Вы находитесь на странице: 1из 18

Contoh Khotbah Ekspositori

Judul

: Memenangkan Pertarungan Iman

Ayat

: Efesus 6 : 10-18

Efesus 6:10. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasaNya. 6:11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat
bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 6:12 karena perjuangan kita bukanlah melawan
darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasapenguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di
udara. 6:13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat
mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu
menyelesaikan segala sesuatu. 6:14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan
kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 6:15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk
memberitakan Injil damai sejahtera; 6:16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai
iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari
si jahat, 6:17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,
6:18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan
berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya
untuk segala orang Kudus...
Pernyataan : Sebagai tentara Allah tentunya kita juga harus memiliki mental seorang
juara dan memakai perlengkapan senjata Allah.

Pendahuluan
Ayat-ayat ini ditulis oleh rasul Paulus untuk jemaat di kota Efesus, saat dia berada
dipenjara, ditujukan untuk menasihati jemaat mula mula disana supaya mereka hidup
dengan benar dan menjadi kuat didalam Allah. Sebagai seorang tentara Allah kita tentu
harus memiliki mental yang teguh dan memakai perlengkapan senjata Allah, juga
mengetahui siapakah musuh-musuh kita. Ada saat kita harus menyerang dan saat
untuk bertahan supaya dapat memenangkan peperangan, dengan penyertaan Allah
dan Roh Kudus, kita tentu akan menang.
Isi
1. Pokok I : Semangat juang orang percaya
a. Harus Kuat- ,ayat 10
Semangat juang atau mental kita haruslah kuat, kita harus berlatih setiap saat, dan
sadar bahwa Allah yang maha kuasa ada dipihak kita, dan siapakah yang akan
melawan kita. Seperti sebuah team sepakbola yang selalu memenangkan piala
seperti MU, Barcelona dan lain-lain, biasanya pemenang dari kejuaraan itu adalah
team-team yang itu itu juga, apakah yang sebenarnya terjadi, menurut pengamatan
saya, hal ini karena mereka memiliki semangat juang dan mental seorang juara,
semangat pantang menyerah sampai detik-detik terakhir dan keyakinan akan diri
dan teamnyalah yang membuat mereka jungkir balik bersemangat untuk bertarung,
berusaha memenangkan pertandingan dengan baik. Saudara-saudara apakah kita
merupakan team juara ataukah team yang lemah, yang cukup puas untuk tidak
memenangkan satu pialapun asalkan selamat, yang suka meratapi nasibnya dan
menganggap setiap kegagalan sebagai faktor kesialan kita.
b. Harus tetap berdiri saat peperangan selesai - ayat 13b
Harus tetap berdiri artinya kita bertahan dan melawan sampai peperangan usai,
biasanya yang masih berdiri sampai peperangan selesai adalah pihak yang
menang. Artinya kita harus selalu meminta perlindungan Allah untuk menjaga
kita supaya tetap berdiri sampai saat terakhir. Pesan untuk Setia sampai akhir
didalam Kristus Yesus adalah penting, seperti sebuah carang yang selalu
bergantung kepada rantingnya untuk hiudp dan tetap bertumbuh, demikianlah
semangat kita harus selalu bersama dengan Yesus. Andalkanlah DIA selalu,

