You are on page 1of 20

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tampil menjadi satu-satunya lembaga
pendidikan tinggi di Indonesia yang secara konsisten berkiprah dalam bidang pendidikan.
Dalam menanggapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, tuntutan masyarakat
dan perubahan global. UPI tampil mengambil inisiatif mengembangkan inovasi pendidikan.
Dengan karakter demikian, UPI dan segenap sumber daya yang dimiliki menetapkan visi
untuk menjadi universitas pelopor dan unggul (leading and outstanding university) dalam
disiplin ilmu pendidikan di Indonesia pada tahun 2010 dan menjadi salah satu universitas
unggul dan pelopor di Asia pada tahun 2025.
Dalam merealisasikan visinya tersebut, salah satu misi UPI yakni menyelenggarakan
pendidikan untuk menyiapkan tenaga pendidik profesional dan tenaga profesional lainnya
yang berdaya saing global.
Sejalan dengan visi jurusan pendidikan Teknik Arsitektur yaitu Menjadi Program
Studi Pendidikan Teknik Arsitektur unggulan (centre of excelence) dalam menyiapkan tenaga
kerja professional di bidang pendidikan dan non kependidikan teknik arsitektur, yang
berkualitas,

produktif,

professional

dan

marketable.

Serta

dengan

misi

untuk

menyelenggarakan pendidikan untuk menyiapkan tenaga professional bidang pendidikan


Teknik Arsitektur, bidang Perencanaan dan Perancangan serta Rekayasa Teknik Arsitektur
yang berdaya saing global dan mengembangkan teori-teori, ilmu, teknologi, seni dan desain
arsitektur yang inovatif serta penerapannya. Serta untuk mewujudkan salah satu tujuan dari
Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia yaitu menghasilkan
tenaga ahli dalam bidang Teknik Arsitektur yang dapat bekerja pada industri konstruksi dan
kewirausahaan secara luas, sesuai dengan konsentrasi keahlian program studi Arsitektur.
Maka, mata kuliah Utilitas Bangunan pada program studi Pendidikan Teknik Arsitektur
membuat observasi yang bertujuan, untuk mengamati secara langsung Utilitas Bangunan
pada bangunan yang sudah jadi. Sehingga diharapkan mahasiswa dapat memahami
menerapkan utilitas pada bangunan yang akan dirancang berdasarkan rujukan teori dan
referensi desain yang ada.
1

B. Tujuan Penulisan
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah Utilitas Bangunan di
Program Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Fakultas Pendidikan Teknologi Dan
Kejuruan, Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur.
C. Sistematika Penulisan
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
B. Tujuan Penulisan
C. Sistematika Penulisan
Bab II Teori Pengkondisian Udara (Air Conditioner/AC)
Bab IV Penutup
Daftar Pustaka
Lampiran

BAB II
TEORI PENGKONDISIAN UDARA (AIR CONDITIONER/AC)

A. PENGERTIAN AC (AIR CONDITIONER)


Sistem tata udara pada bangunan bertugas mengolah udara dan menghasilkan kualitas
udara yang baik (nyaman dan sehat) bagi penghuninya. Keberadaan sistem tata udara sangat
menunjang aktifitas dan produktifitas manusia. Beberapa jenis sistem tata udara juga dapat
digunakan untuk berbagai keperluan khusus, dengan kondisi perancangan tertentu, selain
untuk tempat hunian manusia.Untuk mencapai tujuan diatas perlu diketahui beban
pendinginan dan karakteristik ruangan serta sistem tata udara yang diperlukan.
Di era serba maju sekarang ini, kita pasti sudah sangat akrab dengan air conditioner.
Kehidupan modern, apalagi di perkotaan hampir tidak bisa lepas dari pemanfaatan teknologi
ini. Air Conditioner merupakan peralatan yang didesain yaitu mengontrol temperatur,
sirkulasi udara, kelembaban, dan menyegarkan udara.
AC merupakan suatu perlengkapan yang memelihara dan mengkondisikan kualitas
udara di dalam kendaraan agar temperatur/suhu, bersihan dan kelembaban menyenangkan
serta nyaman. Apabila didalam ruangan yang temperaturnya tinggi, maka panas akan diambil
agar temperaturnya turun disebut pendinginan. Sebaliknya, ketika temperatur di
dalam

ruangan

rendah,

maka

panas

yang

diberikan

agar

temperature

naik disebut pemanasan.


