga yang membuatku sangat kagum terhadap marisa, meski kami berbeda kepercayaan,
doi tetap mengingatkanku untuk melaksanakan kewajiban sebagai muslim.

Dan itu menjadi salah satu sifatnya yang menempatkan doi di tempat teristimewa dihati. Iya,
beberapa bulan ini, aku gk ada melirik 1 cwekpun selain doi. Munafik memang untuk cowok
seumuran ane telah menjatuhkan pilihan pada gadis berkacamata ini, dan tanpa tergoda
sedikitpun membuka hati utk cinta lain.

Seminggu sebelum Lebaran, kampus kami diliburkan dari perkuliahan. Saat itu aku
memutuskan untuk tidak Lebaran di kampung halaman yang mataharinya 7biji itu. Aku
dengan sok2an ingin merasakan gimana rasanya lebaran di tempat asing di kota orang.

Minggu sore, seperti biasa aku sudah menunggu Marisa di ruang tamu kostannya. Dan sore
itu kostpun udah mulai sepi karena kebanyakan penghuninya sudah pulang kampung siang
tadi.

Dan, cewek cantik itu kelihatan menuruni tangga menuju ke tempat ku duduk. Senyum
manisnya gk pernah hilang dari bibirnya. Gak sedikitpun aku pernah ngeliat dia tanpa

senyuman manisnya ketika didepanku. Iya senyum manis yang masih sama ketika kami
malam minggon pertama di lesehan tenda biru didepan APMD.

Ane : dek, senyummu itu loh, kakak balakangan ini merasa was2 takut puasa kakak batal
karena senyum mu.
Marisa : (tetap tersnyum manis melihat k arah ane)
Marisa : emang bisa batal dengan senyuman ku (tanya dia sedikit menggoda)

Ah sial, senyum manis biasa aja bisa buat ane kalangkabut, gimana dengan tambahan
embel2 menggoda itu. Emak...imanku mulai runtuh Mak..aku mulai tergoda dengan cwek ini

Mak.. teriak ku dalam hati.

Ane : bisalah dek, senyum ikhlasmu bisa batalin puasa kakak.. senyummu seperti mengobati
dahaga puasa ini. (bahasane cok..wkwwkwkw)
Marisa : (senyum nakal menggoda belum juga hilang dari bibirnya)
Marisa : kakak kuat koq, aku yakin. (kemudian senyum manis ciri khasnya pun terlihat)

Amaan...puasa ku gk batal sore itu.

24. Harus Terpisah

Marisa : kak, ntr malam temenin ke daerah tugu yah.


Ane : emang mau ngapain? (blm ngerti)
Marisa : nemenin cari tiket travel kak, besok selasa kan aku mau pulang ke Medan.
Ane : iya dek apa sih yang enggak buat kamu.

Eits...tunggu dulu, Marisa mau pulang ke Medan, artinya aku bakalan dtinggal dong ya? Ah,
sial kenapa harus pulang sih, dsini aja sama sama aku.

::Sadar Cok...koe kie bukan sapa2nya marisa, marisa itu masih milik ibu bapaknya. Ya
wajarlah kalo dia menghabiskan liburan bersama keluarganya. Secara dia udah 3bulanan gk
ketemu orang tuanya :: Aku diceramahin sama suara yang mendadak jadi bijaksana
dikepala::

Ada raut kekecewaan yang terlihat jelas dimuka ku saat itu, memikirkan betapa susahnya
akan melepas Marisa untuk beberapa minggu kedepan. Dan tentu saja itu tidak lepas dari
tatapan Marisa.

Marisa : kakak sedih ya? (tangan lembutnya memegang pipiku dan menyadarkan dari
lamunanku)
Ane : hehehe (garuk2 kepala)
Marisa : iya aku juga pasti bakalan kangen banget sama kakak. (mata cantiknya mulai
berubah sedih, mulai kelihatan kabut kesedihanya)
Marisa : kakak sabar ya, aku cuman 2minggu di rumah, abis liburan aku langsung balik kesini
koq.

Doi menggengam tanganku, dengan ekspresi berusaha tegar. Tapi masih bisa dengan jelas
kulihat dibalik kacamatanya bulir2 air mata. Dia seakan gk mau larut dengan keadaan seperti
ini, dia pun bangkit menarik tangan ane.

Marisa : yuk kak sekarang aja yuk ketugunya, aku pengen jalan2 ke tugu sama kakak.
(pintanya)
Ane : ya udah, adek gak ganti baju dulu (jawab ku berusaha tegar juga, gk mau kalah dong
sama cewek tegar depanku ini)
Marisa : gk ah, ini juga baru salin tadi pas selesai mandi.

Begitulah marisa, satu lagi sifatnya yang membuatku semakin jatuh hati. Sebesar apa
masalah hatinya dia tetap kelihatan tegar. Tidak ada masalah yang membuat senyum manis
itu lepas dari bibirnya.

Kamipun berjalan menuju depan Mandala Krida untuk naek taksi ke arah Tugu. Saat sedang
menunggu taksi.

Marisa : Kak, kita naek becak aja ya, biar agk lama sampe tugunya.
Ane : tapi jauh loh dek (sambil tetap menggandeng tanganya)
Marisa : aku pengen kyk kita malam mingguan pertama dulu kak. Saat kakak nganterin aku
pulang kkostan (dia seakan mengingat kejadian awal kami mulai dekat)
Ane : ya udah, kita cari becak yang pak becaknya gk rese kyk waktu itu. Masa pegangan
tangan aja dia udah khem khem gk jelas (senyumku mengingat juga)
Marisa : hehehhe, iya kak.

Dan lagi2 senyum manis itu terlihat untuk kesekian kalinya. Dan jujur gk ada bosan2nya
melihat senyumnya. Kamipun mulai menuju becak yang terparkir didekat lesehan disudut
mandala krida di jalan Gondosuli. Terlihat disitu, pak becaknya lagi menyantap menu di
angkringan. Melihat kami menghampiri becaknya, pak becak dengan cepat menyelesaikan
makanannya.

Ane : pak, bisa anterin kami ke Tugu gak? (tanya ane ke tukang becak)
Pak becak : adoh e mas, (Sfx : jauh mas)
Ane : gpp pak, asal bapak mau, berapa aja aku bayar. (ngeliat marisa yang berdiri

disampingku dengan senyum manisnya, bayar berapa aja gk masalah asal senyum itu gk
hilang dari bibirnya)
Pak becak : 35 ya mas?
Ane : ok pak.

Karena aku udah bilang tadi berapapun bayaranya, akupun menyetujui harga dari pak
becak. Kamipun melaju kearah Tugu. Berdua diatas becak seperti pertama waktu aku
nganterin doi pulang kkostan.

Di sepanjang jalan, mukanya sangat ceria sambil mengomentari bangunan2 di sepanjang


jalan yang dilalui becak itu.

Sesekali dia menggenggam tangan dan melirik ku yang masih kelihatan sedih akan
kepergiannya selasa besok. Kembali dia menunjuk2 bangunan sekitar dan menjelaskan
gimana menurut penilaiaan tentang bangunan2 itu.

Dia dengan lihainya memberi nilai satu persatu bangunan yang kami lewati. Aku cuman
sesekali mengimbangi celotehnya.

Sekitar 20menitan kami sudah tiba di Tugu..


Akupun membayar becak yang kami tumpangi. Sempat kami berdiri lumayan lama di Tugu,
sekedar melihat orang2 yang berfose ria untuk diabadikan kedalam lembaran foto.

Ingin sekali aku mengabadikan moment juga dengan marisa, tapi apa daya, saat itu kami gk
punya camera digital ato hape yang ada kameranya.

Jadilah kami cuma sekedar melihat orang2 berfoto ria. 15 menit berlalu, kamipun menyusuri
jalan dari tugu kearah selatan menuju ke maliboro. Sepanjang emperan toko, banyak sekali
lesehan orang menjajakan berbagai barang dagangan.

Malam itu aku baru tau kalo itu yang namanya Pasar Klithikan. Ya sejenis pasar tumpah
gitulah, pasar klithikan ini buka mulai dari magrib, sampai menjelang pagi. Disitu banyak
dijual barang2 bekas, segala macam barang ada. Menurut ku komplit banget dah.

(Oiya sekarang pasar klitikan sudah pindah ke daerah Kunchen, jadi sekarang namanya
Pasar Klithikan Pakuncen...hehhehe)

Tangan ku ditarik marisa menuju ke salah satu kantor travel. Lupa2 inget nama travel yang
dia gunakan saat itu. Dia pun mulai tanya2 tentang travel yang akan membawanya ke Jakarta
tersebut. Tunggu tunggu, dia kan mau pulang ke Medan, koq dia ke Jakarta dulu. Ternyata,
dia ke Jakarta dulu ketempat kakaknya yang sudah beristri di jakarta tersebut, nantinya
mereka baru bareng2 ke Medannya.

Ternyata, tiket hari selasa sudah habis terjual.

"Yess, marisa gk jadi pulang karena sudah kehabisan tiket buat ke JKT selasa besok. Artinya
makin lama juga aku bisa bareng dia diyogya"(pikiran jahatku tiba2 kluar gitu aja)

Dan lagi2 kenyataan terasa pahitnya. Dia ditawarin tiket terakhir buat Senin besok. Melihat
jadwal yang agk lama baru tersedia tiket lagi utk ke JKT, Marisa pun membayar tiket
tersebut. Jadilah dia berangkat Senin.

Nyeeeesss rasanya makin sakit. Kenapa dada ini begitu sesak rasanya mengetahui besok
siang dia sudah meninggalkan yogya. Aku sempat melirik kearah cewek berkacamata itu,
kuliat keceriaan disana.

Iya keceriaan karena akan segera bertemu dengan sanak keluarganya. Kubuang jauh2 rasa
sedih..ku kuat2in demi wajah ceria diwajahnya. Tiket sudah dtangan Marisa, dan dia
kelihatan ceria malam itu. Aku pun mengajak dia jalan2 sepanjang emperan toko kearah
malioboro. Gak banyak obrolan kami malam itu, cuman sesekali dia berhenti untuk
mengistirahatkan kaki munggil dibalik sepatu ketznya.

Terlihat jelas wajahnya sudah mulai lelah, tanganya semakin erat menggengam tangan ku.
Daripada dia lebih tersiksa, akupun memutuskan untuk langsung pulang kkostanya
menggunakan taksi.

Diujung jalan, sudah mulai kelihatan Stasiun Tugu Yogya, dan di arah selatan meriahnya
Malioboro juga kelihatan. Rencana sih, skalian jalan2 kemalioboro, tapi melihat Marisa yang
sudah penat, kuurungkan niat itu. Jadilah aku minta taksi langsung ke kostan dia deket
Among Rogo.

Disepanjang jalan pulang, kelihatan Marisa ketiduran dibahuku. Gak butuh lama, kami
sampai di depan gerbang kostan marisa. Dia sedikit mengucek2 matanya ketika aku
membangunkannya.

Anepun membayar taksi sesuai Argo yang tertera.

Entah sejak pertama kali diyogya yang pas dari Jembatan Layang Janti ke arah kmpus, kena
50ribu oleh pak supir kurang ajar. Sekarang tiap naek taksi tetap mintanya make Argo dan
jadi jelas berapa biaya yg harus dibayar. Sepadan dengan jauhnya perjalanan.

Oiya, aku pernah ceritain pengalamaan naek taksi pertama diygoya ke Mas M, bapak kost
ane. Dan doi cuman ketawa, dan bilang kalo aku sudah dikadalin oleh buaya buntung
bernama oknum supir taksi. Piss...gk semua supir taksi kyk gitu, cuman beberapa oknum

aja..heheheh

Jam weker kecil dikamar Marisa udah menunjukkan pukul 10malam, malam itu aku nganterin
marisa sampai kamarnya. Dia agak takut malam itu karena kostan sudah mulai sepi, teman2
marisa sudah pada pulang kampung minggu siangnya.

Saat masuk kamar, diapun merebahkan badannya di kasurnya. Seakan tidak perduli dengan
adanya diriku dsitu. Pikirku, dia sudah sangat lelah hari ini. Sepatu ketsnya aja sampai gak

dilepas. Dan diapun kelihatan sudah lelap dengna tidurnya.

Entah pikiran apa dikepala ku waktu itu, jongkoklah aku di arah kaki cewek berkacamata itu.
Ku buka tali sepatunya pelan2 takut mengganggu tidurnya. Kulepasin sepatu serta kaos kaki
putih pendek semata kakinya. Dan ku letakkan sepatu ketz yang biasa dia gunakan sehari2
saat keluar denganku di rak sepatu disudut kamar dibelakang pintu.

Akupun kembali ke arah cewek itu tertidur pulas, ane angkat badannya sehingga sekarang
semua badannya sudah di atas kasur. Kutarik selimut menutupi seluruh badannya.

Saat ku kecup keningnya sebagai ucapan selamat malam. Tiba2 tangannya melingkari
leherku, dia sedikit bangkit saat itu. Aku tau, ini pertama kalinya ku beranikan diri utk
mengecup keningnya, entah kenapa perasaan ku sangat dalam terhadapnya.

Diapun belum melepaskan pelukan tangannya dileherku, dan berapa lama baru ngerasa
pundak kananku basah. Iya, malam itu dia sudah gk mampu menahan perasaan sedihnya. Dia
menangis dibahuku.

Sekitar 20menitan baru dia melepaskan pelukannya. Diapun mulai menghapus sisa air
matanya. Ku pegang kedua pipinya, aku mau menghapus kesedihan jahat itu dari wajah
indahnya.

"Sayang tidur ya, udah malam besok juga harus siap2 buat perjalanan ke JKT" bujukku.

Oops...itu juga pertama kalinya aku memanggil nya dengan kata "Sayang", bukan karena
mengharap yang lain. Tapi entah kenapa, dipikiran ku saat itu, kata "Sayang" adalah
satu2nya kata yang dapat menenangkan badai kesedihan dalam hatinya.

Marisa : Makasih ya Sayang, kamu sudah menemani hari2ku.


Ane : (cuman bisa menganguk mengiyakan kata2nya)

Ane : iya sayang, kamu bobo ya, aku pamit pulang dulu. (sambil berdiri menuju pintu
kamarnya)

Ah roman2nya jadi alay gini ya, dah pake sayang2nya, pake kata bobo lagi...ngakak aku
nulisinnya.

Tapi beneran, malam itu aku merasa terbawa dengan kesedihan, gk ada lagi rasa iseng buat
cengin marisa. Yang ada cuman rasa untuk membuatnya senang melupakan kesedihan.

Akupun kembali menarik selimut menutupi seluruh tbuhnya. Kuambil boneka bantal
berbentuk Dolphin dan meletakan disampingnya. Dia pun memeluk dolphin kesayangannya.
Saat ku liat senyum manis mulai terukir dibibirnya, akupun meningglkan kamar dan menarik
pelan pintunya.

Dibawah, saat melewatin ruang tamu, ku liat masih ada 2 cwek teman kostan Marisa asik
ngerumpi. Aku pun berpesan agar nanti saat marisa bangun utk mengunci kamarnya, karena
tadi aku cuman nutupin dari luar.

Akupun meninggalkan gerbang kostan itu dan mengarah ke kostanku. Hmmm...malam yang
sangat menguras hati gumamku. Iya malam itu kuberucap "Sayang" ke Marisa dan malam itu
juga aku sudah lancang mencium keningya.

Iya, itu ciuman pertamaku..dan ciuman itu di kening seorang cewek. Iya Cewek Manis
Berkacamata bernama Marisa. Cwek yang memiliki Senyum Manis serta mata Cantik. Cwek
yang sangat menyukai segala macam pernak pernik berbentuk Dolphin. Semua buku
catetanya serta pena yang sering dia gunakan selalu ada gambar dolphin.

Ah, sgitu perhatiannya kah aku dengan marisa?? Entahlah, yang jelas aku sangat sedih
malam itu. Kyknya sempat nangis pas diperjalanan balik kkostan.

::Ah koe cwek pa cwok Cok?? gitu aja mewek..:: suara cengan itulah yang terdengar di
kepala ku saat itu. Aku pun gak ambil pusing, cukup membiarkannya nanti juga hilang bgitu
saja.

Saat nyampe kkostan, dan hendak masuk kamar... Ternyata ada 3 orang yang dari awal
masuk kostan tadi sudah memperhatikan dari lantai atas. Yoi, mas Y, mas F udah balik dari
seminggu kemarin dari kebumen. Terlihat Arif juga ikut nimbrung dilantai atas bareng mas Y
ma Mas F.

Akupun seperti kurang pas dengan suasana hati sekarang buat ikut nimbrung, Mana besok
pagi niat mw nemenin Marisa cari oleh2 buat orang tuanya. Jadilah aku langsung masuk
kkamar buat rebahan berharap bisa tidur.

Akupun nyalain tu radio rakitan mas Y. Oiya, radio ini dah dkasih (lebih tepatnya disumbangin
ke ane) sama mas Yanto, karena dia udah ada tipi dikamarnya, jadi dia ngasih radio buat
sebagai hiburan nek pas suntuk.

Kuputar2 cari channel yang masih bagus siarannya jam 12an malam itu. Tapi sialnya, kyk
semua channel ikut sekongkol buat cengin. Hampir semua siarannya lagu2 melow.

Tapi aku milih channel Redjo Buntung malam itu, dan saat itu lagi diputar lagu didi kempot.
Hampir semua lagunya didi kempot. Pas lagunya Layang Kangen mengalun pelan seakan
mengiringi kesedihan ku.

Pintu kamar diketuk. Arifpun seperti biasa langsung masuk dan duduk di sdut kasur.

Arif : lama2 bunuh diri koe cok..lagu sedih kyk gitu mana modelmu galau2 gitu. (doi cengin
ane)
Ane : (senyum gk ada makna)
Arif : PS dah yuk, dah lama kita gk PSan. (ajaknya)

Ane : gk bisa Rif, besok nemenin marisa cari oleh2 buat orang tuanya.
Arif : owh kapan si marisa balik?
Ane : besok siang Rif.
Arif : pantesan koe galau. Yo wes turu wae, aku ta ke PS karo mas Y mas F. Mw tanding bola
kami (doi senyum meningglkan kamar)

25. Yogya oh yogya..


Yogya, Juli 2015,
2015, Sabtu malam sekitar pukul 6
Seperti sabtu malam yang telah lewat, kebanyakan ku habiskan didepan PC. Kadang aku
sengaja membawa beberapa kerjaan yang belum kelar. Tidak terlalu banyak sehingga tidak
kuhitung sebagai lemburan. Aku semata ingin ada kegiatan yang kukerjakan saja.

Sesekali aku membuka SFTH menunggu update dari yang empu-nya thread, tapi kadang aku
dapati bertambahnya jumlah halaman thread hanya dengan comment dari para reader.
Entahlah, semakin kesini aku merasa seakan para TS seperti menikmati untuk menyajikan
seporsi "Kentang" kepada para readernya.

Ah, aku juga kadang sering kaget dengan "banyaknya" post di ID ku. Hahahha, id yang
lumayan berumur tapi post tidak lebih dari seumuran jagung. Harusnya aku mulai coba rajin2
berkomentar di cerita yang menurutku menarik. Memang sih, aku kadang nyeletuk sedikit di
beberapa thread, tapi sangat jarang.

Ngerasa sedikit dilema, karena seringnya jadi SR dan kadang gatal utk memaki,memojokan
ato memberikan support dalam sebuah thread. Terkadang, aku sudah merangkai beberapa
kata di kolom Reply, tapi tak lama juga aku menghapusnya dan mengurungkan niat.

Aku seperti masih belum siap untuk berbagi saja. Iya ini cuman sebatas balasan dari cerita
ato comment reader, tapi aku merasa dengan membalasnya aku merasa berbagi sedikit
tentangku dengan mereka melalui rangkaian kata commentku.

Ah, belum siap, aku belum sanggup untuk berbagi kisahku saat ini. Suatu saat aku ingin juga
seperti para Thread Starter yang dengan gayanya membagi kisah mereka. Semoga nanti aku
bisa.

Lagi2 aku cuma bisa membaca, dan belum banyak menulis komentarku di SFTH.

Dan perutku mulai bergetar hebat. Ketika tidak sengaja notice promosi dari Athenz Pizza
terpampang di layar IGku.

Aku bukanlah sombong, semata2 aku mem-follow page itu untuk sekedar mengetahui jenis2
makanan asing itu. Aku masihlah orang yang sangat gemar dengan Nasi Kucing di
angkringan dan tempe bacemnya.

Pagi hari juga saat sedang dikantor, teman sekantorku, Aji sering mengajak untuk sekedar
sarapan Soto. Soto, iya soto, sepertinya aku ingat sesuatu yang ada hubungannya dengan
Soto.

26. Sejenak Melepasnya Pergi


Yogya, Agustus 2003

Pagi2 jam 7an aku sudah didepan gerbang kostan Marisa, dan gk berapa lama dia udah
keluar. Yoi, semalam pas abis dpt tiket dan tau kalo hari ini dia berangkat, sempat semalam
dia minta tolong buat nemenin dia nyari Bakpia sama beberapa batik buat orangtuanya.

Akupun gk akan menolak, dengan senang hati akan kulakukan permintaanya, akupun
berusaha ceria pagi itu. Tapi aku sedikit bingung, semua lelucon serta cengan ku mendadak
hilang.

Gak ada lagi aku yang bisa membuat Marisa tertawa lepas dengan kebodohan serta guyon
yang sering terlontar dari mulutku. Jadilah kami cuman diem selama perjalanan menuju
malioboro, seperti biasa lagi kami naek becak. Becak itu melaju melewati Stasiun
Lempuyangan menuju kearah pertigaan jalan Mataram.

Kamipun turun di gang arah ke Malioboro Mall. Marisapun skrg seperti sudah terbiasa
merangkul tangan ane. Melihat dia ceria seperti biasa, aku cuman memberikannya senyum
termanis.

Saat sampai malioboro masih sekitar jam stengah delapan, belum ada toko yang buka. jadi
kami sempat sarapan soto di depan malioboro mall. Iya soto itu sering tiap pagi memang
mangkal persis didepan malioboro mall.

Ah marisa..gk pernah sekalipun dirimu gengsi utk makan di mana saja, kau selalu menikmati
makananmu dengan lahap.

Marisa : Kak, gk dimakan sotonya?


Ane : ini dimakan koq (entah kenapa gk selera dengan sarapanku, jadinya cuman maenin tu
soto dengan sendok ditangan)

Marisa : cie cie yang mw ditinggal pulang, sedih ni ye. (cengannya terdengar garing
ditelingaku)

Lah, biasanya juga aku yang cengin dia, ini kenapa kebalik pikirku. Biasalah orang lagi galau
suka kyk gitu...hehehhee

Ane : hehehe (senyum terpaksa menatapnya yang sedang asik menghabisi soto pesanannya)
Marisa : tokonya buka jam berapa ya pak? (doi nanya penjual soto yang kebetulan mengantar
pesanan ke meja sebelah kami)
Pak soto : ntr jam 9-10 baru buka mbak.
Marisa : owh gitu ya. (diapun menghabiskan sotonya, sedangkan aku cuma menyuap mulut
beberapa kali waktu itu)

Mungkin ekspresiku kelihatan banget waktu itu. Sehingga marisa sangat intens melontarkan
kata2 lucu buat ngehibur, akupun sempat tertawa kecil beberapa kali.

Marisa : kak, jalan kesana yuk (dia menjulurkan tangannya menunjuk titik Nol kilometer)
Ane : mw nongkrong di benteng dek??
(benteng vrendenburg, lokasinya di dekat titik nol yogya, disitu ada kursi2 dari marmer yang
memang disediain buat tempat nongkrong. dan tempat itu gk pernah sepi mw jam berapa aja.
Pasti ada aktivitas beberapa orang di benteng pinggir jalan itu)
Marisa : iya kak (sambil mengajak ane ke arah benteng vredenburg)

Ah marisa, kenapa baru sekarang sifat manja-mu keluar. Satu lagi sifatmu yang membuat
hatiku gk bisa sedetikpun memudarkan namamu.

Akupun cuman mengikuti langkah cerianya. Dia sesekali seperti anak2 yang melompati
papan permainan yang di buat diatas tanah pekarangan. Dia meloncati beberapa conblock
sepanjang jalan malioboro. Benar2 ceria anak ini gumamku.

Kamipun mengambil posisi duduk dibawah pohon beringin gede dan menghadap ke
bangunan Istana, yang katanya dulu jadi tempat presiden sukarno. Gak banyak yang kami
obrolin waktu kami menghabiskan waktu menunggu toko2 dimalioboro buka. Marisa sesekali
duduk di samping dan merangkul tangan ane.

Sesekali dia bangun dan memperhatikan pohon beringin yang jadi tempat kami berteduh.
Akupun cuman senang bisa melihatnya seceria itu, entah kenapa tidak terlihat sedikitpun
rasa sedih di wajahnya.

Skitar jam 10an kami berjalan kearah psr Beringharjo di jalan malioboro. Marisa sangat asik
memilih daster serta kemeja batik utk orang tuanya. Sesekali dia melihat ane dan
menanyakan bagus gak pilihannya. Saat sudah cukup dia membeli oleh2.

Marisa : kak, kyknya gk usah beli Bakpia deh.


Ane : yee uangya abis ya buat beli daster sama kemeja tadi? (tanya ane sedikit bercanda)
Ane : ini kakak bawa uang koq,
Marisa : bkn itu kak, soalnya ntr diJKT agak lama dirumah abang, takutnya bakpianya rusak
aja kalo kelamaan. (jelasnya)
Ane : trus adek mw kemana sekarang?
Marisa : balik kost aja yah, soalnya mw masukin oleh2 ke tas juga. Ntar kan juga mw dandan
dulu sebelum djemput travel (julurin lidah, sepertinya doi mw menggodaku)
Ane : cie dandan biar di taksir sama supir travel ya.
Kamipun sempat tertawa.

Setelah membayar taksi, kamipun sudah berada di depan gerbang kostannya. Diapun
menggandeng tanganku mengajak keatas kekamarnya. Dia mengepak semua oleh2nya tadi
kedalam tas koper miliknya.

Selesai mengepak dia berdiri melihat ane yang sedari tadi cuman duduk didepan pintu. Dia
berdiri bertolak pinggang dengan tangan kirinya, serta tangan kananya menghapus keringat
didahinya. Akupun tetap kagum dengannya.

Marisa : kak, mw mandi bareng gk? (senyum menggodanya lebar)


Ane : (stengah kaget dengan kata2nya barusan)
Ane : gk ah, ntr malah gak mandi kitanya. (senyum menatapnya)
Marisa : koq bisa gk mandi kak? (senyum nakal)
Ane : ya ntr malah ngelakuin yang laen2 lagi (sedikit malu dsini)
Marisa : yeee...kakak mesum ih, maksud aku tu mandi bareng, tapi aku mandi dsini, kaka
mandi di kostan kakak, gitu! (ucapnya masih meledek)
Ane : owh kirain...heheheh (garuk2 kepala)
Marisa : ya udah, aku mandi bentar ya kak. kakak dikamar aja.

Marisapun mengambil handuk dan peralatan mandinya, dan melangkah menuju keluar
disudut lorong kostan. Dan bersiap mandi dikamar mandi kostan itu. Kostan itu kamar
mandinya di luar, disudut tiap lorong kamar.

Sktr 30menitan marisa selesai mandi dan menyuruh ku keluar kamar soalnya dia mw ganti
baju. Aku pun mengikuti instruksi dari dia dan menunggu didepan pintu seperti security.
Takut ada yang ngintip gitulah.

::Halah paling koe dewe sing ngintip cok ::mulai keluar lagi suara2 aneh dikepalaku.

Sekitar 15menit, marisapun membuka pintu kamarnya. Dia memakai stelan kesukaannya rok
jeans selutut dan kaos warna putih dengan motif lumba/dolphin. Dan lagi2 aku cuman bisa
melongo melihatnya. Dia tetap cantik seperti biasanya.

Jam 1 kurang 10menit, terdengar suara klakson dari mobil travel. Artinya sbentar lagi doi
akan meninggalkanku. Marisapun bersiap dengan tas kecilnya,dan menarik tas koper berisi
oleh2 dan baju2nya selama di rumah.

Ku ambil alih tas kopernya. Dan membawa ke gerbang kostan. Disitu mobil travel sudah
membuka bagasi belakang utk barang bawaan Marisa. Ku naekan tas koper ke dalam bagasi.
Tapi Marisa belum kelihatan keluar dari gerbang kostan.

Ane : pak bentar ya, ta cek sek wonge mungkin ada yang kelupaan. (ngomong ke supir
travel)

Akupun masuk ke dlam kostan. Dan kuliat marisa duduk di ruang tamu yang gk terlalu jauh
dari gerbang kostan.

Ane : ayok dek dah dtunggu travel tu. (sambil coba megang tangannya)

Marisa cuman diam terduduk disitu. Saat aku narik2 tangannya, dia langsung melukku lagi.
Sekitar 2menit pelukan gk dilepasin, malah tambah erat. Ah, mewek lagi ini anak pikirku.
Pelan2 pelukannya mulai agak longgar, akupun memegang pipinya dengan kedua tangan ini.
Lagi2, bulir2 air mata menetes dari pipinya. Kuhapus dengan lembut. Kukecup keningnya.
Dia cuman terdiam membisu. Gak ada kata2 dari mulutnya.

Tint tint.. (sfx : suara klakson travel) menyadarkan kami.

Ane : ayuk dek itu dah di tungguin.

Marisa tetap diam, dan mengikuti tarikan tangan ku menuju mobil travel. Sebelum naek ke
travel, marisa sekali lagi memelukku.

Marisa : marisa sayang sama kakak


Ane : iya, kakak tau, kakak juga sayang sama marisa.

Karena gk enak dengan penumpang laen, marisa pun bergegas naek ketravel. Dan perlahan
mobil travel itu menghilang dari pandangan. Entah kenapa, mata ini kyk berair. Ah, mungkin
tadi gara2 asep travel aja..makanya mata ini jadi sepet. Ku hapus air mata gara2 asep
knalpot travel tadi. Yoi gan, ane kan orangnya kuat, gk cengeng segitunya sampe
nangis...heuheuheu

::Apanya gk cengeng, ini dsini dah hancur trus dah banjir ini:: kata suara aneh di kepala.

Mungkin benar katanya, didada ada rasa sedikit sakit, mungkin ada yang hancur didalam.
Trus mata ane juga ternyata berusaha mengeluarkan sisa2 banjir..makanya jadi seperti
orang nangis. Bukan, mata ini cuman jadi tunnel untuk mengeluarkan sisa2 banjir didalam
tadi. Hehehehe...

Btw anyway bussway, aku sekarang sisa sendirian dkostan orang, daripada ntr dikirain mw
maling sendal mending ane cepat2 kabur dah, gk enk tiba ntr kena gebuuk gara2 ditriakin
maling sandal.

Dalam udah hancur dan banjir, ditambah luka lebam diluar gara2 gebukan orang. Ahhhh..gak
kuat ngebayanginnya.

Dengan langkah gontai lagi, akupun meningglkan kostan itu. Aku sempat mampir disalah
satu angkringan di dekat perlintasan kereta daerah bangunan BRIMOB, aku pesen es jeruk
waktu itu...ah segernya..

Sejenak dinginya es yang mengalir ditenggorokan bisa menekan perasaan sedih.

Itu baru beberapa menit aku ditinggalkan, masih jauh untuk bertemu dengannya, cewek yang
selalu tersenyum manis di depanku.

::Bah melow lagi koe Cok.. ::suara ini lagi..suara aneh di otak mulai lagi

-------Aku tak lah mengharap lebih..


Hanya beberapa harapan konyol
Semakin konyol ketika aku mulai mengingatnya
Beberapa waktu lalu
Aku masih
masih tertatih menyusurinya
Langkah gontai tak berarah
Tujuanpun tak nyata
Aku seorang asing
Tiada rumah untuk kutuju
Tiada harapan untuk kuwujudkan

Perlahan aku menyadari


Semua kebodohan itu
Mulai hilang
Sedikit ragu tapi aku yakin
Perlahan pula
Kabut yang
yang menaungiku terkikis
Lembut sinar itu merasukiku
Aku mulai menikmati candunya
Candu sinar merekah
Menghanyutkan angan lamunku
---------

27. Yogya oh yogya..


Yogya, Juli 2015,
2015, Minggu, sekitar pukul 2 dini hari.
Sesekali jalanan depan angkringan ini dilewati oleh pasangan kekasih yang sepertinya
kepagian dari asiknya pacaran. Tak jarang juga aku mendengar ejekan dari beberapa
pemuda yang sedikit berlagak teler di samping angkringan tempatku sekarang. Mereka
seakan iri dengan beberapa pasangan yang melintas. Dasar...iri tanda tak mampu, kata
orang2.

Coffemix di gelas kecil yang kupesan tadi juga sudah mulai dingin. Sesekali aku memakan
kacang rebus di plastik kecil seharga 500an itu. Tidak lupa asap putih dari Djarum super
batangan dari bapak angkringan melintasiku. Sepertinya sebatang rokok bisa
menghangatkan pagi ini pikirku.

Ane : Pak kyknya rokok djarum enak ini pak, minta satu pak.
Pak Angkringan : ini ada Samsu ni kalo mau.
Ane : gak ah pak, djarum aja sebatang.
Pak Angkringan : ya udah itu di ambil aja.

Akupun menyalakan sebatang Djarum Super ditanganku, terasa berat asapnya merasuki
tenggorokan menyesakkan dada.

Pak angkringan : dah berapa lama gak pulang kampung mas?


Ane : dah 2 lebaran ini pak gak pulang
Pak Angkringan : apa orang rumah gak kangen?
Ane : ya kangen sih pak, tapi ya jauhnya itu. Mana kemarin juga gk dapat liburan banyak dari
kantor.
Pak Angkringa : owh, dah biasa ya lebaran di yogya?
Ane : lumayanlah pak, dulu pas awal2 diyogya juga lebaran di sini.
Pak Angkringan : mbok pulang mas, sekali2 nengok keluarga dirumah.

Ane : hehehe, iya pak, nunggu ada liburan agak lama, rencana akhir tahun ini mau balik
kampung.

Sudah jadi kebiasaanku, ketika kelaperan melanda di jam seperti ini, maka angkringan inilah
yang jadi pengobatnya. Bukan cuma coffeemix yang aku suka, tapi keramahan penjualnya
juga membuatku betah untuk berlama-lama disini sekedar mengobrol dengan beliau.

Entahlah, aku seakan mudah akrab dengan setiap penjual makanan di sekitar tempatku
tinggal. Sudah ngikut kebiasaan orang yogya kayaknya. Setiap membeli makanan, aku
sempatkan beberapa lama untuk ngobrol dengan penjualnya.

Tak jarang juga obrolanku di jawab dengan ramah oleh mereka. Walaupun bahasa jawaku
masih rada kacau balau dalam pengucapan, tapi untuk mengartikan kata2nya aku lumayan
lancar. Yah, tipe2 pendengar sepertiku ini lebih cepat memahami dan mengerti, tapi sedikit
susah dalam pengucapannya.

Pernah beberapa tahun yang lalu, saat aku merayakan Lebaran di yogya, pada malam
takbiran angkringan ini masih buka. Lumayan bersukur waktu itu, karena masih bisa dapat
nasi kucing disaat malam takbiran.

Tidak seperti saat lebaran pertamaku diyogya dulu begitu susah aku mencari warung yang
masih menjajakan jualanya disaat malam takbiran.

28. Lebaran pertama di yogya


yogya
Yogya, September 2003
Banyak siang dan malam ku lalui, entah kenapa sejak mengenalnya, mengenal si pemilik
senyum manis itu. Setiap detik di hidup ku berubah indah. Tak berhingga rasa yang dia
tanamkan dihati yang labil ini.

Yah, begitulah keadaan ku waktu itu, sejak Marisa meninggalkan ku untuk liburan bersama
orangtuanya di Medan. Ane cuman bisa galau setiap saat.

Eh, biasa aja yak bacanya kalo pas bagian kasmaran, rada2 ngalay lah...mohon pahami
keadaan remaja labil ini...

Tiga hari sebelum lebaran, dimulailah derita anak kost yang tinggal diyogya. Selain kota
yogya yang mendadak sepi, kota ini pun mulai tidak ada warung makanan yang buka. Yoi
gan, sengsaranya itu waktu mw buka puasa. Dalam radius 1-2kilometer beruntung kalo
masih ada tukang mie ayam. Paling gk bakso lah biar kerasa diperut, tapi kalo lagi
apes..sengsara sesengsaranya.

Malam itu aku udah jalan dari arah pengok menuju kearah stasiun lempuyangan. Biasanya
juga didekat stasiun rame orang jualan nasi, ini ngilang gitu aja. Keingetan waktu sama Yani
dibawah jembatan layang lempunyangan pas makan sate. Ah jadilah makan sate malam ini
pikirku. Tapi lagi2 kenyataan menunjukan tajinya, kenyataan benar2 kejam. Gk ada satupun
penjual sate nangkring disitu. Kyknya pada di gondol kereta lewat para penjual satenya...ah
mbohlah...

Otak yang rada2 lemot ini mulai mengingat2. Oiya, waktu itu kalo gak salah di tempat
sarapan sama Marisa ada warung cepat saji disudut Malioboro Mall. Nah jadilah kesana ane
nyikil.

Dan benar saja, disitu ada MekDi, makan mekdi malam ini pikirku(lagi). Tapi, sayang beribu
sayang. di kantong jeans saat itu cuman ada duit 12rebu. Di dompet kyknya masih ada
3lembar ratusan, dompet mana dompet.

Tadi kan kluar kgk bawa dompet, dompet itu tadi ada di samping radio rakitan mas Y.
Sial..dah jauh2 nyikil ke Malioboro mall, dompet ketinggalan. Eh, sebenarnya bukan
ketinggalan tapi sengaja gk bawa karena mikir tadi cuman nyari makan disekitaran kostan.

Mau gk mau ya pulang lagi buat ngambil dompet. Ane dah lewatin lagi tu stasiun
lempuyangan jalan menuju kostan. Tapi ternyata Tuhan masih ada dan memperhatikan
hambanya yang tersiksa ini, heuheuheu.

Di sekitaran jalan gondosuli ada suara "Ting ting ting" mangkok di pukul oleh
penjualnya. Baksooooo.
Baksooooo Benar saja, disebelah selatan lampu merah itu ada bapak2 tua
sedang bersusah payah mendorong gerobak baksonya.

Nah kan, ane disuruh membantu bapak ini dengan duit 12rebu di kantong. Ane membantu doi
melarisi jualan baksonya, doi juga ngebantu ane masalah perut keroncongan. Sama2
menguntungkan. Simbiosis mutualisme kyknya ya bahasa kerennya.

::bahasamu cok, padahal emang kelaperan koe:: suara ini lagi..


Ngajak ribut koe gumamku?
::eh betingkah koe, makan dulu sana biar gak spaning::
Gitu lah sifat burukku, kalo kelaperan jadi spaningan orangnya..ini bawaan dari orok kata
emak dikampung, jadi gak bisa berubah kyknya sampe sekarang. hehehhee

Karena udah sangat2 kelaperan, ku pesan 2 bungkus bakso sama bapak2 yang jualan.
Kenapa dibungkus? simple, kalo aku makan disitu dan makan 2 porsi, aku kelihatan rakus.
Mau ditaro dimana muka ini?? Kan kalo dibungkus, bisa makan sesukaku dkmar, mau makan
2 bungkus sekaligus juga gak ada yang liat, mau makan sambil jungkir balik juga gk ada yg

protes..heuheuheu

Itu adalah salah satu kemalangan anak kost kyk ane yang lebaran di yogya, Malam kedua
sebelum lebaran gak usah di ceritain yak, sama2 mengenaskan juga kyk malam sebelumnya.
wkwkwkkw

Skip ke malam takbir aja langsung..

Malam takbir ini adalah malam takbiran pertama selama 15tahun hidup ku jauh dari keluarga.
Salah sendiri sok2an kuat gk mau pulang untuk berlebaran di kampung halaman. Aku kan
gak mau hitam lagi karena matahari yang 7biji itu membakar kulit ini. Hehehehe.

Sebenarnya gk terlalu sedih sih, karena saat abis magrib bisa liat anak2 smp sma pawai
takbiran keliling. Dan menurut ku seru aja sih liat mereka teriak kemenangan selama sebulan
puasa.

Dan malam itu juga aku udah gk spaning, tadi pas buka puasa terakhir dikasih opor ayam
sama mbak P, ibu kostan ane. Jadilah diri ini bisa agak kalem.

Karena udah lumayan malam, akupun masuk kkostan lagi, rencana mau baring2 biar cepat
tidur jadi gk kerasa kalo lagi malam takbir. Oiya, dkostan sekarang bersisa aku sendiri, si Arif
sudah balik ke PLG 3hari lalu. Mas F dan mas Y udah pulang ke kebumen dr kemaren, secara
mereka deket cuman kebumen situ.

Aku sudah mulai terbawa kealam mimpi, tapi tiba2 terasa kyk ada Suara indah yang
menyayat hati. Yap, suara takbiran tengah malam di masjid dekat kost terdengar sangat pilu.
Sedikit kaget mendengar takbir itu dan tiba2 semua fikiran ini seperti terbang melayang ke
kampung halaman nun jauh disana, terlihat keceriaan emak bapak disetiap momen hari raya.
Dan roman2nya ini mata sudah mulai mau banjir..

Skip aja lah ya..malu ceritain gimana ane mewek malam itu saat lebaran pertama diyogya.
Sekip agak jauh, ke 2 minggu kedepan. Hehehehhe.

Yogya mulai rame dengan aktivitas mahasiswanya, secara kota ini terkenal dengan sebutan
kota pelajarnya waktu itu. Satu persatu mahasiswa mulai berdatangan lagi setelah 2minggu
lebaran di rumah masing2.

Arif siang tadi sudah sampai di kostan, membawa oleh2 khas dr PLG, apalagi kalo bukan

pempek. dan sialnya lagi aku gk makan ikan laut, gk kuat gatal2nya jika makan makanan yg
berbau seafood.

Kerupuk kemplang juga banyak banget dikasih Arif, lagi2 aku tolak karena bahan dasarnya
juga dari ikan. Sama aja gk dapat oleh2 ujungnya...heuheuheu.. maunya sih minta mentahnya
saja, tapi dahlah gak usah terlalu dilebih2kan, yang penting ada sahabat aja udah senang
koq.

...

Pernah suatu hari Arif ngajak makan di restoran seafood, dan saat itu aku cuman pengen
nyoba udangnya, kyknya enak merah2 gimana gitu udangnya trus disiram sama saos tiram.
Beuh menggugah selera pokok e. Yang jadi masalah gak lain dan gk bukan harganya ituloh

nauzubileh dikantong..hehehhe

1jam 2jam setelah udang merangkak di tenggorokan masih gk ada gejala apa2, tapi mulai
masuk jam ke-3 badan mulai kerasa aneh. Seperti ada serangga merayap diseluruh badan,
gatel2 gak jelas.

Pas selesai mandi, terlihat di cermin kamar, badan ini bentol2 merah. Sejak saat itu anti
makan makanan yang ada garis keluarga dan tetanggaan dengan yang namanya seafood.

29. Khayalan yang Memalukan


Gak berasa, besok dah hari senin, hari pertama masuk kuliah lagi sejak libur lebaran. Artinya
sore ini, Marisa sudah balik kkostannya dong. Uhhui, setelah 2minggu aku bisa liat lagi
senyum manisnya. Hati ini sudah sangat rindu ingin melihat mata cantiknya.

Setelah selesai mandi, jam dinding kostan menujukan pukul 5 sore..asssek ngapel Marisa ah,
walupun sekarang bukan malam minggu pikirku, ngapel kan gak mesti malam minggu kan ya
ya...hehehhe...

Oiya, 2minggu ini sudah mulai jarang kedengeran lagi suara2 aneh dikepala, berangsur
sehat diri ini dari kegilaan akibat suara aneh itu.

Gak butuh lama, aku sudah tiba digerbang kostan itu. Iya gerbang yang sejak 3 bulan lalu
sering ku datangin. Gerbang kostanya Marisa. Aku cuman berdiri di depan gerbang itu.

Khayalan ini terbang jauh memikirkan gimana reaksi marisa melihat ku setelah 2minggu
berpisah. Senyum2 sendiri bibir ini olehnya.

Kurapikan baju kaos ku sore itu. memberanikan diri mengetuk gerbang kostan itu, setelah
beberapa ketukan. Terlihat cowok yang aku gk kenal membukakan gerbang. Hei, sejak
kapan kostan ini berubah jadi kostan cowok pikirku.

Cwok asing : nyari sapa ya? (nengok dari dalam gerbang)


Ane : Marisa nya ada mas?
Cwok asing : owh, bentar ya, ta panggilin dulu. Masuk dulu mas, tunggu diruang tamu aja.
Ane : (nyengir dengan muka polos mesum) aku nunggu disni aja mas.
Cwok asing : ya udah tunggu bentar ya (doi pun masuk kedalam kostan lagi)

2menit berlalu, terbukalah pintu gerbang. Dan, senyum manis itu muncul lagi di depanku.
Mata cantiknya berkaca2 dibalik kacamatanya melihatku yang berdiri di luar gerbang. (koq
rada2 rancu ya bahasanya...sudahlah)

Marisa : eh Eri, masuk yuk.

Eits...tunggu dulu, prasaan gk begini deh panggilannya, bukannya panggilannya lebih


mesra?? Ada yang salah ini, gak seperti ini yang aku harapkan.

Marisa : eh malah bengong, ayok masuk dulu. (tangan lembutnya menarikku dan mengajak
duduk di ruang tamu)

Seribu satu pertanyaan dikepala ini, sambil pelan2 processor dikepala mengolah data dan
menghasilkan informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Jadilah aku cuman bisa
duduk bengong dikursi ruang tamu dengan muka polos mesum kebanggaan.

Marisa : eri mw minum apa? (sambil berdiri bersiap membuat minuman yang akan ane
sebutin)
Ane : hehehe (garuk2 kepala) gk usah deh, aku kesini cuman pengen liat kamu aja (ucapku
dengan muka sedikit kecewa, ternyata gk seperti yang ku bayangkan)
Marisa : owh.. (dia sibuk memainkan hape nokia 3310 miliknya)

Sejak kapan marisa punya hape?? Oiya, nokia 3310 kyknya pas musim2nya saat itu.
pokoknya hape sejuta umat. Tu hape paling keren waktu itu, suara monoponiknya enak
didengar. "Tililut tililut tilili tut" seperti itulah ringtone monoponik andalannya.

Sejak tadi marisa sibuk smsan entah sama siapa, dicuekin banget diri ini sore itu.

Cwok asing : siapa yank??


Marisa : ini teman kampus kebetulan sekelas, namanya Eri.

(dia berbalik kecowok asing tadi, dengan senyum manis yang biasa dia suguhkan, tapi
sekarang disuguhkan kecowok itu)

Aku cuman bisa terdiam melihat keadaan itu, gk ada suara yang mampu melewati
kerongkongan ini. Dan rasa itu mulai menjalari hati ini, rasa yang sangat menyiksa. Cowok
itu, iya cowok asing itu memanggil Marisa dengan kata "Sayang". Marisa juga menyuguhkan
senyum manisnya kepada cowok asing itu.

Aku gak mau sakit itu berlanjut. Semakin kuliat mereka asik bercanda semakin kenceng
getaran lutut ini menahan emosi. Aku gak kuat, melangkahlah diri ini dengan gontai menuju
gerbang. Saking esmosinya, ku liat itu pegangan gerbang bisa jadi pelampiasan.

Kutarik itu pegangan gerbang sekuat yang kubisa, tapi gerbang tetap diem gk mw terbuka.
Sudah 15menitan aku berkutat dengan segala tenaga yang tersisa utk membuka gerbang
itu.

Akhirnya aku mengaku kalah, gk ada lagi tenaga yang tersisa. Aku gk mampu membuka
gerbang kostan itu. Mata ini udah gk kuat menahan banjir dari dalam, jadilah aku nangis
disitu. Posisi duduk bersender digerbang, aku melihat keatas dengan mata yang sudah
basah.

Ternyata sebegini sakitnya patah hati.

Emak...anakmu patah hati mak..anak mu telah kalah dengan cowok asing itu mak.. teriak
ku dalam hati.

Tiba2 suara itu mengalun lembut di telingaku

"woy...woy...ngapain lo" suara yang lumayan kukenal.

Kutengok kekiri dimana suara itu berasal. Di balik gerbang nongol Yessi, dia tersenyum jijik
melihat tingkah aneh ku brusan. Tapi tunggu dulu...Prasaan aku tadi didalam kostan deh, tadi
udah berusaha buka tu gerbang. Ini koq tiba2 aku duduk diluar ya?? Dan gerbangnya juga
terbuka dengan sangat gampang oleh yessi.

Masa aku jadi letoy sih, masa kalah dengan tenaga yessi yang bisa dengan mudah membuka
gerbang tersebut.

Yessi : ngapain lo nangis2 di luar? (masih dengan raut muka aneh melihat ku)
Ane : sorry kak, tadi aku liat marisa mesra2an sama cowoknya didalam. (jawabku tertunduk
sedih)
Yessi : mana marisa? kangen we ma dia?
Ane : tu di kursi ruang tamu sama cowoknya? (kutunjuk kearah ruang tamu)
Yessi : mana? Kapan Marisa nyampe? koq gak ada we liat dari tadi?
Ane : loh, 5menit tadi dia di kursi itu koq sama cowoknya. (masih blm bangun dari posisi
terduduk)
Yessi : loh bukannya lo dr tadi cuman duduk disitu? Lo ketuk2 ni gerbang pas we buka lo kyk
ngelamun trus lo duduk nangis2 disitu. (dia menjelaskan)
Ane : (masih kurang ngeh) yang bener kak?
Yessi : iyalah, we buka gerbang dr tadi lo we ajak masuk gk ada jawaban lonya. Dah mw we
tutup lagi ni gerbang, tau2nya lo nangis gitu. Makanya we triak2 tadi, baru lo sadar.
Ane : hehehhe (garuk2 kepala sambil cengesan polos mesum)
Yessi : bukannya lo cowoknya Marisa, koq lo bilang kalo marisa tadi sama cowoknya? (dia
sedkit penasaran)
Ane : hehehhe (garuk kepala lagi), sorry tadi aku kebawa perasaan. kangen banget aku sama
marisa. (senyum malu2 monyet, eh malu2 kucing)
Yessi : owh, pantesan kyk orang gila. Cinta bisa membuat gila emang. (enteng banget kyknya
ngomong, wah pasti dah pro ini cewek masalah kyk gini2, pikirku)

Aku cuman bisa tertegun mendengar kata2 terakhirnya. Cinta bisa membuat gila. Dan aku
rela, gapapa gila jika memang itu karena cinta ku ke Marisa..hassekkk.

Yessi : lo mw masuk apa pulang? Marisa belum balik. (tegasnya)


Ane : ya udah deh Kak, aku pulang aja deh, gk tau juga mau nemuin sapa ntr didalem
(senyum polos mesum lagi)
Yessi : ya udah gpp temenin we aja didalem.
Ane : gk deh Kak, aku pulang aja, panas badanku (alesan biar gk dikira gila, malu aku)
Yessi : owh ya udah sono pulang lo, awas ketemu orang gila (cengin-nya dalem asyeem oq)

Akupun pulang kkostan lagi, gagal ketemu sama Marisa, ternyata dia belum balik dari
rumahnya. Ngerasa gerah gara esmosian tadi pas nangis2. Tadi cuma hayalan gila dikepala
yang rada2, aku cuma ngehayal dengan segala macam ekspresi Marisa ketika bertemu
denganku lagi. Dan ternyata, aku terjebak dengan khayalanku sendiri.

Dah ah, malu... Ternyata aku bisa segila itu beberapa tahun lalu..

30. Dia Kembali


Besok paginya, aku sudah siap2 didepan kamar, dan siap berangkat kekampus. Ingin
rasanya diri ini cepet2 ketemu sama Marisa. Gak berapa lama, Arif pun keluar dari kamarnya
dan kamipun bergegas menuju kampus. Kebetulan hari senin itu mata kuliah pertama dimulai
jam 8.

Ane : tumben gk jemput Lina cok.


Arif : iya katanya dia mau bareng sama Ima kekampus.
Ane : cie cie, ada yang diceukin ni ye (cengin arif)
Arif : asyu koe.
Kamipun ketawa lepas.

2menit kami jalan, sampe di simpang jalan, arif ke arah kanan dan ane kearah kiri, maklum
kampus kami beda gan. Dan setibanya dkampus, kliatan belum terlalu rame, Jam ditangan
menunjukan pukul 8 kurang 10menit.

jalan2
2 ke
(wogh,,,dpat jam tangan darimana gan?? jadi gini, seminggu kemarin ane sempat jalan
Gardena, Toko lumayan gede deket Galeria Mall, jalan urip sumoharjo. pas ane lagi beli2
perlengkapan mandi sama parfum, ane dpt kupon jam tangan gitu deh, trus katanya disuruh
bayar 40rebu trus dpt jam tangan deh..hehehhe)

Setelah aku masuk kelas, mahasiswa laennya baru berdatangan. Aku pun mengambil posisi
pewe, kepala dimeja trus ransel menutupi diatasnya. Entah posisi itu menurutku pualing
wuenak.

Suara2 dikelas mulai rame, mereka pada bergosip ria menanyakan kabar gimana selama
mereka liburan. Aku pun seakan gk peduli dengan mereka semua. Aku ngerasa ada yang
kurang sebelum ada Marisa.

"gak berubah2 posisimu Ri" suara itu terdengar lembut ditelinga.

Aku melihat kearah datangnya suara itu.

Ane : hehehe (garuk2 kepala) apa kabar Ni


Yani : baik2 aja koq, kamu sendiri?
Ane : ya gini deh, masih seperti dulu.
Yani : tumben sendiri, pasanganmu mana?
Ane : eh? (pura gak ngeh sama kata2nya)
Yani : iya, Marisa mana?
Ane : gak tau Ni, semalam aku kekostannya blm balik doi.
Yani : owh, paling hari ini dia baliknya, ditunggu aja. Ya udah aku balik ke sana dulu ya.
Ane : seep (mengangkat dua jari ke arah alis ane)

Dan jam tangan ane menunjukan pukul 8:20. Dosen pertama hari itu pun masuk. Hadeh, blm
ada tanda2nya Marisa, apa mungkin dia blm balik ya dari Medan, apa mungkin dia gk dpt
tiket travel pas kyogyanya??

Ah, sudahlah, fokus ke materi ajalah. Akupun ngeluarin buku catetan yang dari bonus belanja
di Gramedia. sudah 20menit berlalu akupun larut dengan catetan materi dipapan whiteboard.

Tiba2 suara dari pintu terdengar

"tok tok" ketukan pintu 2x.


"maaf pak, saya telat, baru aja travel saya sampai" gadis cantik itu beralasan.
Dosen : kamu ini hari pertama aja sudah telat, cepat duduk sebelum saya melanjutkan
materi.

Dan gadis cantik itu tersenyum khas ke arahku, senyuman manis yang sudah sangat
kurindukan. Iya, siapa lagi kalo bukan Marisa. Gadis cantik berkacamata dengan senyuman
manisnya.

Diapun seperti biasa, duduk disebelah kanan kursiku. Lagi2 bibir ini gk bs berkata apa2,
semua kata rindu itu seakan terkunci rapat di kerongkongan.

Marisa : apaan si kak, dari tadi ngeliatin mulu. Ada yang aneh ya? (seperti biasa dia
memperhatikan stelannya sendiri, seakan2 ada yang salah pada apa yang dikenakannya hari
itu)
Ane : gk, kamu cantik seperti biasanya. (cie cie, langsung aja tu mulut nyerocos)
Marisa : ih kakak gombal ih,
Marisa : udah ah,lanjutin nyatetnya ya, ntr aku pinjem catetan kak. (suaranya memanja)
Ane : iya, ni juga dah dicatet koq dari awal2 tadi.
Marisa : ya udah ntr kakak cerita ya. Ntr pas pulang tapi.
Ane : crita paan dek? (gk ngeh arah omongannya)
Marisa : ada deh, ntr aja abis pulang kuliah.

Penasaran diri ini, tapi karena materi dipapan whiteboard dah mulai penuh, akupun
melanjutkan catetan. Setelah hampir 2jam, dosenpun mengakhiri mata kuliahnya.

Ane : dek koq tumben make jaket?


Marisa : tadi aku bangunnya jam 8 kurang 10 kak, jadinya cepat2, jadi biar ada alesan baru
nyampe travel aja makanya make jaket (jelasnya)
Ane : hahahha nakal juga ya, dah brani bohong sama dosen sekarang (goda ku)
Marisa : apaan si kak, mending alesan gitu tp di ijinin masuk daripada gk alesan trus disuruh
keluar.
Ane : emang semalam nyampe kost jam brp?
Marisa : jam stengah 10 kak, semalam travelnya sempat mogok di magelang, makanya agk
lama, harusnya nyampe jam 8-9an. (dia mengeluarkan nokia 3310 miliknya)

Hape??? hape yang sama dalam khayalan gila ku semalam, apakah ini tanda2 kejadian dalam
khayalan semalam bakalan jadi kenyataan???

Marisa : kak, semalam kkostan ya?


Ane : iya, tpi kamu blm pulang, cuman ktemu sama Yessi semalam..hehehe
Marisa : trus kakak kenapa nangis2 semalam digerbang kost??
Ane : mana ada nangis, cuman duduk nungguin yessi buka gerbang koq (jurus ngelak level
10)
Marisa : ah yang bener?? (nyubit pelan kedua pipiku, ahh...sentuhan yang sudah aku
rindukan.)
Marisa : pokoknya ntr kakak harus cerita ya. kenapa kakak kyk gitu semalam.
Ane : kyk apa?
Marisa : pokoknya ntr kakak harus cerita, week (menjulurkan lidahnya)

Hmmmm, satu lagi kebiasaan barunya, sekarang cwek cantik berkacamata ini suka
menjulurkan lidahnya kearah ku. Dan bertambah juga 1 kebiasaannya yang aku sukai. Gk
berapa lama dosen kedua masuk keruangan kelas kami. Dan seperti sebelumnya, dosenpun
mulai mencoret whiteboard dengan boardmarker hitam.

Akupun kembali mencatet semua materi, sesekali kulirik cwek cantik berkacamata
disamping. Dia ternyata juga asik mencatat apa yang ada di whiteboard. Sering mata kami
berpapasan saat saling melirik, dan dia melakukannya lagi. Sudah beberapa kali dia
menjulurkan lidahnya kearahku. Tapi herannya aku menyukai hal itu.

Pulang kuliah, saatnya melepas kangen rindu ke Marisa (maunya sih...hehehhe) Marisa juga
sejak tadi mengajak ku langsung kkostannya. Dia ngebet banget denger cerita smlm gimana
koq aku tiba2 nangis pilu didepan gerbang kostnya. dia sangat antusian dengan apa yang
akan aku jelasin.

Saat tiba di kostanya, dia langsung menarik tangan ku keatas kekamarnya. Katanya bawa
banyak oleh2 buat ku. Sesampainya dikamar, diapun menyuruhku agar menutup mata
sebelum menerima oleh2 darinya.

Ya gitu deh, aku cuman bisa nurut kalo dengan Marisa. Hati ini enggan untuk menolak dan
berkata tidak. Aku disuruh membelakangi doi sambil menutup mata.

Marisa : kak, hadap sana ih, tutup matanya, awas ngintip.

Lagi2 dia melakukannya, menjulurkan lidahnya, ampun..angkat bendera putih, aku gak kuat
dengan semua ini, dia terlalu indah buatku..ihirrr...Saat menutup mata dan berbalik, Seketika
itu Marisa langsung memeluk ku dari belakang.

"Aku kangen banget sama kakak" pelukannya semakin erat.

Bahaya kalo diteruskan..bisa2 jadi salah ini pikirku. Aku pun berusaha melepaskan
pelukannya pelan bahkan sangat pelan sekali. Melihat logat ku yang seakan gk suka dengan
pelukannya. Doi semakin erat memelukku.

"Iya, kakak juga kangen"


"tapi itu pintunya terbuka, malu ada yang liat ntr" candaku.

Diapun melepaskan pelukan dan menunduk malu. Saat aku berbalik, doi menjulurkan
tangannya memberikanku sebuah kalung dan diujung kalung itu tergantung manik2 Dolphin.

Marisa : ini buat kakak, yang ini dolphin cewek (dia nunjuk ke arah figur dolphin di kalung
yang dia berikan)
Marisa : trus yang ini dolphin cowok ( dia nunjuk ke arah figur dolphin di kalung yang sudah
dia gunakan)

Akupun cuman bisa tersenyum, melihat tingkahnya yang menjadi manja, dan lagi2 aku suka
dengan gaya manjanya itu.

Marisa : kakak hadap sana lagi ya, aku pasangin kalungnya. (diapun memasang kalung
dileherku)
Marisa : coba kak hadap sini (dan aku seperti boneka pajangan di tarik kesana sini, gk
berkomentar sama sekali)
Marisa : ih bagus!! kakak jagain dolphin cweknya ya, aku jagain dolphin cwoknya.

Keceriaan yang sangat kurindukan

Ane : tau darimana coba? bisa jadikan yg kamu pake itu dolphin cwek. (keusilan ini tiba2
muncul)
Marisa : ih kakak gk seru.

Agak ngambek2 manja gimana gitu, doi membalikkan badan membelakangiku, seolah2
menegaskan kalo dia ngambek beneran.

::Peluk peluk, pasti ilang tu ngambeknya:: suara mesum dari kepala ku beraksi lagi.

Akupun memeluk gadis berkacamata itu dari belakang, doi diem tanpa ada tolakan, gk
beberapa lama doi berbalik badan menghadap kearahku, Muka kami sangat dekat, aku dapat
merasakan hembusan nafasnya yang mulai sedikit tidak beraturan. Mulailah desiran lumayan
kuat menjalari tubuh dan otakku.

Dia seakan mengerti dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, matanyapun mulai memejam.
Melihat hal seperti itu, bibirku seakan berjalan sendiri kearah bibir manisnya. Dan...

31. HBD Ima


Dia seakan mengerti dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, matanyapun mulai memejam.
Melihat hal seperti itu, bibirku seakan berjalan sendiri kearah bibir manisnya. Dan...

"Tililut tililut tilili tut" suara khas ringtone monoponik dari hape itu sangat sangat SANGAT
tidak tepat waktu. Hadeh, ada aja cobaan, kyknya gk bisa ngeliat orang senang dikit.

Marisapun sedikit terkaget dan tersadar dari keadaan itu. Dengan segera dia menangkat
panggilan di hape barunya.

Marisa : halo Ma?


....
Marisa : ini lagi sama teman Ma,
....

Mereka mulai ngobrol, kelihatan keakraban antara seorang ibu dan anaknya. Marisa tiada
hentinya tersenyum manis sejak dia mengangkat telepon. Sudah 20menit berlalu, dan belum
ada tanda2 mereka akan mengakhiri telepon itu.

Berhubung aku sudah mulai agak gerah dengan stelan kuliah, kemeja lengan panjang dan
dasi ini. Aku pun memutuskan utk pulang dulu. Dan gak mau mengganggu keceriaan mereka
berdua.

"Kakak pulang dulu ya" mulut ku sedikit berbisik ditelinga kirinya.

Cwek cantik berkacamata itu cuman mengangguk pelan, dia masih asik dengan obrolan
ditelepon. Aku pun mulai meninggalkan kostan Marisa menuju kostan.

...

"Cok, bangun woy, temenin ke kostanya Lina yok" ajak suara itu, sapa lagi kalo bukan Arif.

Aku ngucek2 mata ngeliat jam weker disebelah tempat tidur. Sudah menunjukkan pukul 7:15
malam. Hmm..mayan lama juga aku tidur sejak pulang dr kostan Marisa tadi.

Arif : buruan cok, malah bengong.


Ane : (masih stengah sadar) bentar ta adus sek, gerah dr tadi sore blm mandi aku.

Akupun bergegas menuju kamar mandi, sekitar 10menitan kemudian sudah selesai mandi.
Biasalah, kl gk niat ketemu Marisa, mandi seadanya gk usah bersih2..yang penting basah
trus kena sabun aja...wkwkwkwk.. Baju juga make baju seadanya, kaos hitam dengan
dagelan2 khas dagadu di bagian dada dan belakangnya.

Sekitar 20menitan, Arif sudah mulai memencet bel kostan itu. Wwkwkkww, aku tiba2 teringat
pertama kami bertamu kesitu. Arif salah mencet bel, bknnya Lina yang nongol malah Ima
yang keluar. Eh, Ima...gimana ya kabarnya doi skrg??

Gk lama, Lina pun membuka gerbang dan mempersilahkan kami masuk keruang tamu
kostanya. Saat kami mulai duduk diruang tamu, seperti saat pertama kali dulu. Ima terlihat
membawa nampan berisi 4 gelas sirup jeruk.

Sontaklah aku kegirangan, sirup dingin mayan menghapus haus perjalanan dr kostan kesni
tadi pikirku. Belum juga itu gelas sampe di meja, buru2 aku samber gelas ditangan Ima..dan
ketika itu terjadi moment yang sedikit akward. Aku gk sengaja nyentuh tangan Ima, dan yg
punya tangan cuman tertegun diam disitu.

Arif : maen srobot aja lo cok (cenginnya)


Ane : aus bro, koe sih jalanya kyk orang lari pas kesini tadi. (membela diri dung, biar gk malu)
Lina+arif cuman senyum2. Dan ku liat si Ima msh juga diam terpatung disitu.

Lina : Ma, hey ima...koq bengong (sambil memegang tangan kirinya ima)
Ima : (sedikit kaget tersadar dari lamunannya) eh gak koq, ini tadi tiba2 kepikiran sesuatu.
(hahay, ngelaknya kyk bajaj, belum terlalu lihai doi)
Ane : hayo tadi ngelamun apa hayo?

Ima pun cuman bisa duduk di samping ku smbil memerah mukanya. Lina sama Arif sempat
terlihat sedikit berbisik.

Arif : eh cok, koe temanin ima dulu ya, aku mw kluar bentar ma lina.
Ane : ah sial lo cok, tau gini tadi gk mw ikut aku. (cengesan polos mesum andelan keluar)
Arif : alah bentaran doang. Cuman ke toko depan.
Ane : yo wes kono, orang kasmaran susah di larang2 (aku cengin arif)

Arif dan linapun beranjak dari ruang tamu, meninggalkan diri ini bersama Ima disitu. 5menit
berlalu, belum ada suara apa2 di ruang tamu itu. Aku cuman sibuk ngabisin sirup jeruk
digelas yang tersisa setengah. Dan 2 teguk kemudian, gelas itu pun mulai kosong, lagi2
gelasnya bocor. Gak ada gelas yang gk bocor kah di kostan ini gumam ku dalam hati. Aku gk
rakus lho, gelasnya aja yang bocor..wkwkkww

Ane : ima, sirupnya masih? (aku senyum mesum mengangkat gelas ke Ima)
Ima : (dia kaget tersadar dari nunduknya) Eh, abis ya? Ini minum punya ku aja. (diapun
menyodorkan gelasnya yg masih penuh)
Ane : iya gelasnya bocor ini (ku puter2 gelas nyari bocornya dimana, itu gelas dari kaca sih,
makanya heran koq bisa bocor...haus apa demen..wkwkwk)

Ima sedikit tersenyum waktu aku selesai ngomong gitu.

Ima : kalo suka ntr aku buatin lagi (dia lagi2 nunduk malu)
Ane : eh gk koq, hehehe (garuk2 kepala sambil senyum polos mesum)

Dan lagi lagi, cuman ada keheningan disitu. 10menit berlalu, aku juga belum bisa ngomong
apa2, entah tiba2 aku gk bisa becanda dengan cwek berjilbab disamping ku ini. Ada rasa
canggung yang sangat besar di perasaanku. Dia juga menunduk dari tadi.

Aku merasa seperti diposisi sedang marahan, dan cwek berjilbab itu seakan siap menerima
setiap kemarahan yang akan aku ucapkan. Tapi tunggu dulu, kita kan gk lagi marahan, cwek
berjilbab ini pun tidak ada salah sama diri ini. Jadilah nanya kedia alasanya dr tadi cuma
menunduk di kursinya.

Ane : Ima koq nunduk terus? Ada penampakan lagi ya? (clingak clinguk ngeliat ke arah
lorong kostan, aku tiba2 ingat pertama maen kkostan itu, dimana dengan mudahnya
menggoda ima. menggodanya dengan omongan yang sedikit menakutinya)
Ima : gk koq, bingung mw ngomong apa (doi masih nunduk seperti tadi2)
Ane : ngomong apa kek, masa cuman diem aja, kyk gk ada aja aku dsini, aku kyk gk
dianggap.
Ima : (kaget dengan kata2 ku barusan, kelihatan di raut mukanya yang sedikit panik)
Ima : eh, gk koq bukan gitu. Aku seakan gk bisa ngomong kalo lagi deket Eri (jelasnya secara
polos)
Ane : jadi grogi ni critanya?? (ngasal lagi nebaknya)
Ima : mungkin grogi, mungkin juga karena ada rasa lain.. (dia menutup mulutnya)

Tunggu dulu, pause dulu, aku mikir sejenak... otak ku masih lemot, masih agak susah
menebak hal kyk gini ini.

Ane : emang rasa lain apa tu Ma? (aku sudah agak sedkit ngeh dengan arah omongan Ima yg
terpotong barusan)
Ima : gk gk, salah ngomong tadi (mukanya merah malu, diapun kembali nunduk)
Ane : kyk sama sapa aja, ngomong aja Ma (masih pensaran, masih belum yakin, ntr malah
kegeeran kan malu..wkwkwk)
Ima : emang gk ada terasa ya sedikitpun kalo Eri kesini?? (suaranya pelan dari mukanya

yang tertunduk)
Ane : ada si kerasa.
Ima : (sedikit kaget dan mengangkat mukanya melihat kearahku)
Ane : iya, ini kerasa banget jeruknya (aku nunjukin gelas ke-2 yang lagi2 dah bocor sirup
jeruknya)
Ima : (senyum getir dengan jawaban ku barusan)
Ima : ya udah tunggu bentaran ya, aku buatin lagi kedalam (dia pun mulai berjalan kearah
lorong kostan)

Ane cuman bisa nyengir polos mesum. Entah saat itu gk ada terlintas sedikitpun dengan
segala macam moment akward itu, aku tidak merasa ada sesuatu yang aneh dengan segala
sikapnya.

.........

Dan beginilah diriku


Seakan matirasa
Aku masih penuh terisi
Terisi oleh segala tentang dia
Seperti wadah
wadah yang telah penuh
Sekuat apapun memaksakan
Tetap akan terbuang percuma
..........

32. HBD Ima (2)


Terdengar suara gerbang di buka, dan terlihat Arif dan lina sudah kembali dari luar tadi.
Entah mereka membeli apa, tapi terlihat tas kresek kecil ditangan Lina. Setelah arif duduk di
kursi diseberang meja didepanku. Lina pun bergegas ke kamarnya. Gk berapa lama, Ima
keluar membawa 1 gelas sirup jeruk lagi. Melihat ima yang membawa nampan.

Arif : koe kesurupan Cok? Minum udah 2gelas gitu juga (smbil nunjuk 2 gelas kosong di meja)
Ane : hehehhe (garuk2 kepala, cengesan polos mesum seperti biasa)

Arif membisikkan sesuatu ke ane, ane cuman ngangguk2 memahami apa yang dia bisikin.

Ane : OK, ta bantuin wes.


Arif : Seep, manteplah koe cok.
Ane : Siap boss (ngankat 2 jari kearah jidat, sifat hormat setuju gitulah)

Mulailah aku menjalankan rencana.

Ane : Ima sayang, koq cuman diem sih (manja2 mesum gitu ekspresiku)
Ima : (kaget bukan maen melihatku, mukanya merah padam)
Ane : kenapa sayang koq cuman diem aja dari tadi (aku semakin menjadi melihat ekspresi
muka malunya)

Arif cuman senyum2 melihat keadaan itu. Ima cuman terdiam memandangku tidak percaya,
mukanya kyk tomat mateng pohon, merah buanget. wkwkwkkw Terlihat dari arah lorong
kostan, lina sedang membawa kue kecil dengan beberapa lilin menyala di atasnya.

Yap, tadi pas dibisikin arif, dia ngomong gini.


---------------------------------

Arif : bro, tar bantuin ya,


Ane : ngapain?

Arif : hari ini Ima ulang tahun, tadi Lina ngajak aku nyari lilin ke kios depan.
Ane : owh..(nganguk2)
Arif : jadi ntr gmn caranya koe buat supaya Ima gk ngeliat kearah lain, jadi kejutan dr lina
bawa kue gk ketahuan.
Ane : OK, ta bantuin wes.
---------------------------------Ima masih belum berkata apa2, dia masih melihatku dengan mata sudah mulai berkaca2.
Mulailah terdengar lagu khas orang ultah. Lina dan Arif berdiri di dekat meja sambil
menyanyikan lagu selamat ulang tahun.

"Happy birthday Ima, happy birthday to you.."

Ima mulai kaget membalik badan dan berdiri. Aku lihat senyum d wajahnya dan terlihat
sedikit menangis bahagia. Ya, begitulah dengan segla keanehan kami malam itu, kami ber-4
merayakan hari Ultah Ima.

Memang sih, udah lewat jam 00.00, tapi lebih baek terlambat dari pada tidak sama sekali kan.
Hehehhe. Dan berkat bantuan ku juga, kejutan buat ima berhasil. Aku lumayan bahagia juga,
melihat ke-3 wajah didepanku bahagia.

Setelah ngobrol panjang lebar ngalor ngidul kesana kemari gak jelas akhirnya aku dan arif
memutuskan untuk pulang karena sudah terlalu malam, kalo gk salah dah jam 10.34 malam.
ya gitu deh kalo lagi seru, kadang waktu gak kerasa aja. tau2 udah malam aja.hehehhe

Setelah pamit, aku dan arif pun berjalan meyusuri remang2 cahaya lampu di sepanjang
lorong rumah dan toko yang kami lewati. Kami seperti sepasang maho.wkwkwkwkkw.. Gk
berapa lama kami bermaho2 ria di perjalanan, tibalah kami dikostan. Dan saat aku mw masuk
ke dalam kamar.

Arif : cok, ini surat buat koe. (sambil nyerahin surat kecil seperti sobekan dari halaman diari
gitulah)
Ane : ah, besok kan ketemu lagi, baru juga ketemu masa udah kangen aja
(cengin arif, skalian balas dendam waktu curhat dulu tentang yessi)
Arif : najisssss. Aku mung kurir, kae surat dari...ah baca dewe ae lah..(doi pergi setelah
ngasih surat kecil itu)

Akupun masuk kekamar, sedikit kecewa kgk berhasil ngerjain si arif..wkwkwkkw


Setelah ganti stelan tidur, cuman pake celana pendek doang, maklum kostan kgk ada Angin
Cipas-nya (sfx : AC) jadi biar gk kemringet make celana pendek doang kl tidur.

Aku coba baca lah surat yg dikasih arif tadi, eh bukan suratnya arif ternyata..itu surat
ternyata surat dari Ima, dan sperti kata si Arif tadi dia cuman kurir. Maklum aku masih sedikit
parno sejak dikerjain sama arif yg dulu itu..heheheh

Isi suratnya si gk panjang koq cuman sedikit tulisan tangan yang menurut ane lumayan rapi
dan jelas huruf2nya. jadi enak dibaca.

"Terima Kasih ya Eri...dah ngasih surprise Ultah tadi...makasih banyak yach"

Hah...cuman sebaris ya kata2nya?? Aku bolak balik itu surat gk ada lagi tulis2an laen.
Ternyata benar, tulisannya cuman sebaris itulah. Kenapa juga gak tadi pas msh di kostnya
dia langsung bilang aja. kan lebih formal gitu ngucapin terima kasihnya.

Ah biasalah, aku masih polos, belum ngerti apa2 waktu itu...wkwkwkwkwk

33. Dia Meminta


Meminta Lebih
Seperti biasa, pagi itu aku sudah siap di depan kamar utk brangkat kekampus. Niatnya si
nunggu Arif, eh tau2nya arif udah duluan dari tadi. Bah, pasti dah nangkring di kostanya Lina,
gumamku. Tanpa pikir panjang, aku pun langsng jalan aja sendiri kekampus. Biasalah jomblo
itu kemana2 jalan sendiri..mblo mblo...mesake uripmu..

Di sepanjang perjalanan ini... (koq ngalay gini yak bahasanya?? , udah dari draft loh ya, ane
cuman mindahin ke dalam post aja..ntah pas ane buat draftnya kmrn2 kyknya lagi kumat
alay-nya...)

Aku mikir koq sperti ada yang kelupaan ya, ada yang hilang gitu rasanya. trus ada 1
kebiasaanku yang lupa dilakuin..apaan ya, aku cuman bisa bingung2 sendiri di jalan menuju
kampus.

Dan selang beberapa menit aku tiba didepan gerbang kampus. Dan dsitu sudah menunggu
cewek berkaca mata yang sudah sangat ku kenal. Tapi tunggu dulu, kemana senyum manis
itu??

Ah sial...aku baru inget, kan biasanya pagi2 sudah berangkat kekostanya buat jemput doi.
Entah kenapa pagi ini aku benar2 blank, seperti amnesia dan seakan tidak bisa mengingat
Marisa untuk beberapa saat.

Udah lupain tentang Amnesia itu, sekarang fokus ke Marisa aja yang mukanya agk sedikit
tidak enak dliat waktu itu. Matanya nanar seperti menahan semburan emosi.

Senyum sinis terpancar di bibir manisnya. Iya, entahlah mungkin karena aku sudah sangat
tergila2 kepada cewek berkacamata ini, segimana marahnya juga dia, seakan mempunyai
sudut pandang lain yang selalu memuja keindahannya.

Biasanya candaan plg ampuh buat orang yang lagi emosi pikir ku dalam hati. Jadilah aku
mencoba buktikan ke Marisa. Apakah berpengaruh ato gk ya???

Ane : Hai cantik, koq pagi2 mukanya udah kyk kertas aja, pake di tekuk2 gitu (senyum polos
mesum andelan)
Marisa : (gk ada omongan sedikitpun, doi msh tetap nekuk mukanya)
Ane : waaaaah, makin ditekuk mukanya makin cantik deh (godaku sambil muka berkaca2
gitulah)
Marisa : (masih diam gk ada tanda2 dia akan mengeluarkan suaranya)

Ternyata gk mempan.

Woy...yang bilang candaan mempan buat orang lagi esmosi tadi sapa?? ini gk mempan
buat marisa..eh kan tadi aku sendiri yang mikir gitu ya..wkwkkw..

Ok, karena candaan gk mempan, make cara serius deh, sapa tau mempan.

Ane : Adek marah ya? Maafin ya, tadi kakak bangun kesiangan jadi gk sempat jemput
kkostan (alesannya ckup meyakinkan)
Marisa : (blm juga bersuara, doi masih memandang dengan muka esmosi)
Ane : Sayang, maafin ya, tadi aku benar2 kesiangan bangunnya (memegang tangannya kyk
org ngemis2 gitu)

Sial...gak mempan lagi..

Ini beneran marisa apa patung sih, dr tadi cuman diem ngelipat tangan didadanya tanpa ada
sedikit pun omongan disitu. Aku bingung mw ngapain lagi biar wajah gk enaknya berubah
jadi senyum manis.

1 lagi yang bisa ku terapin, kyknya dulu aku pernah baca buku tentang lelucon gemes buat
cewek yang lagi marah. Aku terapin ah sekarang, sapa tau mempan.

Mulailah diri ini ber-akting layaknya pemain sinetron "Tersanjung" (beuh...ini sinetron jadul
bgt kyknya, kl gk salah pas ane SMP dulu...wkwkkw)

Aku pun mulai seperti orang kebingungan, rogoh2 kantong, dari kantong celana, kemeja
putih, sampe tas ransel, gk ketemu2...aku coba goyang2in badan Marisa yang masih diem gk
bergeming, aku niatnya geledah tas warna biru lautnya..pas mw geledah, keluarlah suara
itu...suara yang membuat hati ini sedikit damai..

Marisa : Cari apaan sih?? (mukanya masih rada2 gk enk)

Akupun masih seperti orang cari2 apa gitulah

Marisa : (sambil menarik tasnya yg sedang coba ku geledah) cari apaan sih???
Ane : (aku lepasin tasnya) Nah ketemu!!!

Berdiri normal memandang doi yg berubah kyk orang penasaran

Marisa : emang cari apaan sih? (mukanya penasaran)


Ane : Cari suara kamu, tadi gk ada, ilang entah kemana.. (garuk2 kepala sambil tersenyum
manis mesum)
Marisa : (masih sedikit bingung, kyknya dia mulai menyadari trikku)
Marisa : Halah gombal (mukanya mulai jutek lagi dah,doi lgsng jalan menuju kelas)

Semakin diam cwek saat ngambek, akan semakin menumpuk kekesalan terhadap kita. Jadi
kalo doi lagi ngambek trus cuman diem gk jelas, berusahalah buat doi mengeluarkan suara.
Apalagi sampai emosinya keluar semua melalui kata2 yang melebihi silet, kuatin batin aja
buat terimanya.
Yoi, cewek gk pernah salah dalam suatu hubungan, cwoklah sumber kesalahan itu. (lagi2
plagiat yang entah aku dpt darimana...ah sudahlah..gapapa yak..hehhehe)

Akupun bergegas menyusul Marisa yng sudah duduk di kursi barisan agk belakang, tempat
yang sering aku dudukin. Nah ini tanda2 kalo doi lagi pengen di perhatikan. Aku deketin dah
tu, duduk dikursi sebelahnya.

Ane : Masih marah ya dek? (tanyaku memecah hening)


Marisa : Bukan marah kak.

Doi melihat kearahku, entah itu ekspresinya gimana saat itu, bingung jelasinnya, ada jengkel
ada jutek ada marah ada malu, pokoknya campur aduk kyk gado2.

Ane : trus kalo gk marah, tadi koq diem aja?


Marisa : Kakak semlm kemana?? Aku tungguin sampe ketiduran gk dateng2..kakak dah lupa
ya ma aku??
Ane : bukan gitu dek, semalam kakak ke kostan teman, dan kebetulan temane pacar kakak
ultah, jadilah kakak bantuin buat nyiapin surprisenya. (jelasku)
Marisa : jadi karena kakak ngerayain ultah teman kakak trus kakak lupa sama aku ya? (muka
juteknya lagi2 keluar)
Ane : gk lupa dek, barang sedetikpun kakak gk lupa? (gombale cok, td pagi aja lupa kalo
harus jemput marisa...buaya buaya...)
Marisa : trus abis acara ultah temen kakak koq gk mampir kkostan??
Ane : selesainya udah malam banget dedek sayang?? Udah jam 11an selesainya.
Marisa : eh eh, dah nyuekin skrg bilang2 sayang??

Mulutnya berubah dimonyong-monyongin, tanda2nya doi dah mulai berkurang rasa


marahnya.

Ane : jadi gk mw dipanggil sayang ni?? (nyengir muka mesum andelan)


Marisa : kita kan belum pacaran kak, koq dah sayang2an aja sih, maunya enak sendiri gitu??
Ane : emang kita selama ini blm pacaran ya?? (mancing2 gk jelas critanya)
Marisa : emang kakak pernah nembak aku?? (hadeh ini koq pertanyaan balik yak...wkwkkw)

Ane : iya sih, secara teori kakak belm prnh nembak, tapi gk keliatan ya gmn sikap kakak kalo
sama kamu gimana gitu??
Marisa : Ya perasaan kakak sama aku sebenarnya gimana?? Kalo kakak gk pernah ngomong
kan gimana aku bisa ngerti??

Skak Mat. Bullseye. Headshot. Modyar koe Mblo...

Aku mulai hilang kata2 buat njelasin kebodohan sendiri, emang sih menurut yang aku baca2
ada beberapa tipe cwek yang hampir sama, yaitu ada sebagian yang tanpa pengakuan
khusus mengerti gimana perasaan pasangannya, ada juga orang yang membutuhkan sebuah
kepastian.

Ane : trus, sekarang adek mw gimana?? Kakak akan ngelakuin kemauan dedek deh??
(itu pernyataan yang bisa aku keluarin waktu itu, dan pasti ujung2nya bakalan kena sendiri
ntr akibatnya, liat aja)
Marisa : beneran?? (mukanya mulai sumringah gimana gitu, kyknya ada juga ekspresi kejam
terlihat di muka cantiknya)
Ane : Iya beneran, biar romantis kyk dipilem2 gitu (nyengir biasa ditambah muka mesum
polos)
Marisa : yakin?? (ah ekspresi itu lagi)
Ane : iya yakin sumpah deh (sambil ngangkat 2 jari dijidat)
Marisa : (doi kelihatan senyum sangat puas waktu itu) ya udah, ntr malam kakak bawain aku
coklat yang banyak, trus kakak berdiri depan gerbang sambil teriak2 kalo kakak sayang
sama aku. Deal (doi menjulurkan tangannya)

Tanpa pikir panjang, aku terima juluran tangannya tanda setuju.Marisa marisa, kenapa aku
tidak pernah bisa berkata tidak saat ber-argumen denganmu..sebegitu sayangkah hati ini
dengan cewek berkacamata ini??? Mbohlah, aku juga bingung dengan segala yang marisa
punya sehingga aku bisa bertekuk lutut dihadapannya.

Ya begitulah, hari itu aku lewatin dengan marisa disampingku. Aku kadang sering ngelirik
kearahnya sambil mengagumi ciptaan tuhan yang begitu indahnya. Marisa pun seharian itu
tiada pernah hilang senyuman manis dari bibirnya. Senyuman bangga atas kemenangan
memperbudak aku yang lugu dan sedang jatuh hati ini...

Saat pulang pun, marisa tidak mau aku anter pulang kkostanya. Dia menyuruhku pulang
kkostan utk menyiapkan syarat2 yang dia ajukan tadi ketika dikelas. Entah coklat apa yang
bakalan ku siapin, mana coklat harus banyak lagi. Hadeh... Tapi gpplah, skali2
menyenangkan hati cewek berkacamata itu pikirku.

34. Pernyataan Cinta


Sore itu, aku nyiapin duit 50rebuan utk membeli beraneka coklat seharga 1000an. Kyk Top,
Beng2 apalah gitu namanya, aku sudah lupa lebih jelasnya. Setelah kurasa cukup banyak,
tinggal persiapan mental dah buat ntr malam malu2in diri teriak2 gk jelas didepan gerbang
kostan orang. heuheuheu..

Sekitr jam stengah 7, aku sudah berdiri didepan gerbang kostan Marisa. Stelan yang kupakai
waktu itu kl gak salah celana jean biru dongker + kemeja kotak2 lengan panjang. Gk lupa
juga ane bawa tas ransel yang hampir penuh dengan coklat harga 1000an..

Kalo di pikir2 sekarang kyk gak niat banget yak, bukannya coklat dibungkus rapi2..tapi ini
cuman ditaro di tas ransel doang..wkwkwkkw

Pertama2 aku mulai teriak tapi agk pelan.

"Marisa...Marisa maen yuk"Eh, bukan itu ding...wkwkkwkw

Seriusan dikit...

Ane : Marisa...Marisa...Marisa kalo kamu dengar ini, keluar dong.


Ane : Marisa ada sesuatu yang ingin aku ucapin ke kamu.. (itulah suara2 gk jelas yang keluar
dari mulutku sedikit berteriak)

Kuliat, pintu gerbang mulai agak terbuka, tanda2 marisa mau keluar pikirku. eh gk taunya,
Yessi yang nongol. Jadilah diri ini malu2 monyet eh malu2 kucing disitu sambil garuk2
kepala.

Yessi : Woy, ngapain lo triak2 gk jelas depan kostan orang, sono pulang deh dari pada lo
digebuk warga. (dia cengesan)

Aku cuman berdiri disitu, aku sudah janji mw nepatin syrat dari marisa tadi siang.

Yessi : yee malah bengong lo, udah sana pulang aja. (dia mulai agak nyuruh2 gitu dengan
nada sedikit kesal)

Ane : Marisa...keluar dong, aku mau ngomong. (suara ini malah lebih keras, entah setan apa
yang merasuki sehingga aku segila ini...)

Emak...anakmu sudah gila Mak, anakmu sudah di buat gila oleh Marisa Mak...
Mak... tangisku
dalam hati

Ane : Marisa, kalo kamu gak keluar, aku gk akan kesini dan ganggu kamu lagi (ancamku
dengan maksud biar kegilaan ini cepat selesai)

2menit berlalu, gk ada tanda2 marisa mw keluar. Dan yessi, juga seperti orang kebelet
kekamar mandi menahan ketawa.

Ane : Ok, aku gk akan kesini lagi, aku gk akan gangguin kamu lagi. (membalikkan badan,
meninggalkan gerbang kostanya, udah lumayan malu sama Yessi)

Sekitar 4langkah jalan, terdengarlah suara cewek2 genit tertawa dari balik gerbang.
Ternyata oh ternyata, bukan cuman yessi yang ada disitu, hampir seluruh isi kostan cewek
itu berada dibalik gerbang. Mereka pun mulai keluar seraya tepuk tangan.

Aku yang kebingungan campur malu membalikkan badan kearah gerbang. Dan benar saja,
disitu hampir semua teman kostan Marisa berdiri tepuk tangan terhadap kegilaan yang
barusan kulakukan.

Tapi sama sekali tidak melihat marisa di situ.

Sementara mereka asik tepuk tangan sambil senyum2. Terdengarlah suara yang sangat ku
kenal..itu suara marisa, tapi suaranya dari lantai atas. Ah sial, ternyata sejak tadi marisa
melihat ku dari emperan lantai atas yang mengarah ke luar gerbang.

Marisa : ih, kakak jgn pulang dulu, masa gitu aja perjuangannya. (doi pun mulai menghilang
dari lantai atas dan doi turun buat nemuin diri ini yang sudah sangat malu)

Aku masih diam bengong disitu, sekilas terlintas kegilaan barusan, malu bukan kepalang dah
malam itu. Dah di usir2 sama yessi karena teriak2 depan kostan orang, tpi tetap aja aku
nekat triak2.

Gk berapa lama, Marisa sudah keluar dari gerbang, doi jalan kearahku. Diri ini masih
membatu, blm ada kata2 yang keluar selain ekspresi malu. Doi jalan dengan bangga dan
anggunnya kearahku. Doi tersenyum bangga karena sudah membuat seorang lelaki
melakukan hal gila itu.

Ternyata oh ternyata, kegilaan itu gk selamanya malu2in.Tapi sangat memalukan...hehehhe

Marisa yang sudah berdiri di depanku, mulai memeluk. Sekitar 3menit pelukannya, terasa
sangat hangat. Ku pegang kedua pipinya dan doipun melihat kearahku, matanya mulai
tertutup seakan mengisyaratkan sesuatu yang iya-iya saja.

Aku mendadak deg2an, apakah bibir ini harus menciumnya???

Aku pun memberanikan diri, ditampar juga gpplah yang penting bisa nyium doi. Dan saat
bibir ane menyentuh bibirnya, tiada rasa penolakan dari marisa..akupun menikmati suasana
itu, gk peduli lagi dengan teman2 kostan marisa yang kadang teriak sambil sedikit meledek
kami.

Marisa : kak...kak...kakak ih, mlah melamun2 senyum mesum gitu..pasti nghayalin yang gk2
ya?? (suara marisa membuyarkan lamunanku)
Ane : hehehhe (nyengir polos mesum)

Sial, ternyata momen tadi cuman bayangan gila dikepalaku..tadi aku cuman dipeluk doang
sama marisa, gk ada aksi cium2an nya...Kampret dah ah...wkwkkw..Setelah melepas
pelukannya, marisa menyodorkan kedua tangannya..dia meminta persyaratan keduanya. Dia
minta coklat. Kan tadi ada 2 syarat..1 aku harus triak2 depan kostanya, kedua harus bawa
coklat yang banyak.

Akupun melepas ransel menyerahkan ke Marisa.

Ane : ini coklatnya. (menyerahkan ransel yang hampir penuh dengan coklat seharga 1000an)
Marisa : (sedikit bingung doi nerima tas ransel itu) Aku kan tadi minta coklat kak, bukan tas
kakak.
Ane : buka aja tasnya, banyak coklatnya koq? (nyengir sambil garuk2 kepala)
Marisa : (membuka tas ransel, dan terlihatlah muka sedikit kecewanya) koq gini kak??

Akupun bisa melihat perubahan ekspresi muka marisa, mulai cari2 alasan, tapi alasan yang
sedikit modislah biar mengurangi kesan murahan dari coklat 1000an ddalam tas ransel.
Biasalah buaya mah cepet nek masalah kyk gini2....buaya oh buaya...hahay

Ane : maaf ya dek, kakak bukan orang yang romantis, kakak gk bisa membungkus sebatang
coklat special. kakak seakan gk bisa melihat yang special lagi selain kamu. (ah
elah...gombalannya lumayan manteb yak...wkwkkwk)
Marisa : (melihat ku dengan mata mulai berkaca2)
Marisa : Ya ampun kak, aku cuman ingin satu coklat, gk sebanyak ini kak, aku cman ingin
kakak nyatain perasaan ke aku aja, gk lebih kak.

Ah, tadi prasaan dikelas dia minta banyak coklat deh, ngeles juga ni cewek cantik...bajaj juga
ternyata...heuheuheu..Saat dia selesai mengucapkan kata2nya, doi langsung memeluk ku
lagi.. Yuhuuuu, aku dapat 2x pelukan malam ini. Alangkah indahnya dunia ini...gumam ku
dalam hati.

Ternyata, beberapa pasang mata yang berdiri di depan gerbang belum juga hilang dari situ,
sering ku dengar itu suara kagum, suara teriakan2 kecil2, suara2 muji2 gitulah, kyknya suara
teriakan ngiri juga banyak..awkkwkwkw.. nyahok koe mblo...bisanya cuman ngiri...

Setelah melepas pelukannya, Marisa mengajakku keatas, kekamarnya. Saat melewati


kumpulan cwek2 binal depan gerbang, banyak yang nyolek2 genit ...wkwkkw..tapi sebesar
apa godaan itu, aku sudah punya yang membuat ku selalu tergila2..iya, cewek yang sedang
menarik tanganku inilah yang jadi tambatan hati ini sekarang. Cewek cantik berkacamata
bernama Marisa.

35. Marisa mau kah kau...


Saat melewati ruang tamu, Marisa berhenti sejenak dan meletakkan tas ransel dimeja. Doi
sedikit berbalik kearah teman2 kostnya.

Marisa : ini ya, buat yang ngiri sama marisa. (sambil menjulurkan lidahnya kearah cewek2
binal yang mulai menuju kearah kursi ruang tamu)

Setelah melewati tangga mendaki gunung dan melewati lembah (wah koq lagu ninja hatori
yang keluar yak, biar sedikit lucu...wwkwkwk) Sampailah kami dikamarnya. Tapi dari tadi
sejak marisa memeluk ku 2x didepan gerbang kostnya, bibir ini belm berkata apa2, lidah
masih keluh, masih menikmati sisa2 pelukannya.

Marisapun duduk di atas kasurnya. Sementara aku masih bengong berdiri didepannya.

Marisa : kakak, koq diem aja?? Ngelamun yang gk2 pasti. (suaranya sedikit menyadarkanku)
Ane : hehehhe (garuk2 kepala sambil pasang muka polos mesum)
Marisa : kak, sini deh duduk samping marisa (suara nakal itu, nakal sekali...)

Oiya, aku kan tadi dah mengeluarkan pengakuan kalo aku pengen ngomong sesuatu sama
dia ya, belum keluar kan kata2 itu dari mulut ini sejak tadi. Tadi cuman triak2 gk jelas kan.
Jadilah sekarang saatnya nembak doi secara langsung. dan pengen segera tau jawabannya.

Ane : Dek, boleh tanya gak? (suara ini agk pelan,maklum masih shock karena pelukan dan
masih malu karena diketawain orang 1 kostan)
Marisa : iya kakak sayang, mw tnya apa?? Aku jawab semua deh pertanyaan kakak (suaranya
masih manja)
Ane : bener ya jawab semua pertanyaan kakak.
Marisa : iya kakak sayang, apa sih yang gk buat kakak sekarang (suara manja itu lagi ya
alloh...lama2 gk kuat juga aku dengernya..wwkkwkw)
Ane : (membenarkan posisi duduk dan mengarah ke marisa)

Ane :Eliz***** Marisa Sit*******, entah kenapa aku merasa hari2ku sangat indah saat
bersamamu, tiap detik yang ku lalui penuh dengan senyum darimu, tiada detik yang terlewati
utk tidak memikirkan segala tentang dirimu.

Ane : Aku sayang kamu marisa, kamu mau gak jadi pacarku??

Ini dada rasanya kyk gendang dangdut koplo, dag dig dug gak brenti2 sejak pertama bibir ini
mulai menyatakan perasaan, sementara marisa hanya berkaca2 dan terdiam mendengar
kata2 barusan.

Marisa : (doi megang tanganku) Maaf ya kak.. (suaranya terhenti)

Waduh, tanda2 penolakan ini kyknya..aku terlalu confiden tadi dah..bakalan malu
berkepanjangan ini..

Marisa : maaf ya kak, aku dah nyuruh2 kakak tadi lakuin hal gila, dan kakak mw nuruti tanpa
nolak dikitpun.
Marisa : Aku udah tau koq sebenarnya kakak sayang sama aku, aku cuman pengen
pengakuan aja, dan aku gak nyangka, pengakuan kakak bakal segila ini..walaupun aku yang
punya ide kyk gini sih (doi sedikit tersenyum)
Marisa : Aku juga sayang banget koq sama kakak.

Dan angukan setuju itu terlihat...doi memelukku lagi akupun membalas pelukannya sehangat
yang ku bisa

Marisa : makasih ya kak, sudah mau ngelakuin semuanya demi Marisa.

Doi mendongak melihatku, memejamkan matanya dan bibir manisnya mulai mengharapkan
sesuatu dari bibirku..akhirnya, momen yang tadi cuman hayalanku datang juga di kehidupan
nyata.

Melihat doi yang sudah seperti itu, diri ini pun seakan gk mw melepas momen yang sangat
indah itu. Tapi lagi2 kenyataan yang kejam berkata
sempat bibir ini mencium
berkata lain...belum
...
bibir manis itu...

Woy...ini tasnya we balikin, coklatnya dah abis ma anak2"yessi membuyarkan suasana


romantis sekali setahun itu...

Ah buatjingan koe yessi..ganggu aja dah ah.... gerutuku dalam hati..Marisa pun segera
tersadar dan sedikit kaget dengan suara yessi. Dan aku cuman bisa garuk2 kepala sambil
senyum polos mesum gk kesampean.

Rasanya gimana gitu, pas lagi seru2nya mau momen terindah tiba2 ada seorang kampret
yang membuyarkan itu semua. Ingin rasanya itu pengganggu sialan kubanting trus ku
smackdown ..ah sudahlah, belum rejeki..ikhlasin aja..awkwkwkkwkw

Setelah mengembalikan tas ransel yang sudah kosong melompong, yessipun meninggalkan
kami berdua. Dan sekarang cuman ada rasa canggung antara kami. Gak enk banget dah
rasanya kepotong tengah jalan gitu...

Marisa : kak, aku panggil sayang terus aja ya, biar lebih romantis (suara marisa memecah
kecanggungan di antara kami)
Ane : iya sayang (menganguk mengiyakan)

Emak...anakmu sekarang sudah pandai pacaran


pacaran mak...Anak mu sekarang dah gak jomblo
mak... teriak ku dalam hati
hati..
..heuheuheu...
mak...
..
heuheuheu...

...
Ah berbicara tentang cinta..
Tiada akhir akan kau temukan..
tiada kata yang cukup utk menggambarkannya...
Tiada lukisan yang dapat melambangkannya...
cukuplah kau merasakannya...
janganlah kau mengukurnya dengan sempitnya pemikiranmu
kesia--siaanlah yang kan kau dapati...
kesia
Nikmatilah kesannya...
Kebahagiaanlah yang akan menantimu...
...

36. Ketemu Camer


Dan sepertinya waktu sangat cepat berlalu, tidak terasa sudah hampir 2bulan aku melewati
hari2 dengan marisa disampingku, iya hari2 yang sangat indah, aku sangat menikmati tiap
detik waktu2 indah itu.

Bagaiman dengan orang2 lain sekitaran, hampir sama aja...aku juga sering mendapat surat2
kaleng yang merupakan sobekan dari binder warna ijo dari Ima. Ya mungkin aku sedikit
munafik, tapi aku menganggap semua itu sebagai hal yang biasa. Bagaimana aku bisa
menikmati yang laen sementara ada Marisa di depanku yang selalu ceria dengan senyum
manis dan mata indahnya.

Apakah itu terlalu cepat untkku memantapkan hati buat Marisa seorang, rasanya tidak. Diri
ini sudah sangat nyaman dengan Marisa dan seperti tiada lagi keindahan lain yang ku cari.
Sudah lebih dari cukup dengn apa yang ku jalanin sekarang.

Sejak 2bulan yang lalu, setiap hari aku melakukan rutinitas berkunjung ke kostanya marisa,
dan entahlah waktu itu gk ada sedikitpun perasaan untk berbuat lebih jauh, cuman sebatas
peluk cipika cipiki sama kecupan hangat di kening marisa.

Pernah sih dikit CiBir (ciuman bibir) tapi gak sering2 koq, biasalah anak muda...(Ah, aku kan
jadi malu....

Aku ingat, aku pernah menghabiskan 1 malam dengan Yani..merayakan malam ultahnya Ima,
tapi untk rasa yang lebih, tidak pernah terlintas. Perasaan terhadap marisa seakan
mengambil alih dan menyita semua yang ada di diri ini untuk hanya memperhatikan marisa
seorang.

Mungkin sekarang, tindakan lucu2 ato konyol mulai agak berkurang karena sejak aku
menyatakan perasaan cinta ke marisa, aku lebih cenderung untk sedikit serius dengan
perasaanku. gk lucu dong kalo tiap hari ngerjain orang yang aku sayangi.

Tapi serius disini bukan dengan membatasi ato mengambil semua waktu marisa hanya buat
diriku seorang ato sebaliknya. Kami seperti pasangan normal lainnya, jika salah satu dari
kami ada kepentingan dengan teman lain maka kami sangat memaklumi itu.

...

Gk terasa UAS semester pertama sudah mulai digelar, tidak ada percampuran antar
mahasiswa..kami uas seperti kuliah2 sebelumnya, di kelas yang hampir sama dan dengan
orang2 yang sama. Maklum lah kampus gk terlalu besar jadi ya cuman ruang seadanya.

Kadang diri ini ingin seperti mahasiswa di kampus lainnya yang memiliki kehidupan yang
sangat2 meriah. 1 kelas belum tentu saling mengenal saking banyaknya mahasiswa.

Tapi yang jadi keunggulan dikampus kami ini yaitu 1 kelas semakin hari semakin kompak.
Tak jarang juga utk 1 mata kuliah jawaban UAS kami hampir sama semua karena contekan
dari 1 orang menyebar ke segala penjuru kelas...hehhehehe

Skip ke hari terakhir kami UAS..hari itu sisa 1 mata kuliah, dan UAS kali itu dijadwalkan jam 9
sampai 11 pagi.

Malam harinya Marisa mengatakan kalo pagi ini kedua orang tuanya datang dari Medan. Dan
aku diminta untk sekedar menemani mereka jalan2 ke malioboro. Kata Marisa itung2 kenalan
dan dekat dengan calon mertua. Katanya..

Jam dinding di ruangan kelas sudah menunjukkan pukul 10:25 dan hampir semua mahasiswa
sudah mengumpulkan kertas jawabannya. Akupun sudah dari tadi selesai cuman menunggu
di dalam kelas disamping kursi marisa yang sedang asik menyalin jawaban dikertas uas ku.

Sekitar 5menit kemudian, marisa sudah selesai dengan kertas jawabannya dan mengajakku
utk pulang. Kamipun mengumpulkan kertas jawaban dan segera keluar dari ruangan.

Sesampainya didepan, saat sedang asik2nya ngobrol dengan marisa, tiba2 dia kelihatan
sedikit kaget..ternyata didepan kampus kecil kami sudah berdiri ibu2 dan bapak2 yang gk
lain ke-2 orang tua Marisa. Kamipun menghampiri mereka.

Marisa : Ma,Pa koq bisa nyampe sini? Kapan nyampe diyogya?? (tanya nya sedikit bingung)
Bapak : Ini kampusmu nak?? (bapaknya marisa terlihat kecewa dengan bangunan kecil yang
kami sebut kampus ini)
Marisa : iya Pa, disnilah aku kuliah? (senyum manis terlihat dibibirnya)
Bapak : Apakah semua kampus di yogya seperti ini nak? koq bangunan kyk rumah ya, gk ada
kesan kampus2nya (mulai sadis omongan bapaknya marisa)

Marisa cuman bisa diam, diri ini juga ngerasa kyk gk dianggap dari tadi jadi cuman bisa diem
sebelum marisa ngenalin ke kedua orangtuanya.

Ibu : Nak, siapa itu, koq gk dikenalin?? (tnjuk ibunya kearahku)


Marisa : (sedikit kaget dari diamnya) Oiya, Ma Pa kenalin ni teman marisa
Ane : Saya Eri Buk temannya Marisa (julurin tangan sambil nyiumin tangan beliau)
Ibu : Wah Pa, anak kita sekarang dah punya pacar lho (sambil ngelirik ke Marisa)
Bapak : Hmmmm (masih melihat2 bangunan kecil yang kami sebut kampus ini)

Saat aku hendak nyalamin tangan bapaknya.

Bapak : Ya udah kita pulang aja, dah mulai panas dsini (jawabnya ketus dan mulai berlalu)

Marisa melihat ku sejenak, terlihat ekspresinya sedikit berubah kecewa dengan sikap
bapaknya, tapi aku gk terlalu ambil pusing, aku ngikut aja kekostan marisa. Di sepanjang
perjalanan kami kebanyakan diam. Tiba2 ibu membuka omongan.

Ibu : Lho, dek Eri kostanya dideket kostan marisa ya?


