You are on page 1of 7

Hasil Pengamatan

No

Volume aseton
(mL)
2
4
6
8
5
5
5
5
5
5
5
5

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Volume H2O
(mL)
8
6
4
2
8
6
4
2
8
6
4
2

Volume I2
(mL)
5
5
5
5
5
5
5
5
2
4
6
8

t (s)

0,001
0,001
0,002
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001

3
3
5
4
4
3
3
3
3
3
3
3

Pada percobaan tersebut waktu pencampuran selama 40 sekon.

Variasi
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Volume HCl
(mL)
5
5
5
5
2
4
6
8
5
5
5
5

Konsentrasi aseton (M)


dalam 20mL larutan
0,3
0,6
0,9
1,2
0,75
0,75
0,75
0,75
0,75
0,75
0,75
0,75

M HCl(M) dalam
20mL larutan
0,075
0,075
0,075
0,075
0,3
0,6
0,9
1,2
0,075
0,075
0,075
0,075

Perhitungan konsentrasi aseton


M1 x V1 =M2 x V2
3M x 2mL = M2 x 20mL
M2
= 0,3 M
M1 x V1 =M2 x V2
3M x 4mL = M2 x 20mL
M2
= 0,6 M
M1 x V1 =M2 x V2

M I2(M) dalam
20mL larutan
0,00375
0,00375
0,00375
0,00375
0,00375
0,00375
0,00375
0,00375
0,00150
0,00300
0,00450
0,00600

t (s)

0,001
0,001
0,002
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001
0,001

3
3
5
4
4
3
3
3
3
3
3
3

3M x 6mL = M2 x 20mL
M2
= 0,9 M
M1 x V1 =M2 x V2
3M x 8mL = M2 x 20mL
M2
= 1,2 M
M1 x V1 =M2 x V2
3M x 5mL = M2 x 20mL
M2
= 0,75 M
Perhitungan konsentrasi HCl
M1 x V1 =M2 x V2
0,3M x 5mL = M2 x 20mL
M2
= 0,075 M
M1 x V1 =M2 x V2
0,3M x 2mL = M2 x 20mL
M2
= 0,03 M
M1 x V1 =M2 x V2
0,3M x 4mL = M2 x 20mL
M2
= 0,06 M
M1 x V1 =M2 x V2
0,3M x 6mL = M2 x 20mL
M2
= 0,09 M
M1 x V1 =M2 x V2
0,3M x 8mL = M2 x 20mL
M2
= 0,12 M
Perhitungan konsentrasi I2
M1 x V1
=M2 x V2
0,015M x 5mL= M2 x 20mL
M2
= 0,00375 M
M1 x V1
=M2 x V2
0,015M x 2mL= M2 x 20mL
M2
= 0,00150 M
M1 x V1
=M2 x V2
0,015M x 4mL= M2 x 20mL
M2
= 0,00300 M
M1 x V1
=M2 x V2
0,015M x 6mL= M2 x 20mL
M2
= 0,0045 M
M1 x V1
=M2 x V2
0,015M x 8mL= M2 x 20mL
M2
= 0,006 M
Perhitungan Orde reaksi
Orde reaksi larutan aseton

k [aseton]1 [ HCl]1 [I 2 ]1
x
x
z
k [aseton]2 [ HCl]2 [I 2 ]2

[ A ]/ t 3
[ A ]/ t 1

0,002/5 s
0,001/3 s =

[0.9 M ]1x [0.075 M ]1y [0.0375 M ]1z


[0,3 M ] x2 [0.075 M ]2y [0.0375 M ]2z

x
1,2= 3

x = 0,17

Orde reaksi larutan HCl


k [aseton]1x [HCl]x1 [I 2 ]1z
[ A ]/ t 6
[ A ]/ t 5 = k [aseton]x4 [HCl]x4 [I 2 ]4z
0.001/3 s
0.001/4 s =

1,3 = 2

[0.75 M ]1x [ 0,6 M ]1y [0.0375 M ]1z


[0.75 M ]x2 [ 0.3 M ]2y [0.0375 M ]2z

y = 0,38

Orde reaksi larutan I2


k [aseton]1x [ HCl]1x [I 2 ]z1
[ A ]/ t 1
[ A ]/ t 3 = k [aseton]x3 [ HCl]3x [I 2 ]z3
0.001/3 s
0.001/3 s =

[0.8571 M ]1x [0.0428 M ]1y [0.0030 M ]z1


[0.8571 M ]3x [0.0428 M ]3y [0,0015 M ]z3

z
1= 2

z =0
Perhitungan Orde Total
Orde Total
=x+y+z
= 0,17+ 0,38+0
= 0,55
Sehingga Pada Persamaan Reaksi tersebut adalah orde totalnya 1.
Perhitungan tetapan laju (MenggunakanVariasi 1)
A
x
y
z
= k [aseton] [ HCl] [I 2 ]
t

0.001
3

I.