bahwa serta Dia selalu dalam perjalanan hidup kita, dalam melangkah ataupun
berputar. Motto kita hendaknya Sekali Yesus tetap Yesus karena didalam Dialah
sumber kemenangan kita.
c. Harus berdiri tegap- ayat 14
Berdiri tegap berarti memiliki mental yang teguh, mental yang tidak gampang
menyerah, walaupun kalah atau terdesak, seorang yang tidak selalu berkeluh
kesah, seorang yang tidak berputar untuk keluar dari masalahnya, tidak mencari
solusi dan jalan keluar dari semua permasalahan, Kita harus menjadi seorang
yang kreatif untuk berpikir dan bertindak. Karena tanpa ada tindakan tidak ada
hasil apapun yang didapat. Actionlah.
d. Harus mengetahui musuh musuh kita dan semua tipu muslihatnya- ayat 12.
Sangat penting untuk mengetahui dan mengaris bawahi bahwa musuh kita yang
sebenarnya adalah iblis, bukan manusia berdosa itu. Justru kepada manusianya
kita harus mengenakan belas kasihan. Iblis sungguh licik dalam tipu
muslihatnya,jadi kita harus sadar,bisa dicek ketika disaat kapal kehidupan kita
gundah gulana, mulai kehilangan semangat, mudah marah dan sirik, tidak
merasa damai,semua itu berarti kita sedang diserang oleh iblis. Jadi selalu
waspadalah supaya kita sadar akan kondisi kita apakah sedang diserang atau
terbelenggu.
2. Pokok II : Perlengkapan orang percaya
a. Menjaga kekudusan ayat 14- 15
Ikat pinggang yang ada pada jaman Paulus hidup dapat dipakai seperti dompet
dan juga untuk menyimpan sesuatu. Ketika Alkitab berkata berikatpinggangkan
kebenaran, sesungguhnya Tuhan ingin memastikan bahwa sikap hati kita selalu
tertuju kepada kebenaran. Sedangkan berbaju zirahkan keadilan - Dalam Alkitab
bahasa Inggris, kata keadilan ditulis sebagai righteousness (pembenaran dan
integritas). Apapun yang kita rasakan atau orang lain katakan tentang diri kita,
ketika Tuhan mulai berbicara secara langsung tentang jati diri dan keberadaan
kita,

bersama

dengan

datangnya

Firman

terjadi

pula

pembenaran.Beriikatpinggangkan kebenaran dan berbaju jubahkan keadilan ,


mengandung pengertian dalam kehidupan sehari hari kita harus selalu berlaku
benar dan bertindak adil. Jadi kita diharuskan untuk selalu menjaga kekudusan,
sebab tanpa kekudusan seorangpun tidak akan melihat Allah. Untuk meminta

bantuan kepada Allah hendaknya kita tidak dihalangi oleh dosa-dosa kita seperti
rintangan yang begitu menghalangi. Keadaan ini seperti sebagai anak yang baik
dan rajin sehari hari tentu segala permintaan anak ini lebih mudah diberikan
Bapanya.
b. Kerelaan memberitakan injil ayat 15
Tentara-tentara Romawi pada jaman dahulu diberikan kasut agar ketika mereka
harus menempuh perjalanan sebelum memasuki peperangan, kaki mereka tidak
akan terluka terlebih dahulu. Hati yang rela dalam pemberitaan berarti kita harus
tulus melayani manusia, bukan untuk mencari ketenaran, banyak dari kita
dimasa ini dan hamba-hamba Tuhan yang mencari nama dalam pekerjaan
pelayananya, hal ini harus dirubah dan disadari supaya Allah sajalah yang
dimuliakan. Injil yang diberitakan adalah injil tentang keselamnatan dalam Kristus
, suatu kabar gembira bagi dunia.
c. Bertahan dengan menggunakan perisai iman - ayat 16
Gambaran tentang perisai iman yang dimaksud di sini sebenarnya adalah perisai
yang biasa dipergunakan oleh tentara-tentara Romawi untuk melindungi dalam
peperangan, yang ukurannya hampir setinggi manusia.Hanya imanlah yang
membuat kita sanggup unutk menahan segala panah-panah musuh. Iman
digambarkan sebagai perisai, perisai untuk menjaga hati kita supaya tetap
tenang dan waspada sebab dari situlah terpancar kehidupan. Hanya orang
berimanlah yang mengalahkan dunia. Seperti kata Paaulus, iman kami bukanlah
karena melihat tetapi karena percaya. Hanya orang percayalah yang beriman,
hanya orang yang mendekatkan diri kepadaNya akan mengenal Allah akan
mengerti akan kehendakNya dan keyakinan didalam Allah, karena iman hampir
sama dengan keyakinan, bagaimana mereka bisa yakin jika mereka tidak pernah
bersama dengan Allah, dari keseharianyalah mereka akan belajar untuk
mengenal Alllah seperti Henokh, Abraham, Daud dll. Iman akan memadamkan
semua panah api musuh. Bahkan membuat kita bersukacita dalam kesusahan.
d. Memakai jaminan keselamatan kekalayat 17a
Ketopong keselamatan digunakan untuk melindungi kepala, mengandung
pengertian bahwa keselamatan kekal sudah diberikan kepada kita, sebuah
jaminan bahwa kita akan menang, Dalam peperangan Romawi, perlengkapan