Kebanyakan bangunan berukuran sedang dan besar, energi panas dipindahkan
dengan menggunakan udara,air dan kadang-kadang refrigerant. Perpindahan energi
panas ini seringkali denganmembawa energi tersebut dari suatu ruangan ke suatu
penyerap kalor sentral (unit refrigerasi) atau membawa kalor dari sumber kalor
(pemanas atau ketel) ke ruangan AC.
Prinsip pemindahan dan penyerapan panas tersebut secara sederhana dapat dicontohkan
sebagai berikut:

Seseorang akan merasa dingin saat mengoleskan alkohol, alkohol tersebut

panas dan terjadi penguapan.


Seseorang akan merasa dingin setelah berenang meskipun saat siang hari. Hal ini
disebabkan air di badan menyerap panas dan menguap.

menyerap


Gambar 1. Prinsip Penyerapan dan Pemindahan Panas
B. FUNGSI SISTEM TATA UDARA
Air Conditioning merupakan sistem atau mesin yang dirancang untuk menstabilkan
suhu udara dan kelembaban suatu area (yang digunakan untuk pendinginan maupun
pemanasan tergantung pada sifat udara pada waktu tertentu). AC lebih banyak digunakan di
wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas).
Dengan kata lain, AC berfungsi sebagai penyejuk udara yang diinginkan (sejuk atau
dingin) dan nyaman bagi tubuh, pengatur kelembaban ruangan, sebagai ventilasi ruangan,
dapat menciptakan sirkulasi udara dalam ruangan, juga sebagai pembersih dan filter udara.

C. KOMPONEN-KOMPONEN AC
Komponen AC dikelompokan menjadi 3 bagian, yaitu komponen utama, komponen
pendukung, dan komponen kelistrikan.
a. Komponen Utama
1. Compressor AC
Compressor AC adalah power unit dari system AC. Ketika AC dijalankan,
compressor AC mengubah fluida kerja / refrigent berupa gas dari yang bertekanan
rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian
diteruskan menuju kondensor. Kompresor memiliki 2 pipa, yaitu pipa hisap dan
pipa tekan. Dan memiliki 2 daerah tekanan, yaitu tekanan rendah dan tekanan
tinggi. Ada tiga jenis kompresor, yaitu kompresor torak (reciproacting), kompresor
sentrifugal, dan kompresor rotary.

Gambar 2. Kompresor AC
2. Kondensor AC

Gambar 3. Kondensor AC
Kondensor adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah gas yang
bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi yang kemudian
akan dialirkan ke orifice tube. Kondensor merupakan bagian yang panas dari air
conditioner. Kondensor bisa disebut heat exchange yang bisa memindahkan panas
ke udara atau ke intermediate fluid (semacam air larutan yang mengandung
ethylene glycol), untuk membawa panas ke orifice tube.
3. Evaporator AC
Refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan pendingin dan kipas
evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent dalam evaporator
mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih mengandung
sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator / pengering. Ini
juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah menjadi
uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui compressor AC untuk
memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator
dipasangi silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.

Gambar 4. Evaporator AC

4. Pipa Kapiler
Pipa kapiler merupakan komponen utama yang berfungsi menurunkan tekanan
refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Fungsi utama pipa
kapiler ini sangat vital karena menghubungkan dua bagian tekanan berbeda, yaitu
tekanan tinggi dan tekanan rendah. refrigeranbertekanan tinggi sebelum melewati
pipa kapiler akan di ubah atau diturunkan tekananya. Akibat dari penurunan
tekanan refrigeran menyebabkan penurunan suhu. Pada bagian inilah (pipa
kapiler) refrigeran mencapai suhu terendah (terdingin). Pipa kapiler terletak antara
saringan (filter) dan evaporator.