Ane : gk buk, saya di sebelah sana (sambil menunjuk arah kostan)
Ibu : wah lumayan jauh ya kalo ngapelin marisa (sambil ngelirik marisa)
Ane : hehehhe (cuman bisa garuk2 kepala)
Ane : td udah janji ma marisa buk, mw nemenin bapak ibu jalan2 selama disini, sekali2 pas
bapak ibu diyogya (jelasku)

Tiba2 bapaknya marisa berhenti dan melihat ke arahku.

Bapak : Gak usah repot2, kamu pulang aja, biar kami nanti jalan2 ke Malioboronya. (jawab
beliau sedikit galak)

Aku kaget bukan main, aku yang udah sok2an menawarkan diri dengan maksud biar bisa
kenal lebih dekat, tapi dah kena skak duluan. Marisa yang dari tadi cuman diam
mendekatiku. Dia sedikit berbisik di telinga ini.

Marisa : Yank, maaf ya, kyknya papa lagi gk bagus tu moodnya jadi agk ketus.
Ane : iya gpp, taulah gimana sifat orang tua yang sdikit kecewa (bisikku)
Marisa : maaf ya yank, kamu pulang aja, biar nanti aku aja yang nemenin mereka jalan2.
Ane : beneran ni gpp yank??
Marisa : (Mengangguk ke arahku, mukanya berubah sedih) Iya, maaf ya.
Ane : ya udah, ntr ati2 ya. (akupun mulai jalan kearah bapak ibu marisa)

Aku pamit aja dah, daripada model akward gini kan, karena ada orang asing diantara mereka
yang mungkin mau menghabiskan waktu diyogya dengan sesama mereka.

Ane : (salim ke ibu) Buk, saya pamit pulang dulu buk, lupa kalo hari ini ada acara sama
teman. (ane senyum kecut)
Ibu : lho, koq gk jadi nemenin jalan2nya?
Ane : iya buk, saya minta maaf, saya baru inget kalo tadi pagi ada janji mw ke acara teman

kostan (ngasal aja jawabnya)


Ibu : ya udah, ati2 ya Nak.
Ane : Pak, saya pamit pulang, semoga bapak betah nanti jalan2nya selama di yogya (sambil
nyalamin bapaknya)
Bapak : hmmm (ngeliatnya kyk mau membunuh aja)

Selesai salamin mereka berdua, aku pun mulai mundur dan mengarah kekostan. Sesekali
nengok kearah mereka bertiga, bisa kulihat marisa dari tadi cuman nunduk dan si bapaknya
kyk memarahi marisa.

Selang beberapa menit aku udah mulai jauh dari mereka dan mereka pun sudah tidak
terlihat. Perasaan sedikit campur aduk waktu ngarah kekostan, ada rasa takut, ada rasa
kecewa...pokoknya serba aneh perasaan waktu itu.

Sisa hari itu aku habisin cuman baring2 di kamar,sesekali mutar2 channel radio 2 band
pemberian mas yanto. Entah kenapa lagu2 di stasiun radio siang hingga sore itu melow2
semua.

Mereka kyknya mengerti banget dengan suasana hati ini. Saat kutengok jam weker
disamping radio, gk kerasa sudah jam 5 sore, akupun bergegas mandi. Abis mandi akupun
ganti stelan jeans dan kaos andelan yang sering ku pake ke kostan marisa. Saat keluar dari
pintu kostan ketemu sama Arif yang ternyata baru pulang dari kostan Lina.

Ane : woooooh, baru pulang lo cok??


Arif : hooh cok, barusan dari kostan Lina aku. Lah koe ra sido ngancani Marisa jalan??
Ane : Ini baru mw brangkat aku. Yo wes ta duluan ya. (lanjut ku jalan ke kostan marisa)
Arif : yo wes ati2 koe. (masuk kekostan)

Beberapa langkah jalan, aku baru tersadar, tadi kan dah dibilangin secara gak langsung
sama bapak e marisa, nek mereka gk mau diganggu dengan adanya orang asing saat mereka
liburan keyogya.

Aku sedikit ragu dengan langkah ini, apa aku terusin saja kekostan marisa, bodo amat
dengan kata bapaknya. Tapi tadi juga aku udah bilang kalo ada acara sama teman. Hadeh
serba bingung. Ditengah jalan aku masih seperti orang bingung, gk tau arah tujuan.

Sesekali aku brenti di pinggiran jalan sekedar ngambil nafas menyakinkan diri sendiri buat
tetap kkostan marisa.

... : Eri ngapain disitu?? Kyk orang ilang aja?? (suara cewek yang sedikit kukenal
menyadarkan diri ini yang agak edyan)

37. Yani, Joko Dan Hendi

... : Eri ngapain disitu?? Kyk orang ilang aja?? (suara cewek yang sedikit kukenal
menyadarkan diri ini yang agak edyan)

Ku tengok kearah datangnya suara itu. Dan benar, ternyata sumber suara itu dari Yani yang
sudh berdiri disamping ku.

Ane : hehehhe (garuk2 kepala gk jelas)


Yani : mau kemana Ri??
Ane : gak tau ini, mau jalan tapi gk jelas mw kemana?
Yani : gk ke tempat cewek mu??
Ane : gk kyknya, mereka lagi keluar jalan2 (jawab ku seadanya)
Yani : owh, pantesan tadi kyk orang ilang, ternyata gak diajak jalan2 to?? (doi sedikit
ngeledek)
Ane : ya gitu deh. (ane garuk2 kepala lagi)
Yani : kasiaaaan...ya udah ayuk maen kkostanku aja, sombong koq kenal aku tapi kyk orang
gk kenal, maen kkostan jg gak pernah (nada doi masih ngeledek)
Ane : hehehe, bukan gitu Ni, aku pengen maen sih tapi kan gk enak, masa tiba2 aku nongol
dikostan kamu to?? (ngeles macam bajaj)
Yani : ya gpp juga, lagian jarang ada yang maen kkostan koq? (mukanya sedikit berubah
sedih)
Ane : ya udah, aku maen sekarang boleh??
Yani : ayuk dah, ni kebetulan aku baru beli jajanan, jadi ada teman aku ngabisinnya
(doi menunjukkan tas kresek itam kecil yang berisi tela goreng)
Ane : wah enak kyknya itu, bolehlah itu tambah kopi pasti lebih manteb (nyengir2 garuk2
kepala gk jelas)
Yani : duh, dikostan gk ada kopi, ada cuman teh, soalnya aku gk ngopi sih (jelas doi)
Ane : ya udah ntr diwarung situ beli kopi deh.
(perasaan disekitar situ ada warung deh, jadilah ntr beli kopi pikirku)

Kamipun berjalan menuju kostan Yani, sambil liat2 kiri kanan nyari warung yang buka.
Ternyata lumayan lama diri ini bengong2 sendiri tadi sebelum yani nyamperin yang kyk orang
ilang.

Dr toa masjid terdengar suara azan yang lumayan nyaring, ternyata didekat kostan yani ada
masjid kecil a.k.a Musholla. Aku pun pamit buat kmusholla dulu, ya lumayanlah kan sambil
naekin rating dikit didepan yani kalo aku orangnya lumayan alim. Bahahahha

Ternyata sifat jahat ada juga dihati ini, yang gk tulus buat beribadah cuman mengharap
predikat alim dimata orang tertentu. Sekitar 20menitan setelah sholat berjamaah di musholla
itu aku pun mengarah kekostan Yani. Sampe digerbang, ternyata yani masih duduk didalem
tapi mengarah ke gerbang kostan. Yani yang melihat ku sudah didepan gerbang langsung
menghampiri dan mengajak masuk.

Aku pun tanpa pikir panjang langsung ngikut dibelakang doi menuju kekamarnya, akupun
langsung masuk kekamarnya yang gak terlalu besar. Kamarnya rapi, biasalah kamar
cewek,dan seperti kebanyakan cewek lain2nya pasti dikamarnya ada boneka yang lumayan
banyak. Biasa lah cewek2 senangnya maen boneka...hehhehe

Aku ngambil posisi duduk disamping pintu, belum ada omongan apa2 dari yang punya kamar,
doi terlihat masih sibuk dengan kresek itam berisi tela goreng, doi mindahin gorengan dari
kresek ke piring di rak kecil disudut kamar.

Oiya, kostan Yani ini kostnya bebas karena disini kostan campur, ada cowok ada cewek, ada
juga yang uda berkeluarga. Jadi udah biasa kalo tamu boleh masuk kamar. Aku yang saat itu
cuma melihat2 seisi kamar mulai tersadar, tadi kan aku niat mau beli kopi di warung dekat
kostan Yani. Ah sial, lupa.

Setelah selesai meletakkan gorengn di piring, yani pung jalan menuju kearahku.

Yani : maaf ya, kamarku berantakan (doi waktu itu dengn kemeja lengan panjang dan rok
itam panjang)
Ane : hehehhe, santai aja, kamar ku ya lebih berantakan dari ini (jawab seadanya)

Wkwkwkkw...kebiasaan kalo ada tamu, yang pertama di bicarain itu pasti tentang kamar
yang berantakan. Basa basi yang basi memang,
memang tapi hampir kebanyakan yang di bicarakan
saat bertamu pertama kali seperti itu. Itu menurut ku loh ya.

Yani : oiya, jadi buat kopinya?? (tanya doi sambil bergegas kearah dispenser yang sudah
menyala indikator lampu air panasnya)
Ane : hehehhe, tadi aku lupa mau beli kopinya, langsung aja kesini tadi lupa mampir di
warung. (garuk2 kepala, kyk gini ni nek ada maksud tersembunyinya)
Yani : ya udah, yuk kewarung aja, aku juga pengen beli coklat (ajak doi sambil bergegas
berdiri menuju pintu)
Ane : ayuk hehehhe (aku pun berdiri mengikuti doi yang jalan didepan)

Kyknya pas keluar dari kamar yani, aku ngeliat 2 pasang mata yang melihat tajam kearah
kami. Hahaha..saat itu belum terlalu kenal sama 2 orang itu, soalnya baru pertama itu
mampir ke kostanya yani.

Pertama ngira kalo mereka berdua ada perasaan sama Yani, karena sekilas tatapannya
sedikit aneh aja ngeliat kami. Daripada salah perkiraan tanya langsung aja sama Yaninya.

Ane : Ni, tadi yang depan kostan sapa? (membuka omongan dijln ke kios/warung)
Yani : Owh mereka tadi itu Joko sama Hendi, dah cuekin aja, mereka kyk gitu kalo liat orang
baru. (jelasnya enteng)
Ane : Tapi tatapannya kyk cemburu gitu aku liatnya.
Yani : Hahahha (dia tertawa lepas)..mereka itu lucu orangnya koq, ntr juga kl kenal bakaln

kliatan aslinya kyk gmn.


Ane : owh...hehehhe (lagi cuman garuk2 kepala)

Sesampainya diwarung kami beli 3 bungkus kopi, sama beberapa makanan ringan yang
harga 500an. Setelah kami rasa cukup dengn makanan2 yang udah di kresek itam yg dkasih
sama mbah2 yang jualan, kamipun kembali kekostan yani yg gk terlalu jauh dari situ.

Pas nyampe di kostan, dua orang tadi sudah tidak ada di tempatnya,entahlah mungkin
mereka dah masuk kekamar masing2. Akupun masuk mengikuti yang empunya kamar, yani
menyiapkan kopi di cangkir. Tapi cuman dibuat 1 gelas.

Ane : eh, koq gk dibuatin 3 Ni?


Yani : (doi nengok) kamu haus bgt ya, sampe mau minum 3 gelas skaligus??
Ane : hahahha..bkn gitu, kan ada 2orang tadi, sapa namanya? (balas nanya)
Yani : oh, joko sama hendi, ih amit2lah aku buatin mereka, biasanya juga mereka asal masuk
kamar buat teh/kopi sendiri koq (doi menjelaskan)
Ane : owh...ya udah, panggil aja deh, gk enk lah tadi aku asal nyelonong masuk gk permisi
sama mereka.
Yani : udah cuekin aja.
Ane : ayolah, biar sekalian aku kenalan sama mereka. (pinta ku dengan masang muka melas
polos mesum..wkwkkw akhirnya bisa keluar juga ni muka polos mesum andelan)
Yani : yaudah tunggu bentar, aku panggilin.

Gitulah budaya/adat yang diajarkan dari Nenek dirumah. Tiap bertamu ketempat orang,
sebisanya kenal semua sama orang yang ada disitu, dan jgn lupa buat permisi tiap datang
ataupun pulang.

Gak berapa lama, kedengeran suara mereka bertiga, tapi pas mw masuk kekamar yani,
cuman yani yang masuk, 2 orang tadi kgk ikutan..malu kyknya..wkwkwkkw

Aku pun mencoba akrab dengan mereka, berdiri diri ini kedepan pintu dan benar saja,
mereka berdua lagi berdiri di depan pintu dluar kamar. Ini yang tamu sama yang punya
kostan sapa ya...wkkwkwkwkw

Ane : eh mas, kenalin aku Eri (menjulurkan tangan kearah mereka)


Joko : owh iya (sedikit kaget ngeliat aku berdiri didepan pintu) We Joko. (joko menjulurkan
tangannya)
Ane : Eri mas (menjulurkan tangan ke yang satunya)
Hendi : Hendi bro. (menjabat tangan)
Ane : ayuk dah masuk, anggap kamar sendiri (sedikit tertawa, dan ternyata mereka juga
mulai tertawa juga)
Yani : Halah sok2an malu, gk imut gak cocok kalian pake malu2 gitu (teriak Yani dari dalam
kamar)

Kami bertiga pun masuk kekamar yani, dan mengambil posisi duduk bersebelahan. Tapi gk
ada omongan, mereka seperti sedang melihat yani sambil mengangguk2 gk jelas. Sesekali
aku ngeliat Hendi, ternyata dia sering melihat kopi yang sudah dibuat yani tadi. Owh,
ternyata mereka ngangguk2 dr tadi minta yang empunya kamar utk dibuatin kopi. Aku cuman
senyum2 aja.

Yani : Halah pake acara minta dibuatin kopi segala, biasa juga buat sendiri. Itu masih ada
kopinya, sana buat sendiri, tapi ijin dulu tu sama yang beli kopi (kata yani membuka omongan
sambil ngeliat kearahku, aku cuman bisa balas dengan senyum)
Hendi : ah, masa cuman tamu 1nya yang dibuatin kopi, masa kami gk dbuat kopi, ya jok ya?
(kata hendi sambil melihat joko)
Joko : hooh, gk adil (mereka berdua senyum2, kyknya mulai kelihatan aslinya)
Yani : ya udah, kl gk mau buat sendiri, gk usah ngopi, beli sendiri aja sana ke angkringan
(kata Yani ketus)
Hendi : Ah gk asik ah, kita gk di anggap tamu Jok ya (lagi2 hendi melihat joko dgn senyum2)
Joko : iya, mentang2 di apelin trus dibuat kopi satu aja.

Kami pun tertawa mendengar kata2 joko barusan. Hendipun mulai menuju dispenser dan
mulai menuangkan kopi bungkusan yang kami beli tadi.

Hendi : Mas, kopinya aku minta satu ya? (dia melihatku)


Joko : wew, buat 2 lah sma we juga (celetuk joko)
Hendi : minta dulu itu sama yang punya (sambil melihat kearah ku sambil senyum2 lagi)
Ane : mumpung lagi ada kopinya, di abisin aja mas. dari pada mubasir trus di abisin semut
kan. (kata ku biar lebih asik sama mereka)
Joko : nah benar itu Hen, lo buatin 2 dah, dah denger kan kata masnya tadi.
Hendi : ya udah, ni ntr sekalian sama makanannya yak?? (dia mulai melihat2 isi kresek itam
yg berisi makanan ringan dr warung tadi)
Yani : eh, dikasih kopi malah minta yang lain2 sana2 minggat...ngerepotin aja (yani ngasal
kyknya ngomong gitu)

Joko sama hendi tertawa setelah yani ngomong gitu.

Ane : udah dimakan aja, lagian juga tadi dibeli buat dmakan koq
Hendi : huuuuu dasar yani pelit, tu yang beli aja ngomong kyk gitu... (hendipun membawa
cangkir kopi yang sudah siap dari tadi)
Hendi : Ayo jok, kita di depan aja, gk enak ganggu orang lagi pacaran (kata hendi mengajak
joko keluar)
Joko : yo wes, kita kedepan ya mas (joko melihatku)
Ane : lah gk disini aja bareng2 kita ngopinya (jawab ku seadanya)
Joko : gk ah, gk enk ngeliatin orang pacaran (joko pun pamit keluar kamar dan menuju
kedepan tempat mereka biasa nongkrong di dekat gerbang kostan)

Koq tiba2 aku keingetan waktu pertama kekostan lina yak. Aku ngerasa gimana sakitnya jadi
obat nyamuk buat Arif sama lina. hahahahha

...
Perkenalan..
- Joko ini orang Brebes, dia biasa make kata lo, we. Orangnya gk terlalu kurus,gk terlalu
gemuk, tapi doi lumayan berjiwa seni.

- Hendi ini ternyata teman yani dari SMP, mereka 1 daerah di Sulawesi malah kata yani
mereka itu tetanggaan dikampungnya di Tomiya.
Yak gitu aja perkenalan mereka, sesuai apa yang yani jelasin
...

38. "Memory" Yasika FM


Akupun malam itu cuman bicara ngalor ngidul sama yani, kami sempat bicara pas waktu
kami ke jembatan layang dekat stasiun lempuyangan. Biasalah cerita2 garing gk jelas, mulai
dari gimana waktu dia SMP, dia cerita banyak tentang Hendi yang merupakan tetangganya
dikampung.

Oiya, memang kalo cerita2 kyk gini, aku lebih banyak diam, sangat senang mendengar orang
lain menceritakan tentang diri mereka, dengn begitu bisa lebih kenal mereka dari apa yang di
ceritakan.

Dan yang sering jadi kebiasaan ku, yaitu sangat jarang mnyinggung soal asmara. Entah sifat
yang ini dapat darimana, tapi kalo sudah menyangkut masalah asmara lebih tepatnya
kemasalah pribadi, aku sangat jarang bertanya.

Aku yakin sih gini, seandainya orang yang kita ajak ngobrol mulai merasa nyaman dengn kita,
mereka akan cerita tanpa kita tanya sekalipun.

Gak kerasa, sudah hampir jam 10malam kami ngobrol2, lebih tepatnya aku dengerin
ceritanya yani sih hehehhe. Melihat jam tangan yang udah menunjukkan pukul 10.10 akupun
berniat pamit. Soalnya dari tadi Yani masih sangat asik menceritakan kisahnya.

Ane : eh, dah malam aja ini, aku pulang dulu ya, gk enak main malam (kataku memotong
cerita yani)
Yani : (sedikit gk enak ekspresinya soalnya ceritanya kepotong) sante aja, kostan sini bebas
koq, mw pulang jam 1 juga gk maslaah (dia kyknya masih pengen cerita2)
Ane : wah gak enak akunya, sekali bertamu sampai larut2 gini.
Yani : padahal masih bnyk loh cerita ku (kata dia sedikit kecewa)
Ane : kan bisa lanjut besok2 lagi..hehehe
Yani : oke deh, kapan2 temanin cerita2 lagi ya
Ane : siap (senyum polos mesum)

Akupun beranjak dari kamar yani, dan mengarah kekamar depan sambil clingak clinguk.

Yani : gerbangnya sebelah sana (yani nunjuk gerbang sambil senyum2 melihatku)
Ane : iya, keliatan koq gerbang segitu gede juga, mau pamit aja aku sama joko sama hendi
Yani : halah gak usah, mereka paling jam sgini dah ngorok.
Ane : owh ya udah deh, ntr pamitin aja ya kalo mereka bangun
Yani : oke sip

Yani pun mengantarku kedepan gerbang, dan seperti malam dulu pas kami sepedaan ke
jembatang layang lempuyangan, doi tetap berdiri di depan gerbang sampai aku menghilang
di ujung gang kostannya.

Sesampainya dikostan, aku liat kamar Arif masih gelap, palingan juga ni anak ke PS pikirku.
Masuklah diri ini kkamar dan merebahkan badan di kasur dan mulai memutar channel radio 2
band yang jadi 1-1nya hiburan dikamar.

Aku lupa nama stasiunya, tapi yang ane inget, itu siaran tentang curhat2 gitulah yang dikirim
oleh pendengar dan dibaca dengan penuh penghayatan oleh penyiar.

Abis dibaca ceritanya trus diputarlah soundtrack yang sesuai dengan tema cerita, dan
kebanyakan lagu2 yang diputar itu lagu2 melow entah dari malaysia ato lagu2 Ella,Poppy

Mercury, Nike Ardilla gitulah pokoknya yang melow.

Oiya, kalo gk salah Yasika FM kyknya waktu itu....hehehhe.. oiya satu lagi kalo gk salah
acaranya itu namanya Memory...(pasti agan2 yang pernah diyogya tau ni acaranya). Aku pun
mulai menikmati suara penyiar membacakan cerita2 dari pendengar, itu penyiar cowok
cewek kyknya pas banget bawa acaranya. Mereka membaca surat2 pendengar dengan
sangat menjiwai.

Mungkin karena terbawa suasana yang melow, aku tiba2 teringat sama kejadian dengan
bapaknya Marisa siang tadi. Ah...mendadak jadi sedih, entah sedih kenapa, pokoknya sedih
aja gitu. Setelah beberapa lama akupun mulai terlelap.

39. Kesedihan Marisa


Habis UAS kampus kami ada jatah libur 2minggu kalo gk salah waktu itu, dan kebanyakan
mahasiswanya memilih pulang kampung. Dan aku sempat berfikiran buat pulang kampung
juga, dah lumayan lama, Ya sktar 7bulanan lah aku diyogya. Mulai juga sih rasa kangen
terhadap kampung halaman.

Dikostan juga mulai sepi, mas yanto dan mas Febry juga dah gk dkostan, Arif juga sudah
balik ke PLG kemarin. Ah kyknya mudik enak ini gumamku dalam hati. Cek dompet masih lah
duit buat pulang. Cukuplah buat tiket nyampe rumah. Akupun ke daerah Tugu, karena
sempat liat di daerah tugu situ ada tempat jual tiket bus ke Mataram. Yap, bus yang aku
naekin pas pertama ke yogya dulu, bus Safari Dharma Raya.

Setelah dapat tiketnya, akupun kembali kekostan. Sesampainya dikamar,mulailah diri ini
menyiapkan baju2 yang nantinya bakal ku pake dirumah dikampung yang mataharinya ada
7biji. Hehehehhe.

Saat sibuk memilih baju yang akan aku bawa pulang, dedek Dita (anak pemilik kost) datang
kekamar

Dedek Dita : mas, ada pacarnya didepan kata mama (dia sedikit malu2 di samping pintu
kamar)
Ane : (sedikit kaget dengan suara anak kecil dri depan pintu) Owh, iya dedek cantik, bentar
lagi mas kedepan yak (aku berdiri mendekati adik kecil yang lucu itu dan mencubit pipinya
yang tembem, diapun senyum dan masuk kedalam rumah dimana dia biasa main diruang
tengah)

Akupun meninggalkan pack2an baju dan segera menuju kedepan. Agk kaget sih, didepan
sudah ada Marisa yang duduk di teras kostan. Ngikutlah aku duduk dikursi disamping
marisa.

Ane : eh, yank tumben bisa nyampe sini (membuka omongan)


Marisa : hehhe, iya yank, aku tadi nanya2 sama teman yang tau kostanmu.

Ah, iya kan Marisa belum pernah sampe dikostan ini, blm pernah ngajak doi kekostan. Yang
ada aku trus yang kekostannya. Untungnya ada teman yang ngerti kostan ku dimana, tapi
siapa ya kira2..Ah sudahlah gk terlalu penting. Hehehehe

Marisa : Yank, aku mau pamit ya, soalnya besok aku mau pulang kemedan sama mama papa.
(wajah marisa sedikit sedih)
Ane : owh, kirain bapak sama ibu mau liburan dulu beberapa hari diyogya, seminggu kek
gitu, kan bisa puas jalan2 mumpung di yogya.
Marisa : Papa katanya ada kerjaan beberapa hari kedpan, makanya mw buru2 pulang. (dia
tambah sedih,bisa kulihat dari tatapn matanya)
Ane : Ya udah yank, kan liburan cuman 2minggu kan, gak kerasa juga koq ntr tau dah mulai
masuk kuliah lagi (berusaha kuat aja, masih belum ngeh dengan apa yang terjadi)
Marisa : Tapi yank...
Ane : iya aku tau koq, aku juga bakalan kangen banget sama kamu (memotong omongan
Marisa)

Marisa pun mulai nunduk dan mulai menitikan air matanya. Aku memegang tangannya, ku
angkat wajah cantiknya, coba hapus air mata yang menetes di balik kacamatanya yg
membasahi pipi.

Pengen banget rasanya ku peluk sekedar meringankan kesedihannya. Tapi tempatnya gk


mendukung banget, gang didepan kostan lumayan rame sore itu. Lumayan lama aku
memegang tangan marisa, dan mulai ngerasa kalo dia sudah sedikit tenang, dan tangisan
tanpa suaranya mulai berangsur mereda.

Ane : yank, tunggu bentar ya, aku masuk bntar mw tutup kamar. (sambil melihat marisa yang
cuman bisa mengagguk tanpa suara)

Aku pun masuk kekamar dan mengambil dompet serta menutup pintu kamar. Aku mau
ngajak marisa cari minum ajalah biar dia bisa cerita apa yang membuat dia sedih. Kamipun
berjalan kearah rel kereta dijalan Gondosuli, dan dipinggiran jalan kuliat ada warung Burjo,
nah lumayan enak tempatnya. Minumannya juga murah...wkwkkwkw.. maklum lah, tadi duit
lumayan kekuras buat beli tiket mudik.

Pas kami masuk, di burjo itu cuman ada AA yang jualan, gk ada pengunjung lain, jadilah kami
ngambil posisi duduk disudut warung itu, agak jauh dari tempat AA yang jualan, jadi kalo
marisa cerita si AA gk ikut denger, kan gk lucu ntr tiba2 AAnya nyeletuk pas lagi
sedih2nya..pikirku.

Gk berapa lama, 2gelas es jeruk sudah siap oleh AA yang jualan, dan mengantar ketempat
kami duduk. Di dekat tempat kami duduk, ada pisang molen, akupun menawarkan ke Marisa,
tapi doi kyknya lagi gak semangat untuk makan atopun minum.

Mukanya masih terlihat sedih. Entah sedih karena akan berpisah lagi denganku ato alesan
laennya, mbohlah. Prasaan pas doi pulang keMedan dulu, dia gk sesedih ini deh, malah doi
kelihatan lebih tegar dariku. Ini ada apa sih sebenarnya, diri ini mulai penasaran.

Pasti ada hal lain yang membuatnya sedih. Kayaknya ada sesuatu yang dibicarakan oleh
orang tuanya. Mungkin mereka gak suka dengan ku, jadi menyuruh marisa agar jgn dekat2
denganku lagi.

Ah, kenapa pikiran seperti ini yang terngiang2 dikepala yang penasaran ini. Dan lagi2
ekspresiku mendadak sedih melihat marisa yang hanya diam memainkan pipet di gelas yang
berisi es jeruk itu.

Aku paling gak suka keadaan kyk gini, diem2an dengan ekspresi sedih. Ayolah Marisa, cerita
aja, jangan diam seperti ini, diammu menambah ribuan tanda tanya besar dalam pikiran ini.

Mulut ini juga kelu gak jelas, mau mulai omongan juga seperti tertahan di kerongkongan.
Sekitar 10an menit akupun mulai meminum es jeruk yang ada didepan. Aku pun mulai
memberanikan diri.

Ane : Yank.. (marisa melihat kearahku sambil tetap memainkan pipet di gelasnya, tapi belum
ada suara apa2 yang keluar dari mulutnya)
Ane : yank, cerita aja, aku siap koq dengar semua yang orang tuamu katakan tentang kita
(kataku memberanikan diri dan berharap bisa kuat dengan apapun yang akan marisa
katakan)
Marisa : anu yank..
Ane : anunya sapa? anunya kenapa yank? (tiba2 aku ngerasa lucu aja dengan kata anu dari
mulut marisa)
Marisa : yankkkkkk...aku serius ini (dia sedikit manyun, aku cuman senyum2 berharap dia
bisa tersenyum dengan kata barusan)

Marisa : Gini yank, pas papa ngeliat kampus kita kemarin itu, dia gak mau aku ngelanjut disitu
lagi. Aku disuruh pindah kekampus dalam artian kampus yang sebenarnya, bukan lembaga
keterampilan seperti tempat kita sekarang ini.

Ane : ya udah, besok2 kita cari kampus yang benar2 kampus, gampang ntr aku temenin
(jawab ku santai, ah ternyata pikiran dikepalaku dari tadi meleset semua, syukurlah)
Ane : Di yogya juga kan banyak kampus2 gede kan, bisalah kamu masuk yank.
Marisa : bukan masalah kampus disini yankkkkk (dia menggerutu)
Ane : lah terus gimana yank?
Marisa : papa ingin aku ngelanjut di medan, dia nyuruh aku masuk ke USU yank. Dia gk mau
aku ngelanjut di yogya, dia sudah dpt kesan jelek pas pertama ngeliat kampus kita.

Dan, badan ku saat itu bergetar hebat, bayangan yang gk pernah terpikir selama ini mulai
memenuhi kepala. Mulai dari diri ini yang akan jauh dengan marisa, dan bayangan2 lain yang
susah buat dijelaskan.

Ada juga perasaan yang menyesalkan brosur yang menipu mahasiswa lugu buat keyogya.
Pada kenyataannya brosur tidak sesuai dengan keadaan kampus kami sebenarnya. Aku
mulai merasa sangat kecewa atas kebodohan sendiri yang telah terjebak dan menjadi
korban brosur dari Lembaga tempat kuliah sekarang.

Tapi yang paling besar di pikiranku yaitu harus berpisah dengan Marisa dan entah kapan
kami akan ketemu lagi. Secara marisa akan masuk USU di medan dan aku masih di LPK di
Yogya ini. Medan Yogya itu jauh, bagaimana aku bisa nyusul marisa kemedan sana, dan
bagaimana marisa bisa ke yogya??

Ya Tuhan, baru beberapa lama aku merasakan kebahagiaan bersama cewek berkacamata
ini, kenapa harus secepat ini juga kami harus berpisah dan entah kapan lagi kami bisa
berjumpa nantinya.

Marisa : Yank, kita bakal pisah jauh yank?? Entah bagaimana nantinya?? (dia menunduk,
lagi2 mata cantiknya meneteskan butiran air mata)

Aku masih belum bisa ngomong apa2, masih memilah2 kata dikepala yang sudah penuh
dengan bayangan2 yang gak jelas akibat dari rasa kecewa,putus asa, sedih...semuanya
campur baur dikepala ini. Seandainya kepala manusia bisa berasap dengan banyaknya
pikiran, pasti saat itu kepala ini sudah berasap tebal.

Marisa : yankkkkkk, trus kita gimana?? (tangannya mulai memegang tangan ku yang masih
bergetar)

40. Good Bye My Love

Marisa : yankkkkkk, trus kita gimana?? (tangannya mulai memegang tangan ku yang masih
bergetar)

Aku masih berusaha memilih kata yang terbaik, yang setidaknya bisa membuat marisa
tenang, dan membuat ku sendiri bisa tenang dengan keadaan yang akan terjadi nantinya.
Akhirnya kata2 dari bibir ini mengalir dengan sedikit bijaksana tanpa menghiraukan sakit
yang akan terjadi nantinya.

Ane : Yank, apapun keputusan orang tuamu, pasti yang terbaik buat kamu. Seandainya juga
kamu bersikeras utk tetap disini, pastinya orang tuamu bakaln kecewa. Dan itu tentunya
sangat sakit bagi kedua orang tuamu dan nantinya akan berimbas kekamu yank.
Ane : Kamu tau aku sayang banget sama kamu, tapi jika dibandingkan dengan Cinta dari
kedua orang tuamu, rasa cintaku belum ada apa2nya yank.
(aku menggenggam kuat tangan marisa, dia hanya terdiam mendengarkan)
Ane : OK jika aku mau egois, aku mau kamu terus disini, disampingku sampai kita lulus nanti
dan kita sama2 buat kedepannya.
Ane : Tapi, apa kita sanggup yank??? Kita ini masih anak muda yang sangat rapuh dengan
apa yang menghalang didepan kita nanti.
Ane : Mungkin aku tidak bertanggung jawab dan terlalu takut utk menggapai apa yang akan
membuat kita bahagia besok..tapi kamu tau sendiri yankkk, kita lulus aja belum, gimana aku
bisa membiayai kita nantinya??
Ane : maaf sayang, untuk saat ini aku tidak bisa menjanjikanmu kebahagiaan jika aku harus
menahanmu disni. Dan untuk saat ini aku hanya bisa ikhlas dengan keputusan kedua orang
tuamu.

Kurang lebih seperti itu yang bisa mulut ini ucapin, entah Marisa cukup bisa menerima atau
malah kecewa dengan kata2 ku barusan. Saat itu diri ini cuman bisa memegang tangan
marisa, badan ini bergetar hebat. Kurang ingat juga, sepertinya setelah selesai ngomong,
mata ini sempat kena debu gitulah, jadi agak sedikit berair.

Eh jujur bukan berair, tapi mata ini kebanjiran. wkwkwkw

Marisa seakan sangat mengerti dengan kata2 ku barusan, saat aku melihat kewajahnya,
bukan lagi raut kesedihan disana. Tapi terlihat senyum indah dibibir manisnya, mata
indahnya berkaca-kaca.

Melihat ku yang mulai menangis, marisa memelukku erat, hangat terasa pelukannya. Seperti
tidak memperdulikan sekitar, kami berpelukan cukup lama, sampai terdengar suara "khem
khem" dari si AA yang jualan Burjo. Ah, si AA gk peka banget kyknya, gk liat apa orang lagi
sedih, lagi sedih ni AA, jadi maklumin sedikit kek...hehehhee

Mendengar suara khem2nya si AA jualan, Marisa pun melepas pelukan hangatnya.Bisa


kulihat dari tatapanya, sepertinya dia sangat mengerti dengan keadaan kami saat itu.
Mungkin juga karena kata2 ku tadi. (Wah lumayan juga ya kata2 ane, bisa kyknya jadi

motivator..heheheh)

Marisa : Makasih ya yank, kamu bisa ngerti dengan keadaan kita sekarang. Kamu udah bisa
membuatku tenang dengan kata2mu barusan.

Aku masih belum bisa ngomong apa2 lagi, tiba2 Marisa langsung mengecup bibirku (asek).
Aku merasa kecupan yang sangat ikhlas, seakan merelakan semuanya yang telah Tuhan
gariskan untuk kami. Marisa merangkul tanganku dan mengajak untuk pulang kkostannya.
Mungkin juga menjadi saat terakhir aku bisa bersama dengan marisa.

Dan ternyata, mereka sudah siap untuk pulang ke Medan besoknya.

Dari jalan Gondosuli, kostan marisa memang tidak terlalu jauh, gk butuh waktu lama kami
sudah sampai di depan gerbang kostanya. Marisa tidak jadi mengajakku masuk kedalam
kostan.

Kami cuman bediri didepan gerbang. Dia bilang mungkin ini terakhir kali aku bisa megang
tangannya dan menatap segala keindahan di diri nya. Dia gak mau aku melepasnya besok
saat dia naek travel, dia berkata akan semakin berat buat kami berdua jika saat dia
meninggalkan yogya dan ada aku disitu melihatnya dari jauh. Akupun menyanggupi segala
kata2 marisa.

Sekitar 20menit kami cuman berdiri didepan gerbang kostanya. Dia mulai merogoh kantong
rok jeans yang jadi ciri khasnya. Disitu dia mengeluarkan 1 kalung dengan manik2 Dolphin,
serta secarik kertas nomor telpon rumahnya.

Sudahlah, semakin lama aku dsini, makin perih rasanya hati. Lebih baik segera sudahin
penderitaan, lebih baik aku bergegas meninggalkannya. Semakin lama semakin susah untuk
kami saling merelakan.

Ane : Yank, maaf ya, selama ini aku gk seromantis orang2 lain, dan maaf jika selama ini aku
tidak membahagiakanmu. Maaf juga jika ... (belum sempat menyudahi kata2, marisa menutup
mulut ane dengan telunjuk tangan kananya)
Marisa : Kamu adalah cerita terindah yang tertulis dihatiku.
Marisa : Kita sudah mulai menulis semua cerita indah dengan semua cinta yang kita miliki.
Marisa : Kita hanya berusaha untuk yang terbaik.
Marisa : Tapi rencana Tuhan lebih dari yang bisa manusia rencanakan.
Marisa : Terima kasih banyak ya yank.

Kamipun sempat berpelukan sebentar, sebelum ngelepas dan menyuruh marisa masuk
kkostannya. Akupun sangat menikmati momen saat marisa masuk kedalam kostan dan mulai
menghilang dari pandangan ini. Inilah terakhir aku memeluknya.

...
Dia..
Dia..
Insan pertama yang menduduki tahta hatiku
Dialah marisa
Gadis berkacamata dengan mata cantik dan bibir manisnya
Segala tentangnya terukir jelas
Setiap inchi sudut hati tertulis tentangnya
Tiada penyesalan sedikitpun
Ketika tahta itu mulai ditinggalkan
Dia akan menghilang jauh
Tapi kesannya tetap memenuhi hati
...

Ada sekitar 15menitan ane diam berdiri disitu. Sepintas terbayang segala kegilaan yang
pernah aku lakukan didepan gerbang ini. Akupun sudah cukup ikhlas untuk melepas marisa.
Emang sih gk bisa di pungkiri, rasa nyeseknya di hati kerasa banget. Tapi mau gimana lagi??

Kebanyakan orang2 akan berjuang untuk mendapatkan apa yang dicintainya. Akan rela
mati2an demi kebahagiaanya. Tapi maaf, aku tidak termasuk di antara kebanyakan orang2
itu.

Aku adalah salah satu pengecut yang tidak berani berjuang.


Iya, aku memang pengecut yang masih memikirkan masa depan orang yang ku sayangi.
Aku adalah pengecut yang gak mau dengan keputusan sekarang akan melukai beberapa
orang nantinya.
Aku adalah pengecut muda yang belum cukup umur untuk menerima tanggung jawab yang
aku sendiri masih belum mengerti apa itu tanggung jawab.
Aku adalah pengecut yang hidupnya aja masih mengharap belas kasihan orang tua...
pengecut banget kan.

Aku mengaku kalah dengan kehidupan dan rencana Tuhan hari ini.
Tapi aku yakin Tuhan telah menyiapkan rencana yang lebih baik buat kita semua. Semoga.

Dengan langkah gontai kaki ini mulai beranjak pulang. Aku hancur sehancur2nya saat itu,
tapi bisikan Marisa saat melepaskan pelukan terakhirnya tadi, dia meminta janjiku agar

"tidak bersedih dengan semua yang terjadi".

Bisikannya seakan makin keras dikepala ini, dan bayanganya seakan jelas terlihat didepan
mata. Aku seperti melihat mata cantiknya dengan senyum khas dibibir indahnya. Dan
seakan2 semua itu membuatku lbih tegar dalam menghadapi keadaan ini.

Setelah sampai dikamar, rebahan lah diri ini dikasur. Sepertinya sangat malas buat
ngapa2in. Aku sudah cukup merasa lelah dengan beban fikiran sekarang. Bahkan
menjulurkan tangan untuk menyalakan radio 2 band dikamar sudah terlalu malas. Malam itu
ku habisin dengan luntang lantung di atas kasur.

Mata ini juga seakan terlalu takut untuk tertutup. Tiap kelopak mata mulai saling merapat,
seakan semua bayangan bagaimana berat aku akan melanjutkan hidup esoknya tanpa
hadirnya marisa terus menyerang otak.

Menjelang azan subuh, mata ini masih melek dan memandang plafon kamar yang berwarna
putih pudar. Entahlah terlalu banyak yang ada difikiran, saking banyaknya aku gk bisa ambil
1 aja, trus aku deskripsikan.

Akupun bergerak kekamr mandi, sekedar mengambil wudhu, berniat utk sholat subuh. Aku
pengen curhat dengan sang pencipta. Akupun mulai sholat subuh yang 2 rakaat itu, tapi
entah saat itu terasa nikmat sekali tiap rakaatnya.

Lagi2 mata ini mulai mewek saat mulai memanjatkan doa, entah berapa lama aku
mencurahkan semua unek2 kedalam doa. Itulah kebesaran Tuhan, bagaimanapun keadaan

umatnya, Dia merupakan tempat memohon segalanya.

Dalam keheningan setelah semua doa, diri ini sedikit merasa agak tenang. Akupun mulai bisa
berpikir apa yang sebelumnya ku lakukan kemarin sebelum bertemu marisa. Aku belum kelar
semua mengepack pakaian yang akan ku pake mudik nanti. Karena mata ini belum juga
terasa mau terpejam, aku pun melanjutkan ngepack pakaian. Selesai beberes, gk terasa jam
weker sudah menunjukan pukul 11 siang.

Dan pikiran itu muncul lagi, sekarang lebih jelas. Pikiran ingin melihat marisa utk terakhir
kalinya. Semakin ku coba tepis, semakin besar pikiran itu muncul. Aku pun memutuskan
untuk mandi, dan berniat kekostan marisa.

Sekitar jam 12an aku pun berangkat kekostan Marisa. Di ujung gang aku mengambil posisi
sedikit merapat ke pinggiran tembok biar gk kelihatan oleh marisa nantinya. Aku sudah gk
peduli dengan orang lewat yang melihat picik kearahku yang seperti orang gila clingak
clinguk dekat tembok. Gak berapa lama, kelihatan mobil travel berhenti di depan gerbang
kostan marisa.

Deg2an melihat kearah mobil travel itu. 2-3menit kemudian terlihat marisa bersama kedua
orang tuanya keluar dari gerbang. Marisa kelihatan ceria siang itu, Dia terlihat sangat cantik
dengan Jaket dan celana jeans + sepatu ketsnya. Setelah semua barang marisa naik
kedalam bagasi, mobil travel itupun mulai berlalu melewati gang tempat ku berdiri sekarang.

Ah...sial kenapa mesti lewat sini, kenapa gak lewat ujung gang sebelah sana gumam ku
dalam hati. Aku cuman bisa mematung melihat mobil travel itu melewatiku. Perlahan mobil itu
menghilang di ujung gang yang mengarah kejalan.

"Selamat tinggal Sayang..cintaku selalu bersamamu kemanapun kakimu melangkah"

Special Part : Ikhlasku Untukmu


Yogya, Juli 2011..
2011..

Sore itu aku masih berada di kostan cewek berjilbab asal klaten ini. Aku sedang
menunggunya selesai mandi. Kami berniat mencari makan malam di daerah lembah UGM.
Dasar cewek, hampir sama aja kalo urusan mandi dan dandan..aku bisa menghabiskan
secangkir kopi + 3 batang djarum super sebelum mereka benar2 selesai dan siap untuk
pergi.

Sudah hampir 30menit aku mendengarkan lantunan lagu melow khas negara tetangga. "Lagu
cengeng" kalo kata si gadis berjilbab yang lebih senang kupanggil "Nduwt" itu. Yang
membuatku terheran, dia sering mengejekku ketika aku sangat asik mendengar dan
melantunkan lagu cengeng, tapi tak berapa lama dia mengambil alih headset Sony Ericson
K750i milikku. Eh, diapun mulai menyanyi2 kecil dengan suaranya yang fals meniru lagu
cengeng itu juga. Jadilah aku mulai mengejeknya.

Dari lorong kostan terlihat dia membuka kamar mandi dengan rambut panjangnya ditutupi
handuk.

Ane : wah tumben mandinya cepat Nduwt?


Nduwt : ngece kamu yank? sabar ya, aku ganti baju bentar.
Ane : jgn lama2 nduwt, keburu jenggotan aku nunggu. (isengku)
Nduwt : bentar koq plg satu jam...weeek

Dan, didoronglah diri ini keluar kamar. Hahahah...lagi2 aku menjadi satpam didepan pintu
menunggunya mengganti baju.

Nduwt : yank, ada telepon nih, dari Ems. (suara falsnya stengah teriak dari dlm kamar)

Aku sempat berfikir sejenak, Ems...siapa Ems ??? Oiya, itukan nama seseorang yang jauh
disana..iya, namanya di contact hape aku singkat dari nama panjangnya.

Ane : ya udah sini nduwt hapenya, mungkin ada yang penting.

Nduwt pun membuka sedikit pintu kamarnya, terlihat sedikit dia masih memakai pakaian
yang sangat minim. Wah pemandangan bagus, gumamku. Isenglah diri ini sedikit mendorong
pintu agar lebih lebar terbuka.

Nduwt : ih yank apa2an sih, ta suwek2 matamu ntr (hahahha, dia sedikit kesal dengan
kejahilanku)
Ane : yeeee aku kan cuman mw ngambil hape nduwt, gk keliatan tanganmu tadi
Nduwt : dasar buaya, pandai banget nyari alesan (diapun kini menutup rapat2 pintu
kostanya)

Setelah aku memastikan nama Ems yang tertera di layar 176 x 220 pixels itu, akupun
mengangkat panggilannya.

Ane : halo?
Marisa : Hey Kak gimana kabarnya??

Ah, suaranya seakan membuka kembali buku kenangan yang sudah tertutup rapi di sudut
hati ini. Terlintas semua hal2 indah dengannya.

Marisa : halo...halo kak?? Ih pasti ngelamun ni orang. (suara khasnya sedikit teriak
diseberang)
Ane : iya halo, tumben nelpon biasanya sms dek(mulai tersadar diri ini dari kenangan)
Marisa : pengen aja sih kak, gimana ada waktu gak? pengen ngobrolin sesuatu nih.
Ane : aduh gak bisa skrg, mau cari makan sama cewekku
Marisa : lagi sama cewekmu ya? Masih sama orang klaten itu ya?

Ane : heheheh iya, masih. Tu dia lagi dandan


Marisa : Awet juga ya kak, kapan nikah?
Ane : Kapan2. (dan terdengarlah suara tawanya di ujung telepon)
Marisa : ya udah, ntr malam jam brp kira2 aku telpon lagi kak?
Ane : kyknya ada yang penting banget??
Marisa : kebiasaan gk pernah ilang, tiap ditanya pasti nanya balik. (dia tertawa lagi disana)
Ane : hehehhe...ya ntr jam 9an aja..gimana??
Marisa : Ok deh, salam sama cewekmu ya kak..bye

Tut tut...dan
telepon itu terputus.
tut

Sejak kami putus tahun 2005, aku masih sering menelepon kerumahnya di medan, sekedar
menanyakan kabarnya. Kami putus sebenarnya bukan karena orang ketiga, tapi semata2
karena kesadaran kami sendiri bagaimana hubungan kami selanjutnya. Kami pernah
membahas mengenai perbedaan kepercayaan kami, serta jauhnya jarak yang memisahkan.

Aku sangat sadar, sekuat2nya seorang marisa menahan rindu, pastilah akan sangat tersiksa
melihat teman seumurannya bermalam minggu dengan pasangan. Sementara kami, cuman
sekedar saling mendengar suara lewat telepon.

Akhirnya aku memberanikan diri menyuruhnya mencari tambatan hati disana. Aku gak mau
membatasinya. Biarkan cinta yang ada ini menjadi kenangan manis.

Yah, kurang lebih seperti itulah bagaimana hubunganku berakhir dengan marisa. Heheheheh

Setelah hampir 1 jam aku terdiam setelah menerima teleponya, aku pun tersadar oleh suara
pintu kostan terbuka. Terlihatlah disana cewek cantik berjilbab warna hijau muda, dengan
kemeja lengan panjang dan rok hitam panjang.

Nduwt : telepon dari sapa yank??


Ane : dari teman di medan, cuma nanya2 kabar, lama dia gk telepon.
Nduwt : owh, ya udah yuk, dah laper ni (dia mengelus2 perutnya)
Ane : siap tuan putri (dan kucubit pipi tembemnya, diapun tersenyum kecil)

Kamipun menaiki Shogun Biru yang sering di panggil "Ceketer" oleh pemiliknya itu. Nduwt
nduwt, ada2 aja yang buat gemes.

25menit kami berkendara sampailah kami di sekitaran lembah UGM. Dan seperti biasa, dia
masuk dan memesan bakso kesukaanya. Lumayan lama kami menunggu karena antrian yang
cukup rame magrib itu.

Oiya, mengenai marisa, aku belum pernah sama sekali menceritakannya. Aku seperti sudah
sangat lama menyimpan rapat2 kenangan itu. Dan satu lagi kekuranganku, aku sangat susah
untuk menceritakan segala kenangan2ku. Aku rasanya enggan untuk berbagi, dengan
menceritakannya, seakan aku membuka lagi luka2 yang sudah mulai sembuh.

Setelah menghabiskan bakso pesenan, kamipun kembali kekostannya. Sudah jadi kebiasaan
kami, ngobrol lebih enak dikamar kostan daripada di luar. Bicara bercanda dalam artian
sebenarnya loh ya, bukan hal2 yang macem2...wkwkwkkw

Setengah 9, akupun pamit pulang, aku beralasan sudah ditunggu teman dikostanku. Setelah
dia mencium tanganku, akupun mengarahkan "Ceketer" kearah kostan, tidak butuh waktu
lama, 10menit aku sudah tiba di kmar.

Selang beberapa menit, hapekupun kembali berbunyi.

Ane : halo dek, gimana kabarnya?


Marisa : hehehe, baik koq, kakak sendiri gimana kabarnya?
Ane : baik juga, ibu bapak gimana kabarnya dek?

Marisa : sehat kak, cuman beberapa minggu terakhir mereka agak sibuk kak.
Ane : sibuk kenapa emangnya?
Marisa : jadi gini kak, bulan depan kan aku rencananya mau dilamar sama pacarku. Makanya
aku nelpon ke kakak, aku minta doa restunya ya kak, aku gak tenang kalo gak ngasih tau ini
ke kakak.
Ane : akhirnya kamu menemukan tambatan hatimu dek, selamat ya.
Marisa : kakak gak apa2 kan?
Ane : iya gapapa, maaf ya, kakak mungkin gak bisa datang besok pas nikahnya.
Marisa : iya kak, (hey, suara tangisan itu, kenapa kau datang lagi ke mata cantiknya)
Ane : aduwh koq jadi nangis sih, iya iya, kakak udah ikhlas semua koq sama hubungan kita.
.
.
.
Ane : halo, dek halo???

Bah kampret, hapeku mati ternyata, lupa ane cash...wkwkwkkwkw...kesalahan


teknis...maklumi permisa...heuheuheu...

Setelah aku mulai mengidupkan hape bututku dengan charger tersambung ke colokan listrik,
mulai lagi ringtone ciri khas pabrikan sony terdengar, segeralah ku angkat.

Ane : halo? Maaf dek, tadi hapeku mati..hehehhe


Marisa : ih kakak ih, tadi padahal dah nangis2, dah ngomong panjang lebar tau2nya putus.
Ane : maaf maaf, kesalahan teknis dek.
Marisa : kan jadi susah lagi mw ngomongnya. (terdengar dia tertawa kecil disana)
Ane : ya udah deh, nangisnya di ulang lagi deh biar bisa ngomongnya
Marisa : gak mau ah. Ya gitu kak, aku mau minta doa restunya kak.
Ane : iya dek, kan tadi kakak dah bilang, kakak dah ikhlas.
Marisa : ya udah, makasih ya kak. Kakak jangan sedih ya, ingat apa yang marisa ucapin dulu
saat kali terakhir kakak meluk aku, kakak harus kuat ya. Dadah kakak sayang.

Tut tut tut..terdengar


telepon di tutup..
tut..

Ane : dadah marisaku tercinta, semoga engkau bahagia dengan tambatan hatimu kini.

Dan, seperti biasa, jiwa melangkolis ini kembali memainkan perannya, malam itu aku hanya
luntang lantung di atas kasur.

Sekitar jam 12an, sangat nyaring ringtone itu berteriak menandakan SMS masuk. Senyum
simpul dibibirku mengembang indah. Aku yan tadinya sedikit galau, akhirnya bisa
memejamkan mata dengan senyuman tersungging.

"Kakak, maaf ya..aku sudah menduakan cinta


cinta kakak dihatiku. Cinta kakak tetap ada disana,
tapi cinta yang beberapa tahun kudapat ini sedikit mengisi kekosonganku kak. Aku
sebenarnya ingin kakak yang jadi bapak buat calon anak2 ku kelak, tapi kenyataan tidak
memihak kita kak. Sekali lagi maaf ya kak. Terima kasih atas cinta kakak selama ini, aku janji
akan tetap ada nama kakak dihati ini sampai kapanpun"

Kurang lebih seperti itulah SMS terakhir dr Marisa. Dan sejak itu aku sudah tidak berani lagi
untuk mengganggu kehidupannya. Aku tidak ingin mengungkit hal yang bisa mengganggu
kebahagiaanya.

Part II
Cantika Madriyani P

1. Mudik Pertama
Episode 2 Begin.
Begin
....
Setelah hari perpisahan dengan Marisa...
....
Ke-esokan harinya, pukul 1siang aku sudah berada di terminal jombor di pullnya bus Safari
Dharma Raya. Aku sudah siap2 buat mudik. Sekitar 10menit kemudian kernet bus sudah
mulai mengabsen penumpangnya dan menyuruh kami naik ke atas bus.

Dan mulai lagi penderitaanku, penderitaan seperti saat pertama keyogya dulu. Penderitaan
selama perjalanan dr Yogya ke Mataram. Dan mulai lagi aku seperti mayat hidup selama
perjalanan 2hari 1malam itu.
...

Skip skip malu aku ceritain gimana di atas bus, apalagi pas penyebrangan bali - lombok..
hehhehe..
...

Esoknya, bus Safari Dharma Raya mulai memasuki terminal Mandalika Mataram sekitar pukul
8malam. Duh lupa, aku kan gak punya sapa2 disni, terpaksa tidur di terminal yang
nyamuknya segede gaban. Kyknya kalo 2 hari nginap disitu kering badan ini dihisap
darahnya.

Pagi menjelang, terminal mulai rame dengan segala aktifitasnya. Sebenarnya mulai subuh
aku sudah stanby di dekat masjid yang jadi tempat ane tidur dulu pas mau keyogya. Ternyata
pak Marbotnya sudah ganti, sekarang jadi anak muda yang jadi marbot.

Pengaruh dari mabok perjalanan aku cuman diem selama dimasjid itu. Setelah selesai sholat
subuh, aku mulai kearah bus antar kota dalam propinsi, ku tanya kiri kanan ke penjual2 tiket,
mana bus yang menuju kekota ku yang masih nyebrang 1 pulau lagi.

Gak berapa lama, aku sudah dapat tiket "Titian Mas", bus itu lumayan terkenal ditempatku,
jadi sedikit tenang, sudah pasti ini aku bakalan nyampe rumah. hehehhe

...

Oke Skip lagi, agak malas ane ceritain gimana perjalanannya, soalnya ane kyk mayat hidup
trus tiap di atas bus...buahahahaha
...

Sore jam 3an aku sudah turun di kota, dan masih naik ojek lagi buat kerumah. Dan yang buat
senang, disini aku sudah sangat jelas mendengar bahasa daerah, bahasa ku dari orok. Ah,
memang suasana kampung sendiri itu beda banget sama kampung orang..hehehe

Oiya, mengenai mataharinya...mataharinya tetap masih 7biji...puanasnya gila2an. Gak butuh


waktu lama buat ngitamin kulit, baru turun dari ojek depan rumah aja udah terasa kebakar
kulit ini. Panas ngelupas gimana gitu, saking panasnya.

Aku pun masuk kerumah dan seperti biasa, rumah sepi, cuman ada nenek sama bibi dirumah
dan mereka sibuk di pintu samping yang mengarah ke kebun kecil samping rumah. Emak
Bapak masih disawah, mereka biasanya pulang dekat2 magrib. Biasalah, orang kampung
yang notabene petani kyk gitu.

Setelah meletakan tas di kursi ruang tengah, akupun bergegas masuk kedalam, dan sukses
membuat kejutan kecil buat nenek sama bibi. Akupun salim dengan mereka berdua, dan
seperti biasa kalo ada tamu, mereka langsung sibuk menyiapkan makan. Eh, ini kan rumah
sendiri yak, koq aku bilang tamu ya...wkwkwkkw

Satu lagi budaya tempatku. Jika ada tamu, maka akan langsung di ajak makan,walaupun
seadanya. Dan seakan tidak peduli, tamunya itu baru selesai makan ato tidak, yang penting
harus makan dirumah yang baru disinggahin, entah itu satu suap, pokoknya ngikut makan.
Agak memaksa memang, tapi biar keakraban terjalin gitulah.

Selesai makan, nenek banyak bertanya gimana ane pas di yogya. Sampai Emak Bapak
pulang dari sawah, aku masih di tanya sama nenek. Tidak lupa nasehat2 singkatnya. Ketika
sampai di ruang makan, emak yang kaget melihat anak semata wayangnya pulang, langsung
memeluk, ah....hangatnya pelukan seorang ibu..lumayan lama kagak dipeluk emak sendiri.

Sekitar 7bulan lalu pas aku mulai naek bis buat keyogya, itulah terakhir pelukan dari emakku.
Aku pun salim ke Bapak yang telah berdiri di depan pintu ruang makan.

Aku pun disuruh mandi trus diajak kemasjid bareng2, kebiasaan kalo dirumah, biasanya
magrib sama isya itu seisi rumah sholatnya kemesjid. Dan selesai sholat isya anepun pamit
buat istirahat.

Saat bangun pagi (eh, udah siang sebenarnya karena sudah pukul 12siang) aku sedikit kaget
dengan tempat tidur, sedikit asing dengan sarung bantal dan guling, soalnya dkostan, sarung
bantal dan gulingnya corak merah dengan lambang sebuah club sepak bola.

Aku juga bingung, koq ada kelambu disekitar ranjang tempatku tidur. Lumayan lama
mengingat2, oiya ini kan ranjang dirumah, dan sudah seperti ini sejak aku kecil. Anepun
mulai sadar kalo saat ini sedang berada dirumah.

2hari masih sering pangling dengan keadaan sekitar ketika bangun tidur. Kadang masih
kebawa suasana di kostan diyogya. Kalo gak salah ada bahasa kerennya ni, HomeSick

Syndrome kyknya ya...hehhehe

Hari ke-3 aku mulai lagi kebiasaan waktu masih kecil, jagain kerbau sama kuda. Biasa anak
kampung kerjaannya kyk gitu. Mulai lagi kebiasaan abis sarapan, aku lgsng ngembala
Kerbau sama Kuda punya bapak ke daerah gunung gk terlalu jauh dari rumah. Menjelang
magrib baru pulang setelah memasukan kerbau sama kuda kekandang masing2. Berasa kyk
koboy juga sih...awkwkwkwk

Dan mulai lagi kegiatan saat magrib dan isya, sekeluarga pergi ke masjid ditengah2
kampung. Memang kelihatan membosankan, tapi saat jauh dari rumah, rutinitas inilah yang
sangat aku rindukan.

-------------------------------------------------------

Ini kan cerita ane di yogya kan ya..jadi pas mudik ane percepat aja...biar gak OOT
--------------------------------------------------------

Gak kerasa sudah hampir 2 minggu dirumah. Dan saat masuk kuliahpun sudah mulai dekat
tinggal itungan hari. Akupun mulai menyiapkan semua baju2 yang akan ku bawa balik
kyogya.

Aku pun mulai menyiapkan oleh2 khas daerah yaitu madu ke dalam botol2 aqua sedang. Aku
bagi jadi beberapa botol. Rencana sih nanti buat ibu bapak kost, buat Arif sama buat diri
sendiri.

Oiya, selama di rumah, aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak memikirkan marisa dan
semua tentang yogya. Bukannya mau bersikap seperti seorang pengecut lagi, aku cuman
berusaha untuk menikmati waktu dikampung aja. Hehehhee.

Entah kenapa, aku berhasil untuk sejenak melupakan segala sesuatu tentang Yogya ketika
dirumah, mungkin karena teriknya matahari yang 7biji di atas kepala yang membuat otak
sdikit rada2.

Seperti biasa, aku di ceramahin sama nenek, dia tetap ngingatin agar tidak lupa sujud ke
sang pencipta , jgn lupa sholat terus berbuat baik, biasalah nasehat orang tua.

Semalaman aku tetap setia mendengar nasihat dari nenek dan emak bapak. Sampe sekitar
pukul 11an malam, akupun pamit buat tidur karena besok harus bangun pagi2 buat
perjalanan balik ke mataram dilanjut ke yogya.

Sehabis sholat subuh, aku sudah rapi dan siap2 buat naik ojek ke kota. Karena hari
sebelumnya sempat kekota buat beli tiket "Titian Mas" dan dapat tiket pagi jam 8an.

Setelah semua barang bawaan fix didalam ransel, oleh2 khas kampung juga sudah rapi
didalam kardus mie instant dengan tali rapia disegala sisinya (ini ciri khas banget orang
kampungnya wkwkkwwk).

Akupun pamit kesemua orang yang ternyata sudah lumayan rame di depan rumah. Aku salim
satu2, dan gak jarang dapat salam tempel, yap, isinya duit, mayanlah buat diperjalanan
nanti..hehehhe

Setelah salim ke paman, dia bilang kalo sudah pesan sama anaknya yang cewek yang kuliah
di mataram buat jemput di terminal sore nanti. Ah, sukurlah pikirku, nanti gk perlu nginep di
terminal lagi. Ada ponakan yang juga kuliah dimataram bisa jadi tempat nginap.

Pagi itu, aku di anter sama kakak samping rumah dengan motor SupraXnya. Sekitar
25menitan sudah sampe diterminal kota, dan akupun langsung di anter ke bus yang sudah
kubeli tiketnya.

Pukul 8.10 bus pun siap berangkat ke Mataram, dan akupun salim dengan kakak yang
nganterin tadi. Lagi2 dapat salam tempel, lumayanlah buat beli2 minum diperjalanan. Hahay.

---------------------------------------------

Skip lagi, gak usah diceritain perjalanan selama dibus..aku masih tetap kyk mayat idup,
masih belum bisa adaptasi dengan perjalanan jauh.
----------------------------------------------

Sekitar pukul 3sore, bus sudah masuk ke terminal Mandalika mataram. Saat turun dari bus,
ternyata sudah menunggu disana ponakan yang kuliah dimataram. Umurnya sih gak terlalu
jauh terpaut dengan ku. Jadi kita kyk seumuran gitulah.

Nama dia Anita, dan aku sangat kenal dengan doi, soalnya sering main juga waktu kecil
sampe SMA walaupun gak satu SMA sih. Anita datang dengan pacarnya waktu itu, dan
kagetlah diri ini, pacarnya make mobil. Beuh, manteb juga ni ponakan bisa dapet cowok tajir
pikirku.

Gak berapa lama, kamipun melaju kekostan Nita, aku kgk hapal daerah Mataram, soalnya
kgk pernah lama dimataram. Hehehhe. Ternyata Paman sudah berbicara dengan pemilik
kost, kalo hari ini kakaknya Nita bakalan nginep buat keyogya. Jadi santai aja aku kalo harus
keluar masuk kostan itu.

Oiya Anita ini lumayan dimanjain sama orang tuanya, semua isi kamarnya komplit, ada
tipi,kulkas springbed pokoknya komplitlah. Sesampainya dikamar, aku naro tas ransel dan
kardus mi instant yang berisi oleh2 khas kampungku, trus mandi, wah segar juga habis
perjalanan jauh.

Aku pun mengajak pacarnya nita buat nemenin lagi ke daerah deket terminal mandalika di
pullnya bus safari dharma raya.

2. Tragedi Gayung Kamar Mandi

Lagi2 saat aku beli tiket, dapat tiket terakhir yang dekat kamar mandi paling belakang.
hadeh, bakalan kyk pertama keyogya dulu pikirku. Tapi gk apa2lah, waktu udah mepet juga,
bisa2 kalo ditunda beberapa hari kedepan bakalan telat masuk kuliah, bakalan telat ketemu
sama Marisa.

Aduh...perasaan ini..tiba2 dada terasa sesak, bayang2 itu mulai terlihat lagi di fikiranku.
Segala tentang Marisa mulai hadir dan semakin kuat setiap detiknya.

Ampun dah, ternyata setelah 2 minggu di rumah, perasaan itu tidak hilang sama sekali,
hanya tertidur diam dihati, dan sekarang saat mau keyogya, perasaan itu mulai bangun dan
beraktifitas seperti biasa..dan ini sedikit menyiksa. Bukan sedikit sih tapi sangat menyiksa.

Disepanjang perjalanan balik kkostan Anita, aku cuman diem dikursi depan dsamping
pacarnya Anita yang asik memperhatikan jalan raya saat itu. Sesampainya dikostan, ternyata
anita sudah menyiapkan Plecing kangkung Khas Lombok.

Kami bertigapun mulai makan. Pertama sih agak kurang selera karena kepikiran marisa.
Berhubung ini plecing kangkung puedes e puol2an, mlut pun sampe dower makan pedes lvl
10,5 itu.

Dan herannya, kuliat Anita sama pacarnya dengan santai melahap habis plecing kangkung
itu. Wah, cocok ni orang dua pikirku.

Ane :Kalian ini serasi banget ya, sama2 doyan pedes

Membuka omongan sambil mangap2 kepedesan, gk lupa air mata netes kepedesan, ini murni
air mata kepedesan bukan air mata sedih...ngeles dikit hehhehe

Anita sama pacarnya cuman tertawa melihatku yang berlinangan air mata sambil mangap2
kepedesan. Oiya, di kampung ku itu kebanyakan masakannya dominan rasa asem+pedes.
Nah kalo diyogya itu dominan manis. Jadi butuh waktu agak lama buat perut beradaptasi.

Dan 2 minggu kyknya belum bisa perut ini beradaptasi lagi dengan masakan yang pedes.
Jadilah malam itu bolak balik kamar mandi dikostan itu. Bahkan saking parahnya, sampe gk
bisa tidur karena diare dan bolak balik kekamar mandi.

Pagi menjelang, aku masih bolak balik kamar mandi. Saat lagi asik didalam kamar mandi.
Tiba2 pintu kamar mandi digedor2.

... : sapa didalam, buruan dong, kebelet nih (suara cewek dari luar)
Ane : bentar! (akupun bergegas menyudahi aktivitas dikamar mandi dan langsung keluar)
... : lama amat sih, dah gak tahan ini (terlihat mukanya sedikit kesal nahan pipis)

Begitu minggir kearah luar, doi langsung masuk nyelonong kekamar mandi. Akupun kekamar
Anita ngambil handuk dan balik ke depan pintu kamar mandi dgn posisi sama kyk
sebelumnya.

Gak berapa lama, cwek tadi keluar dari kamar mandi. Dan doi kaget melihat ku yang sedang
senyum polos mesum didepan kamar mandi.

... : kamu ngintip ya?? (dia agak sedikit masuk lagi kedalam kamar mandi)
Ane : enggak, aku baru dari kamar tadi ngambil anduk mau mandi (aku kebingungan ini
cwek2 tiba2 masuk kamar mandi lagi, apa doi pengen ngikut mandi bareng yak...wkwkkww)
... : dasar mesum (suaranya agk teriak keluar dari kamar mandi)

Dan...Plak...bulleyes..gayung kamar mandi tepat mendarat dikepalaku. Aku telat


menghindar, reflekku hilang entah kemana, aku lebih ngerasain mules diperut sebelumnya.

Gara2 sambel laknat semalam, aku jadi bulan2 cwek ini. Aku jatuh dan cuma bisa terduduk
melihat cewek itu marah dan tetap setia dia memukuli diri ini dengan gayung ditanganya.
Seketika anak2 cewek kostan itu keluar kearah keributan dari kamar mandi.

Seger sih sebenarnya pemandangan pagi itu, cewek2 banyak yang make tanktop sama
celana mini doang, trus mukanya masih pada urak2an baru bangun tidur. Tapi aku gk bisa
nikmati karena masih sibuk megang kepala yang dari tadi tidak lepas dari hantaman gayung.

"Emak.....anakmu di aniaya cewek Mak...Tulung Mak..." teriakku dalam hati

Sekitar 3menit aku masih dihajar pake gayung tadi. Tiba2 hantaman gayung itu sudah gak
terasa lagi. Ah sukurlah sudah berhenti gumam ku. Ternyata sudah ada si Anita yang
menahan gayung dari tangan cewek gila tadi. Akupun masih dalam posisi terduduk menahan
sakit.

Anitapun menjelaskan kalo aku adalah kakaknya yang nginap dikamarnya semalam. Setelah
dijelaskan, si cewek gila tadi mulai kyk malu melihat ku yang masih posisi terduduk sambil
megang kepala.

Selang beberapa menit, semua kembali normal dan semua isi kostan sudh kembali kkmar
masing2. Akupun tanpa pikir panjang langsung masuk kamar mandi dan mulai mandi, entah,
sekarang kepalaku yang rasanya sakit, benjol2 kena hantaman gayung yang membabi buta.

Perut juga sudah tidak terasa panasnya, sekarang rasa sakit beralih kekepalaku. Setelah
beres mandi, balik kekamar dan akupun mulai memakai pakaian yang akan kugunakan buat
perjalanan keyogya.

Terdengar suara pintu kamar diketuk.

Anita : kak, udah belum??

yoi, semalam anita numpang tidur dikamar sebelah sama temannya soalnya kamarnya aku
yang tempatin

Ane : Iya bentar, ni dah selesai (akupun membuka pintu kamar)

Ternyata Anita gak sendirian didepan kamar. Dia bersama cewek gila yang menghajar ane
dengan gayung di depan kamar mandi tadi. Aku sedikit kaget dan langsung reflek memegang
kepala. Jadi parno kena hajar dikepala lagi. Melihatku megang kepala kyk gitu, si cewek gila
tadi cuman senyum jahat, kelihatan dia sangat puas menghajar kepalaku.

Anita : kak, kenalin ni temanku.


Marina : Marina kak... Maaf ya kak, tadi salah sangka (doi menjulurkan tangan)
Ane : Eri (aku menjabat tangannya, tapi tangan kiri masih dikepala)

Anita sama Marina cuman ketawa melihatku yang masih megang kepala yang benjol2.
Mereka pun masuk kedalam kamar, terlihat Anita mengambil dompet dan kunci motor.

Anita : kak, aku keluar bentar mau cari sarapan, males masak pagi2.
Ane : lah emang sarapan buat sapa (tanyaku sambil melirik kearah cewek gila yang sudah
duduk didalam kamar)
Anita : ya buat kakak lah, ntr kan gk perlu beli di terminal sarapannya, diterminal mahal kak
(diapun meninggalkanku sama cewek gila yang bernama Marina itu)

Aku masih sedikit takut akan dihajar lagi sama ni cewek gila, jadilah aku duduk agak jauh.
Maklum kamarnya ini lumayan luas.

Marina : kak, maaf ya tadi aku salah sangka, kirain kakak ngintip pas aku dikamar mandi, gak
taunya (doi nutup mulut sambil nahan ketawa)
Ane : iya dah dimaafin, tapi ini kepala ku jadi benjol2 gk jelas.
Marina : gpp kak, kan itung2 olah raga pagi2 (jawabnya enteng)
Ane : iya, kamu yang olahraga, aku yang jadi sansaknya yang gk enak

Marina cuman ketawa kecil melihat ku yang masih megang kepala. Ah sial, tiba2 diri ini
seakan teringat dengan seseorang di medan sana, cara Marina tertawa mirip2 dengan
Marisa

Marina : kak kapan kyogyanya? (Ini kalo nambah dia julurin lidah, bakalan sebelas duabelas
sama Marisa)
Marina : kak, pagi2 malah ngelamun, week (doi menjulurkan lidahnya, persis seperti marisa,
damn**)

Deg...dada ini mulai terasa sesak lagi. Bayangan marisa mulai memenuhi otak lagi. Akupun
cuman bisa nunduk. Entah tiba2 sdikit down saat mengingat tentang marisa. Sial ni cewek
mana namanya nyerempet2 ke Marisa, cara2 dia tertawa dan julurin lidahnya juga gak jauh
beda.

Tuhan, bisakah aku sedikit meredupkan pesona Marisa yang sudah terpatri jelas dihatiku??

Anita : Rin, kamu apain lagi kakaku Rin?? (tanya anita yang baru balik dari beli sarapan)
Marina : Eh, gk diapa2in koq, tiba2 aja kakak kyk gitu, tau2nya nunduk sedih (doi membela
diri)
Anita : Rin kamu pukul lagi ya??
Ane : (ngangkat kepala kearah anita) udah, gpp tadi kepikiran seseorang aja (garuk2 kepala)
Anita : kirain kakak dipukul lagi sama Rina.

Aku sama marina cuma senyum2. Anitapun masuk kekamar dan mengambil piring sarapan
yang baru dibelinya. Dia cuman beli 1 bungkus nasi rames. Dan ternyata cuman aku yang
sarapan.

Anita : ni kak, sarapan dulu, ntr tunggu Andi baru berangkat keterminal (andi ini pacarnya
anita yang kemarin jemput di terminal)
Ane : lah ini cuman 1, kalian gk sarapan?
Anita : kami ntr aja kak, ntr dikampus aja

Marina cuman diam sambil melihat tipi yang barusan dinyalain Anita.

Ane : ya udah, aku sarapan ya, awas ada yang pengen (ngelirik marina, sedikit
menggodanya)
Anita : tenang aja kak, makanan dikampus lebih enak. (oiya, anita dan marina kuliah
disebuah akademi keperawatan di mataram)

Marina seakan gak peduli dengan sekitarnya, doi serius banget nonton tipinya. Aku buka tu
bungkusan nasi rames, wuih, masih panas, asepnya masih ngebul2 pas kubuka bungkusan
nya,

Keluarlah sifat iseng ku, mulai kutiup2 tu asep kearah marina, pengen godain sih, pengen
balas dendam gara2 dia ngehajar pake gayung tadi. Dan berhasil, gak butuh waktu lama,
marina mulai2 tergoda dengan aroma sarapan di bungkusan ini.

3. Marina Tertipu Buaya Darat

Gak butuh waktu lama, marina mulai2 tergoda dengan aroma sarapan di bungkusan ini.

Marina : ih kakak ini sengaja ditiup2in kearah kita biar kecium baunya kan. (mulutnya
manyun)
Ane : ye, ini masih panas, tu liat asepnya masih ngebul2 kyk gitu. kl gk ditiup bisa kebakar
mulutku.
Marisa : coba liat kak, menunya pake apaan?? (dia geser duduk kedekatku ngeliat menu
sarapan)

Modus ini, pasti nyelonong itu tangannya mau ngembat tempe goreng. Dan benar dugaanku,
pas lagi niup2 asep sarapan, ni anak dengan cepatnya menyamber tempe goreng. Langsung
dimakan tu tanpa rasa bersalah.

Marina : iya kak, enak tempenya (mulutnya masih full dengan tempe)
Ane : enak sih enak, itu tadi ngambil dari mana? gak sopan.
Marina : alah peritungan banget si kak, cuman tempe doang.
Ane : iya cuman tempe doang, tapi kalo yang punya gk ikhlas bisa2 kesedak yang makannya
(ngasal)
Marina : (berhenti ngunyah dan langsung ditelan) ya udah deh tempenya aku balikin
(wajahnya berubah kyk orang keselek, butuh minum ni orang,,pikirku)

Aku letakin tu bungkusan nasi dilantai, aku ke dispenser di sudut kamar, isi air segelas kecil,
aku kasihin ke Marina.

Ane : makanya, kalo makan itu pelan2, jgn maen telen aja, jadinya keselek kan (sambil
nyerahin air minum)
Marina : (ngambil air dan langsung di abisin tu 1 gelas) makasih kak (sambil ngelap mulutnya
dengan punggung tanganya)

Ane : kamu belum makan ya dari semalam? Makan tempe tadi kyk orang kelaperan banget
Marina : (ngagguk) iya kak, semalam males makan, cuman minum es, makanya pagi2 kebelet
kekmar mandi.
Ane : yaudah, ini sarapan kamu makan aja, ntr aku sarapan di kapal aja (nyerahin bungkusan
sarapan)
Marina : Gak ah, kakak aja yang sarapan, aku nanti aja dikampus sama Nita.
Ane : udah makan aja gk usah malu, ntr pingsan kalo kelamaan perut kosong.

Marina ngeliat kearahku sedikit ekspresi beda, entah ekspresi apa yang ada di raut
mukanya. Tanganya mulai mau menerima bungkusan sarapan yang aku sodorin dari tadi.
Diapun mulai memakan sarapan suap demi suap. Kyknya kelaperan beneran ni anak.

Selang beberapa suap, dia berhenti dan menunjukkan ekspresi tadi lagi, ekspresi orang
keselek. Ya udah, aku ngambil air lagi di dispenser dan ngasih lagi ke cewek gila depanku.
Setelah meminum air dari gelas, dia terlihat senyum kearahku.

Marina : Kak, keyogyanya di tunda aja kak, ntr aku traktir makan??
Ane : Eh, ini aku udah dpt tiket juga
Marina : Yaaaaah, gk bisa dong aku ganti salah paham di depan kamar mandi tadi.
Ane : Eh, emang mau ta bales mukulin kepalamu??
Marina : bukan gitu kak, gini loh maksudnya..(dia naro gelas di lantai yang dri tadi dia pegang
ke lantai)
Marina : aku mau minta maaf dengan cara nraktir kakak makan gitu!!
Ane : (hmmm akal bulus, dasar wanita..wkwkkw) Kan tadi udah aku maafin, cuman salah
paham juga kan.
Marina : aku masih gk enak kak, mana kepala kakak kyknya benjol tu (doi kyknya mulai
ngangkat tanganya kearah kepalaku)
Ane : Eh eh...main megang2 aja, masih sakit ini. (tepisku)
Marina cuman tertawa kecil.

Ternyata Nita yang sedari tadi gk ada suara, dia udah ketiduran lagi depan tipi. Pantesan
dari tadi cuman ada suara kami berdua. Akupun sama marina sempat ngobrol ngalor ngidul
gk jelas. Gak kerasa jam dinding dikamar menunjukkan pukul stengah 8. Dan dari luar
kedengeran suara mobil Andi.

Marina bergegas membangunkan Anita yang tertidur depan tipi. Akupun segera merapikan
bawaan dan memasukkan perlengkapan mandi kedalam ransel. Selang 5menit, kamipun
sudah meluncur ke Terminal Mandalika. Setelah memarkir mobilnya, andi membawa kardus
mie instant yang berisi oleh2ku. Marina sama Anita berjalan disampingku.

Masih ada waktu stengah jam, sebelum waktu berangkat ke Yogya, kamipun sempat duduk di
dalam terminal. Marina dan anita pergi ke arah penjual minuman disudut ruang tunggu.
Tinggalah Andi yang duduk disampingku.

Ane : Ndi, sudah pacaran sama Nita berapa lama (membuka omongan)
Andi : Baru 3bulanan kak (garuk2 kepala)
Ane : wah, masih anget2nya dong
Andi : heheheh, ya gitu deh kak.
Ane : dah pernah maen ke rumah blm?
Andi : belum kak, blm berani.
Ane : owh, kapan maen krumah, skalian ketemu sama Camer (aku isengin dia)
Andi : hehehhe kapan2 deh Kak. (lagi2 garuk kepala)

Ni orang emang diam karena jaim ato emang pendiem orangnya. Prasaan dari kemarin sejak
njemput di terminal dia jarang ngomong, pas nganterin beli tiket juga di mobil dia
kebanyakan diem. Ah sudahlah, yang penting bisa jagain ponakanku ajalah.

Selang beberapa menit, Marina sama anita balik dengan kresek item penuh dengan
minuman, mijon, aqua, panta sprit, teh botol ada semua. Beuh ini anak kyknya demen minum
kyk gitu2 pikirku.

Marina : kak, ni minum ntr buat di perjalanan (doi menyerahkan kresek itu)
Ane : Gak usah, ntr juga kan bisa beli di perjalanan (sedikit nolak)
Marina : gpp kak, kan itung2 traktir gara2 kejadian tadi subuh. (doi sedikit malu2 monyet, eh
malu2 kucing ding..heheheh)
Anita : cie cie, yang perhatian ma kak Eri. (Ane sama Andi cuman senyum2 ngeliat pola
mereka)
Marina : iya ni kak, udah aku beliin juga, gk baik loh nolak rejeki (dia memegang tanganku
dan ngasih tu kresek)
Ane : (dengan sangat terpaksa..padahal kesenengan) ya udah, mayanlah buat di kapal ntr.

Kamipun kembali ngobrol2 gk jelas sambil menunggu jam stengah sembilan. Kurang
10menit, akupun bersiap menuju bus safari dharma raya.

Ane : ya udah, ta jalan dulu ya, makasih dah nampung dikostan dan makasih juga buat
benjol2 dikepala (ngelirik nakal ke Marina)

Anita dan Marina cuman senyum2 kecil, sedangkan Andi cuman diem, dia gak ngerti masalah
gayung melayang tadi subuh. Anita dan Andipun menyalami dan mencium tanganku,
kebiasaan dikampung hormat sama orang yg lebih tua...kyknya aku tua bangat
kesannya...wkwkwk

Marina terlihat kebingunan saat hendak ku salami. Doi sedikit salah tingkah (salting..bhsa
kerennya..heheheh), entah apa maksudnya itu. Ini tanganku yang sudah menjulur dari tadi gk
juga disambut. Muka Marina kelihatan kyk merah malu2 gitu, kyknya ini anak kebelet pipis
apa dari tadi, pikirku.

Marina : kak, aku peluk boleh?? (suaranya sedikit pelan, malu2 monyet lagi, eh malu2 kucing)
Ane : Haaaaah?? Apa2an ini mw maen peluk2 aja.
Marina : Gpp ya kak, aku peluk biar kyk di sinetron2 gitu kalo mw berpisah. (doi melirik ke
anita dan andi yang dari tadi gandengan)

Anita : cie cie yang mw berpisah (menggoda Marina)


Marina : apaan sih Nit.. (mukanya merah padam)
Ane : (ini anak korban sinetron juga pikirku)
Ane : ya udah sini (merentangkan tangan) (wkwkwkw, pelukan gratis dari cewek pula, sapa
yang nolak wkwkwkwk)

Blm apa2 aku dah dapat pelukan mblo...bayangkan mblo...

Marina dengan menunduk

malu2 monyet mulai mendekat dan benar2 tu mendarat dalam pelukanku. Wah rejeki anak
kampung gumamku.

Semenit berlalu ni anak belum juga mundur dari pelukanku, ada apakah gerangan?? Apakah
aku sudah menuliskan sesuatu yag berkesan dihatinya, entahlah, diri ini kegeeran ntr.

Anita : cie cie yang dipeluk trus gk mw lepas, sudah sana ngikut aja ma kak Eri ke Yogya-nya
(godanya ke marina)

Dan cengan si Anita ampuh sekali, seakan menyadarkan Marina yang dari tadi seperti
kehilangan akal sehatnya. Lah bukannya dia emang gila yak, dia kan tadi subuh mukul2
kepala ku make gayung kamar mandi..wkwkwkkw..

Marina : Eh, maaf kak, jadi kebawa perasaan (mukanya merah padam saat tersadar oleh
cengan Anita)
Ane : hehehehe (garuk2 kepala)
Marina : ya udah kak ayuk aku anter sampe bus
Ane : yuk.

Akupun mengambil tas ransel kebanggaan yang dari tadi nangkring di atas kursi tunggu,
kamipun menuju ke bus safari dharma raya, dan kelihatan sang kernet mulai mengabsen
para penumpang.

Setelah menyerahkan tiket untuk di cek. Setelah di sobek bagian belakangnya, tiket di
kembalikan dan akupun naik ke bus dengan ransel dan kardus mie instant. Aku kembali
turun, karena masih tersisa 5menitan sebelum bus berangkat. Eh, itu cewek gila koq
mukanya tiba2 jadi sedih gitu??

Anita yang sepupuku aja mukanya biasa2 aja. Lah ini orang asing yang dengan kejamnya
menyiksa ku di depan kamar mandi tadi, mukanya gak karu2an gitu. Kyk di tinggal sama
pacarnya aja..gumamku.

Ane : eh, itu muka bisa mewek juga toh?? (isengku ke marina)
Marina : ih kakak gitu, ya bisalah aku sedih, kan aku mau ditinggal (doi manja2 gk jelas)
Anita : cie cie yang mau ditinggal, udah sana ngikut aja ma kak Eri (nita mendorong2 marina)
Marina : gak ah, ntr diyogya aku dicuekin, trus ntr kalo kak Eri balas dendam gimana??
(dengan polosnya)
Anita : ya gpp kan, biar 1 sama, jadi gk ada utang kamunya gara2 tadi pagi
Ane : udah2, dah gapp koq biasa salah paham (ini rasanya kyk keren banget pas ngomong

gitu..hahay

Marina : kak, kalo aku ikut, boleh gak?? (mendadak agak serius mukanya)
Ane : Eh....emang di yogya mau tinggal dimana??
Marina : ya sama kakak lah, mau sama sapa lagi??
Ane : jgn deh, kostanku gk boleh cewek masuk, mau tidur di teras kost??
Marina : gpp deh, asal bisa ke yogya trus bisa sama kakak.
Ane : aduh gimana ya?? (sial, aku terjebak sendiri, aku malah jadi bingung sendiri)

Muka Marina mendadak jadi senyum nakal, ah sial kyknya ada yang ngerjain lagi ini.

Marina : hehehe...bercanda kak, kan gk enak kalo mau pergi tuh dengan rasa sedih (doi
tersenyum)
Ane : kirain beneran (ngelus2 dada marina, eh, dada sendiri buat nenangin diri)

Marina : lagian aku keyogya juga make apa kak, tiket juga belum beli.
Ane : oiya ya (garuk2 kepala)

"Ayo ayo yang Yogya naek, bentar lagi bus berangkat" teriak kernet bus

Akupun sekali lagi pamit kemereka ber-3. Ketika di atas bus aku sempat melihat melalui
jendela belakang, kelihatan mereka masih melambaikan tangan. Selang beberapa menit
buspun meninggalkan terminal menuju pelabuhan Lembar. Diperjalanan, akupun kembali
seperti mayat hidup. Masih belum terbiasa ini badan buat perjalanan jauh menggunakan bus.

Skip skip seperti biasa, males nyeritain gimana keadaanku di bus, terlalu parah untuk
diceritain. Heheheheh

4. Arif dan Cewek Barunya

Hore nyampe yogya lagi...

Esok siangnya, bus safari dharma raya sudah sampai di pullnya di deket jembatan Janti.
Semua penumpangpun mulai mengambil barang bawaan dan menuju ke tempat keluarga ato
teman yang sudah siap menjemput mereka.

Terus nasibku piye?? Ya gitu deh, masih tetap sendiri. wwkwkkwkw

Selang beberapa lama duduk di teras depan pull buss, kyknya kepala sudah mulai agak
mendingan rasanya. Kali ini di perjalanan aku gk ada teman yang kyk dulu pas pertama
keyogya. Dulu ada pak guide, pak burhan yang nemenin sampe yogya.

Oiya, itu pak bur gimana ya kabarnya?? Moga aja beliau sehat2 di kampung sana. Anehnya
pas aku dikampung koq gk ada ya sedikitpun keingetan sama beliau. Wah parah juga
ternyata kepala ini.

Aku blm pernah cerita kyknya, yang dulu pas ane tidur dimasjid, dan pak bur ninggalin ane
buat beli Tiket bus safari dharma raya, ternyata itu tiketnya dibeli pake duitnya dia lho..dia gk
ada dikitpun nyinggung2 selama perjalanan. Ah, baek benar beliau ya, semoga lain waktu
aku bisa membalas kebaikannya. Amin.

Selang beberapa lama, akupun memutuskan untuk naik taksi buat kekostan. Eh, taksi lagi,
moga kali ini gak kena kadalin lagi sama oknum supir taksi. Aku kan sekarang sudah mulai
mengenal wilayah yogya ini, kenapa gak nyoba make argo aja ya? gumamku dalam hati.

Akupun mencoba menghentikan sebuah taksi biru muda, kalo gak salah itu Vetri Taksi. Taksi
yang lumayan lama telah ada di yogya dan sudah dikenal orang.

Tanpa babibu lagi, aku pun meminta bapak supir taksi mengantarkan ke daerah pengok
kekostanku. Perlahan taksi itu mulai meninggalkan pull bus yang sudah mulai sepi siang itu.

Setelah sampai di depan gang kostan, kulihat di Argo ternyata cuman sekitar 22rebu gitulah.
Kan bener, oknum supir taksi yang dlu ngembat duit ku sekitar 30an rebu...ah menjadi2 lagi
benci ini mengingat kelakuan kampret oknum itu. Hahahhaha...sudahlah dah lewat juga.

Seperti biasa, aku menyalimi satu2 penghuni rumah, dan menuju kekamarku di belakang.
Tumben, itu kamar sebelah terbuka dan terlihat si Arif sedang beres2.

Ane : eh cok? sejak kapan di yogya??


Arif : (kaget ngeliat blkg) akhirnya nyampe yogya juga koe cok

Kamipun saling berjabat tangan,genggam jempol,jabat tangan lagi trus kyk ngadu jotos.
Eitss, bukan kelahi lho ya, itu cuman salaman ala sahabat waktu itu. Apa ya namanya,
pokoknya gitulah...wkwkwkkw

Arif : bawa apa aja koe cok? Bah, itu kardus isi mie instant?? (nunjuk kardus dpn kmr)
Ane : iya, itu isinya mie instant.
Arif : ngapain bawa mie dari kampung, kyk dsini gk ada mie aja cok cok
Ane : wes aku mau brenti makan nasi sekarang, diet aku mau makan mie aja (isengku mulai
keluar)
Arif : guayamu cok, itu tubuh tinggal tulang sama kentut, mau diet apa lagi??

Kamipun tertawa lepas seperti biasanya.

Setelah lumayan basa basi yang sangat basi, arif kembali melanjutkan membersihkan
kamarnya, ane pamit buat memasukan barang kekamar yang agak berdebu. Setelah beberes
berapa lama, akupun mulai menuju kamar mandi membersihkan diri.

Setelah kututup pintu kamar mandi, sedikit kaget aku ngeliat itu gayung kamar mandi koq
mirip2 kyk gayung yang mendarat di kepala ane kemarin subuh ya?? Ahahahha, tiba2 aku
tertawa geli didalam kamar mandi mengingat tragedi gayung di mataram kmrn.

Karena badan masih berasa gak karu2an, hari itu akupun memutuskan untuk membaringkan
diri melpas penat. Arif tadi sempat ngajak cari makan. Tapi rasa capek dan ngantuk lebih
membuatku untuk menolak ajakanya. Tidak butuh waktu lama mata ini sudah mulai terlelap
dan menuju pulau kapuk.

"Cok tangi woy, modyar po koe??" suara teriak sambil menggedor pintu kamar.

Ah, matakupun mulai terbuka untuk mengetahui siapa gerangan yang menggedor pintu
kamar. Siapa lagi kalo bukan sahabatku. Ah, Rif aku masih capek, masih ngantuk juga,
kangen2annya entar ajalah..bhuahahahah

Ane : Iya bentar cok (membuka pintu kamar)


Arif : wah untung masih urip koe, ta kira modyar koe cok (arif cengesan dpn kmr)
Ane : hadeh jam berapa ini, masih gelap kyk gini juga, mau ngapain cok?? (tanyaku
mengucek2 mata)
Arif : koe rung madyang to? arep mesen ra? aku mau nyari makan ini
Ane : bolehlah, nitip ayam goreng aja rif.
Arif : yo wes. (doi ngeloyor keluar kostan)

Merasa sedikit gerah, akhirnya akupun beranjak mandi lagi. Prasaan tadi sore baru mandi
deh, tapi ini badan koq kemringet gini rasanya. Setelah selesai mandi, kuliat arif di kamarnya
sudah mulai makan.

Ane : beh, gak nunggu2 lagi koe cok


Arif : hahahha (itu nasi muncrat2 dr mulutnya)
Arif : koe tak bangunin kmrn malam gk bangun, males keluar malem2 gk ada teman jadinya
semalam gk makan aku cok
Ane : hah, kapan?
Arif : kmrn malam ta bangunin gk bangun2 koe.
Ane : bukannya baru tidur bentaran tadi? (kebingungan)
Arif : matamu, koe wes turu sehari semalam. wkwkkwkw

Lagi2 ternyata aku tertidur sehari semalam sejak aku nyampe kamar, pantesan ini badan
mulai bergetar karena kelaperan.

Ane : ndi pesenanku?


Arif : tu di depan kamarmu.
Ane : oh jadi gitu skrg, makan sendiri2 gk nunggu2 ya (candaku)
Arif : selak modyar aku ngenteni koe adus
Dan tertawalah kami seperti sedia kala.

Akupun beranjak kekamar untuk ganti baju dan makan makanan yang sudah kupesan sama
arif tadi. Agak enek sih, yoi ini perut belum masuk nasi sebutirpun sejak meninggalkan
mataram. Paginya juga pas mau sarapan di kostan Anita, sarapanku di embat sama cewek
gila itu.
Eh, kira2 gimana yak kabar cewek gila itu?? Tersungging juga bibir ini oleh ingetan
tentangnya sekilas.

Arif : woy cok, ngapa senyum2 sendiri sambil makan? (arif nyengir dpn kamar)
Ane : hehehhe (garuk2 kepala tersadar dari lamunan)
Arif : melu ra?
Ane : nang ndi?
Arif : kostan dian

Wew, sek sek...ini dian sapa lagi?? Bukane kemaren2 arif jalan sama Lina??? Ah daripada
bingung gk jelas ane tanyain lagsng ajalah sama orangnya.

Ane : dian? dian mana lagi cok?? Lina ganti nama jadi dian?? (ekspresi andelan ngangkat alis
sebelah)
Arif : wkwkwk, bukan itu ada cewek kenalan di bus pas dari PLG kmrn, cantik bro make
jilbab.
Ane : ah telek, dpt aja koe cewek cantik. Anak mana?
Arif : anak solo, kmrn dia maen ke PLG, nah pas kyogya barengan di bus.
Ane : owh, wah cinta dalam perjalanan ini ceritanya (cengin doi)
Arif : hahahah, melu ra?
Ane : gak deh, abis makan aku mw ketempat Marisa (eh ini mulut maen nyerocos aja)
Arif : lah bukane marisa udah balik ke Medan??
Ane : iya keceplosan tadi. (garuk2 kepala lagi)
Arif : awas ndak gila kamu mikirin Marisa terus, itu Ima ngarep kkoe terus.
Ane : hah... Ima apa? (sedkit tersedak)
Arif : wes ah, ta jalan sek.. (doipun berlalu dr kamar)
Ane : Inget konco, bagi2 ngko (sedikit teriak, dan muncrat lagi itu nasi dimulut...wkwkwkw)

...
Oiya, dulu pas dikampung, ane pernah kewartel dikota, buat nelpon ke PLG. Sekedar
menyapa sahabatku nun jauh disana. Banyak yang kami omongin, sampe2 ane cerita tentang
kepulangan Marisa ke Medan. Arif waktu itu cuman bisa ngasih2 pilosofi andalannya tentang
kalo jodoh pasti ketemu lagi.
...

Ah..tiba2 diri ini jadi kangen Marisa. Marisa marisa apa kabarmu di Medan sana sayang..
masihkah kau ingat akan diriku ini...melangkolis lah diri ini...hahay

Karena bingung malam itu mau kemana, habis makan akupun melanjutkan petualanganku di
pulau kapuk. Masih lumayan capek badan ini rasanya.

Pagi2 diri ini sudah dikagetin oleh suara tangisan anak kecil, entah kenapa pagi itu aku
seakan merinding mendengar tangisan itu. Ternyata itu suara dedek Dita yang menangis
karena gak mau berangkat sekolah. Ternyata dedek dita sudah mulai masuk sekolah toh.

Aku tengok jam weker disamping radio 2 band dikamar. Bah, itu jam weker abis baterainya
ternyata. Pantesan itu jarumnya gk bergeming dari angka 11. Akupun melihat ke jam tangan
yang aku letakan tak jauh dari jam weker.

Ah masih jam 8. Akupun berniat memejamkan mata lagi. Dan lagi2 pintu kamar digedor

5. Jilbab Biru Laut

Dan lagi2 pintu kamar digedor...

Cok, kuliah ra koe?? suara arif di luar kamar.

Hasyu, koq jadi pikun gini yak?? hari ini kan hari pertama kuliah. Tanpa pikir panjang, akupun
buru2 menuju kamar mandi. Begitu pintu kamar kubuka. Arif sudah kelihatan rapi dengan
stelan itam putih khas kampus kami.

Ane : ah sial, gk ngebangunin koe cok? (gerutuku)


Arif : lah, biasane juga koe sing duluan.
Ane : lali aku, wkwkwkkw
Arif : yo wes ndang adus o, tak duluan jemput Dian.
Ane : wah gk sama lina lagi skrg?
Arif : ganti suasana cok.

Doipun ngeloyor keluar kostan. Akupun bergegas mandi, skitar 20menit kemudian akupun
sudah siap dengan stelan kebanggaan. Kemeja putih lengan panjang, celana dasaran itam +
pantofel. Serasa pegawai kantor beneran. wkwkwkkw

Akupun sedikit berlari kekampus pagi itu. Gak butuh waktu lama, aku tiba di gerbang
kampus. Kenapa ini, aura2nya koq tiba beda ya. Kyk ada banyak kenangan di gerbang dan
kursi dekat papan pengumuman itu. Ah sudahlah ndak malah baper lagi...melangkahlah kaki
ini dengan berat menuju papan pengumuman.

Akupun mulai mencatat jadwal kuliah pada semester 2, lumayan senggang kyknya jadwal
semester 2 ini. Banyak kuliah yang mulai jam 9an. Yess
Yess,,,bisa bangun agak siang kalo gitu.
Teriakku dalam hati.

Saat sedang mencatat jadwal dan sesekali melihat ke papan pengumuman, bahu ini terasa di
colek dari belakang. Asem, pagi2 dah ada yang genit aja. Emang aku cowok apaan, gampang
banget di genitin, gumamku.

... : Eri, ntr aku pinjem jadwalnya ya? (suara cewek itu dari belakang)

Setelah menyelesaikan catetan jadwal kuliah, akupun melihat kbelakang dari arah datangnya
colekan genit itu.

Ane : eh, Endang (ane garuk2 kepala)


Endang : dah dicatet ya jadwalnya?
Ane : udah ni, ntr kamu nyatetnya di kelas aja ya?
Endang : ya udah ntr aku pinjem ya. Yuk masuk ke kelas 3A kan ya?
Ane : (melirik jadwal di kertas binder) Iya, yuk masuk.

Kamipun masuk ke dalam kelas. Teryata di situ sudah ada semua teman2 sekelas dari
semester 1 dulu. Pantesan pada sepi di luar, ternyata dah pada masuk kelas. Ane sama
Endang orang terakhir yang masuk kekelas.

Saat kami masuk, itu mahasiswa yang tadi tengah asik2nya bergosip ria melepas kangen.
Tiba2 terdiam, pandangan mereka tertuju ke arah pintu. Yoi, mereka memandang kearah ku
dan endang.

Ternyata oh ternyata, tanpa aku sadari, kedua tangan ini dari tadi ada di pundak endang. Yoi
posisi ane saat itu berada dibelakang endang. Jadi ane kyk ngikut dari belakang sambil di
tuntun endang. (ini koq kyk posisi orang buta yang dituntun ya....wkwkkwkw)

Tak berapa lama, endang sadar dengn keadaan kami akibat pandangan para kampret2
dikelas yang mamandang iri. Dan diapun mulai melepaskan kedua tanganku dari pundaknya.
Dan terlihatlah itu muka merah padam kemaluan, eh malu2.

Endangpun dengan kikuk menuju kearah teman2nya yang sedari tadi telah ngerumpi terlebih
dahulu. Di kelompok rumpinya, aku melihat Yani, dia seakan memandangku dengan sejuta
pertanyaaan. Ah sudahlah, bodo amat, akupun menuju posisi andelanku.

Setelah duduk di barisan agak belakang, mulailah diri ini Pewe. Kepala ditutupin tas dan
mulai merem. Dan mulailah itu kelas kyk pasar. Kembali lagi itu ibu2 bergosip ria.
Hahhaha..dasar calon emak2 hobinya mung begosip tok, gumamku.

Blm berapa lama aku pewe, lagi2 bahu kiri ini di colek lagi sama tangan genit. Astaga, blm
juga sejam sudah 2kali kena colek, apakah aku se-murah itu??? hahay.. Akupun secara
reflek mengangkat kepala dan menyapanya.

Ane : ada apa yank?? (bah, koq kepikiran kebiasaan marisa nyolek2 yak pas posisi pewe gini)
Endang : eh, yank yank? aku sudah punya cowok tauk!
Ane : maaf maaf keceplosan aku (garuk2 kepala lagi)
Endang : mana catetan jadwalnya, aku pinjem (doi menjulurkan tangan)

Akupun membuka ranselku dan menyerahkan buku binder itam bertuliskan Campus itu.

Endang : ya udah aku pinjem dulu ya.


Ane : siap (mengangkat 2 jari ke jidat)

Endang kembali ke kelompok emak2 yang masih asyik bergosip ria dari tadi. Lagi2, aku
melihat tatapan yani disana yang sudh mulai mengganggu. Tatapan menghakimi terpahat di
muka itu.

Tidak aku perdulikan tatapan itu, kembali diri ini keposisi Pewe, seisi kelas masih sangat
sibuk dengan ceritanya masing2.

Lama2 aku potong juga ini tangan yang nyolek2 genit. Siapa lagi sih yang nyolek2, kyknya
senang banget gangguin posisi pewe orang. Koq jadi sensi gini ya?? Owh, tadi kan buru2 pas
bangun tidur, jadilah emosi agak kurang stabil karena panik.

Akupun melihat kearah datangnya colekan itu.

Ane : eh, Lina Ima, koq ada disni??


Lina : iya, di kelas kosong tu, dosennya kyknya gk dateng (doi mengambil posisi duduk
disamping kiriku di ikutin ima di sebelahnya)
Ane : owh, trus gimana? ada yang pentingkah? (tumben2an ini org nyamperin kkelas)
Lina : iya, ni ada yang kangen katanya (doi nunjuk Ima)
Ane : owh, kangen to, cini peyuk2 (candaan garing tiba2 nyeletuk gitu aja di mulut buaya ini)

Tertawalah mereka berdua, tapi tetap aja itu muka ima keliatan merah padam karena
malu..Ah dasar wanita, paling susah menyembunyikan ekspresinya.. Lagi2 itu seisi kelas
memandang sirik ke arahku, seakan mereka sangat iri dengan mukaku yang pas-pasan ini.
Yoi, begitulah buaya kadal, eh buaya darat. wkkwkwkwkw

Ane : seriusan Lin ada apa? tumben nyamperin kesini?


Lina : mmmmm, anu Ri... (belum kelar itu lina ngomong)
Ane : eh anu apa? anunya sapa? anunya kenapa? (keusilan itu lagi)

Lina dan Ima ketawa sejadi2nya melihat polaku yang tanpa dosa dengan pertanyaan itu. Dan,
seperti biasa, seisi kelas pada ngeliatin lagi. Sayup2 kedengeran suara nyeletuk entah dari
mulut kurang ajar yang mana

"Wes Edyan bocah kae"

Makin lama makin gk kondusif aja ini kelas, akupun berinisiatif mengajak dua cewek ini
keluar ruangan. Gak enaklah 2 cewek memperebutkan cowok pas-pasan kyk aku ini didepan
teman sekelas. Ndak malah besar kepala ku. Buaya buaya...dasar buaya buntung...
wkkwkwkwkw

Setelah sampai didepan kelas, akupun kembali menanyakan perihal kedatangan mereka

Ane : tadi anunya kenapa Lin?


Lina : ih udah dong, dari tadi anu2 trus (doi tersenyum )
Ane : owh anunya udahan toh (menjadi2lah buaya ini menggombal)
Lina : kan anu lagi... (ima yang dari tadi cuma nutup mulut skrg ikut tertawa kecil dengna lina)
Ane : itu kamu ngomong anu lagi..hehehhe (senyum muka polos mesum andelan keluar)
Lina : udah ah, sakit perut aku Ri...

Setelah kata2 menggelitik mulai terkikis dari otaknya mulailah dia membicarakan
maksudnya.

Lina : jadi gini Ri, arif belakangan koq kyk beda ya?? ada apa, kamu tau gk??
Ane : eh, mana tau, aku juga baru nyampe yogya kemaren koq. Arif blm cerita2 lagi. emang
beda gimana? (tanyaku antusias)
Lina : ya terakhir kekostan 3hari lalu. Sejak itu gk pernh lagi. Tadi aja kirain dia mau jemput
aku kkostan tau2nya gk datang
Ane : hmmm, kyknya dia ada sesuatu yang disembunyiin deh, ntr coba ta tanyain Lin
Lina : hehehe, makasih ya Ri
Ane : sama2 (senyum manis mesum )

Ternyata, arif gk datangin lina beberapa hari ini. Terang aja, arif lagi datengin cewek baru
yang anak solo itu. Cewek yang se-bus dengan arif dr PLG kmrn. Hahahha, buaya juga
sahabatku itu.

Lina : oiya Ri, ni katanya Ima tadi kangen loh sama kamu. (sambil nyolek2 Ima disampingnya)
Ima : eh gk2 lina boong tu (memerah lagi mukanya)
Ane : ya kalo kangen trus ada depan mata dipeluk to yo (waton jebret)
Ima : eh beneran gk koq, itu lina boong tauk (merah padam mukanya kali ini)

Aku dan Lina mulai tertawa lepas melihat Ima yang salah tingkah waktu itu. Tangan ima tak
lepas dari ujung jilbabnya, kelihatan dia mendusel2 ujung jilbab biru laut yang dia kenakan.
Ima ima, koe kie malu2 monyet, eh malu2 kucing...hahhaha

Gak berapa lama merekapun pamit kembali kekelasnya.

Yah..... gagallah buaya ini mendapat pelukan dari cewek berjilbab itu..tadi katanya kangen,
eh pas ketemu gk mw meluk, kan rugilah ya...heuheu...koq ini jadi genit banget ya...
wkwkwkw

6. Susu Kuda Liar

Setelah Lina dan Ima pergi..