senjata ini sangat berperanan yaitu untuk melindungi kepala yang merupakan
bagian tubuh terpenting. Apalagi mereka berhasil menciptakan struktur ketopong
yang sangat kokoh. Maka Paulus menyatakan bahwa ketopong merupakan
keselamatan yang tidak perlu dilindungi melainkan justru menjadi perlindungan
bagi orang Kristen. Dengan kata lain, keselamatan Kristen dianugerahkan dan
dijamin oleh Tuhan sendiri untuk melindungi jemaatnya dari berbagai macam
kesulitan. Karena itu, keselamatan Kristen jadi bersifat non-conditional, baik
dalam sukacita maupun dukacita bahkan tidak tergantung pada perasaan
manusia. Orang Kristen yang tidak beriman kokoh kadang-kadang merasa jauh
dari Tuhan dan gejala seperti itu menandakan hilangnya keselamatan. Hal ini
tidak dapat dibenarkan karena ketika manusia berada dalam anugerah
keselamatan

Tuhan

maka

hidupnya

jadi

berlimpah

sesuai

dengan

kehendakNya. Karena kita lebih dari seorang pemenang. Allahlah yang sudah
memberikan kita jaminan kepastian itu. Jadi janganlah takut.
e. Menyerang ayat 17b
Pedang Roh disebutkan sebagai firman Allah, firman Allah berisi janji- janji,
rencana, hukum-hukum, cerita akan ALLAH, hanya mereka yang memiliki janji
janji Allah akan tenang, dan bisa menyerang dan beragumentasi dengan dunia
dan setan, Bahwa inilah yang akan terjadi pada kami dan mereka, bahwa Allah
sudah berjanni dan tidak akan mengingkari. Bahwa kita telah ditebus dan
diselamatkanNya, bahwa kita akan diberkatiNya dengan hidup berkelimpahan,
bahwa Allah bukanlah pendusta, dan masih banyak lagi janji-janji Nya. Janji-janji
inilah yang membuat kita tidak kuatir dan takut akan masa depan kita
ditanganNya. Hal hal inilah mengandung fakta dan argumentasi argumentasi
yang membuat kita tidak menjadi sesat, tetapi akan beroleh penghibutan dan
kekuatan, walau disaat peperangan sedang terjadi. Karena JanjiNya adalah ya
dan Amin.
3. Pokok III : Kehidupan doa
a. Harus tekun dan berjaga sambil berdoa didalam Roh - ayat 18a
Dikatakan diayat ini kita harus selalu berdoa setiap waktu dengan tidak putusnya
putusnya. Walaupun keadaan belum berubah dan tampak dimata kita, kita harus

tetap berdoa sampai sesuatu terjadi, sampai ada perubahan. Dan Roh Kudus
juga akan membantu kita bedoa dan meminta kepada Allah Bapa.
b. Berdoa untuk orang lain ayat 18b
Kita juga harus saling mendukung dengan saling mendoakan terutama untuk
sesama orang kudusdan percaya supaya kita semua selalu kuat.
Kesimpulan
Kita harus memiliki mental yang kuat, dan memakai seluruh perlengkapan senjata Allah
sambil berdoa dengan tekun didalam Roh untuk memenangkan peperangan rohani.