Gambar 5. Pipa Kapiler


5. Orifice Tube
Orifice tube merupakan tempat di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan
tekanan dan suhunya menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa
sistem, selain memasang sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.

Gambar 6. Orifice Tube


6. Katub Ekspansi
Katup ekspansi merupakan komponen penting dalam sistem air conditioner.
Katup ini dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup
orifice yang merubah wujud cairan menjadi uap ketika zat pendingin
meninggalkan katup pemuaian dan memasuki evaporator/pendingin.

Gambar 7. Katup Ekspansi


b. Komponen Pendukung
Komponen Pendukung AC diantaranya
1. Strainer atau Saringan
Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran
di dalam sistem AC, kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat
menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi
terganggung. Biasanya, kotoran yang menjadi penyumbat sistem pendingin,
seperti karat dan serpihan logam.

Sumber : http://www.gd-wholesale.com/all/5/hot-p-4453.html
Gambar 8. Strainer
2. Accumulator
7

Accumulator

berfungsi

sebagai

penampung

sementara

refrigeran

cair

bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu,


accumulator berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluarmasuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegahagar refrigeran cair tidak
mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap
dalam wujud gas. Sebab, ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah
masuk ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.

Sumber: http://www.specialtauto.com/delorean-parts/AC-Cooling.html
Gambar 9. Accumulator
3. Minyak Pelumas Kompresor
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi
bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak
pelumas berfungsi meredampanas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari
oli kompresor bercampur denganrefrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam
sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli
kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifatmelumasi, tahan
terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah,dan
tidak menimbulkan efek negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang
dilewatinya.

Sumber: http://indonetwork.co.id/mitramakmursentosa/2190657/oli-suniso.htm
Gambar 10. Pelumas
4. Kipas (Fan atau blower)

Pada komponen AC, Blower terletak di bagian indoor yang berfungsi


menghembuskan udara dingin yang dihasilkan evaporator. Fan atau kipas terletak
pada bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor serta
untuk membantu pelepasan panas pada kondensor.

Sumber:http://motoraoer.en.made-in-china.com/product/vbinSHyxLjhq/ChinaCentrifugal-Blower-AC-.html
Gambar 11. Kipas atau Fan
c. Komponen Kelistrikan
Komponen kelistrikan pada AC diantaranya :
1. Thermostat
Thermostat pada air conditioner beroperasi dengan menggunakan lempeng bimetal
yang peka terhadap perubahan suhu ruangan. Lempeng ini terbuat dari 2 metal yang
memiliki koefisien pemuaian yang berbeda. Ketika temperatur naik, metal terluar
memuai lebih dahulu, sehingga lempeng membengkok dan akhirnya menyentuh
sirkuit listrik yang menyebabkan motor AC aktif.

Gambar 12. Thermostat


2. PCB Kontrol
PCB Kontrol merupakan alat mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di
analogikan, fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam
komponen PCB Kontrol terdiri dari bermacam-macam alat elektronik, seperti
thermistor, sensor, kapasitor, IC, trafo, fuse, saklar, relay , dan alat elektronik
lainnya. Fungsinya pun beragam, mulai dari mengontrol kecepatan blower indoor,

pergerakan swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian (timer), sampai


menyalakan atau menonaktifkan AC.

Sumber: http://www.slem354.net.tc/2010/10/mengetahui-kerusakan-pcb-kontrolac.html
Gambar 13. PCB Control
3. Kapasitor
Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan
listrik sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua muatan
listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat.
Besarnya muatan yang bias ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan
dari kapasitas kapasitor adalah Farad (F). Biasanya, kapasitor difungsikan sebagai
penggerak kompresor pertama kali atau startingkapasitor. Dengan bantuan starting
kapasitor, hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atausangat singkat untuk
membuat motor kompresor berputar pada kecepatan penuh.