Akupun cuman duduk di kursi dari semen yang melekat ketembok depan kelas. Pengen
masuk lagi kekelas, tapi males liat tatapan Iri dari emak2 kesepian dikelas, serta mata2
nanar cowok2 kesepian dikelas...wkwkwkkw

Lagi lagi dan lagi, itu tangan genit nyubit2 lengan kiriku. Sontak aku melihat kearah pintu.

Endang : ni Ri, makasih ya (nyerahin buku binder)


Ane : seep sama2..hehehhe (senyum polos mesum lagi)
Endang : boleh duduk gk??
Ane : yoi mw duduk dimana? mw di kursi semen apa mw dipangku?? (waton mneh jawabe)
Endang : di pangku enak kyknya. (senyum genit)
Ane : Ya udah sini2 aku pangku (sumringahlah buaya ini...hahay)
Yani : itu maumu Ri Ri... (doi nongol dari dalam pintu)
Ane : eh, yani mw dipangku juga??
Yani : ogahhhh (kepala ini jadi sasaran dorongan telunjuknya)

Merekapun duduk disebelah kiri dan kananku di kursi semen itu. Beuh, diapit dua cewek, ane
redho-lah di apa2in, beneran redho lahir bathin deh...wkwkkwkwkw

Yani : tadi sapa Ri?? Pacar baru ya??


Endang : eh, iya tadi sapa?? (tatapan binal antusias)
Ane : iya dong, pacar baru, dua duanya lagi.
Yani : heh seriusan jawabnya (telunjuknya mendarat lagi dijidatku)
Ane : hehehhe (senyum polos mesum)

Ane : Gak gak, itu tadi temannya arif, mereka nanyain koq arif gk pernah keliatan.
Mereka berdua : ooooooo
Ane : ooooo buleeeet...
Kamipun tertawa lepas didepan kelas.

Hari itu ternyata semua dosen pada gk datang. Tau gini mending tidur aja dari pagi...
syeeeetaaann dah. Akupun berniat pulang pengen melanjutkan petualangan di pulau kapuk.
Saat akan keluar dari pintu kelas.

Yani : Ri, tunggu bentar (doi berlari kearahku di ikuti endang)


Ane : iya kenapa (nengok ke mereka)
Yani : ikut yuk kekostan
Ane : eh mw ngapain? wah jangan deh aku belum sanggup di apa2in sama kalian (candaku)
Yani : heh mesum aja dari tadi (lagi2 telnjuknya tepat di dahiku)
Endang : yuk Ri, maen kekostan yani yuk, cerita2
Ane : hmmmm gimana ya??
Yani : udah ikut aja.

Dan ditariklah diri ini mengikuti 2 wanita binal ini. Aku yang masih lugu sangat takut akan
diapa2in sama mereka, tetapi ke-buaya-an yang belakangan sering muncul, seakan makin
penasaran dengan kejadian selanjutnya. Jadilah diri ini seperti kambing conge ditarik
hidungnya.

Sekitar 15menit aku ngikutin nih 2 cewek binal, sampelah kami di kostan yani. Akupun sudah
redho dengan apa yang akan mereka lakukan. Tanganku pun akhirnya dilepas yani setelah
sampai didalam kamarnya. Lagi2 kenyataan berkata lain...huuuuuu penonton kecewa...
awkwkwkw

Yani : Ri masih suka kopi?


Ane : masih, ada kopi gk?
Endang : koq kamu tau Ni kalo Eri suka kopi?

Percakapan macam apa ini??? tiga orang pada mengeluarkan pertanyaan semua...gak ada
yang ngasih jawaban...bhuahahahah

Seketika yani seperti salah tingkah dengan pertanyaan endang barusan.

Yani : eh, anu.. (dengar kata anu, kepalaku seakan langsung reflek)
Ane : anu apa Ni?? Anunya sapa Ni? Anunya kenapa Ni??

Dan pecahlah ketawa kami ber-3 dikamarnya yani. Entah, kyknya perkataanku tentang anu
itu sepertinya bisa membuat ketawa semua orang?? Apakah benar selucu itu kata

"Anu"...bingung juga aku...

Ane : kemarin sempat maen sama joko, dan pas yani nawarin joko kopi, aku juga minta kopi
(jelasku)
Yani : nah gitu kyk yg eri bilang
Endang : owh..kirain kalian udah pernah kencan, eh.. (endang menutup mulutnya,
keceplosan doi)
Yani : ya gaklah...hehehhe...bukannya kamu yang pengen deket sama Eri.. (ups, skrg gantian
yani yg keceplosan)
Endang : eh...enggak enggak..yani bohong tu Ri..

Hahahaha...ketahuan kelakuan wanita binal ini...ternyata ada maunya..aku ya ayo2 aja...


langsung eksekusi sekarang juga ya ayok... Maaf gan,
gan ini buaya tadi yang ngambil alih...kalo
ane aslinya sih kalem banget..(manteb to elakan bajaj lvl 10 milikku..wkwkw)

Mereka berdua seakan saling lirik dan saling2 senggol, lucu juga ngeliat tingkah cewek binal
itu.

Ane : ada kopi gak? kalo gk ada ta beli dulu?


Yani : ada ini, sisa kopi joko sm hendy semlm.
Ane : wah, aku gk suka kopi sisa Ni, mending aku pulang deh drpada dikasih kopi sisa orang
(nunduk sok2 sedih)
Yani : aduh, bukan gitu maksudnya...gimana ya bilangnya..(salah tingkah lagi doinya)
Endang : tu kan Ni, Eri sedih tu gara2 mau kamu kasih Susu, eh kopi bekas.

Mendengar kata "susu" tiba2 buaya mangambil alih lagi...

Ane : kalo susu sih gak nolak aku (senyum manis mesum)
Yani : yee, masalah gitu aja cepet.
Endang : eh susuku aja (keceplosan lagi)..aduh..kopi buatanku maksudnya.

Endangpun berjalan kearah dispenser yang udah menyala indikator air panasnya itu. Diapun
membuat kopi Coffemix yang "sisa" joko sm hendy semalam. Setelah siap, diapun
mengantarkan kedepanku.

Ane : terima kasih (senyum manis mesum)


Endang + Yani : sama2. (mereka saling liat dan senyum2 sendiri)
Ane : lah trus kalian minum apaan? masa cuma aku yang dpt kopi?
Endang : Yuk Ni, kita cari es aja yuk dwarung depan. Haus pengen yang dingin2.
Yani : ayuk... Ri, kami tinggal bentar ya.

Merekapun meninggalkan buaya kadal, eh buaya buntung ini sendiri dikamar itu. Kampreet,
aku juga ya aus, masa di kasih kopi panas, trus mereka enak2n beli es. Sungguh tuan rumah
yang tidak pengertian..gumamku dalam hati.

Oiya, sejak dulu aku memang sedikit addict dengan kopi, mau kopi item ato kopi2 sachetan.
Kopi kyknya bisa membuat tenang. Kata orang kopi bisa buat melek, tapi buatku kopi itu buat
tenang, jadi gak ngaruh dengan pola tidurku. Koq bisa demikian ya?? Mbohlah gan, aku juga
gak tau...kwwkwwk

Tak berapa lama, itu 2 wanita binal sudah kembali dengan kresek hitam berisi es teh 2
bungkus dan beberapa makanan kecil khas warung2.

Yani : maaf ya agk lama, ini endang bingung katanya mw beliin kamu apa.
Endang : apaan si Ni (malu2 monyet, eh malu2 kucing)
Yani : halah sok malu2, noh mumpung ada orangnya tu ajak ngomong aja langsung.
Ane : ada apaan ini?? koq aku di bawa2 (sok2 polos juga)
Yani : itu tu si endang katanya mau.. (mulut yani kini dibekep pelan oleh tangan endang)
Endang : gak koq, itu makanan nya dimakan, kan enk tu sama kopi.
Ane : hehehhe (senyum manis mesum untk kesekian kalinya, lama2 bisa kering juga gigi
ini..hehhehe)

Dan begitulah hari itu, kami bertiga ngobrol ngalor ngidul, lebih tepatnya ane ngeliat dua
emak2 yang lagi ngerumpi. Sore menjelang, gk berasa sudah pukul 4 sore, tapi ini emak2
depanku masih aja gk ada putusnya begosip ria. Udah lah, pamit aja, badan juga udah mulai
agak lengket2 rasanya.

Ane : eh, udah sore ini, aku pamit aja ya? pengen mandi, gerah badan (memutus gosip
mereka)
Endang : eh iya, udah sore aja (melirik jam tanganya)
Yani : yah, padahal lagi seru2 ceritanya. (muka sedkit kecewa)
Ane : ya besok aja lanjut lagi, kyk gk ketemu aja.
Yani : ya udah tp janji ya, besok temenin lagi.
Endang : iya, besok Eri harus ikut juga ya
Ane : gak janji deh, aku kan orang sibuk. (Kamipun tertawa)

Setelah ni emak2 cipika cipiki, merekapun seperti berat untuk saling melepas pelukannya.
Halah, lebay ni calon emak2 gumamku.

Ane : udah ah, yuk En aku anter ke kostanmu.


Yani : nah tu En, eri mw nganterin kamu..kesempatan tu berduaan
Endang : Apa2an si Ni.. (malu2 monyet dianya)

Kami berduapun pamit ke Yani.

Yoi gan, ane kan pria bertanggung jawab, gak mungkin dong harus membiarkan cewek
pulang sendirian. Ntar kalo di jalan digodain sama buaya2 darat gimana coba...hahay yang
ngomong juga ternyata buaya, tapi buaya buntung..wkwkwkwk

Kamipun jalan berdua ke arah jalan gondosuli, sebenarnya kostan mereka ini gk terlalu jauh.
Kostan yani dekat SMK piri, nah smk piri sama jln gondosuli cuman beberapa meter.
Sebenarnya sih jalan ke arah kostan si endang ini searah sama jalan pulang kekostan ane.

Makanya ane sok2an aja tadi ngomong nganterin doi. Biar di kira gentle gitulah. Hehehehhe.

Skitar 4menit perjalanan, sampailah kami dikostan Endang. Dan kebanyakan teman2
nongkrongnya dikampus pada kost disitu juga, jadilah itu mata2 genit melihat kearah kami.

"Suit2 yang di anterin pacar" seperti itulah suara2 genit dari mereka...dasar wanita..genitnya
gk ada abis2nya, gumamku.

Endang : Masuk dulu yuk?


Ane : gak ah, ndak kemalaman kalo aku harus nongkrong sini lagi.
Endang : mampirlah bentar aja, tu juga banyak teman2 sekelas kita koq (dia melambai2
kearah teman sekelas kami yang nongkrong diteras kost...ni cewek seakan memberi tau
temannya kalo dia berhasil menggandengku, sorry ye, kita tadi cuman jalan gak sampe
gandeng2an...dasar wanita genit...akwkwkwkw)

Ane : udah laen kali aja ya, udah kesorean ini.


Endang : ya udah tapi lain kali harus mampir ya??
Ane : iya iya bawel (mulai agk kesal dengan tatapan dan suara genit dr teras)
Endang : ya udah, makasih ya dah nganterin.
Ane : sama2.

Akupun segera meninggalkan kostan itu, tidak lupa sebelum pergi aku melambaikan tangan
ke wanita2 genit di teras. Siapa sih cowok normal yang gak akan tergoda dengan cewek2
genit, apa lagi macam ane species buaya2an kyk gini..

...

Saat sampai kost, kulihat di kamar sebelah lampu kamarnya masih gelap. Beuh, ni anak
belum pulang juga kyknya dari tempat e dian. Buaya nek dpt mangsa baru ya kyk gitu, gk
bakalan beranjak sebelum abis..buaya buaya...dasar buaya darat.

Setelah mandi sore itu, akupun membuka kardus mie instant oleh2 dari kampung. Dari
beberapa hari kemarin, belum sempat ku buka. Satu persatu botol madu itu ku keluarkan.
Akupun mengantarkan sebotol madu ke mas M yang kebetulan waktu itu ada di ruang tengah
rumah.

Ane : pak, ini ada oleh2 dari kampung kemaren.


Mas M : wah oleh2 apa ini?
Ane : madu pak, biasa oleh2 dari tempatku cuman madu.
Mas M : bukane ada satu lagi? yang susu sapi apa kerbau ya?
Ane : owh, susu kuda liar pak
Mas M : nah itu, susu kuda liar.
Ane : wah males bawanya pak, gk tahan lama soale, takutnya nyampe sini ntr dah basi
Mas M : owh kirain kyk susu2 kalengan gitu bisa tahan lama
Ane : bukan pak, itu susu langsung diperas dari kudanya, jadi tahan plg lama sekitar 2-3 hari.

Mas M : owh gitu toh. Oiya, itu cara perasnya gimana? bukane kuda liar susah di tangkep ya?
Mas M : apa tukang susunya disana lari2 ngejar kuda trus diperas sambil kudanya lari2 gitu?

Sontak ane ngakak, ternyata kyk gitu bayangan orang2 dsini. Sekonyol itukah buat mereka
untuk mendapatkan susu kuda liar sumbawa...wkwkkwkw...

Ane : gak gitu juga pak, kuda liar disana bukan seperti bayangan orang dsini.
Mas M : lah trus gimana itu modele, kuda liar kan ya gitu di gunung2 gitu.
Ane : aduh bingung gimana ya jelasinnya.
Mas M : yo wes gk usah wae. (diapun mulai mengalihkan perhatiannya ke tipi)
Ane : ya udah pak aku pamit kbelakang dulu.
Mas M : yo wes, nuwun yo oleh2 e. (tanpa mengalihkan matanya dari tipi)

Jadi gini, kuda liar di tempat ane itu sebenarnya bukan liar seperti yang sering dibayangin
orang2. Liar di sana maksudnya kudanya dilepas di areal gunung, jadi itu kuda2 gk di iket pas
nyari makan sendiri. Tiap seminggu sekali itu kuda2 di masukin kandang buat di tandain.

Nah cara meras susunya itu saat dimasukin kandang itulah. Jadi kuda yang baru beranak itu
di tangkap dan dipisahkan dengan kelompok kuda lainnya.

Kuda yang hendak diperas susunya itu dimasukin ke tempat khusus yang sudah dibuat
sedemikian rupa. Tempatnya itu ngepas sama badan kudanya, jadi ntr pas diperas dari
samping, kudanya gk bisa berontak.

Bukan seperti yang orang kira2 selama ini. Berhubung namanya kuda liar, trus dikejar2
sambil lari2 trus diperas. Sampe tua juga gk bakalan dapat itu susu kudanya. wkwkwkwkwk.

Oke gitu aja pembahasan mengenai susu kuda liarnya, rada2 geli gimana gitu kalo bahas
masalah kyk gini ini, bahas masalah yang nyerempet2 ke susu itu rada gimana ya...

Setelah beberapa menit nyampe kamar, keliatan sahabat ane baru balik. Seperti biasa,
orang kasmaran itu kelihatan dari mukanya, senyum2 gak jelas.

Ane : woy, dari mana koe cok?? (berdiri depan kamar)


Arif : biasa, dari kostan Dian (masih senyum2)
Ane : woh, yang lagi kasmaran, nyengir2 gk jelas kyk kuda
Arif : telek, koe samain aku sama kuda
Kamipun tertawa lepas.

Aku balik kedalam kamar dan mengambil madu sebotol lagi buat Arif. Lah, si arif udah gk ada
depan kamar, doi dah masuk kekamarnya, cielah itu posisinya langsung baring2 nelongso di
kasure.

Ane : ni cok, oleh2 khas kampungku (nyerahin madu dibotol aqua sedang)
Arif : minuman apa ini? wah sory cok wes tobat aku, ra ngombe mneh siki. (gaya sok alim)
Ane : bah, ini madu bukan minuman ngasal.
Arif : madu to ta kirain ciu. (doi duduk nyamber madu ditanganku)
Ane : mana ada ciu ditempatku, ciu kie minuman dr solo cok.
Arif : oiya ya, biasa bro, abis ngapelin orang solo jadi kebawa aja sampe ciu solo
Ane : guayamu cok, itu lina tadi di kampus nanyain koe? (tiba2 aku inget lina yang nyamperin
td di kampus)
Arif : eh iya, lupa aku sama lina, gimana gimana dia (antusias)
Ane : ah piye to? lina kan bojomu, malah nanya ke aku
Arif : sok tau cok, mana ada aku jadian karo Lina. Kami cuman TTM, teman tapi mesum.
Ane : kasian anak orang koe mesumin trus cok.

Lagi2 kami tertawa beberapa lama.

Arif : lah tadi dia nanyain apa aja emang?


Ane : itu tadi nanyain, koe kemana ra tau ketok, kan biasane juga koe jemput kekostan e.
Arif : ah bosen aku jempat jemput trus, dadi kyk setrika aku mondar mandir gk jelas
Ane : halah, kemarin2 juga gk ngeluh pas blm kenal Dian
Arif : hehehhe (garuk2 kepala)
Ane : ah mbohlah, malah aku sing bingung ngurus, dah ah, urus o dewe.

Aku tinggalin kamarnya, arif keliatan lagi sibuk nyicip2 itu madu. Setelah masuk kamar,
akupun membaringkan badan di kasur, tapi mata juga kok kyk gak ada ngantuk2nya. jadilah
akibat guling2 gak jelas, pikiran melayang kesana kemari.

Ah, roman2nya bakalan galau ini. Benar saja, tiba2 memory tentang Marisa mulai antri satu2
di ingatan. Seakan menunggu giliran untuk mulai menggoda hati mengenangnya. Kadang2
bibir ini senyum2 sendiri ketika bayangan indah yang terpampang. Gak berapa lama, tiba2
mata sedikit sembab ketika mengingat kepergiannya.

Sudah berapa kali memory itu berputar di otak, dan mulailah diri ini melenggang kealam
mimpi di pulau kapuk. Semoga saja aku ketemu sama pujaan hati nun jauh disana dalam
mimpi. Amin.

7. Yogya oh yogya

Yogya Juli 2015

Sudah beberapa hari belakangan ini, kantor sangat santai. Belum terlalu banyak berkas yang
terkumpul. Jadilah sepanjang hari aku cuma menjadi silent reader di SFTH. Ah keren2 semua
cara penyampaian TSnya, kayaknya aku harus banyak belajar cara menyampaikan cerita
dalam thread yang akan kubuat nanti.

Si Aji dari tadi masih sibuk dengan Hapenya. Dia kyknya sedang sibuk mengupload foto pas
naik gunung kemarin sama teman2 pendakinya.

Aji : oh iya mas? Bisa buat video gak?


Ane : lah kan ada kamera hape Ji, tinggal make modus video trus rekam.
Aji : ya ada sih mas, tapi ini maksudnya foto pas munggah gunung kmrn di buatin video.
Ane : owh, kirain buat video make hape.
Aji : gini loh mas, kmrn anak2 pada pengen dibuat video, trus dikasih backsoud yang kyk di
My Trip My Adventure itu
Ane : gampang, tinggal make Movie Maker bawaan windows aja kalo cuman kyk gitu.
Aji : ya kamu buatin bisa gak mas?
Ane : bisa..lagian juga gak ada kerjaan
Aji : Seep, ntr gampanglah kalo masalah rokok.
Ane : kyk sama sapa aja Ji.

Tak terasa, jam di kantor sudah menunjukan pukul 4 sore. Yap, sudah waktunya pulang.
Seperti hari2 lainnya, Aji selalu menyempatkan diri buat mampir kekostanku. Sekalian aku
nebeng pulang dengan motor Honda megapronya. Sebelum pulang, Aji menyerahkan FDD
yang berisi foto2 saat mereka ke Merbabu.

Aji : mas ntr buat videonya gk usah ngebut2 santai aja biar gak ganggu.
Ane : wes santai, cuman video kyk gitu plgn sehari jadi.
Aji : seeplah mas, aku ta terusan langsung mas, ada acara dirumah.
Ane : tumben jam sgini langsung balik klaten? Biasanya juga nunggu maleman Ji.
Aji : ni dah disms tadi katanya dah ditunggu.
Ane : yo weslah kono ndang minggato, ta gawe video panas e.

Ane kasih nama video panas, karena kebanyakan foto mereka lagi panas2an di perjalanan
menuju merbabu. Bukan video panas yang banyak beredar belakangan ini loh ya...
wkwkkwkw

Aku lumayan terhibur mendapat kegiatan buat ngusir waktu. Sudah lumayan lama juga aku
tidak berkutat dengan video maker. Terakhir 2tahun yang lalu, aku dimintain tolong oleh
teman untuk membuat video acara ulang tahunnya. Semoga aku tidak lupa dengan tools2
yang ada di video maker.

Malam harinya aku mulai membuka lagi beberapa program video editor yang masih ter-install
di pc tuaku. Aku mencoba2 merangkai foto2 yang ada di FDD dari Aji tadi. Sesekali hape
bercover orange ku meneriakkan tanda sms masuk.

Enak banget jaman sekarang ya, komunikasi jadi lebih mudah. Dengan sentuhan jari kita bisa
menghubungi orang tersayang. Tidak perlu jauh2 mendatanginya untuk sekedar mengetahui
kabarnya.

... : lagi apa sih, sms dari tadi balasnya dikit banget
Ane : ini lagi buat video
... : video apaan emang?
Ane : mau tau apa mau tau banget?? Dah makan blm?
... : Belum. Pengen makan di lesehan dekat kostmu. Makan situ yuk.
Ane : Males ah.

... : Ya udah.

Dan hape bercover orangeku mulai membisu lagi.

Dulu kyknya kita harus mendatangi orangnya secara langsung kekostan ato rumahnya untuk
sekedar ngobrol seperti sms pendekku tadi. Dulu kyknya teras kostku sering didatangi orang
deh.

8. Endang
Endang nelangsa

Yogya, November 2003

Sudah sekitar sebulan lebih aku dekat dengan Yani dan Endang. Dekat dalam artian kami
sering ngumpul bertiga loh ya. Bukan dekat karena aku jadi ngondek banci loh ya..
wkwkwkkw

Sama arif juga masih tetap guyon2 khas maho kami. Tapi sekarang ane jarang ketemu sama
doi, walaupun sekostan tapi doi kyknya sibuk banget dengan "maenan" barunya yang dari
Solo itu. Buaya buaya...dasar buaya darat...

Trus Marisa piye mas dab???

Marisa ya gitu deh, doi sekarang sudah di Medan. Sudah bahagia karena kembali berkumpul
dengan sanak keluarganya disana. Aku sih "bahagia" aja kalo Marisanya bahagia.

Kan ada kata "Cinta Tidak Harus Memiliki" ya itulah yang sempat aku pegang waktu itu. Tapi
beda lagi kalo menurut sahabatku si Arif, dia berpendapat lain tentang kata "Cinta Tidak

Harus Memiliki" dia lebih skeptic dengan kata itu.

"Bullshit..Cinta Tidak Harus Memiliki itu kata2 dari orang kalah...ya kalo cinta, menangin
hatinya..."

Itulah kata Arif ketika sempat ngobrol2 santai di sore hari...hahay bahasane.

Masih inget dengan kertas dan kalung bermanik dolphin yang dikasih marisa malam sebelum
dia pulang ke medan kan??

Nah, di kertas itu tertulis nomor telepon rumahnya dimedan sana. Ya, sebenarnya sih sering
banget ane nelpon dia yang jauh disana. Ya kalo dibilang2 sih, aku sama marisa masih status
LDRan lah.. "Lama2 Di Rebut"Rebut"-orang bhuauhahahah...

Pernah suatu sore habis kumpul sama emak2 tukang gosip itu (yani & endang), ane mampir
di wartel yang gak terlalu jauh dari kostan. Sore itu kyknya pengen banget denger suara
marisa. Heheheh...biasalah hape masih barang mewah, jadilah wartel jalan satu2nya buat
menghubungi pujaan hati yang jauh disana.

Tut...tut...tut...
Tut...tut...tut.. suara nada tunggu telpon wartel

Marisa : halo?
Ane : halo yank? lagi ngapain?
Marisa : ih kirain siapa? ini lagi makan2 cemilan sambil nonton tipi.
Ane : ngemil trus awas gendut loh (cengan tetap kalo dia blg lg ngemil/makan)
Marisa : biarin weeek (kyknya dia menjulurkan lidah di seberang telepon)
Ane : awas kakak tarik ntr lidahmu, biar panjang sampe yogya sini..hehehe
Marisa : mana coba?? Tarik aja kalo bisa yank.(suaranya lembut tertawa di sana)
.
.

Marisa : halo?? halo yank?? halo halo?


Ane : kangen yank..
Marisa : ih diem aja dari tadi, kirain dah putus teleponya.
Ane : ...
Marisa : ya kalo kangen kesini dong, jemput aku kerumah, ntr kita jalan2 (tertawa kecil di
ujung sana)

Dan mulailah melangkolis dari sang buaya keluar..entahlah, tiap telepon kalo udah keluar
kata2 kangen langsung mendadak jadi melow..wkwkwkwk...

Kurang lebih gitulah tiap ane nelpon marisa. Minggu2 kemaren sih ane tiap hari nelpon
marisa, gak kurang dari 2jam biasanya kami telponan.

Bapak wartel juga kyknya udah hapal banget sama ane. Gimana gak hapal, tiap bayar
telepon gak pernah kurang dari 150rebuan. Wajar aja bapak wartelnya kesenangan.
Wkakakakak.

Berhubung, dompet mulai rada2 tipis akibat dikuras "bilik wartel cinta" itu, jadi sekarang2
mulai agak jarang kalo hubungin marisa, ya seminggu 2-3x kalo pas kangen berat melanda.
hehehhehe.. dan lagi2 marisa mengerti banget dengan keadaan waktu itu.

...

Dari pagi tadi, dikelas Endang terlihat berbeda, dia lebih banyak diam. Tak biasanya dia
seperti itu, biasanya dia paling heboh sendiri. Yani juga seakan gak terlalu peduli dengan
keadaan temannya itu. Aku tau, kyknya ada masalah di antara mereka.

Ane : tumben ni si emak satu diem? (cengin endang)


Yani : tauk tuh, kyknya lagi dapet
Ane : ada apa emangnya En, mbok cerita, sapa tau bisa bantu. (sok care)

Endang gk menggubris candaanku, sesekali dia menolehku yang duduk disamping kananya.
Sekilas dia kembali terdiam. Wanita itu makhluk paling complicated...wanita itu lubang
buaya...lah malah mlenceng kemana2 ini, gak jadi deh sok wise-nya...hehehehe

Prasaan kmrn sore dikostan yani dia ceria2 aja seperti biasanya. Jadilah diri ini semakin
penasaran dibuatnya.

"Endang S*******ce, kamu itu saya tanya berkaliberkali-kali tidak dijawab? Berani kamu ngelawan
saya??"
say
a??"

Itulah cengan garing yang ane lakuin. Sontak mahasiswa yang tersisa diruangan itu
mengalihkan pandangannya kearahku. "Woh...Bocah Edyan beraksi lagi" seperti itulah yang
terdengar dari mulut mereka. Aku juga udah kebal kyknya sama kata2 skeptic sperti itu...
wkwkkwkw

Endang dan yani sempat melihat kearahku setelah aku berucap seperti itu, Yani tertawa kecil
melihat tingkah gilaku, sementara endang cuma tersenyum getir dan kembali melihat
kedepan dengan tatapan kosong.

Ane : ni, ada apa sih sama endang? koq dari tadi diem2an
Yani : gak tau tuh
Ane : kamu ini gimana toh, teman sendiri masa gak tau
Yani : kamu juga kan temannya, tanyalah sendiri. (doi kembali melanjutkan catetan di
whiteboard)

Yo weslah, orang nek gk mau cerita duluan, mana ada aku mau nanya2 dulu, bukan hobiku
ngurus2 urusan pribadi orang. Aku bukan cowok sok2an, masalahku ya banyak...tapi kan
aku kuat jadi bisa di selesaikan sendiri... (dengn bangganya diri ini berkata dalam hati)

Saat hendak pulang, tidak seperti biasanya ni emak2 dua orang ngajakin nongkrong di
kostan yani. Mereka katanya mau kekostan Endang buat ngobrolin sesuatu. Jadilah diri ini
pulang sendiri lagi kekostan.

Saat hendak keluar dr pintu kelas, yani sedikit teriak memanggilku dari tempat mereka ber-2
duduk.

Yani : Ri, Eri tungguin bentar.


Ane : kenapa Ni (noleh)
Yani : eh, ntr malam ada dikostan kan? Aku maen ya.
Ane : oh, tidak bisa, nanti malam aku ada rapat dengan para pemimpin suku2, ngomong

sekarang aja (sok2an)


Yani : halah gayamu, ntr malam aja ya, gk enak ngomongnya sekarang.
Ane : emang mw ngomongin apaan? (ngangat alis sebelah)
Yani : ntr malam aja yah, aku mw ngomong masalah si endang.
Ane : endang kenapa emang?? (penasaranlah diri ini, sesekali kulirik endang disana)
Yani : nanti aja deh, sana2 pulang

Yanipun kembali ketempat endang duduk, dan mereka mulai lagi cerita2, eh begosip ria
ding..hehehhe...emak2 emang gitu orangnya..

...

Malam itu aku tengah nelangsa di atas tempat tidur sambil dengerin lagu2 diradio 2 band dari
mas Y. Lagu2 slowrock mancanegara saat itu mengalun mengiringi kegalauan dihati.
Hahay....

Tiba2 di depan pintu nongol gadis kecil tersenyum lugu..

9. Endang Nelangsa (2)

Tiba2 di depan pintu nongol gadis kecil tersenyum lugu. Sedikit kaget diri ini ketika membalik
badan...

Dedek Dita : mas, dipanggil mama, katanya ada temannya di depan.


Ane : eh dedek dita, iya nanti mas langsung kedepan ya.

Dedek ditapun dengan riangnya kembali keruang tengah tempat dia sering bermain dengan
boneka kesayangannya. Setelah radio 2band kumatikan, segeralah diri ini beranjak kedepan.
Dan di teras sudah duduk yani.

Ane : eh Ni, udah lama?


Yani : baru nyampe koq, duduk duduk anggap kostan sendiri (candaan garingnya)
Ane : ini aku apa kamu yang punya kostan sih??

Kamipun tertawa kecil.

Ane : oiya ni, tadi katanya mw cerita masalah endang? Kenapa dia emangnya?
Yani : cie yang perhatian sama endang? (dia cengin lagi)
Ane : kamu ini, sama teman ya harus gitulah, masa teman sendiri di cuekin.
Yani : segitunya sama endang, kamu suka ya sama dia?? (dia berubah antusias)
Ane : biasa aja sih, lagian juga kan kita sering crita2 kan.
Yani : gak ada rasa lain gitu?? Rasa suka sama endang gitu?? (penasaran ini emak2)
Ane : ya suka sih tapi sebatas teman, sama kayak aku suka kamu. Kalo gak suka juga kan gk
mungkin aku mw ngumpul sama kalian (jelasku)
Yani : oooo, kirain ada rasa suka sama endang.

Ini ada apaan sih sebenere?? Dari tadi kyknya yani mojokin ane terus deh. Ah daripada
pusing2 sendiri mending aku tanya langsung ajalah.

Ane : kenapa sih Ni, dr tadi nyinggung2 aku sama endang trus??
Yani : jadi gini Ri, kmrn malam kan endang nginap tempatku.. (blm selesai ngomong ane
potong )
Ane : eh, nginep gak ngajak2 kan enak bisa bobo bareng ber-3 (hahay, buaya mulai beraksi
dalam kesempatan)
Yani : (nyubit tanganku) kamu ini Ri, orang baru mw serius mlh di candain.
Ane : hehehehe (senyum manis mesum nongol dengan sendirinya) iya iya, trus endang
kenapa??
Yani : Gini...endang itu sebenernya suka sama kamu..dia pengen kamu jadi pacarnya..
makanya dia deket2 sama kamu.

WHAAAT...(dramatisir
dikit kagetnya...wkwkwkkw)
WHAAAT...

Ke geeran diri ini mulai muncul...

ternyata aku seganteng itukah...awkwkwkwk

Ane : masa sih Ni?? (mulai ngikut kyk banci2 begosip sama emak2)
Yani : eh, biasa aja dong dengernya, gak usah sok kegantengan.
Kami tertawa lepas lagi.

Yani : tapi serius deh, semalam endang cerita, katanya sejak dulu dia suka sama kamu. Tapi
karena dia ngeliat kamu sama marisa, jadi dia pendam rasanya sejak itu. Trus sejak kamu
sama marisa putus, dia mulai coba2 dekatin kamu. Dia ngeliat aku sering nyapa2 kamu,
makanya dia minta tolong ke aku buat dekatin dia sama kamu.
Ane : eh, sejak kapan aku ptus sama marisa??? sok tau!!
Yani : loh, bukannya marisa sudah pindah ya?
Ane : ya pindah sih pindah, tapi kami belum putus koq, masih sering aku nelpon dia dimedan
sana. (jelasku)
Yani : kamu telepon dimana emang?? (malah antusias denger aku crita)
Ane : udah2, kamu kesini kan buat jelasin perihal endang, malah aku yang curhat..piye to?
Yani : eh iya ya, ya gitu tadi ceritanya.

Setelah terdiam sejenak, yani melanjutkan cerita mengenai endang.

Yani : ya, dia pengen banget ngomong langsung sama kamu, tapi katanya dia malu.
Ane : trus kamu yang jadi mak comblangnya gitu ??
Yani : ya kurang lebih gitu lah (enteng bner jawabnya)
Ane : ya kalo emang dia suka, ya ngomong sendiri dong. Masa harus lewat orang lain.
Yani : HEH.. dimana2 cowok yang ngomong duluan, bukan cewek.
Ane : Iya kalo cowoknya yang suka, pastilah ngomong duluan. Nah kalo gak??
Yani : Ya dipaksain sukalah... (malah agak nyolot)
Ane : Emang kamu mau kalo dipaksa2?? (balikin aja omongane, mulai kurang kondusif
rasanya)

Dan lagi, kami terdiam disitu..entah kenapa, diri ini jadi sedikit sensi dengan katanya
barusan. Gk berapa lama, Yani pun berniat pamit.

Yani : ya udah ya, aku pulang dulu, yang penting kamu dah tau gimana perasaan endang
sama kamu.
Ane : ya udah, bilang sama endang kalo dia memang suka, ngomong aja langsung gk usah
pake acara nyuruh orang lain segala (sensi ane blm ilang)
Yani : ya ngomong aja langsung sama orangnya. (eh nyolot)

Yanipun menuju kesepeda pink, yang dulu dia pake pertama kali buat maen kekostan.
Akupun seperti sedikit emosi dengan percakapan barusan.

Ah....kenapa tiba2 jadi sensi gini ya, apa aku lagi "dapet"?? ah sudahlah...
Hati ini seakan masih tetap betah dengan sinar cemerlang dari Marisa. Dan jadi sedikit
gelisah dengan adanya cahaya lainnya yang mencoba bersinar dr sudut lainnya.

Ngapain juga dipikirin, mending nelpon pujaan hati ajalah, moga aja belum tidur jam segini.
Dan mulailah diri ini menuju kewartel yang gak begitu jauh dari kostan.

Dan disana sudah terbuka lebar itu "bilik wartel cinta" seakan dengan senangnya dia
menyambut ane memadu kasih. Tidak lepas juga bapak wartel dengan senyum jahatnya
bersiap menguras isi dompetku....bhuahahahah

Tut tut tut... seperti biasa, suara khas nada tunggu wartel yang mulai sering kudengar
beberapa minggu belakangan ini.

... : halo? (eh, koq suara emak2 ya??)


Ane : halo, bisa bicara dengan Marisa?
... : ini dengan siapa? Marisanya lagi ada tamu (suara ibu2 menjelaskan)
Ane : kira2 bisa di panggil gak buk?
... : iya tunggu bentar, ini dengan siapa??
Ane : hehehhe, saya Eri buk, temannya Marisa dari yogya
... : oh, dek Eri yang kemarin pas di yogya itu ya?
Ane : iya buk.. (garuk2 kepala)
Ibunya Marisa : bentar ya dek Eri, ibu panggilin marisanya dulu...(dan kedengeran suara
telepon di letakin)
.
.

Ini marisa lama bener yak??? mana itu meteran wartel kyk kuda balapan aja, larinya kenceng
beneerrr...wah bahaya ini...wkwkwkwkwk
.
.

Marisa : halo yank? (akhirnya suara indah itu)


Ane : hai cantik, lagi sibuk ya? (buayanya keluar lagi gan, maklumin yak..wkkwkw)
Marisa : eh enggak koq, kebetulan tadi ada teman datang tu masih di ruang tamu
Ane : teman apa temen?? (cengan garing biasa)

Marisa : teman yank...ada apa yank, tumben jam segini teleponnya?


Ane : gak ada, cuman kangen aja sih...
.
.

Dan seperti telepon sebelum2nya, kalo dah keluar kata kangenya mulai jadi melangkolis
kemana2...wkwkwkwk
.
.
Setelah berapa lama, akupun coba menjelaskan perihal omongan yani tadi tentang endang.

Ane : jadi gini yank, kamu tau yani kan?


Marisa : iya tau, teman sekelas kita kan? Yani kenapa yank? Dia suka sama kamu ya??

Bah, percakapan macam apa lagi ini, nanya sekali, malah dijawab pertanyaan berkali2...
hehehhe

Ane : iya, entah, enggak (wkwkwkkw)


Marisa : maksudnya apaan sih yank??? gak ngerti aku
(terlihat bayangan marisa yang mengucek2 rambutnya ketika dia sedikit kebingunan....aku
kangen pemandangan itu semua....ah, sudahlah)
.
.

Marisa : halo yank??? yank..yank ih, pasti ngelamun (tebakannya bener banget, ternyata dia
masih hapal tingkahku)
Ane : hehehhe...
Marisa : tadi ngelamun apa?? yang jorok2 ya?? (dia tertawa kecil di sana)
Ane : gak, aku kangen pengen liat kamu aja, pengen peluk (manja2 gimana suaranya, jijik
kalo nginget2nya sekarang..wkwkwk)
Marisa : eh, tadi pertanyaan ku blm dijawab, Yani kenapa??
Ane : gini yank, bukan yani yang suka, tapi temannya, endang kamu ingetkan??

Marisa : iya inget, yang rambutnya agak panjang trus plg cerewet dikelaskan (nah bener bgt
tebakan pacarku ini)
Ane : nah bener itu, masih inget aja kamu yank?
Marisa : marisa gitu loh... (dia tertawa kecil lagi disana)
Ane : iya, tadi kata Yani, endang suka sama aku. sudah dari dulu kata yani tadi.
Marisa : sejak kapan yank? (suaranya sedikit antusias)
Ane : sejak kita jadian yank.
Marisa : masa sih, kyknya dulu dia biasa2 aja deh sama kamu yank?
Ane : ya kata yani tadi sih, endang ngeliat kita ber-2 dekat, jadi dia pendam rasanya.
Marisa : trus kenapa dia sekarang deket2 kamu yank?
Ane : ya kmrn sih aku dekat sama yani & endang, ya cuman ngobrol2 aja sih, beneran gk ada
rasa lain koq.
Marisa : boong (ngambek kyknya)
Ane : beneran yank..aku kan cintanya cuman sama kamu. (cie gombalnya menjadi2 ni buaya
satu)
Marisa : gak percaya (eh, beneran ngambek kyknya)
Ane : beneran yank.

Dan begitulah, ada sekitar 3jam ane berusaha ngilangi ngambeknya. Saat suaranya masih
kdengeran rada2 ketus, aku blm mau memutuskan telepon, gak peduli lagi dengan meteran
wartel yang sudah menunjukkan angka 200an.

Saat sudah mulai lagi keluar itu kata2 manja dari mulutnya barulah ane pamit. Benar kata
orang2 LDR "(Lama2 Di Rebut)Rebut)-orang",
orang" LDR itu beratnya di ongkos...awkwkwkwk...

10. Mince Sukarti Binti Mahmood

Beberapa hari setelah yani maen kekostan yang berakhir dengan saling sewot2an itu...
Endang masih blm berubah sikapnya dari beberapa hari yang lalu. Dia masih sering diam
saat aku ikut nimbrung. Yani juga kadang terlihat males2an denganku. Kyknya dia sedikit
benci atas kata2ku beberapa malam lalu.

Ah, daripada gak enak, mending aku jaga jarak ajalah dari emak2 itu. Jadilah diri ini mulai ke
kebiasaan lama. Duduk Pewe di kursi belakang, tapi sedikit berbeda pagi itu, gak ada
tangan2 genit yang nyolek2 gak jelas.

Siang itu, setelah dosen mengakhiri mata kuliahnya, aku beranjak ke warung depang
kampus, warung yang dulu menjadi tempat aku berfantasi aneh dengan yessi..

Ah yessi, dah lumayan lama aku gak ngeliat dia. Sejak Marisa gak ada diyogya, jarang aku
maen kekostan itu lagi. Ya iyalah, masa mau ngapelin yessi..wong yessi wes nduwe
bojo..wkwkwkkw

Sedang asik2nya aku menikmati es jeruk pesenan tadi. Tiba2 cewek jutek+crewet itu masuk.
Hmmm, pasti heboh ini warung, gumamku. Dengan cekatannya dia mengambil piring dan
mengisinya dengan nasi putih ,sayur dan beberapa biji tempe+telur goreng.

Dia beranjak kearahku, dan mengambil duduk di kursi di sebelah kiriku. Akupun cuman bisa
melihat kearahnya.

Ini cewek apa kuli ya??? itu nasi di piring menggunung gitu, habis gak tuh nasi segitu
banyaknya. Tapi yang buat ane sedikit heran, badannya ramping2 aja, malah lebih ke arah
kurus. Senyum2lah diri ini melihatnya.

... : apaan ngeliat-liat?? (buset ketus e)


Ane : kamu makan sgitu banyak, emang abis?
... : terserah aku lah, aku yang bayar.
Ane : owh

Kembali aku menyeruput es jeruk yang tinggal separuh gelas itu. Tidak berapa lama, gelas
itu mulai bocor. Heran deh, gak di warung gak di kostan orang, tiap ada yang seger2 pasti
gelasku jadi bocor...wkwkwkkw..

Akupun beranjak untuk membayar makanan ku tadi.

... : heh mau kemana? temanin aku makan dulu.


Ane : kyk anak kecil aja, makan koq ditemanin.
... : gak boleh, pokoknya harus temenin.

Tangan ini di tarik dan aku disuruh duduk lagi. Setelah aku kembali duduk, dia mulai melahap
lagi makanan dipiringnya. Ini cewek, udah jutek, crewet, gaya makannya juga kyk orang
kesetanan.

Ane : eh, makannya pelan2 aja gak usah buru2 ndak keselek.
... : ah eh ah eh, panggil nama aja. Aku punya nama tauk. (itu nasi muncrat2 kearahku)
Ane : udah makan aja dulu, gak usah triak2 (sambil membersihkan nasi yang muncrat di
kemeja putihku)
... : kenalin, aku H******* Y******, biasa dipanggil Mince, Mimin juga boleh.(menjulurkan
tangan kirinya)
Ane : Gak sopan, kenalan koq pake tangan kiri.
Mimin : nih liat tangan kananku banyak minyaknya kak.
(dia mengangkat tangan kanannya yang penuh dengan minyak dan kuah sayur, ternyata dari
tadi ni cewek makan gk pake sendok, langsung make tangan)

Jeng jeng jeng...melamunlah


diri ini, sudah lama aku tidak di panggil "Kak" oleh seseorang,
jeng...
tiba2 kepala ini memutar kembali kenangan dengan marisa dulu. Seakan sangat jelas
bayangan marisa dengan manjanya mengucap kata "Kak".... Khem khem...sedikit ngalay,
sperti biasa, rada2 nelangsa...

Mimin : heh kak..ngelamunin apa??


Ane : (sedikit tersadar dgn suara ketusnya) eh, enggak2. Eri (akupun menjabat punggung
tangan kirinya)
Mimin : Eri, aku panggil kakak ato kak aja ya..biar akrab. (dia kembali melahap makanannya
yang sisa dikit lagi)
Ane : karepmu lah.

-----------------------------Sedikit mengenai Mimin.


- Dia orang Ponorogo, badannya langsing, tidak terlalu tinggi, sekitar 165-168lah, yang jelas
dia lebih pendek dariku. ketika berdiri disampingku tingginya se-telingaku.
-Model mukanya rada2 Arab gitulah, idungnya mancung banged, kadang aku sering iri
dengan idungnya. Mulutnya sering nyerocos, crewetnya gak nahan.
------------------------------

Gak ada gengsi2an dia makan didepanku. Nasi yang menggunung di atas piring tadi kini
tersisa tinggal beberapa butir. Kelihatan itu dia kelaperan banget, sampe tadi aja dia lupa
mesan minum. Yakin ini bntar lagi bakalan seret, gumamku.

Kan kan, mukanya mulai gak enak, muka2 pengen minum..hapal banget aku pola orang kyk
gini.

Mimin : kak, ambilin minum, haus nih (mukanya gak enak banget diliat)
Ane : enak banget nyuruh2, ambil sendiri sana.
Mimin : kakak ambilin gak? Kalo gak aku lap ni tangan ke kemeja mu. (mulai mendekatkan

tangan penuh minyak ke arahku)


Ane : iya, bentar ah.

Akupun mengambil gelas di rak disudut warung itu, disebelahnya juga sudah ada teko yang
berisi air putih. Setelah gelas penuh, akupun menyerahkan ke Mimin. Dalam sekali tegukan
itu gelas kosong seketika. Haus apa doyan (gumamku).

Mimin : lagi kak. (menyerahkan gelas kosong itu)


Ane : eh, sana ambil sendiri ah.
Mimin : ambilin gak?? (lagi2 tangan kanan berminyak itu terangkat kearahku)
Ane : iya iya...hadeh...

Lagi, diri ini menjadi opas-nya mimin. Setelah mengambil air dan menyerahkannya ke si
crewet ini, akupun hendak membayar makananku.

Ane : bu, anakmu pulang buk... (eh, bukan ding, wkwkwkwk)


...

Ane : Udah buk (senyum manis ketika menengok kebelakang warung)


Ibu2 : sek mas, ta cuci tangan dulu (terlihat si ibu warung abis ngulek2 sambel)
Mimin : kak, tadi aku makan pake telur goreng sama tempe mendoan 3. Bayarin ya

Dan diapun ngacir ke arah kampus. Apa apaan ini, setelah aku diperbudak, sekarang aku
disuruh bayar. Kampret dah.. Secocok itukah aku menjadi seorang babu...ah sudahlah...
wkwkwkkw

Selang berapa lama, ibu2 jualan keluar menuju arahku. Ibu jualan memelukku erat, dia
membisikkan kata itu pelan2... "Kasian ya kamu nak, masih muda sudah jadi babu..." Wah,
ngajak ribut ini ibu2...ane banting juga ni ibu2...wkwkwkwkwkw

Gak2, ane gak sekurang ajar itu, tadi ane rada2 mendadak ilang ingetan aja...

Ibu2 : tadi make apa aja mas (dia mengeluarkan kalkulatornya)


Ane : tadi aku make telor goreng+es jeruk, tadi temanku make telor juga sama mendoan 3biji
Ibu : (terlihat memencet2 kalkulator) 13ribu mas.

Setelah aku membayar sesuai dengan yang ibu jualan bilang, akupun kembali kekampus.
Dan lagi2 diri ini kembali keposisi Pewe di bangku belakang. Perut kenyang, pasti
bawaannya ngantuk.. hahay..

Belum berapa lama, lagi2 colekan genit terasa dibahu kiriku.


Mulai ada yang usil, gak senang liat orang lagi pewe. Akupun melihat tangan siapa gerangan
yang menggeniti diri ini.

Endang : Ri, ntr pulang bisa ngomong gak? (malu2 monyet, eh malu2 kucing)
Ane : ngomong aja sekarang, kan lagi santai juga (waton jebret)
Endang : entar aja ya, entar pas pulang.
Ane : gak janji, ntr kyknya mau lgsng pulang, ngantuk aku. (sok2 jual mahal, padahal
murahan..wkwkwk)
Endang : yah, padahal tadi mau nraktir kamu Ri.

Eits...traktiran..makan gratis dung...wah rejeki jangan ditolak. Gak baik kata nenek di
kampung. Heuheuheu

Ane : bentar, mw traktir dimana emang? ayo2 aja..


Endang : gak jadi deh, tadi katanya kamu gak bisa (senyum binalnya keluar)
Ane : bisa di atur lah kalo masalah ngantuk. (sogok makanan dikit lgsng mlempem, dasar
anak kost kere)
Endang : ya udah ntr ya pas pulang.
Ane : Siap mbak e (ngangkat 2 jari ke alis)

Yap, dari beberapa bulan kemarin, ni emak2 tukang gosip sudah sangat tau tingkahku.
Ketika aku menolak untuk ngikut main kekostan yani sama mereka, mulailah itu emak2 binal
membuka omongan kalo tadi dikostan yani ada kue yang dikasih sama teman kostnya.

Dan, setelah menguping gosipan mereka tentang kue2an...diri ini jadi nomor satu yang
melenggang ke kostan yani.

Maklumlah, hubungan "Lama2 Di Rebut"Rebut"-orang (LDR) dengan Marisa sangat menguras


dompet, jadilah diri ini sangat tergiur dengan makanan, apalagi yang namanya ditraktir ato
gratisan. Aku jadi orang paling pertama ngantri.

11. Aku terter-tembak

Sudah 2jam lebih dosen didepan blm juga mengakhiri mata kuliahnya. Dikepala ini juga
bukan materi di papan whiteboard, tapi iming2 traktiran dari endang tadi. 15menit berlalu
dari waktu ngajarnya, dosen itupun mulai mengakhiri kuliahnya. Akupun menghampiri
mereka berdua.

Ane : ayo, traktirannya dimana En? (tanyaku antusias)


Endang : ntr dulu ini masih nyatet materi.
Yani : pantesan mau, kamu sogok pake makanan to En (masih ketus tu orang)
Ane : ada acara apaan sih Ni pake traktiran segala?
Yani : Tauk.. tanya aja sama endang (tetap aja ketusnya)
Endang : udah yuk, dah kelar (memasukkan alat tulis kedalam tasnya)

Ane mah emang gitu, bodo amat ada yang ketus ada yang ngece, asal dpt traktiran aja sih,
semua itu lewat...biasalah...kulit muka buaya itu tebel banget...wkwkwkwk..jadi muka ini bisa
kebayang juga kan...

Setelah berjalan lumayan lama, kamipun sampai di salah satu rumah makan padang di jalan
gondosuli. Saat berhenti didepannya, yani pamit pulang dulu.

Yani : eh, aku duluan ya. gak enak ganggu kalian.


Ane : lah gimana to, tadi katanya ditraktir endang, masa pulang Ni?
Endang : ya udah, ati2 ya Ni

Merekapun cipika cipiki, aku cipika cipikinya kapan?? gak dapat mblo, belum beruntung kali
ini...

Setelah yani berlalu, endang menarik tanganku mengajak masuk ke rumah makan

padang itu.

Endang memilih posisi duduk disudut ruangan, diapun meletakan tas ala emak2nya itu di
kursi. Dia mengajakku mengambil makanan, tapi karena masih belum laper, akupun menolak
dan cuma memesan es jeruk.

Buset ini emak2 satu, makannya lama amat, dah skitar 30menitan, itu makanan dipiringnya
baru setengah.

Ane : ini dalam rangka apaan sih En?


Endang : (meletakan piring dan sendoknya) jadi gini Ri...
Ane : eh, abisin dulu deh, ntr aja ngomongnya.
Endang : udah kenyang aku, (dia memindahkan piring yang masih setengah itu ke samping
meja)

Beuh, itu nasinya masih banyak, mana enak lagi keliatan menunya, sayang banget kalo
dibuang. Gak bersukur banget ini orang, gumamku. Diluar sana masih banyak janda2 tua,
anak2 yatim yang belum makan....lah lah malah jadi kyk ceramah gini...wkwkwkwkkw...
cuekin aja...

Endang : aku tu pengen ngomong Ri, ngomong masalah kita.


Ane : lah ini kan lagi ngomong. Emang kita kenapa?
Endang : ya kata yani, kamu nyuruh aku ngomong langsung kekamu kan?
Ane : owh, masalah itu...trus... (ini es jeruk mulai gak enak rasanya, mulai rada2 pait gimana
gitu)
Endang : ya gitu Ri, jadi gimana?? Kamu mau gak??
Ane : gitu gimana?? Mau apaan?? (senyum polos mesum andelan)
Endang : ayolah Ri, kmrn kan yani dah ngasih tau kamu. (eit, tangan nakalnya mulai megang2
tangan lembutku, lembut dari hongkong..tangan kuli juga..)
Ane : dah lupa aku yani ngomong apa. (sudahlah woy, kasian anak orang)
Endang : aduh gimana ya ngomongnya (itu doi kyk orang ambeyen, duduk gak
tenang..wkwkwk)

Ane : maaf ya En, trus terang aku gak merasa lebih sama kalian..aku nganggap kalian
sebagai teman gak lebih. Aku suka sama kamu, aku suka sama yani, tapi suka dalam batasan
teman. Gak lebih. Maaf aku belum bisa melupakan Marisa.

Dan mulailah kebiasaan cewek2, yoi gan, itu mata mulai2 ber-embun gak jelas. Tik tik,
mulailah meja itu di naungi gerimis dari matanya.

Mana buayanya, tak kuliti jadiin tas skalian, brani2nya buat cewek nangis...buaya emang
kurang ajar...jadi biarin aja yak...wkwkwkwk

Endang : Bisa gak, kamu coba buat sayang sama aku?? (genggaman tangannya semakin
erat)
Ane : maaf ya En, aku masih sangat sayang dengan Marisa. Dan gak tau kapan aku bisa
sayang dengan cewek lain. Maaf ya, gak bisa.
Endang : (genggamanya kini mulai dilepaskan, dan menghapus bulir2 air di matanya)
.
.
10menit berlalu, dia kembali mengeluarkan suaranya

Endang : Maaf ya Ri, aku udah egois pengen kamu jadi pacarku.
Ane : maaf juga ya, aku gak bisa seperti harapanmu. (ngerasa paling ganteng dewe)

Sore itu, aku mengantarkan endang ke kostannya, tapi berbeda dengan awal aku mengantar
nya dlu. Sekarang dia memilih diam sepanjang jalan. Saat di depan kostanya juga, dia
seakan enggan melihat dan menawariku untuk mampir.

Akupun memulai petualangan mengarah kekostan. Kaki ini melangkah perlahan tapi pasti.
Entahlah, koq hati ini merasa sangat bersalah. Hati ini seakan mengerti bagaimana perasaan
endang sekarang atas penolakanku tadi. Tapi gimana lagi, hati tidak bisa dipaksa2.

Koq hidupku jadi rumit kyk gini ya, prasaan awal2 dulu gak ada yang kyk gini2. Dulu gak
pernah mikirin masalah cewek, cinta2an. Yang ada tiap hari becanda trus. Mungkin proses
kearah dewasa mulai terjadi. Dan aku yakin, proses itu gak akan semudah perkiraanku.

12. Malam Tahun Baru Pertama di Yogya

Sebulan berlalu sejak penolakanku terhadap Endang, dia kini sudah jarang berkumpul
dengan ku dan yani. Di kelas juga dia seakan gak mau sekedar ngobrol2 lagi dengan kami.
Dia kelihatannya memilih teman2 ngerumpinya yang dulu pas awal2 kuliah.

Aku dengan yani sekarang sudah kembali seperti biasa. Kami sudah kembali bercanda,
kadang2 juga aku main kekostan yani hingga larut malam sekedar curhat2 tentang marisa.
Yanipun sering memberi masukan dan sering menyemangati agar aku kuat dengan
hubungan LDR (Lama2 Di Rebut)-orang ini.

Tidak berasa pergantian tahun sudah dekat. Akhirnya aku bisa merasakan prosesi
pergantian tahun diyogya, gumamku. Pergantian tahun di kampungku yang mataharinya 7biji
itu gak ada istimewa2nya. Malam tahun baru tiada bedanya dengan malam2 lainnya.
Sueepi....wkwkwkwkw

Penasaran gimana model orang diyogya menyambut pergantian tahun, diri ini menjadi
sangat antusias tiap ada teman yang mengajak untuk merayakannya. Merasa sudah dekat
dengan yani yang notabene sebagai teman curhat, akhirnya aku menawarinya untuk ikut
bersamaku untuk melihat kembang api di titik nol kilometer malioboro.

Aku dan arif sebelumnya sudah merencanakan untuk menghabiskan malam tahun baru untuk
sekedar melihat pesta kembang api di malioboro. Arif sudah mengajak Lina,Ima serta Dian
dan teman2 lainnya. Aku saat itu bersama yani, joko dan hendi.

Setelah disepakati, sekitar jam 8 malam, kami sudah berkumpul di depan stasiun
lempunyangan. Setelah semua berkumpul, mulailah kami berjalan ke arah malioboro.
Sesekali kulihat wajah2 antusias mereka yang ikut malam itu. Hahahaha, ternyata mereka2
ini gak jauh beda dengan diriku. Ini juga malam tahun baru pertama mereka di yogya.

Setelah mulai berjalan, terjadilah gap2 (kyk motogp aja yak..wkwkwk). Beberapa orang
sudah jalan duluan, terlihat dibelakangku ada Arif beserta 3 wanitanya. Kelihatan lucu
melihat mereka. Lina dengan Dian seakan2 saling memandang sinis untuk berebut perhatian
arif. Dan, Ima yang pemalu seakan cuman bisa ngekor di belakang Lina.

Ternyata malam itu tidak cuma kelompok kecil kami yang jalan ke titik nol jogja. Banyak juga
orang lain yang bareng2 kesana. Mereka rame2an juga jalan kaki ke malioboronya. Malam
tahun baru memang sangat rame di malioboro, jadi bawa kendaraan itu sangat susah. Lebih
baik jalan sambil menikmati suasana yogya.

Ane : Ni, ajak Ima sama kita aja yuk, biar Arif bingung ngurusin Lina sama Dian (isengku tiba2
keluar)
Yani : kamu ini, teman sendiri di kerjain, biarin aja (dia mulai terbawa suasana dan
menggandeng tanganku)
Ane : tu liat tu, lina sama dian kyknya bentar lagi jambak2an (tertawa kearah arif)
Yani : udah biarin aja, yuk kita cari terompet (yani menarik tanganku kearah penjual terompet
di pinggir jln malioboro)

Saat rombongan Arif melewati kami, sepasang mata terlihat sedih memandangku. Dengan
malu2 mata itu meliriku. Maaf ya Ima, aku tadi sudah mau ngajak kamu jalan bareng, tapi yani
kyknya gak mau, takutnya kamu tersakiti juga..hati ini berucap seakan2 bisa didengar ima.

Cukup lama Yani memilih dan menawar terompet yang akan dibelinya. Aku cuma berdiri
menunggunya ditrotoar. Kulihat kearah titik nol kilometer yogya, orang2 sudah seperti
semut.

Dan kelompok kecil kami tadi sudah hilang entah kemana. Bahaya ini kalo yani sampai hilang
ato diculik orang, sebagai lelaki perkasa, aku harus melindunginya...wkwkkwk...dasar buaya
buntung...

Setelah mendapat terompetnya, yanipun kembali dengan cerianya menggandeng tanganku.


Dia sesekali meniup keras2 terompetnya ke arah telingaku. Lama2 budek ini telinga.
Untunglah malam tahun baru cuman 1x setahun, kalo 2 malam berturut2, yakin aku kalo
orang yang pulang dari situ bakalan budek semua oleh suara terompet gak jelas.

Aku mengajak yani untuk mengambil posisi duduk di belakang monumen sebelas maret.
Kami duduk di atas rumput yang gak terlalu lebat itu. Masih jam stengah 11 ketika kami mulai
mengambil posisi duduk. Yanipun kembali dengan kebiasaanya mendongeng. mulut
emak2nya mulai mengeluarkan gosipnya. Dia asik sendiri dan seakan tidak peduli denganku
yang terlihat bosan.

Yani : eh Ri, kyknya Ima suka deh sama kamu. (dia melihat kearahku)
Ane : sok tau. (ngelak lvl 10 kluar)
Yani : halah, gk usah sok gak tau, anak kecil aja ngerti dari cara pandangannya Ima kekamu
itu tandanya dia suka sama kamu.
Ane : udah ah, bahas yang lain aja.
Yani : kamu suka gak sama dia?? (emak2 ini mulai antusias)
Ane : aku pulang ya, males aku dipojokin terus.(beranjak dr duduk)
Yani : yeee gitu aja ngambek, udah duduk lagi (dia menarik tanganku, menyuruhku duduk)
Yani : udah gak bahas ima lagi deh. (diapun menyilang jari tengah dan telunjuknya)

Saat aku sudah duduk lagi, diapun mulai tanpa malu2 berbaring dan kepalanya diletakkan di
atas duduk silaku. Eh eh, itu awas kena yang lain...hadeh...bahaya ini... Diri ini mulai sedikit
salah tingkah, bukan apa2, itu bahaya kalo dibawah ada yang tiba2 keras..

Yanipun sepertinya tidak peduli dengan ku, dia kembali memandang langit menunggu
kembang api. OK ngaku ane gan, itu yang dibawah sana sudah keras gak jelas, bukan
mesum, ini pertama kali mahluk yg namanya cewek tidur di pahaku. Sontaklah diri ini yang
masih normal bereaksi. Yani pun menyadarinya. Kyknya muka ini merah deh. Yani pun
melihat kearahku dengan genit.

Yani : berat ya Ri? Dari tadi gerak2 terus? (dia senyum2 nakal)
Ane : i iya ini anuku gatal (grogi critanya)
Yani : eh anunya kenapa (binalnya senyuman itu..adaw)
Ane : ini loh, rumputnya ada semutnya kyknya, pantatku gatel. (berhasil ngelak juga)
Yani : ah yang benar?? (kampret binalnya makin menjadi)
Ane : iya beneran, udah hadap sana lagi (akupun menggeser pelan kepalanya, biar gk terlalu
pas sama itu tu.. IYKWIM)

Selang beberapa lama dari kejadian gak enak barusan, terlihat sudah mulai banyak kembang
api yang bersinar di atas kepala kami waktu itu. Semakin dekat dengan pergantian tahun,
semakin ramai langit jogja oleh kembang api dari segala penjuru.

Akupun mengajak yani untuk berdiri, karena dengan posisi duduk arah nol kilometer tertutup
oleh monumen 11 maret. Terdengar suara hitungan mundur dari MC pemandu acara malam
itu.

"5..4..3..2..1... Preeeeeeeet Teeeeet Teeeett... Selamat tahun baru 2004..."

dan suara itu mulai hilang oleh suara kembang api di atas langit yogya.

Aku hanya bisa terkagum2 dengan pemandangan di atas kepalaku, seumur-umur baru kali ini
aku melihat kembang api sebegitu meriahnya. Kurasakan tangan lembut mulai melingkari
tubuhku, Yani mulai memeluk tubuh yang hanya terdiam atas kekaguman terhadap kembang
api itu.

Ada sekitar 15menitan itu kembang api gak ada putus2nya, segala macam warna dan bentuk
ada. Selama itu juga aku cuma memandang takjub kearah langit dimana pertunjukan
kembang api itu berada.

Yani : Ri?? (suaranya lirih)


Ane : hmmm (msh memandang pesta kembang api yang sudah mulai mereda)
Yani : Ri?? Apa doa dan harapanmu di tahun ini?
Ane : hmmm (msh kyk td)
Yani : Eri ih, ditanyain juga (dia semakin kenceng meluknya dan kyk menggoyang2kan tubuh
ini)

Teralihlah diri ini dari ketakjuban tadi kearah yani. Melihatnya sedekat itu, aku sedikit kaget,
dan lagi2 itu tangan maen peluk2 aja, dasar wanita...emang aku cowok apaan, maen peluk2
aja...hehheeh

Ane : eh, biasa aja dong, tanganya gak usah meluk2 sgala (isengku ke Yani)
Yani : biarin, hangat tauk (dia semakin menjadi)
Ane : lepasin ah, malu diliat orang (berusaha melepas tanganya)

Tapi semakin diri ini mencoba melepas pelukannya, pelukannya semakin erat. Jadilah kami
cuma diem disitu ditemani sisa2 kembang api yang sesekali mengembang dilangit. Sekitar
20menit kejadian itu blm juga berakhir. Orang juga sudah mulai kembali ke tempat masing2.
Jadilah saat itu kerumunan bergerak saling dorong.

Melihat gelagat kerumunan yang mulai tidak bagus, akupun mencoba mengajak yani
kesamping tembok pondasi monument sebelas maret itu. Bukan niat buat mojok loh, semata2
menghindari dorongan manusia yang saling berhimpitan.

Dengan usaha yang sedikit keras, diri ini akhirnya berhasil sampai di bawah monument itu,
dan mulai sedikit longgar karena orang2 berangsur meningglkan wilayah titik nol itu.
Perhatianku pun kembali ke cewek yang memelukku ini, pelukannya juga semakin
membuatku tak nyaman, aku semakin susah bernafas. Gimana gak susah nafas, ngelewatin
kerumunan orang segitu ramenya trus dipeluk erat lagi, sukur2 gak modyar aku...
heuheuheu...

Ane : Ni udah dong Ni, gak bisa nafas aku.


Yani : (mengangkat kepala melihatku) hehehhe, maaf ya (dia melepas pelukannya..akhirnya)
Ane : (ngelus2 dada Yani, eh dada sendiri maksudnya)
Yani : maaf ya, enak aja meluknya, hangat (dia tersenyum)
Ane : enak sih enak, aku susah nafas tadi, untung gk mati (cengesan mesum andelan)

13. Kuli Gendong


Gendong

Masih di malioboro sehabis menyaksikan pesta kembang api pergantian tahun..

Karena kerumunan orang yang kembali ke rumah masing sudah agak senggang, aku dan
yani mulai mengikuti arus kerumunan manusia yang mulai meninggalkan titik nol yogya itu.
Sudah satu jam sejak pergantian tahun, kami berjalan menyusuri jalan malioboro dengan
sisa2 kembang api yang sesekali masih berbunyi di langit. Sampai di depan Malioboro mall,
kami duduk2 sebentar disitu guna menunggu kelompok saat berangkat tadi.

Yani : Ri, beliin ice cream dong. (dia menunjuk ke Mekdi, sambil menarik2 lengan kemejaku)
Ane : hadeh, ntr di angkringan aja deh beli es-nya. (dompet lagi kering euy)
Yani : tapi pengen ice cream yang itu (dia nunjuk dua sejoli yang baru keluar dengan ice
cream cone ditangan mereka)
Ane : kamu ini ada2 aja, yo wes, tunggu bentar. (berjalan ke mekdi)

Selang berapa menit akupun kembali membawakan emak2 ini sebuah cone coklat muda
dengan cream putih dingin diatasnya.

Ane : nih ice creamnya tuan putri (sambil sikap kyk penjaga keraton gitulah)
Yani : asiiiikk (doi sumringah dengan es krim nya)
Ane : tadi udah ada yang lewat blm?
Yani : blm (dia masih asik menjilati eskrimnya)
Ane : jgn2 dah pada pulang duluan mereka Ni. Oiya Ni, itu kyknya enak (nepuk pundak
kanannya sambil nunjuk penjual "wedang ronde")

Ini cewek enak bnget makan es krimnya, sampe2 aku dicuekin. Ah sudahlah, fokus kejalan
aja ngeliatin orang lewat, sambil nunggu teman2, pikirku.

Yani : Ri jahat banget sih? (dia menarik2 ujung bawah kemejaku)


Ane : jahat kenapa coba, eh mw itu gak? (kembali aku nunjuk penjual wedang ronde)
Yani : Ri, lihat tuh es krimku. (makin keras aja narik2nya, akupun menoleh kearahnya)
Ane : Bhuahahahahahah...makanya, makan es tuh jgn serius2 dipanggil gak nyaut juga, ya
gitu jadinya.

Ternyata, dari tadi dia diem karena es krimnya jatuh, pas aku tepuk2 pundaknya tadi sambil
nunjuk penjual wedang ronde. Jadilah doi sedih, karena baru beberapa bagian es krimnya
dia jilatin...wwkwkwkkwk..

Yani : gak mau tau, beliin lagi (mukanya memelas mw nangis)


Ane : wkwkwkwkw...salah sendiri (aku masih geli ngeliatnya, dia diem dari tadi sambil
ngeliatin es krim yang sudah di tanah)
Yani : ganti...gak mau tau harus ganti pokoknya..
Ane : yang makan tadi sapa, aku kan gak ngapa2in, orang itu es krimnya di tanganmu koq.
(masih ngakak)
Yani : kamu sih tadi nepuk2 tanganku, jadinya jatuh..gantiiiiiii (kyk anak kecil aja polanya)
Ane : iya iya, ntr beli lagi ah, kyk bayi aja nangis2 kyk gitu.

Akupun menarik tanganya, mengajaknya ke arah penjual wedang ronde, aku pun memesan 2
mangkok. Semula yani bersikeras pengen eskrim, tapi karena penasaran dengan rasa
wedang ronde, dia akhirnya mengiyakan ideku buat mencobanya.

Wedang ronde itu memang pas banget saat pagi2, pas dingin2 minum wedang ronde itu
badan jadi anget..rasa jahe serta rempah2nya itu permisa.....ini koq malah jadi acara
kuliner...wkwkwk...sudahlah...

Sudah stengah jam kami menunggu di tempat wedang ronde itu, ternyata belum juga ada
teman2 kami yang lewat. Jangan jangan kami yang paling akhir, gumamku. Udah jam
stengah 2 juga, akhirnya akupun mengajak yani pulang kekostanya.

Ane : Ni, pulang yuk, udah jam sgini juga, paling anak2 dah duluan.
Yani : capek Ri..gendong ya? (dia mulai memanja)
Ane : wegahhh, jalan o dewe.
Yani : gendooooong (dia menjulurkan tangannya minta gendong)
Pak Jualan : Mesake Bojomu Mas, mbok di gendong (nyeletuk aja ni bapak2)
Ane : biasa juga jalan itu pak... (garuk2 kepala)
Ane : udah ah ayuk dah kepagian ini (ane narik2 tangan yani)
Yani : gendoooong ya ya ya (ni emak2 slh makan apa lagi, jadi kyk gini..hadeh)
Ane : iya iya, ntr kalo sepi ta gendong (biar cepat dia beranjak dr duduknya)

Akhirnya bujukanku berhasil, diapun beranjak dan mengikutiku jalan kearah stasiun
lempunyangan. Tapi dari tadi tangan gak melepaskan gandengannya. Dia bahagia banget
kyknya.

Setelah kami melewati stasiun lempuyangan, mulai lah dia ingat2 lagi janjiku tadi ketika di
tempat wedang ronde.

Yani : Ri, gendong. (dia berhenti gak mau jalan lagi)


Ane : berat ah, ta tinggal loh (cuek bebek lanjut jalan)
Yani : ya udah sana jalan, kl gak gendong aku gk mau jalan, tadi juga dah janji (manyun mneh
mulut e..hadeh)

Akupun tetap jalan, bodo amat sama yani, dah capek gini juga. Paling ntr kalo dah
ketinggalan jauh, dia bakalan lari ngejar karena ketakutan pikirku. Sesekali aku tengok
kebelakang melihatnya yang semakin menjauh. Tapi tak ada tanda2 dia akan bergeming dari
tempatnya.

Ada sekitar 200an meter, belum ada tanda2 dia ngikutin. Keras kepala juga ini cewek.

Ujung2nya, aku lagi yang kena. Baliklah diri ini ke tempat yani tadi, dia masih terlihat duduk
di trotoar tempat dia mandek tadi. Mukanya penuh dengan air mata. Mewek2 gak jelas, udah
jelek tambah jelek itu muka...hadehhh

Ane : astaga, kamu kenapa nangis gini Ni? (polos tanpa dosa..wkwkwkkw)
Yani : kamu jahat Ri, tega ninggalin aku (huhuhuhuhu, tangisnya makin menjadi)
Ane : udah udah.. (akupun membungkuk membelakanginya, belum juga ada instruksi nyuruh
naik...)

Bruuuuk, edyan, patah punggungku....

Ane : astaga, mbok pelan2 naek e, sakit punggungku. (ndumel2 gk jelas)


Yani : huuuhuuuuu (syetan, tangisnya makin dibuat2)
Ane : iya iya udah jgn nangis lagi ah...malu di denger orang2.

Diapun mulai mereda tangis buatannya..mulailah diri ini menggendong sekarung beras eh
seorang yani menuju kostanya yang tinggal 700an meter lagi. 700 meter itu deket koq, aku
kan cowok perkasa, gendong cewek mah biasa aja...biasa di kampung ngangkut2 padi,
kacang ijo, kedelai, sapi, kerbau, kuda...eh....wkwkwkwkwkw

Sekitar setengah jam diri ini dibuat sengsara oleh akal bulus wanita di gendonganku ini. Dia
sering nyanyi2 kecil diatas penderitaanku barusan. Ampun dah, rasanya pengen pingsan,
gendong karung beras sejauh 700an meter.

Ane : udah ya, sampe sini aja, dah gak kuat aku, bisa pingsan kl sampe kostan (berhenti dan
menurunkannya)
Yani : yah, dikit lagi padahal. (tu mulut digampar enak bner kyknya)
Ane : udah nyerah aku, capek aku Ni (kipas2 pake tangan sendiri)
Yani : makasih ya dah gendong (dia tersenyum dan menarik tanganku kekostannya)
Ane : bentar ni, ambil nafas dulu aku.

Yani : dikit lagi, ntr istirahatnya dikamar aja.

Kamipun menuju kostan yani yang sisa beberapa meter dalam gang. Nafasku sudah kyk
orang bengek. Mana ntr masih jalan ke kostan lagi...hadeh...cari minum dulu lah dkostan
yani.

Ane : Ni boleh minta minum gak? (menghempaskan badan dikursi depan kamarnya)
Yani : bentar ya, aku ambil dulu

Setelah yani masuk kedalam kamar, dan mengambil air..kyknya aku sempat tertidur sbntar
saking capeknya. Terasa tangan meraba2 dahiku. Akupun membuka mata dan terlihat yani
yang sedikit cemas.

Ane : kenapa Ni?? Mana airnya??


Yani : maaf ya Ri, kamu capek banget gara2 gendong tadi. (muka2 sedih keluar)
Ane : Ahhhhh...seger...udah, gak usah dibahas..heheheh (bersihin mulut dgn punggung
tangan)
Yani : udah...malam ini tidur sini aja ya, gk usah pulang, kamu kecapean banget itu.
Ane : gak usah, kost udah deket juga. (senyum mesum polos andelan)
Yani : gak boleh, skrg tidur di sini aja. Besok aja pulangnya.
Ane : tapi Ni..

Belum kelar ngomong, tangan ini sudah ditarik oleh Yani kekamarnya. Kelihatan empuknya
kasur dikamar itu memanggil dengan mesranya "Eri..eri..sini sini"...biasa
efek kecapean..
sini"

Yani : udah kamu tidur dikasur aja, ntr aku tidur di sbelah situ (dia nunjuk tempat
boneka2nya)
Ane : Gpp ya aku nginap sini.
Yani : udah gpp, santai, makasih ya tadi dah gendong. (doi senyum2)

Dan akupun mulai membaringkan badan diatas Yani, eh diatas kasurnya yani maksudnya.
Tidak butuh waktu lama, akhirnya diri ini sudah tidak sadar entah dimana. Kyknya ini lagi di
pantai, tiduran di pasir dengan wangi bunga2 tercium harum di hidung. Badan terasa sangat
empuk di atas pasir putih itu.

Badan ini lama2 terasa berat, terasa semakin terbenam kedalam pasir putih dipantai itu.
Satu lagi yang mengagetkanku, ini rambut dengan wangi khas shampoo sunsilk datang dari
mana lagi. Mana cuman rambut tok, kepalanya gak ada. Hadeh mulai merinding2 gak jelas.

14. Tentang Perasaannya Selama Ini

Karena aku merinding dengan rambut tanpa kepala itu. seketika mata ini terbuka, keringat
sudah mulai membasahi badan. Ah sial, ternyata cuman mimpi. Saat hendak bangun, badan
ku masih terasa berat. Akupun melihat sekitaran kamar. Ini kamar siapa?? koq banyak
boneka2nya. Wangi parfum ini juga, bukan wangi gatsby yang sering kugunakan.

Terbelalak lah mata ini menyadari Yani yang masih tertidur pulas di atas tubuhku. Apa yang
aku lakukan semalam?? Akupun menggeser tubuhku perlahan, aku tak ingin membangunkan
cewek yang tertidur pulas itu. Dia sedikit menggeliat ketika aku berhasil menurunkan
tubuhnya kekasur.

Ah, aku akhirnya bisa bernafas bebas. Aku masih berusaha menenangkan diri dan
mengingat2 kejadian semalam. Aku melihat seluruh badanku, pakaian yang aku gunakan
masih lengkap. Aku melihat yani, diapun sama masih memakai pakaian lengkap seperti
semalam.

Sedikit tenang diri ini melihat kami yang masih dengan pakaian lengkap. Akupun mulai bisa
tenang dan menepis jauh perasaan bahwa aku telah melakukan hal bodoh ke Yani. Kulihat
jam dinding di kamar itu, terlihat jarum jam menunjukan pukul 10.

Tiba2 pandanganku teralihkan ke wajah yani yang tertidur pulas. Aku melihat wajahnya yang
sangat damai dalam tidurnya. Sesekali dia tersenyum, mungkin mimpi indah tengah
menggodanya.

Saat ku beranikan diri menjulurkan tangan hendak merapikan rambut yang sedikit menutupi
wajah damainya. Dia kelihatan mulai tersadar dari tidurnya.
Aku kebingungan, aku takut dia akan histeris ketika melihatku berada di situ. Akupun pura2
memejamkan mata dan berbaring di sampingnya. Dada ini menjadi sangat deg2an, aku takut
dia akan menjerit histeris setelahnya.

Aku sdikit dapat melihatnya dengan mata yang pura2 terpejam. Cewek itu mulai duduk, dia
mengangkat kedua tangannya keatas dan menggeliat. Sekilas dia melihat kearahku. Ah,
semoga dia tidak tau akan kepura2anku. Cewek itu mendekatkan wajahnya kearah wajahku.
Sesekali dia mengelus lembut pipiku. Hatiku semakin berdegub kencang.

Dan bibirnya mulai mengecup keningku. Entah apa maksudnya. Akupun berpura2 menggeliat
dan merubah posisi tidur menyamping membelakanginya.

"Eri Eri, bodoh banget kamu Ri" suaranya lirih.


"Kenapa kamu tidak pernah merasakan hadirku sedikit saja"
"Tidakkah ada diriku dihatimu"

Hah...??? itu tadi beneran si Yani ngomong?? Gak percaya...prasaan selama ini aku biasa2
aja sama dia. Kenapa dia bisa merasa seperti itu.

Kucoba membalikkan badan kearahnya, mata ini masih berpura2 terpejam. Melihatku yang
berbalik, dia sedikit kaget, dan terlihat menyeka air matanya yang ternyata dari tadi sudah
mulai menetes.

Tidak adil rasanya jika aku harus terusan berpura2 seperti ini. Akupun, mencoba membuka
mata seperti orang yang baru bangun dari tidur. Sedikit menggeliatkan badan dan
menyipitkan mata melihat kearahnya.

"Eh, Ni udah bangun??" sedikit mengucek mataku


"I iya, baru aja bangun, kamu lelap banget tidurnya" dia sedikit kaget
"Maaf ya, aku ngerepotin, sampe nginap disni" akupun mulai mencoba duduk.

Ini rasa punggung benar2 berantakan. saat aku menggerakkan badan kearah kiri dan kanan,
terdengar tulang belakangku seperti beradu sangat kencang. Akupun memegang
punggungku, mulai terasa perih menjalari tubuh.

"Capek ya Ri, mw mandi dulu" tanyanya melihatku memegang punggung


"Iyalah, gendong karung beras semalam" cengesan mesumku seperti biasa
"Masa aku berat sih Ri, prasaan dah turun deh beratku"
"Emang beratmu berapa" tanyaku iseng
"Kyknya kmrn masih 45 deh"
"45 apaan, kyknya semalam 60an deh"
"masa sih... kamu ini ngejek aja kerjaanmu" dan tanganya mulai mencubitku

Jangan pernah mengeluarkan candaan tentang berat badan dengan makhluk yang namanya
cewek, siap2 kena cubit yang nauzubilleh sakitnya. Canda sih canda, itu cubitannya dalem
banget...wwkkwkwkw

"Sakit Ni, nyubit apa nyubit sih dalem benar" aku berusaha menepis tanganya
"salah sendiri ngejek aku berat" dia seakan tidak mau berhenti bergerilya mencubitiku
"Sakit yani...udah ah nyubitnya" sok2an ngambek, padahal emang sakit beneran itu
cubitannya.
"eh, maaf maaf, mau kopi gak?" hmmm...kebaca triknya mw nyogok
"aduh, masa dah capek2 gendong, trus kena cubitan cuman dikasih kopi" candaku ngasal
"emang maunya apaan?" eh doi nantangin sontak buaya yang mengambil alih
"Cium boleh gak" cengesan mesum keluar juga

Aseek, bakalan dapt cium ini, gumamku.

"ya udah, merem deh" dia mendekat kearahku


"beneran nih"
"iya buru merem makanya" semakin deket wajahnya

Aku mah paling gak bisa dipaksa2 sama cewek...wkwkkwkw...buaya buaya...dasar buaya
buntung..

Meremlah diri ini dengan mulut di monyong2in..iseng2 berhadiah mblo...wkwkkwkw...tapi


kenyataan berkata lain, bukannya ciuman yang ku dapat. Itu telunjuk yang melayang ke
jidatku. Hadeh...gak kesampean...yang sabar yak...wwkwkkwkw

"Huuuu maunya, sana mandi ah, bau kamu tu" doi menutup hidungnya
"Masa sih aku bau Ni, prasaan semalam dah make parfum deh" mengendus2 diri sendiri
"semalam kan beda, udah sana mandi2, bau deh" doi msh menutup hidung sambil mengipas2
udara disekitarnya
"Halah, bau2 juga semalam meluk2" opps, ane keceplosan.

Sontaklah muka yani mulai merah padam. Dia jadi salah tingkah dan gak bisa ngomong apa2
lagi. Aku menyadari perubahan itu. Daripada jadi akward mending mandi aja deh.

"handuknya mana Ni, sabunnya sekalian" tangan ini seperti tangan pengemis didepannya
"mmmm, itu disana di pintu" dia menunjuk kearah pintu.
"gpp nih aku mandi disni" tanyaku memastikan lagi
"gpp koq" dia masih sedikit malu

Akupun membuka pintu kamar, dan menuju kamar mandi di ujung lorong kostan.

Seperti biasa, tidak butuh waktu lama untukku menyudahi aktivitas mandi pagi menjelang
siang itu. Akupun kembali kekamar yani. Tidak ada yang empunya kamar. Entah kemana dia
menghilang. Di gondol kucing kayaknya..wkwkkwkw

Lumayan segar juga abis mandi, rada mendingan ini punggung setelah kena air. Saat aku
bercermin dan sedang menyisir rambut hitam kemerah2anku, yani masuk kedalam kamar
sambil membawa kresek hitam berisi 2bungkus makanan.

Pantesan ngilang, dia tadi kluar beli makan ternyata.

"halah monyet ya monyet, gak akan berubah cakep bayangannya di cermin" candaan
skepticnya dalem bangett
"jahat banget Ni, masa aku dibilang monyet" sok2 sedih
"hahahha...udah makan dulu yuk, laper nih"
"gak mau ah, aku ngambek dibilangin monyet" skrg sok2 ngambek...wkwkwkkw...mana
pawang buaya woy, tangkap ni satu buaya lepas..wkwkwkkw
"uuuuuh ngambek ya, sini2 peluk biar gak ngambek lagi" syetan menggoda juga ni cewek
satu

Akupun melentangkan kedua tangan siap2 menerima pelukan...dan..lagi2 toyoran telunjuk di


jidat yang kudapat. Nasibmu mblo gak pernah kesampaian...wkwkwkkw

Ya begitulah sisa hari itu, kami bercanda seperti biasanya. Tapi sekarang sedikit berbeda,
yani sedikit lebih manja dan sering mengeluarkan kata2 nakal menggoda iman, tapi
untunglah imanku masih kuat, sehingga aku tidak tergoda sama sekali...heuheuheu

Sore hari menjelang, akupun pamit pulang ke Yani. Dengan berat hati yani melepasku pulang
kekostan..halah ngalay ini..biasa aja keleus...wkwkkwkw..Ketika masuk kkostan, kulihat arif
yang baru selesai mandi. Akupun langsung menuju kamarnya.

"Cok, gimana semalam, ada kejadian heboh gak" cenginku


"Heboh apane cok" dia menggantung handuk didepan kamar
"ya itu dua orang, sampe jambak2an gak lina sama dian" ane sedikit antusias
"Mana ada, malu cok kalo sampe jambak2an" elaknya
"lah ta liat semalam mereka kyknya sinis2an deh"
"sinis2an memang, tapi aku yang bangkrut"
"lah koq bisa??" aku makin penasaran
"ya mau gimana lagi, lina minta beliin terompet, diannya gak mau ketinggalan"
"trus" tanyaku antusias
"tras teros, nabrak koe cok"

Kamipun tertawa lepas. Tapi bukan arif namanya kalo gak mengendus sesuatu yang
ganjil...wkwkkwkwk..kyk guk2 aja ya ngendus2

"bentar2, semalam koe tidur dimana??" dia membalik omongan


"lah kalian yang pada kemana, aku tungguin depan malioboro mall, sampe jam 1an gak ada
yang lewat" jelasku
"aku nanya koe tidur dimana,bukan itu jawabannya cok, jawab yang benar" gayanya mirip
emak2 menghakimi anaknya
"anu, aku tidur di..." malu kalo aku bilang ditempat yani.
"tidur dimana??" dia mengangkat kedua alisnya berkali2
"aku tidur dimasjid cok semalam" manteb, ngelak lvl 10.
"Masjid mana?? Bentar2..." dia mengendus2 kyk guk2 lagi
"Ah ngapusi, tidur dimana semalam ngaku cok, itu bau2mu bau parfum cewek"

Modyar..ketahuan...hancur harga diriku...ooo tidak bisa, sekarang aku sudah pro masalah
elak-mengelak ini...wkwkkwkw

"semalam aku tidur dimasjid, tadi pas bangun sekalian mandi, pas pulang aku mampir kostan
yani, karena bauku udah gak enak akibat keringetan semalam jalan dari malioboro, ya jadilah
aku minjem parfumnya yani tadi, joko sama hendi blm bangun soalnya" manteb, topcer alibi
ne...
"cok cok, kau kira aku anak kemarin sore, koe nginap tempat yani kan kan" lagi2 dia
mengangkat alisnya berkali2
"gak, beneran aku tidur di masjid" ngelak trus pokoknya
"hahahha...masih perjaka gak???" doi ngelirik2 bagian bawah tubuh ane
"Asyu, emang aku cowok apaan cok"
Lagi2 kami tertawa lepas...

Udahlah, daripada dihakimin terus, minggat ajalah...balik kekamar.

"Cie cie yang udah gak perjaka"cengan arif ketika aku meninggalkan kamarnya.

Asyem tu orang, tau aja aku nginep tempat yani semalam, malulah aku yang masih lugu
ini...wkwkwkwkkw

15. Dian Atau Mimin

Sudah seminggu berlalu sejak malam tahun baru, yani sekarang semakin menjadi2 manjanya
ketika denganku. Aku seperti tidak peduli dengan perasaannya yang dia ucapkan lirih ketika
aku berpura-pura masih tidur waktu di kamarnya.

Aku masih seperti biasa, seakan tidak terganggu dengan kenyataan bahwa aku sudah
mengetahui perasaan yani sebenarnya. Yah, namanya hati kan ya, gk bisa di ganggu gugat.
Untuk perihal Marisa, masihlah diri ini menelpon dia di medan sana, cuman belakangan
sedikit berkurang di karenakan dompet yang mulai menipis.

Gila aja, tiap telepon minimal 120-130rebu...kita ambil bawahnya aja, 120rebu, telepon
minimal 3x seminggu.. 3x120=360rebu...edyan kan...wkwkwkkw...tapi (lagi2) masalah hati
yang kangen gak bisa dilarang2, yang penting rindu terobati dulu...perihal dompet yang
kosong melompong hal kesekian dipikirkan. Maklum yak, orang kasmaran emang gitu..hahay

Pagi itu di kelas, saat mulai asik dengan pewe ku, itu mulai lagi tangan genit nyolek2.

"Ri, ntr mampir kostan ya?" suara yani menggangguku


"hmmmm" blm bergeming dari peweku
"Ri, bangun to Ri" diapun dengan gencarnya menggoyangkan tubuh ini
"iya iya , ini udah bangun" aku melihat kearahnya
"ntr maen kkostan ya, tadi aku masak" senyum genit
"Masak apa emang?? Ayuk dah, laper" seperti biasa antusiasku dengan makanan
gratisan..wkwkwk
"Yeee, mau pergi aja, gk kuliah kamu RI, kan bentar lagi masuk dosennya itu" dia tertawa
kecil
"Oiya, lupa...hehehhe" cengesan mesum sambil garuk2 kepala

2menit kemudian, masuklah dosen yang langsung mencoret2 papan whiteboard itu...wah
kurang ajar ni orang, whiteboard dah bersih2 malah dicoret...wkwkwkww...kualat koe

ngata2in dosen kyk gitu...ampoooon pak, ane cuman becanda...hehehe

Sekitar 1,5jam dosen mulai mengakhiri materinya, diapun beranjak meninggalkan kelas. Saat
aku merapikan alat tulis kedalam tas ransel dan hendak pulang.

Terlihat seorang cewek sedang clingak clinguk...dia kyknya sedang mencari2


seseorang..setelah dia melihatku, diapun mulai melambaikan tangannya..beh, ane koq
ngerasa jadi artis ya, kemana2 bnyk yang cariin...halah, baru satu itu juga...wkwkwkwk

"Eri......sini" Dian sedikit teriak didepan pintu

Dan sontaklah, itu mata2 iri melihat kearahku, sesekali melihat kearah pintu dimana dian
berdiri. Kelihatan sekali jomblo diantara pandangan itu. Yang melihat paling sebel, pasti
jomblo...wkwkwk.. piss mblo, sesama jomblo jgn saling mendahului...wkwkwkw

Akupun bergegas ketempat dian berdiri. Setelah berada didekatnya, dian pun tanpa
canggung segera menggandeng tanganku dang mengajak ke warung depan. Hahay, makin
menjadi kyknya itu pandangan2 iri dr dalam kelas. Ok...ini dramatisir, dian gak segenit
itu....wkwkwkwkwk

Setelah memesan 2 es jeruk, dian kembali duduk di dekat ku disudut warung itu.

"Ri, aku nanya sesuatu ya tapi kamu harus jujur" dian membuka omongan
"Eh, tanya apaan?? Beneran aku blm ngapa2in koq sama arif" candaan garingku keluar
"Kamu ini gk pernah serius" cubitan kecilpun mendarat ditanganku

Ibu warung senyum2 melihat tingkah kami saat dia mengantarkan es jeruk pesenan.

Aku pun bermain mata genitku ke ibu2 itu, dan diapun sempat meleleh (melting bhsa
kerennya) dengan kedipan mata ku, jadilah tiap makan disitu aku tidak pernah bayar a.k.a

gretongan...wkwkwkw...lupakan, itu cuma khayalan gak jelas..

"Mau nanya apa emangnya Yan?" sambil menyeruput es jerukku


"Aku mau tanya mengenai arif Ri, kamu jawab jujur ya"
"Beneran deh arif hamil bukan sama aku Yan, kami gk pernah sejauh itu" ini kepala jail mulu
"Eriiiiiiii" matanya terbuka lebar terbelalak dan bkn lagi cubitan kecil dsitu, merahlah tangan
ini.
"Ampooon, iya iya maaf" aku mengelus2 tanganku
"Arif kenapa emangnya Yan??" akupun sedikit serius
"Arif itu sebenarnya pacaran gk sih sama Lina?" matanya kembali terlihat menakutkan
"Hehehehe" aku cuma bisa garuk2 kepala
"Ayo jawab, tadi kan udah janji kalo mw jujur" ada sedikit tekanan di suaranya kali ini
"Gimana ya ngomongnya" aku sedikit bergaya kyk orang lagi mikir, terlihat Dian sedikit
antusias menunggu penjelasanku.
"Ya memang sih aku dekat sama arif, selain satu kostan, aku juga dah nganggap dia sodara"
kupotong lagi kalimatku biar dia semakin antusias, dan tentunya biar lebih dramatisir.
"Tapi kalo dah mnyangkut urusan pribadi, aku gak bisa campur tangan, udah mencampuri
privasi orang" jelasku enteng
"Panjang lebar jelasinnya, bilang aja gak tau" lagi2 dian mencubitku
"Hehehehe" garuk2 kepala sambil cengesan polos mesum
"Ya udah, makasih ya Roi, walaupun gak kamu jawab" dia menjulurkan lidahnya

Dianpun menuju ke kasir dan membayar es jeruk yang dia pesan tadi, setelah itu diapun
pamit pulang. Entah kemana, aku gak pernah tau dimana kostanya..wkwkwkwk

Arif arif, koe sing njalani hubungan, koq aku yang kena getahnya...gumamku dalam hati.

"Hai kak, tumben ada disini" suara crewet ini.


"Eh, mimin ngapain disini" sapaku ke mimin yang tiba2 sudah berdiri dibelakangku
"Mau makanlah kak, mau ngapain lagi di warung" dia mulai sibuk mengambil nasi ramesnya

Eits,,,,jgan sampe kena jebakan betmen lagi, masih keingetan jelas gimana Mimin kemarin
menyuruhku membayar makanannya. Jadilah aku harus kabur secepatnya..biasa dompet
lagi kosong melompong.

"Min, aku duluan ya, mw ketempat teman" aku segerakan diri berlalu.
"Kak, bentar deh, sini dulu" dia meletakkan piring yang sudah penuh itu
"Apaan lagi??" aku menolehnya

Tanpa dosa itu tangan kanannya terjulur kearahku. Hadeh...

"Mana duitnya? Dompetku ketinggalan kak" entengnya dia minta duit, emang aku atm
berjalan, bodo amatlah mending ta tinggalin aja.
"Berapa, jgn banyak2 ya lagi kere juga aku" cengirku polos mesum

Kampret...mulai otak sama mulut gak selaras lagi...ah sudahlah, namanya juga cowok pasti
luluh depan cewek..heuheuheu

"20 kak, aku pengen makan ayam goreng skalian sama es susu biar cepet gemuk" nyengir2
gak jelas dianya

Tanpa pikir panjang, kubuka lah dompet yang tersisa berapa rebu itu, ku ambil 20rebu dan
menyerahkan ke Mimin.

"Makasih ya kak, kakak baek deh...dah sana2 pulang aku mau makan" tanpa dosa, dia mulai
melahap makanan dipiring yang menggunung

Ini orang kalo gak cewek aja dah kena banting,gerutuku dlm hati. Entah kenapa, dengan
makhluk bernama Mimin ini aku tak bisa berdebat, seakan merinding sendiri mendengar
suaranya yang cerewet.

Mukanya memang cantik ke-arab-an gitu, tapi pas keluar suara cerewetnya...langsung down
diri ini dibuatnya.

Akupun meninggalkan cewek crewet itu ke arah kostan yani, aku tiba2 teringat tentang
makanan yang dibicarakan yani tadi pas dikelas. Mulailah kaki ini dengan gontainya
menyusuri jalanan sore hari itu. Bahasa ne cok...wkwkwkkw

Sesampainya dikostan, pintu kamar yani masih tertutup rapat. Bah, belum pulang ternyata.
Terlihat joko sedang menyapu kamarnya.

"Jo, ni yani kemana? Tumben gak ada" suaraku sedikit mengagetkan joko
"Kgk liat we, plg masih kuliah tu anak" dia melihat kearahku stengah kaget
"Mana ada kuliah sore2 gini, tadi juga satu kelas koq" jelasku
"Lo yg sekelas aja gak tau, gimana we yg gak sekampus" jelasnya juga

Kamipun tertawa lepas.

"Ya udah, ta tunggu di depan aja deh" aku beranjak kdepan


"Mw kopi gak lo"
"gak deh jo, makasih, barusan minum es dikampus tadi" menolaknya halus
"ah, kirain lo bawa kopi lagi"

wkwkwkkw..kampret juga ni orang satu, nawarin kopi kirain dah ada kopinya, tau2nya minta
dari aku juga kopinya....hadeh...

16. Yani atau Banci Thailand

Masih d kostan yani..

Aku dan joko sempat ngobrol ngalor ngidul disitu, menjelang magrib Yani baru balik. Entah
kyknya dia diculik wewe gombal dari tadi...lama bener baliknya..

"Eh, eri dah lama ya" tanyanya sedikit bergegas menuju tempat kami nongkrong
"baru koq, baru 4jam" canda ku
"Kasian tu si Eri kering kyk gitu lo tinggal ni" joko nyeletuk
"maaf tadi aku mampir dikostan endang dulu, biasa ngerumpi dikit"
"yuk masuk" yani menarik tanganku menuju kamar
"wah we dicuekin nih, mentang2" joko menatap penuh ejekan
"yo wes jo, sini ikut" aku menarik tangan joko

Wkwkwkwk..jadilah disitu seperti serial drama thailand...aku ditengah ditarik kearah kanan
oleh yani, dan di arah kiri aku tertahan oleh banci thailand (piss mas joko...wkwkkwkkw

"Udah sana, yani dah kebelet itu mau lo sosor" doi menepis tanganku sambil melirik ke Yani
"Apaan sih Jo, ngiri aja" yani membalas ejekan joko dengan juluran lidah
"udah Ni, kasian joko ntr bunuh diri" aku ngikut cengin joko
"sewot lo be-2, dah ah kabor we, mw ngapelin cewek we aja" doi mengarah kekamarnya
"Emang ada cewek mau sama kamu jo??" candaan skeptic dari yani...sadis juga mulut ni
cewek satu

Terdengar pintu kamar joko sedikit keras dibanting, wkwkwk ngambek beneran kyknya tu
orang. Aku dan yanipun cuman tertawa melihat pola joko. Yani kembali menarik tanganku
kedalam kamarnya. Setelah beberapa detik berkutat dengan kunci, terbukalah kamar itu.

Setelah dia menyalakan lampu kamar, dia mulai melepaskan tas dan bajunya....eh,
salah...cuman melepaskan tasnya..bajunya mah gak...ke-enakan di akunya
ntr..wkwkwkkw...

Yani berbaring dikasurnya sedangkan aku menuju rak piring dsudut kamar, aku mencari
makanan yang dijanjikan yani tadi siang. Dan, terlihatlah disana cuman ada piring dan gelas
kosong.

Artinya, aku telah tertipu cewek buaya ini. Dengan mudahnya dia mempermainkan
perasaanku dengan kata2 manisnya..dengan manis mulut berbisanya menceritakan
makanan yang dia masak...tapi harapan hampa yang kudapat...sudahlah...belum rejeki...

"Ngapain sih Ri??" tatapan nakalnya melihatku dr atas kasur


"tadi kyknya ada yang ngomong kalo ada makanan deh" aku masih mencari2

Terdengarlah suara ketawa makhluk bernama yani itu, tertawanya sangat sangat jahat
sekali. Lebih jahat dari tawanya emak lampir.

"Tadi pagi aku gak masak Ri, aku cuman masak mie rebus" dia msh sedikit tertawa jahat
"Ah, aku dibohongin, aku ngambek" mulai akting sok2 ngambek
"Hahaahhaa" entah apanya yg lucu, dia cuma terus tertawa jahat
"......." aku masih sok2 ngambek
"Cie, yang ngambek...cie cie" cengan garing khasnya keluar
"......."
"Ih beneran ngambek, sini2 peluk biar gak ngambek lagi" suaranya manja cmpur genit

Seperti para buaya2 lainnya, diri ini mulai mendekat kearah pelukannya. Sudah dapat di
perkirakan apa yang terjadi selanjutnya... telunjuknya men...

Yani mendekapku hangat...ternyata, kata2 pelukan yang terdengar seperti candaan tadi
benar kejadian...dia memeluk semakin erat..aku pertama sedikit kaget..akhirnya akupun
membalas pelukannya..Roman2nya bakalan kejadian yang para buaya inginkan...
wkwkkwkw

"Udah Ni, gak bisa nafas aku" suaraku mulai susah


"...."
"Yani, aku gak bisa nafassss" aku berusaha melepas pelukan yg semakin erat itu

Mungkin dia mulai sadar dengan tanganku yang berusaha melepaskan pelukannya..akhirnya
dia mulai melepaskan dan merapikan duduknya, mukanya sedikit malu.

"Maaf ya, aku kebawa suasana" dia menunduk malu


"Hehehe, kebawa suasana sih kebawa suasana, peluknya yang lembut dikit kek" aku masih
mengatur nafas
"Aku peluknya kasar ya Ri" mukanya terlihat penasaran
"Kasar banget, aku same gk bisa nafas tadi"
"Gregetan sih" dia tersenyum genit
"Lain kali deh aku peluknya yang lembut" yani melanjutkan kata2 genitnya
"Gak sekarang aja, mumpung gratisan loh" usilku keluar lagi, sambil mengangkat kedua
alisku berkali2
"Yee itu mau mu, sana2 pulang, se-enaknya meluk2 orang, pacar aja bukan.." dia menutup
mulutnya

Kejadian yang hampir sama dengan marisa dulu, tapi dengan suasana berbeda...Deg, tiba2
aku jadi teringat akan sosok marisa yang jauh disana. Aku sudah menduakannya disini, aku
sudah mulai berani berkhianat diatas ketidaktahuannya.

Akupun seakan tidak lagi memperdulikan yani yang sekarang terlihat canggung didepanku
ini.

"Aku balik dulu ya Ni" suaraku sedikit sedih


"Aduh, maaf Ri, aku tadi gak maksud" dia masih salah tingkah
"Gpp koq, aku tiba2 teringat marisa" jelasku
"Owh, maaf lagi ya Ri" wajahnya kini berubah sedih

Akupun melangkahkan kaki kearah kostan, semua perhatianku tersita ke marisa yang jauh
disana. Aku merasa sangat jahat, aku telah mulai berani bermain2 dengan hati yang lain
dsini.

Magrib itu aku menghentikan langkah di wartel dekat kostan. Aku kembali memasuki "bilik
wartel cinta" yang kebetulan kosong itu. Kutekan angka2 sljj untuk menghubungi cewek
cantik berkacamata nun jauh disana.

Tut tut tut...seperti


biasa nada tunggu wartel dengan setia menyapaku
tut...

Ibu : Halo..
Ane : halo buk, ini dengan Eri buk, marisanya ada?
Ibu : Marisanya belum pulang dek Eri, tadi katanya ada acara dengan teman kampsnya.
Ane : kira2 masih lama gak Buk?
Ibu : waduh kurang tau kalo lama enggaknya. Ada yang penting Dek Eri? Nanti biar ibu yang
sampaikan.
Ane : anu buk, aku cuman kangen dia.
Ibu : wah dek eri ini romantis juga, ibu jadi ingat masa muda sama bapaknya marisa dulu.
Ane : hehehehe (garuk2 kepala)
Ibu : ya udah nanti ibu sampaikan ke marisa nya ya, ada pesan lain dek eri?
Ane : gak ada buk, itu aja koq, makasih ya buk.
Ibu : iya dek eri..

Tut tut tut..suara


itu melambaikan perpisahan. Dan disebelah sana, terlihat bapak wartel
tut.
tersenyum dengan kumis lebatnya, dia melambaikan tangannya.... "Bayar sini
nak..bayar..." wkwkwkwkkw

Malam itu kembali diri ini menjadi melangkolis..kembali teringat dengan kenangan bersama
Marisa. Senyum kembali menghiasi bibir ini, tidak lupa sesekali kesedihan menyertai. Ah,
begitu dalam kesan Marisa dihati ini.

17. Yogya oh yogya..

Yogya, Februari
Februari 2012

Sore itu aku sedang asik memonitor trafic pengunjung sebuah server game online yang
berada di Thailand sana, yap negara yang terkenal dengan ladyboy-nya itu. Sudah hampir
3tahun aku menjadi GM yang mengurus keamanan ingame server tersebut.

Aku masih diyogya, aku belum beranjak dari kota gudeg ini, tapi aku seperti merasa bisa
sampai ke German sana hanya dengan berada di depan PC tuaku.

Sesekali aku melihat window Skype di laptopku. Ah cewek imut itu belum selesai mandi. Sial.

Popup chat skype dr temanku Wyckte sebelumnya kembali tampil

Wyckte : Sup!
Me : Yep.
Wyckte : Still ingame?
Me : Nah, just logoff. What happen?
Wyckte : Come join me, need some help with player.
Me : gimme a min, stupid pc need time to load game. just restarting.
Wyckte : Lol
Wyckte : Cya ingame.

Dan, akupun membuka client Game Online Private Server itu di PC tuaku. Butuh 10an menit.
Setelah menunggu, akupun memasukan username dan id milikku. Selang berapa lama,
muncullah Karakter Cewek dengan Senjata Plakat bertuliskan GM.
Sekedar menyapa dan menandakan diriku hadir disitu, aku mengetikkan kata2 di chat
window.

"Good afternoon guys"

Itulah tulisan merah menyala ditengah layar ketika aku menekan enter di keyboardku.
Mulailah keluar makian, dan beberapa orang yang meminta GM buff.

"WTH, you cut my combos with that stupid red words"


"GM come here gimme some buff, need to do some DG"
"GM where r u"
"Bla bla bla"

Yak, kurang lebih seperti itulah chat yang terbaca, hahahha, enaknya player bisa memaki2
tanpa perlu kena hukuman. Tak berapa lama, muncullah whisp dari Wyckte.

"Where r u?"
"Here, right to your place"
"Dam*"
"Remove your visible mode"
"Sec, wait other player leave"
"Nah, thats my girl"
"For sure"
"Yeah, shes using my pc in my room"
"Are u just doin that??"
"Nah..not in mood"
"Lol"

Akupun menghilangkan Visible mode andalan untuk melarikan diri dari para player yang
menggila.

Me : Whazzup??
Wyckte : Can u help me??
Me : What isit?