0,17
0,38
0
= k [0.3] [0.075] [0.00375 M ]

3.3 x 10-4
= k [0,8] [0,37]
3.3 x 10-4
= k [0,296]
k
= 1.12 x 10-3
Pembahasan
Laju reaksi (Reaction Rate) atau kecepatan reaksi adalah perubahan konsentrasi
pereaksi ataupun produk dalam satuan waktu. Laju suatu reaksi dapat dinyatakan sebagai
laju berkurangnya konsentrasi suatu pereaksi, atau laju bertambahnya konsentrasi suatu
produk. Konsentrasi biasanya di nyatakan dalam mol per liter, tetapi untuk reaksi fase gas,
suatu tekanan atmosfer, milimeter merkurium, dapat di gunakan sebagai ganti konsentrasi.
Percobaan kinetika halogenasi aseton dengan katalisator asam ini bertujuan untuk
menentukan persamaan laju reaksi iodisasi aseton dalam suasana asam. Dalam pecobaan ini
dilakukan 4 variasi, dari variasi tersebut akan didapatkan orde reaksi dari larutan aseton,
HCl, dan I2.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mencampurkan larutan aseton 3M sebanyak
2 mL dengan larutan HCl 0.3 M sebanyak 5 mL dan aquades 8 mL.Aquades berfungsi agar
volume larutan total sebanyak 20 mL.Kemudian larutan tersebut ditambahkan larutan I2
0.015 M sebanyak 5 mL. penambahan I2 berfungsi untuk mengetahui laju perubahan
konsentrasi iodine pada spektrofotometer. Waktu pencampuran sampai pengukuran yaitu 40
detik.Ketikapengukuran, stopwatch dinyalakanlagididapatkan A sebesar 0.001.
Selanjutnya dilakukan langkah yang sama seperti sebelumnya, tetapi volume dari
larutan aseton, HCl dan I2 divariasi. Waktu pencampuran hingga pengukuran harus konstan
seperti sebelumnya yaitu 40 detik. Dari pengukuran tersebut, didapatkan A dari variasi
kedua ini yaitu sebesar 0.001.
Pada variasi ketiga dan keempat juga dilakukan langkah yang sama seperti
sebelumnya. Variasinya yaitu Larutan Aseton HCl:I2 yaitu 6mL:5mL:5mL. Didapatkan A
sebesar 0.002. Sedangkan pada variasi keempat larutan aseton HCl:I2 yaitu 8mL:5mL:5mL.
Sebelum larutan I2 ditambahkan kedalam larutan Aseton dan HCl, ditambahkan aquades
terlebih dahulu agar volume larutan total sebesar 20 mL. Didapatkan A sebesar 0.001. Pada
variasi kelima larutan aseton:HCl:I2yaitu 5mL:2mL:5mL didapatkan A sebesar 0.001.
Pada variasi keenam larutan aseton:HCl:I2yaitu 5mL:4mL:5mL didapatkan A sebesar
0.001. Pada variasi ketujuh larutan aseton:HCl:I2yaitu 5mL:6mL:5mL didapatkan A
sebesar 0.001. Pada variasi kedelapan larutan aseton:HCl:I2yaitu 5mL:8mL:5mL didapatkan

A sebesar 0.001. Pada variasi kesepuluh larutan aseton:HCl:I2yaitu 5mL:5mL:4mL


didapatkan A sebesar 0.001. Pada variasi kesebelas larutan aseton:HCl:I2yaitu
5mL:5mL:6mL didapatkan A sebesar 0.001. Pada variasi kedua belas larutan aseton:HCl:I2
yaitu 5mL:5mL:8mL didapatkan A sebesar 0.001.
Langkah selanjutnya yaitu diubah volume dari larutan-larutan tersebut menjadi M.
Kemudian dari data tersebut dihitung orde reaksi dari larutan aseton 3 M, HCl 0.3M, dan I2
0.015 M. laju reaksi dapat dinyatakan sebagai -[A]/t. Didapat kan orde reaksi dari larutan
aseton yaitu sebesar 0,17, larutan HCl yaitu 0,38, dan larutan I2 yaitu 0. Dari orde reaksi
tersebut, ditentukan tetapan laju (k) dan didapatkan hasilnya sebesar 1.12 x 10-3.
Kesimpulan
Dalam percobaan kali ini praktikan menentukan persamaan laju reaksi iodisasi aseton
dalam suasana asam. Dimana x=0,17, y=0,38, z=0, sehingga orde reaksi totalnya adalah orde
1dengan tetapan laju (k) sebesar1.12 x 10-3. Persamaan reaksi dalam percobaan ini adalah
x
y
r=1.12 x 10-3 [aseton] [ HCl]

II.