Sumber: http://tonnyloe.wordpress.com/2011/09/10/kapasitor-kompresor/
Gambar 14. Kapasitor
Lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan tergantung dari jumlah muatan
listrik yang tersimpan padakapasitor. Setelah motor kompresor mencapai putaran
penuh, secara otomatis hubungan listrik pada kapasitor akan dilepas, dan
digantikan dengan hubungan langsung dari PLN. Kapasitor akan mengisi kembali
muatan dan akan digunakan kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakan
kompresor lagi. Pada unit AC, biasanya terdapat dua starting kapasitor, yaitu
sebagai penggerak kompresor dan motor kipas (fan). pada kompresor AC
10

bertenaga 0.5 2 PK memiliki start kapasitor berukuran 15-50 nF. Pada motor
kipas (fan indoor atau outdoor) memiliki start kapasitor berukuran 1-4 nF.
4. Overload Motor Protector (OMP)
Overload Motor Protector (OMP) merupakan alat pengaman motor listrik
kompresor (biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP
dikendalikan oleh sensor panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan
bukan logam (bimetal). Batang bimetal inilah yang membuka dan menutup arus
listrik secara otomatis ke motor listrik. Ketika bimetal dilewati aruslistrik tinggi
secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas, bimetal
akanmembuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan putus. Begitu juga
sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal akan menutup, arus listik akan
mengalir

menuju kompresor sehingga

kompresor

akan

kembali

bekerja.

Penempatan OMP pada kompresor hermetik ada duamacam, yaitu external OMP
(diletakan di luar body kompresor) dan internal OMP(diletakan didalam
kompresor). Biasanya, External OMP digunakan untuk mesin compresor AC yang
tidak terlalu besar (0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada
mesin kompresor AC yang besar (1,5-2 PK)

Sumber:http://www.scribd.com/doc/51428151/PENGERTIAN-AC
Gambar 15. OMP
5.

Motor Listrik
Motor Listrik berfungsi untuk menggerakan kipas (outdoor) dan Blower (indoor).
Bentuk danukuran motor listrik indoor dan outdoor berbeda. Untuk membantu
memaksimalkan putaran,baik pada motor listrik indoor maupun outdoor,
dibutuhkan start kapasitor yang berfungsimenggerakan motor listrik pertama kali
sampai mencapai putaran penuh. Selanjutnya, fungsi start kapasitor akan
digantikan oleh arus listrik PLN untuk memutar kedua motor listrik tersebut.
11

Sumber: http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/04/motor-listrik-ac-satu-fasa.html
Gambar 16. Motor Listrik
6.

Motor Kompresor
Motor Kompresor berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor
bekerja, kompresor akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin menuju ke
seluruh bagian sistem pendingin.Umumnya, motor kompresor dikemas menjadi
satu unti dengan kompresornya. Serupa denganmotor kipas, untuk start awal motor
kompresor juga menggunakan bantuan start kapasitor.

Sumber:http://rentalac-indonesia.com/article/70931/peran-compressor-ac-padasistem-air-conditioner.html
Gambar 17. Motor Kompresor
D. PRINSIP KERJA AC
Cara kerja AC dapat dijelaskan sebagai berkut :

12

Gambar 18. Siklus Kerja Sistem AC


1. Kompresor mengkompresikan gas atau uap refrigerant yang

bertemperatur tinggi

dan bertekanan tinggi karena menyerap panas dari evaporator ditambah panas
yang dihasilkan saat langkah pengeluaran (discharge).
2. Gas refrigerant mengalir ke dalam kondensor, di dalam kondensor gas refrigerant
dikondensasikan menjadi cairan atau terjadi perubahan keadaan yaitu pengembunan
refrigerant.
3. Cairan refrigerant mengalir ke dalam receiver untuk disaring antara cairan
refrigerant dengan oli sampai evaporator memerlukan refrigerant untuk diuapkan.
4. Katup ekspansi menurunkan tekanandan temperature suhu cairan refrigerant yang
bertekanan tinggi menjadi rendah.
5. Gas refrigerant yang dingin dan berembun ini mengalir ke dalam evaporator. Refrigerant
menyerap dan mengubah panas dari udara luar atau terjadi pengkabutan udara seingga
suhu udara diluar menjadi dingin