Roberta : Hii GM
Me : Hi roberta how r u?
Roberta : im fine
Me : ok then.
Wyckte : Sup, can u change that Roberta nick? what a stupid name for preety girl.
Me : lol
Me : what name to exchanged?
Wyckte : ask Roberta.
Me : what name Roberta?
Roberta : Radvilait is that ok?
Me : Nah, normal letter only.
Roberta : then use Radvilaite.
Me : Ok, go offline for few sec, i'll change your nickname.

Tidak begitu lama, terlihat Karakter Roberta menghilang dr layar. Akupun membuka aplikasi
di laptop ku untuk mengubah nama player. Setelah memasukkan nama yang di inginkan
akupun kembali ke dalam game.

Me : Sup. Done.
Wyckte : sec, she on bathroom.
Me : another help??
Wyckte : not yet, maybe later.
Me : ok then, gtg. Just call me in Skype if u need more help.
Wyckte : ok, KIT

Akupun mematikan client game itu. PC tuaku seakan berteriak kesakitan ketika membuka
jendela trafic server ditambah client game.

Kurang lebih seperti itulah kerjaku beberapa tahun belakangan ini, sekedar mencari berapa
recehan untuk menyambung hidup. Lumayanlah walaupun harus tidak tidur karena hampir
tiap waktu mengawasi server, tapi lumayan terbayar dengan beberapa dollar yang aku
terima.

Kini pandanganku beralih kelayar laptop, di jendela Chat skype itu sudah terpampang cewek
bule yang (maaf) hanya mengenakan CD tok tanpa ada sehelai benangpun menutupi bagian
atasnya.

Netra : what r u doin?


Me : nothin just helpin some friend ingame.
Netra : so..wanna see my special part??
Me : hmmm
Netra : yes or no?
Me : ofcourse yes

Dan, mulailah cewek bule itu menampilkan adegan (maaf) seperti film2 dewasa pada
umumnya..gak usah dijelasin lah ya...pasti para reader sudah mengetahuinya. Hahay.

---------------------------

Beberapa bulan yang lalu..

Aku kenal dengan Netra ini ketika tidak sengaja saat memantau trafic player yang aktif
didalam game. Di jendela monitor ku ini, tiap player di tandai dengan satu titik, Kebayangkan
jika dalam suatu map terdapat beberapa player, maka akan tampil semua dalam bentuk titik
yang lumayan besar.

Yang membuatku penasaran, ada satu titik yang dari 30menit lalu diam disudut map. Dia
tidak seperti player2 lain yang bergerak kesana kemari. Ah, paling player AFK, gumamku.

Selama sekitar 1jam aku mengawasi, titik itu tidak bergerak, padahal settingan game tiap
1jam, player akan ter-DC sendiri jika afk. Aku jadi penasaran. Akupun login kedalam game.
Kudekati titik itu disudut map, tentunya dengan Visible mode.

Aku mengikuti semua kata2 yang dia tuliskan dalam chat normal bahasa jerman itu. Akupun
sempat membuka google translator untuk mengartikannya. Dan ternyata, itu orang lagi patah
hati. Hahahhahaha..dasar cowok alay pikirku.

Dengan keisenganku, aku menghilangkan Visible Mode, sontak chat bahasa jerman itu
terhenti.

Netra : Hi GM, what r u doin here?


Me : i see foreign language in chat, and word that i saw feels like heartbroken song
Netra : R u followin me??
Me : nah, i just walk by.
Me : come tell me what happen.
Netra : do you have skype??
Me : ofcourse.
Netra : tell me, ill add u up
Me : ********
Netra : see ya in skype.

Dan karakternya pun menghilang dari layar game. Terlihat di layar laptopku tanda notice
pertemanan baru di skype. Iseng2 berhadiah pikirku. Sebenarnya takut2 juga sih, tau2nya
ladyboy thailand yang nongol..wkwkkwkw

Chat kami kini beralih ke skype.

Netra : do u have cam?


Me : yep.
Netra : sec, switch to call mode.

Jeng jeng..deg2an
hati ini bersiap melihat ladyboy thailand itu. Dan perkiraanku meleset.
jeng
Terlihatlah cewek Jerman yang lumayan imut, rambut sedikit kuning kemerah2an (blonde) ya
mirip2 kyk bule2 gitulah...wkwkwkkw
----------------------------

Saat sedang asyik2nya dia berlenggak lenggok disana, tiba2 Hape Sony ku melantunkan
melody awal lagu TooPhat ~ Anak Ayam menandakan panggilan telepon.

Mataku belum beralih dari layar skype, aku mengangkat telepon itu..

... : halo kak lagi apa? (suara cempreng khasnya)


Ane : ini lagi maen game (boong aja sih, soalnya lagi seru)
... : kakak ni kerjaannya maen game aja. (mulai cerewet2nya kluar)
Ane : ya gitu deh...
... : Kak, aku sekarang lagi di ponorogo, besok aku sama suamiku balik ke Bangka.
Ane : lah lagi di ponorogo to?
... : iya kak, besok sore aku mampir ketempat kakak ya, ada kan dkostan? masih dkostan
kemarin kan?
Ane : iya..
... : ya udah, paling besok jam 3an aku sampai situ kak.
Ane : mw make apa keyogya dek?
... : paling pake travel kak.
Ane : ya udah, biar besok ta bersih2 kamar dulu, gak enak sama suamimu kamar berantakan
gini.
... : oke deh kak, sampe ketemu besok ya, Assalamualaikum.

Tut tut tut.. itulah telepon dari adik angkatku..ternyata dia lagi ada di ponorogo, dia liburan
kekampung halamannya. Sebelumnya dia tinggal di Bangka sana bersama suaminya.

Oke gan, cukup dengan skype-ero-nya, kita bahas adek angkat ane aja yak...hehehhehe

18. Endang
Endang Ngamuk

Esok harinya, kembali diri ini tersadar oleh teriakan dari jam weker disamping radio 2band
dikamarku. Jarum jam weker itu menunjukkan pukul 7 pagi. Akupun bergegas mandi, hari
sabtu ini aku ada kelas pukul 8 pagi.

Selang beberapa menit, aku sudah mulai menyusuri jalan menuju kampus. Sejak acara
malam tahun baruan, aku semakin jarang bisa bareng pagi2 sama arif, entah dia sepertinya
sibuk banget dengan salah satu dari 2 cewek yang sedang memperebutkannya. Beruntung
banget sahabatku itu.

Ketika memasuki gerbang kampus, aku kembali melihat cewek berparas arab itu. Ah mimin
ngapain pagi2 dsitu, pasti dia bakalan ngerepotin lagi.. gumamku. Akupun berusaha
melewati tempat duduknya secara pelan2..Selamat, dia sedang asik melamun saat itu,
kyknya dia tidak menyadari diriku melewatinya.

Jeng jeng jeng.... biar dramatisir.

"Eri, tungguin bentar" endang memanggilku dari arah gerbang

Sial, padahal dah hampir sukses, kini Mimin tersadar dan senyum2 penuh taktik jahat
menatapku.

"Eh, kak..aku tungguin juga dari tadi, sini kak duduk bentar aku mau ngomong" dia
menepuk2 kursi disamping kanannya.

Kan, ngerepotin lagi ini pasti. Akupun duduk di samping Mimin.

"Kenapa Min, ada yang bisa dibantu" tanyaku sedikit kecewa, rencana melarikan diri gagal.
"Kakak, ntr malam mw nemenin aku curhat??" tanyanya semangat

"Curhat tentang apa Min?" tanyaku tidak bersemangat


"Jelek kak, jgn panggil Min ah, kyk plus minus aja, panggil Dek, aja ya?" dia sedikit manja

Apa2an sekarang, koq semua cewek senang banget manja2 sih....eh, kegeeran ding
akunya...mereka sebenarnya biasa aja...

"Iya Dek, mau curhat apaan" tanyaku msh tdk semangat


"Nah gitu kan enak didengarnya, hehehhehe...aku mau curhat masalah cowokku kak..ntr
temenin curhat ya"
"Ah, gak mau ah, cari teman cewek aja deh buat curhat masalah cowokmu"
"Gak mau, kakak harus temenin aku curhat ntr malam, kakak datang kekostan ya, jam 7 pas
harus sampe kostan" semena-mena banget ni orang

Dan kini sang mak lampir yang ngamuk2...dia tiba didekatku dan mimin pagi itu.

"Eri, kamu apain Yani heh??" endang sedikit teriak dengan gaya emak2 memarahi anaknya
"Ya udah, jgn lupa kak ntr malam, awas gak datang" setelah mengancam, Mimin pun
beranjak ke kelas. Dia berbeda kelas denganku.

Semena2 banget ni si Mimin, harga diriku serasa gak ada sama sekali...hadeh...

"Heh, jawab, yani kamu apain" endang semakin tinggi aja suaranya
"Eh, datang2 marah2 cepat tua ntr" candaan garing
"malah becanda, jawab, kamu apain yani" masih dengan gaya emak2nya
"gak aku apa2in koq, beneran"
"gak mungkin, semalam yani datang kkostan nangis2, pasti kamu apa2in kan"
"BENERAN ENDANG S*******CE, NGOMONG PELAN2 BISA KAN, BUDEG AKU LAMA2 KAMU
TERIAKIN TERUS" dan esmosi ini meledak juga.

Sontak endang lansung diam, dia terlihat takut dengan attitude ku barusan. Dan lagi2 mata2
disekitar melihat kearahku. Entah tidak ada tatapan jijik, aku melihat mereka semua seperti
ketakutan dengan suara kerasku barusan.

Aku tidak memperdulikan mereka semua, aku berlalu kedalam kelas. Ku ambil posisi seperti
hari2 sebelumnya. Aku menutup kepalaku yang tiba2 panas dengan sikap endang
menggunakan tas ransel.

Tidak berapa lama dosen masuk memberi materi, selama satu jam lebih, beliau mengakhiri
kuliahnya dan meminta maaf karena ada keperluan mendadak ke daerah Wonosari.

Semua mahasiswapun beranjak pulang, tersisa aku, yani dan endang dikelas. Mereka terlihat
sedikit berbicara dan melihat kearahku. Aku yakin mereka masih takut dengan ku. Bodo
amatlah..aku pun meninggalkan kelas. Ketika akan melewati pintu..

"Eri tungguin bentar bisa?" suara endang terdengar pelan, akupun menoleh
"Ada apa lagi, mau marah2 lagi??" tanyaku datar

Mereka berdua mendekatiku..yani menggandeng tangan kiriku di ikutin endang


disebelahnya.

"Maaf ya Ri, tadi aku marah2 didepan" suara endang sedikit menunduk
"Udahlah, dah lewat, gak usah dibahas" msh rada2 gedek diri ini
"Makan yuk, aku traktir deh" yani bersuara dengan sedikit senyum dibibirnya
"Ayuk, cari yang enak tapi, masa di warung itu trus" aku menunjuk warung dekat kampus.

Dasar anak kost kere, di iming2in traktiran wae wes mlempem..wkwkwkkwkw..


Oiya, tadi sempat spaning pagi2 didepan, karena semata2 dari kebiasaan buruk ane ketika
lapar.

Kemarin kan ane nungguin yani dari jam 2 siang, doi pulang jam 4an dan dia boong ternyata
tidak ada makanan yang dia janjikan. Jadilah diri ini kelaperan lvl akut karena belum makan
dari kemaren...wkwkwkkwwk...alesane manteb to...penak...yo penak...

Setelah disogok dengan Nasi Padang dan Es Jeruk di jalan Gondosuli itu, kembalilah diri ini
seperti sedia kala, bercanda2 seperti tidak ada dosa. wkwkwkwkwk

Kamipun kembali ke kostan yani, entah sejak aku teriakin tadi, endang mulai kembali kyk
dulu..sudah bisa begosip ria dengan emak2 sebelahnya, yani. Dasar emak2 susah berubah,
sukanya cuman ngerumpi...ah sudahlah...

Mungkin karena beberapa lama gak bareng kyk gini, terasa asik ngeliat mereka berdua
becanda lepas kyk sebelumnya. Tidak terasa, sudah pukul 6sore aja tapi ni emak2 2orang
masih asik aja dengan segala rumpiannya. Hadeh...

"Eh, aku pulang dulu ya, gerah nih badan pengen mandi" suaraku memotong rumpian emak2
itu
"Mau kemana Ri, mandi disini aja, pulangnya ntr aja" yani mencoba menahanku
"Jgn Ni, dia mau ngapelin sapa itu kelas sebelah, Mince...iya Mince..." endang ngasal
"Cie yang mau ngapel" kembali endang mengejekku
"heheheh" aku cuman bisa garuk2 kepala.

Ternyata ni emak2 satu pas marah2 tadi, sambil nguping juga...parah parah...gagal rencana
biar gak ketahuan...buaya woy...sadar sadar..ada marisa disana menunggu mu..

Muka yani terlihat berbeda, sepertinya dia sedikit cemburu... (ge er dikit gpp kan
ya..heheheh)

"Oh mw ngapel ya, ya udah ati2 ya" suaranya tidak semangat, ya iyalah orang lagi kecewa
gmn mau semangat.
"Trus kami gimana Ri, mau dong di apelin" goda emak2 binal itu..endang endang, ta cipok
ngehee koe..wkwkwk
"Besok deh aku apelin, aku pukul pake apel malang ya..wkwkwkwk"

Aku dan endang pun tertawa lepas, yani cuma tersenyum getir.

19. Aku "Jadian" dengan Mimin

Setengah 7, aku sudah siap dengan baju kaos hitam dan celana jeans hitam. Kyk orang
berduka aja yak...wkwkwkw...Iya gan, ane lagi berduka, duit sisa 3lembar 5rebuan
didompet.. gak bisa nelpon marisa buat malam mingguan..nasib LDR (Lama2 Di Rebut)orang...

Yo, yang LDR mana suaranya...sesama LDR jgn saling mendahului yo...wkwkwkwk

Melengganglah diri ini menuju kostan mimin di daerah pasar talok tenggara UIN Suka, eh,
tenggara apa barat ya...wkwkwk... Butuh waktu 25menitan untuk ketemu dengan kostan
wanita cerewet itu, setelah tanya kiri kanan akhirnya tibalah diri ini di depan gerbang
kostanya. Dan aku lihat jam tanganku, sudah lewat 10menit dari perjanjian.

Semoga dia ngambek karena aku datang telat dan aku disuruh pulang. Bebas lah diri ini,
gumamku.

Ternyata oh ternyata, cewek cerewet itu sudah duduk menanti di sudut remang2 teras
kostan. Remang2 koq kyk kesan-nya gak enak yak?? Ganti sudut gelap aja? Malah lebih
parah... Udahlah, make sudut teras aja ya..

Dia terlihat sedih ketika membukakan gerbang dan menyuruhku masuk. Akupun
mengikutinya menuju kursi, tempat sebelumnya dia duduk. 5menit berlalu, cuma suara isak
tangisnya yang terdengar mengalun semakin keras. Kenapa lagi ini anak pikirku.

"Tadi katanya mau curhat, malah nangis, kenapa dek" aku membuka omongan
"Kak...aku..putus...sama..pacarku...kak" suara tercampur isakaan tangisnya

Ah, ini caper2an aja, bilang putus buat menarik simpati, sorry ya, buaya mau
dikadalin...wkwkwkwkkw

"Emang kamu punya pacar??" aku becandain


"Punya kak, ada 2 orang kak" jelasnya masih dengan isak tangis

Eh buset, aku menciut, ini cewek punya pacar 2 orang...parah juga ternyata.

"Lah koq bisa putus??" penasaranku keluar


"Jadi gini kak" dia menyeka air mata kadalnya, dia mengatur nafas
"Kemarin kan aku jalan sama Andi ke Maliobor mall" *Andi = pacar kedua
"Nah pas lagi gandengan jalan ke lantai 2, tiba2 aku ditarik dari belakang oleh Putra" *Putra
= pacar pertama
"Aku sempat ribut sama putra, aku bilang aja kalo Andi cuma teman"
"Tapi Andi gak terima pas aku bilang gitu kak"
"Kami bertiga ribut kak, dan mereka mutusin aku bersamaan hari itu kak"
"Aku malu kak, diliatin banyak orang di malioboro mall" diapun kembali mengeluarkan air
mata kadalnya,serta suara tangis sesengukan

Ini cewek gak ada ngerasa bersalah dikitpun apa ya, malah yang dipikirin cuman rasa malu
karena dilihat orang rame...parah parah...

"Trus kenapa kamu pacaran dengan 2 cowok skaligus" tanyaku penasaran dgn jawabannya
"Ya pengen aja kak, kan enak bisa di apelin trus tiap hari, jadi kalo Andi gak bisa, aku minta
Putra yang apelin" enteng bener jawabnya
"Hadeh, ya resiko nek gitu, siap2 diputusin kalo ketahuan" sedikit menasehatinya
"Iya kak, aku tau koq aku cuma pengen nyoba aja punya pacar 2"
"Hahahah..rasain diputusin 2 cowok skaligus, enakkkkkk???" aku cengin aja skalian
"Kakak jahat ih, orang lagi sedih bukan di hibur malah di jahatin" dia mulai terisak lagi
"Udah2, ntr juga dapat pacar baru koq, banyak yang mau sama kamu koq dek" hiburku
"Kakak mau gak??" suaranya terpotong...ah kampret, salah ngomong aku tadi, ngapain
mancing2 kesitu.
"Kakak jadian sama aku aja ya??" dia melirik nakal kearahku, dengan muka yang msih penuh

air mata kadalnya. akupun menjadi salah tingkah.

Bukannya apa2, aku masih mencintai Marisa, tidak terpikir untuk menduakannya hingga saat
ini. Hatiku seakan tertutup buat yang lain.

"Kita jadian ya kak" kata2nya membuyarkan lamunanku


"Eh, gak bisa dek, aku sudah punya pacar"
"Yee..sapa juga yang mau jadi pacar kakak, kita jadian sebagai Sodara angkat ya, jadi
kapanpun aku mau curhat aku punya tempat curhat, gituuuu" mulutnya sedikit monyong
"Owh, kirain.." aku hanya bisa mengelus dada, aman, hatiku masih teguh utk marisa.
"Jadi.." Mimin menjulurkan tangannya.
"Saudara" aku menyambut tangannya, kami bersalaman dan memulai persaudaraan sejak
itu.

Yoi, ane pertama ngira kalo Mimin cuman sebatas mengalihkan pembicaraan ketika keluar
penolakan dari mulutku. Tapi ternyata benar dia hanya menganggapku saudara-nya,
begitupun diri ini, tidak lebih. Untunglah diri ini tidak terlalu kege-eran.

Sekitar 2 minggu setelahnya, Mimin sudah terlihat gandengan dengan cowok asal surabaya
(kalo gk salah waktu itu)..dia sempat mengenalkannya ke kakaknya ini. Cowo itu sempat
bingung, koq bisa sodara tapi tidak ada mirip2nya, akupun menjelaskan kalau kami hanya
saudara angkat, saudara ketemu gede.

20. Yogya oh yogya..

Yogya, Awal2 Agustus 2015

Sore sehabis pulang dari kantor, aku sempat mampir dengan Aji di angkringan didekat
kostan. Seperti biasa, menu sore itu Nasi kucing 2 bungkus + sate telur puyuh. Tidak lupa
dengan segelas es coffemix.

Setelah melahap habis menuku, aku mulai mengambil kacang rebus yg terbungkus plastik
seharga 500an. Akupun mulai menyalakan Marlbo** Ice Blast yang baru belakangan ini
sering kuhisap.

Sedang asik2nya menikmati sisa2 es coffemix ku, terlihat seorang ibu2 yang sangat kukenal.
Iya, itu ibu kostku dulu sebelum aku pindah kekostan ku sekarang. Ah, sudah 6tahun ini aku
pindah kost, terakhir aku berkunjung sekedar silaturrahim kekostan lama 4tahun yang lalu.

Sekilas ibu itu melihat kearahku, dia agak lama bisa mulai mengenaliku. Dan diapun mulai
tersenyum khas ramahnya orang yogya. Diri ini secara reflek bangun dan menghampirinya,
kepala inipun menunduk mencium jabatan tangan beliau. Beliau sudah ku anggap ibu sendiri,
dia dulu yang mengurus segala sesuatunya ketika aku terkena musibah itu.

Ibu : Eri, lama gak mampir kerumah, sekarang sombong ya.


Ane : hehehe, maaf buk, sekarang agak sibuk dengan kerjaan
Ibu : sudah kerja toh sekarang, kerja dimana?
Ane : sukur alhamdulillah buk, itu kerja di A**** buk, di daerah Jati Kencana sana.
Ibu : nah gitu dong, jangan bisanya cuma pacaran aja.
Ane : iya buk, gimana kabar semua orang dirumah buk?? Sehat? Risma, Dea skrg sekolah
dimana?
Ibu : sehat semua dirumah, Risma skrg ada dirumah dia gak mau kuliah, dea baru naek kelas
2 SMA. Main2lah kerumah besok2

Ane : iya buk, besok kalo lagi senggang aku sempatin mampir
Ibu : hebat ya anak ibu sekarang sudah jadi orang sibuk..ya udah, ibu duluan ya, jgn lupa
besok2 maen kerumah.
Ane : iya buk.

Setelah ane mencium jabatan tangan beliau, beliaupun berlalu dengan motor maticnya. Ah,
aku kelihatan sombong sekarang, aku seperti memutus tali silaturahim. Semoga besok2 aku
masih sempat bertamu kesana.

Akupun kembali ketempat dudukku tadi. Aji masih sibuk memakan ceker ayam yang jadi
panganan favoritnya ketika ke angkringan.

Aji : siapa tadi mas?


Ane : itu ibu kost yang dulu Ji
Aji : ibu kost yang mana mas?
Ane : ibu kost yang di badran, kost ke-tiga dulu.
Aji : Owh, emang sampe sekarang dah pindah kostan berapa kali mas?
Ane : bentar, ta itung dulu...4 kyknya kalo gak salah.
Aji : banyak juga ya kamu pindah2 kostan mas.

Aji mulai sibuk lagi dengan ceker ayamnya. Akupun menghisap dalam2 rokok yang mulai
pendek itu. Kepulan asap putihnya seakan membawaku ke kenangan dulu.

21. Kostan Baru

Sekitar akhir februari, aku dan arif memutuskan untuk mencari kostan baru. Bosen kami
dengan suasana kostan sekarang yang tinggal kami berdua. Sebenarnya, bukan itu yang jadi
inti kepindahan kami, tapi lebih ke kostan kami yang tidak bebas. Biasalah anak muda kan

pengen memadu kasih didalam kamar kostan...

Dengan banyaknya kenalan kami yang anak kost (bukan kenalan ane sih, lebih tepatnya
kenalan arif..ane kan orang anti sosial...wkwkwkkw), dapatlah kami kostan di daerah jalan
melati wetan dekat "Lesehan Maharani", lesehan yang lumayan terkenal di daerah itu.

Setelah menyepakati harga dan membayar DP, akhirnya kami mulai memindahkan barang
dari kostan lama. Malam sebelum kami pindah tentunya kami sudah berpamitan dengan
Mbak P dan Mas M serta Dedek Dita di kostan lama.

Butuh waktu seharian memindahkan barang2 gak jelas dikamar ku dan kamar arif. Tidak lupa
itu radio 2band andelan tetap setia menemani.

Di kostan baru, ada tiga penghuni tetapnya yaitu Mas Farid, Mas Antok dan Bung Pila.

----------------Oke sedikit perkenalan dengan mereka bertiga.


- Mas Farid : dia orang blitar, orangnya keras. Orangnya 11-12 sama arif dlm hal
kegantengan.
- Mas Antok : dia orang balikpapan, orangnya lucu, badan tinggi gede.
- Mas/ Bung Pila : dia orang kalimantan (lupa aku tepatnya di kota mana, soalnya ane gk
terlalu kenal daerah sana), orangnya pendek, kulit putih, khas dengan rambut cepaknya,
orangnya melangkolis juga kyk ane. Dia mahasiswa di stpmd apmd. kampusnya itu pas di
tempat ane malam minggu pertama dengan marisa dulu, ane plg ingat kyk gini2..heheheh

Satu hobi mereka, yaitu sama2 senang PSPS-an dan Mabuk2Mabuk2-an.


------------------

Kesan pertama saat memindahkan barang kedalam kamar, mereka terlihat sangat cuek.
Biasa Senior di kostan itu...trus junior gimana, ya gitu...junior mah apa atuh dimata
senior...wkwkwkw...ini ngelantur kemana-mana.

Sekitar 3jam merapikan kamar, akhirnya selesai juga. Seperti tradisi yang selalu di ajarkan
nenek dikampung, berangkatlah diri ini untuk memperkenalkan diri ini ke penghuni yang ada
disitu.

Saat aku hendak ke kekamar Arif, tiba2 itu pintu kamar mas Farid terbuka, dan keluarlah
cewek cantik kyk bidadari. Rambut panjangnya yang lurus tertiup angin yang tiba2
berhembus menambah kesempurnaanya. (Ini benar2 kyk adegan sinetron2 alay
yak..wkwkwk..ah sudahlah biar dramatisir)

------------------Cewek tadi di perkenalkan gak ya?? Kyknya gak usah yak, ndak aku di
gampar...wkwkwkwk....oiya, itu yang kata2 "kyk bidadari" ane sempat kena todong sama arit
di belakang loh pas nulisnya. Entah itu arit siapa, gak enak njelasinnya, takut kena
gampar...
-------------------

Aku beranjak kekamar Arif yang agak dibelakang.

Ane : Cok?? tadi liat cewek cantik gak?


Arif : owh, itu ceweknya mas farid. (doi msh sibuk nyapu2 kmr)
Ane : cantik yak.. (senyum2 mesum polos)

Arif berhenti dr aktifitas nyapu2nya...dia jalan ke arah pintu kamarnya..

Arif : Mas Farid ada yang suka sama cewekmu..(sontak aku berlari menutup mulut arif yang
bengak bengok triak2 gak jelas depan kamar)
Ane : Asyu...kedengeran orangnya kena gampar aku cok. (masih menutup mulut kurang ajar
itu)
Arif : wkwkwkwkw...modyar o, kae mas farid kluar ( dia tertawa jahat setelah aku melepas
mulutnya)

Dan benar saja, itu mas farid keluar kamar dan mengarah ke kamar arif. Modyar aku, kalo dia
dengar yang arif teriakin tadi, siap2 kena bejek2 aku.

"Emaaak, anakmu bakalan di potong2 arit mak..." tangisku dalam hati

Sekitar 10langkah, mas farid berbelok ke arah kamar mandi. Dia mencuci muka ato mencuci
yang lain kayaknya..hahay..

Ah...untunglah dia tidak kekamar Arif. Untunglah dia tidak

mendengar teriakan gak jelas dari mulut Arif tadi. Untunglah....

Ehhhh, selesai keluar dari kamar mandi dia mengarah kearah kamar Arif. Modyar....

Mas Farid : dah pada makan? (doi melihat seisi kamar)


Arif : belum mas, masih beres2 dulu.
Mas farid : mau nitip makan gak, aku mw cari makan sama cewekku.
Arif : boleh mas, bentar ta ambil duit dulu.
Mas Farid : udah santai aja, make ini dulu (dia menepuk2 dompet di kantongnya)
Mas Farid : itu temanmu satunya makan gak? (melihat kearahku yang terdiam ketakutan)
Arif : gak usah mas, dia biasa makan sendal jepit.

Mereka tertawa kecil dengan ucapan arif barusan. Kampret, arif plg bisa pas kyk gini.

Ane : ni tip juga deh mas (garuk2 kepala sambil msh gemeteran)
Mas farid : mau makan apa kalian?
Arif : samain aja mas, ntr tu si Eri beliin racun tikus aja, dia suka minum itu.
Ane : telek koe Rif... samain aja deh mas (badan ini msh gemeteran sbnre)
Mas Farid : yo wes.

Mas faridpun mengarah kekamarnya. Di depan kamarnya dari tadi sudh menunggu
bidadarinya. Setelah mengambil jaket di kamarnya, merekapun turun keparkiran motor
dibawah dan menghilang entah kemana..

Arif : biasa aja cok, ngeliat cewek orang sampe segitunya. (suara arif memecah lamunanku
yang dari tadi melihat ke arah parkiran)
Ane : gak koq, tadi aku kyk ngeliat orang. (ngelak kyk bajaj)
Arif : halah, aku kie wes hapal polamu. Ntr ta bilangin mas farid biar nyahok koe.
Ane : jangan cok, tega koe sama aku. (sok2 imut dikit )

Kamipun tertawa lepas.

Setelah selesai si Arif beberes kamar, akhirnya kami ber-2 nongkrong di depan teras kostan
di atas kursi bambu tutul itu. Oiya kostan ini mirip dengan letter "U", ditengah2 teras itu ada
sepaket kursi dan mejanya dr bambu.

Dari posisi itu kita bisa melihat kearah jalan, dan menggoda beberapa cewek2 UIN SuKa
yang kadang mencari makan di "Lesehan Maharani".
Maharani"

Dan, tidak diduga2, cewek crewet itu terlihat dibonceng oleh cowok barunya..hahay..
kelihatan mukanya sedikit malu2 ketika turun dari motor supra x warna hitam dengan sedikit
corak merah miliknya. Halah, mentang2 sama cowok baru, dia masih jaim..paling 2 minggu
lagi kelihatan belangnya...wkwkwkwk...

Arif dari tadi sedang asik memainkan gitar jelek punyaku..


...
Loh2, dapat gitar darimana gan?? Biasa, pas ada pengamen masuk kostan, ane palakin

gitarnya...siang2 bolong berisik, jadilah ane palakin....bhuahaha...

Itu gitar baru beli beberapa minggu kemarin, soalnya tu radio busuk 2band dikamar sudah
gak mau nerima sinyal siaran lagi. Bingung nyari hiburan, jadilah ane jln ke pasar senthir di
jln tugu itu. Dan dpt gitar bekas murah, kalo gk salah 75rebu waktu itu...

Emang bisa maen gitar?? Oooooo ngece...ya gak bisa...bhuahahahha

Ane sih bisa maen gitar dikit2, udah dari SMA, karena jiwa ini sering melangkolis, jadilah ane
cuman bisa nyanyi lagu2 galau. Ane gak doyan sama lagu2 keras..ane tu doyan lagu esteh12,
kanjenmamihband, leptto, sejenis itulah dulu pas masih galau2nya..jgn dimaki2 yak...
hehhehe
...

Arif : ngapain koe cok?? senyum2 sendiri ngeliat jalan.


Ane : kae cok deloken (tanganku menunjuk kejalan)
Arif : sing ndi??
Ane : kae lho...ah telat, wes mlebu dekne.
Arif : ngapusi...ono ono wae koe cok. Nih, maenin dulu esteh12 kyknya seru ini "Rasa Yang
Tertinggal"

Aku mengambil gitar yang di serahin arif, ting ting ting ting...aku
mulai memetik senar gitar
ting...
itu

Arif : beh, lagu apaan itu?? (aku tidak memperdulikan, terus memainkan melodi itu)
Arif : kampret, siapa yang ulang tahun woy.
Tertawa lepaslah kami...

Ternyata, melodi tadi itu melodi "Selamat ulang tahun" andelanku ketika mulai memegang
gitar..hahay..gitulah jiwa melangkolis ini, saking melangkolisnya, lagu balonku ada lima aja

jadi sedih ketika aku yang menyanyikannya...

Kami menghabiskan sore itu dengn bernyanyi2 diteras depan itu. Menjelang magrib mas
Farid dan bidadarinya baru balik dengan bungkusan makanan yang kami titip tadi sore..

23. Tergoda

Maret 2004

Kampus kami sekarang masuk dalam hari santai karena sabtu ini para mahasiswa 1 tingkat
diatasku merayakan "Wisuda". Yoi, ini kampus cuman itungan 2tahun masa pendidikanya.
Kalo secara akademik dihitung D2 lah ya.

Dengan sedikit kecewa, aku yang tidak tau jadwal pagi ini, sudah sampai kampus jam 8.
Bukan gak tau jadwal, karena jelas2 sudah aku catet. Tapi aku gak tau kalo hari ini bakalan
kampus kosong karena semua orang pergi ke sebuah hotel yang aku tidak tau namanya
hingga sekarang.

Jadilah diri ini melongo sendirian dikampus kecil itu. Kampret, koq lama2 kepala ini sering
blank ya?? Ke kostan yani ajalah, daripada bengong sendirian. Kyknya enak sambil ngopi2.
Dan seperti sebelumnya diri ini berjalan ke kostan yani yang lumayan menguras keringat
jaraknya.

Oiya, sejak kejadian aku ngamuk ke endang dan siangnya baikan lagi itu. Kami kembali ke
kegiatan seperti sebelum2nya. Kostan yani seperti sudah menjadi basecamp. Berhubung,
kostan yang baruku lebih dekat dari kostan pertama dulu, aku lebih intens kekostan yani
hanya sekedar untuk numpang menghabiskan malam mingguan.

Tapi beberapa minggu ini juga, tiap malam minggu, endang sepertinya sering menghabiskan
malam minggunya bersama gebetan barunya yang entah anak mana.

Cie cie cemburu ni ye..?? Kagak, ane kgk cemburu, ane kan gak ada rasa apa2 sama
endang, dia aja yang kegenitan menggodaku...wkwkwkkw...buaya oh buaya..
Mending ane malam mingguan sama yani kan daripada sama arif...masa mau maho2an
trus...

Tidak butuh waktu lama, ane sudah berdiri didepan kamar yani. Eh ini cewek belum bangun
ternyata. Joko, hendi juga gak keliatan. Anak kostan lain sudah keliatan membuka kamar,
berhubung ane kurang kenal jadi ane tidak terlalu memperhatikan.

Aku mulai mengetuk2 itu pintu kamar, makin lama makin keras itu ketukanku, sengaja biar
yang punya kamar kesal dan segera membukanya. Dan benar saja, sekitar 30an ketukan,
pintu itu mulai terbuka dan terlihatlah muka mak lampir dengan muka dimanyun2in.
Wakakakka, kyknya ada yang pagi2 kesal deh..

Tanpa dipersilahkan ane langsung ngeloyor masuk kekamar. Ane melepas kemeja putih
lengan panjang ane dan tersisa kaos biru khas dagelan yogya itu. Yani seperti tidak perduli
dengan ane yang ada disitu, dia kembali menutup pintu kamarnya.

Dia merebahkan diri di atas kasur dan memeluk boneka doraemon andelan yang sebesar
gaban itu. Akupun seperti biasanya langsung membuat kopi nescafe yang belakangan sering
di sediain yani dekat dispensernya.

Setelah meminumnya beberapa teguk, perut ini tiba2 berbunyi keras karena cacing2nya
mulai rese didalam sana. Cari makan dulu lah pikirku. Kembali diri ini melangkah keluar dr
kamar itu, dan menuju kewarung penjual lotek yang tidak terlalu jauh dari situ.

Setelah mendapat lotek 2 bungkus, anepun kembali kekamar yani. Dan ane masih mendapati
itu mak lampir memeluk doraemonya seperti posisi sebelumnya.

Kututup lagi itu pintu kamar. Entah kenapa hari itu aku memilih menutup pintu kamar itu.
Belum ada pikiran lain sih, ane ngerasa risih aja kalo2 anak kostan lain lewat dan melihat ane
sendirian makan disitu. Kelihatan banget ane jomblonya...wkwkkwkwkw...ini buaya satu
pandai banget nyari alesan yak...wkwkwkkw

Setelah membuka bungkusan lotek di 2 piring itu, aku berniat membangunkan yani untuk
menemaniku makan.

Ane : Ni, makan dulu yuk? (berbisik didekat telinganya)


Yani : ... (doi masih nyenyak)
Ane : Ni, makan dulu yuk? Tu ada lotek kesukaanmu tuh (sedikit menggoyangkan
tubuhnya..oiya doi senang banget sama lotek)
Yani : hmmmm (doi mulai meregangkan tubuhnya)

Dasar...di iming2in sama lotek kesukaannya aja langsung bereaksi.

Ane : ayuk dah, makan dulu, ntr tidurnya lanjut abis makan. (ane sedikit keras bersuara
ditelinganya)
Yani : masih ngantuk yank (doi memalingkan wajahnya membelakangiku)

Eitss...wes yank yank-an sekarang..yank yank..yankem mu...eh itu cangkemmu ding...

Entah sejak kapan, sekarang yani sering banget manggil ane dengan panggilan yank dan
menjadi manja2 binal gitu..ane lupa awalnya dulu gimana dia koq bisa kyk gitu...buaya kayak
ane ini tentu mau2an aja..wkwkwkkw..

Tapi itu panggilan yank cuma kalo kita ber-2 aja, kalo ada endang ato yang lainnya doi
manggil nama. Tapi ane tetap manggil doi dengan nama, karena sayang ane kan cuma sama
marisa...setia kan...hahay...setia sih setia, itu sering dua2an sama yani maksudnya apaan??
kan teman akrab, ya wajar dong..wajar matamu cok...ah sudahlah, gak usah di perpanjang...
pergolakan bathin ane.. (biar agak keren, dah lewat soalnya masa2 ane sering debat dengan
suara aneh dikepala)

Ane : gak capek apa tidur mulu.


Yani : gak lah, ini kan dipeluk sama doraemon (tangannya memeluk erat doraemon segede
gabannya)
Ane : awas doraemonnya mati tuh, gak bisa napas dia. (ane tiba2 inget pas dia meluk ane
erat sampe gak bs napas di monumen 11 maret dulu)
Yani : gaklah, dia kan suka aku peluk2 (sekarang dia memalingkan mukanya kearahku)
Yani : mau dipeluk? (muka urak2nya menyiratkan ekspresi genit)
Ane : ogah, ntr mati aku. Udah ah, makan dulu, laper nih (tanganku menarik tangan kirinya)
Yani : ntr aja ah yank, aku masih ngantuk.
Ane : ya udah aku makan dulu ya, dah kelaperan lvl 10 ini
Yani : gak boleh, ntr aja makannya bareng. Bobo bareng aja yuk (kampret, genitnya gak
nahan..adawww)
Ane : gak ah, ntr aku mati kelaperan, gak ada temanmu curhat2 lagi.
Yani : ya udah sana makan aja. (muka binalnya berubah kesal)

Ane gak perduliin dia jadi kesal, ane segera ke arah piring yang berisi lotek, godaan lotek
lebih keras dari yani...itu bau2 lotek kyk manggil2 "Makan aku kang mas, sayang duitmu
terbuang 5rebu jika aku kau buang"..diri
ini seakan menjawab "Aku datang dinda..aku akan
buang"
menikmatimu hingga suapan terakhir"wkwkwkkw..koq
jadi kyk gini ceritanya...biasa efek
terakhir"
kelaperan.

Tidak butuh waktu lama, lotek itu sisa beberapa suap. Setelah aku menghabiskan lotek
dipiringku, aku kembali membungkus lotek dipiring satunya, karena empunya masih tidur
soalnya. Akupun mengambil air putih dari dispenser.

Kembali diri ini duduk diujung kasur dekat kaki yani. Sesekali aku menyeruput nescafe yang
sisa setengah itu. Isenglah diri ini melihat telapak kaki yani, aku menggelitik telapaknya
dengan beberapa jariku. Dia sesekali menggoyangkan kakinya. Beberapa lama kemudian,
tangan ini menggelitik lagi telapak kakinya yang sudh diem tadi.

Yani : yank jangan genit, ta peluk kamu yank. (suaranya tanpa membalikkan kepalanya)
Ane : mana, coba peluk. (waton jebret)
Yani : jauh.. (dia mengangkat tangan kananya kearahku, dia masih tidur tengkurap)
Ane : bangun sini dong biar bisa meluknya (mulai kena genitan si mak lampir)
Yani : sini dong yank, kamu yang kesini. (suaranya berubah manja)
Ane : gak mau, kalo mau meluk ya sini bangun (sok jual mahal padahal murahan, eh padahal
mau)
Yani : yank, sini gak?? (dia mengangkat kepalanya dan melihatku sadis)

Karena aku ketakutan waktu itu...alesane


alesane cok...woy pawang buaya mana woy, tangkep ni
buaya satu ekor...wkwkkwkw...

Aku yang saat itu entah kesambet setan mana, langsung mendekati dan memeluknya. Yani
masih dengan mata terpejam merubah posisinya menyamping dan menaruh kepalanya diatas
dada krempengku... (kalo dada bidang udah terlalu mainstream..

Yani : yank, kamu ganti parfum??


(dia mengendus2 dadaku...mengendus2 kyk gukguk aja ya... ini mau adegan
romantis...kurangin
lucunya dikit woy..wkwkkwkw)
romantis
Ane : iya, kenapa? gak suka ya?
Yani : enak koq, lebih harum. (diapun memelukku erat)
Ane : eh eh, jangan erat2 tu tangan, kebiasaan deh. (tanganku berusaha meregangkan
pelukanya)

Ane kalo gak salah waktu itu make plapyum (biar keliatan imut bilang parfumnya..wkwkkww)
"AQUA ...." apa gitu, lupa...hehehhehe

Yani : Yank, tumben pagi2 dah nyampe sini?


Ane : tu orang2 dikostan blm pada bangun, gak ada teman makanya kesini (padahal tadi gk
tau kampus libur)
Yani : tapi koq make stelan kuliah?

Ah, ketahuan juga boongku

Ane : hehehe, tadi aku gk tau kalo kampus libur.


Yani : pantesan wangi banget..mau tebar pesona kan, mentang2 make parfum baru. (dia
mengangkat mukanya melihatku, mulutnya dimonyong2in)

(Maaf...sang buaya mengambil alih)

Halah, banyak omong cewek ini gumamku dalam hati. Bibirnya udah dekat banget lagi.

Dengan sedikit menunduk kepalaku mendekati wajahnya. Kuciumi bibirnya..matanya kini


terpejam menikmati adegan kissing itu.. Dan seperti mendapat perintah langsung dari otak,
tangan ini bergerak dengan sendirinya. Menggapai sesuatu yang menonjol ditubuh yani. Dia
tidak menghentikan tanganku ketika aku mulai memainkan bagian itu. Tanganya yang telah
melingkari kepalaku hanya meremas2 rambutku dari tadi.

5menit tangan ini masih asik memainkan bagian tubuh yani yang sangat empuk itu. Yani
masih sangat bernafsu dengan apa yang bibir kami lakukan. Posisiku kini sudah berada
diatas tubuhnya. Tangannya tidak lepas dari dileherku.

Entahlah, setan sepertinya berhasil menghasutku waktu itu..tidak ada pikiran lain di
kepalaku, aku terpaku pada yang dilakukan oleh bibir dan kedua tanganku. Baru kali ini
bibirku selancang ini, tapi aku sangat menikmatinya.

Mungkin malaikat waktu itu hanya diam mengutukku, suara bisikan setanlah yang berteriak
girang menyuruhku melanjutkan tindakan itu. Aku terkaget dengan ketukan pelan dr pintu
kamar itu. Kesadaranku perlahan mulai kembali. Sontak aku mengangkat tubuhku dan
menjatuhkan diri kesebelah yani.

Nafas ini masih tidak beraturan. Yanip mulai duduk dan merapikan baju tidurnya yang tersisa
beberapa kancing lagi yang saling menempel. Setelah merapikan baju tidur dan rambutnya
yang acak2an, dia berjalan kearah pintu kamar.

Yani : bentar (dia mulai membuka sedikit pintu kamar)


... : masih ada aqua gak Ni?? (suara cewek dr luar kamar)
Yani : aduh habis Wi, belum beli aku (doi melirik kearahku yang sudah duduk bersandar ke
tembok)
Dewi : oh, kirain ada, aqua dikamarku juga habis.
Yani : entar sore aja ya belinya bareng.
Dewi : ya udah, sorry ya ganggu.
Yani : iya gpp.

24. Arif Kampret


Terdengar suara langkah dewi meninggalkan pintu kamar. Yani kembali kekasurnya dan
membaringkan tubuhnya. Aku masih duduk bersandar di tembok. Sekilas yani memandang
kearahku, dia terlihat genit. Mukaku terasa panas.

Yani : cie yang malu2. (canda garingnya)


Ane : hehehe (garuk2 kepala)
Yani : mukamu koq merah yank?? (ngeceee)
Ane : masa?? panas aja sih (pura2 ngipas2 tangan depan muka)
Yani : segitunya..bobo lagi yuk? (doi menggila lagi dengan ekspresi genitnya)
Ane : udah ah, sana makan dulu, itu loteknya ntr gak enak lagi. (mengalihkan pembicaraan)
Yani : gak mau, suapin.. (dia mulai manja genit)
Ane : kyk anak kecil aja, sana makan dulu ah (aku sekarang yang salah tingkah)
Yani : suapiiiiin...
Ane : iya iya..ah bawel..

Akupun cuman menurut dan mengambil sendok dan bungkusan lotek dipiring tadi, setelah
kubuka lagi, akupun menyuapi yani yang sekarang manja menjadi2. Setelah menghabiskan
sebungkus lotek, yani mulai beranjak keluar dan berniat mandi.

Yani : yank, aku mandi dulu ya, gerah banget.


Ane : iya..sana2 mandi dah bau juga (isengku)
Yani : yee tadi juga mau2 aja...weeek

Diapun sedikit berlari kearah kamar mandi disudut lorong. Aku kembali mereka2 ulang
kejadian tadi, ternyata kayak gini rasanya mencium bibir seorang wanita, enak ternyata,
gumamku sambil memegang bibirku sendiri.

Entah mungkin karena baru pertama kali, tapi kenapa sekarang aku sangat
menginginkannya lagi. Entah berapa lama aku mereka2 ulang adegan tadi, aku tidak
menyadari yani yang sudah selesai mandi dan menutup pintu kamar lagi.

Yani : heh yank, kenapa itu bibir dipegang? (dia menggantung pakaian tidurnya)
Ane : hehehhe (sedikit kaget melihat kearahnya yang hanya mengenakan handuk warna biru
tua)
Yani : mau lagi? (dia mengangkat2 kedua alisnya)
Ane : hehehe (lagi2 aku garuk2 kepala yang perlahan mengangguk pelan)

Yani berjalan kearahku, dia sedikit menunduk kearah wajahku. Aku hanya terdiam menunggu
bibirnya.

Yani : yeee maunya. (jari telunjuknya kini mendarat di dahiku) (wuuuuuuu..penonton


kecewa...kwwkkwkwk)
Ane : hehehhehe.
Yani : abis ini mau kemana yank? (dia melangkah kearah lemari dsudut lain kamar)
Ane : pulang kekostan aja deh, gak enak make celana kyk gini (melihat celana dasaran hitam
buat ngampus)
Yani : itu celananya ada yang nonjol2 gitu tadi (suaranya tanpa melihatku, dia sambil
memilih2 baju dilemari)
Ane : (sedikit kaget dan merapikan posisi duduk)
Ane : apaa2n sih Ni, itu tadi iket pinggang. (elakku menahan malu)
Yani : halah, alesan. (doi tertawa kecil tanpa menoleh)

Dan, aku tidak percaya dengan pemandangan didepanku saat itu. Masih dengan berdiri
membelakangi ku, yani melepas handuk biru tua yg melilit tubuhnya, dia dengan santainya
memakai (maaf*) CD dan Bra-nya.

Dia kemudian mengenakan jeans hitam dan baju kaos mini sebagai daleman. Kini dia
berbalik sambil membawa kemeja hijau ditangan kanannya.

Yani : itu tu iket pinggangnya nonjol lagi (dia menunjukk tubuh bagian bawahku)
Ane : aaaa (sontak aku merubah posisi dudukku dan menutup dengan kedua lenganku)
Yani : hahhahaha (dia tertawa kecil melihatku yang salah tingkah)

Kini kedua tangannya memegang pipiku, dia mulai menciumi bibirku lagi, dan dengan sadar
aku membalas dan menikmatinya. Setelah beberapa detik, dia melepaskan pipiku dan duduk
di depanku. Dia mulai mengenakan kemeja hijau tadi.

Yani : yuk, maen kekostanmu yank. Belum pernah aku kesana (dia tersenyum simpul)
Ane : ya udah, yuk.

Setelah mengunci kamarnya, yani merangkul tanganku, kamipun berjalan kekostanku.


Sepanjang perjalanan aku seakan tak mampu mengeluarkan kata2. Diri ini seakan masih
menikmati kejadian tadi.

Tak terasa kami sudh berada di pintu rolling dor yang terbuka pada siang hari itu. Kamipun
berjalan menuju kamarku dilantai atas. Saat melewati kamar mandi lantai bawah, terlihat
bapak kost baru turun dari lantai atas tempat jemuran.

Dia hanya tersenyum sambil geleng2 melihatku dan yani yang bergandeng tangan mesra.
Saat aku membuka kamar, yanipun masuk mendahuluiku. Dia melihat2 seisi kmar kostku.

Yani : Rapi ya kostanmu yank.


Ane : ya gitu deh..hehhehe (garuk2 kepala)
Yani : eh, itu gitar siapa?
Ane : ya gitarkulah, masa gitar pengamen. (akhirnya candaan ini kembali seperti sedia kala)
Yani : masa sih yank? emang kamu bisa maen gitar?
Ane : yee..bisalah, aku biasa ngamen di lampu merah kalo tanggal tua.

Dan untunglah kami bisa tertawa seperti biasanya.

Yani : yank, tau lagunya SO7 yang "Berhenti Berharap"?


Ane : yang mana ya? Coba nyanyiin dikit (aku mengingat2)

"Akuuu pulang...tanpa dendamm..ku terima kekalahanku..." yani melantunkan reff lagu itu

Ane : owh tau tau, itu kan sering di radio kan.


Yani : gak tau aku yank, kan dkamar gak ada radio.
Ane : oiya ya, kamarmu kan gak ada apa2nya (isengku keluar lagi)
Yani : oooh jadi gitu, ya udh besok2 gk usah main lagi. (dia sok2 ngambek)
Ane : ntr malam msh bisa maen dong (tambah iseng)
Yani : ih kamu itu ya (dia mulai meletakkan gitar dan mencubitku pelan)

"KHEM KHEM" biasa aja keleus dehemanya. Ternyata Arif sudah berdiri depan pintu kamar.

Arif : ternyata, kyk gini kelakuanmu selama aku gak ada. Kita putus, pulangkan aku kerumah
embahku. (mulai arif kesurupan)

Aku dan yani yang sempat kaget, kini tertawa akibat ulah arif barusan.

Arif : wah, orang lagi kasmaran gak ngajak2 masuk kamar lagi ya. (cenginya mulai)
Ane : bahasamu cok, sana jgn ganggu orang, sana minggat2...
Arif : OK, kita talak 7. Aku tunggu dipengadilan.

Wasyu ini orang, blm kelar aku ketawa, ditambah lagi itu kekonyolannya..

Arif : nitip ra cok?


Ane : mw kemana (menghapus air mata akibat ketawa tadi)
Arif : makan lah, lapar aku. Nitip ra? Ni nitip makan? (dia melihat ke Yani yang masih

tersenyum akibat ulahnya)


Yani : udah tadi makan sama eri dikostan.
Arif : tadi yank yank-an sekarang manggil nama...mesake koe cok gak di akui yani. (ini orang
gak ada matinya)
Ane : hus hus sana, mau tau urusan orang aja. (usirku)
Arif : oke aku makan sendiri.

Diapun membalikkan badan dan berjalan kearah tangga turun dekat kamar mandi. Aku pun
duduk didekat yani, sambil mulai memainkan gitar, hendak pamer ke Yani kalo aku bisa main
gitar.

"Cok...cok woy..." terdengar suara arif dr lantai bawah.

Akupun bergegas kearah teras dan mengarah kejalan. Terlihat itu sikampret arif didepan
jalan.

Ane : apaan cok??


Arif : *#&#$&#*#&$ (entah gk kedengeran)
Ane : apaan (meletakkan tangan di telinga)
Arif : "Awas hamil anak orang koe bawa masuk kamar" (sedikit teriak)
Ane : woooo...asyu koe cok.

Dan dengan muka tanpa dosa dia berjalan ke arah lesehan maharani yang kelihatan rame
sore itu. Terlihat beberapa pasang mata dijalan memandang penasaran kearahku. Ah, cuekin
aja..akupun berlalu menuju kamar.

Di sudut kasur, terlihat yani sedang mengatur2 tangan kirinya di atas grip gitar yang
membentuk kunci2 nada. Dia terlihat antusias dengan tangan kirinya di ujung gagang gitar.

Yani : yank, ajarin gitar dong (dia tersenyum melihatku)


Ane : ajarin gitar?? emang brani bayar berapa??
Yani : astaga sgitunya sama aku yank.
Ane : gak gak, ya ntr aku ajarin (aku duduk di sebelah kanannya)
Yani : asik...trus ini kunci apa? (dia memutar gagang gitar dengan jari tangan kirinya disitu)
Ane : itu kunci inggris...kalo yang ini kunci pas (aku ngasal mengatur tangan kirinya)
Yani : emang ada kunci inggris sama kunci pas?? (polos apa bego itu ekspresinya)
Ane : ada..ya itu tadi yang barusan. Hahhahahahaha... (akhirnya akupun tak sanggup lagi
menahan ketawa)

Yani yang menyadari telah aku kerjain, melepas gitar di atas kasur dan mulai menggelitikiku.
Aku yang terasa sangat geli, terbaring di kasur dengan posisi yani yang kini berada
diatasku.

Lagi2 momen seperti itu terjadi. Diapun berhenti menggelitkiku, tangannya kini memegang
dadaku... dan...

26. Merindukan
Merindukan Kasih Sayang a.k.a Meriang
Diapun berhenti menggelitkiku, tangannya kini memegang dadaku.

Ane : udah ah, awas ntr si kampret arif nongol depan pintu lagi. (aku mencoba kembali
duduk)
Yani : hehehhe (dia kembali mengambil gitar..dan mulai lagi kegiatan tadi)

Dia meletakkan jari tangan kirinya di ujung gagang gitar dan sesekali menunjukkanya
kepadaku, akupun memindahkan jari2nya ketika di grip yang salah.

Yani terlihat sangat asyik dengan kunci2 yang baru dipelajarinya. Oiya, ane tadi sempat
ngajarin dia kuncinya lagu SO7 yang berhenti berharap, dengan terbata2 dia sudah mulai
bisa memainkannya. Aku sempat terlelap dikasur kamar.

Tiba2 terasa kaki ini digoyang2.

Yani : Yank bangun.


Ane : (sedikit membuka mata melihat kearah tangan yang menggoyangkan kakiku)
Ane : kenapa ni?
Yani : anterin pulang yuk, udah malam ini. (dia memegang tanganku dan melihat jam
tanganku)
Ane : udah, diem dikost aja, ntr jam 8 aku anter.
Yani : ini udah jam 8 yank. (dia mengarahkan jam tanganku kemukaku)
Ane : loh, koq cpet banget?
Yani : kamu tu yang tidurnya kelamaan, ayuk bangun anterin.
Ane : bentar2 ngumpulin nyawa.

Aku sekarang mulai duduk mencoba mengumpulkan nyawa yang masih melayang sliweran
entah dimana. Tadi aku merem sebentar ternyata dapat 2jam lebih, mungkin karena di iringi
oleh suara yani yang pas2an makanya jadi sedikit nyenyak.

Ane : bentar ya, aku mandi dulu. (aku jalan kearah pintu mengambil handuk yang tergantung)
Yani : ya ampun yank jam segini mandi, ntr masuk angin, udah gak usah aja.
Ane : gerah ini badanku. Bentar ya

Berjalanlah diri ini meninggalkan yani dikamar sendirian. Saat melewati "Bar" terlihatlah
mereka ber- 4 disana sedang melakukan aktifitas biasanya. Aku berjinjit pelan melewati
kamar itu. Aku tahu itu mulut si arif bakalan membuat heboh. Tapi langkah ini tidak berhasil
semulus itu.

Arif : khem khem...mentang2 bung pila ada cewek baru, kita di tinggalin.
Bung Pila : Sorry Rif, maklum cewekku lagi kangen.
Mas Antok : wah, gitu ya bung pila sekarang gak ngajak2
Mas Farid : Entar aku pasang kamera diatas pintu anginya biar kerekam semua yang bung
pila lakukan sama ceweknya
Arif : nah benar itu mas, ntr kita nonton bareng2 videonya
Bung Pila : jgn gitu ah Rid, aku kan jadi malu
Ane : wah pada ngumpul to, kirain pada malam mingguan (senyum mesum polos tanpa dosa)
Mereka : eh, Ri ngapain disitu, sana2 mandi masih bau cewek kamu itu.

Dan mereka sukses tertawa meledekku. Akupun pamit mandi karena badan memang sdikit
gerah. Malulah diri yang lugu ini jika diledek segitunya oleh para jablay kawakan
itu....bhuaahahhaha

Setelah menyudahi aktivitas dikamar mandi, akupun segera menuju kamar. Ah...kampret,
lagi2 aku harus menahan malu ketika melwati "bar" itu. Tapi kali ini mereka cuman
bersorak "Cuit Cuit" wkwkwwkkw.. sesama buaya jgn saling mendahului woy...
wkwkwkkwwk

Setelah sampai kamar, aku cuman mengganti baju, celana masih make stelan dasar hitam
tadi. Gak enak kalo harus bertelanjang bulat didepan yani. Aku kan masih malu2
mau...hahay

Setengah sembilan aku mengantar yani pulang. Lagi2 sorakan "Cuit cuit" terdengar dr
kamar mas Antok. Biasalah, tiap ada cewek baru pasti jadi bahan candaan seharian.

Diperjalanan mengantar yani malam minggu itu, aku sempat mampir diburjo sekedar
membeli 2 bungkus soda gembira. Biasalah buat penghilang haus, jarak kostan baruku
dengan kostan yani lumayan jauh.

Sesampainya dikostan yani, akupun mengambil mug untuk tempat soda gembira tadi.

Yani : yank, gak usah make 2 mug, satu aja buat berdua..biar romantis. (dia senyum manis)
Ane : romantis apaan? gak ah, ndak rebutan ntr.
Yani : yank gitu amat sih..udah satu mug aja, ya ya ya (mulai lagi manja2nya)
Ane : iya iya bawel.
Yani : aku bawel ya?? ok jangan deket lagi (lah jadi ngambek)

Akupun telah selesai memindahkan soda gembira dari bungkusan kedalam mug. Aku bawa
ke arah yani yang masih monyong2 bibirnya.

Ane : iya iya, gak bawel... (aku menyuruput soda gembira dr sedotan sambil melirik
menggoda yani)
Yani : ... (masih monyong2 itu mulut)
Ane : kan kan, mulut dimonyong2in jadi ilang cantiknya. (buaya mengambil alih wkwkkwkw)

"Cie cie yang lagi berduaan" bah suara siapa ini???

Ternyata di depan kamar yani sudah berdiri hendi dari tadi..wah untung belum sampe yang
iya2 sama yani..pintu kamar belm dtutup...hahay

Ane : eh, hendi masuk2 (senyum mesum gk kesampean)


Hendi : gak ah, tu yani matanya serem ngeliatnya. (Hendi keliatan sedikit kikuk)
Yani : apa ngeliat2, ganggu aja (buset ketus amat ini cewek)

Aku meletakkan mug di atas lantai dekat kasurnya yani. Dan menuju kebungkusan soda
gembira satunya.

Ane : ni hend, tadi yani gak mau, dari pada mubasir kan mending kamu minum
(aku membawa bungkusan soda gembira ke hendi didepan pintu)
Hendi : gk usah Ri, aku mw nyusul joko ke PS aja. (dia hendak membalik badan)
Ane : udah ini bawa aja, tu kami dah ada koq (menyerahkan bungkusan itu ke tangan hendi)
Hendi : beneran nih?
Ane : udah gpp bawa aja.

Hendipun menerima bungkusan itu dan meninggalkan kami. Saat aku hendak berbalik ke
yani.

Yani : yank tutupin pintunya, malas ntr ada yang gangguin lagi. (suaranya masih ketus)

Karena yani sedikit marah, anepun cuman bisa mengikuti perintahnya. Hahay, kesempatan
para buaya yang berduaan dengan mangsa didalam kamar...ayo buaya, manfaatkan
kesempatan yang ada. wwkwkwkwk

Ane : ya udah, diminum dulu biar ketusnya ilang (iseng ini mulai lagi)
Yani : Gak mau, tadi ngapain ngasihin ke hendi?? (cielah msh marah)
Ane : tadi katanya satu mug aja, kan romantis (aku mengangkat kedua alisku berkali2, ini
copyan dari sifat arif...wkwkkw)

Yani : tadi katanya gak romantis2an.


Ane : iya iya maafkan hamba tuan putri.
Yani : kamu itu ya, bisa2an ngelucu.

Dan mulailah perut ini menjadi target kelitikannya. Terus terang ane paling gak tahan
namanya gelitikan. Jadilah diri ini melilit kegelian. Semakin lama gelitikan yani semakin
menjadi, dan entah itu ane ngerasa mual.

Ah masa gara2 ane nyium yani tadi sore ane jadi hamil...wkwkwkwkwk...

"Emak...anakmu hamil mak...gara2 yani ni mak..." tangisku dalam hati.

Yani yang melihatku berubah ekspresi sedikit mual, mulailah berhenti dengan gelitikannya.
Dia memegang dahiku, sedikit hangat badan ini rupanya. Ternyata ane masuk
angin+meriang...untunglah, ane gak hamil ternyata..wkwkwkwk

Yani : kamu sakit yank?? (dia memegang dahi dan leherku dengan punggung tangannya)
Ane : gak koq, paling masuk angin gara2 mandi tadi..hehehhe (garuk2 kepala)
Yani : aduh, kan tadi dah aku larang mandi yank, ngeyel sih dibilangin. (dia berubah khawatir)
Ane : udah gpp, tidur bentaran juga sembuh koq.
Yani : ya udah, tidur sini aja ya, besok aja pulangnya...

Hahay, sukses rencana sang buaya.

Sebenarnya tadi sejak ninggalin kost dan melihat

mereka sudah mulai ritual mingguan di "bar" mas Antok, ane sedikit males buat nemenin
malam itu. Jadilah yani yang jadi alesan ane minggat. Beneran deh, bukan akal2an buaya
ini...wkwkkwkw

Ane : gpp yah, aku nginap dsini malam ini. (sok2 sakit dengn mata memelas)
Yani : iya yank daripada ntr kamu pulang trs kenapa2 tengah jalan (doi kelihatan khawatir)
Ane : ya udah, aku baring2 dulu ya.
Yani : iya, ntr aku ambilin selimut

Yani berjalan ke arah dispenser dan meletakkan mug soda gembira di atas rak kecil. Dia
membuka lemari dan mengambil selimut berwarna merah dengan corak bunga2 dan berjalan
kearahku. Dia menyelimutiku dengan telatennya.

27. Malam Kelam


Ane waktu itu benar2 meriang. Entah berapa lama ane tertidur, saat ane membuka mata,
yani masih sesekali memegang dahi dan leherku, dia mengecek panas tubuhku. Dia kembali
memeras handuk kecil didalam baskom kecil guna mengkompres dahiku.

Ane : eh ni, kamu belum tidur? (aku melirik jam dinding dikamar, terlihat sudah pukul 12
malam)
Yani : gimana aku bisa tidur, kamu itu tadi panas banget (dia mengelap dahiku dengan
kompresan yang mulai mengering)
Ane : maaf ya, aku jadi ngerepotin.
Yani : udah gpp, dah tidur lagi biar ilang panasnya.
Ane : udh gk panas koq..hehheehe (aku hendak duduk)
Yani : baring2 aja, gak usah bangun dulu.

Aku menarik guling di sebelahku dan meletakkan dibelakangku. Kini aku agak sedikit duduk
dengn bersender di bantal dan guling itu.

Ane : udah Ni, kamu tidur deh. Udah malam banget ini.
Yani : gak ngantuk yank.
Ane : eh, udah malam ini, tidur gih.
Yani : aku peluk ya, sampe tidur (senyum manis kini di bibirnya yang dr tadi terlihat khawatir)
Ane : eh, aku keringetan ini. (sambil mengangkat2 leher kaosku yg terasa sedikit basah
karena keringat)
Yani : gapapa deh, ya ya (dia mulai lagi memanja)

Diri ini cuma mengangguk pelan, dan segeralah yani memelukku, dia menyenderkan
kepalanya di dadaku kini. Otomatis tangan ini mulai mengusap2 rambut sebahunya itu.
Sudah 20menit berlalu, aku masih dengan posisi tadi mengusap kepala yani. Dia terlihat
sudah mulai tertidur. Entah kenapa, aku sempat kepikiran Marisa.

"Maaf ya Ni" Aku sedikit berbisik kearah kepalanya


"Untuk saat ini, aku belum bisa menyayangimu dengan tulus"
"Marisa masih terlalu mendominasi hatiku"
"Entah sampai kapan"
"Moga suatu hari nanti aku bisa mengganti marisa denganmu"

Entahlah, aku seakan bisa melihat besarnya cinta yani sesaat tadi dia terlihat sangat
khawatir merawatku. Ya tuhan, kenapa aku jadi seperti ini. Hati ini seakan belum bisa
menerima cinta gadis yang berbaring didadaku ini. Aku tahu dia memendam rasanya sejak
pagi tahun baru itu.

Yani terlihat mengangkat kepalanya. Asem, dia belum tidur, dia sengaja merem dari tadi. Kini
matanya berkaca2 memandang kearahku. Astaga, pasti hatinya sakit banget mendengar
kata2ku barusan.

Yani : aku tau koq kamu sayangnya cuma sama marisa.


Yani : aku gak mau memaksamu buat sayang sama aku.
Yani : mungkin dengan bersamaku trus, aku akan mendapat sedikit tempat dihatimu

Mata itu berubah berawan seketika, dan mengalirlah buliran air dari kedua sudut matanya.

Ane : maaf ya Ni, kamu harus mendengar kata2 ku barusan.

Aku sedikit mengangkat tubuhnya, kini wajahnya sudah berada tepat di wajahku. Kembali
aku mencium bibirnya. Dengan bersatunya bibir kami, bayangan marisa kini perlahan
memudar. Aku seakan mengerti kesedihan wanita yang kini kuciumi bibirnya.

Tangan ini seakan sangat mengerti posisi yang di inginkan, kembali secara otomatis
menjalar kewilayah tadi pagi. Dia mulai memainkan perannya di posisi itu. Desahan lah yang
terdengar di kamar itu, diiringi dengan degupan kencang dari kedua jantung anak manusia.

Yani kini menggeleng seakan dia tidak menginginkan kelanjutan kegiatan kami itu. Dia
menarik pelan kepalaku menjauhinya. Dengan mata semakin deras teraliri disudutnya, dia
menggeleng beberapa kali melihatku.

Tangisannya seakan keras menghujam didalam kebisuannya. Matanya tertutup seakan tidak
sudi melihatku.

Yani : Maaf yank, aku gak bisa. (suaranya kini mengagetkan diri ini yang sudah dikuasai
nafsu)
Ane : maaf Ni aku terlalu lancang (aku menghentikan segala yang tangan ini lakukan)
Yani : gak, bukan kamu yang salah, aku gk bisa..aku...
Ane : udah Ni, aku terlalu jahat dengan keadaan ini.
Yani : bukaan..kamu gak jahat..
Yani : aku sudah gak suci yank...maafkan aku...

Deg...perasaan ini, hati ini bergetar hebat dengan kenyataan yang barusan terpapar dr mulut
yani. Tubuh ini tetiba seakan dilanda gempa berkekuatan 7 skala ritcher. Dan dengan
sendirinya mata ini mengalirkan bulir air mata.

Tuhaaan...apa lagi ini. Aku menghianati Marisa dengan segala apa yang sudah aku lakukan
kepada yani. Dan wanita ini sekarang mengakui sesuatu yang sangat sangat sangat tidak
bisa aku terima. Marisaaaa maaf kan aku.

Diri ini seakan tersadar dengan sulutan emosi. Bibir ini dengan skepticnya mengeluarkan
kata2 kebencian.

Ane : Jadi selama ini kamu menggodaku hanya untuk mempermainkanku??


Ane : jawab Ni...gak usah sok2 nangis...

Kini tanganku mendorong keras badannya, aku seakan sangat jijik dengan tubuhnya. Yani
hanya bisa menangis terisak di sudut kasur.

Ane : JAWAB NI...TEGA BANGET KAMU NI...

Suara detakan jarum jam kini sangat nyaring terdengar, yani hanya diam membisu. Terlihat
bahunya terangkat menandakan emosi dari tangisan hatinya. Sekitar 5menit masih tidak ada
suara dari kami berdua. Yani mengangkat kepalanya yang tertunduk memandangku dengan
sejuta kesedihan didalam matanya.

Yani : maafin aku yank..


Ane : UDAH GAK USAH MAKE SAYANG-SAYANG
Yani : maafin aku gk bisa menjaga diriku (dia tertunduk sedih)
Ane : MAKANYA JADI CEWEK JANGAN KECENTILAN
Yani : aku tidak berdaya, aku diperkosa 3 temanku waktu SMA...AKU BISA APA?? (kini
tangisan itu terdengar lagi setelah dia mengakhiri kata2nya)

Sialan.....andai kata2 itu bisa kutarik kembali...tapi...ah sudahlah...

Badanku kini kembali bergetar hebat, bukan lagi 7 skala ritcher, kini sudah melewati batas
yang bisa di ukur oleh Seismometer. Jadilah tangan ini bergerak sendiri meninju tembok
kamar itu, entah berapa kali aku meninjunya.

Aku sangat menyesali perkataan yang telah kulontarkan tadi, aku menyesal telah menuduh
yani seperti itu. Rasa sakit yang menjalari kepalan tinjuku seakan tidak ada apa2nya dari
rasa sakit dihati atas kenyataan dan tuduhanku terhadap yani.

Aku terus meninju tembok itu, sehingga kini darah segar sudah mulai mengalir deras. Yani
mendekat dan memelukku seraya menahan tanganku.

Yani : udah yank, kamu tidak salah, maaf aku tidak jujur dari awal. Maaf...

Kerasnya pelukan yani, seakan dengan perlahan memadamkan luapan emosiku. Hatiku yang
sangat perih waktu itu seakan dibuat tenang oleh degupan kencang jantung yani. Dia seakan
membagi semua penderitaannya ketika dia dijahati teman2nya.

Tangan ini mulia memeluknya erat. Sudahi sakit ini tuhan. Aku terlalu lemah untuk semua ini.
Aku terdiam, mataku memandang ke tembok yang penuh dengan darah segar dari tinjuku.
Degupan jantung yani kini menghilang, aku tidak merasakan apa2 lagi. Aku kaku tidak
berdaya. Cuma dingin air mata yang sesekali menambah rasa sakit ini.

Entah berapa lama aku seperti itu, aku mulai merasakan tangan kananku dibalut oleh wanita
yang sudah aku maki2 tadi. Sesekali aku mulai merasakan tetesan air mata nya diatas
kepalan tangan yang sedang dia balut dengan kasa putih itu.

Dia sedikit kaget ketika aku bergerak memeluknya. Aku merasa sangat bersalah kepadanya.
Dia membalas, pelukanku. Aku semakin meng-eratkan pelukanku, aku ingin mengambil
semua rasa sakitnya yang terbuka lagi oleh kata2 yang menceritakan kekelaman hidupnya.

"Maaf aku telah lancang menghakimimu Ni" suaraku bergetar pelan

Dia melepaskan pelukanku.

Yani : jgn pernah gitu lagi ya yank, kamu tadi diam seperti orang pingsan...aku takut kamu
kenapa2 yank. (dia menghapus kembali sisa2 airmatanya)
Yani : udah yuk tidur, kamu kelelahan..

Tubuhku masih seperti tadi, tidak ada lagi tenaga tersisa. Semua tenaga ku telah kugunakan
untuk memeluknya tadi. Dia beranjak ke dispenser dan mengisi gelas dengan air mineral. Dia
membantu mulutku yang kelu ini meminumnya. Setelah air segelas itu habis, dia mulai
menuntunku merebahkan badan.

Pikiranku seakan melayang jauh ke para bngsat-bngsat yang sudah menodai gadis yang kini
mulai mencoba memejamkan matanya didadaku ini. Sesekali badanku bergetar ketika emosi
kembali mnyelimuti. Aku ingin sekali membunuh ketiga kampret itu...

Ah...tuhan, aku pikir hidupku sudah sangat menderita. Tapi jika dibandingkan dengan wanita
ini, aku terlalu cengeng dengan hidupku.

Sinar matahari mulai menampakkan diri, bayangannya melewati pintu angin kamar itu. Mata
ini masih belum terpejam, emosi hati ini masih belum bisa padam. Sesekali cewek ini
mengubah posisinya, dadaku kini seakan menjadi kasur empuknya.

Kucoba menggerakkan tanganku untuk membelai kepalanya. Sedikit kesusahan, seakan


seluruh tubuh ini lumpuh. Perlahan, tangan kananku menggapai kepalanya. Ketika aku
sedikit berhasil menyibak rambut yang menutupi wajahnya, aku melihatnya tersenyum.
Dengan penderitaan seperti itu, dia lebih mengkhawatirkan diriku, bahkan kini dia tersenyum
tiada beban.

Dia kini mulai menggeliat, dia mulai membuka matanya, dia kini mengucek2 matanya yang
bengkak karena tangisannya semalam.

Yani : blum tidur yank? (aku cuman bisa menggeleng pelan)


Yani : udah yank, gak usah marah sama mereka, udah nasibku seperti ini (dia seakan bisa
melihat amarah dimataku, amarah terhadap manusia2 bejat yang menodainya)

Kini terlihat senyum ikhlas dibibirnya. Belaian lembut tangannya di dahiku seakan mengusir
semua rasa itu. Aku mulai merasa sedikit tenang. Kudekap lagi tubuhnya diatas dadaku,
akupun memejamkan mataku..mulailah nyawa ini terasa melayang meninggalkan tubuh yang
sangat lelah.

Aku terbangun dengan bermandikan keringat sore itu. Badanku terasa seperti habis di
terjang truk fuso. Aku melihat seisi kamar itu, tidak ada empunya. Akupun berdiri dengan
badan masih sedikit bergetar. Aku meraih gelas, mengisinya di dispenser dan meneguknya..
Entah sudah berapa kali, pintu kamar itu terbuka.

Yani : dah bangun yank?? Ni aku beliin lotek.

Yani yang menyadari tingkahku, berlari kedekatku, dia membalikkan badanku menghadap
kearahnya. Di mengambil gelas ditanganku yang aku genggam keras. Beberapa kali dia
mencoba tetap tidak berhasil.

Plaaaaaak....tangan
kanannya mendarat sempurna di pipi kiriku.
Plaaaaaak....

Yani : SUDAH YANK..CUKUP.


Yani : KALO KAMU GAK BISA MEMBUATKU BAHAGIA, JANGAN MENYIKSAKU SEPERTI INI.
INI.

Dan airmatanya kembali mengalir...aku yang bodoh ini cuma mampu memegang pipi kiriku.
Haha..sudah tidak ada lagi kesombongan ku dulu ketika aku menolak mengakui kalau aku
menangis..aku menangis sejadi2nya setelah tamparan yani barusan.

Gimana gak sakit, itu tamparan 5jari full dipipi kiriku...gak ada meleset2nya..dan yang paling
tepat itu kata2nya barusan..bullseye di hati yang galau gundah gulana ini....bahasa ne
cok....wwkwkkw...sakit ngingat2nya, dibuat lucu aja yak...terlalu lama diseriusin makin ancur
ati ini...tampar abang dek tampar...heuheuheu

28. Melodi Berhenti Berharap


Benar kata yani, aku semakin seperti tadi semakin menyiksanya. Sudahlah sudahi semuanya,
butuh beberapa lama, aku sudah lumayan kuat dengan semua kenyataan ini..

Ane : aku pinjam handuk sama sabun ya Ni (aku berdiri menghadap cermin, bener2 pandai
seorang yani dalam hal tampar menampar, ini pipi kiriku merah semua akibat tamparannya)
Yani : iya, dah buruan mandi, abis itu makan ya.

Aku menganguk pelan kearahnya, ketika akan menuju pintu, dia berdiri dan menarik
tanganku. Cup..bibirnya
mendarat dipipi kiriku.
Cup..

Ane : aduh, masih sakit Ni. (sontak aku mengelus2 pipiku)


Yani : udah sana mandi dulu (dia mendorongku pelan keluar kamar)

Kata sapa "cium biar sakitnya ilang" , itu kebohongan publik. Sejak kapan dan teori dari
mana bekas tamparan 5jari bs sembuh dengan cium. wkwkwkkwkw

Saat aku keluar dari kamar mandi, disitu sudh menunggu cewek berjilbab, yang ternyata
pengganggu kemarin pagi. iya itu Dewi..hmmm lumayan juga orangnya..mangsa baru
ini..sergap... wkwkwwk...maaf itu tadi tiba2 sang buaya kesurupan buaya mana...wkwkkww
rancu...

Aku kembali kekamar yani, dia sudah menunggu dengan setianya di depan pintu. Dia
tersenyum manis, seolah tidak ada apa2 semalam. Dia sungguh hebat bersandiwara
menyembunyikan segala penderitaanya. Ah roman2nya gak enak ini...

Yani : pipimu merah banget yank..(doi nunjuk2 pipi kiriku)


Ane : iya dong, tangan sapa dulu, yani dilawan (kembali isengku bersama senyuman yani)
Yani : mau ganti baju gak yank? itu kaosmu dah dari kmrn loh ga ganti.

Ane : ntr aja deh, pas skalian pulang aja, ntr aku balik jam 9an ya
Yani : gak nginap sini lagi?? (mulai muka2 genitnya nongol)
Ane : gak enaklah nginap sini trus (senyum mesum polos sang buaya kembali beraksi)
Yani : beneran gak mau?? (dia mengangkat2 kedua alisnya)
Ane : gak ah, ntr aku nginap disini kamu apa2in. (bah, salah kata2 candaane...malah aku
sendiri yang kepikiran kemasa lalunya

Yani yang melihat perubahan ekspresiku segera menarikku kedalam kamar. Akupun cuman
bisa mengikuti.

Yani : makan ya, aku suapin (doi senyum manis lagi)


Ane : koq kebalik, bukannya kamu yang sering minta suapin Ni??
Yani : ya udah kalo gak mau di suapin, makan sendiri aja (dia menyerahkan lotek dipiring
sambil memalingkan wajahnya)
Ane : iya iya...jgn ngambek dong.

Dia kembali melihatku tentunya dengan senyuman dibibirnya. Mulailah itu acara suap
menyuap...bahasane koq greget banget ya...awas ditangkap kpk...wkwkwkkw

Setelah

kami menghabiskan lotek sepiring berdua itu, yani mengajakku ke warung pertama aku
maen kkostnya. Katanya dia lagi pengen makan coklat. Akupun dengan senang hati
mengantarnya.

Yani : yank mau kopi apa? (doi melihatku)


Ibu : iki bojomu mbak? manis ya mbak (ini sedikit lebay, ane dramatisir..hahay)
Yani : ibu bisa aja (mulai dah gayanya nek ketmu sesama emak2)

Beli coklatnya sih dikit, gak nyampe 3rebu...itu ngerumpinya yang lama..ada satu jam ane
nunggu disitu. hadeh...

Setelah mengakhiri gosip murahannya, ini emak2 mulai

menggandeng tanganku lagi. Kami kembali kekostanya.

Ane sedikit malas balik kostan, ane masih kurang mood jika harus menemani curhatan teler
anak kostan, ane udah cukup menderita hari ini. Makanya ane sengaja berteduh di tempat
yani sampe jam 9. palingan juga jam 9an mereka dah pada tepar.

Yani : yank, nginap sini aja ya? (pintanya setelah membuka pintu kamar)
Ane : gak usah Ni, aku udah nginap semalam masa mau nginap lagi.
Yani : gapapa yank, temenin ya malam ini, aku pengen meluk kamu lagi. (ekspresinya datar,
tidak ada genit terlihat disitu)
Ane : badanku masih kurang enak yank. Besok malam aja yah. (elakku pelan)

Dia kini membuka kresek berisi coklat khas warung itu, dia mengambil dan membuka
bungkusan coklat silverqueennya. Saat dia mengunyah coklat itu.

Yani : aku tau kamu gak akan bisa sayang sama aku.
Yani : tapi akan aku coba mencari sedikit tempat disitu (kini batang coklat itu mengarah
kedadaku)

Hadeh...ini roman2 gak jelas kenapa harus terjadi lagi sih... aku lumyan kaget dengan
katanya barusan. Aku mendekati tubuh cewek itu. Aku memeluknya lagi. Tidak terasa nafsu
dari sang buaya. Aku semata2 merasakan dan mencari sedikit tanda dihatiku akan
keberadaan yani.

Ane : udah ya, aku pulang dulu, aku mw ambil gitar. ntr aku nginap sini.

Aku meninggalkn yani yang kini sedikit tersenyum sambil memakan coklatnya. Sudah sekitar
5menit kaki ini melangkah, di sudut gang aku melihat wartel yang masih buka jam stengah 10
itu. Aku masuk kedalam bilik wartel dan mulai memencet nomor sljj.

Tut tut tut...


biasa suara khas sljj terdengar
tut...seperti
t...

... : halo? (suara adek kecil disana)


Ane : halo, mbak marisa nya ada dek?
... : ini cyapa?
Ane : ini temannya mbak marisa

Terdengar telepon di letakkan..dan suara imut tadi memanggil marisa dengan sedikit
teriak..tidak lama telepon kembali di angkat

Marisa : halo yank?


Ane : iya halo yank, bisa bicara bentar gak?
Marisa : ini kan lagi bicara yank...kenapa sih? (suara centilnya memanja)
Ane : maaf ya yank, mungkin untk beberapa lama aku gk telepon dulu. Aku pengen merenung
beberapa minggu. (harap2 cemas akan tanggapan marisa)
Marisa : kenapa yank? lagi ada masalah? (suaranya mendadak antusias)
Ane : gak yank, aku cuma pengen merenung aja sih..hehehhe
Marisa : kalo ada masalah ngomong ya yank.. (suaranya selembut buih ombak dipasir putih)
Ane : iya yank, maaf ya..
Marisa : iya yank, jgn sedih lama2 ya, ntr kabarin kalo udah mau cerita.
Ane : iya...udah dulu ya, love you.
Marisa : love u honey. (aku yakin, dia tersenyum manis saat mengucapkan kata itu)

Tut tut tut...


tut...

Aku meninggalkan wartel itu setelah membayar berapa ribu. Didalam perjalanan ke kostan
baru, pikiran ini kacau balau. Kekonyolan ku hilang entah kemana. Duniaku sedikit menjadi
kelabu setelah mendengar kata2 pahit dari mulut yani.

Sesampainya di depan "bar" mas antok, tidak terlihat tanda2 mereka, kamar sudah pada
tertutup, ah kyknya dah pada tidur. Akupun beralih kekamar ku di ujung sana. Kamar yang
sedikit gelap dengan penerangan dari lampu di teras depan kostan, menarik kembali jiwa ini
kedalam penderitaan hebat.

Pahitnya hidup yani kembali terbayang. Aku duduk bersimpuh di atas kasurku. Dan
mengalirlah kembali air mata ini. Aku jadi cengeng gini... why oh why...wkwkkw sok2an
inggris e.

Aku sekilas terbayang ketika yani menamparku tadi siang. Dia yang sudah menjalani
kehidupan pahit itu sudah bisa melangkah tegap, kenapa aku seorang asing ini masih
menunduk gelisah??

Aku berusaha memantapkan hati, aku akan mencoba membuatnya bahagia. Aku akan
berusaha tetap tersenyum ketika didepannya. Setidaknya aku tidak mau menyakitinya
dengan kesedihan yang belum ada apa2nya ini dibanding bahu yani yang memikulnya
sendiri.

Setelah mengganti celana pendek selutut dan mengambil gitar, aku menuju kekostan yani
lagi. Malam2 bawa gitar jadi mirip para pengamen yang baru pulang dari daerah
malioboro...

Setelah sampai didepan kamar, aku melihat pintu itu sedkit terbuka. Terlihat yani disana
tertidur pulas memeluk doraemon segede gabannya. Aku masuk dan menutup pintu kamar
itu. Aku ingat yani yang ingin belajar lagu SO7 ~ Berhenti Berharap..jari2 kiriku mulai
memegang kunci inggris...eh kunci D minor...

Akupun mulai melantunkan lagu itu pelan dengan suara seadanya. belum selesai reff, yani
terlihat bangun dan menoleh kearahku. dia tersenyum manis dengan rambut yang acak2an.

Yani : bobo yuk yank, ngantukk (suaranya manja)

Aku mengangguk pelan dan meletakkan gitar di sudut kamar. Kini kami sudah diposisi
seperti semalam, cewek ini lagi2 menjadikan badanku sebagai kasur lembutnya. Aku
memeluknya pelan. Senyum simpul diwajahku mengiringi diri ini ke alam mimpi.

29. Kenangan Marisa


Oiya, ane sedikit lupa dengan jadwal kampus kami. Karena gak terlalu berkesan dikampus.
Sekarang yani sudah seperti marisa dulu, kemana2 dia selalu disampingku dan tentunya
dengan senyuman manis juga.

Entah sudah berapa lama itu berlalu, aku sejenak berusaha melupakan marisa, aku kini fokus
ke yani yang mulai terasa sedikit keberadaanya dihati. Sampai pada Ultah si kampret Arif.
Entah Lina atau Dian, yang merencanakan acara ultah Arif di lesehan maharani dkat kostan
kami sore itu.

Siang itu sehabis kuliah, aku dan yani langsung balik kekostannya.

Yani : yank, ntr kado nya kita ngasih pas di kostan aja ya (dia sambil membungkus figur dram
mini itu)
Ane : kenapa gk dikasih pas acaranya aja ntr Ni?
Yani : gak ah, ntr juga paling pada lempar2an kue. liat aja (dia masih sibuk dengna
bungkusan kado itu)
Ane : ya udah, ntr sebelum ke lesehan maharani, kita mampir dikostan dulu, taro aja dikamar.

Oiya, Arif ini selain ganteng, tinggi, doi juga pemain basket di SMAnya di PLG dulu, dia juga
seorang drummer, skillnya lumayanlah gak terlalu mengecewakan. Kurang ajar sih
sebenarnya, semua yang jadi favorit cewek ada di dia semua...maruk betul...

Sore itu dilesehan maharani sudah hampir penuh dengan teman sekampus arif. ya seperti
ultah biasanya, ada acara sepatah kata oleh teman2 dekat..tapi ane waktu itu gak dpt jatah,
kata arif ane gak usah ngomong ndak bongkar kebusukan dia...

Setelah acara sepatah kata dan doa, itu pramusaji membawa kue ultah arif ketempat kami,
arif saat itu di apit kedua ceweknya...dian di sebelah kanan, lina disebelah kiri...ima di
pangkuanku...eh, salah...ima gak datang waktu itu, kata lina dia ada acara dengn temannya
yang lain..buaya woy...sadar itu yani disamping..

Saat arif menutup mata dan membaca doa ultahnya, dia meniup lilin di kuenya. Kamipun
menyanyikan lagu ultah..absurd banget ya...Setelah memotong kue, nah ini nih yang ane
tunggu2...itu potongan kue pertama kira2 dikasih ke dian ato lina ya...nyahok koe rif...maruk
sih, 2 cewek di sambet skaligus..

Semua mata tertuju ke yang punya acara, semua mata seakan sama dengn pemikiran ane
barusan..kira2 mau kesiapa itu potongan kue pertama.

Yo yang dian mana suaranya...

Yo yang lina mana suaranya...wkwkwkww


suaranya...wkwkwkww

Ternyata potongan kue pertamanya itu tidak kepada dua cewek disampingnya, dia berjalan
kearah ane. Dia memegang tangan ane, dia memeluk dan menciumku...eh...salah itu tadi jari
ane lagi keseleo..gak ada adegan peluk ciumnya..

Doi menarik ane buat berdiri. Dan menyerahkan potongan pertama itu ke ane.

Arif : teman2 terima kasih sudah datang kesini. Ini potongan kue pertama buat sodaraku, dia
adalah adek ku yang sudah banyak membantu selama diyogya ini.
(oiya, ane sedikit pendek dari dia, makanya dia sering mengenalkan ane sebagai
adeknya...mirip aja kagak...adek dari mana...wkwkkwkw)

Terlihat itu muka 2 ceweknya terlihat kecewa...wkwkkwkw...ternyata mereka ber-2 kalah


dengan pesona ku...arif lebih memilih pasangan mahonya ini...bhuahahahha

Teman2 arif yang lain tepuk tangan sambil meneriakkan kata2 menjijikan...

"Cium Cium Cium"


Wah, emang aku cowok apaan pake cium2?? mau pipi kiri kanan atau bibir...heuheuheu

Keisenganku mulai timbul, itu potongan kue dipiring kertas aku templokin kewajah arif,
sontak semua yang ada disitu tertawa dan mereka mulai melempar2 sisa lalapan di depan
mereka, jadilah itu perang daun kemangi, kacang panjang dan timun.

Pintar juga si arif ngambil keputusan waktu itu, coba dia ngasih salah satu antara lina ato
dian...pasti bakalan ada perang urat syaraf antara dua wanita itu..wkwkkww..arif arif..gak
abis2 akalmu..

Setelah kami semua penuh dengan cream dan lalapan, mulai banyak teman2 yang pamit
pulang karena sudah kenyang dengan menu sore itu. Menu ayam goreng penyetan..
wkwkkww..kebiasaan anak kost kalo dengar traktiran pasti rame..pokok e makan...

Arif masih setia dengan gandengan kedua wanita yang saling memandang sinis itu ketika
menuju kekasir membayar semua acara tadi. Yani mengajakku pulang kekostan yang gak
terlalu jauh dari situ.

Ketika sampai kostan, terlihat itu "bar" sudah menunggu 3orang..mas antok mas farid dan
bung pila. Mereka hanya tersenyum melihatku yang penuh dengan cream dari kue ultah tadi.
Aku dan yanipun pamit kekamar.

Ane : Ni, aku mandi dulu ya, ini badan gak enak banget (melepas baju yang penuh cream)
Yani : makanya kue itu dimakan bukan di taro dimuka. (senyum isengnya)
Ane : hehehhe kan seru jadinya tadi pada lempar2an lalapan.

Yani : kasian ya dian sama lina, kalah sama kamu yank. (dia duduk di atas kursi sambil
membaca novelku)

Eits...novel darimana?? Wkwkwkw..itu novel dari marisa gan, dulu dia pernah ngirim novel
dengan judul "Jangan Jadi Bebek" kalo gak salah.

Aku beranjak ke kamar mandi membersihkan diri, sekitar 20menit terasa sudah bersih badan
ini dari cream. Akupun kembali kekamar. Terlihat yani masih asik membaca novel itu, dia
membolak balik kertas putih di beberapa halaman belakang. Disana tertulis beberapa kata2
marisa dengan pena berwana biru.

Kurang lebih seperti ini :

"Ikuti kata hatimu..


Karena hati tidak akan salah memilih
Jangan pernah menjadikan nafsu sebagai temanmu
Karena nafsu menyesatkan..

Mungkin aku tidak dsini denganmu


tapi percayalah..
aku disana selalu memikirkanmu

Teruslah bahagia kekasih hatiku


Senyumlah melihat langit
Aku yakin senyum itu akan sampai kepadaku
Karena setiap senja, langit selalu menceritakan kisahmu

Aku merindukanmu cintaku


Semoga kaupun merinduku disini
Mimpikan aku dalam tidurmu

Karena mimpiku hanya tentangmu


Biarkan mimpi kita yang bersatu

With love..
Elizabeth Marisa S."

Kurang lebih seperti itu kata2nya. Novelnya dulu dipinjem sama ponakan waktu balik ke
rumah. Entah sekarang mungkin sudah ilang...wkwkwkw

Yani : yank, ini kenangan dari marisa??


Ane : iya..hehehhe..dulu dia ngirim lewat pos (aku mengeringkan kepalaku dengan handuk)
Yani : trus kalian masih pacaran skrg?
Ane : masih, terakhir nelpon 2minggu lalu.. (ah, koq jadi keceplosan gini, aku sedikit menutup
mulut dengan handuk)

Yani kembali membaca ulang kata2 marisa itu. Dia kembali menoleh kearahku yang sedikit
tidak enak karena mulut asal nyerocos tadi.

Yani : bagus ya kata2nya (senyum manis)


Ane : hehhehe (aku mendekatinya dan melepas novel itu dari tangannya)
Ane : maaf ya, aku jadi bawa2 marisa saat sama kamu.
Yani : gapapa koq (senyum manis lagi)

Aku menciumnya mesra, semata2 menegaskan aku masih dsini dengannya dan tidak hilang
bersama marisa.

30. Ultah Arif


Aku menciumnya mesra, semata2 menegaskan aku masih dsini dengannya dan tidak hilang
bersama marisa..Aku beranjak ketempat jemuran depan kamar mandi dan menjemur handuk
yang masih tercium aroma cream kue ultah arif. Terlihat arif baru selesai mandi.

Ane : weh cok, mana itu 2 emak2 ngamuk barusan (isengku)


Arif : udah ta suruh pulang.
Ane : pake acara jambak2n gak tadi (aku mengangkat2 kedua alis)
Arif : gak lah, oiya makasih dah buat heboh tadi, kikuk nek koe gak lemparin kue tadi (dia
menepuk2 bahu kiriku)
Ane : wkwkwkkw...santai, sodara harus gitu (sok cool)
Arif : eh, sodara apane, kapan ibuku nikah sama bapakmu (tatapan skepticnya)
Ane : wah asyu i, mau sok cool gak jadi

Kamipun tertawa lepas disitu..seperti biasa, kalo sama arif, gigi ane gak pernah basah,
kering terus karena tertawa...kwkwkwkw

Arif : eh cok, ntr malam jgn kemana2..ikut kami ya?


Ane : kemana cok??
Arif : wes melu wae, ntr jgn nginap tempat yani koe, tu dengkul dah gak bebentuk koe genjot
terus (doi melirik kearah kakiku)
Ane : sempak emang aku cowok apaan??

Lagi2 kami tertawa lepas. Arifpun menuju kamarnya mengganti baju dan ngumpul di "bar",
aku pamit kemereka untuk mengantar yani pulang dulu. Setelah mengantar yani, tidak lupa
cipika cipiki cibir, aku melenggang kekostan lagi. diparkiran motor mereka sudah siap2
berangkat.

Ane : weh pada mau kemana?


Arif : wes melu wae, kakean takon koe.
Ane : sek ta ambil jaket dulu.

Aku sedikit berlari kekamar sekedar mengambil jaket dan menuju parkiran motor. Dan
mulailah pasukan jomblo kawakan ini mengelilingi kota yogya. Mulai dari arah amplaz tembus
ke jalan ringroad utara dan melenggang entah kearah mana...wwkkwkwkw

Ternyata benar2 kami mengelilingi yogya lewat ringroad. Sekitar jam 10 malam, sampai juga
kami di jalan Magelang dan berhenti disalah satu club disitu. Kalo gak salah Jogja Jogja (JJ)..
dan mereka mengajak masuk kesitu..

Tempat apaan ini??? baru pertama ini ane masuk. Tapi ternyata tidak mulus langkah
pertama. Ane dipanggil oleh security.

Security : maaf mas, sendal jepit tidak diperbolehkan disini.


Ane : heheheh, (garuk2 kepala kemaluan, eh malu)

Security itu mengganti sendal jepitku dengan sendal yang agak kerenan dikit. ane dikasih
nomor untuk menukarnya lagi nanti ketika keluar.

Jeng jeng
jeng jeng...biar dramatisir...

Kesan pertama masuk, gak enak banget, remang2 malah lebih kegelap menurut ane..
wkkwkwkw..maklum kebiasaan dari orok kena sinar matahari yg 7biji itu...ruangannya ya
pengap, asep rokok dimana2..mana bau minuman lagi..ah sesak nafas aku...

Mas Farid dengan santainya menyalakan korek api keatas ketika kami memilih salah satu
meja kosong dekat tempat joged (dance floor ya bahasa kerennya..wkwkwkw), Tidak berapa
lama ada cewek2 cantik dengan seragam khas tempat itu mendatangi kami.

Mbak2 : silahkan mau pesan apa? (senyumnya manis betul euy..wkwkwk)


Mas Farid : pesen ini, ini, ini sama ini (doi menunjuk ke kertas yang disdorkan oleh mbak2
tadi, menu apa ya namanya...kyk restoran aja

Mbak2 : koq cuman 4, teman yang satunya pesan apa? (doi memandang genit ke arahku yang
culun ini)
Mas Farid : Ri mau minum apa kamu?
Ane : (sombong dikit dong, masa tempat kyk gini mesen es teh) Air putih aja mas
mas.

Mbak2nya senyum2 genit, mas farid, arif ma mas antok cuman geleng2 ngeliat ane, bung pila
ternyata sudh asik sendiri di tempat lantai joged2 kyk orang gila.

Mas Farid : udh softdrink aja mbak, dia gak minum alkohol.
Mbak2 : oke mas ditunggu, (doi berlalu sambil menatap genit kearah ane)

Sebenernya bukan genit sih, cuman anenya aja yang kegenitan.

Mbak2nya tadi melihat

dengan tatapn mengejek, koq ya ada orang kampungan kyk ane ketempat seperti
itu..wkwkwkwkwkw

Tidak berapa lama pesenan mas farid tadi sudh datang di anter oleh mbak2 genit lainnya.
Dan ane waktu itu dikasih Coca cola botol sedang kyknya...eh cola apa sprite ya
lupa...maklum ane teler gan, teler ama softdrink...
softdrink

Oke skip yak...

Gak terlalu berkesan, karena ane tidak bisa nikmati sama sekali, udara pengap asap rokok
ditambah bau alkohol soalnya...Dasar kampungan ya ane ini...maklum gan ane gak level
tempat kyk gitu2, ane se-level-an sama angkringan...wkwkwkwkw

Sekitar jam 4 subuh kami kembali kekostan, mereka melanjutkan sesi berikutnya di "bar"
mas antok, ternyata disitu sudh ada beberapa krat minuman2 gak jelas. Dan akupun mulai
jadi tempat mereka curhat ketika sudh pada ngelantur kemana2.

Sekitar jam 10siang ane kembali kekamar dan membaringkan badan, lumayan capek
menggendong bung pila yang sudah gak berdaya utk kekamarnya. Ane ngelepas semua baju
dan celana yang sudh kyk di asep itu...baunya buat eneq..Setelah dengan celana pendek,
mulailah diri ini melenggang ke pulau kapuk.

Tidak berapa lama, itu pintu diketuk2 orang...ah siapa lagi sih, baru juga merem...karena
ketukan kamar semakin keras, akupun membuka pintu, dan yani dengan senyum manisnya
telah berdiri disitu..Dia masuk kekamar dengan membawa rantang makanan. Entah apa
isinya, ane sama sekali tidak tertarik karena lebih ngantuk.

Yani : yank, gak ada piring ya?


Ane :.... (masih menenggelamkan kepala di bantal)
Yani : yank bangun lah, makan dulu yuk, belum makan kan? (dia menggoyangkan badanku)
Ane : iya iya (aku membalikkan badan melihat karahnya)

Yani mengendus2 tubuhku, kemudian dia melihatku dengan ekspresi yang aku tidak
mengerti

Yani : kamu mabuk ya yank?


Ane : mabuk apaan Ni (mengucek2 mata sesekali menguap)
Yani : itu kamu bau alkohol (dia masih mengendus2ku)
Ane : enggak, semalam nemenin mereka ke JJ.
Yani : kamu gak mabuk kan? (dia kini memegang kedua bahuku menghadap ke dia)
Ane : beneran, aku rokok aja gak apalagi minum.
Yani : ya udah, sana mandi dulu abis itu makan, ni aku masakin tumis kangkung.

Kini dia mulai membuka rantang makanan itu,,,wah aromanya seakan menggoda sekali, itu
asep dari rantang terlihat seperti yani yang sedang tidak memakai apa2 menari2 didepan
ane....eh...ngelantur, maklum gan ane masih mabok softdrink...wwkkwkwkw
softdrink

Ane : mandinya ntr aja ya, makan dulu. (aku kini seakan bisa memanja kedoi)
Yani : gak boleh, sana mandi dulu, baumu gak enak yank (dia mendorong2 badanku)
Ane : ya udah bentar ya, ta mandi dulu. (dia cuma mengangguk melihatku)

Saatku mandi, sambil nyanyi2....lah koq jadi gini...wah masih dalam pengaruh softdrink
ternyata..wkwkkwkw..Setelah selesai mandi, diri ini kembali kekamar yang sudah berubah
menjadi lesehan dengan menu tumis kangkung.

Hahay, serasa sudah menjadi seorang suami, disana terlihat wanita itu tersenyum manis
sambil menyiapkan nasi buat suaminya..dia menyiapkan mkanan itu di tutup rantang yang
gak terlalu besar itu. wkwkkwkw...maklum kostan bujang, gak ada peralatan makannya...
adanya cuman gelas dan aqua galon tanpa dispenser...

Ane : emang bisa masak Ni?


Yani : jahat kamu yank.
Ane : koq jahat? kenapa?
Yani : manggil aku masa make nama? manggil yank apa sayang dong biar sama2, masa
cuman aku yang manggil yank. (ekspresinya datar tidak mengharap lebih)
Ane : emang ngaruh ya??
Yani : gak tau, dah makan yuk (dia sedikit judes kini)
Ane : iya iya, mulai sekarang aku panggil yank deh.

31. Magelangan Setan


Dia tersenyum manis lagi, sesekali dia menyuapiku...entah harusnya kebalik kan ya, aku
yang harusnya nyuapin dia...wwkkwkwkw..ah sudhlah ane akui ane kurang dalam masalah
kyk gini2.

Yani : gimana yank? enak gak masakanku?


Ane : enak Ni, eh enak yank (sambil tetap makan kangkung yang benar2 enak itu)
Yani : besok2 makan dikostan ku aja ya, aku dah beli kompor buat masak.
Ane : hmmm (mulut ini masih menikmati tumis kangkung ala chef yani ini)

Diapun terlihat sangat bahagia dengan diri ini yang sangat lahap. Asik, lumayan buat hari ini,
aku sedikit bisa membuatnya bhagia. Alesanne cok, bilang aja karena laper, trus dpt makan
gratis..

Tidak terasa di kampus sudah masuk ke UAS semester 2.

Kini kamar yani sudah seperti kamar ke-2ku. Aku sering tidak pulang kekostan karena
pakaianku sudah banyak di kostan yani. Yani juga sekarang hampir tiap hari memasak apa
yang sering keluar dari ideku.

Ane : yank, besok masak kelor yuk? aku kangen masakan nenek dirumah. (sambil membaca
beberapa catetan di buku binder hitam milikku)
Yani : hah...kelor?? emang bisa dimasak yank?
Ane : eh, belum rasain aja. Ntr pasti suka.
Yani : bukannya kelor itu buat mandiin orang mati yank?
Ane : iya memang, tapi ditempatku dijadiin sayur juga.

Yani yang baru pertama itu mendengar tentang kelor yang bisa dibuat sayur terlihat kaget.
Dia mendekatiku dan melepas binder yang sedang kubaca.

Yani : serius yank??


Ane : apaan? ganggu orang belajar aja sih, tadi katanya mau masak?
Yani : itu kelor beneran bisa dibuat sayur??
Ane : serius sayang...ntr aku yang masakin deh. (aku mencubit kedua pipinya)

Dia kembali membuka bungkusan tempe garit yang dia beli di penjual sayur keliling yang
sering mampir kekostanya.

Yani : eh tapi yank? (dia berbalik melihatku)


Ane : apa lagi yank??
Yani : beli kelor dimana? prasaan gak ada yang jual kelor deh?
Ane : udah, ntr malem aku masakin sayur kelor..ntr aku minta di deket kuburan sana
kelornya.
Yani : ih...serem ah yank, gak usah.
Ane : hahahha...kamu ini ada2 aja. udah pokoknya ntr aku bawain kelor.
Yani : emang kamu bisa masak yank? (dia penasaran melihatku)
Ane : Ngece, gini2 aku jago masak.. (aku kembali sibuk membaca materi)
Yani : ih yank, kalo ditanya itu dijawab (kini bungkusan daun jati itu melayang keatas
binderku)
Ane : iya sayang, beneran..aku dari SMA sudah mulai kost...kost dulu ya komplit alat
masaknya, kompor, wajan, piring, periuk ada semua (jelasku melihatnya yang tak percaya)
Yani : trus kenapa gak pernah bantuin masak?
Ane : yee...emang kamu pernah minta tolong aku gitu? paling juga disuruh megang mangkok.
Yani : ya udah, sekarang kamu yang masak ya yank, pengen nyicipin masakanmu.
Ane : ya besok toh yo...kan besok masak sayur kelor
Yani : gak usah ah yank, takut aku, ntr malah kesurupan. (dia mulai bergidik pelan)
Ane : wkwkwkwkw...ya udah gak jadi..artinya aku gak usah masak kan.

Yani : yee tadi dah janji mau masakin aku

Dia kini duduk disampingku...dia meninggalkan tempe garit yang sudah di lepasnya dr
bungkusan daun jati itu.

Yani : yank...
Ane : hmmm (masih sibuk membaca)
Yani : yank...
Ane : kenapa lagi? (aku membalik muka melihatnya)

Hahahhaa, itu mulut dah dimonyong2in, dekat banget itu didepanku. Mulailah sang buaya
memainkan perannya. Yani yang sangat bernafsu dengan yang bibir ini akan lakukan, harus
menahan kecewa karena lagi2 kampret pengganggu.

"Wah enak nih ada tempe garit" suara joko dari luar kamar...ane yakin ini dia ngerti apa yang
kami lakukan, cuman sok2 polos aja gak tau apa2...wkwkkwkw

Aku dan yani sedikit kaget dan menyudahi yang kami lakukan, kembali sang buaya ini
membaca buku binder seperti tanpa dosa. Yani kini mengarah ke pintu.

Yani : heh, datang gak ngetuk2..ganggu orang aja (itu mulut ketus banget yak)
Joko : yee emang lo lagi ngapain??? (tanyanya tanpa dosa)
Yani : mau minta apaan lagi??? (gerutunya kini)
Joko : gak ada, mw ngajakin tuh cowokmu..(melirik ke arahku yang sok2 sibuk baca buku)
Ane : kenapa Jo? (hahay sok kalem buayanya)
Joko : PSan yuk, hendi gak tau ilang kemana, gk ada teman we
Yani : udah jgn maen game mulu, cari cewek sana. (lvl pedesnya 9,5 wkwkwkwkwk)
Ane : udah Yank ah, jgn kasar kenapa? (aku berdiri kearah pintu)
Yani : itu tu, uas aja gk belajar malah maen PS trus.
Ane : udah udah, sorry jo, kyknya gak bisa aku mw belajar (sambil menunjukkan buku binder)

Joko : yo wes, we main sendiri aja dah. (doi ngeloyor pergi)

Yani kembali mengubek2 tempe garit yang entah mau di apain itu..wkwkwkw...mau dicincang
kyknya..hapal aku polanya sekrang, tiap lagi asik2nya trus ada yang ganggu itu moodnya
langsung parah.