KASIH YANG HILANG (Wahyu 2:1-7)

Kota Efesus adalah sebuah kota terbesar di daerah Asia Kecil. Kota Efesus mempunyai
pelabuhan yang merupakan pusat ekspor di wilayah Asia. Kota Efesus juga merupakan
pusat administrasi pemerintahan Romawi di wilayah Asia Kecil. Selain sebagai kota
pusat perdagangan dan administrasi Roma, Efesus terkenal dengan keutamaan dalam
bidang agama. Di sana dibangun kuil-kuil untuk penyembahan berhala yaitu kuil
berhala kesuburan Anatolia, kuil Artemis dan kuil Diana, serta kuil untuk penyembahan
kaisar.
Dalam surat kiriman Yohanes kepada ketujuh jemaat (Wahyu 2 & 3), jemaat Efesuslah
yang pertama disapa karena keutamaan dan kedudukannya yang terkemuka
menjadikan jemaat yang ada di sana pun menjadi terkemuka di antara ketujuh jemaat.
Efesus adalah kota yang sedang mengalami perkembangan yang sangat baik demikian
pula dengan jemaat, namun pertumbuhan jemaat terganggu dengan adanya guru-guru
palsu.
Dalam teks pembacaan, terdapat pujian berlapis tiga yang Tuhan Yesus berikan kepada
jemaat Efesus.
1. Ayat 2a: Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payah maupun ketekunanmu.
Jemaat Efesus adalah tipe jemaat pekerja keras dan tekun dalam melakukan tugastugas mereka. Itu sebabnya Tuhan Yesus memberikan pujian.

2. Ayat 2b & 6: Aku tahu bahwa engkau tidak sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa
engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya

tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Pujian yang kedua
adalah dalam hal kerohanian yaitu sikap mereka terhadap pengikut Nikolaus. Nikolaus
dan pengikutnya melegalkan perzinahan dan makan makanan yang dipersembahkan
kepada berhala. Jemaat Efesus dipuji karena mereka tidak ikut dalam perbuatan
Nikolaus, sebaliknya sangat membenci perbuatan itu.

3. Ayat 3: Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau
tidak mengenal lelah. Pujian ketiga untuk jemaat di Efesus adalah bahwa mereka
bertahan dan sabar dalam penderitaan akibat penganiayaan kaisar Nero.

Ketiga hal di atas itulah yang menjadi kelebihan dan keunggulan jemaat Efesus.
Namun, sekalipun ada tiga pujian yang diberikan kepada jemaat Efesus, tetapi pujian
itu tidaklah berarti akibat adanya kesalahan fatal yang telah mereka lakukan. Pujian ini
diikuti dengan celaan yang keras dalam ayat 4. Disebutkan bahwa jemaat di Efesus
telah kehilangan kasih mula-mula mereka, sehingga bisa dikatakan bahwa kegiatan
mereka dalam tiga pujian itu mereka lakukan hanya seperti rutinitas atau kewajiban saja
dan tidak dilandasi oleh kasih. Ketika kita kehilangan kasih mula-mula maka pelayanan
apapun yang kita lakukan tidak ada artinya. Kasih adalah pendorong untuk kita
melakukan pelayanan kepada Tuhan.

Peringatan terhadap jemaat Efesus tidak hanya berlaku bagi mereka saja, namun itu
juga berlaku bagi kita sekarang ini. Dengan adanya rupa-rupa angin pengajaran,
tekanan, fitnah dan aniaya terhadap pengikut Kristus, masihkah kasih kita tetap
berkobar-kobar untuk melayani Tuhan? Ataukah kita sudah mulai tidak kuat lagi untuk
bertahan sehingga kita mulai jauh dari Tuhan? Jangan sampai Tuhan Yesus mencela
kita karena kasih kita kepada-Nya mulai luntur. Itu adalah kesalahan fatal bagi kita
sebagai pengikut Kristus.

Yesus memberi jalan keluar untuk memiliki kembali kasih mula-mula itu. Dalam ayat 5
ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk kembali lagi seperti semula.

