Вы находитесь на странице: 1из 36

PT.

PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan energi merupakan kebutuhan utama (primer) dalam seluruh kehidupan
manusia, salah satu energi yang tidak dapat dipisahkan dari hidup manusia yaitu sumber
energi listrik. Untuk terus memperoleh energi listrik dalam waktu jangka panjang, energi
listrik disalurkan dan dikonversikan dalam bentuk energi lain seperti energi cahaya, energi
mekanik, energi kalor dll. Energi secara luas telah digunakan selama ratusan tahun lalu untuk
keperluan rumah tangga, industri, instalasi pemerintahan dan sebagainya.
Salah satu sumber bahan bakar yang dapat dijadikan sumber energi adalah:
Sumber energi alam
: Air, Sinar matahari, Panas bumi, dan Angin
Sumber energi dari bahan bakar
: Minyak bumi, Batu bara, dan Gas alam, dapat
digunakan sebagai PLTU,PLTG, dan PLTA
Sumber energi mutakhir
: Sumber energi nuklir, seperti uranium yang
digunakan sebagai Sumber panas utamanya yang digunakan dalam PLTN

1.2 Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)


Secara garis besar, Praktek Kerja Lapangan bertujuan agar mengetahui implementasi
teori yang terdapat dalam dunia industri.
Secara terperinci, Praktek Kerja Lapangan bertujuan :
1. Bagi Siswa
Untuk memperoleh pengalaman operasional dalam suatu industri
Untuk memperoleh kesempatan dalam mempelajari permasalahan yang ada
berdasarkan teori yang diperoleh di sekolah
Untuk memperoleh wawasan tentang dunia kerja dan sebagai proses adaptasi dini
terhadap lingkungan dunia kerja
2. Bagi Lembaga Pendidikan
Untuk menjalin kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia
industri
Untuk meningkatkan kualitas lulusan yang dihasilkan
3. Bagi Perusahaan
Untuk membina hubungan baik dengan pihak sekolah maupun pihak siswa

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

1.3 Metoda Penulisan.


Dalam penyususnan Laporan praktek Industri ini, penulis menggunakan beberapa
metode antara lain:
a. Metode observasi.
Metode observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk
memperoleh data dengan cara melakukan pengamatan langsung kelapangan.
b. Metode wawancara.
Metode wawancara adalah metode pengumpulan data melalui tanya jawab
pada pihak yang terkait dengan guna mendapatkan keterangan maupun penjelasan
yang benar.
c. Metode studi pustaka.
Metode studi pustaka adalah metode pengumpulan data dengan cara
mengumpulkan, membaca serta mengkaji buku-buku referensi atau kepustakaan
yang ada kaitannya dengan masalah penyusunan laporan ini

1.4 Lokasi dan Waktu Kerja Praktek


1.4.1 Lokasi Kerja Praktek
Kerja Praktek dilaksanakan di PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan PLTGU
Cilegon, yang berlokasi di sebelah utara Kota Cilegon, yang beralamatkan di Jalan Raya
Bojonegara-Salira, Desa Margasari, Pulo Ampel, Serang, 42455, Banten, Indonesia. Telepon
(0254) 5751555, Fax. (0254) 5751501.

1.4.2 Waktu Kerja Praktek


Kegiatan kerja praktek tersebut berlangsung dari tanggal 26 Januari 25 Februari
2015.

1.5 Sistematika Penulisan


Bab I PENDAHULUAN

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Pada BAB I ini dijelaskan mengenai dasar yang melatar belakangi untuk melakukan
kerja praktek,tujuan,dan manfaat kerja praktek, metoda pengumpulan data, dan sistematika
penuisan laporan.
Bab II PROFIL PERUSAHAAN
Pada BAB II ini akan menjelaskan mengenai perushaan dan pengenalan perusahaan.
Bab III MOTOR LISTRIK 3PHASA
Pada BAB III ini akan membahas tentang dasar-dasar motor induksi 3phasa,prinsip
keja,system,komponen,factor kerusakan,sebab rusaknya motor listrik dan vibrasi.
Bab IV GAS TURBIN GENERATOR
Pada BAB IV ini akan membahas tentang prinsip kerja sistem GTG,komponen GTG,
klasifikasi,siklus,dan maintenance turbin gas.
Bab V PENUTUP
Pada BAB V ini berisi kesimpulan dan saran penulis selama melaksanakan
PRAKERIN di PT PLN(Persero) Sektor Pembangkitan PLTGU Cilegon.
Lampran