Ane : yank, aku masakin magelangan mau??


Yani : emang bisa?? (biasa masih ketus)
Ane : bisalah...malam ini kita makan magelangan ya, magelangan ala chef eri (tersenyum
manis didepannya)
Yani : beneran ya, awas kalo gak enak. (itu tempe makin ancur dibecek2 make piso
dapur...wkwkwkkw)
Ane : iya iya, yuk cari mie rebus dulu.

Dan dia menggandeng tanganku menuju kewarung. Tapi sore itu, tidak sempat dia bergosip
ria dengan emak2 penjual, karena lumayan orang yang belanja...aman, gak perlu ngeliat
rumpian emak2...

Akupun sore itu menjadi koki dadakan, pernah sih dulu dikostan waktu SMA buat yang
namanya magelangan...eh bukan magelangan kalo di kota asalku, lupa namanya, pokoknya
mirip magelangan lah kalo di yogya ini..

Perpaduan antara nasi goreng dan mie goreng...rasanya itu permisa....lah jadi pak bondan
gini...

Setelah berapa lama berkutat dengan wajan dan kompor, akhirnya terciptalah magelangan
yang kelihatan merah karena kebanyakan sambel ala chef eri...wkwkwkw...yakin ini yang
makan bakalan kena diare... Yani...siap2lah kau bolak balik kamar mandi nanti
malam..wkwkwkkw

Setelah meletakkan magelangan di piring, akupun menyiapkan air minum di mug yang agak
besar itu.. aku sudah sedikit lucu membayangkan apa kejadian selanjutnya terhadap
yani...Iseng lvl akut ku kumat ternyata...

"Tadaaaa" gayaku mirip kyk chef2 handal mengangkat hasil masakannya

Yani terlihat antusias dengan magelangn yang kini kubawa kehadapannya yang sedang
membaca catetan dibuku binderku.

Ane : ni dah mateng makan gih (aku meletakan magelang dipiring didepannya, tapi bukan
yani namanya kalo gak manja)
Yani : gak mau...suapiiin (manja seperti biasanya)
Ane : hadeh, mbok makan sendiri yank.
Yani : gak mau...(dan mulut monyongnya keluar, taroin pantat wajan di bibirnya enak kali
yak..wkwkkw)
Ane : iya iya ah gitu aja ngambek (akupun mengambil sesendok magelang)
Ane : a...a.... (aku mengarahkan sendok ke mulutnya yang monyong, saat membuka mulutnya
aku tarik sendok itu mengarah ke mulutku sendiri)
Ane : enak loh yank (sambil mengunyah2 magelangan itu)

Terjadilah adegan gelitik menggelitik itu lagi...ini magelangan dimulut mulai muncrat
kemana..

Yani : jorok ah, makan kyk gitu kemana2 nasinya (doi menjulurkan lidah setelah menggelitiku)

Aku meminum air yang ada dimug tadi, sial malah aku yang kena jahilannya. Aku
membersihkan nasi2 itu di sekitar bajuku.

Ane : ya udh, ini beneran deh aku suapin (mengambil sesendok magelang buat yani)

Satu dua suapan yani masih terlihat menganalisa rasanya...suapan ke tiga terlihatlah itu
mukanya mulai memerah kepedesan...nyahok...kena juga jebakan buaya darat...bathin ini
tertawa jahat.

Yani : yank air...huh..hah...air yank pedes...(dia mengipas2 mulutnya)


Ane : kenapa yank?? air apa?? (polos tanpa dosa)
Yani : yaaaaaank...minta air... (wkwkwkw...geli2 sendri aku ngingat ekspresinya waktu itu)

Akupun mengambil air di mug tadi dan menyerahkan ke yani, itu air se-mug gede langsung
habis. Dia malah mengambil air lagi ke dispenser. Bener2 kepedesan kyknya cewek ini...
Tapi dia kembali membuka mulutnya untuk kusuapin lagi...ya seperti tadi, tiap 2 suapan dia
kembali meminum air di mug...

Sekitar 20menit, penderitaannya selesai...magelangan di piringya sudah habis..dan dia


seperti mengeluarkan api dari mulutnya...entah berapa kali dia bolak balik mengambil air.
Modyar o Ni...sok2an kuat...geliku dalam hati.

Ane : enak gak yank (senyum kemenangna karena berhasil mengerjainya)


Yani : enak yank, tapi pedes banget (dia sesekali mengipas2 bibirnya yang merah padam
kepedesan)
Ane : besok aku masakin lagi kalo mau yank.

Dia menggeleng,tetap dengan mengipas mulutnya.

Yani : besok ajarin masaknya aja yank, biar aku yang masak...huh..hah..huh...

Ya begitulah kejadian nya...sejak saat itu ane gak pernah dimintain tolong oleh yani buat
masak lagi, tiap ane bilang pengen masak ini, dia langsung mengambil alih, ane cuman jadi
mandor yang menginstruksikan bahan2nya. Kapok dia ternyata gara magelang setan itu.

32. Mudik Kedua


Ketika UAS semester 2 selesai, aku sempat telepon kerumah dikampung, ada niatan buat
pulang kampung. Si Anita dikampung berpesan agar aku membeli hape diyogya. Kalo gak
salah waktu itu dia menyuruhku membeli nokiyem 7210i.

Setelah mengambil duit di ATM sekitar 2,5juta kyknya waktu itu, aku mengajak yani ke
galeria mall untuk menemaniku membeli hape tersebut. Setelah mendapat apa yang aku cari,
aku sempat mengajak yani jalan2 di galeria mall. tapi ya cuman keliling gak jelas sih, jadi gak
ada yang special.

...

Skip ke hari kepulanganku ke mataram.


...

Pagi2 aku sudah pamit dengan anak2 kostan, mereka cuman mengingatkan jangan lupa
oleh2 saat aku balik nantinya. Menjelang siang, yani mengantarku ke terminal jombor. Aku
sebenarnya sudh melarang doi ikut, ya bukan karena apa, aku paling malas yang namanya
perpisahan..walaupun perpisahan sebentar saja..karena kampus cuman libur 2minggu.

Tapi doi tetap bersikeras mengantarku waktu itu. Jadilah pas aku akan naek bus, dia
menangis2 seperti di sinetron2 itu..ah males banget jadinya..

Yani : yank, kangeen (beh belum juga dilepas pelukan udah kangen aja)
Ane : halah, pulang cuman bentaran koq paling 2 minggu dirumah.
Ane : udah ah, malu diliatin orang2 (aku melepaskan pelukannya)
Yani : ntr aku telepon ya kalo dah dirumah.
Ane : iya iya, dah ada juga kan nomor hapeku eh bukan hapeku ding, hapenya anita...
(aku menghapus buliran disudut matanya)

Dia mengangguk pelan, aku mencium keningnya dan melangkah naek kebus Safari Dharma
Raya. Terlihat dia dibawah melambai kearahku di atas bus. Hahaha...alay banget waktu itu
pokoknya.

...

Oke skip lagi, malas menceritakan gimana perjalanan...sebenarnya sudah mulai terbiasa
badanku kali ini, tapi ya masihlah rada2 mual sedikit...hehehhe..
...

Menjelang isya besoknya, bus safari sudah memasuki terminal mandalika dan seperti biasa,
ane kyk orang ilang disitu. Menunggu jemputan Anita. Tidak berapa lama, ane ngeliat mobil
yang pernah ane naekin dulu pas balik keyogya, yap itu mobil pacarnya. Akupun melangkah
kearah mobil itu dengan tas ransel andelan.

Saat berhenti dan mereka membuka pintu, terlihat juga disana cewek gila yang menghajar
kepalaku dengan gayung 6bulan lalu...wkwkkwkww..Marina marina...apa kabarmu..
masihkah kau ingat dengan sansak gayungmu pagi itu???

Seperti biasa, anita dan pacarnya menyalimi tanganku. Dan lagi2 si Marina terlihat salah
tingkah ketika mendekatiku..akankah dia memelukku atau dia telah menyiapkan gayung baru
untuk menghantam kepalaku??

Ternyata dia lebih memilih memelukku lagi...hahay tentulah sang buaya teriak kegirangan.

Marina : kakak eri, kangeeen (dia memelukku)


Anita : cie cie yang kangen2an (tersenyum bersama pacarnya)
Ane : udah udah, kangennya ntr aja, pulang dulu deh, badanku masih pegal (aku melepaskan
pelukan marina)

Setelah itu kami menuju kostan anita, tidak berapa lama kami sampai di kostan itu, aku
bergegas kekamar mandi karena sudah terasa diujung..kebelet pipis..wkwkwkw

Sesaat didalam kamar mandi aku seperti mengingat2 kejadian dulu ketika tragedi gayung
kamar mandi itu terjadi. Senyum2lah diri ini ketika kembali kekamar anita.

Marina : heh kak, senyum2 aja kyk orang gila (logat lomboknya keliatan banget, oiya kalo gak
salah dia ini orang lombok timur)
Ane : hehehhehe (garuk2 kepala)
Marina : senyum2 kenapa kak?
Ane : inget aja pas dulu kamu gebukin kepalaku make gayung di kamar mandi (aku
menjelaskan sambil sedikit senyum2)
Marina : kakak masih ingat ya, aku udh lupa padahal.
Ane : gimana bisa lupa sama cewek gila yang membuat kepalaku benjol (senyum mesum
polos andelan keluar)
Marina : ih kakak gitu ya, awas ntr aku pukul lagi biar tetap ingat sama aku.
Kami tertawa mengingat2 kejadian dulu.

Tak berapa lama, anita datang membawa makan malam kami ber-4 malam itu. Seperti biasa,
butuh waktu lumayan buat perut ini menyesuaikan rasa masakan lombok, ditambah sedikit
rasa mabok perjalanan jauh..Jadilah diri ini sedikit eneq dengan makanan.

Anita dan pacarnya kelihatan sangat menikmati makan malam mereka, ane liat dari tadi
marina senyum melihatku.

Ane : apaan sih ngeliat trus senyum2 gitu? (senyum buaya biasanya)
Marina : gk kok, geer bangat kak. (dia menjulurkan lidahnya...seperti marisa..ah, marisa
lagi..)

Sontaklah diri ini sedikit berubah ekspresi.

Marina : kak, pulang ke sumbawanya kapan?


Ane : besok paling. (sedikit tersadar dari lamunan tentang marisa)
Marina : jgn besok kak, kita jalan2 besok ya? kampus kamii juga udah libur, nanti kakak
pulang bareng Nita aja, gimana?
Anita : iya kak, besok jumat aja kita pulangnya, aku masih ada tugas yang belum selesai
(nyeletuk sambil sibuk dengan makan malamnya)
Ane : ya kalo balik kekampung sih gak buru2 amat, bisa ditunda. Masih pegal juga kalo
dilanjut ke sumbawanya (hahay pandai betul buaya ini mencari alesan, padahal mau ngembat
Marina yang ngajak jalan2 tadi..buaya emang gitu gan, cuekin aja.. )

Marina berhenti dengan segala aktifitas makannya, kini tanganya terangkat keatas,

Marina : asik besok kita jalan2 ya kak. (senyum girang)


Ane : emang mau kemana? aku gak tau daerah sini.
Marina : besok ke mall aja ya, jalan2 sambil cari makan.
Ane : oiya, dulu kan kamu janji nraktir aku makan..nah besok jadi traktir kan.
Marina : oke kak (dia mengedipkan sebelah mata genitnya)

Hahay keliatan lagi sifat anak kostnya, yang paling di inget itu pasti traktiran..anak kost
emang gitu..yo yang anak kost mana suaranya..

Sehabis makan malam, aku menyerahkan pesanan anita, hape nokiyem 7210i yang sudah
aku beli di yogya kmrn. Dan seperti orang2 pada umumnya dia sangat gembira dengan hape
baru. Stengah sebelas malam, diri ini sudah terlelap akibat capek perjalanan, tapi lagi2 itu
pintu kamar digedor.

Asek, marina kyknya mau nemenin buaya ini bobok...mayan pijet gratisan sorak buaya dalam
diri ini. Tetapi kenyataan berkata lain, bukan marina yang didepan pintu, tapi anita yang
menyerahkan hape barunya itu.

Anita : kak, ini ada telepon dari teman kakak di yogya.


Ane : siapa dek?
Anita : ini kakak tanya aja, aku mau tidur dulu (diapun meninggalkan ku dengan hape itu, dia
menuju kamarnya marina)

Ane : halo?
... : halo yank, udah tidur? (suara yani diujung sana)
Ane : belum sih, hehehhe
Yani : tadi siapa yank? suara cewek tadi yang angkat.
Ane : itu tadi nita, yang punya hape yank.
Yani : owh, kirain selingkuhanmu...

Halah, belum apa2 sudah nyangka ane selingkuh aja...emang aku sejahat itu kah???
Hellow, yani itu selingkuhanmu dari marisa...sadar diri woy buaya buntung...

Ane : jgn gitu ah yank, masa gitu aja cemburu.


Yani : yee geer amat, sapa yang cemburu (ane yakin itu mulutnya monyong)
Ane : telepon di mana yank? tumben.
Yani : ini lagi diwartel.
Ane : emang ada wartel buka jam 11 gini?
Yani : baru jam stengah 10 yank, jam mu salah kali yank

Oiya ane baru sadar, ternyata lombok - yogya itu berbeda 1,5jam kyknya kalo gak 1jam..ane
waktu itu liat jam weker dikamar anita soalnya.

Ane : sini dah jam 11 yank. Tumben belum tidur..


Yani : owh beda 1 jam yank. belum ngantuk, kepikiran kamu terus. (mulai manja2nya keluar)
Ane : kepikiran apa emangnya...hehehhe
Yani : pengen pelukkk...(menjadi2 lah manjanya itu)
Ane : hus main peluk2 belum muhrim tauk (iseng sang buaya keluar sodara2)
Yani : owh jadi gitu sekarang, ok besok2 balik keyogya jangan megang2 ya. (seperti biasa,
suara pedes lvl 9,5nya keluar)
Ane : yee emang aku balik kyogya??
Yani : yank?? jahat ih
Ane : beneran aku udah gak boleh balik ke yogya, tadi ditelepon sama ibu dirumah, gak boleh
balik keyogya lagi.
Yani :...

Isengmu keterlaluan woy, itu anak orang nangis lagi...sadarlah wahai buaya..
buaya..

Ane : yank halo yank...gak gak, tadi cuman becanda...halo halo..


.
.
Yani : jahat kamu yank..udah aku mau pulang.

Tut tut tut...

Wkwkwkkw...beneran ngambek anak orang...ah sudahlah paling besok telpon lagi...Akupun


hendak membaringkan diri dan meletakkan hp di lemari samping tipi. Dan terdengar lagi itu
ringtone khas pabrikan nokiyem itu. Kan kan doi nelpon lagi. Dan benar saja, tertera nomor
(0274) ***** dilayar 127x127 pixel itu.

Ane : halo ada yang bisa dibantu??


Yani : yaaank...kangeeen
Ane : ini dengan siapa ya?? (lagi2 iseng yang keluar)

Yani : yaaaaank...
Ane : anda siapa? apakah kita pernah ketemu? (wkwkwkwk buaya woy, ngambek beneran
anak orang)
Yani : jahat kamu yank.

Tut tut tut...itulah


terkahir dia menelpon malam itu...wkwkwkkw
tut...

Ane sengaja ngerjain, ane tau banget bakalan kemana obrolan kami selanjutnya. Ane bukan
orang baru dalam hal telpon2an kyk gini..nelpon ke hape itu nauzubilleh mahalnya..ane yang
nelpon ke nomor rumah marisa aja bayarnya mahal banget...wkwkwkwk..

33. Sehari Bersama Marina


Aku sepertinya teringat dengan kata2 yani barusan tentang selingkuh. Secara aku sudah
selingkuh dengannya di atas kepercayaan marisa yang jauh disana. Memang, sekarang aku
menyadari dihati ini sudah mulai bisa merasakan cahaya yani, walaupun tidak terlalu
bersinar seperti milik marisa. Tapi sinar itu seakan dapat memaparkan sedikit cahaya
berbeda di antara terangnya cahaya marisa.

Entahlah, aku masih bingung dengan rasa ini, benarkah rasa ku terhadap yani adalah rasa
sayang, ato hanya rasa prihatin atas masa lalunya..apakah aku sejahat itu kepada
marisa..ahhhhhh...hidupku mendadak rumit gini..

Malam itu dengan banyaknya pemikiran tentang cinta 3 dimensiku mengiringi kealam mimpi.
Eh..keren yak bahasanya...cinta
cinta 3 dimensi...hahay...otak
buaya ini lumayan kreatif kyknya...
dimensi
kreatif = kere aktif...
aktif

...

Pagi mnjelang, diri ini dibangunkan lagi2 oleh teriakan ringtone ciri khas nokiyem itu.
Ternyata itu panggilan dari paman di rumah, doi sudah pernah ane telepon dengan nomor ini
ketika dyogya. Akupun mengangkatnya.

Paman : halo Ri?


Ane : salam lekom paman gimana kabarnya?
Paman : waalaikumsalam, kapan jadi pulang kerumah?
Ane : paling besok, smlm anita katanya masih ada tugas yang belum kelar, jadi biar besok
barengan
Paman : oh ya udah..iya bareng2 aja biar anita ada temannya di jalan.
Ane : iya paman, salam sama bibi emak bapak..
Paman : ya udah assalamualaikum
Ane : waalaikumsalam

Tut tut tut...telepon


terputus.
tut...

Akupun bergegas mandi, karena badan masih sedikit pegal. Dengan peralatan mandi dari
dalam ransel, akupun bergegas menuju kamar mandi diluar kamar.

Ini kostan jam segini belum pada bangun, kebo juga penghuninya gumamku. Gagal lah diri ini
melihat pemandangan pagi2 melihat cewek2 lombok dengan celana gemes dan tanktop di
pagi hari..wkwkkwkw...ada maksud tersembunyinya juga ternyata...buaya buaya...ta kuliti
koe ta jadiin tas...hahay.

Setelah diri ini selesai mandi dan beranjak kembali kekamar, barulah ane sempat liat kamar
deket kamar mandi terbuka dan....sueger, cewek itu memakai pakaian seperti yang buaya
inginkan..mayanlah cuci mata pagi2...walaupun ceweknya lebih mirip emak lampir dengan
rambut urak2an.

Setelah memakai jeans dan kaos hitam dengan dagelan2 khas yogya itu, ane menyalakan
tipi..belum berapa lama melihat acara2 gak jelas, hape itu berbunyi lagi..siapa lagi yang
telepon hadeh..

Ane liat ternyata cuman alarm yang ane set di jam 7 pagi pas di yogya beberapa hari
kemarin..Selang berapa lama, pintu kamar digedor, anita saat itu masuk mengambil pakaian
putih khas perawat tempat dia kuliah.

Anita : kak, ntr jalan2 sama Rina aja ya, aku banyak tugas dikampus gak bisa nemenin.
Ane : iya, ntr juga paling tiduran aku dikostan, males sebenarnya mau jalan, masih capek
Anita : ya udah kakak tidur aja, gak usah jalan..ntr aku bilangin marina
Ane : eh, jgn gak enak sama dia udha janji juga semalam..gapapa deh (senyum buaya mesum
penuh siasat)
Anita : yaudah aku siap2 dulu kak, ntr kalo keluar kuncinya taro di atas jendela aja.
Ane : siap (mengangkat kedua jari ke alis kanan)

Anita pun menuju kamar mandi, 30an menit kemudian dia kembali mengambil tas khas
emak2nya dan pamit kuliah, sperti biasa dia menyalami tangan ane yang lebih tua dari doi.
Setengah sembilan, barulah marina yang terlihat cantik dengan baju kaos putih dan celana
jean 1/4 itu mengetuk pintu kamar yang sedikit terbuka.

:: ini koq semua cewek dibilang cantik..benar2 tukang ngibul nih tsnya...owh..tentu tidak,
cewek itu dibilang cantik gan, kalo cowok itu ganteng...kalo banci..au ah gelap...wkwkkwwk

Marina : kak, ayo sekarang jalan2nya. (doi masuk kekamar)


Ane : mw jalan kemana emangnya?
Marina : mmm...ke mall aja deh, aku traktir es krim gimana? (senyum manis polosnya siap
buat diembat buaya )
Ane : ayuk dah.

Wkwkwkkw...jgn sekali-kali diri ini dipancing dengan kata traktir, tentu diri ini tidak akan
menolak...anak kost kere gitu..hahay..

Kamipun berjalan menuju kejalan raya yang berjarak sekitar 5menit dr kostan. Dia
menghentikan salah satu angkot dikota itu, aku hanya mengikutinya dari belakang ketika dia
naik dan duduk disalah satu kursi.

Sekitar 15menitan sampailah kami di komplek pertokoan, ane ngeliat sih gak terlalu gede2
amat kyk diyogya. Mallnya juga seperti biasa aja. Maklum belum terlalu maju kyknya waktu
itu. Dia mengajakku kesalah satu depot es cream, dia membeli 2 buah es cream yang ane
lupa namanya. Dia mengajakku duduk disalah satu kursi disitu.

Marina : kak, semalam telepon dari siapa?


Ane : telepon semalam? yang mana? (mengelaklah sang buaya)
Marina : yang semalam kak, yang nita nganter hp ke kamar kakak? (dia antusias menunggu
jawabanku)

Ane : owh...yang itu... (belum selesai kata2 ini)


Marina : dari pacarnya ya?
Ane : hehehehe (cuman bisa garuk2 kepala gk jelas)
Marina : pacar kakak cantik gak?
Ane : eh..itu ice cream dimakan bukan dimain2in (mengalihkan pembicaraan)
Marina : gimana kak? cantikan mana marina sama pacar kakak semalam? (doi tersenyum
genit)
Ane : udah2 bahas yang lain kenapa.. (entah aku mendadak sensi jika terlalu disudutkan)
Marina : jawab dulu kak..
Ane : kalo sama yani kamu hampir sama, sama marisa kamu kalah jauh...(lirihku pelan)
Marina : kenapa kak? gak denger (dia tersenyum kecil)
Ane : udah dong, aku gak terlalu suka bahas kyk gini2..hehehhe (masih tetap berusaha
tersenyum)
Marina : ya udah, yuk jalan lagi (dia mengambil es cream itu dan menggandeng tanganku)

Hahay, beruntungnya sang buaya ini, digandeng cewek euy...moga ketemu pemburu buaya,
biar ditembak trus dijadiin tas itu kulitnya...

Tidak ada yang special sebenarnya, kami

hanya mutar2 gak jelas di mall itu. Sesekali berhenti di toko2 sepatu, trus lanjut lagi tanpa
membeli.

Beneran capek banget kyk gini ini, belum ilang capek dari perjalanan kemaren, ini di ajak
muter2 mall gak jelas lagi...hadeh..Menjelang sore sekitar jam 3 akhirnya marina terlihat
kecapean dan mengajak pulang. Bisa capek juga ternyata...wwkkwkwkw

Marina : kak, pulang yuk.


Ane : ayuk, kamu gak lapar Rin?
Marina : lapar sih kak, tapi ntr di kostan aja makannya. Tadi Nita katanya mau buat plecing
kangkung.

Whaaaat...plecing
kangkung lagi, kyknya gak deh, aku gak mau diare lagi yang ujung2nya
Whaaaat...
jadi tragedi gayung kamar mandi kyk waktu itu.

Ane : ya udah yuk balik.


Marina : gendong kak, aku dah gak kuat jalan. (dia mulai manja2 gk jelas)
Ane : hadeh, malu diliatin orang2 ah.
Marina : huuu...kakak jahat tega liat aku capek. (yang nyruh jalan2 tadi sapa coba...aku lagi
yang disalahkan...wkwkkwkw)
Ane : udah ntr pas masuk gang kostan aja gendongnya..malu aku dsini rame kyk gini juga
(berniat ntr kalo di angkot doi lupa)
Marina : beneran ya kak.
Ane : iya iya..

Kamipun berjalan menuju jalan yang tidak terlalu jauh dari mall itu, marina menghentikan
angkot yang sesuai dengan tujuan kami. Terus terang seandainya aku di bawa kearah lain
juga aku bakalan ngikut2 aja. asli ane buta dengan kota mataram ini.

Ane melewati mataram dan langsung keyogya waktu itu. Jadi jika ada yang nanyain tentang
wilayah mataram, ane sama sekali blank.Heheheheh.

Setelah turun dari angkot menuju gang, ane sudah bersiap2 sebenarnya menjadi kuli
gendong lagi, badan Marina juga gak terlalu besar soalnya. Dia pendek malahn, dia kalo
berdiri dengan ane skitar sebahulah.

Tapi, ane terselamatkan, doi kyknya sudah lupa dengan acara gendang gendongnya
tadi. Amannn. Sesampainya dikostan, kami sudah disambut oleh plecing kangkung yang bau
sambelnya itu hanya tercium bau cabe.

Marina menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya, dia sekarang make celana gemes dan
kaos oblong putih sedikit tipis. Hadeh, sungguh menggoda iman...untunglah ane udah
tobat..jadi tidak tergoda akan hal itu...

Anita : ayo kak, sini makan, dah ditunggu andi dari tadi. (dia mengambil piring)
Marina : sini aku ja Nit (beuh, ane serasa orang plg ganteng dewe diperebutkan marina
wkwkwk)
Ane : eh itu sambel plecingnya bisa dikurangi gak?
Anita : kenapa kak?
Ane : ya dulu kan gara2 plecing juga kepalaku digebuk Marina. (andi tertawa pelan
mendengar kata2ku barusan, dia baru ngerti kejadian dulu)
Marina : ya ampun kak, masih aja di ingat2 (dia sedikit kasar menyerahkan piring yang udah
diisi nasi itu)
Ane : iya iya gak lagi deh, udah..udah makan yuk...

Kamipun makan sore itu didepan teras kamarnya Anita. Tapi kali ini makannya biasa aja
karena itu sambelnya gak terlalu banyak..tapi yang buat gak enak, ane terlihat cemen dimata
Marina, gak berani sama pedes..wwkkwkw..buaya woy, sadar diri....

Pagi menjelang, aku dan anita kembali diantar oleh Andi dan marina ke terminal mandalika.
Setelah mendapat tiket titian mas, anepun menaikkan barang bawaan anita ke atas dikursi
sesuai tiket kami. Anita msh dibawah bersama pacarnya, dan marina terlihat gelisah lagi
disana. Ane tiba2 kepikiran gimana dulu pas doi ane tinggal ke yogya.

Ane : kyknya ada yang mau ditinggal nih (ane ngeledek andi)
Marina : kakak genit, godain aku terus (ke geeran)
Ane : eh geer, tu andi tu yang mw ditinggalin pacarnya. (melihat kearah andi dan anita)
Marina : owh kirain.. (doi menunduk malu)
Anita : Rin, ikut kekampung yuk, ntr biar bisa main sama kak Eri (ni ponakan balik ngerjain,
andi cuman senyum2 gak jelas)

Marina : besok2 deh Nit, aku maen ketempatmu.

Untung, marina tidak menggila lagi kyk pas dulu.

Tidak berapa lama, kernet bus menyuruh penumpangnya naek. Akupun mengayalami Andi,
Marina dan anita terlihat cipika cipiki, setelah itu andi memeluk anita dan..marina seperti
dulu, terlihat kikuk melihatku.

Aku sudah mengerti maunya, aku merentangkan tangan kearahnya...lagi2 buaya ini
mendapat pelukan hangat dari marina...dadah marina, jangan tertipu buaya lagi
yah...hahay..

Perjalanan itu lumayan tidak terasa lagi, badan ane sudah mulai terbiasa dengan perjalanan
jauh. Rasa kemarin dr yogya ke mataram seakan menutup derita di perjalanan kali ini.
Mataram - sumbawa hanya 7-8jam. Jadilah diri ini yang menjaga ponakan selama perjalanan.

Sore menjelang, pukul 3 kami sudah sampai dikota dan diterminal sudh dijemput oleh paman
serta kakak yang mengantar ane dulu.

Dan jadilah itu mudik ke-2 ane..

34. Cinta 3 Dimensi dan Dolphin

Seperti biasa, karena ini cerita ane di yogya, jadi ane skip ke waktu ane nyampe di yogya
lagi, karena ketika di mataram pas balik kyogya-nya Marina belum balik lagi dari rumahnya di
lombok timur, jadi tidak ada yang istimewa...hahay

...

Siang itu, ane sudah berada di pull safari di janti sana. Seperti pada mudik sebelumnya, ane
gk terlalu akrab dengan teman sebangku ane selama perjalanan karena kebanyakan waktu
ane abiskan buat tidur. Perjalanan sehari semalam itu belum bisa di tolerir oleh tubuh ane,
masih pusing kepala ini.

Ane memutuskan naik taksi lagi, lupa armada mana yang ane naeki waktu balik kekost. Dan
ane selamat, karena tidak kena oleh oknum supir taksi...masih sensi aja diri ini dengan yang
namanya oknum supir taksi.

Ketika sampai dikamar, aku melihat kamar yang sedikit berdebu karena ditinggalkan
pemiliknya selama 2minggu. Akhirnya setelah meletakkn bawaan, aku berniat membersihkan
kamarku.

Disela bersih2 itu, aku sempat menemukan kalung dengan manik2 dolphin pemberian marisa
di malam sebelum dia pulang ke medan.

Marisa sayang, apa kabarmu disana.


disana. Masihkah sama seperti dulu?

Menjelang magrib, diri ini sudah selesai membersihkan kamar. Akupun membuka tas ransel
dan mengambil peralatan mandi. Selesai mandi, saat hendak balik kekamar, aku melihat
kamar mas farid terbuka, ternyata dia sudh pulang dari kampung bidadarinya.

Ane : eh mas, dah nyampe yogya?


Mas Farid : udah dari 2hari lalu Ri, kamu kapan nyampe yogya?
Ane : tadi sekitar jam 2an mas, naek taksi tadi kesini.
Mas Farid : lah kenapa gak telepon aja biar ta jemput.
Ane : gak ada hape aku mas..piye mw nelpon.
Mas Farid : oiya ya, hahhaha
Ane : ya udah mas, aku pamit kekamar dulu, mau ambil oleh2 dulu.
Mas Farid : wogh oleh2 apa Ri?
Ane : madu mas, kebetulan aku bawa 5 botol aqua sedang.
Mas Farid : wah manteb itu Ri, bolehlah aku satu botol.
Ane : iya mas, bentar ta ambilin.

Akupun pamit kekamar buat ambil oleh2 khas kampung halaman. Setelah membuka kardus
mie instant khas orang kampung mudik itu, ane kembali kekamar mas farid.

Ane : ini mas, cuman segini gak terlalu banyak, lagi gak musim bunga dikampung.
Mas Farid : lah apa hubungannya sama bunga Ri?
Ane : katanya sih kalo bunga dikit, madunya juga dikit mas, gak tau juga aku..hehhehe
(garuk2 kepala)
Mas Farid : wes santai dah banyak ini.. suwun yo oleh2 e.
Ane : siap mas.

Aku pun kembali kekamar buat istirahat. Sesampainya dikamar kulihat kalung bermanik
dolphin itu, ah kenapa aku menjadi kangen dengan pemiliknya, cewek berkacamata
itu..kangen lumayan berat..sudah agak lama aku tidak menghubunginya.

Ah, aku telpon ajalah, sekedar mendengar suaranya, cukuplah sebagai pengobat rindu.

Dan melangkahlah diri ini kewartel terdekat. Dengan fasihnya tangan ini memencet nomor
telepn sljj itu.

Tut tut tut...suara


khasnya terdengar lagi.
tut...

... : halo, ini cyapa?


Ane : halo adek manis, mbak marisanya ada?
(ane yakin ini adek kecil waktu ane nelpon dulu buat pamit ke marisa untuk tidak
menghubunginya buat beberapa lama)
... : bentar ya om (wkwkwk..dipangil om, setua itukah diri ini..wkwkkwkw)

Terdengar suara adek kecil itu memanggil marisa, tidak berapa lama telepon itu terdengar
diangkat

Ane : halo yank, apa kabar?


Ibu : eh dek eri, apa kabar? (sontaklah aku sedikit kaget, malulah sang buaya saat
itu...wkwkkw)
Ane : eh ibu, baik buk, saya baik2 aja, ibu sendiri gimana kabarnya.
Ibu : sehat sehat, semua disini sehat.
Ibu : marisanya belum pulang dek eri, tadi dia dijemput temannya. Katanya mau belajar.
(isenglah diri ini mengorek info)
Ane : temannya cowok apa cewek buk, kalo boleh tau.
Ibu : tadi itu sama teman cowok, itu cowok yang naksir sama dia.
Ane : mereka sudah jadi pacar belum buk?
Ibu : loh bukannya dek eri ini pacarnya marisa. (deg..perasaan ini)
Ane : iya buk, hehehe, marisa cerita apa aja buk?
Ibu : ya marisa sering cerita sama ibu tentang dek eri..dia sering senyum2 sendiri pas
ceritain dek eri. Oiya, kapan dek eri mau ke medan, kasian marisanya sendirian terus malam
minggunya.
Ane : aduh...saya jauh buk, belum ada biaya juga buat ke medannya.
Ibu : owh..ibu heran, koq kalian bisa tetap pacaran jarak jauh kyk gini?
Ane : ya saya juga heran buk, saya kepikiran marisa terus tiap dsini.
(boong betul ini buaya satu, itu yani koe mau kemanain woy...orang lagi ngomong sama calon

mertua ini, berbohong demi kebaikan gapapa...wwkkwkwk)


Ibu : ya semoga aja kalian jodoh ya Nak.
Ane : amin buk, semoga demikian..Assalamu... (ane mendadak menghentikan omongan, ane
lupa kalo kami berbeda kepercayaan, takutnya membuat ibu tersinggung)
Ane : amin buk, saya pamit buk ya, salam sama marisanya.
Ibu : iya nak, nanti ibu sampaikan ke marisa kalo dia pulang.

Anepun menutup telepon itu, ini roman2nya bakalan galau ini, marisa masih sama seperti
dulu. Dia tidak berganti hati, dia tidak menduakan hatiku disana..tidak seperti aku yang
sudha menghianatinya. Ah, rumit lagi ini kepala dengan omongan ibu tadi.

Akupun berjalan menuju kostan..Itu


Itu wartel bayar dulu woy...udah
woy
tadi wkwkwkw...lupa ane
tulis..gak lucu ane masuk penjara karena tidak bayar wartel...

Sesampainya dikamar, tubuh ini terhempas penuh tekanan dikasur itu. Ucapan ibu tentang
marisa yang belum mendua sangat membebani hati ini.

Aku tau kesedihan ibu ketika dia menceritakan tentang kesendirian marisa tiap malam
minggu. Harus kah aku mundur demi kebaikan marisa?? haruskah aku menyudahi semua
ini?? Aku sudh terlalu jahat untuk marisa. Aku sudah menduakannya.

Ah yani, apakah rasa ini benar2 rasa sayang terhadapmu?? Atau ini semata2 rasa iba akan
kepedihan hidupmu?? Malam itu aku hanya luntang lantung dikasur, penat dibadan tidak
terasa karena peliknya pertanyaan dikapalaku. Ah, aku harus bagaimana??

Aku terbaring lelah dikasur itu, pikiranku melayang entah kemana, tapi kesadaranku belum
juga hilang. Aku harus tidur, setidaknya dalam mimpi aku bisa melihat senyum manis marisa.
Aku berjalan kearah meja disudut kamar, aku mengambil kalung dengan manik2 dolphin itu.

Aku kembali membaringkan badan, kupandangi dolphin kecil itu.

Apa yang membuatmu begitu istimewa di mata marisa?? Dia berpesan dulu, agar aku
menjagamu??
mu?? Kenapa wanita berkacamata itu sangat menyukai dolphin?? Apa yang
menjaga
istimewa dari dolphin ini??

Ah, aku belum memahami kenapa dolphin begitu berkesan di diri marisa. Aku harus
mengetahuinya, setidaknya aku akan sedikit mengerti tentang perasaan marisa dengan
mengetahui philosofi dolphin.

Entah berapa lama aku tertidur, terdengar suara pintu kamar digedor. Ketika bangun aku
masih memegang kalung dengan manik dolphin itu. Akupun beranjak kepintu dan
membukanya. Sedikit kaget dengan siapa yang bediri didepan pintu. Tanpa kata2 dia
langsung memelukku.

Ane : Ni, sejak kapan di yogya?


Yani : ih jahat, sekarang menggilnya nama ya? (dia belum melepas pelukannya)
Ane : eh...hehehhe...sejak kapan diyogya yank?
Yani : aku gak mudik koq. (kini dia melepas pelukannya dan mengajakku masuk lagi kedalam
kamar)

Aku sedikit kikuk dengan keadaan itu, entah kenapa..semalam aku seakan sangat terbebani
dengan semua hal tentang marisa, tapi cewek yang berada didepanku seakan memberikan
kehangatan berbeda.

Yani : itu kalung sapa yank? (dia mengambil kalung itu dari tanganku)
Ane : eh....hehhehe...itu kalung dari marisa dulu sebelum dia pulang.
Yani : kamu kangen marisa ya yank?

Aku hanya mengangguk pelan, mulut ini malu mengakuinya, malu dengan segala perasaan
yang telah yani curahkan untukku.

Yani : kalo sama aku kangen gak? (kini dia tersenyum manis)

Ampun Ni, maki2lah diri ini, aku lebih kuat menahannya, senyummu menyayat hatiku.

Kupeluk cewek didepanku itu, badanku kembali bergetar, tidak seperti malam itu, getaran
kali ini berasal dari hatiku yang bingung dengan kelanjutan semuanya ini.

Ane : aku kangen kamu. aku sayang kamu.

Dia membalas pelukanku, seperti kebiasaanya dia memeluk sangat erat. Baru kali ini aku
mengakui semua perasaanku kepadanya, hatiku seakan mengetahui apa yang dirasakannya
kini. tidak lagi kebingungan antara yani dan marisa.

Hati ini telah berucap sayang kepadanya. Cahayanya sudah bisa menerangi hatiku, dia
sudah bisa bersinar tanpa adanya sinar marisa disana.

Yani : makasih ya yank, makasih kamu sudah mau sayang sama aku.

Dia melepaskan pelukannya..dia tersenyum manis kearahku..

Yani : pasangin yank (dia menyerahkan kalung bermanik dolphin itu, sembari kedua
tangannya mengangkat rambut sebahunya)
Ane : tapi yank..(belum selesai kata2ku)
Yani : pasangin dulu yank, nanti aku kasih tau.

Akupun memasang kalung itu dileher yani. Dia kini berbalik sesekali dia memegang manik2
dolphin itu. Kini kedua tangannya memegang tanganku, terasa hangat genggamannya.

Yani : aku tau, kamu berusaha melupakan marisa saat sama aku yank.
Yani : aku tau, semakin kamu coba lakuin itu, maka semakin besar perasaanmu terhadap dia
Yani : aku gak akan merebut posisi marisa,
Yani : aku mau kau melihatku sebagai marisamu.
Yani : jadikan aku dolphinmu.

*Ane sebenarnya lumayan bingung dengan kata2 Yani...entahlah, kata2nya sedikit rancu...
ah, aku masih terlalu polos waktu itu..sudahlah

Lagi2 dia memeluk diri ini dengan ciri khasnya, pelukan erat yang bisa membuatku susah
bernafas.

Ane : udah yank, gak bisa nafas aku (suaraku terbata2 dipundaknya)
Yani : hehehe maaf yank, aku terbawa suasana (dia melepas pelukannya, dia menghapus air
matanya yang sempat mengalir ketika memelukku)
Yani : sana yank mandi dulu. tu aku masakin tumis kangkung dikostan. kamu belum makan
kan dari kemarin.
Ane : eh tau dari mana aku blm makan yank? eh bentar2 kamu itu paranormal ya? (isengku
keluar akhirnya)
Yani : yee, kemarin aku nelpon ke nita, dia cerita kalo kamu gak mau sarapan yank..pasti
diperjalanan juga kamu gak makan kan?
Ane : owh,kirain...ehehhehe (garuk2 kepala)
Yani : udah sana mandi dulu.

Aku mengambil handuk yang tergantung dibelakang pintu. Akupun melangkah kekamar
mandi, terasa sedikit bebanku berkurang, entah belum ada yang aku capai, tapi bebanku
terasa sedikit berkurang.

Sekitar 15menit, akupun menyudahi aktifitas mandiku, dengan sedikit bergegas aku
melangkah kekamar. Tidak ada yani lagi disitu. Aku hanya mendapati secarik kertas dari
sobekan binderku.

Wah kurang ajar juga ini cewek satu, maen sobek2 binder orang aja...wkwkwwkwkw

"Kalo kamu ingin melihat yani, sediakan duit 500juta sebagai tebusan..." beh yani
diculik....wkwkwkkw...salah itu cuman keisengan belaka...

Di sobekan itu tertulis kata2 yang sedikit susah ku baca, bukannya apa, tulisan yani agak
sedikit jelek..makanya butuh beberapa waktu aku mengerti arti tulisannya..wkwkwkwk

"Dengarkan hatimu, ikuti apa yang di ucapkannya...aku akan menunggumu"

Ah ni cewek dah tulisannya jelek, sedikit meniru2 marisa juga gumamku. Tapi entah sejak dia
berbicara ketika selesai memakai kalung itu, hati ini tidak merasakan kesedihan saat
menyinggung marisa.

Aku memakai baju biru dengan tulisan black soul didadanya serta celana jeans hitam
satu2nya...sebenarnya ane punya 2 celana jeans itam, tapi kemaren dikampung robek satu,
jadilah sekarang sisa itu celana jeans itam satu2nya...wkkwkwkwkw...cerita
.cerita apa
ini....sungguh kacau sekali...wkkwkwkw...biasa gan lagi gak jelas ini penulisnya...

Dengan pasti kaki ini melangkah kekostan yani. Dikamar itu kulihat pintu terbuka sedikit,
akupun melangkah masuk. Terlihat yani tersenyum disudut kasur.

Yani : yakin yank tadi jalannya kesini??


Ane : maksudnya apaan yank? (isengku keluar)
Yani : ya yakin gak? kamu baca kan yang aku tulis?
Ane : emang ada apaan sih? kertas ini kan? (aku mengeluarkan kertas itu dr kantong

belakangku)
Yani : iya, makanya aku tanya tadi yakin gak? (dia terlihat antusias)
Ane : tulisanmu gak kebaca yank (ini sudah agak susah nahan ketawa sebenarnya)
Yani : masa sih yank? coba liat (dia mangambil kertas ditanganku)
Yani : masa sih yank gk kebaca, ini kan jelas tulisannya.
Ane : iya yank, gak kebaca, tulisanmu jelek...weeeeek (aku menjulurkan lidah, lalu tertawa
hebat)

Yani yang menyadari keisenganku, mulai kebiasaan jahatnya, dia menggelitikiku


sejadinya2...

Ane : ampun yank, udah jgn kelitikin lagi..ampun.. (ini air mata geli dah netes2)

Yani berhenti menggelitikiku, dia melihatku sedikit keheranan.

Yani : kamu nangis yank?


Ane : eh,,,,(mengatur nafas, masih sedikit geli dengan gelitikannya tadi)
Yani : maaf ya yank..
Ane : apa2an sih, ini gara2 kamu gelitikin tadi...udah ah, makan dung, lapeeer (kini buaya ini
memanja seperti anak kecil)
Yani : oiya lupa..heheh..

Aku dpt melihat senyuman manisnya kini...Dia mengambil makanan untukku, tumis kangkung
yang dimasak dengan tambahan sedikit taburan cinta diatasnya... Hahay..bahasane
cok...dah cinte cinte an sekarang...biasa orang kasmaran emang gitu gan..susah
diatur...wkkwkkw

35. Philosofi Dolphin


Sudah 2minggu berlalu, kuliah semester 3 sudah mulai banyak praktikum. Ane ingat sore itu
kami praktikum mata kuliah Multimedia Web...eh benar gak yah...wkkwkwkw..iya iyain aja
yah..

Sore itu kami sudah berkumpul di salah satu warnet di jalan Timoho, utara lesehan tenda
biru tempat ane malam minggu pertama dulu dengan marisa. Ane dapat kelompok ke-4 kalo
gak salah, yani sudah selesai dari tadi karena dia di kelompok 1 bareng endang. Setelah
kelompok 3 selesai, kamipun masuk kedalam warnet itu.

Oiya, mata kuliah ini dibimbing oleh dosen muda, mbak dosen yang cukup manis dengan
kacamatanya. Kami pertama disuruh membuat email..setelah itu, kami disuruh mencari
artikel bebas kemudian mengirimkan ke email dosen tersebut.

Ane sebenarnya sudah sedikit familiar dengan yang namanya internet..cuman jarang praktek
aja. Ketika SMA, ane sempat les di dekat kostan SMA dulu.

Dari awal kelas 2 SMA ane sudah les hingga naik kelas 3. Dan kebetulan saat kelas 3 ane
dikasih kerjaan sama mas2 penjaga perpus untuk entri data buku yang baru di perpustakaan.
Lumayanlah waktu itu, ane jadi ada tambahan uang jajan.

...

Kembali ke warnet tempat kami praktek.

Sebelah bilik warnet tempatku, ternyata ada si kampret Eko...agan masih inget gak???
Itu loh, Eko yang waktu ospek yang ane ambil telurnya ketika ane pura2 ngeliat keatas
plafon, trus dia ngikut2 ngeliat. Eko yang waktu perjalanan ke Kaliurang sempat mabok
perjalanan itu loh...wkwwkwkw..ada di part Hari Penjajahan a.k.a Ospek kyknya...

Ane sebenarnya gk terlalu tau sifatnya si eko ini. Dan setelah hari praktik itu, ane menjadi
sedikit tau, ternyata dia maniak dalam hal bokep..parah....

Sesekali dari bilik sebelah ane dengar suara lirih si kampret maniak bokep, dia kadang kyk
bunyi "Waaaaaah" trus tiba2 dia tertawa geli...entah apa yang dia liat.

Dan ruangan warnet dilantai dua itu menjadi ramai ketika sang mbak dosen muda
mendatangi eko.

Mbak dosen : ehh...kamu ini, jgn mesum..ini waktunya praktik multimedia, bukan waktu buat
ngeliat yang lain.
Eko : iya buk, ini juga lagi cari artikel.
Mbak dosen : artikel apanya, kamu itu ngeliat gambar porno.

Sontaklah seisi ruangan lantai 2 itu tertawa mendengar kata2 mbak2 dosen yang sedikit
teriak memarahi eko.

Setelah selesai memarahi eko, si mbak2 dosen menghampiri bilik tempatku.

Mbak Dosen : gimana? Bisa tugasnya?


Ane : udah mbak, ini tinggal cari artikelnya aja. masih belum nemu (ane garuk2 kepala)
Mbak dosen : awas jangan kyk sebelah, kerjain tugasnya.
Ane : iya mbak.. (senyum manis khas ala buaya keluar)

Mbak dosen terdiam sejenak ketika melihat senyum sang buaya, dia duduk disebelahku di
bilik warnet yang tidak terlalu lebar itu. Dia kini menggandeng tanganku..dia mulai
memanja...ah udah ketebak ini...pasti cuman akal2an penulis aja...wkwkkwkwkw...akhiri
saja...

Mbak dosen pun berjalan mengecek teman2 dibilik lain, ternyata banyak diantara mereka
yang belum terbiasa dengan internet. Mklum waktu itu, masih pada cupu2 belum banyak
tingkah kyk anak2 jaman sekarang...hahay..

Aku teringat tentang kalung dolphin yang sekarang dipake yani. Iya, aku penasaran, dengan
manik2 dolphin itu. Apa yang istimewa dari se-ekor lumba2.

Dan jari2 ini mulai mengetik keyword "lumba-lumba" di yahoo search waktu itu. Maklum
email pertama ane dulu make yahoo..jadi yang kelihatan di page awal ya yahoo search..
masih blm terlalu kenal dengan si mbah google.

Ane mulai membaca2 artikel tentang lumba2..sudah lumayan banyak yang ane dapat. Tapi
phylosofi mengenai hewan mamalia laut itu belum juga ane temuin.

Ah, copas artikel sembarang ajalah buat tugas dari si mbak dosen. Setelah copas dan edit2
dikit di word, ane pun mengirim ke email mbak2 dosen. Karena tugas sudah selesai, diri ini
bisa tenang mencari apa yang membuat ane sangat penasaran.

Tidak puas dengan kata keyword "lumba"lumba-lumba" ane ganti keyword "dolphin" dan muncullah
sekian banyak artikel dalam bahasa inggris. Bah, ane kyknya harus belajar bahasa inggris
ini, banyak bacaan yang menarik pikirku.

Entah artikelnya apa waktu itu, ane sempat membaca tentang sifat2 sang dolphin. Dan ane
terbelalak di salah satu kelimat yang menjelaskan tentang sifat setia sang dolphin terhadap
pasangannya. Ane terjemahin ngasal waktu itu, karena blm fasih bahasa inggrisnya...
hehehhe

Kurang lebih seperti ini :

"Lumba"Lumba-lumba adalah makhluk yang paling setia dengan pasanganya..dia menyayangi


pasangannya melebihi dirinya sendiri...dia rela mati demi melindungi pasangannya dari sang
hiu yang setiap waktu mengintai untuk menghancurkan mereka"

Dan, meneteslah air mata sang buaya ini..wkwkwkwk...dasar buaya cengeng...

Ternyata itu sebabnya cewek berkacamata itu sangat menyukai dolphin..aku tau, segala
barang2 dikamarnya itu terdapat gambar dolphin. Dan dia benar2 memegang sifat sang
dolphin sampai sekarang. Bahkan saat dia jauh dari pasangannya kini. Dia tetap setia, tidak
mendua hati.

Apakah aku, yang sangat bodoh ini bisa memegang teguh sifat dolphin itu. Tidak, aku terlalu
jahat, bahkan kini dolphin yang marisa menyuruhku menjaganya, telah berpindah ke leher
yani.

"Heh kamu kenapa nangis??" suara itu mengagetkanku dari lamunan

Didepan bilik telah berdiri mbak dosen yang mengajar mata kuliah itu.

Ane : maaf mbak, mataku sedikit sakit kalo lama2 depan monitor (elakan sang buaya
sungguh lihai sodara2 )
Mbak Dosen : ya udah, kalo tugas sudah selesai boleh pulang. (dia tersenyum diatas
penderitaanku...halah...)
Ane : iya mbak, tadi udah saya kirim ke emailnya.
Mbak Dosen : koq barusan saya cek tidak masuk?
Ane : oh, bentar mbak saya cek dulu. (aku kembali sok sibuk membuka emailku)

Ternyata, itu email baru ane "compose" tok, belum ane tekan itu tombol "send"-nya. Untung
di ingetkan oleh mbak dosen, kalo gak ane bakalan dpt nilai D- untuk mata kuliah
itu...wkwkwkkwkw

Ane : udah saya kirim mbak, coba dicek. (ane garuk2 kepala)
Mbak dosen : ya udah kalo udah, silahkan boleh pulang.

Karena mata ane sudah berair akibat sengatan cahaya monitor...ngeles e cok..hahay...
anepun pamit ke mbak dosen untuk pulang duluan. Kamipun tidak cipika cipiki...karena ane
masih menghormati mbaknya sebagai dosen pengajar...wkwkwkkw..maumu mblo...

Setelah me-log off client di warnet itu, ane mengajak eko utk pulang. Malulah ane kalo pulang
sendiri, ane malu nanti ketika lewat di antara bilik2 warnet di lantai satu, banyak mata2 genit
cewek UIN yang menggoda buaya ini...wkwkwkwkkw..pede level akut.

Ane : Ko, balik yuk? (saat berdiri dpan bilik eko)


Eko : tar aja Ri, lagi asik ini (muka mesumnya terlihat)
Ane : ngeliat apaan Ko? serius betul kyknya (aku masuk dan duduk disampingnya)

Sontaklah eko terlihat kelabakan menutup jendela IE yang penuh dengan gambar (maaf)
wanita telanjang dengan segala model posisi menantang iman. Pantesan saja si mbak dosen
tadi teriak2 ngamuk gak jelas. parah parah..

Eko : ntran aku baliknya Ri, belum selesai tugas artikel ku.
Ane : gmn mau kelar Ko, orang kamu liat kyk gitu trus (aku cuman tertawa melihat muka
mesumnya)

Akupun meninggalkan bilik eko dan berjalan kelantai bawah, tidak ada cewek2 UIN disana,
hanya ada beberapa cowok yang mukanya terlihat sama dengan ekspresi si mesum Eko
tadi.

Wkwkwkwkw..warnet, surga para buaya dengan jenis hidung sedikit belang..tidak bagi ane
yang buaya jenis ekor buntung ini...hahay...sesama buaya jgn saling mendahului

woy...

36. Aku Manusia Bejat


Didalam perjalanan kekostan, aku kembali memikirkan tentang phylosofi sang dolphin tadi,
sesekali pikiran ini melayang ke medan dimana cewek cantik berkacamata itu kini. Entahlah,
mungkin mata ini berair dalam perjalanan itu, banyak debu yang terbang terbawa angin sore
menjelang malam itu. Mata ini sedikit kelilipan sehingga berair.

Ketika sampai depan kamar, aku sedikit kaget dengan kresek putih yang tergantung
dipegangan pintu kamar. Ah, aku diteror bom bungkusan kresek oleh oknum gak
bertanggung jawab gumamku. Aku sedikit takut2 mendekati kresek putih itu.

Aku mengelus dada, ternyata bukan bom, kresek itu berisi makanan yang telah yani masak.
Dan terdapat secarik kertas sobekan binder. Tentunya dengan tulisan yang butuh beberapa
lama aku baru bisa membacanya, iya itu tulisan yani...wkwkwkwk

"Yank, aku sore ini gak dikostan, aku ke kaliurang ketempat sodara, ini dimakan ya.. Love U"

Hahahhaa...yani yani, itu pintu gak aku kunci, kenapa gak kamu taro di dalam kamar aja,
untung arif gak ngeliat...kalo dia ngeliat bakalan tersisa kresek doang, makanannya hilang
entah kemana..

Akupun membuka pintu kamar yang dari awal pindah tidak pernah aku kunci itu. Tidak ada
barang berharga, hanya ada radio 2band serta gitar bututku. Setelah selesai mandi, akupun
membuka kresek dari yani itu. Terlihat menu komplit di tuperware warna ungu. Ada telur
goreng ada kering tempe dan nasi putih. Dia tau kesukaanku..kering tempe, dia sangat
senang memasaknya untukku.

Seperti biasa, aku sangat lahap memakan menu itu..yoi gan, makan gratis e, sapa yang gak
doyan..wkwkwkwk..

Malam itu, aku sempat tidak selera ketika di ajak keluar makan oleh anak2 kostan..ah elah,
tadi kan baru makan cok...maruk betul kalo makan lagi...wkwkwkkw..

Aku mengatakan

kalo sudah makan, ketika arif, mas farid, mas antok dan bung pila mengajakku makan diluar.

Aku memilih dikamar yang sedikit gelap dan menikmati remang2 cahaya lampu teras dari
pintu yang aku biarkan terbuka.

Jadilah diri ini kembali melangkolis dengan petikan gitar mengalunkan melodi menyayat hati,
hati
hahay bahasane galau tingkat akut ini..entah melodi apa, tangan ini bergerak gak jelas. Tapi
karena lagi galau gundah gulana, enak2 aja telinga ini mendengarnya.

Pikiranku melayang jauh lagi ke medan sana. Aku kini sedikit mengerti bagaimana perasaan
marisa terhadapku, lelaki jahat yang telah menduakannya disini. Aku mengerti rasa
sayangnya kepadaku. Phylosofi dolphin yang tadi sore aku baca seakan membuka mataku
yang sangat bodoh ini.

Aku kembali terpaku kearah pintu kamar yang terbuka. Terlihat bayangan cewek yang sudah
sangat kukenal itu. Dia berjalan kearahku.

Yani : yank gelap2an kenapa yank? lagi sedih ya? (dia kemudian berjaln kearah stopkontak
ditembok, dia menyalakan lampu kamar)
Ane : hehehhe, lagi kangen rumah yank.. (aku tidak berhenti memainkan melodi urak2an itu)
Yani : eh yank, udah makan? (dia melihatku dari kursi didekat meja)
Ane : udah yank. Makasih yah, tadi makanannya enak (aku berjalan kearahnya setelah
meletakkan gitar di kasur)
Ane : yuk kekostanmu, aku mau curhat (menggandeng tangannya,diapun beranjak dari kursi)
Yani : mau curhat apa emangnya yank? (antusiasnya)
Ane : udah, ntr dikamarmu aja.
Yani : nginap dikostan ya ya ya (dia mengangkat2 kedua alisnya yang terlihat jelas oleh lampu
kamar)

Ane : iya

Setelah menutup kamar, kamipun berjalan ke kostan yani..lagi2 yani tidak melepas
gandengan tangannya. Aku bingung, apa yang harus aku katakan ke yani nanti.. Aku merasa
bersalah dengan marisa, tapi aku juga segan dengan yani yang sudah sudi mencintaiku.

Yani seakan tidak memperdulikan aku yang selama perjalanan itu hanya diam saja
megikutinya. Dia sempat malntunkan nyanyian2 kecil dari mulutnya dengan suara pas2an.
Dia terlihat ceria. Semakin berat hati ini.

Seperti biasa, setelah 1menit berkutat dengan pintu yang sedikit sulit dibuka, akhirnya kami
pun masuk kekamar yani. Aku mengambil posisi bersender di sudut kasur dekat bantalnya.
Dia terlihat ke dispenser yang menyala indikator panasnya itu.

Yani : yank, mau kopi? (dia melihatku dengan senyuman, aku hanya menggeleng pelan)
Ane : gak usah yank, lagi gak nafsu.
Yani : trus yang buat nafsu apaan? (dia tersenyum genit)

Hadeh, ngapain juga tadi make kata2 nafsu...malah jadi kikuk gini kan.

Ane : eh enggak enggak..heheh (garuk2 kepala salah tingkah)


Yani : halah tumben gak mau, beneran?? (lagi2 dia mengangkat2 kedua alis genitnya)
Ane : udah ah yank, sini aku peluk aja.

Dia tersenyum dan mengarah dan menutup pintu kamar, dan berjalan kearah kedua
rentangan tanganku. Dia kini sudah berada didadaku.

Yani : kenapa yank? kamu kangen marisa? (dia mecari2 posisi enak untuk kepalanya
didadaku)
Ane : maaf ya yank.

Yani : kenapa harus minta maaf yank? kamu ini gak ngapa2in pasti minta maaf. (detak
jantungnya terasa pelan berirama)

Sekitar 5menit tidak ada suara, kulihat dia menikmati dekapanku. Sesekali dia menggeser
kepalanya menyamankan posisinya didadaku lagi.

Ane : yank..
Yani : iya.
Ane : kamu tau maksud dari dolphin di kalung ini (aku mengangkat manik kalung dilehernya)
Yani : tau..

Aku sedikit kaget dengan jawabannya barusan. Kini dia mengangkat kepalanya melihatku.

Yani : lumba2 itu hewan paling setia dengan pasangannya. dia tidak akan mencari pasangan
lain selama mereka hidup. jikapun harus mati, maka lumba2 akan hidup sendiri hingga
mereka mati.

Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya..

Yani : kamu masih belum bisa ya menjadikan aku dolphinmu? (matanya berkaca2 melihatku
kini)
Ane : maaf yank, sepertinya aku gak bisa seperti ini. Aku terlalu jahat buat kamu dan marisa.

Dia tidak membalas ucapanku, dia mengangkat badannya sehingga wajahnya kini sudh tepat
diwajahku. Dan terjadilah adegan yang belakangan sudah sering kami lakukan. Tangan serta
bibir ini sudah sangat tau apa yang mereka lakukan.

Sepuluh menit berlalu, dia menghentikan semuanya. Dia memegang kedua pipiku dengan
wajah memerah penuh nafsunya

Yani : yank, jadikan aku dolphinmu. Jadikan aku milikmu seutuhnya.

Tidak berapa lama setelah yani mengucap katanya, dia sudah tanpa benang di depanku, dan
tangannya kini membuka semua yang aku kenakan.

Dan terjadilah apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh manusia yang belum
menikah. Aku munafik jika tidak mengakuinya, aku sangat menikmati kenikmatan itu. Aku
tahu itu sangat terlarang, tidak jarang nenek beserta kedua orang tuaku menceramahiku
tentang hubungan seperti ini.

Tapi itu semua hilang oleh bisikan setan terhadap manusia yang sudah dipenuhi nafsu.

Entah berapa kali kami melakukannya, aku menyudahi semuanya ketika bayangan mentari
terlihat dari pintu angin kamar. Yani hanya tersenyum memandangku yang kini terbaring
disampingnya. Dia mengecup bibirku lagi sebelum dia mengajakku tidur.

Siang hari ketika aku membuka mata, tidak terlihat yani disampingku. Akupun mengenakan
pakaianku. Aku mengarah ke dispenser dan menyeduh nescafe, aku butuh kopi untuk
menenangkan diri.

Tidak ada sedikitpun rasa penyesalan atas perbuatan semalam. Aku benar2 bejat sekarang.
sekarang

Saat aku kembali ke kasur dan menyenderkan badan ditembok yang dulu sempat dialiri
darah segar tinjuku. Terlihat yani membuka pintu dengan rambut masih basah dan handuk
biru tua membalut badannya.

Dia tersenyum manis melihatku yang sedang menikmati kopi dicangkir kecil miliknya.

Yani : capek ya yank? (senyum genit itu terlihat setelah dia menutup pintu kamar, aku hanya
mengangguk pelan sambil menyeruput nescafe itu)
Ane : ada siapa dikamar mandi yank? mau mandi aku, sedikit gerah badanku.
Yani : gak ada yank, mau mandi sekarang? (aku mengangguk dan berjalan kearahnya)

Lagi2 yani menarik tangan dan menciumiku bernafsu, aku tau ini akan mengarah kesitu.
Akupun mengingikannya lagi, dan entah itu yang keberapa kami lakukan dikamar itu. Aku
sudah tidak bisa menguasai diriku, setan bejatlah yang menggerakkan semua otot tubuhku.

Suara azan dzuhur tidak lagi aku perdulikan, aku menginginkan kenikmatan itu. Lagi dan lagi.
Tidak ada pikiran lain diotakku ini, hanya ada lekukan tubuh yani yang penuh keringat
terpampang jelas.

Yanipun terlihat lemas dikasur itu, selang berapa saat sebelum azan ashar menggema dr
masjid. Aku mengecup keningnya dan menutup tubuh tanpa seutas benang itu dengan
selimut tipis disamping kasur.

Aku memakai kembali celana jeans biruku, aku mengambil handul yang terjatuh dilantai.
Kulangkahkan kaki ini keluar kamar menuju kamar mandi.

Terasa segar air yang berasal dari pipa milik PAM Yogya itu mengaliri tubuh yang penuh
dengan nafsu sesat. Banyaknya busa sabun yang kugunakan tidak mampu membersihkan
hasrat bejat yang masih menyelimuti.

10menit berlalu aku sudah berada dikamar yani sambil mengeringkan rambut yang mulai
panjang. Aku hanya tersenyum melihat cewek itu tertidur kelelahan dibalik selimut tipis putih
dengan corak garis2 itu.

38. Deritamu adalah Deritaku


Menjelang akhir semester 3 yang hampir bertepatan dengan Puasa tahun itu, diri ini seakan
mendapat sedikit cahaya untuk sejenak meninggalkan jalan itu. Kini yani lebih banyak
bersama teman cewek2nya. Dia sekarang sering memakai penutup kepala untuk pergi ke
majelis taklim.

Minggu kedua puasa merupakan hari terakhir uas semester 3 waktu itu. Yani yang tidak
pulang ketika libur semester 2 kemaren berniat pulang. Siang itu dikamar yani..dia sudah
diposisi favoritnya, menjadikan dadaku sandaran empuknya..

Yani : yank, besok minggu aku pulang ya? dah lama aku gk pulang.
Ane : eh, ntr kalo aku pengen gimana yank?? (senyum mesum tidak ada lagi polos2nya skrg)
Yani : ih kamu ini yank, pengen mulu, itu puasa batal ntr (dia tersenyum kecil)
Ane : kamu dikampung berapa lama yank?
Yani : ya paling 2minggu lebih, abis lebaran aku balik sini yank.
Ane : ah, lama banget yank.
Yani : gapapa ya yank, ya ya ya (matanya memelas melihat kearahku, akupun mengangguk
pelan)

Dia kembali mencari posisi nyaman untuk kepalanya didadaku

Yani : oiya yank, lebaran besok kamu gak pulang?


Ane : gak tau yank, belum ada rencana.
Yani : gak kangen apa sama orang rumah?
Ane : ya kangen sih, tapi gak tau males aja ngingat perjalanannya, jauh banget.
Dia kembali terdiam sejenak
Yani : yank, kamu udah berapa lama gak telpon marisa? (aku sedikit kaget dengan
pertanyaanya)
Ane : apa2an sih, udah gak usah bahas marisa.(sedikit ketus)
Yani : maaf yank, aku cuma pengen tau (dia menatapku yang tiba2 berubah sensi)

Yani : yank, jangan marah dong, maaf yank maaf (dia kini memelas memegang kedua
tanganku, aku sedikit tersenyum kecut)
Ane : udah ah, kamu gak jadi kemasjid?
Yani : ntr nunggu dewi, kyknya dia masih mandi.

Yani menepis tanganku yang sudah dengan sendirinya menjalar kearah bagian tubuhnya..
entah, sekarang kepala ini sudah tak bisa aku kontrol lagi.

Yani : yank ih, kamu itu puasa...ingat (dia meletakan lagi tangan jahil ini kerambutnya)
Yani : elus rambut aja ya, ntr malam deh yang lainnya (dia sekarang menggodaku, dia
mengerti jika diri ini sudah berubah sedikit marah, hanya dengan "itu" bisa
menenangkannya)

Tidak berapa lama, dewi sudah berdiri didepan pintu kamar yang terbuka, merekapun pergi
ke masjid dekat kostan yani. Akupun hanya tiduran di kamar hingga waktu berbuka puasa.
Dan seperti janjinya, yani malam itu mengajakku menyusuri lembah hitam itu lagi.

...

Menjelang hari kepulanganya ke sulawesi sana, yani mengajakku untuk mengantarnya ke


terminal lama (ane lupa, soalnya sekarang dah jadi terminal giwangan), seperti biasa, aku
sangat malas dengan yang namanya perpisahan.

Yanipun sedikit kecewa ketika aku tidak mau mengantarnya. Tapi karena melihat gelagat ku
akan marah akhirnya dia pergi sendiri. Kejam banget yak ane waktu itu...wkwkkwkw..parah
parah...

Dia menitipkan kunci kamarnya, dia gak mau aku susah mencari makan saat menjelang
lebaran nanti. Sebelumnya aku pernah menceritakan bagaimana susahnya mencari makan di
yogya ketika lebaran.

Menjelang minggu terakhir puasa, aku menelpon kerumah. Sekedar memberi tahu bahwa
aku tidak pulang lagi lebaran ini. Tapi, emak sedikit kberatan dengan keputusanku, akhirnya
aku dikirimi uang untuk membeli tiket mudik.

Hadeh, perjalanan menyiksa ini lagi. Tapi karena perintah dari emak sudah turun, diri ini
tidak berdaya. Lebaran tahun 2004 itu aku pulang. Tidak ada yang istimewa diperjalanan ato
dimataram, karena tidak ada Marina lagi di mataram, dia sudah berbeda kost dengan
anita..wkwkwkwk..gagal lah buaya ini memadu kasih dengan Marina...

Tapi lebaran di kampung halaman itu terasa banget loh, berbeda banget dengan waktu
lebaran diyogya. Ane ngerasa banget yang namanya kumpul2 dengan keluar dan sanak
family yang baru hari itu ane liat. wwkwkkw.. Lumayan banyak juga ternyata sodara2 dari
nenek ane..
...

Oke Skip yak, ane sedikit lupa kejadian pas lebaran itu di rumah...kita langsung ke yogya aja.

Sudah 3hari sejak aku kembali kyogya ini, kostan masih sepi. Belum ada satupun anak
kostan yang sudah kembali dari liburan dirumah masing2. Yani juga belum balik dari
sulawesi. Jadilah diri ini sendirian diyogya.

Dan seperti biasa, tiap kesepian menjalari diri, terlihatlah siapa sebenarnya yang merajai
hati.
hati Yap, siapa lagi yang merajai hati ini selain Cewek Berkacamata yang jauh di medan
sana.

Sore itu aku mencoba menghubunginya.

Tut tut tut...pagerku


berbunyi...eh salah..itu suara telepon wartel ding..wkwkkww..maklum
tut
gan, otak ini rada2 keseleo kena hawa panas yogya yang sudah terasa seperti kampung ane,
yogya udah 6biji mataharinya sekarang...puanas lek

Marisa : halo?
Ane : Halo...ini dengan Elizabeth Marisa S. ?? (iseng ini dengan sendirinya keluar)
Marisa : Yank...
Ane : benar anda Elizabeth Marisa S. (masih ttp isengku)
Marisa : yank aku tutup ya.. (dan terbukalah keisengan ku)
Ane : jgn dong yank...hehehhe...apa kabar cinta?
Marisa : baik yank, kamu gimana? sehat kan?
Ane : gk yank, aku lagi sakit..(iseng lagi)
Marisa : sakit apa yank? dah minum obat? dah periksa dokter belum? (khawatir bgt dia
ternyata)
Ane : aku sakit rindu yank..gak ada obatnya selain dirimu. (hahay buayanya gk ilang2
ternyata )
Marisa : ih...jahat yank...kamu tu becanda mulu (kyknya kalo deket aku dah dicubit2..sedikit
geer gapapa kan..wkwkkw)
Ane : maaf maaf..gimana kabar orang rumah yank, ibu bapak sehat.
Marisa : sehat yank..gimana? kapan ke medannya yank?
Ane : aduh gimana ya yank, aku belum bisa. kamu kan tau gimana keadaan ku sekarang.
Marisa : kangen yank, kangen pengen malam minggu sama kamu, kangen pengen meluk
kamu. (dan terdengarlah suara tangis di ujung sana)
Ane : maaf ya yank..kita gak bisa seperti orang pacaran laennya..maaf aku gak ada saat
kamu butuh.

Marisa : yank, sampe kapan kita kyk gini??

Itu adalah pertanyaan yang sampe saat ini belum bisa ane jawab..

Ane : maaf ya yank, aku gak bisa jawab..


Marisa : trus kita gimana yank?

Aku harus tegar, aku akan merelakannya bahagia..

Ane : yank..maaf ya, kalo aku harus begini.. (belum selesai ngomong juga...kalo deket dah
ane cubit itu pipinya)
Marisa : gini gimana yank?? (suaranya antusias)
Ane : yee..belum juga kakak selesai ngomong, dengerin dulu makanya.
Marisa : iya iya...hehhehe (dpt kubayangkan senyum manisnya dan mata cantiknya yang
berkaca-kaca)

Khem khem..tes tes 1,2,3...seperti biasa, sebelum bicara agak serius..wkwkkwkw

Ane : maaf mungkin aku gak akan bisa sampai datang menjemputmu ke medan, aku tidak
ada kemampuan untuk itu. Sekarang semua keputusan di tanganmu yank. Aku tidak akan
pernah bisa melepasmu..tapi jika kau melepaskan
melepaskan genggamanmu, aku akan merelakan
selama kamu bahagia..
Ane : kamu tetaplah permaisuri hatiku, tidak ada yang sanggup menggantinya..cahayamu
tidak pernah padam sedikitpun..percayalah, senyumku akan lebih lebar jika kamu
tersenyum..dan percayalah, sedihku
sedihku akan lebih perih darimu yang menangis..

Aku mendengar suara yang tidak ingin kudengar..suara tangisan itu...

Ane : jangan menangis sayang..hatiku tak kuasa mendengarnya.. Tetaplah tersenyum mesti
sangat pahit untuk kau rasakan, karena penderitaanmu tidaklah
tidaklah berbeda dengan yang
kurasa..

Terdengar suara tangisnya mereda, sepertinya dia menghapus kesedihan jahat itu dari mata
cantiknya..

Marisa : yank, makasih yah...aku kangeeeeen... (kini terdengar suara manjanya)

Seperti part2 sebelumnya, tiap ada kata kangen ditelepon, gak kurang dari 2jam kami
bercanda mengingat segala yang telah lewat ketika dia di yogya.

Itulah marisa kekasih hatiku..sesedih apapun yang melandanya, dia akan berusaha untuk
tersenyum dan tertawa saat bersamaku walaupun hanya lewat telepon. Malam itu aku
mengakhiri panggilan sljj itu setelah kurasa dihatinya sudah tidak ada tanda2 kesedihan
jahat itu.

Dan alangkah kagetnya diri ini ketika membayar di wartel itu..320an rebu...hancccoook...itu
beneran meterannya segitu...wah abis duit bulananku...bakalan makan sandal jepit ini
besok2..

Entahlah, lelaki macam apa aku ini, tidak mampu memberikan jawaban kepada wanita yang
dicintainya. Sudahlah, aku masih labil waktu itu..emang sekarang udah gak?? ya
masih..masih sering kumat labilnya..

...

2hari berikutnya , ketika aku selesai mencuci beberapa pakaian, si kampret arif baru
kelihatan, dia lagi2 membawa kemplang, kerupuk yang dari ikan itu..hadeh gak ada yang lain
apa oleh2nya.

Arif : eh cok, sini salim dulu...banyak dosa koe karo aku. (doi menjulurkan tangannya)
Ane : wogh, yang baru mudik, piye dapat cewek baru gak di bus tadi (ngangkat2 kedua alis)
Arif : salim dulu sini cok, koe kie ra sopan..wkwkkwkw...

Doipun berlalu kekamarnya setelah salaman ala anak muda yang kyk jotos2an itu...ah apalah
namanya salaman itu..gk tau aku sampe sekarang namanya...cuekin ajalah..pokoknya itu
ajalah namanya...kwkwkwkw

Setelah selesai menjemur pakaian tadi, akupun mengajak arif mencari makan siang itu. Saat
hendak kekamarnya.

Ane : wogh, itu hape sapa cok? nyolong di bus koe?


Arif : telek, itu mulut gak pernah makan kemplang makanya gak ada saringannya.
Ane : wkwkkwkw..bolehlah itu pinjem buat nelpon kerumah.
Arif : emang dirumah mu ada telepon cok?
Ane : ngeceee... ya gak ada sih, yang ada ya hape paman..

dan seperti biasa2nya kami tertawa lepas.

Ane : madang ra koe?


Arif : gak ah, masih kenyang aku, tadi dirumah baru makan.
Ane : lah, tadi naik apa kesini?
Arif : naek pesawat lah, emang koe kesini naek kuda.
Ane : wasyu i...yo wes ta madang sek.

Akupun meninggalkan arif yang sekarang mulai sibuk dengan hapenya..entah dia maling
dimana itu hape, paling dibandara...sudahlah gak usah terlalu dipikirkan..

Oiya, kyknya

mulai banyak itu hape sliweran di beberapa teman yang ane temuin waktu itu..tapi rata2
masih monochrome dan monoponik.

Trus aku piye?? ya ngono kui...masih make kaleng itu gan, yang make benang sebagai
kabelnya..nasib orang kampung ya gitu...

...

Pagi itu, kembali diri ini dikagetkan oleh pintu yang digedor2..ah arif kebiasaan nek pagi
sering banget ngajak ke burjo di perempatan dekat kost..itu pintu kamar juga gak pernah ane
kunci kenapa gak langsung masuk aja...

Aku yang waktu itu memakai celana pendek dan sedang pewe memeluk guling berteriak
tanpa melihat kepintu.

"Masuk aja gak dikunci" setengah teriak

Ceklek, pintu itu terdengar dibuka, tidak ada suara si kampret arif, palingan nek gak ngajak
makan, doi ngambil gitar. Ane cuekin aja. Mulai genit2 itu tangan dipinggangku. Aku
memukul tangan yang dari tadi nyolek2 pinggangku. Dah mulai genit ni kampret satu, salah
makan apa dia. Pasti minta jatah maho satu ini pikirku

Semakin lama semakin deres aja itu colekan, aku yang gak tahan terhadap gelitikan di perut
mulai membalik badan dan melihatnya.

Yani : yee bukannya jemputin pacarnya malah masih asik2 tiduran. (dia tersenyum manis)
Ane : kapan nyampe Ni eh yank? (pertanyaan basi, jelas2 doi baru nyampe, masih aja
ditanyain kyk gitu.. )
Yani : baru aja, aku turun didepan tadi, takutnya kunci gak kamu taro di atas jendela yank.

Aku mulai mencoba duduk, terlihat yani dengan tas ransel dan kardus lumayan gede. Wah
banyak oleh2 ini..

Ane : bawa apaan aja yank, itu kardus gede isinya apa? (sambil ngucek2 mata)
Yani : ye urusan makan aja cepet..gak kangen apa sama aku?? (senyum genitnya..adaww)
Ane : kangen sih..hehehhe (garuk2 kepala sambil senyum mesum genit)

Udah beda sekarang gan, udah gak senyum mesum polos lagi..dah berubah jadi senyum
mesum genit..hahay.. Diapun mulai memelukku, erat seperti biasanya..tapi tidak lama, dia
menyudahi pelukannya.

Yani : kuncinya mana yank? yuk anterin kekostan. (dia menjulurkan tangannya)
Ane : eh, istirahat dulu lah yank, ntr aku anterin, aku mandi dulu ya.
Yani : gak usah mandi yank, ntr dikostan aja, ntr aku kasih sesuatu (dia lagi2 tersenyum
genit)

Ane : apaan emang (antusiasku)


Yani : makanya anterin dulu, ntr aku kasih tau dikostan.
Ane : ya udh bentar ta cuci muka dulu.

Aku meninggalkan yani utk cuci muka, berapa menit kemudian aku sudah siap. Jadilah diri ini
kuli panggul mengangkat kardus yang lumayan gede bawaan yani dari kampungnya. Ini
kardus lumayan berat, pasti banyak ini makanan didalamnya..wkwkwwk..dasar anak kost
kere, pikirannya cuman makanan.

Aku menurunkan itu kardus didepan pintu kamar, dengan sedikit berjinjit aku menggapai
kunci yang sudah menjadi tempat kami biasanya menyimpan kunci kamar itu. Dgn sedikit
susah, akhirnya kamar itu terbuka. Lumayan berdebu setelah ditinggal pemiliknya beberapa
minggu.

Yanipun mengambil sapu dibelakang pintu. Dia membersihkan kamarnya, aku hanya duduk
dikursi depan, aku lihat kesekitar kost, masih sepi, belum ada anak kostan lain yang balik.
Sekitar 10menit beberes, yani mengajakku masuk. Aku mengangkat kardus dan membawa
kedalam kamar.

Hahay, saatnya membuka kardus dan menghabisi isi didalamnya. Aku tanpa pamit ke yang
empunya, mengambil pisau dapur di atas rak kecil itu, dengan cekatan tangan ini
mengarahkan pisau membuka kardus itu.

Terlihat lah didalam kardus itu..

39. Perubahan Yani


Terlihat lah didalam kardus itu hanya beras asal sulawesi yang di pack didalam karung kecil
tepung terigu..hadeh..berat2 bawa dari sulawesi sana, kyk diyogya gak ada beras aja
dah...

Ane : yank, makanannya mana? (ane melihat kearahnya yang sedang membuka jaket)
Yani : emang tadi aku bilang ada makanan yank?
Ane : hadeh, kirain ada makananya..heheheh (garuk2 kepala sang buaya)
Yani : yank tutupin pintu dong (dia tersenyum genit)

Aku pun sudah mengerti akan hal itu, melangkahlah diri ini menutup dan mengunci dari
dalam kamar. Mulailah tubuh itu terlihat tanpa seutas benang, lagi2 aku hanya mengikuti
kemauannya, tentunya itu juga sudah aku tunggu2 berapa minggu ini.

Terjadilah yang seharusnya tidak terjadi. Kedua anak manusia itu kini semakin larut
kelembah hina itu, seakan semua hasrat yang tertahan selama beberapa minggu itu tumpah
ruah dan terobati dalam lenguhan kenikmatan sesaat.

Aku melihat yani sangat menikmatinya, tidak ada ekspresi seperti sebelumnya. Aku sempat
tidak nyaman dengan ekspresi yang aku lihat diwajahnya saat itu. Dia sedikit berbeda. Tapi
diri yang sudah dikuasai nafsu sungguh tidak lagi dapat di ganggu oleh akal sehat sekedar
untuk mencari tahu yang yani pikirkan saat itu.

Menjelang magrib, kami menyudahi semuanya..yani terlihat tersenyum bahagia di atas kasur
tempat dia membaringkan tubuhnya kini. Aku sempat melihat dia menitikkan buliran air
mata.

Ane : kamu nangis yank? (aku mencium keningnya, dia menggeleng pelan dan tangannya kini
memelukku)
Ane : hey, kenapa yank? (aku memegang kedua pipinya kini, mengangkat wajahnya melihat
kearahku)

Lagi2 dia hanya menggeleng pelan, dia berusaha tersenyum, aku bisa melihat keterpaksaan
dari senyumnya itu.

Yani : maaf ya yank, aku udah sejahat ini sama kamu? (dia kini memegang tanganku yang
masih dipipinya)
Ane : ada masalah apa yank? ayo cerita (aku tersenyum)
Yani : gak ada koq (dia kini tersenyum manis dan kini dia memelukku erat, pelukan ciri
khasnya)
Ane : yank, aku gak bisa napas yank (suaraku terbata2 dibahunya, dia tidak melepaskan
pelukannya dia hanya merenggangkannya)
Yani : kamu ini yank, nyebelin, ngeselin,suka marah2, tapi kamu ngangenin yank.
Ane : emang iya aku pemarah yank??
Yani : hehhee, dikit..

Setelah melepas pelukannya, dia mulai memejamkan matanya. Aku mengambil doraemon
yang segede gaban, yani memeluknya. Aku menarik selimut tipis dengan corak garis2 itu
menutup seluruh tubuhnya. Dia terlihat sangat kelelahan dari perjalanannya dr sulawesi,
ditambah lagi dia harus melayani lelaki bejat ini.

Aku meninggalkannya yang sudah tertidur pulas, aku mengambil handuk biru tua dan menuju
kamar mandi..kostan itu masih sepi tidak ada penghuni selain aku dan yani. Sempat bergidik
dengan suasana gelap itu, aku cepat2 menyudahi aktifitas mandiku, dari awal masuk kamar
mandi tadi bulu kudukku berdiri.

Sesampainya dikamar, aku mendekati tubuh yang masih terlelap itu. Aku mencium pipi
kanannya.

Ane : yank, kamu gak mandi? (sedikit berbisik ditelinganya)


Yani : ... (dia semakin erat memeluk doraemonnya)

Kasian cewek ini, masa harus aku tinggalkan sendirian dikostannya ini, ntr kalo dia kenapa2
gimana?? mana tanggung jawabmu?? Hahay, sang buaya mencari pembenaran serta alesan
agar dia menginap dikamar yani malam itu.

Ane : yank, aku keluar bentar ya (masih dgn berbisik ditelinganya)


Yani : kemana yank (suaranya bergumam tertutup doraemon)
Ane : nyari makan dulu, kasian kamu itu belum makan, tunggu bentar ya
Yani : jangan lama2 yank, aku takut (dia sekarang melihatku)
Ane : udah, gak usah takut, ini peluk doraemonnya (aku meletakkan doraemon diatas
tubuhnya kini)

Diapun memeluknya, sekali lagi aku mengecup keningnya sebelum keluar mencari makan.
Ketika aku keluar dan sampai didepan jln gondosuli, lewatlah itu tukang nasi goreng dengan
gerobaknya..

"Buk buk buk" eh "buk2" apa "tuk2" yak bunyi bambu yang dipukul2 di samping gerobak itu.
Ah pokoknya suaranya mirip2 gitulah..

Aku memesan 2bungkus magelangan, saat itu aku

sempat senyum2 mengingat ketika yani memakan magelangan setan ala chef eri waktu
itu.

Setelah mendapat pesananku, akupun kembali kedalam gang menuju kostan yani. Aku
mengambil piring yang sedikit berdebu di rak itu, membersihkannya dengan tisu dan
menempatkan magelangan itu.

Ane : yank, makan dulu yuk? Itu ada magelangan.


Yani : ... (dia sedikit mendengkur, benar2 kecapean cewek ini, daripada dia sakit karena
tidak makan, akupun menggoyangkan tubuhnya berharap dia bangun)
Ane : yank bangun, makan dulu yuk, kamu ntr sakit kalo gak makan (aku semakin gencar
menggoyang badannya)
Yani : yannnkk, ngantukk ntr aja makannya.( tangannya kini berpindah ke badanku setelah

dia berbalik posisi tidur)


Ane : ntr kamu sakit yank kalo gak makan.
Yani : ntr aja ya makannya, bobo yuk. (dia menarik tubuhku, hahay..sang buaya tentu dengan
sangat gembira akan hal itu)

Malam itu seperti biasanya, yani menjadikan dada ini kasur empuknya. Aku hanya
memeluknya dan mencium rambutnya sebelum memejamkan mata malam itu. Huuuuuu
penonton kecewa, sang buaya lebih kecewa sebenarnya...tapi kasian yaninya, dia terlalu
capek waktu itu...

...

Telinga ini seakan mendengar alunan suara pas2an yani sedang membaca ayat suci yang
sudah lumayan lama tidak pernah kubaca lagi.

Aku sedikit kaget dengan pemandangan yang aku lihat ketika membuka mata. Terlihat yani
duduk bersila di atas sajadah sambil memegang kitab suci,...aku sempat takut pertama
melihat, aku kirain pocong, ternyata itu adalah yani yang sedang mengaji setelah sholat
subuh.

Diri ini sangat malu mendengar ayat2 suci itu. Diri ini kembali bergetar hebat, seakan
sekarang yani berdiri dengan lantangnya menghakimiku yang hina ini. Aku kembali
menangis..tangisanku ternyata menyita perhatian yani yang saat itu sedang mengaji. Kini dia
berjalan menghampiriku..

Yani : kamu kenapa yank? (sambil mengusap2 bahuku)


Ane : maaf yank, aku sudah sangat jahat terhadapmu (aku hanya menangis sesengukan
didepannya)
Yani : yank hey, jgn nangis, kamu itu cowok, cowok gak boleh cengeng.

Aku melihat cewek itu, dia hanya membalasku dengan senyuman manis. Setelah melepaskan
mukenanya dia kembali mengajakku tidur..kami tidak melakukan hal aneh2 lagi subuh itu,
aku hanya memeluknya sampai kami terlelap.

...

Sudah 2minggu berlalu sejak kejadian subuh itu, aku dan yani juga sekarang sudah mulai
jarang melakukannya. Sudah mulai diri ini bisa bergerak perlahan meninggalkan jalan kelam
itu.

Pagi itu, yani sudah berpesan untuk membantunya memindahkan barangnya ke kontrakan
baru di dalam gank dekat jalan kenari. Dia bersama 2teman lainnya memilih untuk ngontrak
sekarang. Entah kenapa, ane gk pernah tau alasannya.

Dengan lokasi kontrakan yang didalam kampung, otomatis dilarang oleh yang punya
kontrakan jika ada tamu cowok yang menginap. Sebenarnya aku sangat setuju karena dapat
mengurangi perbuatan yang sering kami lakukan. Tapi aku tidak munafik, aku sedikit berat
jika tidak bisa menikmatinya lagi.

Ah serba bingung, jadilah diri ini kyk sinetron2..sebelah kiri ada emak2 dengan tongkat dan
telinga lancip sebagai setannya dan sebelah kanan ada emak2 dengan sayap putih dan
buletan putih di atas kepalanya sebagai malaikat...ah...aku dikelilingi emak2 ternyata...

40. Arif Berkisah (1)


Awal semester empat ini, kami mulai PKL, ane dapat tempat PKL di jalan ke arah stasiun
lempuyangan. Lupa nama kantornya, kantornya itu pas depan tempat fitnes "Max Gym" di
jalan KomPol Bambang Suprapto.

Ane milih disitu karena waktu itu sang buaya yang tiba2 keluar dari air keruh. Ngerti kan
maksud sang buaya itu....ah pura2 gak tau...pasti para buaya yang baca lagi senyum2
memahami nya...

Kami PKL itu sudah dipilihin tempat oleh kampus...jadi mengenai tempat tadi, sang buaya
tidak mengambil andil apa2, sebuaya2nya dia masih baik koq...baik matane...buaya tetap
wae buaya..

Waktu PKL kami sih gak terlalu lama, cuman sebulan. Maklumlah kampus ecek2 mah kyk
gitu. Kami dibagi masing2 2orang di dalam satu kantor tempat PKL, ane waktu itu sama
Awan, cowok teman sekelas.

Karena ane yang gak terlalu terkenal dan sok2 cuek, jadilah ane kurang tau gimana sifatnya
si Awan ini. Minggu pertama PKL, sih emak2 dikantor yang jadi tempat ruangan kami pkl itu
masih sok2 ngatur kiri kanan. Tapi masuk ke minggu ke-2 dan seterusnya mulai kelihatan
sifat aslinya. Kerjaannya tiap hari itu ya ngerumpi. Sampe sekitar jam 3sore, kantor sudah
sepi. Tersisa cleaning service dan anak PKL kyk ane sama Awan ini..wkwkwkwk

Sore itu ketika kami hendak pulang..

Awan : Ri, liat tu, wah seksi Ri...ayo duduk2 depan situ (menunjuk ke kursi dari semen di
depan kantor itu)
Ane : ngapain Wan? (ane msh blm ngeh waktu itu)
Awan : udah sini ikut aja. (dia menarik tangan ane menyuruh duduk)

Awal2 sih ane cuman liat kejalan yang sore itu lumyan bnyk motor lalu lalang, tapi tidak
dengan Awan yang dari tadi melihat kearah bangunan seberang jalan itu. Dia ternyata
melihat pemandangan yang lumayan segar sore itu. pemandangan emak2 muda yang sedang
fitnes di lantai 2 bangunan itu.

Ane : Wan, biasa aja ngeliatnya wan, gak usah ngiler gitu. (isengku)
Awan : tu Ri, liat2 yang make baju pink...gede Ri.. (dia sesekali menghapus ilernya.. )
Ane : gak terlalu Wan, masih gedean yan sebelah kanan, itu yang make celana warna itam.
Awan : wah iya Ri..manteb ya.

Biasalah...buaya emang kyk gitu gan, gak bisa liat yang seger2 dikit. Ya begitulah tiap sore
hari berikut2nya yang kami lewati sehabis pulang PKL, tidak jarang kami nongkrong disitu
sampai magrib, semata2 untuk melihat yang segar2...buaya buaya, tobat woy...itu mata
lama2 belekan liat orang fitness trus..

Awan waktu itu kebetulan memiliki hape siemens jadul..entah seri brapa, ane lupa..maklum
otak rada2 kalo angka2 kyk gitu susah ingetnya, tp kalo angka 10rebuan dlm 1 kertas duit
itu...ane plg cepet pokok e..hahay

Dia menyerahkan hapenya, entah maksudnya apa? Mau nyuruh motoin dia lagi begaya, ato
mau selfie, itu hape jadul gak ada kameranya juga...

Ane : ngapain Wan?


Awan : itu ada sms dari nomor dewi.
Ane : lah ngapain aku yang baca? dewi mana lagi wan?
Awan : dewi teman sekontrakan cewekmu lah, memang dewi mana lagi?

Percakapan macam apa ini, pertanyaannya bertubi2..wkwkwkwk

Ane : lah, aku kan pacaran sama Yani wan, bkn sama dewi.
Awan : banyak tanya kamu Ri, tinggal baca. (dia dr td gk pernah memalingkan muka dari
lantai 2 Max Gym yang ditutupi oleh kaca putih jernih, sehingga dengan jelas terlihat emak2
muda bohay yang sedang fitnes disana....)

"Wan, Blg Eri, makanan aku taro di meja,jgn lupa di abisin. Mksh Wan, Yani"

Wkwkwkkw, mungkin pendek banget kalo sekarang SMS kyk gitu, dulu kyknya ane mesti
scroll berapa kali kearah bawah biar bisa ngerti maksud kata2nya, rada2 rancu juga kalo itu
dibaca sepotong2.

Oiya, sudah sejak Yani pindah kontrakan baru, tiap sore pasti ane dianterin makanan dalam
tuperware kecil modele mirip kyk bekal2 anak TK SD gitulah, tapi dalam porsi kuli...

Aku

menyerahkan kembali hape itu ke yang empunya..ini orang bener2 gak bekedip ngeliat itu
emak2 muda yang lagi fitnes..

Keisengan sang buaya timbul, pelan2 aku tinggalkan si Awan sore itu. Makan tu emak2
muda...bodo amat dia mau pulang jam berapa...paling juga sampe tutup itu Max Gym baru dia
nyadar kalo ane udah pulang duluan..hahay

Sekitar 20menit berjalan, tibalah diri ini didepan kostan. Terlihat disana seorang cewek yang
lumayan ane kenal, cewek pemalu yang memakai jilbab biru laut.

Wah, ngapain ya dia dkostan? Apakah dia sedang menunggu sang buaya ini pulang??
Apakah dia serindu itu terhadap candaan garing sang buaya ini?? Ini buaya satu geernya
makin menjadi2...tangkap woy...kulitin jadiin tas...

Secara perlahan tapi pasti, sang buaya merayap mendekati mangsanya...tidak ada riak air
ketika dia mulai muncul kepermukaan...hahhaha..bahasane cok..geli sendiri aku ngetiknya...

Ane : Imaaa..apa kabar? (nyolek bahu kanannya)


... : Maaf sapa ya?? (doi sedikit kaget berbalik kearah ane)
Ane : Eh...maaf mbak salah...salah orang aku maaf mbak..

Ternyata itu bukan Ima, dia cuman mirip jika dilihat dari belakang, dan cewek itu cuman
nunggu temannya yang sedang membeli beberapa peralatan tulis menulis di kios kecil bapak
kost. Hadeh, untung gak ane peluk dari belakang tadi, bakalan terjadi Tragedi Helm

Batok...

Anepun bergegas naek keatas kostan, malu banget ane sama cewek tadi, beneran deh..
sebuaya2nya diri ini masihlah ada kemaluan...eh...salah..masihlah ada rasa malu..

Seperti biasa, saat hari jumat menjelang, itu anak2 kostan sudah mulai dengan acara
pembukaan di barnya mas Antok. Wah, bakalan jadi sansak curhat gumamku. Mau alesan
kekostan yani, yani dah pindah kontrakan...hadeh...piye yak??

Mas Farid : Weesss...anak kuliah baru pulang jam segini..keren keren (dia pertama melihatku
karena dia duduk menghadap pintu)
Arif : kene koe cok, maen ps sek..
Ane : wah dah berapa putaran ini? (msih cengar cengir dpn pintu)

Bung Pila dan Mas Antok sudah agak asik ternyata..wkwkwkkw...

Ane : yo aku tak ganti klambi sek mas, ngko ta kesini lagi..

Aku pamit ganti baju kaos oblong dagadu andelan yogya itu, tidak berapa lama aku sudah
ngumpul dengan mereka. Dan mulailah acara mingguan itu karena sudah komplit
personelnya, sudah ada yang pemarah, sudah ada yang penakut, sudah ada yang super
bijaksana, sudah ada yg super cengeng dan sudah ada sansak curhat teler. hahay.. 5
sekawan kalo kata bung pila.

Menjelang pukul 1malam, 3 dari empat orang itu sudah tiwas gak jelas, mereka cuman baring
di bar mas antok..tersisa arif dan ane. Arif masih sesekali menegak sloki yang dia isi sendiri.

Ane waktu itu cuman maen PS "Dinasty Warrior 3" kalo gak salah, gamenya simple koq,

ketemu gebuk ketemu gebuk...gitu2lah gameplaynya...

Arif : Ri, gitarmu ada? (eh tumben2an dia manggil nama, biasanya cak cek cok, tanda2 udah
gak beres otaknya)
Ane : ada dikamar, kmrn pas yani pindah aku bawa balik. (tanpa mengalihkan pandangan
dari layar tipi)
Arif : nah, ambillah, kita duduk diluar sambil gitaran.
Ane : sek cok, dikit lagi mati rajanya.

Arif berjalan sempoyongan kedepan PS2 yang kami sewa waktu itu, maklum dikamar mas
antok cuman punya ps one. Dengan kaki kurang ajarnya dia mendorong2 itu tombol on/off
PS2..dan Ceklek ..ps itu mati...

Kampret kadal buntung buaya bunting...padahal dikit lagi itu "Lubu" mati...ah sial lah koe Rif,
mana belum sempat aku simpan tadi itu...

Dengan kesedihan yang mendalam akibat pertandingan di "Battle at Hulau Gate Front"
melawan "Lubu" itu tidak kelar, aku beranjak menuju ke kamar mengambil gitar. Arif dengan
muka tanpa dosa duduk di kursi depan teras sambil menyalakan LA bungkus 12 andelannya.

Setelah mengambil duduk di samping arif...loh koq samping2 kyk orang pacaran...ya gitu lah
gan, pesona sang buaya ini apabila sudah memegang gitar itu tiada duanya...mirip
pengamen jalanan banget pokoknya..

Arif : Ri, maenin dulu Bryan Adam ~ Please Forgive Me. (dia menghisap dalam LA itu, dan
menghembuskan asap putih tebal dari tenggorokannya)

Aku melihat gelagat yang berbeda dari Arif, kyknya dia bakalan curhat ini, jarang2 ane bisa
denger dia curhat. Akupun tidak bertanya banyak, aku hanya fokus memainkan lagu yang dia
bilang tadi. Mulailah jari ini memainkan melodi awal lagu itu, tidak macam2 sih kuncinya,
maklum ane gak terlalu jago..hehehhe.. A E Fm E D ...

Arif : pelan2 aja Ri, santai, gak usah kenceng2.. (ini kampret banyak maunya..belum juga
masuk lagunya...hadeh)

Aku mengulang pelan melody awal, seperti instruksi sang buaya galau disamping

A E Fm E D ..

Dan sejoli maho ini menyanyi pelan dengan suara seadanya..hahay romantis betul pasangan
maho ini...

It still feels like our first night together


Feels like the first kiss and it's getting better, baby
No one can better this
You're still holding on, you're still the one
The first time our eyes met, same feeling I get
Only it feels much stronger, I wanna love you longer
You still turn the fire on

Saat suaraku sedikit akan meninggi manyanyikan part Bridge lagu itu..arif terhenti..dia
memandang jauh ke gelap malam yang sedikit diterangi cahaya lampu jalan itu..Setelah
menghembuskan asap putih LA...

Arif : terusin lagunya Ri, gk usah brenti, pelan2 aja nyanyinya..aku mau curhat sambil koe
nyanyi..(berat suaranya kini)

Akupun menahan pekikan suara yang sedikit gak enak saat masuk part chorus lagu..dan
mulailah Arif mengisahkan kisahnya...

"Dulu aku kenal cewek Ri, cewek paling indah yang pernah aku temui"
"Dia tidak cantik, dia berbeda dari anak2 SMAku waktu itu"
"Dia adalah murid baru yang pindah dari bengkulu"

Dia berhenti sejenak..kembali menyalakan sebatang LA yang baru dia ambil dari bungkusan
12 itu..Aku tetap menyanyikan lagu Bryan Adam ..

"Aku tidak pernah mencintai cewek2 SMA ku..bahkan aku sampai saat itu tidak perduli
dengan yang namanya cinta"
"Aku tidak usah menceritakan berapa banyak cewek yang mengantri untuk memberikan
botol air ketika aku selesai bermain basket" dia terlihat tegak mengisyaratkan kesombongan
dirinya waktu SMA.
"Aku bahkan tidak dpt menghitung berapa banyak cewek yang menungguku saat turun dari
panggung setelah aku memainkan drum saat pentas dulu"
"Aku memandang mereka hanya menginginkan hal yang dpt membuat mereka populer
karena dpt menggandengku"

Lagi, dia terhenti, dia menghisap dalam LA yang tinggal beberapa centi di tangan kirinya itu.
Tidak ada lagi suaraku saat itu, aku hanya tetap memainkan kunci2 lagu itu.. Dia menatap
jauh lagi keseberang jalan didepan kostan..

41. Arif Berkisah (2)


Lagi, dia terhenti, dia menghisap dalam LA yang tinggal beberapa centi ditangan kirinya itu.
Tidak ada lagi suaraku saat itu, aku hanya tetap memainkan kunci2 lagu itu.. Dia menatap
jauh lagi keseberang jalan didepan kostan..

dii siang hari yang sangat panas itu"


"Aku masih ingat, anak baru itu terlihat berjalan pulang d
"Aku tengah memakai sedan tua ayahku waktu itu, di parkiran tadi juga entah berapa cewek
yang mengajak pulang bersama, tapi aku tetap menolak dengan beribu alasan"
"Aku melihatnya merasa sedikit iba, kenapa dia tidak naik
naik angkot untuk pulang kerumahnya"
"Setelah beberapa meter melewatinya, aku sengaja memelankan laju mobil tua itu"
"Ketika aku meliriknya dari kaca spion tengah mobil, dia terlihat sesekali menghapus
Hijau--nya"
keringat yang menetes dengan Saputangan Hijau

Arif terlihat meraba saku jeans pendek yang dia kenakan. Dia mengeluarkan sapu tangan
yang sudah sedikit pudar warnanya, bahkan aku melihat saputangan itu berwarna merah
darah..tapi seperti biasa, aku tidak bertanya untuk urusan seperti ini...

Setelah dia mencium saputangan itu, kembali dia memasukkan ke kantong belakangnya..

Arif : kamu pasti bertanya apa hubungannya dengan saputangan tadi kan? (dia melihatku,
sambil menyalakan rokok putih itu yang entah batang yang keberapa sejak tadi)

Aku hanya mengangguk pelan sambil tetap memainkan kunci2 lagu please forgive me itu...
Dia kembali terlihat menghilang kedalam kenangan lamanya...

"Aku menghentikan sedan tua ayahku, aku membuka pintu dan menyapanya, tidak ada
balasan dari ucapanku, dia hanya tersenyum"
"Kamu percaya yang namanya cinta pada pandangan pertama?, itulah aku saat itu"
"Aku jatuh cinta dengan senyumannya siang itu"
"Aku menawarkan diri untuk mengantarnya pulang, tapi dia menolak ajakanku"

"Benar2 sombong cewek yang belum aku tahu namanya itu"


"Aku tidak menyerah untuk mengantarnya pulang"
"Setelah aku mengunci pintu mobil, aku mengikutinya"
"Dia sesekali menengok kebelakang kearahku, tapi aku hanya membalasnya dengan
senyuman"
"Dia tetap melangkah seakan tidak ada aku dibelakangnya"
"Entah sudah berapa lama aku mengikutinya, dia kini berbelok masuk ke rumah dengan
pagar putih di jalan itu"
"Aku hanya tersenyum ketika dia mengunci kembali gerbang rumah"
"Aku berharap akan ada ajakan untukku, sekedar menawariku minum"
"Ternyata aku terlalu berbesar diri, aku sedikit kecewa ketika dia melangkah masuk kedalam
rumah"
"Aku dengan sedikit perasaan kesal kembali ke sedan tua ayahku"

Dia terlihat sedikit tertawa ketika membuang puntung rokok ditangannya ke jalan depan
kostan. Aku tau, dia tertawa karena kebodohannya waktu itu..

"Selama seminggu berturut, aku melakukan hal itu tiap pulang sekolah" Arif melanjutkan
kisahnya
"Selama seminggu itu pula aku mendapat kekecewaan yang sama"
"Hingga pada sabtu itu..dia berhenti ketika sudah didalam gerbang, dia sedikit kesal
denganku yang hanya tersenyum diluar gerbang rumahnya"
"Dia memberikan saputangan hijaunya, dia menyuruhku mengelap keringatku yang sudah
sangat deras mengalir didahiku sabtu siang itu"
"Tidak berapa lama setelah aku mennyeka keringatku, dia meminta kembali saputangannya"
"Tidak ada kata2 dari mulutnya, dia berjalan meninggalkanku kedalam rumah"
"Hari itu aku kembali kesedan ayahku dengan sedikit tersenyum, dan harum apel itu masih
sering tercium di hidungku, aku mencium harum itu dari saputangan hijaunya tadi"
"Aku masih belum mengetahui namanya, aku tak mau mendengar namanya dari teman2
basket dan bandku"

"Aku mau mendengar namanya dari mulutnya sendiri"

Ketika arif berhenti dengan kisah masa SMAnya, aku telah mengganti lagu yang aku
mainkan, kalo gak salah waktu itu lagu Why asal korea, tapi nyanyinya cuman dengan sedikit
gumam2, maklum gak ngerti kata2nya..heheheh

Arif : manteb juga koe nyari2 soundtrack Ri...terusin, curhatku belum habis (dia menepuk2
bahu kananku)

Tidak berapa lama Arif melanjutkan kisahnya...

"Senin itu waktu istirahat pertama, aku beranjak kekamar mandi sekolah"
"Aku kaget ketika menemui cewek itu sedang terduduk menangis"
"Aku mengangkat tubuhnya, aku dapat dengan jelas melihat pipi kirinya merah bekas
tamparan"
"Aku sempat tersulut emosi, siapa yang berani menampar cewek ini"
"Aku hendak mengajaknya keruangan BP untuk melapor ke guru yang waktu itu bertugas"
"Dia menolak ajakanku...aku tahu kesombongannya"

Arif terlihat tertawa kecil..dia menarik nafas panjang, melanjutkan kisahnya

"Dia menarik tanganku mengarah ke kantin...aku sedikit gembira ketika dia memegang
tanganku" arif kini tertawa sejenak..
"Ketika di kantin, dia baru menyebutkan namanya ketika aku memanggilnya "kamu mau
minum apa?"
"Namanya Rindi, indah seperti orangnya"
"Dia cerita tentang apa yang menimpanya tadi setelah beberapa teguk dia meminum teh
botolan yang kupesan waktu itu"
"Aku sedikit merasa bersalah, karena kelakuanku mengikutinya minggu kemaren dilihat oleh
salah satu kakak kelas yang aku tau kakak kelas itu menyukaiku sejak hari ospek"

Arif menarik gitar yang sedang aku mainkan..dia menyuruhku mengambil air dikamar,
ternyata dia sedikit haus saat menceritakan kisahnya tadi. Tidak berapa lama aku
membawakan gelas kecil dengan ceret biru dikamarku. Dia meminum beberapa gelas..kini
dia menyerahkan kembali gitar kepadaku.