Daftar Rujukan
Atkins, P.W. 1986. Physical Chemistry.3rd edition. Oxford: Oxford University Press.
Castelan, G.W. 1983. Physical Chemistry.3 rd edition. Amsterdam: Addison Wesley Publishing
Company.
Day, R.A. Jr and Underwood, A.L. 1986. Kimia AnalisisQuantitatif. Jakarta: Erlangga.
Lidler, Keith, J., danMeisler, John H. 1982. Physical Chemistry. California: The
Benjamin/Cuming Publishing Company, Inc.
Ditambah rujukan dari buku praktikum

III.

JawabanPertanyaan
1. Turunkan persamaan dan cara yang digunakan untuk membuktikan bahwa suatu reaksi
secara keseluruhan berorde dua
Variasi
1
2

M asetondalam 35mL M HCldalam 35mL M I2dalam 35mL


larutan
larutan
larutan
0.8571 M
0.0428 M
0.0043 M
1.7142 M
0.0428 M
0.0043 M

0.006
0.013

180 s
180 s

3
4

0.8571 M
0.8571 M

0.0428 M
0.0856 M

0.0086 M
0.0043 M

0.005
0.017

Perhitungan Orde reaksi


Orde reaksi larutana seton
x
x
z
k [aseton]1 [ HCl]1 [I 2 ]1
[ A ]/ t 1
[ A ]/ t 2 = k [aseton]x2 [ HCl]2x [I 2 ]z2
0.006 /180 s
0.013 /180 s

[ 0.8571 M ]1x [0.0428 M ]1y [0.0043 M ]z1


[ 1.7142 M ]2x [0.0428 M ]2y [0.0043 M ]z2
x

[ 0.8571 M ]1
0.4615 = [ 1.7142 M ] x
2
x
0.4615 = 0.5

x = 1.1155
Orde reaksi larutan HCl
[ A]/ t 1
[ A ]/ t 4 =
0.006 /180 s
0.017 /180 s

k [aseton]1x [HCl] x1 [I 2 ]1z


k [ aseton]x4 [HCl] x4 [I 2 ]4z

[0.8571 M ]1x [0.0428 M ]1y [0.0043 M ]z1


[0.8571 M ]2x [0.0856 M ]2y [0.0043 M ]z2
y

[0.0428 M ]1
y
[0.0856 M ]2

0.3529 =

y
0.3529 = 0.5

y = 1.5029
Orde reaksi larutan I2
[ A ]/ t 1
[ A ]/ t 3 =
0.006 /180 s
0.005 /180 s

1.2 =

k [aseton]1x [ HCl]1x [I 2 ]z1


k [aseton]x3 [ HCl]3x [I 2 ]z3

[ 0.8571 M ]1x [0.0428 M ]1y [0.0043 M ]z1


[ 0.8571 M ]3x [0.0428 M ]3y [0.0086 M ]z3

[0.0043 M ] z1
[0.0086 M ] z3

1.2 = 0.5

z = -0.2633
Perhitungan Orde Total

180 s
180 s

Orde Total

=x+y+z
= 1.1155 + 1.5029 0.2633
= 2.3551
Sehingga Pada Persamaan reaksi secara keseluruhan adalah orde2.

2. Selain dengan spektrofotometer, laju reaksi dapat ditentukan dengan cara titrasi
volumetri. Terangkan cara tersebut.
Dengan cara menentukan dulu konsentrasi mula-mula, kemudian konsentrasi larutan yang
bereaksi dengan selang waktu dan konsentrasi sisa larutan. Sehingga didapatkan konsentrasi
larutan yang bereaksi dengan selang waktu, dimana nilai x didapatkan pada konsentrasi larutan
yang bereaksi. Harga(ax) yang nantinya dipergunakan untuk membuat grafik hubungan antara
(sebagai ordinat) terhadap waktu (sebagai absis) dengan Persamaan laju reaksi k= x.t/a ( a x
).