BAB II
PROFIL PERUSHAAN
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

2.1 Sejarah Umum Perusahaan


PT.PLN (PERSERO) Sektor pembangkitan PLTGU Cilegon merupakan salah satu
unit pelaksana pada direktorat oprasi Jawa-Bali dengan wilayah kerja tersebar di pulau
Jawa,didirikan pada tanggal 26 Juli sesuai SK direksi PT.PLN(PESERO).
Produk yang ditawarkan adalah energi listrik dengan mekanisme penyampaian dikirim
langsung kepada pelanggan melaui transmisi tenaga listrik berdasarkan transfer tenaga listrik.
Tugas pokok PT.PLN(PERSERO) sektor pembangkitan PLTGU Cilegon yaitu
bertindak sebagai asset manager yang bertanggung jawab terhadap pengendalian oprasi dan
pemeliharaan pembangkit secara optimal,efektif dan efisien serta memastikan keamanan
pasokan bahan bakar,agar dapat menjadi pembangkit yang handal ramah lingkungan dengan
mengacu kepada standar kinerja yang telah ditetapkan.
Unit pelaksana dibawah PT.PLN(PERSERO) sektor pembangkitan PLTGU Cilegon
terdiri dari: sektor pembangkitan yang bertanggung jawab memastikan terselenggaranya
pengoprasian dan pemeliharaan pembangkit unit kerjanya secara efisien sesuai tata kelola
yang baik berdasarkan kebijakan korporat untuk menghasilkan mutu dan kehandalan pasokan
tenaga listrik sesuai standar yang ditetapkan dan sektor pengendali pembangkitan yang
betangung jawab untuk memastikan terselenggaranya pengelolaan, pengendalian,
pengoprasian, pemeliharaan produksi pembangkit, serta pengelolaan bahan bakar untuk
mencapai tingkat kinerja berdasarkan kebijakan korporat untuk menghasilkan mutu dan
kehandalan pasokan tenaa listrik sesuai tenga yang telah ditetapkan.

2.2 Profil PT.PLN (PESERO) Sektor pembangkitan PLTGU Cilegon

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang terus meningkat khususnya di
pulau Jawa dan sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk terus meningkatkan pemanfaatan
sumber energi non minyak penganekaragaman sumber energi primer untuk membangkitkan
listrik, maka PT.PLN (PERSERO) Sektor pembangkitan PLTGU Cilegon dibangun dnegan
menggunkan gas alam sebagai bahan bakra utama.
PT.PLN (PESERO) Sektor pembangkitan PLTGU Cilegon, memiliki 2 (dua) gas
turbine dan 1 (satu) steam turbine yang dapat menghasilkan daya sebesar 740MW sehingga
dapat mendukung pengembangan daerah industri Jawa bagian barat. Selain itu, sebagai
tambahan daya 740MW untuk bagian barat dari sistem Jawa-Bali dengan pertumbuhan
kelistrikan sebesar 6%-7% pertahun.

2.3 Lokasi PT. PLN (persero) pembangkitan PLTGU Cilegon


PT. PLN (persero)pembangkitan PLTGU Cilegon terletak di desa margasari,
kecamatan puloampel kabupaten Serang, provinsi Banten. Luas lahan yang digunakan untuk
membangun PT. PLN (persero)pembangkitan PLTGU Cilegon berikut sarana dan prasarana
penunjang adalah +/- 17 hektar.

2.4 Visi dan Misi Perusahaan


Visi

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Menjadi perusahaan manejemen asset pembangkit listrik terbaik se-indonesia


Misi
Adapun misi yang diemban PT. PLN (persero)pembangkitan PLTGU Cilegon
diantaranya:
1. Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada
kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan
masayarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

2.5 Tata Nilai


Pada dasarnya PT. PLN (persero)pembangkitan PLTGU Cilegon mempunyai
komitmen yang diembani sampai saat ini diantaranya:
1.
2.
3.
4.

Saling percaya
Integritas
Peduli
Pembelajaran

2.6 Produksi
Di dalam memproduksi listrik, PT. PLN (persero)pembangkitan PLTGU Cilegon
melaksanakan:
1. Membangkitkan tenaga listrik dari pembangkit secara optimun dengan biaya rendah.
2. Membeli listrik swasta sesuai dengan hasil kesepakatan renegoisasi.
3. Memproduksi listrik dari sewa untuk mengatasi krisis pasokan pada sistem luar JawaBali.

BAB III
MOTOR LISTRIK 3 PHASA
3.1 Dasar - Dasar Motor Induksi 3 Phasa
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Teori Dasar Motor Induksi Tiga Fasa. Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang
merubah energi listrik menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik
dan mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor. Motor induksi merupakan motor
yang paling banyak kita jumpai dalam industri.
Keuntungan motor tiga phasa :
Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor sangkar.
Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi.
Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga rugi gesekan
kecil.
Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak diperlukan.
Kerugian Penggunaan Motor Induksi
Kecepatan tidak mudah dikontrol
Power faktor rendah pada beban ringan
Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal

3.2 Prinsip Kerja Motor 3 Phasa


1. Bila sumber tegangan tiga phasa dipasang pada kumparan stator, maka pada kumparan
stator akan timbul medan putar dengan kecepatan, ns = 120f/P , ns
= kecepatan sinkron, f = frekuensi sumber, p = jumlah kutup
2. Medan putar stator akan memotong konduktor yang terdapat pada sisi rotor, akibatnya
pada kumparan rotor akan timbul tegangan induksi ( ggl ) sebesa E2s = 44,4fn .
Keterangan : E = tegangan induksi ggl, f = frekkuensi, N = banyak lilitan, Q = fluks
3. Karena kumparan rotor merupakan kumparan rangkaian tertutup, maka tegangan
induksi akan menghasilkan arus ( I ).
4. Adanya arus dalam medan magnet akan menimbulkan gaya ( F ) pada rotor.
5. Bila torsi awal yang dihasilkan oleh gaya F pada rotor cukup besar untuk memikul
torsi beban, maka rotor akan berputar searah dengan arah medan putar stator.
6. Untuk membangkitkan tegangan induksi E2s agar tetap ada, maka diperlukan adanya
perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan putar
rotor (nr).
7. Perbedaan antara kecepatan nr dengan ns disebut dengan slip ( S ) yang dinyatakan
dengan Persamaan S = ns-nr/ns (100%)
8. Jika ns = nr tegangan akan terinduksi dan arus tidak mengalir pada rotor, dengan
demikian tidak ada torsi yang dapat dihasilkan. Torsi suatu motor akan timbul apabila
ns > nr.
9. Dilihat dari cara kerjanya motor tiga phasa disebut juga dengan motor tak serempak
atau asinkron