Arif : Bryan Adam ~ Please Forgiv Me lagi Ri, enak lagunya.. (kembali dia menyalakan LA-nya)

Dengan fasih jari ini memainkan lagu itu lagi, yang entah keberapa kali, tapi kali ini dengan
sedikit santai dan hanya suara gitar, aku tidak mengeluarkan suara pas2anku, aku sangat
tertarik dengan kisah arif

"Rindi waktu itu menerima cintaku walaupun banyak kakak kelas yang sering melabraknya
ketika aku tidak ada"
"Aku sering melihat pipinya memerah bekas tamparan, tapi dia tak pernah mengeluh dia
tetap diam ketika aku menanyakan siapa yang melakukannya"
"Bukan sekarang ini aku minum2 dan mabuk2an Ri, aku sudah seperti ini dari SMA kelas satu
sebelum aku mengenal Rindi"

Arif melihatku yang antusias dengan kisahnya. Dia kembali melihat ke jalan, entah siapa yang
menggodanya dijalan yang sudah sepi malam itu. Ketika mengambil air tadi aku melihat jam
weker yg menunjukan sekitar pukul stengah 2.

"Rindi seperti seorang guru berparas indah menyadarkan ku"


"Sejak mengenalnya, aku mulai mengurangi kebiasaan burukku, aku lebih suka menolak
ajakan teman2 buat mabuk2an dan memilih dengan Rindi"
"Semakin lama, Rindi semakin jarang terlihat dengan bekas tamparan dipipinya, mungkin
yang melakukannya sudah tidak perduli lagi karena Rindi seakan tidak pernah memikirkan
tamparannya"

Arif terlihat menunduk..dia meneteskan air matanya malam itu..aku sedikit tidak percaya
dengan yang dia lakukan, aku masih ingat ketika dia mengerjaiku dulu saat pulang dari PS
dan menceritakan tentang Yessi.

"Aku sangat menyesal Ri, aku menyesali kebodohanku malam itu"

Dia terlihat menggenggam keras kedua tangannya sambil menunduk.. Tidak berapa lama,
dia mengangkat kepalanya melihat plafon putih diteras itu. Dia berusaha menahan air
matanya kini. Setelah menghapus air matanya, kembali dia melihat jalan.

"Malam itu, salah satu teman basketku Ultah"


"Seperti anak2 lain yang seumuran, aku pergi ke acara itu dengan ditemani Rindi"
"Dia terlihat cantik malam itu, dia mengenakan kaos putih polos seperti yang sering Lina
gunakan tiap hari"

Owh pantesan arif suka sama lina, mungkin karena mengingatkannya ke Rindi...otak polosku
mencoba menyimpulkan..

"Aku sedikit kembali menjadi aku yang belum mengenal Rindi malam itu"
"Dengan alasan tidak enak, aku mengikuti ajakan teman2ku yang mulai minum di ruangan
lain tempat acara itu berlangsung"
"Aku yang sudah mulai dipengaruhi minuman, sejenak lupa dengan Rindi yang masih duduk
dihalaman menungguku"
"Sekitar jam 10 malam, aku sudah sangat teler"
"Aku yang waktu itu memakai sedan yang sama ketika mengikuti rindi, mengajak dia pulang"
"Dia sangat marah ketika aku menghampirinya dalam keadaan teler"
"Aku yang sangat tidak suka diatur2 membalas semua amarahnya, semakin dia marah,
semakin keras aku memarahinya"
"Ketika kami berjalan menuju mobil, aku sempat muntah sebelum membuka pintu sedan tua
itu"

"Rindi mengajakku naik angkot untuk pulang kerumahnya"


"Aku yang sangat teler waktu itu malah memarahinya, dengan sombongnya aku berucap aku
tidak semiskin itu untuk naik sebuah angkot"
"Aku tetap bersikeras mengantarnya pulang dengan sedan tua itu"
"Rindi terlihat ketakutan ketika naik disebelahku di kursi depan"

Lagi2 aku melihat air matanya mengalir deras, bahkan lebih deras dari sebelumnya..Aku
menghentikan permainan gitarku yang dari tadi sudah tidak tau melodi apa yang aku
mainkan. Aku mengelus punggungnya sekedar berusaha menguatkan sahabatku ini.

2menit berlalu, dia mengusap airmatanya dan lagi2 memandang jauh kearah jalan seakan
ada yang memanggilnya..dia mulai bersuara...

"Aku sedikit merasa sakit dikepalaku saat membuka mata, aku saat itu memegang stang
sedan itu"
"Aku melihat kap sedan itu sudah tidak berbentuk dan sekarang mengeluarkan asap"
"Kesadaranku mulai kembali ketika rasa sakit mengaliri otakku, darah segar diseluruh
wajahku"
"Aku terperanjat melihat Rindi yang kini terlempar separuh badannya dikaca depan"

Arif berhenti bersuara, isaknya mulai dapat kudengar lagi..dengan berurai air mata dia
melanjutkan ceritanya

"Rindi bermandikan darah di tubuhnya, banyak pecahan kecil kaca mobil diwajahnya"
"Aku sempat mencabut pecahan kaca toko yang aku tabrak malam itu dari kepalanya"
"Aku sempat menarik badannya kelantai toko itu"
"Dia seakan tidak perduli dengan keadaanya, dia menyuruhku mengambil tas kecil yang dia
pake malam itu"
"Aku mengambil tas itu bawah kursi tempat rindi duduk sebelumnya"
"Dia mengambil saputangan hijau itu dan mengusap semua darah diwajahku"

"Tidak berapa lama setelah seluruh saputangan itu menjadi merah karena darahku, dia
terbujur kaku dipangkuanku"
"Dia menghembuskan nafas terakhirnya dengan tersenyum karena berhasil membersihkan
darah diwajahku"

Arif sungguh menjadi pribadi lain malam itu, aku tidak pernah melihatnya serapuh itu...
Dengan masih berurai air mata, dia meminta bantuanku untuk mengantar kekamarnya.. Dia
menghempaskan tubuhnya di atas kasur kamarnya..tidak berapa lama dia sudah pergi ke
alam mimpi.

Aku sempat menitikkan airmata saat kembali ke teras tempat Arif mengisahkan hidupnya
tadi.

Aku menutup bar mas antok, aku merasa sedikit capek mengantar bung pila kekamarnya,
biarlah malam ini dia tidur dibar bersama mas antok...sukur kalo sampe mereka pelukan..
biar heboh paginya...

42. Santi Sang Maba Manis


Sekitar agustus 2004, kampus kami menerima mahasiswa baru..entah itu benar gak
bulannya...ane rada2 lupa..maklumin yak...biasa otak rada2 kyk gini..

Tidak banyak mahasiswa baru tahun itu, ada sekitar 3kelas. Mungkin karena kebohongan
publik dari brosurnya sudah terbongkar, jadilah itu kampus ecek2 kesulitan menipu calon
mahasiswanya.

Ya gini omongan ane sekarang yang merasa kecewa karena sudah menjadi korban
brosur...kata2 ane dulu "Gak masalah dimana belajarnya, tergantung orangnya, kita bisa
belajar dimana aja bahkan dari semut aja kita bisa mempelajari bagaimana kerjasama" itu
sudah aus hilang entah kemana.

...

Ane sejak PKL beberapa bulan lalu sedikit kenal dan akrab dengan Awan, ya karena sering
duduk sampe magrib didepan kantor depan Max Gym itu...wkwkkwkw...selama sebulan
duduk berdua seperti sepasang maho melihat emak2 muda yang fitnes..

Oiya karena sedikitnya mahasiswa di kampus ecek2 itu, akhirnya ospek cuman dilakukan
dibelakang kampus yang lapanganya juga gak terlalu besar, jadi dengan sekitaran 150an
maba bisa terisi penuh dan terlihat rame. Emang bisa aja ini pengurus kampus ecek2 itu
dalam berkilah dan mengelabui maba-nya.

Hari pertama ospek, ane gak terlalu inget..ya iyalah gimana mau inget orang ane gak jadi
panitianya. Ane waktu itu lebih milih maen PS dan menjadi sansak curhat teler di bar-nya mas
antok. Yani dan Awan ini menjadi panitia ospek waktu itu. Karena yani yang jarang mampir
kekostan, beberapa bulan ini ane jadi lelaki tanpa belaian yani...ngarep e cok...

Tapi yang ane heran, tiap pagi yani masih sempat meletakkan itu bungkusan makanan di
pintu kamar, tapi ane tidak pernah memergokinya. Setiap ada niatan ane bangun pagi, pasti
aja itu makanan sudah duluan tergantung.

Ane sempat sedikit takut, jgn2 bukan yani yang masak, jgn2...ah sudahlah ane jadi merinding
sendiri...tapi yang buat ane yakin itu yani..ya dari tulisan tangannya yang masih susah ane
baca.

Sekarang pesannya di sobekan binder itu terasa biasa2 saja, tidak lagi ada kata2 "Yank"
"Love U" "Muaach".
"Muaach" Tapi ane gak ambil pusing, selama ada makanan..ane mah fine2
aja..wkwkwkkw..yooo yang anak kost dpt makanan gratis mana suaranya?

Oke kita ke hari ospek ke-2. Siang itu datanglah itu si awan kekostan ane. Dia minta tolong
buat acara terakhir besok sore di kampus. Acara siraman untuk maba. Bah ini acara koq
namanya siraman ya...kyk mau nikahan ato bersalin aja...

Awan : Ri, besok bantuin ya, kami kekurangan panitia ini.


Ane : emang mau ngapain Wan?
Awan : itu besok kan hari terakhir ospek..rencana kita mau buat nangis itu maba2. ntr
terakhir kita siram pake air bunga 7rupa biar kelihatan seperti adat2 jawa.
Ane : kyk acara apa aja? Yo besok ta bantuin..laporan Akhirku juga udah kelar wan.
Awan : wah aku belum Ri, baru beberapa lembar, belum aku kerjain. Sibuk pacaran
sekarang.
Ane : wogh, sejak kapan dapat pacar koe?
Awan : ada lah kemaren dpt cewek, gara2 sms nyasar.
Ane : wkwkwk...sikat wan, mumpung ada.
Awan : kamu sama yani gimana? masih?
Ane : biasa aja wan.. (ane paling gak suka kalo udah omongan kyk gini)
Awan : yo wes aku balik kampus dulu, masih ada acara sore ini.
Ane : seep wan.

Oiya mengenai Laporan Akhir, ini laporan kyk sejenis Skripsilah kalo di kampus2 gede, dan
semester ini rata2 angkatan ane udah pada buat laporan akhir. Kalo gak salah waktu itu ane
buat laporan tentang penyusunan berkas ditempat kami PKL dulu...ane udah lupa juga, jadi
gk usah terlalu ane ceritain yak...

...

Besok siangnya, ane yang mendapat tugas mencari kembang 7rupa sudah bersiap2 dengan
kresek berisi beraneka bunga yang pagi2 sekali ane beli di pasar talok. Melangkahlah kaki ini
menuju kampus yang lumayan jauh. Ketika sampai di gerbang kampus, sepi..tidak ada
orang..ah jgn2 ane dikerjain si awan gumamku.

Saat kaki ini beranjak kelapangan belakang, ane melihat si awan disudut lapangan itu tengah
duduk2 ngaso dibawah pohon beringin kecil..ane sedikit kaget sih, karena dia tengah
bercanda dengan yani. Akupun mendatangi mereka.

Ane : wan, ini bunganya taro mana. (senyum mesum genit sang buaya)

Yani dan Awan terlihat kikuk..kyknya tadi mereka tengah membicarakan hal yang serius.
Entah apa, ane blm paham dan terlalu lugu untuk hal itu...hahay

Awan : eh Ri, kapa kapan nyampenya? (ada yang aneh kyknya)


Ane : baru aja, tadi didepan sepi makanya aku lgsng kesini. (garuk2 kepala smbil melihat yani
yang tidak beda kikuknya dengan Awan)
Ane : gimana yank acara ospeknya? (tersenyum ke yani)
Yani : eh..anu.. (dan kata anu sepertinya menjadi sesuatu yang lucu di buaya ini)
Ane : anu apa yank? anunya siapa? anunya kenapa yank?? (senyum2 gak jalas)

Mereka saling melihat, dan tertawa yang sangat tidak enak untuk dilihat.

Tidak berapa lama, anak2 maba terlihat keluar dari dalam ruangan di dekat lapangan itu.
Mereka di suruh berbaris oleh kakak seniornya, ane bisa liat waktu itu yang paling sadis itu
ya si emak2 teman yani ngerumpi yang pernah ane tolak dulu..siapa lagi kalo bukan
Endang..wkwkkw..emang cocok dia jadi yg paling sadis...mukanya cukup mendukung.

Para maba itu di suruh duduk dan menulis di kertas yang mereka bawa entah nulis apaan.
Kasian juga ngeliat mereka, siang bolong dijemur ditengah lapangan itu. Mana lantainya dari
semen itu lapangan. Ane yakin itu pantat mereka pada kapalan abis itu karena panasnya
lantai lapangan.

Sebelum acara Siraman yang jadi acara pamungkas pada sore itu, kejadian yang sama kyk
dulu pas di kaliurang terjadi. Seluruh maba di suruh menyanyi2 gak jelas. Mereka sesekali
mendatangi senior untuk meminta tanda tangan dan menyerahkan kertas yang mereka tulis
tadi.

Ane hanya senyum2 melihat dari bawah pohon beringin kecil di tempat awan dan yani
ngobrol tadi, Awan juga sudah berubah galak kepada para Maba, ternyata dia menjadi senior
cowok bagian galak2nya...wkwkwkw..kalo aja para maba tau sifat mesumnya waktu PKL
pasti bakalan ngakak2 aja ketika dibentak.

Yani dari tadi seperti orang kebingungan melihat kearahku, entah dia jadi panitia bagian apa
waktu itu. Dia cukup santai dengan kerjaanya sebagai senior. Dia terus2an melihatku..Ah
ternyata dia kangen juga dengan buaya satu ini..hahay...

Dan datanglah seorang maba dengan model rambut dikepang 2...lucu ngeliatnya, muka
merah karena kepanasan siang itu. Dia menyerahkan surat. Apa2an ini???

Ane : ngapain dek?


... : ini kak surat cintaku (dia malu2 melihat kearahku)
Ane : aku udah punya pacar dek..maaf ya (ini kalo gak diliatin oleh panitia lain dah ane
embat...buaya woy...sadar woy ada yani disitu.. )
... : ini kak tolong diterima (dia menyodorkan surat cintanya)
Ane : maaf ya dek, aku bukan panitia disini, aku cuman membantu dikit, itu teman2 sbelah
sana yang panitia.

Ane baru keingetan, itu ya sama kyk kami dulu pas ospek di kaliurang, disuruh buat surat
cinta kepada seniornya. Tapi kali ini berbeda, mereka disuruh tulis siang itu, trus disuruh
kasihin langsung kepada seniornya.

... : gak kak, mereka galak2. Ini buat kakak aja suratnya. (dia tersenyum kecil, hmm manis
juga..embat embat embat..teriak sang buaya yang membaca.. )
Ane : bentar ya dek.

Ane menghampiri yani yang masih kikuk, entah kenapa ini orang jadi aneh.

Ane : yank, itu maba ngasih surat yang kalian suruh buat tadi, aku bukan panitia. masa iya
aku harus maju buat baca suratnya ntr?
Yani : i iya Ri gpp, di terima aja..
Ane : owh gitu ya sekarang manggil nama, jahat sekarang ya (aku membalik omongannya
dulu, sambil mengangkat2 alis)
Yani : eh, iya yank diterima aja gapapa (doi terlihat tidak nyaman, mungkin malu dengan
maba yang jadi incerannya...wkwkwkwk..dasar senior genit juga yani ini gumamku)

Akupun kembali ke maba cewek tadi.

Ane : ya udah tadi karena udah di kasih ijin sama panitianya, kakak terima ya suratnya.
(senyum penuh kemenangan sang buaya terpancar)
... : ini juga kak, sekalian tanda tangan. (doi menyerahkan kertas dan bolpoin)
Ane : tanda tangan buat apa ini dek? (ane beneran gk ngeh, orang itu cuman kertas kosong)
... : tulis nama kakak, trus tanda tangan. Ntr diatasnya aku kasih nama aku.
Ane : ya udah nama kamu sapa? (hahay akal2an buaya, gak skalian nanya alamat kostnya
biar enak ngembatnya ntr... )
Santi : santi kak. (oh doi namanya santi...hahay..tinggal kostnya dimana...tanya tanya
tanya...)
Ane : oke ini dah aku tanda tangani, sini duduk dulu. (ane nepuk2 itu kursi dari kayu)
Santi : gak usah kak, nanti kena marah senior endang. aku balik barisan aja.
Ane : udah duduk sini aja, ntr endang aku yang urus. (kasian euy, manis kyk gitu disuruh
duduk tengah lapangan sepanas itu, dasar senior galak, maunya menyiksa maba...buaya
woy, itu beneran maksudnya itu.. )

Diapun menurut, dia sekarang duduk didepanku di kursi kayu itu. Endang melihat kearah
kami, hahha...mau ngamuk2 kau senior jahat...sini kau, aku akan melindungi maba yang lugu
ini...jeng jeng pahlawan kesiangan siap mengangkat senjata demi maba tercinta...eh maba
teraniaya...

"Itu yang duduk2 di sana balik ke barisan, jgn mau enak2an kamu neduh
neduh disitu"

Seperti biasa, senior galak emang gitu, gak bisa liat maba memadu kasih dengan orang yang
pernah nolak dia...wah koq aku pas nulis itu ngerasa paling ganteng dewe ya...bhuahahahha
Itu si maba manis berdiri ketakutan karena suara endang dengan toa kecilnya, mirip Silfana
dlu. Ooo, tidak bisa, buaya ini tidak semudah itu melepas mangsanya.

Ane : kertas kamu tadi mana dek? Sini2.


Santi : buat apaan kak? (dia kebingungan cmpur takut)
Ane : udah siniin aja. (ane narik tangannya yang memegang kertas dan bolpoin itu, hahay, itu

tangan lembut juga ternyata, kasian kalo harus dijemur, sayang banget itu kulit
lembutnya...semakin menjadilah buaya buntung ini )

Aku pura2 aja menjelaskan sesuatu kepada si maba manis itu. Dia terlihat ngangguk2.

Ane : gini dek, anggap aja aku jelasin seseuatu, kamu ngangguk2 aja biar keliatan sama
senior galak disana. Masih panas itu lapangannya,kamu gak kepanasan apa??
Santi : iya kak, makasih ya kak. (dia tetap mengangguk2 gak jelas, gk gitu juga keleus,
keliatan itu pura2nya... )

Ane ngerasa orang jahat waktu itu, harusnya kan ane bantuin rekan senior kan ya..ini malah
bantuin maba..abis mabanya manis gitu sih, kan kasian kalo manisnya ilang karena cahaya
panas matahari siang itu...

Eits, yang buaya jgn kesindir ya, ane cuman sedikit menceritakan keadaan sebenarnya

waktu itu...sesama jenis saling akur yak, jgn saling berebut...

43. Kenyataan
Kenyataan Pahit
Dan tidak jauh berbeda dengan ospek kami waktu dulu di kaliurang, sekitar jam 3 sore
mereka disuruh berbaris di tengah lapangan yang sudah agak sejuk itu, cahaya matahari
sore sudah tertutup oleh gedung kampus dibarat lapangan itu.

Santi juga sudah dari 10menit lalu bergabung dengan barisannya. Kini barisan itu disuruh
duduk. Dan mereka terlihat santai dengan acara selanjutnya. Yoi, itu adalah acara
pembacaan surat cinta yang dikasih oleh maba kepada seniornya.

Dan tentulah agan bisa nebak sapa yang paling bnyk dpt surat cinta, yoi, senior yani tercinta.
Dan surat kebencian tentunya buat senior sok galak Silfana eh Endang dan senior Awan.
Lucu juga ngeliat tingkah para maba. Ternyata ane dulu pernah kyk gitu juga. Benar2 lucu
ngeliatnya.

Sudah jam 5 sore, itu hampir semua maba sudah membaca suratnya. Dan di sudut lapangan
itu Awan mangangkat tangan mengisyaratkan memanggil ane. Aku pun bergegas kearahnya.
Dia menjelaskan rencana acaranya waktu itu.

Awan : gni Ri rencananya.


Ane : gimana wan (antusiasku)
Awan : ntr pas abis magrib kan itu si Mukhlis baca puisi sambil mereka menyanyikan lagu
Syukur..nah ntr teman yang lain mematikan lampu di sekitar lapangan, nanti kamu dari
belakang menyiram mereka pelan2 dengan air kembang 7rupa tadi.
Ane : owh gitu..ok...ntr ta siapin air di ember.

Akupun kembali ketempatku memadu kasih dengan Santi tadi...di kursi dari kayu itu, yang
selanjutnya ane kasih nama kursi cinta maba...halah...gak jadi..kurang enak..ndak
kebongkar kebohongan buaya satu ini...

Ane menyiapkan air 2ember, tidak lupa ane memasukkan itu kembang 7rupa yang ane beli di
pasar talok pagi tadi. Sore2 dibawah pohon beringin trus nyium bau kembang 7 rupa
merinding juga...asem...

Seperti rencana yang telah di kasih tau Awan tadi, menjelang magrib, para maba disuruh
berdiri ditengah lapangan yang lumayan gelap karena lampu2 sekitar sudah dimatikan.
Terlihat dr dalam ruangan, Mukhlis membawa lilin, terlihat sangat terang ditengah kegelapan
dilapangan itu.

Seperti sudah dikasih tau sebelumnya, para maba mulai menyanyikan lagu "Syukur". Dengan
lantangnya Mukhlis melapalkan puisi yang menyayat hati itu. (ane beneran lupa kata2nya,
soalnya panjang banget..jadi gak usah ane jelasin isinya ya..hehehe)

Aku yang sudah ditugaskan menyiram sedikit para maba dengan air kembang 7 rupa, mulai
berjalan mengikuti Mukhlis mengelilingi barisan maba. Dia sedikit pelan di antara para maba
yang masih menyanyikan lagu Syukur itu. Semakin lama ini bulu kuduk bener2 berdiri. Entah
kenapa, tiap mendengar lagu Syukur itu pasti merinding parah badan ini.

Aku bisa merasakan hawa2 yang benar2 menyeramkan ketika aku menyiramkan air
kembang 7 rupa itu ke para maba. Sesekali mereka kedengeran sesengukan menangis di
sela2 lagu itu.

Asem i...ane merinding mengingatnya..skip yak, mana jam sgini juga...ndak malah kebawa
mimpi yang gk enak2...cemen betul buaya satu ini..

Sampailah aku dan mukhlis di ujung barisan, dan agan tau siapa di ujung barisan itu? Dia
adalah maba manis tadi siang..Kebetulan apa cuman rekaan TS nih? Kebetulan gan, ane gak
me-reka2 biar bisa ngembat itu maba...suwer deh..hahay..para buaya yang membaca terlihat
sinis...ampuni aku yang lugu ini...

Karena itu adalah maba terakhir yang akan ane siram, dan juga ini air di ember masih sisa
separuh, jadilah ane melepas gayung dan langsung menyiram sang maba manis itu dengan
sisa air kembang 7 rupa di ember..nyahok koe Santi..masuk angin masuk angin dah...kalo
kedinginan, cini peyuk2 ama kakak seniormu yang baik hati ini...hahay...

Setelah itu barisan semua sudah kena siram air kembang 7rupa, barulah itu lampu2 di sekitar
lapangan dinyalakan, terlihatlah si Santi basah kuyup..

Ane cuman senyum2 mesum melihat seragam putih hitamnya yang basah kuyup..terlihatlah
Santi yang mengigil...suwer gan gak ada keliatan yang lain..cuman doi yang kedinginan...
wkwkkwkwkw...buaya mah mikirnya beda aja...insaf woy ingat umur..

Setelah acara itu selesai, terlihat beberapa rekan Senior membawa gitar maju ke depan
barisan yang kini sudah disuruh duduk itu. Dan mulailah mereka menebar pesona.

Hahay dasar para senior buaya, keliatan banget mau menggaet para maba yang polos itu..
wahai maba, janganlah kalian jatuh ke dalam buaian rayuan para senior buaya itu...
bahaya...waspadalah waspadalah...ini ngomong apaan sih sebenarnya..

Aku dari tadi sempat mencari2 yani dimana, diri ini sedikit kangen sebenarnya. Jujur, sudah
hampir 2 bulan ane gak pernah ngeliat doi. Dulu yang tiap harinya bersama, kini melihatnya
aja gak pernah sedikit menyakitkan hati ketika tadi aku sekilas melihatnya.

Aku juga tidak mau dia malu dengan sesama rekan seniornya dan maba ketika aku harus
mengumbar kemesraan dengan yani karena aku kangen. Makanya dari tadi aku bersikap
senormal mungkin ketika melihat yani. Diri ini pengen banget sebenarnya bermanja2...tapi
apa daya..aku masih lugu, aku kan malu kalo diliat2 orang...bhuahahahha

"Kak, boleh pinjam almamaternya gak"

Aku melepas jaket almamater biru itu, aku menyerahkan ke asal suara itu dibelakangku.
Mata ini masih menyari2 keberadaan yani dimana.

"Makasih yah kak, tadi aku disiramnya banyak banget gk kyk yang lain"

Aku membalik badan dan melihat kearah belakang, terlihatlah Santi yang sudah memakai
jaket almamaterku itu.

Ane : eh santi maaf ya, kamu jadi basah gini..tadi soalnya kamu orang terakhir dibarisan.
(garuk2 kepala sambil masang senyum manis andalan)
Santi : iya kak, gapapa, aku pake jaketnya ya. (dia mengusap2 kedua tangannya)

Aku kembali melihat2 dan mencari keberadaan yani. Tidak lama, itu ada suara Endang
memanggilku ke depan para maba.

"Ri, kesini bentar.." suara endang didepan para maba sambil memegang gitar.

Ini ngapain juga si emak2 satu itu. Akupun dengan malu2 monyet maju kedepan para maba
itu. Sebelum kesana aku pamit dengan santi disitu.

Ane : bentar ya dek, aku kesitu dlu.

Jeng jeng jeng.. seperti pengamen jalanan khas malioboro itu, aku mengambil gitar yang
diserahkan endang. Mulailah pesona diri ini keluar ketika memegang gitar..itu para maba
yang cewek teriak2 gak jelas kearahku.

Maba cewek : kak itu resleting celananya kebuka...

Bah, mau keren gak jadi...malulah diri ini...wkwkwkkw...gak gak, itu cuma rekaan sang TS
buaya...

Endang : Ri, kata yani kamu bisa maen gitar...nyanyi satu lagu ya.
Endang : Benar gak adek2? Setujukan kalo Kak Eri menyanyikan satu lagu. (sok2an jadi
kakak ni orang manggil2 maba adek...emang sih dia tua setahun dari maba di kampus
itu..wkwkkwkw...bentar2...ane juga tadi kan manggil Santi dengan Dek ya...trus apa bedanya
ane sama endang...ah sudahlah...cuekin..)

"Nyanyi nyanyi nyanyi" suara para maba malam itu.

Iyalah, Eri yang penuh dengan pesona pengamen jalanan ketika memegang gitar, sapa yang
bisa nolak...wkwkkww..buaya woy, besar betul itu kepala...

Ane sedikit bingung..lagu

apa yang bakal ane nyanyiin..ah semoga dengan lagu itu ane nemuin yang ane cari2 dari
tadi..

Mulailah diri ini memainkan melodi awal SO7 ~ Berhenti Berharap,


Berharap suara sih gak terlalu
cempreng, gak terlalu fals juga, ya lumayanlah buat telinga maba yang haus belaian..
Lumayan bisa menghibur ketika ane nyanyi, para maba bisalah sing along dengan lagu yang
ane bawakan malam itu. Tapi mata ane masih mencari orang yang dulu pernah minta ajarin
kunci2 lagu tersebut, Yani dimanakah dirimu..kamu menghilang kemana??

Setelah mengakhiri lagu itu, aku pun membungkukan badan kepara maba itu, terlihat mereka
tepuk tangan. Rasa sedikit kecewa merayap dihati, tiada kutemui yang aku cari. Akupun
kembali ketempatku sebelumnya.

Dan disitu sudah menunggu Santi yang tersenyum sambil tepuk tangan melihatku.

Santi : mayan kak suaranya. biasa ngamen dimana kak? (asem ni cewek bisa ngelucu juga)
Ane : tau kan itu perempatan depan kampus? (ane isengin balik)
Santi : iya kak, yang sebelah sana kan? Kenapa emangnya kak?
Ane : ya dsitu aku sering ngamen dek..hahahhaha (aku tertawa tapi tidak bisa dibohongi ini
hati sedikit kecewa)

Santi agak memutar matanya mencerna candaan garingku barusan, setelah itu dia baru
tertawa kecil...lemot juga ni cewek manis satu.

Santi : kak nyariin sapa si kak? dari tadi aku liat kyk nyari2 orang? (dia ikut2an clingak2
clinguk)
Ane : eh enggak enggak, kamu ada liat yani gak dari tadi?
Santi : owh nyari kak Yani, ada tadi aku liat didepan sama kak Awan senior galak itu.

Deg...bodohnya
diri ini, tidak melihat segala kemungkinan dari tingkah laku mereka tadi
Deg...
siang saat aku datang dan mendapati mereka berduaan dibawah pohon beringin kecil itu.
Piye perasaanmu mblo..penak to..yo penak...hahahaha (ini ketawa pedih loh)

Ane : masa dek? dimana? (aku msh kurang percaya)


Santi : itu didepan tadi kak, pas aku ketoilet lewat depan. Mereka lagi duduk di bangku depan
itu. (jelasnya)
Ane : bentar ya dek, aku mau ngecek dulu (aku bergegas tidak memperdulikan Santi)

Sedikit takut dengan kenyataan yang akan terpampang depan mata, sedikit emosi oke ralat
bukan sedikit, diri ini sangat emosi jika harus melihat yani dengan Awan. Tidak berapa lama
aku telah berdiri tidak bergerak di depan lorong, aku melihat mereka berdua sedang
berciuman. Emosi akan kenyataan didepan mataku seakan mengambil alih seluruh kuasa
tubuh, aku hanya bergetar hebat. Jangankan untuk mengepalkan tinju, untuk melangkah saja
aku tak mampu..hanya luapan perasaan sedih yang kini sudah menyerang urat syarafku.

Aku menangis..itu adalah perasaan yang sangat sakit ketiga yang pernah aku rasakan,
pertama ketika yani menceritakan kisah kelamnya, kedua ketika arif menceritakan kisahnya,
dan yang ketiga ini lagi2 karena yani. Aku terduduk ditembok itu, terasa tangan sinta
memegang bahu kiriku.

"Kak, kak, kakak kenapa" suara teriakan itu sedikit memudar ditelingaku.

Tidak..aku tidak mau hilang lagi seperti saat mendengar kisah kelam itu. Aku berusaha
mengumpulkan segala kekuatan yang tersisa. Sedikit mengerjapkan mata, aku kembali
merasa seseorang menamparku, lagi2 tamparan 5jari mendarat dengan tepatnya di pipi
kiriku.

Yani benar2 pro dalam hal itu, dia sangat mengerti dimana otot muka didaerah pipi yang
dapat menyadarkanku. Dia duduk bersimpuh didepanku, Awan hanya berdiri dengan
ekspresi tidak enak memandangku yang mulai berusaha bangkit dari dudukku.

Aku tidak lagi menghiraukan yani yang menangis didepanku, entah apa yang dia ucapakan,
aku hanya melihat mulut Awan seperti mengucap sesuatu, entah...aku tidak paham dengan
isyarat mulut orang berbicara, aku tidak mendengar kata yang mereka ucapkan. Aku hanya
ingin itu semua cepat selesai, aku mendorong tubuh yani yang mencoba memegangku, tidak
lepas juga tubuh Awan kini yang aku dorong, ketika dia mencoba mendekat.

Aku melangkah gontai kearah kostan. Suara teriakan memanggil ku dari belakang tidak aku
hiraukan lagi. Aku tetap melangkah, jika langkah ini aku hentikan tidak tahu kapan aku akan
sanggup berdiri lagi.

Aku masuk kedalam kamar mandi dilantai atas kostan, tangan ini dengan sendirinya
mengambil gayung dan mengguyur kepalaku yang sangat panas. Aku teriak sangat keras
disitu. Setelah beberapa teriakan diri ini sedikit lega dan terduduk didalam kamar mandi.

"Kak kak, kakak gak apa2" suara itu terdengar mulai sedikit nyaring.

Masih sedikit bergetar badan ini ketika membukanya, terlihat Santi sedikit khawatir
melihatku yang basah kuyup waktu itu. Aku mengambil handuk di tempat jemuran, itu
handukku yang tadi siang kujemur sebelum kekampus terkutuk itu.

Ane : ini keringin badanmu. nanti kamu masuk angin (ketusku menyerahkan handuk)
Santi : kakak kenapa? (dia mengambil handuk dari tanganku, dia malah mengeringkan
rambutku)
Ane : heh, kamu itu yang basah, nanti kamu masuk angin, sudah pakai aja itu handuk biar
badanmu kering.

Aku meninggalkan Santi yang kebingungan didepan tempat jemuran. Aku berlalu kedalam
kamar, entahlah, aku sudah tidak tahu harus ngapain lagi...aku hanya mematung disudut
kasur..

44. Tersenyum Kecut


Aku meninggalkan Santi yang kebingungan didepan tempat jemuran. Aku berlalu kedalam
kamar, entahlah, aku sudah tidak tahu harus ngapain lagi...aku hanya mematung di sudut
kasur..

Tidak berapa lama, Santi mengikutiku kedalam kamar yang hanya diterangi cahaya dari
lampu teras depan. Aku tadi tidak mengunci kamar..aku berharap ada orang yang sekedar
prihatin mendatangi dan mengelus punggungku, mengurangi sedikit beban ini.

Santi : kak, kamu gpp? (aku melihatnya skeptic, pertanyaan bodoh..bahkan anak kecil
mengerti kalo aku lagi kenapa2)
Santi : kak, itu bajunya basah..ganti dulu kak, nanti kakak masuk angin. (dia terlihat salah
tingkah dengan pandanganku)
Ane : udah dek, sana pulang..aku pengen sendiri.. (kini aku menunduk, entah lah aku
bingung dengan perasaanku sendiri)
Santi : iya kak, tadi aku dah minta jemputin cowokku kak. Paling bentar lagi nyampe sini. (dia
terlihat mengeringkan rambutnya)

Aku mengangkat wajahku kearahnya, dia hanya sibuk kecermin sambil mengeringkan
rambutnya. Aku berdiri menyalakan lampu kamar. Hati sudah kelam seperti ini ditambah
gelap2an dikamar...ndak ada yang keluar dari air keruh itu..

Santi : kak, aku gak habis pikir, koq kakak bisa diselingkuhin sama kak yani. (dia melihatku
dari cermin lumayan besar itu, dia tetap mengeringkan rambutnya)
Ane : udah gak usah dibahas. (Aku menarik kursi, mengambil duduk mengarah keluar kamar,
masih berharap akan ada yani yang datang sekedar untuk menjelaskan)
Santi : kakak sayang ya sama kak yani? (lagi2 tanpa menoleh)
Ane : udah dek, sana pulang, bentar lagi gerbang kost di kunci, gak enak kalo kamu harus
keluar malam2 dari sini (elakku mengalihkan omongan)

Santi : emang gerbangnya tutup jam berapa kak?


Ane : plg jam sembilan. (aku melihat jam tanganku terlihat sudah stengah 9)

Aku beranjak dari kursi, sekedar mengantarnya kedepan kostan. Santi yang masih
memegang handuk sempat berhenti di tempat jemuran dan menggantung handuk ku. Dia
juga melepas jaket almamater yang sudah basah itu.

Ane : udah..jaket almamaternya di pake aja, kasian kamu masuk angin ntr.
Santi : gak usah kak, tadi aku dah sms cowokku suruh bawa jaket 2.
Ane : owh..kirain kamu mau make stelan kyk gitu sambil naek motor.

Setelah santi selesai menjemur almamater dikawat jemuran, kamipun beranjak kedepan.
Terlihat disana diseberang jalan seorang cowok melambai kearahku....eh...itu cowok genit
bener yak? emang aku buaya apaan..

...

Ternyata itu pacarnya Santi, dia melambai ke pacarnya yang disampingku, bukan melambai
ke aku...kan kan..udah kegeeran buayanya ini...orang patah hati itu susah gan..jgn di
marahin..ntr tau2 mewek...hahay...mati saja kau buaya, mati...

Santi : kak, aku duluan ya tu cowokku udah datang. Makasih ya tadi siang udah bantuin.
Makasih juga tadi jaketnya. (dia tersenyum manis lagi)
Ane : iya sama2 (senyum kecut terpaksa)
Santi : jgn lupa nanti bajunya kakak ganti, awas masuk angin..jgn sedih lama2 ya kak..dadah

Dah kyk emak2 aja nasehatinnya..cewek itupun menyeberangi jalan yang tidak terlalu rame
malam itu. Terlihat dia berbicara sebentar dengan pacarnya, kemudian dia memakai jaket
warna merah yang dikasih oleh pacarnya itu. Mereka berdua melambai kearahku. Aku pun
membalas dengan sedikit senyum paksaan.

Terlihat itu mereka dengan isyarat lambaian tangannya berucap "Modyar o mblo...mesake
cuman bisa ngiri liat orang berboncengan dengan mesra bergandengan.."
bergandengan.." Truk mana truk
liwat, aku mau bunuh diri aja...

Aku sempat berdiam diri di gerbang pintu pagar kostan, sekedar menikmati pemandangan
motor dan mobil yang lalu lalang. Berhentilah itu suprax hitam dengan list merah di kiri
kanannya, dia mengangkat kaca helmnya.

Mimin : Hey kak..ngapain dsini (senyum ngeselin khasnya)


Ane : ini lagi itung motor lewat dek. (senyum iseng dengan sedikit luka dihati..hahay..benar2
galau buaya satu ini )
Mimin : kakak kost dsini? Kamarnya yang mana kak?
Ane : iya, february kmrn pindah. kamarnya yang ngadap timur.
Mimin : owh, ya udah kak, aku pulang dulu ya. dadah kak

Dan diapun berlalu dari depanku. Seperti biasanya, muka arabnya itu pasti tersenyum setiap
datang dan pergi. Manis, cantik memang, tapi pas doi ngomong...langsung ngedown ane
liatnya, cempreng plus crewet...

...

Daripada kena angkut satpolpp gara2 dikira gembel nyasar dengan pakaian lusuh karena
basah, diri ini kembali naik kekamar. Aku mengambil handuk yang tergantung di kawat
jemuran, tidak lupa jaket almamter biru itu. Aku berniat menggantungnya di hanger didalam
kamar.

Sesekali aku mencium harum parfum cewek maba manis tadi. Lumayan wangi, punya ciri
khas sendiri gumamku. Setelah menggantungnya di korden jendela. Aku mengganti pakaian
yang tadi basah dengan celana pendek andelan ketika akan tidur. Setelah memasukkan
pakaian basah kedalam ember disudut dekat pintu, aku membaringkan badan.

Ini koq belum tidur tapi koq udah ngompol aja ya?? Ah, ternyata itu kasur lumayan basah
ketika aku duduki tadi pas lagi patah2nya hati ini....hahay... Kan kan, udah tau lagi berusaha
tertawa, disinggung lagi itu patah hati...jadilah sang buaya patah hati itu melangkolis khas
buaya2 darat lainnya.

Buaya itu hanya luntang lantung dikasur. Dia hanya memutar2 badannya di atas kasur,
seakan sedang memutuskan tiap organ tubuh mangsa yang dia gigiti....halah malah bahas

crocodile discovery channel...wkwkkw..sudahlah...orang patah hati emang gitu gan..

...

Pagi menjelang, aku berniat menjemur kasur yang sudah aku ompoli semalam, eh salah aku
kan udah gede yak, gk ngompol lagi..itu kasur basah karena aku duduki semalam dengn
pakaian basahku.

Aku mengangkat kasur dari kapuk itu kedekat tempat jemuran, disebelah utara kostan ada
atap rumah yang belakangan baru ane tau kalo rumah itu juga kost2an. Jadilah atap rumah
itu menjadi tempat menjemur kasur.

Terlihat arif baru bangun..dia membawa hape nokiyem jadulnya..entah mau ngapain lagi itu
orang..mau minta foto, mau selife ato ngapain ya...wkwkwkkw

Arif : cok kie nomore sapa? dari semalam sms trus, ganggu aja (doi menyerahkan hapenya)
Ane : beh, itu kan hapemu cok, dudu hapeku (aku msh mengatur2 posisi kasur jemuran)
Arif : lah kae sms e nyebut2 koe cok..mocoon dewe

Arif meninggalkan ane dsitu dengan hapenya. Kulihat beberapa sms yang aku tau kalo
nomornya dewi, teman kontrakan yani. Hadeh mau ngapain lagi ini orang gumamku. Aku
mulai membaca sms di layar 96x65 pixel itu. (oiya ane baru inget seri nokiyemnya itu 3530,
hape nya arif dulu)

Aku hanya tersenyum tidak bermakna dengan semua sms itu, 20lebih sms yang dikirim dari
semalam hingga tadi pagi..udahlah tidak ada guna sms2 gak jelas, malah ganggu orang lain.

Aku mengantongi hape itu, aku mencuci muka..kepalaku sempat panas dengan beberapa
sms itu. Setelah mengembalikan hape ke empunya, aku beranjak kekamar, membersihkan
debu2 yang sudah mulai terlihat dilantai.

Dan terdengarlah langkah itu didepan kamar. Terdengar dia berterima kasih kepada anak
ibu kost yang mengantarnya.

Mimin : hey kak..lagi apa? (senyum ngeselin biasa)


Ane : ini lagi beres2 kamar, tumben kesini dek?
Mimin : maen aja sih kak..aku kan belum tau kostmu.

Dia masuk kedalam kamar, bajinguuk, itu sandal pink dari karetnya gak dilepas..hadeh
bener2 ni orang gak punya adat.

Ane : dek, mbok sandal dilepas kalo masuk kekamar orang. (geleng2 kepala dngn polanya)
Mimin : malas ah kak, itu kakak nyapu banyak debunya, tu lantainya juga bedebu.

Bener2, itu lantai yang udah bersih, kotor lagi jadinya bekas kakinya. Dia dengan polosnya
melenggang kesana kemari mengitari kamar melihat segala yang ada. Gak ada gunanya tadi
ane nyapu.

Mimin : kak, kamu tidur dimana kalo malam? (sambil membuka duduk melihat2 isi meja
belajar itu)
Ane : ya dikamar lah dek, masa mau tidur di kamar mandi (ngulang lagi nyapu dari dalam
kamar)
Mimin : maksudku dimana kak, dikamar dimananya, langsung dilantai ya? kakak gak beli
kasur?

Ane : yee..itu tadi yang aku jemur diluar apaan?


Mimin : apaan emangnya kak?
Ane : liat sendiri sana (aku tidak mempedulikannya, dia keluar kamar melihat yang ane
jemur)

Aku kembali merapikan beberapa buku dan novel yang berserakan di meja belajarku akibat
dibongkar2 lagi sama mimin.

"Ri, bisa ngomong bentar"

Aku melihat kepintu asal suara itu datang, wajahnya berurai air mata..Aku hanya tersenyum
lebih kecut sekarang.

Ane : mau ngomong apa? Udahlah lupain aja..

45. Akankah Terulang


Aku kembali merapikan beberapa buku dan novel yang berserakan di meja belajarku akibat
dibongkar2 lagi sama mimin.

"Ri, bisa ngomong gak bentar"

Aku melihat kepintu asal suara itu datang, wajahnya berurai air mata..Aku hanya tersenyum
lebih kecut sekarang...

Ane : mau ngomong apa? Udahlah lupain aja..

Aku seakan sangat sakit untuk menyelesaikan kata2ku..aku berusaha tidak terlalu
meikirkannya dengan menyibukkan diriku dengan beberapa novel yang berserakan. Bahkan
aku berkali2 mengatur ulang letak novel dan buku itu.

Ane : udahlah Ni, kamu pulang aja. (suaraku ter bata-bata tanpa melihatnya)

Tangannya kini sudah melingkar di tubuhku, aku tidak mendengar langkahnya mendekat. Dia
menangis pelan dipunggungku. Jangan seperti ini Eri, kamu sudah terlalu sakit..sudahi
semuanya.. Aku berusaha melepaskan tangannya, bahkan aku sangat kasar menarik
jari2nya. Dia tidak memperdulikannya, dia semakin menjadi, tangisannya kini pilu terdengar.

Ane : Ni lepasin Ni, aku gak bisa nafas.

Dia tidak bergeming, semakin keras pelukannya, pelukan khas seorang yani.

Ane : Yani...aku gak bisa nafas... (dada ini benar2 susah menerima udara)

Akupun merasa kepala sedikit berkunang dan sangat lemas karena kurangnya pasokan
udara didalam tubuhku. Mengetahui gelagatku itu, yani melonggarkan pelukannya. Akupun
hanya terduduk di kursi meja belajarku, dengan yani tetap memelukku dari belakang.

Aku mengatur nafas, aku merasakan punggungku yang sudah basah dari tadi entah oleh
keringatku atau air mata yani. Aku tidak mau berlarut seperti ini.

Ane : sudah Ni, aku sudah melupakan segala kejadian semalam. sudah lepasin Ni

Dia menggeleng di dekat leherku, kembali dia menangis. Entah apa yang begitu menyayat
hati jahatnya yang telah tega menduakanku. Tuhan aku harus bagaimana...

"Kak, aku pulang dulu ya..maaf ganggu" aku melihat mimin sedikit menangis ketika menoleh
kearahnya. Tidak lama dia sudah hilang dari depan pintu.

Yani yang juga menoleh kearah mimin berada tadi, sekarang melepas pelukannya. Dia
mengusap air matanya. Ekspresinya berubah seketika. Terlihat sedikit emosi sekarang.

Yani : jadi kamu sama jahatnya denganku? (aku terheran dengan kata2nya, kualihkan
pandangan ku dari arah pintu melihatnya yang tengah berdiri di tengah kamarku)
Ane : Maksudmu apa?? (protesku)
Yani : dulu kau menduakan marisa dan memilihku. Sekarang kau memilih cewek tadi
dibandingkan aku. (suaranya perih terdengar ditelinga, sebegitu jahatnya aku sekarang
dimatanya)

Hahaha..kau mencari pembenaran atas tindakanmu semalam?? Sekarang kau menjadikan


aku sosok penjahatnya??

Ane : kau kira aku pernah melepas marisa untuk memilihmu?? Hah... (emosiku kini)
Yani : tadi..(belum selesai dia mengucapkan kata2nya)
Ane : Mimin adalah sodara angkatku tidak lebih..dan perlu kau tau, marisa masih menjadi
permaisuriku. Kau hanyalah orang yang aku pilih sebagai calon penggantinya. Tapi apa???

Tidak ada lagi kesombongan yani yang terlihat beberapa waktu lalu..dia kembali menunduk
bersalah..

Ane : kalung yang kau pakai itu? kau tau kenapa aku mengikhlaskannya tergantung indah
dilehermu??

Dia seakan sangat takut untuk melihat mukaku, dia hanya menggeleng pelan..

Ane : kalung itu yang menguatkanku ketika bersamamu, karena kalung itu aku sanggup
menggandeng tanganmu berjalan selama ini.. Bayangan marisalah yang selalu menasehatiku
ketika hati ini sejenak berpaling..dan kau tahu yang lebih sakit dari itu semua.. Dengan
keyakinan akan kebahagiaan denganmu, aku menyakiti marisa yang hingga detik ini masih
menjaga hatinya hanya untukku..

Tak kuasa lagi bibir ini mengucapkan kata, getaran hebat itu mulai terasa. Kenapa aku bisa
serapuh ini??? Emosi hati mengambil alih semua kesadaranku..dan bayangan semalam lah
yang menutupi segala akal sehatku.

Braaaak...meja belajar itu berteriak nyaring dari hantaman kedua tanganku. Aku berdiri dan
menunjuk pintu kamar..

"PERGILAH...kamu membuatku menderita disini...tapi tolong, kembalikan dolphin itu,


biarkan aku kini yang menjaganya"

Tiada sanggahan dari mulutnya, dia hanya terus menggeleng pelan..Tangannya kini tidak
lepas dari dolphin yang tergantung di ujung kalung dilehernya.

"Maaf yank...maafkan aku" itulah kata2 pelan terakhir dari mulutnya sebelum dia terkulai
lemas dilantai. Dia pingsan.

Aku yang masih tersulut emosi seakan tidak memperdulikannya. Rasa sayang yang dulu
sangat mendominasiku kini telah memudar hilang bersama kenangan pahit itu.. Aku
meninggalkannya di kamar, diri ini terduduk lemas di teras di atas kursi bambu.

Arif yang saat itu selesai mandi, berjalan kearah kamarnya, dia sempat melihat kearahku. Dia
yang sudah memakai singlet biru dan celana basket siang itu menghampiriku yang masih
duduk penuh emosi.

Dia tidak betingkah seperti sebelumnya, dia menuju kamar dan sedikit teriak memanggilku.

"Ri...bantuin sini cepat..." teriaknya dari kamarku.

Aku tau apa yang dilihatnya, aku tidak memperdulikan. Aku terlalu sakit dengan hatiku
sendiri. Terlihat dia berlari mengambil bantal yang sedang aku jemur. Entah apa yang dia
lakukan dikamar bersama yani. Aku tidak tau dan tak mau tau.

Sekitar 10menit dia baru menyusulku ke teras. Dia mengambil posisi duduk di samping
kananku.

"Kalo ada masalah itu di bicarakan baik2" tangan kirinya menepuk bahuku.
"Jangan terbawa emosi, emosi itu sesat.."

Aku menunduk, kata2 arif mengingatkanku akan kata marisa di novel yang dia kirimkan dulu.
Aku melangkah kekamar, meninggalkan arif diteras. Aku tau, dia sangat mengerti dengan
apa yang aku rasakan sekarang. Dia tidaklah sebodoh itu..sudah berapa kali dia
menceritakan segala tentang hidupnya sejak malam curhatnya.

Aku mendapati tubuh yani sudah tidur dengan beralaskan sarung dari lemari plastikku,
kepalanya terlihat urak2an diatas bantal. Aku iba melihatnya yang kini mulai tenang dalam
tidur. Sesekali aku memegang kepalanya, membelai lembut rambutnya..Sesekali juga luapan
emosi menyerang otakku. Aku menahan sekuat ku, tangan ini berjalan dengan sendirinya
melepas kalung bermanik dolphin di lehernya.

"Maaf kau sudah dititipkan pada orang yang salah" pelan suaraku berucap ke dolphin itu
ketika berhasil melepasnya dari leher yani.

Menjelang sore..yani belum juga sadar dari pingsannya. Aku kembali mengangkat kasur
yang pagi itu aku jemur. Ketika sampai kamar, aku sedikit kebingungan. Ini kasur mau tarok
mana?? Itu yani juga pingsannya ditengah2 kamar...hadeh..apa ane taro di atas yani aja
ya...

Aku melipat ujung kasur itu, aku memasangkan seprai yang ada didalam lemari plastik
dikamar. Setelah sudah terpasang, aku meletakkan sebagian kasur di lantai samping yani
dan sebelahnya masih bengkok terhalang tembok. Udahlah, lupain emosi dulu, kasian yani
yang pingsan jika harus tidur dilantai terus.

Aku mengangkat tubuhnya yang terkulai lemas, dia sekarang lebih ringan dari malam tahun
baru itu. Ah sudahlah...

Aku menarik2 kasur itu dengan kakiku, setelah semua bagian kasur pas dilantai, akupun
meletakkan tubuh yang terkulai lemas itu diatas kasur, kembali aku memasang bantal di
kepalanya. Aku membelai lembut rambutnya lagi.

Akupun meninggalkan yani yang masih belum sadar dari pingsanya..aku ke burjo yang tidak
terlalu jauh dari kostan. Aku memesan 2 bungkus bubur dan teh hangat. Aku kembali
kekostan dengan kresek putih dari burjo. Sesampainya dikamar, badan lemah itu belum juga
bergeming.

Aku mengambil tupperware dari yani yang sudah rapi di dalam ember di belakang pintu, aku
memindahkan bubur itu. Aku takut yani kenapa2 karena aku tau belum ada sebutir nasipun
yang dia makan dari pagi tadi. Aku menghampirinya dengan membawa bubur.

"Ni, bangun yuk, makan dulu..nanti tidur lagi" berbisik bibir ini di dekat kepalanya...

Harum rambutnya, masih sama shampoo yang dia gunakan, dia masih memakai sunsilk hitam
itu..wanginya menjadi berbeda dirambut yani.. Ah..kenapa aku seperti ini...

Aku menggoyangkan tubuh itu sedikit keras, dia sedikit membuka mata, matanya tetap
sesedih tadi ketika aku memarahinya..dia menggenggam tanganku..Ini tangan apa bara
api...?? Tangannya sangat panas. Aku menggapai lehernya dengan punggung
tanganku..benar, dia demam.. Tak berapa lama, dia kembali memejamkan matanya, entah,
terlihat senyum dibibirnya waktu itu.

Hadeh, ini orang ngerepotin aja dah..mana dah nyakitin, skarang tambah lagi dengan sok2an
demam...eh emang ada sok2an demam?? gak ada yak...dia benar2 demam..

Sehabis magrib aku masih mengompres dahinya dengan handuk putih kecil yang aku dapat
entah dari mana...maling dari kamar arif kyknya tadi..

...satu jam berlalu, panasnya mulai

sedikit reda...kasian ni cewek, pasti dia kelaperan..apa aku harus mengunyah bubur itu dan
memamahbiakkan kemulutnya langsung...buaya woy..bener itu mau nyuapin pake mulut ato
ada maksud tersembunyi..dasar buaya jablay....wkwkwkwkkw

2 jam berlalu, dia terlihat membuka mata lagi..dia hanya tersenyum melihatku yang sedang
mengompres dahinya..senyumnya masih sama kyk dulu..tetap manis..bibirnya juga
sama...enak kyknya dicium...

"maaf ya yank" itulah kata pertama sejak dia pingsan tadi.

Aku hanya menggeleng pelan, aku tidak menghentikan kompresan didahinya. Dia bergerak
mengangkat badannya bersender ke tembok di bagian atas kasur. Akupun langsung
mengambil guling dan meletakkan dipunggungnya..dia kini terduduk berkaca2
memandangku..

"Makan dulu ya, ini aku beliin bubur didepan tadi" aku mengarahkan sendok dengan bubur
itu kemulutnya ,dia menggeleng pelan.

"Heh kamu itu belum makan apa2 dari pagi..sudah makan dulu" tangan ini sedikit memaksa
sendok kemulutnya..diapun mulai memakan bubur itu.

Gak bisa bohong juga, dia kelaperan banget ternyata..itu bubur di tupperware warna ungu
ukuran sedang sudah habis, akupun mengambil teh yang sudh dingin itu, pelan2 aku
mengarahkan sedotan di mulutnya. 3 tegukan dia mengisyaratkan cukup.

Aku membelakanginya mengambil bubur kacang ijo kedua di bungkusan.

Yani : udah yank, aku udah kenyang (terdengar suaranya pelan)


Ane : geer, ini jatahku, aku juga laper (tanpa menoleh kearahnya)

Aku hendak memakan bubur itu dengan sendok yang sama dipake yani tadi...maklum gan, itu
sendok sisa satu di ember, jadi ya mau gak mau make sendok itu..mau dicuci juga kan
lumayan jauh harus ketempat cucian, ntr aku pingsan tengah jalan gimana? wwkwkwkkw...
masih jago ternyata buaya jablay ini mengelak..

Belum sampai itu sendok dimulut, yani memelukku lagi dari belakang, dan kecewalah diri ini,
itu bubur disendok pertama ane tumpah...syetan kalo bukan yani aja udah kena piting ni
orang...

"Maaf ya yank...aku salah...maaf" lagi2 itu punggungku terasa basah...

Hadeh, ini kapan makannya coba kalo kyk gini, mana pelukannya itu benar2 ciri khasnya, gk
pernah lembut pasti buat ane susah nafas.

Ane : Ni, lepas dulu dong, ini aku makannya susah Ni.
Yani : gak mau, kamu makan aja, aku masih mau meluk kamu yank. (suaranya mulai sedikit
manja seperti dulu2)
Ane : ya gimana mau makan, kamu meluknya kekencengan Yani...(buaya yang laper ini mulai
kesal dengan ulahnya)
Yani : iya iya, tapi aku peluk ya ya. (dia melonggarkan tangannya)

Jadilah ane makan bubur kyk tahanan penjara yang di iket dengan rantai kapal dari
belakang. Tidak berapa lama, tuperware ungu itu sudah bocor..entah bocor kenapa...

Aku menjulurkan tangan mengambil air diceret biru disamping kasur tadi..airnya sih tadi
sempat ane pake buat ngompres yani..kan sayang kalo dibuang..mending diminum
kan...huek huek...wkwkwkkw..becanda garing gan, biar gak spaning...

Masih dengan yani yang memelukku, aku mencoba membalikkan badan, terlihatlah muka itu,
muka yang semalam sangat aku rindukan itu sangat dekat dengan wajahku..ah muka
kampret ini juga semalam yang membuatku kecewa. Malaslah jika aku harus mengecup lagi
bibir bekas si Awan itu...wkwkwkwkwk

Aku memalingkan muka kearah meja belajar..

Ane : dah enakan badannya Ni? Kamu panas banget tadi. (dia menarik wajahku
menghadapnya)
Yani : kamu jijik ya sama aku yank?? (mukanya mulai berubah sedih...hadeh ini part ternyata
masih banyak adegan sedihnya...hancok betullah orang yang ngeformat draftku...hadeh)
Ane : gak koq, aku cuma sering keinget aja yang semalam. (aku memalingkan muka lagi)
Yani : maaf ya yank...maafin aku..

Aku tau, ini berat buat kami..aku mengangkat badan menyender ke tembok. Dan yani kini
sudah terlelap dengan posisi kesukaannya dulu, menjadikan dadaku tempat ternyamannya...
itu dulu sebelum dia bersandar di dada si Awan...ah kampretlah part ini...

...

Malam itu yani kembali tidur di kasur ternyamannya, dadaku. Menjelang pagi, aku kembali
seperti malam pagi tahun baru itu, aku mencium kembali rambut dengan aroma sunsilk itu..
itu rambut yani yang masih tertidur pulas didadaku.

Aku menggeser badan yani kekasur dan meletakkan bantal dikepalanya ketika ku dengar
pintu kamar di ketuk. Aku berjalan membuka pintu itu..kampret, pagi2 gini udah disitu..

46. Yang Terbaik


Kampret, pagi2 gini udah disitu..

Awan : Ri, yani disini gak? (dia terlihat khawatir)


Ane : Iya wan, dia semalam pingsan, itu belum bangun, kecapean kyknya pas ospek kmrn
(tersenyum kecut lagi pagi2 gini)
Awan : aku boleh masuk gak Ri? Pengen liat dia. (Dia terlihat tambah khawatir)

Akupun membuka pintu kamar, terlihat awan berjalan agak tergesa dimana yani masih
tertidur. Aku hanya melihat tingkahnya di kursi meja belajarku. Terlihat awan mengecek
leher yani dengan punggung tangannya.

Awan : yani semalam dah makan Ri? (dia menolehku)


Ane : udah Wan, aku beliin bubur semalam, udah tenang aja, bentar lagi bangun koq. (hatiku
campur aduk gak jelas)
Awan : ya udah, sukur dia gak kenapa2, aku balik dulu Ri, tolong jagain dia ya.

Aku hanya mengangguk pelan dengan senyum terpaksa..ketika dia hendak pamit pulang,
aku mengajaknya duduk di kursi bambu diteras.

Ane : udah berapa lama kalian pacaran? (aku berusaha sekuat mungkin bertanya hal yang
sebenarnya sangat jarang kulakukan, hal2 yang mencampuri urusan private seseorang)
Awan : mmm.. (dia sangat tidak nyaman dengan pertanyaanku, aku tau itu dr ekspresinya)
Ane : udah wan santai aja, kita sama2 udah dewasa, bkn anak kecil lagi yang harus tawur utk
menyelesaikan masalah. (entah wise itu muncul darimana)
Awan : udah dari PKL dulu Ri, maaf ya..aku..
Ane : udah lumayan lama ternyata, pintar juga kalian nyembunyiinnya (senyum sinis kini
tersungging)
Awan : maaf Ri... (dia hanya menunduk segan)
Ane : santai wan, mungkin yani lebih bahagia denganmu (aku kini sok2an menepuk bahunya)

Entah selanjutnya tidak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya..dia dari tadi hanya
menunduk..

"Wan, kamu ngapain disini??" terlihat yani telah berdiri didekat kursi kami duduk

Awan yang dari tadi menunduk, sama kagetnya denganku melihat yani..kampret dah...ini
part ya nyesek juga...

"Sana kamu pulang aja, aku gak mau dekat2 kamu lagi" yani kini memegang tanganku yang
sudah berdiri karena kaget tadi.

Tidak ada kata dari mulut Awan, dia hanya menurut perkataan yani, meninggalkan kami
disitu. Aku yang belum selesai dengannya, menarik tangan awan mengajaknya duduk lagi.
Aku melepaskan tangan yani yang menggandengku.

Ane : bentar wan, duduk dulu. (awan yang terdiam dari tadi hanya menurut apa yang
kuminta)
Ane : kamu sayang sama yani?? (dan seperti sinetron2 alay sekarang, itu muka awan dan
yani bergantian di CloseUp trus di kasih backsound Jedeng jedeng..wkwkwkwkw )
Yani : yank kamu koq nanya gitu (dia melihatku dengan ekspresi terkejut)

Awan belum bisa berkata, dia hanya terduduk dan mengangguk pelan..

Ane : ya udah wan, cuman itu pertanyaan yang ingin kudengar jawabannya.

Awan pun melangkah meninggalkan kami diteras kostan. Yani dari tadi hanya menangis
menggenggam tanganku. Entah apa yang dia pikirkan saat itu. Segitu gampangnya dia
melepas Awan. Tidak, itu bukan yang sebenarnya, aku tau rasa itu.

Ane : ya udah Ni, kamu gak pulang kontrakan? (aku berdiri disampingnya kini, dia
menggeleng pelan)
Yani : aku boleh dsini gak yank? (dia menatapku berharap)

Aku hanya mengangguk pelan, akupun mengajaknya kekamar. Dia hanya mengekor dan
duduk di kursi meja belajarku. Tidak ada kata2 kami disitu, dia masih berkaca menatapku.

Ane : aku mandi dulu ya Ni, ntr abis makan kita ngomong.

Dia hanya mengangguk pelan. Aku melepas baju dan melenggang ke kamar mandi. Aku
sempat meninju beberapa kali tembok kamar mandi yang tidak bersalah itu..aku sejahat ini
dengan Awan..

Setelah merasa sakit dengan tinjuku.. (ya iyalah sakit, itu tembok dari beton dipukul pake
tangan telanjang..pekok pekok...wwwwkkww...biasa gan, lagi esmosi ceritanya..hahay

Aku kembali kekamar setelah mandi..terlihat yani sedang memainkan gitarku disana disudut
kasur tempat dia biasanya memainkan gitar itu. Ketika aku mengeringkan rambutku dengan
handuk, dia berjalan kearahku.

Yani : yank, tanganmu kenapa?? (dia menggapai tangan kananku)


Ane : owh, tadi ada nyamuk sama kecoak di kamar mandi, aku pukul aja tadi. (elakan garing
yang gk valid)

Lagi2 badan yang bertelanjang dada ini dipeluknya. Apaan ini cewek genit, janganlah
berani2nya menggoda buaya jablay ini...sudah siap diterkam koe?? hahay

Yani : maaf ya yank..(suaranya sedikit terisak)


Ane : maaf kenapa? itu beneran tadi aku mukul kecoak.. udah ah, bentar aku ganti baju.

Aku melepaskan pelukannya..kali ini dia menurut, pelukannya dengan gampang bisa
kulepas. Setelah memakai baju hitam tanda berduka kebanggaanku dengan tulisan Black
Soul didadanya. Aku mengajak yani mencari makan di sekitaran kostan. Kebetulan saat kami
akan turun, terlihat bapak2 mendorong gerobak soto, jadilah siang itu kami makan soto di
teras depan.

Para penghuni kostan waktu itu entah kemana, kyknya mereka sengaja berkomplot
meninggalkan buaya jablay ini bersama yani di kamar kostan...hahay...sang buaya
mengakuinya sekarang..awkwkwkwk

Saat itu yani terlihat malas2an dengan soto didepannya, dia sepertinya menunggu apa yang
tadi ingin aku bicarakan. Aku ini jago kalo masalah tarik ulur perasaan kyk gini..biar aja doi
mati penasaran..sapa suruh genit... udah tau buaya masih aja di ajak main daging segar..
heuheuheu

Sotonya itu enak banget loh pemirsa, itu piringnya garing banget ketika digigit... wkwwkkw...
moga besok direkrut jadi pembawa acara debus sama salah satu stasiun tipi alay...
wkwkkwkw

30menit berlalu, aku sudah memanggil bapak penjual soto yang dari tadi menunggu di bawah
teras kostan. Setelah membayar, diapun mengecup pipiku sebagai tanda terima kasih atas
penglaris sotonya...wkwkwkkw...gak gak, itu cuman candaan..

Melihatku sudah selesai dengan acara makan siang, yani terlihat antusias dengan yang aku
janjikan tadi. Dia menunggu obrolanku. Aku beranjak kekamar dan mengambil gitar..yap,
betul sekali, pesonaku saat memegang gitar akan membuat yani klepek2..hahay..

Ane : masih inget lagu SO7 ~ Berhenti Berharap? (aku melihatnya dengan sedikit tersenyum
sinis)
Yani : yankkkk.... (dia kyknya mengerti apa yang akan ku lakukan, memojokkannya)

Ane : semalam aku nyanyi didepan maba, aku inget dulu kamu minta aku ajarin kamu
kuncinya. semalam kamu gak ada pas aku nyanyi. mau ngajak nyanyi bareng semalam. tapi
gk kesampean.. (yani hanya semakin erat menggenggam tanganku)
Ane : nyanyi ya sekarang...

Jari jemari ini dengan lentiknya seperti anak2 alay mengetik di layar smartphone mereka, itu
kelingking apa ekor kalajengking...lentiknya gak nahan..adaw...wkwkkwkw

Yani hanya terdiam melihat dan mendengarkan aku menyanyi...hellow..ini Eri yang megang
gitar...Eri yang sudah tidak diragukan lagi pesona pengamen jalanannya...wkwkwkwkwk..
Setelah lagu itu selesai, yani masih seperti tadi, diam tidak berbicara, hanya buliran air mata
kadalnya yang mengalir..

Aku memainkan melodi standard dengan kunci G F# C G...Yani


terlihat menunggu lagu apa
G
yang akan kunyanyikan berikutnya...

Di dalam kehidupan ini


Kita pasti mempunyai Impian
Tetapi tak selalu terjadi
Terkadang saat aku merasa
Impian itu diambang nyata
Sang waktu membuatku terjaga

Dan disaat engkau pergi


Ku rasa hatiku remuk redam
Namun kucoba tuk bersyukur
Bahwa itu yang terbaik tuk kita

Oh Tuhan ternyata hidup ini


Adalah perjalanan panjang

Yang harus kita jalani

Dan disaat engkau pergi


Ku rasa hatiku remuk redam
Namun kucoba tuk bersyukur
Bahwa itu yang terbaik tuk kita

Yang pasti ada hikmah tersembunyi


Dibalik semua ini
Yang bisa membuatku lebih bijak
Dalam meniti hidup ini

Yap, itulah lagu Ari Lasso ~ Yang Terbaik yang aku nyanyikan waktu itu..dan tentulah yani
tambah berurai air mata ketika aku menyanyikan lagu itu dengan sangat menghayati tiap
kata2nya...

47. Aku Harus..

Ari Lasso ~ Yang Terbaik

Di dalam kehidupan ini


Kita pasti mempunyai Impian
Tetapi tak selalu terjadi
Terkadang saat aku merasa
Impian itu diambang nyata
Sang waktu membuatku terjaga

Dan disaat engkau pergi


Ku rasa hatiku remuk redam
Namun kucoba tuk bersyukur
Bahwa itu yang terbaik tuk kita

Oh Tuhan ternyata hidup ini


Adalah perjalanan panjang
Yang harus kita jalani

Dan disaat engkau pergi


Ku rasa hatiku remuk redam
Namun kucoba tuk bersyukur
Bahwa itu yang terbaik tuk kita

Yang pasti ada hikmah tersembunyi


Dibalik semua ini
Yang bisa membuatku lebih bijak
Dalam meniti hidup ini

Entahlah aku juga jadi cengeng ketika menyudahi lagu itu..lumayan kena dihati sang buaya
dengan kata2 indah didalam lirik lagu yang dinyanyikan ari lasso itu. Aku memegang tangan
yani dan mengajaknya kedalam kamar, aku sudah siap untuk mengajaknya membicarakan
tentang kami.

Ketika didalam kamar yang sudah kututup pintunya itu, aku mengambil duduk di depan yani
disudut kasur.

"Tolong jangan menangis nanti, jika kamu menangis aku gak akan melanjutkan kata2ku
nanti" aku berpesan saat memegang kedua pipinya..Lumayan lama dia mengiyakannya,
matanya sudah mulai akan mengalir banjir yang lumayan deras, aku menghapus air matanya,
dan mengecup keningnya untuk terakhir kali.

"Tolong jelasin kenapa kamu bisa dekat dengan awan" aku memegang tangannya. Dia
berusaha keras menahan air matanya..dia menggeleng..

"Ingat, tadi kamu sudah menyanggupinya" aku berusaha menguatkannya untuk


bercerita..aku tau ini akan sama sakitnya dari malam kelam yang dia ceritakan dulu. Aku
ingin mendengar alasannya.

Setelah dia memejamkan matanya, dia mulai berbicara pelan dengan badan bergetar..aku
mengelus pipi kirinya dengan tanganku

Yani : dulu ketika kita PKL, aku sering smsan sama dia.
Yani : aku sering curhat dengan dia tentang kita.
Yani : aku melihat tiap balasan smsnya, dia sangat peduli dengan keadaanku.

Dia menghentikan ceritanya, dia melihatku dan menggelengkan kepalanya. Dia terlihat
enggan melanjutkan.

"Udah gpp, aku pengen dengar koq" aku berusaha tersenyum

Yani : sejak sms dengan dia, aku merasa dia memperhatikan ku, dia sering menanyakanku
tiap pagi, kamu udah makan, kamu lagi apa.
Yani : dia peduli danganku Ri..

"Trus aku tidak perduli denganmu waktu itu??" aku menatapnya skeptic

Yani : kamu berbeda Ri, aku gk pernah bisa melihat sifatmu..kamu selalu bercanda ketika
aku bertanya tentang kita.
Yani : aku hanya dapat merasakn dirimu ketika kita tidur bersama. tanpa terhalangi seutas
benang.
Yani : tetapi sejak dia mau mendegarkan segala curhatanku, aku merasa seperti (maaf)
Pelacurmu Ri...

Kembali dia memejamkan mata dan mengangkat kepalanya, dia berusaha sangat keras
menahan buliran itu..

"Kenapa kamu gak pernah cerita tentang itu ke aku Ni?? Kamu tau sikapku gimana? Pernah
aku bertanya tentang hal2 private mu??" dia memotong pun omonganku

Yani : kamu itu tidak perduli denganku Ri?? Kamu hanya menginginkan tubuhku..

Aku sangat terkejut dengan perkataannya, apakah aku senista itu, aku hanya menginginkan
tubuhnya??

"Kamu tau kenapa aku tak pernah bertanya tentang hal privatemu?? Hah " diri ini sudah
sedikit tersulut emosi akan penjelasannya barusan.

Tidak lagi dia bisa menahan airmatanya...aku menghentikan bicaraku, kuhapus air mata
itu...aku diam sejenak menunggu isyarat bahunya atas tangis dalam dadanya..

"Aku tak akan mau bertanya duluan sebelum kamu mau terbuka menceritakannya..mungkin
kau melihatku seperti itu karena aku tidak perduli..dan mungkin aku terlalu bodoh dengan
sikapku" aku memegang kedua tangannya yang kini telah berada di kedua lututnya. Dia
mengangkat wajahnya melihatku.

"Dulu, saat kau menceritakan masa kelam mu..aku membencimu setengah mati..aku bahkan
sempat memaki mu..tapi apa Ni, aku terlalu cepat menilaimu...dan itu menyakitkan buatmu
bukan??"
"Aku gak mau bertanya jika orang itu gak mau membuka dirinya, aku tak mau menghakimi
terlebih dulu"
"Aku gak mau mengulang kesalahan yang sama ketika salah menilaimu malam itu"

Aku menarik nafas panjang...berat yang harus kulakukan..tapi aku tak mau lebih lama
menyiksanya..

"Aku tau, aku gak pernah bisa menjadikanmu satu2nya orang yang ada dsini" aku membawa
tangannya kedadaku
"Aku sudah berusaha, selama kita bersama..bahkan ketika kita tidak terpisahkan oleh seutas
benangpun, aku masih memikirkan marisa dan terkadang aku merasa sangat jahat
terhadapmu dan marisa"

Dia bersuara pelan dan bergetar..

Yani : aku yang salah Ri, aku yang merebutmu dari marisa...

"Bukan...bukan kamu yang salah" Aku mengangkat wajahnya, aku menggeleng kan kepala.
"Aku yang salah, aku terlalu takut untuk terbuka dengan hatiku sendiri"
"Kamu sudah berpeluh kesah untuk mendapat tempat dihatiku"
"Hatiku terlalu munafik mengakuinya"
"Saat kau memakai kalung dolphin itu, hatiku sudah memberikan tempat sama specialnya
dengan marisa"

Yani terlihat meraba lehernya, dia sedikit kaget dan mencari2 di kasur tempat dia tertidur
semalam.

"Aku sudah mengambil sang dolphin" jelasku melihat kebingungannya, dia melihatku dengan
mata berawan lagi.
"Maaf aku menyiksamu dengan semua yang telah kita lakukan"

Yani : maaf Ri...kasih aku kesempatan merawatnya lagi (dia kembali mengeggam tanganku
erat)

"Aku tau, Awan sangat mencintaimu, dia masih sama seperti apa yang kau ceritakan tadi,
aku melihatnya tadi ketika dia sangat khawatir melihatmu tertidur tadi pagi"
"Mungkin di diri Awan, kamu bisa menjadi satu2nya orang yang bersinar disana"
"Tidak seperti denganku yang belum mampu menerimamu seutuhnya"

Yani : Ri maafin aku Ri...

Lagi2 matanya sudah tidak mampu menahan luapan air mata itu..aku sangat tidak tahan
melihatnya..Aku memeluknya kini, pelukan terhangat yang bisa aku berikan, bahkan belum
pernah dia dapatkan dari dulu saat bersamaku.

"Maaf Ni, aku bisa melupakan semua yang telah terjadi..tapi aku tak akan pernah bisa
memaafkannya"aku menahannya dipelukanku, dia terlihat akan melepaskan pelukanku. Kini
diriku yang memeluk erat seperti dia biasa memelukku.
"Pergilah Ni, ada Awan disana yang menunggumu, Maafkan semua yang pernah aku lakukan
terhadapmu"
"Maaf jika kita harus seperti ini...mungkin ini yang terbaik untuk kita"

Dan itulah kata2 terakhir dari mulutku untuk yani, yani membalas pelukanku, tidak seperti
biasanya, pelukannya tidak bertenaga..Aku tau dia bersedih..tapi aku harus melakukannya..

48. Wisuda Ecek - Ecek


Sore itu aku mengantarkan yani kekontrakannya.. Dia sangat berat melepasku ketika aku
pamit pulang, tapi seperti kata2ku sebelumnya, aku telah melupakan semuanya, aku sudah
melupakan yang terjadi antara kami. Tidak ada dendam di hati ini, aku sudah mengikhlaskan
semuanya.

Cukup sampai disitu penderitaan yang bisa kuberikan ke Yani..aku tak mau menambahnya
lagi. Aku sudah berdosa dengan segala yang kami lakukan.

Selama 1bulan pertama sejak aku melepasnya..aku masih mendapati bungkusan makan pagi
di pegangan pintu kamar, masih dengan tulisannya yang sulit kubaca..hanya kata2 "Maafkan
Aku" yang tertulis disitu.

Trus makanannya gimana?? bohong nek anak kostan kere kyk ane menolak makanan gratis
kyk gitu..

Akupun tiap sorenya mengantar tuperware yang menjadi wadah makanan itu. 2

minggu setelahnya aku sering mendapati Awan berada di depan kontrakan yani, menunggu
yani keluar.

Aku mengantar wadah tuperware itu di jam yang sama tiap harinya..jadi yani sudah hapal jam
berapa dia harus menghilang. Memang sakit ketika melihat Awan berdiri duduk disana
menunggu yani untuk mengajaknya keluar.

Namanya juga orang yang pernah ada dihati, pastilah rasa sakit itu sedikit menyiksa. Tapi
hati ini sudah berusaha tulus melepaskannya, membiarkan dia mencari bahagianya sendiri.

...

Tahun baru 2005 itu ane merayakannya bersama teman2 di asrama Sumbawa di dekat Hotel
Melia Purosani timurnya jalan malioboro. Hari2 tarakhir kuliah juga ane hanya sekilas
dikampus. Datang, koreksi laporan dan langsung pulang lagi kekostan.

Aku kembali menjadi diri yang dulu, yang selalu ceria dengan segala kekonyolan yang
melekat. Serta tidak lupa gaya sok2 cuek sang buaya.

Setelah selesai dengan koreksi

laporan dikampus, sempat ada cara seperti pendadaran gitulah. Dan ane waktu itu
dinyatakan lulus dan pihak kampus mengharuskan kami mengikuti wisuda ecek2.

Kalo gak salah bulan april waktu itu kami akan di "wisuda". Entah di hotel mana waktu
itu..dekat2 jalan Paris sana, ane beneran gak ingat nama hotelnya..ane sudah sangat benci
dengan segala tentang kampus itu..entah kenapa sepertinya banyak banget kenangan yang
tidak enak dengannya.

Pagi itu, sebelum acara inti wisuda..diri ini duduk dibarisan paling belakang. Sambil
menunggu waktunya kami masuk kedalam ruangan. Entah apa namanya ruangannya
itu...lagi2 ane gak ambil pusing.

"Kak, tadi kesini sama sapa aja" suara cempreng mimin yang menyolekku dari belakang. Aku
menoleh kearahnya.

Ane : sendiri dek. Kamu sama sapa?


Mimin : itu sama adik sama orang tuaku kak.
Ane : lah pacarmu mana?
Mimin : gak ada kak, baru putus bulan kemaren. Belum dapat lagi. (enak bener itu mulut
ngomong..wkwkkw)
Ane : kasian yang jomblo (isengku muncul)
Mimin : ye kakak ini ngejek aja, kakak sendiri ya jomblo kan? Oiya kak, aku belum ngerti, dulu
kakak sama yani pas pelukan dalam kamar, kenapa yani nangis2 kak? kakak selingkuh ya?
apa kakak hamilin dia?

Benar2 itu mulut minta ditampol...aku dikira sejahat itu..

Ane : huss gk baek ngomongin orang, itu dia kesini.

Terlihat disana yani bergandengan tangan dengan Awan menghampiriku dan Mimin.

Awan masih terlihat kikut ketika dekat denganku. Hahahha..biasa aja wan...santai aja...tapi
siap2 ntr santet linggis dalam perut..jadi jangan kaget besok jalan gak bisa bungkuk karena
ada linggis dalam perut...awkwkwkkw...canda gan...ane gak segitu jahatnya..paling santet
paku jarum...hahay....gak gak...iseng doang itu..

Setelah mengantar pasangannya, awan pamit kembali ktempat keluarga yani yang datang
waktu itu..mimin juga langsung ilang entah kemana...itu orang kyknya di culik penunggu
hotel itu..ato gak dia ngecengin para karyawan disitu..

Aku yang melihat yani, segera

berdiri sekedar menyapanya.

Ane : hey Ni, selamat yah dah lulus...(garuk2 kepala sambil senyum mesum sperti biasa)
Yani : makasih ya, kamu juga selamat ya Ri. (doi memelukku, tidak ada perasaan apa2 sih,
cuman sesak nafas aja...pelukannya tidak berubah..tetap erat seperti dulu)

Aku tidak membalas pelukannya..aku tidak mau memperlihatkan sedikitpun perubahan di


ekspresiku. Setelah melepas pelukannya, dia sedikit merapikan toga yang ane kenakan. Dia
mendekatkan mulutnya kearah telingaku.

"Makasih yah atas semua waktu yang telah lewat, kamu jangan berubah, tetaplah seperti Eri
yang pernah kucintai"

Diapun kembali kearah keluarganya ngumpul.. Oiya waktu itu kedua orang tua ane gak
sempat datang karena sedang dalam masa paceklik kalo gak salah, jadi sedikit kesusahan
dalam biaya ke-yogya-nya. Jadilah diri ini sendiri seperti sedia kala, kayak orang ilang ...
awwkwkwkkw...

Tidak berapa lama, kamipun dipanggil oleh MC untuk masuk ke ruangan tempat kami akan
diwisuda..ane lupa2 ingat waktu itu...ya tadi itu, ane sudah sangat benci dengan segala
sesuatunya yang berkaitan dengan kampus ecek2 itu.

Setelah acara selesai, ane langsung pulang ketika keluar dari ruangan. Jadilah ane sendiri
kyknya waktu itu yang tidak ada foto wisuda ecek2nya...hahahaha... (barusan itu ketawa
nyesek lho gan

Dan begitulah akhir cerita ane dikampus itu, bersama yani dan marisa.

Special Part : Goodbye Yani, Semoga Engkau Bahagia

5hari setelah acara "wisuda"...

Pagi itu, aku hanya berbaring di kasur, badanku tidak terlalu enak rasanya. Sedikit
pusing..maklum buaya jablay kyk gini gan..pas sakit gak ada yang ngerawat... wkwkwkwk
Aku sedikit kaget ketika pintu kamar digedor2 orang, entah siapa lagi pagi2 gini gak ada
kerjaan dipintu kamarku. Ini kalo gak mimin ya si kampret arif, gumamku ketika berjalan
membuka pintu.

"Ri, Yani Ri..dia.." kampret dia menghentikan suaranya, dia mau membuat dramatisir
ternyata

Akupun kembali ke dekat meja belajar dan mengambil segelas air dari ceret biru itu aku
kembali kedepan pintu dimana dia terduduk khawatir di tembok depan kamar.

Ane : nih Wan, tenang dulu..minum dulu (aku menyerahkan segelas air itu)
Awan : Yani Ri...
Ane : udah minum dulu, tenang... (seperti biasa, buaya ini sok cool, sambil menepuk
bahunya )

Dia menghabiskan satu gelas air mineral itu, haus juga ni kampret satu. Dia meletakkan gelas
di depannya dilantai.

Awan : Yani Ri dia semalam nyoba bunuh diri, dia mengiris nadinya.

Sontaklah itu kamera di close up kewajah ane yang pas2an itu..kyk sinetron alay2 sekarang..
trus ane sambil ngomong... "Aaaaappaaaaaa?" ....hadeh kenapa ane koq jadi korban
sinetron gini yak...wkwkwkkw

Ane : Apaaa...koq bisa Wan?? Kalian ada masalah?


Awan : udah ayuk Ri, liatin dia, dia dari semalam belum sadar, dia ngigau manggil kamu
terus.

Dan berbesar dirilah buaya jablay satu ini...Maaf ya Awan, pesonamu masih kalah telak
dengan sang buaya...hahay...

Akupun mengikuti awan ke kontrakan yani, tidak lama kami

sampai, kontrakan itu kebetulan tidak terlalu jauh dari kostanku.

Itu kamar yani benar2 berantakan..pecahan cermin berserakan dimana2, didekat kasurnya
terlihat bekas darah yang kini sudah mulai mengering. Aku mendekati tubuh lemahnya yang
hampir kehabisan darah. Aku melihat gelagat tidak baik, bisa2 dia mati kehabisan darah. Itu
pergelangan tangan kirinya hanya dibungkus dengan kaos oblong warna putih yang berubah
sedikit merah karena darah.

"Wan, cari taksi kedepan, kita bawa yani ke rumah sakit" awanpun hanya mengikuti kata2ku,
dia terlihat sangat bingung waktu itu.

Aku menggendong tubuh tak berdaya itu, dia sesekali mengigau memanggil namaku..entah
apa yang terjadi semalam. Ada yang tidak beres ini...jedeng
jedeng jedeng...mata
ini terbelalak
jedeng
sebelah mengisyaratkan diri sebagai seorang detektif....wkwkwkwk...canda dikit gan ben
gak spaning pagi2..

Setelah mendapat taksi, aku meminta taksi membawa ke rumah sakit terdekat. Tidak berapa
lama kami sudah sampai di depan RS "LempunyangWangi".
"LempunyangWangi" Awan hanya mengikuti dari
belakang dengan muka sangat panik. Beberapa perawat mendatangi kami, dengan dibantu
mereka aku meletakkan yani di ranjang yang didorong2 itu..ah apa namanya ranjangnya
itu...mbohlah..wkwkwkwkwk

Aku lupa, aku belum membayar taksi, aku menyuruh Awan menunggu yani didepan ruang
ICU..terlihat disana pak supir taksi menunggu..ya iyalah, orang taksinya blm dibayar...
wkwkwkw...maklum gan, ane sedikit panik...jadi dimaafin yak..

Menjelang siang, badanku sudah tidak enak rasanya, sedikit demam, ditambah
menggendong yani, ditambah belum mandi...asli gk ada minusnya..tambah2 terus...ini
matematika apa cerita sfth sebenarnya...

Aku pamit ke awan untuk pulang mandi, dia terlihat sedikit cemas disamping ranjang yani
yang sudah dipindahkan keruangan berbeda itu. Aku sempat meminta Awan menghubungi
teman2nya yani biar bisa menemani dia disitu...maklum ane waktu itu gak ada hape jadilah
numpang menghubungi Mimin lewat hapenya.

Setelah selesai mandi, terlihat Mimin sudah duduk di teras depan kostan, aku segera
mengganti baju dan segera melaju ke RS bersama Mimin dengan supraX-nya. Sesampainya
dikamar Yani dirawat, terlihat lumayan rame teman2nya yang datang waktu itu. Tapi dia
belum sadar, terlihat dia sedikit pucat karena lumayan banyak kehilangan darah.

Aku keluar kamar, sekedar menghapus sedikit debu yang membuat mata ini kelilipan, sedikit
berair sebenarnya melihat tubuh itu terbaring lemas disana. Terlihat Awan duduk tertunduk,
aku tau kepanikan itu. Aku mendekatinya, sekedar mengusap bahunya.

Ane : kenapa Wan, apa yang terjadi semalam? (msh mengusap2 bahunya yang menunduk)
Awan : dia marah semalam Ri, dia sampai memecahkan cermin dikamar, trus dia mengiris
nadinya..(suaranya terdengar ragu..hmmm mau membohongiku, kurang ajar juga ini bocah
satu)
Ane : jujur aja wan, aku tau ada yang gk beres dengan kalian. (kini aku berdiri menghadap
kedepannya, gestureku menghakimi)

Dia menggeleng, sekarang dia yang menangis...dasar cengeng...hahaha..aku hanya


tersenyum sinis melihat tingkahnya.. Berhubung, sudah sifatku dari orok yg tidak terlalu mau
mengorek hal private, jadilah aku menunggu dia cerita. Mimin terlihat sedikit berlari dari arah
kamar tempat yani dirawat. Dia mengarah ketempat kami.

Mimin : kak, itu yani nangis2 manggil kakak.


Ane : ya udah, ayo Wan, itu yani udah sadar (aku menoleh ke Awan yang sedikit kaget
mendengar kata mimin barusan)

Tidak ada jawaban darinya, dia hanya mengikutiku dari belakang. Setelah kami bertiga
masuk kamar, teman2 yang lain pamit pulang,tersisalah kami ber-4. Mimin sesekali
menawarkan minum ke yani yang masih lemah dengan mata berair itu. Dia hannya
menggeleng, tatapannya jauh keluar jendela...entah apa yang dia pikirkan..

Ane : Ni, makan bubur dulu ya? Kamu belum makan dari semalam kan? (aku mendekatinya,
dia berbalik melihatku)
Yani : gak Ri, aku gak laper (wajahnya berubah ekspresi seketika)

Awan : yank kamu gpp (pertanyaan bodoh ini lagi, jelas2 itu yani terbaring lemah kehabisan
darah..hadeh)

"PERGI...JGN DEKAT2 AKU LAGI" jeritnya terdengar sangat keras diruangan rumah sakit itu
sambil melihat Awan yang berdiri dibelakangku.

Mimin yang mengerti dengan keadaan itu, mengajak Awan sekedar menunggu diluar sampai
yani tenang.

Ane : kamu kenapa? (suaraku pelan, dia mengangkat wajahnya yang sejak tadi menunduk)
Yani : aku benci Awan Ri, dia jahat seperti teman2 SMAku.. (deg..hati ini tiba2 tersulut emosi
yang sangat besar...hitam kelam dan sudah mulai susah aku kendalikan)

Ane : kamu di apain Awan?? (erat tanganku menggenggam tangannya seperti malam dia
bercerita.)
Yani : dia memaksaku melakukkannya semalam Ri, aku menolak...tapi dia tetap bersikeras
memarahiku..lebih baik aku mati daripada aku harus menjadi (maaf) pelacur lagi Ri...

Aku sudah sangat emosi mendengar kata yani barusan, aku berjalan keluar tidak
memperdulikan yani yang masih menangis diranjang RS itu. Aku mencari2 dimana mimin dan
awan berada, terlihat mereka sedang duduk dilorong mengarah ke pintu masuk. Dia menoleh
melihatku yang datang dengan sedikit tergesa.

Sukseslah tinju ini mendarat dirahang kirinya, dia tidak berkutik setelah dia jatuh terduduk di
tembok lorong itu. Dia hanya duduk sambil memegang wajahnya yang kesakitan.

"KALO KAMU GAK BISA BAHAGIAIN YANI, JANGAN PERNAH BERNIAT MENIDURINYA,
DASAR BEJAT"

Aku menyudahi kata2ku dengan sedikit ludahan jijik yang keluar dari mulutku. Aku
meninggalkan mereka menuju kekamar dimana yani sudah tertidur lemas. Malamnya Mimin
dan si kampret itu pamit pulang..aku hanya mengiyakan tanpa melihat kearahnya, aku sangat
jijik dengannya. Akupun malam itu menemani yani di RS, dikamar itu hanya kami berdua..
karena tidak ada pasien lain.

Entah kenapa, aku sangat sakit melihatnya tertidur pucat disitu. Aku akui sangat sakit
melihatnya seperti itu. Aku memang sudah sangat jahat terhadapnya, tapi tidak seperti ini
juga jika akan berakhir. Aku lagi2 melakukan kesalahan yang sama ketika aku salah
menilainya malam itu. Kini aku telah melepasnya dengan orang yang salah, yang berujung
dia terkulai lemas didepanku.

Aku membelai rambut sebahu miliknya, aku tak berani mencium keningnya, aku telah berjanji
ketika itu, terakhir kali aku mencium keningnya ketika di kamarku malam itu. Dia terlihat
membuka mata, dia masih pucat, belum ada apa2 yang dia makan sejak tadi pagi, hanya
cairan dari impus yang tergantung disampingnya.

"Makan bubur ya, tadi di beliin endang" aku berbisik pelan sambil memegang tangannya
yang sudah dibalut kasa putih.

Akupun mengambil bubur diatas meja disamping tempat tidur. 3 suap sendok, dia sudah
menggeleng mengisyaratkan cukup. Mumpung ane lapar juga, ane embat juga itu
bubur...wkwkwkwkw...kan sama2 dari pagi belum makan...ya ane laper juga kurang lebih
sama seperti yani ..wkwkwkwk...

Yani hanya tersenyum melihatku..genggaman tangannya hangat terasa.

Yani : makasih ya Ri.


Ane : udah, kamu istirahat ya..kamu masih lemah itu.
Yani : gak ngantuk Ri, temanin sampe aku tidur ya..(aku merasakan kesan manjanya kini, tapi
sorry ya, buaya ini tidak akan tergoda...hahay )
Ane : iya..aku temani sampai kamu tertidur. (anggukku pelan)

Otak sama mulut gak singkron gan..maklumin yak, rada2 sedih suasananya...jadi
kebawa......

Malam itu, aku memegang tangannya sampai dia terlelap dalam tidurnya.

Terlihat sedikit senyum manisnya tersungging. Wajahnya sangat damai, sama seperti pagi
tahun baru lalu..

Menjelang pagi, mimin sudah datang membawa bubur hangat utk Yani sarapan, kmrn aku
sempat berpesan untuk sekedar membeli bubur jika dia akan kesini paginya. Yani terlihat
lumayan segar pagi itu, dan sejak dia memuka matanya, tidak lagi terlihat kesedihan di raut
mukanya. Dia terlihat bahagia.

.
Yogya 2008.

Sony K750i-ku sedang di pakai oleh cewek yang masih memakai seragam SMAnya sore itu,
dia terlihat asik mendengarkan lagu Gaby ~ Tinggal Kenangan. Entah apanya yang menarik
dari lagu itu, dia sangat menyukainya.

Aku yang baru selesai mandi hanya memakai celana pendek dan mengambil posisi duduk di
depan pintu menghadap ke halaman kostan. Sesekali aku melihat dia melantunkan lagu
itu,,ah suaranya tidak jauh beda dengan adik angkatku..suaranya cempreng..hahahaha

Cewek SMA-ku : yank, ini telpon dari sapa?? (dia sudah berdiri disampingku, dan
menyodorkan hape kedepan mukaku)
Ane : itu kan ada namanya yank, masa kamu belum bisa baca?? (aku tersenyum melihatnya)
Cewek SMA-ku : aku angkat ya, awas kalo dari pacarmu.. (mukanya berubah marah, diapun
mengangkat panggilan itu)

Diapun menekan tombol hijau di keypad dan mengarahkan hape itu ketelinganya..

Cewek SMA-ku : halow, ini sapa?


...
Cewek SMA-ku : iya benar, aku pacarnya Eri, kamu sapa?
...
Cewek SMA-ku : benar cuma teman, awas kalian selingkuh.

Aku hanya bisa tersenyum mendengar obrolan singkatnya dengan orang di ujung sana. Tak
lama dia menyerahkan hape itu, dia hanya memanyunkan mulutnya dan kembali kedalam
kamar.

Ane : halo Ni? (yoi gan, itu di contact phonebook ane tetap kasih nama Yani)
Yani : hai Ri apa kabar?
Ane : baik, kamu sendiri apa kabar? sekarang dimana?
Yani : baik juga Ri, sekarang aku dibatam, ikut kakak kerja dsini.
Ane : owh..gimana, udah married belum?
Yani : belumlah, kamu sendiri kapan lulusnya?
Ane : yeee gak sebandinglah, aku nanya merid kamu nanya lulus..hahahha
Yani : itu yang ngangkat tadi sapa? koq ketus banget dia.
Ane : ya ketus2nya sama kyk kamu dulu... (aku melirik cewek sma itu, dia semakin menjadi
didalam kamar, mukanya udah gak enak diliat, ditekuk2 gak jelas..cuekin aja...hahahhaha)
Yani : oiya, makasih ya, pas malam itu kamu jagain aku tidur, walaupun kamu yang tidur
duluan (suaranya tertawa kecil disana)
Ane : masa iya aku yang tidur duluan? prasaan dulu itu kamu dah tidur deh.
Yani : gak juga, aku cuma pura2 tidur aja. (aku sedikit merasa malu ketika dia selesai
mengucapkan kata2nya barusan)
Ane : maaf ya, aku langgar janjiku.
Yani : gpp...makasih ya, kecupanmu tetap sehangat dulu.
Ane : hehehe..ya udah ya..nih cewekku gak enak bgt ngeliat mukanya..ditekuk2 dari tadi..
Yani : ok..aku juga masih ada kerjaan..skali lagi makasih ya...dah...

Tut tut tut..telpon


itu terputus..
tut..

Aku sempat tersenyum ketika mengingat malam itu dirumah sakit..aku tidak menciumi
keningnya, aku mengecup bibirnya sebelum aku tertidur..

Good bye Yani...semoga engkau bahagia sekarang...amin...

Filler : Valentine
Valentine 14 February 2004
Yogya 29 Oktober 2015

Sore ini, aku belum beranjak pulang dari kantor. Masih terlalu panas cuaca diluar. Si Aji
sudah pamit dari tadi, soalnya dia ada acara di tempat simbahnya di sekitar godean sana.
Beuh...alamat jalan sore2 pulang nanti.

Di draft part 3 ini aku sedikit lebih teliti dalam menulis kejadian2 yang lumayan menguras
otak cupu ku ini. Draft part 3 ini terjadi sekitar 9 tahun lalu...ah, aku harus lebih keras
memutar otakku..aku sedikit lupa dengan kejadian2nya..si
si ini yang duluan ato si ini ya??...
itulah pertanyaan yang sering terpampang di kepalaku beberapa hari ini.

Aku sedikit memundurkan kursi, aku mengambil posisi selonjoran. Sesekali kulirik jam
dinding itu..sudah lewat 8menit dari waktu pulang ku...tapi aku masih merasa sedikit panas
ketika tadi menghabiskan ice blast di depan teras kantor. Lagi2 hape bercover orange
milikku mengalunkan dubstepnya Xilent ~ Choose Me menandakan ada panggilan masuk.
Akupun mengangkatnya dengan sedikit malas2an.

Kanjeng Mamih : Eri kamu masih dikantor?


Ane : Iya mbak? Kenapa mbak?
Kanjeng Mamih : Itu tadi kata Pak F**** semua peserta pelatihan kemarin sudah di status 0,
coba kamu cek, kalo udh ntr malam lembur ya, naekin status 1 sama penugasan Asesor
sekalian.
Ane : Iya mbak, ini skalian aku bawain laptop kantor pulang kekostan.
Kanjeng Mamih : Ok..

Dan hapeku kembali terdiam setelah panggilan terputus. Ah, sial..harus kutunda lagi draft
yang masih 700an baris ini. Ngelembur mneh mas dab. Hadeh..

Akupun memasukkan laptop kedalam tas ransel hitamku. Untung juga kemaren dikasih sama
si Boss ini tas, saat kyk gini aku tidak harus menenteng tas laptop, gumamku. Setelah
memastikan semua barang elektronik sudah tidak tersambung dengan listrik, akupun
meninggalkan kantor kecil itu.

...

Sesampainya di kostan, aku sudah tidak kuat dengan cuaca Yogya, bahkan di jam 5 sore ini
masih saja terasa panasnya. Akupun bergegas mandi. Tidak lama aku sudah selesai dan
kembali kekamar. PC tua dikamar sudah terjaga dari tadi, aku sempat menekan tombol
powernya sebelum berangkat mandi.

Aku menyempatkan diri memutar winamp, aplikasi yang sangat wajib ketika menyalakan PC.
Playlist kali ini adalah Slowrock Asing.. Lumayan lama aku tidak mendengarkan lagu2
slowrock..aku sedikit bernostalgia setelah beberapa lagu mulai mengalunkan bait2 syair
yang lumayan indah.

Aku membuka laptop kantor yang kubawa pulang tadi, aku mulai mengecek satu persatu
nama kontraktor muda yang beberapa minggu lalu mengikuti pelatihan. Untunglah, aku tidak
jadi lembur..status mereka belum bergerak dari 99..artinya belum diproses oleh kantor
pusat.

Jadilah aku bisa meneruskan draftku...ketika asik mengingat2 kejadian beberpaa tahun
lalu...tiba2 lagu itu mengalun indah..damn** aku baru ingat tahun 2004 itu...

Aku kembali membuka Thread yang aku buat d SFTH tanggal 16 lalu..aku kembali mengecek
bagian2, aku teringat ada sesuatu yang tidak aku cantumkan..dan benar saja...ah pantesan
ada sedikit yang janggal...pantesan waktu itu Yani bisa berubah jadi manja terhadapku..

Yogya Februari 2004


Friday, February 13th

Siang itu sehabis sholat jumat, aku beranjak dari kostan menuju kostan yani, tadi aku sempat
mampir sebentar saat pulang dari kampus. melangkahlah kaki ini dengan sendirinya, aku
ingin mengajak Yani ke konser nanti malam, konser band luar. Meskipun aku tidak terlalu tau
bahasa inggris, tapi aku sedikit antusias ingin melihat bule yang sebelumnya cuman aku lihat
di film2.

Sesampainya di gerbang kostan, aku melihat joko dan hendi mereka tampak sedang asik
membicarakan sesuatu.

Ane : Jo, Hend lagi ngapain kalian? Dah pada ngopi belum?
Hendi : nah Jo, dapat kopi gratisan kita. (dia tersenyum melihatku, aku tau arti senyum
itu..dasar anak kostan kere gk jauh beda juga dengan ku..wwkwkkw)
Joko : Asik...sana hend beli kopi dulu..duitnya minta tu sama Eri.
Ane : bentar2 kyknya tadi ada 5rebuan dikantong (aku merogoh kantong belakang jeans ku)
Yani : Kalian ini bisanya cuman minta aja, Jgn dikasih Ri, ntr manja mereka (ketusnya gk
berubah2 ini emak2 satu)

Entah kenapa, joko dan hendi gak bisa berkutik dengan omongan pedes dari emak2 satu itu.
Mereka diam seketika melihat yani yang nyerocos dari depan kamarnya. Setelah mendapat
duit dari saku belakang, aku mengedipkan mata ke hendi, dia sangat mengerti maksudku.
Aku menjatuhkan lembaran 5rebu itu dibelakangku, aku meninggalkan mereka menuju
kamar yani.

Ane : Ni ngomong didalam dulu yuk, ada yang mau ta sampein.

Aku menarik tangannya kedalam, dengan maksud dia tidak melihat ke tempat tadi lagi, jadi
teman2 yang didepan bisa pergi membeli kopi, Bukan maksud merendahkan dengan
menjatuhkan duit itu, tapi jika aku kasih langsung, yani tidak segan2 memarahi hendi,
sungguh luar biasa kalo emak2 satu ini ngamuk...11-12 sama naga yang jaga putri fiona di
menara film SHrek itu...dengan nafas api dan muka sangar tapi bisa genit ketika bersama si
donkey...

Aku mengambil posisi duduk menyender ditembok menghadap ke dia yang duduk disudut
kasur.

Ane : Ni, ntr malam ada acara gak? (senyum genit buaya seperti biasa)
Yani : gak ada Ri, emang mau kemana? jgn2 kamu mau ke mandala ya?? (ah sial ketahuan
juga)
Ane : iya Ni, aku pengen liat bule Ni, belum pernah aku liat bule langsung...ikut yuk (aku
memegang tanganya dengan tatapan mengemis)
Yani : tapi ntr kamu yan bayarin tiket, gimana??
Ane : OK.

Akupun tersenyum puas, aku bisa mengajaknya ke konser "Helloween" malam nanti di
Mandala Krida yang tidak terlalu jauh dari kostan yani. Yey, aku bisa liat bule secara
langsung, gumamku.

...

Sore menjelang, aku sudah berada di antrian tiket konser itu, kalo gak salah waktu itu
25ribuan per-tiket. Setelah mendapat 2 tiket kamipun masuk kedalam stadion mandala krida.
Cukup lama menunggu kami hanya mengobrol2 ngalor ngidul..sperti biasa, aku hanya lebih
banyak mendengarnya cerita2nya.

Sehabis magrib, konser pun dimulai tp saat itu yang di atas panggung masih band lokal
"Jamrud" mengalunkan beberapa lagu2 mereka. Ketika band Jamrud selesai dengan lagu
mereka, mulailah lampu2 di panggung dipadamkan.

Dan mulai terdengar melody awal Forever And One milik Hellowen..sontak stadion itu
menjadi riuh seketika oleh sorakan penonton.

Sempat terjadi keributan di kedua pintu masuk, ternyata pintu stadion itu di jebol oleh ribuan
penonton yang tidak mendapat tiket. Dan mereka mulai masuk kedalam stadion seketika
pintu masuk jebol. Ribuan manusia meransek masuk, gelagatnya seperti waktu tahun baru
sebulan kemarin.

Kami sempat disenggol oleh beberapa orang yang maju ketengah stadion, tidak ada aroma
lain tercium, aroma alkohol, yap itulah mereka yang sok2an teler membuat rusuh. Aku
mengajak Yani kebelakang, ketempat duduk disamping lapangan.

Yani tidak memperhatikan konser sama sekali, dia terlihat ketakutan dengan keributan serta
bau alkohol yang tercium..masih dengan lantunan Forever And One dr atas panggung, diri
ini dipeluk erat olehnya..dia bergetar ketakutan. Entah apa yang membuatnya begitu
ketakutan malam itu.

Sejak saat itu hingga akhir konser, yani tidak melepaskan pelukannya, sudah lumayan larut,
aku mengajaknya pulang. Disepanjang jalan menuju kostan dia tetap diam, tidak ada suara
dari mulutnya. Tidak berapa lama kami sudah sampai di kamarnya. Aku yang penasaran
sedikit menanyakan kenapa dia bisa setakut itu.

Ane : Ni kamu kenapa? (aku membelai rambutnya yang menutup wajahnya yang tertunduk)

Dia hanya menggeleng pelan, dan sudah jadi sifatku tidak terlalu suka mengorek info jika
orangnya sendiri tidak mau cerita terlebih dulu.