1. Ayat 5a: (... ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh!). Tuhan Yesus menyuruh
jemaat Efesus, termasuk kita juga, untuk sadar diri bahwa mereka/kita sebenarnya
telah jauh dari Tuhan. Jemaat di Efesus diingatkan untuk melihat dan mengintrospeksi
diri mereka akan segala aktifitas yang mereka lakukan. Mungkin mereka/kita tetap
melayani tetapi yang menjadi permasalahannya adalah apakah mereka/kita melayani
sungguh-sungguh dengan kasih atau hanya ikut-ikutan saja atau karena ada
kepentingan-kepentingan tertentu? Jangan terjebak dalam aktifitas/rutinitas pelayanan
namun sebenarnya kita tidak lagi punya hubungan yang dekat dengan Tuhan.

2. Ayat 5b: (Bertobatlah....). Jika kita mendapati diri kita dalam keadaan yang demikian,
bertobatlah, akuilah itu di hadapan Tuhan agar Tuhan memulihkan kita kembali. Jangan
kita mengeraskan hati yang akan membuat kita akan semakin jauh dari Tuhan.

3. Ayat 5b: (...lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan). Setelah bertobat dan
mengakui semuakesalahan, Tuhan Yesus menyuruh jemaat di Efesus dan kita juga
untuk kembali melakukan tugas pelayanan yang dilandasi oleh kasih kepada Tuhan.

Jika kita telah kehilangan kasih mula-mula dan tidak melakukan ketiga hal
tersebut di atas maka Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia akan mengambil kaki dian
(cahaya / kehidupan) dari jemaat-Nya. Jemaat Efesus sepertinya tidak melakukan apa
yang Yesus perintahkan sehingga ucapan Tuhan Yesus menjadi kenyataan. Kaki dian
jemaat Efesus diambil oleh Tuhan sehingga akibatnya kota Efesus sekarang ini
hanyalah sebuah kota mati yang tidak ada penduduknya lagi. Dan diperkirakan bahwa
reruntuhan kota Efesus adalah reruntuhan yang paling luas di wilayah Asia

Kecil. Tuhan tidak main-main dengan ucapan-Nya, karena setiap perkataan yang
keluar dari mulut Tuhan pasti akan terjadi.

Tidak lama lagi Tuhan Yesus akan datang kembali, jangan sampai kita kehilangan kasih
yang mula-mula. Sebaliknya peliharalah terus kasih kita kepada-Nya sehingga ketika Ia
datang, kita didapati sedang memiliki dan mempraktekkan kasih itu.

Makalah Pendidikan Agama Kristen Manusia Sebagai Makhluk Sosial


KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Manusia Sebagai Makhluk Sosial. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
mata kuliah pendidikan agama kristen.
Makalah ini berisi tentang penjelasan. Penulis berharap makalah ini dapat
berguna bagi pembaca untuk memperluas ilmu pengetahuan. Makalah ini masih jauh
dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat di
harapkan demi sempurnanya makalah ini.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah
pendidikan agama kristen, yang telah memberikan bantuan berupa bimbingan dan
saran sehingga penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi
sumbangan pemikiran kepada pembaca, khususnya mahasiswa Universitas Negeri
Semarang. Kritik dan saran penulis harapan demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, Mei 2015


Penulis

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Manusia adalah hal yang sangat pokok dan sentral dalam kekristenan karena
manusia adalah di pusat kehidupan beragama dan ada pada pusat pengambilan
keputusan etis. Pembahasan tentang manusia dari perspektif Kristen dapat menolong
kita untuk memahami berbagai aspek lain dalam kehidupan beragama, bermasyarakat
maupun dalam pengembangan ilmu dan teknologi moderen. Termasuk berbagai
permasalahan yang muncul dalam kehidupan manusia.
Aspek mendasar dari kesaksian alkitab tentang hakikat manusia menurut
pandangan Kristen yaitu manusia adalah makhluk ciptaan Allah, manusia adalah
gambar Allah (Imago Dei), manusia sebagai makhluk sosial, manusia sebagai makhluk
rasional dan berbudaya, manusia sebagai makhluk etis, manusia sebagai pendosa,
manusia dimampukan untuk merestorasi (memperbaiki) hubungan dengan Allah,
Sesama, daan Alam Ciptaan.
1.2 Rumusan Masalah
1.

Apakah manusia itu?