3.3 System Motor Induksi 3 Phasa AC

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Pada sistem tenaga listrik 3 fase, idealnya daya listrik yang dibangkitkan, disalurkan dan
diserap oleh beban semuanya seimbang, P pembangkitan = P pemakain, dan juga pada
tegangan yang seimbang. Pada tegangan yang seimbang terdiri dari tegangan 1 fase yang
mempunyai magnitude dan frekuensi yang sama tetapi antara 1 fase dengan yang lainnya
mempunyai beda fase sebesar 120listrik, sedangkan secara fisik mempunyai perbedaan
sebesar 60, dan dapat dihubungkan secara bintang (Y, wye) atau segitiga (delta, , D).

Gambar 1. sistem 3 fase.


Gambar 1 menunjukkan fasor diagram dari tegangan fase. Bila fasor-fasor tegangan
tersebut berputar dengan kecepatan sudut dan dengan arah berlawanan jarum jam (arah
positif), maka nilai maksimum positif dari fase terjadi berturut-turut untuk fase V1, V2 dan
V3. sistem 3 fase ini dikenal sebagai sistem yang mempunyai urutan fasa a b c . sistem
tegangan
3
fase
dibangkitkan
oleh
generator
sinkron
3
fase.

Gambar 4. Hubungan Bintang dan Segitiga yang seimbang.


Jika sudut antara arus dan tegangan adalah sebesar , maka besarnya daya perfasa adalah
Pfase = Vfase.Ifase.cos
sedangkan besarnya total daya adalah penjumlahan dari besarnya daya tiap fase, dan dapat
dituliskan
dengan,
PT

3.Vf.If.cos

Pada hubungan bintang, karena besarnya tegangan saluran adalah 1,73Vfase maka tegangan
perfasanya menjadi Vline/1,73, dengan nilai arus saluran sama dengan arus fase, IL = If,
maka daya total (PTotal) pada rangkaian hubung bintang (Y) adalah:
PT
=
3.VL/1,73.IL.cos

=
1,73.VL.IL.cos

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Dan pada hubung segitiga, dengan besaran tegangan line yang sama dengan tegangan
fasanya, VL = Vfasa, dan besaran arusnya Iline = 1,73Ifase, sehingga arus perfasanya menjadi
IL/1,73,
maka
daya
total
(Ptotal)
pada
rangkaian
segitiga
adalah:
PT
=
3.IL/1,73.VL.cos

=
1,73.VL.IL.cos

Dari persamaan total daya pada kedua jenis hubungan terlihat bahwa besarnya daya pada
kedua jenis hubungan adalah sama, yang membedakan hanya pada tegangan kerja dan arus
yang mengalirinya saja, dan berlaku pada kondisi beban yang seimbang.

3.4 Komponen-Komponen Motor Listrik


Bagian bagian dari motor listrik adalah :
A.Stator
Stator adalah bagian dari motor listrik yang tidak dapat bergerak. Stator terdiri dari rumah
dengan alur alur yang di buat dari pelat pelat yang di pejalkan berikut tutupnya .

Gambar 3.2.3 Stator

B.Rotor
Rotor adalah bagian dari motor listrik yang dapat bergerak. Bentuk rotor motor induksi,
yaitu terdiri dari pelat pelat yang di pejalkan berbentuk silinder. Di sekeliling terdapat alur
alur kemudian di tempatkan batang batang kawat. Batang kawat tersebut biasanya di buat dari
tembaga, bagian bagian ini adalah bagian yang bergerak.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Gambar 3.2.4 Rotor


Selain dari dua komponen di atas bagian dari motor listrik yang lainnya adalah:
A. Celah udara adalah jarak antara kedudukan stator dengan rotor.
B. Terminal adalah titik penyambungan sumber tenaga dengan ujung ujungkumparan motor.

Gambar3.2.5 Terminal BOX


C. Bearing adalah bantalan AS motor.
D.Badan motor adalah tempat lilitan stator.
E. Slip Ring adalah penghubung antara tahanan asut dengan kumparan motor (khusus
rotor lilit).
F. Kipas terpasang pada rotor (AS motor) sebagai media pendingin saat motor beroprasi.
G. Tutup motor (Body) adalah pelindung motor dari lingkungan.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

10

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Gambar 3.2.6 Bagian-bagian Motor Listrik