Aku mengambil segelas air dari dispenser disudut kamarnya. Ketika aku menyerahkannya,
yani meminum habis air mineral itu. Aku tau, segelas air putih bisa sedikit membuatnya
tenang.

Yani : makasih ya Ri (kini dia melihatku sayu)


Ane : iya, maaf ya, gara2 aku ngajak nonton kamu jadi kyk gini.
Yani : aku teringat hal kelam dulu Ri, aku benci bau alkohol. (dia kembali bergetar hebat)

Aku kini memeluknya, sekedar mengingatkan bahwa aku masih disini dengannya. Setelah
aku merasa getaran tubuhnya sudah sedikit berkurang, aku menyuruhnya tidur.

Ane : Ni kamu tidur ya, kamu istirahat ya. (dia hanya mengangguk pelan)

Dia merebahkan badan di kasurnya, aku mengambil Doraemon segede gaban itu dan
meletakkannya didalam pelukannya. Dia menggeleng pelan.

Yani : kamu nginap sini aja ya, aku takut.


Ane : aku ada dsini, kamu gak usah takut.

Aku mengunci pintu kamar, sekilas kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 2pagi.
Akupun memeluknya, sekedar menemani dirinya yang masih ketakutan. Dia membalikkan
badan mengarahku.

Yani : maaf ya, aku belum bisa cerita sekarang.


Ane : iya, cerita aja kapan kamu mau Ni

Aku sempat mengecup keningnya sebelum kami tertidur pagi itu..pagi tanggal 14 february
2004 bertepatan dengan hari valentine.

Sejak saat itu, yani menjadi sangat manja kepadaku, dia juga belakangan memanggilku
dengan kata "Yank".
"Yank"

Di bagian 23. Tergoda aku lupa memaparkan bagaimana awal mula dia memanggilku
"Yank"...mungkin
dengan sedikit filler ini bisa menambah cerita yang sempat aku lupakan
"Yank"
ketika menulis draft dulu...makasih...

Part III
Luntang Lantung

1. Yogya oh yogya..

Part 3. Luntang Lantung begin..


...
Yogya Agustus 2015

Siang ini, setelah jam istirahat makan siang, aku sengaja mengambil kursi lipat disudut ruang
tamu. Aku menariknya keluar ruangan kantor kearah teras depan mengarah kejalan. Setelah
duduk, aku mengambil sebatang ice blast dr bungkusnya yang tersisa setengah.

Cekkiiit, suara pintu kaca itu digeser oleh Aji dr dalam ruangan kantor. Dia juga ternyata
membawa kursi lipat yang sama denganku, dia mengambil posisi di sampingku.

Aji : Mas, aku minta rokoknya ya.


Ane : itu masih ada, santai aja. kyk orang susah aja, abis ntr beli lagi.
Aji : wah gaya tenan kie skrang.

Kami tertawa kecil disitu. Terlihat si Aji menghembuskan asap putih tebal dari
kerongkongannya. Aku tau ada sesuatu yang sedang dia pikirkan, cuman dia gak mau
cerita..kebiasaannya sudah lumayan aku pahami.

Ane : kyknya ada yang galon ini. (isengku tanpa menolehnya)


Aji : heheheh..
Ane : jangan banyak mikir Ji, ndak edyan kowe.
Aji : gak koq mas, aku bosen aja kerjaan kyk gini terus, pas sepi, sepi banget, pas rame, kita
lemburnya gila2an. (dia menghisap dalam ice blast itu, kebulan tebal terlihat)
Ane : biasa aja Ji, pas sepi ya di nikmati, pas rame ya diusahain dinikmati juga..

Dia hanya tertawa garing, tidak lama dia kembali melanjutkan

Aji : mas, kamu gak bosen apa sama kerjaan kyk gini? (akhirnya dia mengeluarkan uneq2nya)
Ane : bosen si bosen Ji, cuman kalo melihat dari sudut pandangku, tidak mudah untuk
sampai disini.
Aji : maksudnya gimana mas? (dia menolehku mencari penjelasan)
Ane : ya aku sih bersyukur Ji, kerjaan kyk gini dah enak menurutku. Kita masih bisa
merasakan ruangan yang ber-AC, kita bisa merasakan gaji yang lumayan cukup, toh
sekarang kita bisa dengan santainya rokokan di jam2 istirahat.

Dia hanya memperhatikan penjelasanku, sambil sesekali menarik isapan ice blast di
tangannya itu.

Ane : Dikampungku, jam segini kita masih ditengah sawah Ji, bayangin aja panasnya
gimana..mataharinya 7biji, trus kita harus kerja manen padi di siang bolong saat matahari 7
itu tepat di atas kepala.
Ane : itu juga ada aku liat di dekat BBPOM, para pekerja yang kerjaanya sangat keras. Kita
belum ada apa2nya Ji. Kita enak paling ketemu dengan keyboard, mereka itu kerjaannya
gila, harus angkat ini itu.
Ane : Kita pas beli aqua galon aja, dari lantai satu bawa naik lantai 2 udah ngos2an,
dibanding mereka yang kerja di sana, kita gak ada apa2nya Ji.

Dia hanya menganguk pelan menganalisa penjelasanku. Sepertinya dia lumayan mengerti
apa yang ingin aku sampaikan.

Aji : ya sih mas (dia tersenyum melihat kejalan)


Ane : ya semua ada titik jenuhnya Ji, tergantung kitanya aja..bersyukur apa enggaknya..

Dia terlihat bangkit setelah mematikan puntung ice blastnya.

Aji : masuk wae mas, panas bgt diluar sini.


Ane : kan, ini kita cuman duduk diteras gak kena matahari langsung loh, gimana mereka yang
langsung disengat matahari siang bolong gini??

Akupun melipat kursi itu, dan menariknya kedalam kantor kecil kami. Aji kembali kemejanya
dan membuka laptop yang dari tadi dibuat sleep dengan menutupnya.

Aji : oiya mas, kamu koq bisa kuliah di U** dulu? Gimana ceritanya mas?

Aku hanya tersenyum memandangnya yang belakangan sering penasaran dengan ceritaku.
Aku sudah mulai cerita2 dengan Aji mengenai story-ku selama diyogya, aku berniat akan
mulai menulisnya ke dalam thread di SFTH.

Dia bersemangat ketika aku menceritakan gimana aku bisa sampai seperti sekarang ini.

Yogya, sungguh berkesan..aku tidak pernah menyesal melangkahkan kakiku dikota gudeg,
kota pelajar yang berhati nyaman ini.

Inilah Part 3. Luntang Lantung..happy


reading.
Lantung

2. Kampus Baru

Yogya Juli 2005


...
Sudah hampir 3 bulan sejak Yani pulang ke rumahnya di sulawesi.

Aku masih sedikit merasa kehilangan seorang yani yang lumayan memberikan andil dalam
hidupku setahun terakhir ini. Mulai sejak malam tahun baru itu, aku menjadi kuli gendong-nya
hingga sebulan lalu aku menyesal telah melepaskannya di tangan orang yang salah.

Ah sudahlah, aku harus mencari kegiatan baru.

Aku belakangan ini sering sekali ke warnet. Sekedar membaca2 artikel berbahasa inggris.
Yap, aku saat itu sedang tekun2nya belajar bahasa inggris. (nonton yang iya2 sih sedikit
sering...

tapi gak usah dibahas yak, terlalu vulgar soalnya...)

Awal2 kewarnet dulu, aku secara tidak sengaja membuka sebuah Friendster yang saat itu
sedang booming2nya. Aku dlu juga pernah sampai membuat akun di friendster, skedar aja
sih tidak ada yang special. Aku lebih tertarik untuk membaca artikel2 ketika itu. Semua jenis
artikel asalkan berbahasa inggris, pasti aku menyempatkan diri membacanya. Walaupun
hanya me-reka2 arti katanya.

Malam itu aku sedang memutar winamp dengan album Ari Lasso ~ Keseimbangan di playlist
komputer warnet itu. Saat iseng2 membuka friendster, aku menuju ke halaman friendster di
buddylistku..ketika page profilnya selesai loading, mulailah terdengar seperti orang sedang
berbicara dengan backsound detik jarum jam.
Suara itu mengalun pelan, aku sedikit kaget dengan suara bicara di lagu itu. Aku kemudian
mematikan winamp, kembali diri ini mengeraskan volume di headset waktu itu. Aku mencari
judulnya.. Scene One: Regression dari album Dreamtheater : Metropolis Pt. 2: Scenes from a

Memory.

Enak juga, aku merasa tenang ketika semakin dalam dia berbicara. Aku sebenarnya belum
terlalu ngerti kata2nya, tapi racikan musik itu seakan bisa ku nikmati. Mulailah diri ini
semakin tergila2 untuk mengerti bahasa inggris.

...

Suatu siang di teras kostan, aku sedang duduk dengan Arif sambil gitaran. Seperti biasanya,
kami terlihat sangat romantis sebagai pasangan maho

Arif : Cok, koe balik sumbawa besok2? (dia sperti biasanya mengebulkan asap putih dr LA
andalannya)
Ane : gak tau cok, males aku mau balik.
Arif : mau lanjut kuliah ra koe?
Ane : gak tau juga, duit pas2an gini. (aku masih dengan terbata2 memetik gitar)
Arif : aku kyknya mau lanjut ke UTY, ngambil ekonomi. Masih kurang ilmu eksport import dari
kampus kmrn.

Dia berhenti dari bicaranya, dia diam sejenak mendengarkan lantunan pelan dari gitarku.

Arif : bah, dah ganti selera koe cok?


Ane : hah? (aku menolehnya)
Arif : itu ngapain main Through Her Eyes?? (ini orang tau aja apa yang ane
maenin..wkkwkwkw)
Ane : hehehe, lagi pengen belajar basa bule aku.
Arif : manteb2 koe cok.

Kami sedikit bernyanyi2 siang itu, dengan kunci yang ngasal yang sempat aku liat di internet
beberapa malam sebelumnya.

Arif : piye, jadi lanjut kuliah ra koe?


Ane : pengen sih, pengen ngerasa kyk mahasiswa beneran, tapi kyknya kalo UTY, terlalu
besar duitnya.
Arif : udah gpp, ntr aku bantuin, kita bareng aja, mayanlah ntr bisa aku bantu dikit2.
Ane : gak ah, aku masuk yang beda aja cok, ntr aku cari kampus yang agak murah duit
semesterannya.

Siang itu kami habiskan dengan nyanyi2 berdua sebagai pasangan maho ter-romantis ..
wkwkwkkw...Anak2 kostan laen kyknya pada pulang waktu itu.

Sore harinya Mimin sempat mampir dikostan, belakangan dia memang sering mampir
dikostan sekedar mengajakku cari makan. Dan dia senang sekali mengacak2 isi kamarku,
dia tidak bisa melihat kamarku sedikit rapi, enth itu novel2 di rak buku sering banget dia
acak2.

Saat itu dia sedang maenan hape sambil duduk dikursi meja berlajarku.

Mimin : kak, mau lanjut kemana? (dia sedang asik memainkan game Snake di hape nokiyem
jadulnya)
Ane : gak tau dek, blm kepikiran juga aku mau kemana, duit pas2an soalnya. (aku menyahut
enteng dr sudut kasur saat memainkan Pull Me Under)
Mimin : ayo kak kita masuk U** aja kak..biayanya gk terlalu mahal, uang gedungnya cuman
3juta trus sksnya murah koq cmn 75rb (dia menolehku)
Ane : masa dek? (antusias mendengarnya)
Mimin : iya kak aku dpt info dari teman cowokku yang jg kuliah disana.
Ane : kampusnya dimana dek? jauh gak?
Mimin : disana kak lumayan jauh kalo dari sini, kampusnya di daerah tegalrejo sana.
Ane : jauh juga ya dek..kira2 naek apa ya kesana?
Mimin : ya pindah kostan lah kak. Cari yang deket sana (dia kembali melanjutkan game snake
dihapenya)

Ane : aduh masih agak lama kostanku dek, baru bln kemarin aku perpanjang lagi. Mana aku
dah bayar setahun full lagi.
Mimin : gini aja kak, ntr kakak bareng aku aja (dia kini melihatku lagi)
Ane : ok deh, kita bareng2 kyk orang2 pacaran ntr ya (iseng sang buaya mulai terlihat dari air
keruh )
Mimin : ogaaaah, itu maumu kak, ntr kalo cowokku marah trus mutusin aku gimana??

Aku berdiri mendekatinya, mengacak2 rambut panjangnya.

Ane : gak dek, canda tadi. Ntr aku cari sepeda aja. Enak kyknya sepedaan.
Mimin : jauh loh kak (dia kembali memainkan game dihapenya)

Diri ini semakin iseng, sedikit menyelinap di antara tangannya, aku mnekan tombol merah di
keypad nokia jadulnya itu.

Dan dia mulai menggila, teriak2 gak jelas dan itu buku dimeja menjadi sasaran.
Berhamburanlah itu buku sama novel keseluruh penjuru kamar. Awkwkwkwkw...benar2 kyk
anak kecil..aku menyukai ketika dia ngambek2 kyk anak kecil kepadaku. Maklum anak
tunggal kyk gini, gak ada sodara yang bisa ane ajak maen waktu kecil..dan itu dapat ane
temukan di Mimin, dia bisa menjadi layaknya adik kandungku.

Ane juga tidak pernah ada rasa laen ke doi, selain rasa sayang murni sebagai adikku, bukan
lagi sebagai adik angkat tapi sudh seperti adik kandung.

...

Seminggu kemudian, adekku datang lagi dengan membawa brosur dan form dari Universitas
yang bakal jadi tempat kami melanjutkan kuliah nantinya. Oiya, ane sama mimin ini di kampus
ecek2 dulu mengambil jurusan sama yaitu profesi komputer tapi berbeda kelas waktu itu.
Ane di kelas A dan mimin di kelas D kalo gak salah.

Mimin : kak, ini formnya di isi kak, besok aku yang anterin kesana (dia menyerahkan form
isian utk mahasiswa transferan)
Ane : ya udah ntr malam aku isiin semua data2nya, ntr juga aku siapin apa aja yang jadi
syaratnya.
Mimin : oiya kak, ada kabar bagus lagi kak (dia tersenyum)
Ane : apaan dek? kyknya senang banget kamu
Mimin : kita kan di itung mahasiswa transferan, nah dpt potongan uang gedung separuh, jadi
cuman 1,5juta. (ternyata masalah potongan uang gedung kirain apaan..wkwkkwkw)
Ane : nah bagus itu, benar2 berita bagus dek.
Mimin : kemaren kan aku dah dikasih ibu duitnya kak..dah ada 3juta. Kan biaya gedungnya
cuman 1,5 jadi ntr sisanya aku mau belanja kak..horeeee (dia tersenyum girang)
Ane : hadeh, itu duit sisanya kamu tabung dek jgn di pake semua. Sapa tau besok ada biaya
tambahan pas mulai kuliah.
Mimin : gak ah kak, aku mau belanja aja. Ntr kakak mau aku beliin apa?? (dia mengangkat2
kedua alisnya)
Ane : gak ah, kamu aja aku gak usah dek.

Yap satu berita bagus yang dikabarin mimin, lumayan bisa meringankan orang tuaku di
kampung sana yang sedang dalam masa paceklik waktu itu. Seperti janjinya, besoknya
mimin datang mengambil form isian dan syarat2 utk transfer ke universitas baru.

3. Kuliah Lagi

Sebulan kemudian kami resmi menjadi mahasiswa transferan di universitas baru. (Ane
samarin aja yak biar lebih dramatisir dan biar semakin banyak para buaya2 yang
menebak2..

Oiya, sesuai janjinya, mimin tiap pagi sering mampir kekostan ane utk berangkat bersama
kekampus baru. Maklum masih semester baru jadi kuliah yang kami ambil hampir sama.
Jadilah diri ini cuman menumpang di supraX mimin..ane sih yang jadi supirnya, mimin yang
menjadi nyonyanya di boncengan nunjuk kesana kemari tujuannya.

...

Ternyata masuk di universitas itu beda banget rasanya sama kampus kecil kami. Hari
pertama masuk kuliah, ane sama mimin kebingungan nyari kelas. Itu kuliah biasanya dilantai
empat..kapok biasanya cuman masuk di ruangan yang sama, sekarang mesti masuk beda2
kelas nyari dosennya.

Beh itu ceweknya seger2 yak..wah mesti cari mangsa ini, maklum sudah lumayan lama tidak
berurusan dengan hal terkam menerkam..

1 minggu
minggu berlalu,
berlalu diri ini masih terlalu cupu untuk sekelas universitas..belum berani sekedar
membuka mulut menyapa para bidadari yang akan menjadi mangsa..
2minggu berlalu,
berlalu diri ini masih sama, hanya bisa tersenyum tanpa makna di sdut kelas ketika
dosen menjelaskan materi.
Sebulan kemudian,
kemudian ane mengajak adek angkat ane ke jalan solo, baratnya Ambarukmo
Plaza. Kebetulan waktu itu ane dpt suntikan dana dari kakak samping rumah dikampung, jadi
bisalah ane pake buat beli sepeda pixie kawe-kawean. Kalo gak salah waktu itu 700rebuan
harganya. Ane dpt sepeda pixie butut, pixie kawe 2...hahay..

Sebulan numpang Mimin terus diri ini semakin gak ada harga dirinya blas

..makanya ane

mencoba mencari sepeda. Pagi itu, ane ada jadwal kuliah jam 8 pagi. Jadilah dari kost2an
ane mengayuh pelan sepeda pixie kawe 2 itu jam 7, karena jarak kampus dengan kostan
dibaciro sekitar 40menitan.

Saat hendak berbelok ke sudut..eh tiba2 ada cewek make motor shogun biru nyelonong ke
parkiran tempat ane mau memarkir sepeda. Hadeh, sudah tradisi yang kecil tergusur yang
besar. Ane terpaksa mencari tempat parkir di sdut agak jauh masuk kedalam parkiran.

Sekitar 2menit ane berjalan ke tangga naek dari parkiran, terlihat lah cewek sok2an tadi
yang ngambil tempat parkir pixie kawe ku. Dia sangat sibuk menyelesaikan tugas salah satu
mata kuliah. Diri ini yang masih lugu di kampus baru hanya melewatinya.

... : eh kamu ngambil kuliah Matematika Diskret juga kan? (dia sedikit menarik celana jeans
itam satu2nya yang tersisa yang ane pake waktu itu)
Ane : iya mbak..(senyum polos sang buaya keluar)
... : tugasmu udah kelar?
Ane : udah mbak, udah dari semalam aku kerjain
... : liat dong, aku agak bingung nih, semalam lupa ngerjainnya
Ane : bentar ya mbak (aku membuka ranselku, aku cari2 itu binder warna itam yang dulu
kupake di kampus ecek2 itu, maklum gan masih kere, gak mampu beli binder baru...)
Ane : ini mbak (nyerahin binder)

Dia membuka binder itu, membalik2 halamannya. Dia melihatku lagi

... : ini koq fisika dasar?


Ane : eh, bentar mbak (dan buaya ini mulai berani mengambil duduk ditangga disampingnya )
... : matematika diskret loh, bukan fisika yang aku tanyain (doi sedikit kesal dengan buku
binder ku, bukan sama aku loh gan... )
Ane : ini mbak, yang ini kan..

... : nah benar, aku catet bentar ya.

Edyan, dia maen catet aja tugas orang, gak ada permisi2nya..berhubung doi cewek, ane
sebagai lelaki harus mengalah dong...kan lelaki pasti kalah didepan cewek. Apalagi cewek
depan ane ini cantik, tingginya setelinga ane, kyk tingginya mimin. rambutnya sedikit panjang
bergelombang. Cantik pokoknya...

...buaya woy, tiap cewek aja pasti dibilang cantik...lah

benar kan gan, cewek itu cantik, cowok itu ganteng, banci au ah gelap..

2menit berlalu dia mengembalikan buku binderku. Diapun mengambil tas ala emak2nya di
tangga didepannya. Dia berlalu kelantai atas meninggalkan diriku yang lugu itu.

2 anak

tangga dia berjalan, dia menoleh dengan senyum yang manis2 gula jawa.

"Makasih yah, ntr aku balas deh"

Aku hanya membalasnya dengan senyuman semanis mungkin, sapa tau berkesan.

"Kakak, tadi kesini naek apa??" suara cempreng itu terdengar dari pintu arah parkiran.

Ane : eh Dek, sorry ya tadi aku duluan berangkatnya maklum ngenraen sepeda baru.
(senyum mesum genit sang buaya andelan)
Mimin : cie cie yang make sepeda baru..aku gak ditunggu2 lagi.(dia mengambil duduk
disampingku, aku berdiri hendak kelantai 3)
Ane : mau kuliah gak dek? (aku menolehnya)
Mimin : iyalah kak.
Ane : ayuk buru, tinggal 3menit ini (aku mengisyaratkan dengan menunjuk jam tanganku)

Diapun bangkit dan menggandeng tangan kakaknya ini ke lantai 3. Seperti biasa kami
tertawa2 bercanda di sepanjang menaiki tangga itu. Terlihatlah tatapan sinis para jones itu
kearahku...hahay, jones yang tabah ya, nikmati masa2 jonesmu...piye, sakit ra dikatain
gitu...ya sakit...aku sendiri ya jones soale...

Saat kami masuk ke ruangan kelas, terlihat banyak mahasiswa yang aku tidak kenal. Secara
mereka mahasiswa semester 3 dan ane mahasiswa semester 1 disitu, karena lumayan
banyak mata kuliah dari kampus ecek2 yang bisa dikonversi ke kurikulum dikampus baru,
jadilah kami bisa mengambil mata kuliah semester 3 dan 5.

Seperti biasa, aku mengambil posisi duduk di urutan bangku nomor 2 dari belakang, dan
posisi pewe ini masih tetap sama seperti dulu, kepala tertutupi tas ransel yang sudah mulai
bulukan itu..

Mimin sesekali menggoyangkan bahuku sekedar menanyakan nama cowok2 di kelas itu.
Hellow aku ini tidak jauh berbeda denganmu Dek, aku ya mahasiswa baru disitu..kamu masih
enak suka nyerocos, lah aku yang cuek2 bebek ini gimana...aku kenalnya ya cuman adekku
itu seorang..awkwkwkwk..dilema
dilema mahasiswa baru...

"Hey mbak Tata, ada apa mbak??" suara mimin nyeletuk.


"Sejak kapan aku ganti nama jadi Tata dek?? sejak kapan juga aku ganti kelamin jadi
mbak2" aku membalasnya ngasal, dan tidak merubah peweku

Terdengarlah mimin mulai ngerumpi..entah aku tidak menghiraukannya. Dia terdengar asik,
aku mah sebodo teuing, tetap dengan peweku. Semakin keras itu mimin menggoyangkan
bahuku, aku menolehnya.

Jeng jeng jeng...seperti


biasa biar dramatisir.
jeng...

Terlihatlah cewek tadi yang mengambil tempat parkir pixie kawe ku. Dia tersenyum manis2
gula jawa lagi ketika melihatku.

Ane : eh mbak...masih ada yang kurang ya tugasnya?? (senyum mesum genit dengan
sendirinya mengembang )
... : enggak kok, udah selesai itu teman2 lagi nyalin tugasku juga (dia menunjuk kearah depan
tempat emak2 itu sedang sibuk menyalin tugasnya)
Mimin : kak, kenalin ini mbak Tata, teman satu kostanku.

Beuuuh kampret juga ini adekku, ada cewek cantik dikostan dia gak pernah ngomong2 kan
sayang kalo sampe di embat oleh buaya2 jahat diluar sana, dan untungnya lagi cewek cantik
itu tidak terlibat dengan buaya2 yang sering sliweran di thread ini...

..pasti buaya2 yang

membaca pada protes..sesama buaya harus damai yak...

... : Tata (dia menjulurkan tangan lembutnya, putih kulitnya, dia make lotion apa yak? kira2
bagus gak ya kalo aku make, bisa putih juga gak ya kyk doi...koq mendadak jadi ngondek
gini...wwkkww..lupakan... )
Ane : Eri mbak (senyum genit kini yang terpasang)
Tata : jangan mbak dong, kyk aku tua aja, kita kan seumuran (senyum lagi, aduh...aku gak
kuat )
Ane : iya Tata, eh iya Ta...aduh aku manggilnya apa?? (sok imut banget sang buaya)
Tata : panggil Ta aja..(ampoon doi senyum lagi)
Ane : iya Ta, salam kenal ya.

Mimin terlihat antusias melihat salah satu cowok di sudut sana, cowok itu juga mulai genit2
melihat kearah ane...itu doi ngeliat Mimin woy, bukan ngeliat koe cok...awkwkwkkw..geer
betul buaya jablay ini...

Tidak berapa lama dosen Matematika Diskret itu masuk, beliau

mengajar kyk dosen2 lainnya, ya iyalah namanya juga dosen, ya ngajar kyk dosen...pekok
pekok...

4. Cewek Lesung Pipit


Beberapa hari sejak saat itu, Tata sudah lumayan dekat dengan ane..itu deket karena dia
sekostan sama mimin sih sebenere, nah aku kan ngekor terus sama mimin, jadilah dia
otomatis romantis...(eh, otomatis aja ding gak pake romantis, ntr di kira film...

otomatislah deket sama ane juga.

Kehidupan di kostan juga masih seperti dlu, ane masih sering jadi sansak curhat mereka.
Sekarang juga Arif sering curhat colongan ketika yang laen udh pada tiwas, seperti malam
dia berkisah, kami bagai sepasang maho duduk didepan teras sambil gitaran dan dia
berkisah tentang dirinya semasa sma.

Oiya, kabar dian dan lina...?? ternyata itu 2 cewek cuman deket doang sama arif, semacam
hubungan tanpa status gitulah...emang pandai sahabatku ini dalam perihal menggantung
hati wanita...sok2
sok2 begaya, intinya sama aja, buaya ya tetap buaya, cuman dia buaya elit, gak
kyk sahabatnya ini, buaya kere...

Sudah 3 bulan ini ane mempelajari bahasa inggris lewat lagu2nya dreamtheater. Yoi ane
milih dreamtheater karena tiap kata2nya sungguh dalam dan mengena.

Makanya sampe sekarang ane masih kesengsem sama band itu. Dan berkat lagu2nya ane
semakin fasih dalam bahasa inggris..sok2an
sok2an juga si buaya, tidakkkk aku tidak seperti
itu.. aku semata2 tergila dengan dreamtheater, tidak lucu jika aku tidak mengerti arti tiap
kata dalam bait lagunya.

Tapi seperti kata2 para filsuf kuno, bahwa tiada ilmu yang tidak berguna..nah itu berlaku juga
buat buaya satu ini..ketika didalam kelas mata kuliah semester satu, ane sempat jadi bahan
pembicaraan ketika berdebat dengan dosen mata kuliah Etika Profesi yang dosen muda itu
sok2an make bahasa inggris tiap ngajar.

Saking nyerocosnya ane membalas setiap kata2 dosen, ane sempat dilirik oleh mahasiswa
lainnya.

"Ini mahasiswa baru sok2an banget, mana bahasa inggrisnya google translate lagi.. hadeh "
"Ini mahasiswa nyari mati kyknya, udah abis jam-nya ini dia nyerocos terus

"

"Ih...cowok itu keren banget...manis lagi"

Ok...yang ke-3 itu kesalahan ketik aja...maklumin yak, akibat kurang asep ice blastnya ini,
mau beli lagi, pas kena penyakit kantong kering akibat bayar tunggakan kost 2bulan...

Saat dosen muda itu keluar kelas, terlihat satu cewek yang memang ane liat2 dari tadi.
Cewek berjilbab yang memiliki lesung pipit di kedua pipinya..itu lesung pipit kyk pantat
bebek, dalam betul masuk ke pipinya.

"Kenalan gak yah, kenalan gak yah..." itulah kata yang tetap terlintas dikepala ane ketika
akan melewati tempat dia duduk.

Tapi ternyata diri ini masih sangat lugu, tidak berani sekedar berhenti didepannya sambil
menjulurkan tangan mengajaknya kenalan. Tapi tenang, itu adek angkat bisa ane manfaatin
buat nanya nama doi..hahay akal bulus sang buaya emang briliant sodara sodara..

Ketika duduk dikantin dengan adik kesayangan, mulailah kakak buayanya ini menjalankan
akal bulusnya

Ane : dek, kamu kenal gak sama cewek yang make jilbab hijau tadi?
Mimin : yang mana kak? (dia sedang makan nasi rames)
Ane : itu nasi ditelan dulu dek, gk usah muncrat2 gitu. (membersihkan itu nasi yang muncrat
kearahku..dia meminum es jeruknya)
Mimin : yang dibaris sebelah kiri ato sebelah kanan tadi kak?
Ane : yang sebelah kanan dek, manis ya orangnya, lesung pipitnya beda, manis pokoknya

dek. (garuk2 kepala penuh makna)


Mimin : kakak mau kenalan? Entar aku kenalin kalo mau. (doi dah kyk arif sekarang, sering
ngangkat2 kedua alisnya)
Ane : gak dek, gak usah..hehehhe
Mimin : halah, kakak ini malu2..gampang kak, ntr aku ajak kenalan sama kakak.

Memang ngerti betul adikku ini dengan mau kakaknya..diapun kembali memakan nasi
ramesnya.

"Hai min, lagi apa??" pertanyaan bodoh lagi dari mulut lelaki yang sedang mencoba2 ilmu
buayanya. Aku hanya tersenyum sedikit sinis melihat buaya amatiran itu

Mimin : Eh Anto, ini aku lagi makan, kamu udah makan? (oh namanya anto..)
Anto : ini baru mau makan, masnya gak makan? (dia menolehku)
Ane : gak mas, lagi gak selera, ni cuman nemenin adikku makan (sok cool sang buaya kini,
padahal tadi udh abis duluan..bhuahahaha)
Anto : oh kirain Masnya mimin. (diapun berjalan mengambil makanan di rak kantin itu)

--Oiya gan, panggilan Mas kalo gak salah, itu panggilan untuk pacar dalam bahasa jawa, itu
menurut otak polos ane loh ya, gak tau kalo menurut orang jawa asli yang sudah mengerti
pilosofi jawa dari kecil..hehhehe
---

Aku tau gelagat si Anto, si mimin juga sering ngomongin dia pas ngobrol2 dalam kelas.
Ok sebagai kakak yang baik, aku akan memberikan mereka kesempatan utk saling
mengenal..tapi awas kau Anto, jgn sampai adikku mengeluarkan air mata, kamu berurusan
dengan kakak yang salah.

Ane : Dek, aku keluar dulu ya, ntr aku pulang agak sorean..ada janji sama teman tadi di kelas,
rencana mau main kesana. (aku menghabiskan es coffemix digelas yang tersisa separuhnya
itu)
Mimin : iya kak, hehhehe...kakak tau aja (dia tersenyum bahagia, mengerti dengan
maksudku)
Anto : eh, masnya mau kemana, gak makan dulu (doi mendekat membawa piring dengan nasi
rames didalamnya)
Ane : ada urusan bentar mas, itu mimin ditemenin makan ya..duluan aku mas

Akupun berlalu tanpa mendengar jawaban dari Anto, aku tau mereka sudah saling senyum2
gak jelas, hahay...itu satu calon buaya masuk dalam perangkap mimin...wkwkwkw...gak
kakak gak adik sama2 berakal bulus

Setelah meninggalkan kantin itu, aku mengarah ke parkiran mengambil pixie kawe 2 ku. Aku
sedikit kaget ketika akan berjalan keluar parkiran, shogun biru itu berhenti didepanku.

Tata : Eri mau kemana? (dia mengangkat kaca helmnya)


Ane : eh Ta, baru mau ketempat teman aku, maen aja sih (senyum manis andelan, tanpa ada
embel2 lain loh ya)
Tata : kamu ambil PBO? Tugasnya udah belum? (ternyata ada maunya, dia mau nyalin tugas)
Ane : gak Ta, aku gak ngambil semester ini..dah kelebian sks aku soalnya.
Tata : kirain ngambil juga Ri, eh mimin mana? tumben gak bareng, biasanya kemana2 kyk
orang pacaran. (doi clingak clinguk nyari mimin)
Ane : mimin itu adik ku, bukan pacar Ta.. (ada penekanan di kata adik
adik-nya, tentu para buaya
yang baca ngerti maksudnya )
Tata : iya tau,mana dia?
Ane : itu lagi di kantin, entah tadi sama sapa, Anto kyknya kalo gk salah, itu yang di kelas
matematika diskret.
Tata : owh, ya udah aku kekantin juga deh, blm makan juga, kamu dah makan?
(doi ternyata perhatian, nanyaain ane udh makan apa belom..itu basa basi doang woy, mulai

geer2 gk jelas..wkwkwkw)
Ane : udah Ta, tadi bareng mimin juga di kantin. Ya udah aku duluan ya..(aku beranjak dr situ,
menuntun pixie kawe 2ku)

Eh, tangan ane ditarik lagi, ternyata seorang Tata masih belum puas dengan pesonaku...
hahay

Tata : Ri aku minta nomormu (doi mengeluarkan hape nokiyem entah seri berapa dari tas ala
emak2nya itu)
Ane : nomor KTP, nomor Mahasiswa apa nomor kostan Ta? (iseng buaya mulai nampak dari
air keruh)
Tata : Kamu ini Ri, bisanya becanda aja. Nomor hapemu lah..mana sini minta nomornya

Kedua tangannya kini mulai siap di keypad nokiyem itu...maaf ya Tata, kamu tidak akan bisa
sgampang itu mendapatkan nomor hapeku, kau pikir hanya dengan beberapa senyuman kau
sudah mampu membuat ku yang lugu ini bersimpuh??

Ane : aku gak punya hape Ta, hehehehe (garuk2 kepala gak jelas, malu diri ini dengan kekere-an..bahasane koq aneh yak...wkwkkw.lupakan )
Tata : owh ya udah deh, aku masuk dulu ya.

Diapun meninggalkan buaya kere ini disitu..ah sudahlah, gpp kere asal tetap selamat sampe
sekarang, belum ketangkep sama pemburu di hutan sana, sukur2 kulit ini belum
dikuliti...buayanya langsung senyum2 sendiri..

Tidak terlalu jauh dari kampus, aku sudah sampai di kostan teman baru, dialah Tejo..
wkwkwk..biasa nama2 pasaran gan, biar disamar2in dikit.. Kesan pertama masuk kostan tejo
ini...berisik banget..cuma ada 6 kamar disitu..ditengah2 ada kursi dari bambu persis dengan
yang ada dikostan ane di baciro sana.

Di kamar sudut, ada musik rock yang terdengar keras dari speaker aktif, dikamar
sebelahnya ada suara musik dangdut yang gk mau kalah kencengnya dari kamar sebelah, di
kamar seberang ada suara orang main keyboard yang sama juga gk mau kalah kencengnya..

Aku melihat tejo di kamar didepan pintu masuk gerbang kostan itu. Segeralah itu sepeda
pixie kawe 2 ku tuntun masuk. Memarkirkannya di teras depan kamar tejo.

Ane : Jo, parkir disini gpp?


Tejo : gpp, cuekin aja, ntr juga mereka paling lewat sana kalo mau ketoilet.
Ane : ok deh.

Aku beranjak kedalam kamar tejo tanpa menunggu ajakan dari empunya. Wkwkwkwk,
kebiasaan buruk yang belakangan sering nongol, langsung nyelonong aja. Yak begitulah
pertama ane bertamu kekostan itu, itu adalah kostan yang nantinya menjadi basecamp ane,
maklum jauh dari kostan baciro ke kampus di daerah tegalrejo.

Jadi jika ada kelas sore, ane numpang di kostannya tejo sampe waktu kuliah sorenya.

5. Berpisah dengan Sang Dolphin


Sabtu malam itu, Mimin sempat mampir dikostan. Dia membawa oleh2 dari ponorogo ,
kebetulan adiknya mimin datang dari ponorogo sana.

"Kak, aku ada oleh2 dari ponorogo kak" dia sedikit berteriak dari arah pintu, tentunya
dengan suara cemprengnya

Aku yang saat itu sedang asik2nya memainkan melodi "Endless Sacrifice" yang belum terlalu
fasih, sedikit kaget campur senang dengan kata oleh2...wah makanan ini...sini kau makanan,
biarkan aku melahapmu habis..hehehhe

Ane : makanan apa dek? makanan khas dari ponorogo ya? (meletakkan gitar disamping
kasur)
Mimin : kakak ini makanan aja yang dipikirkan. (dia menyalakan lampu dengan sekali tekan
saklar ditembok samping pintu)
Ane : tadi kata2nya ada oleh2 (sambil ngucek2 mata, msh sedikit sakit dgn cahaya lampu
kmr)
Mimin : kan gk cuma makanan kak, ini loh oleh2nya (dia mengeluarkan pigura reog dari
tasnya)
Ane : emang mau taro mana dek?
Mimin : ya buat kakak lah, itu taro di meja belajar..kan bagus ini kak (dia membolak balik
piguranya)
Ane : itu kyk leak kalo di bali dek, serem gitu model mukanya (isengin aja dia, biar takut2)
Mimin : masa sih kak, tapi ini bagus loh.
Ane : ya udah, kamu aja yang taro dikamarmu.. (ngasal)

Eh, beneran itu pigura dimasukin lagi ke tasnya...gak jadi dikasih ke ane ternyata..parah
parah...

Mimin : ya udah deh kak, aku bawa pulang ya, biar aku taro di mejaku aja.
Ane : yo wes, gk terlalu suka juga aku kyk gitu2, liat aja kamar gak ada macem2nya (sedikit
kecewa sih, oleh2nya bukan makanan..)

Dia mengambil posisi biasanya, duduk dikursi menghadap meja, dia mengambil novel yang
dikirim marisa, dia membukanya, terlihat dia menarik kalung dr dalam novel itu.

Mimin : eh kak, ini kalung siapa? aku pake ya? (melihat kearahku sambil ngangkat2 ke-2
alisnya)
Ane : eh jangan dek, jangan, itu punya marisa (aku bergegas mengambil kalung itu dari
tangannya)
Mimin : cie cie yang dpt kalung dari pacarnya (dia mengisengi kakaknya kini)
Ane : ini kenangan dari marisa dek, jgn ya
Mimin : iya kak, aku cuman becanda.

Dia berbalik membaca novel "Jangan Jadi Bebek" itu..aku kembali duduk disudut kasur
memainkan melodi gak jelas. Eh..gak berapa lama, itu si mimin terisak pelan..kesambet kunti
mana lagi ini anak gumamku.

Ane : Kamu kenapa dek? (kini aku sudah berdiri di belakangnya sekedar mengelus punggung
menenangkannya)
Mimin : kak, ini puisi dari marisa kak? (kirain kesambet apaan..hadeh..sedikit jantungan
tadi..mimin mimin..ada2 aja polamu)
Ane : iya, itu marisa yang buat..kamu kenapa nangis dek??
Mimin : aku kangen mas ku kak, dia diponorogo sana.. (lagi2 dia mewek disitu, hadeh..ini kalo
diliat sikampret arif pasti mikirnya macem2)
Ane : udah2 jgn nangis, kamu ini cengeng banget.
Mimin : biarin (dia kini menghapus air mata kadalnya.)

Dia terlihat bangkit dari duduknya..

Mimin : kak, mau ikut ke kostan gak?


Ane : gak ah, males keluar aku dek.
Mimin : ayolah kak, maen kekostanku, ada mbak Tata koq, dia lagi jomblo itu kak (lagi2 dia
mengangkat ke-2 alisnya)

Eits...Tata lagi single mblo...mana para buaya yang bersembunyi di air keruh ini woy..buruan
ada mangsa itu...hahay...

Ane : gak deh Dek, aku lagi kangen seseorang sekarang.


Mimin : sapa kak? kakak dah punya cewek lagi ya? (dia terlihat antusias)
Ane : ya gara2 kamu tadi nyebut2 marisa. (sedikit berat dada ini menyebut namanya, rindu
akan marisa sesak memnuhi dada..)
Mimin : ya udah, kakak mau telpon marisa? (dia menyerahkan hape nokiyem jadulnya)
Ane : gak usah dek, ntr aku telepon dr wartel aja, dari hape mahal dek.
Mimin : ya udah..aku pulang dulu ya kak..ntr aku salamin sama Tata

Adek yang pengertian, tau aja kakaknya lagi galau gundah gulana gelita ini, tanpa dimintain
tolong dia menyalami ke Tata yang juga sedang galon eh galau karena jomblo..hahay..

Setelah mimin meninggalkan kamar, aku kembali merapikan buku dan novel yang lagi-lagi
berserakan di atas meja belajar. Sudah wajib hukumnya buat mimin jika maen kekostan, dia
wajib mengacak2 itu isi meja belajar.

Aku kembali meletakkan sang dolphin di didalam novel dari cewek manis berkacamata itu,
dengan sedikit bagian kalung keluar dari dalam novel, kini dia tergantung dengan indah di
halaman tengah novel itu, sang dolphin tersenyum bangga akan-ku yang memperlakukannya
sedikit istimewa.

Melangkahlah kaki ini dengan sendirinya ketika hati gundah gulana, ke bilik wartel
cinta..sesampainya
di sana, jemari tangan dengan sangat lincah menekan nomor sljj itu..
cinta

Tut tut tut...seperti


biasa, nada khas wartel menyapa sang buaya jablay ini. Lumayan lama
tut..
telpon itu di angkat. Dan benar saja, itu adalah suara cewek yang sangat aku rindukan.

Marisa : halo, ada yang bisa dibantu?


Ane : kalo masalah hati kangen bisa dbantu gak mbak?? (hahay jurus maut "menusuk hati"
dari sang buaya keluar)
Marisa : ih yank gombalmu gak ilang2 ya (terdengar suara dia tertawa kecil disana)
Ane : apa kabar yank? gimana udah jadian sama...sapa namanya?
Marisa : yankkkk..bahas yang lain kenapaaa... (dia kyknya kesal disana...hahhahaha)

Sejak awal2 2005, aku sering menghubungi marisa. Sejak aku melepas yani dengan awan,
marisalah yang menjadi teman penghilang kesedihan, karena dengan mendengarnya tertawa
bisa menghapus semua kesedihan dihati.

Marisa juga sudah pernah cerita kalo dia dekat dengan seseorang disana. Entah siapa
namanya, aku tidak terlalu memperdulikannya. Sedikit berdasar dari apa yang marisa
jelaskan dulu, mereka ketemu di malam natal di salah satu gereja di pematang siantar. Maaf
ane lupa tepatnya di mana, soalnya ane kgk pernah ke medan..hehehhe

Masih ingat kan dulu ane pernah menjelaskan ke marisa tentang keadaan kami..dia masih
belum mau melepaskan genggamannya. Tapi dia minta ijin untuk mencoba mencari
seseorang yang bisa menemaninya disana. Aku juga sangat sadar diri, karena aku tdk punya
hak untuk menahannya. Toh aku juga sudah menghianatinya. Dia berjanji untuk tetap
menyayangi sang buaya ini. Entah kenapa dia bisa sebegitunya terhadapku.

Aku sangat malu ketika menulis kata2 diatas, karena hingga detik cerita ini ditulis tidak pernah ane jelasin ke dia,
perihal penghianatanku...maaf ya marisa...

Dibilang putus dengan marisa, belum bisa dikatakan begitu juga, karena aku tidak pernah
melepaskannya sampai saat ini. Dibilang masih pacaran, ya bingung juga jelasinnya...dia
disana sudah mulai dekat dengan orang lain yang bisa ada disisinya ketika dibutuhkan.
Bingung kan..aku yang jalanin waktu itu ya lebih bingung...wkwkwkwkwkw

Ane : yank, besok aku kirim balik ya dolphinnya.


Marisa : kenapa yank? udah gak bisa jagain ya? (suaranya sedikit antusias, terdengar sedikit
kekecewaan disana)
Ane : bukan gitu yank, ya aku ngerasa gak adil aja sama kamu..trus aku kasian sama
cowokmu sekarang.
Marisa : belum jadian yank, baru dekat aja (suara kesalnya terdengar)
Ane : iya iya, pokoknya sama cowok itulah..aku gak enak yank, masa kamu sayang sama dia
stengah2..jadi aku balikin ya dolphinnya biar cowok itu yang jagain.
.
.

Ane : halo yank.. (ini teleponnya putus apa dianya yang diam aja sih??)
.
.

Marisa : hatiku separuhnya dikamu yank..mau kamu balikin apa gak dolphinnya, gak akan
merubah kenyataan itu.. (dan lagi2 kesedihan jahat itu mendatanginya, suaranya terisak
pelan)
.

Ane : maaf ya yank..aku tau ini berat..tapi kita coba ikhlas ya..
.

Marisa : aku coba yank..tapi hati ini tidak akan pernah utuh seperti dulu, sebelum aku
mengenalmu..sebelum aku mengerjaimu dengan buku visual basic dulu.. (sepertinya dia
bernostalgia kini, dia sesekali tertawa di antara kata2nya)
Ane : owh...jadi dulu sengaja ngerjain ya..

Dia tertawa sebelum menjawab kata2ku barusan.

Begitulah malam itu ane habisin di wartel menelepon permaisuri hati di medan nun jauh
disana. Aku pamit ke Marisa ketika kulihat bapak wartel mulai membereskan wartelnya..itu
sudah pukul 11 malam, wajar kalo dia harus tutup.

Beberapa hari berikutnya ketika pulang dari kampus, aku menyempatkan diri mampir
kekantor pos pusat di titik nol km jogja, mengirim kembali sang dolphin ke pemiliknya
dimedan sana. Aku tidak perduli dengan tanggapan marisa akan hal itu, karena aku tau dia
tetap ada dihatiku, semoga saja demikian dengan dia disana.

6. Arif Berulah
Seminggu berlalu, ane masih seperti sebelum2nya..belum dekat dengan cewek lain..belum
ada yang berkesan dihati..jadilah diri ini utk beberapa waktu benar2 menjadi buaya jablay,
kalo kata orang2 sih, buaya vegetarian gk makan daging cuman makan sandal jepit...
awkwwkkwkw

Sabtu pagi menjelang siang , aku tengah sibuk di tempat nyuci disamping kamar mandi.
Seperti biasanya ketika dikostan, ane cuman make celana pendek tok dengan telanjang
dada..biasa gan, dada ane kalo di perlihatkan itu tidak jauh beda dengan tripleks...tipis
dimakan penderitaan selama ngekost trus ditambah tiap hari menggenjot pixie kawe 2 ke
arah tegalrejo sana...

Saat sedang aseknya mengucek2 baju yang sudah ane rendam dari semalam..itu dari tangga
naeklah 2 orang cewek yang sudah sangat ane kenal.

"Liat tuh mbak, jomblo lagi nyuci sendiri" suara mimin dari arah tangga sambil berbisik ke
Tata disampingya, Tata hanya tertawa kecil

Aku yang sedikit kaget dengan kehadiran itu 2 emak2 segera menyamber handuk biru di tali
jemuran dari kawat itu. Segeralah aku menutup dadaku yang kyk triplek ini, kan gak enak ntr
si Tata klepek2 gak jelas ngeliat ane yang telanjang dada...kalo mimin mah gak ngaruh...
wkwkwkwkw

Ane : ngapain dek pagi2 dah disni? (aku berdiri sejenak melupakan cucianku setelah
mencuci tangan)
Mimin : ini kak, katanya mbak Tata mau ngajak makan. (eits...jgn anak kost kere gini di ajak
makan..sudah pasti paling cepat dan di antrian nomor satu)
Ane : ayok ta...traktiran dimana?? (senyum ganas sang buaya kini )
Tata : di dekat sini aja, itu di lesehan maharani gimana? (dia hanya tersenyum melihat

tingkahku)
Ane : ayok dah, dah lapar juga ini.

Melangkahlah diri ini menuju tangga, tapi mereka berdua hanya tertawa melihatku..wah
ternyata aku sudah terlatih dengan sendirinya untuk melucu, belum ngomong aja itu mimin
sama tata dah ketawa2 gitu.

Mimin : kak, kamu gak make baju??

O iya, tadi kan cuman make handuk sama celana pendek...hadeh..mau sok2an malah malu
begini didepan calon mangsa..awkwkwkwk..buaya woy...

Mimin : kakak mandi aja dulu, kami tunggu di kamarmu ya kak.

Miminpun menarik tangan Tata yang dari tadi hanya senyum2 penuh makna yang tidak aku
mengerti, takut nyimpulinnya ndak ke-geer-an duluan...heuheuheu...

Aku mengambil peralatan mandi di ember kuning yang tertata di rak kecil tergantung di atas
tempat cucian. Gapapa lah itu cucian harus terendam sehari lagi, ntr aja nyucinya pas abis
malam mingguan sama Tata...paling juga itu baju2 besoknya bau bangkai tikus kelindes truk.

Setelah selesai mandi dan menghapiri mereka dikamar, kamipun berjalan ke lesehan
maharani yang tidak terlalu jauh. Dan mimin sepertinya mengerti, dia memesan makanan
utknya sekedar dibungkus, dengan alesan dia dtunggu cowoknya, dia pamit pulang. Beneran
ternyata ane dicomblangin sama Tata...hahay.. adek yang sangat pengertian..

Ane : dalam rangka apa ni Ta, tumben ngajak makan?


Tata : gak ada sih, lagi pngen makan di sini aja, kebetulan dekat kostmu kan. (dia hanya
memainkan sedotan di es teh yang dipesan mimin tadi)
Ane : tadi kesini boncengannya sama mimin ya?

Tata : iya (santai juga ni cewek satu, gumamku)


Ane : trus ntr pulangnya gimana? Aku gak mau nganter lho (iseng2 sbenere)
Tata : ya tinggal sms mimin to yo.. (dia menyeruput es tehnya)

Tak berapa lama, makanan itu sudah datang. Entah itu si mimin benar2 gak tau atau emang
ngerjain. Itu dia mesen Gurameh bakar..hadeh..aku kan gak makan seafood...mimin
kampreeeeet...

Tata mulai memakan yang sudah dpesan mimin tadi, gurameh bakarnya sih keliatan enak
banget, tapi mengingat badan ini yang merah2 akibat seafood dulu pas dikerjain Arif...jadilah
aku hanya melihat Tata makan dengan anggun-nya.

Dia seakan tidak perduli denganku yang belum menyentuh gurameh itu, dia sangat sibuk
mengelap keringet didahinya..sesekali dia menyeruput es tehnya. Diseberang meja aku
hanya tersepona meilhat pemandangan depan mata itu.

Tata : gak makan Ri?


Ane : gak deh, ntr aja..blm laper aku..
Tata : masa cuman aku yang makan, ayolah makan, kan ini khusus traktirin kamu.. (dia
memotong omongan, karena menyeruput es tehnya lagi)
Ane : emang traktirin buat apa Ta? (masih gak ngerti maksudnya)
Tata : ya karna kamu .. (ah...dipotong2 itu kata2nya...dia menyeruput es tehnya lagi)
Ane : aku kenapa ta?
Tata : ya karena kamu udah bantuin tugas matematika diskret dulu. Kan aku bilang toh nanti
aku balas..(itu es teh abis juga, gak bisa lagi dia motong2 omongannya..nyahok... )
Tata : Ri aku minta minummu Ri, kpedesannn (dia mengipas2 mulutnya)
Ane : yee enak aja, kan tadi dah abis punyamu (kyk anak kecil pelit menarik itu es teh)
Tata : Ri....pedes Ri... (matanya sudah berair menahan rasa pedes...wkwkwkkw)

Pas pedes minum es itu memang enak, tapi pas esnya abis itu pedesnya menggila lagi..

yang
Minum es saat pedes itu ibarat, jones yan
g sudah dekat dan merasa nyaman dengan
gebetannya, ternyata kena zone yang sangat ditakutin, yaitu curhat zone, dan saat esnya
habis, itu si jones dengan berurai air mata mendengar curhatan sang gebetan tentang
(wkwkwkwk..bahasane
gebetan barunya si gebetan. (wkwkwkwk..bahasa
ne koq rancu gini yak...ampun
Nes..wkwkwkwk)

Akupun menyerahkan es teh dihadapanku karena melihat tata dengan muka sudah gak jelas
karena kepedesan itu. Aku sesekali memberinya lalapan timun di depan kami, ane yakin
makan timun bisa mengurangi sedikit rasa pedes.

Ane : bentar aku pesen minum lagi ya (dia hanya mengangguk, masih kepedesan
kyknya..wkwkwkkw)

Akupun menuju kekasir dan memesan lagi 2 es teh..tak berapa lama pesenan kami sudah
dtg, dan bener saja itu minuman di gelas Tata sisa separuh...liat tata kepedesan, aku sedikit
teringat yani yang dulu aku kerjain sama magelangan setan..ahh..apa kabarnya ya dia
sekarang..

Tata : Ri, ngelamun apaan? (suaranya sedikit menyadarkanku)


Ane : eh enggak enggak, tadi keingetan sesuatu aja (aku menggigit itu lalapan kacang
panjang)
Tata : kamu beneran gak makan Ri? (dia melirik2 itu gurameh bakar didepanku)
Ane : kenapa, mau lagi?? (ngangkat2 alis)
Tata : Sini deh kalo kamu gak mau makan (doi menarik itu piring dari anyeman rotan dibalut
dengan daun gedang/pisang)
Ane : ini sambelnya, gak skalian di abisin (isengku sambil menyodorkan tempat sambel)

Tata hanya mengeleng pelan sambil melahap lagi itu gurameh bakar ke-2nya hari
ini...wkwkwk..ane paling suka sama cewek kyk gini, gk ada jaim2nya kalo pas makan..sama
kyk marisa...hehehhe

Setelah selesai makan, kamipun pergi ke kasir utk membayar, ternyata ane cuman
membayar 2 es teh barusan, yang lainnya udah dibayar sama mimin ternyata...keren juga itu
adik satu...trus2 aja kyk gini..bisa makmur aku diyogya.

Diperjalanan pulang, aku bingung mau nganter Tata make apaan ya? masa iya aku harus
nganter doi jalan kaki..naek becak apa naik taksi ya?? dompet lumayan kobong ini..
Sesampainya di teras depan, sudah duduk disana si kampret Arif, tumben sore2 gini ada
dikostan, biasanya dia di kostan temannya di glagahsari sana.

Arif : wogh, cewek baru...khem khem... (mulai isengnya tanpa melihat kearahku)
Ane : dari mana koe cok, beberapa hari gk pernah kliatan.
Arif : gak dikenalin dulu itu yang disamping? (doi menoleh kearah tata disampingku)

Tata sedikit kaget dan melepas tangannya dari tanganku, ternyata dari tadi kami
gandengan.. entah kyknya tangan ini spertinya mengerti mana yang enak2 dipegang
sekarang ini...wkwkwkwk

Ane : oh iya cok, kenalin ini Tata, teman sekampus.


Arif : Arif (menjulurkan tangan)
Tata : Tata (mereka saling menjabat tangan, terlihat si arif mulai tebar2 pesona, hadeh..ini
buaya satu genit juga..)
Ane : pegangan tangane ra sah sue2 cok...koe kie, deloken si Tata tangannya kesakitan (aku
berusaha melepas tangan mereka, kan kasian tangannya Tata kalo lama2 dipegang arif,
ndak tangannya cidera kan susah

Arif cuma senyum sok2 imut, dan Tata juga membalas senyuman arif...syetan aku ra di
anggep...aku loncat bunuh diri ah dari lantai 2...mati mati skalian...wkwkwkwkw..jujur ane
rada males ngenalin cewek ke si arif ini, secara doi tinggi atlet basket, ganteng pemain
dram...sudah pasti perhatian cewek teralihkan kedoi semua, ane mah jadi obat nyamuk...

Mereka ngobrol diteras sambil ane gitaran (kyk pengamen penghibur aja ane dsini)...dari tadi
Arif sama Tata sibuk terus ngobrol, ane kadang teriak keras2 pas nyanyi2 lagu "Cemburu"
dewa19 ...

Sekitar 10menit kemudian mimin baru nongol ddepan kost, dia tidak naek hanya teriak2 dari
bawah depan jalan. Tata pun langsung turun kearah mimin, ane sebenarnya mau nganter doi,
tapi dari tadi gak bole sama arif.

Setelah mimin dan tata menghilang dari pandangan mata, arif mengajakku duduk.

Arif : itu tadi gebetanmu? (dia serius terlihat)


Ane : gak lah, tadi itu temannya mimin. (kalo sudah serius kyk gini arif plg gak bisa dibohongi)
Arif : udh jujur aja?
Ane : kenapa emangnya? (sekarang aku antusias dgn penjelasannya)

Lagi2 dia mengeluarkan LA bungkusan 12nya, dia menawarkan tapi aku menggeleng
mengisyaratkan tidak merokok, setelah mengebulkan asep putih dari mulutnya..

Arif : nek koe naksir..mending gak usah, baru ta goda dikit aja udah kyk gitu kecentilan.
Arif : cari yang lain aja..itu modelnya gak betah-an orangnya.

Aku hanya bisa terdiam mendengar kata2 arif barusan. Dulu aku pernah cerita sedikit
masalahku dengan yani sama arif..setelahnya dia banyak sekali menasehatiku. Begitulah Arif
dengan segala philosophy dan pengalamannya, ane cuman bisa mengikut kata2nya.

Ketika arif hendak balik kekamarnya, dia melihatku lagi.

"Jangan terbawa Sepi, Cinta tidak akan tumbuh dalam keterpaksaan hati"

Dia tersenyum penuh makna, berbalik meninggalkanku yang masih berusaha memahami
kata2nya tadi.

Menjelang magrib, Arif pergi lagi entah kemana, banyak yang mau ane tanyakan sebenarnya
mengenai kata2nya tadi siang..tapi dia sekarang sok2 sibuk dengan kampus barunya, kyknya

dah dapat mangsa baru juga itu buaya elit satu.

7. Aku Puitis?
Kata2 Arif beberapa hari kemarin benar2 membuatku bingung..aku sering seperti ini ketika
dia ber-filosofi, aku sering susah tidur karena belum memahami sepenuhnya apa yang dia
katakan.
...

Sudah beberapa bulan aku mengagumi cewek ber-lesung pipit itu, tapi aku masih belum juga
berani menyapanya memperkenalkan diri. Aku hanya tersenyum sendiri di sudut kelas sambil
memandangnya..sesekali dia menoleh dan melemparku dengan senyumnya. Aku menyukai
rasa ini, rasa kekagumanku terhadapnya..cewek berjilbab dengan lesung pipit dikedua
pipinya.

Aku ingat dulu aku juga mengagumi seseorang, dia senior Yessi. Kekagumanku dengan yessi
dulu mampu membuatku melayang jauh dengan khayalanku. Tapi, kekagumanku sekarang
jauh berbeda..aku merasa sangat damai ketika melihatnya.

"Kak...senyum2 sendiri trus dari tadi..kamu belum gila kan kak??" tangan mimin sudah
berada di dahiku..aku sedikit kaget dan menepis tangannya.

Ane : hadeh, kamu ini Dek ganggu orang aja.


Mimin : kakak liatin Tyas ya? (dia senyum2 ngangkat ke-2 alisnya)
Ane : tyas sapa dek (kini dia berhasil menyita perhatianku)
Mimin : itu cewek yang di bangku sebelah kanan..kakak suka kan sama tyas.

Owh...namanya tyas, tyas si cewek dengan lesung pipit itu.

Ane : tau namanya dari mana dek? (penasaranku)


Mimin : cie cie, yang mau kenal..aku samperin ya kak.
Ane : jgn dek..itu dia lagi sibuk itu...heh...

Terlambat, mimin sudah berjalan menuju kearah Tyas..damn** bakalan malu ini...hadeh
mimin...

Terlihat mereka sibuk ngobrol disana, entah apa yang mereka bicarakan,

sesekali mereka melihat kearahku, aku hanya tersenyum2 sendiri.

Tak berapa lama, mimin kembali kekursi disampingku..

Mimin : kak, abis mata kuliah ini kakak ke kantin ya, tungguin aja disana entar.
Ane : lah emang kenapa Dek? (tmbh penasaran diri ini)
Mimin : udah tunggu dikantin aja ntr..ntr juga kakak tau koq.

Sekitar 25menit berlalu, itu dosen muda yang sok2an make bahasa inggris ketika ngajar
Etika Profesi gk masuk..dan benar saja, ternyata dia hari itu berhalangan hadir...hadeh,
gagal lagi sang buaya tebar pesona didepan para mahasiswa cewek dikelas...

Sesuai instruksi dari adikku, aku beranjak kekantin, entah kenapa aku seperti merasa ada
yang iya iya saja..ini dikantin loh gan, sudah pasti nantinya bakalan ditraktir dong..cepet ini
otak kalo masalah kyk gini2.

Aku memesan segelas es coffemix ke mbak2 yang jaga dikantin itu, dia lumayan manis
orangnya, sering aku ajak sekedar bercanda ketika sedang sepi. Dari logat bicaranya,
kyknya dia berasal dari daerah jawa barat.

Genit betul buaya ini..oooo tidaak...aku tak seperti itu..aku hanya mengakrabkan diri dengan
para penjual makanan yang biasa aku singgahi...jadi jika nanti pas ada masalah yang
berhubungan dengan krisis moneter..jadilah diri ini bisa ngutang sana ngutang sini..
hahay...

Sekitar 20menit berlalu aku hanya bicara2 ringan dengan mbak2 kantin, aku tidak tau
namanya sapa, aku lebih suka memanggilnya "Mbak Kantin" aja.

Pembicaraan kami waktu itu sudah hampir masuk kemasalah boleh ngutang apa gak di
kantinnya itu..tapi terpaksa terpotong karena ada seseorang yang sudah berdiri didepanku
seberang meja.

Tyas : assalamualaikum Eri.. (ademnya itu senyuman dari dekat..adaaaaaww)


Ane : wa waalaikumsalam..eh tyas ada apa ya?
Tyas : tadi kata mimin kamu ngajakin aku makan..kamu udah lama nunggunya ya?
Ane : baru koq, baru dari tadi...eh barusan koq, ayo makan... (nervous itu sungguh tidak
enak)

Tyas meletakkan beberapa buku yang dipegang didepan badannya tadi di atas meja, tidak
lupa itu tas ala emak2nya diletakan juga di kursi. Dia berjalan mengikutiku ke rak tempat
makanan di pajang dikantin.

Dia mengambil sedikit nasi, sedikit sayur, seekor e sepotong telor dadar..ah..doi masih malu
apa emang makannya dikit, tp koq dia chubby ya..gemes juga lama2 dekat doi...enak itu pipi
chubby dicubit..mana ditambah lesung pipitnya...hadeh...tambah gemes aku...

Setelah selesai dengan menu, kamipun duduk kembali ke kursi tadi, dia mengambil duduk
dikursi seberang meja depanku.

Belum berapa lama duduk, mbak2 kantin mengantar minuman yang dipesan tyas tadi..mbak
kantin seperti biasa, dia tersenyum manis..mengisyaratkan jangan ngutang lagi..malu sama
cewek depanmu...hadeh..

Tyas : Ri, kamu belajar bahasa inggris dimana? (dia tidak melihatku sambil memakan nasi
ramesnya)
Ane : eh, aku ngasal koq bahasa inggrisnya (senyum sang buaya terpajang kini dengan
sendirinya)
Tyas : masa sih, kata2 bahasa inggrismu itu beda loh kyk ditempat aku kursus.

Modyar aku, bakalan malu lagi diri ini yang sudah sok2an berbahasa inggris, padahal cewek
chubby dengan lesung pipit didepanku ini sudah sangat mahir karena dia mengambil kursus
disalah satu instansi yang lumayan terkenal di yogya.

Ane : masa sih Yas,kata2ku salah ya tiap ngomong?


Tyas : mmmm...gimana ya jelasinnya.. (dia memutar2 itu pipet digelas es jeruknya, seiring
berputarnya itu pipet, hatiku yang jablay ini seakan terasa di putar2 juga..hahay)
Ane : bener kan, susunan kata2ku ternyata masih bnyk salahnya, jadi malu aku yas (sok imut
sekarang sang buaya)
Tyas : buka gitu..aduh gimana ya jelasinnya.

Dia terlihat mencari kata2 yang tepat untuk mengejek sang buaya yang sudah sok2an ini.

Tyas : kata2 bahasa inggrismu itu kyk lagu..kamu mau ngomong keras juga pas balas kata2
dosen itu, kamu kyk lagi ngomong krama..attitudemu aja yang terlihat keras lantang, tapi
susunan kata2nya itu..apa ya namanya....mmmm... (dia mendramatisir ternyata)
Tyas : Puitis...iya kata2mu itu seperti puisi.

Ya iyalah, kan aku cuman plagiat dari kata2 dalam lagunya dreamtheater..

Ane : masa sih Yas? (senyum malu2 monyet)


Tyas : bneran, hampir setahun aku kursus jrg dpt kyk gitu.

Doi menoleh kearahku, dengan senyum yang aku takut untuk mengartikannya lebih dulu.

Tyas : ajarin bahasa inggris dong Ri.


Ane : wani piro??
Tyas : Seriusan Ri, aku pengen belajar susunan kata kyk punyamu.
Ane : aku cuman belajar dari lagu Yas, aku gk kursus..masa kamu yang kursus mau belajar
sama aku gini. (beneran ini, ane grogi betulan, inggris masih ke-bata-bata gini mau ngajarin

orang..hadeh)
Tya : owh kamu belajar dari lagu tah..lagu apa aja Ri, ntr aku coba juga deh. (dia mengambil
pena dan buku catetan kecil di dalam tas ala emak2nya itu)
Ane : dremteter Yas. (dia mencatet, ane yakin dia nulisnya benar, maklum ane ngasal
bacanya

Tyas : trus? (doi dah siap nyatet nama band selanjutnya)


Ane : gk ada lagi Yas, cuman itu aja aku sering dengernya. Udah2 makan dulu deh, itu nasi
rames udah dingin dari tadi di anggurin.

Dia pun memasukan kembali pena sama buku catetannya..dan mulai dia melahap itu nasi
rames..bosok, pantesan aja chubby, itu makannya gak terlalu jauh sama marisa & tata...tadi
aja doi masih malu2 pas ngambilnya..hahay..lumayanlah obrolan kami tadi cukup mencairkan
keadaan, doi seakan sudh menampakan sikap aslinya..hahay

Dan sedang asiknya ane mandang itu lesung pipit di kedua pipinya...bahu ini ditepuk2
seorang cowok.

... : Eri...lo eri yang ngambil JarKom kan..bisa ngomong bentar gak?
Ane : iya mas kenapa ya?? (aku menoleh cowok itu...entah ada apa ini...)

8. Kabar Baik

Sedang asiknya ane memandang itu lesung pipit di kedua pipi Tyas...bahu ini ditepuk2
seorang cowok.

... : Eri...lo eri yang ngambil JarKom kan..bisa ngomong bentar gak?
Ane : iya mas kenapa ya?? (aku menoleh cowok itu...entah ada apa ini...)
... : Gw Adi, asisten lab (doi menjulurkan tangan)
Ane : Eri (ane menjabat tangannya)
Tyas : hey Di, gak makan? (dengan senyuman lesung pipitnya menyapa Adi)
Adi : Udah td yas, aku mau ngobrolin sesuatu sama Eri.
Tyas : o kirain mau ikut makan. Ini di bayarin Eri loh Di (dia tersnyum lagi melirikku)

Oiya, tadi kan ane dikerjain mimin buat ngajakin tyas makan, otomatis ane yang bayarin
dung..hadeh..gpplah skali2 demi bisa kenal dengan tyas...hahay..tapi kalo adi ngikut makan,
bisa bahaya ini, mana dompet lumayan serem lagi, isinya pangeran2 yang bawa parang itu
loh...

Dengan banyaknya pikiran dikepala ini, antara apa yang ingin disampaikan Adi sama harus
mbayar lebih jika adi ngikut makan juga, aku dengan cepat menyudahi makanku.

Ane : gimana mas adi, ada apa ini yang bisa aku bantuin (aku menyapa adi disamping yang
dari tadi menunggu ane sama tyas selesai makan)
Adi : ngobrol di lab aja yuk, biar lebih enak. Yas, kami tinggal gpp ya? (doi melihat tyas yang
masih belum habis nasi ramesnya)

Tyas hanya mengangguk dengan mulut penuh nasi rames. Aku dan mas Adi pun segera
beranjak dari situ, terlihat Tyas cepat menyeruput es nya..

Tyas : Ri, bentar.. (hahay ternyata doi gak mau ane tinggal...ish..geer betul buaya satu ini.. )
Ane : kenapa Yas (ane malu2 ngelirik ke doi..biasa, msh sedikit nervous dengn cewek ini)
Tyas : gak jadi ini traktirannya??
Ane : aduh lupa, bentar mas Adi, aku lupa bayar..

Aku permisi sebentar ke mas adi untuk membayar makanan ku dengn tyas tadi. Hadeh,
gara2 nervous jadi malu gini...wah bakalan jatoh banget ini martabat ane depan
Tyas...emang masih punya martabat??? masih..dikiiiit...wkkwkwkw cyetaaan, para buaya
senang banget mbacanya ini pasti...

Setelah mendaki gunung, eh mendaki tangga...mendaki apa menaiki sih yang benar?? sama
aja lah ya..11-12 artinya..wkwwwkwk..sampailah kami di lab yang berada di lantai 4 di ujung
lorong. Mas Adi mempersilahkan ku duduk di salah satu kursi di lab itu.

Ane : ada apa ini mas? laporan praktikum ku ada yang salah ya?
Adi : biasa aja Ri, formal banget make mas segala...panggil nama gw aja biar akrab. (dia
terlihat sibuk membuka map biru disana)
Ane : iya mas adi
Adi : adi aja gak usah pake mas..gw gak setua itu...hahhahaha

Tak berapa lama doi membawa secarik kertas dari map biru itu.

Ane : apaan ini Di?


Adi : itu ntr lo isi, besok serahin ke gw lagi. (doi mengambil duduk disamping ane sambil
browsing2 di pc lab itu)

Sejenak aku membacanya, ah ternyata...kirain itu mengenai kesalahan laporan pas


praktikum JarKom kemaren...untung deh..

Adi : Gw yakin lo tertarik kan?? (doi sejenak melihatku dan kembali menatap layar monitor
lagi)
Ane : emang boleh ya, aku kan masih semester 1 Di??
Adi : lo kan itungannya semester 1,3,5 disini. Di mata kuliah semester 5 kmrn kita satu kelas
koq..cuman lo nya aja gak ngeliat kiri kanan..sok2an cuek lagi lo..hahahha
Ane : masa? kita pernah satu kelas ya?
Adi : iyalah, teori bahasa otomata lo ngambil juga kan.
Ane : iya, tapi gak terlalu paham sih..hehhe..makanya gak ngeliat kiri kanan fokus ke
penjelasan dosen. (membela diri, gak enak dibilang sok cuek)
Adi : hahhaha..bisa aja lo, lo lmyn cuek, tapi lumayan salut gw, lo brani ngajak Tyas makan.
Ane : ah, tadi itu aku dikerjain mimin Di, dia bilang ke Tyas kalo aku lagi Ultah trus traktiran.
(boong dikit malu kalo ketahuan )
Adi : Lo ultah, wah harus dirayain ini.
Ane : gak di, itu bisa2an mimin aja itu..aku ultahnya 4tahun sekali..

Kami sejenak tertawa..

Ane : ini aku pake browsing2 gak apa2? (menunjuk ke PC yang ada didepanku)
Adi : pake aja, blm ada yang praktiku juga.

Dengan ijin Adi, aku mencoba2 mencari2 artikel baru di internet sekedar buat bacaan.
Sekitar 1jam kami ngobrol2 garing sambil browsing2 di lab, kelihatan para mahasiswa
semester 1 masuk ke ruangan utk praktikum Dasar Pemrograman. Akupun pamit ke Adi
sambil membawa kertas yang dia kasih tadi.

Ane kembali ke Kantin, iseng berhadiah sapa tau msh ada Tyas disana, Ternyata kenyataan
berkata lain...ane hanya disambut oleh mbak kantin dengan senyumannya. Jangan genit2
mbak, ntr kena terkam nyahok loh..gumamku dalam hati.

Aku cukup yakin mengisi semua yang dibutuhkan utk form itu. Form utk menjadi anggota
dalam senat mahasiswa jurusan informatika. Pertama, sedikit tidak yakin karena ane masih
baru dikampus ini. Tapi demi mengisi waktu, jadilah ane ngikut saran Adi.

Oiya, Adi ini mahasiswa semester 5, dia merangkap jadi Ketua senat jurusan informatika dan
asisten lab. Dia cukup pandai ane liat. Dalam hal jaringan komputer dia termasuk mahir. Ah
bisa jadi ajang buat ane lebih mendalami komputer. Syukur2 ane dapat ilmu tambahan dari
doi.

...

Besok paginya sesuai janji dengan Adi, ane kembaliin itu form dan kata Adi, mesti nunggu
seminggu buat keputusan dari jurusan dan teman2 senat yang sudah jadi pengurus duluan.
Ane cuman ngikut Adi aja, keterima ya sukur, gak keterima..nothing to loose.

Sebelum pamit tadi, Adi juga sempat ngajak ane buat sering2 main ke lab, sapa tau bisa jadi
asisten lab juga. Doi semangat ngajak ane, entah kenapa...apakah karena semata2
beruntung, ato ada maksud lain.. Ah, niat baik orang jgn di tolak.

Ini berita baik, tentunya aku harus berbagi kebahagiaan dengan adikku yang belakangan
sering hilang di culik sama buaya muda yang bernama Anto..wkwkwkkw..Siang itu, aku cari2
mimin ketika keluar kelas, ane lupa itu mata kuliah apa.. Doi ternyata sudah keluar duluan,
aku menyusulnya keluar kelas..diri ini sedikit malu ketika melihat dia sedang mengobrol
dengan Cewek Berjilbab lesung pipit itu..dia bersama tyas.

Ane : dek, kantin yuk, aku traktirin. (malu2 monyet menyapa mereka)
Mimin : tumben kak? (dia tersenyum sambil mengisyaratkan dengan matanya sebelah kedip
menunjuk tyas disampingnya)
Ane : eh, Yas ayo ikut juga yuk, aku traktirin deh.
Tyas : eh ada kabar apa ini?? koq senang banget Ri?? (lagi2 itu senyumannya manis betul

euy...lesung pipitnya gak nahan)


Ane : hehhehe...ntr di kantin aku cerita deh, yuk keburu laper.

Kami bertiga berjalan menuruni tangga ke lantai dasar ke kantin. Hahay, lagi2 mata syirik
para jones melihat kearahku..aku dengan bangganya berjalan sambil di apit oleh 2
cewek...hahay..bahagianya diri ini masa itu.

Sesampainya di kantin, mereka langsung mengambil makan duluan, akupun mengikut


dibelakang mereka. Setelah mendapat makanan sesuai selera, kami mengambil duduk di
meja bundar dengan kursi plastik di sekitarnya.

Mimin : ada berita apa kak, tumben2annya nraktir? (dia antusias melihatku)
Tyas : iya ni Eri, aku udh 2hari ini ditraktir. (senyum manis lagi, kapok aku mesen es coffemix
yang sudah manis ditambah senyum dengan lesung pipit itu... abis ini pasti diabetes
deh..hahay)
Mimin : kalo sama kamu Yas, dia memang suka..jadi wajar kalo dia nraktir kamu trus (itu
mulut gak ada saringannya, nyerocos aja..aku kan jadi malu )
Ane : eh enggak Yas, jgn dengerin Mimin, dia emang gitu (malulah sang buaya, ketahuan
belangnya...Tyas hanya senyum2 manis melihatku yang cupu ini salah tingkah)
Mimin : ada apa kak? ada kabar baik apa nih (doi mulai penasaran setelah menyeruput es
susu coklatnya..asem pas acara traktir gini doi milih menu yang aneh2 trus mahal
pula...bisa2 tepar ini dompet kalo nraktir mimin trus..wkwkwkkw)
Ane : jadi gini Dek, Yas..kmrn aku di ajak Adi buat masuk senat jurusan kita, ya walupun
belum pasti ketrima gak apa2 kan kalo kita rayain dulu..masalah ditolak ato diterimanya sih
ntr aja dipikirinya.
Tyas : wah bagus itu Ri, semoga ketrima ya.. (dia mengambil tangn ane menyalami...hadeh,
itu tangan lembut banget euy...)
Mimin : cie cie yang mau jadi anggota senat...selamat ya kak, ntr kalo diterima traktir lagi ya..
Ane : kamu ini dek, masalah traktir aja cepet.
Mimin : iya iya kak, tapi itu tangannya jgn lama2 megang tangan Tyas, kasian tu tyasnya mau

makan juga kak.

Hahay, aku dan tyas sedikit malu karena mimin dengan telaknya menyuruh kami melepas
pegangan tangan karena salaman selamat dari tyas tadi. Tyas duluan loh yang nyalamin, ane
cuman megang doang bentar, gak ada maksud koq..suwer

...

Seminggu berlalu, ane mendapat kabar baik dari Adi, ane keterima jadi anggota senat
informatika..dan mulai mendapat tugas yang cukup bisa ane pelajari dengan cepat dari para
rekan2 lain yang sudah duluan disenat itu. Mereka sangat welcome dengan ane, entah
karena ane terlalu cupu sehingga gampang dikadalin ato karena yang lainnya..entahlah, ane
gak mau berfikiran macam2 dulu.

Sejak menjadi anggota, ane juga sering ke lab menemani Adi di lab, membantunya dengan
segala laporan mahasiswa semester 1 dan 3. Ada beberapa mata kuliah yang ane ambil juga
dan adi ini yang jadi pendampingnya di lab..lagi2 nasib baik berpihak ke buaya satu ini.
Tentunya dengan segala bantuan Adi, nilai praktikum ane sedikit membaik...

Sore itu, kami belum pulang, Adi mengajak ane memperbaiki kabel jaringan di lab. Aku
melihat2 rangkaian kabel LAN itu disusun peer to peer..ah ternyata pengetahuanku tentang

tetek bengek komputer belum ada apa2nya dibandingkan dengan adi ini.

Di sela2 kami menyusun rangkaian peer to peer itu.

Adi : Ri, lo deket ya sama Tyas?? (doi masih fokus ke kabel lan tanpa melihatku)
Ane : hehhe..gak koq, tyas deket sama adik ku Di, dia deket sama mimin.
Adi : Mimin itu sodara lo? koq gak ada mirip2nya?
Ane : mimin itu sodara ketemu gede Di, adik angakat tapi dah kyk adik kandungku.
Adi : owh kirain kandung.

Ane : kenapa Di tumben nanyain? Suka sama Mimin ya?

Dia sejenak melihatku, aku hanya mengangkat2 kedua alis melihatnya

Ane : gampang kalo suka sama mimin, ntr aku comblangin (hahay, ketahuan juga maksud
omongan doi)
Adi : gak Ri, bukan mimin, gw suka sama Tyas. (dia sedikit tersipu malu kemudian
mengalihkan pandangan ke kabel LAN lagi)
Ane : kirain suka mimin Di, ternyata suka sama Tyas toh..

9. Duka Awal Tahun

"Kirain suka mimin Di, ternyata suka sama Tyas to.."

Entahlah aku sedikit tidak enak dengan kata2 Adi barusan. Adi sudah membantu ane
lumayan banyak belakangan ini. Mulai dari masuk senat hingga ngajarin segala tentang
komputer dan tetek bengeknya. Sementara tyas..aku mengaguminya.

Ah..arif mana lagi, aku pengen dengar nasehat darn pilosofinya. Biasanya dia paling jago
dalam hal seperti ini.

...

Ane skip dikit ya, ane kurang inget waktu puasa tahun itu..yang bisa sedikit ane ingat, tahun
itu ane sempat mudik lagi..ya sesuai judul..ini kisah ane diyogya..jadi ane lebih ke tentang di
yogya aja yah...hehehhe
...

Dengan masuknya ane ke organisasi dikampus, ane sekarang seakan bisa menyibukkan diri
dengan berbagai acara yang akan jurusan kami lakukan. Lumayan banyak seminar2 yang
akan di adakan di SMA-SMA di yogya waktu itu. Bahkan sering juga kami mempromosikan
jurusan kami di beberapa siswa yang berkunjung kekampus.

Ternyata seperti ini kehidupan para senat2 yang cuman ane liat di beberapa film2..tidak
seindah yang difilm2..ah sial, jadi ketipu juga sama rangkaian cerita indah yang ditulis oleh
sang sutradara.

Tidak terasa, dengan kesibukan di kuliah, praktikum dan kegiatan organisasi..tahun ini
sudah hampir habis. Tidak seperti 2 tahun terakhir, hidup ini penuh dengan dilema bersama
orang terkasih, tahun ini tidak ada yang benar2 bisa aku nikmati masa2 saat makan bersama,
bercanda bersama..Ahhhh, aku rindu Marisa, aku rindu Yani.

Malam tahun baru 2006, jurusan kami mengadakan acara Tirakatan di kampus. Suasana
cukup meriah waktu itu. Mimin belakangan sangat jarang terlihat dengan Tata, dia lebih
sering terlihat dengan Tyas.

Tiap ane bareng mereka berdua, ane bisa liat Mimin dan Tyas seperti Yani dan endang
dulu..Mimin dengan Tyas juga suka ngerumpi.

Malam itu, Tyas datang dengan stelan serba putih, dari jilbab,baju dan rok panjangnya.
Ditambah dengan senyum lesung pipitnya, dia terlihat makin sempurna.

Adi : Ri, tadi yang sebelah sana udah dapat minum belum (suaranya sedikit mengagetkanku
yang sedang memandang keindahan itu)
Ane : Eh Di, sorry sedikit bengong tadi..hehhehe..udah tadi udah di bawa sama angga
minumnya.
Adi : wah, Tyas makin cantik aja ya..tuh liat (doi menunjuk kearah Tyas yang sedang duduk di
barisan belakang)
Ane : iya Di, emang cantik dari dulu2 (pelan suara ini mengalun)
Adi : Kenapa Ri?? (dia melihatku, sukur deh dia gak mendengarnya)
Ane : sana deketin, ajak2 ngobrollah, masa suka dari pas ngospek dia dulu gak berani ngajak
ngomong.
Adi : gk ah, dia kalem banget Ri, takut dia nolak gw
Ane : hadeh, kamu ini...belum juga bilang suka masa dah takut duluan.

Adi hanya garuk2 kepala..ternyata dia tidak kalah takutnya menyapa Tyas kyk ane awal2
dulu. Ane sih lumayan enak, karena di comblangin mimin..ada gunanya juga punya sodara
cewek..hahay

Oiya, dari cerita si Adi beberapa minggu belakangan, doi sudah suka sama Tyas sejak masa
ospek dulu..doi sebagai senior waktu itu masih tidak berani mengajak tyas sekedar ngobrol.

Adi : duh Ri, Tyas sama mimin kesini tu Ri, lo bantuin ngomong sama Tyas dah. (dia kelihatan
gugup...kwkwkkwkw)
Ane : tenang, ntr kalo dah agak asik ngomong sama Tyas, ta ajakin mimin agak kesanaan deh
(sakit sih sebenere..tapi..)

Terlihat mimin dan tyas melambai tangan sambil berjalan kearah kami.

Mimin : hai kak, kak adi...sukses yah acaranya...hebat nih panitianya.


Tyas : iya, rame ini Ri, gimana capek gak jadi panitia?? (aku hanya mengangguk pelan)
Ane : Dek, Yas, gimana dah dpt minum?
Mimin : udah tadi kak, tapi jajanannya belum (ini anak mikir jajanan aja dari tadi, gak tau apa
kalo kakanya lagi galau juga ini)
Ane : bentar ya, ta ambilin dulu, kyknya masih tadi didalam kardus.

Aku meninggalkan mereka bertiga kearah sudut lapangan, masih lumayan banyak kotak
putih berisi jajanan itu. Aku mengambil 2 kotak buat mimin dan tyas, akupun kembali
kemereka.

Ane : nih Dek, Yas..nih jajanannya.. (menyerahkan kotakan jajanan itu)


Tyas : makasih ya Ri (doi senyum manis lagi...adaaaw)
Mimin : asik makanan...tadi dah dapat sih kak, cuman pengen lagi..hehehe

Aku ngeliat si Adi gak ada omongan, benar2 nervous dia didepan tyas..hadeh..

Ane : Yas, tadi kesini bareng mimin ya?


Mimin : iya kak, tadi aku kesini bareng tyas, kakak mau nganter tyas kah ntr? (smbil
ngangkat2 ke-2 alisnya) (ini yang ditanya sapa yang jawab sapa )
Ane : mmm gimana ya, eh dek, aku pengen ngomong sama kamu ntr, bisa gak? (lagi2 tyas
melebarkan senyum lesung pipitnya, aku tidak mau mengartikanya lebih)
Mimin : bisa kak, kakak mau curhat ya? (lagi2 itu alis naik2..ta potong juga itu alis

lama2..hadeh)
Ane : ntr deh dek aku ceritain.

Aku melihat disebelah sana, si Angga sedang melambaikan tangan kearah kami, dia
mengisyaratkan kotak jajanan yang kurang. Akupun mengangguk.

Ane : eh bentar ya, aku kesana dulu. Di, kamu temenin mereka ya.
Adi : i iya Ri..hehehhe (senyumnya keliatan banget itu nervous)

Akupun meninggalkan mereka dengan perasaan campur baur..entah perasaan apa ini.
10menit berlalu setelah aku membagikan jajanan ke tamu yang baru datang, aku beranjak
ketempat mereka ber-3. Aku bisa melihat Adi skrg sudah bisa bercanda dengan mereka.

Ane : wah udah gak bisu lagi skrg Di (iseng bercampur kesal sebenar e)
Adi : hehehhe..lo Ri bisa aja (doi senyum2 gak jelas)
Mimin : kak, kyknya ada saingan nih (bah kampret...itu ngapain make acara nyindir
gitu2...hadeh Dek....)

Aku spontan menarik tangan mimin..

Ane : Dek, ngomong bentar sana yuk. (aku menarik tangan mimin tanpa melihat tyas dan adi)
Tyas : mau kemana Ri? (dia kebingungan)
Ane : enggak bentar koq, hehhehe..yuk dek bentar

Mimin seakan mengerti maksud kakaknya ini..lumayan peka dia melihat perubahan
ekspresiku. Setelah rada jauh dari tyas dan adi, aku hendak ngomong ke dia perihal
perasaan Adi.

Mimin : kak, kamu jangan bodoh kak. (dia melihatku kesal)


Ane : maaf dek, tadi aku narik tanganmu agak keras.

Mimin : bukan tangan yang aku bahas kak. Itu tyas kenapa kakak biarin dideketin sama kak
Adi??
Ane : bukan gitu dek, Adi udah suka sama tyas dari dulu sejak ospek.
Mimin : kakak ini bodoh apa gimana sih?? (ketus suara itu)
Ane : aku gak tau dek, Adi sering curhat tentang tyas, gimana perasaan dia selama ini.
Mimin : trus prasaan kakak sendiri gimana?
Ane : aku gak tau dek...
Mimin : kakak sayang kan sama tyas.
Ane : aku gak tau dek, aku sayang ato kagum..aku gak tau dek..(entah aku merasa sesuatu
berbeda)
Mimin : udahlah kak, kamu itu gak tau tyas gimana sama kakak..udah ah malas aku kak...aku
mau pulang aja..udah urus itu acaranya...

Mimin pergi meninggalkan kakaknya yang kebingungan ini..terlihat dia menarik tangan tyas
saat itu. Tidak berapa lama Adi menghampiriku.

Adi : lo sama mimin ada masalah Ri? (terlihat adi penasaran dengan yg terjadi)
Ane : biasa Di, ada salah paham dikit. hehehe
Adi : udah sana kejar mimin dulu, biar dsini kami yang urus. (dia mendorongku pelan)
Ane :biarin aja Di, paling besok dah baekan. Udah deh, ini trus kita ngapain (berusaha
mengalihkan topik)
Adi : duduk aja dulu lo, tenangin diri dulu.

Adi pergi kearah Angga diseberang lapangan depan kampus kami. Aku hanya duduk di dekat
kardus berisi jajanan itu, ah, aku lapar..belum ada yang aku makan dari tadi sore..mana ini
hati gak enak banget rasanya..hadeh..ini lemper di kotak rasanya jadi pait gini..

Sekitar jam 11.30 malam, para warga yang berkumpul disitu mulai berjalan mengitari wilayah
sekitar kampus, lagi2 kami sebagai panitia harus mengikuti kirab kecil itu. Setelah kembali
kelapangan itu, mulailah beberapa kembang api beterbangan di langit malam yogya.

Yap, aku merayakan malam tahun baru bersama rekan2 senat beserta para tamu yang hadir
di lapangan kampus.

Awal tahun yang tidak terlalu istimewa. Awal tahun yang kubuka dengan hati tak jelas
rasanya. Awal 2006 aku sedikit berduka..

10. Sekedar Mengagumi

2bulan berlalu sejak malam itu, aku dan mimin masih sering diem2an gak jelas. Kadang di
kelas cuman saling sapa biasa basa basi tapi gak semesra dulu sebelum malam tahun baru.
hahay...mesra adik kakak loh ya, bukan sebagai yang lain.

Karena aku keseringan di kantor senat dan lab, kehidupan di kampus jarang ane bisa
kumpul2 dengan teman baru yang lain. Tapi ane sering nitipin itu pixie kawe 2 di kostan tejo.
Karena belakangan ane sering sama Adi jika pulang kekostan. Dia make Tiger waktu itu. Ya
itung2lah ane numpang sama dia karena kostan dari kampus lumayan jauh.

Setelah UAS semester 1, Adi belakangan sering datang kekostan ane setelah pulang kuliah.
Dia makin sering cerita tentang hubungannya dengan Tyas..terdengar dari cerita si Adi,
mereka sudah mulai2 saling ada rasa..hahay, sakitnya dengar orang curhat terhadap orang
yang kita sukai itu sungguh dahsyat ternyata..tidak jarang hati ini terasa disilet2 tapi tetap
harus berusaha tertawa.

...

Jumat malam waktu itu, kebetulan si kampret arif lagi ada dkostan. Jadilah ane kangen2an
sama doi di teras..walaupun satu kostan, sekarang sudah jarang barengan. Dia kuliah di UTY
glagahsari sementara ane U** di daerahTegalrejo..jauh lek jarak e..

Mumpung sang filsuf ada dikostan, ane curcol aja deh...karena cuman sama arif ane bisa
sedikit terbuka tentang asmara yang sedikit membuat hati terluka akibat sayatan silet
itu...hahay bahasane...

Ane : Cok, tumben jarang kliatan sekarang. (sambil gitaran diteras)


Arif : koe sing ra tau ketok cok..aku balik kostan kamarmu jarang kebuka.(doi setia dengan
kebulan asap LA 12nya)

Ane : hahaha..sorry cok jadi mahasiswa beneran aku skrg..masuk senat gitulah..(entah
tangan memainkan melodi apa..ngasal pokoknya)

Arif sedikit kaget melihat ane..tatapannya sedikit menghakimi..

Arif : eh, mahasiswa kyk koe jadi senat?? Mau jadi apa jurusanmu cok??
Ane : Asyu i...gini2 aku anggota senat cok..macem2 koe ta serang kampusmu ngko
(melihatnya yang msh gk percaya)
Arif : sek sek mas dab...beneran koe jadi senat?? (tatapannya sedikit antusias kini)
Ane : Beneran lah...koe ki ra percaya tenan karo aku.. (kembali fokus ke gitar)
Arif : wah harus dirayakan ini...mana ini 3 sekawan. (doi berbalik melihat2 ke kamar2
sebelah)
Ane : mana ada mereka, kyknya dari pagi tadi ngilang.
Arif : wah, kita sewa PS aja po piye??, Kita maen di kamare mas antok..tapi koe sing bayarin
cok..kan kie perayaanmu (dia mengeluarkan ide briliantnya)
Ane : nah bolehlah itu.

Niat mau curhat malah dipalakin sewa PS...hadeh...kasian banget itu dompet...bakalan kena
ambil lagi itu lembarannya. Jadilah kami malam itu nyewa PS di daerah belokan dekat UIN
SuKa dulu. Arif sudah ada nomor mas2 yang nyewa PS, jadi kami tinggal telpon maka segera
PS dianter ke kostan. Karena pas mereka melakukan acara ritual mingguan di kostan, sering
sewa PS, jadi mas2 yang ngerentalin sudah kenal dan tau kostan kami.

Kami waktu itu maen Dynasty Warrior 3 kyknya mode Co-Op..seru juga ternyata. Bisa
bantai2an dengan Lubu. Permainan duel yang dulu sempat ane esmosi karena di matiin arif
ditengah2 ronde, bisa dengan mudah dilalui ketika co-op mode. Sekitar jam 5pagi kami
menyudahi bantai2an di dynasty warrior dan kembali kekamar masing2 buat tidur.

Menjelang sore hari sabtu, pintu kamar digedor2 orang..lumayan lama tidak ada tamu yang
main kekostan selain Adi. Dengan mata yang masih merah dan nyawa yang masih
sliweran..ane membuka pintu..sedikit kaget melihat 2 orang yang sudah berdiri didepan
pintu.

Mimin : Kakak ini jam segini belum bangun. (Dia tersenyum gak jelas depan kamar)
Ane : Eh Dek, Tyas..tumben maen kesini. (masih ngucek2 mata)
Mimin : jadi gak boleh main ini critanya (lagi2 dia mengangkat 2 alisnya)
Ane : eh bukan gitu dek...ayok masuk...bentar2 aku cuci muka dulu..Masuk aja Yas, anggap
kamar sendiri.
Tyas : iya Ri (seperti biasa dia dengan senyum manis lesung pipitnya)

Setelah memakai baju dan merapikan tempat tidur, aku meninggalkan mereka kekamar
mandi sekedar mencuci muka..Akupun kembali kekamar. Terlihat mereka sedang ngobrol2
ringan di sudut kasur, akupun mengambil duduk di kursi meja belajar mengarah kemereka.

Ane : ada acara apa ini Dek, Yas?


Mimin : main aja sih kak, lama kan aku gak kesini (senyum2 mengisyaratkan matanya lirik
tyas)
Ane : tumben pada gak siap2 buat malam mingguan..gak siap2 buat di apelin Adi Yas?
(senyum sedikit kecut sih)
Tyas : eh...enggak koq, pengen main kesini aja..tadi di ajakin mimin. Oiya, itu ada makanan..
(doi menunjuk kresek di atas meja belajar)
Ane : weh, ada yang traktiran ini kyknya...baru jadian ya?? (ancur ati ini mblo...kyknya tyas
ama adi udah jadian...hadeh..)
Mimin : apaan sih kak, sana makan dulu..abis itu nyanyi2 gitaran deh..tyas gak percaya itu
kalo kakak bisa gitar (matanya itu sedikit kesal melihat kebodohanku dengn pertanyaan
tentang Adi tadi)
Ane : lah kalian gak makan?? Koq cuman ada satu ini (anak kost plg cepet dengar kata
makanan, tangan ini sdh memegang dan melihat2 isi kresek itu)

Tyas : udah tadi Ri sebelum kesini..itu tadi dibungkusin mimin buat kamu. (senyumnya tetap
manis, jadilah ini air mineral dikamar rasa es jeruk, manis2 kecut gimana gitu..wkkwkwkw)
Mimin : itu tyas tadi yang beliin kak (mereka tertawa sambil saling dorong2 gak jelas)

Akupun dengan sedikit malu2..sedikit loh ya

...membuka dan memakan nasi padang yang

dibeliin mimin eh tyas tadi. Wah ini bungkusannya berbeda sodara, berbeda karena tyas
yang beliin..terlihat itu bungkusan nasi padangnya ada lesung pipitnya juga, sama kyk yang
beliin tadi..hahay..

Karena diri ini sudah sangat lapar, lagi2 itu bungkusan nasi padang jadi bolong melompong,
entah pada kemana itu isinya...kyknya di embat orang gak jelas tadi...wwkwkkw

Melihatku yang terlihat habis makan, tyas dengan sedirinya menghampiri teko biru dan
mengambil segelas air mineral dan ngasih ke ane...wah perhatian juga doi...lah itu si mimin
sibuk maenan game snake sambil baring2 dikasur...hadeh kakaknya gk diperhatikan sama
sekali.

Ane : makasih Yas (senyumku ke doi setelah menghabisi segelas air cinta...eh air mineral
ding.. )
Tyas : iya sama2..itu bungkusan nasinya dibuang dimana Ri?? (berhendak mengambil sisa
bungkusn dari tanganku)
Ane : gak usah yas, ntr aku buang ketempat sampah di luar..udh kamu duduk aja, biar tuan
rumah yang kerja..hehehhe

Akupun membuang sisa bungkusan yang sudah kosong melompong itu ketempat sampah
diluar. Tidak berapa lama aku kembali kekamar. Seperti kata mimin tadi, Tyas tidak percaya
kalo aku bisa main gitar..yah ini lah kesempatan sang buaya memperlihatkan dara tariknya
yang sangat besar ketika memegang gitar..yap pesona sang pengamen jalanan... mulailah
tangan ini dengn lentiknya memainkan kunci2 gitar itu.

Mimin : Kaaak, sana main gitar diluar, ajak tyas sana, jgn berisik disini, ganggu aku main
game aja. (dia tidak mengalihkan pandangan dari layar hape nya)

Hmmm...aku tau maksud adikku itu...hahaha...emang bener2 ngerti doi sama kakaknya ini..
Aku mengajak tyas ke teras depan..baru duduk sebentar di teras..eh si kampret arif terlihat
keluar kamar dengan celana pendek basket andelannya, sudah keliatan itu muka2
kampret...doi tanpa malu dan tanpa dosa mengarah ke teras tempatku dan tyas.

Arif : wogh..dapat cewek baru cok? Kenalin dong (matanya jadi genit2 ngeliat Tyas)
Ane : wkwkwkw...itu muka di cuci dulu, maen goda cewek orang aja koe cok. (iseng2,
palingan arif cuman ngegoda doi kyk sama tata kmrn..tyas hanya senyum2 melihat tingkah
kami)
Tyas : Tyas mas (dia berdiri menjulurkan tangannya)
Arif : Arif (menjabat tangan tyas...wah bisa2 cidera tangan lembut tyas kalo lama2...hadeh)
Arif : ya udah, lanjut aja, aku ta mandi, laper belum makan (doi melepas tangan lembut
tyas...untunglah gak cidera tangannya )
Tyas : tadi cuman beli satu makannya gak tau kalo ada temannya Eri juga
Ane : halah biasa aja yas, dia biasa makan sendal jepit.
Arif : hasyem...wes ta mandi dulu...duluan ya Yas, selamat bermesra2an...

Main ngacir aja itu kampret tanpa peduli dengan kata2nya yang waton jepret barusan..
hadeh..aku kan jadi malu sama tyas..

Ane : Yas mau nyanyi lagu apa? (senyum semanis2nya, lupain lah tentang perasaan adi dulu)
Tyas : gak sih Ri, cuman main aja kesini.
Ane : tadi kata mimin kamu gak percaya aku bisa gitaran (sok2 bingung)
Tyas : gak koq, itu cuma akal2an mimin. (dia sedikit tersipu debu...eh tersipu malu)
Ane : oiya, gimana sama adi yas?? dah jadian belum (pertanyaan bodoh...hadeh..ini mulut
gak ada saring2nya yak)
Tyas : gak koq, kata siapa, baru dekat aja sih.

Ane : ooooo baru deket..kirain...


Tyas : trus kamu gimana Ri? udah dekat sama siapa? Senat2 fakultas lain cantik2an (doi
membalik kata2 ane..hadeh)
Ane : gak koq Yas, cantik2 cuman gak ada yang berkesan aja di hati. (ini tangan kyk gak bisa
gerak2 lagi di gagang gitar..lupa kunci ternyata, jadilah itu gitar cuman ane peluk)
Tyas : trus kamu sekarang sukanya sama siapa (doi melirik sambil senyum2 manis lesung
pipitnya...itu makin dalam aja dah lesung pipitnya..adaw)
Ane : ada koq, cuman sama satu orang, tapi gak usah dibahas ya..hehhehe
Tyas : aku tau koq, mimin dah cerita.

Kan, si mimin ini bocor kan kan..hadeh..malulah sang buaya kini

Ane : memang mimin cerita apa aja Yas?


Tyas : ya dia cerita kalo kamu suka sama cewek di kelas juga kan...cewek berjilbab kan..
(tatapannya sayu terlihat kini)
Ane : suka sih yas, tapi belum berani bilang..cuman mengagumi koq...hehehe (garuk2
kepala)
Tyas : kenapa gak berani ngomong? sapa tau juga cewek itu gayung bersambut sama kamu
Ri..
Ane : gak deh yas..
Tyas : kenapa enggak Ri? Toh perasaan kan gak bisa dibohongi (hadeh ini mulai gak enak
rasanya..dah kyk ngomong sama arif pas doi mulai serius, diri ini jadi kikuk dibuatnya)
Ane : gak taulah yas, masih bingung antara kagum ato suka..
Tyas : kamu itu Ri memang susah ditebak (wajahnya berubah sedikit kecewa..aku tau
itu..sangat jelas terlihat kini)
Ane : udah ya..dengar dikit aku nyanyi ya...hehehhe

Tidak ada jawaban dari wajahnya yang sedikit kecewa..hanya anggukan pelan.. mulailah
tangan ini kembali memainkan gitar butut yang dari tadi hanya diam dipelukanku..
F G Am F G Am

Bila asmaraku telah tiba


Merenggut nafas dijiwa
Itu dia.. yang datang hadirkan cinta
Menyebar ke dalam rasa

Dapatkah ku mengatakannya
Perasaan yang ku punya
Untuk dia... mestinya ku ungkapkan saja
Tuk dapat jawaban darinya...

Dapatkah aku memeluknya


Menjadikan bintang di Surga
Memberikan warna yang bisa
Menjadikan indah..
Aku tak mampu mengatakan
Aku tak mampu tuk mengungkapkan
Hingga sampai saat ini
Perasaan tlah tertinggal...

Dapatkah dia merasakan


Satu nafas yang tersimpan
Itu bukan cinta...
Sekedar cinta biasa
Yang sesaat dan trus hilang...

Dapatkah aku memeluknya


Ku jadikan bintang-bintang di Surga
Memberikan warna yang bisa
Dan teruslah bisa
Menjadikan !ndah..

Aku tak mampu mengatakan


Aku tak mampu tuk mengungkapkan
Hingga sampai saat ini
Perasaan tlah tertinggal...

ST12 ~ Rasa Yang Tertinggal mengalun dengan sedikit penghayatan dari bibir ane.. hahaha..
jiwa melangkolis kyk gini paling tau mana lagu yang bisa mewakilkan rasa hati.

Tyas hanya terdiam melihat pesona pengamen jalanan ini, tidak banyak kata yang bisa dia
suarakan..hanya tatapan yang sangat tidak bisa aku mengerti, tatapan yang penuh dengan
beribu tanda tanya. Aku pun seakan tak kuasa melihatnya..Aku hanya menunduk sambil
tetap melanjutkan petikan gitar bututku
C Em C Fm

Sinaran matamu keluhkan luka


memendam kepedihan jiwa
ketika saat perpisahan tiba
memisahkan asmara kita

airmata tak mampu menghapuskan


dan mengurangi kepedihan
hanya waktu yg sanggup membuktikan
merubah ketir kenyataan

berharap kembali memberi keajaiban


tuk bertemu kembali dalam
kehidupan yang nanti datang
cinta yang indah kau berikan
sebagai tanda terakhir kita

semoga tuhan memberikan ini


jalan terbaik kita

Lagi2 ST12 ~ Kepedihan Jiwa yang dipilih oleh sang buaya jalanan ini...entahlah waktu itu
ane sempat mikirin marisa juga..hadeh jadi rancu gak jelas gini perasaan.

Aku melirik

Tyas disampingku, dia berkaca2 melihatku dari tadi..Ah ternyata pesonaku tidak berkurang
sedikitpun ketika memegang gitar...akwkwkwkwkw...

Tyas : kalo suka sma seseorang itu ngomong Ri, jangan hanya dipendam.. (dia sempat
mengusap kedua matanya, dan mencoba menampilkan senyum lesung pipit manisnya)
Ane : iya Yas...mungkin aku terlalu kagum sama kamu..jadi aku gak berani buat nyatain
perasaan ini..
Tyas : kenapa kamu bisa kagum sama aku Ri??

Waduh keceplosan..wkwkwkw...bibir sama otak mulai rada kalo lagi kasmaran..

Ane : aduh..salah tadi...bukan gitu maksudnya..aduh... (dia hanya tersenyum melihatku kini)
Tyas : aku dah tau semua koq Ri, mimin udah cerita dari awal dikantin dulu..
Ane : gak Yas, itu akal2an mimin aja... (mengelaklah terus wahai sang buaya...siap2lah nanti
kau akan menderita...bhuahahahah)
Tyas : ya udah deh..aku pamit pulang ya, dah mau magrib ini..makasih ya Ri, buat lagunya..

Diapun menghampiri mimin dikamar, aku hanya melongo gak jelas diteras, terlihat lah
mereka bersiap pulang. Aku hanya mengikuti dari belakang dengan tetap membawa
gitar...ane kyk pengamen yang belum dikasih jatah waktu itu...wkkwkwkw
Setelah aku mengeluarkan motor mimin dari parkiran kostan, merekapun beranjak pergi,
sesekali tyas melambai perpisahan kepadaku...dadah Tyas..senyum lesung pipitmu manis
banget deh...
terasa mblo...

Magrib itu, diri ini seakan diterjang beribu penyesalan dalam dada..sakit

11. Aku Masih Seorang Pengecut

Malam minggu itu aku menghabiskan dengan maen PS lagi sama Arif dikostan, seperti biasa,
kami adalah pasangan maho paling serasi dan romantis dengan bumbu2 sedikit kata
maki2an.

Ane : Cok, mbok jgn make char cewek cok, lemah banget itu..mati trus di hajar Lubu capek
aku belain trus.
Arif : halah cok, bosen make Zhou Tai aku, ganti Sun Sang Xiang aja..bagus ini senjatanya.
Ane : iya bagus tapi lemah itu, mana levelnyanya masih rendh lagi..Ganti yang cowok aja,
hadeh..
Arif : Ah koe ki banyak cincong, udh start itu.
Ane : bntr bntr....aduh...

Dan arif telah memencet tombol X di stick ps2 ditanganku. Mulailah itu stage "Battle At Hulou
Gate Front"dengan
Level Extreme, lvl mentok pokoknya. Dan sesuai perkiraan, itu char Sun
Front"
Sang Xiang yang dipake Arif hanya sekali tebas oleh Lubu yang sedang mengejar di
atas RedHareRedHare-nya, kuda merah tercepat di masa 3 Dynasty itu.