2.

Bagaimana pengertian hakikat manusia dalam alkitab?

3.

Bagaimana implikasi manusia sebagai makhluk sosial?

1.3 Tujuan
1.

Untuk mengetahui pemahaman tentang manusia.

2.

Untuk mengetahui apa itu hakikat manusia.

3.

Untuk mengetahui implikasi manusia sebagai makhluk sosial.

BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manusia
Secara umum, manusia adalah makhluk yang memiliki akal. Memiliki perasaan
dan logika. Serta makhluk individu yang bersifat sosial. Menurut kamus Alkitab,
manusia di refleksikan sebagai daging, makhluk lemah yang berdosa dan keadaan itu
menentukan seluruh kehidupannya lahir dan batin.
Kejadian 1 : 26 Manusia adalah segambar dan serupa dengan Allah
Kejadian 1 : 2 Manusia adalah makhluk ciptaan Allah.
1 Tesalonika 5 : 23 mengemukakan ucapan berkat rasul Paulus. Di dalamnya
terkadung konsep manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh berkaitan dengan
pancaindera. Jiwa sering diartikan terkait dengan pikiran (akal), emos (perasaan), dan
kehendakan (will).
Ibrani 4 : 12 mengindifikasikan bahwa manusia memiliki roh dan jiwa, itu berrarti
aspek roh (pneuma) memiliki perbedaan dengan jiwa (psyche). Roh manusia
berhubungan dengan Tuhan. Jiwa terkait dengan diri sendiri dan lingkungan kita
responi melalui jiwa akal, pikiran, kehendak.
Ruth Beechick dalam tulisannyaa A Biblical Psychology of Learning (Accent
Books, 1982) mengemukakan bahwa dalam Alkitab terdapat 800 lebih istilah hati,

sedangkan pikiran hanya sekitar 80 kali. Itu berarti, menurut Beechick, hati sangat
sentral dalam kegiatan belajar.
2.2 Hakikat Manusia
Manusia sebagai makhluk individu, adalah hakikat manusia sebagai makhluk
yang mempunyai keinginan, kebutuhan, dan perasaan yang berbeda dengan manusia
lain. Pandangan iman Kristen mengenai hakikat manusia berpijak kepada Alkitab,
khususnya dalam Kejadian 1:26-27, yaitu pernyataan Allah disekitar penciptaan alam
semesta dimana manusia termasuk didalamnya. Manusia diciptakan menurut gambar
dan rupa Allah, dalam hal ini menunjuk pada unsur kesamaan. Dalam kitab Kejadian
ada beberapa prinsip mengenai hakikat manusia, yaitu:
1.

Manusia adalah hasil ciptaan Allah (Kejadian 1:26-27; 2:7) Manusia bukanlah
pletikan Allah, jelmaan dari sebagian diri Allah, bukan pula anak dalam arti biologis
yang keluar dari diri Allah. Manusia adalah mahluk yang riil ada, hasil karya dari
tangan agung Sang Khalik. Untuk ini harus dicamkan bahwa manusia bagaimanapun
berbeda dengan Allah. Allah adalah khalik dan manusia adalah hasil karyaNya.

2.

Allah menciptakan manusia tidak seperti Allah menciptakan ciptaanNya yang lain
(unik). Manusia diciptakan dari tanganNya sendiri. Kemudian Allah menghembuskan
nafas kehidupan ke lubang hidung manusia.

3.

Manusia diciptakan melalui sebuah musyawarah dalam diri Allah (Kejadian 1:2627).

Ini

bisa

berarti

konsekuensi

dan

risiko

menciptakan

manusia

telah

dipertimbangkan.
4.

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Ini menunjuk bahwa
manusia adalah sebuah eksistensi sangat unik dan dahsyat. Dalam hal ini tersimpul
hakekat manusia yang menunjukkan perbedaan yang hakiki dan prinsipal antara
ciptaan Allah yang lain. Hal ini juga menunjukan adanya potensi hubungan intim
yang terjalin antara manusia dengan Allah.

Pengertian Manusia menurut para Ahli


1.