3.4.1 Komponen Proteksi Motor Listrik


1.Circuit Breaker (CB)
CB adalah alat yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus pada rangkaian
instalasi motor yang di lengkapi dengan pengaman yang akan trip, apabila terjadi hubung
singkat. Biasanya CB yang digunakan untuk motor listrik adlah CB magnetic.
2.Fuse (Sekring)
Alat ini merupakan pengaman motor dari gangguan arus lebih apabila terjadi hubung
singkat pada rangkaian instalasi motor. Kawat fuse akan memutuskan rangkaian apabila
nilai arusnya melebihi batas kemampuan fuse itu sendiri.
3.Overload
Alat ini berfungsi mengamankan motor dari kerusakan akibat adanya beban lebih
(overload). Proteksi ini akan bekerja membatasi arus pada motor listrik saat beroperasi.
4.Grounding (Sistem Pembumian)
Selain alat pengaman diatas pada motor listrik juga harus dipasang pembumian, hal ini
penting untuk menjaga keselamatan jiwa manusia dan peralatan listrik terhadap bahaya
sentuh jika terjadi arus bocor pada motor tersebut.
5.Sistem Kontrol Motor Listrik
Sistem control motor listrik adlah system yang berfungsi untuk mengkontrol pada saat
start ataupun pada saat stop, sistem kontrol motor bertujuan untuk motor listik jika terjadi
gangguan.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

11

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

3.4.2 Komponen System Kontrol Motor Listrik


1.Push Button (Tombol Tekan)
Pada umumnya push button terdiri dari dua jenis kontak yaitu kontak NO dan NC.
Kontak NO dan NC akan bekerja apabila tombol ditekan, kontak NC akahn membuka pad
saat ditekan,n dan kontak NO akan menutup pada saat ditekan, tombol tekan ini digunaklan
untuk start dan stop pada system kontrol motor listrik.
2.TDR (Timer)
Timerigunakan pada instalasi motor untuk pengaturan waktu secara otomatis. Koil
timer akan bekerja setelah dialiri arus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan (setting),
maka akan menggerakkan kontak kontaknya.
3.Indikator Lamp (Lampu Indikator)
Lampu indikator digunakan sebagai lampu tanda pada system control motor untuk
mengetahui apakah motor dalam keadaan beroperasi atau tidak.
Merah menandakan motor tidak bekerja (standby).
Hijau menandakan motor dalam keadaan bekerja (run).
Kuning menandakan motor trip.

4.Kontaktor magnet
Kontaktor magnet biasanya juga disebut penghubung / switch dari rangakaian listrik
yang bekerja secara magnetik sehingga kontak kontak pada kontaktor akan terhubung.
Bagian bagian dari kontaktor adalah :
Kontak tetap.
Kontak bantu koil (NO &NC).
Koil yang menimbulkan magnet

3.5 Faktor Kerusakan Motor Listrik

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

12

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Kerusakan motor kebanyakan disebabkan oleh al 5 factor :


panas,
kotor,
lembab,
vibrasi.
Kwalitas supply listrik

3.6 Sebab Rusaknya Motor Listrik


Dibagi menurut asal sebab kerusakan :
1. kerusakan dari luar motor : kwalitas masukan tenaga listrik, misalignment, kondisi
lingkugan panas/lembab/tidak ada ventilasi, kondisi beban
2. kerusan dari dalam motor : aging/penuaan, degradasi.
3. Panas /over-heating:
Penyebab terbesar kerusakan motor sehingga motor tidak dapat mencapai umur
pakai yang seharusnya ialah over-heating atau panas berlebihan, Setiap
mengalami Kenaikan temperature 10 derajat, dari temperature normalnya,
berakibat memotong umur motor 50% , meskipun kenaikan terjadi hanya
sementara.
Sebab over-heating al:
4. Memilih motor terlalu kecil, sehingga motor harus menderita over-current, berarti
kondisi operasinya lebih panas. Tetapi jika memilh motor terlalu besar berakibat
pemakaian listrik tidak efisien berarti pemborosan.
5. Sistem starting, kebanyakan motor dipasang dengan direct starting . sistem ini
menimbulkan arus Starting-current terlampau besar (5 kali lebih), sehingga
menimbulkan panas yang besar, lebih2 jika sering start-stop. Untuk itu perlu
dipasang sistem start al: star-delta, fluid-couplig, pengubah-frequensi, dll
6. Start-stop terlalu sering tanpa memperhartikan jedah antar waktu start sangat
menimbulkan kerusakan. (lihat tabel minmum jedah waktu)
7. Environment - ambient temperature tinggi,, mengakibatkan operating temperture
motor lebih tinggi dari seharusnya.
8. Ventilasi ruang kurang bagus menimbulkan symtem pendinginan motor tidak baik.
Mengakibatkan operating temperature motor naik.
9. Kondisi motor: fan rusak, body motor kotor, saluran pendingin buntu/kotor dll.
Mengganggu penginan.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

13

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

10. Kondisi beban : kopling misaligment, beban terlalu besar, beban tidak normal,
Kotor
Debu / Kotoran yg terakumulasi akan merusak komponen listrk maupun
mekanical. Umumnya terakumulasi pada permukaan badan motor , saluran
pendinginan, fin, fan mengakibatkan pendinginan terganngu dan panasan motor
berlebih. Motor type ODP , kotoran debu masuk dan terkumpul kedalam winding
menimbulkan kerusakan isolasi / winding.
Moisture / lembab
Lembab atau embun juga merusak komponen listrik dan mekanikal, yang
mengakibatkan pengkaratan pada poros, bearing, rotor, stator, laminasi. Jika
penetrasi ke isolasi mengkaibatkan degradasi isolasi dan rusak.