E. SISTEM TATA UDARA


Tujuan pengkondisian udara adalah untuk mendapatkan kenyamanan bagi penghuni yang
berada didalam ruangan. Kondisi udara yang dirasakan nyaman oleh tubuh manusia adalah
berkisar antara :
13

Suhu dan kelembaban

: 200C hingga 260C, 45% hingga 55%

Kecepatan udara

: 0.25 m/s

Ada beberapa sistem pengkondisian udara yang dapat dilakukan, yaitu :


1. Sistem ekspansi langsung
Dengan sistem ini, pendinginan secara langsung dilakukan oleh refrigerant yang
diekspansikan melalui koil pendingin, sedangkan udara disirkulasikan dengan cara
menghembuskannya dengan menggunakan blower / fan melintasi koil pendingin tersebut.
Sistem ini biasanya dipergunakan untuk beban pendinginan udara yang tidak terlalu besar
seperti keperluan ruangan di rumah.

Gambar 19. Mesin AC jenis Ekspansi Langsung


2. Sistem Pengkondisian Udara secara Sentral
Secara singkat sistem Central Air Conditioning System (Sistem Pengkondisian Udara secara
sentral), yang biasa dirancang pada bangunan dapat di jelaskan sebagai berikut : Unit
pendingin utama digunakan 2 unit Water Cooled Water Chiller dimana satu unit beroperasi
dan satu unit sebagai cadangan, unit Chiller beroperasi dengan menggunakan Primary
Refrigerant berupa refrigerant R123 pada unit Chiller & R 134A pada unit purging yang
sudah ramah lingkungan, nantinya akan mendinginkan Secondary Refrigerant berupa air,
dimana air yang sudah didinginkan ini di sirkulasikan oleh Chilled Water Pump ke AHU dan
FCU di LQB.
Pada unit AHU air dingin akan mengkondisikan / mendinginkan udara segar dari luar

14

gedung sehingga mencapai temperatur dan kelembaban yang cukup dan untuk selanjutnya
didistribusikan ke koridor koridor di ruangan setiap lantainya dan kamar- kamar pada
masing-masing lantai. Pada setiap lantai akan ditangani oleh 2 unit AHU yang memiliki
kapasitas pendinginan yang sama, begitu pula dengan 2 lantai di atasnya memiliki masingmasing 2 unit AHU yang memiliki kapasitas pendinginan yang sama dengan lantai dasar.
Sedangkan proses pertukaran kalor yang terjadi di masing-masing kamar akan ditangani oleh
Fan Coil Unit yang telah mendapatkan distribusi udara segar yang telah didinginkan oleh
AHU sehingga kerja FCU tidak terlalu berat. Dikarenakan lantai dasar, satu dan lantai dua
memiliki kapasaitas pendinginan yang sama dan jenis bangunan yang sama pula, maka
perhitungan luasan sistem ducting akan diwakilkan di salah satu lantai, yaitu lantai dasar.

F. JENIS JENIS AC (AIR CONDITIONER)


Ada beberapa jenis yang ada dipasaran yang masing-masing mempunyai kelebihan dan
kekurangan, jadi apabila memerlukan AC maka harus diperinci jenis AC yang mana yang
sesuai dengan kebutuhan :
1. AC Window, pada AC jenis window, semua semua komponen AC seperti filter
udara, evaporator, blower, compressor, condenser, refrigerant filter, expansion valve
dan controll unit terpasang pada satu base plate, kemudian base plate beserta semua
komponen AC tersebut dimasukkan kedalam kotak plat sehingga menjadi satu unit
yang kompak.
Kelebihan AC window :
o Pemasangannya pertama maupun pembongkaran kembali apabila akan
dipindahkan mudah dilaksanakan.
o Pemeliharaan/perawatan mudah dilaksanakan.
o Harga murah.