Arif : Taaaiikkklah...itu koe tahan dulu cok..jgn sampe mendekat kesini biar aku hajar dari
blkg. (muring2 gak jelas gara2 charnya mokad)
Ane : ais, itu tadi udah ta bilangin, jgn make char cewek cok...hadeh, capek aku nahan2 trus.

Arif berhenti dari pilah pilih char, dia menolehku

Arif : koe kie ngapa to? Sensi betul sama cewek. (doi ngangkat2 alis andelanne)
Ane : Mana ada...itu ganti char yang kuat.

Arif kembali mematikan itu PS2 dikamar mas Antok..dia berjalan kepintu..mengebulkan lagi
itu LA 12nya

Arif : kalo ada masalah crita koe cok...jgn pendam2 sendiri..game PS koe jadiin plampiasan
emosi. Udah ambil gitar sana, kita gitaran diteras aja.

Aku hanya bisa mengikuti apa yang dia suruh..berjalanlah diri ini mengambil gitar butut
dikamar. Setelah kembali keteras, aku melihat arif sudah diposisi yang kyk pas dia berkisah
... hadeh bakalan kena sidang lagi aku ini.

Aku mengambil duduk di sebelahnya,

bersiap2 mendengar curhatannya.

Ane : lagu apa cok?


Arif : ya lagu2 yang bisa buat koe tenang aja. (dia tidak melihatku, dia dengan santainya
menghisap LA itu)
Ane : lagi gak ada lagu enak skrg cok, lagi butek otakku.
Arif : nah butek karena ada masalah kan...ceritalah...koe kie nek gak ditanya gak pernah mau
cerita.
Ane : hehehhe...(cuman bisa garuk2 kepala)

Mulailah diri ini menceritakan gimana masalah ane waktu itu, gimana dengan segala
kebaikan adi plus curhat2nya , senyuman manis lesung pipit khas tyas sama segala macam
kegiatan senat.

Arif nanya2 sangat banyak malam itu. Dia sangat antusias dengan cewek yang dia temuin
kmrn sore di teras, cewek berjilbab dengan lesung pipit itu.

Mungkin sekitar 2jam aku menceritakan semua kisahku terhadap tyas dan adi. Itu ane
ceritain tanpa petikan gitar karena dari tadi gitar sudah di pelukan arif, dan dia kurang jago
dalam gitar2an..akhirnya aku punya hal yang bisa ngalahin dia...yaitu dalam hal main
gitar..walaupun lagu2nya melow...wkwkwkkw..modyar o Rif..

Arif : jadi karena Adi sudah berbaik hati ngajak koe masuk senat, trus koe di ajarin
komputer...bener cok???
Ane : ya gitulah..sini gitar aku yang mainin..ada gitar tapi gak ada suara juga dari tadi.. (aku
merebut gitar dari arif yang sejenak terlihat berfikir)
Arif : trus koe ikhlas cok, liat mereka?? (hahay, aku berhasil menarik antusiasnya)
Ane : ya berusaha aja cok..sakit sih tetap sakit..tapi kebaikan orang tidak akan semudah itu
aku lupain..gpplah berkorban perasaan demi membalas kebaikan Adi.

Lagi2 arif langsung berdiri, dengan rokok dimulut yang asapnya menutupi matanya..dia
bertepuk tangan melihatku.

Arif : hebat..saudaraku kini sudah mulai dewasa..

Benar2 aku gk bisa nebak si Arif...ane kirain dia bakal ngamuk2..ane masih inget kata2 dia
dulu mengenai pandangan Skepticnya atas ungkapan "Cinta Tak Harus Memiliki"..ternyata
Memiliki"
dia tidak seperti itu..dia mengerti maksud sahabatnya ini.

Selang berapa lama, hapenya berbunyi, ternyata itu dari mas2 yang ngerentalin PS, doi
nanyain PSna mw diperpanjang apa dibalikin. Karena kami masih penasaran dengan Lubu,
Lubu
akhirnya kami perpanjang itu sewa PS sehari lagi..demi menghajar Panglima yang
mode Ragenya
itu bisa membabat habis ribuan pasukan gabungan CaoCao, LiuBei dan
Rage
SunJian.

...

Dengan keputusan yang ane ambil untuk berkorban perasaan terhadap Tyas dan Adi, aku
sudah sangat siap untuk sakit yang akan aku alami ketika melihat mereka besok bersama.
Entah waktu itu seminggu ato 2minggu berikutnya mereka sudah jadian, aku mendengar
kabar itu dari adik angkatku..akupun turut bahagia dengan mereka.

2 bulan lebih aku menahan deraan derita melihat Tyas dan Adi, mereka terlihat sangat
bahagia. Modyar o mblo..sapa suruh sok2an kuat dengan acara korban perasaan sgala..
Siang itu, saat keluar dari Lab yang kebetulan ane sekelas sama tyas abis praktikum. Dia
masih diam di Lab menunggu Adi selesai beres2 lab sehabis praktikum. Akupun sudah
merasa seperti asisten lab, karena sudah sangat sering aku membantu adi sehabis kuliah
dengan segala sesuatunya di lab, tak jarang juga masalah senat kami bahas di lab itu.

Bayangin mblooo...nyimpen rasa sakit didepan Adi yang sering bareng sama ane di acara
senat dan lab itu tidak mudah...dan
mudah...dan tak jarang tyas mendampingi pacarnya disitu..bayangin
aja mblo...sakit ati ini...

wkwkwkwk

Tyas : Ri, bisa ngomong bentar gak didepan? (dia mendatangiku yang sedang membereskan
laporan2 praktikum tadi)
Ane : eh kenapa Yas?
Tyas : ngomong di luar bntr, bisa?
Ane : bentar ya ini bentar lagi kelar koq (aku melirik ke Adi yang masih sibuk merekap nilai
hasil praktiku di meja OP lab)
Tyas : udah, aku udah bilang tadi sama dia..ayuk bntar aja (doi langsung menarik tangan ane,
aku gak enak banget sama Adi, dia hanya tersenyum disana dimeja OP)

Sesampainya di luar, aku sungguh tidak tau harus gimana sama Adi nantinya...aku diposisi
yang serba gak enak.

Tyas : kamu malam besok ada dikostan?


Ane : ada sih yas, kenapa??
Tyas : ada acara gak?
Ane : gak ada kyknya yas, plg maen PS sama arif, biasa acara malam sabtu minggu kyk
gitu..hehehhe (cuman bisa garuk2 kepala sang buaya kini)
Tyas : ya udah, kalo ntr malam ada acara?
Ane : gak ada yas..plg.. (blm juga kelar ngomong)
Tyas : ya udh ntr malam aku kekostan ya..

Dia pergi kedalam lab lagi tanpa mendengar jawaban dari mulut yang sedikit kelu ini..hadeh
ini ada apaan lagi sih...Sorenya, Tyas dengan Adi terlihat boncengan meninggalkan parkiran,
sesekali mereka melambaikan tangan ke arahku yang sedang menuntun pixie kawe 2ku.

Akupun mulai mengayuh sepeda butut itu pulang kekostan. Tidak lama, sekitar 45menitan
tibalah aku di kostan, tidak ada orang waktu itu..entah pada kemana..Arif kalo gak weekend
jarang banget pulang kekostan. 3 sekawan lainnya pada jrg banget kliatan sekarang.

Setelah merebahkan diri di kasur sejenak, aku beranjak mandi sekedar menyegarkan diri
dari peluh. Karena kostan sangat sepi, aku memutuskan mencari makan ke sekitar jalan
gondosuli..hahay, sedikit bernostalgia dengan kenangan akan Marisa dan Yani..entah siapa
sekarang yang lebih aku rindukan..Marisa yang kini masih tetap bersinar jelas dihati atau
Yani yang pernah kurasakan cahayanya bersinar di hati..hahay...ngalay juga diri ini..

Sehabis isya, aku beranjak pulang kekostan karena sudh lumayan kenyang dengan
kenangan dan menu telur penyet waktu itu. Sampai di teras depan, aku sedikit kaget dengan
Tyas yang sudah duduk sendiri disana sambil memainkan hapenya. Entah sudah berapa lama
dia menungguku disitu. Akupun menghampirinya..sekedar menyapa dan menanyakan perihal
kedatangannya.

Ane : Eh yas, sudah lama nunggu?? Maaf ya tadi aku kluar beli makan dulu.

Tyas sedikit kaget dengan suaraku, dia memasukkan hape kedalam kantong rok panjangnya
itu.

Tyas : baru aja Ri, baru aja tadi di anterin mimin kesini. (tetap dengan senyuman lesung pipit
manisnya)
Ane : wah kirain dah lama..heheheh (garuk2 kepala)
Tyas : sini duduk Ri, aku pengen ngomong (dia menepuk2 kursi bambu sebelah kanannya)

Aku tidak ingin seperti ini, aku hanya duduk diseberang meja didepannya.

Tyas : sini aja kenapa Ri, gak ada Adi koq..(tetap dia mengisyarakan ku duduk di
sampingnya)

Karena tyas terlihat sedikit memaksa, tentulah aku sedikit takut, aku kan gak beranian sama
cewek...hahay...ngelak koe buaya...padahal mau2an aja...wkwkkw..buaya emang gitu
gan..biarin aja yak..

Akupun mengiyakannya, aku pindah kesamping kanan tyas..tapi aku

masih sedikit menjaga jarak..aku takut buaya yang nantinya bisa keluar dari peraduannya di
dalam air keruh..awkwkwkkw..buaya sabar woy buaya..jgan buru2..santai..relax...

Ane : kenapa yas? ada hal penting kah? (suaraku terbata tanpa meliriknya)
Tyas : kamu kuat Ri nahan terus rasamu??
Ane : maksudnya? (aku melihatnya kini)
Tyas : udahlah Ri, gak usah sok2 cuek..aku tau kamu..aku sudah tau dari mimin..

Ah sial, kenapa juga aku kmrn2 harus cerita sama mimin tentang rasa sakit ini melihat adi
dan tyas ketika terlihat mesra didepanku...mulai malam ini aku gak akan cerita lagi...

Ane : maaf ya Yas, aku sudah siap dengan segala konsekuensi dari keputusanku.
Tyas : tapi kenapa kamu gak pernah tanya tentang rasaku??
Ane : udahlah yas, aku gak mau ngecewain Adi.. (entahlah hati ini semakin gak enak rasanya,
pasti bakalan susah ini ujung omongannya)
Tyas : bisa gak kamu duluin perasaanmu..lupakan Adi..
Ane : gak segampang itu Tyas..adi itu sudah sangat berjasa..gak segampang itu aku lupain
semuanya. (entah aku menjadi sedikit kesal kini)
Tyas : kamu kira aku gak sakit ngeliat kamu kyk gitu...kamu kira aku bahagia sama Adi??
(suaranya tidak kalah keras denganku)

Ok..sekarang kita keras2an..sapa takut...

Ane : kalo kamu gak suka kenapa kamu terima Adi?? heh..jangan main2 sama prasaan
seseorang (sedikit nanar mata ini melihatnya)
Tyas : gak usah sok2 bicara perasaan..kamu juga gak peduli sama perasaanku..bahkan
perasaanmu sendiri kamu biarkan begitu saja (kini mata itu mulai berembun)

Dessiiing...headshoot...modyar o mblooo

Kami terdiam..perasaan ini masih seperti dulu terhadapnya..tetap nervous ketika


melihatnya..apalagi sekarang mata itu teraliri buliran air matanya..

Ane : tolong yas, jangan seperti ini (mulai suara ini keluar dengan lembutnya..sebenarnya
aku gak tega keras2 sama cewek...hahay sok2an koe buaya..kulitin ini buaya satu woy... )
Tyas : aku cinta sama kamu Ri...kamu ngerti gak??

Untuk ketiga kalinya aku mendengat kata itu dari mulut seorang cewek..aku tidak geer wahai
para buaya..itu kata sebenarnya dari mulut mereka..tidak ada rekayasa disini..

Perlahan

tangan ini bergerak dengan sendirinya..aku memeluk tubuh itu yang kini menunduk menahan
air mata. Aku memeluknya hangat sekedar meringankan kesedihannya..aku ya sedih
sebenarnya tapi mau gimana lagi..

Ane : jangan gini Yas, kamu sekarang harus cinta sama Adi, aku tau dia sayang banget sama
kamu. Sudah dari dulu sejak ospek dia suka sama kamu.

Tidak ada suaranya kini, dia hanya menangis pelan ketika aku memeluknya. Semoga tidak
seperti Yani, ketika aku merelakannya untuk orang yang salah waktu itu.

Ane : udah udah..kamu harus kuat ya, aku bahagia ketika kamu bahagia (kata2 basi yang
sok2an dari mulut yang sok2an kuat juga)
Ane : cinta tidak harus memiliki..asalkan kamu bahagia aku ikut bahagia.

Gombalan yang sama ketika dengan marisa, ah aku hanya bisa plagiat. Tapi lagi2 waktu itu
aku masih seorang pengecut..pengecut dengan perasaanku sendiri.. Tidak berapa lama aku
melepas pelukanku, karena dr arah tangga naik terlihat mimin mendatangi kami. Kan gak
enak kalo mimin berfikiran macam2 ntr..ah lagi2 aku lebih memperdulikan pandangan orang
lain..

Mimin sangat mengerti dengan keadaan tyas, dia tidak bertingkah seperti sebelum2nya..dia
hanya terdiam dan ngikut sedih melihat tyas yang masih terisak pelan.

Ane : dek anterin tyas pulang yah, kasian dia nangis ini (aku sekedar mengelus punggung
cewek berlesung pipit disebelah kiriku ini)

Mimin mengangguk pelan, dia mangangkat tubuh tyas yang masih sedih itu, merangkul dan
mengajaknya pulang. Aku mengantar mereka sampai parkiran didepan kostan. Mimin pamit
dan mulai menjlankan supraXnya, tyas sama sekali tidak melihat kearahku. Mungkin dia
sekarang jijik dengan pengecut satu ini...mungkin dia kecewa sudah memberi sedikit rasa
kepada sang pengecut.

Ah sudahlah...lupakan semuanya...

12. Yogya Berduka

Malam jumat itu, aku habiskan dengan acara gitaran sendirian di teras..jari ini mulai
memainkan lagi melodi Endless Sacrifice, entah kuncinya benar apa gak..aku tidak
memperdulikannya lagi.

Sekitar jam 10an arif dan temannya terlihat membawa kardus besar...wah kampret itu beli
tipi 19inch ternyata. Malam2 bawa kardus kyk maling aja dah...

Arif : Cok sini bantuin dulu..pasangin ini tipi (dia sedkit teriak dari depan kamarnya didepan
pintu)
Ane : bentar cok aku taro gitar dikamar dulu.

Aku bergegas kekamar meletakkan gitar, tidak lupa menghapus banjir dimata yang sempat
mengalir dikit tadi..wwkkwkwkw...aku gak mau keliatan cengeng depan si kampret Arif...bisa
abis aku kena ejek trus.

Sesampainya dikamar arif, dia terlihat menelpon, entah siapa

yang dia telepon.

Ane : aseeek...bisa nonton tipi sepuasnya ini.. (isengku ketika masuk kamar itu, biar gk
terlihat sedih...melucu dikitlah..heuheuheu)
Arif : cok kenalin teman kampus (doi memperkenalkan kami)
... : Dimas (menjulurkan tangannya ke ane)
Ane : Eri (menjabat tangannya)

Dimas ini teman sekelas arif di UTY sana..dan dikostan dimas inilah arif numpang pas hari2
kuliah. Entah mungkin mereka mahoan..makany arif betah...aku sedikit cemburu
sebenarnya...wkwkkwkw...gak gak..canda itu...ane masih normal..belum kawe2an..cukup
pixie aja yang kawe punyaku..aku enggak..

Setelah memasang tipi dan antena dalam, Dimas pamit pulang kekostannya, kamipun
mengantar kedepan karena sudah cukup malam jadi gerbang rolling dor itu harus dibuka
oleh anak kostan sendiri.

Setelah dimas pulang, arif mengajak menunggu mas2 rental PS, ternyata tadi dia nelpon PS
buat reyen tipi baru..hahay..jadilah malam ini kami begadang sambil PSan. Tidak berapa
lama, terlihatlah itu mas2 rental mengantar PS didalam tas hitam khas PS rentalan..sudah
kyk transaksi apa aja..wkwkkw..setelah nota dikasih dan kami membayarnya, kamipun
berpisah dengan mas2 PS yang sangat baik hati itu.

Dan..pembantaian Lubu di Hulau Gate Front berlanjut..

Aku sempat sedikit malas masuk hari Jumatnya, karena hanya satu mata kuliah dan mata
kuliah itu satu kelas dengan Tyas..entahlah..aku sedikit malu setelah memeluknya semalam.
Urusan senat2 dan Lab, bisalah si Adi dan rekan2 lainnya yang ngurusin.

...

Aku sangat ingat benar dengan hari itu...hari Jumat tanggal 26 Mei 2006..

Kami seharian itu hanya menamatkan game Dynasty Warrior 3..arif


sangat penasaran
3
dengan item Kuda milikLiu
Liu Bei dari semalam. Jadi kami belum tidur karena stage itu kami
ulang2 terus sampai dapat itu kuda Milik liu Bei "Hex Mark" dengan Ability Specialnya yaitu
penunggannya tidak akan bisa dijatuhkan dari kudanya.

Bahkan saking penasarannya dan dengan godaan setan PS, sampe2 jumatan kami lewatkan
siang itu. Menjelang malam jam 9an baru kami berhasil mendapat kuda itu..dan arif sempat
memakainya dalam game..hadeh..bukannya bantai2an musuh..dia malah sibuk lari kesana
kemari dengan kuda baru itu..wkkwkwkwkw..

Setelah puas dengan kuda itu, arif berniat mengembalikan PS, entah kenapa, biasanya kalo
kami sewa PS itu minimal 2 malam..tapi malam itu arif bilang kalo perasaannya lagi gak
enak..menurut ane sih dia mikirin duit abis banyak buat beli tipi, tapi ternyata tidak..ada
ada
sesuatu yang lebih besar selanjutnya.

Sekitar jam 11an, mas2 PS sudah menunggu didepan gerbang..setelah mengabari kami
lewat panggilan di hapenya Arif, kamipun mengembalikan PS itu.

...

Sudah jam 12 malam dan hari itu sudh masuk hari sabtu tanggal 27 Mei 2006.
2006 Kami hanya
nonton di kamarnya, waktu itu acaranya membahas tentang monyet kecil yang bernama
Anuman..acaranya di Lativi (skrg TVOne), acaranya itu mirip2 kyk discovery channel gitulah.

Menjelang pukul 3 subuh, Arif sudah tertidur dikasurnya dengan muka senyum2 karena
berhasil mendapat kuda"Hex
"Hex Mark" milik liu bei...wkwkkw..puas banget kyknya doi. Karena
mata ini mulai mengantuk, akupun kembali kekamar setelah menutup kamar arif.

Waktu itu, gitar aku letakkan di atas meja belajar, dikamar juga galon aqua sedang kosong
abis isinya..dan belum sempat ku isi lagi.

Belum berapa lama terlelap..(anjir..merinding


anjir..merinding ane ngingat2nya)
ngingat2nya badan ini bergetar hebat..
ane sedikit kaget dengar suara gitar dan galon yang loncat2 gak jelas di lantai.. Ah....
Gempa...iya gempa ini...gumamku
dengan nyawa yang mendadak kembali ketubuh yang
ini
kaget setengah mati.

Dengan susah payah, aku membuka pintu kamar..tidak seperti biasanya pintu kamarku
sangat mudah dibuka..mungkin karena tembok diatas pintu sedikit retak dan bergeser ke
arah pintu..jadilah pintu susah untuk dibuka..

Setelah membuka kamar, terdengar suara teriakan ibu kost dilantai bawah. Suara pilu jeritan
ketakutan...(hasyemm
hasyemm merinding lagi)..dia
menyebut nama Ilahi yang sedang menguji
lagi
umatnya.

Aku berlari kearah tempat jemuran..disitu terlihat arif yang sedang memegang kawat
jemuran..akupun mengikutinya..aku berpegang pada kawat jemuran itu..badan kami
bergetar hebat akibat pergeseran lempeng bumi. Terasa sangat dahsyat gempa itu.

Mungkin yang tercatat di BMKG hanya sekitar 56-57 detik, tapi saat itu aku merasakan
getaran sampai 3menit. Bangunan2 disekitaran kostan kami terlihat rubuh dan
melambungkan debu dari tembok2 yang hancur lebur. Pagi itu sekitar pukul 5 jogja di
gegerkan oleh gempa 5,9 skala ritcher.

Sekitar 30menit kami berdiri ditempat jemuran itu..suara sekeliling kami hanya suara
guguran tembok2 rumah serta teriakn ketakutan dari tetangga. Arif menyuruhku mengambil
baju dan memasukkanya kedalam ransel, tidak lupa dompet yang berisi identitas juga
dibawa.

Setelah memakai baju dan celana panjang, kami bergegas turun kebawah. Terlihat di depan,
Ibu kostan dengan kepala berdarah masih teriak histeris, dia sangat shock dengan gempa
tadi.

Disepanjang jalan melati wetan itu, semua warga dengan ekspresi shock berdiri di jalan.
Terdengar suara teriakan yang sangat keras dari mereka seketika gempa susulan terjadi.
Aku dan Arif hanya terdiam melihat keadaan sekitar.

Hampir semua yang terlihat, dikepala mereka mengalir darah segar, entah itu dari pecahan
genteng ato tembok yang jatuh ketika gempa dahsyat tadi. Mereka terlihat panik bercampur
takut.
...

Sekitar pukul 8 pagi, masih dengan keadaan panik, Arif mengajakku mencari tanah lapang,
kami waktu itu berjalan kearah lapangan di sudut jalan Mojo (sekarang BRIMOB YOGYA)
..lapangan yang segitu luasnya sudah dipenuhi dengan warga sekitar yang juga mencari
tanah lapang.

Kengerian menyeruak di hati seketika sampai disitu, hampir seluruh warga yang ada disitu
terlihat patah tulang dan kepala bersimbah darah. (hadeh..merinding
hadeh..merinding lagi ini)
ini

Belum lama kami berdiri dilapangan itu, terlihat cewek itu mendekatiku..cewek yang dulu
penah kubantu saat ospek..cewek yang bernama Santi.. Dengan muka berlinangan air mata
ketakutan dia menghampiriku dan menggandeng tanganku erat.

Santi : kak, gimana ini kak, aku takut kak..(suara berat berisak tangis)
Ane : tenang dek, kita sudah dilapangan ini, gak akan kena pecahan bangunan roboh...
tenang ya (berusaha sebisa mungkin diri ini menenangkannya)

Disekitaran kami dipenuhi oleh teman2 Santi yang sangat ketakutan..mereka tidak beda
dengan warga lainnya..mereka sangat shock. Santi saat itu ngekost di depan lapangan itu
(brimob yogya sekarang), kostan lantai 4 dengan warna kuning waktu itu.

Arif dari tadi terlihat mengangkat2 hapenya, dan dia kembali memasukkan ke kantong
celananya. Tidak ada sinyal sama sekali waktu itu. Aku menyuruh para cewek2 itu untuk
duduk menenangkan diri.

Tak berapa lama dari arah jalan gondosuli, terlihat mobil patroli polisi dengan toa kecil
diatasnya..meneriakkan kata yang membuat kumpulan manusia dilapangan itu menjadi
sangat panic.

"Tsunami...Tsunami..Tsunami.."

Sontaklah manusia di lapangan itu lari mengarah ke utara..Sempat aku berpikir, "apa

mungkin trusnami bisa sampai sini..parangtritis itu jauh dan bukit2 tinggi diarah bantul
sana..tidak mungkin tsunami sampai sini."

Saat sadar, aku adalah beberapa orang terakhir dilapangan itu. Lapangan yang tadinya
penuh dengan manusia yang berlumuran darah serta patah tulang..hilang entah
kemana..mereka sudah lari dengan panik kearah utara.

Aku mencari2 Arif dan santi tadi..tidak ada mereka disitu..aku mengarahkan mata kearah Rel
Kereta di utara lapangan, diantara kerumunan manusia yang berlari dengan panik itu..aku
melihat arif melambaikan tangan memanggilku..damn**..aku dtinggal...Santi juga hilang
entah kemana..

Akupun berlari kecil mengejar arif yang terlihat panik..aku tidak kalah paniknya dengan dia..

Ane : Rif, ntr dulu..itu cuman isu.. (setelah dekat, aku menarik tangan arif yang masih sedikit
berlari)
Arif : udah yang penting selamatin diri dulu RI (dia tetap berlari tanpa menghiraukan kata2ku)

Karena kepanikan disekitaran kami, kami juga ikut terbawa tanpa bisa berfikir rasional lagi..
sadar2 kami sudah sampai di jalan urip sumoharjo menuju kejalan gejayan..terlihat rumah2
disamping jalan tidak lagi berdiri tegak..semuanya sudah separuh roboh karena kekuatan
gempa itu.

Aku kembali menarik tangan Arif ketika kami sampai didepan toko Merah di jalan Gejayan.

Ane : Rif, tenang dulu...ini kalau kita lanjut..kita bisa kena dampak merapi Rif..
Arif : ah..kampret..di utara merapi ya... (dengan wajah paniknya dia tersadar akan merapi
yang bisa meledak juga)

Kami beristirahat di depan toko merah.. Terlihat masih ramai orang berlarian entah
kemana..di selatan mereka takut dengan Tsunami dari pantai Parangtritis...tapi mereka lupa,
dari Utara juga ada Gunung Merapi yang bisa saja meledak karena gempa itu.

Terdengar beberapa orang dengan seragam tentara keluar dari hotel diseberang jalan toko
merah..mereka menenangkan warga yang masih panik dan berlari ketakutan.

"Tenang"Tenang-tenang, tsunami hanya isu, yogya masih aman"

Mereka tetap teriak beberapa lama menenangkan warga. Akupun berjalan kearah mereka
sekedar menanyakan perihal isu tsunami itu..arif terlihat berlari mengejarku dari belakang.
Entah kenapa arif tiba2 ketakutan dan panik seketika...tidak seperti biasanya yang sangat
kalem dengan pilosofinya.

Ane : pak, keadaan yogya gimana pak? (bertanya kesalah satu anggota itu)
Tentara : tidak apa2 Dek, itu tadi cuman isu perihal tsunami, adek bisa kembali kerumah
masing2

Ah, untunglah...

Tapi tadi itu anggota polisi dengn mobil patrolinya yang teriak2 tsunami...ah kampretlah..
orang sudah panik karena gempa ditambah dengan isu tsunami lagi..aku hanya
menggelengkan kepala...

Aku mengajak arif kembali ketempat tadi, aku khawatir dengan Santi disana..tapi arif tidak
mengiyakan ajakanku..dia masih gemeteran disitu...aku ya gemeteran gk jelas juga...tidur
baru 2jam, sudh dikagetkan dengan gempa trus ditambah isu dari polisi patroli tadi...hadeh...
(lucu
lucu ngingat kepanikan kami waktu itu.)
itu.

Menjelang sore, Arif ngajak balik kekostan..sepanjang perjalanan terlihat sangat


menyeramkan. Hampir di setiap rumah yang kami lewati, terdapat jenazah diletakkan di
pinggir jalan. Sementara disampingnya terlihat keluarnganya dengan berlumuran darah
menangisinya.

Ah...merinding banget dah..

Ane percepat kejadiannya yak..merinding ane ngetik2 ini.. Terus terang sampe sekarang ane
masih trauma dengan gempa..jadi rada2 di part ini..

13. Yogya Berduka (2)

Sabtu sore itu, seluruh warga yogya sangat terpukul dengan gempa subuh tadi. Jogja
mendadak lumpuh total. Segala kesombongan orang2 hilang hanya dengan sentilan kecil
sang maha kuasa. Hanya dengan sedikit peringatan dari-Nya, semua umat kembali memuji
dan memohon ampunan-Nya.

Kostan mewah dibelakang kostan kami, terlihat luluh lantah. Saat gempa itulah aku sempat
berkenalan dengan mereka.Sebelumnnya mereka terlihat sangat angkuh dan sesekali
melihat dengan gesture merendahkan.

Benar dengan kata2 filsuf, "dibalik sebuah bencana ada makna yang bisa dipetik"

Itulah yang aku lihat waktu itu, tetangga yang dulunya terlihat sombong di balik tingginya
tembok rumah mereka, kini seakan tidak berdaya sama sekali. Hanya tetangga yang dulunya
mereka pandang rendah yang membantunya membereskan segala barang yang hancur luluh
lantah oleh pergeseran lempeng bumi.

Sore itu, tidak ada suara lain yang terdengar, hanya suara jeritan ketakutan sambil menyebut
nama Tuhan mereka. Gempa susulan yang terjadi tidak kalah sadisnya membuat panik warga
yogya.

Listrik padam serta gerimis yang turun seakan menambah kelamnya wajah yogya kala itu.
Terlihat langit membentuk awan merah darah oleh sinar mentari yang mulai kembali
keperaduannya. Sungguh menakutkan.
...

Menjelang magrib,sinyal hape kembali aktif..barulah arif terlihat menghubungi orang tuanya
di PLG sana. Beberapa lama, dia menyerahkan hapenya, menyuruhku menghubungi orang
tua dirumah.

Aku sempat menyimpan nomor paman dirumah dihapenya arif...aku menghubungi mereka,
mengabarkan bahwa kami diyogya baik2 saja. Sebagai orang tua mereka sangat cemas
dengan kondisi anaknya di perantauan.

Entahlah, tidak banyak yang bisa ane ingat waktu itu...panik bercampur takut yang terasa
didada. Arif terlihat menyerahkan kembali HPnya..mimin yang telepon waktu itu. Dia sudah
dalam perjalanan balik ke ponorogo...untunglah dia tidak kenapa2..

Lagi2 aku hanya bisa memikirkan tyas, adi, tata, tejo, adi serta teman2 lainnya..apakah
mereka baik2 saja..sial, aku menyesal terlalu cuek dengan mereka..aku terlalu sombong
untuk sekedar menanyakan nomor hp mereka..sekedar menghubungi menanyakan
kabar..semoga mereka semua tidak apa2.

Listrik belum juga kembali nyala..sekostan ane hanya duduk di depan jalan, masih terlalu
takut untuk kembali kedalam rumah karena dalam 1menit gempa susulan masih terus
menggetar tanah yogya.

Arif melihatku, dia mengisyaratkan kelaperan..wkwkkwkw...iyalah seharian panik, belum


sempat minum air putih setetespun..apalagi makan..

Arif : kita makan gimana Ri?? Mau pingsan aku laper gini? (suaranya getar2 seperti gempa
susulan)
Ane : ayo jalan aja kita, cari makan.

Arif mengangguk, dia berubah total, tidak ada arif yang beberapa lama ini ane kenal sebagai
orang plg tenang. Setelah pamit dengan ibu bapak kost, kami berjalan entah kemana
mencari makan.

Ternyata itu sebuah kesalahan besar.

Bukannya makanan yang kami dapat selama perjalanan. Malah mual..semakin malam
semakin banyak orang yang berlumuran darah di sekitaran jalan yang kami lalui.

Sesampainya kami di depan lapangan tadi, seperti harapan muncul, aku melihat kumpulan
cewek2 teman Santi sedang duduk di tenda kecil dilapangan itu..pasti ada makanan disitu.
Aku menarik tangan arif menuju kesana. Mereka masih terlihat ketakutan ketika kami
mendekat..

Ane : gimana keadaanya mbak, semua sehat kan, tidak ada yang cedera (sapaku ke
beberapa cewek yang berdiri diluar tenda, mereka seakan tidak memperdulika gerimis
magrib itu)

Mereka hanya memandang dengan tatapan yang masih sama, tatapan penuh dengan
ketakutan. Terlihat santi keluar dari tenda setelah mendengar sapaanku.

Santi : kak, kami takut kak


Ane : udah udah, semua ketakutan koq, tetap bareng sama teman2 kostan ya..jgn pada
misah.. (aku sejenak melirik mereka semua, mereka hanya mengangguk pelan)

Aku jadi lupa maksud kami kesitu..

Ane : dek ada air minum gak? dari tadi kami belum minum sedikitpun dek..kalo masih ada
mintlah dikit (sejenak menurunkan martabat diri ini..mengemis setetes air)
Santi : bentar kak

Dia beranjak kedalam tenda, aku sempat melirik kedalam, terlihat beberapa cewek sedang
pingsan didalam. Tidak berapa lama santi membawakanku 2 air mineral gelasan. Aku
menyerahkan ke arif..yap, dalam itungan detik air itu hilang kedalam tenggorokan kami.

Ane : makasih dek, itu temannya kenapa didalam?


Santi : itu kak, tadi mereka pingsan saat balik kekostan sore tadi.
Ane : pingsan kenapa dek?
Santi : itu mereka pas gempa sempat bawa turun komputer berisi skripsi kak, mereka naro
didepan kostan. Pas balik lagi kkostan, itu komputer pada ilang semua. Mereka bingung
skripsinya ilang Kak.
Ane : emang berapa komputer yang ilang dek?
Santi : ada 10an komputer kak.

Keparaat..dalam keadaan genting seperti ini masih aja ada oknum yang menyempatkan diri
berbuat jahat. Menjelang isya, barulah yogya kembali terang dengan menyalanya
listrik..kembali lampu2 jalan yang masih utuh menyinari kelamnya suasana sekitar.

Terlihat beberapa anggota kepolisian mulai mendirikan tenda dilapangan itu..ah sedikit benci
dengan mereka..aku masih ingat merekalah tadi yang meneriakkan isu tentang tsunami..ah
sudahlah..

Aku menyuruh beberapa teman santi yang masih berdiri diluar tenda utk ketenda yang
didirikan anggota tadi. Gerimis masih setia membasahi para warga yogya malam itu. Aku dan
arif kembali kekostan mengganti baju yang sudah lumayan basah.

...

Entahlah berapa lama kuliah diliburkan waktu itu, aku sempat kekampus seminggu kemudian
dan mendapat tugas untuk menjadi relawan ke daerah bantul..dan kengerian diyogya
tidaklah jauh berbeda dengan keadaan di daerah bantul..

Bahkan bantul hampir seluruh wilayahnya rata dengan tanah..

14. HP Baru & Rina

Ane sedikit lupa berapa lama setelah Tragedi Gempa Yogya...


...
Sore hari itu aku sudah tiba dikostan dengan sedikit bermandikan keringat..maklum ngayuh
pixie kawe yg rada2 seret rantainya karena tidak pernah di kasih olie. Terlihat arif sedang
duduk diteras. Tumben2an ni anak ada dikostan pikirku.

Ane : cok, tumben ada dkostan?


Arif : itu tadi hapeku bunyi2 bahasa planet. (kembali kekampretannya keluar)
Ane : wah hapene wes canggih..keren2.. (isengku)
Arif : itu bahasa planet sama kyk koe cok.

Kami tertawa kecil dsitu. Aku meletakan tas ransel buluk di kursi. Mengambil duduk di depan
teras bareng pasangan mahoku...bhuahahaha

Arif : tadi kyknya pamanmu nelpon cok, mana pas aku kuliah lagi.
Ane : wkwkwkwk, ngerti bahasa planet gk koe cok.(tmbh iseng)
Arif : gak ngerti aku, mana tadi dicampur bahasa kuda lagi.
Ane : asyem i..emang aku kyk kuda..
Arif : gak, tapi kuda beneran.. (doi nyengir2 gk jelas)
Ane : nah kae, nyengir2 mirip kuda.

Lagi2 kami tertawa lepas.

Arif : nih telepon aja kerumah sana, sapa tau penting. (doi menyerahkan hapenya)
Ane : mahal cok, ngko aku telpon dr wartel aja..skalian mw nelpon marisa ntr.
Arif : kasian koe cok, gak jadi sama tyas skrg mw balik sama marisa..(doi tertawa ngece)
Ane : marisa dah selesai juga cok..cuma nanyain kabar..
Arif : kirain mw nyusul ke medan sana.

Ane : duit e mbahmu..

Tertawalah kami...seperti pasangan maho pada umumnya..

Selepas magrib aku kembali sejenak masuk ke bilik wartel cinta (dulu) aku sempat menelpon
marisa sekedar menanyakan kabar..tidak lama kami mengobrol, cukup 1 jam-an..biasa
becanda2 gak jelas.

Setelah itu aku menelpon paman di rumah, banyak pertanyaan mengenai kejadian gempa
beberapa bulan lalu. Dan akhir2 ane dapat kabar baik. Ah untunglah..

Malam harinya, Arif mengajak sekedar mencari makan di jalan gondosuli..ada sebuah
lesehan yang lumayan murah dulu, didepan bengkel, lumayan enak juga..yoi, anak kostan
kere mah plg cpt nemu tempat makan murah..

Arif : piye cok dpt kabar apa?


Ane : heh? (lagi gigit lalapn kemangi critane)
Arif : tadi koe nelpon dpt kabar apa?
Ane : biasa aja sih, tadi cuman nanya2 kabar (ngasal aja, lagi nikmati telor penyet)
Arif : itu muka senyum2 kuda trus dari tadi. Gak bisa bohong koe cok
Ane : hehehhe...besok2 mw dikasih duit buat beli hape..mereka dirumah susah ngubungi pas
kyk kmrn2 gempa.
Arif : wah kabar baik itu...harus traktiran ini..bayarin lah makan..aku pake ayam goreng+es
jeruk ini.
Ane : eh kampret, duitnya besok2 dkirim blm ada sekarang.
Arif : sana bayar..buruan..aku mau ke kostan dimas ini.

Selesai makan, kembali dompet yang sudah tipis ini di kuras oleh arif..malam itu aku yang
bayar pesenan ayam gorengnya..hadeh..tau aku yg bayarin tadi, tak suruh dia mesen telor
penyet aja biar murah dikit bayarnya..

Sesuai yang paman bilang pas nelpon, seminggu setelahnya ane dikirimin duit buat beli hape.
Dan hape yang ane plih waktu itu sony j200i...senangnya minta ampun dapat
hape..hahay...bisa sekarang gaya2an dikit didepan orang2..

Mengingat pas kejadian gempa bulan mei itu, aku memberanikan diri meminta nomor telepon
teman2 yang aku kenal, biar enak nantinya jika ada apa2. Dan tentunya nomor hape si cewek
berjilbab lesung pipit itu..hahay..sadar woy..itu pacar orang..buaya woy..siap2 dikulitin adi
koe..bodoooo amaaat..

Dengan mudahnya komunikasi melalui hape baru...akupun mulai genit...

: Hai..

: hai, ini siapa ya?

: pengagum rahasia

: emang iya aku ada pengagum rahasia?

: iya, ini aku pengagum rahasiamu

: kamu siapa?

: ada deh

Dan tidak ada lagi balasan dari nomor itu..hahay..dia marah kyknya.. Ternyata, tidak butuh
waktu lama buat cewek yang ane teror melalui sms itu. Ane sudah ketahuan. Dan benar
saja..siapa lagi yang bocor kalo bukan sodara perempuanku...hadeh...

Siang itu, aku sedang berada di lab bersama adi..sekedar membereskan lab yang baru
dipakai oleh mahasiswa yang praktikum. Terlihat tyas mendatangi kami, dia berdiri didepan
pintu memencet panggilan di hapenya.

Dan terkejutlah diri ini..hape yang selalu aku silent itu bergetar hebat di kantongku. Aku
memandang tyas yang berdiri didepan pintu. Dia tersenyum jahat melihatku..dengan gesture
tubuh mengatakan "Angkatt
Angkatt"..aku
menggeleng pelan.
Angkatt

Tyas : yank, aku nanti pulang sama mimin ya, mw ngerjain tugas (dia mengarah ke Adi)
Adi : iya yank, ntr jgn lupa kabarin ya kalo dah sampe kost.

Bayangin mblo..didepan matamu, mereka memanggil dengan kata "yank


yank"..ancur
ati ini
yank
mbloooo

...wkwkwkkwkw

Tyas meninggalkan lab waktu itu..tersisalah aku dengan adi...hadeh ini koq berduaan terus
yak..wkkwkw..kayak mahoan aja dah..lupakan
lupakan..ini
semata2 karena ane mw belajar banyak
lupakan
tentang segala sesuatu mengenai komputer loh..trus juga kami anggota senat, jadi sering
juga ngobrol2 di lab.

Dan satu lagi yang buat ane betah..yaitu ane bisa browsing gratisan di komputer lab..kan
mayan menghemat duit buat kewarnet..hahay...

selalu ada maksud tersembunyi di tiap

tindakan sang buaya ini..

Adi : Ri, besok pas ospek lo harus ikut. (dia bersuara tanpa melihatku)
Ane : ah ospek..gak aja Di, malas aku keramaian kyk gtu.
Adi : gak bisa, lo kan anggota senat jurusan kita, wajib ikut. Mayanlah kmrn gw liat bnyk
cewek2 cantiknya (kini dia tersenyum penuh makna)
Ane : oiya, gimana sama tyas?? (sakit mblooooo sok2an nanya kyk gitu.. )
Adi : biasa aja Ri, gak sesuai kyk yg gw bayangin.
Ane : koq bisa? kalian ada masalah? (keponya sang buaya keluar)

Adi : gak taulah Ri..beda rasanya gk kyk kmrn2 pas awal gw suka sama dia.
Ane : mungkin kalian sedang masa bosen..monoton mungkin kalian pacarannya (sok2 wise
kini)
Adi : udah udah, ini koq bahas yang lain. Gimana, lo punya pendapat gk buat acara ospek
jurusan besok?
Ane : gk ada Di, malas aku sebenarnya acara2 kyk gitu.
Adi : mayan Ri, sapa tau ntr ktemu cewek cantik..masa lo sama mimin aja..mimin juga aku
dengar dari tyas kmrn dah jadian sama Anto.
Ane : beneran?? wah kampret juga itu mimin gak ngasih tau.
Adi : lo cemburu??
Ane : aku cemburu sama kalian Di, bukan sama mimin anto..(gumamku dalam hati..untung
gak kyk sinetron2 yang gumamnya bisa didengar semua orang yang nonton.. )

Ah..pantesan mimin sering ane temuin di kantin berduaan sama Anto..dah jadian ternyata..
wah harus minta traktiran ini...hahay...saatnya ane nguras2 kantong adik perempuanku itu...

...

Beberapa minggu berikutnya..kampus kami memasuki saat MOS..tidak seperti tahun2


sebelumnya, kampus kami kali ini terlihat sepi oleh MaBa..tidak cuman kampus kami, tetapi
hampir semua kampus di yogya tahun 2006 ini terlihat sepi maba-nya. Yap karena gempa
kemarin..yogya sedikit takut didatangi oleh maba.

Ane yang juga menjadi anggota senat mau tidak mau harus menjadi panitia ospek.. selain
dengan adanya tyas disamping adi,
adi ane sedikit malas dengan segala hal yang berbau
keramaian dan kesenioran. Ane malas jika harus menjadi senior yang pura2 galak..dan nanti
akhirnya harus tebar pesona demi memikat hati para maba yang masih polos itu.

Dengan sedikit terpaksa, tahun itu ane menjadi panitia, tapi ane mengambil bagian cuman
sebagai pelengkap saja. Biasa mahasiswa cupu kyk ane ini paling cuman sebagai
figuran..hanya terlihat sesekali di depan para maba.

2hari ospek universitas dan 1 hari ospek jurusan..yap 1 hari untuk kami mengenalkan jurusan
serta mengakrabkan diri dengan para maba. Pada hari pertama ospek universitas, kami
harus ke fakultas hukum. Ah, perkenalan lagi...malaslah diri ini harus mengenalkan diri
didepan ribuan mata yang memandang.

Setelah perkenalan singkat per-jurusan itu...aku pamit ke rekan panitia untuk ke depan
kampus..sedikit grogi sebenarnya..Disalah satu kursi duduk itu, aku melihat seseorang yang
pernah aku kenal dulu..tapi kapan ya?? lumayan lama...penasaran diri ini..

Akupun memberanikan diri melihatnya lebih lama, sekedar mengingat2...Diapun terlihat


memperhatikanku...hadeh jgn2 aku di anggap gila lagi..karena clingak clinguk sendiri...
Tidak disangka2 dia mengarah ketempat ku duduk..Jeng
Jeng jeng jeng...biar
dramatisir gan...
jeng

... : Eri...eri dari SMA3 dulu ya...IPA 1...(doi menunjukku)


Ane : kamu Rina kan?? (aku sedikit tidak mengenalinya)
Rina : iya aku rina, sombong ya sekarang gak kenal lagi.
Ane : kyknya ada yang beda deh...SMA dulu kamu gak kyk gini..(aku memperhatikan apa yg
berbeda dari dirinya)
Rina : skrg kenal kan (doi melepas kacamatanya)
Ane : astaga Rin...kamu beda banget sekarang...gimana kabar? (menjulurkan tanganku)
Rina : alhamdulillah baik (doi menjabatku)
Rina : kamu kuliah sini juga Ri, ambil jurusan apa?
Ane : aku pindahan Rin, kmrn smpt ambil D2 di kampus ecek2, aku ambil informatika..kamu
sendiri ngambil apa?
Rina : aku ambil mesin Ri
ANe : wah lanjut hobi pas SMA ternyata..suka motor2an..

Rina : ya gitu deh Ri..


Rina : ikut sana aja Ri, itu ada teman2ku. (dia menunjuk tempatnya duduk tadi)

Sedikit kaget ketika aku menoleh kesana..ada cewek berjilbab dengan lesung pipit itu
disana..

Ane : gak deh Rin, aku mau masuk lagi, dah ditunggu teman2 panitia
Rina : wuih, jadi senat ya??
Ane : hehehhe (garuk2 kepala gak jelas)
Rina : ya udah deh, selamat bertugas ya, aku balik ke sana dulu
Ane : oke Rin, aku juga mau masuk
Rina : oiya, aku minta nomor mu Ri
Ane : bentar (dengan bangganya diri ini mengeluarkan hape sony itu...hahay..benar kan
sekarang bisa begaya dikit )
Ane : 081*********
Rina : ok deh, ntr aku sms ya..
Ane : hehehe..ya udah ya, aku masuk dulu.
Rina : dah eri...kapan2 ketemu lagi

Ah rina, teman SMA ku dulu ternyata..cewek yang tomboy dengan rambut sedikit ikal. Sedikit
berubah, dia sedikit feminim sekarang..sifatnya berbeda pas SMA dulu...

15. Kostan Ketiga dan SMS Nyasar

Ospek jurusan waktu itu ane gk terlalu ingat..ya gitu tadi, ane lebih sering ngeliat tyas
dengan Adi yang semakin mesra..seakan sengaja membuat hati ini semakin terbakar...
Tapi, bukan buaya namanya kalo tidak bisa menerima semua itu..ya sakit memang tapi sakit
itu sudah terbiasa di hati yang mulai kebal ini. Buaya dilawan gitu loh...

...

Di penghujung 2006, aku memutuskan untuk pindah kostan. Capek juga aku tiap hari harus
mengayuh pixie kawe 2ku pulang pergi kostan dibaciro ke Univ. Malioboro Yogyakarta (UMY)
di tegalrejo itu.

(Oiya, univ.malioboro yogyakarta ini ane ambil dr salah satu komeng di thread loh ya..bukn
inisiatif ane sendiri...makasih kepada agan snowqueen10 atas idenya..)

Awalnya aku hendak pindah kekostan berisik bareng tejo, tapi kebetulan waktu itu sedang
penuh. Jadilah diri ini mencari kostan yang lumayan dekat dengan kampus..yap ane dapat
juga di dekat2 situ..kostan yang lumayan mahal..tapi enak dengan kamar mandi dalam..
hahay..bisa lah enak ntr nerkam mangsa di dalam kamar mandi pribadi..

Kostan ketiga ini tidak terlalu bebas, cewek hanya boleh sampe jam 9an disitu, setelahnya
harus di anter pulang. Gpp...gk usah malam, siang2 kan bisa nerkam mangsa ddalam kamar
mandi..

Ok..itulah sedikit mengenai kostan ketiga ane.


Karena tidak banyak barang yang ane punya, jadi pindahan kali itu ane minta bantuan mas
Antok kostan lama dengn Tigernya.

...

Hari minggu itu, 2hari tepat ane menempati kostan baru, kembali hape itu berbunyi..ah siapa
gerangan yang sedang rindu dengan ane. Geer betul buaya ini...wwkwkwkwk..ternyata
cuman sms nyasar..

: kamu dimana??

Ane sedikit kaget, nomornya tidak terdaftar di phonebook. Ah, iseng2 aja balasnya.

: aku dikostan baru, kenapa?

: koq kamu kost? rumah kmrn punya siapa?

: heh..sejak kapan aku punya rumah??

: jemput aku sekarang, aku mau kesitu.

: ngapain?

: kamu jahat banget sih.

: yee belum di apa2in dah jahat2an aja.

Dan tidak lagi hape sony itu bersuara..dia kembali terdiam..

Ah, mandi dikamar mandi pribadi ah..lumayan bisa berendam di bak mandi yang tidak terlalu
besar itu. Kyk difilm2 itu loh gan, ane berendam di bak mandi yang ukurang 1,5 x 1meter
1
itu..lebih tepatnya duduk ketekuk bukan berendam..

Kembali lagi terdengar itu suara hape khas sony..ada panggilan masuk sepertinya..aku
menyudahi acara berendam duduk ketekuk itu..ini gimana sih nyebutinnya...pokoknya gitu
deh..

Masih dengan hanya berbalut handuk menutupi, diri ini mengangkat penggilan..terlihat Mimin
di layar 128x128 pixel itu.

Ane : halo dek..


Mimin : Kakak pindah kost gak bilang2 (itu suara di ujung telepon bisa buat telinga ane jadi
budeg)
Ane : pelan2 ngomongnya dek, budeg aku.
Mimin : kostan kakak dimana? aku kesitu..
Ane : entar aku sms, belm hapal aku alamatnya
Mimin : ya udah buruan.

Tut tut tut..telepon


itu terputus..
tut..

Aku kemudian sms alamat kostan baru ke Mimin..sekitar 20menit dia baru tiba dikostan
baru..Aku hanya senyum2 melihatnya dr teras depan kamar. Kyknya ada yang kesel
itu..wkkwkwkwkw..Dan benar saja..setelah dia naik kelantai atas, dia langsung memukul
kakanya ini dengan tas ala emak2nya.

Mimin : kakak ini pindah gak ngomong2..aku tadi didepan kamar kostan triak2 kyk orang gila.
Ane : lah gak nanya orang2 disitu tadi?
Mimin : mana ada orang disana kak, masih pada tidur.
Ane : udah udah masuk dulu, minum dulu..

Diapun menyudahi acara bantai2an dengan tas itu, sakit juga ini badan digebuk terus. Dia
duduk nyender di tembok kamar warna putih itu. Aku mengambil segelas air dari ceret biru
dan menyerahkan ke Mimin.

Setelah minum dia mulai lagi kyk dulu pas awal ngapel eh..pas awal berkunjung kekostan
lamanya. Doi terlihat sedih dan mulai berurai air mata kadalnya.

Ane : kenapa dek? koq nangis..

Tidak ada jawaban, dia hanya menangis pelan..hahaha..pasti masalah cowok lagi ini..

Ane : kamu kenapa nangis dek, ada masalah ngomong dong (sok2 sang buaya kini)
Mimin : kak, aku putus sama anto kak (dia menangis pilu lagi, kyk orang paling
terzolimi...wkwkwkkw)
Ane : lah kamu jadian sama Anto?? (sok2 gak tau padahal dah di kasih tau adi kemarin2)
Mimin : Iya kak, tapi semalam baru putus..(dia terisak pelan..mulai mereda tangisan
kadalnya)
Ane : Itulah kalo jadian itu gak ngasih tau ya kyk gitu..gak lama pasti putus.. (isengku kini)
Mimin : kakak ini bukannya nenangin malah di kata2in...huhuhuhhuhu (mulai lagi itu muka
kadalnya menangis...lucu betul adikku ini)
Ane : udah udah, sekarang cerita gimana bisa putus..

Dia menyerahkan gelas yang sudh kosong..dia minta air lagi ternyata..wkkwkwkw

Mimin : minta air lagi kak


Ane : jipuk o dewe
Mimin : aku lempar ini gelasnya kak... (dia mengangkat2 itu gelas mau dilempar...hadeh)

Akupun beranjak mengambil air buat mimin lagi..biasa, orang lagi sedih kyk gitu... wkwkkww
.. sedih matane.. Setelah gelas kedua habis, dia mulai bersuara menceritakan perihal
putusnya dengan anto..

Mimin : semalam aku jalan ke galeria sama anto kak..trus disitu ada mantanku yang surabaya
itu kak.

Ane : trus (sedikit antusias dengan ceritanya, pasti terulang lagi ini...wwkkwkw)
Mimin : kan aku jadi ingat2 pas jalan sama dia kak.
Ane : bentar2..ingat jalan sama yang surabaya apa anto?
Mimin : ya sama yang surabayalah kak, kan anto baru jadian. Kakak ini gimana sih..gak
dengar aku crita..
Ane : iya iya, sekarang aku diem (dengan isyarat menutup mulut kyk resleting jaket)
Mimin : aku samperin aja dia kak, anto kan gak tau dia cuma ngikut aja
Mimin : dia sih kaget ngeliat aku kak, kamikan putus karena dia pindah ke solo buat kerja.
Mimin : dia langsung meluk aku depan anto kak, aku ya lupa dengan anto (dia tertawa kecil,
entah kemana tangisan kadalnya tadi..wkwkkw)
Mimin : ya udah, anto ngambek trus langsung pulang kak.
Mimin : pas aku kejar didepan tangga galeria dia gak mau berenti..ya udah aku teriak copet
aja biar dia mau berenti.
Mimin : security disitu pada nangkep anto kak..kami berdua dibawa ke post security
Mimin : aku udah minta maaf kak sama anto tapi dia tetap minta putus.

Lagi2 dia mengeluarkan air mata kadalnya...wkwkwkw..ya terang saja tetap minta putus,
jelas2 diteriakin copet, untung gak dihajar security...wkkwkwkwkw..parah parah..entah anto
apa miminnya..kyknya miminnya yang parah..wkwkkwkw

Mimin terlihat mengusap matanya, kini senyuman dibibirnya..entah apa maksudnya...

Mimin : tapi gpp deh kak, kan aku bisa pacaran lagi sama mantanku dulu, kan sekarang dia
dah kerja di galeria.

Dia melihatku kini..

Mimin : kak, mbok ngomong kak..diam aja dari tadi.


Ane : ...
Mimin : kakak, bukannya kasih solusi malah diam.

Ane : ...
Mimin : kakak jahat ah, udah aku pulang aja..bye

Dan dia mengambil tas emak2nya, tidak lupa itu gelas diletakkan dilantai..wkwkwkw..Gitulah
cara ampuh nanganin curhatan adikku itu..diemin aja, ntr dia ketemu sendiri solusi
masalahnya..

Akupun hanya melihatnya dari lantai atas diteras depan kamar..dia sempat melambaikan
tangan ke kakaknya ini sebelum dia menghilang dengan supraXnya. Aku hanya tersenyum
tingkah lucunya..

Lagi2 terdengar hape itu berteriak..ada sms masuk..

: tadi kamu di mall sama siapa??

16. Berita Baik di Kantin

: tadi kamu di mall sama siapa??


Beh...sejak kapan Mall buka jam sgini..baru jam9an ini...ini benar2 nyasar apa ngerjain sih
smsnya?? Balas waelah...hajar bleeh...

: Eh, sejak kapan Mall buka jam 9an?


: bukan tadi, tp semalam..kamu sama siapa malam mingguan?
: gak konsisten, katanya tadi koq berubah jadi semalam??
: ngaku deh, kamu selingkuh kan?

*ane kasih jeda baris itu tandanya balas cukup lama yak..kan biar bisa masuk feelnya..
Hadeh..sms koq isinya pertanyaan semua..sms macam apakah ini??? Wkwkwkwk.. Udahlah
cuekin aja, pulsa sekarat cyin...wkkwkwkw... eh dia masih terus sms..

: benar kan..kamu selingkuh..jahat banget sih Ron..

Karena tidak adanya pulsa dan dompet sedikit berdebu, jadilah itu sms aku anggurin, tak
jarang itu doi nelpon tapi tetap ane reject, ane kerjain aja skalian....entah berapa kali itu sms
& panggilan masuk ..tapi yang paling gak enak dibaca, pas aku beli makan..

: jadi cowok jgn cemen, angkat telpon ku.

Wow..doi memancing buaya yang sedang menunggu mangsa di air keruh..sesampainya di


kostan dengan bungkusan nasi rames yang baru ane beli tadi..berbunyilah itu hape kembali.
Angkat ah..kasian kyknya disana ada yang lagi patah hati karena ane selingkuh...eh..sejak
kapan selingkuh..cewek aja gak punya..

Ane : halo..
... : Ronnie kamu tega banget sih slingkuhin aku.. (suara cewek nangis mblo..wkwkkwkw)
Ane : eh bentar bentar..aku bukan ronnie mbak..
... : Ronnie mana, suruh dia yang bicara (kini suaranya sedikit marah sambil terisak)
Ane : gak ada ronnie mbak..kamu itu salah sambung..
... : gak usah ngelak, kalian sengaja kan..biar ronnie gak ketahuan..jelas2 aku liat dia
semalam sama cewek jalan..udah kasihin ke ronnie (eh doi nyolot)
Ane : eh mbak..aku bilangin ya...kamu itu salah sambung, cek lagi nomormu deh.. (gedek
juga lama2, udah nangis2 skrg nyolot2)

Ane matiin itu telponnya...gk bunyi2 lagi itu telepon..kyknya dia sadar kalo salah sambung..
Sisa hari itu ane habisin dengan luntang lantung gak jelas di kamar, mw ngerjain Tyas, udah
ketahuan..masa mw nelpon arif..masa mw maho2an lagi..ini hape gak ada pulsanya
woy...oiya lupa..biasa lagi jones sering gitu... maklumin ya Nes...

...

Senin besoknya, sedikit malas harus ketemu sama tyas sama adi lagi..dengan gontai kaki ini
melangkah kekampus yang jaraknya sekitar 15menitan nyikil. Kuliah siang sih sebenare, tapi
karena duit lagi menipis jadi manfaatin fasilitas di kampus..masa bayar spp agak mahal2
harus di anggurin itu fasilitasnya..bahasane cok..bilang aja mau make komputer di lab buat
browsing gratisan..

Sesampainya di kampus, kaki ini dengan pasti melangkah ke lantai 4, yap lab TI yang jadi
tujuan..dan benar saja, adi sudah ada disana..dia ternyata sudh dari jam 7 tadi datangnya.

Ane : eh Di, pagi2 dah datang aja.


Adi : iya ni Ri, ntr jam stengah sembilan mw di pake sama anak sipil.
Ane : lah bukannya mereka ada lab sendiri Di?
Adi : lagi error kyknya Ri..tadi pak J**** dah ngatur jadwal mereka make di sini.

Adi : oh ya Ri, ntr bantuin ya, dapat proyek kita baikin itu lab anak sipil..gimana mau gk lo?
Ane : bolehlah skalian nambah2 ilmu aku
Adi : santai aja, ntr ada dpt komisi kita dari pak J****
Ane : manteb itu..kebetulan lagi kantong kering juga ini..wkwkwkw
Adi : seep..
Ane : oiya ntr jam brp Di? Aku ada kuliah soalnya jam 10an.
Adi : ya habis lo kuliah aja, aku juga ini skripsi gak kelar2.
Ane : eh, kamu udah skripsi? KKN belum prasaan?
Adi : udah lah, 3semester lalu KKN gw..baru semester ini gw ambil skripsi
Ane : oooo, eh aku browsing2 bentar bisa ini?
Adi : itu pake aja..plg msh stengah jam anak sipil makenya.

Dan mulailah diri ini mencari2 lagu ST12 yang masa booming2nya..kebetulan ane sempat beli
FDD 1gb buat nyimpan2 file..FDD adata kalo gak salah..tapi kyknya adata kawe2an, lemotnya
gak nahan pas mindahin file..wwkwkkwkw..

Udah dapat link album st12..skrg masalah speed download yang nyesek..kalo gk salah 25kb
lah waktu itu..Belum juga kelar itu download-an terlihat anak2 sipil mulai masuk kedalam
lab..ah gagal kelar downloadku..tunda aja, kapan2 aja ke warnet downloadnya.

Akupun pamit ke adi buat ke kantin, sudah lumayan lama nggak ngapel mbak kantin. Kangen
aku sama coffemix+senyum manis mbak2 kantin..

Tapi kyknya ada yang berbeda deh dari tadi..baru diperjalanan kekantin ane nyadar,
biasanya dimana ada adi pasti disitu ada tyas, tapi skrg koq gk ada ya..apa karena tyas
masuk jam stengah 10 ya..ah sudahlah, gak usah mikirin mereka, masih sedikit sakit ati
ini..sedikit loh ya...belum terlalu kebal terhadap cobaan kecemburuan yang disajikan oleh
tyas dan adi..

Belum lama nyampe di kantin, baru aja senyum2 mau ngutang ke mbak2 kantin, itu hape
getar2 hebat didalam kantong jeans itam satu2nya.

: Ri, ini Rina..kamu dimana?

: lagi dikantin Rin, kesini aja

: ok deh bntar lagi aku kesitu

: ok
Oiya, kmrn magrib ane udah isi pulsa loh, walupun haya 5ribu, yang penting bisa smsan
aja..hahay...nasibmu lek..udah
udah jomblo,sering disakiti, kere lagi..komplit sudah
penderitaanmu
penderitaanmu..
nmu
Dengan senyuman manisnya...mbak2 kantin mengantar itu coffemix utangan ane..ah
mbaknya manis banget deh, tambah manis kalo bisa ngutang makan..

Dengan senyum termanis yang dimiliki sang buaya, mulailah mulut ini mengutarakan utk
meminangnya...eh mau ngutang makan maksudnya..tapi tertunda lagi karena Rina sudah
berada di depan kantin..dengan lambaian tangannya dia menghampiriku..

Mesra2an ditunda dengan mbak kantin..sabar ya mbak kantin..nanti aku datengin lagi..hahay

Rina : hai Ri, gak makan? (dia meletakkan tasnya kursi seberangku)
Ane : gak Rin, ini mw ngopi aja sih (bilang aja mblo lagi kere..wkwkkw)
Rina : oh, bentar ya aku ambil makan dulu..

Sedikit lucu melihat cara jalannya, dia sekarang berbeda jauh dengan pas SMA dulu..dulu
gak ada bedanya dengan anak2 cowok lain..blangsakan kalo makan..sekarang feminim
ternyata..hahay..dia kembali ketempat duduk didepanku dengan nasi rames dipiringnya.

Rina : udah berapa lama gak pulang Ri? (doi membuka omongan sambil memakan nasi
ramesnya)
Ane : belum ada setahun kyknya, sebelum gempa sempat balik pas puasa.
Rina : owh, pernah mampir ke SMA kita gk?
Ane : gak Rin, kan aku dikampung, jauh juga kalo ke kota.
Rina : kirain kamu ke SMA kita, sekarang dah beda loh, dah lumayan maju.
Ane : masa??
Rina : beneran Ri, itu lapangan tempat kita sering nongkrong dulu dah jadi lapangan basket.
Ane : hahaha..jadi ingat aku pas IPA dulu Rin..kamu itu beda banget sekarang.
Rina : masa Ri? beda apanya?
Ane : ya beda aja, sekarang kamu lebih feminim, lebih cantik.. (woh...mulai ini mulut gak pake
saringan lagi..buaya woy... )
Rina : masa sih Ri, prasaan biasa aja deh (itu muka mulai2 merah dikit)
Ane : iya Rin, mana sekarang make kacamata lagi, tambah beda kamu
Rina : kamu ini jadi gombal ya sekarang..pantesan Tyas suka sama kamu

Eits...ini kenapa Rina bisa tau perihal tyas?? Ada konspirasi apakah ini???

Ane : kamu kenal Tyas Rin??


Rina : kenal lah, aku satu kostan sama dia. (kebetulan ato apa ini..kyknya enak ini ngapelin
rina sama tyas barengan... )
Ane : masa rin?
Rina : beneran, Tyas sering crita koq
Wah..bisa gak dapat ini..udah kebongkar duluan belangnya sang buaya dari mulut
Tyas..

Rina : kamu gak deketin Tyas lagi Ri?


Ane : gak ah Rin, dia pacaran sama Adi
Rina : bukannya mereka dah putus beberapa hari yang lalu??

17. Kejutan Untuk Malam Tahun Baru

Mungkin ini terlalu lebay (kata anak2 abg jaman sekarang), aku pernah mendapat satu
kenangan dengan orang yang lebih tua dariku..orang yang belum pernah aku kenal sama
sekali...bahkan bisa dibilang sedikit gila..tapi namanya takdir hidup tak ada yang bisa
menduga...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rina : bukannya mereka dah putus beberapa hari yang lalu??


Ane : masa sih Rin??
Rina : biasa aja Ri dengernya..udah sana deketin Tyas..dia kyknya masih suka sama kamu
deh. (tiada ekspresi lain dimukanya)
Ane : gak deh, gak enak aku sama Adi.
Rina : kamu tetap aja kyk dulu, gak pernah mentingin diri sendiri..tetap mikirin orang lain. Eri
eri.. (senyum2 doi, kyknya sedikit nostalgia dengan masa SMA)
Ane : eh, kamu udah punya cowok Rin? (jawab belum jawab belum..biar ada yang senang dr
air keruh... )

Dia sedikit membuat dramatisir, dia menyudahi makan nya, dia menyeruput eh teh yang dia
pesan tadi..Jeng
Jeng jeng jeng..dramatisasi
terjadi disni sodara2..
jeng

Rina : udah Ri, aku satu fakultas sama cowokku, orang majalengka. (senyumnya kyk ngece
banget..ngece dia terhadap jomblo didepannya ini )
Ane : oooowh... (gagal satu tumbuh seribu mblo...itu tyas lagi jomblo juga...wkwkkw)
Rina : kamu deketin Tyas aja, dia suka sama kamu koq.
Ane : gak usah Rin, gak segampang itu (sok2 sedih..ya sedih karena Rina sudah ada
cowoknya...kan enak yak kalo jadian sama rina, bisa mudik bareng ntr..sambil mesra2an
selama perjalanan..bayangkan berapa banyak mata para jones di atas bus safari darma raya
nantinya yang melihat iri...ah sudahlah..)

Rina : kamu kenapa senyum2 sendiri Ri?? (kibasan tangannya didepanku membangunkan diri
ini dari lamunan)
Ane : eh enggak Rin..hehehhe
Rina : mau aku comblangin sama Tyas??
Ane : gak usah Rin...eh aku masuk dulu ya, dah jam stengah 10 ini...aku ada kuliah..
Rina : ok deh..aku juga mau ketemu cowokku.. (itu kata cowokku kyknya sengaja dia kasih
penekanan...syeeetan..ngece banget..mbok perhatian dikit sama perasaan para jones.. )

Kami berpisah di luar kantin karena dia sudah ditunggu cowoknya didepan kampus. Akupun
mengarah ke kelas lantai 2 kalo gak salah waktu itu. Sesampainya dikelas, aku liat tyas sama
mimin sedang ngobrol ber-2...hahay kesempatan ini..sikaaaatt..

Ane : dek, yas..


Mimin : kak dari mana? Tadi kami kekostan kakak gk ada
Ane : dari jam 8 tadi aku dah dikampus, di lab tadi sama adi..kenapa dek.

Mimin memberikan gesture yang ane gak ngerti, dia melirikan matanya kearah tyas.

Ane : Yas, diem aja. Tumben tadi gak bareng Adi.


Tyas : gpp Ri (itu mukanya sedikit jutek)
Mimin : kakak ini, tyas lagi sedih itu, jgn nyinggung2 adi (itu mulut bener2 bocor..tau kalo tyas
sedih tapi gak usah segitunya keleus ngomongnya..lah aku kan tadi juga nyinggung2 adi
duluan...wkkwkwkw..adik kakak sama bocor ternyata..wkwkkwkw)
Tyas : udah min gk usah bahas2 lagi (tambah judes kini mukanya..awww takut...)

Tak berapa lama dosenpun masuk..satu stengah jam dia menjelaskan materi dan mengakhiri
kuliahnya. Saat aku beranjak keluar..

Mimin : kak, ada kuliah lagi gak?


Ane : gak dek, cuman satu ini..kenapa?

Mimin : aku sama tyas mau maen kekostan kakak


Ane : aduh gak bisa dek..aku tadi dah janji sama adi buat bantuin ngerjain lab sipil
Tyas : gak usah aja Min, kita pulang kekostan kamu aja (sedih ternyata doi, karena gak bisa
bermesraan dengan diriku...hahay geer betul buaya satu ini)

Tyas terlihat menarik tangan mimin keluar kelas..mungkin dia malas melihatku yang selalu
menyinggung2 Adi...mungkin juga dia malas melihat si pengecut ini.

Sesuai janji dengan Adi, aku menuju lab sipil di gedung sebelah fakultas kami..benar saja, adi
sudah berada disana. Mulailah diri ini berkutat dengan kabel2 lan dan komputer..benar2
berguna ilmu yang aku dapat dari Adi..sekarang aku bisa dengan mudahnya menyusun
hubungan peer to peer di kabel lan itu. Settingan di PC lab juga sudah sangat aku
mengerti..Makasih ya Di..ilmu darimu sungguh membantu..

Menjelang magrib, 60an pc lab itu sudah beroperasi seperti biasanya, yap aku dan adi
sukses menyelesaikkannya. Adi sempat mengantarku sampai kostan baru dia tidak mampir
dan langsung pulang waktu itu.

Selesai mandi dan makan, aku hanya duduk2 gitaran diteras depan, tentunya ditemani
dengan si body bongsor, gitar bututku. Biasa jones maennya cuman sama gitar butut...
biasa aja Nes...kita senasib...wkwkwkwk

Sedang asik2nya tangan ini memainkan ST12 ~ ATSL, kembali itu hapeku berbunyi tanda sms
masuk.

: Hai Ri lagi apa? (ternyata cewek berjilbab dengan lesung pipit itu)

: Hai Yas, ini lagi gitaran aja sih, kamu lagi ngapain?

: lagi dikostan mimin, kyknya nginap disini, mau curhat sama dia.

Hahay, ada yang galau ternyata..cie cie yang baru putus..awkwkwkkw

: kami main kekostanmu boleh gk Ri? (doi sms lagi)

: jauh Yas, lagian kostanku gak boleh malem2 cewek main sini

: owh..

Jiah..smsnya cuman owh..itu buang2 pulsa woy..mbok sms yang agak panjang dikit...
wwkkwkw

: aku putus sama Adi Ri (doi ngasih tau..aku udah tau dari Rina trus mimin yng
ngomong di kelas tadi..gak usah dikasih tau lagi )

: kalian putus kenapa? kalo ada masalah diomongin baik2. (sok2an sang buaya
mencari muka..hahay)

: gak tau Ri, aku ngerasa gak cocok aja

: koq bisa gak cocok Yas? (pura2 bodoh ajalah..bukannya bodoh beneran
yak..wkwkkwkw)

: gak tau Ri, aku sukanya sama yang lain

Khem khem..aku kyknya kenal itu si "yang lain" itu..tapi seperti buaya2 yang lainnya aku
tidak geer loh.. :Peace

: emang kamu lagi suka sama siapa yas?

: Riiiiiiii

Ah..sms buang2 pulsa lagi...gak sayang apa sama pulsanya...wkwkwkwk

: iya

Bah, aku jadi ngikut2 buang pulsa gini..wkkwkwkw

: kamu itu Ri...udah ah...malas aku smsan sama kamu

Dia yang sms duluan juga.. akupun kembali memainkan gitar bututku.. ST12 ~ Sirna kini yang
mengalun dengan lembutnya dari mulut sang buaya..emang ada mulut buaya yang
lembut..adalah buaya jenis baru kyk ane ini..wkwkkwkw

Belum juga itu lagu abis, kembali hape ini bergetar, oh ada panggilan masuk..kirain Tyas,
ternyata nomor baru..wkwkkwkw..akupun mengangkatnya, sapa tau ada yang penting..

Ane : halo..
... : halo ini dengan siapa?
Ane : lah kamu yang nelpon duluan, harusnya aku yang nanya gitu
... : iya ini dengan siapa ya?
Ane : aku Eri, kamu siapa?

... : kamu beneran bukan temannya Ronnie kan??


Ane : bukan mbak..gak ada temanku namanya Ronnie (owh ternyata nomor yang salah
sambung kmrn..wkwwkwk)
... : kamu orang mana? koq bisa nomormu mirip nomornya Ronnie?
Ane : aku di yogya mbak, entah, gk tau juga aku, kmrn asal milih nomor koq pas beli hape
... : kamu di yogya kuliah apa kerja?
Ane : kebetulan kuliah mbak? kenapa ya?
... : kebetulan aku rencana taun baru mau keyogya..kamu bisa temenin gak?

Eh buset, kenal juga belum main minta temen2in aja..ini buaya mbak, jgn dipancing duluan..

Ane : aduh kyknya gak bisa deh, aku banyak acara (sok2an kini sang buaya, jual mahal
dikit...wkwkwkw)
... : yah, aku gak punya teman padahal di yogya, cuman kamu

Whaaaaat...sejak
kapan aku kenal sama dia?? Namanya aja aku gak tau..
Whaaaaat

Ane : emang kita kenal ya mbak?


... : ya gak juga sih..tapi aku kyk kenal kamu aja sejak sms kemarin.
Ane : owh dari sms kmrn toh...gimana udah baikan belum sama pacarnya (sok kenal aja
dah..meski gak tau namanya)
... : udah gak usah bahas2 lagi, malas aku sama orang yang udah selingkuh
Ane : sama aku aja mbak, aku setia loh (nyengir kini sang buaya...mangsa baru mblo.. )
... : ih, berondong main nembak aja (doi terdengar tertawa kecil disana)
Ane : beneran loh mbak, aku gak ada pacar sekarang (yang nanya sapa woy)
... : eh aku gak tanya loh..
Ane : ya sapa tau mau cari cowok lagi...hehehhe
... : kamu ini, belum kenal aja udah ngegombal ya..aku ini lebih tua dari kamu loh (doi tertawa
kecil lagi disana)
Ane : makanya kenalan dulu, sapa tau tertarik (hahay..tidak ada jeda sang buaya terhadap

mangsa barunya)
... : oiya aku Wati, aku sekarang di jakarta, kerja disni
Ane : owh, mbak Wati toh..salam kenal ya
Wati : salam kenal juga dek.
Ane : mbak wati emang umur berapa koq manggilnya adek?
Wati : hus gak sopan nanyain umur sama wanita. (wow, wanita mblo..bukan cewek
loh..artinya sudah berumur doi)
Ane : owh, udah wanita toh..umur 30an ya?
Wati : kamu ini lucu juga, gak lah aku masih 20an, kamu umur berapa dek?
Ane : 18 kyknya mbak..hehehhe
Wati : nah kan, aku panggil adek kan gak salah, kamu lebih muda dari aku
Ane : yakin manggil adek? gak manggil yank.. (sudh terlanjur sang buaya keluar dari air
keruh sodara sodara)
Wati : eh genit ya..kamu itu berondong genit ya ternyata (doi lagi2 tertawa kecil disana)
Wati : oiya, aku minta maaf ya, kmrn marah2 sama kamu
Ane : biasa aja mbak, namanya orang lagi emosi gara2 dislingkuhin ya kyk gitu..mending cari
yang setia kyk aku mbak (hahay...tarik terus biar masuk perangkap)
Wati : udah dong jgn singgung selingkuh lagi
Ane : lah itu tadi nyebut2 selingkuh..hehehhe
Wati : udah ah...jadi gimana? Malam tahun baru bisa temenin gak?
Ane : Mmmmmm...gimana yak (hahay...buaya mana yang menolak..buaya autis mungkin
Wati : ok aku anggap bisa..dah dulu ya, besok aku kerja..dah dek Eri
Ane : eh bentar dulu mbak..gak dapat cium ini sebelum berpisah..(hajaaar bleeeeh
Wati : kamu itu benar2 genit ya...udah ah...

Tut tut tut...telepon


itu terputus. Ah..senangnya dalam hati...wkwkkwkw...entah setan buaya
tut...
mana yang merasuki waktu itu..aku jadi berubah dari kalem ke blangsatan... wkwkkwkw
...mangsa baru mblo...wajar jadi kyk gitu..buaya emang gitu

Malam itu aku hanya bisa tersenyum2 sendiri mengingat kejadian tadi...kyknya tahun baru
2007 ini bisa dapat mbak2 deh...buaya woy..geer betul..

18. Wanita Bernama Wati

Hari2 berikutnya, mbak Wati sering banget SMS, menceritakan segala hal tentang kerjaanya
.. serta rencananya nanti yang akan bermalam tahun baru di yogya. Aku sempat tidak
percaya, mau tinggal dimana dia nantinya..kostanku tidak bisa nginap, dan dia dengan
entengnya bilang nyewa kamar hotel di malioboro. Segala sesuatunya nanti diyogya gak
usah dipikirin katanya, asal aku mau nemenin aja.

Ah masih sebulan lebih ke tahun baru. Kampus juga seperti biasanya, setelah kuliah aku
cuman nongkrong kalo gak sama rekan2 senat di sekretariat paling ke lab buat browsing
gratisan sama Adi. Perihal Adi dan Tyas, aku sama sekali tidk pernah membahasnya..sudah
jadi kebiasaanku yang tidak terlalu ingin tau urusan private orang sebelum mereka cerita
terlebih dulu.

Sempat rekan2 senat mengajak buat ke parangtritis utk merayakan tahun baru, karena ada
beberapa anggota senat yang baru gabung, ya semacam malam keakraban gitulah.

Aku sempat ijin dengan mereka utk tidak ikut, dengan alesan ada sodara yang akan datang
dari JKT..Sejak kapan aku punya sodara di JKT...ya daripada bilang mbak2 apa tante2 kan
gk enak..malulah diri ini ntr di bilang piaraan mbak2/tante2...

Aku gak geer sih, itu mbak wati tidak pernah melewatkan seharipun tanpa nelpon. SMS mah
jgn ditanya, hampir tiap dia lagi santai dari kerjaanya dia pasti SMS, entah kerjanya apaan
waktu itu..aku tidak terlalu tanya detail mengenai itu.

Pernah suatu hari aku tidak membalas SMSnya..karena sms antar operator waktu itu masih
mahal..ane make telkomsel dia make indosat pascabayar (kartuhalo apa ya lupa ane). Tidak
berapa lama, ada sms masuk dari operator..wuih diisiin pulsa 25rebu mblo...

Siapa yang gak senang...orang munafik yang menolak..aku memang pengecut tapi tidak
semunafik itu..hehehhe.. Tak berapa lama dia sms, menanyakan pulsa sudah masuk
belum..kamipun kembali melanjutkan acara smsan...

...

Karena aku mendapat kesibukan baru dan seperti merasa mendapat perhatian yang lebih
dari seseorang yang bahkan belum aku tau modelnya..aku sejenak bisa melupakan tentang
perasaan orang2 disekitarku.

Tidak ada waktu terlewat tanpa telpon2an dan smsan dengan mbak2 yang jauh di JKT sana.
Dan karena kemahiran sang buaya ini..dia tidak lagi memanggilku Dek..yap, doi telah jatuh
kedalam pelukan sang buaya hanya dalam itungan seminggu lebih dikit. Kini suaranya
terdengar sangat manja saat menyebut kata "Sayang"...hahay..buaya dilawan..

Dan satu lagi kebiasaanya sekarang..tiap malam sebelum dia tertidur pasti nelpon. Dan
sudah bisa di terka..obrolan di jam2 seperti itu tidak lepas dari hal2 yang (maaf) vulgar. Ok
ane sedikit cerita mengenai apa yang membuat ane senyum2 sendiri sekarang ketika
mengingatnya.

Suatu malam minggu, ane lagi dikamar sebelah.. sedang asik2nya ngobrol sama si anak
kamar sebelah..telpon ane kembali berbunyi panggilan masuk..karena ane agak lama balas
smsnya waktu itu..hahay, mulailah diri ini kembali kekamar buat pewe.

Ane : halo yank?


Wati : yank, koq balas smsnya lama sih (suaranya mendesah2 gak jelas..wkwkkw..sudah
kebiasaanya 2minggu ini kyk gitu..jam2 segini desah suaranya sungguh mampu membuat
sesuatu menjadi tegang

Ane : tadi masih ngobrol sama teman dikamar sebelah. tumben belum tidur yank?
Wati : blum ngantuk yank..kamu gak kangen sama aku yank?
Ane : kangen lah yank, tadi juga kan smsan trus to
Wati : aku pengen meluk kamu yankkkk
Ane : ya sabar, tahun baru kan bentar lagi
Wati : lama banget ya tahun barunya.
Ane : kan tinggal 2minggu lagi, sabar ya..ntr aku peluk kalo udh di yogya deh
Wati : benar ya..janji
Ane : janji..hehehe
Wati : yank...kalo aku minta lebih ntr boleh (lagi2 itu desahan sungguh menggoda
iman..wkwkkwkw)
Ane : minta lebih apanya yank? aku gak punya apa2 loh..anak kostan kyk gini belum kerja
duit darimana? (aku sudah sangat mengerti maunya, karena telpon2an erotis malam
sebelumnya selalu mengarah ke hal yang sama)
Wati : yaannkkk..aku gak minta itu, tapi itu tuh.. (dia tertawa kecil tentunya dengan desahan
yang semakin menjadi dan membuat *maaf konak)
Ane : eh gak boleh belum muhrim.. (dia pasti bisa terdiam sejenak, karena kami berbeda
keyakinan..dan lagi2 aku hanya memakai kata dari agamaku untuk sejenak
menghentikannya..tapi tidak lama dan tidak pernah berhasil..dia hanya mereda sejenak..)
Wati : ntr kalo aku pengen gimana yank.
Ane : ya ditahan dong, masa gitu aja gak bisa nahan
Wati : susah yank..sekarang aja cuman dengar suaramu aku jadi kyk gini, gimana besok kalo
dekat kamu..
Ane : ya udah ntr kita gak usah dekat2 ya..hehehhe
Wati : yank koq gitu...kan aku keyogyanya buat ketemu kamu.. (mulailah desahannya
terdengar lagi)
Ane : iya iya, ntr kalo diyogya deh..
Wati : tebak yank, aku lagi megang yang mana? punyaku besar loh yank (terdengar nafasnya
sudh tidak beraturan)

Dan selanjutnya, mulailah ane seperti sedang telpon (maaf) seks..tidak jarang dia
menanyakan berapa besar barang itu tuh...wkwkwkkw..udah ah...gak enak ane bahasnya..
wwkwkkwkw

...

Dua minggu berlalu, dan ini adalah hari dia datang keyogya, sempat2 deg2an dengan model
parasnya..tapi dengan hasrat yang meledak2 waktu itu, ane sama sekali tidak
memperdulikannya. 2hari sebelum pergantian tahun dia datang.

Siang itu ane sudah berada di stasiun tugu yogya, menunggu pujaan hati yang belum pernah
ane temuin sebelumnya. Lucu ane ngingat2 bayangan tentang yang terjadi selanjutnya.

Ane sempat terbayang, emak2 yang dengan dandanan menor mendekati ane trus memanggil
dengan kata "Sayang" wkwkkwkw..ane juga sempat membayangkan (maaf) "Tante2 Girang"
yang langsung nyosor..wkwkkwkw

Entah kereta apa waktu itu, terdengar suara pengumuman dari stasiun tugu tentang arrival
kereta bisnis dari JKT. Deg2an hati ini serasa mau copot. Mulai orang2 terlihat keluar dari
dalam stasiun. Sebelumnya ane pernah sms tentang pakaian yang ane pake waktu itu, celana
jeans itam satu2nya dan kemeja putih kotak2.

Tidak ada telepon dari wati waktu itu. Sekitar 10menit ane nunggu di dalam ruangan tunggu
kedatangan di stasiun tugu. Hape ane bergetar di dalam saku celana.

: yank, aku gak jadi keyogya..maaf ya..

Hancur hati ini mblo...persiapan mental dari seminggu lalu tiba2 hilang seketika oleh sms
yang tidak aku balas waktu itu. Gontai langkah ini meninggalkan ruang tunggu stasiun..tapi
belum lama aku berbalik dari ruang tunggu..

"Eri....." suara yang biasa aku dengar dihape itu kini terdengar jelas di dekat pintu keluar
stasiun

Aku menoleh melihat arah suara itu..terlihat seorang wanita dengan stelan rok span diatas
lutut dengan baju kaos hijau tua, dia menggeret koper kecil dengan tangan kiri, jaket jeans
tergantung ditangan kanannya. Dia mendekatiku yang hanya bisa terdiam melihatnya. Dia
tidak terlalu kurus, tidak terlalu gemuk..tingginya standard sebatas telingaku..rambutnya
terurai panjang sebahu.

Tanpa ada kata lagi dia datang memelukku..entah dia salah orang atau apa..aku hanya
terdiam didalam pelukan wanita itu.

Wati : kamu marah ya? (suaranya terdengar di telinga kananku, aku belum bisa menjawab
pertanyaanya..mulutku masih kelu)
Wati : yank..maaf ya aku cuman becanda smsnya tadi (dia tersenyum setelah melepas
pelukannya)

Aku hanya mampu tersenyum mengangguk pelan..entah apa yang aku iyakan..biasa gan,
deg2nya belum ilang.

Dihidungku cuman ada wangi rambutnya, lagi2 wangi seperti

rambut yani..sunsilk hitam yang dia gunakan. sekitar 2 menit aku masih terdiam, dia menarik
tanganku keluar stasiun.

Wati : yank koq diam aja sih..masa jauh2 kesini gak diajak ngomong akunya (hahay, desahan
yang sama seperti di telepon, dan itu seakan menyadarkanku)
Ane : eh mbaknya siapa ya?? (isengku seperti biasa yang keluar duluan)
Wati : yannkkk (doi senyum memanja)

Ane : eh yank yank, mbak salah orang kyknya (aku semakin iseng, lumayan bisa
menghilangkan nervous)

Dia mengambil hp nokia communicator miliknya..dia memanggil seseorang..dan telepon


yang masih aku pegang itu berbunyi pelan..dia hanya tersenyum melihatku..diapun kembali
menggandeng tanganku.

Wati : yank cari makan yuk, Mekdi disni dimana?


Ane : eh jgn mekdi deh..ke angkringan aja..hehehhe
Wati : udahlah yank, gk usah mikir macem2...yuk cari mekdi aja..
Ane : hehehe.. (belum bisa aku bersikap seperti sedia kala)

Dia mengajakku naik becak, sungguh manja, tugu dengan mekdi di malioboro mall itu
tidaklah jauh..terlihat ketimpangan antara diri ini dan dia. Hahay..

Tak berapa lama, dia membayar becak yang sudah menurunkan kami didepan malioboro
mall itu. Aku sudh mengambil alih koper kecilnya..dia hanya berjalan menuju mekdi disudut
luar maliobor mall..sesekali dia mengibas2kan tangan tanda kepanasan..aku menyukai
pemandangan ini, rambut lurusnya terurai lembut tertiup angin dari kibasan tangannya.

Aku mengikutinya ke tempat order makanan, tidak lama dia mengajakku mencari tempat
duduk disudut dekat pintu masuk mekdi itu dengan membawa pesanannya. Aku tidak
berkedip memandang apa yang tersaji didepanku. Tidak seperti cewek2 yang sering aku
temuin dikampus, dia berbeda, bilasan tipis makeup diwajahnya seakan menegaskan dia
sudah dewasa..dia cantik..

Wati : yank, ini burgernya dimakan, gak usah ngelamun yank (dia tersenyum nakal
menyadarkan kekagumanku)

Ane : i iya hehehhe (garuk2 kepala gak jelas...sifat anak kostku yang blangsatan melihat
makanan hilang entah kemana, aku lebih suka melihat tingkahnya..benar2 dewasa wanita
didepanku ini)
Wati : yank, kostanmu dimana? jauh gak dari sini? (dia menatapku setelah meminum cola di
gelas khas restoran cepat saji itu)
Ane : mmm...agak jauh sih..paling 30menitan jalan dari sini..
Wati : masa jalan yank, naek taksi aja ya ntr..
Ane : iya iya..hehehe (lagi2 aku cuman bisa garuk kepala)

Aku masih sedikit tidak percaya..bayanganku dulu pas mulai2 dia nelpon tidak sesuai dengn
apa yang aku liat sekarang. Dulu aku membayangkan dia gemuk, pendek, jelek..cuman
jelek.
bagian depannya yang besar seperti yang sering dia ceritakan di telepon..ah ternyata jauh,
dia cantik..itulah kata pujian kesekian kalinya aku ucapkan sejak distasiun tadi.

Wati : yank, ntr anterin cek in di hotel dulu ya, abis itu kita kekostanmu.
Ane : emang udah dapat hotel ya?
Wati : ih gak mesra ah, masa cuman ditelpon manggilnya mesra, sekarang pas di yogya gak
mau mesra2an lagi (genit kini tatapannya)
Ane : i iya yank..hehehhe
Wati : udah, kebetulan teman kantor sering keyogya, jadi aku dah dpt hotel kemaren dari dia.

Entah hotel apa namanya, biar dramatisir gan

..hotelnya itu sekitar 300meter dari jalan

malioboro, masuk jalan dagen kalo gak salah. Setelah menyudahi acara makan siang
menjelang sore itu, dia mengajakku memasukkan barang di kamar hotel yang sebelumnya
sudh dia pesan ketika di JKT kmrn. Aku sempat mengikutinya ke lantai 3 tempat dimana
kamarnya berada.

Saat didalam kamar dia mulai tersenyum genit, aku tau selanjutnya akan terjadi sesuatu yang
tidak boleh terulang. Dia melepas pakaian atasnya, dan benar sekali seperti yang dia bilang
sebelumnya, punyanya itu besar..sesuai dengan apa yang dia ceritakan..hahay..

19. Lembah Kelam..Lagi..

Saat didalam kamar dia mulai tersenyum genit, aku tau selanjutnya akan terjadi sesuatu yang
tidak boleh terulang. Dia melepas pakaian atasnya, dan benar sekali seperti yang dia bilang
sebelumnya, punyanya itu besar..

Aku hanya terdiam melihat pemandangan didepanku, senyuman genitnya semakin menjadi.
Bak peragawati dia menghapiri diri ini yang hanya bisa terduduk kagum disudut kasur
springbed itu. Berat rasanya tenggorokanku menelan ludah.

Aku tak berkutik ketika dia mulai mencumbuiku..aku tau, aku juga sudah lama menahan
gejolak ini,tapi aku seakan tidak ingin ini berlanjut..aku tidak menikmati apa yang bibirnya
lakukan terhadap bibirku. Desahannya tidaklah berbeda dengan suara desahannya di
telepon menjelang waktu tidur..sungguh besar birahi wanita yang sedang berada diatasku
kini.

Dia seakan tidak perduli denganku yang hanya terdiam dengan segala yang dia lakukan.
Tangannya kini sudh masuk kedalam jeans yang aku kenakan dan dia mendapat mainan baru
disana. Sekarang dia tak henti2nya memainkan sesuatu yang sudah sangat keras di bawah
sana. Semakin kuat aku bertahan, semakin kuat pula tangannya memainkannya.

Damn** aku sudah tak tahan lagi, sungguh desahan dan permainan tangannya meruntuhkan
segala keyakinan ini utk bertahan. Tidak butuh waktu lama, aku mulai membalas semua yang
dia lakukan. Tanganku mulai mencari pegangan yang selama ini sudah tidak pernah
dimainkannya.

Dengan senyuman genitnya dia melepas pagutan bibirnya, kini dia merubah posisinya, dia
duduk didepanku, dia hendak membuka pakaian bawahku..

Drrrt drrrt drrrt... hape di saku kanan celanaku bergetar hebat.


Aku tersadar sejenak dari kekalutan ini..tapi tidak dengannya, dia tetap melepas ikat
pinggangku. Dengan tangan kirinya dia mengambil hape dikantong kanan jeansku yang kini

sudah berada dilantai di mata kakiku.

Ah..dia kini mempermainkanku dengan mulutnya..aku mematikan panggilan itu, aku tidak
memperdulikan hal penting apa yang akan disampaikan orang diujung telepon itu.

Sudah 3x aku mematikan panggilan dari adik angkatku itu..aku sangat menikmati permainan
mulut wati kini. Lagi2 hape dikananku itu bergetar. Wati sejenak melepas mulutnya..dia
tersenyum genit..

"Angkat aja yank.." itulah kata enteng dari mulutnya. Dia kembali terdiam setelah melumat
semua bagian itu.

Aku tau maksudnya..dasar wanita genit pikirku..dengan badan yang bergetar dan nafas yang
terengah2 aku menyanggupi permainan nakalnya, aku mengangkat telepon itu.

Ane : aada aapa Dek?


Mimin : kakak lagi dimana? (tetap dengan suara cempreng merusak gendang telinga)
Ane : laagi di luaar dek, kennapa??
Mimin : kakak lagi lari ya??
Ane : iiyaaa Dek, laagi dikejaar banci...ntttr telpooon laagi yaaa

Aku sudah tidak tahan, aku mematikan panggilan itu...tubuhku sketika lemas..aku kalah oleh
permainan Wati..Dia terlihat mengelap bibirnya dengan punggung tangannya, masih ada
cairan putih disana.

"Katanya kuat yank..masa cuma gitu aja udah kluar" terlihat senyum genitnya, kemudian dia
berjalan membelakangiku ke arah kamar mandi disudut kamar hotel.

Aku terbaring lemas, sempat sedikit tersenyum mengingat kejadian tadi...hahaha..aku


dikejar banci, entah kenapa aku beralasan seperti itu ketika telepon mimin tadi..aku duduk

sejenak merapikan celanaku..tak berapa lama terdengar suara dari kamar mandi.

"Yank ambilin shampoo didalam koper yank"

Ah, dia lupa shampoonya. Aku membuka resleting koper kecil miliknya, dan benar saja,
disana terlihat peralatan mandi didalam plastik putih sedikit transaparan, sunsilk hitam yang
dia gunakan..aku kenal betul aroma rambut itu.

Aku sempat membayangkan dia dengan CD pink didalam koper kecilnya itu..terlihat
disamping peralatan mandinya...

"Yank shampoonya mana" suaranya mengagetkanku, aku berjalan ke arah kamar mandi.

Damn** dia tidak menutup pintu kamar mandi..dia sengaja lagi menggodaku..mayanlah, gitar
spanyol tanpa senar terpampang didepanku..dengan gemiricik air dari shower seakan
menyempurnakan gitar spanyol itu.

"Mandi yank, kamu gerah jugakan" senyuman genit kini selalu menyertai bibirnya

Aku tidak membalas kata2nya, aku dengan terburu membuka semua yang aku kenakan..lagi2
aku tergoda akan kgenitannya.

Dan, aku kembali memasuki lembah kelam itu, lagi.


...
Pernah aku membaca salah satu thread di sfth juga, thread yang dengan segala filosofi
engine-nya itu pernah menulis mengenai kekuatan blackhole..yap, aku merasakannya
kini..tarikan gravitasinya sungguh luar biasa, akal sehatku tidak mampu untuk menolak dan
menahannya.
Aku bukanlah yang pertama buat wati, wati juga bukanlah yang pertama buatku...tidak ada
penyesalan dengan yang aku lakukan kali ini..aku sangat sangat sangat menikmatinya..

Entah berapa lama kami "mandi" waktu itu. Aku menyudahi semuanya ketika aku merasakan
semua sendi2ku seprti ingin copot. Sore itu, kami tidak jadi menuju kostanku. Kami tertidur
kecapean di kamar hotel dilantai tiga itu.

...

Kembali badanku bergidik, aku mencium aroma shampoo sunsilk hitam..ah yani..sedikit
kaget dengan apa yang aku lihat diatas dadaku ketika membuka mata, rambut hitam panjang
ini berbeda dengan yani..wati..ini wati..wanita yang aku kenal dari sms nyasar beberapa
bulan lalu.

Aku menggoyangkan badannya, tapi dia seperti yani, dia malah mencari posisi nyaman
didadaku yang krempeng ini. Kenapa dengan perasaan ini..kenapa selalu yani yang aku
ingat..hey...wati kini yang ada dipelukanmu..lupakan sejenak masa lalumu..batinku sedikit
bergejolak..

"Yank, kamu gak laper??" itulah kata pertama yang bisa aku ucapkan sejak siang tadi, selain
desahan yang memalukan.

Dia hanya menggeleng dan mencari posisi nyaman lagi. Aku hanya memainkan rambut
hitamnya, sesekali aku menyiumi rambut itu..entahlah aku semakin tergila dengan bau
sunsilk dirambutnya.

Entah pukul berapa malam itu, dia membuka mata melihatku yang masih menciumi
rambutnya.. senyuman mengembang dibibirnya.

Wati : yank, kamu suka rambutku ya?


Ane : iya, harum (senyum mesum sang buaya kini mengembang)
Wati : nginap sini aja ya yank, besok pagi aja kekostanmu (senyum genit itu..aku tau
maksudnya)
Ane : iya.

Dengan lihainya tangan ini beraksi sendiri mengangkat tubuh yang masih tanpa benang
itu..dengan ditutupi selimut, kami kembali memasuki lembah dengan gravitasi terbesar itu.
Pukul 12 lebih, kami menyudahi semuanya..sudah tak terhitung berapa banyak kalori yang
terbuang dari tubuh ini...wajarlah jika aku merasa sedikit kelaperan.

Dengan rambut masih acak2an wati membuka koper kecilnya..dan benar seperti yang
kubayangkan tadi siang, dia seperti tidak memperdulikanku, dengan santainya dia memakai
CD pink dari dalam koper kecilnya.

Dengan stelan celana jeans biru tua dan kaos oblong putih, dia mengajakku mencari makan
di mekdi disudut malioboro mall. Entah kenapa dia sangat suka dengan mekdi..

20. Gitar Spanyolku

Dengan stelan celana jean biru tua dan kaos oblong putih, dia mengajakku mencari makan di
mekdi disudut malioboro mall. Entah kenapa dia sangat suka dengan mekdi. Lagi diri ini
hanya bisa mengikuti ketika dia memesan menu makan. Aku tidak terbiasa dengan restoran
cepat saji ini..bukan kelasku, kalo di angkringan mah paling jago

Setelah mengambil duduk di sudut, dia mulai makan paket B yang dia pesan waktu itu.

Ane : yank, koq suka banget sama mekdi? Gak mahal apa tiap makan di mekdi?
(wkwkkw...anak kost mikirnya harga dulu,rasa sama suasana nomor kesekian..)
Wati : males kalo diluar yank, banyak pengamen..makanannya juga gak higienis.
Ane : owh, kirain ada pengalaman berkesan aja di mekdi
Wati : yaaankk, jgn nyinggung2 kenapa? (dia meletakkan daging ayam yang sempat
digigitnya tadi)
Ane : yee, yang nyinggung2 sapa coba? aku kan cuman tanya tadi.
Wati : udah ah, gak selera makan aku yank... (hahay ada yang ngambek ternyata)

Sempat sedikit kelabakan membuatnya senyum lagi, tapi bukan buaya namanya kalo gak
mampu mengembalikan senyum genit itu. Buaya woy...awkwkwkkw

Setelah kami menghabiskan makan paket B itu, aku sempat mengajaknya jalan ke Benteng
Vrendenburg..kami nongkrong dsitu tidak lama. Dia sangat takut melihat pengamen yang
lagi2 sok2an teler dengan mulut bau alkohol.

Dia mengajakku kembali ke hotel di jalan Dagen itu, terlihat dia sangat kecapean. Berhubung
ane sudah pernah jadi kuli gendong Yani pas tahun baru 2004, ane gak mau cari masalah lagi
buat gendong Wati..bisa2 kecapean ntr sebelum tempur..sapa tau ada yang pengen lagi

Sesampainya di kamar, dia benar2 kecapean..dia langsung mengajakku tidur, tentunya


dengan dipeluk dung..hahay...biasa aja mblo..gak usah jelous..

...

Kurang dari 24jam lagi, akan berganti tahun..ah 2007, aku sungguh tidak menyangka dengan
siapa aku sekarang..wanita yang sama sekali tidak pernah aku bayangkan. Aku ingat betul
malam awal tahun 2006 dulu aku harus mengorbankan segala perasaan terhadap Tyas. Tapi
kini, aku seakan tersenyum bangga dengan adanya Wati.

Entah, kemana cahaya marisa dan yani kini..seakan tertutupi dengan indahnya gitar spanyol
yang saat ini masih memeluk hangat tubuhku. Dia masih tertidur pulas diatas dadaku. J200i
ku mulai berbunyi lagi..lagi2 mimin disana..sedikit pelan aku mengangkatnya, aku tidak ingin
sang gitar spanyolku terbangun..aku masih menikmati pelukan hangatnya.

Sedikit berbisik aku mengangkat telepon itu.

Ane : halo dek?


Mimin : kak, ntr jam 8an aku mampir kostan ya..kemarin aku sama tyas kesana tapi kakak gak
ada.
Ane : iya dek, kmrn aku keluar sama teman.
Mimin : sama siapa kak?
Ane : ada deh..hehhehe

Aku tidak mau membicarakan tentang wati, aku ingat beberapa kali aku menceritakan
masalahku dengan mimin, dia bocor sekali mulutnya..gak ada saring2an dikit itu kalo
ngomong.

Mimin : oiya kak, kmrn kakak dikejar banci dimana? (wkwkwkw..doi masih ingat ternyata )
Ane : udah Dek, ngeri aku nginget2 kemaren.
Mimin : tapi kakak gak ketangkep kan sama bancinya?
Ane : udah ah..aku mau tidur lagi..bye..

Aku mematikan telepon itu...wkkwkwkw..ngeri2 gimana gitu ngingat2 dikejar banci


kemarin..eh bukan itu ding, kmrn kan aku dipacu oleh yang lain..gk usah di inget deh, kl
diinget2 trus aku kepengen lagi gimana..kan gitar spanyolnya masih bobo...hahay bahasane
cok...bobo bobo, boboho keleus..

Melihat gitar spanyolku masih pulas terlelap, mulailah kebiasaan baruku terulang..aku
memainkan rambut panjangnya, sesekali aku menyiumi ujung rambutnya. Tapi sedikit ada
yang mengganjel dipikiranku...bukan ditempat lain loh ya, karena memang punya wati besar,
jadi gak usah dibahas lagi tentang ganjelan yg itu..bahas yg ngeganjel di pikiran aja..

Tadi kan mimin bilang mau kekostan jam 8an...nah ini gitar spanyolku semalam juga bilang
pagi mau kekostan..hadeh berabe ini...bisa2 tyas tau trus lepas deh satu mangsaku...jangan
sampe dong...mau ditaro dimana muka sang buaya..

...

Gitar spanyolku menggeliat kini, sepertinya sudah waktunya doi bangun. Aduh geliatan
tubuhnya, bener2 itu ganjelan dibadanku makin manteb aja..ini kenapa jadi mesum gini trus
yak..buaya emang gitu gan..jadi maklumin aja yak.

"Pagi cinta, enak banget bobonya" hahay sang buaya tambah genit dengan bumbu senyum
mesumnya.

Dia hanya tersnyum pelan, mengangkat tubuhnya menciumiku. Ah pagi2 udah main ciam
cium aja...jgan sampe buaya ini lepas kendali lagi..hehhehe

Ane : yank? ntr mau kekostan jam brp?


Wati : mmmm jam berapa enaknya yank (dia ngucek2 matanya)
Ane : ntr agak siangan aja ya (hahay ngatur schedule dulu biar gk ada yang terlepas
mangsanya)

Doi mengangguk membalas senyuman sang buaya yang merasa telah berhasil mengatur
segala sesuatunya.

Wati : yank..mandi yuk?


Ane : mandi kyk kmrn mau? (tidak ada jawaban dari mulutnya, hanya anggukan setuju
dibumbui senyum genitnya)

Hahay..pagi2 dapat jatah mblo...penak to..yo penak..buaya mana yang gak mau dikasih
daging segar pagi2 buta..wkwkkwkw..

Sekitar jam 8an terdengar itu hape di meja samping kasur berbunyi, aku tau itu pasti mimin..
ah cuekin aja, masih asik dengan gitar spanyolku..masih seru-serunya mblo..

Setelah mengeringkan badan dengan handul hotel, kami beranjak kekasur, hanya handul
yang kulilitkan di daerah bawahku..sedangkan gitar spanyol itu, tak ada senar satupun yang
menutupinya. Aku hanya senyum2 mesum melihatnya..lagi2 dia dengan santainya memakai
CD pink yang semalam dia gunakan.

Dengan kepala diatas pahaku kini dia tersenyum genit..

Wati : yank, dari kmrn siapa yang nelpon yank? Pacarmu ya? (sedikit kaget dengan kata2nya
tadi)
Ane : eh koq gitu, kan kamu pacarku yank. (kembali tangan ini memainkan rambutnya)
Wati : trus kalo bukan pacarmu koq nelpon2 trus? tadi pagi juga dia nelpon kan.
Ane : yee..tadi itu udah bangun kamu yank? (dia menganguk dengan senyum nakalnya)

Wati : pacar sekampus ya yank?


Ane : bukan Cinta..itu Mimin, adik angkatku..
Wati : beneran adik angkat?? (dia kini duduk menatapku, dekat..nafasnya bisa ku rasakan
diwajahku)
Ane : beneran yank, ntr kapan2 aku kenalin.
Wati : benar ya.
Ane : iya iya..sana ah pake baju..kyknya mimin udah dikostan, ayo kekostan aja biar aku
kenalin sekalian.
Wati : gak mau..mau itu (doi ngelirik2 handuk yang aku gunakan, hahay..baru juga tadi, eh
minta lagi...terkaaaaaaaaaaaaam.. )

2 orang dalam kamar tanpa sehelai benang ditambah dengan senyum2 genit dan senyum
mesum ala buaya..tentulah akan terjadi sesuatu yang iya iya..gak usahlah di perinci lagi..udh
jelas koq..

Sekitar pukul 11, aku mengecek hp, bnyk miscall dan sms dari mimin..wwkkwkw..dia dah
nunggu didepan kostan ternyata..mungkin skrg udah balik karena ke