3.7 Vibrasi
Vibrasi merupakan indikasi bahwa kondisi motor sedang mengalami masalah. Besar
Vibrasi yang melebih harga yang diijinkan dapat menyebabka kerusakan yang lebih parah.
Sumber vibrasi dapat dari motor atau dari mesin yang digerakan (load) bahkan mungki juga
dari kedua-duanya.
Sebab vibrasi dari kondisi :
Miss aligment motor terhadap load (mesin yang digerakan),
Kendor pada fondasi nya Motor atau load
Kondisi Soft-foot pada fondasi nya Motor atau load
Rotor unbalance ( Motor atau load)
Bearing aus atau rusak, meyebabkan poros berputar tidak sentris.
Akumulasi karat atau kotoran pada komponen putar (rotor)
Sewaktu memasang rotor/bearing motor sehabis overhaul/rewinding tidak
aligment.
Kwalitas Listrik
Kwalitas suply tenaga sangat menentukan umur motor listrik, hal-hal yang harus
dihindari:
Voltage sering naik -turun melebihi harga toleransi, under/over voltage dapat menimbulakan
overheating didalam winding, berakibat umur motor menjadi pendek.
Voltage spike akibat power swicthing atau serangan halilintar (lightning strikes) juga
menyebabkan kerusakan isolasi winding.
Voltage 3 phase tidak balance melebihi harga toleransi, sering terjadi sebagai sebab
kerusakan winding.
Beberapa sebab lain:
Pemilihan pelumas harus sesuai specifikasi, penggantian/penambahan dilakukan dan
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

14

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

terjadwal dengan baik.


Pemilihan dan pemeliharaan kopling sama pentingnya dengan komponen lain.
Seting bearing dan komponen lain harus sesuai dengan standard.

BAB IV
GAS TURBIN GENERATOR
4.1 Prinsip Kerja Sistem Gas Turbin Generator

Udara masuk kedalam kompresor melalui saluran masuk udara (inlet). Kompresor
berfungsi untuk menghisap dan menaikkan tekanan udara tersebut, sehingga temperatur udara
juga meningkat. Kemudian udara bertekanan ini masuk kedalam ruang bakar. Di dalam ruang
bakar dilakukan proses pembakaran dengan cara mencampurkan udara bertekanan dan bahan
bakar. Proses pembakaran tersebut berlangsung dalam keadaan tekanan konstan sehingga
dapat dikatakan ruang bakar hanya untuk menaikkan temperatur. Gas hasil pembakaran
tersebut dialirkan ke turbin gas melalui suatu nozel yang berfungsi untuk mengarahkan aliran
tersebut ke sudu-sudu turbin. Daya yang dihasilkan oleh turbin gas tersebut digunakan untuk
memutar kompresornya sendiri dan memutar beban lainnya seperti generator listrik, dll.
Setelah melewati turbin ini gas tersebut akan dibuang keluar melalui saluran buang (exhaust).
Secara umum proses yang terjadi pada suatu sistem turbin gas adalah sebagai berikut:
1. Pemampatan (compression) udara di hisap dan dimampatkan
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

15

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

2. Pembakaran (combustion) bahan bakar dicampurkan ke dalam ruang bakar dengan


udara kemudian di bakar.
3. Pemuaian (expansion) gas hasil pembakaran memuai dan mengalir ke luar melalui
nozel (nozzle).
4. Pembuangan gas (exhaust) gas hasil pembakaran dikeluarkan lewat saluran
pembuangan.
Pada kenyataannya, tidak ada proses yang selalu ideal, tetap terjadi kerugian-kerugian
yang dapat menyebabkan turunnya daya yang dihasilkan oleh turbin gas dan berakibat pada
menurunnya performa turbin gas itu sendiri. Kerugian-kerugian tersebut dapat terjadi pada
ketiga komponen sistem turbin gas. Sebab-sebab terjadinya kerugian antara lain:

Adanya gesekan fluida yang menyebabkan terjadinya kerugian tekanan (pressure


losses) di ruang bakar.

Adanya kerja yang berlebih waktu proses kompresi yang menyebabkan terjadinya
gesekan antara bantalan turbin dengan angin.

Berubahnya nilai Cp dari fluida kerja akibat terjadinya perubahan temperatur dan
perubahan komposisi kimia dari fluida kerja.

Adanya mechanical loss, dsb.

4.2 Komponen Gas Turbin Generator


Generator gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air intake section,
compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust section. Sedangkan
komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment, lube-oil system, cooling system,
dan beberapa komponen pendukung lainnya. Berikut ini penjelasan tentang komponen utama
turbn gas:

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

16

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

4.2.1 Komponen Utama


1. Air Intake Section
Air Intake Sectionberfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang terbawa
dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
1. Air Intake Housing, merupakan tempat udara masuk dimana didalamnya
terdapat peralatan pembersih udara.
2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau partikel
yang terbawa bersama udara masuk.
3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada inlet
house.
4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada bagian dalam
inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini masuk ke dalam
kompresor aksial.
5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada saat
memasuki ruang kompresor.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

17

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai pengatur jumlah
udara yang masuk agar sesuai dengan yang diperlukan
2. Compressor Section
Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow compressor, berfungsi untuk
mengkompresikan udara yang berasal dari inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga
pada saat terjadi pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat
menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor terdiri dari dua bagian
yaitu:
1

Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari kompresor aksial yang


berputar pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat sudu yang
mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm menjadi 17 kalinya
sehingga diperoleh udara yang bertekanan tinggi. Bagian ini tersusun dari
wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-sudu yang disusun kosentris di sekeliling
sumbu rotor.

Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin yang terdiri dari:
1. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang mengarahkan udara
masuk ke inlet bellmouth dan selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
2. Forward Compressor Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat
empat stage kompresor blade.
3. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat compressor blade
tingkat 5-10.
4. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang berfungsi sebagai
tempat keluarnya udara yang telah dikompresi.
1. Combustion Section

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

18

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara bahan bakar dengan fluida kerja
yang berupa udara bertekanan tinggi dan bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi
panas yang diubah menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke
transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari keseluruhan sistem adalah
untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin. Sistem pembakaran ini terdiri dari komponenkomponen berikut yang jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin
gas. Komponen-komponen itu adalah :
1

Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya pencampuran


antara udara yang telah dikompresi dengan bahan bakar yang masuk.

Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang berfungsi


sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.

Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke dalam


combustion liner.

Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke dalam


combustion chamber sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat
terbakar.

Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk aliran gas


panas agar sesuai dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.

Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua
combustion chamber.

Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi proses


pembakaran terjadi.

Turbin Section
Turbin section merupakan tempat terjadinya konversi energi kinetik menjadi energi

mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor aksial dan perlengkapan lainnya. Dari
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

19

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk memutar kompresornya sendiri,
dan

sisanya

digunakan

untuk

kerja

yang

dibutuhkan.

Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :


1

Turbin Rotor Case

First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas ke first stage
turbine wheel.

First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan energi kinetik


dari aliran udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik berupa
putaran rotor.

Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur aliran gas
panas ke second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi untuk
memisahkan kedua turbin wheel.

Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi kinetik yang


masih cukup besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan putar
rotor yang lebih besar.

Exhaust Section
Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang berfungsi sebagai saluran

pembuangan gas panas sisa yang keluar dari turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa
bagian yaitu : (1) Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas melalui
exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir ke exhaust plenum dan
kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke
atmosfir gas panas sisa tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil
pengukuran ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi temperatur
trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu, 12 buah untuk temperatur kontrol
dan 6 buah untuk temperatur trip.

4.2.2 Komponen Penunjang


Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

20

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

1.Starting Equipment
Berfungsi untuk melakukan start up sebelum turbin bekerja. Jenis-jenis starting
equipment yang digunakan di unit-unit turbin gas pada umumnya adalah :
1. Diesel Engine, (PG 9001A/B)
2. Induction Motor, (PG-9001C/H dan KGT 4X01, 4X02 dan 4X03)
3. Gas Expansion Turbine (Starting Turbine)
2.Coupling dan Accessory Gear
Berfungsi untuk memindahkan daya dan putaran dari poros yang bergerak ke poros
yang akan digerakkan. Ada tiga jenis coupling yang digunakan, yaitu:
1

Jaw Cluth, menghubungkan starting turbine dengan accessory gear dan HP


turbin rotor.

Accessory Gear Coupling, menghubungkan accessory gear dengan HP turbin


rotor.

Load Coupling, menghubungkan LP turbin rotor dengan kompressor beban.

3.Fuel System
Bahan bakar yang digunakan berasal dari fuel gas system dengan tekanan sekitar 15
kg/cm2. Fuel gas yang digunakan sebagai bahan bakar harus bebas dari cairan kondensat dan
partikel-partikel padat. Untuk mendapatkan kondisi tersebut diatas maka sistem ini dilengkapi
dengan knock out drum yang berfungsi untuk memisahkan cairan-cairan yang masih terdapat
pada fuel gas.
4.Lube Oil System

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

21

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Lube oil system berfungsi untuk melakukan pelumasan secara kontinu pada setiap
komponen sistem turbin gas. Lube oil disirkulasikan pada bagian-bagian utama turbin gas dan
trush bearing juga untuk accessory gear dan yang lainnya. Lube oil system terdiri dari:
1

Oil Tank (Lube Oil Reservoir)

Oil Quantity

Pompa

Filter System

Valving System

Piping System

Instrumen untuk oil

Pada turbin gas terdapat tiga buah pompa yang digunakan untuk mensuplai lube oil guna
keperluan lubrikasi, yaitu:
8. Main Lube Oil Pump, merupakan pompa utama yang digerakkan oleh HP shaft
pada gear box yang mengatur tekanan discharge lube oil.
9. Auxilary Lube Oil Pump, merupakan pompa lube oil yang digerakkan oleh
tenaga listrik, beroperasi apabila tekanan dari main pump turun.
10. Emergency Lube Oil Pump, merupakan pompa yang beroperasi jika kedua
pompa diatas tidak mampu menyediakan lube oil.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

22

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

5.Cooling System
Sistem pendingin yang digunakan pada turbin gas adalah air dan udara. Udara dipakai
untuk mendinginkan berbagai komponen pada section dan bearing. Komponen-komponen
utama dari cooling system adalah:
8

Off base Water Cooling Unit

Lube Oil Cooler

10 Main Cooling Water Pump


11 Temperatur Regulation Valve
12 Auxilary Water Pump
13 Low Cooling Water Pressure Swich

4.3 Klasifikasi Turbin Gas


Turbin gas dapat di bedakan berdasarkan siklusnya,kontruksi poros dan lainnya.
Menurut siklusnya turbin gas terdiri dari:

Turbin gas siklus tertutup (CLOSE CYCLE).