Filosuf Socrates menyatakan bahwa hakekat manusia terletak pada budinya


yang memungkinkan untuk menentukan kebenaran dan kebaikan. Plato dan
Aristoteles menyatakan hakikat manusia terletak pada pikirnya.

2.

Tokoh Dunia Barat melanjutkan pendapat Plato & Aristoteles tentang hakekat
kebaikan manusia yang selanjutnya bergeser kepandangan humanistik yang
menyatakan manusia merupakan kemenyuluruhan dari segala dimensinya.

Spinoza berpandangan pantheistik menyatakan hakekat manusia sama dengan


Tuhan dan sama pula dengan hakekat alam semesta.

Voltaire mengatakan hakekat manusia sangat sulit untuk diketahui dan butuh waktu
yang sangat panjang untuk mengungkapkannya.
1.

Notonagoro mengatakan manusia pada hakekatnya adalah mahluk mono-dualis


yang merupakan kesatuan dari jiwa dan raga yang tak terpisahkan.

2.

Para ahli biologi memandang hakekat manusia titik beratnya pada segi jasad,
jasmani, atau wadag dengan segala perkembangannya. Pandangan bebasnya ini
dipelopori oleh Darwin dengan teori evolusinya.

2.3 Manusia Sebagai Makhluk Sosial


Manusia sebagai makhluk sosial menunjuk kepada kenyataan bahwa manusia
adalah tidak sendirian dan selalu dalam keterhubungannya dengan orang lain dan
berorientasi kepada sesama. (Kejadian 2 : 18).
Perdebatan mengenai hakikat manusia dalam dimensi individual dan kolektif
telah berjalan lama yang menghasilkan dua ideologi besar yang mempengaruhi sistem
kemasyarakatan, politik, dan ekonomi dari penganutnya. Misalnya saja, negara
negara dunia pertama yang sangat mengagungkan dimensi individual dengan
memperjuangkan kemedekaan dan kebebasan individu telah melahirkan sistem
masyarakat dan ekonomi yang kapitalis dengan ideologi pasar bebasnya. Demikian pun
pihak yang sangat mengagungkan dan menomorsatukan dimensi sosial dari
kemanusiaan telah melahirkan sistem kemasyarakatan yang kita kenal dengan
sosialisme. Pada sistem ini hak hak dan kebebasan individu harus tunduk kepada
kepentingan kelompok atau masyarakat. Persaingan ideologis seperti ini telah terjadi
dalam apa yang kita kenal dengan perang dingin itu kini telah berakhir dan sepertinya
sistem kemasyarakatan dan ekonomi kapasitalis nampaknya unggul, tak berarti bahwa
pemutlakkan dimensi individual manusia adalah suatu kebenaran yang didukung oleh
kekristenan. Bagaimanakah sesungguhnya sikap Kristenyang bertanggung jawab.

Teologi Kristen banyak berkembang di Barat di mana dimensi individu itu sangat
diunggulkan maka kitaharus mulai dengan kritik terhadap segala bentuk privatisasi
ajaran Kristen yang fundamental seperti privatisasi dosa dan keselamatan maupun
pemahaman diri yang sangat individualisik.
Kejadian 2 diatas menyatakan bahwa tak baik kalau manusia itu sendiri, dan
karena itu Allah menciptakan penolong yang sepadan. Hal ini tak hany terbatas pada
mnusia jenis kelamin yang lain, tetapi juga bahwa manusia sendirian adalah tidak baik.
Allah menghendaki manusia hidup dengan sesamanya.
Ada ahli teologi bahkan yang mengatakan bahwa hanya dalam hubungan
dengan orang lain kita memaham dan menemukan hakikat kita sebagai manusia. Hal
ini membawa implikasi bahwa manusia selamanya dan selalu berorientasi kepada
sesamanya. Manusia tak tahan dalam kesendirian. Orientasi kepada sesama juga
menyebabkan lahirnya berbagai pranata dan lembaga sosial ( misalnya keluarga,
komunitas dari lokal sampai internasional, maupun pranata politik, ekonomi, dll)
Dengan kata lain, lahirnya sebagai pranata sosial merupakan konsekuensi logis
dari penciptaan manusia sebagai makhluk sosial. Orientasi pada sesama manusia juga
turut berperan dalam berbagai tindakan religius dan pertimbangan serta pengambilan
keputusan etis. Itulah sebabnya orang tak bisa beragama sendiri. Agama selalu
merupakan fenomena sosial, walaupun hubungan seseorang dengan Tuhan, atau yang
dianggap Tuhan sangat Tuhan sangat bersifat pribadi.
Namun kita harus berhati hatidengan pandangan yang memutlakkan dan
menggunggulkan dimensi sosial serta meremehkan dimensi individu. Sebaliknya ada
juga pendapat yang begitu mengutamakan dimensi individu di atas dimensi sosial, dan
karenanya jatuh ke dalam individualisme. Sikap yang lebih bertanggung jawab adalah
bahwa kita adalah individu dalam kolektivitas, sebaliknya kolektivitas tak bisa diabaikan
demi individualitas.