15

Sumber: http://rjsalesonline.blogspot.com/2011/02/ac-window.html
Gambar 20. AC Window
Kekurangan AC window :
o Karena semua komponen AC terpasang pada base plate yang posisinya dekat
dengan ruangan yang didinginkan, maka cenderung menimbulkan suara
berisik (terutama akibat suara dari compressor).
o Tidak semua ruangan dapat dipasang AC window, karena AC window harus
dipasang dengan cara bagian condenser menghadap ketempat terbuka supaya
udara panas dapat dibuang kealam bebas. Desain bangunan seperti Ruko,
dimana ruangan yang berhubungan dengan udara luar hanya ada didepan dan
belakang saja, bahkan mungkin hanya bagian depan saja, maka pada ruangan
yang posisinya ditengah tidak dapat dipasang AC jenis window.
2. AC Split, pada AC jenis split komponen AC dibagi menjadi dua unit yaitu unit
indoor yang terdiri dari filter udara, evaporator dan evaporator blower, expansion
valve dan controll unit, serta unit outdoor yang terdiri dari compresor, condenser,
condenser blower dan refrigerant filter. Selanjutnya selanjutnya antara unit indoor
dengan unit outdoor dihubungkan dengan 2 buah saluran refrigerant, satu buah
untuk menghubungkan evaporator dengan compressor dan dan satu buah untuk
menghubungkan refrigerant filter dengan expansion valve serta kabel power untuk
memasok arus listrik untuk compressor dan condenser blower.
Kelebihan AC split :
o Bisa dipasang pada ruangan yang tidak berhubungan dengan udara luar,
misalnya pada ruangan yang posisinya ditengah pada bangunan Ruko, karena
16

condenser yang terpasang pada outdoor bisa ditempatkan ditempat yang


berhubungan dengan udara luar jauh dari ruangan yang didinginkan.
o Suara didalam ruangan tidak berisik.

Sumber: http://www.tokoaconline.com/ac-split-panasonic/
Gambar 21. AC Split
Kekurangan AC split :
o Pemasangan pertama maupun pembongkaran apabila akan dipindahkan
membutuhkan tenaga yang terlatih.
o Pemeliharaan/perawatan membutuhkan peralatan khusus dan tenaga yang
terlatih.
o Harganya lebih mahal.
3. AC sentral, pada AC jenis ini udara dari ruangan/bangunan didinginkan pada
cooling plant diluar ruangan/bangunan tersebut kemudian udara yang telah dingin
dialirkan kembali kedalam ruangan/bangunan tersebut. AC jenis ini biasanya
dipergunakan di hotel atau mall.
Kelebihan AC sentral :
o Suara didalam ruangan tidak berisik sama sekali.
o Estetika ruangan terjaga, karena tidak ada unit indoor.
Kekurangan AC sentral :
o Perencanaan, instalasi, operasi dan pemeliharaan membutuhkan tenaga yang
betul-betul terlatih.
o Apabila terjadi kerusakan pada waktu beroperasi, maka dampaknya dirasakan
pada seluruh ruangan.
17

o Pengaturan temperatur udara hanya dapat dilakukan pada sentral cooling


plant.
o Biaya investasi awal serta biaya operasi dan pemeliharaan tinggi.

18

BAB IV
PENUTUP

Kesimpulan dan Saran

19

DAFTAR PUSATAKA
Busono, Tjahyani. 2010. Presentasi Tata Udara. Tersedia di http://file.upi.edu/
Poerbo, Hartono. 1992. Utilitas Bangunan. Jakarta : Djambatan
Surahman, Usep. 2010. Materi Perkuliahan Pengkondisian Udara. Tersedia di
http://file.upi.edu/
Tangoro, Dwi. 2006. Utilitas Bangunan. Jakarta : UI Press
http://www.scribd.com/doc/51428151/PENGERTIAN-AC
http://www.serviceac.net/cara-kerja-ac-dan-bagiannya.php

20