Turbin gas siklus terbuka (OPEN CYCLE).

Perbedaan dari kedua tipe ini adalah berdasarkan siklus kerja fluida. Pada turbine gas
siklus terbuka,akhir ekspansi fluida kerjanya langsung di buang ke udara atmosfer,sedangkan
untuk siklus tertutup akhir ekspansi fluida kerjanya didinginkan untuk kembali kedalam
proses awal.
Dalam industri turbin gas umumnya diklasifikasikan dalam dua jenis yaitu:
1. Turbin gas poros tunggal (SINGLE SHAFT). Turbin jenis ini digunakan untuk
menggerakkan generator listrik yang menghasilkan energi listrik untuk keperluan
proses di industri.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

23

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

2. Turbin gas poros ganda (DOBLE SHAFT). Turbin jenis ini merupakan turbin gas
yang terdiri dari turbin bertekanan tinggi dan turbin bertekanan rendah,dimana turbin
gas ini digunakan untuk menggerakkan beban yang berubah seperti kompresor pada
unit proses.

4.4 Siklus Dalam Turbin Gas


Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umu yaitu:
1. Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (REVERSIBLE) yang terdiri dari dua
proses isotermis dapat balik (REVESIBLE ISOTERMIC) dan dua proses isobarik dapat
dibalik (REVERSIBLE ISOBARIC). Proses perpindahan panas pada proses isobarik
berlangsung didalam komponen siklus internal (REGENERAATOR),dimana efesiensi
termalnya adalah:
Hth = 1-T1/Th
Dimana T1= temperatur buang dan Th= temperatur panas.
2. Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga saat
ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau manufakturer
dalam analisa untuk performance upgrading. Siklus brayton ini terdiri dari proses kompresi
isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan panas pada tekanan konstan.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

24

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

3. Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik,yang terdiri dari dua proses isotermis dapat
balik (ISOTERMAL REVERSIBLE) dengan volume tetap (ISOKHORIK). Efisiensi
termalnya sama dengan efisiensi termal siklus ericson.

4.5 Maintenance Generator Turbin


Maintenance adalah perawatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti
kerusakan terlalu cepat terhadap semua peralatan di pabrik, baik yang sedang beroperasi
maupun yang berfungsi sebagai suku cadang. Kerusakan yang timbul biasanya terjadi karena
keausan dan ketuaan akibat pengoperasian yang terus-menerus, dan juga akibat langkah
pengoperasian yang salah.
Maintenance pada turbine gas selalu tergantung dari faktor-faktor perasional dengan
kondisi yang berbeda disetiap wilayah, karena operasional turbine gas sangat tergantung dari
kondisi daerah operasional. Semua pabrik pembuat turbine gas telah menetapkan suatu
ketetapan yang aman dalam pengoperasian sehingga turbine selalu dalambatas kondisi aman
dan tepat waktu untuk melakukan maintenance.
Secara umum maintenance dapat dibagi dalam beberapa bagian, diantaranya adalah:
1. Preventive Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang direncanakan baik itu
secara rutin maupun periodik, karena apabila perawatan dilakukan tepat pada
waktunya akan mengurangi down time dari peralatan. Preventive maintenance dibagi
menjadi:
o Running Maintenance. Suatu kegiatan perawatan yang dilakukan hanya
bertujuan untuk memperbaiki equipment yang rusak saja dalam satu unit. Unit
produksi tetap melakukan kegiatan.
o Turning Around Maintenance. Perawatan terhadap peralatan yang sengaja
dihentikan pengoperasiannya.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

25

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

2. Repair Maintenance. Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan yang tidak kritis,
atau disebut juga peralatan-peralatan yang tidak mengganggu jalannya operasi.
3. Predictive Maintenance. Kegiatan monitor, menguji, dan mengukur peralatanperalatan yang beroperasi dengan menentukan perubahan yang terjadi pada bagian
utama, apakah peralatan tersebut berjalan dengan normal atau tidak.
4. Corrective Maintenance. Perawatan yang dilakukan dengan memperbaiki perubahan
kecil yang terjadi dalam disain, serta menambahkan komponen-komponen yangsesuai
dan juga menambahkan material-material yang cocok.
5. Break Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan setelah terjadi
kerusakan atau kelainan pada peralatan sehingga tidak dapat berfungsi seperti
biasanya.
6. Modification Maintenance. Pekerjaan yang berhubungan dengan desain suatu
peralatan atau unit. Modifikasi bertujuan menambah kehandalan peralatan atau
menambah tingkat produksi dan kualitas pekerjaan.
7. Shut Down Maintenance. Kegiatan perawatan yang dilakukan terhadap peralatan
yang sengaja dihentikan pengoperasiannya.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

26

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Setelah mengadakan praktek kerja industri (PRAKERIN) akhirnya penyusun mengetahui
yang sebenarnya atas hasuil yang diperoleh dari sekolah,serta memeperoleh pengetahuan
tentang teori-teori dan bahan-bahan yang belum pernah dipelajari di sekolah.
Disamping itu juga penyusun dapat mengetahui bagaimana cra menerapkan perbedaan
dan hal ini kami menyimpulkan bahwa ada persamaan yang sesuai dengan kondisi yang ada
serta tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan.
Adapun hal lain praktek kerja industri (PRAKERIN) ini, penyusun merasa puas dan
bersikap dewasa sebagaimana layaknya pekerja yang sebenarnya dan bertolak dari sikap
inilah dalam melakukan perhitungan dan pemikiran yang matang.