2.4 Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Telah berabad-abad konsep manusia sebagai makhluk sosial itu ada yang
menitik beratkan pada pengaruh masyarakat yang berkuasa kepada individu. Dimana
memiliki unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri dari:
1. Dorongan untuk makan
2. Dorongan untuk mempertahankan diri
3. Dorongan untuk melangsungkan jenis
Dari

tahapan

diatas

menggambarkan

bagaimana

individu

dalam

perkembangannya sebagai seorang makhluk sosial dimana antar individu merupakan


satu komponen yang saling ketergantungan dan membutuhkan. Sehingga komunikasi
antar masyarakat ditentukan oleh peran oleh manusia sebagai makhluk sosial.
Dalam perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk
meniru dalam arti membentuk diri dengan melihat kehidupan masyarakat yang terdiri
dari :
1. Penerimaan bentuk-bentuk kebudayaan, dimana manusia menerima bentuk-bentuk
pembaharuan yang berasal dari luar sehingga dalam diri manusia terbentuk sebuah
pengetahuan.
2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak
terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia sehingga kinerja mnausia dalam
masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.
Pada umumnya hasrat meniru itu kita lihat paling jelas di dalam ikatan kelompok
tetapi juga terjadi didalam kehidupan masyarakat secara luas. Dari gambaran diatas
jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi
untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa
manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.
Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah
adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial
lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.
Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri
dari tiga hal yakni :
1. Tekanan emosional. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu
sama lain.

2. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia
yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan
orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih
sayang orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.
3. Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang
sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. Manusia
tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. Sebagai makhluk
sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk
mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Manusia tidak dapat menyadari
individualitas, kecuali melalui medium kehidupan sosial.
Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial, nampak pada kenyataan bahwa
tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang
lain.

BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manusia adalah makhluk yang memiliki akal. Memiliki perasaan dan logika. Serta
makhluk individu yang bersifat sosial. Menurut kamus Alkitab, manusia di refleksikan
sebagai daging, makhluk lemah yang berdosa dan keadaan itu menentukan seluruh
kehidupannya lahir dan batin. Manusia sebagai makhluk sosial menunjuk kepada

kenyataan bahwa manusia adalah tidak sendirian dan selalu dalam keterhubungannya
dengan orang lain dan berorientasi kepada sesama. (Kejadian 2 : 18).
Ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu
bentuk interaksi sosial didalam hubungannya dengan makhluk sosial lainnya yang
dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
Nuhamara, Daniel dkk.2005. Pendidikan Agama Kristen. Bandung; Bina Media
Informasi.
https://danielgrg.wordpress.com/2013/06/23/hakekat-manusia-menurut-pandangankristen/
https://satriabangkit.wordpress.com/2012/12/06/pengertian-manusia-dari-sudutpandang-iman-kristen/
http://www.slideshare.net/DarkChocolatte/pendidikan-agama-kristen-kuliah-smt1-bab-2done
http://galangalfarisi22.blogspot.com/2013/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html