5.2

Saran
5.2.1

Saran Untuk Perusahaan

Adapun saran yang akan saya berikan adalah sebagai berikut :

Hubungan keharmonisan kerja antara karyawan dan siswa PRAKERIN lebih

di timgkatkan lagi
Sebelum melaksanakan suatu pekerjaan sebaiknya siswa PRAKERIN diajarin

langkah-langkah pengerjaannya.
Kebersihan dan kedisiplinan yang sudah baik sebaiknya lebih ditingkatkan agar nama
baik perusahaan tetap terjaga.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

27

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

5.2.2

SMKN 2 Kota Serang

Saran Untuk Sekolah

Adapun saran yang saya berikan kepada pihak Sekolah adalah sebagai berikut:

Sebelum melaksanakan kegiatan PRAKERIN sebaiknya siswa diberi

pengarahan yang berhubungan dengan dunia industri.


Pihak sekolah sebaiknya meningkatkan pemantauan terhadap

siswa yang

sedang melaksanakan PRAKERIN lebih di tingkatkan lagi agar pihak sekolah

dapat mengetahui kegiatan siswa yang sebenarnya di industri tersebut.


Bagi siswa PRAKERIN sebaiknya diberikan alasan tentang pelajaran yang
telah tertinggal pada waktu melaksanakan PRAKERIN.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

28

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

LAMPIRAN
1.

2.
Gambar 1.1 Power Plant PLTGU Cilegon

3.

Gambar 2# HRSG (Heat Recovery


Steam Generator)

Gambar 3# Transformator Daya 240MW

4.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

29

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Gambar 4# Service Motor 3Phasa

5.
6.

Gambar 5# Mengukur Resistansi

Gambar 6# Mengukur Tahan Isolasi


Dengan MEGGER

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

30

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

7.

Gambar 7# Stator Motor 3Phasa

8.

9.

Gambar 8# Rotor Motor 3Phasa

Gambar 9# Bering Motor 3Phasa

10.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

31

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Gambar 10# Kipas/Fan Motor 3Phasa

11.

12.

Gambar 11# Seal Motor 3Phasa

Gambar 12# Terminal Box Motor 3Phasa

13.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

32

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

14.
Gambar 13# Preventief Maintenance GT

Gambar 14# Carbon Brush Turbine Gas

15.

Gambar 15# Gas Turbin Generator

JURNAL PRAKTEK KERJA LAPANGAN


SMK NEGERI 2 KOTA SERANG

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

33

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Nama Peserta Didik

: Arbey Arif

Kelas / Semester

: XI TL 2 / 3

Nama Industri / Perusahaan

: PT. PLN (Persero) Pembangkitan PLTGU Cilegon

Nama Pembimbing

: Ahmad Fatullah

Alamat Industri / Perusahaan : Jln.Raya Bojonegara-Salira kec. Puloampel


Waktu Pelaksanaan PKL

No

: 26 Januari 25 Februari

Bentuk Pekerjaan di Bengkel /

Tanggal

Tanda Tangan

Work Shop / Industri /

pelaksanaan

Pembimbing

Perusahaan
Preventief Maintance ( PM )

27-01-2015

GT#1 Dan GT#2


Install Dan Conection CT

28-01-2015

( Current Tranducer )
Penggantian Lampu TL x2

29-01-2015

Pengecekan Tegangan Tembus

30-01-2015

OIL Travo
Preventief Maintance ( PM)

02-02-2015

GT#1 Dan GT#2( Gas Turbine )


Preventief Maintance ( PM) GT

04-02-2015

Building
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

34

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

Preventief Maintance ( PM)

05-02-2015

BOP MCC,HVAC,dan Lighting


Merakit Rangkaian Lampu

06-02-2015

Mercury
Preventief Maintance ( PM)
GT#1 dan GT#2,Test Running

09- 02-2015

10

EDG
Merakit dan Memasang Lampu

10-02-2015

11

TL dan Mercury
Mengganti Grese Motor

13-02-2015

12

Preventief Maintance ( PM)

16-02-2015

13

GT#1 dan GT#2


Preventief Maintance ( PM) GT
Building dan Memeriksa Grese

14

17-02-2015

Motor
Mengukur Tahanan Isolasi
Motor listrik dengan

18-02-2015

15

menggunakan Megger
Preventief Maintenance (PM)

16

Travo Daya
Preventief Maintance ( PM )

20-02-2015
23-02-2015

17

BOP,MCC,HVAC,dan Lighting
Mengukur Resitansi dan

24-02-2015

Tahanan Isolasi Motor Listrik

Mengetahui
Insdustri / Dunia Usaha / Instalasi.

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

35

PT.PLN(PERSERO)
SEKTOR PEMBANGKITAN CILEGON

SMKN 2 Kota Serang

...

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)

36